MAKALAH
PENGGUNAAN MODEL MATEMATIKA DAN
KOMPUTER
Makalah Ini Dibuat Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Program Linear
Dosen : Nuramaliyah Ramadhany, [Link], [Link]
Disusun Oleh :
FITRIANA (923842020002)
MUHAMMAD ANAS (923842020019)
NUR HALISA (923842020025)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
STKIP ANDI MATAPPA
2025
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI................................................................................................2
KATA PENGANTAR..................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................3
1.1 Latar Belakang...................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan Makalah...............................................................4
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................5
2.1 Model Matematika.............................................................................5
2.2 Penggunaan Model Matematika Program Linear..........................6
2.3 Langkah – Langkah Menyusun Model Matematika......................7
2.4 Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Model Matematika.......9
2.5 Peran Komputer Dalam Model Matematika.................................10
2.6 Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Komputer....................11
BAB III PENUTUP....................................................................................13
3.1 Kesimpulan.......................................................................................13
3.2 Saran..................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................14
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“Penggunaan Model Matematika dan Komputer” dengan baik dan selesai tepat
pada waktunya.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Metodologi
Penelitian. Terimakasih kami ucapkan kepada ibu Nuramaliyah Ramadhany, [Link],
[Link] selaku dosen pengampu mata kuliah Metodologi Penelitian dan juga
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah
ini, oleh karena itu kami akan sangat menghargai kritik dan saran untuk
membangun makalah ini menjadi lebih baik lagi, dan semoga makalah ini dapat
menjadi manfaat untuk kita semua.
Pangkajene, 19 Maret 2025
Penulis
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era modern ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah
membawa dampak signifikan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah
dalam pemodelan matematika. Model matematika, yang pada dasarnya adalah
representasi matematis dari sistem atau fenomena dunia nyata, telah digunakan
untuk menganalisis, meramalkan, dan memecahkan berbagai masalah dalam
ilmu pengetahuan, teknik, ekonomi, dan banyak lagi. Dalam penggunaannya,
model matematika tidak hanya bergantung pada teori-teori matematis, tetapi
juga membutuhkan alat bantu yang dapat mempermudah dan mempercepat
proses komputasi, salah satunya adalah komputer.
Penggunaan komputer dalam pemodelan matematika memungkinkan para
ilmuwan, insinyur, dan profesional lainnya untuk mengatasi kompleksitas
masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan perhitungan manual. Komputer
memberikan kemampuan untuk menjalankan simulasi, analisis numerik, dan
optimasi dalam waktu yang jauh lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan
cara konvensional. Selain itu, dengan semakin berkembangnya perangkat keras
dan perangkat lunak, kemampuan komputer dalam memproses data besar (big
data) dan melakukan perhitungan intensif semakin memungkinkan
diterapkannya model matematika yang lebih kompleks dan realistis.
Pemodelan matematika menggunakan komputer juga membuka peluang baru
dalam berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, keuangan, kesehatan, dan
teknologi informasi. Misalnya, dalam dunia keuangan, model matematika
digunakan untuk meramalkan fluktuasi pasar, sedangkan di bidang kesehatan,
model ini digunakan untuk memodelkan penyebaran penyakit atau efisiensi
sistem pelayanan kesehatan. Namun, meskipun komputer menyediakan banyak
kemudahan, tantangan dalam pemodelan matematika tetap ada, terutama dalam
hal pemilihan model yang tepat, validasi hasil, serta interpretasi dari solusi yang
4
diperoleh. Oleh karena itu, kolaborasi antara ahli matematika, ilmuwan
komputer, dan praktisi di bidang terkait sangat penting untuk menghasilkan
solusi yang optimal.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yg dimaksud dengan model matematika ?
2. Jelaskan model matematika pada program linear ?
3. Bagaimana langkah – langkah menyusun model matematika yg benar ?
4. Apa keuntungan dan kerugian penggunaan model matematika?
5. Bagaimana komputer mendukung penerapan model matematika dalam
menyelesaikan masalah?
6. Apa keuntungan dan kerugian penggunaan komputer dalam penerapan
model matematika ?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1. Untuk Mengetahui yang dimaksud dengan model matematika.
2. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian penggunaan model
matematika.
