0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan20 halaman

Manajemen Bandwidth dan Throughput Jaringan

Diunggah oleh

kayzenrorr3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan20 halaman

Manajemen Bandwidth dan Throughput Jaringan

Diunggah oleh

kayzenrorr3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Manajemen Bandwidth

1. Bandwidth dan Troughput


Bandwidth bisa diartikan sebagai luas atau lebar cakupan pita frekuensi yang digunakan oleh
sinyal dalam media transmisi. Dalam jaringan komputer, Bandwidth adalah suatu penghitungan
konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi yang dihitung dalam satuan bits per seconds
(bps). Sedangkan bandwidth yang tertera dalam komunikasi nirkabel, modem transmisi data,
komunikasi digital, elektronik, dan sebagainya adalah bandwidth yang mengacu pada sinyal analog
yang diukur dalam satuan hertz (satuan frekuensi suatu gelombang) yang lebih tepat ditulis bitrate
daripada bits per second. Bandwidth sering juga digunakan sebagai suatu sinonim untuk data transfer
rate yaitu jumlah data maksimum yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu
tertentu (umumnya dalam satuan waktu detik, misalnya bps (bits per second) atau Bps (bytes per
second)). Sebagai contoh, jika suatu modem yang bekerja pada 57.600 bps, maka modem ini mampu
melewatkan atau mentrasfer data sejumlah 57.600 bit dalam waktu 1 detik. Bandwidth, secara mudah
dapat dianalogikan seperti jalan raya yang dilewati oleh berbagai jenis kendaraan. Jika jalan raya
tersebut itu lebar maka kendaraan yang melewatinya akan mampu berjalan dengan baik dan lancar
tanpa mengalami kemacetan. Namun bila jalan itu sempit, dan kendaraan yang melewatinya terlalu
banyak, maka berakibat pada terjadinya kemacetan pada jalan tersebut. Dengan kata lain, semakin
lebar ukuran jalan raya, maka semakin lancar arus lalu lintas kendaraan dan semakin banyak kendaraan
yang bisa melewatinya. Begitu juga dengan bandwidth, semakin besar bandwidth, semakin besar pula
volume data yang bisa lewat di saluran komunikasi tersebut.
Dalam dunia web hosting, istilah kapasitas bandwidth diartikan sebagai jumlah maksimum
besaran transfer data baik berupa tulisan, gambar, video, suara, dan sebagainya yang terjadi antara
server hosting dengan komputer klien dalam suatu periode tertentu (misalnya per bulan). Contohnya
10 GB per bulan, yang berarti jumlah maksimum transfer data yang bisa dilakukan oleh seluruh klien
dalam waktu 1 bulan adalah 10 GB. Jika jumlah data yang ditransfer mencapai 10GB sebelum waktu 1
bulan, maka dikatakan bahwa bandwidth ini habis sehingga website tidak dapat lagi diakses sampai
dengan bulan baru (berikutnya). Semakin banyak fitur yang terdapat dalam website seperti gambar,
video, suara, dan lainnya serta semakin banyak pengguna (klien) yang mengaksesnya, maka semakin
cepat habis juga kapasitas bandwidth yang tersedia.
Dalam penerapannya, fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data, yaitu bukan
hanya lebar jalur data, tetapi juga seberapa banyak data yang bisa dilewatkan dalam suatu media
transmisi jaringan. Secara teori, jika Bandwidth suatu jaringan dinyatakan 10 Mbps, yang berarti bahwa
transfer data dapat dilakukan sebanyak 10 Megabit per detik, tetapi dalam kenyataannya, transfer data
ternyata tidak sampai 10 Mbps. Jumlah transfer data per satuan waktu secara real yang melewati
jaringan ini disebut dengan troughput. Jadi throughput adalah bandwidth aktual atau bandwidth
sebenarnya yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam menggunakan rute jaringan yang
spesifik ketika sedang mentransfer suatu data dalam jumlah tertentu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
bandwidth adalah kecepatan maksimum yang memungkinkan terjadi dalam transfer data. sedangkan
throughput adalah kecepatan sebenarnya yang terjadi pada saat transfer data.
Bagaimana cara mengukur bandwidth dan troughput? Jika suatu Bandwidth jaringan di awal
dinyatakan 10 Mbps, maka untuk mentransfer data 10 Mb harusnya terjadi dalam waktu 10 Mb : 10
Mbps = 1 detik saja. Tetapi dalam kenyataannya, data tersebut memerlukan waktu 5 detik. Maka,
Bandwidth yang sebenarnya (troughput) yang terjadi pada saat itu adalah 10 Mb : 5 detik = 2 Mbps.
Secara ideal troughput harusnya sama dengan Bandwidth. Tetapi sayangnya, throughput karena
banyak alasan, kadang sangat jauh dari bandwidth maksimum yang mungkin terjadi dalam suatu
jaringan. Beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran bandwidth dan throughput adalah:
1) Piranti jaringan 5) Spesifikasi komputer server
2) Banyaknya pengguna jaringan 6) Tipe data yang ditransfer
3) Topologi jaringan 7) nduksi listrik dan cuaca
4) Spesifikasi komputer klien atau
pengguna

