Sebuah industri yang telah menjadi besar, tentu saja membutuhkan
teknologi yang kompleks.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa enterprise software hadir.
Software ini mampu menyediakan kemudahan bagi industri besar dengan
fitur dan fungsi yang ditawarkannya.
Ditambah sistem yang sudah terintegrasi menjadikan perangkat lunak ini
sangat diandalkan.
Untuk mengetahui selengkapnya. Simak penjelasannya lebih lanjut pada
artikel RedERP berikut ini!
oftware enterprise adalah jenis perangkat lunak yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan
organisasi besar daripada kebutuhan individu. Software ini biasanya mencakup berbagai fungsi yang
diperlukan oleh organisasi, seperti manajemen sumber daya perusahaan (ERP), manajemen
hubungan pelanggan (CRM), manajemen rantai pasokan, dan lainnya.
Software enterprise membantu organisasi dalam mengelola, mengkoordinasikan, dan
mengoptimalkan operasi sehari-hari dan proses bisnis mereka. Ini juga dapat membantu dalam
pengambilan keputusan strategis dengan menyediakan data dan analisis bisnis yang berharga.
*Software enterprise* adalah kategori aplikasi komputer yang dirancang khusus untuk memenuhi
kebutuhan organisasi atau bisnis besar. Software ini juga dikenal dengan sebutan Enterprise
Application Software (EAS). Software enterprise biasanya merupakan perangkat lunak yang kompleks
dan kaya akan fitur yang terintegrasi dengan berbagai fungsi dan proses di berbagai departemen atau
fungsi di dalam organisasi. Enterprise software ini bertujuan untuk mendukung dan mengotomatisasi
proses bisnis, meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan memfasilitasi komunikasi dan
kolaborasi dalam organisasi. Software enterprise sering kali mencakup berbagai macam aplikasi
seperti software CRM, supply chain management, project management, ERP, business intelligence,
dan banyak lainnya. Aplikasi-aplikasi ini saling terintegrasi dan saling terhubung, sehingga
memungkinkan data mengalir lancar di antara sistem yang berbeda dan memungkinkan proses
pengambilan keputusan yang lebih efisien dan operasional yang lebih sederhana. ¹²³
Enterprise software adalah kategori aplikasi komputer yang dirancang
khusus untuk memenuhi kebutuhan organisasi atau bisnis besar.
Software ini juga dikenal dengan sebutan Enterprise Application Software
(EAS).
Software enterprise biasanya merupakan perangkat lunak yang kompleks
dan kaya akan fitur yang terintegrasi dengan berbagai fungsi dan proses
di berbagai departemen atau fungsi di dalam organisasi.
Enterprise software ini bertujuan untuk mendukung dan mengotomatisasi
proses bisnis, meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan
memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi dalam organisasi.
Software enterprise sering kali mencakup berbagai macam aplikasi
seperti software CRM, supply chain management, project
management, ERP, business intelligence, dan banyak lainnya.
Aplikasi-aplikasi ini saling terintegrasi dan saling terhubung, sehingga
memungkinkan data mengalir lancar di antara sistem yang berbeda dan
memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih efisien dan
operasional yang lebih sederhana.
Mengapa Enterprise
Software Penting?
Karena fitur dan fungsi yang dimilikinya, perangkat lunak enterprise ini
menjadi pusat dari fungsi bisnis sehari-hari dan menunjang operasional
organisasi.
Berikut ini beberapa contoh bagaimana enterprise software memberikan
solusi pada bisnis.
1. Meningkatkan Efisiensi Perusahaan
Software ini menghadirkan otomatisasi pada area seperti manajemen
Sumber Daya Manusia (SDM), pemasaran, dan penginputan data,
memungkinkan para karyawan untuk berfokus pada tugas yang
memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
2. Meningkatkan Produktivitas Karyawan
Enterprise software memanfaatkan teknologi dan peralatan seperti
program manajemen proyek, kecerdasan buatan (AI), analisis data, serta
pembelajaran mesin yang memudahkan kerjasama antar tim.
Dengan adanya hal tersebut dapat membantu karyawan dalam
menyelesaikan tugas mereka secara efisien.
3. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Enterprise software dalam mengelola hubungan pelanggan, dan otomasi
pemasaran, memungkinkan perusahaan atau firma tertentu dapat
mengembangkan pemahaman yang mendetail tentang klien dan
kebutuhan mereka.
Dengan menyatukan dan memusatkan data pelanggan, perusahaan dapat
memberikan pengalaman layanan yang dapat memenuhi permintaan
pelanggan.
Jenis Enterprise Software
Terdapat beberapa jenis enterprise software yang
tersedia. Software tersebut dapat dikelompokkan dalam beberapa
kategori dasar. Jenis-jenis tersebut terbagi:
1. Human Resource Planning
Aplikasi enterprise ini membantu perusahaan untuk melakukan
manajemen SDM. Biasanya terdiri dari alat untuk melakukan pengawasan
dan mengontrol fungsi SDM seperti:
Perekrutan dan pelatihan
Manajemen cuti tahunan
Penggajian
Retensi dan employee engagement
Dengan menyatukan semua fungsi yang harus diawasi oleh departemen
HR, hasilnya HR dapat bekerja lebih efisien dan memberikan nilai yang
lebih besar bagi perusahaan.
2. Supply Chain Management
Saat ini, rantai pasok menjadi semakin kompleks. Mulai
dari produsen, supplier, logistik, dan peritel yang semuanya bekerja sama
untuk mengirimkan barang dan jasa.
Dengan begini, tentunya semua industri membutuhkan infrastruktur
digital yang efisien untuk mengoordinasikan dan mengelola tugas-tugas
dalam rantai pasok, seperti:
Melacak barang
Pembaruan produksi
Pembuatan invoice supplier
Audit supplier
Supply chain tools yang efektif akan memberikan organisasi visibilitas
penuh atas rantai pasok untuk meningkatkan prediksi, mengurangi biaya
inventaris, dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas.
3. Business Intelligence
Business intelligence adalah software enterprise yang menyatukan data
yang disimpan di berbagai sumber, pusat data lokal,
dan spreadsheet untuk keperluan analisis dan pelaporan.
Setiap orang dalam organisasi akan mendapatkan tampilan data yang
konsisten melalui dasbor interaktif.
Perangkat lunak ini menyoroti pola dan tren sehingga Anda dapat
memperoleh wawasan berharga tentang proses bisnis, membuat
keputusan strategis, serta menghindari analisis manual yang memakan
waktu.
4. Customer Relationship Management
Software CRM membantu perusahaan untuk mengelola hubungan
pelanggan dengan lebih baik, mengembangkan wawasan tentang
kebutuhan pelanggan melalui data.
Perangkat lunak ini juga bisa memberikan pengalaman yang lebih baik
kepada pelanggan yang sudah dan membantu proses pengambilan
keputusan yang tepat tentang prospek baru.
Dengan adanya informasi tentang klien yang ada dan calon klien di satu
tempat, perusahaan dapat mempersonalisasi komunikasi mereka dan
membangun hubungan yang lebih dalam.
