0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan182 halaman

Profil Arifin Al Jufri: Ahli Investigasi Kecurangan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan182 halaman

Profil Arifin Al Jufri: Ahli Investigasi Kecurangan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CERTIFIED FRAUD INVESTIGATOR

PROFESSIONAL
[Link]
Arifin Al jufri, CFE, CFrA, CHFI, CFIP, CTRMI
Profile Experiences & Journey

12 tahun pengalaman di bidang Internal Audit, Fraud Risk Management dan Forensic Audit di
Industri Keuangan, Transportasi, Logistik, dan Telekomunikasi.

“if you can’t explain it simply, you Pengalaman Kerja


• PT. Federal International Finance (FIFGROP) 2011-2016
don’t understand it well enough”
• PT. BFI Finance. 2016 – 2017
• PT. Serasi Autoraya 2018 – 2022
• PT Smartfren Telecom 2022 - Sekarang
Arifin,aljufri@[Link]
Pengalaman Mengajar
• RAKAMIN – CFE Preparation
• LPFA – Teknik Analisa Forensik Untuk Mendeteksi Kecurangan
• Ruang Seminar – Investigation & Forensic Auditor.

Sertifikasi
• Certified Fraud Examiner (CFE) - ACFE
• Certified Forensic Auditor (CFrA) - LSPAF
• Certified Hacking Forensics Investigator (CHFI) - EC Council
AGENDA CFIP
Waktu Materi
09.00 - 10.00 Fraud Overview
10.00 - 10.11 Fraud Examination
10.30 - 11.45 Teknik Pengumpulan Bukti
11.10 - 11.50 Fraud Data Analytics
11.45 - 12.45 Break Ishoma
12.45 – 13.10 Fraud Data Analytics In Procurement Corruption
13.10 – 14.00 Q&A
09.00 - 09.30 Covert Operation
09.30 – 10.30 Interview and Interrogation
10.30 - 10.50 Reporting
10.50 – 11.20 Tracing Illicit Transaction
11.20 - 11.45 Court Procedure Litigation
11.45 - 12.45 Break Ishoma
12.45 - 13.10 Ethics Investigator and Sharing Case
13.10 - 13.30 Briefing Final Test
13.30 - 14.15 Q&A
FRAUD OVERVIEW

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY


2022 ACFE Fraud Survey

Asset
Misappropria
tion 86%
Based on ACFE SURVEY 2022

Corruption
50%

Median Loss

Financial $593.000
Statement
$150.000
Fraud
9% $100.000
70
Initial Detection of Fraud
Based on ACFE SURVEY 2022

TIP 42%
Internal Audit 16%
Management Review 12 %
Document Examination 6%
By Accident 5%
Account Reconciliation 5%
Fraud Definition
Fraud mencakup setiap tindakan yang
disengaja untuk merampas barang atau uang Fraud involves the following:
milik orang lain dengan tipu muslihat,
a) Niat untuk berbuat salah
penipuan, atau cara lain yang tidak adil – b) Pelanggaran kepercayaan
Fraud Examiner Manual, 2015, ACFE c) Dirancang untuk
mendapatkan beberapa
bentuk keuntungan
Tindakan yang disengaja oleh satu atau lebih (biasanya finansial)
d) Menyebabkan kerugian
individu di antara manajemen, pihak yang bagi pihak lain
bertanggung jawab atas tata kelola, karyawan, e) Pencurian
f) Ketidakjujuran, penipuan
atau pihak ketiga, menggunakan cara menipu dan/atau representasi
untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil palsu

atau ilegal – International Standard on


Auditing (ISA) 240
Fraud Axioms Fraud is
Hidden
Aksioma adalah asumsi dasar yang begitu
gamblangnya sehingga tidak memerlukan
pembuktian mengenai kebenarannya (taken for
granted). Aksioma merupakan titik tolak untuk
menarik kesimpulan tentang suatu kebenaran
yang harus disimpulkan.
Fraud

Reverse Existence
Prove of Fraud
02

Fraud Tree & Classification


Understanding About Fraud

The principal categories of fraud are:


• Frad ulent misrep resenta tion of material
facts
• Negligent misrepresentation
• Concealment of material facts
• Bribery
• Illegal gratuity
• Economic Extortion
• Conflict of Interest
• Forgery
• Theft of m o n e y or property
• Breach of contra c t
• Breach of fiduciary d uty
• Gross negligence
• Conspiracy
• Obstruction of justice
• Perjury
• False claims a nd sta tements to
government age ncies
Fraud Definition
Suap
Menyuap

Penggelapan
Gratifikasi dalam
Jabatan
Undang-Undang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi
UU NO. 31 TAHUN 1999 JO. UU Kerugian
Kuangan
NO. 20 TAHUN 2001 Negara

Benturan
Pemerasan
Kepentingan

Perbuatan
Curang
Fraud Triangle
FRAUD EXAMINATION
Fraud Examination Methodology
How fraud examination work?

Assume litigation will follow


1 • Akan berakhir dengan Litigasi
• Bukti dalam pedoman hukum yang berlaku

2 Act on Predication
• Pemeriksaan Fraud harus dimulai Ketika fraud diyakini telah terjadi,
sedang terjadi, dan / atau akan terjadi.
• Pemeriksaan Fraud tidak dapat dilakukan di luar Fraud Predication

3 Approach from two perspectives


• Membuktikan Fraud terjadi atau tidak
• Pemeriksaan tidak mencari kesalahan namun pembuktian
Fraud Theory Approach
1 Analyzing Available Data
Berdasarkan pendekatan teori fraud dimulai dengan menganalisis data yang tersedia
untuk mendapatakan preliminary hypothesis.

2 Creating a Hypothesis
Setelah melakukan analisa data kemudian membuat hypothesis (worst case scenario)

3 Testing the Hypothesis


Setelah membuat hypothesis kemudian dilakukan pengujian dengan integrase
inforamsi baru serta informasi sebelumnya.

4 Refining and Amending the Hypothesis


Jika berdasarkan hasil pengujian hipotesa tersebut tidak dapat dibuktikan, maka
dilakukan perubahan dan pengujian berdasarkan fakta-fakta yang diketahui.
METODE INVESTIGASI

THEFT ACT INVESTIGATE METHOD:


Surveillance & Covert Operation
Invigilation (Kewaspadaan )
Audit

CONCEALMENT INVESTIGATE METHOD:


CONVERSION INVESTIGATIVE METHOD:
Document Examination
Public Record Searches
A u d i t
Net Worth Analysis
Computer Searches / Forensic Digital
Physical Asset Count

INQUIRY INVESTIGATIVE METHODS:


Interviewing & Interrogation
Honestly Testing
Fraud Examination Steps
Investigation Flow Chart 1

Develop Fraud Theory :


Initial • Apakah mungkin dugaan benar terjadi?
Predication • Mengapa dugaan perlu kita tindak
lanjuti?
Accounting Others Sources • Dimanakah kemungkinan
Tips Complaints
Clues penyembunyian bukti?
• Kapan Fraud terjadi?

Evaluate Tips Menentukan Bukti yang diperlukan?


• On Book Vs Off Book
Hubungan dengan
Keuangan
• Direct or Circumstantial

Bukti apa yang diperlukan untuk membuktikan


niat
• Frekuensi keterjadian
Red Flag
• Area lain yang teridentifikasi

Buat Bagan Fraud Structure

• Internal control Evaluation Tentukan scenario fraud (Audit Program) yang


(Changes) akan di periksa
• Siapa yang terlibat
Evidence
No
Sufficient
IS Predication
No Stop
Sufficient?
Yes
Discontinue

Yes Complete Investigation


• Interview
• Document
1 Examination
• Observations
Investigation Plan

• Terdapat berbagai macam model dan pendekatan


perencanaan audit forensik. Namun, perlu diingat Waktu
bahwa model dan pendekatan apapun yang
digunakan harus memberikan keyakinan bahwa
model dan pendekatan tersebut adalah yang
memberikan hasil yang paling baik.
Biaya
• Perencanaan harus fleksibel dan sesuai dengan
permasalahan yang sedang dihadapi serta sumber
daya yang tersedia.
Kualitas
• Tiga elemen dasar yang menentukan bagaimana
sebuah audit investigasi dikelola adalah kualitas,
waktu, dan biaya. Ketiga elemen tersebut sama
pentingnya dan saling tergantung satu sama lain
Investigation Plan
Bentuk Fraud Lengkapi Surat
Team Tugas
Buat Investigation
Metode
Time Frame
Investigasi

Tujuan Job
Investigasi Distribution
Budget Tools &
Equipment
Selecting Team Member

 Pertimbangkan Team Size  Berdasarkan kedekatan

 Cek Conflict of Interest  Balas Jasa


 Yakinkan tidak ada reporting Issue
 Orang dengan Negative Attitudes
 Sesuai dengan Tujuan
 Mempunyai kepentingan personal
 Skilss yang dibutuhkan (Knowledge, Specialized,
 Orang yang tidak dapat menahan diri
Skills)

 Pilih orang yang dapat bekerja dalam team


Teknik Pengumpulan Bukti

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-ND


Pengertian Bukti
Evidence is all means by which an alleged matter of fact is establish or
disproved
(George A Manning – Financial investigation and forensic accounting)

Syarat – syarat bukti berdasarkan kulitas dan kuantitas bukti

Relevansi: Bukti-bukti dianggap cukup relevan jika bukti tersebut merupakan


salah satu bagian dari rangkaian bukti-bukti (chain of evidence) yang
menggambarkan suatu proses kejadian

Kompeten: suatu bukti tidak hanya didasarkan pada proses pembuatan bukti
tersebut, tetapi juga proses perolehan bukti tersebut oleh auditor.

Materialitas: dalam audit forensik menekankan pada hubungan bukti terhadap


sangkaan yang diindikasikan

Cukup: bukti dianggap memenuhi kecukupan jika bukti audit dapat menjawab
5W + 1H
Jenis Bukti
Jenis Bukti Utama Dalam Investigasi Adalah Sebagai Berikut

1. Bukti Testimonial : Pernyataan dari saksi, pihak netral atau pengakuan suspect selama
proses Investigasi atau Ketika bersaksi di Pengadilan

2. Bukti Digital : Informasi Elektronik yang disimpan dalam computer atau Digital Tools
dimana digunakan oleh individual atau organisasi dalam kegiatan bisnis.

3. Bukti Dokumen : Catatan tranaksi atau bukti fisik yang membantu untuk membuktikan
atau tidak membuktikan atas terjadinya suatu kejadian fraud. Bukti ini bisa di miliki
oleh Organisasi atau rekanan organisasi atau individu terduga fraud.

• Investigator perlu memperhatikan bahwa document dapat membantu atau menganggu


kualitas investigasi terutama terkait dengan bagaimana memperoleh dan menyimpan bukti.

• Keluarkan irrelevant dokumen dan masukkan hanya dokumen relevan terhadap kasus

• Saksi / Bukti Testimonial (terutama yang di kemukakan di pengadilan) terkadang lebih


penting daripada bukti dokumen
Teknik Pengumpulan Bukti
Prosedur Umum dalam Mendapatkan Dokumen
• Dapatkan dokumen Asli dan buat Copy Dokumen jika dokumen akan di analisa
• Jaga Mekanisme Filling document, kehilangan Track atas Dokumen kunci akan menyulitkan
Investigasi

Mendapatkan Bukti Dokumen


• Gunakan Surat Izin pengambilan dokumen (Dapat dilakukan by lisan, tapi disarankan
tertulis) terutama untuk dokumen Pribadi contoh Rekening Koran Pribadi Suspect
• Jika Dokumen milik Perusahaan dan disimpan di tempat umum dapat diambil langsung
tanpa perlu izin, kecuali di simpan di tempat personal contoh meja kerja yang di kunci

Kategori Bukti
• Bukti Langsung Menujukkan prima facie atau fakta secara langsung atas kejadian fraud
contoh : Bukti Transfer dari Vendor kepada oknum karyawan ke rekening pribadi karyawan

• Circumstantial evidence adalah bukti yang membutuhkan bukti lainnya untuk menunjukkan
kaitan bukti terkait kejadian Fraud,
Contoh : Setoran Tunai ke rekening suspect dimana kita membutuhkan bukti lain untuk
membuktikan bahwa setoran tersebut adalah dari Vendor yang menyuap.
Stategi Pengumpulan Bukti

• Membangun circumstantial case


yaitu pengumpulan bukti melalui interviu saksi yang
kooperatif dan dokumen yang tersedia di luar
penguasaan pihak-pihak yang diduga terlibat sebagai
pelaku fraud.

• Menggunakan circumstantial evidence


untuk mengidentifikasi dan beralih ke saksi internal
yang dapat memberikan bukti langsung tentang pihak-
pihak yang diduga terlibat.

• Seal the case


melakukan pemeriksaan (examination) langsung
kepada subyek atau sasaran personal yang diduga
kuat pelaku fraud
Pendokumentasian Bukti
Bukti dari Sumbernya
On Book : Bukti dari dokumen Perusahaan (Dokumen Transaksi, SOP, dll)
Off Book : Buti di luar Perusahaan (Surat Pernyataan, Rekening Koran Suspect, dll)

Organization Of Evidence
• Pisahkan dokumen : Dokumen dipisahkan berdasarkan saksi dan transaksi, Mengorganisir
dokumen secara kronologi kasus tidak di sarankan karena akan membuat kesulitan dalam
mencari informasi relevan
• Membuat Identifikasi Dokumen agar dokumen mudah untuk di cari Ketika di perlukan
• Membuat checklist : berisi Objektif dari Investigasi
• Maintain a Chronology : Kronologis kejadian harus dimulai sejak awal kasus. Tujuan
mempertahankan kronologi adalah untuk menetapkan rantai peristiwa yang mengarah pada
pembuktian.

