0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Efek Zat Pewarna Alami vs Buatan

Tugas

Diunggah oleh

Rani SN Damanik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Efek Zat Pewarna Alami vs Buatan

Tugas

Diunggah oleh

Rani SN Damanik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LKPD 1 Zat ADITIF

Pewarna Alami dan Pewarna Buatan


Waktu Penyelesaian: 2x40 menit

A. Tujuan

3.6.1 Mengidentifikasi 3 jenis zat aditif (pewarna) yang terdapat dalam makanan dan
minuman

3.6.2 Menganalisis 2 kondisi efek samping pemakaian zat aditif (pewarna buatan)
dalam waktu yang lama terhadap kesehatan

4.6.1 Melakukan percobaan sederhana tentang uji zat aditif (pewarna) alami dan buatan

4.6.2 Merancang laporan hasil percobaan uji aditif Pewarna alami dan buatan

B. Permasalahan
mari simak video berikut: [Link]

Orientasi Masalah : Bagaimana upaya yang dapat dilakukan agar terhindar dari efek samping
penggunaan pengawet buatan?
C. Literasi Buku IPA Siswa (Ibu Sri Wiji)

Bacalah bahan ajar tentang zat aditif khususnya pewarna, dan tuliskan penjelasan minimal 3 jenis zat
aditif yang kamu dapatkan.
Kunyit sebagai bahan alami warna kuning, wortel sebagai bahan alami warna orange, daun
suji sebagai bahan alami warna hijau, kakao sebagai bahan alami warna coklat.
Tartrazine sebagai bahan pewarna buatan kuning, allura red sebagai bahan pewarna buatan
merah, fast green sebagai bahan pewarna buatan hijau.

D. Literasi video tentang efek samping pemakaian zat pewarna untuk waktu yang lama. (Pak
Fulgensius)
Amatilah video berikut, dan Jelaskanlah pengaruh pengawet buatan dan efek samping kesehatan
yang diakibatkan pewarna buatan. Link Video:
[Link]

Bahan pewarna buatan sulit diuraikan dan apabila dikonsumsi terus menerus, dapat
menumpuk dalam tubuh, dan mengganggu fungsi organ hati dan ginjal. Zat pewarna yang
tidak dikeluarkan dari tubuh dapat memicu timbulnya kanker. Beberapa gangguan kesehatan
yang lain adalah diare, iritasi mata dan kulit, mual, muntah, gangguan kromosom, limfoma,
gangguan hiperaktif.
.

E. Alat dan Bahan


Alat
1. Gelas plastik 6 buah
2. Label kertas 6 buah
3. Sendok plastik 4 buah

Bahan
1. Detergen
2. Jus jeruk
3. jus buah naga
4. Minuman kemasan jeruk
5. Minuman kemasan berwarna merah
[Link] Kerja
1. Peserta didik memasang label pada gelas plastik dengan ketentuan berikut:
AA untuk jus jeruk
aa untuk minuman kemasan jeruk
BB untuk jus buah naga
bb untuk minuman kemasan berwarna merah
2. Peserta didik menuang semua minuman masing-masing pada 2 gelas plastik berbeda.
3. Pada masing-masing larutan, tambahkan 1 sendok detergen bubuk, dan larutkan merata
menggunakan sendok plastik yang berbeda.
4 Peserta didik mengamati dan mencatat perubahan yang terjadi

G. Tabel Pengamatan
Isilah tabel berikut sesuai dengan pengamatanmu ! Perhatikan apakah warna atau aroma dari minuman tetap
atau berubah.

No Nama Bahan Warna

1. jus jeruk berubah

2. minuman kemasan jeruk tetap

3. jus buah naga berubah

4. minuman kemasan berwarna merah tetap

H. Hasil Pengamatan (bu Lida)


1. Berdasarkan data hasil percobaan yang telah dilakukan, bagaimana perubahan warna yang terjadi
pada bahan alami setelah dilarutkan dengan detergen?
Terjadi perubahan warna pada bahan yang mengandung pewarna alami. Warna berubah
semakin gelap.

