0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan32 halaman

Asuhan Keperawatan Lansia Demensia

c

Diunggah oleh

donnaadelia1212
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan32 halaman

Asuhan Keperawatan Lansia Demensia

c

Diunggah oleh

donnaadelia1212
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PENERIMA MANFAAT


NY. J DENGAN DIMENSIA DI RUMAH PELAYANAN
SOSIAL LANSIA WENING WARDOYO UNGARAN

Disusun Oleh:
DONNA ADELIA
NIM. P1337420925056

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM PROFESI
JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2025
PENGKAJIAN KEPERAWATAN GERONTIK

A. Karakteristik Demografi
1. Identitas Diri Klien
Nama Lengkap (Inisial) : Ny. J
Tempat /Tanggal Lahir : Semarang, 30 Desember 1960
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Belum Menikah
Pendidikan terakhir : -
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Golongan Darah : -
Diagnosa Medis (bila ada) : Demensia
TB/BB ; 145 /40
Alamat : Semarang
No Telpon : -

2. Keluarga atau Orang lain yang penting/dekat yang dapat dihubungi:


Nama : Tn. D
Alamat : Demak
Hub. dgn Klien : Kekeluargaan
No Telp : -

3. Riwayat Pekerjaan dan Status Ekonomi


Pekerjaan Saat ini : -
Pekerjaan Sebelumnya : Pembantu rumah tangga
Sumber Pendapatan : -
Kecukupan pendapatan : -

4. Aktivitas rekreasi
Hobi : -
Bepergian/wisata : Hanya bepergian di wilayah panti, kegiatan klien
dibantu pengasuh
Keanggotaan organisasi : -
Lain-lain : -

5. Riwayat Keluarga
a. Saudara Kandung
NAMA KEADAAN SAAT INI KETERANGAN
- - -

b. Riwayat Kematian dalam keluarga ( 1 tahun terkhir)


Nama : -
Umur : -
Penyebab Kematian : -

c. Kunjungan keluarga :
Ny. J : Mengatakan tidak ada keluarga yang menjenguk
Pengasuh : Mengatakan keluarga tidak ada yang mengunjungi Ny. J

B. Pemahaman dan Penatalaksanaan Masalah Kesehatan


1. Pemahaman tentang penyakit/masalah kesehatan
Apakah pasien mengetahui : Tidak
diagnosa medis yang dideritanya?
Apakah pasien mengetahui : Ny. J tidak tahu mengenai permasalah/ penyebab
penyebab penyakitnya? gangguan yang disebabkan
Bagaimana pandangan pasien : Ny. J menganggap penyakit yang dialaminya
tentang penyakitnya? merupakan hal yang wajar terjadi karena faktor usia
dan sudah menjadi bagian dari takdir. Ia tampak
kurang memahami secara menyeluruh tentang
kondisi demensia yang dialaminya
Apakah pasien mengetahui : Tidak
komplikasi atau dampak dari
penyakitnya?
2. Pemahaman tentang pengobatan/terapi
Apakah pasien mengetahui obat yang : Ny. J tidak pernah meminum obat
dikonsumsi (nama, fungsi, jadwal)?
Apakah pasien tahu efek samping : -
obat?
Apakah pasien paham cara : Ny. J dapat berpindah dari posisi tertidur
penggunaan alat kesehatan (misalnya menjadi duduk secara mandiri namun
oksigen, alat bantu jalan)? kesulitan untuk jalan ataupun berdiri

3. Penatalaksanaan masalah kesehatan


Apakah pasien rutin kontrol ke : Tidak
fasilitas kesehatan?
Apakah pasien minum obat secara : Tidak, klien tidak mendapat obat untuk
teratur? diminum
Apakah pasien melakukan aktivitas : Aktivitas fisik Ny. J terbatas karena
fisik sesuai anjuran? mobilisasinya juga terbatas
Apakah pasien melakukan tindakan : Ny. J mengurangi aktivitas karena gerak yang
pencegahan (misalnya menjaga terbatas
kebersihan, mengurangi aktivitas
berat, berhenti merokok, dll.)?

4. Hambatan dalam pemahaman dan penatalaksanaan


Hambatan ekonomi : Sebelumnya Ny. J hidup sebatang kara sebagai
pembantu rumah tangga. Klien hidup bersama suami
istri pemilik rumah tempat dirinya kerja
Hambatan fisik : Pergerakan dan aktivitas Ny. J terbatas, klien bisa
berpindah tiduran ke duduk
Hambatan sosial/psikologis : Tidak ada kelurga yang merawat
C. Pola Kebiasaan sehari-sehari
1. Nutrisi
Frekuensi makan : 3x (1 porsi)
Nafsu makan : Baik
Jenis makanan : Nasi, protein nabati dan hewani, buah
Kebiasaan sebelum makan : -
Makanan yang tidak disukai : -
Alergi terhadap makanan : -
Pantangan makanan : -
Keluhan yang berhubungan : -
dgn makanan

2. Eliminasi
a. BAK
Frekuensi dan waktu : 6-7 x (Menggunakan pampers)
Keluhan BAK pada : Tidak ada keluhan
malam hari
Keluhan BAK : Tidak ada keluhan
b. BAB
Frekuensi dan waktu : 1-2 hari sekali
Konsistensi : Padat
Keluhan BAB : Ny.J mengatakan tidak ada keluhan mengenai BAB
Pengalaman memakai : -
Laxatif/Pencahar

