Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
Sistem Pakar Menggunakan Metode Backward
Chaining Untuk Mengantisipasi Permasalahan
Tanaman Kacang Kedelai Berbasis Web
Ilka Zufria¹, Heri Santoso², Darsih³
Prodi Ilmu Komputer, Universitas Islam negeri Sumatera Utara
Jln. IAIN No. 1 Medan Sutomo-Sumatera Utara
¹ilkazufria@[Link], ²herisantoso@[Link], ³darsih698@[Link]
Abstract
Soybeans (Glycine max (L.) Merill.) are an important source of protein in Indonesia, it is a part
of variety of beans. The soybeans’ need is increasing as people demand for raw materials. While
there are so many problems with soy plants that they cause the decline in soy production. The
decline in the production of soybean plants has been due to both pest and disease factors.
Therefore in this condition it would require an expert to address the problem of soy farmers,
but in this condition the lack of an expert and the time of the expert is a problem, so with by
existence expert system can provide an alternative to addressing problems. This system of
experts can be used to help soy farmers in an effort to identify pests and crop diseases and how
the prevention and treatment of pest and soy diseases. The system was used Backward Chaining
methods. This application made based Web used PHP programming language.
Keywords: Soybean, Pests and Soybeans' Disease, System of Experts, Backward Chaining, Web,
PHP
Abstrak
Kedelai (Glycine max (L.) Merill.) merupakan salah sau sumber protein yang penting
diindonesia, kedelai termasuk dalam jenis tanaman polong-polongan. Kebutuhan kedelai
semangkin meningkat seiring dengan permintaan masyarakat tentantang bahan baku kedelai.
Akan tetapi masalah sering terjadi pada tanaman kedelai sehingga menyebabkan menurunnya
produksi kedelai. Menurunnya produksi tanaman kacang kedelai salah satunya karna faktor
hama dan penyakit. Maka dari itu dalam kondisi ini memerlukan seorang pakar untuk
mengatasi permasalahan petani kedelai, akan tetapi dalam kondisi ini kurangnya seorang
pakar dan waktu pakar menjadi kendala, maka dengan adanya sistem pakar dapat menjadi
salah satu alternatif dalam mengatasi masalah yang terjadi. Sistem pakar ini dapat digunakan
untuk membantu para petani kedelai dalam upaya mengetahui hama dan penyakit pada
tanaman serta bagaimana pencegahan dan penanggulangan serangan hama dan penyakit
kedelai. Sistem ini menggunakan metode Backward Chaining. Aplikasi ini dibuat berbasis Web
menggunakan bahasa pemrograman PHP.
Kata Kunci: Kedelai, Hama dan Penyakit kedelai, Sistem Pakar, Backward Chaining, Web, PHP
1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan salah satu sumber protein di Indonesia, termasuk
kedalam jenis tanaman polong-polongan. Tanaman kacang kedelai juga
merupakan tanaman palawija atau tanaman semusim. Kedelai menjadi salah
satu bahan pangan sumber protein yang penting di indonesia. Kebutuhan
kedelai semangkin meningkat seiring dengan permintaan masyarakat
tentang bahan baku kedelai. Namun ada beberapa Masalah dalam budidaya
kedelai sehingga menyebabkan penurunan dalam hasil panen kacang kedelai,
diantaranya adalah hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman.
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |20
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
Dalam kondisi ini membutuhkan seorang pakar untuk memberikan
arahan informasi tentang bagaimana melakukan pencegahan awal dan
pengendalian yang tepat pada tanaman yang terserang. Akan tetapi
keterbatasan jumlah pakar dan lokasi sering menjadi kendala, maka dari itu
dengan adanya sistem pakar dapat menjadi salah satu alternatif dalam
mengatasi masalah yang terjadi. Sistem pakar merupakan suatu program
komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih seorang pakar
dalam bidang tertentu. Sistem ini bekerja dengan pengetahuan dan metode
analisa yang telah didefenisikan terlebih dahulu oleh pakar yang sesuai
dengan bidang keahliannya.
