PERCOBAAN 6.
RANGKAIAN R-L-C
PERCOBAAN VI
ANALISA RANGKAIAN R-L-C
A. TUJUAN
1. TIU
Setelah melaksanakan praktikum pengukuran dan rangkaian listrik ini
diharapkan mahasiswa mampu memahami konsep dasar rangkaian listrik,
cara mengukur parameter besaran listrik dan sifat rangkaian listrik AC 1 fasa
dan 3 fasa.
2. TIK
Setelah menyelesaikan praktikum percobaan 6 ini diharapkan mahasiswa
mampu :
a. menganalisa rangkaian RLC seri dan rangkaian RLC parallel
b. mahasiswa mampu membaca dan mengetahui hasil yang tercatat dalam
oscilloscope
B. DASAR TEORI
1. Rangkaian RLC seri
Di bawah ini akan diperjelas mengenai cara perhitungan impedansi dan
resonansi melalui frekwensi :
Uc C
UL L
UO
UR R
Gambar 6.1. Rangkaian RLC seri
32
PERCOBAAN 6. RANGKAIAN R-L-C
Dari rangkaian di atas didapat : U = √ [UR2 + (UL+UC)2]
Dimana : UR = I.R UL = [Link] UC = [Link]
Sehingga : U = √ [I2R2 + I2(XL+XC)2]
U = I2 √ [R2 + (XL+XC)2]
U/I = √ [R2 + (XL+XC)2]
Z = √ [R2 + (XL+XC)2] XL = ωL XC = -1/ωC
Maka : Z = √ [R2 + (ωL - 1/ωC)2]
Bila UL = UC dan XL = XC
XL + XC = 0 ωrL = 1 / ωrC
ωr = √ [1/LC]
2πfr = √ [1/LC]
fr = 1/2π √ [1/LC] …. disebut frekwensi resonansi
Sedangkan perhitungan yang didasarkan pada data oscilloscope yaitu :
UR = y div x v div
Itot = y div : frekwensi
Beda fase = (Δ penunjukan x 3600)
Tmax
C
Uc
UL
L
L
Uc
L
33
PERCOBAAN 6. RANGKAIAN R-L-C
[Link] R-L-C Paralel
Rangkaian RLC parallel ini dapat dilihat seperti gambar 6.3 di bawah ini :
C
R R L L C
Gambar 6.3 Rangkaian RLC parallel
Pada RLC parallel ini dapat didasarkan pada aewrhitungan di bawah ini :
I = √ [I. R2 + (IC+IL)2]
IR = U.G ; IC = [Link] ; IL = [Link]
G = 1/R ; BC = ωC ; BL = -1/ωL
2 2 2 2
I = √ [U G + U (BC+BL) ]
2
I = U √ [G + (ωC--1/ωL)2]
2
I/U = √ [G + (ωC-1/ωL)2]
B = BC + BL = ωC-1/ωL
2
Y = √ [G + B2]
2
Z = 1 /Y = 1 / √ [G + (BC+BL)2]
2
Z = 1 / √ [( 1 /R) + (ωC-1/ωL)2]
Tanφ = IC + IL = U(BC+BL) = BC + BL = ωC-1/ωL
ΦY = -φ
Jika IC = IL ; BC = BL ; BC + BL = 0
ωrC = 1/ωrL
Resonansi terjadi pada bagian imaginer = [Link] dimana bagian
imaginer = 0 disebut frekwensi resonansi (ωr)
ωr = √ [1/LC] maka fr = 1/2π √ [1/LC] merupakan frekwensi
resonansi
34
PERCOBAAN 6. RANGKAIAN R-L-C
dimana L dalam Henry C dalam farad
ωr dalam radial/detik fr dalam Hz
Pada frekwensi resonansi,rangkaian memiliki sifat-sifat penting :