Examining Fraudulent Documents


Investigator tidak diwajibkan untuk menjadi ahli dalam mendeteksi dokumen fiktif namun
setidaknya Investigator memiliki awareness untuk mendeteksi dokumen fiktif seperti contoh
1. Deteksi tanda tangan fiktif
2. Deteksi dokumen yang dirubah
3. Deteksi dokumen yang baru di buat
4. Deteksi dokumen yang bukan di cetak dari dalam Perusahaan
Chain of Custody Regulation Analysis
The chain of custody adalah bagaimana 1. Pahami regulasi terkait transaksi
investigator mendapatkan dokumen dan
2. Bandingkan regulasi dan actual proses dimana
bagaimana ia menyimpannya Chain of Custody di fraud terindikasi
maintain dengan form yang dapat di perlihatkan 3. Temukan regulasi mana yang di langgar
di pengadilan
4. Klasifikasi hubungan fraudster dengan
pelanggaran yang dilakukan
Dokumentasi / form Chain of Custody
biasanya terdiri dari beberapa item yaitu 5. Tentukan sanksi yang dapat diterima oleh
fraudster
sebagai berikut :
• Apa bukti yang diterima
• Kapan bukti diterima
• Dari siapa bukti diterima
• Dimana bukti di simpan
07

Type of Evidence
For supporting assignment

Jenis- jenis alat bukti menurut KUHP pasal 184:

 Keterangan saksi : Pengujian Fisik, & Bukti Dokumen

 Keterangan ahli : Pelaksanaan Ulang.

 Surat : Bukti Dokumen

 Petunjuk : Pengujian Fisik

 Keterangan terdakwa: Pengujian Fisik, & Bukti Dokumen

Investigation Method:

 Analyzing document
 Computer Forensic
 Observation: 1) Undercover, and 2) Surveillance
 Interview (Clarification): 1) Suspected person , and 2) Related person
Disposal of Evidence

Beberapa faktor yang perlu di


pertimbangkan dalam disposal
dokumen
[Link] berisi data pribadi
personal tentang suspect atau saksi
[Link] yang berlaku
[Link] kasus akan naik ke
Persidangan
[Link] organisasi dalam
menghancurkan informasi sensitive
[Link] perusahaan atas kebijakan
retensi dokumen
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA
CFIP FRAUD DATA ANALYTICS

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA


WHAT IS FRAUD DATA ANALYTICS
• Fraud data analytics adalah proses Analisa data untuk menganalisa gejala
terkait Fraud (Red Flag)

• Proses dimulai dari Perencanaan di akhiri dengan Pemeriksaan Fraud.

• Fraud data analytics kaitannya dengan pengambilan sampel

• Audit program mendapatkan bukti untuk mensupport pemeriksaan

• Fraud analitik berdasarkan kepada skenario Fraud dilanjutkan dengan


pemeriksaan Anomali data
WHAT IS FRAUD DATA ANALYTICS
Auditor mengidentifikasi terkait
adanya kemungkinan data
mengandung transaksi Fraud yang
diambil dari Pengambilan sampel
secara acak.

Examples Questions
a) Apakah vendor tanpa alamat
Jelas merupakan data
mengandung fraud?
b) Seberapa banyak vendor yang
tidak memiliki alamat?
Fraud Data Analytics Methodology
• Fraud scenario. Titik awal untuk membuat
Perencanaan Fraud Data Analytics dimana
membantu memahami tindakan fraud dan di
integrasikan dengan audit scope

• Strategy : Digunakan untuk melakukan data


analisis di integrasikan dengan concealment
fraud

• Analytics Plan : Perencanaan yang matang dan


terstruktur dapat mengungkap Tindakan fraud
yang terjadi
contoh : Vendor fiktif dengan cara
mencocokan alamat vendor dan karyawan

• Fraud Data Profile dengan cara


mengindentifikasikan red flag yang berkorelasi
dengan transaksi dan entitas tertentu
Fraud Scenario

1 2 3
Red Flag Metodologi dan Transaksi yang
berhubungan Standards dalam konsisten dengan
dengan Fraud mengidentifikasi fraud data profile
yang akan fraud skenario dan Terintegrasi
dilakukan dengan fraud
Pemeriksaan scenario
What Is Fraud Concealment?
• Fraud concealment : Kondisi dan atau Tindakan dimana pelaku
menyembunyikan fakta dan bukti terkait Tindakan Fraud

• Concealment menurut Investigasi : Berhubungan dengan factor


kesengajaan Fraudster

Contoh

Oknum Karyawan menggunakan :


a) Alamat Pribadi dan rekening Pribadi
b) Alamat atau rekening Bank atas nama orang lain

• Dimasukkan kedalam rekening Vendor yang bekerjasama dengan


Perusahaanya
FRAUD SCENARIO STRUCTURE
• Primary classification category adalah titik awal
dalam perencanaan fraud analytics

• Example Corruption Case


• Primary item corruption :
Internal proses mengandung unsur korupsi (i.e.,
the purchasing, hiring, or customer process)?

• Secondary Corruption (more difficult)

a) Dimanakah Business process yang melakukan


korupsi ? (Sales, procurement, or human
resources )

b) Siapa yang melakukan inisiasi korupsi?

c) Keputusan apa yang dapat menimbulkan


korupsi?
Inherent Fraud Classification
1. Pelaku Fraud
2. Permutation analysis Terdapat 3 elemen yang
dibutuhkan
• Pihak yang melakukan Fraud Scenario
• Entitas : Vendor, or Customer
• Tindakan kecurangan yang terbentuk secara
struktural

Example:
• Vendor menagihkan Lebih besar
(Overbilling) dalam proses penagihan
(Primary Level)
• Overbilling dengan mekanisme menukar
produk dengan kualitas buruk (Secondary
Level)
• Pertukaran dengan Menukar label sehingga
seolah olah Asli (third Level)
• Memalsukan deskripsi komposisi produk
(Fourth Level)
• Membuat pernyataan palsu tentang asal
barang (Asal Negara) (Five Level)
Inherent Fraud Classification
3. Tipe transaksi dimana internal control
diterapkan di dalamnya contoh;
• Proses pembayaran dengan Approve
invoice, dilakukan dengan mencocokkan
Invoice dengan Purchase Order
• Vendor Invoice dapat dibayar selama
budget sudah tersedia
• Vendor Code aktif atau inaktif
4. Tindakan fraud di konversikan kedalam fraud
scenario dengan statement spesifik
5. Fraud impact. Monetary or non monetary
6. Bagaimana skema terjadi
7. Teknik penyembunyian yang dilakukan oleh
fraudster?
8. Bagaimana Fraudster mengalihkan nilai yang
di dapat dari kecurangan
HOW TO WRITE A FRAUD
SCENARIO
Data Analytics Strategies for Fraud Detection
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
1. Identifikasi Spesifik

a) Identifikasi spesifik dari data dan Anomali internal control


• Identifikasi Spesifik adalah seluruh nilai invoice / transaksi diatas dari level
toleransi perusahaan.

• Analisa didasarkan kepada frekuensi yang paling tinggi dan nilai yang paling
rendah

• Beberapa data interrogation tests biasanya terdiri dari :

a) Spesifik Pattern Data—i.e., a sequential pattern of vendor invoice


numbers.
b) Grup transaksi yang dapat di identifikasi berdasarkan kriteria data —i.e.,
excessive overtime or invoices applied to a dormant purchase order
c) Missing: invoices tanpa Purchase order
d) Change analysis transaksi yang ; dirubah, dihapus, atau dibatalkan
e) Duplikasi transaksi
f) Transaksi Manual
g) Transaksi Anomaly dalam kaitannya terhadap praktek bisnis —i.e.,
Vendor yang dibayar diluar term of payment Resmi Perusahaan
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
2. Internal Control Avoidance
Menghindari nominal tertentu agar tidak diverifikasi oleh Internal Control:

• Splitting Transactions / dibawah level yang di otorisasi


• Transaksi diluar periode bisnis (creating, changing, voiding, or deleting )
• Non-business hours or days
• Transaksi dari remote location.
• Seseorang yang tidak memiliki otorisasi
• Seseorang yang sedang cuti
• Transaksi dengan urutan tidak logis : Tanggal Pembelian dengan Invoice
Date
• Reclassification, changes, transfers, reversals
• Menggunakan dokumen diluar sistem
• Transaksi manual diluar proses system
• Override transactions
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
3. Data Interpretation Strategy
• Digunakan jika fraud scenario kategori high level
• Diluar Batasan Audit Regular sehingga harus di lakukan Fraud Audit
• Identifikasi Fraud Skenario High Risk
• Mempunyai risiko False Negative
• Judgemental decision
• Hilangkan data yang tidak konsisten dengan fraud theory

Contoh untuk Payroll Fraud (Data yang perlu dimasukkan hanya) :


a) Number Payment,
b) Gross Payroll,
c) Net Payroll
d) Grade Level,
e) Job Desc
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
3. Data Interpretation Strategy

• Aggregate number of records. :


a) Seberapa sering Invoice di submit Fraudster,
b) Secara theory 1 tahun terdiri dari 52 minggu, sehingga
biasanya invoice fiktif dimasukkan satu minggu sekali.
c) Vendor invoice lebih dari 52 kali dalam setahun akan
dikeluarkan
• Maximum dollar amount : Biasanya nilai besar tidak akan
dimasukkan fraudster karena membutuhkan approval Atasannya
• Minimum dollar amount : Dapat dikeluarkan dari sampling jika
dirasa nilainya terlalu kecil
• Average amount : Nilai diluar rata-rata di jadikan concern
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
4. Number Anomaly Strategy

1. Bendford’s law.
2. Even number transaction : Transaksi dengan nilai genap
seperti 1000 dan 5000
3. Repeating number transaction : Fokus kepada transaksi
berulang yang tidak biasa tiap bulannya
4. Contra-entry transaction : Negative balance dimana harusnya
saldo bernilai positif

• Guidelines for Using the Number Anomaly Strategy


1. Data Anomaly test melakukan test pada pattern dan
frequency
2. Strategy tidak berjalan jika fraudster merubah nominal
dokumen
3. Dapat dilakukan untuk pass through schemes sewa peralatan
: Contoh 3 perusahaan fiktif melakukan submit invoices
1.100 dollar selama 6 x untuk setiap perusahaan
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
5. Frequency Analysis
Analisa Frekuensi : Proses Analisa dengan mengkorelasikan banyaknya
keterjadian transaksi dengan entitas yang melakukan fraud

1. Dihitung berdasarkan keterjadiannya


2. Jumlah transaksi berhubungan dengan aktifitasnya
3. Frekuensi berdasarkan : Daily, Weekly, Monthly, Quarterly,
Semiannually, or Annually
4. Perlu strategi membedakan error di sengaja atau error tidak
disengaja
5. Kecukupan jumlah frekuensi anomaly untuk menentukan transaksi
error yang disengaja
FRAUD DATA ANALYTIC STRATEGIES
6. Pattern Recognition
• Pattern recognition ; Proses Analisa dari kondisi
tertentu diluar data set
• 4 General kategori dalam pattern recognition
dalam fraud detection :

a) Cluster Analysis
b) Anomaly Pattern
c) Outlier Pattern
d) Transaction pattern bentuk dari Analisa yang
menggambarkan pola yang Tindakan fraud atau
non fraud
Investigation Audit Program - Ordering and Payment
Primary and Potential Entity Fraud Action Impact Conversion Concealment & Permutation Analysis
Secondary Fraudster

Primary : 1. Kasir 1. Supplier Proses Ordering 1. Financial 1. Menerima Uang Proses Ordering
2. Kepala Real Konspirasi korupsi Loss langsung dari Pembelian Barang Tidak Dibutuhkan
1. Asset Admin Company antara Kasir Perusahaan ke 1. Melakukan Pemesanan dengan Jumlah
Misapropriation 3. Kepala 2. Suplier dengan Kepala 2. Company rekening pribadi frekuensi order flat tiap bulan (Tidak melihat
2. Korupsi Cabang Fiktif Cabang Terkait Image konsumsi actual)
4. Bagian dengan 2. Menerima uang 2. Membeli barang yang susah dijual di pasar
Secondary : Pembelian Pemesanan Dari vendor ke
1. Penggunaan uang barang rekening Pribadi Proses Receiving
perusahaan untuk Penerimaan Barang Fiktif
kepentiingan pribadi 1. Membuat dokumen fiktif seolah olah barang
oleh Finance Team Proses Receiving telah diterima
(Kasir) pada proses Manipulasi
pembayaran tagihan dokumen 2. Mengambil barang dari vendor atau
penerimaan mengalihkan shipment vendor ketempat
2. Bagian Pembelian Barang (Fiktif) yang ditentukan fraudster
Menerima Suap dari
vendor dalam proses Proses Payment
penerimaan vendor Proses Payment Penggunaan uang untuk kepentingan
Mengambil uang pribadi
pembayaran 1. Menggunakan rekening Pribadi untuk
vendor untuk membayar vendor
kepentingan 2. Menggunakan Dokumen Fiktif untuk
pribadi membuktikan terjadinya pembayaran
3. Pembayaran dilakukan sebagian oleh kasir
Sebagian di simpan dalam rekening kasir
atau di alihkan ke rekening Pribadi kasir
lainnya atau rekening kerabat lainnya.
Investigation Audit Program - Ordering and Payment
Vulnerabilities Vulnera Internal Control Audit Program Red Flag
How bilities Failure
Where Fraud Data Analytics Sour Doc Document and Investigation
Strategy ce Request Audit Program
Data