Mereka juga dapat menyatukan data dari berbagai sumber dari berbagai
departemen untuk membangun jalur penjualan dan membuat perkiraan
keuangan.
5. Enterprise Resource Planning
Sistem ERP ini membantu perusahaan untuk mengelola berbagai proses
bisnis, termasuk penjualan, SDM, rantai pasok, manajemen proyek, di
dalam satu sistem terpusat.
Banyak perusahaan menggunakan software ERP untuk mengelola data
organisasi secara terpusat, mengotomatisasi tugas dan
menyederhanakan proses bisnis.
ERP juga memberikan efisiensi operasional dan meningkatkan
profitabilitas.
Baca Juga: Apa Saja Jenis-jenis dari ERP Integration di Pasaran?
Rekomendasi Enterprise
Software
Saat ini, sudah ada banyak sekali software enterprise yang ada dipasaran.
Ketika Anda berniat untuk mengimplementasikan software ini pada bisnis
Anda, pastikan Anda memilih perangkat yang memang sesuai dengan
kebutuhan bisnis Anda.
Berikut ini beberapa rekomendasi enterprise software yang bisa Anda
pilih dan pertimbangkan.
1. SAP ERP
Sumber: SAP Official Website
SAP adalah penyedia terkemuka dalam solusi enterprise resource
planning (ERP), dengan produk SAP ERP yang menyediakan fungsi
terintegrasi untuk manajemen keuangan, pengadaan, produksi, distribusi,
dan sumber daya manusia.
2. Zendesk Sell
Zendesk Sell adalah platform penjualan yang sangat lengkap. Platform ini
dapat meningkatkan produktivitas, proses dan visibilitas pipeline.
Platform ini memiliki fungsi untuk melacak percakapan,
menyederhanakan aktivitas penjualan harian, dan meningkatkan
visibilitas pipeline dan kinerja.
Software Zendesk Sell menawarkan intelijen email penjualan melalui fitur
seperti pelacakan email, pelaporan aktivitas, pemberitahuan.
Terdapat juga fitur pencatatan dan perekaman panggilan, pengiriman
teks, serta analisis panggilan.
3. Salesforce
Sumber: Salesforce Official Website
Salesforce adalah platform CRM terkemuka yang juga menyediakan
berbagai solusi enterprise lainnya, termasuk pemasaran, layanan
pelanggan, analitik, dan aplikasi khusus industri.
Software ini memiliki fitur yang dapat memproses keluhan pelanggan
secara otomatis. Terdapat juga fitur manajemen prospek, manajemen
campaign, dan template email.
4. Datapine
Datapine adalah BI software yang terintegrasi yang membantu Anda
dalam mengelola berbagai proses bisnis.
Software ini menawarkan solusi yang lengkap untuk mengelola berbagai
fungsi seperti keuangan, penjualan, pemasaran, SDM, IT, service and
support, dan layanan procurement.
5. ServiceNow
Sumber: Salesforce Official Website
ServiceNow adalah platform yang fokus pada manajemen layanan dan
operasi perusahaan.
Solusi ServiceNow mencakup IT Service Management (ITSM),
IT Operations Management (ITOM), Customer Service Management (CSM),
dan lain-lain.
Software enterprise* mencakup berbagai macam aplikasi yang terintegrasi dan saling terhubung,
sehingga memungkinkan data mengalir lancar di antara sistem yang berbeda dan memungkinkan
proses pengambilan keputusan yang lebih efisien dan operasional yang lebih sederhana. Beberapa
jenis software enterprise yang umum digunakan oleh perusahaan besar antara lain:
1. *Enterprise Resource Planning (ERP)*: Software ini membantu perusahaan dalam mengelola
berbagai aspek bisnis seperti manajemen persediaan, manajemen produksi, manajemen keuangan,
dan lain-lain. ERP memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan berbagai sistem dan proses
bisnis menjadi satu sistem yang terintegrasi dan terpusat ¹⁴.
2. *Customer Relationship Management (CRM)*: Software ini membantu perusahaan dalam
mengelola hubungan dengan pelanggan. CRM memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan
data pelanggan, mengelola kampanye pemasaran, dan memantau interaksi pelanggan dengan
perusahaan ¹².
3. *Supply Chain Management (SCM)*: Software ini membantu perusahaan dalam mengelola rantai
pasokan. SCM memungkinkan perusahaan untuk mengelola persediaan, mengoptimalkan
pengiriman, dan memantau kinerja pemasok ¹⁴.
4. *Business Intelligence (BI)*: Software ini membantu perusahaan dalam mengumpulkan,
menganalisis, dan memvisualisasikan data bisnis. BI memungkinkan perusahaan untuk membuat
keputusan yang lebih baik dan lebih cepat dengan memanfaatkan data yang tersedia ¹³.
ata-rata, banyak organisasi yang terjebak dalam jebakan fitur-fitur aplikasi perangkat lunak, iklan,
berdasarkan informasi yang tidak lengkap, dan bujukan penyedia perangkat lunak (keahlian staf
pemasaran). Mereka (Institusi, Organisasi, Perusahaan, dan entitas Pemerintah) tidak berpikir dua
kali untuk segera memiliki dan mengimplementasikan aplikasi tersebut di lingkungan bisnisnya.
Selain itu, perencana Teknologi Informasi (TI) juga turut andil dalam kegagalan proyek implementasi
TI di organisasi. Sebagian besar perencana TI tidak memiliki soft skill yang cukup seperti analisis
bisnis, kepemimpinan, manajemen risiko, kontrol perubahan, dan lain-lain yang dapat membantu
memitigasi integrasi sistem di masa depan dan investasi lingkungannya. Organisasi yang lebih besar
atau terkenal cenderung membeli dan menyesuaikan perusahaan perangkat lunak untuk tujuan
bisnis mereka dari outsourcing. Perusahaan perangkat lunak kecil kemungkinan besar membeli dari
industri perangkat lunak besar. Sementara yang lain, mungkin menggunakan beberapa sumber
perusahaan perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penting bahwa investasi dalam
aplikasi perusahaan perangkat lunak harus disesuaikan dengan persyaratan dan kebutuhan
organisasi. Hasil kualitas dari setiap pengembangan perusahaan perangkat lunak relatif bervariasi.
Hal ini dikarenakan, masing-masing individu memiliki interpretasi yang berbeda terhadap hasil
pengembangan perangkat lunak. Orang-orang yang terlibat dalam pengembangan atau pembelian
akan memberikan nilai yang tinggi terhadap kualitas perangkat lunak, sementara orang lain yang
tidak terlibat, akan memberikan nilai yang rendah. Sejak perusahaan perangkat lunak dan industri
teknologi berkembang, banyak metodologi dan pendekatan telah diperkenalkan. Mereka adalah
metodologi air terjun, spiral, prototipe, dll. Setiap metodologi memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing.