2. Berdasarkan data hasil percobaan yang telah dilakukan, bagaimana perubahan warna yang terjadi
pada bahan buatan setelah dilarutkan dengan detergen?
…Tidak terjadi perubahan warna pada bahan yang mengandung pewarna buatan. Warna tetap
terang.
3. Berdasarkan hasil percobaan, tuliskanlah perbedaan bahan pewarna alami dan bahan pewarna
buatan!
Bahan pewarna alami lebih mudah diuraikan sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Bahan
pewarna buatan sulit diuraikan, sehingga apabila dikonsumsi dalam waktu lama dapat
berbahaya bagi tubuh.

I. Menjawab Permasalahan (Laporan) (Bu Desi)


Berdasarkan video yang kamu tonton dan percobaan yang kamu lakukan dapat disimpulkan bahwa:
Dari percobaan dapat diamati, bahan pewarna buatan sulit diuraikan oleh tubuh. Apabila
dikonsumsi dalam waktu yang lama akan mengganggu fungsi organ tubuh seperti hati dan ginjal.
Dan apabila zat pewarna buatan tidak dikeluarkan dari tubuh dapat memicu munculnya kanker.
Beberapa gangguan kesehatan karena pewarna buatan adalah iritasi kulit dan mata, diare, mual,
muntah, gangguan kromosom, limfoma, gangguan hiperaktif, asma.

Bagaimana solusi yang dapat kamu lakukan untuk masalah yang ada di awal pertemuan ini?
Upaya yang dapat dilakukan yaitu:
1. mengurangi konsumsi makanan dari luar sekolah
2. membawa bekal ke sekolah,
3. memilih jajanan yang tidak berwarna mencolok,
4. meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran dan vitamin,
5. menyadari bahaya zat aditif buatan bagi kesehatan.
Tuliskanlah makanan dan minuman tradisional setempat yang menggunakan bahan pewarna alami?
Jamu dan nasi kuning menggunakan kunyit, cendol dan dadar gulung menggunakan daun
suji, rendang dan sambal menggunakan pewarna merah dari cabe.

J. Kesimpulan (Bu Aima)


Bahan pewarna alami lebih baik digunakan dibandingkan bahan pewarna buatan.
Bahan pewarna buatan sulit diuraikan dan apabila dipakai terus menerus dapat
menimbulkan gangguan kesehatan, seperti diare, iritasi mata dan kulit, mual dan
muntah, limfoma, gangguan kromosom, gangguan hiperaktif. Upaya yang dapat
dilakukan untuk mengurangi efek samping pewarna buatan adalah dengan lebih
menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan, sayuran dan vitamin,
memilih makanan untuk dikonsumsi, tidak jajan sembarangan, menggunakan
pewarna alami sebagai alternatif pewarna buatan seperti kunyit, daun suji, kakao.

Selamat Mengerjakan
BAHAN AJAR
Zat Aditif

Sumber: [Link]
Gambar 1. Jajanan yang menggunakan pewarna makanan

Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan dengan sengaja kedalam makanan atau minuman
dalam jumlah kecil saat pembuatan makanan. Penambahan zat aditif bertujuan untuk memperbaiki
penampilan, cita rasa, tekstur, aroma, dan untuk memperpanjang daya simpan. Zat aditif juga
dapat meningkatkan nilai gizi makanan dan minuman seperti penambahan protein, mineral, dan
vitamin. Berdasarkan fungsinya, zat aditif pada makanan dan minuman dapat dikelompokkan
menjadi pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental, dan pengemulsi.
Berdasarkan asalnya, zat aditif pada makanan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu zat aditif
alami dan zat aditif buatan.

Zat aditif alami adalah zat aditif yang bahan bakunya berasal dari makhluk hidup. Zat-zat
alami ini pada umumnya tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan
manusia. Sebaliknya, zat aditif buatan bila digunakan melebihi jumlah yang diperbolehkan, dapat
membahayakan kesehatan. Zat aditif buatan diperoleh melalui proses reaksi kimia yang bahan
baku pembuatannya berasal dari bahan-bahan kimia. Zat aditif buatan harus digunakan sesuai
dengan jumlah yang diperbolehkan dan sesuai fungsinya. Penyalahgunaan pewarna buatan
seperti bahan pewarna tekstil yang digunakan sebagai pewarna makanan sangat berbahaya untuk
kesehatan.

