Profil Arifin Al Jufri: Ahli Investigasi Kecurangan
Profil Arifin Al Jufri: Ahli Investigasi Kecurangan
PROFESSIONAL
[Link]
Arifin Al jufri, CFE, CFrA, CHFI, CFIP, CTRMI
Profile Experiences & Journey
12 tahun pengalaman di bidang Internal Audit, Fraud Risk Management dan Forensic Audit di
Industri Keuangan, Transportasi, Logistik, dan Telekomunikasi.
Sertifikasi
• Certified Fraud Examiner (CFE) - ACFE
• Certified Forensic Auditor (CFrA) - LSPAF
• Certified Hacking Forensics Investigator (CHFI) - EC Council
AGENDA CFIP
Waktu Materi
09.00 - 10.00 Fraud Overview
10.00 - 10.11 Fraud Examination
10.30 - 11.45 Teknik Pengumpulan Bukti
11.10 - 11.50 Fraud Data Analytics
11.45 - 12.45 Break Ishoma
12.45 – 13.10 Fraud Data Analytics In Procurement Corruption
13.10 – 14.00 Q&A
09.00 - 09.30 Covert Operation
09.30 – 10.30 Interview and Interrogation
10.30 - 10.50 Reporting
10.50 – 11.20 Tracing Illicit Transaction
11.20 - 11.45 Court Procedure Litigation
11.45 - 12.45 Break Ishoma
12.45 - 13.10 Ethics Investigator and Sharing Case
13.10 - 13.30 Briefing Final Test
13.30 - 14.15 Q&A
FRAUD OVERVIEW
Asset
Misappropria
tion 86%
Based on ACFE SURVEY 2022
Corruption
50%
Median Loss
Financial $593.000
Statement
$150.000
Fraud
9% $100.000
70
Initial Detection of Fraud
Based on ACFE SURVEY 2022
TIP 42%
Internal Audit 16%
Management Review 12 %
Document Examination 6%
By Accident 5%
Account Reconciliation 5%
Fraud Definition
Fraud mencakup setiap tindakan yang
disengaja untuk merampas barang atau uang Fraud involves the following:
milik orang lain dengan tipu muslihat,
a) Niat untuk berbuat salah
penipuan, atau cara lain yang tidak adil – b) Pelanggaran kepercayaan
Fraud Examiner Manual, 2015, ACFE c) Dirancang untuk
mendapatkan beberapa
bentuk keuntungan
Tindakan yang disengaja oleh satu atau lebih (biasanya finansial)
d) Menyebabkan kerugian
individu di antara manajemen, pihak yang bagi pihak lain
bertanggung jawab atas tata kelola, karyawan, e) Pencurian
f) Ketidakjujuran, penipuan
atau pihak ketiga, menggunakan cara menipu dan/atau representasi
untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil palsu
Reverse Existence
Prove of Fraud
02
Penggelapan
Gratifikasi dalam
Jabatan
Undang-Undang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi
UU NO. 31 TAHUN 1999 JO. UU Kerugian
Kuangan
NO. 20 TAHUN 2001 Negara
Benturan
Pemerasan
Kepentingan
Perbuatan
Curang
Fraud Triangle
FRAUD EXAMINATION
Fraud Examination Methodology
How fraud examination work?
2 Act on Predication
• Pemeriksaan Fraud harus dimulai Ketika fraud diyakini telah terjadi,
sedang terjadi, dan / atau akan terjadi.
• Pemeriksaan Fraud tidak dapat dilakukan di luar Fraud Predication
2 Creating a Hypothesis
Setelah melakukan analisa data kemudian membuat hypothesis (worst case scenario)
Tujuan Job
Investigasi Distribution
Budget Tools &
Equipment
Selecting Team Member
Kompeten: suatu bukti tidak hanya didasarkan pada proses pembuatan bukti
tersebut, tetapi juga proses perolehan bukti tersebut oleh auditor.
Cukup: bukti dianggap memenuhi kecukupan jika bukti audit dapat menjawab
5W + 1H
Jenis Bukti
Jenis Bukti Utama Dalam Investigasi Adalah Sebagai Berikut
1. Bukti Testimonial : Pernyataan dari saksi, pihak netral atau pengakuan suspect selama
proses Investigasi atau Ketika bersaksi di Pengadilan
2. Bukti Digital : Informasi Elektronik yang disimpan dalam computer atau Digital Tools
dimana digunakan oleh individual atau organisasi dalam kegiatan bisnis.
3. Bukti Dokumen : Catatan tranaksi atau bukti fisik yang membantu untuk membuktikan
atau tidak membuktikan atas terjadinya suatu kejadian fraud. Bukti ini bisa di miliki
oleh Organisasi atau rekanan organisasi atau individu terduga fraud.
• Keluarkan irrelevant dokumen dan masukkan hanya dokumen relevan terhadap kasus
Kategori Bukti
• Bukti Langsung Menujukkan prima facie atau fakta secara langsung atas kejadian fraud
contoh : Bukti Transfer dari Vendor kepada oknum karyawan ke rekening pribadi karyawan
• Circumstantial evidence adalah bukti yang membutuhkan bukti lainnya untuk menunjukkan
kaitan bukti terkait kejadian Fraud,
Contoh : Setoran Tunai ke rekening suspect dimana kita membutuhkan bukti lain untuk
membuktikan bahwa setoran tersebut adalah dari Vendor yang menyuap.
Stategi Pengumpulan Bukti
Organization Of Evidence
• Pisahkan dokumen : Dokumen dipisahkan berdasarkan saksi dan transaksi, Mengorganisir
dokumen secara kronologi kasus tidak di sarankan karena akan membuat kesulitan dalam
mencari informasi relevan
• Membuat Identifikasi Dokumen agar dokumen mudah untuk di cari Ketika di perlukan
• Membuat checklist : berisi Objektif dari Investigasi
• Maintain a Chronology : Kronologis kejadian harus dimulai sejak awal kasus. Tujuan
mempertahankan kronologi adalah untuk menetapkan rantai peristiwa yang mengarah pada
pembuktian.
Type of Evidence
For supporting assignment
Investigation Method:
Analyzing document
Computer Forensic
Observation: 1) Undercover, and 2) Surveillance
Interview (Clarification): 1) Suspected person , and 2) Related person
Disposal of Evidence
Examples Questions
a) Apakah vendor tanpa alamat
Jelas merupakan data
mengandung fraud?
b) Seberapa banyak vendor yang
tidak memiliki alamat?
