0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan37 halaman

Rencana Kerja Tahunan Dinas Pendidikan 2024

Diunggah oleh

enywijayanti61
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan37 halaman

Rencana Kerja Tahunan Dinas Pendidikan 2024

Diunggah oleh

enywijayanti61
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA TAHUNAN

(RKT)
TAHUN 2024/2025

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN ASAHAN


UPTD SDN 014649 PULAU RAKYAT TUA
KECAMATAN PULAU RAKYAT
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat menyusun rencana Kerja
Tahunan Kepala Sekolah, yang akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan
program pendidikan. Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang tertib dan teratur
sangat diperlukan untuk peningkatan kemampuan dalam pengelolaan pendidikan di
sekolah. Peningkatan tersebut akan berdampak positif, yaitu makin meningkatnya
efisiensi, mutu, dan perluasan pendidikan dasar.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari Perencanaan
Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah, serta digunakan
sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan operasional di sekolah, sehingga akan
memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah
ini melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur Kepala Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus
Komite Sekolah, yang sebelumnya telah diuji kelayakannya.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup

Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini, kami sudah
berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan,
namun demikian tentunya pasti masih banyak terdapat kekurangan maupun kesalahan.
Untuk itu kami sangat berterima kasih apabila dari semua pihak sudi memberikan saran
maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami emban.
Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendukung kami, utamanya kepada Kepala Dinas, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Pengawas SD, Ketua MKKS Kecamatan
Tanggeung yang telah banyak memberikan bimbingan dan petunjuk demi kelancaran
penyusunan program kerja ini. Terima kasih

Pulau Rakyat Tua


Plt. UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat
Tua

ROSNI ELIDA MANIK, [Link]


NIP . 19740314 200701 2 00
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN................................................................................................................
A. Latar Belakang Mangasalah........................................................... . . . . . . . . . .
B. Dasar Hukum...............................................................................................
BAB 2
PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN.............................................................................................
A. Profil
Pendidikan...................................................................................................................
B. Rapor
Pendidikan..................................................................................................................
BAB 3
PERENCANAAN BERBASIS DATA.......................................................................
1. Identifikasi Masalah.................................................................................................
2. Refleksi.........................................................................................................
3. Benahi........................................................................................................................
BAB 4
RENCANA KEGIATAN TAHUNAN..................................................................................
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)........................................................................
B. Jadwal Kegiatan Tahunan..............................................................................
BAB 5 PENUTUP...........................................................................................................................
[Link]........................................................................................................................
[Link]..............................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting


dalam pembangunan sumber daya manusia, oleh sebab itu sebagai
upaya untuk
meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan, maka dipandang perlu adanya upaya
yang dilaksanakan secara terencana, terarah, dan terpadu untuk menyempurnakan
kegiatan-kegiatan sekolah , sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih
optimal dan memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders).
Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka peningkatan kualitas (quality)
dan pemerataan kesempatan (equity) pendidikan diantaranya melalui penerapan
program wajib belajar 9 dan 12 tahun, standarisasi kurikulum, proses, ketenagaan,
pembiayaan, sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan manajemen dan
pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan
sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang.
Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar
untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih
ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua merupakan satuan pendidikan dasar yang
berlokasi di Desa Padaluyu Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur yang memiliki
pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 12 guru kelas,
2 orang guru mata pelajaran PJOK , 2 orang guru mata pelajaran pendidikan agama
Islam, dan 2 orang tenaga kependidikan yaitu penjaga sekolah dan petugas keamanan.
UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua mempunyai jumlah peserta didik pada tahun pelajaran
2021/2022 adalah
207 siswa, sedangkan untuk tahun pelajaran 2022/2023 adalah 227 siswa. Berdasarkan
data tersebut UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua mencapai kenaikan jumlah peserta didik
dari tahun pelajaran sebelumnya yakni sejumlah 20 orang siswa.
Pada tahun 2024 telah dilaksanakan asesmen nasional berbasis komputer
(ANBK) untuk siswa kelas V (lima) sejumlah 6 siswa. Hasil dari asesmen tersebut
maka keluarlah profil pendidikan yang menjadi laporan rapor pendidikan yang
diperoleh melalui platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah yang
memberikan gambaran nilai capaian siswa dari dimensi A, B, C, D dan E yang
selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan acuan untuk membuat
perencanaan baik rencana kerja tahunan (RKT) maupun rencana kegiatan dan
anggaran sekolah (RKAS).
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN

A. Profil Pendidikan
Profil pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan pendidikan
sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk
peningkatan mutu layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan.
Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan delapan
Standar Nasional Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan dengan input, proses,
dan output pembelajaran

