0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan35 halaman

Panduan Lengkap Multimeter dan Clamp Meter

Diunggah oleh

lardhi347
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan35 halaman

Panduan Lengkap Multimeter dan Clamp Meter

Diunggah oleh

lardhi347
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRAINING CENTER DEPT.

PT. UNITED TRACTORS, Tbk

JAKARTA
2007
BAB 1
MULTIMETER

A. FUNGSI
Multimeter adalah salah satu jenis alat ukur yang berfungsi untuk
mengukur arus (Amperemeter), tegangan (Voltmeter), dan
hambatan (Ohmmeter). Sehingga multimeter dikenal juga dengan
nama AVO meter. Tetapi multimeter terbaru sudah menyediakan
fasilitas untuk mengukur kapasitansi kapasitor, faktor penguatan
transistor (hfe), frekwensi, dan mengukur resistansi diode.

B. JENIS-JENIS MULTIMETER
1. Multimeter analog
ƒ Menggunakan pergerakan mekanis untuk mengerakkan jarum
ƒ Menampilkan hasil ukur dimana jarum terhubung dengan
skala kalibarasi.
ƒ Tidak cocok untuk mengukur komponen elektronik sensitif
(seperti ECU).
ƒ Lebih peka terhadap guncangan sehingga mudah rusak

Gambar 1. Multimeter Analog

2. Multimeter digital
ƒ Menampilkan nilai melalui penampilan digital
ƒ Menampilkan nilai pengukuran sesuai nilai aktual
ƒ Cocok untuk mengukur komponen elektronik sensitif (seperti
ECU).
ƒ Kurang peka terhadap guncangan sehingga tidak mudah
rusak.
ƒ Mempunyai battery yang tahan lama.
ƒ Mempunyai nilai resistansi dalam yang lebih tinggi.
Gambar 2. Multimeter digital

C. INFORMASI SAFETY
1. Yakinkan test lead dan rotary switch pada posisi yang benar
untuk pengukuran.
2. Jangan gunakan meter jika meter dan test lead kelihatan rusak.
3. Jangan mengukur resistansi dalam rangkaian ketika masih
terpasang pada power supply.
4. Jangan sentuhkan probe ke sumber tegangan ketika test lead
terpasang pada input jack 10 A atau 300 mA.
5. Untuk menghindari kerusakan atau hampir rusak, jangan
menggunakan meter pada rangkaian yang lebih dari 4800 watt.
6. Jangan digunakan untuk tegangan yang lebih dari nominalnya
antara input jack dan ground (mis : 600 V).
7. Hati-hati ketika bekerja dengan tegangan diatas 60 VDC atau 30
VAC rms. Hal ini akan mengakibatkan kejutan.
8. Jaga jari-jari Anda di belakang pelindung jari pada test lead
ketika melakukan pengukuran.
D. FASILITAS YANG DISEDIAKAN MULTIMETER DIGITAL
SANWA CD800a
1. LCD
LCD adalah tempat penampil hasil pengukuran secara digital.

Kemampuan
{ Serial LCD
number menampilkan
Multimeter data 4000
hitungan/siklus

LCD tempat
menampilkan
data hasil ukur

Gambar 3. LCD Multimeter digital


2. Selector switch dan kelengkapan

Otomatis
OFF saat
tidak aktif

Mengukur
Tegangan :
= DC
= AC
Merk
Multimeter Mengukur :

Mengukur = Hambatan
arus : = Diode
= DC = Kontinuitas

= AC = Kapasitansi

Mengukur
Prosentase
Frekwensi

Tegangan Perhatikan
Merk ukur polaritas
Multimeter maksimal Test lead

Gambar 4. Selector switch


3. Tombol-tombol fungsi

Pengukuran
Relatif Mode

Memilih Jangkauan Menahan Mengukur


fungsi ukur tampilan frekwensi

Gambar 5. Tombol fungsi

Deskripsi Tombol Fungsi


a. Power switch dan function switch
Putar switch ini ke OFF, maka multi meter akan mati. Untuk
meng- On kannya Putar switch ke masing-masing fungsi DCV,
ACV, Ω, , , sesuai fungsi yang akan dijalankan.