3. Personal Higiene
a. Mandi
Frekuensi dan waktu : 1x (sore)
Pemakaian sabun : Ya
Sendiri/dg bantuan : Ny. J melakukan kegitan mandi secara mandiri
b. Oral hygiene
Frekuensi dan waktu : 1x (pagi)
Menggunakan pasta : Ya
gigi
c. Cuci rambut
Frekuensi : 2-3x seminggu
Penggunaan shampo : Ya
d. Kuku dan tangan
Frekuensi gunting kuku : Tidak tertentu (Ketika kuku panjang)
Kebiasaan mencuci : Ya
tangan pakai sabun

4. Istirahat dan Tidur


Lama tidur malam : 22.00 – 05.00 (7 jam)
Tidur siang : 3 jam
Keluhan tidur :

5. Kebiasaan mengisi waktu luang


Olahraga : -
Nonton TV : Saat malam hari
Berkebun/memasak : -
Lain-lain : -

6. Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan


Merokok (ya/tidak) : Tidak
Minuman keras (ya/tidak) : Tidak
Ketergantungan terhadap obat : Tidak

7. Uraian kronologis kegiatan sehari-hari


Jenis Kegiatan : Lama waktu untuk setiap kegiatan
Bangun Tidur : Pukul 05.00 WIB
Mandi : Pukul 05.00 WIB
Sarapan pagi : Pukul 06.00 – 07.00 WIB
Mengikuti kegiatan panti : Pukul 08.00 – 11.00 WIB
Makan siang : Pukul 11.30 – 12.00 WIB
Istirahat : Pukul 13.00 – 14.00 WIB
Mandi : Pukul 17.00 – 17.30 WIB
Makan malam : Pukul 18.00 – 19.00 WIB
Istirahat : Pukul 19.30 – 04.00 WIB

D. Status Kesehatan
1. Status Kesehatan saat ini
Keluhan utama dalam 1 th terakhir : Ny. J mengatakan sering merasa sakit pada
tangan kanannya
Gejala yang dirasakan : Sering linu
Faktor pencetus : -
Timbulnya keluhan : Hilang timbul
Waktu mulai timbulnya keluhan : Setelah jatuh kepleset hingga saat ini
dengan frekuensi yang tidak menentu
Upaya mengatasi : Ny. J beristirahat lebih banyak

2. Riwayat kesehatan masa lalu


Penyakit yang pernah diderita : -
Riwayat alergi (obat, : Tidak ada alergi obat yang dilaporkan.
makanan, debu dll)
Riwayat Kecelakaan : -
Riwayat dirawat di rumah : -
sakit
Riwayat Pemakaian obat : -

3. Pengkajian/Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : Compos mentis
GCS: 15
TD: 129/85mmHg
Nadi: 76x/menit
RR: 21x/menit
Suhu: 36.5 C
SpO2 : 98%
BB/TB : 40/ 145
Rambut : Rambut panjang beruban, tipis, distribusi merata, tidak terlihat
adanya luka/infeksi pada kulit kepala.
Mata : Tampak simetris, bola mata tidak terlihat juling, tidak ada
ikterik, tidak ada sekret, pandangan mata sudah tidak terlalu
jelas (katarak)
Telinga : Bentuk dan posisi normal, tidak tampak adanya sekret atau
deformitas. Pendengaran normal
Mulut, gigi, dan : Bibir tampak lembab, sedikit pucat, tidak sianosis, gigi sudah
bibir tidak lengkap

Dada (sistem : 1) Inspeksi: Bentuk dada simetris, tidak tampak retraksi, tidak
pernapasan) ada penggunaan otot bantu napas
2) Palpasi: ekspansi dinding dada saat bernapas simetris, tidak
ada penggunaan otot bantu pernapasan, vokal fremitus
seimbang antara kanan dan kiri ketika klien mengucapkan
tujuh puluh tujuh.
3) Perkusi: terdengar sonor pada kedua bagian dada
4) Auskultasi: terdengar suara napas vesikuler, tidak ada suara
napas tambahan seperti gurgling, ronkhi atau wheezing.

Abdomen : 1) Inspeksi: Abdomen tidak distensi, tidak tampak asites, tidak


ada luka, bentuk perut datar/cenderung normal.
2) Auskultasi: bising usus klien terdengar 8 kali/menit.
3) Palpasi: perut teraba lembut dan tidak ada nyeri tekan saat di
palpasi pada keempat kuadran.
4) Perkusi: terdengar timpani pada keempat kuadran.

Kulit : Tidak dilaporkan adanya kelainan kulit.


Ekstremitas atas : 1) Simetris, kekuatan otot menurun sesuai usia
2) Tidak tampak edema, CRT < 2 detik, akral hangat.

Ekstremitas bawah : 1) Simetris, kekuatan otot menurun sesuai usia.


