ANALISIS PENGATURAN RUANG KELAS
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
“Strategi Pengelolaan Kelas”
Oleh :
NIM.
Dibimbing oleh :
Shilvi Nofita Sari, M pd
Oleh :
Dwi Novellia Putri
NIM. 2024124260344
PROGAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH
IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MA’ARIF (STAIM)
KENDAL NGAWI
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik
serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dan dapat dijadikan
sebagai acuan, petunjuk, serta pedoman bagi pembacanya. Penulis menyadari bahwa makalah
ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak selalu penulis
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini. Semoga segala bantuan dari semua pihak dapat menjadi amal
jariyah, semoga Allah SWT selalu meridhoi usaha kita. Amin.
Ngawi, 22 November 2025
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .............................................................................. ii
Daftar Isi ....................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................ 1
A. Latar Belakang .................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................. 3
A. Pengertian Pengaturan Ruang Kelas .................................. 3
B. Tujuan Pengaturan Ruang Kelas ......................................... 4
C. Peran Guru Dalam Pengaturan Ruang Kelas ....................... 5
BAB III PENUTUP ..................................................................... 6
A. Kesimpulan ........................................................................ 6
B. Saran .................................................................................. 6
Daftar Pustaka............................................................................... 7
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah merupakan salah satu tempat dimana anak memperoleh pendidikan
setelah mereka dididik di lingkungan keluarga. Sekolah merupakan tempat untuk
menimba ilmu bagi siswa, guna mencapai cita-cita mereka. Diharapkan sekolah dapat
dijadikan tempat yang nyaman bagi anak agar proses pembelajaran berjalan sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
Pengaturan metode, strategi dan saran prasarana pembelajaran merupakan
aspek penting dari manajemen pembelajaran yang harus disusun dan dilaksanakan oleh
pendidik. Pengelolaan lingkungan fisik yang kondusif dan memenuhi standar menjadi
faktor penting dalam meningkatkan intensitas dan kualitas pembelajaran siswa.
Lingkungan fisik yang terorganisasi dapat memberikan dampak positif terhadap tujuan
pembelajaran.
Tidak hanya hanya pendidik yang profesional saja yang berpengaruh dalam
proses belajar pada sisiwa namun penataan ruang kelas juga berpengaruh pada proses
pembelajaran, oleh karena itu penataan ruang kelas yang tepat sangat mempengaruhi
kualitas belajar anak. Penataan ruang kelas merupakan salah satu elemen penting dalam
proses belajar mengajar, dengan penataan ruang kelas yang baik maka suasana belajar
akan semakin efektif. Penataan ruang kelas sendiri tidak hanya memperhatikan aspek
keindahan saja, namun juga harus memperhatikan aspek kebutuhan siswa.
Menurut Dalmayanti, N. penataan ruang kelas merupakan salah satu aspek
penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa. Lingkungan
fisik kelas yang teratur dan tertata dengan baik dapat memberikan pengaruh signifikan
terhadap kenyamanan, konsentrasi, dan motivasi belajar siswa.1
Dari sini jelas bahwa penataan ruang kelas merupakan tanggung jawab bersama
dengan memberdayakan potensi yang ada dalam kelas guna meningkatkan kualitas
pembelajaran dan suasana kelas yang kondusif. Ini artinya guru dituntut secara
profesional harus mampu mengelola atau mengatur ruang kelas sedemikian rupa agar
siswa termotivasi untuk belajar.
1
Neneng Kurniasih, [Link]., Analisis Penataan Ruang Kelas dalam Melihat Respon Siswa (Studi Kasus
di Kelas 2 SDN Cipeucang Pandeglang), Jurnal Serumpun Mendidik, Vol. 1 No. 2, (2024), hlm. 82
1
Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, kolaborasi antara
guru, siswa, dan manajemen sekolah menjadi sangat penting. Pengaturan dan
penglolaan yang baik tidak hanya akan meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga
membangun lingkungan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.
