0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan31 halaman

Rencana Pembelajaran Data dan Diagram

Dokumen ini merinci perencanaan pembelajaran matematika untuk kelas VII dengan fokus pada analisis data dan diagram. Materi mencakup pengumpulan, penyajian, dan analisis data, serta penggunaan diagram batang dan lingkaran, dengan penekanan pada relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dirancang untuk mendukung pengembangan penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian peserta didik.

Diunggah oleh

sariutami75
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan31 halaman

Rencana Pembelajaran Data dan Diagram

Dokumen ini merinci perencanaan pembelajaran matematika untuk kelas VII dengan fokus pada analisis data dan diagram. Materi mencakup pengumpulan, penyajian, dan analisis data, serta penggunaan diagram batang dan lingkaran, dengan penekanan pada relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dirancang untuk mendukung pengembangan penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian peserta didik.

Diunggah oleh

sariutami75
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : ……………….


Mata Pelajaran : Matematikaa
Nama Guru : ………..
Kelas/ Semester : VII/Genap
Alokasi Waktu : .. x 40 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK: Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar


dilakukan melalui observasi awal dan asesmen diagnostik sederhana.
Pengetahuan awal peserta didik mengenai konsep dasar bilangan dan
perbandingan akan dipetakan untuk menentukan titik awal pembelajaran.
Minat belajar akan digali melalui kuesioner singkat atau diskusi kelas
mengenai aplikasi statistika dan peluang dalam kehidupan sehari-hari, seperti
membaca berita atau menganalisis hasil survei. Latar belakang peserta didik,
termasuk gaya belajar dan pengalaman sebelumnya dengan pengumpulan
atau penyajian data, juga akan dipertimbangkan untuk merancang
diferensiasi pembelajaran. Kebutuhan belajar individual akan diidentifikasi
melalui interaksi personal dan pengamatan partisipasi aktif di kelas,
memastikan setiap peserta didik mendapatkan dukungan yang sesuai untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
MATERI PELAJARAN: Analisis materi pelajaran "Data dan Diagram"
mencakup jenis pengetahuan konseptual dan prosedural. Pengetahuan
konseptual meliputi pemahaman definisi data, jenis-jenis data, konsep
diagram batang dan lingkaran, serta pengertian mean, median, modus,
jangkauan, peluang, dan frekuensi harapan. Pengetahuan prosedural
mencakup keterampilan menyusun dan menyajikan data dari lingkungan
sekitar, menyajikan data dalam bentuk diagram batang dan lingkaran,
menghitung dan menafsirkan mean, median, modus, dan jangkauan, serta
menjelaskan peluang dan frekuensi harapan. Relevansi materi dengan
kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, terlihat dari aplikasi dalam
membaca informasi, membuat keputusan berdasarkan data, dan memahami
kemungkinan suatu kejadian. Tingkat kesulitan materi akan disesuaikan
secara bertahap, dimulai dari pengumpulan data sederhana hingga penafsiran
ukuran pemusatan data dan konsep peluang. Struktur materi disusun secara
hierarkis, dimulai dari investigasi statistika, penyajian data, ukuran
pemusatan, hingga pengantar peluang. Integrasi nilai dan karakter ditekankan
melalui kolaborasi dalam diskusi kelompok, penalaran kritis dalam
menganalisis data, serta kemandirian dalam mengumpulkan dan menyajikan
informasi.
DIMENSI PROFIL LULUSAN:
1. Penalaran Kritis
2. Kreativitas
3. Kolaborasi
4. Kemandirian

DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Mengumpulkan, menyajikan, dan


