0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Kinerja dan Manajemen Sumber Daya Manusia

Diunggah oleh

Fauziah Ramadayanty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Kinerja dan Manajemen Sumber Daya Manusia

Diunggah oleh

Fauziah Ramadayanty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Latar Belakang

Mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Lanjutan membahas materi terkait
Kinerja dan Prestasi Kerja. Perlu untuk diketahui, bahwa dunia bisnis sekarang ini dituntut
menciptakan suatu perusahaan yang memiliki sumber daya manusia yang semakin bermutu
tinggi. Sumber daya yang baik ditujukan kepada peningkatan kontribusi yang dapat diberikan
oleh para pegawai dalam perusahaan kearah tercapainya tujuan perusahaan. Keberadaan sumber
daya manusia di dalam suatu perusahaan memegang peranan sangat penting. Tenaga kerja
memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas perusahaan. Potensi setiap sumber daya
manusia yang ada dalam perusahaan harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga
mampu memberikan output yang optimal. Tercapainya tujuan perusahaan tidak hanya tergantung
pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada
manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu perusahaan sangat
dipengaruhi oleh prestasi individu karyawannya. Setiap perusahaan akan selalu berusaha untuk
meningkatkan prestasi kerja karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan
akan tercapai.

Pada makalah ini akan dijelaskan secara detail apa yang dimaksud dengan kinerja, prestasi kerja
dan bagaimana korelasi dari kinerja dengan prestasi kerja serta fungsi manajemen kinerja
sehingga pegawai dapat memperoleh prestasi kerja. Dalam makalah ini, disertakan review jurnal
terkait untuk meningkatkan pemahaman terakit kinerja dan prestasi kerja.
1. Kinerja (Perfomance)
1.1 Pengertian Kinerja

Secara harfiah kinerja merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu dari kata
performance. Kata Performance berasal dari kata to perform yang berarti menampilkan atau
melaksanakan. Sedangkan menurut beberapa ahli, kinerja memiliki pengertian sebagai berikut :

1. Robbins (2011) kinerja merupakan suatu hasil yang harus dicapai oleh seseorang pekerja
atau karyawan dalam suatu pekerjaan, berdasarkan kriteria tertentu yang berlaku untuk
pekerjaan tertentu.
2. Kasmir (2019) kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam
menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode
tertentu.
3. Anwar Prabu Mangkunegara (2021) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
4. Marhawati (2022) kinerja adalah suatu kualitas hasil kerja pegawai dalam menjalankan
pekerjaannya selama waktu tertentu, melalui proses kerja yang sesuai standar perusahaan.
5. Hesti Widianti (2022) kinerja merupakan prestasi kerja atau hasil kerja seseorang
berdasarkan kuantitas dan kualitas yang dicapainya dalam melaksanakan fungsinya sesuai
dengan tanggung jawab yang diterima.
6. Rina Kastori (2023) kinerja adalah prestasi kerja atau hasil kerja seseorang berdasarkan
kuantitas dan kualitas yang dicapainya dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan
tanggung jawab yang diterima.

Kinerja juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kompetensi, motivasi, dan peluang
kerja yang tersedia. Pengukuran kinerja yang efektif memerlukan indikator yang jelas dan
relevan dengan tujuan organisasi. Kinerja merupakan hal yang sangat penting dan harus
diperhatikan oleh seluruh manajemen, baik pada tingkatan organisasi kecil maupun besar. Hasil
kerja yang dicapai oleh organisasi atau karyawan adalah bentuk pertanggungjawaban kepada
organisasi dan publik. Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, melainkan
selalu berhubungan dengan kepuasan kerja karyawan dan tingkat besaran imbalan yang
diberikan, serta dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Jika kinerja
personel diberi penghargaan, maka kemungkinan akan mendorong tingginya usaha personel atau
karyawan untuk menghasilkan kinerja. Sedangkan jika kinerja karyawan tidak diberi
penghargaan maka kemungkinan akan menyebabkan rendahnya usaha personel untuk
menghasilkan kinerja.

Kinerja atau performance merupakan sebuah penggambaran mengenai tingkat pencapaian


pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan
misi organisasi yang dituangkan dalam suatu perencanaan strategis suatu organisasi. Deskripsi
dari kinerja menyangkut tiga komponen penting, yaitu: tujuan, ukuran dan penilaian. Penentuan
tujuan dari setiap unit organisasi merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja. Tujuan ini
akan memberi arah dan memengaruhi bagaimana seharusnya perilaku kerja yang diharapkan
organisasi terhadap setiap personel.