b. Select switch
Switch ini berguna untuk memilih fungsi dalam satu switch.
Misalnya : Ω, , , . Dalam hal ini mode akan berubah dari
dengan menekan tombol select
beberapa kali sesuai dengan fungsi yang dipilih.

c. Range
Tekan tombol range sebentar untuk mengeset mode range
manual. Kemudian ’AUTO’ muncul di display. Dalam mode
range manual tekan tombol lagi untuk melangkah ke range.
Untuk kembali ke mode auto, tekan tombol selama 1 detik
atau lebih, kemudian ‘AUTO’ akan muncul di display.
Mode manual tidak bisa untuk pengukuran ┤├, Hz,
pengukuran duty, pengechekan diode, fungsi bazzer.
d. Δ Rel
Relative zero memungkinkan pemakai untuk
menyeimbangkan meter pada pengukuran berurutan dengan
menampilkan pembacaan sebagai nilai acuan. Tekan tombol Δ
Rel sebentar untuk mengaktifkan dan untuk keluar dari mode
relative zero.

e. Data hold switch


Ketika tombol ini ditekan, tampilan data pada saat itu terus
menerus (DH menyala dilayar). Ketika pengukuran input
berubah tampilan tidak akan berubah. Ketika sitch ini ditekan
lagi, status Hold dibatalkan sehingga dapat digunakan untuk
mengukur kembali. (status DH di layar tidak menyala lagi).
(fungsi Data Hold tidak akan bekerja ketika mengukur
frekwensi).

f. Hz/%
Fungsi pengukuran frekwensi dan duty cycle diaktifkan secara
bergantian dengan menekan tombol ini. Dalam hal ini mode
berubah Hz %.

4. Test lead
Sebagai media yang menghubungkan antara komponen yang
akan diukur dan alat ukur.

Test Finger Test


pin guard probe

Gambar 6. Test Lead

Dalam melakukan pengukuran besaran listrik tertentu seperti


tegangan, arus, maka perhatikan polaritas test lead, dan tidak
boleh terbalik. Peringatan ini ditandai dengan gambar pada alat
ukur.
Gambar 7. Perhatikan polaritas saat melakukan pengukuran

5. Input Jack Multimeter

Gambar 8. Input Jack Multimeter digital

E. MAINTENANCE
1. Peringatan
a. Untuk menghindari kejutan listrik lepas test lead sebelum
membuka casing multimeter. Dan tutup casing sebelum
menggunakan multimeter. Untuk mencegah api dan
kemungkinan percikan api gunakan fuse dengan nilai sesuai
petunjuk yang ada dibelakang cover.
b. Jangan mengganti internal fuse multimeter diluar spesifikasi
standar yang tertera di body multimeter.
c. Jaga multimeter agar tidak jatuh atau berbenturan keras
dengan benda lain.

2. Perhatian
Untuk menghindari kerusakan statis, jangan sentuh PCB tanpa
pelindung statis.
3. Pengetesan internal fuse
Pengetasan fuse harus dilakukan sebelum menggunakan
multimeter.
Berikut adalah gambar cara pengetesan internal fuse :
a. Untuk fuse 300 mA maka penunjukannya adalah 4-8 Ω.
b. Untuk fuse 10 A maka hasil pengukurannya adalah < 5 Ω.

Gambar 9. Pengetesan internal fuse

4. Penggantian battery
Sebelum membuka casing, yakinkan test lead sudah dilepas dan
rotary switch di OFF-kan.

Gambar 10. Cara melepas battery


5. Penggantian fuse
Cara penggantian fuse :

Gambar 11. Penggantian fuse

6. Membersihkan multimeter
Untuk membersihkan multimeter gunakan kain bekas dan
deterjen lembut jangan gunakan abrasif dan solvent pada meter.
BAB 2
TANG AMPERE (CLAMP METER)

A. FUNGSI
Tang ampere (Clamp Meter) adalah alat ukur untuk mengukur
besaran arus bolak-balik (AC) maupun arus searah (Direct
Current). Tang ampere ini juga dapat digunakan untuk mengukur
tegangan, cos dari arus bolak-balik, Urutan fasa, dan frekuensi.

