0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan35 halaman

Perselingkuhan Terungkap di Reuni

lkaporan

Diunggah oleh

Anggrinsan Hutajulu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan35 halaman

Perselingkuhan Terungkap di Reuni

lkaporan

Diunggah oleh

Anggrinsan Hutajulu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Win

Akhirnya setelah janjian selama beberapa hari ini, esok pagi aku bertemu dengan
teman lamaku yang bernama Yudi. Dia adalah teman masa kecilku yang sudah
banyak membantu ku. Namun kami terpisah saat masuk SMP, orang taunya
pindah kerja. Ntah bagaimana caranya kami akhirnya bisa bertemu di aplikasi
sosial media.

Sebelumnya dia selalu cerita kalau mengenal seorang perempuan di kotaku yang
bernama Cinta. Dia ingin menemui perempuan itu. Makanya dia sampai jauh-jauh
ke sini. Aku salut demi pujaan hatinya dia rela menempuh jarak ratusan
kilometer.

Yudi bercerita bahwasanya Cinta kerap mengirim PAP dengan memakai pakaian
sexy dan terbuka, apalagi dia selalu cerita mengenai dadanya yang besar dan
menonjol. Dia menggambarkan dengan detail tubuh wanita itu. Memang kalau
udah temenan gak malu lagi sih ceritain ini.

Dari penjelasan Yudi wanita itu biasanya keluar dengan pakaian sopan. Tapi
body yang tersembunyi di balik pakaiannya begitu menggoda. Kalau tampil seksi
pastilah jadi pusat perhatian orang-orang.

Sejenak aku berpikir tentang istriku Winda yang sedang main ponsel
disampingku. Dadanya yang selalu ditutup dengan kerudung panjang ketika
keluar rumah membuatku traveling kesana kemari membayangkan jika toket
besar itu menjadi bahan cuci mata orang lain. Ah apa sih gak jelas banget pikiran
ku.

“Kenapa pa?” Tanya Winda sambil menatap ke wajahku yang dari tadi
memperhatikannya.

“Oh ga apa apa ma.” Balasku sambil memeluknya dan meletakan wajahku di atas
toket besarnya, rasanya sangat empuk dan sangat hangat di wajahku. Ku tekan
wajahku sangat dalam, kuremas dengan kedua tanganku, bahkan menurunkan
daster dan mengulum toketnya sambil meremas kedua toket besar itu

Namun usaha apapun yang kulakukan Winda selalu diam dan fokus dengan
ponselnya. Aku tidak tahu apa yang sedang dilakukan istriku, namun melihat raut
wajah seriusnya ku pikir ini tentang pekerjaannya. Istriku bekerja remot dengan
perusahaan luar negeri. Sementara aku pekerja kantoran yang baru naik jabatan.

Oh, hampir aku lupa memperkenalkan diri. Aku adalah Riki, usiaku 27 tahun
sama dengan istriku. Seperti yang ku katakan tadi aku adalah pekerja kantoran
yang baru naik jabatan. Jujur saja aku gila kerja, dari SMA udah kerja part time.

Istriku bernama Winda, aku sudah berpacaran dengannya dari SMA. Dia wanita
yang baik dan lugu dalam sepengetahuan ku. Kami dari keluarga biasa-biasa
saja. Dia bukan wanita super alim, kami aja udah ngentot 1 bulan pacaran.

Untuk gaya perpakaiannya sama dengan kebanyakan wanita lain. Hijab modis
yang kadang masih memperlihatkan lekuk tubuh. Dia pintar memasak, kerja juga
jago. Dia ku izinkan kerja asal di rumah. Jadilah dia bekerja remot untuk
perusahaan di LN.

Ok lanjut..

Tiba tiba Winda mengangkat tubuhku, “Bentar pa, aku kebelet.”

Lalu tanpa menaikan dasternya, Winda buru buru pergi ke kamar mandi sambil
membawa ponselnya. Aku hanya tersenyum melihat kepergiannya tersebut,
kupikir saking kebeletnya sampai mengabaikan toketnya yang terlihat jelas.

10 menit menunggu dan tidak kembali, mataku lama kelamaan merasa lelah, aku
menguap beberapa kali dan akhirnya tertidur. Esok harinya aku dibangunkan
oleh suara alarm, Winda lupa membangunkan diriku, namun tidak
kupermasalahkan, mungkin dia sibuk dengan kerjaan yang menyibukkan dirinya
akhir akhir ini.

Aku bergegas karena ada janji dengan Yudi. Aku memilih hari ini karena sedang
libur kerja. Untungnya Winda mengizinkanku untuk pergi sendiri, padahal jika aku
sedang libur dan jalan keluar, Winda selalu merengek ingin di ajak jalan-jalan.
Katanya jenuh kerja di rumah terus. Aku kadang sampai malas mau keluar gara-
gara dia nempel terus.

Sampailah aku di tempat makan itu, baru saja masuk beberapa meter ku dengar
seorang lelaki memanggilku dari kejauhan. Karena cukup ramai aku sampai
menolah kanan kiri mencari sumber suara.

“Riki! Sini Rik!”

“Wahh..” Jawabku sambil tersenyum menghampirinya

“Udah lama bro nunggunya??” tanya ku

“Baru 5 menitan, ayo pesen bro.”

Kami pun mengambil buku menu dan memesan makanan dan minuman, sambil
menunggu kedatangan pesanan kami ngobrol tentang banyak hal. Tentang diriku
yang sudah menikah 3 bulan yang lalu. Banyak lah yang kami ceritakan,
namanya juga reuni. Tentu saja Yudi pun cerita tentang Cinta, dia bilang kalau
kemarin malam baru kirim kiriman PAP dengannya.

“Liat dong, penasaran gw sama yang namanya Cinta itu, pasti cantik banget ya
orangnya.”
“Hahaha jelas dong, tapi sorry bukannya gw pelit cuma gw gak bisa liatin
fotonya.”

“Ya elah bro, kita kan udah lama temenan, pasti lu ngirim foto burung lu kan
makanya dia mau hahaha.” Kami pun tertawa bersamaan.

“Hahaha tau aja si bro, ok lah tapi sorry ya kalau keganggu sama foto burung gw,
lu jangan ngiler liat cewe gw hahaha.”

“Lah ngapain gw punya bini kok, mana sini gw liat.” Dengan penasaran aku
menunggu Yudi memperlihatkan galerinya.

“Aduh gimana ya...”

“Yang biasa aja lah gak harus yang seksi”

Namun alangkah mengagetkannya ketika melihat isi galerinya, itu adalah foto
Winda. Ternyata selama ini Winda bukan sibuk dengan kerjaan namun karena
selingkuh dengan teman masa kecilku sendiri.

Aku masih berpikir keras, tapi Yudi ntah kesambet apa memperlihatkan foto seksi
“Cinta”. Padahal dia tadi menolak keras. Aku harusnya udah gak kaget karena
dia bilang bahkan sampai terbuka. Tapi ketika melihatnya hatiku langsung panas.
Winda tengah topless dengan daster yang sama seperti yang dikenakan olehnya
tadi malam.

“Gimana bro, cakep ya? Hehehe udah ah, nanti ngiler sama toketnya hahaha
bener kan kata gw kalau toketnya gede banget.” Ucap Yudi sambil menyimpan
kembali ponselnya.

Aku hanya terdiam tidak jawab apa-apa.

“Nah sekarang foto bini lu mana coba lihat bro, kita temenan udah lama banget
tapi gw ga pernah liat foto bini lu, kenalin dong, pasti cakep juga.”

Aku pun gelagapan dan berusaha berpikir mencari alasan. Aku juga heran
kenapa gak langsung kasih tau aja ya kalau Cinta itu Winda. Kenapa aku malah
pura-pura seperti ini. Aku sudah menangkap basah perselingkuhan istriku. Aku
memang berpikir Yudi tidak salah karena dia tidak tau siapa istriku. Tapi tetap
saja harusnya aku langsung ngomong.

“Hmmm, mending ketemuan aja langsung. Nanti lah aku kabarin kalau ada
waktu” ucap ku sambil berharap Yudi tidak memaksa.

“Hahaha ok lah bro. Eh pasti lu kegoda kan sama toket Cinta kan? Nanti kalau
ada waktu gw kasih yang nude nya deh.”

Aku tersedak ketika mendengarkan kalimatnya. Pernah kirim kiriman bugil juga?
Oh Winda, apa yang telah kau perbuat? Tidak hanya seksi dan terbuka sedikit,
bahkan udah sampai bugil. Kenapa Winda kenapa?

“Kenapa bro?? Ga percaya?” tanya Yudi sambil nyengir

“Oh, percaya kok Yud” Jawabku singkat.

Lalu sekarang diriku kenapa? Kenapa aku justru merasa terangsang dan
penasaran dengan kelanjutan mereka berdua. Ini istriku selingkuh dengan teman
ku. Dan aku sudah di depan orangnya langsung.

Sambil makan akhirnya kuulik dan kucari tahu tentang mereka berdua. Mereka
baru saling kenals aja dan berjanji mau ketemuan. Sampai akhirnya hari sudah
terlalu sore dan Winda menyuruhku untuk segera pulang. Namun sebelum pulang
dia memintaku untuk mengabarinya dulu. Hmmm...

“Gw duluan ya bro, sorry nih bini emang ga pernah tahan kalau ditinggal
sendirian, wah kirim foto lagi tuh kayanya.” Ucapku sambil melihat notifikasi yang
masuk ke ponselnya.

“Wah bener, bentar gw check.. Hahaha dasar cewe binal, dia selalu kaya gini
bro, ga ada angin atau hujan selalu kirim foto bugil duluan, paling ngajak VCS,
kalau gitu kita ke kasir bareng deh, abis itu gw mau ke toilet hehehe. ngerti
kan?.”

Sekilas aku melihat foto bugil Winda, aku pun hanya mengiyakan sambil kami
berdua jalan ke kasir untuk membayar pesanan. Setelah itu aku buru buru pergi
ke parkiran sementara Yudi pergi ke toilet untuk VCS bersama dengan istriku.

Setelah masuk ke dalam mobilku, ku kirim pesan kepada istriku kalau aku sedang
menuju rumah. Sepanjang perjalanan jantung ku berdebar membayangkan kalau
saat ini Winda dan Yudi sudah video call sambil saling masturbasi.

Harusnya kupercepat mobil ini namun entah kenapa aku malah mengemudikan
dengan lambat bahkan sampai keliling dulu 3 kali barulah pergi menuju rumah.
Apakah secara tidak sadar aku membiarkan perselingkuhan ini?

Sesampainya disana Winda menyambutku dengan senyuman hangat dan sudah


wangi sabun dan sampo. Sial, kontol ini sangat cenat cenut, berarti Winda dan
Yudi VCS sambil mandi. Winda pun pergi ke dapur sementara aku pergi ke kamar
mandi untuk membersihkan tubuh sekaligus menenangkan diri.

Selesai mandi, sudah tenang, sudah rapi dan sama sama wangi, aku pun duduk
di sofa sambil menonton TV dan menyeruput kopi hangat. Aku masih kepikiran
soal istriku yang selingkuh. Aku bingung mau bongkar sekarang atau menikmati
rasa penasaran ku. Tiba tiba Winda memelukku dengan erat.