Gambar 1. Kerangka Profil Pendidikan

Gambar 2. Struktur Profil Pendidikan

B. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil Pendidikan yang
merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang digunakan untuk menilai kinerja
daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai
indikator antar tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka Kepala sekolah
atau pun admin sekolah dapat melihat dan mengunduh rapor pendidikan melalui
tautan [Link] atau Platform rapor pendidikan.
Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi berbasis web yang menampilkan informasi
Profil Pendidikan dan Rapor Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh
pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan kewenangannya.
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi prioritas pendidikan dasar
diantaranya:
1) A.1 Kemampuan literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
5) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah.
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan pendidikan dapat
melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari pendidikannya Selain itu hasil Rapor
Pendidikan juga dapat dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang
tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan dapat membantu proses dan
meningkatkan kualitas belajar mengajar satuan pendidikan. Adapun tahapan dalam
melakukan perencanaan berbasis data (PBD) adalh dengan melakukan Identifikasi,
Refleksi, dan Benahi (IRB).
1) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah) yang dilakukan
oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut:
● Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
● Merujuk kepada daftar indikator prioritas
● Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan diintervensi.
2) Tahapan proses refleksi (merumuskan akar masalah) yang dilakukan oleh kepala
sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis untuk mencari akar
masalah
3) Tahapan proses refleksi (menentukan program dan kegiatan) yang dilakukan oleh
kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Membuat program, dan
● menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang ditetapkan

Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat
Tua maka didapat data berikut ini:
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan nonkognitif. Aspek
kognitif diukur dari kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, sementara
aspek non kognitif diukur dari karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai
Pancasila.
a) Kemampuan literasi peserta didik UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua Kurang
dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi
membaca. dan mengalami peningkatan cukup signifikan.

b) Kemampuan Numerasi peserta didik UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua Kurang
dari 50%
peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.

c) Indek karakter Peserta didik SD Negeri Padamamur terbiasa menerapkan


nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong,
mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan
sehari hari

a) Partisipasi Warga Sekolah


Partisipasi warga sekolah terdiri dari: Partisipasi orang tua dan Partisipasi
murid
b) Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah
Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu terdiri
dari:
● Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
● Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran
c) Pemanfaatan TIK untuk Administrasi
Pemanfaatan TIK di SD Negeri Padamamur telah Tinggi untuk pengelolaan
anggaran yang terdiri dari:
● Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring
● Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah - ketepatan waktu
dan kelengkapan pelaporan
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA

Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data pada platform


Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan
maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan
untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang
berkesinambungan. Tahapan yang dilakukan oleh UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua
dalam Perencanaan Berbasis Data(PBD) dari rapor pendidikan adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang didapat dari
rapor pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua dengan tahapan sebagai berikut.
● Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
● mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator yang masih
bermasalah.
● Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas bagi satuan
pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai
indikator yang perlu diprioritaskan.
● memilih indikator yang ingin diintervensi dengan mempertimbangkan indikator
prioritas dan indikator yang bermasalah.
● Dari Rapor pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua diperoleh data/indikator
yang bermasalah melalui proses identifikasi berdasarkan nilai capai setiap
indikator yang diidentifikasi seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Proses Identifikasi
Rapor Pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua
Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang akan
Bermasalah Dikdasmen diintervensi

A.1 K. Literasi A.1 Kemampuan Literasi A.1 K. Literasi

A.2 K. Numerasi A.2 Kemampuan Numerasi A.2 K. Numerasi

A.3 Karakter

D.4 Iklim Keamanan

D.5 Iklim Kebhinekaan


Tabel 2. Proses Identifikasi
Rapor Pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua
Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang akan
Bermasalah Dikdasmen diintervensi
A.1 Kemampuan Literasi A.1 K. Literasi

A.2 Kemampuan Numerasi A.2 K. Numerasi

A.3 Karakter

D.4 Iklim Keamanan

D.5 Iklim Kebhinekaan


Keteran
gan:
★ A.1 Kemampuan literasi termasuk indikator bermasalah karena pada
rapor pendidikan nilai capaian di bawah kompetensi minimum (1,65) dan
berwarna kuning
★ A.1 Kemampuan Numerasi termasuk indikator bermasalah karena pada
rapor
pendidikan nilai capaiannya di bawah kompetensi minimum (1,73) dan
berwarna kuning
★ Definisi Capaian kemampuan Literasi siswa UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua
Kurang dari
50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk
literasi membaca.
★ Definisi Capaian Kemampuan Numerasi siswa UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat
Tua Kurang
dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk
numerasi.
★ Dua indikator tersebut (Literasi dan Nmerasi) dari 5 indikator prioritas
termasuk indikator yang akan diintervensi oleh UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat
Tua
2. Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan UPTD
SDN 014649 Pulau Rakyat Tua dari rapor pendidikan pada indikator prioritas yang
masih bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk indikator A.1
Kemampuan Literasi dan A2
Kemampuan Numerasi siswa UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua masih di bawah
kompetensi minimum. Adapun tahapan yang dilakukan UPTD SDN 014649
Pulau Rakyat Tua dalam melakukan refleksi adalah sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap
masalah yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat dilakukan
dengan cara yang beragam dari yang paling sederhana sampai
penggunaan analisis data yang kompleks.
● Akar masalah dapat dilakukan
dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan atau
kuning)
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
● Dari rapor pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua diperoleh akar
masalah dari indikator yang diintervensi seperti yang tertera pada tabel di
bawah ini
Tabel 2. Proses
Refleksi
Rapor Pendidikan UPTD SDN 014649
Pulau Rakyat Tua