B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini ialah :
1. Apa pengertian pengaturan ruang kelas?
2. Apa tujuan dari pengaturan ruang kelas
3. Bagaimana peran guru dalam pengaturan ruang kelas?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah :
1. Untuk mengetahui pengertian dari pengaturan ruang kelas
2. Untuk mengetahui tujuan pengaturan ruang kelas
3. Untuk mengetahui peran guru dalam pengaturan ruang kelas
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengaturan Ruang Kelas
Pengaturan dapat diartikan sebagai pengelolaan, menurut kamus bahasa Indonesia
kalimat ini berasal dari kata manajemen yang berarti penyelenggaraan.2 Sementara kelas
itu sendiri merupakan sekolompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran
yang sama dari guru yang sama.3
Pengertian pengaturan kelas menurut pendapat Wiyani dan Ardy kelas dapat
diartikan sebagai unit terkecil di sekolah yang digunakan sebagai tempat untuk kegiatan
belajar mengajar. Sebagai unit terkecil, kelas beranggotakan peserta didik yang multi-
background, baik dalam hal intelektual, jenis kelamin, bakat dan minat, sosial, ekonomi,
dan lainnya.4
Pentaan ruang kelas dalam pengelolaan kelas adalah menciptakan suasana belajar
yang menggairahkan dan memungkinkan anak duduk berkelompok, memudahkan guru
bergerak secara kuasa untuk membantu siswa dalam belajar. Yang memperhatikan hal-hal
berikut : ukuran dan bentuk kelas, bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa, jumlah
siswa dalam kelas, jumlah siswa dalam setiap kelompok, jumlah kelompok dalam kelas,
komposisi siswa dalam kelompok.5
Kelas tidak sekedar ruang fisikal bagi guru dan siswa untuk melakukan interaksi,
komunikasi, atau transaksi pendidikan tetapi kelas juga sebuah ruang psikologis dan ruang
sosiokultural yang mengintegrasikan berbagai komponen penting antara satu dan yang lain
saling berkaitan. Proses pembelajaran yang terjadi di sebuah ruang kelas, sama halnya
dengan ruang-ruang lain di luar kelas. di dalamnya terjadi berbagai bentuk dan kualitas
relasi-relasi sosiokultural-psikologikal dari berbagai jenis dan karakter dalam rangka
mencapai tujuan yang diinginkan.6
2
Ismah dan Utami Budiyati, Pengaturan Ruang Kelas, Jurnal Cakrawala Ilmiah, Vol. 1 No. 10, (2022),
hlm.2592
3
Ismah dan Utami Budiyati…, hlm.2594
4
Prihatini dan Tin Rustini, Pengelolaan Kelas, (Jakarta Timur : PT Bumi Aksara, 2024), hlm. 15
5
Ismah dan Utami Budiyati, Pengaturan Ruang Kelas…., hlm. 2596
6
Harjali, Penataan Lingkungan Belajar Strategi untuk Guru dan Sekolah, (Malang: CV. Seribu
Bintang, 2019) hlm. 12-13
3
B. Tujuan Pengaturan Ruang Kelas
Keberhasilan suatu kegiatan seringkali diukur berdasarkan pencapaian tujuan yang
telah ditetapkan. Tujuan itu sendiri berfungsi sebagai titik akhir yang mengharahkan segala
aktivitas dalam suatu proses. Oleh karena itu, dapat dilihat dari efektivitas dan efesiensi
selama kegiatan tersebut berlangsung.7
Tujuan utama menata ruang kelas adalah untuk menciptakan dan mengarahkan
kegiatan siswa serta mencegah tingkah laku yang tidak diharapkan. Ini dicapai dengan
mengatur tempat duduk, perabot, pajangan, dan elemen lainnya di dalam ruang kelas. 8
sementara menurut pendapat Suharismi Arikunto pengelolaan kelas atau pengaturan ruang
kelas bertujuan agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapai
tujuan pengajaran secara efektif dan efesien.9
Pendapat lain mengatakan tujuan dari pengaturan ruang kelas yaitu bertujuan untuk
mengupayakan peserta didik pada saat mengikutin proses pembelajaran di kelas dapat
melakukan aktifitas belajar serta mengerjakan tugas atau kegiatan lainnya sesuai peraturan
yang berlaku sehingga menciptakan suasana tertib, serta dapat mengembangkan dan
membangkitkan sikap siswa untuk bertanggung jawab atas segala perilaku yang
ditunjukkan oleh siswa ketika proses pembelajaran berlangsung di kelas sehingga apa yang
menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efesien.10
Pengaturan ruang kelas memiliki tujuan yang ingin dicapai untuk mewujudkan kelas
yang nyaman bagi kegiatan belajar mengajar guru dan siswa. Adapun tujuan tersebut
antara lain :11
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas baik sebagai lingkungan belajar maupun
sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengebangkan
kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
pembelajaran.