Fraud Data Analytics Methodology
• Fraud scenario. Titik awal untuk membuat
Perencanaan Fraud Data Analytics dimana
membantu memahami tindakan fraud dan di
integrasikan dengan audit scope
1 2 3
Red Flag Metodologi dan Transaksi yang
berhubungan Standards dalam konsisten dengan
dengan Fraud mengidentifikasi fraud data profile
yang akan fraud skenario dan Terintegrasi
dilakukan dengan fraud
Pemeriksaan scenario
What Is Fraud Concealment?
• Fraud concealment : Kondisi dan atau Tindakan dimana pelaku
menyembunyikan fakta dan bukti terkait Tindakan Fraud
Contoh
Example:
• Vendor menagihkan Lebih besar
(Overbilling) dalam proses penagihan
(Primary Level)
• Overbilling dengan mekanisme menukar
produk dengan kualitas buruk (Secondary
Level)
• Pertukaran dengan Menukar label sehingga
seolah olah Asli (third Level)
• Memalsukan deskripsi komposisi produk
(Fourth Level)
• Membuat pernyataan palsu tentang asal
barang (Asal Negara) (Five Level)
Inherent Fraud Classification
3. Tipe transaksi dimana internal control
diterapkan di dalamnya contoh;
• Proses pembayaran dengan Approve
invoice, dilakukan dengan mencocokkan
Invoice dengan Purchase Order
• Vendor Invoice dapat dibayar selama
budget sudah tersedia
• Vendor Code aktif atau inaktif
4. Tindakan fraud di konversikan kedalam fraud
scenario dengan statement spesifik
5. Fraud impact. Monetary or non monetary
6. Bagaimana skema terjadi
7. Teknik penyembunyian yang dilakukan oleh
fraudster?
8. Bagaimana Fraudster mengalihkan nilai yang
di dapat dari kecurangan
HOW TO WRITE A FRAUD
SCENARIO
Data Analytics Strategies for Fraud Detection
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
1. Identifikasi Spesifik
• Analisa didasarkan kepada frekuensi yang paling tinggi dan nilai yang paling
rendah
1. Bendford’s law.
2. Even number transaction : Transaksi dengan nilai genap
seperti 1000 dan 5000
3. Repeating number transaction : Fokus kepada transaksi
berulang yang tidak biasa tiap bulannya
4. Contra-entry transaction : Negative balance dimana harusnya
saldo bernilai positif
a) Cluster Analysis
b) Anomaly Pattern
c) Outlier Pattern
d) Transaction pattern bentuk dari Analisa yang
menggambarkan pola yang Tindakan fraud atau
non fraud
Investigation Audit Program - Ordering and Payment
Primary and Potential Entity Fraud Action Impact Conversion Concealment & Permutation Analysis
Secondary Fraudster
Primary : 1. Kasir 1. Supplier Proses Ordering 1. Financial 1. Menerima Uang Proses Ordering
2. Kepala Real Konspirasi korupsi Loss langsung dari Pembelian Barang Tidak Dibutuhkan
1. Asset Admin Company antara Kasir Perusahaan ke 1. Melakukan Pemesanan dengan Jumlah
Misapropriation 3. Kepala 2. Suplier dengan Kepala 2. Company rekening pribadi frekuensi order flat tiap bulan (Tidak melihat
2. Korupsi Cabang Fiktif Cabang Terkait Image konsumsi actual)
4. Bagian dengan 2. Menerima uang 2. Membeli barang yang susah dijual di pasar
Secondary : Pembelian Pemesanan Dari vendor ke
1. Penggunaan uang barang rekening Pribadi Proses Receiving
perusahaan untuk Penerimaan Barang Fiktif
kepentiingan pribadi 1. Membuat dokumen fiktif seolah olah barang
oleh Finance Team Proses Receiving telah diterima
(Kasir) pada proses Manipulasi
pembayaran tagihan dokumen 2. Mengambil barang dari vendor atau
penerimaan mengalihkan shipment vendor ketempat
2. Bagian Pembelian Barang (Fiktif) yang ditentukan fraudster
Menerima Suap dari
vendor dalam proses Proses Payment
penerimaan vendor Proses Payment Penggunaan uang untuk kepentingan
Mengambil uang pribadi
pembayaran 1. Menggunakan rekening Pribadi untuk
vendor untuk membayar vendor
kepentingan 2. Menggunakan Dokumen Fiktif untuk
pribadi membuktikan terjadinya pembayaran
3. Pembayaran dilakukan sebagian oleh kasir
Sebagian di simpan dalam rekening kasir
atau di alihkan ke rekening Pribadi kasir
lainnya atau rekening kerabat lainnya.
