LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
Percobaan Difusi Dan Osmosis Pada Kentang Menggunakan Air Garam Dan Sirup
Dengan Konsentrasi Berbeda
Di susun oleh :
1. Astri Dewi Yuniarti
2. Calinda Kinanti
3. Evan Syamil Pratama
4. Pangeran M. Fawwaz
5. Rifaldi Saputra
6. Tannia Indriyanti Sastra A.
XI – F3
Guru Biologi:
Ibu Yuyu Amirahayu Utami, S. Pd.
Jl. Palupuh Raya No 9, RT.05/RW.02, Tegal Gundil, Kec. Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa
Barat
BAB I PENDAHULUAN
I. Tujuan
1. Menjelaskan mekanisme terjadinya proses osmosis dan difusi pada sel
hidup.
2. Mengamati secara langsung pengaruh konsentrasi larutan terhadap osmosis
pada jaringan tumbuhan.
3. Mengukur perubahan massa pada potongan kentang sebagai indikator
terjadinya osmosis.
4. Menjelaskan fenomena biologis berdasarkan hasil percobaan.
II. Landasan Teori (Wacana)
Osmosis adalah bentuk khusus dari difusi, yaitu perpindahan air melalui
membran semipermeabel dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut rendah
(hipotonik) ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut tinggi (hipertonik).
Proses ini berlangsung hingga tercapai keseimbangan konsentrasi di kedua sisi
membran.
Pada tumbuhan, membran sel memiliki permeabilitas selektif yang
memungkinkan terjadinya osmosis. Jika sel tumbuhan ditempatkan dalam
larutan hipotonik, air akan masuk ke dalam sel, menyebabkan vakuola
membesar dan sel menjadi turgid (tegang). Sebaliknya, jika sel ditempatkan
dalam larutan hipertonik, air akan keluar dari sel, menyebabkan sel menyusut
atau mengalami plasmolisis.
Difusi adalah perpindahan molekul dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah
berkonsentrasi rendah tanpa memerlukan energi. Berbeda dengan osmosis
yang spesifik terhadap air, difusi bisa berlaku untuk berbagai jenis zat terlarut,
seperti gula atau garam.
Dalam praktikum ini, kentang digunakan karena merupakan jaringan hidup
yang tersusun dari banyak sel, dan dapat digunakan untuk mengamati
perubahan akibat osmosis secara makroskopik. Larutan garam dan sirup
digunakan sebagai media luar yang memiliki perbedaan konsentrasi terhadap
cairan sel kentang
III. Alat dan Bahan
Alat : -cutter -Stopwatch
-Sendok -Tisu Kering
-Gelas air mineral -Pipet tetes
-gelas ukur -Penggaris
Bahan : Kentang segar, Air, Garam, Sirup
BAB II PEMBAHASAN
IV. Rancangan Percobaan
Percobaan ini dilakukan dengan metode eksperimen sederhana, yaitu
merendam potongan kentang yang memiliki ukuran dan massa seragam dalam
berbagai larutan dengan konsentrasi berbeda. Setelah waktu perendaman
tertentu (misalnya 30 menit), kentang diangkat, dikeringkan, kemudian
ditimbang kembali untuk melihat perubahan massanya. Massa kentang
sebelum dan sesudah perendaman akan menjadi indikator terjadinya osmosis.
V. Langkah Percobaan
Percobaan (Implikasi Osmosis)
1. Potonglah kentang sehingga berbentuk seperti stick (panjang = 5cm
ketebalan 0.5 cm) sebanyak 12 batang.
2. Siapkan 4 buah gelas air mineral, berilah label A, B, C dan D pada
keempat gelas tersebut.
3. Pada masing-masing gelas masukkan :
- gelas A masukkan 1 sdm garam
- gelas B masukkan 2 sdm garam
- gelas C masukkan 4 sdm garam
- gelas D tanpa garam.
4. Tuangkan air ke dalam masing-masing gelas dengan volume yang sama.
5. Aduklah setiap gelas hingga garamnya larut.
6. Masukkan stick kentang ke dalam gelas. (masing-masing gelas 3 stick
kentang).
7. Diamkan selama 30 menit.
8. Amati tekstur dan panjang stick kentang pada keempat gelas tersebut,
kemudian catat pada tabel berikut.