B. SYMBOL
1. Pada Body

Informasi safety penting, mengacu pada operation


manual

Bisa menyebabkan Tegangan berbahaya

Earth ground

Double Insulation (Protection class II).

2. Pada LCD

Gambar 12. Simbol-simbol pada LCD


C. DESKRIPSI CLAMP METER
1. Kelengkapan clamp meter

5. Current Sensing Clamp 1. Com Input Terminal


6. Safety Protection Ring 2. Positive Input Terminal
7. Jaw-Opening Handle 3. Data Hold Button
8. Main Funtion Selector 4. Battery Cabinet
9. LCD Display

Gambar 13. Kelengkapan Clamp tester

2. Fungsi dan range selector


Rotary switch digunakan untuk memilih fungsi dan range. Ketika
switch di set ke posisi OFF, meter tidak beroperasi.

3. Transformer Jaws
Mengambil arus AC dan mengalirkannya melalui konduktor.
Tekan Trigger untuk membuka transformer jaws. Ketika jari
menekan On trigger maka trigger lepas. Jaws akan menutup lagi.

4. Data Hold
Switch tekan (ON, OFF, ACA, ACV, DCV)

5. Input Jacks
Meter ini memiliki 3 input jack yang melindungi terhadap
overload.
Selama menghubungkan test lead hitam ke jack COM dan
menghubungkan test lead merah ke jack V Ω. Test lead merah
tergantung pada fungsi yang dipilih. Jack EXT digunakan untuk
menerima sinyal dari insulation tester menggunakan plug
banana, ketika mengukur hambatan isolasi.

6. Accessories
ƒ Test leads
ƒ Battery
ƒ Operating manual

D. PERHATIAN KHUSUS
1. Metode pengukuran arus

Gambar 14. metode pengeukuran arus

2. Penggantian battery
Jika tanda “BAT” muncul di layar, ini menunjukkan bahwa
battery harus diganti. Buka battery cover, ganti battery yang aus
dengan yang baru.

3. Peringatan
Ketika mencoba membuka battery cover, yakinkan bahwa test
lead sudah dilepas dari rangkaian pengukuran untuk
menghindari resiko kejutan listrik.

E. MAINTENANCE
1. Sebelum membuka meter, selalu lepas test lead dari sumber
arus listrik.
2. Jika terjadi kesalahan atau ketidak-normalan, meter tidak dapat
digunakan lagi dan harus di lepas.
3. Jangan pernah menggunakan meter tanpa cover belakang, dan
battery cover tidak kencang.
4. Jangan menggunakan bahan abrasive atau solvent pada meter,
gunakan kain bekas dan hanya deterjen ringan.
BAB 4
HEAT GUN

A. FUNGSI
Heat gun adalah alat yang digunakan memanaskan kabel tubing
pada saat membuat sambungan agar setelah disambung kablel
masih terisolasi dengan baik.

B. SAFETY
1. Jangan gunakan heat gun dekat dengan material yang mudah
terbakar.
2. Selalu Offkan heat gun sebelum meletakkannya dibawah pada
permukaan.
3. Jangan menempatkan nozzle dekat apapun pada saat panas.
4. Jangan pernah menyentuh metal nozzle menggunakan kain atau
kulit.
5. Biarkan tool dingin dulu sebeblum disimpan.
6. Jangan meremehkan nozzle pada saat heat gun masih ON.
7. Jangan memasukkan apapun selama nozzle masih terpasang
pada gun.