2. Manajemen Bandwidth
Manajemen bandwidth adalah suatu proses pengalokasian yang tepat dari suatu bandwidth
untuk mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatu layanan jaringan. Manajemen
bandwidth juga merupakan proses mengukur dan mengontrol komunikasi jaringan dengan tujuan
untuk pengaturan bandwidth sesuai dengan profil yang diinginkan. Manajemen bandwidth diperlukan
untuk membagi kapasitas bandwidth yang tersedia dalam jaringan secara tepat untuk setiap klien dan
aplikasi. Manajemen Bandwidth juga mengatur bagaimana menentukan prioritas berbagai jenis aliran
data berdasarkan seberapa penting aliran dara tersebut. Hal ini memungkinkan penggunaan
bandwidth lebih efisien, dan apabila sewaktu-waktu jaringan menjadi lambat, aliran data yang
memiliki prioritas yang lebih rendah dapat dihentikan, sehingga aplikasi yang penting dapat tetap
berjalan dengan lancar. Besarnya saluran atau bandwidth akan berdampak pada kecepatan transmisi
data. Jika data dalam jumlah besar akan melewati saluran yang memiliki bandwidth kecil lebih lama
dibandingkan melewati saluran yang memiliki banduidth yang besar. Kecepatan transmisi tersebut
sangat dibutuhkan untuk aplikasi komputer yang memerlukan jaringan terutama aplikasi real-time,
seperti video conference.
Management Bandwidth dapat digunakan untuk mengelola dan mengoptimalkan berbagai
jenis jaringan dengan menerapkan layanan Quality Of Service (QoS) untuk menetapkan tipe-tipe lalu
lintas jaringan. Sedangkan QoS adalah kemampuan untuk menggambarkan suatu tingkatan
pencapaian dalam suatu system komunikasi data. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan untuk
mengimplementasikan bandwidth management ini diantaranya melalui proxy server, QoS atau traffic
shapping, atau pembatasan bandwidth atau limiter.

3. Quality of Service (QoS)


Secara umum Quality of Service (QoS) merupakan patokan atau tolak ukur dari kualitas koneksi
dalam jaringan sehingga sebuah proses pengiriman data dari pengirim sampai pada tujuan
berlangsung dengan lancar dengan kualitas koneksi yang baik. QoS merupakan salah satu parameter
yang mengacu pada penilaian dari pelayanan trafik jaringan yang diterima oleh server maupun klien.
Kualitas trafik jaringan dikatakan baik apabila parameter-parameter QoS dapat terkontrol. Adapun
parameter-parameter pada QoS ini adalah:
a. Availability → Availability adalah ketersediaan jaringan yang dedicated.
b. Bandwidth → Bandwidth adalah kapasitas atau daya tampung media transmisi agar dapat
dilewati trafik paket data dalam jumlah tertentu.
c. Latency → Latency merupakan jeda waktu atau waktu tunggu dalam pengiriman paket data
ataupun voice dalam jaringan.
d. Jitter→ Jitter merupakan waktu delay atau latency yang tidak konstan. Semakin tinggi efek
jitter maka akan membuat QoS semakin buruk dalam suatu jaringan.
e. Losses → Losses adalah besarnya jumlah paket yang hilang pada saat pengiriman data.

4. Cara Mengatur Bandwidth


Pada sebuah jaringan komputer yang mempunyai banyak klien, untuk mencegah terjadinya
monopoli atau penggunaan Bandwidth yang berlebihan oleh satu atau beberapa klien, maka
diperlukan sebuah mekanisme pengaturan bandwidth agar semua klien yang terhubung jaringan bisa
mendapatkan jatah bandwidth masing-masing. Mekanisme ini merupakan salah satu penerapan QoS
yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada RouterOS Mikrotik penerapan QoS bisa
dilakukan dengan fungsi yang bernama Queue.
Ada 2 fitur pada MikroTik untuk bagaimana mengatur bandwidth pada MikroTik :
a. Simple Queue, adalah suatu pengaturan bandwidth untuk proses upload dan download yang
diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah pada tiap pengguna yang terkoneksi.
Simple Queue digunakan untuk mempermudah pengaturan bandwidth untuk alamat IP
tertentu dan atau subnet tertentu.
b. Queue Tree, adalah suatu pengaturan bandwidth pada pengguna berdasarkan group bahkan
secara hierarki, dengan cara mengaktifkan fitur Mangle pada firewall. Queue tree
mengimplementasikan fungsi yang lebih kompleks dalam pengaturan bandwidth terutama
pembatasan (limitasi) Bandwidth pada perangkat router (misalnya Mikrotik) dimana
penggunaan packet mark-nya memiliki fungsi yang lebih baik. Metode pembatasan Bandwidth
Queue Tree digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun
upload. Untuk penerapan manajemen bandwidth lanjutan, membutuhkan marking packet
pada fitur Mangle pada konfigurasi Firewallnya.

5. Prosedur dan teknik manajemen Bandwidth - Simple Queue


Untuk membatasai penggunaan Bandwidth pengguna pada, maka metode Simple Queue
merupakan cara yang paling mudah untuk melakukan queue pada router Mikrotik. Pengaturan
bandwidth ini dilakukan berdasarkan IP Address klien dengan menentukan kecepatan upload dan
download maksimum yang bisa dicapai oleh klien. Cara kerja dari metode simple queue adalah sebagai
berikut:
1) Antrian (queue) diproses atau dikerjakan sesuai aturan mulai dari yang paling atas sampai yang
paling bawah.
2) Mengatur aliran paket secara dua arah (bidirectional).
3) Membatasi traffic berdasarkan IP address.
4) Satu antrian dapat membatasi traffic dua arah sekaligus (upload dan download).
5) Queue Simple akan diproses lebih dulu dibandingkan Queue Tree, jika digunakan secara
bersamaan.
6) Mendukung penggunaan PCQ (Peer Connection Queue) sehingga dapat membagi bandwidth
secara merata.
Sebagai contoh: suatu jaringan komputer akan dilakukan limitasi bandwidth untuk upload
dibatasi maksimal sebesar 128kbps dan download maksimal dibatasi sebesar 512kbps terhadap klien
dengan IP [Link] yang terhubung ke Router. Parameter simple queue yang perlu dilakukan
adalah
a. Name : isi dengan nama user/komputer
b. Target : isi ip address client yang ingin dibatasi. Parameter ini bisa diisi dengan :
1) Single IP (misalnya [Link])
2) Network IP (misalnya [Link]/24)
3) Beberapa IP (misalnya [Link], [Link] dan sebagainya) dengan menekan
tombol segitiga kecil arah ke bawah di sebelah kanan kotak isian.
c. Max Limit: [Target Upload] [Target Download] tentukan batasan bandwidth dengan memilih
dengan klik drop down atau di ketik manual satuan bps (bit per second). Penentuan kecepatan
maksimum klien dilakukan pada parameter target upload dan target download max-limit. Bisa
dipilih dengan cara klik drop down menu atau ditulis secara manual. Satuan bps (bit per second).
Dengan pengaturan tersebut maka komputer klien dengan IP [Link] akan mendapatkan
kecepatan maksimum upload 128kbps dan download 256kbps dalam keadaan apapun selama
bandwidth memang tersedia.