1.2 Faktor Yang Memengaruhi Kinerja


Harrison (1997) mengidentifikasikan empat faktor yang memengaruhi kinerja (Amstrong
and Taylor, 2020), yaitu:
(1) individu pembelajar,
(2) kelompok pembelajar,
(3) manager pembelajar, dan
(4) organisasi.
Individu pembelajar adalah mengidentifikasikan kompetensi, motif, dukungan, dan insentif yang
tepat untuk setiap individu karyawan. Kelompok pembelajar adalah mengidentifikasikan sikap,
perilaku, dan kinerja kelompok kerja yang memberikan efek positif dan negatif pada individu
karyawan.
Menurut Vroom (1967) seorang individu karyawan akan menunjukkan kinerja yang
berhasil jika memiliki kemampuan dan motivasi, jika salah satunya tidak ada atau nol maka
kinerja tidak akan berhasil. Selanjutnya, temuan Vroom ini disempurnakan oleh Boxall dan
Purcell (2003) yang melaporkan bahwa kinerja dapat tercapai jika individu memiliki
kemampuan, motivasi, dan kesempatan yang mendukung untuk berpartisipasi. Semakin tinggi
partisipasi individu maka semakin tinggi kepuasan karyawan (Ivancevich et al., 2014). Temuan
Boxall dan Purcell dikenal dengan AMO Theory, yaitu A=Ability, M=Motivation, dan
O=Opportunity. Efek kemampuan dan motivasi tidak bersifat aditif tetapi multiplikatif. Setiap
individu membutuhkan kemampuan dan motivasi untuk berkinerja baik dan jika kemampuan
atau motivasi sama-sama nihil maka tidak ada kinerja yang efektif.

Guna mengantisipasi penurunan kinerja, maka diperlukan Manajemen Kinerja (performance


management) yang merupakan proses mengidentifikasi, mengukur, mangelola, dan
mengembangkan kinerja organisasi, tim, dan individu dalam Organisasi/Perusahaan

Gambar 1.1 Faktor penurunan kinerja

2. Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja adalah kunci sukses bagi organisasi untuk memastikan bahwa setiap
individu dan tim bekerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pada dasarnya, manajemen
kinerja adalah proses sistematis yang digunakan oleh organisasi untuk meningkatkan efektivitas
individu dan tim dalam mencapai tujuan organisasi. Bayangkan Anda sedang bermain dalam tim
sepak bola. Setiap pemain memiliki posisi dan tanggung jawab tertentu, serta harus bekerja sama
untuk memenangkan pertandingan.

2.1 Pengertian Menurut Para Ahli

1. Armstrong (2004) Menurut Armstrong, manajemen kinerja adalah pendekatan strategis


dan terpadu untuk menyampaikan keberhasilan berkelanjutan di organisasi dengan
memperbaiki kinerja orang-orang yang bekerja di dalamnya dan dengan mengembangkan
kapabilitas tim dan kontributor individu. Artinya, ini bukan hanya tentang penilaian kinerja
tahunan, tetapi lebih tentang proses berkelanjutan yang membantu organisasi mencapai
tujuannya melalui peningkatan berkelanjutan dari semua anggota tim.
2. Schwarz (1999) Schwarz mendefinisikan manajemen kinerja sebagai gaya manajemen
yang didasarkan pada komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan tentang
pencapaian tujuan, pemberian umpan balik dari manajer kepada karyawan, dan sebaliknya.
Dengan kata lain, ini adalah proses yang kolaboratif dan terus-menerus yang melibatkan
dialog dua arah untuk memastikan bahwa semua orang berada di jalur yang benar.
3. Castello (1994) Castello menjelaskan bahwa manajemen kinerja adalah dasar dan
kekuatan pendorong yang berada di belakang semua keputusan organisasi, usaha kerja, dan
alokasi sumber daya. Artinya, setiap keputusan yang diambil dalam organisasi harus
mendukung tujuan kinerja yang telah ditetapkan.
4. Milkovich & Boudreau (1997) Menurut Milkovich dan Boudreau, manajemen kinerja
adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas dan output karyawan konsisten dengan
tujuan organisasi. Ini melibatkan pengaturan tujuan, pemantauan kinerja, dan memberikan
umpan balik yang bertujuan untuk pengembangan berkelanjutan.
5. Wibowo (2010) Wibowo mendefinisikan manajemen kinerja sebagai sistem yang
digunakan untuk mengelola kinerja organisasi melalui peningkatan kinerja individu dan
kelompok, yang mencakup perencanaan, pemantauan, penilaian, dan pengembangan
kinerja.

