ELEKTROKIMIA
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan konsep dasar elektrokimia dan hubungannya dengan reaksi
redoks.
2. Menjelaskan perbedaan antara sel galvani (volta) dan sel elektrolisis.
3. Menuliskan reaksi setengah sel dan reaksi total pada sel elektrokimia.
4. Menentukan potensial sel dan arah aliran elektron.
5. Menyelesaikan perhitungan yang melibatkan hukum Faraday.
B. Pengantar Materi
Apa itu Elektrokimia? elektrokimia adalah cabang kimia yang mempelajari
hubungan antara energi listrik dan reaksi kimia redoks.
Pada reaksi redoks:
Oksidasi → kehilangan elektron
Reduksi → menerima elektron
Dalam sistem elektrokimia, perpindahan elektron dapat digunakan untuk
menghasilkan listrik (sel galvani) atau memanfaatkan listrik untuk reaksi kimia (sel
elektrolisis).
C. Jenis-Jenis Sel Elektrokimia
1. Sel Galvani (Volta)
Mengubah energi kimia → energi listrik
Contoh: Sel Daniell (Zn–Cu)
Rangkaian:
Zn(s) | Zn²⁺(aq) || Cu²⁺(aq) | Cu(s)
Reaksi:
Anoda (oksidasi): Zn(s) → Zn²⁺(aq) + 2e⁻
Katoda (reduksi): Cu²⁺(aq) + 2e⁻ → Cu(s)
Reaksi total: Zn(s) + Cu²⁺(aq) → Zn²⁺(aq) + Cu(s)
Arah elektron: dari anoda → katoda
Ciri-ciri sel galvani:
Reaksi spontan
Menghasilkan listrik
Anoda negatif, katoda positif
2. Sel Elektrolisis
Mengubah energi listrik → energi kimia
Contoh: Elektrolisis larutan NaCl
Rangkaian:
2NaCl(l) → 2Na(s) + Cl₂(g)
Reaksi:
Katoda (reduksi): Na⁺ + e⁻ → Na
Anoda (oksidasi): 2Cl⁻ → Cl₂ + 2e⁻
Ciri-ciri sel elektrolisis:
Reaksi tidak spontan
Memerlukan arus listrik luar
Anoda positif, katoda negatif
D. Potensial Sel (E°sel)
Rumus Umum: E ° sel=E °katoda−E ° anoda
Jika E°sel > 0, reaksi spontan (sel galvani)
Jika E°sel < 0, reaksi tidak spontan (sel elektrolisis)
Contoh:
Zn²⁺/Zn = –0,76 V
Cu²⁺/Cu = +0,34 V E ° sel=0 , 34− (−0 ,76 )=+1 , 10V → Reaksi spontan, termasuk sel
galvani.
E. Hukum Faraday pada Elektrolisis
Hukum Faraday I:
Massa zat yang dihasilkan di elektroda sebanding dengan jumlah muatan listrik (Q).
M x I xt
m=
nx F
Keterangan:
m = massa zat (gram)
M = massa molar (g/mol)
I = arus listrik (ampere)
t = waktu (detik)
n = jumlah elektron per mol zat
F = konstanta Faraday (96.500 C/mol e⁻)
F. Contoh Soal & Pembahasan
Contoh Soal 1
Tentukan E°sel dari sel berikut:
Zn(s) | Zn²⁺(aq) || Cu²⁺(aq) | Cu(s)
(Diketahui: E°Zn²⁺/Zn = –0,76 V dan E°Cu²⁺/Cu = +0,34 V)
Penyelesaian: E ° sel=E °katoda−E ° anoda=0 , 34−(−0 , 76 )=+1 , 10 V Jadi,
sel tersebut menghasilkan potensial +1,10 V (reaksi spontan).
Contoh Soal 2
Jika arus 2 A dialirkan selama 9650 detik pada elektrolisis larutan CuSO₄,
berapa gram Cu yang diendapkan?