PEMBELAJARAN menganalisis data; menggunakan diagram batang/lingkaran; menentukan
mean, median, modus, jangkauan; menggunakan frekuensi relatif untuk
menentukan peluang.
LINTAS DISIPLIN ILMU:
1. Pendidikan Pancasila
2. Bahasa Indonesia
3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) - untuk survei dan analisis data sosial
TOPIK PEMBELAJAN: Data dan Diagram
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Menyusun dan menyajikan data dari lingkungan sekitar.
2. Menyajikan data dalam bentuk diagram batang dan lingkaran.
3. Menghitung dan menafsirkan mean, median, modus, jangkauan.
4. Menjelaskan peluang dan frekuensi harapan.
PRAKTIK PEDAGOGIS:
1. Pembelajaran Berbasis MASALAH
2. Diskusi kelompok, eksplorasi sumber informasi, dan presentasi
MITRA PEMBELAJARAN:
1. Guru bidang studi lain (misalnya guru IPS untuk proyek
pengumpulan data)
2. Orang tua (untuk dukungan dalam pengumpulan data di
rumah/lingkungan)
3. Komunitas atau ahli di bidang terkait (misalnya statistikawan atau
peneliti jika memungkinkan untuk studi kasus)
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:
1. Ruang Fisik: Ruang kelas, perpustakaan sekolah, lingkungan sekitar
sekolah (untuk pengumpulan data)
2. Ruang Virtual: Platform pembelajaran daring (misalnya, aplikasi
komunikasi, repositori materi, alat bantu visualisasi data daring)
3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu
PEMANFAATAN DIGITAL:
1. Perencanaan: aplikasi desain grafis (misalnya, Canva)
2. Pelaksanaan: video pembelajaran, aplikasi pengolah angka (misalnya,
spreadsheet), alat bantu pembuatan diagram daring
3. Asesmen: platform kuis daring (misalnya, Google Form, Quizizz)

PENGALAMAN Pertemuan 1: Menyusun dan Menyajikan Data dari Lingkungan


BELAJAR Sekitar (Investigasi Statistika)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya data
dalam kehidupan sehari-hari, seperti data jumlah kendaraan di jalan
atau jenis makanan favorit.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan informasi di sekitar mereka,
misalnya "Bagaimana kita tahu berapa banyak siswa yang suka
membaca di kelas ini?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah skenario atau ilustrasi
yang menunjukkan berbagai jenis informasi yang dapat dikumpulkan,
misalnya hasil survei sederhana tentang hobi siswa.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
mengumpulkan informasi ini secara teratur dan menampilkannya
agar mudah dipahami orang lain?" untuk menstimulasi pemikiran
peserta didik tentang pengumpulan dan penyajian data.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
pentingnya data dalam membuat keputusan atau memahami suatu
fenomena.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan keberadaan data: a. "Dalam situasi
apa saja kita perlu mengumpulkan informasi atau data?" b.
"Bagaimana cara yang baik untuk mencatat data yang kita
kumpulkan?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik dalam
menyusun dan menyajikan data. d. "Mengapa kemampuan menyusun
dan menyajikan data penting dalam menyampaikan informasi secara
efektif?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

● Orientasi pada Siswa pada Masalah:

1. Peserta didik mengamati beberapa contoh data mentah yang


belum tersusun rapi, misalnya daftar nilai ujian acak atau
daftar warna favorit siswa.
2. Peserta didik secara individu mencoba mengidentifikasi
informasi apa saja yang ada dalam data tersebut dan
bagaimana cara mengorganisasikannya agar lebih mudah
dibaca.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik mengenai metode
penyusunan data.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:

1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.


2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mencari informasi lebih lanjut tentang cara mengumpulkan
data (misalnya, survei, observasi), menyusun data (misalnya,
dalam bentuk daftar, tabel frekuensi), dan menyajikan data
sederhana. Sumber informasi dapat berupa buku umum, e-
book, artikel daring, atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan cara mereka akan menyajikan
informasi yang ditemukan (misalnya, dalam bentuk peta
konsep, poster digital, atau presentasi singkat).

● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:

1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mengolah


informasi yang telah mereka kumpulkan.
2. Peserta didik secara mandiri berlatih mengumpulkan data
sederhana dari lingkungan sekitar (misalnya, warna kesukaan
teman sekelas, jumlah kendaraan yang lewat dalam 5 menit).
3. Peserta didik berlatih menyusun data yang telah dikumpulkan
ke dalam bentuk tabel frekuensi.
4. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman konsep pengumpulan dan
penyusunan data.

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:

1. Peserta didik secara berkelompok membuat peta konsep atau


ringkasan materi tentang investigasi statistika sederhana,
termasuk metode pengumpulan data dan penyusunan data
dalam tabel.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan pemahaman mereka
tentang cara menyusun dan menyajikan data sederhana.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.