1. Belum ada Vendor 1. Validasi atas Ordering SAP • SOP Ordering 1. Dokumen Pengadaan
aturan Spare kebutuhan Frekuensi Analysis Tcod Pembelian Analisa Dokumen pembelian tidak lengkap
penggunaan Parts pembelian Analisa data kebutuhan bulanan dengan e apakah sudah menyertakan
rekening barang dengan data pembelian • Matriks justifikasi kebutuhan 2. Vendor merupakan
pribadi jumlah Aplik Otorisasi Payment vendor lokal dan telah
pemakaian Internal Control Avoidance asi 1. Dapatkan data kontrak bekerjasama dengan
2. Tidak ada tidak dilakukan Analisa Split Transaksi dibawah Nilai • Rekening vendor dan lihat TOP jangka panjang
pemeriksaan Treshold Koran menurut kontrak
barang 2. Penggunaan Cabang 2. Dapatkan rekening 3. Lead time Pencatatan
diterima Rekeing pribadi Receiving Perusahaan Analisa pembayaran dengan
selama 3 kasir untuk Identifikasi Spesifik • Kontrak mutasi yagn terjadi tanggal pencatatan
bulan karena transaksi Analisa tanggal barang diterima menurut Kerjasama 3. Dapatkan rekening laporan keuangan
pic resign operasional dokumen dengan tanggal GR Vendor Suspect Analisa mutasi (Jurnal) berjarak 60
tidak dimonitor rekening hari
Payment • Invoice 4. Analisa dokumen Vendor
Internal Control Avoidance Vendor (TDP, Akta, dll) apakah 4. Harga Beli
1. Analisa tanggal pembayaran ada karyawan kita menjadi perusahaan lebih
dengan tanggal jurnal transaksi • SOP pengurus vendor mahal daripada harga
Pengeluaran undercover
2. Analisa Invoice diterima dengan Kas Receiving
tanggal dibayarkan menurut Lakukan stock opname barang
rekening koran • Voucher yakinkan apakah semua barang
Pengeluaran diterima
Number Anomaly
Jumlah pembayaran bulanan • Bukti Proactive Fraud Audit
Rekonsiliasi Program
Horizontal Analysis Bank
Perbandingan Konsumsi tahun ini Undercover operation untuk
dibandingkan dengan budget • Laporan melihat kesesuaian harga pasar
Penerimaan dengan harga yang Perusahaan
Ratio Analysis Barang bayar
Inentory Turnover
Fraud Data
Analytics In
Procurement
Corruption
Typical Concealments
• Vendor Real beroperasi dengan satu nama yang melibatkan pihak internal
• Vendor Real beroperasi dengan beberapa nama melibatkan pihak internal
• Vendor Real beroperasi dengan pernyataan keahlian fiktif
• Subcontractor dengan melibatkan pihak internal perusahaan
• Oknum karyawan mempunyai hubungan kepemilikan di perusahaan fiktif,
atau perusahaan / vendor real
• Oknum karyawan mempunyai hubungan istimewa dengan perusahaan fiktif
The Fraud Data Analytics Plan
Primary Fraud Secondary Fraud Fraud Action Concealment Technique
• False Sole Source Statement
• Split Purchase Order
Bid Avoidance :
Bribery / Conflict • Justifikasi yang tidak tepat atas
Metode yang dilakukan oleh pihak
Interest / Extortion Revisi / Extend / Penambahan
internal agar vendor terhindar dari
dalam Proses Purchase Order
Bidding Process
Procurement • Management Override
• Membatasi vendor lain untuk
submit tawaran
Corruption in
Procurement • Membuat kebutuhan diluar yang
seharusnya
Bribery / Conflict • Pembelian sengaja ketika harga
Interest / Extortion naik
Korupsi Oleh Pihak Internal dalam
dalam Proses • Advance Communication with
Penyusunan Spesifikasi
Procurement supplier
• Justifikasi Samar atau terlalu
sempit (Menguntungkan salah satu
vendor
The Fraud Data Analytics Plan
Primary Fraud Secondary Fraud Fraud Action Concealment Technique
Bribery / Conflict Interest / Pihak internal membiarkan • Unqualified Supplier dengan pernyataan yang salah
Extortion dalam Proses vendor memberikan data Financial, Capacity, Experience
Pengadaan (procurement). salah atau menutupi data • Mengeluarkan supplier berkualitas dari list penawar
sesungguhnya • Tidak memberitahukan masa penarawan sesuai
ketentuan

Bribery / Conflict Interest / Pihak internal melakukan • Sengaja membuat tawaran


Extortion dalam Proses dengan melakukan • Penawar melakukan penarikan tawaran dengan
Pengadaan (procurement). pada phase pembukaan, • Pemenang dijatuhkan kepada vendor yang tidak
Corruption in penerimaan dan penutupan • Membocorkan informasi vendor A kepada vendor B
Procurement dokumen tender Vendor lainnya)
• Memberikan waktu agar vendor favorit dapat
setelah semua penawaran dibuka

Bribery / Conflict Interest / Korupsi Pada saat awarding • Scoring system menguntungkan satu vendor
Extortion dalam Proses tender • Awarding kepada supplier yang tidak qualified
Pengadaan (procurement) • Memberi diskualifikasi yang tidak jelas kepada
qualified
Bribery / Conflict Interest / Perubahan Order pada saat • Terlalu banyak order berubah
Extortion dalam Proses implementasi • Perubahan yang tidak terduga
Pengadaan (procurement). • Bidder yang kalah menjadi subcontractor
The Fraud Data Analytics Plan

The Audit Objective

 Menentukan bagaimana Tindakan korupsi yang dilakukan fraudster dalam


keputusan
 Tetapkan bahwa representasi mengenai proses, asumsi, dokumentasi, kualifikasi,
persyaratan, atau keputusan manajemen keliru.
 Tentukan bahwa para pihak yang membuat representasi mengetahui atau
memiliki pengetahuan, representasi itu salah.
 Menentukan bagaimana Vendor menaikkan biaya
 Menghitung kerugian bagi Perusahaan
The Fraud Data Analytics Plan
What Data Needed Source Document Need

• Apa barang atau jasa yang dibeli ? Procurement Process


• Siapa yang Membeli barangnya • Request For Proposal yang di submit kepada vendor
• Bagaimana Proses Bidding Dilakukan • Seluruh vendor yang di undang mengikuti tender
• Purchase Order Data and Supplier Invoice Data • Tanggal Bid di informasikan dan Bid di Submit vendor
• Time Period Data : Two Years Data • Bid analysis yang dilakukan procurement
Payment Process
• Purchase order Original and changes
• Invoice Vendor
• Line Item PO and Invoice
Fraud Data Analytics Strategies

• Strategi penghindaran kontrol internal (Internal Control Avoidance) adalah untuk penghindaran tawaran.
identifikasi langsung transaksi yang disusun untuk menghindari penawaran (Bid Avoidance)
• Strategi interpretasi data (Data Interpretation) digunakan untuk melihat favoritism dalam pemberian
Proses penalaran dimulai dengan meringkas data berdasarkan pada analisis informasi pesanan pembelian
faktur pemasok informasi.
• Pendekatan identifikasi khusus (Specific Identification) untuk pengeluaran yang ditargetkan. Awal titik adalah
besar untuk pengeluaran yang ditargetkan. Data yang diperlukan adalah pesanan pembelian dan faktur
line-item deskripsi.
The Fraud Data Analytics Plan
Fraud Data Fraud Data Analytics Source
Analytics Audit Program TCODE
Strategy
Internal Same Supplier • SAP Z
Avoidance • Analisa Purchase Order dan buat summary data terdiri dari dua data dengan nilai dibawah • APPS….
atas threshold
• Urutkan PO dibawah limit dengan kriteria Frequency order, Nilai Transaksi, dan rata –rata nilai
Hidden Supplier
• Lihat Master Data Suplier Identifikasi kesamaan nama / alamat / rekening bank
• Setelah ditemukan, lakukan grouping supplier yang di identifikasi serupa dan lakukan sorting
dimana akan mengeluarkan data unit price, quantity, dan nilai transaksi,
• Lihat apakah ada invoice yang di identifikasi serupa yang dipecah melebihi nilai transaksi
One Time Vendor (or Direct Purchase)
• Dapatkan List PO dan Invoice
• Hitung PO Date VS Invoice dapatkan PO Date = Invoice Date atau PO Date > Invoice Date
• Lihat penggunaan vendor tersebut apakah di department tertentu atau seluruh departement

Data Continued Relationship With Same Supplier • SAP Z


Interpretation • Dapatkan data dua tahun pembelian • APPS….
• Pilih biaya atau pembelian yang akan di lakukan investigasi
• Analisa jumlah frekuensi pembelian, Nilai Transaksi secara penuh, nilai transaksi rata-rata
• Identifikasi GAP terlalu jauh antara satu vendor dengan vendor lain
• Pilih Vendornya dan identifikasi proses pembeliannya
The Fraud Data Analytics Plan
Fraud Data Fraud Data Analytics Source
Analytics Audit Program TCODE
Strategy
Data Changes Old to New Supplier (Suddenly Changes) • SAP Z
Interpretation • Dapatkan data dua tahun pembelian • APPS….
• Pilih biaya atau pembelian apa yang akan di lakukan investigasi
• Analisa jumlah frekuensi pembelian, Nilai Transaksi secara penuh, nilai transaksi rata-rata
• Identifikasi Apakah ada vendor yang pada tahun sebelumnya nilai transaksi kecil atau Zero
berjalan mengalami signifikansi trend
Continued Relationship With Same Supplier • SAP Z
• Dapatkan data dua tahun pembelian • APPS….
• Pilih biaya atau pembelian apa yang akan di lakukan investigasi
• Analisa jumlah frekuensi pembelian, Nilai Transaksi secara penuh, nilai transaksi rata-rata
• Identifikasi GAP terlalu jauh antara satu vendor dengan vendor lain
• Cek Create date dari vendor tersebut untuk di cek apakah Kerjasama dengan vendor terjadi di
• Pilih Vendornya dan identifikasi proses pembeliannya
Specific • Dapatkan invoice vendor dan summarykan berdasarkan line item berdasarkan quantity dan unit • SAP Z
Identifications • Identifikasi apakah ada Quantity dimana pembelian dilakukan dengan jumlah lebih besar dari • APPS….
• Identifkasi Apakah ada harga unit dimana harga lebih besar dari harga kontrak
• Identifkasi apakah ada nama supplier (Subkon) yang seharusnya tidak ada di PO Ini
supplier utama melakukan subkon ke supplier lain
The Fraud Data Analytics Plan
Fraud Data Fraud Data Analytics Source
Analytics Audit Program TCODE
Strategy
Specific • Identifikasi data Vendor yang memenangkan procurement lihat apakah • SAP Z
Identifications seluruh penawar aktif bertanya • APPS….
• Identifikasi apakah ada supplier yang tiba tiba mundur dari tender
• Dapatkan 3-4 tender serupa dan lihat peserta vendor yang ikut lakukan
identifikasi apakah ada pola dimana peserta vendor yang ikut sama dan
masing masing bergantian submit lowest bid price
• Dapatkan 3-4 tender serupa dan lihat peserta vendor yang ikut lakukan
identifikasi apakah ada pola dimana peserta vendor yang menang di
identifikasi membagi area dalam tender yang dimenangkan
COVERT OPERATION

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA-NC


Covert Investigations
• Covert Investigation adalah tehnik
 Mendapatkan bukti dengan Agent
 Tidak berkomunikasi dengan target

• Dua Tipe Covert Investigations ;


 Undercover Operations
 Surveillance Operations

• Type Of Information
 Untuk pasar pencurian barang illegal
 Modus Operandi
 Detail personal tentang fraudster
Covert Operations Key Concern & Risk

• Perencanaan yang efektif karena


Kesalahan dapat menyebabkan
bahaya untuk investigator

• Pertimbangkan risiko Reputational,


Financial, Legal consequences
damage

• Operasi jangan melanggar privacy


seseorang
Basis to Run Covert Operation

Informasi lokasi dimana Bukti yang


operasi akan dilakukan Ingin di cari

Identifikasi Suspect Don’t disclosed


Informan
Objectives

Obtain Evidence of a Engage in Possible Illegal


Past, Current, or Identify Co – Inspirators
Activity
Future Crime

Identify Modus Operandi Recover Illegal Gains


Covert Operations Works
Infomasi atas criminal activity diyakini terjadi
atau telah terjadi namun bukti hanya sedikit
atau tidak kuat

Kerugian telah terjadi namun tidak terdapat


bukti informasi yang kuat siapa yang
bertanggung jawab

Untuk mengidentifikasi hubungan antara


suspect dengan pihak yang terduga membantu
terjadinya fraud

Untuk melihat praktik actual yang terjadi di


lapangan dengan peraturan yang ada

Informasi tidak langsung biasanya lebih reliable


Problem in Covert Operations
Restrictions on Electronic Recording

• Komunikasikan dengan tim Legal atau


lakukan training lebih dahulu
• Alat bukti dari Covert Operations tidak
diperkenankan (Video, Rekaman, Photo)

Entrapment

• Menjebak sesorang untuk melakukan


kejahatan yang tidak di inginkannya tidak
diperkenankan
UNDERCOVER OPERATION
Undercover Operation
Undercover Operations
a) Menggunakan Teknik mengelabui atau menyamar untuk mendapatkan
bukti langsung dengan kegiatan ilegal
b) Agents aktif memberikan informasi
c) Terlibat dalam kegiatan atau percakapan kegiatan fraud

`
Kapan Investigator dinyatakan melakukan undercover

Ketika Investigator menyebunyikan identitas untuk mendapatkan informasi,


dengan cara :
a) Mengadopsi nama lain
b) Atau Teknik lain agar tidak dikenali suspect / target
Establishing Identity
• Harus mengenal kota atau tempat undercover
• Membuat cerita fiktif tentang identitas atau melibatkan pihak lain
untuk meyakinkan penyamaran
• Siapkan catatan, jam, alat perekam video atau suara
• Mampu menjelaskan semua bukti yang di dapat
• Memiliki Kartu Nama atau ID Card Fiktif
• Jangan menakuti Target
• Contact harus senatural mungkin dengan target seperti (memiliki hobi
sama, olahraga sama, dst)
HUMAN INTELLIGENCE -
SURVEILLANCE
Basic Surveillance
Surveillance adalah Observasi terencana atas seseorang atau lokasi tertentu
atau object lain, biasanya lebih kepada untuk mencari cerita atau informasi
tentang seseorang

• Two Types of Surveillance :


• Mobile Surveillance biasanya dikenal dengan tailing or shadowing,
dapat dilakukan dengan kendaraan atau berjalan kaki untuk
mengikuti seseorang
• Fixed Surveillane biasanya berdiam disatu lokasi untuk waktu tertentu

• Two Method of Surveillance :


• Loose Surveillance : digunakan ketika kita tidak perlu dekat dengan
target
• Close Surveillance : digunakan ketika kita harus dekat dengan target
walaupun mempunyai risiko teridentifikasi

• Surveillance Teknik paling penting untuk megidentifikasi lokasi atau


kediaman seseorang atau hubungan fraudster dengan orang lain yang
dapat dijadikan fakta dalam investigasi
Key Focus Surveillance
• Surveillance dengan berjalan
atau kendaraan perlu
mempunyai skill dan
perencanaan yang baik

• Implementasi perlu dilakukan


secara hati-hati

• Perekaman harus dilakukan


secara hati hati, dan catatan
detail harus di
dokumentasikan dengan baik
dan digunakan dengan
proper
Surveillance Plan & Implementation
• Pakaian tidak boleh terlalu mencolok

