Teknik Perawatan Mesin Industri
(321-241-306 )
5th meeting
“SHAFT ALIGNMENT”
Imaduddien Ariefa, [Link].T., M.T.
Jurusan Teknik Mesin
Program Studi D3 Teknik Mesin
Politeknik Negeri Semarang
1. Definisi
Shaft Alignment adalah penentuan posisi pusat rotasi dari dua atau lebih poros sedemikian rupa sehingga mereka ko-
linear (segaris) ketika mesin berada dalam kondisi operasi normal [Machinery Vibration: Alignment" oleh Victor
Wowk (McGraw-Hill)]
Tujuannya adalah untuk memastikan kedua poros berputar secara
sentris dan konsentris, meminimalkan getaran, keausan berlebihan,
dan kerusakan pada komponen mekanis seperti bantalan (bearing),
seal, dan kopling.
Yang alignment adalah Poros, Bukan Kopling: Fokusnya adalah pada keselarasan garis sumbu rotasi poros itu sendiri.
2. Mengapa Diperlukan Alignment
Penyelarasan dilakukan karena efek getaran yang diakibatkan oleh ketidakselarasan (misalignment) dapat merusak
peralatan secara serius. Ketidakselarasan bahkan hanya beberapa seperseribu inci saja sudah dapat menyebabkan
getaran yang secara signifikan memperpendek umur peralatan.
Tanda-Tanda misalignment:
1. Poros bergoyang (shaft wobbling).
2. Getaran berlebihan (baik pada arah radial maupun axial).
3. Suhu bantalan (bearing) yang terlalu tinggi (meskipun pelumasan cukup).
4. Kebisingan.
5. Pola keausan pada bantalan.
6. Keausan pada kopling.
3. Kapan Alignment Harus Dilakukan
Pemeriksaan penyelarasan harus dilakukan secara berkala (periodically). Mesin yang sebelumnya telah alignment
dengan benar dapat mengalami ketidakselarasan kembali dalam waktu yang sangat singkat.
Penyebab Munculnya Ketidakselarasan setelah Pemasangan:
1. Pergerakan atau penurunan fondasi (foundation movement or settling).
2. Mesin terbentur peralatan lain secara tidak sengaja.
3. Pemuaian panas (thermal expansion).
4. Mengendurnya mur pengunci (loosened hold-down nuts).
5. Karat pada shim (lapisan perata).
4. Perfect Alignment
Kondisi Ideal: Dua poros yang alignment dengan sempurna bersifat kolinear, artinya garis sumbu rotasinya
membentuk satu garis lurus yang berhimpitan.
5. Macam – Macam Misalignment
[Offset or Parallel Misalignment]
Offset Misalignment, atau disebut juga Parallel Misalignment (Ketidaksejajaran Paralel), adalah kondisi ketika dua
poros yang hendak disambung memiliki garis sumbu (centerline) yang sejajar tetapi tidak berada pada satu garis
lurus yang sama. Dengan kata lain, kedua poros tersebut paralel namun terpisah oleh suatu jarak.
Cara Pengukuran:
1. Misalignment ini diukur berdasarkan jarak pemisah (gap) antara kedua garis sumbu poros.
2. Satuan yang umum digunakan adalah seperseribu inci (0.001 inci) atau milimeter.
3. Pengukuran idealnya dilakukan pada garis tengah kopling (coupling centerline).
Offset dapat terjadi pada dua bidang:
1. Offset Vertikal: Kedua poros tidak sejajar secara vertikal (salah satu poros lebih tinggi).
2. Offset Horizontal: Kedua poros tidak sejajar secara horizontal (salah satu poros bergeser ke kiri atau kanan).
5. Macam – Macam Misalignment
[Angular / Face Misalignment (Ketidaksejajaran Sudut)]
Angular Misalignment (Ketidaksejajaran Sudut), atau disebut juga Face Misalignment, adalah kondisi ketika dua poros
yang disambung tidak sejajar dan membentuk suatu sudut. Kedua poros ini mungkin bertemu pada satu titik di bidang
kopling, tetapi garis sumbu (centerline) mereka tidak lurus.