“Pa, mama boleh ga pergi malam ini??”


“Pergi kemana ma??” Tanyaku dengan pandangan curiga, apalagi dengan
wanginya yang semerbak ini.

“Emhh.. Yuli temen SMA mama ulang tahun, boleh kan kalau mama pergi
kesana?”

“Terus dress code kita gimana??”

“Engga, papa ga ikut, ini.. Ini acara khusus cewek pa”

“Ya ga apa apa jadi papa bisa jagain mama.”

Tiba tiba Winda berlutut di hadapanku dan melepaskan celanaku sambil berkata,
“Gimana kalau mama layanin papa sekali, abis itu papa malam ini istirahat,
gimana paa??” Sambil mengeluarkan kontolku dari celana dan mengocoknya
dengan lembut.

“Sshh..uuh maaa..”

“gimana pa? Boleh kan? Iya kan?” ucapnya dengan nada centil

“Ahh iya iya boleh”

“Yeeey makasih papa sayang. Ini aku buat keluar sampai kelojotan deh”

Kupikir Winda akan nyepong kontolku. Namun setelah sekian lama, dia malah
terus mengocok kontolku. Memang rasanya sangat enak namun aku merasa
nanggung, sampai saat aku akan protes tiba tiba aku mendapat pesan masuk
dari Yudi. Langsung ku baca meskipun sedang dikocok.

“Bro, malam ini akhirnya gw sama Cinta bakalan ketemu, doain ya moga kita
lancar, hehe.”

Pantas saja Winda memaksaku untuk terus berada di rumah. Jujur saja aku
merasa kesal dan ingin sekali menolak Winda. Namun entah kenapa aku merasa
birahi dan penasaran apa yang bakal mereka lakukan. Beberapa saat kemudian
aku crot.

“Udah keluar ya pa, kalau gitu mama boleh pergi kan pa??”

“Boleh ma..”

“Yee makasih papa.” Ucapnya sambil bersorak kegirangan dan mengocok kepala
kontolku yang masih penuh sperma sekuat tenaganya.

“Aahh ampun maa udah udah, ngilu maaa..”


Aku pun sampai tersungkur saking ngilunya. Winda hanya tertawa puas sambil
terus mengocok kepala kontolku semakin cepat, setelah itu dia lepaskan dan
langsung pergi meninggalkanku ke kamarnya. Winda pun akhirnya keluar dengan
mengenakan gamis dan kerudung serba lebar.

“Mama pergi duluan ya pa, grab nya udah dateng.”

Winda lalu mengecup bibirku dan dia pun segera pergi keluar rumah. Aku hanya
bisa pasrah sambil istirahat seorang diri di dalam rumah. 30 menit berlalu tiba
tiba aku mendapat pesan dari Yudi yaitu sebuat foto yang diambil dari cermin
besar disalah satu mall. Dimana menunjukan Winda yang sedang mengenakan
dress mini ketat tanpa mengenakan kerudung, penampilannya jauh berbeda saat
pergi dari rumah.

“Bro akhirnya kita ketemuan juga, ga nyangka ternyata Cinta lebih cantik aslinya
ketimbang di hp, btw abis ini kita mau ke hotel.”

Deg... hotel? Mereka langsung HS nih? Menit demi menit beralih menjadi jam
demi jam, akhirnya tepat pukul 10 lewat Winda akhirnya tiba di rumah.

“Assalamualaikum sayang.” Teriaknya sambil membawa bingkisan makanan

“Nih aku bawain martabak kesukaan kamu, pasti kamu laper kan sayang.”

Dengan segera aku berlari keluar kamar dan melotot melihat Winda, dirinya pun
heran melihatku keheranan

“Kenapa sih sayang? Ada yang salah sama penampilan mama??”. Ucapnya
sambil berputar memperlihatkan gamis dan kerudung lebarnya.

“Ngg.. ngga ma.. Cumaa..”

“Ya udah nih di makan dulu, mama bikinin papa kopi ya.”

Winda pun meletakan di meja, mengeluarkan kotaknya dari plastik, kemudian


membukakannya untukku. Winda pun pergi ke dapur untuk membuat minuman
sementara aku duduk dan hanya menatap martabak itu.

Di sini perasaan ku sudah campur aduk. Kini istriku tidak hanya sekedar
memberikan foto seksi dirinya. Tapi sudah pasti ngentot dengan pria lain. Aku
sudah tidak bisa menahan ini lagi. Ingin ku bongkar semuanya sekarang.

“Silahkan pa.” Ucapnya sambil memberikanku segelas kopi hangat.

Saat Winda akan pergi, “Ma, sini dulu, papa mau ngomong serius, mama dari tadi
kemana? Ngapain? Sama siapa??”

“Kan ke ulang tahun Yuli, ya sama teman teman yang lain lah, kenapa sih pa?
Gitu banget nanya nya kayak mama habis selinguh aja”

Aku pun menunjukan foto yang dikirimkan Yudi tadi. Winda langsung terduduk
dan diam tanpa berkata apa-apa. Wajahnya menjadi sangat pucat. Aku pun
menjelaskan kalau sebenarnya sudah tahu dari kemarin. Dan ku katakan juga
Yudi adalah teman ku.

Dia pun menangis dan minta maaf sambil menggenggam kedua tanganku,
kuabaikan tangisannya itu. Dia kemudian bersujud di kaki ku meminta maaf.
Katanya khilaf lah apalah. Alasan yang sangat mainstream.

“Mama baru dari hotel kan?! Ayo ngaku mama abis ngapain!! Papa yakin kalau
mama ga cuma sekedar ngobrol kan!!” tanya ku dengan nada tegas.

“Mama cuma ngobrol doang, sumpah paa.. Mama, mama belum ngelakuin hal
aneh apapun.. Kita beneran cuma ngobrol doang. Mama berani sumpah”

“Jangan bohong, papa tau semua kok. Tapi pengen dengar langsung dari mama”

“Ya..ok ya udah mama ngaku, kita ciuman, tapi cuma sekali, please maafin
mama, maaf mama khilaf..”

Winda terus menyerocos perihal apa yang dia lakukan selama ini dan terus minta
maaf padaku, dalam hati ku aku sudah ingin menceraikan Winda. Tapi ada
keraguan mengingat pernikahan kami yang baru 3 bulan.

“Tolong papa percaya sama mama, bukan berarti mama ga cinta lagi sama papa,
mama cuma ngerasa jenuh tiap hari ditinggal sama papa. Padahal kita baru nikah
tapi kita gak pernah bulan madu. Papa selalu sibuk dengan pekerjaan. Mama
bukan nyalahin balik tapi itu alasan mama selingkuh dan mama janji akan stop.
Tolong maafiin mama”

Aku pun bangkit dari kursiku, meninggalkan kopi dan martabak yang masih dalam
kondisi hangat. Aku pergi ke teras rumah menghirup udara segar. Aku bimbang,
aku tidak bisa mengambil keputusan. Ada perasaan aneh juga dalam diriku yang
suka melihat Winda yang nakal. Sebenarnya aku kenapa sih?

Kami akhirnya saling diam selama beberapa hari. Dalam sepengetahuan ku


Winda hanya di rumah. Aku juga cek hp nya dia tidak membalas chat Yudi. Hmm,
Winda udah tobat atau gimana? Namun yang aneh dari diriku, aku seperti
kehilangan sensasi.

Beda saat aku baru tahu kalau istriku masih berhubungan dengan Yudi, aku
begitu menggebu-gebu. Apakah ini adalah fantasi terpendam ku? Aku menikmati
jika istriku bersama pria lain.

Hingga pada suatu malam aku dichat Yudi. Dia curhat soal Cinta yang hilang
tanpa kabar. Dari percakapan itu aku tau kalau Yudi sepertinya jatuh cinta pada
istriku.

Dari pengakuan Yudi dia bilang awalnya hanya ingin bersenang-senang dengan
Cinta. Layaknya seperti FWB, tapi setelah Cinta tidak ada kabar ada yang
kosong dalam diri Yudi. Hmm, kami sepertinya ada di kondisi yang sama. Sama-
sama kehilang seustau. Apa ku izinkan saja istriku selingkuh?

Setelah chat dengan Yudi aku mencoba berbicara dengan Winda. Aku
mengajaknya ke kamar. Winda tidak protes maupun bertanya, dia ikuti langkahku
yang membawanya pergi ke dalam kamar. Aku sudah memutuskan kelanjutan
hubungan kami.

“Jawab jujur semua pertanyaan papa. Aku gak mau ada yang gak jujur. Ngerti?”
ujar ku dengan tegas

“Ngerti pa”

“Sekarang papa minta kamu pake dress mini yang kamu pake buat jalan sama
Yudi, papa mau liat.”

Winda mengangguk dan langsung mengganti baju. Aku terkejut melihat Winda
mengenakan pakaian ini. seumur hidup baru pertama kali kulihat Winda memakai
pakaian se-sexy ini. Dan seperti ini lah tampilannya saat bertemu Yudi.

Aku langsung horny, kucoba usap dan sedikit meremas toketnya. Kumainkan
toketnya setelah menarik baju itu ke bawah, terlihat 2 puting berdiri tegak. Winda
hanya tersenyum saja, lalu kupeluk dirinya dan meremas pantatnya dari
belakang.

“Mama dikobel pas dimana aja??” Tanyaku sambil berlutut di hadapan pantatnya

“Pas dijemput, pas makan, sama pas di hotel waktu ciuman, oh iya waktu
nganterin pulang juga.”

Lalu kuangkat bawahan dressnya perlahan sampai menunjukan memeknya.


Tanpa buang waktu lagi, kudekati memek Winda dan mengulumnya dengan
penuh nafsu. Hanya perlu waktu sebentar sampai memeknya basah.

“Ayo mama ngaku.. Sluurpp.. Sluurpp.. Mama pengen ga ngewe?.. Sluurpp..


Sluurpp.. sama temen papa itu??”

“Oohh kalau papa izinin.. Mama mau mau aja.. Ngewe sama Yudi.. oohh. Aku
penasaran sama kontol jumbo dia.”

Seketika kontolku berontak hebat dari dalam celanaku. Kulepaskan kulumanku,


berdiri dan menurunkan celanaku beserta kolornya, kutarik tangan Winda dan
mendorong punggungnya sampai menungging di hadapanku.
“Aahh dasar istri nakal!! Rasain nih ku hukum kamu!!”

Kumasukan kontolku dan kugenjot dengan kecepatan penuh. Aku bermain


dengan sangat kasar dan cepat. Ku tampar-tampat pantatnya sampai merah. Aku
lampiaskan amarah ku ke tubuh montoknya

“Aahh aahh.. Aahh aahh..papa..” desahnya tapi tidak kuat.

Winda tidak komentar maupun protes dan hanya berusaha menikmati genjotanku
saja. Seharusnya kunikmati memek Winda juga bongkahan pantat yang kuremas
dan kuusap ini lebih lama. Namun entah kenapa pikiranku malah membayangkan
jika saat ini Winda sedang dientot oleh Yudi, apalagi dientot dihadapanku.