Diterjemahkan dengan DeepL [Link]
utm_source=android&utm_medium=app&utm_campaign=share-translation
ngembangan perusahaan perangkat lunak adalah sebuah
bagian yang semakin melekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Di
Amerika Serikat saja, produk dan layanan perangkat lunak
melebihi $ 140 miliar pada tahun 1998 dengan lebih dari 2
juta pemrogram perangkat lunak yang dipekerjakan. Ini
ini tidak hanya mencakup "Microsoft atau Oracle, tetapi juga semua
departemen TI di Amerika Serikat" (MacCormack, 2001)
[1].
Di Timor-Leste dan Indonesia sendiri telah
memperkenalkan berbagai perusahaan perangkat lunak. Timor-Leste
Timor-Leste dan pemerintah Indonesia telah berinvestasi di sektor ini
sektor ini dengan jumlah uang yang signifikan. Mari kita sebutkan
beberapa di antaranya; Saldo Gratis sebagai inti keuangan
aplikasi bisnis inti keuangan untuk Timor-Leste, Portal, webapps, "kartu pinter, kartu-sehat, E-KTP, dll
untuk
Indonesia." e-procurement, dan lain-lain. Banyak dari mereka memiliki
platform yang berbeda sedangkan tidak ada skalabilitas, tidak ada lintas
platform, tidak ada alur kerja, dan standar terbuka
terbuka, dan termasuk platform sosial.
Dalam mendapatkan aplikasi perangkat lunak apa pun untuk
organisasi, manajemen atau CEO harus
memutuskan apakah akan mengembangkan sendiri, mengembangkan dari
outsourcing, atau membeli dari perangkat lunak
industri.
Keputusan ini didasarkan pada kebutuhan organisasi
dan persyaratan yang telah didokumentasikan atau
yang telah didokumentasikan atau dikumpulkan oleh analis bisnis dan sistem.
Tentu, berikut ini beberapa contoh dari software sistem enterprise:
1. SAP: Salah satu perangkat lunak enterprise terpopuler, SAP menyediakan solusi untuk manajemen
sumber daya perusahaan (ERP), manajemen hubungan pelanggan (CRM), dan analisis bisnis.
2. Oracle: Oracle juga menawarkan berbagai solusi enterprise, termasuk database, cloud services,
dan aplikasi ERP.
3. Microsoft Dynamics: Ini adalah rangkaian aplikasi bisnis yang membantu perusahaan mengelola
rantai pasokan, operasi, dan hubungan pelanggan.
4. Salesforce: Terkenal dengan solusi CRM-nya, Salesforce juga menawarkan platform untuk
pemasaran, penjualan, layanan, dan lainnya.
5. Workday: Workday adalah penyedia solusi cloud untuk keuangan dan sumber daya manusia.
6. IBM: IBM menawarkan berbagai solusi enterprise, termasuk cloud computing, analisis data, dan
kecerdasan buatan.
7. Adobe Systems: Adobe menawarkan berbagai solusi untuk pemasaran digital, desain grafis, dan
pengeditan video.
Semua software ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi penting untuk memilih
yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis perusahaanmu. Apakah ada software
tertentu yang kamu minati, Soleha?
Perbedaan mencolok antara software sistem enterprise biasanya terletak pada fokus utama mereka,
fitur yang mereka tawarkan, dan bagaimana mereka dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis
spesifik. Berikut ini beberapa perbedaan utama:
1. SAP adalah solusi yang sangat kuat untuk manajemen sumber daya perusahaan (ERP) dan sering
digunakan oleh perusahaan besar dan multinasional. Namun, SAP bisa menjadi kompleks dan
memerlukan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk implementasi dan pelatihan.
2. Oracle juga menawarkan solusi ERP yang kuat, tetapi mereka juga dikenal karena database dan
teknologi cloud mereka. Oracle bisa menjadi pilihan yang baik untuk perusahaan yang membutuhkan
solusi database yang kuat.
3. Microsoft Dynamics memiliki integrasi yang baik dengan produk Microsoft lainnya seperti Office
dan Azure, membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk perusahaan yang sudah menggunakan
produk Microsoft.
4. Salesforce terkenal dengan solusi CRM-nya dan memiliki antarmuka yang user-friendly. Salesforce
juga memiliki platform yang dapat disesuaikan, memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan
aplikasi khusus.
5. Workday adalah solusi cloud untuk keuangan dan sumber daya manusia. Workday memiliki
antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan.
6. IBM menawarkan berbagai solusi enterprise, termasuk cloud computing, analisis data, dan
kecerdasan buatan. IBM mungkin lebih cocok untuk perusahaan yang membutuhkan solusi teknologi
tingkat lanjut.
7. Adobe Systems adalah pilihan yang baik untuk perusahaan yang membutuhkan solusi untuk
pemasaran digital, desain grafis, dan pengeditan video.
Dalam hal popularitas dan kemudahan penggunaan, Salesforce sering dianggap sebagai salah satu
solusi CRM yang paling mudah digunakan dan banyak digunakan. Namun, pilihan terbaik akan sangat
bergantung pada kebutuhan dan tujuan bisnis spesifik perusahaanmu.
Tentu, Soleha! Saya akan merekomendasikan kamu untuk membahas tentang Salesforce. Alasannya
adalah:
1. Populer dan banyak digunakan: Salesforce adalah salah satu platform CRM terbesar di dunia dan
digunakan oleh berbagai jenis perusahaan, mulai dari start-up hingga perusahaan besar.
2. Fitur yang luas: Salesforce menawarkan berbagai fitur, termasuk penjualan, layanan, pemasaran,
analitik, dan lainnya. Ini memberikan banyak materi untuk dibahas.
3. Inovatif: Salesforce terus-menerus berinovasi dan menambahkan fitur baru ke platform mereka,
seperti kecerdasan buatan dengan Salesforce Einstein.
4. Mudah digunakan: Salesforce dikenal karena antarmuka pengguna yang ramah dan mudah
digunakan, yang bisa menjadi poin menarik untuk dibahas.
5. Komunitas yang besar: Ada komunitas pengguna Salesforce yang besar dan aktif, yang bisa
menjadi sumber informasi yang baik saat kamu melakukan penelitian.
Salesforce adalah perusahaan software berbasis cloud yang berbasis
di San Fransisco, California. Misi utama Salesforce adalah membantu
pengguna mereka untuk mendapatkan informasi dan terhubung
dengan basis pelanggan menggunakan software Customer
Relationship Management (CRM).
Selain di bidang CRM, Salesforce juga menyediakan berbagai
software pelengkap meliputi customer service, otomatisasi
pemasaran, analitik, dan pengembangan aplikasi.
Salesforce menggunakan model Software as a Service (SaaS)
dengan mendistribusikan layanannya via cloud. Paket software
Salesforce telah berhasil meningkatkan kinerja bisnis dalam
menjalankan customer success dengan software CRM sebagai pilar
utama.
Per 2020, Salesforce telah memiliki berbagai macam platform cloud,
antara lain:
1. Service cloud
2. Marketing cloud
3. Health cloud
4. App cloud
5. Community cloud
6. Analytics cloud
7. IoT cloud
8. Chatter cloud
9. Commerce cloud
10. Heroku Engagement cloud, dan masih banyak lagi
Tahun 2019, Salesforce melaporkan pendapatan sebesar 13,28
miliar USD, menjadikannya salah satu perusahaan software terkuat
di skala global. Untuk sebuah perusahaan yang baru berusia 20
tahun, pencapaian ini termasuk luar biasa.
