KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah puji serta rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi, hanya
dengan Rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan Program Kerja kegiatan Asesmen
Nasional Berbasis Komputer (ANBK)/Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) untuk
Tahun Pelajaran 2024-2025. Program kerja ini kami susun sebagai panduan pelaksanaan
atau Petunjuk Teknis kegiatan ANBK/AKM di SMP Angkasa Lanud Husein Sastranegara
Bandung , sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar.
Terselesaikannya Program Kerja ini berkat kerja sama dengan semua pihak.
Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Said Toyo,[Link] sebagai Pengawas Pembina Wilayah Bandung
BKetua Yayasan Ardhya Garini Cabang Lanud Husein S
2. Panitia ANBK-AKM SMP Angkasa Lanud Husein tahun pelajaran 2024-
2025
3. Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan seluruh kegiatan.
Program kerja ini tentu masih bayak kekurangannya, untuk itu kami sangat
mengharapkan adanya masukan yang bersifat membangun untuk masa yang akan datang.
Akhirnya semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dan senantiasa meridhoi
usaha kita semua, Aamiin.
Bandung, 2 September 2024 Panitia
1. Latar Belakang
Pada era pendidikan yang semakin berkembang, kualitas pendidikan menjadi
prioritas utama dalam mendukung pencapaian kompetensi siswa yang lebih baik.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menginisiasi
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebagai upaya untuk mengevaluasi
capaian belajar siswa secara nasional. ANBK, yang meliputi Asesmen Kompetensi
Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar, bertujuan untuk
mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai kompetensi dasar yang diperlukan
oleh siswa untuk belajar sepanjang hayat.
Di jenjang SMP Fase D, implementasi ANBK dan AKM diharapkan dapat
memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat capaian kompetensi siswa
dalam aspek kognitif, serta pemahaman mereka terhadap konteks belajar yang relevan
dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Tahun pelajaran 2025-2026 menjadi momentum penting untuk mempersiapkan
siswa secara optimal dalam menghadapi ANBK. Oleh karena itu, program kerja ini
disusun dengan tujuan memberikan panduan dan langkah-langkah strategis dalam
pelaksanaan ANBK dan AKM di jenjang SMP Fase D. Program ini juga dirancang
untuk memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang adil dan merata
dalam mengikuti asesmen ini, serta untuk mendukung guru dalam mempersiapkan
materi pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan asesmen.
Selain itu, penyusunan program kerja ini juga mempertimbangkan tantangan yang
dihadapi oleh sekolah, seperti kesiapan infrastruktur teknologi, kemampuan guru dalam
mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, serta keterlibatan orang tua dalam
mendukung anak-anak mereka menghadapi ANBK. Melalui program kerja ini,
diharapkan semua pihak terkait dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar
yang kondusif dan mendukung peningkatan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Dengan latar belakang ini, penyusunan program kerja ANBK dan AKM di jenjang
SMP Fase D pada tahun pelajaran 2025-2026 diharapkan dapat menj pedoman
yang komprehensif bagi sekolah dalam melaksanakan asesmen nasional dengan efektif
dan efisien, serta sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan
di Indonesia.
2. Dasar Hukum
Dasar Hukum Penyusunan Program Kerja Asesmen Nasional Berbasis Komputer
(ANBK) dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Jenjang SMP Fase D Tahun
Pelajaran 2025-2026
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
1) Pasal 3: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.
2) Pasal 35: Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi
lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan,
pembiayaan, dan penilaian pendidikan.
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar
Nasional Pendidikan
1) Pasal 54: Penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan
menengah dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.
2) Pasal 60: Pemerintah melakukan Asesmen Nasional untuk mengukur hasil
belajar peserta didik, mutu satuan pendidikan, dan sistem pendidikan secara
nasional.
c. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 17 Tahun
2021 tentang Asesmen Nasional
1) Pasal 2: Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi mutu pendidikan pada
satuan pendidikan dasar dan menengah.
2) Pasal 3: Asesmen Nasional terdiri atas tiga komponen yaitu Asesmen
Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar.
d. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun
2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan
1) Pasal 8: Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan menggunakan
berbagai teknik dan instrumen penilaian, termasuk Asesmen Kompetensi
Minimum (AKM).
2) Pasal 9: Hasil dari penilaian digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran,
peningkatan kualitas pendidikan, dan sebagai dasar pengambilan keputusan
dalam pendidikan.
e. Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun
2023 tentang Pelaksanaan Asesmen Nasional Tahun 2023
Menyampaikan petunjuk teknis pelaksanaan ANBK, yang mencakup jadwal,
pelaksanaan, dan kewajiban satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik
untuk ANBK.
f. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28/P/2024
tentang Penetapan Kebijakan Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2025-2026
g. Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun
2023 tentang Pelaksanaan Asesmen Nasional Tahun 2023
Menyampaikan petunjuk teknis pelaksanaan ANBK, yang mencakup jadwal,
pelaksanaan, dan kewajiban satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik
untuk ANBK.
h. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28/P/2024
tentang Penetapan Kebijakan Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2024-2025
Menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan nasional yang berfokus pada
peningkatan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan
siswa, termasuk pelaksanaan asesmen yang berorientasi pada pengembangan
kompetensi dasar.
