0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Dimensi Saluran Trapesium Optimal

Diunggah oleh

hakimridwan236
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Dimensi Saluran Trapesium Optimal

Diunggah oleh

hakimridwan236
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

REKOMENDASI SALURAN RENCANA

Dalam menentukan dimensi saluran bentuk trapesium dengan luas

penampang hidrolis maksimum, maka luas penampang basah saluran (A), jari-jari

hidrolis (R), kedalaman saluran (h), lebar dasar saluran (B), lebar permukaan

saluran (B’), dan kemiringan dinding saluran (z) mempunyai hubungan yang

dapat dinyatakan sebagai berikut:

Lebar alas (B) = 2[√ - ]h

Lebar permukaan (B’) = B + 2z

= 60˚ ------> z = ⁄

Luas (A) = [B ]

Jari-jari hidrolik (R) = ⁄

Untukdimensisaluranpenyaliranberbentuktrapesiumdenganluaspenampang

optimum danmempunyaisudutkemiringandindingsaluransebesar 600, maka:

=0

Sehingga:

Lebar alas (B) = 2[√ - ]h

80
81

= 2[√ -0 ]h

= 1,1546h

Luas (A) = [B ]

=[ 6 0 ]

= 1,732h²

Dimana menurut H. A. Halim Hasmar, 2011 kemiringan dasar saluran

ditentukan dengan pertimbangan bahwa suatu aliran dapat mengalir dengan

kemiringan (S) = 0,25 – 1% yang merupakan syarat agar tidak terjadi erosi yang

berlebihan dan pengendapan parikel padatan. Dalam perhitungan menggunakan

kemiringan dasar saluran sebesar 0,25 % dan koefisien manning 0,030 (Tabel

3.4), mengingat jenis tanah di lokasi yang berupa pasir dengan material relatif

lepas.

Perhitungan debit penyaliran saluran air ditentukan dengan menggunakan

rumus Manning, sebagai berikut:

⁄ ⁄

Dimana:

Q = Debit pengaliran maksimum (m³/s)

A = Luas penampang basah (m²)

S = Kemiringan dasar saluran (%)


82

R = Jari-jari hidrolis (m)

n = Koefisien kekasaran dinding menurut persamaan Manning

Contoh perhitungan

1. Perhitungan debit air limpasan (Q) untuk saluran

Diketahui:

 Intensitas curah hujan (I) = 24,5610 mm/jam (Lampiran E)

 Luas cathment area (A) = 3,28 Ha ≈ 0,0328 Km²

 Koefisien limpasan (C) = 0,9 (Tabel 3.3)

Debit Limpasan (Q)

Q = 0,278 × C × I × A

= 0,278 × 0,9 × 24,5610 mm/jam × 0,0328 Km²

= 0,2016 m³/s

2. Perhitungan dimensi saluran

Diketahui:

 Debit yang harus dialirkan = 0,2016 m³/s.

 Koefisien kekerasan dinding menurut Manning (n) = 0,030 (Tabel 3.4)

Rumus Manning:

⁄ ⁄

2⁄ ⁄2 2
0 20 6 0 0 002 2
00 0
83

2⁄ 2
0 20 6 00 0=0 00 2


0 0060 8 = 0 0


=
00


= √

= 0,478 m

Sehingga:

Lebar alas (B) = 1,1546h

= 1,1546 × 0,478 m

= 0,552 m

Luas (A) = 1,732h²

= 1,732 × 0,478² m

= 0,396 m²

Luas permukaan (B’) = B + 2z

= 0,552 m + (2 × 0,5774)

= 1,7068 m
84

Maka, dimensi saluran rencana, yaitu:

 Lebar alas saluran (B) = 0,552 m

 Luas penampang basah saluran (A) = 0,396 m²

 Lebar permukaan saluran (B’) = 1,7068 m

 Kedalaman saluran (h) = 0,478 m

 Kemiringan dinding saluran (z) = 60˚

B = 1,7068 m

h = 0,478 m

60˚

b = 0,552 m

GambarD.1.
Dimensi Saluran Rencana

Anda mungkin juga menyukai