3. Untuk mengetahui langkah – langkah menyusun model matematika yg
benar.
4. Untuk mengetahui bagaimana komputer mednukun penerapan model
matematika.
5. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian penggunaan komputer dalam
penerapan model matematika.
5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Model Matematika
Model matematika adalah representasi dari suatu sistem atau fenomena nyata
ke dalam bentuk bahasa matematika, baik melalui persamaan, fungsi, maupun
bentuk simbolik lainnya, yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, serta
memprediksi perilaku sistem tersebut (Kurniawan, 2020).
Model ini menggambarkan hubungan antara variabel dan parameter dalam
sistem, dan biasanya digunakan untuk menyederhanakan masalah kompleks
menjadi bentuk yang dapat dipecahkan secara sistematis dan logis.
Pada dasarnya, model matematika melibatkan beberapa komponen penting:
1. Variabel: Unsur yang dapat berubah dan mempengaruhi sistem, baik itu
variabel yang bisa dikendalikan (input) maupun yang dipengaruhi oleh
faktor lain (output).
2. Parameter: Nilai tetap yang mempengaruhi hubungan antar variabel dalam
model, dan biasanya tidak berubah selama analisis.
3. Fungsi atau Persamaan: Hubungan matematis yang menggambarkan
bagaimana variabel dan parameter saling berinteraksi. Bisa berupa
persamaan aljabar, kalkulus, atau jenis lain yang sesuai dengan sistem yang
dianalisis.
4. Kendala: Pembatasan yang menggambarkan batasan-batasan dalam sistem,
misalnya batasan sumber daya atau aturan yang berlaku.
5. Tujuan: Dalam beberapa model, terutama pada optimasi, tujuan ditetapkan,
seperti memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan biaya.
Model matematika dapat digunakan di berbagai bidang, seperti ekonomi untuk
memodelkan perilaku pasar, dalam fisika untuk memahami hukum alam, dalam
biologi untuk menganalisis dinamika populasi, atau dalam rekayasa untuk
mendesain sistem dan proses yang lebih efisien. Dengan menggunakan model
6
matematika, kita dapat menyederhanakan dan memecahkan masalah kompleks
secara sistematis.
2.2 Penggunaan Model Matematika Program Linear
Model matematika program linear adalah representasi matematis dari masalah
optimasi (maksimum atau minimum) yang dinyatakan dalam bentuk fungsi
linear dan kendala (constraints) juga berbentuk linear. Model ini digunakan
untuk mengambil keputusan terbaik berdasarkan keterbatasan sumber daya.
Model matematika program linear terdiri dari tiga bagian utama:
1. Variabel Keputusan (Decision Variables)
Merupakan simbol yang mewakili hal-hal yang ingin kita tentukan nilainya.
Contoh:
Misalnya dalam masalah produksi:
x = jumlah produk A
y = jumlah produk B
2. Fungsi Objektif (Objective Function)
Tujuan dari masalah, yang ingin dimaksimalkan (contoh: keuntungan) atau
diminimalkan (contoh: biaya).
Bentuk umum fungsi objektif:
Z = ax + by + cz +…
3. Kendala (Constraints)
Batasan-batasan yang harus dipatuhi, biasanya berkaitan dengan
keterbatasan sumber daya.
Bentuknya berupa pertidaksamaan linear, misalnya:
2x + y ≤ 100
Kendala juga mencakup syarat non-negatif:
X ≥ 0, y ≥ 0
2.3 Langkah – Langkah Menyusun Model Matematika
Model matematika merupakan representasi matematika dari masalah yang
dimodelkan. Model matematika digambarkan dengan asumsi tentang variabel,
7
parameter, dan bentuk fungsi. Berikut diberikan tahapan pemodelan matematika
yaitu:
1. Identifikasi masalah
Langkah pertama yaitu identifikasi masalah. Untuk mengidentifikasikan
masalah perlu menentukan tujuan dan pertanyaan yang akan dicari solusinya.
2. Membuat asumsi
Langkah selanjutnya yaitu membuat asumsi tentang model yang akan
diformulasikan berdasarkan tujuan dari identifikasi masalah.