6. Prosedur dan teknik manajemen Bandwidth - Queue Tree


Pada metode Queue Tree pengaturan bandwidth di router Mikrotik membutuhkan pengaturan
tanda (marking) packet pada fitur Mangle (lip firewall mangle). Sebelum dilakukan pengaturan queue
tree, terlebih dahulu harus didefinisikan suatu koneksi terlebih dan menandainya (marking) agar bisa
diterapkan manajemen bandwidth untuk marking koneksi tersebut. Misalnya menandai koneksi atau
paket berdasarkan src-address (alamat IP asal). Karena pengaturan pada queue tree mempunyai aliran
paket secara satu arah. Jadi diperlukan pmembuatan suatu tanda (marking) untuk koneksi download
& upload berdasarkan in-out interface gateway atau yang terhubung ke jaringan internet. Pengaturan
ini sedikit lebih susah daripada metode simple queue dan harus cermat dalam melakukan pengaturan
(setting) router Mikrotik. Cara kerja dari metode queue tree adalah sebagai berikut:
1) Setiap antrian akan diproses secara bersama-sama.
a. Mengatur aliran paket secara 1 arah (directional).
b. Membatasi traffic per IP dengan pengaturan /ip firewall mangle.
c. Membedakan trafik download dan upload dengan pengaturan /ip firewall mangle.
d. Mendukung penggunaan PCQ sehingga dapat membagi bandwidth secara merata.
e. Pengaturan antrian melalui paket yang ditandai di /ip firewall mangle.
f. Fleksibel dan butuh pemahaman yang baik di /ip firewall mangle khususnya tentang traffic
control
Sebagai contoh, untuk jaringan internet di suatu perkantoran, dimana dilakukan suatu
pengaturan berdasarkan siapa yang melakukan koneksi ke jaringan internet. Misalnya untuk koneksi
yang dilakukan oleh direktur yang mempunyai IP Address [Link], maka paket ini ditandai
(marking), dan diberi nama “[Link]/up" yang nantinya mempunyai prioritas bandwidth yang
lebih besar dari karyawan. Dan untuk pegawai atau karyawan ditandai dengan nama
“[Link]/up”. Dari contoh pengaturan ini, langkah pertama adalah dibuat mark packet
download & upload untuk direktur terlebih dahulu.
Menggunakan perintah berbasis teks, pada IP >> Firewall >> Mangle

Langkah kedua, melakukan marking untuk paket download & upload komputer klien untuk
pegawai atau karyawan. IP >> Firewall >> Mangle

Untuk in-out interface pada contoh ini menggunakan interface “etherl” karena gateway
internet yang terhubung adala etherl yang tidak terhubung langsung dengan suatu modem.
Pada rules firewall mangle di mikrotik secara otomaris berlaku secara hirarki atau urutan,
sehingga pada marking koneksi komputer karyawan, paramater IP address tidak dimasukkan atau lebih
spesifik untuk parameter src-address dan dst-address-nya. Karena pada pengaturan sebelumnya sudah
ada marking untuk IP address direktur, jadi pada rules dibawahnya IP Address [Link] akan
diabaikan karena pengaturan mangle pada komputer direktur sudah diproses terlebih dahulu.
Sedangkan router Mikrotik akan menganggap pada mark packet "[Link] & [Link]”
adalah paket koneksi download & upload semua IP Address selain [Link].
Setelah kita menandai koneksi seperti diatas, marking tersebut akan digunakan untuk
mengatur bandwidth-nya pada metode Queue Tree. Misalnya kantor tersebut mempunyai total
bandwidth internet 3 Mbps dari ISP dan ingin mengalokasikan bandwidth internet untuk direktur
adalah 2 Mbps dan semua karyawan 1Mbps. Pengaturan Bandwidth menggunakan metode queue tree
pada Mikrotik yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Pengaturan queue tree untuk direktur
b. Pengaturan queue tree untuk karyawan