Cara Pengukuran:
• Ketidaksejajaran ini dinyatakan sebagai sudut antara kedua garis sumbu poros.
• Dalam praktiknya, sudut ini lebih sering dinyatakan sebagai "kemiringan" (slope) atau "rise over run", misalnya x ribu
inci per inci (misal: 0.003 inci/inch). Nilai ini sebenarnya tidak bersatuan (unitless) dan lebih praktis digunakan daripada
derajat.
• Pengukuran harus dilakukan pada dua bidang: vertikal dan horizontal.
5. Macam – Macam Misalignment
[Combination / Skewed Misalignment (Ketidaksejajaran
Kombinasi)]
Combination Misalignment (Ketidaksejajaran Kombinasi), atau disebut Skewed Misalignment, adalah kondisi
ketidaksejajaran yang paling umum terjadi di lapangan. Kondisi ini merupakan gabungan dari dua jenis ketidaksejajaran
sebelumnya:
1. Offset Misalignment (poros sejajar tetapi terpisah jarak), dan
2. Angular Misalignment (poros tidak sejajar dan membentuk sudut).
Dengan kata lain, kedua poros tidak sejajar (sudut) dan juga tidak bertemu pada satu titik di kopling (offset).
6. Alignment Planes (Bidang-bidang
Alignment)
Untuk menyelaraskan dua mesin atau lebih dalam suatu machine-train, terdapat dua bidang utama yang harus
dikoreksi: Vertikal dan Horizontal. Pada setiap bidang, terdapat dua jenis ketidakselarasan yang dapat terjadi.
Vertical misalignment.
1. Bidang Vertikal
• Digambarkan dari: Tampak Samping (Side View).
• Jenis Ketidakselarasan:
1) Vertical Offset (Pergeseran Vertikal): Kedua poros berada pada ketinggian yang berbeda (tidak sejajar
secara vertikal).
2) Vertical Angularity (Kemiringan Vertikal): Kedua poros miring atau membentuk sudut satu sama lain
pada bidang vertikal.
• Metode Koreksi: Menggunakan Shim (lembaran logam tipis) untuk menaikkan atau menurunkan posisi kaki mesin.
6. Alignment Planes (Bidang-bidang
Alignment)
Horizontal misalignment
2. Bidang Horizontal
• Digambarkan dari: Tampak Atas (Top View).
• Jenis Ketidakselarasan:
1) Horizontal Offset (Pergeseran Horizontal): Kedua poros tidak segaris secara horizontal (bergeser ke kiri atau
kanan).
2) Horizontal Angularity (Kemiringan Horizontal): Kedua poros miring atau membentuk sudut satu sama lain
pada bidang horizontal.
• Metode Koreksi: Menggeser secara fisik posisi mesin (Machine To Be Moved / MTBM) ke kiri atau kanan. Shim
tidak digunakan untuk koreksi di bidang ini.
7. Tindakan Persiapan Sebelum Alignment
Memastikan prosedur alignment dilakukan dengan benar dan akurat. Persiapan yang matang sangat penting untuk
mendapatkan hasil alignment yang optimal.
A. Langkah-Langkah Persiapan Utama (8 Poin Penting)
Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai proses alignment:
1. Kebersihan Kontak: Pastikan dasar mesin (base) dan kaki mesin bersih, bebas dari karat dan burr. Gunakan sikat kawat
atau kikir jika diperlukan.
2. Urutan Pemasangan: Posisi, levelkan, dan kencangkan terlebih dahulu unit yang digerakkan (driven unit, contoh:
pompa) pada ketinggian yang diinginkan. Atur porosnya sedikit lebih tinggi daripada poros penggerak (driver, contoh:
motor).