Oohh aku sangat menyukai sensasi baru itu, kugenjot memek itu semakin kuat
dan cepat. Setelah merasa akan orgasme, ku lepaskan kontolku dan CROOTT..
CROOTT.. CROOTT.. Di atas pantatnya ku tumpahkan seperma ku. Ku usap dan
kuratakan dengan pantatnya yang putih bersih halus dan lembut itu.

Ini adalah ngentot dengan sensasi paling luar biasa yang pernah ku rasakan. Aku
tidak pernah meraskan yang seperti ini sebelumnya. Tubuh Winda menjadi
sangat nikmat. Padahal dia telah mengkhianatiku.

“Ayo mah sepong, bersihin kontol papa”

Winda berlutut dan mulai menjilati kepala kontol ku. Rasanya gila, ngilu-ngilu
enak. Ini pertama kalinya Winda nyepong kontolku saat aku sudah crot. Biasanya
hanya untuk pemanasan sebelum ngentot.

Ku belai wajah dan rambutnya, dia menatap ku dengan dalam. Aku tersenyum
dan minta dia meludahi banyak-banyak kontol ku. Setelah itu ku usap kontol ku
yang basah itu ke wajahnya. Gila, melihatnya jadi mirip lonte gini malah membuat
ku nafsu. Tapi sayangnya kontol ku tidak mau bangun.

“Yah, gak bisa tegak lagi pa? Aku belum loh” tanya Winda dengan kecawa

“Aduh gak bisa, tapi mama papa puasin pake lidah aja ya”

Jadilah malam ini aku menikmati memek Winda. Ku jilat terus dengan rakus
seolah baru pertama kali jilmek. Winda mengerang keenakan dan terus menekan
kepala ku agar dijilat lebih intens. Tidak lupa jari ku mengocok memeknya.
Hingga akhirnya dia squirt.

Selama beberapa hari kami membahas soal perselingkuhan ini dengan seserius
mungkin. Aku bongkar semuanya tanpa ada yang disembunyikan. Termasuk
akhirnya ku akui pada Winda kalau aku suka dengan sensasi cemburu ini.

“Aku ga tau ma tapi aku ngerasa lebih bergairah, lebih semangat lagi, bahkan
aku ngerasa pengen mama lebih jauh dari yang sekarang..”

“Papa gak lagi mabuk kan ngomong gini?” tanya Winda dengan keheranan.

“Enggak, papa serius. Serius banget nalah. Gimana dengan mama? Apa
perasaan mama terhadap Yudi?”

“Jujur sih pa.. Mama juga emang dari pertama ketemu Yudi pengen banget
ngentot sama dia. Cuma.. Mama masih mikirin papa, jujur aja kontol Yudi jauh
lebih menggoda. Malah kayanya lebih enak, tapi mama ngerasa ga boleh lebih
jauh. Ini papa yakin ga akan cemburu kalau mama sampe ngentot sama temen
papa sendiri??”

“Kalau cemburu atau kesal sih pasti ma.. Cuma semakin papa ngerasain sensasi
itu justru makin bikin papa semakin nafsu ma..”

“Ya udah, nanti mama ngentot sama Yudi, gak akan pake kondom, mama bikin
Yudi puas sampai crot dimana pun dia mau.”

Aku pun langsung mengusap tonjolan besar di tengah celanaku “Uuhh jadi ga
sabar liat mama dientotin temen masa kecil papa.”

Tanpa disangka Winda mendadak bangkit dari sofanya dan berjalan ke


hadapanku, dia mendorongku sampai menyandar ke sofa, kemudian melepaskan
baju yang dikenakannya sampai bugil di hadapanku.

“Mau ngapain ma??” Tanyaku dengan raut wajah antusias, Winda tidak
menjawabnya dan malah menaikiku, jongkok di atas tonjolan celana itu lalu
menggesekan dengan memeknya yang sudah banjir ntah karena apa.

“Mama udah bilang kan kontol Yudi jauh lebih besar dari punya papa ini??”

“I.. iya maa.. Terus kenapa??” Jawabku sambil melihat memeknya terus
membasahi tonjolan celana ini.

“Aku udah males ngentot sama kamu lagi sayang, makanya aku cuma diem
doang waktu kamu entot. Desah dikit menghargai kamu pa"

“Hah? Maksud kamu apa ma??” tanya ku dengan heran

Winda tersenyum setelah mengatakan itu, kemudian...

“Gini pa, kalau kamu izinin aku buat ngentot sama Yudi, boleh ga kalau aku cuma
ngentot sama Yudi doang, alias.. Aku ga kan dientotin kamu lagi?? Toh kamu
udah rasain memek aku dari kita masih SMA” Tanyanya dengan raut wajah nakal
menggodaku.

“Uuhh gila kamu maa.. Boleh deh, tapi papa boleh minta sekali lagi?? Buat
terakhir kalinya??” aku berusaha meladeni candaan Winda

“Sshh aahh.. Ga.. papa nikmati ini aja ya, buat terakhir kalinya.. ahhh ssssh..”

Winda pun menengadahkan kepalanya menikmati tonjolan ini di belahan


memeknya.

“Aahh ta.. Tapi maa.. Ini.. ini ga kerasa apa apaa..”

“Sstt..” winda meletakan jarinya di bibirku.

“Suami lemah kaya kamu ga pantes buat ngerasain apa apa.” lanjutnya

“Oohh iya maa.. Aku.. aku emang ga pantes dapet kenikmatan memek mama
lagi.. Aahh biar mama puasin Yudi ajaa..” Aku benar benar berusaha menikmati
goyangan dan gesekan memeknya di atas celana jeans tebalku ini.

Kemudian saat aku akan meremas toket besarnya tiba tiba tangan Winda
menepisnya.

“Siapa bilang boleh pegang?? Pokoknya mama bakalan terus gedein toket mama,
terus mama bakalan buang semua BH mama, dan mama bakalan pake kerudung
doang buat atasannya. Pokoknya bakalan bikin kepengen, bakalan bikin papa
mohon mohon supaya bisa pegang, bahkan sampai bikin papa frustasi.”

“Oohh jangan dong ma.. Kan mama tau kalau papa seneng banget sama toket
mama.”

“Katanya pengen aku sama Yudi, artinya papa harus relain dong toket mama
buat Yudi juga??”

Winda pun mempercepat goyangannya, saat aku berkata akan orgasme tiba tiba
Winda menghentikan goyangannya, mencium bibirku, dan bangkit dari
pangkuanku lalu pergi membawa seluruh pakaiannya ke dalam kamar.

Ketika Winda kembali dirinya hanya mengenakan celana yoga ketat sangat
pendek dan membuat belahan memek dan pantatnya tercetak sangat jelas. Lalu
atasannya hanya ditutupi oleh kerudung yang dilingkarkan ke tubuhnya tanpa
apapun lagi sehingga toketnya tercetak jelas dan bergoyang kesana kemari
mengikuti gerakan tubuhnya. Winda benar benar tahu cara menyiksaku.

“Gila mah, akting mama bagus juga” ujar ku

“Siapa bilang tadi akting?”

“Lah, jadi semua yang mama bilang serius?” tanya ku dengan sangat terkejut

“Hmm, serius dalam beberapa hal” ucapnya sambil memeletkan lidah


“Apa aja? Yang mana?”

“Ada deh, nanti juga bakal tau, hihi”

“Maaaa..”

“Udah ah sini, mama becanda kok”

Winda duduk di atas kasur, aku pun rebahan di atas pahanya. Dia mengelus
kepala ku dengan tersenyum. Dia membuka resleting celana ku lalu mengocok
kontol ku. Tidak butuh waktu lama sampai aku crot.

“Maafin mama ya pa” ucapnya dengan nada lembut

“Iya udah gak masalah, aku juga menikmatinya”

“Jadi ini serius mama boleh menjalin hubungan dengan Yudi?”

“Iya ma, boleh”

“Ok, jangan nyesel ya pa”

Malamnya Winda kini memakai dress super mini tanpa pakaian dalam, dan tanpa
gamis besar lagi yang menutup tubuhnya. Aku yakin dia pasti mau pergi dengan
Yudi. Dan dengan izin ku dia udah gak perlu menutupi apa-apa lagi.

“Wah mau kemana ma??”

“Ke hotel dong, kan udah diizinin sama papa.”

“Apa!?” Aku terkejut mendengar jawaban darinya.

“Kenapa? Berubah pikiran nih??”

“Ngga, papa.. Cuma ga nyangka aja bakalan secepat ini.”

“Berubah pikiran gak masalah, mumpung belum terjadi. Kalau udah terjadi gak
ada jalan untuk kembali pa”

“Bo..boleh ma, silahkan pergi sama Yudi”

Winda hanya tersenyum saja sambil meyakinkan penampilannya tidak ada yang
kurang. Tidak lama dari itu ku dengar suara klakson mobil di depan gerbang.
Sudah pasti Yudi siapa lagi emang.

“Aku duluan ya sayang, bye bye.”


Winda pun merangkul diriku dan kami berciuman. Aku remas juga toketnya yang
kelihatan bulat sempurna. Ini adalah momen di mana aku akan melepaskan
istriku untuk berzina dengan laki-laki lain.

“Udah ya mama mau layanin temen papa dulu, Yudi nikmati memek mama,
kamu... suami lemahku bayangin aja ya, hihi”

Ahh dia mengejek ku. Kini aku di rumah sendirian tidak bisa tenang. Apakah
Winda malam ini beneran akan ngentot dengan Yudi? Aku coba chat Winda tapi
tidak dibalas. Hingga 1 jam kemudian aku mendapatkan pesan dari Winda.

“Liat nih buktinya pa, kalau bibir mama udah milik temen papa loh.”

Lalu mataku melotot melihat video yang dikirimkan Winda. Video menunjukan
Winda sedang ciuman dengan Yudi, terlihat sekali kalau Winda sangat nafsu
ciuman dengan mulutnya, lidah mereka bahkan saling beradu memuaskan satu
sama lainnya. Air liur sampai menetes saking panasnya cumbuan mereka.
Namun video itu hanya berlangsung selama 15 detik saja.

Sayangnya lagi ternyata video sudah di setting hanya sekali tonton saja sehingga
menimbulkan rasa penasaran dan cemas karena tidak ada kabar lagi dari istrinya
atau teman masa kecilnya. Tiba-tiba nomorku diblokir oleh Winda.

2 jam berikutnya, akhirnya aku mendapat notifikasi pesan, dengan cepat kubuka
pesan itu dan melotot melihat foto yang dikirim Winda berupa memeknya yang
sudah basah penuh dengan sperma

“Maaf ya sayang, dia buang di dalem.”

Aku kagetnya bukan main, Winda benar-benar serius saat bilang mau ngentot
tanpa kondom dan buang di mana saja. Seketika aku dihantui rasa takut kalau
Winda akan hamil. Karena ini spermanya banyak sekali. Itu yang mengalir keluar,
yang di dalam memek pasti lebih banyak lagi.