● Menganalisis dan Mengevaluasi:

1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan


mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang menyusun
dan menyajikan data.
2. Peserta didik bersama guru mengidentifikasi poin-poin
penting yang perlu diingat tentang langkah-langkah
investigasi statistika.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
pemahaman awal peserta didik tentang menyusun dan
menyajikan data.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba kecil dalam mengumpulkan dan
menyusun data dari situasi yang diberikan oleh guru.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi pengumpulan dan penyusunan data mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang menyusun dan menyajikan data pada
pertemuan ini, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana mereka
mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menyusun dan menyajikan data dari lingkungan
sekitar".
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan ini dalam konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang cara
menyusun dan menyajikan data dari lingkungan sekitar.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang menyajikan data dalam bentuk diagram
batang. Peserta didik dapat mengusulkan strategi belajar atau media
yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam memahami konsep baru.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2: Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
menyajikan data secara visual agar mudah dipahami, seperti pada
berita atau laporan.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan penyajian data sederhana,
misalnya "Mengapa tabel frekuensi membantu kita memahami data?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan beberapa contoh penyajian data
dalam bentuk yang berbeda (misalnya, tabel frekuensi dan diagram
batang sederhana).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana diagram ini
membantu kita memahami data dengan lebih cepat dibandingkan
hanya melihat daftar angka?" untuk menstimulasi pemikiran peserta
didik tentang visualisasi data.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
berbagai cara menyajikan informasi visual.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan untuk menyajikan data
secara visual: a. "Kapan kita perlu menyajikan data agar lebih
menarik dan mudah dibaca?" b. "Apa saja ciri-ciri diagram batang?"
c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik dalam menyajikan data
dalam bentuk diagram batang. d. "Mengapa kemampuan membuat
diagram batang penting dalam menyampaikan informasi secara
jelas?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

● Orientasi pada Siswa pada Masalah:

1. Peserta didik diberikan beberapa set data dalam bentuk tabel


frekuensi. Mereka diminta untuk mencoba menggambar
diagram batang secara intuitif.
2. Peserta didik secara individu mencoba membuat diagram dan
mencatat kesulitan yang mereka alami, terutama dalam
menentukan skala atau label.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya aturan yang jelas untuk membuat
diagram batang.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:

1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.


2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep diagram batang, termasuk unsur-
unsurnya (sumbu, label, skala, judul) dan langkah-langkah
pembuatannya. Sumber informasi dapat berupa buku umum,
e-book, artikel daring, atau video pembelajaran.
3. Pesertadidik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan pembuatan diagram batang.

● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:

1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan


cara membuat diagram batang dari data yang telah disusun.
2. Peserta didik berlatih menyajikan berbagai data ke dalam
bentuk diagram batang yang benar dan informatif.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang langkah-langkah
membuat diagram batang.

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:

1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat


atau demonstrasi untuk menjelaskan cara membuat diagram
batang dan contoh penerapannya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh diagram batang yang telah dibuat.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.

● Menganalisis dan Mengevaluasi:

1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan


mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang diagram
batang.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan langkah-langkah
penting dalam membuat diagram batang yang efektif.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menyajikan data dalam
bentuk diagram batang.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa pembuatan
diagram batang dari data yang mereka kumpulkan sendiri (misalnya,
data tinggi badan teman sekelas).
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi dan kejelasan diagram batang mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang diagram batang, kesulitan yang dihadapi, dan
bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menyajikan data dalam bentuk diagram batang".
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan ini dalam konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang cara
menyajikan data dalam bentuk diagram batang.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang menyajikan data dalam bentuk diagram
lingkaran. Peserta didik dapat mengusulkan strategi belajar atau
media yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam memahami konsep baru.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3: Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Lingkaran
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
menyajikan data dalam bentuk yang menunjukkan proporsi atau
bagian dari keseluruhan, seperti pada laporan keuangan atau hasil
jajak pendapat.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan diagram batang, misalnya "Kapan
diagram batang paling efektif digunakan?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan beberapa contoh penyajian data
dalam bentuk diagram lingkaran, misalnya persentase penggunaan
transportasi siswa ke sekolah.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana diagram ini
membantu kita melihat perbandingan bagian-bagian dari keseluruhan
dengan cepat?" untuk menstimulasi pemikiran peserta didik tentang
visualisasi proporsional.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
berbagai jenis diagram dan kapan menggunakannya.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan kebutuhan untuk menyajikan data
secara proporsional: a. "Kapan kita perlu menunjukkan bagian dari
keseluruhan dalam sebuah diagram?" b. "Bagaimana cara kita
membuat diagram lingkaran yang benar?" c. Guru memaparkan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan
peran peserta didik dalam menyajikan data dalam bentuk diagram
lingkaran. d. "Mengapa kemampuan membuat diagram lingkaran
penting dalam menganalisis proporsi informasi?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