1. Faktor daya (power factor) atau cos φ =1
2. Impedansi rangkaian resistif dan minimum (Z=R)
3. Arus dalam rangkaian maksimal
Bila factor kualitas dari rangkaian cukup tinggi maka disekitar frekwensi
resonansi arus yang melalui L dan C akan jauh lebih besar dari arus sumber I
B. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
Peralatan Jumlah
1. Multimeter 1
2. Induktor 1
3. Resistansi 1
4. Function generator 1
5. Kabel penghubung 2
6. Osciloscope 1
7. Kapasitor 1
D. RANGKAIAN PERCOBAAN
A CH1
UC C
UL L
U0
CH2
UR R
GND
Gambar 6.4. Rangkaian RLC seri
35
PERCOBAAN 6. RANGKAIAN R-L-C
CH1
A
IL
Ic
L UL
UC C
U0
R UR
GND CH2
Gambar 6.5. Rangkaian RLC Pararel
E. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
I. Praktikum Rangkaian RLC Seri
1. Menyusun rangkaian percobaan seperti gambar 6.4 di atas.
2. Menunjukan pada instruktur apakah rangkaian yang telah dilakukan
sudah benar.
3. Bila sudah dinyatakan benar, maka meminta persetujuan kepada
instruktur untuk melakukan percobaan sebagai berikut:
Atur frekuensi function generator sesuai permintaan tabel.
Atur amplitudo function generator sebesar 3V dengan mengamati
penunjukan Voltmeter.
Sambungkan rangkaian dengan Osiloskop yang sudah dikalibrasi
sesuai keterangan pada gambar (CH1, CH2 dan GND).
Pencet tombol X-Y pada Osiloskop untuk menampilkan mode
pengamatan Lissojous.
Catat penunjukan UC, UL, UR, Y1, dan Y2 pada tabeL 6.1
Hitung beda fasa berdasarkan nilai Y1 dan Y2 untuk rangkaian RL
seri dan catat hasilnya pada table 6.1.
II. Praktikum Rangkaian RLC Paralel
1. Menyusun rangkaian percobaan seperti gambar 6.5 di atas.
2. Menunjukan pada instruktur apakah rangkaian yang telah dilakukan
sudah benar.
36
PERCOBAAN 6. RANGKAIAN R-L-C
3. Bila sudah dinyatakan benar, maka meminta persetujuan kepada
instruktur untuk melakukan percobaan sebagai berikut:
Atur frekuensi function generator sesuai permintaan tabel.
Atur amplitudo function generator sebesar 3V dengan mengamati
penunjukan Voltmeter.
Sambungkan rangkaian dengan Osiloskop yang sudah dikalibrasi
sesuai keterangan pada gambar (CH1, CH2 dan GND).
Pencet tombol X-Y pada Osiloskop untuk menampilkan mode
pengamatan Lissojous.
Catat penunjukan UC, UL, UR, Y1, dan Y2 pada table 6.2.
Hitung beda fasa berdasarkan nilai Y1 dan Y2 untuk rangkaian RL
seri dan catat hasilnya pada table 6.2.
F. TABEL HASIL PERCOBAAN
Tabel 6.1 Rangkaian RLC Seri
PENGAMATAN LISSOJOUS
Frekuensi
UR (Volt) UL (Volt) UC (Volt) I (mA) BEDA
(Hz) Y1 Y2
FASA (°)
50
100
500
Table 6.2 Rangkaian RLC Paralel
PENGAMATAN LISSOJOUS
Frekuensi
UR (Volt) UL (Volt) UC (Volt) I (mA) BEDA
(Hz) Y1 Y2
FASA (°)
50
100
500
37
PERCOBAAN 6. RANGKAIAN R-L-C
G. TUGAS
[Link] pengukuran besarnya frekuensi resonansi untuk kedua
rangkaian!
[Link] I,Xc,ZL,Z untuk rangkaian RLC seri dan menghitung I,
[Link] phasor V dan I untuk rangkaian RLC seri dan untuk
rangkaian RLC parallel!
[Link] Xc,ZL dan Z dalam satu grafik untuk rangkaian RLC seri
H. PUSTAKA
[Link] E. Scott, An Introduction to Circuit Analysis,Mc Graw Hill 1987
[Link] H. Hayt Jr & Jack E. Kemmerly,Engineering Circuit Analysis,Mc
Graw Hill,fifth edition 1993
38