BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang optimal, maka dilakukan kajian dari
penelitian-penelitian terdahulu yang linier dengan penelitian ini sehingga bisa
dijadikan referensi dalam penelitian. Ada beberapa kajian penelitian yang sudah
dilakukan peneliti-peneliti sebelumnya, diantaranya adalah Implementasi Smart
Security Camera Pendukung Sistem Keamanan Lingkungan Mandiri Berbasis
Internet Of Things (IoT) (Haryono Setiadi,dkk, 2019). Penelitian ini bertujuan
untuk membuat smart security camera dengan teknologi wireless radio, sehingga
dapat diakses warga dimanapun mereka berada. Digunakan 8 Smart CCTV pada 8
titik, untuk konektivitas antara alat perekam Digital Video Recorder (DVR) dengan
Smart Security Camera digunakan teknologi wireless radio sehingga bisa diakses
oleh setiap warga dimanapun mereka berada.
Penelitian selanjutnya adalah Sistem Keamanan Rumah Berbasis Internet of
Things (Muchammad Sobri Sungkar, 2020). Perangkat elektronik yang digunakan
untuk memantau terdiri dari sensor IR, Arduino, Wemos D1 dan komponen lain
sebagai pelengkap. Sistem akan bekerja ketika sensor IR aktif atau mendeteksi
sesuatu maka buzzer dan LED akan menyala kemudian kamera akan mengambil
gambar dan mengirimkan pesan ke aplikasi telegram sampai diterima oleh aplikasi
telegram. Dan pada saat posisi standby aplikasi telegram bisa mengirim pesan untuk
menyalakan atau mematikan alarm, ketika pesan diterima, program akan
menyalakan atau mematikan alarm.
Penelitian selanjutnya adalah Pemanfaatan ESP32 Pada Sistem Keamanan
Rumah Tinggal Berbasis IoT (Ali Ramschie,dkk, 2021). Perangkat elektronik yang
digunakan adalah kontroler ESP32 dan sensor Pasif Infra Red (PIR) yang
difungsikan untuk mendeteksi yang berada dalam ruangan dan web server. Sistem
akan bekerja jika terdeteksi ada orang masuk dalam ruangan rumah tinggal maka
sistem akan diaktifkan, maka sistem akan secara otomatis akan mengaktifkan alarm
yang dipasang berdekatan dengan kamera, sehingga orang yang masuk akan
mencari sumber bunyi yang dihasilkan, dan kamera akan melakukan proses
3
4
pengambilan gambar dan data hasil pengambilan gambar tersebut akan dikirimkan
ke web server, serta sistem akan mengirimkan notifikasi ke pemilik rumah bahwa
ada orang yang masuk ke dalam ruangan melalui Android aplikasi yang tertanam
di Smartphone Android, sehingga dimanapun pemilik rumah itu berada, dapat
mengetahui jika ada orang yang masuk rumahnya.
2.2 Internet of Things
Internet of Things (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk
memperluas manfaat dan konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus.
Pada dasarnya mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai
representative virtual dalam struktur berbasis internet.
Cara kerja IoT adalah interaksi antar ketika mesin yang terhubung secara
otomatis tanpa campur tangan user dan dalam jarak berapapun. Agar tercapainya
cara kerja IoT (Internet of Things) tersebut diatas internet menjadi penghubung
diantara kedua interaksi mesin tersebut, sementara user hanya bertugas sebagai
pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung. Manfaat yang
didapatkan dari konsep IoT ialah pekerjaan yang dilakukan bisa menjadi lebih
cepat, mudah dan efisien. Sistem dari IoT terdiri dari 3 hal, yaitu:
1. Hardware/fisik (Things).
2. Koneksi internet.
3. Cloud Data Center, tempat untuk menyimpan atau menjalankan aplikasinya.
Secara singkat, dapat dikatakan Internet of Things adalah dimana benda-
benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antar satu sama lain melalui sebuah
jaringan seperti Internet (Ahmad, 2016).