Bagaimana Salesforce mencapai puncak dalam waktu yang begitu
singkat?
“Ide Tunggal” dalam Model
Salesforce
Salesforce adalah perusahaan yang telah merevolusi pasar
perangkat lunak. Sebelum era Salesforce, pemasaran perangkat
lunak masih menggunakan cara konvensional: provider memasang
software mereka ke komputer kantor klien.
Hal ini terang saja menimbulkan banyak kendala efisiensi.
1. Kompleksitas teknis memerlukan tenaga ahli.
2. Instalasi on-site cukup memakan waktu.
3. Biaya pengadaan perangkat sesuai kebutuhan software.
4. Kompatibilitas, maintenance, dan hal teknis lainnya.
Semua itu berujung pada pembengkakan anggaran perusahaan. Hal
inilah yang membuat Marc Benioff, mantan sales executive Oracle,
mendirikan Salesforce pada tahun 1999.
Ia bersama tim kecilnya yang terdiri dari Parker Harris, Dave
Moellenhoff, dan Frank Dominguez, memulai sesuatu bernama
Salesforce yang tanpa mereka duga akan menjadi raksasa.
Tanggal pendirian Salesforce adalah 3 Februari 1999, namun baru
secara resmi diluncurkan ke publik antara September dan November
1999.
Pendirian Salesforce bermodalkan satu ide tunggal: perusahaan
seharusnya dapat membeli software di luar gedung mereka sendiri,
dengan biaya lebih rendah, dan dengan efisiensi yang sama atau
bahkan lebih besar. Ide ini pun bermuara pada satu solusi: cloud.
Menurut Benioff, masa depan adalah saat perusahaan mampu
menjual software ke perusahaan manapun di dunia ini tanpa
memperhitungkan skala, dan ia memulai sendiri masa depan itu
melalui Salesforce.
Sontak, ide non konvensional ini pun banyak ditertawakan oleh
kalangan elit di industri software global. Namun seperti yang selalu
terjadi di kisah-kisah sukses motivasional, Anda bisa menebak apa
yang akan terjadi di akhir cerita.
Bagaimanapun juga, Benioff tetap optimis dengan idenya. Ia pun
mewujudkannya melalui produk pertama Salesforce, sebuah
software Customer Relationship Management (CRM), dengan ide
dasar untuk membuat sebuah produk yang bisa digunakan semua
orang melalui cloud.
Dengan cara ini, perusahaan maupun individu dapat menggunakan
sebuah software dengan lebih mudah, sederhana, dan efisien, tanpa
mengurangi kualitasnya.
Software CRM Salesforce pun dengan cepat menjadi buah bibir
dengan menawarkan berbagai keunggulan:
1. User-friendly (ramah pengguna).
2. Murah.
3. Set-up (instalasi & pengaturan) mudah.
4. Mudah diintegrasikan dengan platform software lain.
5. Bekerja lebih cepat dari kilat.
Benioff bahkan menulis prinsip utama Salesforce di sebuah papan
putih untuk seluruh timnya:
“Lakukan dengan cepat, sederhana,
dan benar untuk pertama kalinya.”
Misi Salesforce
Salesforce mencantumkan misi perusahaan di situs resmi mereka,
yaitu:
“Misi kami adalah membantu pelanggan untuk bertransformasi
menjadi perusahaan pelanggan dengan memberdayakan mereka
untuk terhubung dengan pelanggan mereka dengan cara yang
sepenuhnya baru. Untuk memberikan pelanggan kami cloud netral
carbon, kami melangkah lebih jauh dengan mengimbangi emisi di
seluruh rantai pasokan data center kami.”
Dari pemaparan di atas, terlihat jelas bahwa misi Salesforce tidak
terbatas pada orientasi bisnis saja, namun lebih luas ke pelestarian
lingkungan, sesuatu yang semestinya dilakukan oleh semua
perusahaan abad ini.
Model Bisnis Salesforce
Bidang bisnis Salesforce adalah software enterprise, dengan CRM
sebagai produk utamanya.
Kunci kesuksesan bisnis software Salesforce terletak pada 3 hal:
1. Penyebaran (distribusi & marketing) yang cepat.
2. Konfigurasi mudah.
3. Integrasi dengan aplikasi dan platform lain.
Tiga hal tersebut mungkin terdengar remeh hari ini. Tapi di awal
2000-an, tidak banyak atau bahkan belum ada perusahaan yang
mampu melakukannya. Kondisi pasar perangkat lunak pada masa
itu mungkin terdengar menyebalkan bagi kita yang hidup di era
cloud seperti sekarang.
1. Investasi awal yang tinggi.
2. Layanan mahal.
3. Sulit dijalankan dan dipelihara (maintenance).
Salesforce mengubah semua itu dengan model bisnis Software as a
Service (SaaS), yang kemudian menjadi tren bisnis software masa
kini.
Pendapatan dan Pertumbuhan
Salesforce
Seperti yang umum dilakukan perusahaan SaaS, Salesforce
menggunakan strategi penjualan software cloud berbasis langganan
sebagai sumber pendapatan.
Lebih dari 92% pendapatan Salesforce berasal dari 4 kategori
layanan CRM, dari penjualan hingga pemasaran. Sisanya berasal
dari layanan profesional.
Berikut ini adalah pertumbuhan pendapatan Salesforce dalam 3
tahun terakhir:
Tahun Jumlah Selisih (%) dari Tahun Sebelumnya
2020 17,098 miliar USD +28,73%
2019 13,282 miliar USD +26,02%
2018 10,54 miliar USD +24,93%
Pendanaan dan Investor
Salesforce
Dari 6 putaran investasi, Salesforce berhasil mengumpulkan modal
sebesar 65,4 juta USD. Pendanaan terakhir mereka dapatkan dari
putaran Venture seri Unknown pada tanggal 1 Januari 2003.
Salesforce memiliki total 21 investor dengan Emergence dan New
Enterprise Associates sebagai investor terbaru mereka.
Secara rinci, 6 putaran pendanaan Salesforce dapat Anda lihat pada
tabel di bawah ini:
Tanggal Putaran Jumlah Investor Utama
1 Januari 2003 Venture 1 juta USD Emergence
1 Januari 2002 Venture – –
1 Juni 2001 Seri D 46,9 juta USD –
1 November 1999 Seri C 13,2 juta USD –
1 Juni 1999 Seri B 3,8 juta USD Halsey Minor
1 April 1999 Seri A 517 ribu USD Marc Benioff
Akuisisi Salesforce
Untuk mempercepat pertumbuhan, Salesforce juga giat
mengakuisisi perusahaan yang mereka nilai potensial. Sepanjang
sejarah, total ada 66 perusahaan yang diakuisisi oleh Salesforce, 10
di antaranya adalah:
Nama Perusahaan Tanggal Nilai
Slack 1 Desember 2020 27,7 miliar USD
Acumen Solutions 1 Desember 2020 –
Mobify 6 September 2020 60 juta USD
The CMO Club 2 Maret 2020 –
Vlocity 25 Februari 2020 1,3 miliar USD
Evergage 3 Februari 2020 –
ClickSoftware Technologies 8 Agustus 2019 1,4 miliar USD
Tableau 10 Juni 2019 15,7 miliar USD
Bonobo AI 6 Mei 2019 –
MapAnything 17 April 2019 213 juta USD
Rencana Masa Depan Salesforce
Dengan berbagai pencapaian fantastis dan posisi yang strategis di
industri software, Salesforce memiliki 3 proyeksi yang hendak
mereka wujudkan di masa mendatang.