• Pergantian pakaian tidak boleh terlalu sering

• Jika ada dua observer gunakan symbol symbol

• Observasi dengan sabar dan ketahanan fisik yang tinggi

• Hindari pergerakan yang tidak diperlukan

• Hindari menggunakan tanda mencolok seperti jenggot lebat

• Jangan tatap mata suspect secara langsug

• Harus tau kapan stop


TYPE OF SURVEILLANCE – Foot Surveillance
a) One Person Surveillance

b) Two Person Surveillance


TYPE OF SURVEILLANCE – Foot Surveillance
c) Three Person Surveillance
Surveillance Movement
Vehicle Surveillance

General Theory
• Gunakan kendaraan yang banyak di temui di pasaran
• Gunakan Nomor polisi dari kota tersebut
• Jangan sampai kehabisan bensin
• Kombinasi dengan berjalan lebih baik

One Vehicle Surveillance


• Kendaraan mengikuti dari jauh
• Ketika target stop observer harus mengikuti dengan berjalan
• Ketika suspect ada di jalan buntuk ada dua langkah yaitu :
a) Berjalan maju dan menuju pertigaan untuk memutar balik atau belok
b) Terus berjalan sampai ke sudut

Two Vehicle Surveillance


• Teknik ini sama dengan surveillance berjalan kaki dan lebih flexible karena bisa tukar posisi
kendaraan
Fixed Surveillance
• Digunakan Ketika subject tidak bergerak
• Observer dapat bergerak di sekitar target
• Perencanaan perlu sangat baik dilakukan

Aerial Surveillance
• Observasi tempat, orang atau kelompok dengan
menggunakan device aerial

a) Satellite surveillance :
• Dapat menginvestigasi area remote, atau
ekslusif atau sangat bahaya untuk di datangi
• Dapaat membantu pemetaan terkait target

b) Aerial Surveillance with Unnamed Craft:


• Drone metode surveillance dengan peralatan
canggih dan dilengkapi denagn kamera malam
dan infra red
Interview and
Interrogation Technique
TERMINOLOGY

Interview
• Wawancara terstruktur yang tidak menuduh dengan menggunakan pertanyaan-
pertanyaan yang bersifat memprovokasi namun bertujuan untuk memunculkan perilaku
yang dapat ditafsirkan agar dapat interviewer dapat membedakan sifat kejujuran atau
rasa bersalah.
• Tambahan informasi faktual mengenai kasus dan/atau tersangka juga dapat
dikembangkan selama wawancara ini.

Interrogasi

Percakapan antara investigator dan suspect, selama dimana suspect terlibat dalam suatu
kejadian tertentu atau sekelompok kejadian. Namun Bahasa interogasi jarang digunakan
karena suspect akan merasa tertuduh tanpa mengetahui bukti sebelumnya
Karakteristik •

Panjang dan kedalam interview harus cukup
Interview mendapatkan fakta yang sesuai bukan yang berlebih
Interview yang • Masukan informasi relevan dan keluarkan tidak relevan
• Sebaiknya dilakukan dekat dengan tanggal terjadinya transaksi
baik • Perlakukan interview sewajar mungkin

Karakteristik • Tunjukan ketertarikan terhadap responden


Interviewer •

Jangan di interupsi responden
Hindari bias informasi
yang baik • Interviewer harus on time
• Jangan Menakuti responden
Jenis Interrogasi
Suspect Decision Making (Hilgendorf and Irving, 1981) :
Suspect dalam mengakui berada di situasi harus memilih konsekuensi dari pengakuan yang akan
diambil

Cognitive Behavior Model of Confession (Gudjonson, 1989) :


Pengakuan tersangka akan berdasarkan kepada hubungan tersangka dengan beberapa faktor yaitu
sebagai berikut

a) Social : Suspect takut akan dikucilkan dari lingkungan socialnya


b) Emotional : Suspect merasa stress dan takut akan konsekuensi di masa depan yang tidak jelas
c) Cognitive : Suspect meingintrepretasikan bahwa perbuatan mereka sudah diketahui
d) Situational : Suspect merasa tidak nyaman dengan kondisi interview yang dilakukan oleh
investigator

Tips untuk Investigator


a) Melakukan pendekatan penerimaan social yang akan dirasakan suspect jika mereka mengakui
perbuatanya
b) Melakukan pendekatan bahwa beberapa kewajiban akan di lakukan oleh suspect
c) Tingkatkan stress suspect dengan dampak social dan psikologis lebih besar Ketika ia menolak
mengaku
Jenis Interogasi
Emotional Model of Confession (Jayne 1986)

• Suspect menghindari untuk mengatakan yang sebenarnya sebagai upaya mereka untuk
menghindari konsekuensi dari tindakan mereka.
• Suspect dalam model ini mengalihkan kesalahan atas tindakan mereka ke beberapa sumber
selain diri mereka sendiri.
• Secara umum, model ini mendorong individu untuk menggunakan emosi dalam menentukan
pengakuan, Akibatnya, tersangka dapat bereaksi emosional, menangis dan terisak ketika mereka
menghubungkan tindakan kriminal mereka dengan pemeriksa.

Tips untuk Investigator


• Menjadi mediator antara supect dengan Perusahaan
• Gunakan Rasionalisasi technique
Decision to Confess
Beberapa alasan suspect tidak mengakui
perbuatannya

a) Takut akan di PHK atau dampak lainnya


b) Takut akan di tangkap pihak berwajib
c) Perasaan malu
d) Takut akan diminta mengembalikan kerugian
perusahaan
e) Takut akan dilakukan pembalasan

Penyangkalan secara absolute disebabkan oleh


beberapa faktor lainnya :
• Environment : Waktu, Tempat, dan faktor
lingkungan lainnya
• Suspect : Pengalaman suspect dengan
hukuman yang diterima sebelumnya
• Investigator : Kontribusi terbesar dalam
penyangkalan suspect adalah kompetensi
interogasi dari investigator
Empat Tahap Investigasi

Reducing Mendapatkan Mengembangkan Menutup


Resistance Penerimaan dengan
Penerimanaan Professional
Introductory

Informational
Jenis
Pertanyaan Assessment

Admission Seeking
Introductory
Questions
INTRODUCTORY QUESTIONS
• Provide Introduction  Hindari tittle
• Establish Rapport  Jangan over untuk mengobrol diluar topik
• Establish Theme  Sampaikan tujuan interview
• Observe Reaction  Observasi reaksi responden
• Theme Development  Tunjukan bahwa interviewer membutuhkan
bantuan interviewee
• Interviewer harus open dan bersahabat
• Maintain Physical contact :
• Bersalaman atau menyentuh responden mengurangi barrier antara kedua
belah pihak
• Jangan mengintimidasi area personal responden (minimal 3 kaki)
• Gunakan body language yang wajar (bersalaman, kata kata lembut,
menyetujui responden)
• Jangan menginterview lebih dari dua narasumber
• Jaga privacy hasil interview
INTRODUCTORY QUESTIONS

• Bertanya tentang pertanyaan non


Instead Of Use
sensitive
• Responden harus dikonfirmasi apakah Investigation Inquiry
mereka bersedia membantu, jika diam
ulangi konfirmasi sampai menjawab Audit Review
• Gunakan Teknik transisi sbb :
• Ini adalah hal rutin kami melakukan Interview Ask few
review terhadap proses….. Apakah anda
bersedia membantu? Questions
Embezzle/ste Shortage or
/theft paperwork
problem
Informational
Questions
INFORMATIONAL QUESTIONS
Type Description Questions
Open Questions Sulit untuk menjawab iya / tidak • Apa pekerjaan anda?
• Tolong deskripsikan
prosedur penerimaan
• Type Questions Include karyawan?
Close Questions Jawaban Iya / Tidak Apakah anda bekerja disini?
• Memperoleh pemahaman
tentang internal control atau Leading Questions Digunakan untuk mengkonfirmasi Apakah benar anda di
proses fakta yang sudah diketahui investigator menjadi Manager tahun

• Bertanya terkait dokumen


atau transaksi
Double negative Jenis pertanyaan yang membuat Apakah anda tidak terlibat
• Memperoleh pemahaman Questions bingung karena menganjurkan hal yang tidak sesuai
tentang sistem menjawab bertentangan dengan fakta peraturan?

• Biasanya digunakan juga Complex questions Jenis pertanyaan yang sangat sulit Apa Pekerjaanmu ? Sudah
untuk mencari informasi karena membutuhkan dua jawaban berapa lama kamu bertugas
tentang job desc satu waktu disini?

Attitude Questions Jenis pertanyaan terkait dengan • Apakah kamu suka


momen kedekatan olahraga?
• Apa makanan
Type of Informational Questions
Type Description Contoh Questions
Question Jenis pertanyaan dimulai dari hal Berapakah jumlah uang yang
Sequences umum menjadi detail, terutama hilang pada bulan September
membantu responden untuk 2021?
hal yang mereka lupakan
Controlled Untuk memancing agar responden • Karena anda tidak terlibat,
Answer menjawab sesuai harapan kita saya yakin anda tidak
Technique keberatan untuk menjawab
pertanyaan saya.

• Hindari kalimat negatif :


Saya rasa kamu tidak
keberatan menjawab
pertanyaan saya
Free Narative
INFORMATIONAL QUESTIONS Technique
Note Taking
• Jangan mencatat semua keterangan responden (hanya fakta saja)
terlalu banyak mencatat akan membuat wawancara akan rumit dan
menghambat
• Jangan memperlambat interview untuk mencatat

Maintain Eye Contact


• Lakukan eye contact senyaman mungkin dan seserring mungkin

Opinion
• Jangan memberi opini tentang kalimat atau ekspresi yang
dikeluarkan respondent
• Jangan menunjukkan ekspresi berlebihan Ketika menulis
INFORMATIONAL QUESTIONS
Type Reaction Effect Other Technique

• Menulis pertanyaan Proxemics Jika responden menyandar ke kursi maka


menjadi tanda ybs tidak senang atau tidak
• Pertanyaan jangan ditulis
seluruhnya hanya inti saja, Chronemics Menggunakan waktu untuk menyampaikan (a) Pacing : Interviewer
biarkan interview spontan mengendalikan
kata dalam bertanya

(b) Silent Probe: Waktu


• Jangan biarkan narasumber antar jawaban dengan
pertanyaan berikutnya
membaca daftar pertanyaan
memungkinkan mereka Kinetics • Gunakan Gerakan tubuh untuk
akan mengarang jawaban pesan dengan contohnya kontak mata
• Seseorang yang malu biasanya akan
menunduk dan tidak berani menatap
interviewer, namun hati hati bisa jadi
• Dokumentasikan dengan seseorang tersebut mempunyai sifat
Berita Acara Interview

Paralinguistics Menggunakan volume, pitch dan kejelasan


• Observasi reaksi responden dalam bertanya untuk menyampaikan pesan
INFORMATIONAL QUESTIONS
Teknik Menghadapi penolakan

Saya Sangat Sibuk?


• Interview hanya sebentar
• Saya sudah disini
• Project Sangat Penting
• Proses Interview tidak rumit
• Saya membutuhkan pertolongan

Saya tidak tahu apa apa?


• Saya mengerti, jadi tugas anda apa saja
• Nah itu yang saya ingin ketahui, Apakah anda tahu tentang control pembayaran?

Saya Tidak Ingat ?


• Saya mengerti, mungkin tidak ingat karena transaksi besar, tapi apakah nilai uang hilang lebih dari Rp 10.000?
• Tidak masalah kalau tidak ingat, hanya reaksi anda saat kejadian seperti apa ?

Maksud anda apa ? Biasanya ini merupakan pertanda, yaitu sbb :


• Resistance, mencoba mengalihkan perhatian dari diri pewawancara
• Mencuri waktu untuk mencari jawaban
• Tidak jelas atas pertanyaan interviewer
Assessment
Questions
Assessment Questions
1. Tekhnik untuk menguji kredibilitas respondent (Terutama jika mereka inkonsisten)
2. Dipakai jika kita meyakini mereka berbohong
3. Gunakan kata pembuka seperti : saya punya pertanyaan tambahan

Tujuan Assessment
Closing Questions
Untuk menyimpulkan hasil interview
Reconfirm Facts
Mengkonfirmasi Kembali fakta yang didapat dari interview namun tidak perlu dilakukan konfirmasi seluruh
informasi, batasi yang penting saja seperti :
Pak saya ingin mengkonfirmasi beberapa fakta yang penting dari hasil interview, yaitu …….
Mendapat fakta tambahan
Jika dimungkinkan interviewer dapat meminta dokumen tambahan (jangan janji untuk kerahasiaan) namun
sebutkan saya akan menjaga nama anda sebisa mungkin. Jenis pertanyaan sbb :
a) Pak Ali apakah anda yakin Pak Leo memalsukan invoice, jika ada dokumen tambahan boleh kami di support
Kembali?
b) Pak Andi apakah ada lagi yang mau disampaikan ?
Menyimpulkan interview (maintain hubungan)
Simpulkan hasil interview jika memang seseorang tidak terlibat sampaikan dan jangan lupa berterima kasih
METHODOLOGY Truthful Untruthful
ASSESSMENTS Calm Impatient
QUESTIONS Relaxed Tense

Berikut adalah sikap Cooperativ Defensive


dimana perbedaan
dari responden jujur Concern Outwardly,
atau tidak jujur Unconcern
Sincere Over friendly,
Inflexible Defeated
Cordial Surly
Questions Answer
Anda tahu saat ini bahwa Perusahaan Honest & Dishonest : Iya saya tahu, itu
dengan Tindakan Penyimpangan terhadap yang bagus
kerja? Bagaimana pendapatmu

Rata-rata pelaku penyimpangan punya tujuan Honest : Yes, tapi penyimpangan itu tetap

METHODOLOGY
menyelamatkan pekerjaannya atau karena dibenarkan
Perusahaan tidak layak dalam membayar gaji
mereka, kira-kira anda paham maksud saya? Dishonest : Yes
ASSESSMENTS Menurut Pendapat kamu mengapa mereka Honest : Tidak ada justifikasi untuk

QUESTIONS melakukan penyimpangan


Dishonet : seharusnya perusahaan lebih
dengan mereka

Menurut pendapatmu apa yang harus kita Honest : Pecat dan beri sanksi seberat-
dengan pelaku penyimpangan ini
Dishonest : Saya tidak tahu, tapi mungkin
berikan kesempatan Kembali
Menurut Kamu, adakah peluang di Honest : Yes, dan akan memberikan detail
kamu untuk melakukan penyimpangan
Dishonest : no, Tanpa memberi detail
Pernahkah kamu ambil kesempatan / Honest dan dishonest : No
menyalahgunakan jabatan kamu

Menurut kamu siapa orang yang melakukan Honest : akan menyebutkan detail nama
penyimpangan di departement kamu
Dishonest : semua orang dapat berlaku
Questions Answer
Apa pendapatmu, Honest : No
teman-teman anda
mengatakan bahwa anda Dishonest : Banyak
melakukan orang yang tidak
METHODOLOGY sama saya, jadi
ASSESSMENTS saja
QUESTIONS Bagaimana perasaanmu Honest : Saya tidak
kamu ketahuan masalah, karena
penyimpangan? Bisa tidak melakukan
diceritakan perasaanmu hal penyimpangan
seperti apa
Dishonest : Saya
mau dipenjara
Point to Concern Description

Norming / Calibrating a) Observasi sikap ketika pertanyaan kritikal


b) Responden jujur akan menjawab dengan
c) Responden tidak jujur akan setuju setiap
interviewer, sedangkan orang jujur tidak

WHAT Physiology Deceptions Responden yang tidak stabil missal sedang sakit
tidak dapat di interview (karena terjadi deviasi)

TO
Verbally Clues Clue yang disebutkan

Pattern Speech Perubahan nada bicara

ASSESS
Pertanyaan berulang Pembohong biasanya mengulang pertanyaan
contoh
• Maaf bisa di ulang lagi?
• Maaf maksudnya kas yang ada di kasir?