Sadar kalau ini foto sekali lihat, aku tidak langsung keluar dari WA. Aku melihat
lagi dengan teliti. Memek Winda jadi lebih merekah dan terlihat merah. Wah ini
pasti mainnya kasar banget. Aku juga horny melihat itu dan langsung coli. Ku
kocok kontolu dengan kencang sampai crot. Bersamaan dengan itu juga Aku
langsung ketiduran.

Part 3

POV WINDA

(Flashback)
Riki terlalu sibuk dengan rutinitas dan dunianya. Aku paham sih dia baru naik
jabatan tapi kami juga baru menikah. Bulan madu aja gak sempat udah sibuk
kerja. Beruntungnya aku masih diizinkan kerja jadi tidak terlalu bosan.

Tapi tetap saja ada rasa jenuh. Liburan juga gak pernah puas. Sampai akhirnya
aku melampiaskan kesepian ku dengan bermain tinder. Niatnya sih iseng aja
nyari teman baru. Saat itu aku mengenakan identitas sebagai Cinta, agar tidak
ada yang mencampuri kehidupan pribadiku.

Singkat cerita aku kenalan dengan Yudi. Waku berlalu hingga kami semakin
dekat sampai tukeran foto. Iseng, saat itu aku sengaja kirim foto saat
mengenakan dress ketat dan hijab yang disingkap ke belakang leher. Niatku
adalah balas dendam pada suamiku.

Sebenarnya balasan Yudi sama seperti lelaki lainnya, memujiku atas dasar body
dan penampilanku. kami pun semakin dekat sampai akhirnya kami tukeran nomor
dan semakin lama kami semakin dekat. Namun semua itu hanya sebatas teman
chat.

Kami kerap melakukan video call saat suamiku tidak ada dirumah, awalnya hanya
iseng saja karena saking gabutnya, ternyata Yudi sangat menarik dan enak
diajak ngobrol, hingga akhirnya kami melangkah terlalu jauh sampai VCS. Semua
itu berawal dari kegabutan dan keisengan ku.

Tapi alasan utama aku nekat vcs karena kurang belaian. Ditambah lagi ketika
bersetubuh dengan Riki aku kurang puas. Hubungan seksual kami terlalu
monoton. Dari masih SMA, kuliah hingga menikah masih gini-gini aja.

Riki juga tidak pernah berinisitif apa-apa. Hanya aku yang exited ketika
berhubungan badan. Dia sendiri hanya memikirkan kepuasannya. Jadi ya aku
nekat saja untuk mencari kepuasan sendiri. Aku nekat vcs dengan Yudi. Kami
saling masturbasi di panggilan video itu. Bahkan aku nekat memberikan foto bugil
ku kepada Yudi.

(Part 2 versi Winda)

1 Bulan berselang kami sepakat untuk ketemuan. Yudi datang jauh-jauh hanya
untuk menemuiku. Aku merasa seperti putri yang dijemput pangerannya. Malam
ini, kami putuskan untuk ketemuan. Namun sebelum itu, aku menjalankan misi
supaya Riki tidak mengikuti dari belakang atau mencari tahu.

Riki adalah lelaki lemah, setelah keluar sekali, badannya akan langsung lemas
dan pasti memilih untuk tidur. Saat itu aku beralasan mau pergi ke pesta ulang
tahun. Ku buat suami ku lemas dengan mengeluarkan spermanya. Benar saja
setelah crot kukocok beberapa menit, badannya langsung terlihat sangat lemas.

Lalu ku beritahu Yudi kalau aku sudah siap dan dia bisa menjemputku di rumah.
Dia sampai, segera aku masuk ke dalam mobil Yudi dan mobil kami pun saling
melaju, kulihat ke belakang, tidak ada pergerakan Riki, misi berhasil.

“Akhirnya kita ketemuan juga” ucap Yudi dengan wajah gembira.

“Sayang, aku punya kejutan buat kamu.”

“Apa tuh Cinta??”

Kubuka kerudungku lalu melemparkannya ke belakang, begitu juga dengan


gamisku sampai menyisakan dress mini tanpa pakaian dalam sedikit pun. Ya aku
sengaja memakai baju berlapis untuk kejutan.

Yudi yang nafsu pun mencium bibirku lalu memintaku kembali duduk seperti
semula. Ah, untuk pertama kalinya bibir ini disentuh pria selain Riki. kuturuti saja
tanpa bertanya apapun.

Selama 5 menitan kami sama sama terdiam, kupikir dia fokus menyetir, namun
pikiranku salah, tangan kirinya tiba tiba mengusap pahaku. Dengan cepat
kulebarkan sampai tangannya masuk ke dalam dan mengenai kemaluanku,
dengan lembut mengusap dan menelusuri belahan memekku sampai klitorisnya.

“Sshh oohh..”

kulebarkan kakiku sambil menikmati kocokan tangannya, kubiarkan tangan itu


menelusuri memekku sesuka hatinya. Sampai akhirnya kami sampai di salah satu
mall untuk makan. Dengan sengaja Yudi memilih meja paling belakang, tentu
saja agar bisa bebas mengobel memekku lagi

“Yudi, ga bosen bosennya ih, tadi kan udah di mobil.”

“Uuhh memek seenak ini mana bisa bosen sih. Apalagi kalau belum ngerasain
langsung.”

“Ya udah puas puasin deh.”

Alhasil kami pun makan malam bersama, sambil ngobrol, sambil kobel memekku,
dan aku berusaha menjawabnya senormal mungkin. selesai makan kami berdua
selfie di cermin besar yang berada di resto tersebut.

Dengan nekat Yudi mengajakku, “Cinta, mau ga kita ke hotel aku sekarang?? Ya
kali aja kamu mau istirahat kan..”

“Emmhh modus hahaha. Ya udah aku turutin deh.”

Kami pun pergi ke hotel tempat Yudi menginap, baru saja memasuki kamarnya,
dengan rakus Yudi mencium bibirku sambil meremas kedua toketku bersamaan.
Bergiliran dengan kedua bongkah pantatku.
“Sluurpp.. Sluurpp.. Puaahh.. sayang,, aku ga tahaann..”

Yudi pun langsung melepaskan sabuknya dan menurunkan celana sekaligus


dengan celana dalamnya. Aku terkejut melihat ukuran kontolnya, 10 cm lebih
besar dan lebih panjang dari kontol suamiku yang hanya 15 cm saja. Kupikir milik
suamiku sudah paling besar dan panjang, ternyata tidak ada apa apanya. Yudi
pun duduk ditepi kasur.

“Sayang minta sepong boleh??”

Aku pun mendekatinya dan berlutut di hadapannya. Ku ikat rambut panjangku


dan mengocok kontol jumbonya sambil meludahinya beberapa kali. Setelah
dirasa sangat basah kucoba masukan ke dalam mulutku. Rasanya sangat penuh
bahkan tidak bisa sepenuhnya masuk ke dalam mulut ini.

Namun jujur saja, rasa kontol Yudi lebih enak ketimbang rasa kontol suami
sendiri, rasanya lebih gurih, lebih empuk, lebih enak dari segala hal. Kupaksakan
kontol itu masuk ke dalam mulutku tanpa peduli rasa pegal dan sakit di rahangku,
bahkan kujilati dan sengaja menumpahkan air liurku ke kontolnya supaya bisa
kulahap seluruhnya. Aku udah lupa diri sekarang.

“Uuhh susah sayang.. Kontol kamu kegedeaan..”

“Hehehehe ya gimana dong, mau kamu paksain masuk aja nih??”

“Pengennya sih kontol ini obok obok memek aku hihihih.” Jawabku sambil
menggodanya dengan tersenyum dan menggenggam batang kontolnya. Yudi
melotot penuh antusias

“Ayo ay..”

Aku pun bangkit namun entah kenapa timbul rasa ragu dihatiku. Mungkin karena
baru pertama kali selingkuh sejauh ini dengan orang lain. kunaiki tubuhnya dan
kugesekan belahan memekku di batang kontol besarnya.

“Oohh enak banget sayaang, pasti memek kamu rapat banget, ayoo.. Masukin
please.. Aku ga tahaann..”

Yudi bahkan sampai meremas kedua toket besarku. Jujur, aku terangsang,
sangat sange, apalagi memekku sudah banjir, namun rasa ragu ini
mengalahkanku, sampai aku menggelengkan kepalaku.

“Nanti ya sayang.”

Lalu kembali berlutut dan meletakan kontolnya diantara 2 toket jumboku.. Aku
hanya tersenyum saja sambil melihat ekspresi Yudi yang keenakan ketika
kontolnya kujepit dengan toket besar ini sekaligus mengocoknya.
20 menit kemudian Yudi pun orgasme di antara toketku. Huh, aku sampai pegal
karena lama berlutut. Setelah dibersihkan kami segera memutuskan untuk
kembali jalan-jalan. Tubuh ku masih ingin dibelai, tapi aku ragu. Ingin sekali
rasanya ngentot, atau setidaknya Yudi menjilati memek ku.

Aku pulang dengan perasaan bersalah, tapi ku coba akting biasa saja. Ternyata
suami ku tau aku selingkuh. Aku juga diberita tahu kalau selingkuhan ku adalah
teman Riki. Malam itu aku menangis sejadi-jadinya meminta maaf. Kami juga
akhirnya hanya diam-diaman selama beberapa hari. Chat Yudi juga ku abaikan,
sebelumnya aku melarangnya ke rumah ku.

Hingga pada suatu hari Riki membuat pernyataan mengejutkan. Dia menyukai
aku selingkuh. Diberi izin seperti itu aku langsung senang. Walaupun masih tidak
percaya dengan ini semua. Ku coba yakinkan dengan cara keras, anehnya Riki
tetap mau aku selingkuh.

Jujur saja memang saat Riki tau aku selingkuh dia jadi lebih..lebih membuat ku
puas. Tapi aku kecewa karena malah mengizinkan ku selingkuh. Aku maunya
dihukum dengan keras dan kembali taat suami. Tapi ini apa Riki? Malah mau aku
lebih jauh dengan Yudi.

Baiklah, kalau itu mau mu aku tidak akan menahan diri. Aku suka tampil seksi
dan Yudi mengagumi itu. Aku akan melangkah lebih jauh sesuai keinginan mu.
Ku harap kamu tidak menyesal mengambil keputusan itu.

Aku langsung memberi tahu semua kebenaran kepada Yudi. Tentang siapa diriku
yang sebenarnya. Dia kaget ternyata aku adalah istri dari teman lamanya. Dia
juga tak kalah kaget mendengar Riki mengizinkan hubungan terlarang kami.

Sudah diberi lampu hijau tentu saja aku langsung memanfaat itu. Malam ini aku
dan Yudi akan melepaskan birahi kami. Aku tidak perlu menahan diri seperti
sebelumnya. Tanpa menunggu lama lagi, setelah dijemput kami sama sama pergi
ke hotel.

Baru saja masuk ke dalam kamar Yudi tiba tiba menarik tubuhku dan
mendorongnya sampai terjatuh ke atas kasur. Yudi menimpa tubuhku dan
membalikannya, dengan sangat rakus Yudi menciumi bibirku, tentu saja aku tidak
melawan dan membiarkannya menciumi bibir dan tengkukku dengan sangat
rakus. Akhirnya setelah beberapa saat Yudi puas menciumku.