Dasar hukum ini menjadi landasan dalam penyusunan program kerja ANBK dan AKM
jenjang SMP Fase D untuk memastikan bahwa pelaksanaannya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas
pendidikan nasional.
3. Maksud Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer dan Asesmen
Kompetensi Minimal (ANBK-AKM
Pelaksanaan ANBK dan AKM di jenjang SMP Fase D tahun pelajaran 2024-2025
memiliki maksud sebagai berikut:
a. Mendapatkan Gambaran Nyata Kompetensi Siswa
Maksud utama dari pelaksanaan ANBK dan AKM adalah untuk mendapatkan
gambaran yang akurat dan nyata mengenai kompetensi siswa di bidang literasi
membaca dan numerasi. ANBK dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam
memahami dan menggunakan informasi secara efektif dalam konteks kehidupan
sehari-hari, serta dalam memecahkan masalah matematika yang relevan.
b. Mengevaluasi dan Meningkatkan Mutu Pembelajaran
Pelaksanaan ANBK dimaksudkan untuk mengevaluasi mutu pembelajaran yang telah
dilakukan oleh satuan pendidikan. Hasil dari asesmen ini akan digunakan sebagai
bahan evaluasi oleh sekolah dan pemerintah dalam merancang strategi peningkatan
mutu pembelajaran yang lebih tepat sasaran, serta untuk mengidentifikasi area yang
memerlukan perbaikan.
c. Memastikan Kesiapan Siswa Menghadapi Tantangan Masa Depan
Melalui AKM, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa
memiliki kompetensi dasar yang diperlukan untuk menghadapi tantangan
4. Maksud Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer dan Asesmen
Kompetensi Minimal (ANBK-AKM
Pelaksanaan ANBK dan AKM di jenjang SMP Fase D tahun pelajaran 2024-2025
memiliki maksud sebagai berikut:
a. Mendapatkan Gambaran Nyata Kompetensi Siswa
Maksud utama dari pelaksanaan ANBK dan AKM adalah untuk mendapatkan
gambaran yang akurat dan nyata mengenai kompetensi siswa di bidang literasi
membaca dan numerasi. ANBK dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam
memahami dan menggunakan informasi secara efektif dalam konteks kehidupan
sehari-hari, serta dalam memecahkan masalah matematika yang relevan.
b. Mengevaluasi dan Meningkatkan Mutu Pembelajaran
Pelaksanaan ANBK dimaksudkan untuk mengevaluasi mutu pembelajaran yang telah
dilakukan oleh satuan pendidikan. Hasil dari asesmen ini akan digunakan sebagai
bahan evaluasi oleh sekolah dan pemerintah dalam merancang strategi peningkatan
mutu pembelajaran yang lebih tepat sasaran, serta untuk mengidentifikasi area yang
memerlukan perbaikan.
c. Memastikan Kesiapan Siswa Menghadapi Tantangan Masa Depan
Melalui AKM, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa
memiliki kompetensi dasar yang diperlukan untuk menghadapi tantangan
d. Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun
2023 tentang Pelaksanaan Asesmen Nasional Tahun 2023
Menyampaikan petunjuk teknis pelaksanaan ANBK, yang mencakup jadwal,
pelaksanaan, dan kewajiban satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik
untuk ANBK.
e. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28/P/2024
tentang Penetapan Kebijakan Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2024-2025
Menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan nasional yang berfokus pada
peningkatan kualitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan
siswa, termasuk pelaksanaan asesmen yang berorientasi pada pengembangan
kompetensi dasar.
Dasar hukum ini menjadi landasan dalam penyusunan program kerja ANBK dan
AKM jenjang SMP Fase D untuk memastikan bahwa pelaksanaannya sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berkontribusi terhadap
peningkatan kualitas pendidikan nasional.
5. Maksud Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer dan Asesmen
Kompetensi Minimal (ANBK-AKM
Pelaksanaan ANBK dan AKM di jenjang SMP Fase D tahun pelajaran 2024-2025
memiliki maksud sebagai berikut:
a. Mendapatkan Gambaran Nyata Kompetensi Siswa
Maksud utama dari pelaksanaan ANBK dan AKM adalah untuk mendapatkan
gambaran yang akurat dan nyata mengenai kompetensi siswa di bidang literasi
membaca dan numerasi. ANBK dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam
memahami dan menggunakan informasi secara efektif dalam konteks kehidupan
sehari-hari, serta dalam memecahkan masalah matematika yang relevan.
b. Mengevaluasi dan Meningkatkan Mutu Pembelajaran
Pelaksanaan ANBK dimaksudkan untuk mengevaluasi mutu pembelajaran yang telah
dilakukan oleh satuan pendidikan. Hasil dari asesmen ini akan digunakan sebagai
bahan evaluasi oleh sekolah dan pemerintah dalam merancang strategi peningkatan
mutu pembelajaran yang lebih tepat sasaran, serta untuk mengidentifikasi area yang
memerlukan perbaikan.
c. Memastikan Kesiapan Siswa Menghadapi Tantangan Masa Depan
Melalui AKM, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa
memiliki kompetensi dasar yang diperlukan untuk menghadapi tantangan