1. Potensi pasar CRM diproyeksikan tumbuh setiap tahun
sebesar 12% mencapai $82 miliar pada tahun 2025.
2. Salesforce menargetkan pendapatan 60 miliar USD pada
tahun 2034.
3. Salesforce berencana menambah pekerja 30.000 menjadi
45.000 karyawan pada tahun 2022.
Banyak ambisi besar Salesforce yang telah berhasil mereka
wujudkan sejak 1999 sampai sekarang. Terakhir, Salesforce
berkolaborasi dengan Gavi untuk mengelola informasi penting
berkaitan dengan pendistribusian 2 miliar dosis vaksin Covid-19
untuk 190 negara.
Kita menantikan lebih banyak hal besar dan baik yang akan
dilakukan Salesforce di masa depan.
Manfaat Penggunaan Salesforce
Seperti fungsi software pada umumnya yang digunakan untuk
mempermudah pekerjaan, begitupun Salesforce. Salesforce CRM
memberikan banyak sekali manfaat serta kegunaan, diantaranya adalah
sebagai berikut :
1. Optimisasi kualitas serta memperbaiki pengelolaan data pelanggan
Salah satu fungsi yang paling umum ditemui dalam sistem CRM adalah
melakukan perbaikan terhadap pengelolaan data pelanggan, begitupun
dengan Salesforce.
Namun keunggulan Salesforce tak berhenti sampai di situ saja, Salesforce
juga mampu diintegrasikan dengan berbagai macam perangkat
lunak existing dari user seperti aplikasi ERP, hingga email marketing.
Meningkatkan layanan serta dukungan pelanggan secara real time
Kemajuan teknologi dan informasi menuntut layanan sebuah perusahaan
terhadap customer menjadi lebih real time. Artinya ketersediaan data
beserta resource nya pun harus mampu diakses secara cepat dimana pun
dan kapan pun.
Salesforce memiliki layanan Service Cloud yang
memungkinkan user seperti agent customer service untuk mengakses
data customer secara lebih cepat sehingga kebutuhan customer dapat
dipenuhi secara tepat sasaran.
Mencari pelanggan baru dan mengelola customer existing
Perangkat lunak CRM saat ini telah memiliki berbagai macam layanan
yang mudah untuk digunakan dan dapat dengan mudah diintegrasikan
dengan perangkat lunak marketing.
Namun anda tak perlu kesulitan untuk melakukan integrasi. Hal ini karena
Salesforce memiliki layanan Marketing Cloud yang dapat digunakan oleh
marketing di perusahaan anda untuk membuat campaign yang tepat
sasaran serta mengelola hubungan dengan pelanggan lama untuk
meningkatkan brand loyalty.
Layanan yang disediakan Salesforce
Setelah anda mengetahui beberapa manfaat penggunaan Salesforce,
anda tentunya ingin tahu apa saja layanan dari Salesforce, bukan? Berikut
ini adalah beberapa layanan yang disediakan oleh Salesforce.
1. Sales Cloud
Sales cloud adalah Salesforce platform yang memungkinkan anda untuk
mengelola penjualan dengan dukungan data pelanggan yang saling
terintegrasi.
Layanan ini dalam platform CRM Salesforce mendukung berbagai macam
jenis bisnis yang anda jalankan. Mulai dari B2B (Business to Business)
maupun B2C (Business to Customer).
Layanan ini dalam Salesforce juga mampu memberikan perkiraan
atau forecast untuk keperluan perhitungan income perusahaan. Hal
tersebut tentunya bermanfaat bagi para sales leader untuk meningkatkan
produktivitas perusahaan serta meningkatkan kinerja tim sales.
Service Cloud
Layanan atau service berikutnya yang disediakan oleh Salesforce
adalah Service Cloud.
Layanan dalam Service Cloud memungkinkan perusahaan untuk
manajemen hubungan pelanggan seperti pengelolaan data pelanggan,
dan memberikan layanan serta dukungan terhadap pelanggan
perusahaan anda.
Tujaun dari penggunaan Service Cloud adalah meningkatkan pengalaman
pelanggan sehingga perusahaan mampu meningkatkan customer
retention rates.
Service Cloud biasanya digunakan untuk divisi call center atau customer
service secara umum.
Keunggulan dari layanan ini adalah perusahaaan mampu mengaktifkan
layanan customer service dalam bentuk omni channel. Artinya
perusahaan mampu melakukan layanan customer service bukan hanya
secara offline (by phone) namun dapat digunakan pula untuk melakukan
layanan secara online yakni melalui social media maupun online chat. Hal
ini membuat layanan yang diberikan oleh perusahaan menjadi lebih real
time dengan tetap mengedepankan dukungan pelanggan serta akurasi.
Marketing Cloud
Menjadi platform crm nomor satu di dunia, Salesforce juga
mengembangkan Marketing Cloud sebagai salah satu best selling
service dengan dukungan sales force automation .
Marketing Cloud dapat anda gunakan mulai dari strategi pemasaran yang
dituangkan melalui Journey Builder, Email Studio, Social Studio,
Advertising Studio dan lain sebagainya.
Salesforce Marketing Cloud menjadi semakin kuat berkat adanya Einstein
AI (Artificial Intelligence) yang tentunya tidak dimiliki oleh perangkat
lunak CRM maupun marketing automation lain untuk meningkatkan
produktivitas tim marketing secara akurat.
Marketing cloud cocok untuk perusahaan yang basis operasionalnya
masih cenderung konvensional dan ingin melakukan aktivasi digital
marketing.
Selain itu marketing cloud juga cocok untuk bisnis online yang dapat
digunakan untuk segmentasi pasar agar strategi pemasaran lebih tepat
sasaran sesuai kebutuhan customer secara lintas platform untuk
membangun interaksi pelanggan melalui media sosial maupun email
marketing.
Ketiga service atau layanan dari Salesforce tersebut adalah layanan yang
cukup banyak diminati saat ini.
Selain ketiga service tersebut, Salesforce juga memiliki layanan lain
seperti Community Cloud, Analytics Cloud dengan dukungan Tableu,
serta Commerce Cloud yang dapat digunakan untuk bisnis online anda.
ustomer Usecase
Transportasi
Perusahaan transportasi cenderung menjalankan bisnisnya secara
konvensional seperti perusahaan taksi, rental mobil, bus charter, hingga
logistik. Perusahaan seperti ini biasanya belum memiliki platform yang
digunakan untuk manajemen hubungan pelanggan.