Comment Regarding Komentar yang tidak perlu atas suasana interview


1. Ruangannya dingin sekali ya
2. Berapa lama lagi ya interviewnya

Selective Memory Sepertinya saya tidak ingat


Point to Concern Description

Making Excuse Contoh Kalimat : Saya selalu nervous tidak usah di


ya

Emphasis on certain Orang yang berbohong biasanya mengutip perkataan


seseorang untuk mendukung kebohongannya

WHAT Oath
Contoh Kalimat : Pak Direktur yang menginformasikan
seetiap transaksi harus cepat
Contoh kalimat : “ I swear to the god” “Honestly” “ to

TO
truth”
Character testimony Contoh kalimat : Anda boleh tanya istri saya dan
tentang kejujuran saya

ASSESS Answering with

Overuse of Respect
Contoh kalimat : Kenapa saya harus berkata tidak

Contoh kalimat : Maaf pak saya tau Bapak


tapi saya tidak melakukannya
Increasing weaker Orang tidak jujur akan melemah suaranya dan
penolakannya bahkan sampai diam
Failure to Deny Orang jujur akan jawab Tidak tanpa kata tambahan,
jujur akan menambah kata kata contoh : saya tidak
pencurian tanggal 27 juni sejumlah Rp 400.000
Avoidance of Emotive Pembohong akan menghindari kata pencurian tapi dia
Words menggunakan kata halus seperti meminjam,
Point to Concern Description
Refusal to implicate other suspects Menolak memberikan informasi pihak lain
Tolerant attitudes Contoh kalimat :
Apa yang harus kita lakukan kalau pelaku

WHAT Honest : Pecat / lapor polisi

Dishonest : Mungkin orang itu orang baik, hanya


khilaf baiknya kita maafkan saja

TO Reluctant to Terminate Interview

Feighned Unconcerned
Orang tidak jujur akan memaksa bahwa dia tida
bermasalah dan investigasi harus selesai
Honest : selalu focus kepada interviewer

ASSESS Nonverbal Clause


Dishonest : Tidak akan serius, mencoba
mencoba tertawa dst
Banyak gerak tubuh
Full Body Motions Honest : Akan terus condong ke interviewer dan

Dishonest : Menjauh dari interviewer sikap

Ilustrator Tangan Aktif


Manipulator Memainkan object di depan meja contoh pinsil,
minum, atau object lain
Fleeing Positions , Crossing Hands,
Hands
ADMISSION
SEEKING
QUESTIONS
Admission seeking questions
• Digunakan Ketika kita yakin bahwa Aktor suspect critical (main actor)
• Proses dilakukan Ketika semua tahapan selesai
• Interviewer mempunyai bukti bahwa suspect melakukan fraud
• Interviewer perlu melakukan proses ini dengan meninggalkan ruangan dan berkata “sebentar ya saya
mau cek sesuatu”
• Interviewer Kembali dengan membawa dokumen yang memberatkan suspect, dengan ditambah
dokumen gimmick
• Interviewer datang kedalam ruangan dengan mengucapkan “ Bisa dijelaskan tentang ini” tidak perlu
disebutkan detail dokumenya

Tujuan proses ini


• Untuk mempertegas apakah dia bertanggung jawab terhadap Fraud
• Untuk membuktikan kesalahan (biasanya pembohong akan mengakui, dan orang jujur akan merasa
tidak takut)
• Jangan ada pemaksaan, pengakuan harus sukarela (bisa di ancam kasus dibawa kepolisian)
• Tulis berita acara interview atau pengakuan
Technique Contain Type Questions

ADMISSION Display physical


evidence
- Keluarkan bukti satu-satu
jangan semua dikeluarkan)
- F : Saya tidak dapat melakukan ini, saya
bisa membayar invoice ini

SEEKING - Ketika frausdster tidak


membantah hentikan untuk
- I : Ini invoicenya, tapi barang tidak
terima (jika anda sudah konfirmasi ke

QUESTIONS
memperlihatkan bukti Procurement tidak perlu disampaikan
suspect)

- I : Maaf pak / bu percuma anda


kami punya bukti lain yang cukup berat
keterlibatan anda. Tolong Pak/Bu kita
sama agar ini cepat selesai (tidak perlu
Diffuse Alibis dihakimi bahwa suspect berbohong)

• Biasanya pertanda suspect akan


Discuss Deceptions - Tehnik berdiskusi atas - F : Saya tidak mungkin melakukan ini,
terus menolak mengaku penolakan suspect bukan bagian saya
• Tetap menjelaskan alasan - Tujuannya menguji logika - I : Situasinya begini pak, Bapak tau apa
mengapa dia tidak melakukan suspect bukan untuk bapak sudah lakukan, sama seperti saya
atau menghakimi dengan juga sudah tau mengenai hal itu
• Tahap ini untuk mempertegas pembohong
kuatnya alat bukti kita - I : Saya tau ini sulit untuk diterima, tapi
faktanya jika semua orang melihat bukti
• Semua ini dapat dihadapi dari akan merain kesimpulan yang sama jika
table disamping yang bertanggung jawab

- I : Jika bapak terus menolak ini yang


membuat situasi semakin buruk dan
larut, bapak paham ya pak?

F = Fraudster, I = Investigator
Technique Contain Type Questions
Discuss - Menjelaskan tentang - F : Saya tidak bisa
Witness informasi dari saksi ini, saya butuh persetujuan
tanpa menyebutkan Boss saya

ADMISSION -
detail saksinya

Menginformasikan
- I : Dalam situasi normal
seperti itu namun dari

SEEKING bahwa semua saksi


berlawanan dengan
terduga
saksi berkata lain dengan
penjelasan anda dan
memberatkan anda

QUESTIONS - I : saya mengerti anda ingin


saya percaya cerita anda,
namun Ini akan membuat
berlarut larut

- I : Jika anda menolong


anda juga akan menolong
sendiri pak, apakah anda
mengerti?

F = Fraudster, I = Investigator
Rationalisation Technique Type Questions
Unfair treatment Linda, saya pernah melihat situasi seperti

IDENTIFIED MENS REA sebelumnya dan saya pikir perusahaan


dengan anda, jika Anda diperlakukan
(RATIONALISATION adil hal ini tidak akan terjadi, betulkah?

TECHNIQUE)
Inadequate Recognition “Saya telah menemukan beberapa hal
Anda, menurut saya Anda telah
lebih banyak kepada perusahaan ini
yang mereka akui, bukan begitu linda?
• Setelah fraudster mengaku,
investigator perlu untuk Financial Problem • “Saya telah menemukan apa yang
Anda bayarkan di sekitar sini dan
menggali Mens Rea yang di sejujurnya, saya terkejut.
lakukan fraudster dengan • Tidak heran Anda harus terlibat
berbagai Teknik pertanyaan ini, Anda melakukan ini untuk
hidup, bukan ?“
sebagai berikut : Family Problem • Linda Saya tahu Anda memiliki
masalah keluarga, saya tahu
baru-baru ini sulit bagi Anda, dan
• Dari contoh berikut Pelaku tahu bagaimana ketika masalah ini

Bernama Linda • Anda tidak akan pernah melakukan


bukan karena masalah keluarga,
begitu linda”
Technique Contain Type Questions
Present - Biasanya setelah menolak “Linda, apakah kamu hanya
Alternative fraudster akan menangis uang tambahan atau kamu
melakukan ini karena masalah
- Investigator dapat bertanya keuangan?”
mengapa suspect
hal yang tidak bermoral ini
Benchmark - Setelah pengakuan - F : Saya tidak melakukan
Admission diakui ikuti dengan hal untuk uang extra semata

- I : Berarti anda melakukan

IDENTIFIED karena ada masalah

MENS REA Reinforced


rationalisation
Buat tersangka mengaku
nyaman dan jangan menghakimi
“Linda, saya senang mendengar
bahwa Anda memiliki alasan
baik untuk melakukan ini, yang
memperkuat apa yang saya
selama ini – bahwa Anda
dalam keadaan luar biasa,
pertama kali Anda

F = Fraudster, I = Investigator
Rationalisation Type Questions
Technique

IDENTIFIED Accuser Actions Saya benar-benar menyalahkan sebagian besar pada


jika beberapa hal yang terjadi di sekitar perusahaan ini
akan membuat apa yang telah Anda lakukan tampak sangat

MENS REA Revenge


dibandingkan yang lain, bukan?

Semua orang di sekitar sini tahu bahwa direksi tidak


Anda dalam upaya Anda untuk mengubah perusahaan ini,
mengerti jika Anda berkata pada diri sendiri, saya akan
kepada mereka bahwa apa yang terjadi

Depersonalising the victim Apa yang telah Anda lakukan tidak hanya merugikan satu
saja anda menganggap hal ini sangat kecil sehingga dimata
pemegang saham hanya rugi sedikit saja?”

Minor Moral Infraction Saya bisa melihat diri saya di tempat Anda, saya mungkin
melakukan hal yang sama, bukan?
(hindari penggunaan itu bukan masalah besar, secara
hanya pelanggaran teknis)

Altruism linda saya tahu Anda tidak melakukan ini untuk diri sendiri,
melihat ke dalam masalah ini dengan hati-hati, dan saya
melakukan ini untuk membantu suami Anda bukan" ?

Genuine Need "Saya tidak tahu banyak orang yang mengalami begitu
buruk terjadi sepanjang waktu, saya dapat melihat untuk
masalah hidup atau mati, betul begitu linda?"
Kinesic interview and interrogation
• Nonverbal Body / Body Languange

• Eyes : Liat apakah suspect memejamkan mata, menutup mata atau menunduk
• Pergerakan Alis : Bergerak Cepat
• Menyentuh Wajah : Ketika orang stress biasanya sering menyetuh wajah atau menutupi wajah
• Blushing : Pipi memerah
• Adams Apple : Jakun naik turun
• Carotid arteries : Leher naik turun dan berdetak kencang

• Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan

• Tidak ada single behavior


• Perilaku konsisten dengan stimulus dan berulang
• Tentukan patokan normal dan lihat perubahannya
• Perilaku harus tepat waktu
• Observasi perilaku sangat berat
• Jangan interview grup
TRACING ILICIT
TRANSACTIONS
Penelusuran Transaksi Illegal
Penulusuran di fokuskan kepada beberapa hal
1. Apa yang telah terjadi pada property dari hasil kejahatan
2. Identifikasi siapa saja yang memiiliki property kejahatan

Tracing dilakukan oleh pihak sbb


• Korban kecurangan yang ingin merecovery asset yang hilang
• Penggugat yang ingin memenangkan gugatan atas tergugat
• Keperluan sita Pengadilan

Prosess umum dari Tracing Asset (Mendapatkan Informasi)


Kompilasi informasi tentang subject
1. Tempat karyawan bekerja
2. Tempat dan Tanggal lahir
3. Hubungan kekerabatan (orang tua, pasangan, keponakan, mertua, nenek, kakek, dll)
4. Teman dekat
5. Nomor KTP, Nomor Polis Asuransi, dan Nomor Identitas lainnya
6. Nomor Telephone dan Nomor Handphone
Penelusuran Transaksi Illegal
Informasi Public
Biasanya informasi ini ada di public yang bebas di lihat oleh semua orang (Data pribadi sangat jarang bersifat public)

Collect Nonpublic Records


Data non Public berisi data yang perlu di collect dengan persetujuan suspect dengan persetujuan dari suspect.