Percobaan (Mekanisme Difusi)
1. Ambillah sirup dengan menggunakan pipet tetes.
2. Masukkan pipet tetes ke dalam air.
3. Amati proses perpindahan zat yang terjadi pada ujung pipet tetes.
VI. Hasil Percobaan
Gelas Tekstur Stick Kentang Ukuran Stick Kentang
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
A (1 sdm Keras Halus P = 5cm P = 4,7cm
garam)
B (2 sdm Keras Halus P = 5cm P = 4,6cm
garam)
C (4 sdm Keras Halus P = 5cm P = 4,5cm
garam)
D (tanpa Keras Keras P = 5cm P = 5cm
garam)
VII. Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa yang terjadi pada sel – sel kentang yang direndam dalam larutan
garam?
Jawab :
Sel – sel kentang kehilangan air karena terjadi osmosis. Air dari dalam sel
keluar menuju larutan garam (hipertonik), sehingga sel kentang menjadi layu,
keriput, dan mengecil.
2. Bagaimanakah tekanan turgor dan tekanan osmosis pada sel – sel kentang
yang direndam dalam larutan garam?
Jawab :
Tekanan turgor karena air keluar dari vakuola sel sehingga vakuola mengecil.
Tekanan osmosis tetap ada, tetapi arah pergerakan air.
3. Jelaskan mekanisme transpor yang terjadi pada percobaan air dan sirup!
Jawab :
Pada percobaan tersebut, yaitu pergerakan zat (sirup) dari konsentrasi tinggi
menuju konsentrasi rendah. Sirup yang diteteskan ke dalam air akan menyebar
merata karena molekul bergerak bebas mengikuti gradien konsentrasi.
4. Apa perbedaan antara osmosis dan difusi?
Jawab :
* Osmosis: perpindahan air melalui membran semipermeabel dari konsentrasi
rendah ke tinggi.
* Difusi: perpindahan zat (gas/cair) dari konsentrasi tinggi ke rendah tanpa
perlu membran.
5. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menerapkan prinsip
osmosis dan difusi!
Jawab :
Osmosis : merendam sayur dalam air agar tetap segar, proses penyerapan air
oleh akar tanaman dari tanah.
Difusi : bau parfum yang menyebar ke seluruh ruangan, tinta atau pewarna
makanan yang diteteskan ke air akan menyebar merata.
[Link] larutan hipotonis dan hipertonis pada percobaan 1 yaitu
mekanisme osmosis!
Jawab :
• hipotonis : larutan yang konsentrasi zat larut lebih rendah
• hipertonis : larutan yang konsentrasi zat larut lebih tinggi.
[Link] fungsi kentang pada percobaan 1 yaitu mekanisme osmosis!
Dapatkah menggunakan bahan lain untuk menggantikan kentang? Jika
dapat/ada sebutkan nama bahannya dan jika tidak ada beri alasannya!
Jawab : fungsinya yaitu sebagai model sel/nembran semipermeabel, jaringan
ini suatu batasi perpindahan air sehingga osmosis bisa di amati. Bisa
menggunakan bahan lain, diantaranya : wortel, mentimun, apel, dll.
[Link] proses perpindahan zat yang terjadi pada percobaan 1 yaitu
mekanisme osmosis?
Jawab : yang terjadi osmosis = air bergerak dari larutan (air) melewati jaringan
menuju larutan pekat (sirup) hingga konsentrasi menurun. Akibatnya sirup
naik dan kentang menjadi lembek
BAB III PENUTUP
VIII. Kesimpulan
Praktikum menunjukkan bahwa osmosis terjadi karena perbedaan konsentrasi
larutan, di mana air bergerak dari larutan hipotonik ke hipertonik melalui
membran sel. Hal ini terlihat pada kentang yang bertambah massa saat
direndam dalam air dan berkurang massa dalam larutan pekat. Osmosis adalah
perpindahan pelarut dari konsentrasi rendah ke tinggi, sedangkan difusi adalah
perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke rendah. Keduanya penting untuk
menjaga keseimbangan sel, penyerapan nutrisi, dan pertukaran gas dalam
tubuh.
IX. Dokumentasi Percobaan