● Orientasi pada Siswa pada Masalah:

1. Peserta didik diberikan beberapa set data dalam bentuk tabel


frekuensi yang menunjukkan bagian dari keseluruhan
(misalnya, persentase jenis buah yang disukai). Mereka
diminta untuk mencoba menggambarkan diagram lingkaran
secara intuitif.
2. Peserta didik secara individu mencoba membuat diagram dan
mencatat kesulitan yang mereka alami, terutama dalam
menentukan besar sudut atau persentase setiap bagian.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya aturan yang jelas untuk membuat
diagram lingkaran.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:

1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.


2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep diagram lingkaran, termasuk cara
menghitung besar sudut setiap sektor dan persentasenya, serta
langkah-langkah pembuatannya. Sumber informasi dapat
berupa buku umum, e-book, artikel daring, atau video
pembelajaran.
3. Pesertadidik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan pembuatan diagram lingkaran.

● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:

1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan


cara membuat diagram lingkaran dari data yang telah disusun.
2. Peserta didik berlatih menyajikan berbagai data ke dalam
bentuk diagram lingkaran yang benar dan informatif.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang langkah-langkah
membuat diagram lingkaran.

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:

1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat


atau demonstrasi untuk menjelaskan cara membuat diagram
lingkaran dan contoh penerapannya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh diagram lingkaran yang telah dibuat.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.

● Menganalisis dan Mengevaluasi:

1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan


mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang diagram
lingkaran.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan langkah-langkah
penting dalam membuat diagram lingkaran yang efektif.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menyajikan data dalam
bentuk diagram lingkaran.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa pembuatan
diagram lingkaran dari data yang mereka kumpulkan sendiri
(misalnya, data jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti teman
sekelas).
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi dan kejelasan diagram lingkaran mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang diagram lingkaran, kesulitan yang dihadapi,
dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menyajikan data dalam bentuk diagram lingkaran".
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan ini dalam konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang cara
menyajikan data dalam bentuk diagram lingkaran.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang menghitung dan menafsirkan mean dan
median. Peserta didik dapat mengusulkan strategi belajar atau media
yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam memahami konsep baru.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4: Menghitung dan Menafsirkan Mean dan Median (Ukuran
Pemusatan Data)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami nilai rata-rata atau nilai tengah dalam menganalisis data,
seperti nilai rata-rata ujian atau gaji rata-rata.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan penyajian data, misalnya
"Mengapa diagram batang dan lingkaran penting untuk visualisasi
data?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah set data numerik
sederhana, misalnya nilai ujian beberapa siswa.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
mendapatkan satu angka yang paling mewakili seluruh data ini?
Apakah ada cara untuk menemukan nilai tengahnya?" untuk
menstimulasi pemikiran peserta didik tentang ukuran pemusatan data.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
penggunaan rata-rata atau nilai tengah dalam laporan atau berita.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ukuran pemusatan data: a.
"Kapan kita perlu mencari nilai rata-rata atau nilai tengah dari suatu
kumpulan data?" b. "Apa perbedaan antara rata-rata dan nilai
tengah?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik dalam
menghitung dan menafsirkan mean dan median. d. "Mengapa
kemampuan menghitung dan menafsirkan mean dan median penting
dalam menganalisis data secara mendalam?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

● Orientasi pada Siswa pada Masalah:

1. Peserta didik diberikan beberapa set data numerik sederhana.


Mereka diminta untuk mencoba mencari nilai rata-rata dan
nilai tengah secara intuitif.
2. Peserta didik secara individu mencoba menghitung dan
mencatat kesulitan yang mereka alami, terutama dalam
mengurutkan data untuk median.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya rumus dan langkah-langkah yang
jelas untuk mean dan median.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:

1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.


2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep mean (rata-rata hitung) dan median
(nilai tengah), termasuk rumus dan langkah-langkah
perhitungannya. Sumber informasi dapat berupa buku umum,
e-book, artikel daring, atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan perhitungan dan penafsiran mean dan
median.

● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:

1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan


cara menghitung mean dan median dari berbagai set data.
2. Peserta didik berlatih menafsirkan arti dari mean dan median
dalam konteks masalah yang diberikan.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang konsep dan
perhitungan mean dan median.

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:

1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat


atau demonstrasi untuk menjelaskan cara menghitung mean
dan median, serta cara menafsirkannya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh soal.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.

● Menganalisis dan Mengevaluasi:

1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan


mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang mean dan
median.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan rumus dan kapan
menggunakan mean atau median sebagai ukuran pemusatan
data yang paling tepat.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menghitung dan menafsirkan
mean dan median.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa pengumpulan
data numerik dari lingkungan sekitar (misalnya, tinggi badan teman
sekelas) dan menghitung serta menafsirkan mean dan mediannya.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi perhitungan dan penafsiran mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang mean dan median, kesulitan yang dihadapi,
dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menghitung dan menafsirkan mean, median".
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan ini dalam konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang mean
dan median sebagai ukuran pemusatan data.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang menghitung dan menafsirkan modus dan
jangkauan. Peserta didik dapat mengusulkan strategi belajar atau
media yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam menguasai konsep ini.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5: Menghitung dan Menafsirkan Modus dan Jangkauan
(Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami nilai yang paling sering muncul atau sebaran data dalam
menganalisis informasi, seperti ukuran baju yang paling populer atau
rentang nilai ujian.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan mean dan median, misalnya
"Kapan kita menggunakan mean dan kapan median?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan sebuah set data sederhana,
misalnya daftar warna favorit siswa atau nilai ujian yang berulang.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
mengetahui nilai mana yang paling banyak muncul dalam data ini?
Atau seberapa jauh rentang nilai dalam data ini?" untuk menstimulasi
pemikiran peserta didik tentang modus dan jangkauan.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
penggunaan modus atau jangkauan dalam laporan atau survei.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya modus dan jangkauan: a.
"Kapan kita perlu mencari nilai yang paling sering muncul atau
sebaran data?" b. "Apa perbedaan antara modus dan jangkauan?" c.
Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik dalam menghitung dan
menafsirkan modus dan jangkauan. d. "Mengapa kemampuan
menghitung dan menafsirkan modus dan jangkauan penting dalam
memahami karakteristik data?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

● Orientasi pada Siswa pada Masalah:

1. Peserta didik diberikan beberapa set data (baik numerik


maupun kategorikal). Mereka diminta untuk mencoba
mencari nilai yang paling sering muncul dan rentang data
secara intuitif.
2. Peserta didik secara individu mencoba menghitung dan
mencatat kesulitan yang mereka alami.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya definisi dan langkah-langkah yang
jelas untuk modus dan jangkauan.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)

● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:

1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.


2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep modus (nilai yang paling sering
muncul) dan jangkauan (selisih nilai tertinggi dan terendah),
termasuk rumus dan langkah-langkah perhitungannya.
Sumber informasi dapat berupa buku umum, e-book, artikel
daring, atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan perhitungan dan penafsiran modus dan
jangkauan.

● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:

1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan


cara menghitung modus dan jangkauan dari berbagai set data.
2. Peserta didik berlatih menafsirkan arti dari modus dan
jangkauan dalam konteks masalah yang diberikan.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang konsep dan
perhitungan modus dan jangkauan.

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:

1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat


atau demonstrasi untuk menjelaskan cara menghitung modus
dan jangkauan, serta cara menafsirkannya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh soal.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.

● Menganalisis dan Mengevaluasi:

1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan


mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang modus dan
jangkauan.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan definisi dan kapan
menggunakan modus atau jangkauan sebagai ukuran data
yang paling tepat.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menghitung dan menafsirkan
modus dan jangkauan.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa pengumpulan
data (misalnya, jenis makanan favorit di kantin sekolah) dan
menghitung serta menafsirkan modus dan jangkauannya.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi perhitungan dan penafsiran mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang modus dan jangkauan, kesulitan yang
dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menghitung dan menafsirkan modus, jangkauan".
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan ini dalam konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang modus
dan jangkauan sebagai ukuran pemusatan dan penyebaran data.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang menjelaskan peluang dan frekuensi
harapan. Peserta didik dapat mengusulkan strategi belajar atau media
yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan upaya mereka dalam menguasai konsep ini.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6: Menjelaskan Peluang dan Frekuensi Harapan (Pengantar
Konsep Peluang)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran
yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
memahami kemungkinan suatu kejadian dalam kehidupan sehari-
hari, seperti peluang memenangkan undian atau peluang hujan.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan analisis data, misalnya "Mengapa
kita perlu menghitung mean, median, modus, dan jangkauan?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan sebuah skenario sederhana yang melibatkan
kemungkinan, misalnya "Jika kamu melempar sebuah koin, apa
kemungkinan muncul gambar? Jika kamu melemparnya 10 kali,
berapa kali kira-kira akan muncul gambar?"
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana kita bisa
mengukur seberapa mungkin suatu kejadian akan terjadi, dan berapa
kali kita berharap kejadian itu muncul dalam sejumlah percobaan?"
untuk menstimulasi pemikiran peserta didik tentang peluang.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
konsep kemungkinan dalam permainan atau ramalan cuaca.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peluang: a. "Kapan kita
perlu memikirkan tentang kemungkinan suatu kejadian?" b. "Apa
perbedaan antara 'kemungkinan' dan 'harapan' dalam konteks
matematika?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik dalam
menjelaskan peluang dan frekuensi harapan. d. "Mengapa memahami
peluang penting dalam membuat keputusan yang melibatkan
ketidakpastian?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)

● Orientasi pada Siswa pada Masalah:

1. Peserta didik diberikan beberapa skenario sederhana yang


melibatkan peluang (misalnya, melempar dadu, mengambil
kartu dari setumpuk kartu). Mereka diminta untuk mencoba
memperkirakan kemungkinan hasil.
2. Peserta didik secara individu mencoba menghitung peluang
sederhana dan mencatat kesulitan yang mereka alami.
3. Guru memfasilitasi diskusi singkat untuk memunculkan
berbagai pendekatan yang digunakan peserta didik dan
mengidentifikasi perlunya definisi dan rumus yang jelas untuk
peluang dan frekuensi harapan.
MENGAPLIKASI (BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)
● Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:

1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.


2. Peserta didik dalam kelompok mendapatkan tugas untuk
mengeksplorasi konsep peluang (probabilitas) dan frekuensi
harapan, termasuk rumus perhitungannya (Peluang = jumlah
kejadian yang diinginkan / jumlah semua kemungkinan;
Frekuensi Harapan = Peluang x jumlah percobaan). Sumber
informasi dapat berupa buku umum, e-book, artikel daring,
atau video pembelajaran.
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan
mendemonstrasikan perhitungan peluang dan frekuensi
harapan.

● Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok:

1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mempraktikkan


cara menghitung peluang dari berbagai kejadian sederhana.
2. Peserta didik berlatih menghitung frekuensi harapan dari
sejumlah percobaan.
3. Guru membimbing setiap kelompok, memberikan umpan
balik, dan memastikan pemahaman tentang konsep dan
perhitungan peluang dan frekuensi harapan.

● Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:

1. Peserta didik secara berkelompok membuat presentasi singkat


atau demonstrasi untuk menjelaskan konsep peluang dan
frekuensi harapan, serta cara menghitungnya.
2. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
mereka di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah dan
memberikan contoh soal.
3. Peserta didik lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
terhadap presentasi kelompok.

● Menganalisis dan Mengevaluasi:

1. Guru memimpin diskusi kelas untuk menganalisis dan


mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang peluang dan
frekuensi harapan.
2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan rumus dan kapan
menggunakan peluang atau frekuensi harapan.
3. Guru memberikan beberapa soal singkat untuk menguji
kemampuan peserta didik dalam menjelaskan peluang dan
frekuensi harapan.
MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)
1. Peserta didik melakukan uji coba proyek kecil berupa percobaan
sederhana (misalnya, melempar dadu atau koin) dan menghitung
peluang serta frekuensi harapan dari hasil percobaan mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai akurasi perhitungan dan pemahaman konsep mereka.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang peluang dan frekuensi harapan, kesulitan
yang dihadapi, dan bagaimana mereka mengatasinya.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran "Menjelaskan peluang dan frekuensi harapan".
5. Peserta didik menemukan solusi atau peran lanjutan mereka dalam
mengaplikasikan kemampuan ini dalam konteks sehari-hari.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan keseluruhan pembelajaran
tentang peluang dan frekuensi harapan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya untuk topik berikutnya atau memberikan penguatan
umum terhadap materi yang telah dipelajari. Peserta didik dapat
mengusulkan strategi belajar atau media yang ingin digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif,
kerja keras, dan pencapaian mereka selama mempelajari data dan
peluang.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, …….., Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel

…………. ……….