3. Pemilihan Shim: Gunakan shim yang bersih, tidak bengkok (kinked), dan tidak memiliki burr.
4. Pemeriksaan Poros: Pastikan poros tidak memiliki runout (ketidakbulatan/ketidaklurusan poros itu sendiri).
5. Cek dan Koreksi Soft-Foot: Periksa kondisi soft-foot (kaki mesin yang tidak rata menyentuh dasar) dan perbaiki
sebelum melanjutkan.
6. Urutan Pengencangan: Selalu ikuti prosedur urutan pengencangan baut yang benar saat mengencangkan mur kaki
mesin.
7. Posisi Dial Indicator: Posisikan batang (stem) dial indicator tegak lurus (90°) terhadap permukaan yang diukur. Posisi
yang miring akan menghasilkan pembacaan yang salah.
8. Mengangkat Mesin: Hindari mengangkat mesin lebih dari yang diperlukan saat menambah atau mengurangi shim.
8. Correcting For Soft-Foot
A. Pengertian Soft-Foot
Soft-foot adalah kondisi di mana tidak semua keempat kaki mesin menopang beban mesin dengan rata. Saat baut
dikencangkan, kondisi ini menyebabkan rangka (casing) mesin melengkung atau mengalami distorsi.
B. Penyebab dan Dampak Soft-Foot
• Penyebab: Permukaan dasar atau kaki mesin yang tidak rata sempurna (tidak datar, berkarat, atau terdapat burr).
• Dampak: Soft-foot yang tidak dikoreksi sebelum alignment akan menjadi penyebab utama kegagalan dan
pemborosan waktu. alignment yang dilakukan akan menjadi tidak akurat karena posisi mesin berubah saat baut
dikencangkan.
Memeriksa dan mengoreksi soft-foot adalah langkah wajib yang harus dilakukan sebelum memulai proses alignment
9. Correcting For Indicator Sag
A. Pengertian Indicator Sag
Indicator Sag adalah fenomena melendutnya (bending) braket
dan batang pemasang dial indicator akibat beratnya sendiri
saat diputar dari posisi atas (12 o'clock) ke posisi bawah (6
o'clock) selama proses alignment.
• Analogi: Seperti sebuah penggaris yang dijepit di satu
ujung, ujung lainnya akan melendut ke bawah karena
beratnya.
B. Penyebab dan Dampak
Penyebab: Kombinasi berat dari batang (rod) panjang dan dial
indicator itu sendiri.
Figure Dial indicator sag
Dampak: Kelendutan ini menyebabkan kesalahan
signifikan dalam pembacaan dial indicator, terutama yang
digunakan untuk menghitung ketidakselarasan vertikal. Jika
tidak dikoreksi, hasil alignment akan salah.
10. Alignment Equipment And
Methods
A. Dua Metode Utama Alignment
Terdapat dua metode utama untuk menyelaraskan mesin:
1. Alignment dengan Dial Indicator: Metode mekanis tradisional.
2. Alignment Optik/Laser: Metode modern yang menggunakan teknologi laser.
Kedua metode ini memiliki dasar teori yang sama, yaitu mengukur offset dan angularity poros yang dapat digerakkan
(movable) terhadap poros yang tetap (stationary).
1. Dial Indicator
Metode ini menggunakan dial indicator (alat ukur presisi
dengan jarum penunjuk) untuk mengukur posisi relatif
antara dua poros mesin yang akan alignment.
10. Alignment Equipment And
Methods
2. Optical Or Laser Alignment
Optical atau Laser Alignment (alignment Optik/Laser) adalah metode alignment poros mesin yang menggunakan
teknologi sinar laser dan sensor elektronik untuk mengukur ketidakselarasan antara dua poros, menggantikan fungsi
dial indicator dalam metode konvensional.
Prinsip Kerja:
[Link]
• Berdasarkan prinsip yang sama dengan Reverse-Dial Indicator Method.
• Dua unit transmitter/sensor dipasang kaku pada fixture di setiap poros.
• Saat poros diputar, pemancar memproyeksikan sinar laser ke unit penerima di seberangnya.
• Sensor mendeteksi posisi beam laser, dan sistem secara otomatis menghitung offset dan angularity.