2.3 Pentingnya Manajemen Kinerja


Adapun pentingnya manajemen kinerja antara lain adalah sebagai berikut :
1. Manajemen kinerja membantu memastikan bahwa semua orang di organisasi memahami
peran mereka dan bagaimana mereka dapat berkontribusi terhadap tujuan keseluruhan. Ini
menciptakan transparansi dan akuntabilitas, yang sangat penting untuk keberhasilan jangka
panjang. Selain itu, manajemen kinerja memberikan platform bagi karyawan untuk
berkembang melalui umpan balik yang konstruktif dan pelatihan yang tepat.
2. Dengan memahami dan menerapkan manajemen kinerja, Anda dapat meningkatkan
produktivitas, kepuasan kerja, dan pada akhirnya mencapai tujuan Anda dengan lebih
efektif dan efisien

2.4 Tujuan Manajemen Kinerja


Berikut adalah tujuan dari manajemen kinerja,

1. Tujuan Strategik
Setiap pegawai memiliki peran spesifik, dan semua strategi harus selaras untuk tujuan
perusahaan. Tujuan strategik dalam manajemen kinerja adalah memastikan bahwa semua
aktivitas dan inisiatif karyawan sejalan dengan tujuan besar organisasi. Ini membantu
organisasi tetap fokus dan efisien dalam mencapai visi dan misinya. Dengan kata lain, ini
adalah peta jalan yang mengarahkan semua orang menuju tujuan yang sama.
2. Tujuan Administratif
Tujuan administratif dalam manajemen kinerja adalah untuk memberikan dasar yang
objektif bagi keputusan-keputusan penting seperti evaluasi kinerja, promosi, dan bahkan
pemberhentian karyawan. Ini seperti memiliki aturan permainan yang jelas dan adil,
sehingga semua orang tahu apa yang diharapkan dan bagaimana kinerja mereka akan
dinilai.
3. Tujuan Pengembangan
Tujuan pengembangan adalah untuk membantu karyawan meningkatkan keterampilan dan
kemampuan mereka. Ini bisa melalui pelatihan, mentoring, atau proyek-proyek yang
menantang. Bayangkan ini sebagai level-up dalam game, di mana Anda mendapatkan skill
baru dan menjadi lebih hebat! Pengembangan ini tidak hanya bermanfaat bagi karyawan,
tetapi juga bagi organisasi, karena karyawan yang terlatih baik lebih mampu berkontribusi
secara efektif.
4. Meningkatkan Motivasi dan Komitmen Karyawan
Kita semua tahu betapa pentingnya merasa termotivasi dan berkomitmen terhadap
pekerjaan kita. Manajemen kinerja bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan komitmen
karyawan dengan memberikan umpan balik yang konstruktif dan pengakuan atas
pencapaian mereka
5. Menyediakan Kerangka Kerja untuk Kesepakatan Sasaran Kerja
Manajemen kinerja menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan menyepakati
sasaran kerja yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART).
Ini membantu karyawan memahami peran mereka dalam organisasi dan bagaimana
pekerjaan mereka berkontribusi pada tujuan keseluruhan. Jadi, tidak ada lagi kebingungan
– Anda tahu persis apa yang harus dilakukan dan mengapa itu penting.
6. Mendukung Inisiatif Kualitas dan Inovasi

Inovasi adalah kunci untuk tetap kompetitif di dunia yang terus berubah. Manajemen
kinerja membantu mendorong budaya inovasi dengan mengidentifikasi area untuk
perbaikan dan mendukung inisiatif kualitas.

Manajemen kinerja dapat juga menyelaraskan tujuan karyawan dengan tujuan perusahaan
dan mendorong karyawan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan, emungkinkan
ekspektasi untuk didefenisikan dan disetujui dalam hal tanggung jawab dan akuntanbilitas peran
(diharapkan untuk dilakukan), keterampilan (diharapkan untuk dimiliki), dan perilaku
(diharapkan untuk menjadi). Kemudian, dapat memberikan kesempatan bagi individu untuk
mengidentifikasi tujuannya sendiri dan mengembangkan keterampilan dan kompetensi serta
memotivasi karyawan dengan memberi mereka pengakuan dan kesempatan untuk menggunakan
dan mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki.