BAB 6: DATA DAN DIAGRAM

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan dapat:

1. Menyusun dan menyajikan data dari lingkungan sekitar


2. Menyajikan data dalam bentuk diagram batang dan lingkaran
3. Menghitung dan menafsirkan mean, median, modus, dan jangkauan (range)
4. Menjelaskan peluang dan frekuensi harapan secara sederhana

A. Investigasi Statistika

Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan
penafsiran data. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan data, seperti jumlah
siswa, nilai ujian, tinggi badan, dan lain-lain.

Langkah-langkah dasar dalam menyusun data:

1. Mengumpulkan data (misalnya: melalui wawancara, angket, pengamatan)


2. Menyusun data dalam bentuk tabel
3. Menyajikan data dalam bentuk grafik atau diagram
4. Menganalisis data untuk mendapatkan kesimpulan

Contoh Kontekstual

Kamu diminta menyurvei jenis buah favorit teman sekelas. Setelah mengumpulkan data,
diperoleh:

● Apel: 8 orang
● Pisang: 5 orang
● Mangga: 7 orang

B. Diagram Batang dan Lingkaran

Diagram batang digunakan untuk menampilkan data kategorik (seperti jenis buah, warna, hobi)
dalam bentuk batang vertikal atau horizontal.

Diagram lingkaran digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk lingkaran yang dibagi
sesuai dengan proporsi data.

Langkah Membuat Diagram Lingkaran:

1. Hitung total data


2. Ubah data menjadi sudut:

Sudut=frekuensitotal data×360∘\text{Sudut} = \frac{\text{frekuensi}}{\text{total


data}} \times 360^\circSudut=total datafrekuensi×360∘

Contoh Soal

Data buah favorit:


Apel: 8, Pisang: 5, Mangga: 7
Total = 20

● Sudut apel = (8/20) × 360 = 144°


● Sudut pisang = (5/20) × 360 = 90°
● Sudut mangga = (7/20) × 360 = 126°

Diagram ini membantu kita melihat data secara visual dengan jelas.

C. Menentukan Ukuran Pemusatan Data (Mean, Median, Modus, Range)

1. Mean (Rata-rata):
2. Median (Nilai Tengah):
Data yang terletak di tengah setelah diurutkan.

● Jika banyak data ganjil ambil data tengah


● Jika genap rata-rata dua data di tengah

3. Modus:
Data yang paling sering muncul.

4. Range (Jangkauan):
Selisih data terbesar dan terkecil.

D. Pengantar Konsep Peluang

Peluang adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Misalnya, jika melempar sebuah koin,
peluang munculnya gambar adalah ½ karena ada 2 kemungkinan: gambar dan angka.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

SATUAN PENDIDIKAN : .........................................................


KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Matematika
BAB : Data dan Diagram
TOPIK : Menyajikan Data dalam Bentuk Diagram Batang dan Lingkaran

TUJUAN PEMBELAJARAN

Menyajikan data dalam bentuk diagram batang dan lingkaran.

ALAT DAN BAHAN

● Kertas gambar atau buku tulis


● Penggaris dan busur
● Pensil warna / spidol
● Kalkulator (jika diperlukan)
● Data hasil pengamatan/kuesioner sederhana

STIMULUS

Setiap hari Jumat, SMP Sejahtera melakukan program “Jumat Sehat” yang mewajibkan semua
siswa untuk membawa bekal makanan sehat dari rumah. Pada hari Jumat minggu lalu, wali kelas
VII-A mencatat jenis makanan yang dibawa oleh 30 siswa. Data menunjukkan bahwa 12 siswa
membawa nasi dengan lauk, 6 siswa membawa roti, 5 siswa membawa buah, dan 7 siswa
membawa mie instan. Data tersebut diminta untuk disajikan dalam bentuk yang menarik untuk
dipajang di mading kelas.

TUGAS / SOAL DISKUSI

Soal 1
Buatlah tabel frekuensi dari data makanan yang dibawa oleh siswa kelas VII-A.

