Panduan Lengkap Multimeter dan Clamp Meter
Panduan Lengkap Multimeter dan Clamp Meter
JAKARTA
2007
BAB 1
MULTIMETER
A. FUNGSI
Multimeter adalah salah satu jenis alat ukur yang berfungsi untuk
mengukur arus (Amperemeter), tegangan (Voltmeter), dan
hambatan (Ohmmeter). Sehingga multimeter dikenal juga dengan
nama AVO meter. Tetapi multimeter terbaru sudah menyediakan
fasilitas untuk mengukur kapasitansi kapasitor, faktor penguatan
transistor (hfe), frekwensi, dan mengukur resistansi diode.
B. JENIS-JENIS MULTIMETER
1. Multimeter analog
Menggunakan pergerakan mekanis untuk mengerakkan jarum
Menampilkan hasil ukur dimana jarum terhubung dengan
skala kalibarasi.
Tidak cocok untuk mengukur komponen elektronik sensitif
(seperti ECU).
Lebih peka terhadap guncangan sehingga mudah rusak
2. Multimeter digital
Menampilkan nilai melalui penampilan digital
Menampilkan nilai pengukuran sesuai nilai aktual
Cocok untuk mengukur komponen elektronik sensitif (seperti
ECU).
Kurang peka terhadap guncangan sehingga tidak mudah
rusak.
Mempunyai battery yang tahan lama.
Mempunyai nilai resistansi dalam yang lebih tinggi.
Gambar 2. Multimeter digital
C. INFORMASI SAFETY
1. Yakinkan test lead dan rotary switch pada posisi yang benar
untuk pengukuran.
2. Jangan gunakan meter jika meter dan test lead kelihatan rusak.
3. Jangan mengukur resistansi dalam rangkaian ketika masih
terpasang pada power supply.
4. Jangan sentuhkan probe ke sumber tegangan ketika test lead
terpasang pada input jack 10 A atau 300 mA.
5. Untuk menghindari kerusakan atau hampir rusak, jangan
menggunakan meter pada rangkaian yang lebih dari 4800 watt.
6. Jangan digunakan untuk tegangan yang lebih dari nominalnya
antara input jack dan ground (mis : 600 V).
7. Hati-hati ketika bekerja dengan tegangan diatas 60 VDC atau 30
VAC rms. Hal ini akan mengakibatkan kejutan.
8. Jaga jari-jari Anda di belakang pelindung jari pada test lead
ketika melakukan pengukuran.
D. FASILITAS YANG DISEDIAKAN MULTIMETER DIGITAL
SANWA CD800a
1. LCD
LCD adalah tempat penampil hasil pengukuran secara digital.
Kemampuan
{ Serial LCD
number menampilkan
Multimeter data 4000
hitungan/siklus
LCD tempat
menampilkan
data hasil ukur
Otomatis
OFF saat
tidak aktif
Mengukur
Tegangan :
= DC
= AC
Merk
Multimeter Mengukur :
Mengukur = Hambatan
arus : = Diode
= DC = Kontinuitas
= AC = Kapasitansi
Mengukur
Prosentase
Frekwensi
Tegangan Perhatikan
Merk ukur polaritas
Multimeter maksimal Test lead
Pengukuran
Relatif Mode
b. Select switch
Switch ini berguna untuk memilih fungsi dalam satu switch.
Misalnya : Ω, , , . Dalam hal ini mode akan berubah dari
dengan menekan tombol select
beberapa kali sesuai dengan fungsi yang dipilih.
c. Range
Tekan tombol range sebentar untuk mengeset mode range
manual. Kemudian ’AUTO’ muncul di display. Dalam mode
range manual tekan tombol lagi untuk melangkah ke range.
Untuk kembali ke mode auto, tekan tombol selama 1 detik
atau lebih, kemudian ‘AUTO’ akan muncul di display.
Mode manual tidak bisa untuk pengukuran ┤├, Hz,
pengukuran duty, pengechekan diode, fungsi bazzer.
d. Δ Rel
Relative zero memungkinkan pemakai untuk
menyeimbangkan meter pada pengukuran berurutan dengan
menampilkan pembacaan sebagai nilai acuan. Tekan tombol Δ
Rel sebentar untuk mengaktifkan dan untuk keluar dari mode
relative zero.
f. Hz/%
Fungsi pengukuran frekwensi dan duty cycle diaktifkan secara
bergantian dengan menekan tombol ini. Dalam hal ini mode
berubah Hz %.
4. Test lead
Sebagai media yang menghubungkan antara komponen yang
akan diukur dan alat ukur.