Bagi seorang pakar sendiri, sistem ini akan membantu aktivitasnya
sebagai seorang asisten yang sangat berpengalaman. Sistem pakar
mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules)
dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar
dalam bidang tertentu. Pada sistem pakar ini menggunakan metode
backward chaining. Dimana pada Backward Chaining ini digambarkan dalam
hal tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuan. Menggunakan
goal-drive dimulai dari harapan yang akan terjadi (Hipotesa) dan kemudian
mencari bukti yang mendukung.
Backward chaining adalah pencocokan fakta atau pernyataan yang
dimulai dari bagian sebelah kanan, dengan kata lain penalaran dimulai dari
hipotesisi tersebut harus dicari fakta-fakta yang ada didalam basis
pengetahuan. Teknik pencarian yang dimulai dari fakta yang diketahui,
kemudian mencocokkan fakta-fakta tersebut dengan IF dari rule IF-THEN.
2. METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini mencoba membantu para petani dalam melkaukan
diagnosis hama dan penyakit pada tanaman kacang kedeleai dengan solusi
pengendaliannya dan penanggulangan awa pada gejala yang sudah diderita
tanaman tersebut. Dalam sistem ini terdapat sebuah metode yang dapat
menentukan kesimpulan dari diagnosis tersebut yaitu metode backward
chaining.
a) Pengumpulan data
Untuk mendapatkan data-data yang benar, akurat dan relevan sebagai
inputan bagi sistem. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur,
obeservasi yang dilakukan di desa Bingkat, dan melakukan wawancara
dengan seorang pakar palawija dari dinas pertanian serdang bedagai dan
para petani di desa bingkat. Analisa Sistem
b) Perancangan Sistem
Perancangan sistem pada perangkat lunak untuk mengetahui hama dan
penyakit yang menyerang tanaman kacang kedelai ini membutuhkkan
data gejala dan kerusakan, pertanyaan dan pengetahuan jenis kerusakan
dan bagaimana cara menangulanginya. Perancangan sistem dalam suatu
penelitian adalah tahap yang dilakukan peneliti setelah mengumpulkan
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |21
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
semua kebutuhan sistem yang akan dirancang. Adapun tahap yang akan
dilakukan dalam perancangan sistem ini adalah, perancangan flowchart
sistem dan perancangan interface aplikasi.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis data yang akan dilakukan adalah jenis hama dan penyakit
tanaman kacang kedelai, antara lain :
Tabel 1. Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kacang Kedelai
No Kode Hama dan Penyakit
1 H01 Lalat kacang
2 H02 Lalat batang
3 H03 Ulat grayak
4 H04 Ulat jengkal
5 H05 Penggulung daun
6 H06 Kumbang kedelai
7 H07 Lalat pucuk
8 H08 Ulat polong
9 H09 Penggerek polong
10 H10 Kepik hijau
11 H11 Kepik coklat
12 H12 Karat daun
13 H13 Sapu
14 H14 Kerdi
15 H15 Busuk Rhizoctonia
16 H16 Antraknose
Adapun gejala-gejala dari hama dan penyakit yang menyerang tanaman
adalah:
Tabel 2. Gejala-Gejala Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kacang Kedelai.
Kode Gejala Gejala Hama dan Penyakit
GD001 Gejala awalnya adalah terdapat bintik-bintik putih pada keping biji,
daun pertama atau daun kedua
GD002 Gejala lebih lanjutnya adalah terdapat lubang kecil-kecil bekas
gerekan berwarna coklat.
GD003 Tanaman menjadi layu
GD004 Daun-daunnya menguning dan akhirnya mati
GD005 Terdapat bintik-bintik bekas tusukan alat peletak telur
GD006 Terdapat lubang gerekan pada batang dan dapat menyebabkan
tanaman layu, mengering dan mati.