1. Pewarna
Pewarna adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman dengan tujuan untuk
memperbaiki atau memberi warna pada makanan atau minuman agar menarik.
a. Pewarna alami

Gambar 2. Contoh pewarna alami


Pewarna alami adalah pewarna yang dapat diperoleh dari alam, misalnya dari tumbuhan dan
hewan. Banyak bahan-bahan di sekitarmu yang dapat dipakai sebagai pewarna alami. Daun suji dan daun
pandan dipakai sebagai pewarna hijau pada makanan. Selain memberi warna hijau, daun pandan juga
memberi aroma harum pada makanan. Selain daun suji dan daun pandan, stroberi, dan buah naga merah
juga sering digunakan untuk memberikan warna merah pada makanan. Pewarna alami mempunyai
keunggulan, yaitu lebih sehat dan tidak menyebabkan efek samping apabila dikonsumsi dibandingkan
pewarna buatan. Namun, pewarna makanan alami memiliki beberapa kelemahan, yaitu cenderung
memberikan rasa dan aroma khas yang tidak diinginkan, warnanya mudah rusak karena pemanasan,
warnanya kurang kuat (pucat), dan jenisnya terbatas.

Tabel 1. Jenis-jenis pewarna alam

b. Pewarna buatan

Sumber:[Link]
Gambar 3. Contoh pewarna buatan

Pewarna buatan diperoleh melalui proses reaksi (sintesis) kimia menggunakan bahan yang
berasal dari zat kimia sintetis. Pewarna pada umumnya mempunyai struktur kimia yang mirip
seperti struktur kimia pewarna alami, Beberapa bahan pewarna sintetis dapat menggantikan
pewarna alami. Pewarna sintetis ada yang dibuat khusus untuk makanan dan ada pula untuk
industri tekstil dan cat.
Tabel 2. Jenis-jenis pewarna buatan

Sebagian besar orang lebih senang menggunakan pewarna buatan untuk membuat aneka
makanan dan minuman yang berwarna. Bahan pewarna buatan dipilih karena memiliki beberapa
keunggulan dibanding pewarna alami, yaitu harganya murah, praktis dalam penggunaan, warnanya
lebih kuat, jenisnya lebih banyak, dan warnanya tidak rusak karena pemanasan. Penggunaan
bahan pewarna buatan untuk makanan dan minuman harus melalui pengujian yang ketat untuk
kesehatan konsumen. Pewarna yang telah melalui pengujian keamanan dan yang diizinkan
pemakaiannya untuk makanan dan minuman dinamakan permitted colour atau certified colour.

Pewarna buatan, sudah digunakan secara luas oleh masyarakat sebagai bahan pewarna dalam
produk makanan dan minuman. Namun, sebagian masyarakat masih menggunakan bahan
pewarna buatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Perbedaan Pewarna Alami dan Pewarna Buatan


Cara Membedakan Pewarna Alami dan Buatan. Warna makanan yang menggunakan pewarna
makanan berbahaya biasanya lebih mencolok. Apabila makanan disentuh, maka kemungkinan
warna akan luntur, menempel di tangan dan membekas lama. Sedangkan makanan yang
menggunakan pewarna makanan alami biasanya berwarna lembut, agak kusam dan tidak luntur
jika disentuh.

Dapat juga dilakukan dengan cara melakukan uji coba sederhana, memberikan asam seperti cuka,
atau basa seperti deterjen, atau sabun. Pewarna alami apabila diberi larutan asam atau basa akan
mengalami perubahan pada warna dan aroma. Warna nya akan berubah menjadi lebih gelap, dan
aroma nya akan berubah sesuai jenis basa atau asam yang diberikan. Sedangkan untuk pewarna
buatan, tidak akan mengalami perubahan warna maupun aroma.
BAHAYA ZAT PEWARNA

Sebagian besar pewarna makanan yang disertakan pada berbagai jenis makanan jadi adalah
jenis pewarna makanan buatan (sintesis). Bahkan diatas telah disebutkan bahwa sekitar 90%
industri makanan menggunakan tambahan pewarna makanan sintesis untuk membuat
tampilan makanan menjadi lebih menarik. Sayangnya, banyak konsumen yang tidak
memperhatikan efek samping yang bisa ditimbulkan oleh pewarna makanan sintesis tersebut.
Berikut ini beberapa jenis bahan pewarna makanan sintesis beserta bahaya yang bisa
disebabkan oleh pewarna makanan tersebut :