“Makasih ya sayang, akhirnya kita bisa bebas, aku.. Ga tau loh kalau kamu
ternyata istrinya temen sendiri.”

“Ga apa apa sayang, lagian salah dia sendiri selalu pergi pergian, apalagi jarang
banget puasin istri sendiri.” Balasku sambil pura pura cemberut.

Yudi lalu menggodaku, “Jadi kalau sama aku puas nih hehehe.”
“Jelas dong sayang.” Aku pun merangkul pundaknya

“Btw aku mau kasih kejutan buat laki lemahku di rumah, kamu mau bantuin ya..”
lanjut ku.

“Apa tuh?” “Hihihi pasti seru rekamin ya sayang.”

Aku pun mengambil ponsel dan meletakannya di meja menghadap kami.


Kemudian Yudi memeluk dan ciuman ku. Kali ini kubalas ciumannya. Bahkan ku
keluarkan lidahku dan french kiss dengannya, dengan penuh nafsu kami ciuman
selama 10 menit bahkan Yudi sampai menelanjangiku.

“Hmm kayanya videonya terlalu hot, aku potong deh..”

Lalu kupotong dan kukirim video ciuman hanya 15 detik saja, dengan tipe sekali
lihat. Hayoo suami ku, suka gak lihat istrimu ciuman dengan teman mu sendiri?
Tiba tiba kurasakan benda dingin di sekitar leherku.

“Eh apa ini?” Kulihat sebuah kalung dengan emas putih melingkar dileherku,
warna dan motifnya terlihat sangat cantik

“Mau ga kamu jadian dengan aku?? Kita pacaran”

“Ini ga salah?? Aku kan masih istri temen kamu, apa kamu mau aku cerai dengan
Riki?”

“Ga usah sayang, aku cuma mau kamu jadi kita jadian, kita pacaran. Jujur aja
aku pengen milikin kamu sepenuhnya, tapi aku sadar posisi, aku juga ga mau
ngerusak kebahagiaan seseorang, lagi pula, kamu juga udah jadi milikku kan?”
Tanya Yudi sambil merangkul tubuh telanjangku dari belakang sementara dirinya
masih memakai pakaian lengkap.

“Bener juga sih, biarpun status aku masih istri orang tapi aku udah jadi milik
kamu sepenuhnya.”

Balasku sambil membalikkan tubuhku dan kembali ciuman dengannya. Setelah


beberapa saat, Yudi melepaskan ciumanku dan memberikanku kode untuk
berlutut di hadapannya. Dengan cepat kuturunkan celana dan dalamannya.

“Uuhh udah gede aja say, ini nih yang bikin aku betah sama kamu.”

Ucapku sambil mengocok kontolnya yang sangat tegang. Kumasukan kontol yang
sudah sangat tegang itu ke mulutku, ku kulum perlahan namun sangat kuat,
Sluurpp.. Sluurpp.. Sluurpp..

“Aahh ini yang bikin aku ketagihan.. Uuhh manteb banget sayangkuu..” ucap Yudi

Ku kulum setengah kontolnya, kujilati dari dalam, lalu mengocok sisa batang
kontolnya, ku perhatikan wajah Yudi, terlihat sangat puas dengan seponganku.
Beberapa menit aku sepong belum ada tanda klimaks. Yudi juga menekan kepala
ku sampai kontol itu masuk semua.

Rasanya sangat sesak, leherku sakit. Air liur ku juga menetes sangat banyak.
Sampai akhirnya Yudi mengatakan ingin ngentot. Aku pun berdiri lalu mengambil
kondom dari dalam tas kecilku.

“Bisa ga kita ngentotnya tanpa kondom, kayanya lebih enak kalau ga pake apa
apa.” Tanya Yudi dengan wajah gembira

“Betul juga hahaha ngapain aku repot repot pake ginian, enakan langsung.”

Aku pun naik ke atas kasur sambil melebarkan kedua kakiku.

“ayo sayang masukin.”

Mata yudi pun melotot ketika melihat memekku yang sudah kemerahan dan
merekah. Dengan rakusnya Yudi naik ke atas kasur dan menjilat memekku. Ya
begini dulu juga bagus, buat aku basah Yudi.

“aahh aahh.. Uuhh kamu jago banget sayang.. Aahh aahh.. Riki ga pernah
seenak ini.. Baru kulum doang udah enak banget.. Gimana kontol kamu sayang..”

Mendengar itu Riki langsung bangkit dan mengarahkan kontolnya. Dengan penuh
nafsu Yudi gesekan di belahan memekku. Kemudian Jleb Dengan sekali
dorongan kontol besar dan panjang itu masuk ke dalam memekku. Namun
sepertinya masih ada sisa, tapi sangat enak.

“Aaahh..” Saking enaknya sampai membuat tubuhku terangkat dan mataku


melotot.

“Gimana sayang? Enak??” Tanya Yudi sambil membenamkan kontolnya lagi.

Ku rasakan kontol itu seperti menabrak mulut rahim ku. Aku sampai bergetar
merasakan itu.

“Enak banget sayang.”

“Memek kamu juga enak. Kerasa banget kedutannya.”

Yudi pun menindihku dan kami kembali ciuman, perlahan pinggulnya mulai
bergerak naik turun menggenjot memekku. Kulepaskan ciumannya dan
mengerang keenakan. Aku seperti melayang merasakan kontol itu mengobarak-
abrik rahim ku.

Yudi pun tersenyum dan kembali mengangkat tubuhnya, dia raih kedua kakiku
dan menaikan sangat tinggi. Dia angkat tubuhnya sendiri kemudian mulai
menggenjotku dari atas, rasanya sangat mantab, baru kali ini aku merasa
melayang seperti ini.

“Aahh aahh.. Memek kamu enak banget sayang..” Yudi pun menaikan kedua
kakiku semakin tinggi sampai pinggulku terangkat, kemudian dia letakan bantal di
bawahnya sehingga mempermudah kontolku keluar masuk menggenjot
memekku.

Selama 10 menit kami lakukan gaya seperti ini, sampai Yudi mengarahkanku
untuk menungging di hadapannya, kuturuti keinginannya. Pinggulku pun
dipegangi olehnya, kemudian kembali menggenjot memekku, meski sering doggy
dengan Riki, namun baru kali ini aku rasakan nikmatnya doggy.

Saking enaknya kepala ku sampai tidak sanggung tegak. Aku membenamkan


kepala ku di bantal. Mengangkat tinggi pantat ku agar Yudi semakin mudah
menggenjot. Sodokan Yudi sangat liar dan tidak berpola. Kadang pelan kadang
cepat, kadang ditarik kontolnya sampai mau lepas tiba-tiba ditekan ke dalam
sampai masuk semua. Gila....

Hal ini membuat ku akhirnya orgasme. Ini orgasme ternikmat yang pernah ku
rasakan. Yudi tidak memberi kesempatan beristirahat. Dia malah gendong aku
dari belakang. Kontolnya masuk ke memek ku dari belakang. Kaki ku dipegang
olehnya. Ah, gaya seperti ini belum pernah ku lakukan dengan Riki

“Aahh sayang aku ga tahan..” ucap Yudi secara tiba-tiba

Belum sempat menjawab tiba tiba kurasakan cairan panas menyembur memekku.
Sangat banyak, dan membuat sekujur tubuhku nyaman.

“Uuhh nikmat banget sayaang.”

Aku sedikit panik dan langsung turun. Tapi kalau hamil ya udah aja sih. Toh aku
sudah bersuami, biar Riki yang tanggung jawab. Tapi kalau dia gak mau gimana
ya. Aku diceraikan terus malah menjanda. Apa Yudi mau menikahi ku? Ah bodo
amat lah, semua udah terlanjur. Aku gak peduli dengan status ku lagi.

“Btw masih tegak tuh, masih kuat ga kamu?” tanya ku melihat kontol Yudi yang
tegak kembali

“Mau berjam jam juga aku kuat kalau disuruh ngentotin kamu hahaha.”

Ucap Yudi sambil mendorong tubuhku ke kasur lalu menggenjotku dari atas.

“Aaaww.. Uuhh enak sayang, beda banget sama Riki, dia setiap selesai crot pasti
langsung lemes dan minta tidur duluan.. Kamu selain bisa puasin aku, bisa tahan
lama juga, makin betah deh sama kamuu..”
Selama 2 jam kami terus ngentot berbagai gaya sampai akhirnya kami terpaksa
menyudahi semua ini karena Yudi mendapat telepon dari atasannya kalau besok
pagi ada rapat mendadak. Yudi terlihat sangat kesal ketika telepon ditutup, aku
pun menenangkannya sambil memeluknya dan mengocok kontolnya.

Karena merasa nanggung akhirnya Yudi menggenjot ku sampai crot di dalam.


Aku kemudian minta difotokan, ku kirim foto diriku yang ngangkang dengan
memek dipenuhi sperma kepada Riki. Aku jadi penasaran dengan eksperesi Riki
saat ini.

“Tenang sayang, kan aku udah jadi milik kamu, kita kan bisa ngelakuin kapanpun
dan dimanapun, aku ga kan kemana mana koq.”

“Thanks ya sayang, tapi ngomong ngomong aku boleh ga minta kamu sesuatu..”
Pinta Yudi sambil mengusap toketku.

“Apa tuh sayang?” Tanyaku sambil menatap tangannya di atas toketku.

“Besok aja deh, kita ketemuan ya, tapi jangan bilang bilang Riki, bisa kan?”

“Bisa sayang.. Tenang aja, kalau kamu suruh aku dateng, pasti aku dateng koq,
aku pasti bakalan jauh lebih nurut sama kamu dari pada suami aku.”

Part 4
Esok harinya aku terbangun karena mencium wangi masakan yang menggugah
seleraku. Aku keluar dari kamar dan menemukan Winda sedang memasak
sarapan di dapur. Ternyata tadi malam aku ketiduran. Habis coli liatin memeknya
yang penuh sperma.

“Selamat pagi sayang ku.” Ucapnya tanpa berhenti menggoreng sesuatu.

“Pagi juga sayang.” Jawabku sambil duduk di meja makan.

Kulihat Winda sudah memakai daster seperti yang kerap dia kenakan setiap pagi
hari. 5 menit kemudian Winda membawa piring besar berisikan lauk pauk. Winda
pun memberikanku piring berisi nasi dan lauk yang baru saja dia masak dan
menyajikan untuk dirinya juga.

“Kenapa sayang??” Tanya Winda sambil melihatku yang kebingungan karena aku
terus menatapnya.

“Ga apa apa, tadi pulang jam berapa?.”

“Emmh..” Winda melihat ke arah jam dinding, “Jam 5an kayanya, lupa sayang,
aku langsung mandi terus masak, makanya ga sempet bangunin kamu.”

“Ohh..” Aku pun mengangguk, lalu aku melihat benda asing di tubuhnya, kalung.
“Itu apa sayang? Perasaan aku ga pernah beliin.”

“Oh ini..” Winda lalu mengusap kalung yang dikenakannya,

“Ini hadiah dari Yudi pa, soalnya.. kami... udah resmi jadian, ga apa apa kan aku
pacaran sama temen lama kamu??”