Investigation Audit Program - Ordering and Payment
Vulnerabilities Vulnera Internal Control Audit Program Red Flag
How bilities Failure
Where Fraud Data Analytics Sour Doc Document and Investigation
Strategy ce Request Audit Program
Data
1. Belum ada Vendor 1. Validasi atas Ordering SAP • SOP Ordering 1. Dokumen Pengadaan
aturan Spare kebutuhan Frekuensi Analysis Tcod Pembelian Analisa Dokumen pembelian tidak lengkap
penggunaan Parts pembelian Analisa data kebutuhan bulanan dengan e apakah sudah menyertakan
rekening barang dengan data pembelian • Matriks justifikasi kebutuhan 2. Vendor merupakan
pribadi jumlah Aplik Otorisasi Payment vendor lokal dan telah
pemakaian Internal Control Avoidance asi 1. Dapatkan data kontrak bekerjasama dengan
2. Tidak ada tidak dilakukan Analisa Split Transaksi dibawah Nilai • Rekening vendor dan lihat TOP jangka panjang
pemeriksaan Treshold Koran menurut kontrak
barang 2. Penggunaan Cabang 2. Dapatkan rekening 3. Lead time Pencatatan
diterima Rekeing pribadi Receiving Perusahaan Analisa pembayaran dengan
selama 3 kasir untuk Identifikasi Spesifik • Kontrak mutasi yagn terjadi tanggal pencatatan
bulan karena transaksi Analisa tanggal barang diterima menurut Kerjasama 3. Dapatkan rekening laporan keuangan
pic resign operasional dokumen dengan tanggal GR Vendor Suspect Analisa mutasi (Jurnal) berjarak 60
tidak dimonitor rekening hari
Payment • Invoice 4. Analisa dokumen Vendor
Internal Control Avoidance Vendor (TDP, Akta, dll) apakah 4. Harga Beli
1. Analisa tanggal pembayaran ada karyawan kita menjadi perusahaan lebih
dengan tanggal jurnal transaksi • SOP pengurus vendor mahal daripada harga
Pengeluaran undercover
2. Analisa Invoice diterima dengan Kas Receiving
tanggal dibayarkan menurut Lakukan stock opname barang
rekening koran • Voucher yakinkan apakah semua barang
Pengeluaran diterima
Number Anomaly
Jumlah pembayaran bulanan • Bukti Proactive Fraud Audit
Rekonsiliasi Program
Horizontal Analysis Bank
Perbandingan Konsumsi tahun ini Undercover operation untuk
dibandingkan dengan budget • Laporan melihat kesesuaian harga pasar
Penerimaan dengan harga yang Perusahaan
Ratio Analysis Barang bayar
Inentory Turnover
Fraud Data
Analytics In
Procurement
Corruption
Typical Concealments
• Vendor Real beroperasi dengan satu nama yang melibatkan pihak internal
• Vendor Real beroperasi dengan beberapa nama melibatkan pihak internal
• Vendor Real beroperasi dengan pernyataan keahlian fiktif
• Subcontractor dengan melibatkan pihak internal perusahaan
• Oknum karyawan mempunyai hubungan kepemilikan di perusahaan fiktif,
atau perusahaan / vendor real
• Oknum karyawan mempunyai hubungan istimewa dengan perusahaan fiktif
The Fraud Data Analytics Plan
Primary Fraud Secondary Fraud Fraud Action Concealment Technique
• False Sole Source Statement
• Split Purchase Order
Bid Avoidance :
Bribery / Conflict • Justifikasi yang tidak tepat atas
Metode yang dilakukan oleh pihak
Interest / Extortion Revisi / Extend / Penambahan
internal agar vendor terhindar dari
dalam Proses Purchase Order
Bidding Process
Procurement • Management Override
• Membatasi vendor lain untuk
submit tawaran
Corruption in
Procurement • Membuat kebutuhan diluar yang
seharusnya
Bribery / Conflict • Pembelian sengaja ketika harga
Interest / Extortion naik
Korupsi Oleh Pihak Internal dalam
dalam Proses • Advance Communication with
Penyusunan Spesifikasi
Procurement supplier
• Justifikasi Samar atau terlalu
sempit (Menguntungkan salah satu
vendor
The Fraud Data Analytics Plan
Primary Fraud Secondary Fraud Fraud Action Concealment Technique
Bribery / Conflict Interest / Pihak internal membiarkan • Unqualified Supplier dengan pernyataan yang salah
Extortion dalam Proses vendor memberikan data Financial, Capacity, Experience
Pengadaan (procurement). salah atau menutupi data • Mengeluarkan supplier berkualitas dari list penawar
sesungguhnya • Tidak memberitahukan masa penarawan sesuai
ketentuan
Bribery / Conflict Interest / Korupsi Pada saat awarding • Scoring system menguntungkan satu vendor
Extortion dalam Proses tender • Awarding kepada supplier yang tidak qualified
Pengadaan (procurement) • Memberi diskualifikasi yang tidak jelas kepada
qualified
Bribery / Conflict Interest / Perubahan Order pada saat • Terlalu banyak order berubah
Extortion dalam Proses implementasi • Perubahan yang tidak terduga
Pengadaan (procurement). • Bidder yang kalah menjadi subcontractor
The Fraud Data Analytics Plan
• Strategi penghindaran kontrol internal (Internal Control Avoidance) adalah untuk penghindaran tawaran.
identifikasi langsung transaksi yang disusun untuk menghindari penawaran (Bid Avoidance)
• Strategi interpretasi data (Data Interpretation) digunakan untuk melihat favoritism dalam pemberian
Proses penalaran dimulai dengan meringkas data berdasarkan pada analisis informasi pesanan pembelian
faktur pemasok informasi.
• Pendekatan identifikasi khusus (Specific Identification) untuk pengeluaran yang ditargetkan. Awal titik adalah
besar untuk pengeluaran yang ditargetkan. Data yang diperlukan adalah pesanan pembelian dan faktur
line-item deskripsi.
The Fraud Data Analytics Plan
Fraud Data Fraud Data Analytics Source
Analytics Audit Program TCODE
Strategy
Internal Same Supplier • SAP Z
Avoidance • Analisa Purchase Order dan buat summary data terdiri dari dua data dengan nilai dibawah • APPS….
atas threshold
• Urutkan PO dibawah limit dengan kriteria Frequency order, Nilai Transaksi, dan rata –rata nilai
Hidden Supplier
• Lihat Master Data Suplier Identifikasi kesamaan nama / alamat / rekening bank
• Setelah ditemukan, lakukan grouping supplier yang di identifikasi serupa dan lakukan sorting
dimana akan mengeluarkan data unit price, quantity, dan nilai transaksi,
• Lihat apakah ada invoice yang di identifikasi serupa yang dipecah melebihi nilai transaksi
One Time Vendor (or Direct Purchase)
• Dapatkan List PO dan Invoice
• Hitung PO Date VS Invoice dapatkan PO Date = Invoice Date atau PO Date > Invoice Date
• Lihat penggunaan vendor tersebut apakah di department tertentu atau seluruh departement
• Type Of Information
Untuk pasar pencurian barang illegal
Modus Operandi
Detail personal tentang fraudster
Covert Operations Key Concern & Risk
Entrapment
`
Kapan Investigator dinyatakan melakukan undercover
General Theory
• Gunakan kendaraan yang banyak di temui di pasaran
• Gunakan Nomor polisi dari kota tersebut
• Jangan sampai kehabisan bensin
• Kombinasi dengan berjalan lebih baik
Aerial Surveillance
• Observasi tempat, orang atau kelompok dengan
menggunakan device aerial
a) Satellite surveillance :
• Dapat menginvestigasi area remote, atau
ekslusif atau sangat bahaya untuk di datangi
• Dapaat membantu pemetaan terkait target
Interview
• Wawancara terstruktur yang tidak menuduh dengan menggunakan pertanyaan-
pertanyaan yang bersifat memprovokasi namun bertujuan untuk memunculkan perilaku
yang dapat ditafsirkan agar dapat interviewer dapat membedakan sifat kejujuran atau
rasa bersalah.
• Tambahan informasi faktual mengenai kasus dan/atau tersangka juga dapat
dikembangkan selama wawancara ini.