Oleh karenanya mereka membutuhkan transformasi digital secara massif
agar perusahaan tak lagi hanya berbasis product centric namun menjadi
perusahaan yang lebih customer centric.
Selain itu pengelolaan social media perusahaan pun menjadi tantangan
tersendiri karena perusahaan transportasi yang cenderung masih
konvenisonal dan menganggap social media bukan menjadi alat publikasi
serta menjalin hubungan dengan pelanggan, namun hanya sebatas
sebagai ‘digital presence’ saja.
Namun dengan pemanfaatan resource tersebut, perusahaan mampu
menjadikan social media sebagai platform untuk menggali lebih jauh
seperti sentiment analysis, hingga trend social media untuk membangun
layanan sesuai kebutuhan customer.
Farmasi
Berbeda basis bisnis tentunya berbeda pula strategi marketing yang
dijalankan. Perusahaan farmasi saat ini menjadi perusahaan dengan
tingkat growth yang cukup tinggi di tengah pandemi Covid-19.
Perusahaan farmasi yang belum memiliki tool yang mendukung visibilitas
serta reporting journey serta campaign performance yang dijalankan
oleh marketing membuat perusahaaan sulit untuk
menentukan campaign mana yang lebih efektif untuk dijalankan.
Oleh karenanya perusahaan farmasi seperti ini perlu menjalankan
transformasi digital.
Digital analytics dan automation saat ini menjadi pilihan yang tepat untuk
mempercepat proses transformasi digital serta meningkatkan
transparansi. Sehingga digital marketing automation dapat meningkatkan
produktivitas perusahaan secara signifikan.
Sales force merupakan tim penting yang memiliki peran untuk
menjual produk seperti barang atau jasa sesuai kebutuhan
pelanggan.
Untuk membantu tanggung jawab tim tersebut, penerapan sales
force dapat dibantu dengan sebuah aplikasi penjualan untuk
memonitor aktivitas sales.
Apa itu Sales Force?
Sales Force adalah sebuah tim atau kelompok orang yang
memiliki tanggung jawab untuk menjual produk atau layanan
suatu perusahaan. Mereka bertanggung jawab untuk mencapai
target penjualan, menjalin hubungan pelanggan, melakukan
presentasi produk, mengkonversi peluang menjadi penjualan,
hingga mengelola siklus penjualan secara keseluruhan.
Sales force terdiri dari berbagai peran, seperti sales
representative (perwakilan penjualan), sales manager (manajer
penjualan), sales executive (eksekutif penjualan), dan lain
sebagainya.
Penerapan sales force atau salesforce pada sebuah bisnis untuk
mendorong tumbuh pesatnya bisnis tersebut. Dalam
memaksimalkan produktivitas mereka, sales force selalu
memerlukan sebuah software CRM ,atau sering
disebut salesforce CRM.
Apa Tugas dan Tanggung Jawab Sales
Force?
Tugas dan pekerjaan utama sales force adalah menjual
produk/jasa perusahaan Anda sebaik mungkin. Mereka harus
sangat paham tentang apa sebenarnya pekerjaan sales
force dan bagaimana KPI sales mereka.
Dengan dukungan sistem CRM, sales force dapat dengan mudah
meningkatkan produktivitas bisnis Anda serta dapat
meningkatkan efisiensi biaya.
Berikut tugas atau pekerjaan yang harus diselesaikan oleh sales
force adalah
– Melakukan Penjualan
Setiap anggota penjualan harus berhasil menjual produk/jasa
yang ditawarkan bisnis Anda. Mereka harus berusaha keras agar
produk yang dijual sampai ke tangan konsumen. Dengan begitu
bisnis memperoleh pendapatan
– Memenuhi target atau KPI Harian
Sebagian besar bisnis beroperasi mengukur pencapaian
KPI sales yang tidak hanya sekedar berorientasi pada
pendapatan saja, tapi juga kinerja salesman mereka. Hal ini
bertujuan agar mereka dapat memastikan tim penjualan mereka
memiliki kinerja yang baik.
Selain itu juga dapat dihubungkan dengan perhitungan intensif
dan evaluasi mereka
– Melacak aktivitas tenaga sales
Konsultasikan hal ini dengan perusahaan CRM lokal yang dapat
mengatur hal ini untuk Anda. Aplikasi CRM terbaik dapat diatur
dengan mudah dalam kurun waktu 2 jam sehingga seluruh
sistem yang Anda miliki telah disesuaikan dengan kebutuhan
Anda.
– Komunikasikan aktivitas penjualan kepada para manajer
melalui sistem CRM
Tenaga penjualan terbaik akan selalu mengisi setiap titik data
(termasuk kontak, informasi perusahaan, informasi transaksi,
tugas dan kegiatan).
Selain itu, tugas tenaga penjualan juga termasuk meningkatkan
komunikasi dan budaya dalam sebuah Manajemen perusahaan
harus selalu mempergiat kolaborasi dan kerjasama tim.
– Menjalin Komunikasi Baik dengan Pelanggan
Pelanggan adalah komponen paling penting bagi bisnis. Tim
penjualan harus dapat membangun komunikasi baik dengan
mereka.
Caranya dapat dengan memanfaatkan aplikasi CRM yang
terintegrasi dengan omnichannel yang menghubungkan
berbagai saluran untuk memudahkan menghubungi mereka.
Apa Peran Sales Force pada
Perusahaan?
Fungsi utama dari sales force adalah melakukan penjualan
sehingga menghasilkan penghasilan dan pendapatan. Selain itu,
secara umum tugas sales force adalah sebagai berikut:
1. Melakukan Branding
Sebagian prospek akan memulai interaksi untuk mempelajari
bisnis sebelum mengambil keputusan bertransaksi. Sales
force dapat mengambil peran untuk menghubungi pelanggan
potensial, melakukan promosi sales campaign, dan menyediakan
informasi yang perlu diketahui pelanggan maupun calon
pelanggan.
Misalnya dengan memanfaatkan aplikasi CRM yang terintegrasi
dengan Whatsapp. Fitur pesan pada Whatsapp Business API
berupa template message membantu memberikan informasi
umum dan FAQ (frequently asked questions) kepada pelanggan.
2. Meningkatkan loyalitas pelanggan
Sales representatif harus bekerja untuk membangun hubungan
kembali dengan pelanggan sebelumnya, antara lain melalui
promosi, diskon, maupun komunikasi yang baik.
Komunikasi yang baik dapat diperoleh dengan aplikasi CRM, di
mana aplikasi CRM dapat menyimpan seluruh informasi
mengenai pelanggan. Hal ini akan mempermudah sales tim sales
ketika melakukan komunikasi kembali ke pelanggan.
3. Meningkatkan pendapatan
Untuk menghasilkan pendapatan, sales force harus membangun
kepercayaan terhadap pelanggan. Tim sales representatif harus
bisa melakukan keterkaitan pada tiap tahapan dalam sales
funnel hingga pelanggan sampai di tahap decision making dan
melakukan pembelian.
Melacak tiap tahapan dalam sales funnel artinya semakin mudah
dengan penggunaan software CRM.
4. Sales support
Sales support bekerja untuk membantu
tim sales melakukan close deal lebih cepat.
