0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

PBL Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Diunggah oleh

Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

PBL Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Diunggah oleh

Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEMBASED LEARNING (PBL)

TERHADAP KEMAMPUAN KRITIS PADA MATERI KEBUTUHAN MANUSIA

Ririn Riyantika1), Sri Handayani2), Jumanto Jumanto3)


1,2,3)
Program Studi PGSD, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Indonesia
Email: ririnryntika@[Link]

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi Kebutuhan Manusia di kelas IVB SDN Kleco 1
Surakarta Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Quasi Experimental.
Populasi penelitianmencakup seluruh siswa kelas IVA, IVB, IVC, dan IVD SDN Kleco 1 Surakarta, total
101 siswa. Sampel diambil dengan Cluster Random Sampling, dengan kelas IVA sebagai kelompok kontrol
dan IVB sebagai kelompok eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Uji validitas data menggunakan Korelasi Product Moment. Tes posttest terdiri dari 5 soal
esai. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk dan uji hipotesis Paired Sample T-Test. Hasil
posttest menunjukkan kelas kontrol memperoleh mean 42,24, sedangkan kelas eksperimen memperoleh
mean 65,86. Hasil analisis Paired Sample T-Test menunjukkannilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga
dapat disimpulkan bahwa model pembelajaranPBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir
kritis siswa. Penerapan model PBL sebaiknya dioptimalkan dalam kurikulum sekolah dasar, terutama untuk
materi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis. Pelatihan guru perlu ditingkatkan agar dapat
mengimplementasikan PBL dengan lebih efektif.

Kata Kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning, Berpikir Kritis.

THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) LEARNING MODEL ON


CRITICAL ABILITY IN HUMAN NEEDS MATERIAL

Abstract: this study aimed to determine the influence of the Problem Based Learning model on critical
thingking skills on Kebutuhan Manusia material in class IVB SDN Kleco 1 Surakarta in the 2023/2024
academic year. This quantitative research used Quasi Experimental Design. The population in this study
were students in class IVA, IVB, IVC, and at IVD at SDN Kleco 1 Surakarta. So, the total number of
students was 101 students. The sample in this study was taken using Cluster Random Sampling where class
IVA was used a the control group and class IVBwas used as the experimental group. Data were collected
through tests, observations, interviews, and documentation. The data validity test used was the product
moment correlation formula. The posttest questions consisted of 5 essay questions. Data analysisin the study
used was the normality test with the Shapiro wilk formula and the hypothesis test with the paired sample
t-test formula. The posttest result in the control class was 42,24. While in the experimental class, it was65,86.
The result of the analysis using paired sample t-test was a significance value of 0,000 <0,05. So, it could
be concluded that the PBL model ha a significant influence on student’s critical thingking skills. The
implementation of the PBL model should be optimized in the curriculum in elementary schools, especially
for materials that require critical thinking skills. Teacher training needs to be improved in order to
implement PBL more effectively.

Key Word: Learning Model, Problem Based Learning, Critical Thingking.


Pendahuluan
Pendidikan memegang peran krusial dalam kemajuan suatu bangsa atau negara. Tanpa
sistem pendidikan yang kokoh, risiko tertinggal oleh negara-negara lain sangat mungkin terjadi.
Pendidikan merupakan usaha terorganisir, direncanakan, dan berkelanjutan sepanjang hayat
dengan tujuan membentuk individu menjadi sosok yang lebih baik dalam menjalani
kehidupannya. Sesuai dengan Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945, setiap warga negara memiliki hak
untuk mendapatkan pendidikan. Keberadaan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan
generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkualitas tinggi, mampu mengoptimalkan kemajuan
yang ada. Dalam era teknologi informasi yang berkembang pesat, pendidikan di Indonesia perlu
beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pembelajaran di era ke-21 menekankan penerapan
kreativitas, berpikir kritis, kerjasama, pemecahan masalah, keterampilan komunikasi,
kemasyarakatan, dan keterampilan karakter. Kemampuan dalam mengatasi masalah
mencerminkan kapasitas seseorang dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi. Dalam
konteks proses belajar-mengajar, berhasilnya peserta didik dalam memecahkan masalah tersebut
menunjukkan tingkat kemampuan berpikir kritis.
Di Indonesia, untuk mengatasi tantangan tersebut, telah diperkenalkan inovasi
pendidikan yang dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka. Konsep ini bertujuan untuk
mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan semangat wirausaha pada siswa. Profil pelajar
Pancasila menurut Lestari, Sunarto, & Cahyono (2020) mencakup 6 kompetensi, termasuk
berpikir kritis. Dampak dari pembelajaran yang kurang optimal adalah ketidaktercapaiannya
tujuan pembelajaran sehingga hasil pembelajaran belum dapat dikatakan positif. Oleh karena itu,
metode pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis sangat
dibutuhkan. Salah satunya adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based
Learning/PBL), yang merujuk pada situasi masalah aktual di sekitar siswa. PBL membantu
membangun keterampilan siswa dalam pemecahan masalah, pengidentifikasi masalah, dan
pemberian solusi.
Dalam konteks materi kebutuhan manusia pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
dan Sosial (IPAS), keterampilan berpikir kritis sangat ditekankan. Pembelajaran IPAS dalam
Kurikulum Merdeka menggabungkan kajian sosial (IPS) dan topik ilmiah (IPA). Kemampuan
berpikir kritis terus diasah untuk membentuk keterampilan analitis yang diperlukan dalam
menghadapi tantangan era modern. Penelitian ini akan mengeksplorasi pengaruh Model
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas
IV di SDN Kleco 1 Surakarta. Melalui pendekatan PBL, diharapkan kemampuan berpikir kritis
siswa dalam pembelajaran IPAS, khususnya pada materi kebutuhan manusia, dapat meningkat.
Dengan demikian, pembaharuan metode ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan
kebutuhan abad ke-21.

