TUGAS JURNAL
INOVASI PENGOBATAN PENYAKIT KOLERA
Dosen pengampu: Ns Imam Fajlurahman
1
|
2
|
3
|
Jurnal Prima Medika Sains p-ISSN : 2686-
3502
Vol. 02 No 1 (2020) e-ISSN : 2714-
Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol kulit jeruk manis (Citrus
Sinensis) terhadap bakteri Vibrio Cholerae
Maya Sari Mutia*, Cici Valentina Manalu
Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia
*Korespondensi: mayasarimutia@[Link]
DOI: 10.1616/jpms.v2i1.864
© 2020 JPMS. All rights reserved
Abstrak
Penyakit kolera merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Vibrio
cholerae dengan manifestasi klinik berupa diare. [Link] dapat menginfeksi manusia melalui rute
pencernaan (fecal-oral). Manifestasi klinik berupa penyakit kolera akan timbul apabila jumlah bakteri
yang masuk mencapai jumlah tertentu. Indonesia merupakan negara megabiodiversity yang kaya
akan tanaman obat, dan sangat potensial untuk dikembangkan, tapi belum dikelola secara maksimal.
Tumbuhan jeruk manis merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk
pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri ekstrak kulit jeruk
manis (Citrus sinensis L) terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae. Jenis penelitian ini adalah
eksperimen laboratorik dengan menggunakan difusi cakram dengan rancangan Posttest Only Control
Group Design untuk melihat aktivitas ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis L) terhadap bakteri
Vibrio cholerae. Penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut (1) Sterilisasi Alat, (2) Persiapan
dan Pembuatan Ekstrak Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis), (3) Pembuatan Konsentrasi Ekstrak Kulit
Jeruk Manis (Citrus Sinensis), (4) Pembuatan Biakan Bakteri (5) Pembuatan Media Biakan, (6) Uji
Sensitivitas. Hasil penelitian diperoleh ekstrak etanol kulit jeruk manis memiliki efektivitas terhadap
pertumbuhan bakteri Vibrio Cholerae.
Kata Kunci : Antibakteri, Citrus Sinensis, Vibrio Cholerae
Abstract
4
|
Cholera is a disease of the digestive tract caused by the bacterium Vibrio cholerae with clinical
manifestations of diarrhea. [Link] can infect humans through the digestive route (fecal-oral).
Clinical manifestations of cholera will arise if the number of bacteria that reaches a certain amount.
Indonesia is a megabiodiversity country that is rich in medicinal plants, and has great potential to be
developed, but has not been maximally managed. Sweet orange plant is one type of plant that can be
used for treatment. This study aims to determine the antibacterial effectiveness of sweet orange peel
extract (Citrus sinensis L) on the growth of Vibrio cholerae bacteria. This type of research is a
laboratory experiment using disc diffusion with a Posttest Only Control Group Design to see the
activity of sweet orange peel extract (Citrus sinensis L) against Vibrio cholerae bacteria. The research
was carried out with the following stages (1) Sterilization of Tools, (2) Preparation and Manufacture
of Sweet Orange Skin Extract (Citrus Sinensis), (3) Making Sweet Orange Skin Extract Concentration
(Citrus Sinensis), (4) Making Bacteria Culture (5) Making Culture Media, (6) Sensitivity Test. The
results obtained by ethanol extract of sweet orange peel have an effectiveness on the growth of
Vibrio Cholerae bacteria.
Keywords: Antibacterial, Citrus Sinensis, Vibrio Cholerae
Pendahuluan kan sebagai aromatik dengan komposisi
Tumbuhan jeruk manis merupakan salah senyawanya adalah limonene, sitronelal, gera-
satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan niol, linalol, α-pinen, mirsen, β-pinen, sabinen,
untuk pengobatan. Jeruk manis (Citrus sinensis geranil asetat, nonanal, geranial, βkariofilen,
L) salah satu tanaman yang banyak ditanam di dan α-terpineol.1 Kandungan nutrisi, vitamin
Indonesia, terutama di Jawa. Kulit jeruk manis dan mineral seperti vitamin C, protein, amino
menghasilkan minyak atsiri yang sering diguna- nitrogen, kalsium, magnesium, kalium, bele-
5
|
Jurnal Prima Medika p-ISSN : 2686-
Sains Vol. 02 No 1 3502
(2020) e-ISSN : 2714-
rang paling tinggi justru di bagian kulit jeruk tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri
dibandingkan pada dagingnya atau sari buah kulit jeruk manis, sehingga hasil dari penelitian
jeruk.2 ini diharapkan menjadi alternatif bahan alami
Tanin dan pektin merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai antibakteri.