Identifikasi Refleksi (Akar Masalah)

A.1 Kemampuan A.1 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar
Literasi terutama dalam hal kompetensi membaca teks informasi (43.14)*,
kompetensi membaca teks sastra (47.9)*, kompetensi mengakses dan
menemukan isi teks (L1) (52.65)*, kompetensi menginterpretasi
dan memahami isi teks (L2) (41.96)*, dan kompetensi mengevaluasi
dan merefleksikan isi teks (L3) (43.45)*
*Angka dalam kurung "()" merupakan nilai domain tersebut
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih kurang
A.2 Numerasi A.2 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan dasar
terutama dalam Kompetensi pada domain Bilangan (35,88)*,
Aljabar(35,57)*, Geometri (35,88), Data dan
Ketidakpastian(40,74), Kompetensi mengetahui (L1) (42,45),

ngs
menerapkan (L2) (34,42), menalar (L3) (31,13)
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih kurang

A.3 Karakter A.3 Seluruh Karakter peserta didik dalam kategori Berkembang dalam
karakter Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, Gotong Royong, kreativitas, Nalar kritis, kebhinekaan
global dan Kemandirian

D.4 Keamanan D.4.5 Kekerasan seksual dalam keadaan waspada

3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan kegiatan dengan
tahapan sebagai berikut.
● Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat
Tua menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar
masalah yang teridentifikasi.
● Dalam Penentuan program dan kegiatan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua
merujuk pada contoh program dan kegiatan yang dirumuskan oleh
Kemendikbud Ristek (ada pada lampiran)
● Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses refleksi
terhadap rapor pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua, maka proses
benahi atau menentukan program dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di
bawah ini.

Tabel 3. Proses
Benahi
Rapor Pendidikan UPTD SDN
014649 Pulau Rakyat Tua
Refleksi Benahi

A.1 Sebagian besar peserta didik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
dalam kategori cakap dan dasar peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terutama dalam hal kompetensi terkait materi literasi (Benahi 1)
membaca teks informasi ● Penguatan pembelajaran literasi dengan
(43.14)*, kompetensi membaca menggunakan modul literasi berbasis tema dan
teks sastra (47.9)*, kompetensi sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
mengakses dan menemukan isi (Benahi 2)
teks (L1) (52.65)*, kompetensi ● Kegiatan membaca dan mendiskusikan beragam
menginterpretasi dan buku dari berbagai sumber dan genre secara rutin
memahami isi teks (L2) (41.96)*, oleh guru dan siswa (Benahi 3)
dan kompetensi mengevaluasi ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
dan merefleksikan isi teks (L3) untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
(43.45)* *Angka dalam kurung sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
"()" merupakan nilai domain terkait literasi (Benahi 4)
tersebut ● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
Refleksi Benahi

D.1 Kualitas pembelajaran kurang ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


baik peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

D.2. Kemampuan guru melakukan ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


refleksi masih rendah peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

A.2 Sebagian besar peserta didik ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
dalam kategori cakap dan dasar peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terutama dalam Kompetensi terkait materi numerasi (Benahi 1)
pada domain Bilangan (35,88)*, ● Penguatan pembelajaran numerasi dengan
Aljabar (35,57)*, Geometri menggunakan modul numerasi berbasis tema dan
(35,88), Data dan Ketidakpastian sumber lainnya di luar platform merdeka mengajar
(40,74), Kompetensi mengetahui (Benahi 2)
(L1) (42,45), menerapkan (L2) ● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
(34,42), menalar (L3) (31,13) untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait numerasi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran numerasi dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
numerasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

D.1 Kualitas pembelajaran Kurang ● peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
baik terkait materi kualitas pembelajaran. (Benahi 1)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kualitas pembelajaran (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

D.2. Kemampuan guru melakukan ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


refleksi masih rendah peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
Refleksi Benahi

terkait materi refleksi pembelajaran. (Benahi 1)


● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait kemampuan melakukan refleksi (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam kualitas
pembelajaran dengan melibatkan pemangku
kepentingan sekolah (Benahi 5)

A.3.1. Beriman, bertakwa kepada ● pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