Interrogasi
Percakapan antara investigator dan suspect, selama dimana suspect terlibat dalam suatu
kejadian tertentu atau sekelompok kejadian. Namun Bahasa interogasi jarang digunakan
karena suspect akan merasa tertuduh tanpa mengetahui bukti sebelumnya
Karakteristik •
•
Panjang dan kedalam interview harus cukup
Interview mendapatkan fakta yang sesuai bukan yang berlebih
Interview yang • Masukan informasi relevan dan keluarkan tidak relevan
• Sebaiknya dilakukan dekat dengan tanggal terjadinya transaksi
baik • Perlakukan interview sewajar mungkin
• Suspect menghindari untuk mengatakan yang sebenarnya sebagai upaya mereka untuk
menghindari konsekuensi dari tindakan mereka.
• Suspect dalam model ini mengalihkan kesalahan atas tindakan mereka ke beberapa sumber
selain diri mereka sendiri.
• Secara umum, model ini mendorong individu untuk menggunakan emosi dalam menentukan
pengakuan, Akibatnya, tersangka dapat bereaksi emosional, menangis dan terisak ketika mereka
menghubungkan tindakan kriminal mereka dengan pemeriksa.
Informational
Jenis
Pertanyaan Assessment
Admission Seeking
Introductory
Questions
INTRODUCTORY QUESTIONS
• Provide Introduction Hindari tittle
• Establish Rapport Jangan over untuk mengobrol diluar topik
• Establish Theme Sampaikan tujuan interview
• Observe Reaction Observasi reaksi responden
• Theme Development Tunjukan bahwa interviewer membutuhkan
bantuan interviewee
• Interviewer harus open dan bersahabat
• Maintain Physical contact :
• Bersalaman atau menyentuh responden mengurangi barrier antara kedua
belah pihak
• Jangan mengintimidasi area personal responden (minimal 3 kaki)
• Gunakan body language yang wajar (bersalaman, kata kata lembut,
menyetujui responden)
• Jangan menginterview lebih dari dua narasumber
• Jaga privacy hasil interview
INTRODUCTORY QUESTIONS
• Biasanya digunakan juga Complex questions Jenis pertanyaan yang sangat sulit Apa Pekerjaanmu ? Sudah
untuk mencari informasi karena membutuhkan dua jawaban berapa lama kamu bertugas
tentang job desc satu waktu disini?
Opinion
• Jangan memberi opini tentang kalimat atau ekspresi yang
dikeluarkan respondent
• Jangan menunjukkan ekspresi berlebihan Ketika menulis
INFORMATIONAL QUESTIONS
Type Reaction Effect Other Technique
Tujuan Assessment
Closing Questions
Untuk menyimpulkan hasil interview
Reconfirm Facts
Mengkonfirmasi Kembali fakta yang didapat dari interview namun tidak perlu dilakukan konfirmasi seluruh
informasi, batasi yang penting saja seperti :
Pak saya ingin mengkonfirmasi beberapa fakta yang penting dari hasil interview, yaitu …….
Mendapat fakta tambahan
Jika dimungkinkan interviewer dapat meminta dokumen tambahan (jangan janji untuk kerahasiaan) namun
sebutkan saya akan menjaga nama anda sebisa mungkin. Jenis pertanyaan sbb :
a) Pak Ali apakah anda yakin Pak Leo memalsukan invoice, jika ada dokumen tambahan boleh kami di support
Kembali?
b) Pak Andi apakah ada lagi yang mau disampaikan ?
Menyimpulkan interview (maintain hubungan)
Simpulkan hasil interview jika memang seseorang tidak terlibat sampaikan dan jangan lupa berterima kasih
METHODOLOGY Truthful Untruthful
ASSESSMENTS Calm Impatient
QUESTIONS Relaxed Tense
Rata-rata pelaku penyimpangan punya tujuan Honest : Yes, tapi penyimpangan itu tetap
METHODOLOGY
menyelamatkan pekerjaannya atau karena dibenarkan
Perusahaan tidak layak dalam membayar gaji
mereka, kira-kira anda paham maksud saya? Dishonest : Yes
ASSESSMENTS Menurut Pendapat kamu mengapa mereka Honest : Tidak ada justifikasi untuk
Menurut pendapatmu apa yang harus kita Honest : Pecat dan beri sanksi seberat-
dengan pelaku penyimpangan ini
Dishonest : Saya tidak tahu, tapi mungkin
berikan kesempatan Kembali
Menurut Kamu, adakah peluang di Honest : Yes, dan akan memberikan detail
kamu untuk melakukan penyimpangan
Dishonest : no, Tanpa memberi detail
Pernahkah kamu ambil kesempatan / Honest dan dishonest : No
menyalahgunakan jabatan kamu
Menurut kamu siapa orang yang melakukan Honest : akan menyebutkan detail nama
penyimpangan di departement kamu
Dishonest : semua orang dapat berlaku
Questions Answer
Apa pendapatmu, Honest : No
teman-teman anda
mengatakan bahwa anda Dishonest : Banyak
melakukan orang yang tidak
METHODOLOGY sama saya, jadi
ASSESSMENTS saja
QUESTIONS Bagaimana perasaanmu Honest : Saya tidak
kamu ketahuan masalah, karena
penyimpangan? Bisa tidak melakukan
diceritakan perasaanmu hal penyimpangan
seperti apa
Dishonest : Saya
mau dipenjara
Point to Concern Description
WHAT Physiology Deceptions Responden yang tidak stabil missal sedang sakit
tidak dapat di interview (karena terjadi deviasi)
TO
Verbally Clues Clue yang disebutkan
ASSESS
Pertanyaan berulang Pembohong biasanya mengulang pertanyaan
contoh
• Maaf bisa di ulang lagi?
• Maaf maksudnya kas yang ada di kasir?