komponen fenolik yang terdapat dalam kulit
jeruk yaitu sekitar 23%. Pengambilan senyawa Metode Penelitian
fenolik ini dapat menggunakan metode yang Penelitian ini dilakukan mulai bulan Agus-
disebut ekstraksi yang di mana bertujuan untuk tus sampai dengan September 2019 di Labora-
mendapatkan hasil yang tinggi dalam waktu torium Farmasi dan Toksitologi Fakultas Far-
yang relatif singkat.3 Pektin termasuk senyawa masi Universitas Sumatera Utara dan Laborato-
polisakarida kompleks yang komposisinya ber- rium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Univer-
gantung dari sumber dan kondisi yang dipakai sitas Prima Indonesia. Sampel yang digunakan
dalam cara isolasinya. Komponen utama dari dalam penelitian ini adalah kulit jeruk manis
senyawa pektin yaitu asam D-galakturonat (Citrus sinensis) berupa serbuk simplisia kering
tetapi terdapat D-galaktosa, L-arabinosa dan L- kulit jeruk manis yang didapatkan di daerah
rhamnosa dalam jumlah bervariasi dan kadang- Sambu Kota Medan serta biakan murni dari
kadang terdapat gula-gula lain dalam jumlah bakteri Vibrio Cholerae. Cara kerja penelitian
kecil.4 dijelaskan dalam beberapa langkah sebagai
Dalam bidang farmasi pektin dimanfaat- berikut:
kan sebagai antidiare, detoksikan menurunkan 1. Sterilisasi Alat
tingkat kolesterol darah, anemia dan pencam- Alat dan benda yang akan dipakai harus
puran bahan obat-obatan. Hal ini disebabkan diatur dengan sedemikian rupa saat hendak
karena pektin memiliki efek haemostatic dan dimasukkan ke dalam autoclave sehingga
anti fibronilitik yang dapat meningkatkan laju semua bagian alat dapat terkena uap secara
sedimentasi eritrosit.5 Pektin bekerja sebagai merata dan juga menyeluruh dengan
adsorbent dalam usus dan juga digunakan tekanan yang digunakan sebesar 1,5 kg/cm 2
untuk obat luka sebagai hemostatik agent. pada suhu 12oC selama 15 menit meng-
V. cholerae termasuk bakteri gram negatif, gunakan autoclave. Alat dan benda harus
berbentuk batang bengkok seperti koma dibungkus untuk mencegah terjadinya
dengan ukuran panjang 2-4 µm. Koch menama- rekontaminasi setelah keluar dari autoclave.