Tuhan YME dan berakhlak peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
mulia sudah berkembang terkait materi beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia dengan menggunakan sumber lain
di luar platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Beriman, bertakwa kepada Tuhan
YME dan berakhlak mulia (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
karakter beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan
berakhlak mulia sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

A.3.2Gotong royong Berkembang ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter gotong royong (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter gotong royong
dengan menggunakan sumber lain di luar platform
merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter gotong royong (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter gotong royong dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan
karakter gotong royong sesuai dengan kebutuhan
siswa dan kondisi sekolah (Benahi 6)

A.3.3 Kreativitas masih Berkembang ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
Refleksi Benahi

terkait materi kreativitas (Benahi 1)


● Penguatan pembelajaran karakter terkait tema
kreativitas dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter kreativitas (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter kreativitas dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
kreativitas sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

A.3.4 Nalar Kritis masih kurang ● pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk
peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi karakter nalar kritis (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter nalar kritis dengan
menggunakan sumber lain di luar platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter nalar kritis (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter nalar kritis dengan melibatkan
pemangku kepentingan sekolah (Benahi 5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
nalar kritis sesuai dengan kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah (Benahi 6)

[Link] Global masih ● Pemanfaatan platform merdeka mengajar untuk


rendah peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah
terkait materi Kebhinekaan Global (Benahi 1)
● Penguatan pembelajaran karakter Kebhinekaan
Global dengan menggunakan sumber lain di luar
platform merdeka mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan optimalisasi komunitas belajar
untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala
sekolah dengan berbagi pengetahuan dan diskusi
terkait karakter Kebhinekaan Global (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran oleh guru dan kepala sekolah
untuk mengidentifikasi tantangan dalam
pembelajaran karakter Kebhinekaan Global dengan
melibatkan pemangku kepentingan sekolah (Benahi
5)
● Penyusunan dan Penerapan kurikulum operasional
satuan pendidikan yang terkait peningkatan karakter
Kebhinekaan Global sesuai dengan kebutuhan siswa
dan kondisi sekolah (Benahi 6)
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN

A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)


Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja yang akan digunakan
sebagai acuan untuk melaksanakan kerja dalam waktu satu tahun yang akan datang.
Rencana kerja tahunan ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar
untuk mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan menjadi lebih
ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2023 UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua
disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang diambil dari Rapor
Pendidikan TAHUN 2021. Proses penyusunan RKT SD Negeri Padamamur dirumuskan
mengacu pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor pendidikan tahun
2023/2024
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti
● Dari tahapan identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya, selanjutnya dimasukkan
dalam format RKT
● Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi kegiatan yang akan
masuk ke dalam RKAS
● Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski tidak ada di dalam
RKAS
● Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari format RKT yang ada
sebelumnya
● RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 4. Rencana Kerja Tahunan
UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

A.1 Literai A.1 Sebagian ● Pemanfaatan ● Guru mengunduh dan


besar peserta platform merdeka menggunakan platform
didik dalam mengajar untuk Merdeka Mengajar
kategori peningkatan secara rutin untuk
cakap dan kapasitas guru dan meningkatkan
dasar kepala sekolah kompetensi sesuai
terutama terkait materi literasi kebutuhannya.
dalam hal (Benahi 1) ● Kepala Sekolah
mengunduh dan
kompetensi
menggunakan platform
membaca
Merdeka Mengajar
teks secara rutin untuk
informasi meningkatkan
(43.14)*, kompetensi sesuai
kompetensi kebutuhannya.
membaca ● Pemasangan internet
teks sastra dan pembayaran biaya
(47.9)*, berlangganan internet
kompetensi untuk membantu guru
mengakses dan kepala sekolah
dan dalam melakukan
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

menemukan peningkatan kompetensi


isi teks (L1) secara daring. Guru dan
(52.65)*, kepala sekolah dapat
kompetensi bersama-sama
menginterpre menggunakan fasilitas
tasi dan internet untuk
memahami mengakses berbagai
fitur yang menunjang
isi teks (L2)
kompetensi diri.
(41.96)*, dan
kompetensi
● Pengadaan berbagai
mengevaluasi referensi untuk guru dan
dan siswa yang dapat
merefleksika menunjang
n isi teks (L3) pembelajaran,
(43.45)* ● Penguatan pengembangan minat
*Angka dalam pembelajaran literasi baca, dan upaya
kurung "()" dengan peningkatan kompetensi
merupakan menggunakan modul literasi dan numerasi
nilai domain literasi berbasis tema untuk siswa, guru dan
tersebut dan sumber lainnya kepala sekolah.
di luar platform ● Peningkatan kompetensi
merdeka mengajar untuk pembelajaran
(Benahi 2) literasi dan numerasi
perlu dilakukan guru
berbagai mata pelajaran.
Peningkatan kualitas ini
dapat dilakukan secara
daring maupun luring,
secara berkelompok atau
individu.
● Peningkatan wawasan
pembelajaran literasi dan
numerasi kepala sekolah
perlu dilakukan dengan
berbagai cara, baik
secara daring maupun
luring, secara
berkelompok maupun
individu. Tujuan
utamanya adalah agar
kepala sekolah dapat
mengembangkan
kebijakan yang
mendukung
peningkatan kompetensi
literasi dan numerasi
siswa.