WHAT Oath
Contoh Kalimat : Pak Direktur yang menginformasikan
seetiap transaksi harus cepat
Contoh kalimat : “ I swear to the god” “Honestly” “ to
TO
truth”
Character testimony Contoh kalimat : Anda boleh tanya istri saya dan
tentang kejujuran saya
Overuse of Respect
Contoh kalimat : Kenapa saya harus berkata tidak
Feighned Unconcerned
Orang tidak jujur akan memaksa bahwa dia tida
bermasalah dan investigasi harus selesai
Honest : selalu focus kepada interviewer
QUESTIONS
memperlihatkan bukti Procurement tidak perlu disampaikan
suspect)
F = Fraudster, I = Investigator
Technique Contain Type Questions
Discuss - Menjelaskan tentang - F : Saya tidak bisa
Witness informasi dari saksi ini, saya butuh persetujuan
tanpa menyebutkan Boss saya
ADMISSION -
detail saksinya
Menginformasikan
- I : Dalam situasi normal
seperti itu namun dari
F = Fraudster, I = Investigator
Rationalisation Technique Type Questions
Unfair treatment Linda, saya pernah melihat situasi seperti
TECHNIQUE)
Inadequate Recognition “Saya telah menemukan beberapa hal
Anda, menurut saya Anda telah
lebih banyak kepada perusahaan ini
yang mereka akui, bukan begitu linda?
• Setelah fraudster mengaku,
investigator perlu untuk Financial Problem • “Saya telah menemukan apa yang
Anda bayarkan di sekitar sini dan
menggali Mens Rea yang di sejujurnya, saya terkejut.
lakukan fraudster dengan • Tidak heran Anda harus terlibat
berbagai Teknik pertanyaan ini, Anda melakukan ini untuk
hidup, bukan ?“
sebagai berikut : Family Problem • Linda Saya tahu Anda memiliki
masalah keluarga, saya tahu
baru-baru ini sulit bagi Anda, dan
• Dari contoh berikut Pelaku tahu bagaimana ketika masalah ini
F = Fraudster, I = Investigator
Rationalisation Type Questions
Technique
Depersonalising the victim Apa yang telah Anda lakukan tidak hanya merugikan satu
saja anda menganggap hal ini sangat kecil sehingga dimata
pemegang saham hanya rugi sedikit saja?”
Minor Moral Infraction Saya bisa melihat diri saya di tempat Anda, saya mungkin
melakukan hal yang sama, bukan?
(hindari penggunaan itu bukan masalah besar, secara
hanya pelanggaran teknis)
Altruism linda saya tahu Anda tidak melakukan ini untuk diri sendiri,
melihat ke dalam masalah ini dengan hati-hati, dan saya
melakukan ini untuk membantu suami Anda bukan" ?
Genuine Need "Saya tidak tahu banyak orang yang mengalami begitu
buruk terjadi sepanjang waktu, saya dapat melihat untuk
masalah hidup atau mati, betul begitu linda?"
Kinesic interview and interrogation
• Nonverbal Body / Body Languange
• Eyes : Liat apakah suspect memejamkan mata, menutup mata atau menunduk
• Pergerakan Alis : Bergerak Cepat
• Menyentuh Wajah : Ketika orang stress biasanya sering menyetuh wajah atau menutupi wajah
• Blushing : Pipi memerah
• Adams Apple : Jakun naik turun
• Carotid arteries : Leher naik turun dan berdetak kencang
Melakukan Interview
Data dapat diperoleh dengan metode interview dimana data yang biasanya di tanyakan adalah sbb:
a) Interviews with: The subject, Informants or sources, & The subject’s companions or associates
b) Surveillance (i.e., observing targets for information-gathering purposes)
c) Public records : Real estate records, Court judgment and lien records
d) Catatan hutang
e) Rekening Koran
f) Catatan kartu kredit
g) Penggunaan kartu kredit
h) Dokumen Pajak
i) Online sources (e.g., commercial databases, websites, social media sites)
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
• Dalam the asset method, investigator menentukan apakah kenaikan kekayaan dari tahun
sebelumnya ke tahun berjalan di bandingkan dengan pendapatan resmi kekayaan bahwa
penambahan assetnya memang masuk akal atau tidak
• Metode ini bagus digunakan Ketika kita mengetahui kondisi sebelum suspect melakukan
fraud
Hal yang perlu diperhatikan dalam Asset metod
• Seluruh asset perlu di nilai secara historis bukan harga
pasar
• Sejumlah dana dari pendapatan resmi dapat dilakukan
estimasi
• Jumlah pengeluaran bulanan jika sulit untuk didapat
dokumen dapat dlakukan estimasi
• Suspect harus di interview untuk mengidentifikasi dari
mana saja dana di dapat
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
1. Asset Method (Net Worth) – Perhitungan
a) Dapatkan Kondisi asset suspect sebelum Tindakan fraud dilakukan (disebut tahun pertama)
b) Hitung total kekayaan asset di tahun pertama serta kewajiban yang dimiliki
c) Hitung perubahan total kekayaan suspect di tahun kedua (atau Ketika fraud dilakukan)
d) Hitung Pendapatan Dan biaya yang dikeluarkan suspect di tahun kedua
e) Liat apakah pendapatan tahun kedua sejalan dengan kenaikan asset Suspect
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
1. Asset Method (Net Worth) – Perhitungan
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
2. Expenditures (Sources and Application of Funds) Method
The expenditures membandingkan biaya pengeluaran suspect dan penghasilan suspet
selama periode tertentu hal ini juga menganalisa lifestyle sehingga juga terdapat
kesimpulan apakah penghasilan mendukung lifestyle yang dilakukan
Metode ini bagus digunakan jika kita mengetahui jika suspect menghabiskan uang untuk
gaya hidup yang tidak menaikkan kekayaan asset, atau jiak terdapat ciri sbb :
1. Perbedaan Bahasa
2. Perbedaan system hukum
3. Biaya investigasi tinggi
4. Keamanan pribadi investigator di negara asing
5. Negara kekurangan sumber daya atau kapasitas untuk menangani penyitaan aset curian
6. Aparat korupsi
7. Kerahasiaan keuangan melalui undang-undang kerahasiaan bank domestik yang
menghalangi pandangan orang luar atau melalui undang-undang pemblokiran yang
mencegah pengungkapan, penyalinan, pemeriksaan, atau penghapusan dokumen
Asset Recovery
Asset Recovery
• Dalam melakukan asset recovery investigator harus berdiskusi dengan bagian legal untuk
memastikan langkah yang tepat dalam recovery asset
Timeliness
Ketepatan waktu sangat penting dalam
laporan
Hal ini mencegah terjadinya
kelupaan pada investigator
atau saksi
Reporting Process
Relevant
Setiap hal relevan harus dimasukkan dalam laporan untuk membuktikan bahwa
kasus terbukti atau tidak
Investigator harus cermat untuk menentukan informasi yang akan dimasukkan kedalam
laporan
Kejelasan
Internal Wartawan
Perusahaan
Pengacara Suspect
METODA PENGHITUNGAN KERUGIAN
KEUANGAN
1. Kerugian total (total loss).
• Kerugian merupakan seluruh jumlah yg dibayarkan atau bagian penerimaan yg
tidak disetorkan, baik sebagian maupun seluruhnya.