Untuk beberapa parameter pada Queue Tree yang perlu diperhatikan adalah:
1) Parent: parameter ini untuk menetetapkan apakah queue ini adalah child queue,
2) Packet Mark : parameter ini untuk memilih packet mark yang sudah di buat di /IP Firewall
Mangle
3) Max Limit : parameter ini untuk menentukan maksimal bandwidth yang bisa dicapai oleh
paket yang di queue.
Jika pengaturan sudah benar dan tidak ada permasalahan, maka dapat dilihat hasil
pengaturan Bandwidth pada Queue List untuk koneksi dari direktur dan karyawan. Untuk
monitoring bandwitdh bisa digunakan tool pada Mikrotik yaitu Torch. Sedangkan pada komputer
klien (direktur atau karyawan), pengecekan bandwith bisa dilakukan menggunakan aplikasi
browser (misalnya Google Chrome atau Mozilla Firefox) dengan melakukan koneksi ke website
penyedia layanan tes kecepatan koneksi internet (misalnya [Link]).
c. Prosedur dan teknik manajemen Bandwidth – Shared / Up To
Pada pengaturan bandwidth sebelumnya, kecepatan untuk download atau upload
dikonfigurasi dengan menetapkan pada angka yang tetap, yang berakibat pada bandwidth pada
setiap klien yang sudah dikonfigurasi akan tetap, walaupun pengguna yang sudah ditetapkan
tidak aktif. Padahal, bandwidth yang tersedia bisa dimaksimalkan untuk pengguna yang lain.
Misalnya pada contoh sebelumnya direktur diberi bandwidth 2 Mbps, dan karyawan diberi
bandwidth 1 Mbps, sedangkan seandainya direktur tidak aktif atau tidak melakukan koneksi ke
internet, bandwidth ini akan terbuang percuma. Pada manajemen bandwidth Shared /up to,
pengaturan bandwith dilakukan untuk memaksimalkan bandwith yang tersedia, sehingga jika
salah satu pengguna tidak aktif (misalnya direktur), maka sisa bandwidth yang tidak dipakai oleh
pengguna yang lain (direktur), bisa dialokasikan dan bisa digunakan oleh pengguna yang lain
(karyawan). Sebagai contoh, jika suatu kantor berlangganan internet dengan bandwidth 2Mbps
untuk dipakai untuk 2 jenis pengguna (misalnya direktur dan karyawan). Jika 1 pengguna aktif
akan mendapatkan bandwidth secara penuh sebesar 2Mbps, dan ketika kedua jenis pengguna
tersebut aktif secara bersamaan, maka akan terbagi secara otomatis dengan pembagian masing-
masing mendapatkan kecepatan bandwidth 1Mbps. Sebelum dikonfigurasi, router tidak tahu
berapa total bandwidth yang dimiliki, maka yang harus didefinisikan pada langkah pertama
adalah mengkonfigurasi total bandwith yang tersedia. Pendefinisian ini bisa dilakukan dengan
melakukan konfigurasi atau setting Queue Parent. Besar bandwidth yang dimiliki bisa diisikan
pada parameter Target Upload Max-Limit dan Target Download Max-Limit. Langkah selanjutnya
kita akan menentukan limitasi per client dengan melakukan konfigurasi child-queue. Pada
konfigurasi child-queue, penentuan target address dengan mengisikan IP address masing-
masing klien. Terapkan Limit-at (CIR): 1Mbps dan Max-Limit (MIR): 2Mbps. Arahkan ke Parent
Total Bandwidth yang dibuat sebelumnya. Ulangi untuk memberikan limitasi pada client yang
lain, sesuaikan Target-Address.
d. Pengaturan total bandwith di simple queue

Kemudian dikonfigurasi queue pengguna (klien) pada child-queue yang diarahkan ke


Parent “Total Bandwidth”, dengan parameter Limit-At 1Mbps dan Max-Limit 2Mbps.
Parameter pada pilihan Limit-At berarti bahwa klien dipastikan dapat bandwitdh sebesar yang
dikonfigurasikan. Dengan suatu perhitungan bahwa jika yang menggunakan koneksi jaringan
internet hanya 2 komputer saja dengan bandwirdh 2 Mbps, yang berarti tiap pengguna bisa
mendapatkan setengahnya (1Mbps). Jadi saat kecepatan total bandwidth mencapai 2Mbps,
Maka pengguna (klien) tersebut akan mendapatkan bandwirdh sebesar 1Mbps.
Konfigurasi untuk pengguna (klien1), dapat ditunjukkan sebagai berikut:
Pada pengaturan untuk pengguna yang lain (misal klien2), langkah konfigurasi seperti
pada klien1. Hasilnya akan seperti ini :

Pada konfigurasi ini, jika klien yang aktif hanya 1 saja, maka bandwidth yang didapar
adalah sama dengan total bandwidth (2 Mbps). Namun jika 2 klien aktif terkoneksi ke jaringan
internet, maka masing-masing klien hanya mendapatkan maksimal bandwidth sebesar 1
Mbps.

7. Prosedur dan teknik manajemen Bandwidth - Prioritas Trafic


Pada teknik pengaturan bandwidth menggunakan pilihan prioritas trafic, langkah yang
dilakukan adalah memisahkan klien yang mempunyai prioritas mendapatkan bandwidth yang tidak
terpakai oleh pengguna yang tidak aktif. Prioritas ini ditentukan oleh administrator jaringan dengan
tujuan untuk memberikan layanan khusus kepada pengguna yang mempunyai akses khusus (misalnya
direktur, manajer, admin jaringan). Dan prioritas ini juga bertingkat seperti pada pilihan priority pada
menu simple queue. Jika yang dipilih (diisi) adalah angka 8, berarti prioritas pengguna ini adalah yang
terendah, dan angka 1 mempunyai prioritas tertinggi.
Langkah konfigurasi mirip pada langkah teknik manajemen bandwidth – share up/ to, hanya
pada opsi atau pilihan, ditentukan atau dipilih angka prioritas pada pengguna yang diinginkan (default
prirority adalah 8).
Perhitungan bandwidth yang digunalan pada metode ini adalah, misalnya total bandwidth
adalah 2Mbps, sedangkan pengguna yang ada 4, dengan pembagian masing masing Limit At adalah
512Kbps, maka jika ada prioritas untuk pengguna (misalnya Klien1), dan pengguna yang akuf pada saat
itu adalah hanya 2 (termasuk Klien1), maka bandwidth yang digunakan adalah 512Kbps 512Kbps - 1
Mbps. Sedangkan jatah dari 2 pengguna yang lain yang tidak aktif (tocalnya adalah 1 Mbps), diberikan
kepada Klienl, sehingga Klienl akan mendapat bandwidth sebesar 512Kbps + 1Mbps - 1,5 Mbps.
Namun perhitungan ini hanya untuk pengguna yang masih dalam satu parent. Jika ada
beberapa parent yang dikonfigurasi, maka prioritas pada pengguna yang tergabung pada parent yang
satu tidak akan mengganggu pada pengguna yang tergabung pada parent yang lain.

