Pengembangan Keprofesian Guru Berkelanjutan
Pengembangan Keprofesian Guru Berkelanjutan
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru
yang dilaksanakan sesuai degan kebutuhan, secara bertahap, berkelanjutan untuk
meningkatkan profesionalitas guru. Dengan demikian, guru dapat memelihara, meningkatkan,
dan memperluas pengetahuan dan keterampilannya untuk melaksanakan proses pembelajaran
secara profesional. Pembelajaran yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan setelah kegiatan evaluasi diri
yang dilakukan oleh masing-masing guru yang selanjutnya di analisis oleh koordinator PKB
beserta Tim Pembantu Koordinator. Dimana hasil evaluasi diri dan analisis ini selanjutnya
dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan Program Kegiatan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB).
Pengembangan keprofesian berkelanjutan mencangkup kegiatan perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi,dan refleksi yang didesain untuk meningkatkan karakteristik,
pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan sebagaimana digambarkan pada diagram berikut
ini.
B. Dasar Hukum
1. Peraturan Pemerintahan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
2. Peraturan Pemerintahan Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
3. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara Nomor 14 Tahun 2010 dan No mor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 63 Tahun 2009 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan;
C. Tujuan
1. Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan
kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan.
2. Tujuan khusus pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut;
a. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang di
tetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
b. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhu kebutuhan guru dalam
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses
pembelajaran peserta didik.
c. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
sebagai tenaga profesional.
d. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
e. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat.
f. Mununjang pengembangan karir guru.
D. Manfaat
Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terstruktur, sistematik dan
memenuhi kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah sebagai berikut:
2
1. Guru dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya sehingga mampu
melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai dengan kebutuhan belajar
peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang.
2. Sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta
didik.
E. Sasaran
Sasaran kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah semua guru pada MI.
Al-Istiqomah Alahair .
F. Kegiatan
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru.
Pelaksanaannya didasarkan pada unsur-unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan,
prinsip pelaksanaan dan lingkup pelaksanaan kegiatan.
1. Unsur-unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan
Menurut Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, unsur kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi:
a. Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar
memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau
kebijakan pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan/atau seni.
b. Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada
masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas
proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara
umum. Publikasi ilmiah mencakup 3 kelompok yaitu ;
1) Presentasi pada forum ilmiah
2) Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian atau gagasan ilmu bidang pendidikan
formal
3) Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan/atau pedoman guru
c. Karya Inovatif
Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau
penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas
proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan,
3
sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini dapat berupa penemuan teknologi tepat
guna, penemiian/peciptaan atau pengembangan karya seni, pembuatan/modifikasi
alat pelajaran/peraga/praktikum, atau penyusunan standar, pedoman, soal dan
sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi.
2. Prinsip pelaksanaan
Dalam sistem Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, sebagai langkah
awal pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru, dilakukan
pemetaan profil kinerja guru dengan menggunakan instrumen evaluasi diri. Kegiatan
tersebut dilaksanakan pada setiap awal semester periode penilaian kinerja guru,
untuk tahun ajaran 2023-2024 dilaksanakanan mulai minggu terakhir bulan Agustus
tahun 2023 sampai dengan minggu terkahir bulan september 2023 yang hasilnya
akan digunakan sebagai acuan dalam merencanakan program pengembangan
keprofesian berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini dapat diketahui tentang profil kinerja guru baik secara
individual maupun kelompok. Merumuskan / membuat perencanaan PKB oleh
koordinator PKB bersama-sama guru, melalui konsultasi dengan kepala sekolah.
menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan oleh Koordinator PKB
bersama Kepala Sekolah, untuk selanjutnya serah terima rencana kegiatan PKB dari
koordinator PKB kepada masing-masing guru.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan selama kurun waktu 2
semester baik bagi guru yang telah maupun yang belum mencapai standar yang
ditetapkan. Dalam setiap semester terdapat bulan yang tidak sepenuhnya efektif
digunakan dalam proses pembelajaran terdapat mingu-minggu yang tidak efektif, hal ini
tentunya harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan jadwal kegiatan
PKB, selanjutnya pada setiap akhir semester ke 2 dilakukan penilaian kinerja guru
(PKG), dimana hasilnya merupakan gambaran peningkatan kompetensi yang diperoleh
guru setelah melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan pada tahun
berjalan dan sekaligus digunakan sebagai dasar penetapan angka kredit unsur utama
dari sub-unsur pembelajaran/bimbingan pada tahun tersebut. Hasil penilaian kinerja guru
tahun sebelumnya dan dilengkapi hasil evaluasi diri tahun berjalan, selanjutnya
digunakan sebagai acuan perencanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk
tahun berikutnya.
Agar pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat mencapai
tujuan yang diharapkan sesuai dengan prioritas pelaksanaan tersebut, maka pelaksanaan
pengembangan keprofesian berkelanjutan didasarkah pada prinsip-prinsip sebagai
4
berikut.
a. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian integral dari tugas
guru sehari-hari yang berorientasi kepada keberhasilan peserta didik. Cakupan materi
untuk kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan harus kaya dengan materi
akademik, metode pembelajaran, penelitian pendidikan terkini, teknologi dan/atau
seni, serta berbasis pada data dan hasil pekerjaan peserta didik sebagai upaya untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran.
b. Setiap guru berhak mendapat kesempatan dan wajib mengembangkan diri secara
leratur. sistematis, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan pengembangan
profesinya.
c. Sekolah wajib menyediakan kesempatan kepada setiap guru untuk mengikuti
program pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan minimal jumlah jam per
tahun sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota dan/atau sekolah berhak menambah alokasi waktu jika dirasakan
perlu. Untuk menghindari kemungkinan pengalokasian kesempatan pengembangan
yang tidak merata, maka proses perencanaan program pengembangan keprofesian
berkelanjutan harus dimulai dari sekolah.
d. Guru yang tidak memperlihatkan peningkatan kompetensi setelah diberi kesempatan
untuk mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan sesuai dengan
kebutuhannya, maka dimungkinkan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Sanksi tersebut tidak berlaku bagi guru, jika sekolah tidak dapat memenuhi
kebutuhan guru untuk melaksanakan program pengembangan keprofesian
berkelanjutan.
e. Guru harus terlibat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan sebagai salah
satu sumber informasi kegiatan monitoring dan evaluasi program pengembangan
keprofesian berkelanjutan sehingga betul-betul terjadi perubahan pada dirinya yang
berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
f. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus berkontribusi dalam mewujudkan
visi, misi, dan nilai-nilai yang berlaku di sekolah dan/atau kabupaten/kota. Oleh
karena itu, kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian
terintegrasi dari rencana pengembangan sekolah dan/atau kabupaten/kota dalam
melaksanakan peningkatan mutu pendidikan.
g. Sedapat mungkin kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan di
sekolah atau MGMP bersama-sama dengan sekolah lain, sehingga mengurangi
5
dampak negatif pada layanan pendidikan karena guru meninggalkan sekolah.
h. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dapat mewujudkan guru yang lebih
profesional sehingga mendorong pengakuan profesi guru sebagai lapangan pekerjaan
yang bermartabat dan bermakna bagi masyarakat dalam pencerdasan kehidupan
bangsa.
i. Pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan dapat mendukung
j. pengembangan karir guru yang lebih obyektif, transparan dan akuntabel.
3. Lingkup pelaksanaan
Lingkup pelaksanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan
ditunjukkan dalam diagram di bawah ini (diadopsi dari TDA: Continuing Profesional
Development. [Link]
pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat dilakukan di internal sekolah, eksternal-
antar sekolah maupun melibatkan kepakaran lain yang dimungkinkan untuk dilakukan
melalui jaringan virtual.