3. Formulasi model matematika
Setelah asumsi ditetapkan, langkah selanjutnya adalah formulasi model
matematika. Model matematika yang diformulasikan harus sesuai dengan
asumsi yang telah dibuat. Pada tahap ini perlu menentukan faktor yang akan
diikutkan dalam model berupa persamaan.
4. Mencari solusi dari model matematika
Kemudian langkah selanjutnya adalah mencari solusi dari model matematika
dengan cara analitik dan numerik. Untuk model matematika yang sederhana
solusi analitik dapat digunakan, sedangkan untuk model yang bersifat
kompleks harus melalui simulasi numerik/pendekatan numerik menggunakan
program komputer.
5. Interpretasi hasil
Kemudian hasil dari model matematika yang diperoleh perlu
diinterpretasikan. Interpretasi harus realistis dari sudut pandang bidang
matematika yang diterapkan.
6. Validasi model
Validasi terhadap model dilakukan dengan mengecek apakah model tersebut
memberikan hasil yang sesuai dengan kenyataan dan apakah hasil sesuai
dengan asumsi-asumsi yang telah dibuat. Jika tersedia data, kita melakukan
validasi terhadap data. Jika ternyata user belum setuju dengan hasil, maka
dapat dilakukan refinery/penghalusan model dengan melakukan ulang
langkah 2, dan seterusnya.
8
Berikut Diagramnya :
2.4 Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Model Matematika
2.4.1 Keuntungan Penggunaan Model Matematika
1. Membantu Pengambilan Keputusan
Model matematika dapat digunakan untuk mensimulasikan berbagai
skenario sehingga mempermudah dalam mengambil keputusan yang
rasional dan terukur. Misalnya dalam bidang ekonomi, model bisa
digunakan untuk memprediksi dampak kebijakan tertentu terhadap inflasi
atau pertumbuhan ekonomi.
2. Efisiensi Waktu dan Biaya
Dengan model, kita bisa menguji berbagai kondisi tanpa harus melakukan
eksperimen nyata yang biasanya memakan waktu dan biaya besar.
Contohnya, dalam dunia teknik, model matematika bisa memprediksi
ketahanan suatu bangunan tanpa harus benar-benar membangun dan
menghancurkannya berkali-kali.
3. Pemahaman yang Lebih Mendalam
Model matematika memaksa kita untuk benar-benar memahami sistem
atau fenomena yang sedang dipelajari. Ini karena kita harus
mengidentifikasi variabel-variabel penting dan hubungan antar variabel
tersebut.
9
4. Dapat Digunakan Berulang Kali
Sekali model dibuat dan tervalidasi, ia bisa digunakan berkali-kali untuk
situasi yang serupa, cukup dengan menyesuaikan inputnya saja.
2.4.2 Kerugian Penggunaan Model Matematika
1. Sederhanakan Kenyataan yang Kompleks
Model matematika sering kali menyederhanakan realitas. Hal ini bisa
menjadi masalah jika penyederhanaannya terlalu jauh dari kenyataan
sehingga hasil yang diperoleh tidak akurat atau menyesatkan.
2. Bergantung pada Asumsi
Setiap model pasti dibuat berdasarkan asumsi tertentu. Jika asumsi yang
digunakan salah atau tidak sesuai dengan kondisi nyata, maka hasil model
pun bisa keliru.
3. Sulit Dibuat untuk Sistem yang Sangat Kompleks
Untuk sistem yang sangat rumit atau tidak bisa dikuantifikasi dengan
mudah (misalnya perilaku manusia atau budaya), membangun model
matematika yang akurat sangat sulit dilakukan.
4. Memerlukan Data dan Keahlian
Untuk membuat model yang baik, dibutuhkan data yang cukup dan
berkualitas, serta keahlian dalam matematika dan pemodelan. Tanpa itu,
model bisa menjadi tidak berguna atau bahkan menyesatkan.
Jadi, penggunaan model matematika sangat bermanfaat, tapi juga tidak
lepas dari risiko jika tidak digunakan dengan hati-hati. Kita perlu bijak
dalam membangun, menginterpretasikan, dan menerapkan model-model
tersebut.