Aku melotot mendengarnya, “Dari kapan?? Koq ga ngasih tau aku?”

“Ya baru tadi malam, kenapa emangnya??” Tanya Winda sambil kembali
menyantap makanan.

Sambil melongo aku menjawab “Ya ga apa apa sih selama kamu seneng, terus
tadi malam ngapain aja? Kok sampai pulang subuh banget?”

Winda pun mulai cerita bagaimana dia menyepong Yudi. Kemudian Yudi
mengulum memeknya, dan menggenjotnya dari atas, bahkan dia pun
menceritakan dengan detail bagaimana rasanya saat pertama dimasuki kontol
Yudi yang ternyata lebih panjang dan besar dariku. Mendadak aku langsung
merasa terangsang, kutinggalkan sarapan ini dan pergi ke belakang Winda.

“Loh ga diabisin sayang??”

“Udah sange banget sayang hehehe gara gara denger cerita kamu jadi pengen.”

Aku pun mendorong kursi Winda dan membuatnya menungging sambil menahan
diri diatas meja makan, kuangkat dasternya tinggi. Ternyata dia gak pake celana
dalam. Masak hanya menggunakan celemek.

“Wow ga pake celana dalem sayang?”

“Iya, soalnya Yudi yang minta, katanya supaya mudah kalau mau ngentot, kamu
mau ngapain sekarang??”

“Di rumah kita?”

“Ya iya lah”

“Wah gilaa..”

Aku langsung membenamkan wajah ke memeknya. Ku jilat dengan rakus, inilah


memek yang sudah menerima kontol lain selain milik suaminya. Dengan cepat
memek istriku basah, dia mulai terangsang. Dengan cepat kuturunkan celanaku
beserta dalamannya.

Ku gesek perlahan kontol ku di belahan memeknya. Lalu ku tekan sampai kepala


kontol ku masuk. Namun tiba tiba Winda menahan tubuhku dan berusaha
mendorong tubuhku.

“Loh kenapa sayang??” Tanyaku sambil menahan agar kepala kontol ini tetap di
dalam memeknya.

“Kan aku dah bilang ga mau lagi kamu entot, lagian kontol kecil dan gampang
keluar gitu berani beraninya masuk ke memek aku, apalagi kalau kamu udah crot
langsung lemes banget, beda banget sama Yudi, sekalipun udah crot tapi masih
kuat genjot memekku.”

“Tapi sayang??”

“Ga usah tapi tapian, lagian percuma, ngentot sama kamu ga ada rasanya!!”

Entah kenapa aku merasa sangat senang direndahkan oleh istriku sendiri.
Apalagi sampai dibandingkan dengan temanku.

“Ayolah sayang, sekali ajaa..”

“Ga mau, kontol kamu kecil, ga enak, cepet keluar, mending coli aja sambil
bayangin”

“Kurang puas sayang.”

Namun Winda dengan sekuat tenaga berhasil mendorong tubuhku sampai


kontolku tercabut dari memeknya. Dia menyuruh ku duduk. Lalu memberikan tit
job.

“Udah gini aja ya” ucapnya dengan sinis.

Ya sudah lah ini tak kalah nikmat. Tapi sialnya ketika mau crot dia malah
berhenti. Aku jadi sangat frustasi gagal crot seperti ini.

Sorenya istriku pamit pergi lagi, aku hanya bisa mengizinkkan. Bedanya kali ini
ku antar dia ke depan. Aku bertemu dengan Yudi di mobilnya. Dia hanya
memberikan tanda jempol. Kemudian mereka pun pergi. Sore ini istriku
menggunakan kemeja putih dan rok hitam panjang.

Malamnya Winda pulang, terlihat jalannya agak kesulitan. Waduh, udah jebol
parah nih memeknya. Setelah mandi kami duduk di tempat tidur. Aku penasaran
karena winda memegang pantatnya terus.

“Kamu kenapa sih ma?”

“Penasaran ya?”

“Iya, banget”
Dia pun mengambil ponselnya dan menunjukanku sesuatu.

“Nih liat sendiri! Papa coli aja sambil liat video itu. kan tadi belum crot”

Winda lalu menunjukan video di hotel tadi. Di dalam video itu terlihat Winda
sedang menungging dan Yudi menggenjotnya dari belakang. Aku melotot dan
terkejut melihatnya. Winda sedang di anal oleh Yudi. Dia nungging dan kontol
Yudi menjebol lubang belakang istriku.

Hah? Lubang anal nya telah menjadi milik Yudi. Yudi begitu menikmati jepitan
anal istriku. Sementara istriku di situ mengusap memeknya dengan cepat.
Mungkin untuk meredakan rasa sakit di lubang pantatnya. Saat mereka
mengganti gaya aku terkejut melihat toket Winda.

“Loh sayang, ini kamu ditindik?? Loh..”

“Taraaa!! Bagus kan??” Tanya Winda sambil mengangkat dasternya sangat


tinggi. Aku terkejut dan melongo melihat puting dan udelnya ditindik.

Winda langsung tertawa terbahak bahak sambil menggoda ku dengan lidah


meletnya. Kok bisa istriku jadi seperti ini? Ini udah kayak lonte woy. Tapi jujur
tindik itu menambah keseksiannya. Aku memohon ingin memegang tetek itu. Dia
mau juga meskipun dengan nada terpaksa.

Ku sentuh putingnya yang kini ada logam menancap di sana. Tubuhnya langsung
bergetar, sepertinya tindik ini membuatnya jadi lebih sensitif. Tanpa izin ku hisap
nenennya. Ada rasa logam yang ku rasakan.

“Udah pa, cukup. Mama bisa sange nih”

“Kalau gitu kasih papa jatah dong biar langsung dipuasin”

“Gak, aku gak mau ngentot sama papa. Udah ngerasain kontol Yudi najis banget
lihat kontol papa. Udah gak akan ada rasanya lagi, gak enak”

Dia kemudian melemparkan kemeja kotornya. Dia menyuruh ku coli dengan


kemeja itu. seperti seorang budak, aku cium baju itu. Bau parfum khas Winda
dan keringatnya tercampur. Aku akhirnya coli sampai crot.

Beberapa hari pun berlalu, aku melihat Winda semakin montok, toketnya semakin
besar, apalagi pinggul dan pantatnya.

"sayang, kamu kayanya makin besar eh maksud aku bukan gendut loh cuma..
Kaya makin montok aja.”

“Hehehe.” Winda tidak menjawab dan hanya tersenyum saja.

Tiba tiba Winda melepaskan seluruh pakaiannya. Mataku kembali terkejut melihat
tato di atas toketnya.

“Loh sayang, itu tato asli?”

“Asli dong, permanen, kenapa? Makin cantik ya? Udah makin montok ada ini pula
lagi”

Ucap Winda sambil mengusap tato kupu-kupu di atas toketnya. Tidak hanya itu,
ada juga tato succubus di bawah udelnya, hampir dekat memek. Inilah
penampilan istriku sekarang. Sudah menjadi sangat binal.

10 menit kemudian tiba tiba bel rumah berbunyi, “Ma itu tolong bukain.”

Winda pun pergi mendatangi pintu sambil telanjang bulat, tentu saja langsung
kuhentikan langkahnya.

“Pake baju dulu ma, nanti kalau tamu liat gimana.”

“Apaan sih!!” Winda malah protes dan kembali melanjutkan langkahnya.

Alangkah kagetnya ketika pintu terbuka dan Yudi sudah berada di depan pintu.

“Sayaang.” Ucap Winda dengan manja sambil pergi ke hadapan Yudi,


memeluknya, dan ciuman mesra dengannya, telanjang, di depan pintu masuk.
Ciuman mereka begitu dalam dan penuh nafsu. Bunyi kecap kecup terdengar dari
bibir mereka.

Kontolku berdiri tegak dan kedutan melihat Winda ciuman dengan temanku diluar
rumah. Jika diluar sana ada warga yang kebetulan melintas pasti dia akan
melihat tubuh telanjang Winda dengan sangat jelas.

“Ayo sayang, aku udah ga tahan.” Ucap Winda sambil membawa Yudi masuk.

Winda pun langsung membawa Yudi masuk ke ruang tamu. Lalu berlutut dan
menurunkan celananya, benar kata Winda, ternyata kontol Yudi memang sangat
besar dan panjang. Bahkan kulihat batangnya pun berurat, pantas Winda sangat
menurut dengan Yudi.

Tiba tiba Winda mencengkram batang kontol Yudi, sambil terus menatap wajahku
Winda masukan kontol itu ke dalam mulutnya seolah menggoda diriku yang
sudah sangat lama tidak disepong olehnya. Kepalanya hingga masuk semuanya.
Gilaaaaa..

Sluurpp.. Sluurpp.. Sluurpp.. Bahkan bisa kudengarkan dengan jelas suara


sepongannya yang terdengar kuat dan cepat. Puas mengulum kontol besar dan
panjang itu, tiba tiba Winda berdiri dan menungging menghadap diriku. Wajahnya
tepat melihat ku yang berdiri mematung.
Yudi pun menggesekkan dulu kontolnya di memek istriku secara perlahan.
Membuat cairan cinta istriku keluar. Setelah licin hanya dengan satu kali
sentakan Yudi memasukan kontolnya ke dalam memek Winda dari belakang,
mencengkram kuat kedua pinggulnya, lalu menggenjot memeknya dengan cepat
dan kuat. PLOKK!! PLOKK!! PLOKK!! Tak ada ampun dan istriku mendesah
dengan keras. Lagi lagi aku merasa ngiler melihat Yudi dengan bebasnya keluar
masuk memek istriku.

“Aahh aahh.. Oohh oohh.. Enak banget sayaang..” Desah Winda dengan ekspresi
menggoda melihat ke arahku. Winda kemudian menegakkan badannya dan dia
ciuman dengan Yudi. Yudi melirik ke arah ku.

“Ga tahaan..” Ucapku sambil menurunkan celana kainku.

Aku pun mengocok kontolku sendiri sambil melihat Winda dan Yudi ngentot tidak
jauh dari posisiku berdiri.

“Jangan ngocok!” Ucap Winda memerintahku.

“Tapi sayang, ga tahaan, gatel banget.”

“Jangan Ngocok! Atau kita main di kamar!”

“Iya sayang.” Aku pun menurut dan melepaskan tangan dari kontolku yang sudah
kedutan hebat.

Mereka pun kembali ngentot di hadapanku, namun tiba tiba Winda menghentikan
genjotannya dan berjalan menuju arahku sambil nungging di hadapan kontolku,
jelas saja aku melotot dan kontolku semakin kedutan.

Jahatanya lagi dia menyenggolkan pantatnya di kontolku. Tapi hanya sebentar


dan dia kembali nungging untuk Yudi. Kini posisinya mereka menyamping di
hadapan ku. Ini nonton bokep tapi live.

Yudi lalu bertanya, “Masukin kemana sayang?”

“Anal aku sayang.”

“Apa? Anal lagi?” Teriakku sambil melotot melihat kontol itu perlahan masuk ke
dalam anus istriku.

“Uuhh enak banget sayang, aahh..” Desah Winda semakin hebat seiring kontol itu
masuk ke dalam anusnya.