6
TIK;
6) melaksanakan pembimbingan pada program induksi bagi guru pemula;
7) melakukan penelitian bersama dan menuliskan hasil penelitian tersebut;
8) lain-lain kegiatan terkait dengan pengembangan keprofesian guru
b. Dilakukan oleh guru melalui jaringan sekolah.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringanSekolah
dapat dilakukan dalam satu rayon (kelompok kerja/musyawarah kerja guru), antar
rayon dalam kabupaten/kota tertentu, antar provinsi, bahkan dimungkinkan melalui
jaringan kerjasama sekolah antar neeara serta kerjasama sekolah dan industri, baik
secara langsung maupun melalui teknologi informasi.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringan antara
lain dapat berupa:
1) kegiatan MGMP;
2) pelatihan/seminar/lokakarya;
3) kunjungan ke sekolah lain, dunia usaha dan industri, dsb;
4) mengundang narasumber dari sekolah lain, komite sekolah, dinas pendidikan,
pengawas, asosiasi profesi, atau dari instansi/institusi yang relevan.
Adapun dalam pelaksanaannya nanti tentunya akan memperhatikan hasil
evaluasi diri yang dijadikan dasar dalam menentukan profil kinerja guru, situasi dan
kondisi, kemampuan serta arah kebijakan tingkat rayon, tingkat kabupaten, propinsi
dan pusat.
Dalam menetapkan pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan di
sekolah, melalui jaringan sekolah, atau kepakaran lain, hal hal lamnya yang juga
menjadi perhatian yaitu :
1) tidak merugikan kepentingan belajar peserta didik
2) sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru -dan peningkatan
mutu sekolah
3) kelayakan pelaksanaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan
ditinjau dari segi ketersediaan sumber daya manusia, biaya. dan waktu.
4. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan
Tahap 1: Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun dengan mengisi format-1
Tahap 2: Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil evaluasi diri yang
dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat pembelajaran
Tahap 3: Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan format-2 oleh guru
7
dan koordinator PKB melalui konsultasi dengan Kepala Sekolah
Tahap 4: Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan menggunakan
format 2-3 oleh Koordinator PKB bersama Kepala Sekolah
Tahap Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang
5: mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar sekolah
Tahap 6: Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang
telah direncanakan baik di dalam dan/atau di luar sekolah
Tahap 7 Guru mengikuti PKG diakhir semester
Tahap 8: Semua guru dan koordinator PKB melakukan refleksi terhadap kegiatan PKB
pada akhir semester dengan menggunakan format-4.
Dengan memperhatikan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil
evaluasi diri yang dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat
pembelajaran, maka program kegiatan PKB pada tahap-6 ini diarahkan menjadi:
a. Bagi guru yang memiliki kompetensi sesuai standar atau diatas standar program
pengembangan keprofesian berkelanjutan diarahkan kepada peningkatan dan
pengembangan kompetensi terkait dengan pelaksanaan tugas utama/kinerja guru,
pengembangan model pembelajaran aktif dan materi-materi ajar berbasiskan IT/ICT,
serta pengembangan kompetensi untuk menghasilkanpublikasi ilmiah/karya inovatif.
Dengan demikian guru akan memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak
setengah-tengah serta memiliki kepribadian yang matang dan seimbang agar mampu
memberikan layanan pendidikan sesuai dengan perkembangan masa kini
b. Bagi guru yang belum mencapai standar kompetensi yang dipersaratkan Program
pengembangan keprofesian berkelanjutannya diarahkan kepada pencapaian standar
kompetensi.
Dalam pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru yang belum
mencapai kompetensi standar dapat didampingi oleh Guru pendamping.
Adapun mekanisme penanganan guru yang belum memenuhi standar yang ditetapkan
akan dilakukan sebagai berikut;
1) Informal
Pada tahap ini guru bersangkutan menganalisis hasil penilaian kinerjanya dengan
menemukan kemungkinan solusi - untuk pengembangan lebih lanjut terhadap
kompetensi yang nilainya dibawah standar dengan didampingi oleh kepala
sekolah, koordinator PKB dan guru pembimbing. Dengan alokasi waktu 6-8
minggu untuk melaksnakan PKB secara mandiri.