Melakukan Interview
Data dapat diperoleh dengan metode interview dimana data yang biasanya di tanyakan adalah sbb:

• Kegiatan usaha sampingan dan pendapatan diluar pekerjaan


• Kekayaan yang dimiliki berupa tabungan, Asset fisik atau asset non fisik
• Kebutuhan keuangan (Pengobatan, hutang, Pendidikan, dll)
• Kewajiban keuangan (Hutang Bank, Hutang Asuransi, dll)
• Gaya hidup dan Hobby
• Nama Keluarga seperi : Orang tua, Anak, dan Istri
• Sumber pengahasilan lainnya seperti (Hibah, Warisan)
• Pengeluaran Bulanan
• Taksiran kekayaan menurut suspect
Penelusuran Transaksi Illegal
Trace the Illicit Transactions
a) Setelah Informasi lengkap lakukan identifikasi, kompilasi dan review seluruh
dokumen yang diterima (Kepemilikan asset)
b) Lakukan Analisa dari catatan keuangan
c) Lihat jika ada perubahan kekayaan property yang tidak dapat dijelaskan oleh
bukti bukti yang ada
d) Lihat jika ada perubahan pada konsumsi atau pola hidup (pembelian pakaian,
perhiasan, travel, dll) yang tidak dapat dijelaskan oleh bukti bukti yang ada
e) Lihat pergerakan asset yang sudah dijual atau dibeli apakah ada kaitan dengan
kasus fraud lainnya

Tiga pertanyaan utama dalam Analis Tracing


1. Apa saja sumber pendapatan, asset dan hutang tersangkat ?
2. Apakah ada informasi yang tidak konsisten atau hilang?
3. Apakah ada gaya hidup terutama pengeluaran yang diluar dari dilaporkan?
Penelusuran Transaksi Illegal
Dua Jenis Tracing Direct dan Indirect
• A direct metode identifikasi dari dana atau asset yang diterima melalui proses Analisa dokumen atau
transaksi keuangan
• Indirect Metode adalah tipe data yang membutuhkan circumstantial evidence untuk menganalisa
hubungan antara kekayaan suspect dengan asset dan catatan keuangan yang dimiliki

Direct Methods of Tracing Financial Transactions


• menggunakan bukti langsung dari pembukuan dan catatan subjek (atau catatan transaksi keuangan
milik pihak ketiga) untuk menganalisis hubungan antara penerimaan tersangka dan pengeluaran
dana atau pembelian aset.
• Namun dalam banyak situasi, bukti langsung dari buku dan catatan subjek tidak tersedia; dalam
kasus tersebut, investigator harus menggunakan metode tidak langsung, menggunakan bukti tidak
langsung untuk menganalisis hubungan antara penerimaan tersangka dan pelepasan dana atau aset
selanjutnya.
• Membutuhkan catatan keuangan Suspect
• Conclusive – Bukti langsung menguatkan bahwa suspect menerima atau menyalahgunakan atau
berbuat kecurangan
• Contoh ketika seorang pejabat korup tertangkap sedang melakukan tindakan meminta suap,
pengamatan saksi dan video tindakan pejabat tersebut merupakan bukti langsung terhadap mereka.
Barang-barang bukti ini meyakinkan untuk membuktikan bahwa pejabat tersebut berusaha untuk
menerima pembayaran yang tidak sah.
Penelusuran Transaksi Illegal – Direct Method
Tipe Dokumen yang dapat diminta :
1. Dokumen tabungan atau investasi
2. SPT atau dokumen pajak
3. Laporan keuangan atau laporan pajak
4. Catatan Gaji
5. Catatan Hutang
6. Catatan pengadilan
7. Pinjaman perbankan
8. Line of credit (Fasilitas perbankan yang dimiliki seseorang dimana memungkinkan meminjam uang dalam batas
tertentu)
9. Penggunaan kredit kartu
10. Akta Tanah, Mobil atau dokumen pembelian asset lainnya
11. Dokumen Asuransi dapat berisi property / asset yang di asuransikan, Nilai yang di tanggung, pemilik asset

Hal yang perlu diperhatikan dalam catatan keuangan perusahaan


1. Uang yang di simpan dalam sebuah akun
2. Uang yang keluar dari rekening
3. Kenaikan dan penurunan saldo
4. Pembayaran yang dilakukan suspect
5. Transfer dana yang dilakukan suspect
Penelusuran Transaksi Illegal – Direct Method
Catatan keuangan dapat membuktikan
• Menentukan sanksi dan dokumen lain
• Mengungkap keuntungan criminal
• Identifikasi asset fraud
• Menemukan lokasi Asset yang di manipulasi
• Menganalisa life style suspect
• Menganalisa kondisi Kesehatan keuangan suspect
• Menentukan sumber pendanaan
• Menentukan penggunaan data oleh suspect

Cara mendapatkan Catatan Keuangan suspect


Menggunakan saksi, informans atau surveillance (Khusus surveillance hanya
memberikan informasi bahwa subject melakukan transaksi keuangan)
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
Indirect Methods of Tracing Financial Transactions
• Circumstantial evidence seperti dalam kasus suap seorang jaksa penuntut mungkin menyampaikan
bukti tidak langsung bahwa terdakwa, yang dituduh menerima suap, telah hidup di luar kemampuan
mereka selama lebih dari tujuh tahun.

• Investigator menggunakan indirect method dalam situasi sebagai berikut

1. Tidak tersedianya catatan atau dokumen keuangan suspect


2. Catatan keuangan suspect tidak mencerminkan pendapatan suspect
3. Suspect mengalami kenaikan pendapatan signifikan
4. Suspect mengalami kenaikan konsumsi bulanan yang tinggi
5. Suspect mempunyai pendapatan tinggi dari sumber yang tidak di ketahui

3 Basic Indirect Method :


1. The asset method (net worth)
2. The expenditures (source and application of funds) method
3. The bank deposit analysis method
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
• Investigator harus mendapatkan informasi tentang konsumsi bulanan, asset yang dimiliki atau hutang
yang dimiliki oleh suspect dapat dilakukan dengan cara :

a) Interviews with: The subject, Informants or sources, & The subject’s companions or associates
b) Surveillance (i.e., observing targets for information-gathering purposes)
c) Public records : Real estate records, Court judgment and lien records
d) Catatan hutang
e) Rekening Koran
f) Catatan kartu kredit
g) Penggunaan kartu kredit
h) Dokumen Pajak
i) Online sources (e.g., commercial databases, websites, social media sites)
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method

Develop a Personal Profile for the


Subject
The Financial Profile
• The financial profile adalah laporan
keuangan personal mencerminkan
pendapatan, hutang, Konsumsi
bulanan, kepemilikan Asset pada
periode tertentu.

• Umumnya membuat financial profile


dapat di lakukan dengan cara
a) Melakukan interview dengan suspect
dan pihak terkait
b) Observasi tentang gaya hidup, asset
(rumah, kendaraan) dan hobi
c) Gunakan media online (Facebook,
Instagram, twitter, dll)
d) Dapatkan informasi tentang
kontribusi politik atau sosial
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
The Behavioral Profile
• Financial profile dapat
menciptakan gap, dimana Gap
dapat ditutup dari Behavioral
Profile

• The behavioral profile biasanya


tercermin dari sikap seperti :
senang membawa cash dalam Tabel diatas ini merupakan gaya hidup seseorang yang
jumlah besar, pakaian mahal, mungkin diluar kemampuan pendapatannya, dan
anggota club mewah, rumah dan mencerminkan suspect mempunyai kekayaan yang di
perhiasan mewah, liburan mewah sembunyikan
Contoh the behavioral profile, fraudster Bernama Donald Boyd.
• Bekerja untuk PT Audio Aid sebuah perusahaan telekomunikasi dimana ybs memanipulasi asset
sebesar 6 juta dollar pelaku mengalami perubahan perilaku hidup seperti :
• Membeli mobil baru yang mahal
• Membeli perhiasan
• Membeli rumah di dekat danau
• Mempunyai hobi judi di Casini dengan transaksi $260.000
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
1. Asset Method (Net Worth)
• The asset method metode untuk membuktikan fraud dengan tujuan membuktikan sejumlah
asset yang dimiliki suspect apakah sesuai dengan pendapatan resmi suspect

• Dalam the asset method, investigator menentukan apakah kenaikan kekayaan dari tahun
sebelumnya ke tahun berjalan di bandingkan dengan pendapatan resmi kekayaan bahwa
penambahan assetnya memang masuk akal atau tidak

• Metode ini bagus digunakan Ketika kita mengetahui kondisi sebelum suspect melakukan
fraud
Hal yang perlu diperhatikan dalam Asset metod
• Seluruh asset perlu di nilai secara historis bukan harga
pasar
• Sejumlah dana dari pendapatan resmi dapat dilakukan
estimasi
• Jumlah pengeluaran bulanan jika sulit untuk didapat
dokumen dapat dlakukan estimasi
• Suspect harus di interview untuk mengidentifikasi dari
mana saja dana di dapat
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
1. Asset Method (Net Worth) – Perhitungan

a) Dapatkan Kondisi asset suspect sebelum Tindakan fraud dilakukan (disebut tahun pertama)
b) Hitung total kekayaan asset di tahun pertama serta kewajiban yang dimiliki
c) Hitung perubahan total kekayaan suspect di tahun kedua (atau Ketika fraud dilakukan)
d) Hitung Pendapatan Dan biaya yang dikeluarkan suspect di tahun kedua
e) Liat apakah pendapatan tahun kedua sejalan dengan kenaikan asset Suspect
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
1. Asset Method (Net Worth) – Perhitungan
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
2. Expenditures (Sources and Application of Funds) Method
The expenditures membandingkan biaya pengeluaran suspect dan penghasilan suspet
selama periode tertentu hal ini juga menganalisa lifestyle sehingga juga terdapat
kesimpulan apakah penghasilan mendukung lifestyle yang dilakukan
Metode ini bagus digunakan jika kita mengetahui jika suspect menghabiskan uang untuk
gaya hidup yang tidak menaikkan kekayaan asset, atau jiak terdapat ciri sbb :

1. Terdapat bukti bahwa pendapatan tidak dapat mensupport life style


2. Suspect banyak membawa kas
3. Suspect tidak mengalami kenaikan harta tapi gaya hidup berubah
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method
2. Expenditures (Sources and
Application of Funds) Method

Lakukan 3 langkah dibawah ini


a) Dapatkan pengeluaran biaya
suspect dalam tahun tertentu.
Seperti
a) Deposito ke bank
b) Pembelian Asset
c) Perjalanan dan entertain
d) Pembayaran kredit dan
pinjaman bank
b) Identifikasi sumber dana yang
dimiliki suspect seperti gaji,
warisan dan hadiah
c) Hitung perbedaan dari biaya dan
pendapatan dan liat berpaa yang
menjadi sumber pendapatan
ilegal
Penelusuran Transaksi Illegal – Indirect Method

3. Bank Deposit Analysis Method

• Metode yang digunakan untuk


membuktikan sumber dana yang
disetorkan ke Bank atau Lembaga
keuangan lainnya dengan
dibandingkan kepada pendapatan

• Digunakan Ketika kita meyakini bahwa


suspect menggunakan dana fraud
untuk ditabung atau di invetasikan
kepada bank dan investigator meyakini
bahwa tidak ada kenaikan asset dan
prubahan gaya hidup

• Analisa dilakukan dengan cara


interview dan menganalisa catatan
keuangan perusahaan
Penyembunyian Asset
Mengapa seseorang fraudster Langkah menyembunyikan Asset
menyembunyikan asset :
1. Menyembunyikan dibawah kasur
a) Menyembunyikan hubungan 2. Memindahkan kepemilikan asset (Teman,
fraudster dengan Tindakan kelaurga atau partner)
kriminal 3. Mendeposito kepada bank
b) Menyembunyikan harta gono gini 4. Convert kedalam instrument lain (Bonds,
c) Menjauhkan dari sita Bank Travel Check)
d) Menghindari bayar pajak 5. Membayar pajak lebih
e) Menghindari sita pengadilan 6. Membeli rumah
7. Membeli cryptocurrency
8. Membayar hutang
9. Membeli barang antik
10. Transfer kepada negara tax havens dan
menjamin kerahasiaan
11. Membeli Asuransi
12. Membuka Bisnis
Locating Asset Abroad
Tantangan dalam mengungkap asset

1. Perbedaan Bahasa
2. Perbedaan system hukum
3. Biaya investigasi tinggi
4. Keamanan pribadi investigator di negara asing
5. Negara kekurangan sumber daya atau kapasitas untuk menangani penyitaan aset curian
6. Aparat korupsi
7. Kerahasiaan keuangan melalui undang-undang kerahasiaan bank domestik yang
menghalangi pandangan orang luar atau melalui undang-undang pemblokiran yang
mencegah pengungkapan, penyalinan, pemeriksaan, atau penghapusan dokumen
Asset Recovery
Asset Recovery
• Dalam melakukan asset recovery investigator harus berdiskusi dengan bagian legal untuk
memastikan langkah yang tepat dalam recovery asset

• Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam asset recovery

1. Potential Pengembalian asset


2. Dimulai proses hukum
3. Keamanan asset
4. Mendapatkan keputusan final
5. Eksekusii keputusan

Beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan sebelah melakukan recovery asset

1. Adakah metode non legal terkait pemulihan asset


2. Apakah kejadian merupakan Tindakan kriminal
3. Apakah tersangka mempunyai kemampuan mengembalikan uang
4. Dapatkah kita langsung menyita atau memindahkan property suspect kepada
perusahaan
5. Bisakah asset dilindungi selama masa putusan dilakukan
REPORTING STRUCTURE
Reporting Process
Karakteristik Report yang Baik
» Akurat
» Jelas Preparation
» Relevan
» Tepat Waktu  Investigator harus mempunyai skill
mendengar yang baik agar informasi
Report Structure: dapat di evaluasi, dirangkai, dan
» Background dikomunikasikan kepada pihak lain
» Executive Summary
 Mendengar aktif melibatkan
» Scope
respondent selama proses mencari
» Pendekatan
informasi
» Temuan
» Kesimpulan
» Impact
» Rekomendasi
Reporting Process
Akurasi
• Setiap bukti dan siapa saja pihak yang
dihubungi harus di catat tepat waktu dengan
dokumentasi yang lengkap
• Konfirmasikan fakta sebelum report di
keluarkan
• Ketidak akuratan laporan menyebabkan
kredibilitas investigator ternodai

Timeliness
 Ketepatan waktu sangat penting dalam
laporan
 Hal ini mencegah terjadinya
kelupaan pada investigator
atau saksi
Reporting Process
Relevant

 Setiap hal relevan harus dimasukkan dalam laporan untuk membuktikan bahwa
kasus terbukti atau tidak
 Investigator harus cermat untuk menentukan informasi yang akan dimasukkan kedalam
laporan
Kejelasan

• Laporan investigasi tentang pemeriksaan penipuan harus menyampaikan informasi


terkait dalam bahasa yang sejelas mungkin. Jika perlu, kutipan responden secara
langsung (asalkan kutipan tidak mengubah konteks).
• Sajikan hanya fakta jangan di lakukan editorial untuk bombastis
• Istilah kompleks dan teknis harus digunakan dengan tepat dan jangan berlebihan dan
hindari jargon karena laporan akan dibaca oleh banyak orang
Type Of Readers

Internal Wartawan
Perusahaan

Pengacara Hakim atau


Perusahaan Jaksa atau
Kepolisian

Pengacara Suspect
METODA PENGHITUNGAN KERUGIAN
KEUANGAN
1. Kerugian total (total loss).
• Kerugian merupakan seluruh jumlah yg dibayarkan atau bagian penerimaan yg
tidak disetorkan, baik sebagian maupun seluruhnya.

2. Kerugian total dengan penyesuaian.


• Metode penghitungan kerugian keuangan ini seperti dalam metode “kerugian
total” dengan penyesuaian ke atas. Penyesuaian ini dilakukan karena barang yg
dibeli harus dimusnahkan dan pemusnahannya mengeluarkan biaya.