● Optimalisasi peran
perpustakaan sebagai
sentra pembelajaran
literasi, di antaranya
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

dengan
menyelenggarakan
kegiatan, forum,
dan/atau program
diskusi dan membuat
● Kegiatan membaca karya berbasis buku
dan mendiskusikan bacaan sesuai minat,
berbagai buku dari konteks, atau topik
berbagai sumber dan tertentu.
genre secara rutin ● Penambahan dan/atau
oleh guru dan siswa perawatan buku dan
(Benahi 3) koleksi perpustakaan.

● Guru dan kepala sekolah


belajar bersama dalam
komunitas belajar di
sekolah secara rutin 2-4
kali setiap bulannya.
Agenda pertemuan di
antaranya
mendiskusikan
permasalahan atau
peningkatan kualitas
● Pembentukan dan pembelajaran, iklim
optimalisasi keamanan sekolah, dan
komunitas belajar peningkatan kompetensi
untuk peningkatan guru secara umum.
kompetensi guru dan ● Komunitas belajar
kepala sekolah merupakan kelompok
dengan berbagi pendidik, tenaga
pengetahuan dan kependidikan, serta
diskusi terkait anggota masyarakat
literasi (Benahi 4) lainnya, dan dapat
berwujud MGMP/KKG,
KKKS/MKKS, atau
lainnya. Guru dan kepala
sekolah juga dapat aktif
berkegiatan dalam
MGMP/KKG atau
MKKS/KKKS untuk
meningkatan
kompetensi diri melalui
interaksi bersama rekan
sejawat.

● Proses refleksi adalah


kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
mengidentifikasi praktik
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

baik dan hal-hal yang


perlu diperbaiki serta
strategi yang perlu
dilakukan oleh guru dan
kepala sekolah.
● Secara mandiri, guru
dapat melakukan proses
refleksi bersama peserta
● Refleksi
didik setiap selesai satu
pembelajaran oleh
tujuan pembelajaran.
guru dan kepala Kepala sekolah bisa
sekolah untuk berefleksi bersama guru
mengidentifikasi setidaknya satu semester
tantangan dalam sekali, serta dapat
pembelajaran literasi melibatkan orang tua
dengan melibatkan siswa atau pemangku
pemangku kepentingan agar proses
kepentingan sekolah refleksi dapat lebih
(Benahi 5) bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses
refleksi.

● Di tingkat satuan
pendidikan, kurikulum
yang dikembangkan
adalah kurikulum
operasional satuan
pendidikan. Tercakup di
dalamnya yaitu
pengembangan
perencanaan
pembelajaran dan
asesmen; misalnya alur
tujuan pembelajaran
atau silabus, rencana
pembelajaran dan
asesmen, perencanaan
projek penguatan Profil
Pelajar Pancasila,
pengembangan modul
ajar dan modul projek
penguatan Profil Pelajar
Pancasila, dan lainnya.

● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
literasi sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah, contohnya,
dengan penerapan
kurikulum merdeka
atau kurikulum
darurat (Benahi 6)

D.1 Kualitas ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari dan


pembelajaran platform merdeka mendiskusikan video
kurang baik mengajar untuk inspirasi seri Guru Abad
peningkatan 21 di Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar
kepala sekolah ● Guru mempelajari
terkait materi Pelatihan Mandiri dalam
kualitas Platform Merdeka
pembelajaran. Mengajar dan
(Benahi 1) membahasnya di
komunitas belajar di
topik Penyesuaian
Pembelajaran dengan
Kebutuhan dan
Karakteristik Murid
● Pembentukan komunitas
belajar
● Pembentukan dan ● Guru dan kepala sekolah
optimalisasi belajar bersama dalam
komunitas belajar komunitas belajar di
untuk peningkatan sekolah secara rutin 2-4
kompetensi guru dan kali setiap bulannya.
kepala sekolah Agenda pertemuan di
dengan berbagi antaranya
pengetahuan dan mendiskusikan
diskusi terkait permasalahan atau
kualitas peningkatan kualitas
pembelajaran pembelajaran, iklim
(Benahi 4) keamanan sekolah, dan
peningkatan kompetensi
guru secara umum.
● Refleksi kepala sekolah
dan guru terhadap proses
pembelajaran
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

● Refleksi dilakukan dalam proses


pembelajaran oleh pembelajaran. Tujuannya
guru dan kepala yaitu untuk
sekolah untuk mengidentifikasi praktik
mengidentifikasi baik dan hal-hal yang
tantangan dalam perlu diperbaiki serta
kualitas strategi yang perlu
pembelajaran dilakukan oleh guru dan
dengan melibatkan kepala sekolah.
pemangku ● Secara mandiri, guru
kepentingan sekolah dapat melakukan proses
(Benahi 5) refleksi bersama peserta
didik setiap selesai satu
tujuan pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama guru
setidaknya satu semester
sekali, serta dapat
melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.