E. MAINTENANCE
1. Peringatan
a. Untuk menghindari kejutan listrik lepas test lead sebelum
membuka casing multimeter. Dan tutup casing sebelum
menggunakan multimeter. Untuk mencegah api dan
kemungkinan percikan api gunakan fuse dengan nilai sesuai
petunjuk yang ada dibelakang cover.
b. Jangan mengganti internal fuse multimeter diluar spesifikasi
standar yang tertera di body multimeter.
c. Jaga multimeter agar tidak jatuh atau berbenturan keras
dengan benda lain.
2. Perhatian
Untuk menghindari kerusakan statis, jangan sentuh PCB tanpa
pelindung statis.
3. Pengetesan internal fuse
Pengetasan fuse harus dilakukan sebelum menggunakan
multimeter.
Berikut adalah gambar cara pengetesan internal fuse :
a. Untuk fuse 300 mA maka penunjukannya adalah 4-8 Ω.
b. Untuk fuse 10 A maka hasil pengukurannya adalah < 5 Ω.
4. Penggantian battery
Sebelum membuka casing, yakinkan test lead sudah dilepas dan
rotary switch di OFF-kan.
6. Membersihkan multimeter
Untuk membersihkan multimeter gunakan kain bekas dan
deterjen lembut jangan gunakan abrasif dan solvent pada meter.
BAB 2
TANG AMPERE (CLAMP METER)
A. FUNGSI
Tang ampere (Clamp Meter) adalah alat ukur untuk mengukur
besaran arus bolak-balik (AC) maupun arus searah (Direct
Current). Tang ampere ini juga dapat digunakan untuk mengukur
tegangan, cos dari arus bolak-balik, Urutan fasa, dan frekuensi.
B. SYMBOL
1. Pada Body
Earth ground
2. Pada LCD
3. Transformer Jaws
Mengambil arus AC dan mengalirkannya melalui konduktor.
Tekan Trigger untuk membuka transformer jaws. Ketika jari
menekan On trigger maka trigger lepas. Jaws akan menutup lagi.
4. Data Hold
Switch tekan (ON, OFF, ACA, ACV, DCV)
5. Input Jacks
Meter ini memiliki 3 input jack yang melindungi terhadap
overload.
Selama menghubungkan test lead hitam ke jack COM dan
menghubungkan test lead merah ke jack V Ω. Test lead merah
tergantung pada fungsi yang dipilih. Jack EXT digunakan untuk
menerima sinyal dari insulation tester menggunakan plug
banana, ketika mengukur hambatan isolasi.
6. Accessories
Test leads
Battery
Operating manual
D. PERHATIAN KHUSUS
1. Metode pengukuran arus
2. Penggantian battery
Jika tanda “BAT” muncul di layar, ini menunjukkan bahwa
battery harus diganti. Buka battery cover, ganti battery yang aus
dengan yang baru.
3. Peringatan
Ketika mencoba membuka battery cover, yakinkan bahwa test
lead sudah dilepas dari rangkaian pengukuran untuk
menghindari resiko kejutan listrik.
E. MAINTENANCE
1. Sebelum membuka meter, selalu lepas test lead dari sumber
arus listrik.
2. Jika terjadi kesalahan atau ketidak-normalan, meter tidak dapat
digunakan lagi dan harus di lepas.
3. Jangan pernah menggunakan meter tanpa cover belakang, dan
battery cover tidak kencang.
4. Jangan menggunakan bahan abrasive atau solvent pada meter,
gunakan kain bekas dan hanya deterjen ringan.
BAB 4
HEAT GUN
A. FUNGSI
Heat gun adalah alat yang digunakan memanaskan kabel tubing
pada saat membuat sambungan agar setelah disambung kablel
masih terisolasi dengan baik.
B. SAFETY
1. Jangan gunakan heat gun dekat dengan material yang mudah
terbakar.
2. Selalu Offkan heat gun sebelum meletakkannya dibawah pada
permukaan.
3. Jangan menempatkan nozzle dekat apapun pada saat panas.
4. Jangan pernah menyentuh metal nozzle menggunakan kain atau
kulit.
5. Biarkan tool dingin dulu sebeblum disimpan.
6. Jangan meremehkan nozzle pada saat heat gun masih ON.
7. Jangan memasukkan apapun selama nozzle masih terpasang
pada gun.
E. PERHATIAN KHUSUS
1. Nozzle dan udara keluaran heat gun sangat panas, perhatikan
secara serius pada saat mengoperasiknnya untuk menghindari
kebakaran fatal.
2. Gunakan Heat gun sebagai mana mestinya.
A. FUNGSI
Isolation tester adalah alat yang digunakan untuk mengukur
hambatan isolasi dari sebuah penghantar. Isolation tester dikenal
juga dengan nama meger tester. Meger tester merupakan
singkatan dari mega ohmmeter.