7
Mudatsir, [Link]., Manajemen Pengelolaan Kelas, (Banten: PT Sada Kurnia Pustaka, 2025), hlm. 12
8
Sofyan Iskandar, [Link]., Penataan Ruang Kelas terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar, Jurnal
Pendidikan Tambusai, Vol. 8 No. 2, (2024), hlm. 25183
9
Umar dan Hendra, Konsep Pengelolaan Kelas dalam Proses Pembelajaran di Sekolah, Jurnal Ilmiah
Kreatif, Vol. 18 No. 1, (2020), hlm. 105
10
Khairul Rozikin, [Link]., Manajemen Pengelolaan Kelas dalam proses Tujuan Pembelajaran Siswa di
SDN 09 di Sungai Kelambu Tahun Pelajaran 2023 -2024, Jurnal Pendidikan dan Keguruan, Vol. 3 No. 4, (2025),
hlm.2
11
Euis Nur Istiqomah,[Link]., Model Ruang Kelas dan Implikasinya pada Motivasi Belajar Siswa SD:
Literature Review, Jurnal : Renjana Pendidikan Dasar, Vol. 3 No.2, (2023), hlm. 80
4
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas secara perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai lingkungan sosial, emosional, dan intelektual
siswa dalam kelas
4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya,
serta sifat-sifat individualnya.
C. Peran Guru dalam Pengaturan Ruang Kelas
Menurut melania yang dikutip oleh Tri Endar Yogi Setiadi Putra guru memiliki tugas
pokok sebagai pengajar yang merencanakan program pengajaran, melaksanakan program
sampai dengan melaksanakan penilaian kepada peserta didik. Selain itu guru bertugas
sebagai pendidik yang mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang
berkepribadian dan berkelakuan baik. Guru juga bertugas sebagai pemimpin yang
mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat terkait, mengarahkan,
pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan dan partisipasi atas program yang dilakukan.
Guru juga memiliki fungsi yang tidak mudah dalam pendidikansebagai tombah utama
pembentukan anak bangsa baik untuk meningkatkan kecerdasan sampai dengan
kepribadian.12
Dalam proses pengaturan ruang kelas, guru juga harus mempu memberikan rasa
aman dan nyaman terhadap tempat yang akan digunakan siswa selama proses
pembelajaran. Menurut pendapat Sofiyullah penataan lingkungan fisik yang dilakukan
oleh guru mencakup penataan interior dan eksterior ruang kelas. Penataan interior
berkaitan dengan pengaturan ruang kelas yang edukatif dan rekreatif yang dapat
menciptakan suasana yang menyenangkan, seperti mengatur tempat duduk dengan variasi,
memperhatikan ventilasi dan pencahayaan, menata barang-barang di dalam kelas dengan
rapi menghias ruangan, serta memperhatikan ukuran dan keindahan tulisan di papan tulis
dan materi yang disampaikan melalui powerpoint. Sedangkan penataan eksterior
dilakukan dengan memastikan halaman sekolah terjaga agar siswa merasa nyaman untuk
belajar.13
Seorang guru harus memiliki kemampuan dalam melakukan tata kelola ruang kelas
yang baik agar kelas dapat memiliki suasana yang baik dalam mendukung jalannya
12
Tri Endar Yogi Setiadi Putra, [Link]., Manajemen Kelas (Classroom Management) Bagi Proses
Pembelajaran, (Indramayu : PT Adab Indonesia, 2025), hlm.11 - 12
13
Imam Bukhori, [Link]., Kreativitas Guru dalam Penataan Ruang Kelas Untuk Menciptakan Lingkungan
Belajar Yang Nyaman Bagi Siswa Kelas V di MI Nurul Islam Semar Ragang, Jurnal Al-Madrasah : Jurnal
Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, Vol. 9 No. 2, (2025), hlm. 953
5
pembelajaran. Aspek-aspek atau komponen yang diperlukan dalam melakukan pengaturan
ruang kelas menurut Kamilah dan Furnamasari ialah sebagai berikut :14
1. Kondisi fisik
a) Untuk mencegah kepadatan dan gangguan antar peserta didik, area belajar
mengajar harus menyediakan ruang yang cukup bagi siswa untuk berjalan-jalan.