Soal 2
Sajikan data tersebut ke dalam bentuk:
a. Diagram batang
b. Diagram lingkaran (gunakan besar sudut untuk masing-masing kategori)

Soal 3
Dari diagram yang telah dibuat, analisis dan jelaskan:

● Jenis makanan apa yang paling sering dibawa?


● Apa manfaat dari menyajikan data dalam bentuk diagram?

KUNCI JAWABAN (

Jawaban Soal 1 – Tabel Frekuensi:

Jenis Makanan Frekuensi


Nasi + Lauk 12
Roti 6
Buah 5
Mie Instan 7
Jumlah 30

Jawaban Soal 2a – Diagram Batang:


(Siswa menggambar batang vertikal sesuai frekuensi tiap jenis makanan.)

Jawaban Soal 2b – Diagram Lingkaran (besaran sudut):

● Nasi + Lauk: (12/30) × 360° = 144°


● Roti: (6/30) × 360° = 72°
● Buah: (5/30) × 360° = 60°
● Mie Instan: (7/30) × 360° = 84°

Jawaban Soal 3 – Analisis:

● Jenis makanan yang paling sering dibawa adalah Nasi + Lauk (12 siswa).
● Menyajikan data dalam bentuk diagram membantu kita lebih mudah memahami
perbandingan dan distribusi data secara visual.
RUBRIK PENILAIAN

Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian


Maks
Ketepatan menyusun tabel 25 Frekuensi sesuai dengan data dan kategori benar
frekuensi
Ketepatan dan kerapian diagram 20 Diagram batang menggambarkan data akurat
batang dan visual menarik
Ketepatan perhitungan dan 25 Sudut benar, gambar lingkaran proporsional dan
visual diagram lingkaran diberi keterangan
Analisis dan penarikan 20 Jawaban logis, didukung alasan yang kuat dan
kesimpulan berkaitan langsung dengan data
Kerapian dan sistematika 10 Tugas disusun rapi, bersih, dan sistematis
Total 100
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : ......................................................


KELAS / SEMESTER : VII / Genap
MATA PELAJARAN : Matematika

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menyusun dan menyajikan data dari lingkungan sekitar.


2. Menyajikan data dalam bentuk diagram batang dan lingkaran.
3. Menghitung dan menafsirkan mean, median, modus, range.
4. Menjelaskan peluang dan frekuensi harapan.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

● Mengumpulkan data dari lingkungan sekitar.


● Membuat diagram batang dan lingkaran berdasarkan data.
● Menghitung mean, median, modus, dan range dari data.
● Menentukan peluang kejadian sederhana.

KISI-KISI SOAL

No Tujuan Indikator Pencapaian Bentuk Level


Pembelajaran Soal Kognitif
1 TP 1, 2 Mengumpulkan dan menyajikan Proyek C4 (Analisis)
data
2 TP 3 Menghitung ukuran pemusatan Proyek C4 (Analisis)
data
3 TP 4 Menentukan peluang dari data Proyek C5 (Evaluasi)
frekuensi
SOAL PROYEK

Judul Proyek: “Jajanan Favorit Teman di Kantin”

Lani mengumpulkan data jajanan favorit 30 teman selama satu minggu:

Jumlah
Jajanan
Siswa
Gorenga
10
n
Roti 8
Bakso 6
Es Teh 4
Mie
2
Instan

Tugas Proyek:

1. Sajikan data tersebut dalam bentuk diagram batang dan diagram lingkaran.
2. Hitung mean, median, modus, dan range dari jumlah siswa.
3. Hitung peluang seseorang membeli gorengan, dan tentukan frekuensi harapan jika ada
60 siswa datang ke kantin.
4. Buat kesimpulan dan saran kepada pengelola kantin berdasarkan analisis tersebut.

KUNCI JAWABAN (BAB 6)

RUBRIK PENILAIAN (BAB 6)

Aspek Dinilai Skor Kriteria Penilaian


Maks
Penyajian data dan grafik 25 Grafik akurat, jelas, mudah
dipahami
Perhitungan mean, median, modus, range 25 Tepat dan disertai langkah
Perhitungan peluang dan frekuensi 25 Akurat dan masuk akal
harapan
Analisis dan kesimpulan 25 Relevan dan logis berdasarkan data
Total Skor 100

Anda mungkin juga menyukai