2) Semi-formal
8
Dilaksanaka apabila observasi pada tahap informal belum menunjukan adanya
peningkatan kompetensi yang ingin dicapai. Pada tahap ini, program pembinaan
lebih terstruktur dan guru harus bekerja sama dengan seorang guru pendamping.
Dengan dukungan guru pendamping, guru melakukan kegiatan. peningkatan
kompetensi yang diperlukan selama 6 - 8 minggu
melalui kegiatan kolektif guru di MGMP.
3) Formal
Jika hasil observasi ulang pada tahap informal dan semi-formal belum
menunjukkan peningkatan kompetensi standar, maka pembinaan guru dilakukan
melalui tahapan formal. Pada tahap formal ini, guru dikirimkan oleh sekolah untuk
mengikuti pengembangan keprofesian berkelanjutan di lembaga pelatihan
(misalnya P4TK, PT/LPTK, dan service provider lainnya) melalui proses
pengawasan oleh kepala sekolah.
9
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
DI MI. Al-Istiqomah Alahair
A. Pelaksana Kegiatan
No Nama/NIP/NUPTK Jabatan Dalam Kegiatan
1 SUHADI, [Link].I PenJab Kegiatan
2 RAFA NINGSIH, [Link] Koordinator PKB
3 M. SUSANTO, [Link].I Pembina PKB
C. PESERTA
Peserta kegiatan PKB adalah seluruh guru MI. Al-Istiqomah Alahair, sebagai
berikut :
Guru kelas /
No Nama Guru
Mapel
1 Suhadi, [Link].I KAMAD
2 Azizah, [Link].I Guru Kelas
3 Nuraini, [Link].I Guru Kelas
4 Dian Lestari, [Link].I Guru Kelas
5 Halifah, [Link].I Guru Kelas
6 Khalifah, [Link].I Guru Kelas
7 Umi Afriana,[Link] Guru Kelas
8 Siti Muhasonah, [Link] Guru Kelas
9 Saryati, [Link] Guru Kelas
10 Eva Nuzlah,, [Link] Guru Kelas
11 Sri Wahyuni, S. Ag Mapel
12 ABD. Hamid Effendi Mapel
13 M. Susanto, [Link].I Mapel
14 Rafa Ningsih, Amd Operator
15 Alina, [Link] Mapel
16 Muhammad Nurdin, [Link] Mapel
17 Imron Rasidi, ST Operator
18 Nur Hidayah, [Link] Mapel
10
D. Materi Pokok dan Strategi Pengembangan Kegiatan PKB
Materi kegiatan disusun dengan memperhatikan unsur-unsur, prinsip-prinsip dan
ruang lingkup pelaksanaan PKB serta tujuan dan manfaat penyelenggaraan kegiatan PKB,
yang didasarkan pada hasil evaluasi diri yang memberikan gambaran tentang profil kinerja
dari masing-masing guru. Berdasarkan hal tersebut maka hal yang berkaitan dengan materi
kegiatan kami sampaikan sebagai berikut;
1. Uraian Materi Pokok Kegiatan PKB
Diatas sudah disampaikan bahwa unsur-unsur kegiatan PKB meliputi kegiatan
pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif. Pengembangan diri merupakan
upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memliki kompetensi yang sesuai
dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan nasional serta
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Publikasi ilmiah sebagai bentuk
kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan
pengembangan dunia pendidikan secara umum. Dan karya inovatif adalah karya yang
bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru
terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia
pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Disamping itu dalam melaksanakan tugasnya ada
beberapa guru yang mendapat tugas tambahan. Berikut ini disampaikan uraian materi pokok
kegiatan PKB yang berkaitan dengan unsur pengembangan diri, berdasarkan kisi-kisi
penilaian kinerja guru, untuk guru mata pelajaran dan untuk guru BP/BK.
a. Uraian Materi Pokok Kegiatan PKB Guru Mata Pelajaran
No KOMPETENSI INDIKATOR
1 Mengenal 1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik
karakteristik di kelasnya
peserta didik 2. Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan
kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
3. Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar
yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan
kemampuan belajar yang berbeda.
4. Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta
didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta
didik lainnya.
5. Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan
peserta didik
6. Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu
agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik
tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan, diolok-olok, minder, dsb.).
11
2 Menguasai teori
belajar dan prinsip-
1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai
prinsip materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui
pembelajaran yang pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi
mendidik
2. Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap
materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas
pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut.
3. Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang
dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan
rencana, terkait keberhasilan pembelajaran.
4. Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan
belajar peserta didik.
5. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu
sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun
proses belajar peserta didik.
6. Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang
memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan
menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran
berikutnya.
5 Memahami dan 1. Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian
mengembangkan terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan
potensi masing-masing.
2. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang
mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan
pola belajar masing-masing.
3. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk
memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta
didik.
4. Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran
dengan memberikan perhatian kepada setiap individu.
5. Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat, minat,
potensi, dan kesulitan belajar masing-masing peserta didik.
6. Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai
dengan cara belajarnya masing-masing.
7. Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan
mendorongnya untuk memahami dan menggunakan informasi yang
disampaikan.
13
5. Guru mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap semua
jawaban peserta didik baik yang benar maupun yang dianggap salah
untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik
6. Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan peserta didik dan
meresponnya secara lengkap dan relevan untuk menghilangkan
kebingungan pada peserta didik.
7 Penilaian dan 1. Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan
evaluasi pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang
tertulis dalam RPP.
2. Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis
penilaian, selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah, dan
mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik, tentang
tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan
akan dipelajari
3. Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi
topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan
kelemahan masing-masing peserta didik untuk keperluan remedial
dan pengayaan.
4. Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan
merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya,
dan dapat membuktikannya melalui catatan, jurnal pembelajaran,
rancangan pembelajaran, materi tambahan, dan sebagainya.
5. Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan
rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.
10 Etos kerja, 1. Guru mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan tepat waktu.
tanggung jawab 2. Jika guru harus meninggalkan kelas, guru mengaktifkan siswa
yang tinggi, dan dengan melakukan hal -hal produktif terkait dengan mata pelajaran,
rasa bangga dan meminta guru piket atau guru lain untuk mengawasi kelas.
menjadi guru
3. Guru memenuhi jam mengajar dan dapat melakukan semua kegiatan
lain di luar jam mengajar berdasarkan ijin dan persetujuan pengelola
sekolah.
4. Guru meminta ijin dan memberitahu lebih awal, dengan memberikan
alasan dan bukti yang sah jika tidak menghadiri kegiatan yang telah
direncanakan, termasuk proses pembelajaran di kelas.
5. Guru menyelesaikan semua tugas administratif dan non-
pembelajaran dengan tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan.
6. Guru memanfaatkan waktu luang selain mengajar untuk kegiatan
yang produktif terkait dengan tugasnya.
7. Guru memberikan kontribusi terhadap pengembangan sekolah dan
mempunyai prestasi yang berdampak positif terhadap nama baik
sekolah.
8. Guru merasa bangga dengan profesinya sebagai guru.
11 Bersikap inklusif, 1. Guru memperlakukan semua peserta didik secara adil, memberikan
bertindak objektif, perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing, tanpa
serta tidak memperdulikan faktor personal.
Diskriminatif 2. Guru menjaga hubungan baik dan peduli dengan teman sejawat
(bersifat inklusif), serta berkontribusi positif terhadap semua diskusi
formal dan informal terkait dengan pekerjaannya.
3. Guru sering berinteraksi dengan peserta didik dan tidak membatasi
perhatiannya hanya pada kelompok tertentu (misalnya: peserta didik
yang pandai, kaya, berasal dari daerah yang sama dengan guru).