5. Opportunity cost
• Metode opportunity cost digunakan untuk menilai bahwa pengambil keputusan telah
mempertimbangkan berbagai alternatif dan alternatif yg dipilih adalah alternatif yang
terbaik.
• Jika ada kesempatan atau peluang untuk memperoleh alternatif yg terbaik, tetapi justru
alternatif terbaik tersebut yg dikorbankan, maka pengorbanan ini merupakan kerugian
keuangan, dalam arti opportunity loss.
• Metode ini mempertimbangkan konsep nilai waktu dari uang (time value of money), sehingga
bunga dimasukkan sebagai unsur kerugian keuangan.
Peraturan Berhubungan dengan Corporate Fraud
KUHP
• Pasal 372 (Penggelapan – 4 Tahun)
• Pasal 378 (Tindak Pidana Penipuan – 4 Tahun)
• Pasal 335 (Perbuatan tidak menyenangkan – 1 Tahun)
Peraturan Lainnya
• Others
• Dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi (“UU 20/2001”) diatur
• Pasal 2 dan Pasal 3 UU 11/1980
BUKTI TIDAK MENDUKUNG KEJADIAN FRAUD
Nama CEO :
Nama Perusahaan :
Subject :
Kami telah melakukan pemeriksaan kecurangan mengenai kemungkinan [manipulasi pembayaran customer
dari [PT Abadi Sejati pada Cabang A]. Pemeriksaan ini didasarkan pada [ambil dari fraud planning mengapa
dugaaan fraud di investigasi) .
Pemeriksaan Kecurangan kami lakukan sesuai dengan teknik praktik terbaik atas pemeriksaan kecurangan ,
yang meliputi [mencakup pemeriksaan pembukuan dan catatan; wawancara sukarela dengan personel yang
tepat; dan prosedur pengumpulan bukti lain seperti yang diperlukan dalam situasi tertentu].
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan bukti yang mendukung kesimpulan bahwa [terjadi
penyalahgunaan terkait pembayaran Customer di Cabang A]. Namun kami tidak memberikan jaminan
jaminan bahwa fraud sama sekali tidak terjadi.
Signature
BUKTI MENDUKUNG KEJADIAN FRAUD
Nama CEO :
Nama Perusahaan :
Subject :
Kami telah melakukan pemeriksaan kecurangan mengenai kemungkinan [manipulasi pembayaran customer
dari [PT Abadi Sejati pada Cabang A]. Pemeriksaan ini didasarkan pada [ambil dari fraud planning mengapa
dugaaan fraud di investigasi) .
Pemeriksaan Kecurangan kami lakukan sesuai dengan teknik praktik terbaik atas pemeriksaan kecurangan ,
yang meliputi [mencakup pemeriksaan pembukuan dan catatan; wawancara sukarela dengan personel yang
tepat; dan prosedur pengumpulan bukti lain seperti yang diperlukan dalam situasi tertentu].
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kami menemukan bukti yang mendukung kesimpulan bahwa [terjadi
penyalahgunaan terkait pembayaran Customer di Cabang A sebesar Rp….. Yang digunakan untuk
keperluan pribadi dari Kasir].
Signature
BUKTI TIDAK MEYAKINKAN KEJADIAN FRAUD
Nama CEO :
Nama Perusahaan :
Subject :
Kami telah melakukan pemeriksaan kecurangan mengenai kemungkinan [manipulasi pembayaran customer
dari [PT Abadi Sejati pada Cabang A]. Pemeriksaan ini didasarkan pada [ambil dari fraud planning mengapa
dugaaan fraud di investigasi) .
Pemeriksaan Kecurangan kami lakukan sesuai dengan teknik praktik terbaik atas pemeriksaan kecurangan ,
yang meliputi [mencakup pemeriksaan pembukuan dan catatan; wawancara sukarela dengan personel yang
tepat; dan prosedur pengumpulan bukti lain seperti yang diperlukan dalam situasi tertentu].
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Alat bukti kami tidak meyakinkan dan tidak ada cukup bukti, untuk
mendukung kesimpulan bahwa [terjadi penyalahgunaan terkait pembayaran Customer di Cabang A Namun
kami tidak memberikan jaminan jaminan bahwa fraud sama sekali tidak terjadi.
Signature
Court Procedures and
Litigation
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY
Proses Pengadilan & Litigasi
Pemberian Keterangan Ahli adalah keterangan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki
keahlian akuntansi dan auditing yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana
dan perdata guna kepentingan pemeriksaan.
Keterangan saksi merupakan alat bukti yang sah apabila saksi memberikan keterangan ke
sidang pengadilan di bawah sumpah tentang apa yang dilihatnya sendiri, didengarnya sendiri,
atau dialamnya sendiri.
Jasa yang dapat diberikan Investigator Professional:
Management Support
Fraud auditor dapat melakukan asistensi kepada manajemen dalam mereviu/ memeriksa atas
dugaan kejadian kecurangan
Litigation Support
Fraud auditor dapat juga melakukan pemeriksaan atas dugaan kecurangan tersebut di atas
yang ditujukan dalam rangka upaya penegakan hukum, baik untuk kasus pidana atau perdata
(criminal or civil legal action)
Expert Witnes
Seorang saksi hanya boleh memberikan keterangan atas apa yang diketahuinya sebagai fakta,
atau apa yang dialami dengan kelima panca indranya, yaitu melihat, mendengar, merasakan,
mencium, mencicipi atau menyentuh
Menjadi Saksi Ahli
• Menungkapkan fakta : Mulai dari mendapatkan bukti, pemeriksaan sampai dengan
kesimpulan
Investigator diminta menjadi saksi ahli untuk pengadilan dimana mereka bersaksi untuk
• Pembuktian dari hasil investigasi
• Bersaksi tentang pendapat yang di ungkapkan dari pengacara tersangka
• Interpretasi fakta dari kasus yang diberikan alternatif yang masuk akal
Menjadi Saksi Ahli
• Mempunyai pengetahuan tentang akuntansi tapi juga kepada ilmu yang mendukung
pembuktian kasus
• Ilmu pengetahuan di bidang industry spesifik
• Memahami issue terkini
• Analitis dengan data atau mampu bekerja dengan data yang tidak lengkap untuk
membentuk sebuah profesonal judgement
• Siapkan checklist untuk melihat dokumen apa saja yang perlu disiapkan
• List down daftar saksi dan evidence yang diutarakan agar lebih siap dalam menghadapi
siding (Termasuk saksi ahli yang dibawa suspect)
Menjadi Saksi Ahli
Enam langkah untuk menyiapkan laporan saksi ahli
1. Singkat
2. Hindari bahsa ambigu
3. Hindari generalisasi,
4. Gunakan charts atau graphic
5. Dapatkan referensi teori
6. Periksa Kembali materi yang dibawa
• Jika evidence yang digunakan datang dari saksi yang tidak mempunyai pengetahuan langsung maka ahli akan
terjebak dalam hearsay rule.