GD007 Daun yang terserang berlubang-lubang tidak menentu ukurannya
GD008 Tanaman menjadi gundul
GD009 Serangan berat pada daun mengakibatan yang tersisa tinggal tulang-
tulang daunnya dan keadaan ini terjadi pada fase pengisian polong.
GD010 Ulat memakan daun muda dan tua sehingga daun berlubang
GD011 Serangan larva instar muda menyebabkan bercak-bercak putih pada
daun karna yang tertinggal hanya epidermis dan tulang daun.
GD012 Merusak tanaman kedelai pada umur 3-6 minggu setelah tanam.
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |22
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
Kode Gejala Gejala Hama dan Penyakit
GD013 Bagian daun digulung dan dimakan sampai tulang-tulang daunnya,
sehingga daun menjadi rusak.
GD014 Hama ini menyerang hampir seluruh bagian tanaman kedelai,
terutama pucuk, tangkai daun muda, dan polong.
GD015 Tanaman menajdi rusak tidak beraturan.
GD016 Batang tanaman kedelai yang digerak menjadi rusak hingga tinggal
lapisan kulitnya.
GD017 Serangan lebih lanjut mengakibatkan pucuk-pucuk tanaman menjadi
layu dan mengering
GD018 Serangan hama ini biasa terjadi pada waktu tanaman kedelai
berumur 4-6 minggu setelah tanam.
GD019 Terdapat lubang pada polong kedelai sehingga rusak
GD020 Kadang-kadang membusuk
GD021 Akibat serangan penggerek polong menyebabkan kerusakan pada
polong muda maupun polong tua
GD022 Terjadi kerusakan pada bunga dan menyebabkan kegagalan
pembentukan buah (polong).
GD023 Akibat dari serangan kepik hijau menyebabkan polong ataupun biji
keriput
GD024 Terdapat bintik-bintik pada kacang.
GD025 Polong gugur atau hampa, dan mengering
GD026 Biji berbintik-bintik dan akibatnya menadi busuk berwarna hitam.
GD027 Infeksi awal dimulia dari daun-daun pada batang sebelah bawah dan
terus menjalar kedaun-daun sebelah atas
GD028 Gejala pada daun yang terserang adalah terjadi perubahan warna
dari hijau menjadi coklat, kemudain mengering dan akhirnya rotok
GD029 Ciri khas serangan penyakit karat adalah adanya bercak-bercak
coklat pada pemukaan daun sebelah bawah
GD030 Akibat serangan penyakit ini menyebabkan biji-biji kedelai tidak
berisi dan bahkan hampa.
GD031 Tanaman kedelai yang terserang daun-daunnya mengecil
GD032 Ruas-ruasnya memendek
GD033 Tunas pada ketiak berkembang sehingga seperti sapu
GD034 Gejala serangannya adalah tanaman kerdil
GD035 Warna daun lebih hijau dibandingkan dengan daun yang normal
GD036 Pada daun-daun yang muda menampakkan lekuk (keriting) dan
kasar dan berkeriput
GD037 Menunjukan perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning-
belang, terutama pada pucuk-pucuknya
GD038 Daun-daun menjadi belang-belang kuning, hijau muda atau hijau
tidak merata.
GD039 Gejala serangan yang khas adalah pada lapisan akar utama dan
pangkal batang bewarna kecoklat-coklatan
GD040 Membentuk semacam kanker cekung bewarna coklat kemerah-
merahan
GD041 Akibat membusuknya perakaran dan pangkal batang, maka tanaman
menjadi layu dan akan mati
GD042 Gejala pada polong adalah terdapat bercak-bercak berwarna gelap
kebasah-basahan dan tampak kempis
GD043 Gejala pada daun yang terserang adalah seperti tampak tersiram air
panas.
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |23
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
Kode Gejala Gejala Hama dan Penyakit
GD044 Perkecambaan biji terganggu
GD045 Tulang daun pada permukaan bawah pada tanaman yang terserang
biasa menebal dengan warna kecoklatan
GD046 Pada batang akan timbul bintik-bintik hitam berupa duri-duri jamur.