1. Tartrazine (E102 atau Yellow 5)


Bahan pewarna ini biasanya memberikan warna kuning. Biasanya tartrazine digunakan dalam
beberapa jenis makanan dan obat-obatan. Tartrazine dapat berakibat pada hiperaktivitas
pada anak. Selain itu, bahan pewarna makanan ini dapat menimbulkan dampak secara
langsung seperti ruam pada kulit, asma, hidung meler, kulit lebam, dan anafilaksis sistemik.
Biasanya dampak seperti itu akan lebih beresiko terhadap penderita asma dan orang-orang
yang sensitif terhadap aspirin.

2. Sunset Yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6)


Sunset Yellow biasanya ditambahkan pada es krim, jus, ikan kaleng, jelly, keju, dan minuman
bersoda. Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh pewarna makanan ini adalah
urtikaria, rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual, dan muntah. Studi juga telah
membuktikan bahwa asupan pewarna makanan jenis ini dapat meningkatkan resiko terkena
kanker dan kerusakan kromosom.

3. Ponceau 4R
Beberapa jenis makanan yang sering mengandung pewarna ini adalah selai, kue, agar-agar,
dan minuman ringan. Ponceau 4R bisa menyebabkan hiperaktivitas pada anak-anak. Selain
itu, pewarna ini juga bersifat karsinogenik sehingga memicu penyakit kanker. Beberapa
negara seperti Amerika Serikat, Finlandia, dan Norwegia telah melarang penggunaan jenis
pewarna makanan ini.

4. Allura Red (E129)


Jenis pewarna makanan ini akan memberikan warna merah pada makanan. Biasanya pewarna
makanan ini digunakan pada permen dan minuman ringan. Di beberapa negara seperti Belgia,
Perancis, Jerman, Swedia, Austria dan Norwegia penggunaan allura red telah dilarang karena
menimbulkan efek samping yang berbahaya seperti ruam dan gatal-gatal pada kulit. ( baca :
Obat Gatal Pada Kulit )

5. Quinoline Yellow (E104)


Jenis pewarna quinoline yellow sering digunakan dalam es krim dan beberapa produk
minuman berenergi ( baca : Efek Bahaya Minuman Energi yang Mematikan ). Di beberapa
negara seperti Jepang dan Amerika Serikat penggunaan jenis pewarna ini sudah dilarang
karena dapat menimbulkan hiperaktifitas dan meningkatkan serangan asma.
Itulah beberapa bahaya zat pewarna makanan berdasarkan jenisnya yang bisa menyebabkan
berbagai dampak negatif. Untuk itu, mulai sekarang Anda wajib membaca bahan pembuat pada
produk makanan yang Anda konsumsi. Jika makanan yang Anda beli ternyata mengandung
berbagai jenis pewarna di atas maka usahakan untuk mengganti dengan jenis makanan lain yang
mengandung pewarna makanan yang tergolong tidak berbahaya. Beberapa jenis pewarna
makanan yang sering kita jumpai dalam produk-produk makanan adalah tartrazin, kuning
kuinolin, kuning FCF, karmoisin, ponceau, eritrosin, merah allura, indigotin, biru berlian FCF,
hijau FCF, dan cokelat HT. Beberapa jenis pewarna makanan tersebut memang diizinkan untuk
dikonsumsi, hanya saja harus dibatasi karena masih sangat mungkin menimbulkan berbagai efek
samping.

Jika Anda hendak menggunakan bahan pewarna makanan, maka usahakan gunakanlah
pewarna makanan yang alami seperti kunyit, daun suji, dan sebagainya. Jika tidak, Anda bisa
melihat pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.033 Tahun 2012 tentang
Bahan Tambahan Pangan, bahwa daftar pewarna alami yang diperbolehkan adalah kurkumin,
riboflavin, karmin dan ekstrak cochineal, klorofil, karamel, karbon tanaman, beta-karoten,
ekstrak anato, karotenoid, merah bit, antosianin, dan titanium dioksida.

Anda mungkin juga menyukai