2) Akral distal hangat, CRT < 2 detik, edema (-).
3) Jari kelingking kaki kanan tidak ada akibat kecelakaan
sebelumnya, pasien mengeluh nyeri hilang timbul pada area
tersebut.
Sistem Imune : Tidak ada tanda infeksi akut (suhu 36,4–36,9 °C)
Sistem Reproduksi : Tidak ada keluhan
Sistem Persyarafan : 1) Nervus I (Olfaktorius) klien dapat mencium aroma therapy
pada lubang hidung sebelah kanan maupun sebelah kiri.
2) Nervus II (Optikus) hasil pengkajian klien sudah tidak bisa
melihat dengan jelas, klien mengatakan pandangan kabur
namun masih bisa melihat bentuk objek secara samar-samar
3) Nervus III (Okulomotorius) klien dapat mengangkat kelopak
mata, dapat mengikuti benda yang digerakan pemeriksa ke
arah inferior, refleks pupil baik.
4) Nervus IV (Trochlearis) klien dapat mengikuti arah benda
yang digerakkan pemeriksa kearah atas
5) Nervus V (Trigeminus) klien merasakan sentuhan halus,
tumpul pada pipi, dahi, dan dagu. Refleks berkedip klien baik
saat diberi sentuhan lembut pada daerah temporal, klien dapat
merapatkan giginya, klien dapat melakukan gerakan
mengunyah namun kekuatan otot messeter dan temporal
tidak terganggu.
6) Nervus VI (Abdusen) klien dapat mengikuti arah benda yang
digerakkan pemeriksa dengan matanya kearah lateral.
7) Nervus VII (Facialis) fungsi pengecapan klien masih baik
karena dapat merasakan manis, asin dan asam. Fungsi
motorik pada nervus ini klien cukup baik dalam mengangkat
alis, mengerutkan dahi, menutup mata, unjuk gigi,
mencucutkan bibir, dan juga mengembungkan pipinya.
8) Nervus VIII (Vestibulocochlearis) klien dapat mendengar
suara bisikan di telinga kanan maupun kiri, tetapi untuk
mendengarkan suara detik jam klien tidak mampu
mendengarnya.
9) Nervus IX (Glosofaringeus) dan Nervus X (Vagus) klien
dapat membedakan rasa pahit obat, suara klien tidak
terdengar pelo, kemampuan menelan baik dan tidak kesulitan
membuka mulut.
10) Nervus XI (Accesorius) kekuatan otot trapezius pada saat
mengangkat bahu kiri dan kanan kuat ada perlawanan,
kekuatan otot sternokleomastoideus kiri dan kanan
perlawanannya kuat, serta tidak ditemukan atrofi di kedua
otot.
11) Nervus XII (Hipoglosus) Klien dapat menjulurkan lidah ke
luar, pergerakan lidah ke kanan dan kiri baik, tidak ada
deviasi, tidak ada atrofi otot lidah, artikulasi kata baik →
fungsi normal.
Sistem Pengecapan : Tidak ada keluhan penurunan pengecapan.
Sistem Penciuman : Tidak ada keluhan gangguan penciuman. Fungsi penciuman
dalam batas normal.
Taktil Respon : 1) Sensibilitas kulit masih baik, tidak ada penurunan respon raba
maupun nyeri.
2) Akral hangat, CRT normal.

Kekuatan otot :
Tangan kiri 5 Tangan kanan 4
Kaki kiri 5 Kaki kanan 5
Keterangan:
5: Kekuatan otot normal, bisa melawan gravitasi dan tahanan
penuh.
4: Klien bisa menggerakkan anggota tubuh melawan tahanan
pemeriksa, tapi belum penuh.
3 : Klien mampu mengangkat anggota tubuh melawan gravitasi,
tapi tidak ada kekuatan melawan tahanan tambahan.
Sistem : Klien mengeluh anggota gerak sebelah kanannya lemah
Muskuloskeletal
E. Hasil Pengkajian khusus
1. Masalah Kesehatan Kronis
No Keluhan kesehatan atau gejala yang Selalu Sering Jarang Tidak
dirasakan klien dalam waktu 3 bulan (3) (2) (1) pernah
terakhir terkait dengan fungsi-fungsi (0)
A Fungsi Penglihatan
1. Penglihatan kabur 3
2. Mata berair 1
3. Nyeri pada mata 0

B Fungsi Pendengaran
1. Pendengaran berkurang 0
2. Telinga berdering 0

C Fungsi paru (pernafasan)


1. Batuk lama disertai keringat 0
malam
2. Sesak nafas 0
3. Berdahak/sputum 0

D Fungsi Jantung
1. Jantung berdebar-debar 0
2. Cepat lelah 0
3. Nyeri dada 0

E Fungsi Pencernaan
1. Mual/muntah 0
2. Nyeri ulu hati 1
3. Makan dan minum banyak 0
(berlebihan)
4. Perubahan kebiasaan BAB 0
(mencret atau sembelit)

F Fungsi Pergerakan
1. Nyeri kaki saat berjalan 1
0
2. Nyeri pinggang atau tulang
belakang 0
3. Nyeri persendian/bengkak

G Fungsi Persyarafan
1. Lumpuh/kelemahan pada kaki 1
atau tangan
2. Kehilangan rasa 0
3. Gemeter/tremor 0
4. Nyeri/pegal pada daerah tengkuk 0

H Fungsi saluran perkemihan


1. Buang air kecil banyak 0
2. Sering buang air kecil pada 0
malam hari
3. Tidak mampu mengontrol 0
pengeluaran air kemih
(mengompol)

Jumlah 7
Analisa Hasil :
1. Skor <25 : tidak ada masalah kesehatan kronis s.d masalah kesehatan kronis ringan
2. Skor 26-50 : Masalah kesehatan kronis sedang
3. Skor 50 : masalah kesehatan kronis berat
Hasil Pengkajian : 10, yang berarti Ny. J tidak ada masalah kesehatan kronis sampai
dengan masalah kesehatan kronis ringan
2. Fungsi Kognitif
MMSE
Item Tes Nilai Nilai
Maks
ORIENTASI
1 Sekarang (tahun), (musim), (bulan), (tanggal), (hari 5 3
apa)?
2 Kita berada dimana? (negara), (propinsi), (kota), 5 3
(rumah sakit), (lantai, kamar)
REGISTRASI
3 Sebutkan nama tiga buah benda (meja, kursi, lantai) 3 3
tiap benda 1 detik, Klien diminta mengulang ketiga
nama benda tadi. Nilai 1 untuk tiap nama benda yang
benar. Ulangi sampai Klien dapat menyebutkan
dengan benar dan catat jumlah pengulangan.
ATENSI DAN KALKULASI
4 Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk tiap jawaban 5 2
yang benar. Hentikan setelah 5 jawaban.

