0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan2 halaman

Rancangan Kawasan Wisata Edukatif Bali

Diunggah oleh

bomi candy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan2 halaman

Rancangan Kawasan Wisata Edukatif Bali

Diunggah oleh

bomi candy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM RANCANGAN MAKRO

Kawasan Wisata Edukatif–Spiritual Berbasis Green Building (Celuk)

1. Tema Kawasan
“Sacred Water Techno-Cultural Landscape” — integrasi tema Sacred Water Landscape (air sebagai simbol
penyucian & pusat orientasi) dan Hybrid Culture Tech Park (teknologi hijau & budaya digital) untuk menghadirkan
kawasan yang spiritual, edukatif, dan masa depan.

2. Visi & Misi


Visi: Menjadi destinasi rujukan wisata edukatif–spiritual Bali yang berkelanjutan dan berteknologi hijau.
Misi:
• Mengangkat nilai Tri Hita Karana melalui pengalaman ruang yang bertahap (profan → pembersihan → sakral).
• Mendorong ekonomi kreatif lokal melalui pasar seni, workshop, dan galeri digital.
• Mengimplementasikan strategi green building: desain pasif, energi surya, konservasi air, dan manajemen sampah
3R.

3. Tujuan Makro
• Menyusun kerangka fungsi kawasan pada level tapak (zoning, kapasitas, sirkulasi, utilitas) sebagai acuan
pengembangan detail mikro.
• Menentukan kalender kegiatan makro (harian–mingguan–tahunan) sebagai penggerak ekonomi & budaya.

4. Struktur Program Kawasan (Zoning & Fungsi)


Zona Fungsi Utama Keluaran (Outcome)
Depan (Profan + Modern) Parkir, Pusat Informasi Digital, Klinik Akses mudah, orientasi & layanan dasar
Budaya & Edukasi Galeri, Workshop Kriya, Pasar Seni Cashless
Pameran & transaksi ekonomi kreatif lokal
Alam & Air Rafting/Tubing, River Club, Deck SungaiRekreasi air & interpretasi air suci
Hijau Produktif Agrowisata, Jogging Track, Taman Edukasi pertanian & kesehatan publik
Relaksasi & Spiritualitas Eco Resort (IoT), Bale Meditasi, Taman Doa
Retreat, healing, pengalaman sakral

5. Alokasi Lahan (Makro)


Komponen Persentase Panduan
Parkir + Pusat Info + Klinik 9–14%
Galeri + Workshop + Pasar Seni 10–15%
Rafting/Tubing + River Club (di luar sempadan) 8–12%
Agrowisata + RTH Umum + Jogging 25–35%
Eco Resort + Religi/Spiritual 15–25%
Sirkulasi internal + Servis 12–18%
Buffer Sempadan Sungai (vegetasi asli) Ikuti regulasi setempat (prioritas konservasi)

6. Kapasitas & Target Pengunjung


Item Kapasitas/Target
Kunjungan harian (rata-rata) 500–800 orang/hari
Puncak (event besar) 1.500–2.000 orang/hari (manajemen antrian)
Eco resort 10–15 cottage (30–40 tamu)
Workshop budaya 2 kelas paralel @ 25–30 peserta
Rafting/Tubing 2 sesi x 40–60 peserta
Pasar seni malam 15–25 kios aktif

7. Kalender Kegiatan Makro (Ringkas)


Harian Meditasi pagi & malam; yoga; agrowisata; workshop kriya; rafting pagi & siang; AR/VR gale
Mingguan Program sekolah; klinik UMKM pasar seni (cashless); eco-lecture; panggung budaya; community
Tahunan Festival Sacred Water; Craft Week; Eco-Run & Clean River; AR/VR Culture Expo; Rafting Champ

8. Sirkulasi & Akses


• Kendaraan berhenti di zona depan; internal menggunakan shuttle/sepeda/pejalan kaki. • Jogging track sebagai
loop pengikat dan koridor evakuasi. • Jalur servis terpisah, akses darurat menuju sungai & klinik.

9. Utilitas & Strategi Green Building (Makro)


• Desain pasif tropis (orientasi utara–selatan, ventilasi silang, shading tanaman).
• Energi surya untuk penerangan luar & sebagian beban bangunan; smart metering IoT.
• Konservasi air: rainwater harvesting, biopori, buffer riparian; grey water untuk irigasi.
• Manajemen sampah 3R; kompos organik untuk agrowisata; bank sampah untuk anorganik.

10. Kebijakan Sempadan Sungai (Catatan Desain)


• Seluruh fasilitas permanen berada di luar sempadan; area sempadan sebagai taman riparian & jalur interpretasi. •
Struktur ringan & elevasi aman pada area deck tepi sungai (non-permanen) untuk edukasi air suci.

11. Manajemen & Model Pengelolaan


• Badan pengelola: yayasan/BLUD/BUMDesa + mitra komunitas (pengrajin, pemandu).
• Pendapatan: tiket harian, paket retreat, sewa kios, workshop, sponsorship event, dan lisensi konten AR/VR.

12. Tahapan Pengembangan (Phasing)


Fase Cakupan
Fase 1 (0–12 bln) Infrastruktur dasar, parkir, pusat info, pasar seni dasar, jalur sungai aman, P3K/klinik, jogging
Fase 2 (12–24 bln) Galeri & workshop lengkap, river club, AR/VR konten perdana, agrowisata siap panen
Fase 3 (24–36 bln) Eco resort (IoT), taman spiritual, festival tahunan & summit budaya–teknologi

13. Indikator Kinerja (KPI) Makro


• Kunjungan tahunan; Pendapatan UMKM; Persentase energi terbarukan; Air hujan tertampung; Volume sampah
tereduksi; Jumlah event budaya/edukasi; Kepuasan pengunjung.

Anda mungkin juga menyukai