(Mr Cu = 63,5; n = 2; F = 96.500 C/mol)
Penyelesaian:
M x I xt 63 , 5 x 2 x 9650
m= m= =6 ,35 gram
nx F 2 x 96500
Jadi, massa Cu yang diendapkan = 6,35 gram
G. Latihan Soal
Pilihan Ganda
1. Pada sel Daniell, elektroda Zn bertindak sebagai ....
A. Katoda, terjadi reduksi
B. Katoda, terjadi oksidasi
C. Anoda, terjadi reduksi
D. Anoda, terjadi oksidasi
2. E°Cu²⁺/Cu = +0,34 V dan E°Ag⁺/Ag = +0,80 V. Tentukan E°sel untuk sel
Cu–Ag!
A. –0,46 V
B. +0,46 V
C. +1,14 V
D. –1,14 V
3. Pada elektrolisis NaCl cair, gas yang dihasilkan di anoda adalah ....
A. H₂
B. Cl₂
C. O₂
D. Na
4. Besar muatan listrik yang diperlukan untuk mengendapkan 1 mol Cu
adalah ....
A. 96500 C
B. 48250 C
C. 193000 C
D. 9650 C
5. Dalam sel elektrolisis, kutub negatif disebut ....
A. Katoda
B. Anoda
C. Elektrolit
D. Ion aktif
Esai
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara sel galvani dan sel elektrolisis.
2. Mengapa anoda dan katoda memiliki tanda berbeda pada kedua sel tersebut?
3. Tuliskan reaksi redoks yang terjadi pada sel Zn–Cu!
4. Hitung massa perak yang diendapkan jika arus 3 A dialirkan selama 9650
detik pada larutan AgNO₃.
5. Jelaskan penerapan elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari (minimal 3
contoh).
TURUNAN HIDROKARBON
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian turunan hidrokarbon.
2. Menyebutkan dan menuliskan rumus umum serta nama senyawa turunan
hidrokarbon.
3. Menjelaskan cara penamaan turunan hidrokarbon menurut IUPAC.
4. Menjelaskan reaksi-reaksi kimia khas dari masing-masing turunan
hidrokarbon.
5. Menyelesaikan soal-soal terkait reaksi dan penamaan senyawa turunan
hidrokarbon.
B. Pengantar Materi
Apa itu Turunan Hidrokarbon? turunan hidrokarbon adalah senyawa organik
yang berasal dari hidrokarbon (alkana, alkena, alkuna), di mana satu atau lebih atom
hidrogen digantikan oleh atom atau gugus fungsi lain, seperti:
–OH (hidroksil) → alkohol
–CHO (formil) → aldehida
>C=O (karbonil) → keton
–COOH (karboksil) → asam karboksilat
–O– (eter) → eter
–NH₂ (amino) → amina
–Cl, –Br, –I → haloalkana
C. Jenis-Jenis Turunan Hidrokarbon dan Gugus Fungsional
No Golongan Gugus Contoh Rumus
Fungsi Umum
1 Alkohol –OH CH₃CH₂OH (etanol) CₙH₂ₙ₊₁OH
2 Eter –O– CH₃–O–CH₃ (dimetil R–O–R'
eter)
3 Aldehida –CHO CH₃CHO (asetaldehida) R–CHO
4 Keton >C=O CH₃COCH₃ (aseton) R–CO–R'
5 Asam –COOH CH₃COOH (asam R–COOH
Karboksilat asetat)
6 Ester –COOR CH₃COOC₂H₅ (etil R–COOR'
asetat)
7 Amina –NH₂ CH₃NH₂ (metilamina) R–NH₂
8 Amida –CONH₂ CH₃CONH₂ R–CONH₂
(asetamida)
9 Halogenalkana –Cl, –Br, –I CH₃Cl (klorometana) R–X
D. Tata Nama (Nomenklatur IUPAC)
1. Alkohol
Nama = alkil + “–ol”
Contoh: CH₃CH₂OH → etanol
2. Aldehida
Nama = alkana + “–al”
Contoh: CH₃CHO → etanal
3. Keton
Nama = alkana + “–on”
Contoh: CH₃COCH₃ → propanon
4. Asam Karboksilat
Nama = asam + alkana + “–oat”
Contoh: CH₃COOH → asam etanoat
5. Ester