[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari topik


guru platform merdeka Perencanaan
melakukan mengajar untuk Pembelajaran pada PMM
refleksi peningkatan dan mendiskusikan
masih rendah kapasitas guru dan modul Refleksi
kepala sekolah Pembelajaran dalam
terkait materi Komunitas Belajar Guru
refleksi di Sekolah
pembelajaran.
(Benahi 1) ● Guru dan kepala sekolah
belajar bersama dalam
● Pembentukan dan komunitas belajar di
optimalisasi sekolah secara rutin 2-4
komunitas belajar kali setiap bulannya.
untuk peningkatan Agenda pertemuan di
kompetensi guru dan antaranya
kepala sekolah mendiskusikan
dengan berbagi permasalahan atau
pengetahuan dan peningkatan kualitas
diskusi terkait pembelajaran, iklim
kemampuan keamanan sekolah, dan
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

melakukan refleksi peningkatan kompetensi


(Benahi 4) guru secara umum.
● Proses refleksi adalah
kegiatan mengingat
kembali dan menilai
strategi yang sudah
dilakukan dalam proses
pembelajaran. Tujuannya
yaitu untuk
● Refleksi mengidentifikasi praktik
pembelajaran oleh baik dan hal-hal yang
guru dan kepala perlu diperbaiki serta
sekolah untuk strategi yang perlu
mengidentifikasi dilakukan oleh guru dan
tantangan dalam kepala sekolah.
kualitas ●
pembelajaran ● Secara mandiri, guru
dengan melibatkan dapat melakukan proses
pemangku refleksi bersama peserta
kepentingan sekolah didik setiap selesai satu
(Benahi 5) tujuan pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama guru
setidaknya satu semester
sekali, serta dapat
melibatkan orang tua
siswa atau pemangku
kepentingan agar proses
refleksi dapat lebih
bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses refleksi.

A.2 Numerasi A.2Sebagian ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari buku


besar peserta platform merdeka matematika yang sudah
didik dalam mengajar untuk tersedia di PMM
kategori peningkatan ● Guru membaca modul
cakap dan kapasitas guru dan numerasi di laman
dasar kepala sekolah bersama hadapi korona
terutama terkait materi ● Guru mempelajari
dalam numerasi (Benahi 1) asesmen awal
Kompetensi pembelajaran dan akm
pada domain kelas pada domain
Bilangan
aljabar, geometri dan
(35,88)*,
data-ketidakpastian
Aljabar
kemudian
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

(35,57)*, merefleksikan diri


Geometri kemampuannya dan
(35,88), Data bagaimana akan
dan mengajarkannya
Ketidakpastia ● Peningkatan kapasitas
n (40,74), satuan pendidikan secara
Kompetensi mandiri untuk mengajar
mengetahui literasi dan numerasi
(L1) (42,45),
secara lebih efektif.
menerapkan
(L2) (34,42),
menalar (L3) ● Pembentukan komunitas
(31,13) ● Penguatan belajar
pembelajaran
numerasi dengan
menggunakan modul
numerasi berbasis
tema dan sumber
lainnya di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2) ● Refleksi kepala sekolah
● Pembentukan dan dan guru terhadap proses
optimalisasi pembelajaran
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
numerasi (Benahi 4) ● Dalam Kurikulum
● Refleksi Merdeka, projek
pembelajaran oleh penguatan profil pelajar
guru dan kepala Pancasila dirancang
sekolah untuk untuk mengembangkan
mengidentifikasi karakter. Projek
tantangan dalam penguatan profil pelajar
pembelajaran Pancasila dapat
numerasi dengan diterapkan juga untuk
melibatkan sekolah yang
pemangku menggunakan Kurikulum
kepentingan sekolah 2013, dengan
(Benahi 5) konsekuensi
● Penyusunan dan penambahan jam
Penerapan pelajaran.
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
numerasi sesuai
dengan kebutuhan
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

siswa dan kondisi


sekolah (Benahi 6)