Berdasarkan refresentasi pengetahuan untuk mendiagnosa hama dan
penyakit pada tanaman disusun aturan (Rule) seperti pada tabel 2 berikut.
Tabel 3. Rule
No Rule
1 If GD001 DAN GD002 DAN GD003 DAN GD004 Then H01
2 If GD005 DAN GD006 Then H02
3 If GD007 DAN GD008 Then H03
4 If GD009 DAN GD010 DAN GD011 Then H04
5 If GD012 DAN GD013 Then H05
6 If GD014 DAN GD015 Then H06
7 If GD016 DAN GD017 DAN GD018 Then H07
8 If GD019 DAN GD020 Then H08
9 If GD021 DAN GD022 Then H09
10 If GD023 DAN GD024 Then H010
11 If GD025 DAN GD026 Then H11
12 If GD027 DAN GD028 DAN GD029 DAN GD030 Then H12
13 If GD031 DAN GD032 DAN GD033 Then H13
14 If GD034 DAN GD035 DAN GD036 DAN GD037 DAN GD038 Then H14
15 If GD039 DAN GD040 DAN GD041 DAN GD042 DAN GD043 Then H15
16 If GD044 DAN GD045 DAN GD046 Then H16
3.1. Implementasi Sistem
a) Form Konsultasi
Berikut adalah tampilan halaman konsultasi antara pengguna dengan
admin langsung melalui sistem pakar ini.
Gambar 1. Tampilan Form Konsultasi
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |24
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
Gambar 2. Tampilan Hasil Konsultasi
b) Form Diagnosis
Pada tampilan halaman diagnosis ini pengguna melakukan kosultasi
antar sistem dengan memilih hipotesa awal atau bagian kerusakan yang ada
pada tanaman.
Gambar 3. Hipotesa Awal
Gambar 4. Tapilan Form Diagnosis
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |25
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
Gambar 5. Tampilan Hasil Diagnosis
4. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan:
a) Sistem pakar ini dapat melakukan konsultasi dengan mengunggah foto
sebagai media konsultasinya.
b) Admin dapat melakukan proses penginputan data seperti penambahan,
pengeditan, penghapusan data tanaman kacang kedelai didalam basis
pengetahuan sehingga informasi dapat berkembang sesuai dengan
perkembangan hama dan penyakit pada tanaman kacang kedelai,
sehingga nantinya sistem akan dapat memberikan informasi yang tepat.
c) Sistem pakar ini dapat menampilkan hasil diagnosis yang disertai dengan
solusi pencegahan dan penanggulangan dari gejala-gejala yang diderita
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |26
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
DAFTAR PUSTAKA
[1] Anhar. 2010. PHP & MySQl Secara Otodidak. Jakarta. PT TransMedia.
[2] Dhiaksa, A. (2016). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Menggunakan
Metode Forward Chaining (Studi Kasus : Puskesmas Kalasan Sleman,
Yogyakarta). Skripsi, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains
Dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 21–23.
[3] Fauzi, A. R., & Puspitawati, M. D. (2018). Budidaya Tanaman Kedelai (
Glycine Max L.) Varietas Burangrang Pada Lahan Kering Cultivation Of
Soybean Of Burangrang Variety In Dry Land. JUrnal Bioindustri, 1(1), 1–
9.
[4] Firman, A., Wowor, H. F., Najoan, X., Teknik, J., Fakultas, E., & Unsrat, T.
(2016). Sistem Informasi Perpustakaan Online Berbasis Web. E-Journal
Teknik Elektro Dan Komputer, 5(2).
[5] Mhd Furqan, dkk. 2013. Jaringan Komputer dan Database Menggunakan
[Link] PRESS. Jalan Williem Iskandar, Pasar V.
[6] Ginting W, N. S., & Sindar RMS, A. (2018). Sistem Pakar Diagnosa
Penyakit Kedelai Menggunakan Metode Certainty Factor. UPI YPTK
Jurnal KomTekInfo, 5(1), 36–41.