Fungsi sales support meliputi investigasi calon pelanggan dan
membuat profil pelanggan, menganalisis data, dan
melakukan research mengenai informasi pelanggan. Fungsi
dapat dengan mudah dioperasikan software CRM.
Hal ini tak lepas kemampuan CRM yang akan menyimpan
seluruh data pelanggan, merekam interaksi dengan pelanggan,
serta menganalisisnya dalam satu platform.
Sales support semakin mudah melakukan fungsinya dalam
melakukan research pelanggan dan menyediakan data yang
diperlukan.
5. Menyediakan Layanan Pelanggan
Fungsi ini untuk memastikan semua permintaan pelanggan
terpenuhi dan menjalin hubungan yang baik.
Dengan memastikan kepuasan pelanggan, peran ini dapat
meningkatkan pertumbuhan bisnis melalui pelanggan eksisting.
Memberikan pelayanan yang baik dapat memberikan kepuasan
dan loyalitas pelanggan. Dengan cara ini bisnis dapat
mempertahankan pelanggan (customer retention) sehingga
pendapatan meningkat.
6. Lead development
Peran ini berfungsi dalam melakukan penelitian dan membangun
jaringan untuk membuat koneksi bisnis yang baru. Penelitian
yang tepat dapat membawa bisnis menemukan pelanggan
potensial.
Lead generation/development juga bertanggung jawab menilai
apakah calon klien tersebut akan memberikan manfaat untuk
perusahaan.
Apa Manfaat Sales Force?
Manfaat yang utama dari memiliki sales force adalah mendorong
pertumbuhan bisnis menjadi lebih baik. Selain itu, manfaat
lainnya dari sales force adalah:
Meningkatkan pelayanan pelanggan
Merampingkan proses administrasi tim sales dan marketing
Mengotomatisasi proses komunikasi dengan pelanggan
Mendapatkan laporan penjualan secara analitis
Memonitor KPI dari tim sales
Mendapatkan real-time update mengenai customer journey
Apa Saja Elemen Penting Pendukung
Suksesnya Sales Force?
Berikut adalah elemen pendukung sales force:
1. Skill atau Kemampuan SDM
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwasanya sales
force adalah sebuah grup karyawan di perusahaan yang
bertanggung jawab dalam melakukan penjualan produk
atau service.
Dalam hal ini, karyawan yang merupakan sumber daya penting
perusahaan memiliki peranan penting untuk melangsungkan
penjualan itu sendiri.
Oleh karena itu, perusahaan tentunya harus mampu untuk
menemukan sumber daya manusia (SDM) dengan bakat terbaik
untuk mendukung tim penjualan perusahaan.
2. Teknologi
Kehidupan saat ini sudah sangat lekat dengan yang namanya
teknologi, begitu juga dengan dunia bisnis. Ada berbagai
teknologi yang dapat mempercepat dan meningkatkan bisnis,
termasuk meningkatkan penjualan seperti CRM.
Dengan menggunakan teknologi yang tepat, perusahaan dapat
meningkatkan kinerja sales force. Sehingga, mereka tidak perlu
lagi menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal administratis
yang memakan waktu lama, dan pada akhirnya mereka dapat
fokus pada peningkatan penjualan.
3. Integrasi
Integrasi yang dimaksud di sini adalah integrasi antar tim dan
integrasi teknologi.
Untuk mencapai kesuksesan penjualan, tentunya tidak hanya
dapat mengandalkan satu tim penjualan saja, tetapi juga seluruh
tim yang ada di perusahaan.
Misalnya seperti marketing, keuangan, purchasing, administrasi,
dan masih banyak lagi.
Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya kolaborasi antar tim untuk
mencapai penjualan dan pendapatan yang diharapkan.
Selain melakukan integrasi tim, perusahaan juga dapat
memaksimalkan kinerja masing-masing tim dengan
menggunakan integrasi teknologi, seperti CRM yang terintegrasi
dengan Omnichannel dalam satu platform terpadu.
Dengan demikian, setiap tim tidak perlu lagi repot-repot
berpindah aplikasi untuk menyelesaikan tugas yang perlu
dilakukan, karena semuanya dapat dilakukan dengan mudah
dalam satu tampilan.
Berapa Kebutuhan Biaya untuk Sales
Force?
Untuk melakukan sales force secara optimal, bisnis perlu
menyiapkan sejumlah biaya yang dapat memfasilitasi proses
berjalannya sales force itu sendiri, atau dikenal dengan sales
force budget.
Dalam hal ini, Anda perlu menghitung total biaya yang
dikeluarkan untuk kebutuhan penjualan bisnis, sehingga dapat
menentukan margin laba bersih dan laba kotor yang dihasilkan.
Di mana menghitung sales force budget secara akurat dapat
membantu Anda untuk membuat kuputusan bisnis yang lebih
tepat.
Sementara itu, sebuah sales force budget mencakup
pengeluaran langsung (direct expenses) dan pengeluaran tidak
langsung (indirect expenses) yang dapat mendukung kinerja
serta produktivitas tim sales secara maksimal.
– Pengeluaran langsung
Pengeluaran langsung dalam sales force budget mencakup biaya
tetap yang dikeluarkan secara rutin dalam kurun waktu tertentu.
Misalnya, gaji, komisi, bonus, pajak gaji, dan tunjangan yang
diterima oleh karyawan.
Dikutip dari [Link] bahwa gaji sales force tentu berbeda-
beda di setiap perusahaan, tergantung beban kerja dan praktik
yang ada. Rata-rata gaji seorang Sales Representative di
Indonesia adalah Rp1.800.000 per bulan atau Rp21.600.000 per
bulan.
Bukan hanya gaji, pengeluaran langsung juga termasuk
pengeluaran tetap untuk alat pendukung seperti biaya layanan
telepon, software, sewa gedung atau ruang kerja, komputer, dan
peralatan kantor lainnya.
– Pengeluaran tidak langsung
Berbeda dengan pengeluaran langsung, indirect
expenses bukanlah pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan
oleh perusahaan untuk mempertahankan tenaga penjualan.
Namun demikian, pengeluaran ini tetap dibutuhkan untuk
memaksimalkan penjualan.
Pengeluaran tidak langsung dalam sales force budget mencakup
biaya untuk dukungan yang ditawarkan perusahaan kepada
karyawannya, yang mungkin berbeda-beda. Misalnya, biaya
komersial untuk produk yang akan dijual, konfrensi dan pelatihan
karyawan, acara pameran, hadiah, makanan, dan hiburan.
Tips Sales Force Training yang Tepat
Kebanyakan manajemen lupa akan pentingnya sales force
training yang sebenarnya merupakan pilar terpenting dari
sebuah perusahaan. Sebuah bisnis pada dasarnya merupakan
sekelompok orang dan salesforce itulah yang mendorong
tumbuhnya sebuah bisnis.
Kami merekomendasikan hal berikut ini untuk diterapkan pada
Pelatihan Tenaga Penjualan (sales force training) Anda:
1. Selalu siapkan program pelatihan tenaga penjualan yang
intensif dan sistematis dengan memanfaatkan sistem
teknologi. Jika Anda ingin bisnis Anda tumbuh, Anda
membutuhkan sebuah sistem yang dapat meningkatkan
skala bisnis Anda.