C. JENIS-JENIS HEAT GUN


1. Infra red Heating tool

Gambar 15. Infra red heating tool


2. Compressed Air/Nitrogen heating tools

Gambar 16. Compressed Air/Nitrogen heating tool

3. Turbofan heat gun

Gambar 17. Turbo fun heat gun


D. PEMILIHAN REFLECTOR
Reflector adalah komponen yang dipasang pada nozzle heat gun
dan memfokuskan panas ke sekitar material. Reflector yang tepat
disediakan tergantung pada buatan dan model heat gun. Berikut
jenis-jenis reflector :
1. Termination sleeve reflector

Gambar 18. Termination sleeve reflector

2. Miniature termination sleeve reflector

Gambar 19. Miniature termination sleeve reflector

3. Boot and tubing reflector

Gambar 20. Boot and tubing reflector

4. Needle point reflector

Gambar 21. Needle point reflector


5. Large boot and tubing reflector

Gambar 22. Large boot and tubing reflector

E. PERHATIAN KHUSUS
1. Nozzle dan udara keluaran heat gun sangat panas, perhatikan
secara serius pada saat mengoperasiknnya untuk menghindari
kebakaran fatal.
2. Gunakan Heat gun sebagai mana mestinya.

F. MAINTENANCE UNTUK SISTEM WIRING


1. Pilih reflector untuk aplikasi yang sesuai
2. Pasang reflector di depan heat gun nozzle dengan menekan
reflector lurus.
3. Periksa kebutuhan power heat gun dan hubungkan plug pada
power suplay yang sesuai.
4. Siapkan peralatan yang dibutuhkan untuk proses heating.
5. Tempatkan material yang akan dipanaskan di heating area.
6. Amati material selama proses pemanasan, setelah mendapatkan
pemanasan yang cukup, lepas dari heating area dan matikan
heat gun.
7. Amati material apakah bentuknya suda benar.
BAB 6
ISOLATION TESTER

A. FUNGSI
Isolation tester adalah alat yang digunakan untuk mengukur
hambatan isolasi dari sebuah penghantar. Isolation tester dikenal
juga dengan nama meger tester. Meger tester merupakan
singkatan dari mega ohmmeter.

B. SAFETY
1. Rangkaian yang ditest harus di-OFF kan dan di isolasi sebelum
sambungan dibuat (kecuali untuk mengukur tegangan).
2. Sambungan rangkaian harus tidak disentuh selama test.
Gunakan perhatian ekstrim ketika bekerja dekat konduktor
tanpa isolasi atau busbar. Kontak kebetulan dengan konduktor
dapat mengakibatkan kejutan listrik.
3. Gunakan PERHATIAN ketika bekerja dekat tegangan lebih dari
60 VDC atau 30 VAC rms.
4. Setelah test, kapasitor harus di-discharge.
5. Test lead (termasuk jepit buaya) harus dalam kondisi bagus,
bersihkan dan pastikan tanpa kerusakan atau retak pada
isolasinya.
6. Ketika memperbaiki, gunakan hanya komponen yang khusus.

C. SYMBOL INTERNASIONAL
Perhatian, mengaculah pada operation manual sebelum
menggunakan meter ini.
Tegangan berbahaya.

Meter ini dilindungi oleh double insulation.


D. DESKRIPSI METER
1. Bagan Umum

Gambar 23. Insulation tester

1. LCD Display
2. Track-Lock Switch
3. Range Selector Switch
4. Test Button
5. Connector
6. Back Light Switch
7. Function Switch
8. Test Probe (Red)
9. Test Probe (Black)
10. Aligator clip (Black)
11. Probe cap (Black&Red)

Gambar 24. Komponen-komponen insulation tester


2. LCD
LCD Adalah tempat menampilkan data hasil pengukuran,
ketidaknormalan dan mode kerja.

Gambar 25. LCD


1. Insulation resistance scale
2. Bar graph
3. Continuity scale
4. Live circuit warning

5. Trac-Lok mode
6. Auto Null operation
7. Battery voltage warning
8. Continuity/Insulation resistance range setting
9. Unit
10. Output voltage graph (Insulation resistance)