MENGINGAT KEMBALI (RECALL)


5 Klien diminta menyebutkan kembali 3 nama benda 3 3
di atas
BAHASA
6 Klien diminta menyebutkan nama benda yang 2 2
ditunjukkan (pensil, jam tangan/gelang)
7 Klien diminta mengulang rangkaian kata “tanpa 1 1
kalau, dan, atau tetapi”.
8 Klien diminta melakukan perintah: “Ambil kertas ini 3 3
dengan tangan kanan, lipatlah menjadi dua dan
letakkan di lantai”.
9 Klien diminta membaca dan melakukan perintah 1 1
“Angkatlah tangan kiri Anda!”
10 Klien diminta menulis sebuah kalimat (spontan). 1 0
11 Klien diminta meniru gambar di bawah ini. 1 0

Jumlah 32 21

Keterangan :
Nilai 27 – 30 : Normal
Nilai 10 – 20 : Demensia Sedang
Nilai 21 – 26 : Demensia Ringan
Nilai < 10 : Demensia Berat
Hasil pengkajian kognitif : 21, yang berarti Ny. J ada masalah dengan kognitifnya
(demensia ringan)

3. Status Fungsional
Barthel Indeks
No Aktivitas Tingkat Ketergantungan Score
Dependence Independence
1. Pemeliharaan kesehatan diri ✓ 5

2. Mandi ✓ 5
3. Makan ✓ 10
4. Toilet (aktifitas BAB & BAK) ✓ 5
5. Naik/turun tangga ✓ 5
6. Berpakaian ✓ 10
7. Kontrol BAB ✓ 10
8. Kontrol BAK ✓ 10
9. Ambulasi ✓ 5
10. Transfer kursi/bed ✓ 5
Jumlah 70
Kriteria hasil :
0 – 20 : Ketergantungan penuh
21 – 61 : Ketergantungan berat (sangat tergantung)
62 – 90 : Ketergantungan moderat
91 – 99 : Ketergantungan ringan
100 : Mandiri
Hasil pengkajian fungsional : , yang berarti Ny. J termasuk dalam kategori
ketergantungan moderat.
BERG BALANCE SCALE
No Item Skor (0-4)
1. Duduk ke 4 = dapat berdiri tanpa menggunakan tangan dan menstabilkan
berdiri independen.
3 = mampu berdiri secara independen menggunakan tangan.
2 = mampu berdiri menggunakan tangan setelah mencoba.
1 = perlu bantuan minimal untuk berdiri atau menstabilkan
0 = perlu asisten sedang atau maksimal untuk berdiri.
2. Berdiri tanpa 4 = dapat berdiri dengan aman selama 2 menit.
penunjang 3 = mampu berdiri 2 menit dengan pengawasan.
2 = dapat berdiri 30 detik yang tidak dibantu/ditunjang.
1 = membutuhkan beberapa waktu untuk mencoba berdiri 30 detik
yang tidak dibantu.
0 = tidak dapat berdiri secara mandiri selama 30 detik
3. Duduk tanpa 4 = bisa duduk dengan aman dan aman selama 2 menit
penunjang 3 = bisa duduk 2 menit dengan pengawasan
2 = mampu duduk selama 30 detik
1 = bisa duduk 10 detik
0 = tidak dapat duduk tanpa penunjang
4. Berdiri ke 4 = duduk dengan aman dengan menggunakan minimal tangan
duduk 3 = mengontrol posisi turun dengan menggunakan tangan
2 = menggunakan punggung kaki terhadap kursi untuk
mengontrol posisi turun
1 = duduk secara independen tetapi memiliki keturunan yang tidak
terkendali
0 = kebutuhan membantu untuk duduk.