• Jika pekerjaan di delegasi, pastikan seluruh dokumen sudah direview oleh saksi ahli
Saksi Ahli •
kesaksian itu relevan dengan fakta kasus?
Apakah testimony reliable?
• Qualifikasi
Penghargaan
Sertifikasi
Training teknikal
Buku yang dipubliasikan
Posisi dalam perusahaan
Qualifikasi harus sesuai dengan issue yang dibahas, kualifikasi dapat
diperoleh dari pengalaman atau pelatihan
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY
Conflicts of Interest
Relevant testimony Agar relevan, kesaksian yang diajukan harus memiliki kecenderungan untuk
membuat keberadaan fakta apa pun lebih mungkin daripada tanpa bukti.
Reliable testimony kesaksian adalah produk penalaran atau metodologi yang memiliki dasar yang
dapat diandalkan dalam pengetahuan dan pengalaman disiplin ilmu yang relevan dan didasarkan
pada data yang memadai.
Jawaban atas semua pertanyaan harus jelas dan ringkas dan, jika istilah
kompleks digunakan, harus diklarifikasi.
Memori utama, orang paling ingat apa yang mereka dengar pertama dan
terakhir. Ini sering merupakan ide yang berguna untuk digunakan dalam
memberikan atau menyusun bukti.
Penasihat hukum lawan dapat menyerang atau mempertanyakan apa pun yang telah dikatakan atau
diajukan ke pengadilan. Ini termasuk catatan, kertas kerja, dan pernyataan tertulis, surat wasiat, laporan,
dan percobaan pendahuluan atau transkrip penemuan. Seringkali, pemeriksaan silang menciptakan
suasana konfrontasi dan kontradiksi.
Saksi tidak boleh melakukan serangan atau upaya untuk mendiskreditkan pribadi, penting bagi saksi untuk
menjaga harga diri dan integritas profesional
CROSS EXAMINATION
Pengacara suspect mungkin mencoba untuk mengambil kendali psikologis dari seorang saksi dengan:
• Menggunakan kehadiran fisik untuk menekan contoh berbicara dengan jarak sangat dekat
• Non-stop eye contact.
• Bertanya dengan cepat untuk membingunkan ahli
• Tidak membiarkan expert untuk menjelaskan teori
Myopic Vision
mengharuskan ahli untuk mengakui banyak waktu yang dihabiskan dalam penyelidikan suatu masalah,
kemudian memilih area untuk disoroti yang ahli tidak yakin atau belum melakukan banyak pekerjaan.
Contradiction
• Pengacara suspect dapat menentang kredibilitas dengan dokumen yang berpotensi
bertentangan atau kutipan dari artikel lain yang ditulis oleh ahli di bidangnya.
• Jika dokumen atau artikel ini bertentangan dengan ahli, maka pengakuan dapat diperoleh dari
ahli tentang kontradiksi itu.
CROSS EXAMINATION
New Information
Pengacara suspect mengenalkan informasi baru dimana expert mungkin tidak aware
• Dengan membuat ahli menyetujui interpretasi alternatif dari fakta dan teori alternatif, pengacara
suspect, pada dasarnya, telah menjadikan ahli sebagai saksi untuk pihak lain.
• Teknik ini berguna untuk mendapatkan konsesi dari saksi yang akan merusak kesimpulannya dan, pada
akhirnya, kredibilitasnya.
Bias
• Pendekatan ini juga dapat berfokus pada pertanyaan apakah ahli diberitahu oleh kliennya apa yang
harus dilakukan dan dicari.
• Dengan pendekatan ini, penasihat hukum lawan mungkin berusaha menunjukkan bahwa ahli
mengabaikan dokumentasi penting dalam upaya membantu kliennya.
CROSS EXAMINATION
Confrontation
Metode ini melibatkan penggunaan konfrontasi kehendak untuk menempatkan saksi ke dalam situasi di mana ia
mungkin kehilangan kendali emosi dan menunjukkan kemarahan. Begitu seorang saksi meledak, kredibilitas
biasanya menghilang
Volunteering Information
Salah satu teknik yang paling berhasil dalam cross examination seorang saksi ahli adalah ketika pengacara suspect
mengajukan pertanyaan dan setelah saksi menjawab, menunggu sampai saksi merasa terpaksa untuk mengisi
keheningan dan mulai berbicara lagi.
Fees
Teknik ini sering kali membangun kesimpulan di mana pengacara suspect klaim bahwa pekerjaan ahli dangkal dan
tidak profesional, karena banyak uang yang diterima oleh ahli untuk project ini
Terms of Engagement
• Teknik ini biasanya digunakan dengan memperoleh surat perikatan asli dan memeriksa persyaratan perikatan.
• Pengacara suspect kemudian dapat menunjukkan bahwa ahli bermaksud untuk hanya melihat berbagai item
untuk mendukung kliennya dan menutupi teori-teori alternatif, umumnya untuk merugikan pihak oposisi.
CROSS EXAMINATION
Discrediting the Witness
• Mendiskreditkan saksi didasarkan pada konsep pembuktian bahwa ahli tidak layak
menjadi saksi yang kredibel di pengadilan
• Hal ini sering dapat dicapai dengan menunjukkan bahwa ahli saat ini atau sebelumnya
sangat bias, berprasangka buruk, korup, dihukum karena kegiatan kriminal, terbukti
terlibat dalam kegiatan tidak bermoral, membuat pernyataan yang tidak konsisten,
memperoleh reputasi karena kurangnya kejujuran, dan/ atau melebih-lebihkan
kualifikasinya.