13 Penguasaan materi 1. Guru melakukan pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar
struktur konsep dan untuk mata pelajaran yang diampunya, untuk mengidentifikasi materi
pola pikir keilmuan pembelajaran yang dianggap sulit, melakukan perencanaan dan
yang mendukung pelaksanaan pembelajaran, dan memperkirakan alokasi waktu yang
mata pelajaran diperlukan
yang diampu 2. Guru menyertakan informasi yang tepat dan mutakhir di dalam
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
3. Guru menyusun materi, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
15
yang berisi informasi yang tepat, mutakhir, dan yang membantu
peserta didik untuk memahami konsep materi pembelajaran.
14 Mengembangkan 1. Guru melakukan evaluasi diri secara spesifik, lengkap, dan didukung
keprofesian melalui dengan contoh pengalaman diri sendiri.
tindakan reflektif 2. Guru memiliki jurnal pembelajaran, catatan masukan dari kolega
atau hasil penilaian proses pembelajaran sebagai bukti yang
menggambarkan kinerjanya.
3. Guru memanfaatkan bukti gambaran kinerjanya untuk
mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
selanjutnya dalam program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB).
4. Guru dapat mengaplikasikan pengalaman PKB dalam perencanaan,
pelaksanaan, penilaian pembelajaran dan tindak lanjutnya.
5. Guru melakukan penelitian, mengembangkan karya inovasi,
mengikuti kegiatan ilmiah (misalnya seminar, konferensi), dan aktif
dalam melaksanakan PKB.
6. Guru dapat memanfaatkan TIK dalam berkomunikasi dan
pelaksanaan PKB
16
BAB III
RENCANA ANGGARAN KEGIATAN
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
DI MI. AL-ISTIQOMAH ALAHAIR
TAHUN PELAJARAN 2023 – 2024
A. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
a. Mengikuti kegiatan sosialisasi
b. Musyawarah Dewan Pendidik untuk menunjuk dan memutuskan Koordinator PKB
2. Pelaksanaan
a. Tahap 1 : Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun dengan mengisi
format-1
b. Tahap 2 : Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil evaluasi diri
yang dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat pembelajaran
c. Tahap 3 : Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan format-2 oleh
guru dan koordinator PKB melalui konsultasi dengan Kepala Sekolah
d. Tahap 4 : Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan
menggunakan format 2-3 oleh Koordinator PKB bersama Kepala Sekolah
e. Tahap 5 : Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar
sekolah
f. Tahap 6 : Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan
yang telah direncanakan baik di dalam dan/atau di luar sekolah
g. Tahap 7 : Guru mengikuti PKG diakhir semester
h. Tahap 8 : Semua guru dan koordinator PKB melakukan refleksi terhadap kegiatan
PKB pada akhir semester dengan menggunakan format-4.
3. Monitoring dan Evaluasi
4. Pelaporan dan Rencana Tindak Lanjut
17
B. Rencana Anggaran Kegiatan
Untuk kelancaran berlangsungnya acara workshop nanti, sudah pasti
membutuhkan biaya-biaya untuk menunjang kegiatan tersebut. Untuk itu perlu dirincikan
rencana biaya yang akan digunakan untuk kegiatan workshop tersebut. Berikut rincian
rencana anggara kegiatan :
Satuan
Jumlah
No Uraian Kegiatan Jumla Harga
Jenis Biaya
h
1 Persiapan
Rapat pembentukan Panitia Pelaksana org 18 5,000 90,000
Baleho lmbr 1 90,000 90,000
2 Konsumsi kegiatan
Snack 18 x 2 kali kotak 36 5,000 180,000
Makan siang bks 25 15,000 375,000
snack meja pkt 1 200,000 200,000
Air Mineral Gelas kotak 4 17,000 68,000
Air Mineral Botol Botol 6 3,000 18,000
3 Lain-lain
Honor pemateri org 1 700,000 700,000
Akomodasi pemateri 0rg 2 400,000 800,000
Transportasi pemateri pp 2 270,000 540,000
Uang saku Guru org 18 100,000 1,800,000
honor panitia tim 1 500,000 500,000
biaya tak terduga 1 300,000 300,000
Total 5,661,000
18
BAB IV
PENUTUP
19
20
21