[7] Hasibuan Hakkul Yakin. 2015. Sistem Pakar Dalam Mendiagnosa
Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Metode Backward Chaining.
Sekolah Tinggi Manajemen Informasi dan Komputer. TRIGUNA
DHARMA. MEDAN
[8] Hayadi B Herawan. 2018. Sistem Pakar: Penyelesaian Kasus
Menentukan Minat Baca, Kecenderungan, dan Karakter Siswa dengan
Metode Forward Chaining. Yogyakarta. Deepublish.
[9] Irwan, A. W. (2006). Budidaya Tanaman Kedelai ( Glycine max ( L .)
Merill ). Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas
Padjadjaran Jatinangor, 1–43.
[10] Kartikasari, Y. D., & Arifianto, D. (n.d.). Sistem pakar diagnosa hama dan
penyakit tanaman kopi menggunakan metode backward chaining
berbasis web. Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Jember.
[11] Marwanto, dkk. 2017. Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai :
Identifikasi dan Pengendaliannya. Bogor. Puslitbangtan.
[12] M, Arhami., 2015, Konsep Dasar Sistem Pakar, Yogyakarta, Andi.
[13] Putra, R. (2008). Pemanfaatan Backward Chaining Pada Penelusuran
Gejala Mata Manusia. Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu
Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
[14] Rukmana rahmat. 1996. Kedelai Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta.
Kanisius.
[15] Radianto. 2019. Permasalahan Pada Tanaman Kacang Kedelai Mengenai
Hama dan Penyakitnya. Dinas Pertanian Serdang Bedagai.
[16] Saputro Haris, 2012. MySQL : Modul Pembelajaran Praktek Basis Data
(MySQL).[Link]
(diakses: 11 sepember 2019)
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |27
Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI)
Volume 5 Nomor 1, Maret 2021, pp. 20-28
ISSN: 2548-9771/EISSN: 2549-7200
[Link]
[17] Sabra, A. (2011). Analisa dan Perancangan Aplikasi Sistem Pakar
Dengan Metode Backward Chaining Untuk Mendiagnosa Penyakit
Tanaman Kopi. Skripsi, Program Ekstensi S1 Ilmu Komputer, Depatemen
Ilmu Komputer, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Sumatera Utara Medan.
[18] Sasmito, G. W. (2017). Sistem Pakar Diagnosis Hama dan Penyakit
Tanaman Hortikultura dengan Teknik Inferensi Forward dan Backward
Chaining. JUrnal Teknologi Dan Sistem Komputer, 5(April), 69–74.
[Link]
[19] Setiawan, A. F., & Wahidah, R. N. (2016). Sistem Pakar Diagnosa
Penyakit Tanaman Kacang Kedelai Menggunakan Metode Forward
Chaining Berbasis Web,. Jurnal Antivirus, 10(2).
[20] Tarigan, F. A. (2014). Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Ginjal
dengan Metode Backward Chaining. Jurnal TIMES, III(2), 25–29.
[21] Tridianto, S. (2016). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai
Merah Dengan Metode Backward Chaining Berbasis Web (Studi Kasus :
Petani Cabai Desa Kutayasa). Skripsi, Program Studi Teknik Informatika,
Fakultas Teknik, Universitas Pgri Yogyakarta.
[22] Yusuf, RN & Khairuna. (2017). Sistem Pakar Deteksi Awal Penyakit
Tuberkulosis Dengan Metode Bayes. Fakultas Sains Dan Teknologi
UNiversitas Islam Negeri Sumatera Utara. Klorofil. Vol 1. No 1.
[23] Zufria, I. (2016). Pemodelan Berbasis UML ( Unified Modeling Language )
dengan Strategi Teknik Orientasi Objek User Centered Design ( UCD )
dalam Sistem Administrasi Pendidikan Pemodelan Berbasis UML ( Unified
Modeling Language ) dengan. (January 2013).
Sistem Pakar Metode BC untuk Mengantisipasi Kacang Kedelai (Ilka Zufria) |28