Asuhan Keperawatan Lansia Demensia
Asuhan Keperawatan Lansia Demensia
Disusun Oleh:
DONNA ADELIA
NIM. P1337420925056
A. Karakteristik Demografi
1. Identitas Diri Klien
Nama Lengkap (Inisial) : Ny. J
Tempat /Tanggal Lahir : Semarang, 30 Desember 1960
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Pendidikan terakhir : -
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Golongan Darah : -
Diagnosa Medis (bila ada) : Demensia
TB/BB ; 145 /40
Alamat : Semarang
No Telpon : -
4. Aktivitas rekreasi
Hobi : -
Bepergian/wisata : Hanya bepergian di wilayah panti, kegiatan klien
dibantu pengasuh
Keanggotaan organisasi : -
Lain-lain : -
5. Riwayat Keluarga
a. Saudara Kandung
NAMA KEADAAN SAAT INI KETERANGAN
- - -
c. Kunjungan keluarga :
Ny. J : Mengatakan tidak ada keluarga yang menjenguk
Pengasuh : Mengatakan keluarga tidak ada yang mengunjungi Ny. J
2. Eliminasi
a. BAK
Frekuensi dan waktu : 6-7 x (Menggunakan pampers)
Keluhan BAK pada : Tidak ada keluhan
malam hari
Keluhan BAK : Tidak ada keluhan
b. BAB
Frekuensi dan waktu : 1-2 hari sekali
Konsistensi : Padat
Keluhan BAB : Ny.J mengatakan tidak ada keluhan mengenai BAB
Pengalaman memakai : -
Laxatif/Pencahar
3. Personal Higiene
a. Mandi
Frekuensi dan waktu : 1x (sore)
Pemakaian sabun : Ya
Sendiri/dg bantuan : Ny. J melakukan kegitan mandi secara mandiri
b. Oral hygiene
Frekuensi dan waktu : 1x (pagi)
Menggunakan pasta : Ya
gigi
c. Cuci rambut
Frekuensi : 2-3x seminggu
Penggunaan shampo : Ya
d. Kuku dan tangan
Frekuensi gunting kuku : Tidak tertentu (Ketika kuku panjang)
Kebiasaan mencuci : Ya
tangan pakai sabun
D. Status Kesehatan
1. Status Kesehatan saat ini
Keluhan utama dalam 1 th terakhir : Ny. J mengatakan sering merasa sakit pada
tangan kanannya
Gejala yang dirasakan : Sering linu
Faktor pencetus : -
Timbulnya keluhan : Hilang timbul
Waktu mulai timbulnya keluhan : Setelah jatuh kepleset hingga saat ini
dengan frekuensi yang tidak menentu
Upaya mengatasi : Ny. J beristirahat lebih banyak
3. Pengkajian/Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : Compos mentis
GCS: 15
TD: 129/85mmHg
Nadi: 76x/menit
RR: 21x/menit
Suhu: 36.5 C
SpO2 : 98%
BB/TB : 40/ 145
Rambut : Rambut panjang beruban, tipis, distribusi merata, tidak terlihat
adanya luka/infeksi pada kulit kepala.
Mata : Tampak simetris, bola mata tidak terlihat juling, tidak ada
ikterik, tidak ada sekret, pandangan mata sudah tidak terlalu
jelas (katarak)
Telinga : Bentuk dan posisi normal, tidak tampak adanya sekret atau
deformitas. Pendengaran normal
Mulut, gigi, dan : Bibir tampak lembab, sedikit pucat, tidak sianosis, gigi sudah
bibir tidak lengkap
Dada (sistem : 1) Inspeksi: Bentuk dada simetris, tidak tampak retraksi, tidak
pernapasan) ada penggunaan otot bantu napas
2) Palpasi: ekspansi dinding dada saat bernapas simetris, tidak
ada penggunaan otot bantu pernapasan, vokal fremitus
seimbang antara kanan dan kiri ketika klien mengucapkan
tujuh puluh tujuh.
3) Perkusi: terdengar sonor pada kedua bagian dada
4) Auskultasi: terdengar suara napas vesikuler, tidak ada suara
napas tambahan seperti gurgling, ronkhi atau wheezing.