Menyerang investigator
Attack lebih personel sebagai contoh :
Fraud Examinations
a) Fraud examinations shall be conducted in a legal, professional and thorough
manner.
b) Establish predication and scope priorities at the outset of a fraud
examination and continuously reevaluate them as the examination proceeds
c) Be alert to the possibility of conjecture, unsubstantiated opinion and bias of
witnesses and others.
Evidence
a) Establish effective control and management procedures for documents, data
and other evidence obtained during the course of a fraud examination
b) Work product may vary with the circumstances of each fraud examination.
The extent of documentation shall be subject to the needs and objectives of
the client or employer.
STANDARDS REPORTING
General
•Fraud examination reports may be oral or written, including fact
witness and/or expert witness testimony, and may take many
different forms
Report Content
•Reports shall be based on evidence that is sufficient, reliable and
relevant to support the facts, conclusions, opinions and/or
recommendations related to the fraud examination. The report shall
be confined to subject matter, principles and methodologies within
the Member’s area of knowledge, skill, experience, training or
education.
•No opinion shall be expressed regarding the legal guilt or innocence
of any person or party
02
Sharing Cases
The Collapse of the Integrity Leaders
The Collapse of the Integrity Leaders
• Sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa, ingin membuat satu kantor cabang baru
• Perusahaan melakukan penyewaan Tanah di suatu daerah dengan bekerja sama kepada pemilik lahan
• Berikut proses siklus penyewaan tanah dari cabang ke Kantor Pusat
1 2 3 4 5
Branch
Head
Operation Maintenance
Sales Team Admin Team
Team Team
The Collapse of the Integrity Leaders -
Chronology
23 Februari 2015
•Perjanjian Sewa Menyewa Antara • Penarikan Uang secara
PT A Dan Pemilik Lahan (Bpk
MUR) tunai 3 (tiga) kali baik
•Pembayaran sebesar secara Transfer dan
Rp333.333.333 (Rp300.000.000
•Bapak MUR menyerahkan Tunai dengan total
ke Pemilik Lahan dan akumulasi sebesar Rp 87
Rp33.333.333 (Pajak ditanggung uang sebesar Rp 100 juta
Penyewa ke rekening Pribadi Istri dari Juta
•Menyerahkah bukti kwintansi dari PR
Pemilik Lahan Ke HO (Kwintansi
dibuat Oleh Bapak PR).
01 02
Planning Conduct Investigations
• Chronology Analysis (5W + 2H) • Undercover Operations
•
•
Document Analysis
Organization Structure Analysis
Planning •
•
Document Collections
Interview
•
•
SOP Analysis
Transaction Analysis
Analysis • Interrogation
Conduct
Investigati
03 ons 04
Evidence Analysis Reporting
• Witness Testimony Reporting • Mens Rea
•
•
Suspect Testimony
Personal Bank Account
Analysis Evidence •
•
Actus Reus
Regulations (PKB / KUHP)
• Text Messages Analysis (BBM
Chat, SMS) Analysis
• Digital Forensics (Email, Personal
File,etc)
• Behaviour Analysis
• Money Flow Analysis
Runtuhnya Integritas Pimpinan – Summary Investigasi
(Money Flow) 27 Pebruari 2017
Tarik Tunai – PR
Rp 20 Juta
27 Pebruari 2017
Perusahaan
Membayar Pemilik Lahan (BH) -
23 Pebruari 2017 AR Terima Rp 60 juta
20 Pebruari 2017
Transfer ke Rek
(Transfer Rp 300 (Transfer Rp 100 Istri
Juta) Juta)
Notes :
27 Pebruari 2017
1. AR melakukan penarikan tunai selama beberapa kali dalam
waktu 14 hari setelah tanggal terima uang, dengan total
penarikan Rp 40 Juta ??
Terima Rp 20 juta
2. Pembayaran Komisi Makelar tgl 23 Pebruari 2017 sebesar
Rp 5 Juta
Less Miserables Price ??
| Less Miserables Price ??
• Sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang jasa penjualan mobil dimana kebersihan
merupakan salah satu factor penting dalam persiapan kondisi unit
• Salah satu kebersihan mobil adalah dari proses Salon agar menarik pembeli, dimana
proses sebagai berikut
S A E P
Selection Agreement Evaluation and Yearly Price List Update
Proses Komparasi Vendor Proses Kontrak Kerjasama Price Negotiation Update Harga dilakukan
dengan parameter penilaian antara vendor dengan Proses evaluasi kinerja dengan melakukan update
terentu (Vendor Perusahaan vendor yang dilakukan price list
Committee) setahun sekali dimana
dalam proses ini juga
dibahas mengenai
adjustment kenaikan harga
• Vendor Salon di salah satu cabang tidak pernah menaikkan harga selama 5 tahun
| Less Miserables Price Z
P + I + E = R
Planning Conduct Investigations Evidence Analysis Reporting
• Chronology Analysis • Surveillance • Witness Testimony • Mens Rea
(5W + 2H) Operations • Suspect Testimony • Actus Reus
• Document Analysis • Undercover • Expert Witness • Regulations (PKB /
• Organization Structure Operations Analysis KUHP
Analysis • Document • Personal Bank
• SOP Analysis Collections Account
• Transaction Analysis • Interview • Digital Forensics
• Interrogation (Email, Personal
• Lab Analysis for File,etc)
Chemical materials • Behaviour Analysis.
.
Fraud Schema
Vendor
Ex Kacab Invoice
YL
A
Branch A Salon
SL
Total Kickback 2009 – June 2013
Year Total Order Total Amount Kickback Total Kickback
Pembersihan Roda Tidak pernah melepas Roda (membuka a. Ban Di Lepas proses ini membuat
sehingga membuat Mobil kurang bersih b. Posisi mobil di angkat sehingga bersih secara maksimal
kolong mobil dapat dibersihkan
Poles body Proses poles mobil hanya menggunakan Alat bantu dibagi menjadi dua
alat bantu yaitu wall untuk semua jenis 1. Spoon : Khusus untuk cat
hal ini menyebabkan bekas poles masih 2. Wall : Cat selain warna gelap
pada saat di display (Cepat berjamur) Bekas Poles tidak terlihat lagi
After Sales Claim Proses Support Claim lama / Proses cepat sudah tidak terkendala
(karena faktor Bahan cairan yang kurang) dengan bahan
Safety Pengerjaan oleh vendor tidak lengkap Pengerjaan oleh vendor dilengkapi
vendor hanya memakai sendal jepit dengan perlengkapan safety