D.1Kualitas ● peningkatan ● Guru mempelajari dan


pembelajaran kapasitas guru dan mendiskusikan video
Kurang baik kepala sekolah inspirasi seri Guru Abad
terkait materi 21 di Platform Merdeka
kualitas Mengajar
pembelajaran. ● Guru mempelajari
(Benahi 1) Pelatihan Mandiri dalam
Platform Merdeka
Mengajar dan
membahasnya di
komunitas belajar di
topik Penyesuaian
Pembelajaran dengan
Kebutuhan dan
Karakteristik Murid

● Pembentukan dan ● Pembentukan Komunitas


optimalisasi Belajar
komunitas belajar ● Kegiatan KKG dan KKKS
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
kualitas
pembelajaran
(Benahi 4)
● Refleksi ● Melakukan Refleksi dan
pembelajaran oleh monitoring
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas
pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)

D.2. Kemampuan ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari topik


guru platform merdeka Perencanaan
melakukan mengajar untuk Pembelajaran pada PMM
refleksi peningkatan dan mendiskusikan
masih kapasitas guru dan modul Refleksi
rendah kepala sekolah Pembelajaran dalam
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

terkait materi Komunitas Belajar Guru


refleksi di Sekolah
pembelajaran.
(Benahi 1)
● Pembentukan dan ● Membentuk komunitas
optimalisasi bekajar
komunitas belajar ● Kegiatan KKG dan KKKS
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
kemampuan
melakukan refleksi
(Benahi 4)
● Refleksi ● Refleksi kepala sekolah
pembelajaran oleh dan guru terhadap proses
guru dan kepala pembelajaran
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas
pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
A.3 Karakter A.3.1. Beriman,
● pemanfaatan ● Guru mempelajari
bertakwa platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
kepada mengajar untuk Platform Merdeka
Tuhan YME peningkatan Mengajar dan
dan kapasitas guru dan membahasnya di
berakhlak kepala sekolah komunitas belajar di
mulia sudah terkait materi topik Proyek Penguatan
berkembang beriman, bertakwa Profil Pelajar pancasila
kepada Tuhan YME ●
dan berakhlak mulia
(Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter terkait tema
Beriman, bertakwa
kepada Tuhan YME
dan berakhlak mulia
dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)

Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail


● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)

A.3.2Gotong ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


royong platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
Berkemban mengajar untuk Platform Merdeka
g peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Proyek Penguatan
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

karakter gotong Profil Pelajar pancasila


royong (Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter gotong
royong (Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter gotong
royong sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)

A.3.3 Kreativitas ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


masih platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
Berkemban mengajar untuk Platform Merdeka
g peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

sekolah terkait materi komunitas belajar di


kreativitas (Benahi 1) topik Proyek Penguatan
● Penguatan Profil Pelajar pancasila
pembelajaran
karakter terkait tema
kreativitas dengan
menggunakan sumber
lain di luar platform
merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait
karakter kreativitas
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter kreativitas
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter kreativitas
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)

A.3.4 Nalar Kritis ● pemanfaatan platform ● Guru mempelajari


masih merdeka mengajar Pelatihan Mandiri dalam
kurang untuk peningkatan Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar dan
kepala sekolah terkait membahasnya di
materi karakter nalar komunitas belajar di
kritis (Benahi 1) topik Proyek Penguatan
● Penguatan Profil Pelajar pancasila
pembelajaran
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

karakter nalar kritis


dengan menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait
karakter nalar kritis
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter nalar kritis
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter nalar kritis
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)

[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


n Global platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
masih mengajar untuk Platform Merdeka
rendah peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
sekolah terkait materi komunitas belajar di
Kebhinekaan Global topik Proyek Penguatan
(Benahi 1) Profil Pelajar pancasila
● Penguatan
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
menggunakan sumber
lain di luar platform
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah dengan
berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait
karakter Kebhinekaan
Global (Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan
Global sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)

[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


n masih platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
rendah mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Proyek Penguatan
karakter Profil Pelajar pancasila
Kemandirian (Benahi
1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter
Kemandirian dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter
Kemandirian (Benahi
4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter
Kemandirian dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter
Kemandirian sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)

[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


pembelajaran platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
kurang baik mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
sekolah terkait materi komunitas belajar di
kualitas pembelajaran topik Proyek Penguatan
(Benahi 1) Profil Pelajar pancasila
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

kepala sekolah dengan


berbagi pengetahuan
dan diskusi terkait
kualitas pembelajaran
(Benahi 4)
● Refleksi pembelajaran
oleh guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)