Ukuran kelas ditentukan oleh apakah suatu kegiatan dilkukan di ruang kelas atau
ruang praktikum, serta berapa banyak siswa yang berpartisipasi secara
bersamaan. Jika ruangan memiliki dekorasi, sebaiknya gunakan dekorasi yang
bersifat instruktif dan dapat meningkatkan perilaku siswa, seperti kutipan
inspiratif, gambar tokoh sejarah, dan sebagainya.
b) Kelancaran proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh pengaturan tempat
duduk. Sangat penting untuk mengatur tempat duduk sehingga guru dan siswa
dapat berbicara satu sama lainsecara langsung. Formasi baris, kelompok yang
terdiri dari delapan hingga sepuluh orang, setengah lingkaran, dan lingkaran
adalah beberapa kemungkinan pengaturan tempat duduk yang telah ditetapkan di
perpustakaan, ruang baca, atau laboratorium praktik. Tempat duduk diatur sesuai
kebutuhan.
c) Kesehatan siswa tergantung pada pencahayaan dan ventialasi yang cukup. Sinar
matahari dapat menembus jendela yang cukup besar. Pastikan ada cukup udara
sehat yang masuk melalui sistem ventilasi agar anak-anak dapat bernapas dan
membaca tulisan.
d) Barang-barang harus ditata dan disimpan dengan mempertimbangkan kebutuhan
dan aksebilitasnya. Barang-barang yang sering digunakan untuk keperluan
belajar mengajar harus disimpan di lokasi yang mudah diakses. Sangat penting
bahwa barang-barang ini menerima perawatan dan pemeriksaan rutin. Selain itu,
pengamanan bahan yang mudah terbakar atau berbahaya serta pencegahan
pencurian harus diperhatikan.
2. Kondisi sosio-emosional
Keadaan ini mengacu pada kapasitas seseorang untuk menggunakan emosi
secara bertanggung jawab. Kondisi yang baik bagi orang lain dapat diciptakan dengan
mengakui dan menghargai emosi manusia, dorongan tersembunyi, dan pengalaman
14
Wina Mustika, [Link]., Peran Tata Kelola Ruang Kelas Dalam Mendukung Proses Pembelajaran yang
Efektif Di Sekolah Dasar, Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Vol. 2 No. 10, (2025), hlm. 2
6
emosional. Masalah manajemenkelas dapat dihindari dengan menerapkan kegiatan
yang sering di tingkat sekolah dan kelas.
Adapun model atau gaya penataan tempat duduk dalam ruang kelas dapat dijelaskan
sebagai berikut :15
1. Penataan kelas gaya auditorium
Penataan kelas dengan gaya audotorium ini sangat tradisional, dimana semua
peserta duduk menghadap ke guru (papan tulis). Penataan ini membatasi kontak
peserta didik tatap muka dan guru bebas bergerak kemana saja.
Gambar 2.1 Penataan Kelas Gaya Auditorium
Sumber : [Link]
2. Gaya off set
Penataan gaya meja belajar dengan gaya off set (biasanya 3-4 peserta didik)
duduk dibangku tetapi tidak berhadapan langsung satu sama lain. Gangguan dalam
penataan ini lebih sedikit daripada gaya tatap muka dan lebih efektif untuk
pembelajaran kooperatif. Karena peserta didik lebih berkonsentrasi terhadap materi
pembelajaran dan tugas-tugas yang sedang dikerjakan.
Gambar 2.2 Penataan Kelas Gaya Offset
Sumber : [Link]
15
Rinja Efendi dan Delita Gustriani, Manajemen Kelas di Sekolah Dasar, (Pasuruan, CV Penerbit Qiara
Media, 2020), hlm. 27-28
7
3. Gaya seminar
Sejumlah besar peserta didik (10 peserta didik atau lebih) duduk di susunan
berbentuk lingkaran, pesergi, atau bentuk huruf U. ini akan lebih efektif ketika guru
ingin agar para siswa berbicara satu sama lainatau bercakap-cakap dengan gurunya.
Gambar 2.3 Penataan Kelas Gaya Seminar
Sumber : [Link]
4. Gaya tatap muka (face to face)
Dalam gaya ini, peserta didik saling berhadapan. Dan gangguan dengan model
penataan ini lebih besar dari pada gaya auditorium.