Winda berjalan sedikit, dia kembali ke posisi awal tadi yaitu menghadap ku.
Tangan Winda tiba tiba berada di kedua pahaku dan mengusap kontol ku dengan
lembut.
“Ayo sayang, bayangin aku mau kamu genjot lagi.. Oohh..”

Katanya sambil menatap wajahku dengan ekspresi keenakan. Aku hanya bisa
mengangguk saja. Lalu Winda membuka mulutnya dan mendekati kontolku, ku
pikir akan mengulum kontolku namun winda malah meneteskan ludahnya.

“Ayo sekarang bayangin aku sudi sepong kontol kecil kamu lagi.”

Lalu dia memasukan jarinya ke dalam mulutnya dan mengulum jarinya sendiri
sangat dekat dengan kontolku.

“Oohh sayang ga tahan lagii..”

“Ga tahan? Memang kontol kamu paling lemah, liat orang dientot sambil nyepong
jari aja sampai bikin kamu mau ngecrot, padahal kontol kamu ga ada yang
pegang tapi malah pengen ngecrot duluan. Yudi aja masih kuat koq, padahal
kontolnya ada di anus aku, dasar laki laki lemah! Gitu aja udah mau crot.”

Yudi pun tertawa mendengarkannya, “Sayang, kamu yang diatas.” Pinta Yudi
sambil melepaskan kontolnya dan pergi duduk di sofa panjang.

Winda pun mengangguk dan pergi bersama Yudi. Di sofa panjang itu Winda
mengulum kontol Yudi sebentar untuk membersihkannya. Lalu jongkok di atas
tubuh Yudi dan menggenjotnya dari atas dengan posisi reverse cowgirl. Kini
kontol itu di memek Winda.

Bisa ku lihat toket Winda yang semakin besar itu naik turun seiring genjotannya,
dengan posisi ini juga bisa kulihat kontol besar Yudi keluar masuk mengaduk
aduk memek istriku. Setelah sekian lama Yudi pun mengerang. Namun Winda
tetap cuek menggenjot kontol Yudi. Sampai akhirnya kontol Yudi terlihat kedutan.

Winda pun menekan pinggulnya sangat dalam dan Yudi mengerang panjang. Hari
ini aku menyaksikan sendiri bagaimana istriku di-creampie pria lain. Aku terduduk
di sofa setelah melihat itu.

Dengan tidak berganti posisi, hanya Yudi yang tegak. Winda dan Yudi ciuman
dengan mesra. Tangan Yudi mengelus perut istriku. Seolah-olah dia memang
ingin menghamili Winda. Dia juga meremas toket Winda.

Setelah itu Yudi pamit pulang. Dia sempat mengatakan terimasih telah
mengizinkan dirinya berpacaran dengan Winda. Dia juga memuji ku sebagai
teman terbaiknya. Dan dia berjanji tidak akan merebut Winda apapun yang
terjadi.

POV Winda

Setelah Yudi pulang, Riki protes kenapa selalu buang di dalam. Namun ku jawab
kalau aku sudah terlanjur suka dengan kontol Yudi. Lagian kalau hamil gak
masalah. Udah 3 bulan nikah wajar hamil. Walaupun gak sama suami sendiri,
hihi.

“Tapi aku janji ga kan pernah tinggalin kamu, jujur aja, walaupun aku ketagihan
sama kontol Yudi tapi aku masih sayang dan cinta sama kamu.” Ucap ku

Kulihat Riki menghembuskan nafasnya panjang. Tentu saja karena tidak ada
yang bisa dilakukan kecuali hanya bisa pasrah saja menerima kondisi.

“Ya udah kocokin aja, mama mau kan kalau kocokin kontol aku??” tanya nya

“Males banget hahaha kontol kecil kaya gini mana pantes dapet tangan aku”

“Oohh masa aku ga dapet apa apa dari kamu??”

“Coba kamu pikir, menurut kamu pantes ga kontol kecil dan gampang keluar gini
dapat pelayanan dari aku??” Tanyaku sambil mengusap ujung kontolnya depan
jari telunjukku.

“I.. iya sih sayang.. Kontol aku ga pantes dilayanin kamu.. Oohh..” Jawab Riki
sambil mengerang menikmati usapan jari telunjukku di ujung kontolnya.

“Terus yang pantes siapa dong?”

“Ya.. yang pantes.. Yudi..”

“Kenapa dia pantes aku layanin, sayang??” Tanyaku sambil meratakan cairan
pre-cum yang mulai keluar diujung kontolnya.

“Aahh.. soalnya kontol Yudi lebih panjang dan lebih besar.. Pantas kamu layanin,
sayang.”

“Kontol kamu gimana pah??” Tanyaku sambil menghentikan usapan jariku dan
hanya menekan lubang kencingnya saja.

“Ga pantes.. Aahh ga pantes dapet pelayanan kamu..”

“Pelayanan gimana??” Aku tahu dia pasti akan semakin gila jika kutanyakan
terus.

“Ngentot sama kamu.. disepongin kamu.. Bahkan.. Dikocokin tangan kamu juga
aku ga pantes. Tapi kalau Yudi sangat pantas..”

Tidak lama setelah dia berkata demikian tiba tiba cairan orgasme keluar dari
kontolnya dan dengan cepat juga kutahan ujung kontolnya dengan mencengkram
sekuat tenaga. Riki pun jadi kejang-kejang sendiri. Aku tertawa puas sambil pergi
meninggalkan Riki yang merasa nanggung dan frustasi sudah gagal orgasme.
Aku langsung pergi karena ada janji dengan Yudi. Hari ini aku mau tambah tato.
Mungkin di paha akan tambah seksi. Ah betapa rusaknya diriku sekarang. Tapi
bodoamat lah, aku juga menikmati menjadi wanita binal seperti ini. Karena jika ku
perhatikan aku semakin cantik dan menarik. Buktinya saja Yudi tergila-gila
padaku. Aku juga menyukai tatapan orang lain melihat penampilan ku sekarang.

Part 5
Saat kerja Tanpa disangka Yudi tiba tiba memberikan foto istriku dengan lingerie
dan tato di paha dan toketnya yang terlihat sangat jelas. Winda di foto di kamar
hotel. Foto itu bisa membuat siapa saja kehilangan fokus.

“Hah gila, koq makin banyak sih tatonya? Itu ga permanen kan??” Aku harap tato
memalukan di tubuh Winda hanyalah temporary saja.

“Hahaha permanen dong, bahkan istri lu sendiri yang minta supaya di tato kaya
gitu, liat aja sendiri.”

Yudi pun mengirimkan bukti berupa screenshot percakapan mereka. Tidak


kusangka kalau Winda ternyata ketagihan di tato dan dipermalukan olehnya. Foto
berikutnya yang Yudi kirim adalah saat mereka sedang ciuman di cermin. Aku
tidak tau itu ada di mana. Pakaian Winda saat itu sangat sexy, crop top dengan
rok yang pendek di atas lutut.

Jelas saja kontolku semakin kedutan melihat foto nakal mereka. Belum sempat
ku tanyakan tiba tiba Yudi mengirimkanku lagi sebuah foto dimana Winda dan
Yudi sedang selfie berdampingan. Dari 2 foto sebelumnya yang dikirimkan Yudi,
foto ketiga ini membuatku syok parah. Memang mereka mengenakan pakaian
komplit yang sangat normal dan tertutup namun yang membuatku syok adalah
Winda foto sambil memegang Tespek positif hamil.

Tidak ada yang bisa kukatakan kecuali hanya bisa menelan ludah. Dengan cepat
kuputuskan untuk izin dan pulang kerumah. Saat aku sampai di rumah dan benar
saja dugaanku, kudengar suara desahan dan PLOKK!! PLOKK!! PLOKK!! yang
sangat jelas.

Kuikuti sumber suara tersebut dan melihat Winda yang sedang di doggy oleh
Yudi dari belakang. Mereka ngentot di sofa dengan panas.

“Aahh aahh.. Selamat datang sayang..” Ucap Winda dengan mata sayu menatap
ke arahku.

Aku melotot melihat toketnya yang sedikit bertambah besar menggantung dengan
indahnya bergoyang maju mundur seiring dengan genjotan Yudi di belakangnya.
Apakah kehamilannya ini yang membuat teteknya lebih besar?

Ku kocok kontolku yang sudah tegang dan kedutan, Winda dan Yudi hanya
tertawa saja melihatku puas mengocok kontolku. Kali ini mereka tidak
melarangku untuk ngocok dan mengabaikan keberadaanku.

Kupikir mereka sudah mengizinkanku, maka dari itu ku putuskan untuk masuk ke
dalam kamar, duduk di meja rias sambil menikmati Winda dan Yudi ngentot, kali
ini Yudi merubah posisi dia baringkan Winda dengan menambahkan bantal di
pinggulnya, kemudian mencengkram kedua paha Winda dan menaikannya
semakin tinggi.

Dengan posisi seperti itu Yudi bisa dengan mantab menggenjot Winda dari atas.
PLOKK!! PLOKK!! PLOKK!! Rasanya pasti sangat nikmat sekali.

“Oohh oohh enak banget sayang.. Aahh ahh.. Kontol Yudi bener bener kerasa di
memek aku sayang..Kontol kecil kamu mana bisa kaya gini sayang..” Ucap Winda
sambil menggodaku dengan terus menatap wajahku dan merendahkan diriku.

“Bener bro, sayang banget memek seenak ini malah dapet kontol kecil kaya lu..
Apalagi kontol lu cepet banget crotnya.. Sayang memek seenak ini malah disia
siain.. Tau lu lemah gini mending dari dulu gw entot bini lu..”

“Oohh terus bro, genjot memek bini gw, kontol kecil kaya gw ga pantes dapet
memek enak kaya gitu, hajar juga anusnya, dari dulu gw pengen banget anal bini
gw, tapi kayanya kontol lu yang lebih pantes buat anus bini gw bro.”

Selama setengah jam aku tidak henti hentinya merendahkan diriku sendiri,
sampai akhirnya Yudi dan Winda sama sama fokus menggoyangkan pinggulnya,
tidak begitu lama keduanya mengerang bersamaan dan Yudi berkata sudah crot
di dalam memek istriku.

Setelah selesai ngentot Yudi dan Winda membuat aturan, “Kalau lu pengen kita
ngentot lagi, lu ga boleh ngeliat kita lagi, sekalipun lu ada di kamar yang sama.”

“Hah?! Maksudnya?”

“Gw bakalan tinggal di rumah ini, kita tidur bertiga, dan kalau gw lagi ngentot
sama bini lu, lu ga boleh ngeliat ke arah sini, pokoknya lu ga boleh lagi liat, ngerti
lu??”

“Anjing liat bini sendiri bugil aja ga boleh??”

“Ga boleh, dan satu lagi, lu kita izinin buat coli tapi lu ga boleh minta bantuan
apapun sama Winda kalau mau coli.”

“Ah anjing gila lu.” Meski protes namun dalam hati ini aku malah sangat senang
dengan peraturan yang diberikan Yudi.