Kekuatan otot :
Tangan kiri 5 Tangan kanan 4
Kaki kiri 5 Kaki kanan 5
Keterangan:
5: Kekuatan otot normal, bisa melawan gravitasi dan tahanan
penuh.
4: Klien bisa menggerakkan anggota tubuh melawan tahanan
pemeriksa, tapi belum penuh.
3 : Klien mampu mengangkat anggota tubuh melawan gravitasi,
tapi tidak ada kekuatan melawan tahanan tambahan.
Sistem : Klien mengeluh anggota gerak sebelah kanannya lemah
Muskuloskeletal
E. Hasil Pengkajian khusus
1. Masalah Kesehatan Kronis
No Keluhan kesehatan atau gejala yang Selalu Sering Jarang Tidak
dirasakan klien dalam waktu 3 bulan (3) (2) (1) pernah
terakhir terkait dengan fungsi-fungsi (0)
A Fungsi Penglihatan
1. Penglihatan kabur 3
2. Mata berair 1
3. Nyeri pada mata 0
B Fungsi Pendengaran
1. Pendengaran berkurang 0
2. Telinga berdering 0
D Fungsi Jantung
1. Jantung berdebar-debar 0
2. Cepat lelah 0
3. Nyeri dada 0
E Fungsi Pencernaan
1. Mual/muntah 0
2. Nyeri ulu hati 1
3. Makan dan minum banyak 0
(berlebihan)
4. Perubahan kebiasaan BAB 0
(mencret atau sembelit)
F Fungsi Pergerakan
1. Nyeri kaki saat berjalan 1
0
2. Nyeri pinggang atau tulang
belakang 0
3. Nyeri persendian/bengkak
G Fungsi Persyarafan
1. Lumpuh/kelemahan pada kaki 1
atau tangan
2. Kehilangan rasa 0
3. Gemeter/tremor 0
4. Nyeri/pegal pada daerah tengkuk 0
Jumlah 7
Analisa Hasil :
1. Skor <25 : tidak ada masalah kesehatan kronis s.d masalah kesehatan kronis ringan
2. Skor 26-50 : Masalah kesehatan kronis sedang
3. Skor 50 : masalah kesehatan kronis berat
Hasil Pengkajian : 10, yang berarti Ny. J tidak ada masalah kesehatan kronis sampai
dengan masalah kesehatan kronis ringan
2. Fungsi Kognitif
MMSE
Item Tes Nilai Nilai
Maks
ORIENTASI
1 Sekarang (tahun), (musim), (bulan), (tanggal), (hari 5 3
apa)?
2 Kita berada dimana? (negara), (propinsi), (kota), 5 3
(rumah sakit), (lantai, kamar)
REGISTRASI
3 Sebutkan nama tiga buah benda (meja, kursi, lantai) 3 3
tiap benda 1 detik, Klien diminta mengulang ketiga
nama benda tadi. Nilai 1 untuk tiap nama benda yang
benar. Ulangi sampai Klien dapat menyebutkan
dengan benar dan catat jumlah pengulangan.
ATENSI DAN KALKULASI
4 Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk tiap jawaban 5 2
yang benar. Hentikan setelah 5 jawaban.
Jumlah 32 21
Keterangan :
Nilai 27 – 30 : Normal
Nilai 10 – 20 : Demensia Sedang
Nilai 21 – 26 : Demensia Ringan
Nilai < 10 : Demensia Berat
Hasil pengkajian kognitif : 21, yang berarti Ny. J ada masalah dengan kognitifnya
(demensia ringan)
3. Status Fungsional
Barthel Indeks
No Aktivitas Tingkat Ketergantungan Score
Dependence Independence
1. Pemeliharaan kesehatan diri ✓ 5
2. Mandi ✓ 5
3. Makan ✓ 10
4. Toilet (aktifitas BAB & BAK) ✓ 5
5. Naik/turun tangga ✓ 5
6. Berpakaian ✓ 10
7. Kontrol BAB ✓ 10
8. Kontrol BAK ✓ 10
9. Ambulasi ✓ 5
10. Transfer kursi/bed ✓ 5
Jumlah 70
Kriteria hasil :
0 – 20 : Ketergantungan penuh
21 – 61 : Ketergantungan berat (sangat tergantung)
62 – 90 : Ketergantungan moderat
91 – 99 : Ketergantungan ringan
100 : Mandiri
Hasil pengkajian fungsional : , yang berarti Ny. J termasuk dalam kategori
ketergantungan moderat.
