0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Drama Persahabatan dan Cinta Remaja

novel dadakan

Diunggah oleh

Zy Phone
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Drama Persahabatan dan Cinta Remaja

novel dadakan

Diunggah oleh

Zy Phone
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Chapter 5

Beberapa hari kemudaian dicafe dekat kampus dellyn dan teman-temanya sedang asik
ngobrol melepas penat setelah bimbimbingan dengan dosen.
Merka pun saling bertukar cerita baik itu tentang skripsi mereka maupun masalah lain yang
sedang mereka hadapi.
Disela-sela itu kimmy menyakan sesuatu hal yang membuat merka semuanya sektika diam.
“del gua liat-lait makin dekat aja sama liam, kalian pacaran ya” tutur kimmy
Dellyn yang sedang minum pun terdak “uhk... uhk.. uhk..”
“eh del pelan-pelan dong” ucap erine
“sorry rin” balas dellyn sambil merapikan bajunya yang terkane noda
“ihh kim kalo nanya liat sitkon” protes nina
“udah ga usah berantem, tapi bener sih yang dibilang kimmy” tanya erine
“huft.. gua ga ada hubungan apa-apa sama liam”
“masa sih del tapi ko makin lengket aja” sarkas nina sambil mengangkat satu alisnya.
“dih apaan, beneran ga ada hubungan apa-apa” ucap dellyn sambil memutar malas matanya.
“kalo dan hubungan pun ga papa kok del, gua dukung kok” ucap erine
“ga asik kalian semua, udah lah gua pulang aja” emosi dellyn dan langung pergi
meninggalkan teman-temannya

Ditempat yang berbeda geng pentaforce akan mengadakan pesta barbeque ditaman belakang
rumah liam.
Mereka membagi tugas masing-masing gio dan nalen bertugas belanja daging dan jajanan,
teo menyapkan bahan dan bumbu, sedangkan liam dan elion membuat api untuk memangang
daging.
Disela membuat api ada sedikit obrolan antara liam dan elion
“li gua liat makin deket sama dellyn” tanya elion
“ya cuma deket ga lebih”
“hfft.. lu yakin ga buka hati lagi buat yang lain”
“gua takut kecewa lagi el, jadi mending gini”
“ya udah kalo itu mau lu, tapi gua pesen jangan bikin dia berharap” “pikirin baik-baik itu li,
apapun itu keputusan lu gua dukung” ucap elion
Malam itu pun berjalan semestinya geng pentaforce yang asik membakar daging dengan
penuh canda tawa membuat suasana lebih hangat.
Setelah semua temannya pulang liam yang duduk termenung dibalkon kamarnya, dirinya
dilanda kebingungan tentang perasananya.