2.3 Android
Android merupakan sistem operasi yang terpasang pada perangkat
smartphone yang terkenal di pasaran pada saat ini. Android merupakan sistem
operasi Linux yang terpasang di perangkat mobile yang mencakup sistem operasi,
middleware dan aplikasi. (Sesnika, 2016).
Android merupakan sistem operasi yang berisi middleware serta aplikasi-
aplikasi dasar. Basis sistem operasi Android yaitu kernel linux 2.6 yang telah
diperbaharui untuk Mobile device. Pengembangkan aplikasi Android menggunakan
bahasa pemrograman java. Yang mana konsep-konsep pemrograman java
berhubungan dengan Pemrograman Berbasis Objek (OOP). Selain itu pula dalam
pengembangan aplikasi Android membutuhkan software development kit (SDK)
yang disediakan Android, SDK ini memberi jalan bagi programmer untuk
mengakses application programming interface (API ) pada Android.
2.4 Arduino IDE
Menurut (Kadir, 2016) “Arduino IDE adalah tools yang bermanfaat untuk
menuliskan program (yang secara khusus dinamakan sketsa di Arduino),
mengompilasinya, dan sekaligus mengunggahkannya ke papan Arduino.
Sedangkan menurut (Arduino, 2019) mengatakan “Arduino Software (IDE) - berisi
editor teks untuk menulis kode, area pesan, konsol teks, bilah alat dengan tombol
untuk fungsi umum dan serangkaian menu. Terhubung ke perangkat keras Arduino
dan Genuino untuk mengunggah program dan berkomunikasi dengan mereka”.
Gambar 2.1 Tampilan Arduino IDE
2.5 Blynk
Blynk adalah platform baru yang memungkinkan membangun interface
untuk mengendalikan dan memantau proyek hardware dari iOS dan perangkat
Android dengan cepat. Setelah installasi aplikasi Blynk, pengguna dapat membuat
dashboard proyek dan mengatur tombol, slinder, grafik, dan widget lainnya
5
6
kelayar. Menggunakan widget ada dapat mengaktifkan pin dan mematikan atau
menampilkan data dari sensor. Blynk sangat cocok untuk antarmuka dengan
proyek-proyek sederhana seperti pemantauan suhu atau menyalakan lampu dan
mematikan dari jarak jauh.
Blynk adalah internet layanan Things (IoT) yang dirancang untuk membuat
remote control dan data sensor membaca dari perangkat ketika ataupun ESP8266
dengan cepat dan mudah. Blynk bukan hanya sebagai “cloud IoT”, tetapi blynk
merupakan solusi end-to-end yang menghemat waktu dan sumber daya ketika
membangun sebuah aplikasi yang berhenti bagi produk dan jasa terkoneksi
(Juwariah, 2018).
2.6 ESP32 CAM
ESP32 CAM adalah mikrokontroller yang sudah dilengkapi oleh kamera
OV2640 yang dapat diprogram dengan Arduino IDE sebagai editornya, digunakan
untuk mengambil dan mengirimkan gambar. ESP32 CAM menggunakan
NodeMCU Xtensa Dual-Core 32bit LX6 with 600 DMIPS, serta 6etika6am dan wifi
yang sudah terintegrasi dengan chip (Setiawan,dkk, 2019).
Gambar 2. 2 ESP 32 CAM Module
2.7 Wemos D1 Mini
Wemos D1 mini merupakan board wifi mini berbasis ESP8266 yang dikenal
ekonomis dan handal. ESP8266 ini yang bisa menghubungkan perangkat
microcontroller seperti Arduino dengan internet via wifi. Wemos D1 mini ini dapat
membuat project mini tanpa menggunakan Arduino sebagai mikrokontrollernya,
karena modul Wemos D1 mini dapat bekerja sendiri atau stand-alone untuk
memproses setiap bait code atau coding yang masuk.
Wemos memiliki 2 buah chipset yang digunakan sebagai otak kerja antara
lain :
a. Chipset ESP8266
memiliki fitur wifi dan mendukung stack TCP/IP. Modul kecil ini
memungkinkan sebuah mikrokontroller terhubung ke dalam jaringan wifi dan
membuat koneksi TCP/IP hanya dengan menggunakan command sederhana.