kannya “kommabacillus”. Bakteri ini bisa 2. Persiapan dan Pembuatan Ekstrak Kulit
menjadi batang yang lurus mirip dengan Jeruk Manis (Citrus Sinensis)
bakteri enteric gram negatif bila inkubasi Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) didapat-
diperpanjang. Bakteri Vibrio cholerae memiliki kan dari daerah Kota Medan Jalan Sentral
satu buah flagela halus pada ujungnya Pasar. Pembuatan sampel melalui bebera-
(Monotrikh) yang menyebabkan bakteri ini pa proses yaitu pencucian, pengupasan, dan
bergerak sangat aktif. Bakteri ini tidak mem- pengerigan. Pertama, kulit jeruk manis
bentuk spora, bentuk koloninya cembung sebanyak 5 kg dicuci dahulu hingga bersih,
(convex), dan bergranula bila disinari.6 kemudian dikupas. Kedua, kulit jeruk manis
Dalam keadaan alamiah, Vibrio cholerae dijemur selama 14 hari. Ketiga, kulit jeruk
patogen terhadap manusia. Bakteri ini tidak manis dhaluskan dengan menggunakan
tahan asam dan panas sehingga bakteri ini blender. Dalam pembuatan ekstrak kulit
sangat sensitif dengan asam. Jika seseorang jeruk manis, dilakukan menggunakan cara
mengonsumsi makanan megandung bakteri maserasi menggunakan etanol 96% dengan
sebanyak 102-104 sel/gram pada makanan takaran 10 kali lebih banyak dari berat
maka seseorang dengan asam lambung yang bubuk halus kulit jeruk manis, dan dilakukan
normal akan terinfeksi oleh Vibrio.7 sebanyak 2 kali penyaringan menggunakan
Pemanfaatan kulit jeruk sebagai anti kertas saring. Hasil dari maserasi ini lalu
bakteri belum banyak dilakukan selama ini, dimasukkan ke dalam rotary evaporator
sehingga dilakukan penelitian aktivitas anti selama kurang lebih 20 jam untuk memisah-
bakteri kulit jeruk manis (Citrus sinensis) kan etanol dari ekstrak sampai menjadi
terhadap Vibrio Cholerae. Penelitian ini ber- kental.
6
|
Jurnal Prima Medika p-ISSN : 2686-
Sains Vol. 02 No 1 3502
(2020) e-ISSN : 2714-
3. Pembuatan Konsentrasi Ekstrak Kulit Jeruk plate dan dihomogenkan dengan stirrer
Manis (Citrus Sinensis) hingga larut dengan sempurna. Kemudian
Ekstrak kemudian dicampur dengan alkohol Erlenmayer ditutup menggunakan alumi-
agar diperoleh konsentrasi yang dibutuh- nium foil. Kemudian media disterilkan pada
kan. Dalam penelitian ini konsentrasi yang suhu 12oC selama 15 menit
digunakan yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. 6. Uji Sensitivitas
Rumus pengenceran konsentrasi = x 100%. Uji sensitivitas dilakukan dengan cara:
Sehingga apabila ingin mengencerkan eks- Pertama, usapkan bakteri ke media NA
trak hingga 20% maka yang diperlukan ada- dengan menggunakan cotton swab, diam-
lah 2 gram ekstrak yang dilarutkan dalam 10 kan selama 10-15 menit. Lalu letakkan dan
ml etanol teknis 96% yang bertindak seba- rendam blank disk ke dalam masing-masing
gai pelarut. konsentrasi ekstrak kulit jeruk manis.
4. Pembuatan Biakan Bakteri Kemudian letakan pada permukaan media
Pembuatan biakan bakteri ini bertujuan agar yang berisi bakteri dengan mengguna-
memperbanyak jumlah bakteri yang akan kan pinset. Setelah itu, inkubasi dalam suhu
digunakan. Hal ini dilakukan dengan cara 37oC selama kurang lebih 48 jam. Terakhir,
menginokulasi 1 ose biakan murni bakteri periksa dan ukur zona hambat atu zona
[Link] dari agar ke dalam media nutri- bening yang terbentuk menggunakan peng-
ent broth yang kemudian diinkubasi pada garis.
suhu 37oC selama 24 jam.
5. Pembuatan Media Biakan Hasil dan Pembahasan
Media yang digunakan untuk bakteri [Link]- Efektivitas antimokroba kulit jeruk manis
lerae ini adalah media cair yaitu Nutrient (Citrus Sinensis) terhadap bakteri Vibrio
Agar (NA). Untuk membuat media NA ini, Cholerae ditunjukkan dengan adanya zona
sebanyak 28 gram dalam 1000 ml aquadest hambat atau zona bening di sekeliling kertas
kemudian medium Nutrient Agar (NA) di- cakram. Diameter zona hambat diukur dengan
masukkan ke dalam Erlenmayer ukuran 500 menggunakan jangka sorong dengan konsen-
ml. Media yang telah berisi Nutrient Agar trasi 25%, 50%, 75%, dan 100% didapat zona
(NA) dipanaskan dengan menggunakan hot- hambat seperti tabel dan gambar di bawah ini:
Tabel 1.