2.5 Peran Komputer Dalam Model Matematika
Dalam era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, keberadaan komputer
menjadi sangat penting dalam proses pemodelan matematika. Komputer tidak
hanya berperan sebagai alat bantu perhitungan, tetapi telah menjadi bagian
utama dalam menyusun dan menyelesaikan model-model yang kompleks dan
10
sulit diselesaikan secara manual. Perhitungan matematis yang melibatkan
banyak variabel dan data besar dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat
menggunakan komputer, sehingga efisiensi waktu dan tenaga bisa tercapai
dengan baik (Fausett, 2016).
Lebih jauh lagi, komputer memungkinkan penyelesaian masalah yang tidak
bisa diselesaikan secara analitik, seperti model dalam bidang epidemiologi,
cuaca, atau dinamika populasi. Permasalahan ini biasanya membutuhkan
pendekatan numerik dan simulasi yang hanya dapat dilakukan dengan bantuan
perangkat lunak komputer. Kemampuan komputer dalam menyajikan data secara
visual juga sangat membantu. Dengan grafik, diagram, atau animasi, hasil dari
model matematika menjadi lebih mudah dipahami dan dapat dikomunikasikan
secara lebih efektif, baik dalam bidang akademik maupun praktis (Kurniawan,
2020).
Selain itu, komputer sangat mendukung dalam proses optimasi, yaitu ketika
kita ingin mencari solusi terbaik dari berbagai kemungkinan yang ada. Dengan
menjalankan simulasi dan perhitungan berulang, komputer dapat membantu
menemukan solusi optimal dalam waktu singkat (Munir, 2017). Maka dari itu,
dapat disimpulkan bahwa komputer memiliki peran yang sangat krusial dalam
penerapan model matematika, mulai dari penyusunan, simulasi, analisis, hingga
visualisasi hasil model tersebut.
Selain berbagai keunggulan yang telah disebutkan, komputer juga
memungkinkan dilakukannya eksplorasi model secara lebih luas. Pengguna
dapat dengan mudah mengubah parameter, mencoba berbagai variasi skenario,
dan melihat dampaknya terhadap hasil model tanpa harus memulai dari awal.
Hal ini memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam proses analisis dan
pengambilan keputusan. Di lingkungan pendidikan, penggunaan komputer
dalam model matematika juga membantu mahasiswa dalam memahami konsep-
konsep abstrak melalui simulasi dan visualisasi interaktif, sehingga
pembelajaran menjadi lebih menarik dan aplikatif.
Tidak hanya itu, dengan semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan
dan pembelajaran mesin, komputer kini mampu melakukan analisis prediktif
11
yang lebih canggih. Model-model yang sebelumnya hanya dapat dijalankan
secara manual kini bisa diintegrasikan dengan sistem otomatis yang mampu
mempelajari pola dan memperbarui hasil secara berkala. Hal ini membuka
peluang besar bagi dunia riset dan industri untuk menghasilkan solusi yang lebih
cepat dan tepat sasaran berdasarkan data dan perhitungan matematis.
2.6 Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Komputer
2.6.1 Keuntungan Penggunaan Komputer
1. Mempercepat Proses Perhitungan
Komputer mampu melakukan jutaan perhitungan dalam waktu singkat.
Hal ini sangat membantu dalam menyelesaikan model matematika yang
kompleks atau membutuhkan iterasi berulang.
2. Menyelesaikan Model yang Kompleks
Beberapa permasalahan matematika seperti persamaan diferensial non-
linear, optimasi multivariat, atau simulasi stokastik hanya dapat
diselesaikan dengan metode numerik yang didukung oleh komputer.
3. Visualisasi Data dan Hasil Model
Komputer memungkinkan hasil model ditampilkan dalam bentuk grafik,
peta, atau animasi, sehingga memudahkan analisis dan interpretasi.
4. Simulasi dan Eksperimen Virtual
Dengan komputer, berbagai skenario atau kondisi ekstrem dapat diuji
tanpa perlu dilakukan secara langsung, yang menghemat waktu, biaya,
dan risiko.
5. Pengolahan Data Skala Besar (Big Data)
Komputer dapat mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar
yang tidak mungkin dilakukan secara manual, sehingga sangat berguna
untuk model berbasis data.
6. Fleksibilitas dan Reusabilitas
Model yang dibuat dalam komputer dapat disimpan, dimodifikasi, dan
digunakan kembali untuk kasus atau kondisi lain dengan lebih mudah.