D.4 Keamanan Kekerasan ● Pemanfaatan ● Peraturan dan tata


Seksual platform merdeka tertib mengatur hal hal
mengajar untuk yang harus dilakukan
peningkatan kapasitas dan tidak boleh
guru dan kepala dilakukan untuk
sekolah terkait materi menjaga agar tidak
Kekerasan Seksual terjadi perundungan,
(Benahi 1) kekerasan seksual,
● Pembentukan dan intoleransi dan
optimalisasi penggunaan narkoba di
komunitas belajar sekolah. Peraturan yang
untuk peningkatan dapat menjadi rujukan
kompetensi guru dan adalah Permendikbud
kepala sekolah dengan 82/2015 tentang
berbagi pengetahuan Pencegahan
dan diskusi terkait Penanggulangan Tindak
Kekerasan Seksual Kekerasan di
(Benahi 4) Lingkungan Satuan
● Pelatihan guru dan Pendidikan.
kepala sekolah serta ● Peraturan yang sudah
pembelajaran terkait disepakati perlu diuji
Kekerasan Seksual coba dan ditegakkan
(Benahi 7) bersama sama warga
● Sekolah mengadopsi sekolah dan dilakukan
program ROOTS untuk evaluasi secara periodik
pencegahan sebagai masukan untuk
Kekerasan Seksual revisi jika diperlukan.
(Benahi 8)
● Pembuatan peraturan
dan tata tertib sekolah
terkait Kekerasan
Seksual (Benahi 9)

D.4.5 kekerasan ● Pembuatan peraturan ● Pembuatan Program Kerja


seksual, dan tata tertib sekolah Kepala Sekolah/
Pembuatan dan
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail

D.4.3 terkait kekerasan pelaksanaan peraturan


perundungan, seksual, pencegahan dan
intoleransi, dan perundungan, penanganan kekerasan di
D.4.6 pencegahan intoleransi, dan sekolah dapat diwujudkan
penggunaan pencegahan melalui program kerja
kepala sekolah yaitu:
narkoba penggunaan narkoba
● 1. Pencegahan kekerasan
termasuk kekerasan
seksual, perundungan,
intoleransi dan
penggunaan narkoba
● 2. Penanganan kekerasan
melalui pembentukan tim
khusus penanganan
kekerasan, penyediaan
kanal aduan dan
berjejaring dengan
lembaga lain seperti UPTD
PPA (Unit Pelaksana
Teknis Daerah
Perlindungan Perempuan
dan Anak) dan pekerja
sosial untuk melakukan
penanganan kasus-kasus
kekerasan yang
membutuhkan konseling,
bantuan hukum, bantuan
sosial, dan penanganan
kasus lebih lanjut.

B. Jadwal Kegiatan Tahunan

Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT yang telah disusun
berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang mengacu pada hasil analisis dari rapor
pendidikan UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua Penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini tidak
lepas dari analisis kegiatan yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun berjalan.
Selain pada kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini mengacu pada
permendikbud Ristek Nomor 63 Tahun 2023 Tentang Juknis BOSP (Biaya Operasional
Satuan Pendidikan).

Permendikbud nomor 63 tahun 2023 mengatur tentang penyaluran dana BOS reguler
untuk SD menjadi tahap yaitu TAHAP 1 periode Januari-Juni dan tahap 2 periode
Juli-Desember 2023. Dengan demikian sangat berpengaruh terhadap jadwal kegiatan
tahunan di SD Negeri Padamamur. Berikut jadwal kegiatan tahunan UPTD SDN 014649 Pulau
Rakyat Tua:
BAB 5 PENUTUP

A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang disusun oleh
sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang berbasis data (PBD) yang
didasarkan pada rapor pendidikan sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui
proses analisis terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi, Refleksi, dan
Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan Rencana kerja tahunan yang
selanjutnya jadi rujukan dalam penyusunan RKAS.
Proses IRB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator prioritas pendidikan
dasar yakni indikator:
1) A1. Kemampuan Literasi
2) A2. Kemampuan Numerasi
3) A3. Karakter
4) D4. Iklim Keamanan sekolah
5) D8. Iklim Kebhinekaan sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh indikator yang kurang baik
(bermasalah), maka indikator yang bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam
pengembangan perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari level
2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang dianggap berpengaruh terhadap
nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT UPTD SDN 014649 Pulau Rakyat Tua tersusun dengan
Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang berdasarkan Laporan Raport Pendidikan Tahun
2023/2024.

B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
● diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib melaksanakan program
sesuai program yang telah disusun dalam RKT
● diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan penyesuaian dengan
biaya dan anggaran yang tersedia serta menggunakan prinsip
pengelolaan pembiayaan.
2) Warga Sekolah
● Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar mampu menjadi
manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai
dengan tugas dan fungsinya serta mengacu pada peraturan yang berlaku
● Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program yang sudah
direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja dari kepala sekolah dalam
pengelolaan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
3) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
● Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga diharapkan agar selalu
memberikan bimbingan teknis kepada satuan pendidikan dalam
melakukan perencanaan berbasis data
● Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar selalu melakukan sosialisasi
Juknis BOSP setiap tahunnya agar para kepala satuan pendidikan memahami dengan
tuntas terkait penggunaan dana BOS

Anda mungkin juga menyukai