2.5 Proses Manajemen Kinerja


Proses ini bukan hanya tentang memberikan penilaian tahunan, tetapi lebih kepada siklus
berkelanjutan yang membantu meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan organisasi.
1. Perencanaan Kinerja
Perencanaan adalah langkah pertama dan paling krusial dalam proses manajemen kinerja.
Bayangkan Anda sedang merencanakan petualangan besar, seperti mendaki gunung atau
menjalani perjalanan panjang. Anda pasti membutuhkan peta dan rencana yang jelas.
Dalam konteks manajemen kinerja, perencanaan melibatkan penetapan tujuan yang
spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART). Tujuan ini harus
sejalan dengan visi dan misi organisasi. Perencanaan ini mencakup diskusi antara manajer
dan karyawan untuk memastikan semua orang memahami apa yang diharapkan dan
bagaimana mereka bisa berkontribusi.
2. Pengembangan Kinerja
Setelah tujuan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah pengembangan kinerja. Ini seperti
melatih otot Anda sebelum pmrtandingan besar. Pengembangan kinerja melibatkan
pelatihan dan pengembangan keterampilan yang dibutuhkan karyawan untuk mencapai
tujuan mereka. Ini bisa berupa pelatihan formal, kursus online, mentoring, atau bahkan
pengalaman langsung di lapangan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk membekali
karyawan dengan alat dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk sukses.
3. Pemantauan Kinerja
Proses manajemen kinerja tidak berhenti setelah perencanaan dan pengembangan.
Pemantauan kinerja adalah langkah penting berikutnya. Bayangkan ini seperti
menggunakan GPS saat Anda dalam perjalanan – Anda perlu memastikan Anda tetap
berada di jalur yang benar dan menyesuaikan arah jika diperlukan. Pemantauan kinerja
melibatkan pengawasan rutin terhadap kemajuan karyawan, memberikan umpan balik yang
konstruktif, dan melakukan penyesuaian jika ada hambatan yang muncul. Komunikasi
yang terbuka dan terus-menerus antara manajer dan karyawan sangat penting pada tahap
ini.
4. Penilaian Kinerja
Setelah periode tertentu, biasanya setiap akhir tahun, tiba saatnya untuk penilaian kinerja.
Ini adalah momen di mana Anda melihat kembali perjalanan yang telah dilalui dan
mengevaluasi hasilnya. Penilaian kinerja melibatkan peninjauan terhadap pencapaian
karyawan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ini bukan hanya tentang
mengevaluasi angka dan statistik, tetapi juga tentang memahami bagaimana karyawan
telah berkembang dan berkontribusi. Penilaian ini harus adil dan objektif, dan biasanya
dilakukan melalui diskusi dua arah antara manajer dan karyawan.
5. Penghargaan dan Pengakuan
Setelah penilaian kinerja, langkah berikutnya adalah memberikan penghargaan dan
pengakuan kepada karyawan. Bayangkan betapa menyenangkannya menerima medali atau
trofi setelah memenangkan pertandingan. Dalam dunia kerja, penghargaan bisa berupa
kenaikan gaji, bonus, promosi, atau bahkan pengakuan sederhana seperti sertifikat atau
pujian di depan tim. Penghargaan ini tidak hanya memotivasi karyawan untuk terus
memberikan yang terbaik, tetapi juga menunjukkan bahwa usaha dan kontribusi mereka
dihargai.
6. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Proses manajemen kinerja adalah siklus yang berkelanjutan. Setelah memberikan
penghargaan, penting untuk mengevaluasi proses yang telah dilakukan dan mencari cara
untuk meningkatkan efektivitasnya di masa mendatang. Ini seperti melakukan review
setelah pertandingan untuk memahami apa yang berjalan dengan baik dan apa yang perlu
diperbaiki. Evaluasi ini bisa melibatkan survei karyawan, diskusi tim, atau analisis data
kinerja. Tujuannya adalah untuk terus memperbaiki proses manajemen kinerja agar
semakin efektif dan relevan.

Dengan memahami dan menerapkan proses manajemen kinerja ini, Anda dapat
memastikan bahwa setiap orang di organisasi bekerja dengan sebaik-baiknya dan mencapai
tujuan bersama. Manajemen kinerja merupakan kunci untuk mengoptimalkan kinerja tim dan
individu dalam mencapai tujuan bersama. Dengan memahami perbedaannya dengan penilaian
kinerja dan menerapkan proses yang tepat, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang dinamis
dan produktif.

Anda mungkin juga menyukai