2. Pelatihan tenaga penjualan dapat dibagi menjadi 2 kategori
utama: Pelatihan kelompok dan pelatihan perorangan. Kami
menyarankan Anda untuk menerapkan keduanya untuk
memaksimalkan hasil yang diperoleh.
3. Aturlah aliran utama, proses, dan prosedur operasional
bisnis Anda. Tuliskan hal-hal tersebut di buku petunjuk
bisnis Anda.
4. Siapkan skenario kasus untuk melatih tim penjualan Anda
dalam menghadapi semua keadaan unik yang berbeda
yang mungkin saja Sertakan juga skenario kasus ini di
dalam buku petunjuk bisnis Anda.
5. Siapkan sesi pelatihan reguler di dalam bisnis Anda
menggunakan teknologi untuk membantu program tenaga
penjualan Anda.
Bagaimana Cara Meningkatkan Kinerja
Sales Force dengan CRM?
Sales force merupakan kelompok karyawan yang melakukan
penjualan, sementara CRM (Customer Relationship
Management) adalah teknologi yang digunakan untuk
mengelola semua hubungan dan interaksi pelanggan.
Dalam penerapannya, sales force dan CRM saling berkaitan satu
sama lain. Aplikasi CRM dibutuhkan untuk menjalankan sales
force dengan seefektif dan seefisien mungkin. Sehingga dapat
menghemat waktu dan meningkatkan kinerja sales force itu
sendiri.
Aplikasi CRM adalah sebuah aplikasi web dan seluler yang
digunakan pada sebuah bisnis untuk meningkatkan produktivitas
dan mengotomatiskan tim mereka (sales force automation)
untuk menurunkan biaya. Aplikasi CRM terbaik bagi tim Anda
akan mampu mencapai hasil sebagai berikut:
Menghasilkan laporan komprehensif & analitik secara
otomatis.
Menyediakan proses penjualan & sales funnel yang
disesuaikan dengan bisnis Anda
Melacak pergerakan GPS tim penjualan Anda (tanpa koneksi
internet & secara langsung/ live)
Melacak KPI sales & KPI khusus apapun yang Anda
butuhkan
Menyambungkan ke Whatsapp, Aplikasi Obrolan lain, Email,
Telepon dan lainnya untuk merekam semua percakapan
Mengotomatiskan tugas dan pesanan pembelian
Menghubungkan tim Anda satu sama lain termasuk dengan
pelanggan Anda
Salesforce menawarkan berbagai fitur yang dapat membantu
perusahaan dalam berbagai aspek bisnis mereka. Berikut adalah
beberapa fitur utama yang ditawarkan oleh Salesforce:
1. Sales Cloud: Fitur ini memungkinkan tim penjualan untuk
mengelola prospek, melacak peluang penjualan, dan
mengoptimalkan siklus penjualan. Sales Cloud juga memberikan
analitik penjualan yang kuat untuk membantu tim penjualan
membuat keputusan yang lebih baik.
2. Service Cloud: Fitur ini membantu perusahaan dalam
menyediakan layanan pelanggan yang unggul. Service Cloud
memungkinkan tim dukungan pelanggan untuk melacak dan
menangani permintaan pelanggan, mengelola basis pengetahuan,
dan memberikan layanan pelanggan yang personal dan responsif.
3. Marketing Cloud: Fitur ini dirancang untuk membantu
perusahaan dalam merencanakan, melaksanakan, dan
menganalisis kampanye pemasaran. Marketing Cloud
memungkinkan perusahaan untuk mengirim email pemasaran,
mengelola kampanye media sosial, dan mengukur efektivitas
kampanye pemasaran.
4. Commerce Cloud: Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk
membuat dan mengelola pengalaman e-commerce yang
kaya dan personal. Commerce Cloud memungkinkan
perusahaan untuk mengintegrasikan penjualan online dan
offline, mengelola inventaris, dan memberikan pengalaman
belanja yang mulus kepada pelanggan.
5. Analytics Cloud: Fitur ini memberikan kemampuan analitik
yang kuat untuk menganalisis data bisnis dan mendapatkan
wawasan yang berharga. Analytics Cloud memungkinkan
perusahaan untuk membuat laporan dan dashboard
interaktif, melakukan analisis prediktif, dan
memvisualisasikan data dengan mudah.
6. Community Cloud: Fitur ini memungkinkan perusahaan
untuk membangun komunitas online yang berfungsi baik
untuk pelanggan, mitra, atau karyawan. Community Cloud
memungkinkan kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan
interaksi yang lebih baik antara anggota komunitas.
Salesforce termasuk dalam kategori software sistem enterprise
karena dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan organisasi
besar atau perusahaan dalam mengelola proses bisnis mereka
secara keseluruhan. Berikut adalah alasan mengapa Salesforce
dianggap sebagai software sistem enterprise:
1. Skalabilitas: Salesforce dirancang untuk dapat mengakomodasi
skala bisnis yang besar. Platform ini dapat dengan mudah
ditingkatkan dan disesuaikan sesuai dengan pertumbuhan dan
perubahan perusahaan.
2. Integrasi yang Luas: Salesforce menyediakan integrasi yang
kuat dengan sistem lain yang digunakan dalam organisasi, seperti
sistem ERP, sistem keuangan, sistem HR, dan lainnya. Hal ini
memungkinkan data dan informasi yang diperlukan dapat berbagi
secara efisien di seluruh departemen.
3. Manajemen Pelanggan: Salesforce memiliki fokus utama pada
manajemen hubungan pelanggan (CRM). CRM adalah bagian
penting dari operasi bisnis, dan Salesforce menyediakan fitur-fitur
yang kuat untuk mengelola data pelanggan, melacak interaksi
pelanggan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
4. Analitik Bisnis: Salesforce menyediakan kemampuan analitik
yang kuat untuk menganalisis data bisnis dan mendapatkan
wawasan yang berharga. Fitur analitik ini membantu perusahaan
dalam mengambil keputusan yang lebih baik berdasarkan data
yang ada.
5. Kustomisasi dan Pengembangan: Salesforce menyediakan
platform yang dapat disesuaikan dan dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan bisnis spesifik perusahaan. Perusahaan dapat
mengkonfigurasi Salesforce agar sesuai dengan proses bisnis
mereka, serta mengembangkan aplikasi khusus menggunakan
tools dan bahasa pemrograman yang disediakan.
6. Keamanan dan Kepatuhan: Salesforce memiliki sistem
keamanan yang kuat untuk melindungi data dan informasi bisnis.
Mereka juga mematuhi berbagai standar keamanan dan privasi
data yang diperlukan oleh perusahaan besar.
Dengan fitur-fitur dan kemampuannya yang mencakup berbagai
aspek bisnis, Salesforce dapat membantu perusahaan dalam
mengelola operasi mereka secara efisien, meningkatkan
hubungan dengan pelanggan, dan membuat keputusan
berdasarkan data yang akurat.