B. SAFETY
1. Rangkaian yang ditest harus di-OFF kan dan di isolasi sebelum
sambungan dibuat (kecuali untuk mengukur tegangan).
2. Sambungan rangkaian harus tidak disentuh selama test.
Gunakan perhatian ekstrim ketika bekerja dekat konduktor
tanpa isolasi atau busbar. Kontak kebetulan dengan konduktor
dapat mengakibatkan kejutan listrik.
3. Gunakan PERHATIAN ketika bekerja dekat tegangan lebih dari
60 VDC atau 30 VAC rms.
4. Setelah test, kapasitor harus di-discharge.
5. Test lead (termasuk jepit buaya) harus dalam kondisi bagus,
bersihkan dan pastikan tanpa kerusakan atau retak pada
isolasinya.
6. Ketika memperbaiki, gunakan hanya komponen yang khusus.
C. SYMBOL INTERNASIONAL
Perhatian, mengaculah pada operation manual sebelum
menggunakan meter ini.
Tegangan berbahaya.
1. LCD Display
2. Track-Lock Switch
3. Range Selector Switch
4. Test Button
5. Connector
6. Back Light Switch
7. Function Switch
8. Test Probe (Red)
9. Test Probe (Black)
10. Aligator clip (Black)
11. Probe cap (Black&Red)
5. Trac-Lok mode
6. Auto Null operation
7. Battery voltage warning
8. Continuity/Insulation resistance range setting
9. Unit
10. Output voltage graph (Insulation resistance)
3. Range
Range tombol untuk mengubah jangkauan pengukuran.
5. Test Tombol
Test tombol adalah tombol yang digunakan untuk pengetesan
Kontinyuitas.
6. Input jack
Input jack adalah pengetasan
2. Terminal guard
Terminal guard adalah terminal tambahan untuk mengurangi
kebocoran arus. Jangan menghubungkan alat pengukur
tegangan lain ke terminal ini.
3. Ranges
Jangan mengganti tegangan nominal sampai dua atau tiga detik
sampai pengukuran selesai. Mengganti tegangan secara tiba-tiba
setelah selasai pengukuran dapat mengakibatkan kemungkinan
kerusakan pada tester atau DUT (Devices Under Test),
disebabkan Karena pengisian listrik pada probe atau DUT.
Perhatikan bahwa tester disajikan dengan fitur discharge.
6. Battery
Jangan campur battery dengan tipe yang berbeda atau battery
baru dengan battery lama. Jika tester tidak akan digunakan
untuk jangka waktu yang lama, selalu lepaslah battery sebelum
menyimpannya. Jika menyimpannya dalam keadaan battery
masih terpasang, maka tester akan mengalami kebocoran liquid,
yang mengakibatkan tester tidak berfungsi.
F. MAINTENANCE
1. Battery replacement
Ketika symbol battery low muncul (-+) di kiri bawah layer,
battery harus diganti.
Yakinkan bahwa power meter OFF dan test lead tidak
terhubung.
Lepas screw di belakang cover meter.
Lepas cover komponen battery.
Ganti battery dengan polaritas yang benar.
Pasang kembali screw cover belakang.
2. Cleaning
Secara periodik bersihkan case menggunaklan kain kering.
Jangan menggunakan bahan abrasive atau solvent untuk
membersihkan meter.
3. Kondisi penyimpanan
Suhu/kelembaban :-10 sampai 60 ºC/70 % RH maksimal.
Hindari menyimpan tester dimana ada :
Embun
Kena cahaya matahari secara langsung
Dekat sumber panas bersuhu tinggi
Kena getaran mekanis
Berdebu atau garam
korosif gas
BAB 3
CRIMPING TOOL
A. FUNGSI
Crimping tool adalah alat yang digunakan untuk menginstalasikan
kabel pada konektornya. Tujuannya adalah agar kabel melekat kuat
pada konektornya sehingga tidak mudah lepas oleh pengaruh
getaran, gerakan, dan sebagainya.
C. CARA PENGGUNAAN
Crimp tool ini mempunyai dua bentuk,
bentuk pertama yang paling jauh dari
ujung, mempunyai lekukan ditengah
digunakan untuk menekan tabung dan
membuat kerutan ditengah. Yang
kedua yang paling dekat dengan
ujung, digunakan untuk melipat
kerutan dan membentuknya menjadi
bentuk yang bagus.
Langkah awal adalah menempatkan
crimp tool pada tabung kabel yang
akan dikerutkan dan menekannya
keatas kira-kira satu inch. Ketika
menempatkan crimp tool di bentuk
pertama, gunakan jari untuk
memisahkan kawat sehingga kawat
berada pada masing-masing sisi
tabung.