8. Prosedur dan teknik manajemen bandwidth - HTB


Hierarchical Token Bucket (HTB) adalah sebuah sistem untuk mengatur dan membagi kapasitas
bandwidth yang tersedia. Pembagian dilakukan secara hirarki (bertingkat) yang dibagi-bagi ke dalam
beberapa kelas sehingga mempermudah pengaturan bandwidth. Metode ini memungkinkan seorang
admin jaringan membuat queue menjadi lebih terstruktur, dengan melakukan pengelompokan-
pengelompokan bertingkat. HTB merupakan teknik penjadwalan paket yang dikembangkan pertama
kali oleh Martin Devera dan sering digunakan bagi router yang menggunakan sistm operasi Linux.
General Scheduler HTB menggunakan mekanisme Deficit Round Robin (DRR) dan pada blok umpan
baliknya, Estimator HTB menggunakan Token Bucket Filter (TBF). HTB diambil dari algoritma Token
Bucket. Analogi dari algoritma ini yaitu penetapan kapasitas keranjang (Bucket) pada pengambilan ke
sekian kali (Token). Ketika pengecekan isi keranjang hampir penuh maka akan ditentukan kapan
mengakhiri pengambilan. Pada konsep HTB disini yang merupakan Bucket adalah paket data,
selanjutnya akan dapat ditentukan berapa token bucket yang akan dijalankan. Dengan menjalankan
HTB didapat sebuah sistem kontrol bandwidth yang akan digunakan oleh sebuah komposisi jaringan.
HTB berperan dalam mengontrol penggunaan bandwidth terhadap link yang diberikan kepada klien.
HTB memungkinkan penggunaan fisik link single untuk
menampilkan multiple link dan untuk mengirimkan jenis traffic yang berbeda pada tampilan
link yang berbeda. Dengan kata lain, HTB sangat berguna untuk membatasi rating download dan
upload klien. Dengan demikian klien tidak dapat seenaknya menggunakan semua kapasitas
bandwidth. Parameter yang digunakan HTB untuk menentukan jenis queue adalah :
a. Rate, Pada parameter ini adalah menentukan bandwidth maksimum yang bisa dipakai oleh setiap
class, jika bandwidth melebihi nilai “rate” maka paket data akan dipotong atau di jatuhkan (drop).
b. Ceil, Parameter ceil dikonfigurasi untuk menentukan peminjaman bandwidth antar class (kelas),
peminjaman Bandwidth dilakukan class paling bawah ke kelas di atasnya, teknik ini juga disebut
link sharing
c. Random Early Detection (RED), Pada parameter ini biasanya digunakan untuk gateway atau
router backbone dengan tingkat trafik yang sangat tinggi.

Contoh manajemen bandwidth berikut ini dengan metode HTB yang bisa diterapkan pada
bandwidth server yang menggunakan sistem operasi linux. (file ini disimpan dengan nama [Link] dan
dieksekusi menggunakan perintah chmod 700 [Link]/[Link]).

9. Prosedur dan teknik manajemen bandwidth - Class Based Queue (CBO)


CBO adalah Teknik klasifikasi paket data yang memungkinkan pemakaian bersama (sharing)
bandwidth antar kelas (class) dan memiliki fasilitas user interface (UI). CBO mengatur pemakaian
bandwidth jaringan yang dialokasikan untuk tiap pengguna, pemakaian bandwidth yang melebihi nilai
set akan dipotong (shaping), CBQ juga dapat diatur untuk sharing dan meminjam bandwidth antar
class. CBQ adalah algoritma pengaturan lalu lintas jaringan yang dikembangkan oleh Network Research
Group at Lawrence Berkeley National Laboratory sebagai salah satu alternative teknologi routero
based yang masih traditional.
Konsep kerja CBQ dimulai saat classifier menentukan paket yang datang dan menempatkan ke
kelas yang tepat. Kemudian general scheduler menentukan bandwidth yang diperuntukkan untuk
suatu kelas, estimator memeriksa apakah kelas-kelas mendapatkan bandwidth sesuai dengan yang
dialokasikan. Jika suatu kelas kekurangan maka dengan bantuan link-sharing scheduler kelas yang
memiliki bandwidth yang tidak terpakai bisa dipinjamkan ke kelas yang membutuhkan tambahan
bandwidth. CBQ membagi user traffic ke dalam hirarki class berdasarkan ip address, protocol dan tipe
aplikasi. Sebagai contoh hirarki class berdasarkan tipe aplikasi, pada perusahaan departemen
keuangan tentunya tidak membutuhkan akses internet seperti pada departemen teknisi. Karena setiap
perusahaan mempunyai peraturan, kebutuhan bisnis dan kebutuhan vital lain yang berbeda. Hal itulah
yang akan mendasari pengelompokan hirarki class pada CBQ
Classifier akan mengarahkan paket-paket yang datang ke kelas-kelas yang bersesuaian.
Estimator akan mengestimasi bandwidth yang sedang digunakan oleh sebuah kelas. Jika sebuah kelas
telah melampaui limit yang telah ditentukannya, maka estimator akan menandai kelas tersebut
sebagai kelas yang overlimit. Scheduler menentukan paket selanjutnya yang akan dikirim dari kelas-
kelas yang berbeda-beda, berdasarkan pada prioritas dan keadaan dari kelas-kelas. Weighted round
robin scheduling digunakan antara kelas-kelas dengan prioritas yang sama CBQ mempunyai beberapa
komponen diantaranya adalah:
a. Classifier, bekerja dengan cara mengklasifikasikan paket-paket ke dalam class-class yang sesuai
dengan menggunakan informasi yang ada di packet header.
b. General Scheduler, merupakan mekanisme penjadwalan bertujuan untuk membagi bandwidth
saat seluruh kelas memiliki antrian paket. General Scheduler menjamin hak kuantitas layanan
untuk tiap cabang class (leaf classes), dengan membagikan bandwidth sesuai dengan alokasinya
masing-masing. General Scheduler bekerja apabila tidak terjadi kongesti pada router.
c. Link-sharing Scheduler, yang bertujuan membagikan bandwidth yang tak terpakai sesuai dengan
struktur link-sharingnya. Link-sharing scheduler digunakan apabila terjadi kongesti pada router.
d. Estimator, akan menghitung bandwidth yang terpakai pada tiap kelas pada selang waktu
tertentu untuk memastikan bahwa tiap kelas telah mendapatkan bandwidth sesuai bagiannya
Kedua metode untuk pengaturan bandwidth yaitu HTB dan CBQ mempunyai perbedaan terletak
pada opsi-opsi yang diberikan. HTB lebih sedikit memberikan opsi saat konfigurasi, HTB juga lebih
presisi. Perbedaan juga terletak pada scheduler dan estimator yang digunakan keduanya. HTB
menggunakan scheduler DRR (Deficit Round Robin) dan estimator menggunakan TBF (Token Bucket
Filter), sedangkan scheduler pada CBQ menggunakan WRR (Weight Round Robbin) dan estimator
menggunakan EWMA (Exponent Weight Moving Avereg).