Dengan clock 80 MHz chip ini dibekali dengan 4MB eksternal RAM serta
mendukung format IEEE 802.11 b/g/n sehingga tidak menyebabkan
gangguan bagi yang lain.
b. Chipset CH340
CH340 adalah chipset yang mengubah USB serial menjadi serial interface,
contohnya adalah aplikasi converter to IrDA atau aplikasi USB converter to
printer. Dalam mode serial interface, CH340 mengirimkan sinyal
penghubung yang umum digunakan pada modem. CH340 digunakan untuk
mengubah perangkat serial interface umum untuk berhubungan dengan bus
USB secara langsung.
Gambar 2. 3 Wemos D1 Mini
2.7.1 PIN Wemos D1 Mini
Dalam modul wemos terdapat pin digital dan analog:
a. Pin Digital
Salah satu I/O port pada modul wemos dikenal dengan pin Digital. Pin
ini dapat dikonfigurasikan baik sebagai input maupun output.
b. Pin Analog
7
8
Pin analog pada modul wemos ini memiliki 10 bit resolusi dengan nilai
maksimal 3.2 volt. Pin analog ini dapat digunakan persis dengan cara
yang sama dengan pin digital.
Gambar 2.4 Pin Wemos D1 Mini
2.8 Sensor Proximity
Sensor Proximity adalah sensor yang dapat mendeteksi kehadiran objek atau
target tanpa kontak fisik atau sakelar kedekatan. Ada dua jenis sensor
proximity,yaitu kedekatan kapasitif sensor dan sensor jarak induktif. Kedekatan
kapasitif sensor bekerja aktif untuk mendeteksi keberadaan atau ketidakhadiran
suatu benda dengan melihat perubahan nilai kapasitas ketika didekatkan dengan
objek tertentu. Sensor ini akan menghasilkan medan listrik dan nantinya akan
mendeteksi nilai kapasitansi 8etika medan listrik ini memotong suatu benda
(Agustya, dkk, 2020).
2.9 Motor Servo
Motor Servo adalah sebuah motor dengan sistem closed feedback dimana
posisi dari motor akan diinformasikan Kembali ke rangkaian control yang ada di
dalam motor servo. Motor ini terdiri dari sebuah motor, serangkaian gear,
potensiometer dan rangkaian control. Potensiometer berfungsi untuk menentukan
batas sudut dari putaran servo. Sedangkan sudut dari sumbu motor servo diatur
berdasarkan lebar pulsa yang dikirim melalui kaki sinyal dari kabel motor. Tampak
pada gambar dengan pulsa 1.5 ms pada periode selebar 2 ms maka sudut dari sumbu
motor akan berada pada posisi tengah. Semakin lebar pulsa OFF maka akan
semakin besar sumbu jarum jam dan semakin kecil pulsa OFF maka akan semakin
besar sumbu yang berlawanan dengan jarum jam. Motor servo biasanya hanya
bergerak mencapai sudut tertentu saja dan tidak kontinyu seperti motor DC maupun
motor stepper.
Walau demikian, untuk beberapa keperluan tertentu, motor servo dapat
dimodifikasi agar bergerak kontinyu. Pada robot, motor ini sering digunakan untuk
bagian kaki, lengan atau bagian-bagian lain yang mempunyai 9etika9 terbatas dan
membutuhkan torsi cukup besar. Motor servo adalah motor yang mampu bekerja
dua arah (CW dan CCW) dimana arah dan sudut pergerakan motornya dapat
dikendalikan hanya dengan memberikan pengaturan duty cycle sinyal PWM pada
bagian pin kontrolnya (Hariyani, Y.S, 2015).
Gambar 2. 5 Motor Servo
2.10 Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah
getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir
sama dengan loudspeaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan 32 yang terpasang
pada diafragma dan kemudian untuk kumparan tersebut dialiri arus sehingga
menjadi elektromagnetik (Fauza, N, 2021).
9
10
Gambar 2. 6 Buzzer