5. Transfer 4 = dapat mentransfer aman dengan penggunaan ringan tangan


3 = dapat mentransfer kebutuhan yang pasti aman dari tangan
2 = dapat mentransfer dengan pengawasan
1 = membutuhkan satu orang untuk membantu
0 = membutuhkan dua orang untuk membantu atau mengawasi
6. Berdiri dengan 4 = dapat berdiri 10 detik dengan aman
mata tertutup 3 = dapat berdiri 10 detik dengan pengawasan 2 =
mampu berdiri 3 detik
1 = tidak dapat menjaga mata tertutup 3 detik tapi tetap aman
0 = membutuhkan bantuan agar tidak jatuh
7. Berdiri dengan 4 = mampu menempatkan kaki bersama-sama secara independen dan
kaki rapat berdiri 1 menit aman
3 = mampu menempatkan kaki bersama-sama secara independen dan
berdiri 1 menit dengan pengawasan
2 = mampu menempatkan kaki bersama-sama secara mandiri tetapi
tidak dapat tahan selama 30 detik
1 = memerlukan bantuan untuk mencapai posisi tapi mampu
berdiri 15 kaki bersama-sama detik
0 = memerlukan bantuan untuk mencapai posisi dan tidak dapat tahan
selama 15 detik
8. Menjangkau 4 = dapat mencapai ke depan dengan percaya diri 25 cm (10 inci)
ke depan 3 = dapat mencapai ke depan 12 cm (5 inci)
dengan tangan 2 = dapat mencapai ke depan 5 cm (2 inci)
1 = mencapai ke depan tetapi membutuhkan pengawasan
0 = kehilangan keseimbangan ketika mencoba / memerlukan dukungan
eksternal
9. Mengambil 4 = dapat mengambil sandal aman dan mudah
barang dari 3 = dapat mengambil sandal tetapi membutuhkan pengawasan
lantai 2 = tidak dapat mengambil tetapi mencapai 2-5 cm (1-2 inci)
dari sandal dan menjaga keseimbangan secara bebas
1 = tidak dapat mengambil dan memerlukan pengawasan ketika
mencoba
0 = tidak dapat mencoba / membantu kebutuhan untuk
menjaga dari kehilangan keseimbangan atau jatuh
10. Menoleh ke 4 = tampak belakang dari kedua sisi dan berat bergeser baik
belakang 3 = tampak belakang satu sisi saja sisi lain menunjukkan pergeseran
berat badan kurang
2 = hanya menyamping tetapi tetap mempertahankan keseimbangan
1 = perlu pengawasan saat memutar
0 = butuh bantuan untuk menjaga dari kehilangan keseimbangan atau
jatuh
11. Berputar 360 4 = mampu berputar 360 derajat dengan aman dalam 4 detik atau
derajat kurang
3 = mampu berputar 360 derajat dengan aman satu sisi hanya
4 detik atau kurang
2 = mampu berputar 360 derajat dengan aman tetapi perlahan-
lahan
1 = membutuhkan pengawasan yang ketat atau dengan lisan
0 = membutuhkan bantuan saat memutar
12. Menempatkan 4 = mampu berdiri secara independen dengan aman dan menyelesaikan
kaki 8 langkah dalam 20 detik
bergantian di 3 = mampu berdiri secara mandiri dan menyelesaikan 8 langkah
bangku dalam> 20 detik
2 = dapat menyelesaikan 4 langkah tanpa bantuan dengan
pengawasan
1 = dapat menyelesaikan> 2 langkah perlu assist minimal
0 = membutuhkan bantuan agar tidak jatuh / tidak mampu untuk
mencoba
13. Berdiri dengan 4 = mampu menempatkan tandem kaki secara independen dan tahan 30
satu kaki detik
didepan 3 = mampu menempatkan kaki depan independen dan tahan
30 detik
2 = dapat mengambil langkah kecil secara mandiri dan tahan 30 detik
1 = kebutuhan membantu untuk melangkah tapi dapat
menyimpan 15 detik
0 = kehilangan keseimbangan saat melangkah atau berdiri
14. Berdiri dengan 4 = mampu mengangkat kaki secara independen dan tahan> 10 detik
satu kaki 3 = mampu mengangkat kaki secara independen dan tahan 5- 10
detik
2 = mampu mengangkat kaki secara independen dan tahan ≥ 3 detik
1 = mencoba untuk angkat kaki tidak bisa tahan 3 detik tetapi
tetap berdiri secara independen.
0 = tidak dapat mencoba kebutuhan membantu untuk
mencegah jatuhnya.
Total score = 42
0-20 = harus memakai kursi roda (wheelchair bound)
21-40 = berjalan dengan bantuan
41-56 = mandiri/independen

PENGKAJIAN THE TIMED UP & GO TEST (TUG)


“The times up and go (tug) test”

Nama Responden : Ny. “J”

Kelompok : atau Kontrol

Peralatan :
1. Sebuah Stopwatch
2. Sebuah kursi
3. Meteran
Arahan :
Lansia memakai alas kaki yang biasa mereka gunakan sehari-hari. Lansia duduk dengan
tenang pada sebuah kursi yang memiliki sandaran. Buat sebuah garis yang berjarak 3 meter
dari tempat duduk lansia.
Instruksi kepada lansia :
Ketika saya mengatakan “Mulai” Bapak/Ibu Harus :
1. Berdiri dari tempat duduk
2. Berjalan menuju garis yang sudah ditandai
3. Setelah tiba di garis tersebut maka,
4. Bapak/Ibu harus berbalik
5. Berjalan kembali ke tempat duduk semula
6. Lalu duduk kembali
Waktu mulai dihitung saat pemeriksa mengucapkan “Mulai” dan berhenti ketika lansia duduk
kembali.
≥ 12 detik risiko tinggi < 12 detik risiko rendah
4. Status Psikologis
SKALA DEPRESI GERIATRI
No Keadaan Yang Dirasakan Selama Seminggu Nilai Respon Skor
Terakhir Ya Tidak
1. Apakah Anda sebenarnya puas dengan kehidupan ✓ 0
Anda ?