Penerapan metode CBQ di server Linux server dengan skrip sebagai berikut:
10. Troubleshooting Manajemen Bandwidth
Troubleshooting Manajemen bandwaidth terdiri dari prosedur dan teknik pemeriksaan
permasalahan pada manajemen bandwidth dan teknik konfigurasi ulang manajemen bandwidth.
A. Prosedur dan teknik pemeriksaan permasalahan pada manajemen bandwidth
Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) quota
bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik yaitu Queue. Ada dua macam Queue pada
Mikrotik :
1) Queue Simple : merupakan cara yang mudah dan sederhana untuk melakukan management
bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur
pemakaian bandwidth upload dan download tiap user yang terkoneksi..
2) Queue Tree : mirip seperti Queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan
pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki, dimana harus
mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree. Queue tree
mengimplementasikan fungsi yang lebih kompleks dalam limit bandwidth pada mikrotik
dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebin baik. Digunakan untuk
membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload.
Dalam melakukan konfigurasi limitasi bandwidth pada suatu jaringan dengan
menerapkan Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-address, maka Router hanya akan
melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap
akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang
berbeda segment juga akan terkena limitasi. Contoh :
IP LAN 1: [Link]/24
IP LAN 2: [Link]/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : [Link]/24, traffic ke arah
[Link]/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, maka
dibuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar
maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule tersebut pada urutan teratas
(no. 0).
Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan
tersebut traffic dari LANi ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau
setara dengan kecepatan kabel ethernet.
Permasalahan umum yang terjadi dalam suatu jaringan internet (misalnya sekolah,
perkantoran, atau bahkan warnet), ada pengguna yang melakukan aktifitas koneksi internet yang
menggunakan bandwitdh yang banyak (misalnya koneksi youtube atau download file yang
berukuran besar). Kegiatan ini tentunya sangat mengganggu bagi pengguna internet yang lain
karena bandwitdh yang tersedia tersedor habis oleh salah satu pegguna tersebut. Sehingga perlu
dilakukan konfigurasi ulang bandwirdh manajemen agar jaringan berjalan normal dan lancar.
Penggunaan bandwitdh yang berlebihan ini perlu diidentifikasi dengan cara melihat trafic
jaringan, dimanakah letak (tergabung di subnet yang mana) menggunakan tools yang tersedia di
Mikrotik. Jika memang pengguna yang menghabiskan bandwitch tersebut adalah pengguna yang
melampaui batas limitasi bandwitdh akibat rule Queue yang salah, maka perbaikan Queue harus
segera dilakukan

B. Teknik Konfigurasi Ulang Manajemen Bandwidth


Untuk pengaturan manajemen bandwitdh, pembatasan bandwitdh oleh pengguna bukan
hanya membatasi kecepatan download dan upload. Ada beberapa konfigurasi limitiasi bandwitdh
berdasarkan kriteria tertentu yang bisa dilakukan, misalnya pembatasan bandwitdh berdasarkan
jenis file yang akan didownload atau pembatasan akses video streaming, yang keduanya
merupakan kegiatan yang menggunakan seluruh kapasitas bandwith yang tersedia. Langkah ini
tentunya dilakukan agar bandwitdh tidak digunakan seluruhnya oleh sebagian dari pengguna
jaringan. Langkah-langkah konfigurasi ulang manajemen bandwitdh yang dilakukan adalah:
a. Konfigurasi pembatasan download file dengan teknik Layer 7 Protocols
Di router Mikrotik, teknik Layer 7 Protocols digunakan untuk membatasi download file
sesuai ektensi file yang ditentukan, Pembatasan bandwidth ini berdasarkan pada ekstensi file
yang berukuran besar seperti file exe, rar, zip, iso dan lain-lain.
1) Dibuat filtering regex content L7, tentukan string yang akan kita cari.

Contoh di sini menggunakan string atau ekstensi file download hanya untuk file yang
berekstensi exe, mp4, rar, dan zip. Atau jika menggunakan cara pengaturan di Winbox,
dimasukkan rule tersebut satu per satu.

2) Langkah kedua adalah membuat tanda atau mangle koneksi user berdasarkan regexp Layer
7 protocol yang sebelumnya dibuat untuk diproses lebih lanjut di queue
3) Langkah ketiga adalah membuat pengaturan bandwitdh di simple queue.