“Terakhir semua kebutuhan kita, mulai dari biaya makan, jajan, jalan jalan,
bahkan nginep di hotel, semua lu yang tanggung, termasuk biaya persalinan, kita
ga mau sepeserpun duit kita keluar, bener kan sayang?”
“Bener sayang, mulai sekarang kamu kerja lebih ekstra lagi ya sayang, kalau
perlu tiap hari lembur supaya bisa biayain kita, sekarang sana keluar, kita mau
ngentot lagi hahaha eh tapi terserah deh, kalau disini kamu tundukin kepala ya,
awas jangan liat kita ngentot lagi sebelum kita suruh.”

“Iya sayang.”

Aku pun menundukan kepala dan beberapa detik kemudian kudengarkan suara
orang ciuman dengan penuh nafsu, tidak lama terdengar kembali suara PLOKK!!
PLOKK!! PLOKK!! Yang sangat jelas, sepertinya mereka sudah mulai ngentot,
aku pun mulai mengocok kontolku dan membayangkan mereka sedang ngentot.

“Oohh sayang pasti enak banget ya bisa bebas ngentot kaya gitu, sayangnya aku
ga kan pernah ngerasain lagi.”

“Hahaha itu tau.. Selamat ngebayangin ya sayang.. Mulai sekarang kita bakalan
puas puasin ngentot di depan kamu tanpa bisa kamu lihat hahahaha”

Bukan kah ini semua terlalu jauh? Aku jadi budak di rumah ku sendiri. Tapi
kehidupan baru ini membuat ku semakin semangat bekerja. Tak jarang Winda
memakai kartu kredit ku hanya untuk membeli lingerie. Dia memuaskan orang
lain dengan uang ku.

4 bulan berlalu, perut Winda mulai membesar. Dan malam itu Yudi sedang tidak
di rumah. Aku berduaan dengan Winda, niatnya aku mau menggodanya. Aku
iseng mencoba minta dicoliin.

“Apa sih pa? Gak ingat ya sama peraturannya?”

“Tapi aku pengen banget, please ma”

Winda berpikir sejenak lalu menyuruh ku untuk membuka celana. Langsung ku


buka dan memperlihatkan kontol ku. Aku kemudian disuruh rebahan di lantai.
Wah aku akan dipuasin Winda lagi nih, pikir ku.

Tapi Winda tiba-tiba meletakkan kakinya di atas kontolku, menggosoknya dengan


tapak kakinya. Aku mengerang keenakan, meskipun cuma kaki tapi ini sangat
nikmat. Tak hanya menggosok, Winda juga menekan sedikit dengan tenaga.

“Enak?” tanya nya dengan wajah penuh dominasi

“Ahhh enak mah, enak banget”

“Dih, dasar suami hina, diinjak gini malah keenakan. Rasain nih..”

Tiba-tiba kakinya menekan dengan sangat keras, ngilu sekali. Dia juga sedikit
menendang biji peler ku. Badan ku menggelinjang merasakan rasa sakitnya.
“akhh mah ngilu mah, udah..stop”

“Loh, katanya enak kok udah?”

“Sakit maa, ngilu”

“Ah gak seru dong, lemah banget sih kontol kamu”

Dia menendang biji peler ku lagi. Seketika rasanya mau muntah. Aku bangkit dan
duduk tersandar di tembok. Ku pegangi kontol dan perutku. Winda mendekati ku
dan berbisik ke telinga ku.

“Mau aku kocokin?”

“Haah? Serius? Mau”

“Ada syaratnya tapi, anggap aja itu nanti hadiahnya”

“Apa mah?”

“Tunggu Yudi pulang ya sayang, sekarang mama kasih hadiah awal dulu”

Aku kebingungan, Winda mendekat dan menurunkan celananya yang ternyata


langsung mempelihatkan memeknya. Di atasnya bisa ku lihat sedikit tato
succubus, dan pahanya ada tato lain.

“Ayo pah jilatin memek mama, ini mama lagi baik loh”

Bagai terhipnotis aku langsung mengokop memekanya. Menjilat dengan rakus


menikmati rasa di kemaluanya. Tengan winda mencengkram bahu ku dan
memaksa ku untuk rebahan lagi. Wajahku langsung di timpa pantatnya.

“sekarang jilatin anus aku biar basah”

Deg, aku terkejut dan merasa ragu. Tapi winda memaksa dan terus menekan
wajahku dengan pantatnya. Akhirnya ku jilat juga lubang anusnya dengan
lidahku. Ku julurkan ke dalam dan menari-nari di sana. Ada rasa pahit dan asin
yang ku rasakan.

Kepalaku sebenarnya terhentak lantai, winda sesekali menekan dengan kuat. Dia
juga bergoyang ke kanan ke kiri merasakan geli di lubang anusnya. Samar-samar
ku dengar ada mobil berhenti di depan rumah. Mungkin itu Yudi yang sekarang
sudah pulang. Benar saja Yudi kemudian masuk ke kamar. Dia langsung melihat
kelakuan Winda yang sedang menduduki wajah suaminya sendiri.

“Ehh sayang udah pulang” ucap winda dengan nada senang sambil bangkit dan
wajah ku.
“kok udah mulai sih?” tanya Yudi

“Gapapa lah hitung-hitung hadiah, nanti aku bakal kasih dia hand job”

“Owh, untuk yang terakhir kalinya kan?”

“Ya iya dong, kan setelah ini dia udah gak bisa nyentuh kontol lemahnya lagi”

Hah, apa maksudnya? Aku kemudian bangkit dan melihat Winda memegang
sebuah alat pengurung kontol, Chastity. Aku tau mereka akan mengurung ku.
Aku panik dan mau kabur tapi Yudi langsung meninju wajah ku dengan sangat
keras. Aku langsung terjatuh lemas di lantai.

“Aduh pa, padahal tinggal duduk aja dapat yang enak-enak loh” ucap Winda
mendekati ku.

“Langsung kunci aja, budak gak patuh gini gak pantas di kasih hadiah” tambah
Yudi memandang ku dengan senyum iblisnya

Aku mulai merasakan tangan Winda di kontol ku. Kemudian merasakan benda
dingin yang mengunci kontol ku. Klik, chastity itu terpasang di kontol ku. Aku
sendiri hampir pingsan jadi tidak bisa berbuat apa-apa.

Kemudian ku dengar mereka naik ke tempat tidur. Mereka mulai bermesraan,


mulai ciuman dan saling meraba. Aku akhirnya kehilangan kesadaran ku. Tidak
tau sudah berapa lama, aku terbangun dan menyadari posisi ku masih di lantai.

Saat aku membuka mata lebih lebar aku menydari tepat di atas ku ada memek
Winda. Yang tentunya sedang di sodok kontol Yudi. Cairannya sedikit menetes
tepat di mulutku. Mereka ngentot gaya doggy dengan aku di bawahnya.

“Eh papa udah bangun ya?” ucap Winda

Kemudian ku rasaskan kontolku sangat sakit. Efek dari chastity yang mengurung
kontol ku. Tiba-tiba Winda meremas biji peler ku. Aku memberontak kesakitan
dan merasa mulas. Tapi ada juga rasa nikmat yang ku rasakan.

Tak butuh waktu lama aku crot. Winda dan Yudi ketawa melihat itu. di saat yang
bersamaan juga Yudi mengganti genjotannya. Dia menarik kontolnya dari memek
Winda. Kemudian memasukkannya ke dalam anus Winda.

Skip...

Beberapa hari berlalu setelah aku dikurung dengan chastity. Hidup ku sekarang
sangat berubah. Aku tidak lagi merasakan nafsu, jiwa ku terasa kosong. Bahkan
ketika mendengar Winda ngentot saja aku biasa aja.
Apakah ini yang namanya menerima takdir?

Saat ini aku sedang sendirian di rumah, memandangi foto pernikahan kami.
Betapa bahagainya aku di hari itu, berhasil menikahi wanita pujaan ku. Memulai
kehidupan baru dengan damai. Tapi siapa sangka itu hanya berlangsung 3 bulan.
Dan dalam 4 bulan ini kehidupan ku hancur.

Istriku selingkuh dengan teman ku, aku malah menikmatinya. Kini istriku
bertransformasi menjadi wanita binal layaknya lonte. Dia juga sedang
mengandung bayi teman ku. Sedangkan aku menjadi budak mereka berdua.
Kontol ku juga enggan untuk tegak.

Hp ku tiba-tiba berbunyi, itu adalah panggilan video dari Yudi. Ternyata dia
sedang ngentot dengan istriku. Dia ngentot doggy style, bisa ku lihat kontolnya
keluar masuk dengan lancar di anal istriku. Yang membuat ku terkejut mereka
tidak hanya berduaan di kamar hotel. Ada 3 orang lagi yang sedang menunggu
giliran. Kemudian kamera berganti memperlihatkan wajah Yudi.

“Halo teman baik ku, ini kami mau gangbang istri lu. Katanya dia ngidam nih mau
ngerasain banyak kontol. Aku bawa 3 orang gak kenal siapa, haha. Udah ya nanti
lagi, nanti aku kabari”

Sudah lama kontolku tidak tegak, mendapatkan informasi seperti ini kontol ku
langsung tegang. Tapi karena ada chastity jadinya sangat ngilu. Ku coba usap
perlahan dengan jariku. Lumayan terasa sedikit dari celah-celahnya. Aku usap
selama beberapa menit sampai mau crot.

Lalu Yudi mengirimkan foto sekali lihat, di mana Winda sedang duduk di lantai
dengan 3 orang di belakangnya. Mereka telanjang dan kontolnya ngaceng
semua. Winda berpose mengangkat 2 tangan seolah memamerkan 3 pria itu. Ahh
aku pengen coli pengen coli. Gimana ini chastity ku sangat menggangu.

2 jam berlalu akhrinya Yudi memberikan kabar. Dia mengirimkan 1 foto sekali
lihat yang membuat ku terpana. Winda dengan perutnya yang sudah membesar
telentang di ranjang. Tentu saja dia telanjang bulat. Kakinya mengangkang lebar,
dan tubuhnya dipenuhi sperma kental.

Dia mengirimkan 4 foto lagi, masih dengan fitur sekali lihat. Foto pertama Winda
menyepong salah satu pria di sana. Sedangkan 2 orang lainnya meremas toket
Winda. Foto kedua istriku sudah dientot dengan gaya berdiri. Dia digendong dari
belakang, orang itu masuk di anal istriku.

1 orang dari depan masuk di memeknya. Terlihat mereka agak hati-hati karena
kehamilan istriku. Dan terakhir membuat ku bergidik. Istriku sedang posisi WOT,
dan dibelakangnya ada 2 kontol masuk ke anus. Foto terakhir ada Yudi yang
sedang disepong deepthroat oleh istriku. Dia juga menekan kepala istriku, wajah
Winda memerah.
Tak lama setelah itu mereka pulang. Ku lihat istriku tampak sangat cerita.
Padahal dia habis digangbang, kok bisa-bisanya kelihatan gak capek.

“Gimana pa? Mama hot banget kan tadi?” tanya nya dengan nada ceria

“I-iya mah, gila itu gila banget”

“Hihi, mama laper nih habis digangbang, masakin dong. Yang enak ya papa
sayang”

Tamat...

Anda mungkin juga menyukai