2. Apakah Anda telah meninggalkan banyak ✓ 1


kegiatan dan minat atau kesenangan Anda ?
3. Apakah Anda merasa kehidupan Anda kosong? ✓ 1
4. Apakah Anda sering merasa bosan? ✓ 0
5. Apakah Anda masih memiliki semangat hidup ? ✓ 0
6. Apakah Anda takut bahwa sesuatu yang buruk akan ✓ 0
terjadi pada Anda ?
7. Apakah Anda merasa bahagia untuk sebagian besar ✓ 0
hidup Anda ?
8. Apakah Anda sering merasa tidak berdaya ? ✓ 0
9. Apakah Anda lebih suka tinggal di rumah, ✓ 0
daripada pergi keluar untuk mengerjakan sesuatu
yang baru ?
10. Apakah Anda merasa mempunyai banyak ✓ 1
masalah dengan daya ingat Anda dibanding
kebanyakan orang?
11. Apakah Anda pikir bahwa hidup Anda sekarang ini ✓
menyenangkan?
12. Apakah Anda merasa tidak berharga? ✓ 0
13. Apakah Anda merasa penuh semangat? ✓ 1
14. Apakah Anda merasa keadaan Anda tidak ada ✓ 0
harapan?
15. Apakah Anda pikir bahwa orang lain lebih baik ✓ 0
keadaannya daripada Anda ?
Jumlah 8
Interpretasi :
Jumlah respon dijumlahkan dan dikategorikan menjadi :
(1) Skor 10 – 15 = Depresi berat
(2) Skor 6 – 9 = Depresi sedang
(3) Skor 0 – 5 = Depresi ringan
Hasil pengkajian skala psikologis : 4, yang berarti Ny. J termasuk dalam kategori
depresi ringan.
5. Skala Norton
Penilaian 4 3 2 1

Kondisi fisik Baik Sedang Buruk Sangat


umum ✓ Buruk

Kesadaran Compos Mentis Apatis Bingung Stupor


Aktivitas Jalan sendiri Jalan dengan Kursi roda Di tempat


bantuan tidur

Mobilitas Babas bergerak Agak terbatas Sangat Tidak


terbatas mampu
✓ bergerak

Inkontinensia Kontinen Kadang-kadang Selalu Inkontinensia


Inkontinensia inkontinensia Urin
urin Urin

Skor total 17

Kategori Norton
<12 : risiko besar dekubitus
12 – 15 : risiko kecil terjadi dekubitus
16 – 20 : risiko kecil sekali atau tidak terjadi dekubitus

Hasil pengkajian skor Norton pada Ny. J 18 yang berarti risiko kecil sekali atau tidak
terjadi dekubitus
F. Pengkajian Sosial :
1. Hubungan dengan keluarga : Ada keluarga yang bisa dihubungi
2. Hubungan dengan teman : Baik
3. Aktivitas dengan lingkungan : Terbatas, seperlunya saja

G. Pengkajian Spiritual :
1. Agama dan : Lansia beragama islam.
Keyakinan
2. Kegiatan Ibadah : Lansia sudah jarang melakukan kegiatan beribadah, hanya
membaca doa singkat di tempat tidur.
3. Makna Hidup dan : Ketika ditanya tentang makna hidup, lansia selalu bilang
Harapan hidup harus dinikmati.
4. Dukungan Spiritual : Dukungan spiritual dari lingkungan panti sebenarnya
tersedia melalui kegiatan keagamaan.
5. Hambatan Spiritual : Tidak ada keluhan khusus terkait keyakinan.

H. Lingkungan Tempat Tinggal


1. Kebersihan dan : Ruangan di Wisma Pandu kondisi bersih dan rapi. Lantai
kerapihan ruangan rutin disapu dan dipel, tempat tidur lansia tertata, serta sprei
diganti secara berkala. Barang-barang pribadi lansia
sebagian besar tersusun dengan baik, meskipun pada
beberapa ruangan masih terdapat barang yang belum tertata
rapi.
2. Penerangan : Penerangan ruangan cukup memadai, pada siang hari
jendela dan pintu selalu terbuka. Pada malam hari
penerangan menggunakan lampu.
3. Sirkulasi udara : Setiap ruangan memiliki jendela dan ventilasi sehingga
sirkulasi udara berjalan baik.
4. Keadaan kamar : Kamar mandi dan WC dalam keadaan bersih dan berfungsi
mandi & WC dengan baik. Air tersedia dengan lancar, serta lantai kamar
mandi relatif tidak licin. Kamar mandi sedikit bau.
5. Pembuangan air : Saluran pembuangan air kotor berfungsi dengan baik
kotor sehingga tidak ada genangan air di sekitar kamar mandi
maupun lingkungan sekitar ruangan.
6. Sumber Air minum : Sumber air minum berasal dari galon isi ulang yang
diletakkan pada dispenser.
7. Pembuangan : Pembuangan sampah dilakukan dengan baik. Setiap ruangan
sampah memiliki tempat sampah tertutup.
ANALISA DATA
Tanggal/ DATA ETIOLOGI MASALAH
Jam
17/11/2025 DS : Gangguan fungsi Gangguan Memori
08.00 WIB - Ny. J sering lupa meletakkan kognitif akibat proses (SDKI, D.0084)
barang pribadi degeneratif otak
- Ny. J sulit mengingat tanggal dan (demensia)
waktu
DO :
- Pasien tampak bingung saat
ditanya hari dan tanggal

- Mini Mental State Examination


(MMSE) menunjukkan
gangguan daya ingat ringan

1711/2025 DS : Ketidakmampuan Koping tidak efektif


08.00 WIB - Ny. J mengatakan sering merasa menggunakan (SDKI, D.0096)
bingung dan tidak tahu harus mekanisme koping
berbuat apa saat lupa sesuatu. secara efektif akibat
- Ny. J mengatakan kadang gangguan fungsi
marah atau menangis sendiri kognitif karena
karena merasa tidak berguna. demensia
DO :
- Tampak murung
- Ekspresi wajah kosong dan
sedih
- Skala depresi : depresi ringan

PRIORITAS MASALAH
1. Gangguan Memori berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif akibat demensia,
ditandai dengan pasien sering lupa meletakkan barang pribadi, kesulitan mengingat
jadwal obat atau kegiatan sehari-hari, dan memerlukan pengingat atau bantuan dari
orang lain (D0084).
2. Koping tidak efektif berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif akibat demensia,
ditandai dengan pasien mudah cemas, frustrasi, dan sulit mengatasi stres (D0096).