Hasil Pengukuran Zona Hambat Kult Jeruk Manis (Citrus Sinensis)
Diameter Zona Hambat (mm)
Konsentrasi
Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 Rata-rata
25% 0,00 0,00 0,00 0,00
50% 11,58 12,56 13,96 12,70
75% 15,30 19,12 15,30 16,57
100% 22,36 30,40 23,32 25,36
Berdasarkan tabel di atas, diketahui pada disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae. Hal ini
ekstrak etanol kulit jeruk manis konsentrasi dapat dilihat dari hasil penelitian dan tabel
25% sampai dengan konsentrasi 100% terus yang menunjukkan masing-masing hasil ke-
mengalami peningkatan diameter zona ham- efektifan kulit jeruk manis (Citrus Sinensis)
bat. Dapat diketahui bahwa kulit jeruk manis terhadap Vibrio Cholerae.
(Citrus Sinensis) mengandung senyawa berupa
alkaloid dan flavonoida. Metode yang diguna- Kesimpulan
kan untuk menguji kandungan senyawa meta- Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
bolit sekunder pada penelitian ini bersifat ekstrak etanol kulit jeruk manis memiliki efek-
kualitatif, artinya hanya mendeteksi ada tidak- tivitas terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio
nya kandungan senyawa metabolit sekunder. Cholerae. Hal ini ditunjukkan dengan ter-
Pada penelitian ini kandungan tersebut ber- bentuknya zona hambat atau daerah bersih di
manfaat untuk mengatasi penyakit kolera yang sekitar kertas cakram pada konsentrasi 25%,
7
|
Jurnal Prima Medika p-ISSN : 2686-
Sains Vol. 02 No 1 3502
(2020) e-ISSN : 2714-
50%, 75% dan 100%. Diameter zona hambat
tertinggi adalah pada konsentrasi 100% yaitu
25,36 mm sedangkan diameter zona hambat
terendah adalah pada konsentrasi 25% yaitu
0,00 mm. Hal yang disarankan berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu
mengharapkan masyarakat agar dapat meng-
gunakan kulit jeruk manis (Citrus Sinensis)
sebagai pengobatan tradisional atau alternatif
untuk mengobati penyakit kolera.
Referensi
1. Indah S. Keajaiban Kulit Buah. Tribun Media.
Surabaya. 2013.
2. Pracaya. Jeruk Manis. Penebar Swadaya.
Jakarta.1992
3. Rahmawati A, Putri WDR. Karakteristik Eks-
trak Kulit Jeruk Bali Menggunakan Metode
Ekstraksi Ultrasonik (Kajian Perbandingan
Lama Blansing dan Ekstraksi). Jurnal Pangan
dan Industri Vol. 1 No. 1: 2013
4. Fitriani V. Ekstraksi dan Karakterisasi Pektin
dari Kulit Jeruk Lemon (Citrus medicavar
Lemon). Fakultas Teknologi Industri Per-
tanian Institut Pertanian Bogor: 2003.
5. Lubis MA. Pengaruh Jumlah Pengendap dan
Alat Pengering Pada Pembuatan Pektin
Berbahan Baku Kulit Jeruk Manis. Fakultas
Teknologi Industri Pertanian Institut Per-
tanian Bogor:2003.
6. Matson JS, Withey JH, Ditita VJ. Regulatory
Network Controlling Vibrio Cholerae. Viru-
lence Gene Expression. American Society
For Microbilogy, 64 (4). 2007
7. Dziejman M, Balon E, Boyd D, Fraser CM,
Heidelberg JF, Mekalanos JJ. Comparative
genomic analysis of Vibrio cholerae: Genes
that correlate with cholera endemic and
pandemic disease. Proceedings of the Nati-
onal Academy of Sciences Feb 2002, 99 (3)
1556-1561: 2002.
8
|