Metode
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, menggunakan
desain Quasi Experimental. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas IV A, IV B, IV C,
dan IVD di SD Negeri Kleco 1 Surakarta, dengan total 101 siswa. Sampel diambil dengan teknik
Cluster Random Sampling. Sampel penelitian terdiri dari kelas IVA sebagai kelompok kontrol
dan kelas IVB sebagai kelompok eksperimen, dengan total 29 siswa. Data dikumpulkan melalui
tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian diuji validitas dan
reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan
rumus Paired Sample T-Test.

Hasil
Pengujian paired sample t-test bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan
rata- rata antara dua sampel yang berpasangan, dengan asumsi bahwa data berdistribusi normal.
Sampel berpasangan ini berasal dari subjek yang sama, dengan setiap variabel diukur dalam
kondisi dan situasi yang berbeda.
Pengambilan keputusan didasarkan pada nilai signifikansi (2-tailed). Jika nilai
signifikansi (2- tailed) < 0,05, maka terdapat perbedaan signifikan antara dua variabel, yang
menunjukkan adanya pengaruh yang berarti dari perbedaan perlakuan pada setiap variabel.
Sebaliknya, jika nilai signifikansi (2-tailed) > 0,05, maka tidak ada perbedaan signifikan antara
kedua variabel tersebut, yang menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang
signifikan pada masing-masing variabel. Hasil uji paired sample t-test dapat dilihat pada tabel
berikut yang menggunakan SPSS versi 29, sebagai berikut:

Tabel 1. Hasil perhitungan uji paired sample t-test

V Perla M N T Sig (2
ariabel kuan ean tailed)
H Kont 4 2 - 0,000
asil rol 2,24 9 5,752
Belajar Eksp 6
erimen 5,86

Sesuai hasil analisis data yang sudah dihitung dengan IBM SPSS Versi 29 diketahui
bahwa nilai sig (2-tabel) kemampuan berpikir kritis pada materi kebutuhan manusia siswa kelas
IVB adalah 0,000 < 0,05. Dapat diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0,000. Dikarenakan
nilai sig 0,000 < probabilitas 0,05 maka artinya ada hubungan antara variabel posstest kelas
kontrol dengan variabel posstest kelas eksperimen. Dari uji statistik dengan Paired Sample T-
test mengenai pengaruh penerapan model pembelajaran PBL terhadap kemampuan berpikir kritis
pada materi Kebutuhan Manusia siswa kelas IVB menunjukan bahwa hipotesis diterima, artinya
terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran PBL terhadap kemampuan berpikir kritis pada
materi Kebutuhan Manusia siswa kelas IVB SDN Kleco 1 Surakarta Tahun Ajaran 2023/2024.

Pembahasan
Dalam Buku Dimensi Elemen dan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum
Merdeka, soal tes penelitian ini mengacu pada dimensi bernalar kritis, yang merupakan
kemampuan berpikir kritis. Soal-soal yang disajikan tidak hanya berupa permasalahan secara
langsung, namun peserta didik diharapkan untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut
secara mandiri atau bersama-sama dengan anggota kelompok. Melalui keterlibatan dalam
kelompok, peserta didik menjadi mampu menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi. Hal
ini akan mendorong peserta didik untuk lebih bersemangat dalam belajar, khususnya dalam hal
memberikan kesimpulan atau solusi.
Berdasarkan perbandingan hasil posttest kelas kontrol menggunakan pembelajaran
konvensional dan kelas eksperimen yang dengan menggunakan model PBL dari 5 butir soal
essay hasil analisis data diperoleh nilai mean kelas kontrol sebesar 42,2. Sedangkan hasil posttest
kelas eksperimen setelah dilaksanakan treatment dengan menggunakan 5 butir soal essay
diperoleh mean 65,9. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa.
Sesuai hasil analisis diperoleh bahwa berdasarkan tabel Paired Sample T-Test nilai
signifikasi (2 tailed) 0,000 <0,05 menunjukan terdapat perbedaan variabel awal dengan variabel
akhir (posttest kelas kontrol & kelas eksperimen) ini menunjukan ada pengaruh yang
bermakna terhadap perbedaan treatment yang diberikan terhadap setiap variabel.
Hal ini sejalan dengan temuan Kartika Cahaya Phasa (2020) tentang pengaruh Model
Pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV dalam
pembelajaran matematika yang menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah
(PBL) memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Hal ini juga dibuktikkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Mareti (2021) melakukan studi
mengenai Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan
Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Penelitian Ini Fokus Pada Siswa Kelas IV Di Sekolah
Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran tersebut efektif
dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
Dari penelitian tersebut semakin memperkuat hasil penelitian yaitu terdapat pengaruh
model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada
materi kebutuhan manusia kela IVB SDN Kleco 1 Surakarta.