PROSES KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan I : Gangguan Memori berhubungan dengan gangguan fungsi


kognitif akibat demensia, ditandai dengan pasien sering lupa
meletakkan barang pribadi, kesulitan mengingat jadwal obat
atau kegiatan sehari-hari, dan memerlukan pengingat atau
bantuan dari orang lain (D0084).
Tujuan : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam,
maka memori dapat meningkat
Kriteria Hasil : 1. Verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru
meningkat
2. Verbalisasi kemampuan mengingat informasi faktual
meningkat
3. Verbalisasi kemampuan mengingat perilaku tertentu
yang pernah dilakukan meningkat
4. Verbalisasi kemampuan mengingat peristiwa
meningkat
5. Verbalisasi pengalaman lupa menurun
Intervensi Meliputi : Latihan memori

No Intervensi Rasional
Observasi
1 Lansia dengan demensia sering mengalami
Identifikasi masalah memori yang
gangguan daya ingat jangka pendek dan jangka
dialami
panjang, sehingga identifikasi masalah memori
memungkinkan perawat menentukan tingkat
keparahan dan membuat rencana intervensi
yang sesuai.
2 Kesalahan orientasi merupakan salah satu
Identifikasi kesalahan terhadap
indikator gangguan kognitif akibat demensia.
orientasi
Memantau orientasi membantu menilai tingkat
disorientasi pasien, memprediksi risiko jatuh,
dan menentukan kebutuhan pengawasan
tambahan.
3 Monitor perilaku dan perubahan Monitoring memungkinkan perawat menilai
memori selama terapi efektivitas intervensi, mengidentifikasi potensi
komplikasi (seperti kecelakaan atau frustasi),
dan menyesuaikan strategi perawatan secara
individual.
Terapeutik
4 Metode yang sesuai kemampuan pasien
Rencanakan metode mengajar sesuai
membantu mengurangi kebingungan dan
kemampuan pasien
frustrasi, meningkatkan penerimaan informasi,
dan memaksimalkan retensi memori.
5 Stimulasi menggunakan memori Stimulasi memori jangka pendek membantu
pada peristiwa yang baru terjadi mempertahankan fungsi kognitif dan
(mis: bertanya ke mana saja ia pergi mengurangi penurunan daya ingat.
akhir-akhir ini), jika perlu
Edukasi
6 Jelaskan tujuan dan prosedur Latihan Latihan kognitif yang terstruktur dapat
mempertahankan atau memperlambat
penurunan fungsi otak, meningkatkan kualitas
hidup, dan mencegah komplikasi psikologis
seperti depresi atau kecemasan.

Diagnosa Keperawatan II : Koping tidak efektif berhubungan dengan gangguan fungsi


kognitif akibat demensia, ditandai dengan pasien mudah
cemas, frustrasi, dan sulit mengatasi stres (D0096).
Tujuan : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam,
maka status koping membaik
Kriteria Hasil : 1. Verbalisasi kemampuan mengatasi masalah meningkat
2. Kemampuan memenuhi peran sesuai usia meningkat
3. Perilaku koping adaptif meningkat
Intervensi Meliputi : Dukungan Emosional (I.09256)

No Intervensi Rasional
Observasi
1 Identifikasi fungsi marah, frustrasi, dan Untuk memahami cara pasien
amuk bagi pasien mengekspresikan emosi sehingga dapat
diarahkan secara adaptif.
2 Identifikasi hal yang telah memicu Untuk mengetahui faktor pencetus stres
emosi sehingga dapat diminimalisir/dikelola.
Terapeutik
3 Fasilitasi mengungkapkan perasaan Agar pasien dapat menyalurkan emosi
cemas, marah, atau sedih secara sehat dan mengurangi beban
psikologis.
4 Lakukan sentuhan untuk memberikan Sentuhan terapeutik dapat meningkatkan
dukungan (mis. merangkul, menepuk- rasa aman dan memberi dukungan
nepuk) emosional.
Edukasi
6 Anjurkan mengungkapkan perasaan Membantu pasien menggunakan mekanisme
yang dialami (mis. ansietas, marah, koping yang lebih adaptif dan
sedih) meningkatkan dukungan sosial.