5. Gaya klaster (cluster)
Sejumlah peserta didik biasanya 4-8 peserta didik bekerja dalam kelompok kecil,
dan efektif untuk pembelajaran kolaboratif. Sususan tempat duduk dengan setting
melingkar cocok untuk diskusi kelompok dan kerja membuat suatu hasil karya.
Gambar 2.4 Penataan Kelas Gaya Klaster
Sumber : [Link]
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengaturan ruang kelas merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk
mengatur atau mengelola lingkungan serta suasana kelas agar tercipta pembelajaran
yang kondusif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan adanya
pengaturan ruang kelas yang terarah diharapkan proses belajar berjalan sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
Pengaturan ruang kelas sendiri bertujuan untuk menata tata ruang kelas yang
nyaman agar siswa termotivasi untuk belajar, tertib dan displin ketika mengerjakan
tugas yang diberikan oleh guru. Selain itu tujuan dari pengaturan ruang kelas dapat
membantu menyediakan maupun memelihara fasilatas yang dibutuhkan selama proses
pembelajaran.
Peran guru dalam pengaturan ruang kelas sendiri sangat penting, selain
mendidik siswa, menyiapkan materi pembelajaran, guru juga harus dituntut kreatif
dalam hal menata dan mengelola kelas, agar siswa termotivasi selama proses
pembelajaran. Dalam hal ini guru harus mengetahui bagaimana menata kelas yang
nyaman seperti sirkulasi udara yang baik, barang-barang yang perlu disimpan dan ditata
agar aksesnya mudah dijangkau siswa maupun guru, serta pengaturan tempat duduk
siswa agar proses pembelajaran efektif dan kondusif.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa selama proses penyusunan makalah ini, terdapat
banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karenannya kritik dan saran yang bersifat
konstruktif sangat diharapkan guna kesempurnaan makalah ini.
9
DAFTAR PUSTAKA
Bukhori, Imam, [Link]., Kreativitas Guru dalam Penataan Ruang Kelas Untuk Menciptakan
Lingkungan Belajar Yang Nyaman Bagi Siswa Kelas V di MI Nurul Islam Semar
Ragang, Jurnal Al-Madrasah : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, Vol. 9 No. 2,
(2025)
Gustriani, Rinja Efendi dan Delita, Manajemen Kelas di Sekolah Dasar, Pasuruan, CV
Penerbit Qiara Media, 2020
Harjali, Penataan Lingkungan Belajar Strategi untuk Guru dan Sekolah, Malang: CV. Seribu
Bintang, 2019
Ismah dan Utami Budiyati, Pengaturan Ruang Kelas, Jurnal Cakrawala Ilmiah, Vol. 1 No. 10,
(2022)
Iskandar, Sofyan, [Link]., Penataan Ruang Kelas terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar,
Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 8 No. 2, (2024)
Istiqomah, Euis Nur, [Link]., Model Ruang Kelas dan Implikasinya pada Motivasi Belajar Siswa
SD: Literature Review, Jurnal : Renjana Pendidikan Dasar, Vol. 3 No.2, (2023)
Kurniasih, Neneng, [Link]., Analisis Penataan Ruang Kelas dalam Melihat Respon Siswa (Studi
Kasus di Kelas 2 SDN Cipeucang Pandeglang), Jurnal Serumpun Mendidik, Vol. 1 No.
2, (2024
Mudatsir, [Link]., Manajemen Pengelolaan Kelas, Banten: PT Sada Kurnia Pustaka, 2025
Mustika, Wina, [Link]., Peran Tata Kelola Ruang Kelas Dalam Mendukung Proses Pembelajaran
yang Efektif Di Sekolah Dasar, Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. 2 (10). 2025
Prihatini dan Tin Rustini, Pengelolaan Kelas, Jakarta Timur : PT Bumi Aksara, 2024
Putra, Tri Endar Yogi Setiadi, [Link]., Manajemen Kelas (Classroom Management) Bagi Proses
Pembelajaran, Indramayu : PT Adab Indonesia, 2025
Rozikin, Khairul, [Link]., Manajemen Pengelolaan Kelas dalam proses Tujuan Pembelajaran
Siswa di SDN 09 di Sungai Kelambu Tahun Pelajaran 2023 -2024, Jurnal Pendidikan
dan Keguruan. 3(4). 2025
Umar dan Hendra, Konsep Pengelolaan Kelas dalam Proses Pembelajaran di Sekolah, Jurnal
Ilmiah Kreatif. 18 (1). 2020
10