Simpulan
Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan antara penggunaan model pembelajaran PBL dan model pembelajaran Konvensional
di Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan antara penggunaan model pembelajaran PBL dan model pembelajaran Konvensional
di kelas IV SD Negeri Kleco 1 Surakarta tahun pelajaran 2023/2024. Pada kegiatan posttest,
kelas konvensional memperoleh nilai rata-rata 42,24, sementara itu, kelas eksperimen
memperoleh nilai rata-rata 65,86.
Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai
signifikansi (2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang
signifikan antara variabel awal dan variabel akhir (kelas kontrol dan kelas eksperimen). Hal ini
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna dari perbedaan perlakuan yang diberikan
pada masing-masing variabel.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model Problem Based Learning (PBL)
memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada Materi Kebutuhan Manusia
siswa kelas IV B dan IV D di SD Negeri Kleco 1 Surakarta tahun pelajaran 2023/2024.

Daftar Pustaka
Ariani, R. F. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Pada Muatan IPA. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan
Pembelajaran, 4(3), 422-432.
Ariyani, O. W., & Prasetyo, T. (2021). Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based
Learning dan Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah
Dasar. Jurnal Basicedu, 5(3), 1149-1160.
Budiwati, R., Budiarti, A., Muckromin, A., Hidayati, Y. M., & Desstya, A. (2023). Analisis
Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ditinjau dari Miskonsepsi. Jurnal
Basicedu, 7(1), 523-534.
Fitri, S. F. N. (2021). Problematika kualitas pendidikan di indonesia. Jurnal Pendidikan
Tambusai, 5(1), 1617-1620.
Herdiansyah, D., & Kurniati, P. S. (2020). Pembangunan sektor pendidikan sebagai penunjang
indeks pembangunan manusia di Kota Bandung. Jurnal Agregasi: Aksi Reformasi
Government Dalam Demokrasi, 8.
Jurnal Ilmiah Pembelajaran Sekolah Dasar
Volume 6 Nomor 2 – Agustus 2024, e-ISSN 2656-0402
Available online at: [Link]

Juhji, J., & Suardi, A. (2018). Profesi guru dalam mengembangkan kemampuan berpikir
kritis peserta didik di era globalisasi. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama
Islam, 5(1),16-24.
Juniarso, T. (2019). Keefektifan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan
Proses Sains. Didaktis: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan, 19(3), 257–262.
Https://[Link]/10.30651/Didaktis.V19i3.4419
Mardhiyah, R. H., Aldriani, S. N. F., Chitta, F., & Zulfikar, M. R. (2021). Pentingnya
keterampilan belajar di abad 21 sebagai tuntutan dalam pengembangan sumber daya
manusia. Lectura: Jurnal Pendidikan, 12(1), 29-40.
Mulyono, R. (2022). Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Untuk
Mempersiapkan Pembelajaran Abad 21. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP
Subang, 8(2), 1348-1363.
Phasa, K. C. (2020). Meta analisis pengaruh model pembelajaran problem based learning
terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika. Jurnal
Cendekia:Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 711-723.
Pusmendik. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada
Kurikulum Merdeka. 1–37.
Riyanto, M., Asbari, M., & Latif, D. (2024). Efektivitas Problem Based Learning terhadap
Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. Journal of Information Systems and
Management (JISMA), 3(1), 1-5.
Septiyowati, T., & Prasetyo, T. (2021). Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based
Learning Dan Discovery Learning Terhadap Kecakapan Berfikir Kritis Siswa
Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(3), 1231–1240.
[Link]
Setiyaningsih, S., & Wiryanto, W. (2022). Peran Guru Sebagai Aplikator Profil Pelajar
Pancasila Dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(4).
Shofiyah, N., & Wulandari, F. E. (2018). Model problem based learning (PBL) dalam
melatihscientific reasoning siswa. JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA), 3(1),
33-38..
Zain, U. N. I., Affandi, L. H., & Oktaviyanti, I. (2022). Pengaruh model pembelajaran
inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada mata pelajaran IPS.
Journal ofClassroom Action Research, 4(2), 71-74.

Page | 186

Anda mungkin juga menyukai