2.6.2 Kerugian Penggunaan Komputer
12
1. Ketergantungan pada Kualitas Data
Jika data yang digunakan tidak valid, maka hasil model juga akan
menyesatkan. Komputer tidak bisa membedakan antara data yang baik
atau buruk tanpa arahan dari pengguna.
2. Keterbatasan Pemahaman Pengguna
Pengguna yang tidak memahami model matematika atau perangkat lunak
yang digunakan berisiko membuat kesalahan dalam proses pemodelan,
interpretasi, atau analisis hasil.
3. Kebutuhan Sumber Daya yang Tinggi
Model yang kompleks memerlukan perangkat keras (hardware) dengan
spesifikasi tinggi. Tanpa itu, proses komputasi bisa lambat atau bahkan
tidak dapat dilakukan.
4. Asumsi yang Menyederhanakan Realitas
Model komputer sering kali menggunakan asumsi atau penyederhanaan
untuk mempermudah simulasi. Jika tidak hati-hati, penyederhanaan ini
bisa membuat hasil model menjadi kurang akurat.
5. Risiko Ketergantungan Berlebihan
Penggunaan komputer yang berlebihan tanpa pemahaman konsep
matematika dasar dapat menyebabkan hilangnya kemampuan analisis
kritis pengguna.
6. Potensi Kesalahan dalam Pemrograman
Model matematika yang dikodekan dalam program komputer bisa saja
mengandung bug atau kesalahan logika, yang jika tidak diperiksa dengan
cermat, dapat menghasilkan kesimpulan yang salah.
Komputer memberikan banyak keuntungan dalam penerapan model
matematika, terutama dalam hal efisiensi, akurasi, dan kemampuan menangani
masalah yang kompleks. Namun, penggunaannya juga perlu dilakukan secara
bijak, dengan mempertimbangkan keterbatasan dan risiko yang ada. Perpaduan
antara kecanggihan teknologi dan pemahaman matematika yang kuat menjadi
kunci utama keberhasilan pemodelan yang efektif.
13
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah disampaikan dalam makalah ini, dapat
disimpulkan bahwa model matematika merupakan alat penting dalam
menyederhanakan dan menganalisis berbagai permasalahan nyata di berbagai
bidang. Dengan bantuan komputer, proses pemodelan dapat dilakukan secara
lebih cepat, akurat, dan efisien, terutama ketika dihadapkan pada sistem yang
kompleks atau data berskala besar.
Penggunaan model matematika memberikan banyak manfaat, seperti
mempermudah pengambilan keputusan, menghemat waktu dan biaya, serta
memperdalam pemahaman terhadap suatu fenomena. Namun, penggunaan
model ini juga memiliki kekurangan, seperti ketergantungan pada asumsi yang
bisa menyimpang dari kenyataan dan kebutuhan terhadap data yang valid serta
keahlian tertentu.
Begitu pula dengan komputer, meskipun sangat membantu dalam proses
pemodelan, tetap ada keterbatasan seperti potensi kesalahan dalam
pemrograman, kebutuhan sumber daya tinggi, dan risiko ketergantungan
berlebihan terhadap teknologi tanpa memahami dasar konsep matematika itu
sendiri.
3.2 Saran
Dari pembahasan singkat kami mengenai penggunaan model
matematika dan komputer kira nya dapat menambah
pengetahuan dan wawasan para pembaca sekalian.
14
Kami menyadari bahwa makalah kami ini sangat jauh dari
kesempurnaan,
maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik dari
pembaca demi kesempurnaan makalah kami kedepannya.
Akhir kata, tiada hal yang sempurna dari sajian kami,
karena masih dalam
proses belajar, dan harapan kami semoga ini bermanfaat bagi
kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Munir, R. (2017). Algoritma dan Pemrograman dalam Bahasa Python. Wawasan
Ilmu
Fausset, L. V. (2016). Applied Numerical Analysis Using MATLAB. Pearson
Education
Kurniawan, H. (2020). Pemodelan Matematika dan Aplikasinya dalam Kehidupan
Sehari-hari. Deepublish.
Muis, S. (2018). Pemodelan dengan Matematika. Teknosain.
Pagalay, U., & Widayani, H. (2023). Bahan Ajar Pemodelan Matematika. Madza
Media.
15