E. MAINTENANCE
Bersihkan tool setelah digunakan
Jangan menyimpan tool di tempat yang lembab
BAB 5
CUTTER
B. FUNGSI
Cutter adalah alat yang digunakan untuk memotong kabel agar
lebih mudah, hasil potongan lebih rapi dan mudah diatur.
C. JENIS-JENIS CUTTER
1. Cable cutter
Digunakan untuk memotong kabel agar hasil potongan lebih rapi
dan pemotongan lebih mudah. Gambar di bawah adalah cable
cutter yang dibuat dengan material forged steel (baja padat) dan
dapat digunakan untuk memotong kabel aluminium dan
tembaga.
E. MAINTENANCE
1. Bersihkan tool setelah digunakan
2. Jangan menyimpan tool di tempat yang lembab
3. Fungsikan tool sesuai fungsinya.
BAB 6
BATTERY LOAD TESTER
A. FUNGSI
Battery load tester adalah alat yang dapat digunakan untuk
mengukur tegangan battery, tegangan per cell battery, dan
kemampuan battery untuk dibebani.
B. SAFETY
1. Gunakan safety glases untuk mencegah kecelakaan mata.
2. Pelindung untuk mencegah kejutan listrik terhubung dengan
permukaan ground, jangan menggunakan tester pada
permukaan basah.
3. Jaga kebersihan area kerja, jangan biarkan anak-anak berada
dalam area pengetesan.
4. PENTING ! selalu hubungkan clamp merah ke terminal positif
dan clamp hitam ke terminal negatif. Kesalahan dalam
pemasangan dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada
battery atau tester.
5. Jangan biarkan tangan atau bagian lain menyentuh larutan
battery.
6. Ketika memegang clamp, peganglah hanya pada bagian rubber
merah / hitam. Hati-hatilah lubang-lubang di bagian depan
tester akan menjadi sangat panas selama pengetesan dan
setetah pengetesan.
7. Selalu baca prosedur pengetesan sebelum mengunakan tester.
8. Jangan buang label pada tester.
C. DESKRIPSI TESTER
1. Bagian umum
Battery load tester memiliki beberapa komponen yang saling
mendukung untuk melakukan pengetesan battery. Batery load
tester memiliki Layar, Test clamp, Heater, Test switch, LED
indicator, Berikut adalah gambar secara keselurahan battery
load tester :
Gambar . Battery Load Tester
2. Layar
layar untuk melihat hasil pengetesan. Layar ii dilengkapi dengan
pointer yang akan bergerak sesuai dengan kondisi batter yang
sedang ditest. Kode warna yang mengislustrasikan kondisi dan
kapasitas battery. Arti dari kode warna ini dapat dilihat pada
bagian belakang casing battery load tester.
3. Test Clamp
Test clamp untuk menghubungkan antara battery dengan tester
agar terhubung dengan baik. Test clamp ada dua terdiri dari test
clamp merah untuk dihubungkan ke terminal positif battery, dan
test clamp hitam untuk dihubungkan dengan terminal negatif
battery.
Gambar. Test clamp
4. Test switch
Test switch untuk menghubungkan battery dengan heater pada
saat pengetesan load battery.
5. Heater
Heater untuk membebani battery pada saat pengetesan load
battery. Heater akan panas selama test switch ditekan.
Gambar . Heater
6. LED
LED indicator, untuk mengetahui terminal posisitif pada battery,
yang mana LED ini akan menyala saat diberikan terminal positif
battery.
D. PARAMETER TEKNIK
Range pengetesan untuk battery dengan tegangan nominalnya
adalah 6 V sampai 12 V dan kapasitas nominalnya adalah 32 A
sampai 500 A per jam. Arus discharge adalah 100 A – 120 A.
E. PERSIAPAN PENGETESAN
Ketika battery ditest, lingkungannya harus berventilasi baik.
Operator tidak diijinkan untuk merokok dan harus tidak ada api
didekatnya.
Jaga kebersihan tempat dimana akan dilakukan pengetesan battery
dan periksa keadaan casing luar terhadap kerusakannya.
G. ANALISIS BATTERY
1. Lihat penunjukkan pointer, battery baik jika penunjukkan di area
hijau, battery low jika menunjuk pada area merah dan lemah
jika pada area kuning.
2. Baca instruksi di belakang tester untuk mengetahui tentang
waktu pengetesan oleh discharge dan bagaimana membaca
tegangan.
I. MAINTENANCE
1. Bersihkan tool setelah digunakan.
2. Jangan menyimpan tool di tempat yang lembab.
3. Fungsikan tool sesuai fungsinya.