3. Kerugian bersih (net loss).


• Metode penghitungan kerugian keuangan ini seperti dalam metode “kerugian
total” dengan penyesuaian ke bawah. Metode ini diterapkan dengan argumen
bahwa “barang yg tidak sesuai spesifikasi yg telah diserahkan rekanan masih
ada nilainya”. Dengan demikian, kerugian keuangan merupakan “kerugian
total” dikurangi nilai bersih barang tersebut.
METODA PENGHITUNGAN KERUGIAN
KEUANGAN
4. Harga Wajar
• Harga wajar adalah harga yang terbentuk karena mekanisme pasar sehingga harga barang atau jasa
tsb mencerminkan “market value”.
• Harga yang dihasilkan dari arms length transaction, yaitu pembeli atau Penjual. independen dalam
melakukan kegiatannya dan diantara mereka tidak ada hubungan istimewa.

5. Opportunity cost
• Metode opportunity cost digunakan untuk menilai bahwa pengambil keputusan telah
mempertimbangkan berbagai alternatif dan alternatif yg dipilih adalah alternatif yang
terbaik.

• Jika ada kesempatan atau peluang untuk memperoleh alternatif yg terbaik, tetapi justru
alternatif terbaik tersebut yg dikorbankan, maka pengorbanan ini merupakan kerugian
keuangan, dalam arti opportunity loss.

• Bunga (Interest) sebagai unsur kerugian keuangan.

• Metode ini mempertimbangkan konsep nilai waktu dari uang (time value of money), sehingga
bunga dimasukkan sebagai unsur kerugian keuangan.
Peraturan Berhubungan dengan Corporate Fraud

KUHP
• Pasal 372 (Penggelapan – 4 Tahun)
• Pasal 378 (Tindak Pidana Penipuan – 4 Tahun)
• Pasal 335 (Perbuatan tidak menyenangkan – 1 Tahun)

Peraturan Lainnya
• Others
• Dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi (“UU 20/2001”) diatur
• Pasal 2 dan Pasal 3 UU 11/1980
BUKTI TIDAK MENDUKUNG KEJADIAN FRAUD
Nama CEO :
Nama Perusahaan :
Subject :
Kami telah melakukan pemeriksaan kecurangan mengenai kemungkinan [manipulasi pembayaran customer
dari [PT Abadi Sejati pada Cabang A]. Pemeriksaan ini didasarkan pada [ambil dari fraud planning mengapa
dugaaan fraud di investigasi) .

Pemeriksaan Kecurangan kami lakukan sesuai dengan teknik praktik terbaik atas pemeriksaan kecurangan ,
yang meliputi [mencakup pemeriksaan pembukuan dan catatan; wawancara sukarela dengan personel yang
tepat; dan prosedur pengumpulan bukti lain seperti yang diperlukan dalam situasi tertentu].

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan bukti yang mendukung kesimpulan bahwa [terjadi
penyalahgunaan terkait pembayaran Customer di Cabang A]. Namun kami tidak memberikan jaminan
jaminan bahwa fraud sama sekali tidak terjadi.

Signature
BUKTI MENDUKUNG KEJADIAN FRAUD
Nama CEO :
Nama Perusahaan :
Subject :
Kami telah melakukan pemeriksaan kecurangan mengenai kemungkinan [manipulasi pembayaran customer
dari [PT Abadi Sejati pada Cabang A]. Pemeriksaan ini didasarkan pada [ambil dari fraud planning mengapa
dugaaan fraud di investigasi) .

Pemeriksaan Kecurangan kami lakukan sesuai dengan teknik praktik terbaik atas pemeriksaan kecurangan ,
yang meliputi [mencakup pemeriksaan pembukuan dan catatan; wawancara sukarela dengan personel yang
tepat; dan prosedur pengumpulan bukti lain seperti yang diperlukan dalam situasi tertentu].

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kami menemukan bukti yang mendukung kesimpulan bahwa [terjadi
penyalahgunaan terkait pembayaran Customer di Cabang A sebesar Rp….. Yang digunakan untuk
keperluan pribadi dari Kasir].

Signature
BUKTI TIDAK MEYAKINKAN KEJADIAN FRAUD
Nama CEO :
Nama Perusahaan :
Subject :
Kami telah melakukan pemeriksaan kecurangan mengenai kemungkinan [manipulasi pembayaran customer
dari [PT Abadi Sejati pada Cabang A]. Pemeriksaan ini didasarkan pada [ambil dari fraud planning mengapa
dugaaan fraud di investigasi) .

Pemeriksaan Kecurangan kami lakukan sesuai dengan teknik praktik terbaik atas pemeriksaan kecurangan ,
yang meliputi [mencakup pemeriksaan pembukuan dan catatan; wawancara sukarela dengan personel yang
tepat; dan prosedur pengumpulan bukti lain seperti yang diperlukan dalam situasi tertentu].

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Alat bukti kami tidak meyakinkan dan tidak ada cukup bukti, untuk
mendukung kesimpulan bahwa [terjadi penyalahgunaan terkait pembayaran Customer di Cabang A Namun
kami tidak memberikan jaminan jaminan bahwa fraud sama sekali tidak terjadi.

Signature
Court Procedures and
Litigation
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY
Proses Pengadilan & Litigasi
Pemberian Keterangan Ahli adalah keterangan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki
keahlian akuntansi dan auditing yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana
dan perdata guna kepentingan pemeriksaan.
Keterangan saksi merupakan alat bukti yang sah apabila saksi memberikan keterangan ke
sidang pengadilan di bawah sumpah tentang apa yang dilihatnya sendiri, didengarnya sendiri,
atau dialamnya sendiri.
Jasa yang dapat diberikan Investigator Professional:

 Management Support
Fraud auditor dapat melakukan asistensi kepada manajemen dalam mereviu/ memeriksa atas
dugaan kejadian kecurangan

 Litigation Support
Fraud auditor dapat juga melakukan pemeriksaan atas dugaan kecurangan tersebut di atas
yang ditujukan dalam rangka upaya penegakan hukum, baik untuk kasus pidana atau perdata
(criminal or civil legal action)

 Expert Witnes
Seorang saksi hanya boleh memberikan keterangan atas apa yang diketahuinya sebagai fakta,
atau apa yang dialami dengan kelima panca indranya, yaitu melihat, mendengar, merasakan,
mencium, mencicipi atau menyentuh
Menjadi Saksi Ahli
• Menungkapkan fakta : Mulai dari mendapatkan bukti, pemeriksaan sampai dengan
kesimpulan

• Mengungkapakan semua pengetahuan tentang kasus

• Interpretasi fakta antara dokumen dengan Tindakan fraud

• Mengomentari fakta dan pendapat dari lawan


a) Review profile dari pengacara suspect
b) Baca Publikasinya
c) Siapkan debat dengan lawanmu secermat mungkin

Investigator diminta menjadi saksi ahli untuk pengadilan dimana mereka bersaksi untuk
• Pembuktian dari hasil investigasi
• Bersaksi tentang pendapat yang di ungkapkan dari pengacara tersangka
• Interpretasi fakta dari kasus yang diberikan alternatif yang masuk akal
Menjadi Saksi Ahli
• Mempunyai pengetahuan tentang akuntansi tapi juga kepada ilmu yang mendukung
pembuktian kasus
• Ilmu pengetahuan di bidang industry spesifik
• Memahami issue terkini
• Analitis dengan data atau mampu bekerja dengan data yang tidak lengkap untuk
membentuk sebuah profesonal judgement

Persiapan sebelum sidang

• Siapkan checklist untuk melihat dokumen apa saja yang perlu disiapkan
• List down daftar saksi dan evidence yang diutarakan agar lebih siap dalam menghadapi
siding (Termasuk saksi ahli yang dibawa suspect)
Menjadi Saksi Ahli
Enam langkah untuk menyiapkan laporan saksi ahli

1. Singkat
2. Hindari bahsa ambigu
3. Hindari generalisasi,
4. Gunakan charts atau graphic
5. Dapatkan referensi teori
6. Periksa Kembali materi yang dibawa

• Jika evidence yang digunakan datang dari saksi yang tidak mempunyai pengetahuan langsung maka ahli akan
terjebak dalam hearsay rule.

• Jika pekerjaan di delegasi, pastikan seluruh dokumen sudah direview oleh saksi ahli

Discoverably Expert Witness


• Kehati hatian dalam kata kata
• Laporan dan dokumen pendukung akan dilihat oleh suspect
• Berhati hati terhadap catatan yang dimiliki expert
• Komunikasi dengan tim legal sebelum bersaksi di pengadilan terutama mengenai kapasitas dan dokumen yang
dibawa
• Jaga File dengan baik
Materi apa pun yang menjadi dasar untuk pendapat ahli harus ada dalam
berkas, yang tidak relevan perlu di keluarkan

• Qualifying as an Expert Witness


• Pertimbangan hakim terhadap saksi ahli :
• Apakah ahli qualified
Menjadi • Akankah keahlian saksi membantu hakim dalam memahami bukti atau
menentukan fakta yang dipermasalahkan; dengan kata lain, apakah

Saksi Ahli •
kesaksian itu relevan dengan fakta kasus?
Apakah testimony reliable?
• Qualifikasi
 Penghargaan
 Sertifikasi
 Training teknikal
 Buku yang dipubliasikan
 Posisi dalam perusahaan
Qualifikasi harus sesuai dengan issue yang dibahas, kualifikasi dapat
diperoleh dari pengalaman atau pelatihan
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY
Conflicts of Interest

• Konflik kepentingan sangat menganggu saksi ahli dalam bersidang,


sehingga sebelum penugasan kita perlu melakukan identifikasi seperti

• Lihat siapa suspect yang dapat di investigasi


• Review hubungan dengan investigator
• Jika terdapat hubungan baiknya keluarkan dalam tim karena akan
menyulitkan Ketika dalam persidangan
Testimony
Hakim akan menilai apakah keterangan ahli mencakup dua unsur dibawah ini

Relevant testimony Agar relevan, kesaksian yang diajukan harus memiliki kecenderungan untuk
membuat keberadaan fakta apa pun lebih mungkin daripada tanpa bukti.

Reliable testimony kesaksian adalah produk penalaran atau metodologi yang memiliki dasar yang
dapat diandalkan dalam pengetahuan dan pengalaman disiplin ilmu yang relevan dan didasarkan
pada data yang memadai.

Tips untuk saksi ahli


a) Pastikan Anda mendokumentasikan kesimpulan yang Anda capai,
b) Bagaimana Anda mencapai kesimpulan tersebut
c) Bukti apa yang menjadi dasar kesimpulan Anda, dan teknik atau pengetahuan profesional apa
yang digunakan.
d) Sebaiknya simpan juga daftar buku atau jurnal profesional yang mendukung atau sanksi prinsip
apa pun yang digunakan dalam menarik kesimpulan Anda.
Tips and Considerations
• Percaya diri
• Katakan yang sebenarnya
• Jaga kontak mata dengan penanya
• Jika ada pertanyaan Panjang mintalah untuk di tanya satu satu
• Ambil nafas sebelum menjawab pertanyaan
• Jelaskan konsep dengan Bahasa awam/gunakan istilah simple
• Jika terdapat kesalahan koreksi segera
• Berbicara dengan jelas dan terdengar
• Jawab dengan langsung
• Tenang setiap menjawab pertanyaan
• Gunakan pakaian yang professional dan layak
• Gunakan graphic, chart dan alat visual lainnya
• Organisir dokumen dengan baik agar tidak berantakan
• Jangan banyak bergumam “hem”
• Jika ada pertanyaan yagn tidak dimengerti, minta pertanyaan diulang
• Jika tidak tahu jawaban jangan menebak, jawab tidak tahu
• Dalam cross examination, jangan merespon terlalu cepat karena akan ada interupsi dari
suspect
• Jangan melihat ke lantai atau atap
• Jangan naikkan suara karena marah
• Jangan membusungkan dada
DIRECT TESTIMONY CONSIDERATIONS
Direct examinations dilakukan oleh pengacara yang mendukung expert atau yang mengundang
expert

Tujuan dari pemeriksaan langsung adalah untuk memungkinkan penasihat dari


pihak yang Anda wakili untuk menarik bukti untuk membuktikan kasus tersebut.

Jawaban atas semua pertanyaan harus jelas dan ringkas dan, jika istilah
kompleks digunakan, harus diklarifikasi.

Memori utama, orang paling ingat apa yang mereka dengar pertama dan
terakhir. Ini sering merupakan ide yang berguna untuk digunakan dalam
memberikan atau menyusun bukti.

Saksi ahli tidak dapat memberikan kesaksian karakteristik penipuan yang


ditemukan dalam kasus tersebut. Hal ini tidak berarti bahwa Akuntan tidak dapat
memberikan kesaksian bahwa, berdasarkan bukti, ia percaya bahwa terdakwa
mungkin telah melakukan pelanggaran.
CROSS EXAMINATION
Bagian tersulit dari persidangan bagi saksi mana pun, apa pun bisa muncul yang mungkin membantah
atau mempermalukan saksi. Kredibilitas saksi terus dipertanyakan

Tujuan dari pengacara suspect selama cross-examination adalah .

a) Mengurangi arti penting kesaksian saksi ahli


b) Memberikan sejumlah asumsi yang berlawanan dengan ahli
c) menunjukkan kekurangan pendapat ahli, sehingga mendiskreditkan pendapat, laporan dan
saksi.

Penasihat hukum lawan dapat menyerang atau mempertanyakan apa pun yang telah dikatakan atau
diajukan ke pengadilan. Ini termasuk catatan, kertas kerja, dan pernyataan tertulis, surat wasiat, laporan,
dan percobaan pendahuluan atau transkrip penemuan. Seringkali, pemeriksaan silang menciptakan
suasana konfrontasi dan kontradiksi.

Saksi tidak boleh melakukan serangan atau upaya untuk mendiskreditkan pribadi, penting bagi saksi untuk
menjaga harga diri dan integritas profesional
CROSS EXAMINATION
Pengacara suspect mungkin mencoba untuk mengambil kendali psikologis dari seorang saksi dengan:

• Menggunakan kehadiran fisik untuk menekan contoh berbicara dengan jarak sangat dekat
• Non-stop eye contact.
• Bertanya dengan cepat untuk membingunkan ahli
• Tidak membiarkan expert untuk menjelaskan teori

Myopic Vision
mengharuskan ahli untuk mengakui banyak waktu yang dihabiskan dalam penyelidikan suatu masalah,
kemudian memilih area untuk disoroti yang ahli tidak yakin atau belum melakukan banyak pekerjaan.