Nama = alkil + alkanoat
Contoh: CH₃COOC₂H₅ → etil etanoat
6. Halogenalkana
Nama = halogen + alkana
Contoh: CH₃Cl → klorometana
E. Reaksi-Reaksi Penting
Jenis Senyawa Jenis Reaksi Contoh
Alkohol Oksidasi → CH₃CH₂OH → CH₃CHO + H₂
Aldehida/Keton
Aldehida Oksidasi → Asam CH₃CHO + [O] → CH₃COOH
Asam Karboksilat + Esterifikasi CH₃COOH + C₂H₅OH →
Alkohol CH₃COOC₂H₅ + H₂O
Halogenalkana Substitusi CH₃Cl + NaOH → CH₃OH + NaCl
Amida Hidrolisis CH₃CONH₂ + H₂O → CH₃COOH
+ NH₃
F. Contoh Soal & Pembahasan
Contoh Soal 1
Tuliskan nama IUPAC dari senyawa berikut:
CH₃–CH₂–CH₂–OH
Pembahasan:
Rantai utama = propana, gugus –OH = alkohol
Nama: propanol
Contoh Soal 2
Tuliskan reaksi pembentukan etil asetat dari asam asetat dan etanol.
Pembahasan:
CH 3 COOH +C 2 H 5 OH → CH 3 COO C2 H 5 + H 2 O Reaksi ini disebut reaksi
esterifikasi.
Contoh Soal 3
Senyawa dengan rumus molekul C₂H₆O dapat merupakan dua senyawa
isomer, sebutkan dan gambarkan!
Pembahasan:
1. CH₃CH₂OH → etanol (alkohol)
2. CH₃–O–CH₃ → dimetil eter (eter)
Keduanya memiliki rumus molekul sama (C₂H₆O), tetapi struktur dan gugus
fungsi berbeda.
G. Latihan Soal
Pilihan Ganda
1. Senyawa dengan rumus CH₃COOH tergolong ....
A. Alkohol
B. Asam karboksilat
C. Aldehida
D. Keton
2. Nama IUPAC dari CH₃CH₂CH₂Cl adalah ....
A. 1-kloropropana
B. 2-kloropropana
C. metil klorida
D. etil klorida
3. Reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan ....
A. Aldehida
B. Ester
C. Keton
D. Eter
4. Isomer fungsional dari etanol adalah ....
A. dimetil eter
B. etil klorida
C. etanal
D. asam etanoat
5. Reaksi CH₃CH₂OH → CH₃CHO disebut ....
A. Reduksi
B. Oksidasi
C. Substitusi
D. Kondensasi
Esai
1. Jelaskan perbedaan antara alkohol primer, sekunder, dan tersier disertai
contohnya.
2. Sebutkan tiga contoh turunan hidrokarbon yang mengandung oksigen dan
masing-masing reaksinya.
3. Jelaskan proses pembentukan ester beserta reaksi umumnya.
4. Tuliskan reaksi substitusi pada halogenalkana.
5. Berikan contoh penerapan senyawa turunan hidrokarbon dalam kehidupan
sehari-hari.
MAKROMOLEKUL
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian dan ciri-ciri makromolekul.
2. Mengidentifikasi jenis-jenis makromolekul alami dan sintetis.
3. Menjelaskan proses pembentukan polimer dari monomer.
4. Membedakan polimerisasi adisi dan kondensasi.
5. Menyelesaikan soal terkait reaksi, sifat, dan penerapan makromolekul.
B. Pengantar Materi
Makromolekul adalah molekul berukuran sangat besar yang tersusun dari unit-
unit kecil berulang yang disebut monomer.
Ketika monomer bergabung melalui ikatan kovalen, terbentuklah polimer (poly =
banyak, meros = bagian).
Makromolekul mencakup:
Polimer alami → berasal dari organisme hidup.
Polimer sintetis → dibuat oleh manusia melalui reaksi kimia.
C. Jenis-Jenis Makromolekul
1. Makromolekul Alami
Makromolekul yang terdapat di alam dan dibentuk oleh organisme hidup.