11. Output voltage range


12. Measurement value

3. Range
Range tombol untuk mengubah jangkauan pengukuran.

Gambar 26. Tombol Range


4. Selector Switch
Selector switch adalah saklar yang akan mengubah fungsi
insulation tester.

Gambar 27. Selector switch

5. Test Tombol
Test tombol adalah tombol yang digunakan untuk pengetesan
Kontinyuitas.

Gambar 28. Test tombol

6. Input jack
Input jack adalah pengetasan

Gambar 29. Input Jack


E. PERHATIAN KHUSUS
1. Pengukuran tegangan AC
Jangan mengukur tegangan antara terminal yang melebihi
batas.

2. Terminal guard
Terminal guard adalah terminal tambahan untuk mengurangi
kebocoran arus. Jangan menghubungkan alat pengukur
tegangan lain ke terminal ini.

3. Ranges
Jangan mengganti tegangan nominal sampai dua atau tiga detik
sampai pengukuran selesai. Mengganti tegangan secara tiba-tiba
setelah selasai pengukuran dapat mengakibatkan kemungkinan
kerusakan pada tester atau DUT (Devices Under Test),
disebabkan Karena pengisian listrik pada probe atau DUT.
Perhatikan bahwa tester disajikan dengan fitur discharge.

4. Power ke DUT (Device Under Test)


Pengisian listrik dapat terjadi pada metal atau kabel pada
peralatan listrik saat pengetasan. Periksa bahwa peralatan listrik
bebas dari pengisian listrik sebelum menghubungkan terminal
tester. Aturan yang sama berlaku pada kabel ground.

5. Range selector switch


ƒ Jangan mengoperasikan selector switch selama pengetesan.
ƒ Jangan menghubungkan tegangan terminal tester ketika
mengukur hambatan isolasi.

6. Battery
Jangan campur battery dengan tipe yang berbeda atau battery
baru dengan battery lama. Jika tester tidak akan digunakan
untuk jangka waktu yang lama, selalu lepaslah battery sebelum
menyimpannya. Jika menyimpannya dalam keadaan battery
masih terpasang, maka tester akan mengalami kebocoran liquid,
yang mengakibatkan tester tidak berfungsi.

F. MAINTENANCE
1. Battery replacement
Ketika symbol battery low muncul (-+) di kiri bawah layer,
battery harus diganti.
ƒ Yakinkan bahwa power meter OFF dan test lead tidak
terhubung.
ƒ Lepas screw di belakang cover meter.
ƒ Lepas cover komponen battery.
ƒ Ganti battery dengan polaritas yang benar.
ƒ Pasang kembali screw cover belakang.

2. Cleaning
Secara periodik bersihkan case menggunaklan kain kering.
Jangan menggunakan bahan abrasive atau solvent untuk
membersihkan meter.

3. Kondisi penyimpanan
ƒ Suhu/kelembaban :-10 sampai 60 ºC/70 % RH maksimal.
ƒ Hindari menyimpan tester dimana ada :
ƒ Embun
ƒ Kena cahaya matahari secara langsung
ƒ Dekat sumber panas bersuhu tinggi
ƒ Kena getaran mekanis
ƒ Berdebu atau garam
ƒ korosif gas
BAB 3
CRIMPING TOOL

A. FUNGSI
Crimping tool adalah alat yang digunakan untuk menginstalasikan
kabel pada konektornya. Tujuannya adalah agar kabel melekat kuat
pada konektornya sehingga tidak mudah lepas oleh pengaruh
getaran, gerakan, dan sebagainya.

B. JENIS-JENIS CRIMPING TOOL


1. Common Crimp Tool
Crimp tool jenis ini yang sering dipakai pada instalasi, dan dapat
digunakan untuk insulated maupun uninsulated terminal.
Terbuat dari baja yang diperkeras (hardened steel).

Gambar. Crimp tool

2. Heavy Duty Crimp Tool


Crimp tool jenis ini hanya dapat dipakai untuk insulated
terminal. Mempunyai ketebalan 5mm dan terbuat dari baja yang
diperkeras (hardened steel).