Setelah semua selesai, maka pengujian perlu dilakukan untuk melihat hasil konfigurasi
ulang tersebut.
b. Konfigurasi pembatasan koneksi untuk video streaming
Untuk membatasi koneksi berupa video streaming, seperti situs youtube, koneksi
jaringan membutuhkan bandwidth sebesar-besarnya agar bisa mengakses video online
dengan lancar tanpa adanya kendala seperti video yang terputus-putus atau istilahnya daalah
mengalami buffering. Maka pengaturan tambahan pada manajemen bandwitdh untuk
membatasi koneksi video streaming ini adalah:
1) Membuat konfigurasi Layer-7 protocol dahulu, dan paramater pada regexp dengan input
youtube.

2) Membuat tanda atau mangle koneksi video youtube ke interface yang menuju jaringan
lokal (LAN)

3) Membuat simple queue


TES FORMATIF
A. PILIHAN GANDA
1. Jumlah data maksimum yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu
tertentu disebut dengan ...
A. Download
B. Upload
C. Bandwidth
D. Frekuensi
E. Gelombang
2. Frekuensi pada suatu gelombang radio yang menghantarkan data diukur der satuan ...
A. Ohm
B. Volt
C. Meter
D. Hertz
E. Gram
3. Suatu bandwidth internet dinyatakan sebagai 1 Mbps yang setara dengan ...
A. 1024 Kbps
B. 1024 bps
C. 5400 bps
D. 9600 Bps
E. 1 MBps
4. Jeda waktu atau waktu tunggu dalam pengiriman paket data ataupun voice dalam jaringan
disebut dengan ...
A. Bandwidth
B. Latency
C. Jitter
D. Losses
E. Availability
5. Untuk melakukan konfigurasi manajemen bandwidth melalui simple queue, menu yang dapat
digunakan adalah ....
A. Queues > tab simple queue
B. Queue > mangle > simple queue
C. Queue > up to > simple queue
D. Queue > firewall mangle > simple queue
E. Queue > tab tree queue > simple queue
6. Kepanjangan dari QOS adalah ?
A. Quality of services
B. Queue of services
C. Queue of streaming
D. Qualification of service
E. Qualified of secretary
7. Berikut ini Fitur-fitur mikrotik, kecuali...
A. ip routing
B. interface
C. firewall
D. prosessing
E. bandwith manangement
8. Penentuan kecepatan maksimum client dilakukan pada parameter ....
A. Target address
B. Target traffic
C. Packet Maks
D. Target priority
E. Target aploud dan download
9. Simple queue selain dapat digunakan untuk mengatur manajemen bandwidth fix, dapat juga
digunakan untuk melakukan pengaturan bandwidth share dengan menerapkan .....
A. Max limit
B. Burst limit
C. Burst threshold
D. Target address
E. Limitasi bertingkat
10. Apabila pada suatu kantor cabang bank swasta terdapat 3 komputer client, karena hari itu ada
beberapa karyawan sedang ijin cuti, maka hanya 1 komputer client yag aktif. Pada hari itu berapa
bandwidth yang di dapat oleh komputer klient tersebut?
A. Mendapat 128 kbps
B. Mendapat max limit
C. Mendapat min limit
D. Mendapat 1/3 dari max limit
E. Mendapat 2/3 dari max limit
11. Queueing pada Queue Tree mempunyai aliran paket secara ?
A. Satu arah
B. Dua arah
C. Tiga arah
D. Satu cabang
E. Banyak cabang
12. Pada manajemen bandwidth terdapat alat yang menggunakan satu layanan yan memiliki
kemampuan untuk menggambarkan suatu tingkatan pencapaian di dalam suatu sistem
komunikasi data adalah performa dari layanan dari ?
A. Burst limit
B. Burst threshold
C. Target address
D. Quality of service
E. Limitasi bertingkat
13. Sebuah fitur mikrotik yang dapat digunakan untuk menandai sebuah paket, sehingga paket
tersebut memiliki sebuah identitas khusus di router, di ibaratkan dengan seseorang yang memiliki
KTP, Sim atau identitas lainnya, disebut dengan ....
A. Queue
B. Mangle
C. Target traffic
D. Packet Maks
E. Target priority
14. Bekerja untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang
agar trafik dapat berjalan optimal dan tidak terjadi overload pada salah satu jalur koneksi, adalah
teknik dari ....
A. DNS
B. DHCP
C. Loadbalance
D. Web server
E. Mail server
15. Manajemen Bandwidth dalam suatu jaringan dapat menggunakan :
(1) Simple Queue
(2) Queue two
(3) Queue tree
(4) Queue four
Pilihan yang tepat adalah ....
A. (1); (2); dan (3)
B. (1); dan (3)
C. (2); dan (4)
D. (4) saja
E. (1); (2); (3); dan (4)
16. Berikut cara kerja queue simple pada manajemen bandwidth suatu jaringan :
(1) Mendukung penggunaan PCQ sehingga dapat membagi bandwidth secara merata.
(2) Melakukan protocol converting atau konversi protokol
(3) Menerapkan antrian yang ditandai melalui paket di /firewall mangle.
(4) Membagi IP address menjadi beberapa kelas
Pilihan yang tepat adalah ....
A. (1); (2); dan (3)
B. (1); dan (3)
C. (2); dan (4)
D. (4) saja
E. (1); (2); (3); dan (4)
17. Manajemen bandwith memberikan kemampuan untuk
(1) Mengatur bandwidth jaringan
(2) memberikan level layanan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas
(3) Proses mengukur dan mengontrol komunikasi (lalu lintas, paket) pada link jaringan,
(4) Melakukan protocol converting atau konversi protokol
Pilihan yang tepat adalah ....
A. (1); (2); dan (3)
B. (1); dan (3)
C. (2); dan (4)
D. (4) saja
E. (1); (2); (3); dan (4)
18. Parameter simple queue yang perlu di rubah setingannya adalah
(1) Nama
(2) Target
(3) Max limit
(4) Statistics
Pilihan yang tepat adalah ....
A. (1); (2); dan (3)
B. (1); dan (3)
C. (2); dan (4)
D. (4) saja
E. (1); (2); (3); dan (4)
19. Pada Max limit dalam settingan simple queue diminta mengisi batasan bandwidth...
(1) Network IP (2) Target uplaoud ( 3 ) Single IP address (4) Target download
Pilihan yang tepat adalah ....
A. (1); (2); dan (3)
B. (1); dan (3)
C. (2); dan (4)
D. (4) saja
E. (1); (2); (3); dan (4)
20. Teknologi Wifi 802.11 n bisa melakukan transfer data hingga kecepatan ..
A. 5 Mbps
B. 11 Mbps
C. 54 Mbps
D. 108 Mbps
E. 1000 Mbps
21. Salah satu penyebab berkurangnya kinerja bandwitdh adalah berikut ini, kecuali
A. Jenis kabel yang dipakai
B. Teknologi LAN card
C. Konektor kabel
D. Latency
E. Packet loss
22. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Bandwidth dan Throughput adalah sebagai berikut kecuali ...
A. Perangkat jaringan yang digunakan.
B. Banyaknya wifi yang dipasang
C. Topologi jaringan yang digunakan.
D. Tipe data yang ditransfer.
E. Banyaknya pengguna jaringan.
23. Cara kerja dari simple queue adalah sebagai berikut kecuali ...
A. Pengaturan mangle bersifat fleksibel
B. Antrian diproses sesuai aturan mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah.
C. Mengatur aliran paket secara 2 arah (bidirectional).
D. Membatasi traffic berdasarkan IP address.
E. Satu antrian dapat membatasi traffic 2 arah sekaligus (upload/download)
24. Cara kerja dari queue tree adalah sebagai berikut kecuali ...
A. Setiap antrian akan diproses secara bersama-sama.
B. Mengatur aliran paket secara 1 arah (directional).
C. Membatasi craffic per IP dengan pengaturan /firewall mangle.
D. Membedakan trafik download dan upload dengan pengaturan /firewall mangle.
E. Pengaturan sederhana dan statis
25. Pengaturan queue di Mikrotik berupa masukan bandwirdh maksimal yang bisa dicapai oleh target
atau IP address ketika pengaturan burst ini aktif adalah ...
A. Limit At
B. Max Limit
C. Burst Limit
D. Burst Time
E. Burst Treshold
26. Pengaturan queue di Mikrotik berupa periode waktu dalam detik, dimana data rate rata-rata
dikalkulasikan adalah ..
A. Limit At
B. Max Limit
C. Burst Limit
D. Burst Time
E. Burst Treshold
27. Pengaturan queue di Mikrotik berupa angka bandwitdh yang digunakan ketika data rate dibawah
nilai burst threshold maka burst diperbolehkan adalah ...
A. Limit At
B. Max Limit
C. Burst Limit
D. Burst Time
E. Burst Treshold
28. Konfigurasi queue berupa garansi kecepatan minimal bandwith kepada pengguna disebut dengan
...
A. Shaping bandwitdh
B. CIR
C. MIR
D. Priority
E. Cotention ratio
29. Konfigurasi queue berupa kecepatan maksimum bandwith yang bisa dicapai oleh pengguna
disebut dengan ...
A. Shaping bandwitdh
B. CIR
C. MIR
D. Priority
E. Cotention ratio
30. Konfigurasi queue berupa proses pengaturan atau pengontrolan bagian dari sebuah koneksi
jaringan ke arah dunia luar dan memutuskan pemakaian bandwidth yang diperbolehkan
berdasarkan aktivitasnya disebut dengan ...
A. Shaping bandwitdh
B. CIR
C. MIR
D. Priority
E. Cotention ratio
31. Teknik klasifikasi paket data yang memungkinkan sharing bandwidth antar kelas (class) dan
memiliki fasilitas user interface disebut ...
A. PCQ
B. HTB
C. CBQ
D. Nth
E. Squid
32. Algoritma manajemen bandwitdh dengan menganalogikan penetapan kapasitas keranjang
(Bucket) pada pengambilan ke sekian kali (Token) disebut ...
A. PCQ
B. HTB
C. CBQ
D. Nth
E. Squid
33. Algoritma manajemen bandwidth dengan metode shape & drop, prinsip kerja menggunakan
aliran token yang memasuki bucket dengan kecepatan (rate) konstan disebut ...
A. PCQ
B. HTB
C. CBQ
D. Nth
E. TBF
34. Jika kita mengirimkan data sebesar 3 Mbyte pada saat jaringan sepi waktunya 5 menit tetapi pada
saat ramai 15 menit, hal ini disebut ...
A. Queue
B. Token
C. Losses
D. Latency
E. Availability
35. Jumlah paket yang hilang saat pengiriman paket data ke tujuan, kualitas terbaik dari jaringan
LAN/WAN memiliki jumlah losses paling kecil disebut ...
A. Queue
B. Token
C. Losses
D. Latency
E. Availability

B. ESAY
1. Jelaskan apa yang dimaksud bandwidth dalam jaringan komputer!
2. Jelaskan manajemen bandwidth pada jaringan komputer!
3. Sebutkan beberapa parameter pada Quality of Services (QoS)!
4. Sebutkan beberapa metode QoS pada router Mikrotik!
5. Apa saja faktor yang mempengaruhi kecepatan internet

Anda mungkin juga menyukai