LAMPIRAN I
SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RS. MARINA PERMATA
NOMOR 007/SK/DR/RSMP/V/2022
TENTANG PERUBAHAN SUSUNAN DAN
KEANGGOTAAN TIM CODE BLUE
TIM CODE BLUE
RS. MARINA PERMATA
A. Ketua : dr. Danny Shandy Arivianto, [Link]-TI
B. Diklat : 1) dr. Nur Azizah Alfiyah Abdurrahman
2) dr. Nursyam Bandu
3) dr. Misna Ariyah
4) dr. Trisna Aulia Surya
5) dr. Angga Mulana Edward Pardede
3) Bahrul Elmi, S. Kep., Ns
4) Siska Damayanti, S. Kep., Ns
5) Leni Agustin, S. Kep., Ns
6) Eka Martanti, Sk. Kep., Ns
7) Dinda Amalia Sayyidi, S. Kep., Ns
8) M. Noferry Anggeriawan, S. Kep., Ns
9) Eko Rafi Ansori., S. Kep., Ns
10) Roffi Rizqi Saputra, S. Kep., Ns
C. Time Code Blue 1 : 1) Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat
2) Kepala Gawat Darurat
3) Supervisor Instalasi Gawat Darurat
4) Ketua Tim Instalasi Gawat Darurat
5) Perawat Pelaksana Instalasi Gawat Darurat
6) Kepala Ruangan Rawat Jalan
D. Time Code Blue 2 : 1) Dokter jaga Instalasi Rawat Inap
2) Kepala Ruangan Rawat Intensif
3) Perawat Instalasi Rawat Intensif
4) Kepala Ruangan Bedah Sentral
5) Perawat Anastesi
6) Kepala Ruangan Rawat Inap
7) Supervisor Rawat Inap
Hal 1 / 4
RS. MARINA PERMATA
dr. Masliani
Direktur
Hal 2 / 4
LAMPIRAN II
SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RS. MARINA PERMATA
NOMOR 007/SK/DR/RSMP/V/2022
TENTANG PERUBAHAN SUSUNAN DAN
KEANGGOTAAN TIM CODE BLUE
URAIAN TUGAS TIM CODE BLUE
RS. MARINA PERMATA
A. Ketua Tim :
1. Mengkoordinir segenap anggota.
2. Ketua Tim Code Blue adalah seorang dokter jaga yang bertugas pada hari itu sebagai
Leader Code Blue dalam melakukan tindakan penatalaksanaan.
3. Bekerjasama dengan diklat membuat pelatihan kegawatdaruratan yang dibutuhkan
oleh anggota.
B. Diklat :
1. Bekerjasama dengan Ketua membuat pelatihan kegawatdaruratan yang dibutuhkan
oleh anggota.
C. Tim Code Blue 1 dan Tim Code Blue 2 :
1. Tim I bertugas pada area lantai 1 dan Tim 2 bertugas pada area lantai 2 dan 3.
2. Bersama dokter penanggungjawab medis mengidentifikasi/ triage pasien di ruang.
3. Membantu dokter penanggungjawab medis menangani pasien gawat dan gawat
darurat diruang.
4. Memberikan bantuan hidup dasar kepada pasien gawat/ gawat darurat di ruang.
5. Melakukan resusitasi jantung paru kepada pasien gawat darurat diruang perawatan.
6. Code Blue akan dikumandangkan ketika terdapat masalah henti jantung dan napas
yang mungkin menimpa pasien, pengunjung, maupun staf.
7. Perawat yang pertama kali menemukan melakukan kompresi (1 menit 100 kompresi)
sampai Tim Code Blue yang ditentukan datang.
8. Perawat ke 1 adalah seorang perawat yang bertugas sebagai :
a. Penghubung konsultasi ke bagian lain jika diperlukan. Misalnya dokter jaga atau
dokter yang ditetapkan sebagai leader tindakan penatalaksanaan sedang
melakukan tindakan kegawatan lain, menghubungi dokter di unit gawat darurat,
jika memerlukan ICU segera menghubungi ruangan tersebut.
b. Membantu melakukan pengecekan alat & obat yang diperlukan selama tindakan
Code Blue.
c. Melaporkan kegiatan penatalaksanaan Tim Code Blue kepada instalasi pelayanan
di tempatnya bekerja.
Hal 3 / 4
9. Perawat ke 2 & Perawat ke 3 adalah perawat yang bertugas pada hari itu dengan
kualifikasi mahir BTCLS atau sejenisnya, yang akan membantu dokter melakukan
kompresi jantung dan pernafasan buatan pada kegiatan penatalaksanaan Code Blue
secara bergantian.
10. Perawat ke 4 adalah perawat alat & obat tindakan penatalaksanaan Code Blue yang
bertugas pada hari itu dan bertugas :
a. Mengecek peralatan dan obat resusitasi di trolly emergency.
b. Melaporkan kepada kepala jaga jika membutuhkan upaya penyediaan obat/ alat
yang tidak ada atau sudah terpakai.
11. Petugas Security dan Cleaning Service berkewajiban untuk membantu
mengamankan jalur evakuasi/ membuka akses jalan, mengosongkan lift untuk
mempermudah pemindahan pasien ke tempat yang aman apabila diperlukan.
RS. MARINA PERMATA
dr. Masliani
Direkturr
Hal 4 / 4