Gambar. Heavy duty crimp tool


3. Crimp Pliers, Heavy Duty Ratchet

Gambar. Crimp pliers

4. Large crimper with adjustable die

Gambar. Large crimper

5. Large hex crimper with revolving die

Gambar. Large hex crimper

C. CARA PENGGUNAAN
Crimp tool ini mempunyai dua bentuk,
bentuk pertama yang paling jauh dari
ujung, mempunyai lekukan ditengah
digunakan untuk menekan tabung dan
membuat kerutan ditengah. Yang
kedua yang paling dekat dengan
ujung, digunakan untuk melipat
kerutan dan membentuknya menjadi
bentuk yang bagus.
Langkah awal adalah menempatkan
crimp tool pada tabung kabel yang
akan dikerutkan dan menekannya
keatas kira-kira satu inch. Ketika
menempatkan crimp tool di bentuk
pertama, gunakan jari untuk
memisahkan kawat sehingga kawat
berada pada masing-masing sisi
tabung.

Langkah kedua adalah menekan crimp


tool sehingga lekukan menjebak kabel
pada sisi sebaliknya. Hal yang penting
adalah jangan menekan crimping tool
terlalu keras, sebab hal ini akan
memperlemah kerutan.

Kemudian pindahkan kerutan ke


bentuk yang kedua, dimana akan
melipat tabung kerutan ke bentuk
yang bagus. Beri tekanan seperti
berjabat tangan.

Pada saat meng-crimp terminal, cara yang benar adalah seperti


yang ditunjukkan gambar di bawah ini:

Gambar. Menggunakan crimping tool secara benar


D. PERHATIAN KHUSUS
ƒ Ketika membuat crimp jangan menekan crimping tool terlalu
keras.
ƒ Buang isolasi sebelum di crimping.

ƒ Bersihkan kabel terlebih dahulu.

E. MAINTENANCE
ƒ Bersihkan tool setelah digunakan
ƒ Jangan menyimpan tool di tempat yang lembab
BAB 5
CUTTER

B. FUNGSI
Cutter adalah alat yang digunakan untuk memotong kabel agar
lebih mudah, hasil potongan lebih rapi dan mudah diatur.

C. JENIS-JENIS CUTTER
1. Cable cutter
Digunakan untuk memotong kabel agar hasil potongan lebih rapi
dan pemotongan lebih mudah. Gambar di bawah adalah cable
cutter yang dibuat dengan material forged steel (baja padat) dan
dapat digunakan untuk memotong kabel aluminium dan
tembaga.

Gambar. Cable cutter

2. Cable ties cutter


Komponen ini digunakan untuk memotong cable ties. Dengan
menggunakan cutter khusus untuk cable ties hasil potongan
akan lebih rapi dan proses pemotongannya akan lebih mudah.

Gambar. Cable ties cutter


D. PERHATIAN KHUSUS
1. Jangan menggunakan cutter untuk memotong baja keras.
2. Jangan menekan terlalu keras karena akan merusak pisau
cutter.

E. MAINTENANCE
1. Bersihkan tool setelah digunakan
2. Jangan menyimpan tool di tempat yang lembab
3. Fungsikan tool sesuai fungsinya.
BAB 6
BATTERY LOAD TESTER

A. FUNGSI
Battery load tester adalah alat yang dapat digunakan untuk
mengukur tegangan battery, tegangan per cell battery, dan
kemampuan battery untuk dibebani.

B. SAFETY
1. Gunakan safety glases untuk mencegah kecelakaan mata.
2. Pelindung untuk mencegah kejutan listrik terhubung dengan
permukaan ground, jangan menggunakan tester pada
permukaan basah.
3. Jaga kebersihan area kerja, jangan biarkan anak-anak berada
dalam area pengetesan.
4. PENTING ! selalu hubungkan clamp merah ke terminal positif
dan clamp hitam ke terminal negatif. Kesalahan dalam
pemasangan dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada
battery atau tester.
5. Jangan biarkan tangan atau bagian lain menyentuh larutan
battery.
6. Ketika memegang clamp, peganglah hanya pada bagian rubber
merah / hitam. Hati-hatilah lubang-lubang di bagian depan
tester akan menjadi sangat panas selama pengetesan dan
setetah pengetesan.
7. Selalu baca prosedur pengetesan sebelum mengunakan tester.
8. Jangan buang label pada tester.