Contradiction
• Pengacara suspect dapat menentang kredibilitas dengan dokumen yang berpotensi
bertentangan atau kutipan dari artikel lain yang ditulis oleh ahli di bidangnya.

• Jika dokumen atau artikel ini bertentangan dengan ahli, maka pengakuan dapat diperoleh dari
ahli tentang kontradiksi itu.
CROSS EXAMINATION
New Information
Pengacara suspect mengenalkan informasi baru dimana expert mungkin tidak aware

Support Opposing side theory


• Informasi yang sama oleh ahli kemudian ditafsirkan oleh pengacara suspect yang berlawanan dengan
cara yang berbeda untuk mendukung teori alternatif.

• Dengan membuat ahli menyetujui interpretasi alternatif dari fakta dan teori alternatif, pengacara
suspect, pada dasarnya, telah menjadikan ahli sebagai saksi untuk pihak lain.

• Teknik ini berguna untuk mendapatkan konsesi dari saksi yang akan merusak kesimpulannya dan, pada
akhirnya, kredibilitasnya.

Bias
• Pendekatan ini juga dapat berfokus pada pertanyaan apakah ahli diberitahu oleh kliennya apa yang
harus dilakukan dan dicari.

• Dengan pendekatan ini, penasihat hukum lawan mungkin berusaha menunjukkan bahwa ahli
mengabaikan dokumentasi penting dalam upaya membantu kliennya.
CROSS EXAMINATION
Confrontation
Metode ini melibatkan penggunaan konfrontasi kehendak untuk menempatkan saksi ke dalam situasi di mana ia
mungkin kehilangan kendali emosi dan menunjukkan kemarahan. Begitu seorang saksi meledak, kredibilitas
biasanya menghilang

Volunteering Information
Salah satu teknik yang paling berhasil dalam cross examination seorang saksi ahli adalah ketika pengacara suspect
mengajukan pertanyaan dan setelah saksi menjawab, menunggu sampai saksi merasa terpaksa untuk mengisi
keheningan dan mulai berbicara lagi.

Fees
Teknik ini sering kali membangun kesimpulan di mana pengacara suspect klaim bahwa pekerjaan ahli dangkal dan
tidak profesional, karena banyak uang yang diterima oleh ahli untuk project ini

Terms of Engagement
• Teknik ini biasanya digunakan dengan memperoleh surat perikatan asli dan memeriksa persyaratan perikatan.

• Pengacara suspect kemudian dapat menunjukkan bahwa ahli bermaksud untuk hanya melihat berbagai item
untuk mendukung kliennya dan menutupi teori-teori alternatif, umumnya untuk merugikan pihak oposisi.
CROSS EXAMINATION
Discrediting the Witness
• Mendiskreditkan saksi didasarkan pada konsep pembuktian bahwa ahli tidak layak
menjadi saksi yang kredibel di pengadilan

• Hal ini sering dapat dicapai dengan menunjukkan bahwa ahli saat ini atau sebelumnya
sangat bias, berprasangka buruk, korup, dihukum karena kegiatan kriminal, terbukti
terlibat dalam kegiatan tidak bermoral, membuat pernyataan yang tidak konsisten,
memperoleh reputasi karena kurangnya kejujuran, dan/ atau melebih-lebihkan
kualifikasinya.

Menyerang investigator
Attack lebih personel sebagai contoh :

• Pemeriksa tidak qualified


• Investigator tidak professional selama kegiatan pemeriksaan
• Investigator ada konfklik interest
• Menakut nakuti suspect selama pemeriksaan
Ethics for Professional Investigator

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY


1. Demonstrate commitment to professionalism & diligence in the
performance

2. Shall not engage in any illegal or unethical conduct

3. Exhibit the highest level of integrity & only accept assignments


with reasonable expectation
CODE OF
4. Comply with lawful orders of the courts, testify to matters
PROFESSIONAL truthfully & without bias or prejudice
ETHICS 5. Will obtain evidence to establish basis for any opinion rendered .
No opinion shall be expressed regarding guilt or innocence.

6. Shall not reveal any confidential information obtained during


professional engagement without proper authorization

7. Reveal all material matters discovered during examination which


if omitted could cause a distortion of the facts

8. Continually strive to increase professional competency


Integrity and Objectivity
a) Not sacrifice integrity to serve their
client, their employer or the public
interest.
b) Investigate for actual, potential, and
perceived conflicts of interest.
CODE OF c) Disclose any such conflicts of interest
PROFESSIONAL to potentially affected clients or to their
employers.
STANDARDS d) Maintain objectivity in discharging their
professional responsibilities within the
scope of the fraud examination.
e) Shall not knowingly make a false
statement when testifying under oath
in a court of law or other dispute
resolution forum.
Professional Competence
• Certified Fraud Examiners shall be competent and shall not
accept assignments where competence is lacking

• Certified Fraud Examiners shall maintain the minimum


program of continuing professional education required by the
Association of Certified Fraud Examiners
STANDARDS OF
PROFESSIONAL Due Professional Care

CONDUCT • Certified Fraud Examiners shall exercise due professional care


in the performance of their fraud examination services

• Conclusions shall be supported with evidence that is relevant,


reliable and sufficient.

• Fraud examinations shall be adequately planned.

• Work performed by assistants and other professionals


operating under the Certified Fraud Examiner’s direction on a
fraud examination shall be adequately supervised
STANDARDS OF PROFESSIONAL CONDUCT

Understanding with Client or Employer


a) Reach an understanding with those retaining them (client or employer)
about the scope and limitations of the fraud examination and the
responsibilities of all parties involved.
b) Whenever the scope or limitations of a fraud examination or the
responsibilities of the parties change significantly, a new understanding shall
be reached with the client or employer.
Communication with Client or Employer
Communicate to those who retained them (client or employer) significant
findings made during the normal course of the fraud examination.
Confidentiality
Shall not disclose confidential or privileged information obtained during the
course of a fraud examination without the express permission of a proper
authority (such as the client or where required by statute or regulation) or the
lawful order of a court.
STANDARDS OF EXAMINATION

Fraud Examinations
a) Fraud examinations shall be conducted in a legal, professional and thorough
manner.
b) Establish predication and scope priorities at the outset of a fraud
examination and continuously reevaluate them as the examination proceeds
c) Be alert to the possibility of conjecture, unsubstantiated opinion and bias of
witnesses and others.

Evidence
a) Establish effective control and management procedures for documents, data
and other evidence obtained during the course of a fraud examination

b) Work product may vary with the circumstances of each fraud examination.
The extent of documentation shall be subject to the needs and objectives of
the client or employer.
STANDARDS REPORTING

General
•Fraud examination reports may be oral or written, including fact
witness and/or expert witness testimony, and may take many
different forms

Report Content
•Reports shall be based on evidence that is sufficient, reliable and
relevant to support the facts, conclusions, opinions and/or
recommendations related to the fraud examination. The report shall
be confined to subject matter, principles and methodologies within
the Member’s area of knowledge, skill, experience, training or
education.
•No opinion shall be expressed regarding the legal guilt or innocence
of any person or party
02

Sharing Cases
The Collapse of the Integrity Leaders
The Collapse of the Integrity Leaders
• Sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa, ingin membuat satu kantor cabang baru
• Perusahaan melakukan penyewaan Tanah di suatu daerah dengan bekerja sama kepada pemilik lahan
• Berikut proses siklus penyewaan tanah dari cabang ke Kantor Pusat

Chanel Development Legalitas diperiksa bagian


melakukan pencarian tanah Legal HO dan Procuremet
dan bangunan berkerjasama HO melakukan proses
dengan cabang negosiasi

1 2 3 4 5

Hasil negosiasi tersebut


Cabang memberikan
informasi membutuhkan Cabang Memberikan referensi menjadi harga deal sewa
sewa dan tanah ke HO kepada HO tanah dan untuk perbaikan
dilakukan oleh BIM HO
Struktur Organisasi

Branch
Head

Sales Operation Maintenance


Admin Head
Manager Head Head

Operation Maintenance
Sales Team Admin Team
Team Team
The Collapse of the Integrity Leaders -
Chronology

23 Februari 2015
•Perjanjian Sewa Menyewa Antara • Penarikan Uang secara
PT A Dan Pemilik Lahan (Bpk
MUR) tunai 3 (tiga) kali baik
•Pembayaran sebesar secara Transfer dan
Rp333.333.333 (Rp300.000.000
•Bapak MUR menyerahkan Tunai dengan total
ke Pemilik Lahan dan akumulasi sebesar Rp 87
Rp33.333.333 (Pajak ditanggung uang sebesar Rp 100 juta
Penyewa ke rekening Pribadi Istri dari Juta
•Menyerahkah bukti kwintansi dari PR
Pemilik Lahan Ke HO (Kwintansi
dibuat Oleh Bapak PR).

20 Februari 2015 27 Februari 2016


Metode Investigasi

01 02
Planning Conduct Investigations
• Chronology Analysis (5W + 2H) • Undercover Operations


Document Analysis
Organization Structure Analysis
Planning •

Document Collections
Interview


SOP Analysis
Transaction Analysis
Analysis • Interrogation

Conduct
Investigati
03 ons 04
Evidence Analysis Reporting
• Witness Testimony Reporting • Mens Rea


Suspect Testimony
Personal Bank Account
Analysis Evidence •

Actus Reus
Regulations (PKB / KUHP)
• Text Messages Analysis (BBM
Chat, SMS) Analysis
• Digital Forensics (Email, Personal
File,etc)
• Behaviour Analysis
• Money Flow Analysis
Runtuhnya Integritas Pimpinan – Summary Investigasi
(Money Flow) 27 Pebruari 2017

Tarik Tunai – PR
Rp 20 Juta

27 Pebruari 2017

Perusahaan
Membayar Pemilik Lahan (BH) -
23 Pebruari 2017 AR Terima Rp 60 juta
20 Pebruari 2017
Transfer ke Rek
(Transfer Rp 300 (Transfer Rp 100 Istri
Juta) Juta)

Notes :
27 Pebruari 2017
1. AR melakukan penarikan tunai selama beberapa kali dalam
waktu 14 hari setelah tanggal terima uang, dengan total
penarikan Rp 40 Juta ??
Terima Rp 20 juta
2. Pembayaran Komisi Makelar tgl 23 Pebruari 2017 sebesar
Rp 5 Juta
Less Miserables Price ??
| Less Miserables Price ??
• Sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang jasa penjualan mobil dimana kebersihan
merupakan salah satu factor penting dalam persiapan kondisi unit
• Salah satu kebersihan mobil adalah dari proses Salon agar menarik pembeli, dimana
proses sebagai berikut

S A E P
Selection Agreement Evaluation and Yearly Price List Update
Proses Komparasi Vendor Proses Kontrak Kerjasama Price Negotiation Update Harga dilakukan
dengan parameter penilaian antara vendor dengan Proses evaluasi kinerja dengan melakukan update
terentu (Vendor Perusahaan vendor yang dilakukan price list
Committee) setahun sekali dimana
dalam proses ini juga
dibahas mengenai
adjustment kenaikan harga

• Vendor Salon di salah satu cabang tidak pernah menaikkan harga selama 5 tahun
| Less Miserables Price Z

P + I + E = R
Planning Conduct Investigations Evidence Analysis Reporting
• Chronology Analysis • Surveillance • Witness Testimony • Mens Rea
(5W + 2H) Operations • Suspect Testimony • Actus Reus
• Document Analysis • Undercover • Expert Witness • Regulations (PKB /
• Organization Structure Operations Analysis KUHP
Analysis • Document • Personal Bank
• SOP Analysis Collections Account
• Transaction Analysis • Interview • Digital Forensics
• Interrogation (Email, Personal
• Lab Analysis for File,etc)
Chemical materials • Behaviour Analysis.
.
Fraud Schema
Vendor
Ex Kacab Invoice
YL

A
Branch A Salon

• Harga Per Pekerjaan : Rp Cash


200.000
A Salon • Porsi untuk PIC / Bribery per
pekerjaan : Rp 30.000 (15%)

SL
Total Kickback 2009 – June 2013
Year Total Order Total Amount Kickback Total Kickback

2009 6xx CAR Rp 15 % Rp [Link]


2010 7xx CAR Rp 15 % Rp 22. [Link]
2011 8xx CAR Rp 15 % Rp 26. [Link]
2012 1xx CAR Rp 15 % Rp 38. [Link]
June - 5xx CAR Rp 15 % Rp 17. [Link]
2013
Total Loss for Company Rp 115. [Link]
Effect of Kickback to the Quality of Work
Item Bribery Condition After Bribery Condition Keterangan

Pembersihan Roda Tidak pernah melepas Roda (membuka a. Ban Di Lepas proses ini membuat
sehingga membuat Mobil kurang bersih b. Posisi mobil di angkat sehingga bersih secara maksimal
kolong mobil dapat dibersihkan

Semir Ban a. Semir Lebih Encer / Cair a. Semir Lebih Kental


b. Kekuatan kualitas semir tidak b. Kekuatan kualitas semir
(terutama jika hujan hanya tahan 1 (jika hujan tahan s.d 3 hari)
c. Cabang membeli semir sebagai stok c. Cabang tidak stok semir lagi
d. Terkadang cabang melakukan sendiri d. Cabang tidak pernah
proses semir ban (terutama untuk pekerjaaan semir lagi
yang harus di semir ulang)

Poles body Proses poles mobil hanya menggunakan Alat bantu dibagi menjadi dua
alat bantu yaitu wall untuk semua jenis 1. Spoon : Khusus untuk cat
hal ini menyebabkan bekas poles masih 2. Wall : Cat selain warna gelap
pada saat di display (Cepat berjamur) Bekas Poles tidak terlihat lagi

After Sales Claim Proses Support Claim lama / Proses cepat sudah tidak terkendala
(karena faktor Bahan cairan yang kurang) dengan bahan

Safety Pengerjaan oleh vendor tidak lengkap Pengerjaan oleh vendor dilengkapi
vendor hanya memakai sendal jepit dengan perlengkapan safety

Man Power 8 Orang 10 Orang

Anda mungkin juga menyukai