BERG BALANCE SCALE
No Item Skor (0-4)
1. Duduk ke 4 = dapat berdiri tanpa menggunakan tangan dan menstabilkan
berdiri independen.
3 = mampu berdiri secara independen menggunakan tangan.
2 = mampu berdiri menggunakan tangan setelah mencoba.
1 = perlu bantuan minimal untuk berdiri atau menstabilkan
0 = perlu asisten sedang atau maksimal untuk berdiri.
2. Berdiri tanpa 4 = dapat berdiri dengan aman selama 2 menit.
penunjang 3 = mampu berdiri 2 menit dengan pengawasan.
2 = dapat berdiri 30 detik yang tidak dibantu/ditunjang.
1 = membutuhkan beberapa waktu untuk mencoba berdiri 30 detik
yang tidak dibantu.
0 = tidak dapat berdiri secara mandiri selama 30 detik
3. Duduk tanpa 4 = bisa duduk dengan aman dan aman selama 2 menit
penunjang 3 = bisa duduk 2 menit dengan pengawasan
2 = mampu duduk selama 30 detik
1 = bisa duduk 10 detik
0 = tidak dapat duduk tanpa penunjang
4. Berdiri ke 4 = duduk dengan aman dengan menggunakan minimal tangan
duduk 3 = mengontrol posisi turun dengan menggunakan tangan
2 = menggunakan punggung kaki terhadap kursi untuk
mengontrol posisi turun
1 = duduk secara independen tetapi memiliki keturunan yang tidak
terkendali
0 = kebutuhan membantu untuk duduk.
Peralatan :
1. Sebuah Stopwatch
2. Sebuah kursi
3. Meteran
Arahan :
Lansia memakai alas kaki yang biasa mereka gunakan sehari-hari. Lansia duduk dengan
tenang pada sebuah kursi yang memiliki sandaran. Buat sebuah garis yang berjarak 3 meter
dari tempat duduk lansia.
Instruksi kepada lansia :
Ketika saya mengatakan “Mulai” Bapak/Ibu Harus :
1. Berdiri dari tempat duduk
2. Berjalan menuju garis yang sudah ditandai
3. Setelah tiba di garis tersebut maka,
4. Bapak/Ibu harus berbalik
5. Berjalan kembali ke tempat duduk semula
6. Lalu duduk kembali
Waktu mulai dihitung saat pemeriksa mengucapkan “Mulai” dan berhenti ketika lansia duduk
kembali.
≥ 12 detik risiko tinggi < 12 detik risiko rendah
4. Status Psikologis
SKALA DEPRESI GERIATRI
No Keadaan Yang Dirasakan Selama Seminggu Nilai Respon Skor
Terakhir Ya Tidak
1. Apakah Anda sebenarnya puas dengan kehidupan ✓ 0
Anda ?
Skor total 17
Kategori Norton
<12 : risiko besar dekubitus
12 – 15 : risiko kecil terjadi dekubitus
16 – 20 : risiko kecil sekali atau tidak terjadi dekubitus
Hasil pengkajian skor Norton pada Ny. J 18 yang berarti risiko kecil sekali atau tidak
terjadi dekubitus
F. Pengkajian Sosial :
1. Hubungan dengan keluarga : Ada keluarga yang bisa dihubungi
2. Hubungan dengan teman : Baik
3. Aktivitas dengan lingkungan : Terbatas, seperlunya saja
G. Pengkajian Spiritual :
1. Agama dan : Lansia beragama islam.
Keyakinan
2. Kegiatan Ibadah : Lansia sudah jarang melakukan kegiatan beribadah, hanya
membaca doa singkat di tempat tidur.
3. Makna Hidup dan : Ketika ditanya tentang makna hidup, lansia selalu bilang
Harapan hidup harus dinikmati.
4. Dukungan Spiritual : Dukungan spiritual dari lingkungan panti sebenarnya
tersedia melalui kegiatan keagamaan.