Jenis Monomer Contoh Fungsi
Karbohidrat Monosakarida Pati, selulosa, Sumber energi,
(glukosa, fruktosa) glikogen struktur tumbuhan
Protein Asam amino Enzim, hemoglobin, Enzim, transport,
keratin struktur tubuh
Lipid (Lemak & Asam lemak + gliserol Lemak hewan, Cadangan energi
Minyak) minyak nabati
Asam Nukleat Nukleotida DNA, RNA Pembawa informasi
genetik
2. Makromolekul Sintetis
Makromolekul buatan yang dibuat melalui reaksi polimerisasi monomer buatan.
Jenis Polimer Monomer Contoh Kegunaan
Polietilena (PE) Etilena (CH₂=CH₂) Plastik kantong Wadah makanan
Polipropilena (PP) Propilena (CH₂=CH– Botol, tali Perabot rumah
CH₃) plastik tangga
Polivinil Klorida Vinil klorida (CH₂=CHCl) Pipa, jas hujan Bahan bangunan
(PVC)
Polistirena (PS) Stirena (C₆H₅CH=CH₂) Styrofoam Isolator panas
Nilon, Poliester Diamina + Asam Kain sintetis Tekstil, serat
dikarboksilat pakaian
D. Reaksi Pembentukan Makromolekul
1. Polimerisasi Adisi
Terjadi pada monomer yang memiliki ikatan rangkap, tanpa pelepasan molekul kecil.
Contoh:
n CH 2=CH 2 → ¿(Polietilena dari etilena)
2. Polimerisasi Kondensasi
Terjadi saat dua monomer bergabung dan melepaskan molekul kecil (biasanya air atau
HCl).
Contoh:
Pembentukan nilon-6,6:
n H 2 N −( C H 2) 6−N H 2+ nHOOC−( C H 2 )4 −COOH → ¿ ¿
E. Contoh Soal dan Pembahasan
Contoh 1
Sebutkan perbedaan antara polimer alami dan polimer sintetis beserta contohnya!
Pembahasan:
Polimer alami → ditemukan di alam, contohnya protein, pati.
Polimer sintetis → dibuat manusia, contohnya polietilena, nilon.
Contoh 2
Tuliskan reaksi pembentukan polietilena dan tentukan jenis reaksi polimerisasinya.
Pembahasan:
nC H 2=C H 2 → ¿ ¿Jenis reaksi: Polimerisasi adisi.
Contoh 3
Monomer pembentuk Nilon-6,6 adalah ...
A. Asam adipat dan etilena
B. Asam adipat dan heksametilendiamina
C. Gliserol dan asam stearat
D. Etilena dan klorin
Jawaban: B
Nilon-6,6 terbentuk dari asam adipat dan heksametilendiamina melalui polimerisasi
kondensasi.
F. Latihan Soal
Pilihan Ganda
1. Monomer penyusun protein adalah ....
A. Asam amino
B. Monosakarida
C. Asam lemak
D. Gliserol
2. Polimerisasi etilena membentuk ....
A. Polietilena
B. Polipropilena
C. Polistirena
D. Poliester
3. Polimer yang dihasilkan dari reaksi kondensasi adalah ....
A. Polietilena
B. Nilon
C. Polipropilena
D. Polistirena
4. Polimer alami yang berfungsi sebagai enzim adalah ....
A. Karbohidrat
B. Protein
C. Lipid
D. Asam nukleat
5. Reaksi pembentukan nilon disertai pelepasan ....
A. CO₂
B. H₂O
C. O₂
D. H₂
Esai
1. Jelaskan perbedaan antara polimerisasi adisi dan kondensasi!
2. Sebutkan 3 contoh makromolekul alami dan fungsinya!
3. Mengapa asam nukleat termasuk makromolekul penting bagi kehidupan?
4. Tuliskan reaksi pembentukan nilon dan jelaskan jenis reaksi yang terjadi!
5. Bandingkan sifat antara polietilena dan PVC dari segi kekuatan serta
penggunaan.