C. DESKRIPSI TESTER
1. Bagian umum
Battery load tester memiliki beberapa komponen yang saling
mendukung untuk melakukan pengetesan battery. Batery load
tester memiliki Layar, Test clamp, Heater, Test switch, LED
indicator, Berikut adalah gambar secara keselurahan battery
load tester :
Gambar . Battery Load Tester

2. Layar
layar untuk melihat hasil pengetesan. Layar ii dilengkapi dengan
pointer yang akan bergerak sesuai dengan kondisi batter yang
sedang ditest. Kode warna yang mengislustrasikan kondisi dan
kapasitas battery. Arti dari kode warna ini dapat dilihat pada
bagian belakang casing battery load tester.

Gambar . Layar Battery Load tester

3. Test Clamp
Test clamp untuk menghubungkan antara battery dengan tester
agar terhubung dengan baik. Test clamp ada dua terdiri dari test
clamp merah untuk dihubungkan ke terminal positif battery, dan
test clamp hitam untuk dihubungkan dengan terminal negatif
battery.
Gambar. Test clamp

4. Test switch
Test switch untuk menghubungkan battery dengan heater pada
saat pengetesan load battery.

Gambar . Test switch

5. Heater
Heater untuk membebani battery pada saat pengetesan load
battery. Heater akan panas selama test switch ditekan.

Gambar . Heater
6. LED
LED indicator, untuk mengetahui terminal posisitif pada battery,
yang mana LED ini akan menyala saat diberikan terminal positif
battery.

Gambar . LED Indicator

D. PARAMETER TEKNIK
Range pengetesan untuk battery dengan tegangan nominalnya
adalah 6 V sampai 12 V dan kapasitas nominalnya adalah 32 A
sampai 500 A per jam. Arus discharge adalah 100 A – 120 A.

E. PERSIAPAN PENGETESAN
Ketika battery ditest, lingkungannya harus berventilasi baik.
Operator tidak diijinkan untuk merokok dan harus tidak ada api
didekatnya.
Jaga kebersihan tempat dimana akan dilakukan pengetesan battery
dan periksa keadaan casing luar terhadap kerusakannya.

F. CARA MENGETEST BATTERY


1. Periksa keadaan pointer harus pada “0” disisi kiri layer. Jika
tidak, anda harus memutar screw di lubang cover belakang
hingga pointer menunjuk ”0”.
2. Hubungkan terminal battery dengan clip kabel tester, lampu
akan menyala pada terminal positif.
3. Tekan load switch sampai pointer stabil.

G. ANALISIS BATTERY
1. Lihat penunjukkan pointer, battery baik jika penunjukkan di area
hijau, battery low jika menunjuk pada area merah dan lemah
jika pada area kuning.
2. Baca instruksi di belakang tester untuk mengetahui tentang
waktu pengetesan oleh discharge dan bagaimana membaca
tegangan.

H. TEST CHARGING SYSTEM


1. Hubungkan tester sesuai cara pengetesan battery.
2. Hidupkan motor, atur pada suhu kerja.
3. Buat motor pada kecepatan 1200-1500 rad/min. Perhatikan
kebersihan motor selama bekerja dan jangan menekan switch
pada waktu yang sama.
4. Penunjukkan pada area merah menunjukkan bahwa ada
kesalahan pada charging system dan battery tidak akan dicharge
secar penuh. Jika pointer menunjuk OK atao area hijau, ini
menunjukkan bahwa charging system bagus dan dapat
mengecharge battery.

I. MAINTENANCE
1. Bersihkan tool setelah digunakan.
2. Jangan menyimpan tool di tempat yang lembab.
3. Fungsikan tool sesuai fungsinya.

Anda mungkin juga menyukai