Waktu terus berjalan kini makin dekat bahkan tak terpisahkan, pas waktu liam sidang skripsi
dellyn pun datamg memberikan semangat dan sebaliknya.
Saat mereka sedang berkumpul dengan teman-teman dimarkas pentaforce keduanya selalu
menjadi bahan bullyan.
“nih pasangan HTS makin nepel aja kaya perangko” sindir nalen
“tau tuh perjelas lah masa HTS terus” gio ikut menimpali
Mendengar semua itu liam hanya mendengus kesal “berisik lu pada”
Semuanya pun ikut tertawa melihat tingkah liam yang sedang kesal.
Stelah kejadian itu semuanya berpencar dan sibuk dengan urusanya masing-masing. imarkas
merka sangatlah lengkap fasilitasnya ada meja biliar, ps5 dan beberpa pc milik mereka.
Mulai dari nalen dan gio yang sedang bermain bliar, teo yang sibuk dengan pc-nya dan para
cewe sedang asik ngerumpi digazebo taman belakang.
Saat elion keluar dari dapur dia meliat liam yang sedang bengong ditepi kolam, elion pun
menghampirinya dengan membawa secangkir kopi.
“bengong mulu dari tadi, nih ngopi dulu” ucap elion sambil menyerahkan secangkir kopi
“thanks el” liam menerima kopi dari elion
“kenapa coba cerita ga usah ditupin dari gua” tanya elion
“hfft... gua bingung sama perasaan gua el”
“disatu sisi gua masih trauma sama yang dulu dan disisi lain gua suka sama dellyn walau
awal pertemuan ga ngenakin” ucap liam yang sedikit frustasi
“li menurut gua ga semua cewe tuh sama kaya rachel yang ninggalin lu tanpa alasan yang
jelas, dan kalaupun lu jadian sama dellyn jangan jadiin dia pelarian lu dari rachel” balas elion
“gua harus gimana el?”
“kalu itu tanya sama diri lu yang tau cuma diri lu sendiri” ucap lion sambil menepuk liam dan
beranjak pergi
Setelah mendengar perkataan elion, kini liam mencoba untuk menerima semuanya dan
mencoba membuka hatinya lagi.
Hari pun mulai petang merkapun membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing.
Diperjalaan pulang didalam mobil liam dan dellyn saling bercerita satu sama lain. Saat
dilampu merrah dellyn melihat penjual bunga yang sangat cantik.
“li coba liat itu bunganya catik banget” ucap dellyn
“mau?” tanpa menunggu jawaban liam langung memangil penjual bunga tersebut “mang
bunga”
“iya den, mau berpa den?” tanya penjual bunga
“satu aja, berpa mang?”
“ini den, 30 ribu den”
“ini mang uangnya, kembalianya buat emangnya” ucap liam sambil meberikan selembar uang
merah
“terimaksih den semoga langgeng sama pacarnya” balas penjual bunga
Liam tak menjawabnya namun terdapat senyum mendengar ucapan dari penjual bunga
“nih buat kamu” ucap liam sembari memberikan bunga pada dellyn
“makasih liam, baik banget deh kamu” balas dellyn sambil sedikit menggoda
“iya sama-sama, oh ya besok sibuk gak”
“enggak kok kenapa?”
“mau ajak kamu ke suatu tempat”
“kemana?”
“itu rahasia, tapi mau ikut gak nih?” ajak liam
“iya aku ikut” balas malas dellyn
“ya udah nanti aku jemput kamu” dellyn hanya mengangguk

Setelah mengantarkan dellyn pulang liam tak langsung pulang kerumahnya, liam malah pergi
kepantai sejenak sebelum pulang.
Liam dukuk dipinggir pantai menikmati langit senja yang mulai gelap, suasana yang santai
membuat suasana hati liam menjadi tenang.
Saat hendak pulang liam melihat rachel dengan pacar barunya yang sedang ribut didekat
parkiran dan tak sengaja liam mendengar keributan mereka.
“....tega kamu ric selingkuhin aku” ucap rachel sambil nagis
“sorry cel dari awal emang gua ga serius sama lo” balasnya
“hiks.. hiks... aku salah apa sama kamu”
“mungkin ini balasan buat lo karna nyakitin cowo sebaik liam” ucapnya sambil
meninggalkan rachel
Dari kejahuan liam pun sedikit shock melihat kejadian berusan “jadi apa yang dibilang teo”
ucap liam dalam hati
Saat hendak menghampiri rachel tiba-tiba handphone liam berbunyi
“aduh siapa sih yang nelpn” batin liam
“oh mami ternyata” “hallo mi ada apa?”
“kamu dimana? pulang cepet ini ada om zean nungguin kamu”
“iya mi ini udah dijalan ko bentar lagi nyampe”
“buruan ditungguin loh kamu ini”
“iya mami”
Telpon terputus liam pun bergegas pulang tak enak hati membiarkan om-nya menunggu.
Setibanya dirumah liam pun langsung menemui om-nya yang tengah ngobrol dengan papi-
nya dihalaman belakang.
“halo om zean, maaf nunggu lama om” ucap liam
“santai aja li om ga buru-buru ko” balas zean
“...ada apa ya om tumben nyariin liam?”
“jadi gini li, om lusa mau ke luar negri bareng papi-mu nah si micel kan masih ga bisa ikut
om titip ke kamu ya”
“ko aku sih om” sanggah liam
“om cuma percaya sama kamu li”
“udah li kamu aja yang jagain micel, kita pergi juga ga lama cuma semingguan” gito pun
angkat suara
“ya udah deh biar micel sama liam disini”
Kemudian obrolan itu pun berlanjut hingga larut malam, liam yang sudah lelah pun
meninggalkan om dan papinya kekamar karna rasa kantuknya.

Anda mungkin juga menyukai