5. Hambatan Spiritual : Tidak ada keluhan khusus terkait keyakinan.
PRIORITAS MASALAH
1. Gangguan Memori berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif akibat demensia,
ditandai dengan pasien sering lupa meletakkan barang pribadi, kesulitan mengingat
jadwal obat atau kegiatan sehari-hari, dan memerlukan pengingat atau bantuan dari
orang lain (D0084).
2. Koping tidak efektif berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif akibat demensia,
ditandai dengan pasien mudah cemas, frustrasi, dan sulit mengatasi stres (D0096).
PROSES KEPERAWATAN
No Intervensi Rasional
Observasi
1 Lansia dengan demensia sering mengalami
Identifikasi masalah memori yang
gangguan daya ingat jangka pendek dan jangka
dialami
panjang, sehingga identifikasi masalah memori
memungkinkan perawat menentukan tingkat
keparahan dan membuat rencana intervensi
yang sesuai.
2 Kesalahan orientasi merupakan salah satu
Identifikasi kesalahan terhadap
indikator gangguan kognitif akibat demensia.
orientasi
Memantau orientasi membantu menilai tingkat
disorientasi pasien, memprediksi risiko jatuh,
dan menentukan kebutuhan pengawasan
tambahan.
3 Monitor perilaku dan perubahan Monitoring memungkinkan perawat menilai
memori selama terapi efektivitas intervensi, mengidentifikasi potensi
komplikasi (seperti kecelakaan atau frustasi),
dan menyesuaikan strategi perawatan secara
individual.
Terapeutik
4 Metode yang sesuai kemampuan pasien
Rencanakan metode mengajar sesuai
membantu mengurangi kebingungan dan
kemampuan pasien
frustrasi, meningkatkan penerimaan informasi,
dan memaksimalkan retensi memori.
5 Stimulasi menggunakan memori Stimulasi memori jangka pendek membantu
pada peristiwa yang baru terjadi mempertahankan fungsi kognitif dan
(mis: bertanya ke mana saja ia pergi mengurangi penurunan daya ingat.
akhir-akhir ini), jika perlu
Edukasi
6 Jelaskan tujuan dan prosedur Latihan Latihan kognitif yang terstruktur dapat
mempertahankan atau memperlambat
penurunan fungsi otak, meningkatkan kualitas
hidup, dan mencegah komplikasi psikologis
seperti depresi atau kecemasan.
No Intervensi Rasional
Observasi
1 Identifikasi fungsi marah, frustrasi, dan Untuk memahami cara pasien
amuk bagi pasien mengekspresikan emosi sehingga dapat
diarahkan secara adaptif.
2 Identifikasi hal yang telah memicu Untuk mengetahui faktor pencetus stres
emosi sehingga dapat diminimalisir/dikelola.
Terapeutik
3 Fasilitasi mengungkapkan perasaan Agar pasien dapat menyalurkan emosi
cemas, marah, atau sedih secara sehat dan mengurangi beban
psikologis.
4 Lakukan sentuhan untuk memberikan Sentuhan terapeutik dapat meningkatkan
dukungan (mis. merangkul, menepuk- rasa aman dan memberi dukungan
nepuk) emosional.
Edukasi
6 Anjurkan mengungkapkan perasaan Membantu pasien menggunakan mekanisme
yang dialami (mis. ansietas, marah, koping yang lebih adaptif dan
sedih) meningkatkan dukungan sosial.
TINDAKAN KEPERAWATAN
2 S: Donna
Pasien hari ini merasa biasa saja (tidak sedih dan tidak bahagia).
Pasien mengatakan merasa senang karena ada teman mengobrol
O:
Ekspresi wajah pasien tampak datar
A:
Koping tidak efektif belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi
- Dukungan emosional
- Fasilitasi ekspresi perasaan
19/11/25 1 S: Donna
14.00 Pasien mengatakan sudah mulai bisa mengingat kegiatan pagi
ini.
O:
Pasien mampu menyebutkan aktivitas sebelumnya dengan benar
setelah diingatkan.
A:
Gangguan memori belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Latihan memori dan evaluasi kemampuan mengingat.
2 S: Donna
Pasien hari ini merasa senang) Pasien mengatakan merasa senang
karena ada teman mengobrol
O:
Ekspresi wajah pasien tampak tersenyum, mau mengobrol, dan
menjelaskan perasaannya sekarang
A:
Koping tidak efektif teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
- Fasilitasi ekspresi perasaan