TINDAKAN KEPERAWATAN

Tanggal/ Kode Tindakan Keperawatan Respon Tindakan TTD


jam Dx perawat
17 November 2025
09.00 1 S: Pasien mengaku sering lupa Donna
Identifikasi masalah memori
meletakkan barang pribadi
yang dialami
O: Pasien tampak bingung saat
diminta menyebutkan lokasi
barang atau jadwal obat; MMSE
menunjukkan gangguan memori
ringan
09.30 1 Identifikasi kesalahan S: Pasien mengatakan “saya Donna
terhadap orientasi tidak tahu hari apa sekarang”
O: Pasien salah menjawab hari
dan tanggal; kontak mata
terbatas; orientasi terhadap
waktu dan tempat terganggu
10.00 1 Monitor perilaku dan S: Pasien merasa bingung karena Donna
perubahan memori selama sulit mengingat kegiatan
terapi sebelumnya
O: Pasien membutuhkan
pengingat berulang, ekspresi
wajah cemas dan gelisah
10.20 1 Rencanakan metode mengajar S : Pasien menyatakan ingin Donna
sesuai kemampuan pasien mengerti cara agar tidak lupa
O : Pasien mampu mengikuti
instruksi sederhana dengan
bantuan pengingat visual, fokus
meningkat
10.30 2 Memberikan sentuhan S: Pasien merasa lebih tenang. Donna
terapeutik & dukungan O: Ekspresi lebih rileks
emosional
10.35 2 Memfasilitasi S : Pasien mampu Donna
mengungkapkan perasaan mengungkapkan perasaan yang
cemas, marah, atau sedih sedang dirasakan saat ini, pasien
merasa sedih.
18 November 2025
09.30 1 Rencanakan metode mengajar S: Pasien mengatakan ingin Donna
sesuai kemampuan pasien belajar cara mengatasi.
O: Pasien tampak
memperhatikan penjelasan,
mampu mengulangi instruksi
sederhana dengan bantuan
pengulangan verbal
10.00 1 Stimulasi menggunakan S: Pasien menyebutkan pernah Donna
memori pada peristiwa yang diajak berjalan beberapa hari
baru terjadi (mis: bertanya ke lalu, meskipun ragu-ragu di
mana saja ia pergi akhir-akhir awal.
ini), jika perlu O: Pasien tampak berpikir
sejenak sebelum menjawab,
ekspresi wajah fokus, kemudian
tersenyum setelah berhasil
mengingat.
10.20 1 Jelaskan tujuan dan prosedur S : Pasien mengatakan “oh Donna
Latihan begitu ya, supaya saya tidak
cepat lupa.”
O : Pasien mendengarkan
dengan baik, mengangguk saat
dijelaskan manfaat latihan
memori dan terlihat antusias
mengikuti kegiatan.
10.30 2 Memberikan sentuhan S: Pasien merasa lebih tenang. Donna
terapeutik & dukungan O: Ekspresi lebih rileks
emosional
10.35 2 Memfasilitasi S : Pasien mampu Donna
mengungkapkan perasaan mengungkapkan perasaan yang
cemas, marah, atau sedih sedang dirasakan saat ini, pasien
merasa sedih.
O : Pasien tampak murung dan
sedih
19 November 2025
09.30 1 Rencanakan metode mengajar S: Pasien mengatakan ingin Donna
sesuai kemampuan pasien belajar perlahan agar bisa
mengingat hal-hal penting
O: Pasien tampak fokus
mendengarkan, mampu
mengikuti arahan sederhana
dengan pengulangan dua kali.
10.00 1 Stimulasi menggunakan S: Pasien mengatakan “kemarin Donna
memori pada peristiwa yang saya ke ruang makan, tapi lupa
baru terjadi (mis: bertanya ke dengan siapa.”
mana saja ia pergi akhir-akhir O: Pasien berusaha mengingat,
ini), jika perlu tampak berpikir lama sebelum
menjawab, kemudian tersenyum
saat berhasil menyebutkan
aktivitasnya.

10.20 1 Jelaskan tujuan dan prosedur S : Pasien mengatakan “latihan Donna


Latihan ini supaya saya tidak gampang
lupa, ya?”
O : Pasien mendengarkan
dengan baik, mengangguk, dan
mencoba mengulangi penjelasan
yang diberikan perawat dengan
benar
10.35 2 Memfasilitasi S : Pasien mampu Donna
mengungkapkan perasaan mengungkapkan perasaan yang
cemas, marah, atau sedih sedang dirasakan saat ini, pasien
merasa biasa saja (tidak sedih
dan tidak bahagia)
O : Pasien tampak murung
CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal/ Kode SOAP TTD


jam Dx Perawat
17/11/25 1 S: Donna
14.00 Pasien mengatakan sering lupa menaruh barang dan tidak
mengingat jadwal/ hari.
O:
Pasien tampak kebingungan, perlu diingatkan beberapa kali saat
berbicara.
A:
Gangguan memori belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi
- Monitor masalah memori
- Stimulasi orientasi realitas
- Latihan memori.
2 S: Donna
Pasien merasa sedih karena tidak ada keluarga dan hidup
sebatang kara.
O:
Pasien tampak murung, ekspresi wajah sedih, dan tingkat depresi
sedang.
A:
Koping tidak efektif belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi
- Dukungan emosional
- Fasilitasi ekspresi perasaan
18/11/25 1 S: Donna
14.00 Pasien mengatakan sudah mulai terbiasa diingatkan hari ini dan
berusaha mengingat aktivitas pagi hari.
O:
Pasien tampak berusaha mengingat peristiwa sebelumnya meski
masih perlu bantuan verbal.
A:
Gangguan memori belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi
- Memberikan latihan memori dan penguatan orientasi.

2 S: Donna
Pasien hari ini merasa biasa saja (tidak sedih dan tidak bahagia).
Pasien mengatakan merasa senang karena ada teman mengobrol
O:
Ekspresi wajah pasien tampak datar
A:
Koping tidak efektif belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi
- Dukungan emosional
- Fasilitasi ekspresi perasaan
19/11/25 1 S: Donna
14.00 Pasien mengatakan sudah mulai bisa mengingat kegiatan pagi
ini.
O:
Pasien mampu menyebutkan aktivitas sebelumnya dengan benar
setelah diingatkan.
A:
Gangguan memori belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
- Latihan memori dan evaluasi kemampuan mengingat.

2 S: Donna
Pasien hari ini merasa senang) Pasien mengatakan merasa senang
karena ada teman mengobrol
O:
Ekspresi wajah pasien tampak tersenyum, mau mengobrol, dan
menjelaskan perasaannya sekarang
A:
Koping tidak efektif teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
- Fasilitasi ekspresi perasaan

Anda mungkin juga menyukai