Program Literasi SDN 2 Pesuningan 2023
Program Literasi SDN 2 Pesuningan 2023
SDN 2 PESUNINGAN
KECAMATAN PREMBUN
TAHUN 2023/ 2024
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipersembahkan ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa , atas rahmat dan
karunia-Nya jualah kami dapat menyelesaikan penyusunan Program Literasi Sekolah Tahun
Pelajaran 2023/2024 pada SDN 2 Pesuningan.
Program Literasi Sekolah Tahun Pelajaran 2023/ 2024 pada SDN 2 Pesuningan ini
disusun sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan Literasi Sekolah di SDN 2 Pesuningan, sehingga
arah dan tujuan menjadi lebih jelas dalam rangka penanaman karakter dan perilaku gemar
mambaca bagi siswa di lingkungan sekolah.
Harapan kami semoga Program Literasi Sekolah Tahun Pelajaran 2023/ 2024 dapat
terlaksana dengan efektif dan bermanfaat bagi penanaman karakter siswa yaitu perilaku dan
budaya gemar membaca bagi siswa- siswa SDN 2 Pesuningan.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Program Literasi
Sekolah Tahun 2023/ 2024 ini terutama Pengawas Pembina yang senantiasa member bimbingan
dalam penyusunan Program Literasi Sekolah ini.
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................ii
DAFTAR ISI...............................................................................................................................................iii
A. PENDAHULUAN............................................................................................................................1
B. TUJUAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH............................................................................1
C. PELAKSANAAN GLS DI SDN 1 MEKARSARI........................................................................1
1. Tahap Pembiasaan.........................................................................................................................1
2. Tahap Pengembangan....................................................................................................................2
3. Tahap Pembelajaran......................................................................................................................5
D. KESIMPULAN................................................................................................................................5
Lampiran..............................................................................................................................................7
iii
A. PENDAHULUAN
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir
menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.
Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan
bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri
peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan
bermasyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara
menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang
warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya.
Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta
didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi
[Link] memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap perkembangan
literasi peserta didik. Sayangnya, sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta didik di
Indonesia masih rendah, berada di bawah rata-rata skor internasional. Dari laporkan hasil studi
yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain, diperoleh informasi bahwa
kemampuan literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei (Jakarta
Post, 2016).
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing bangsa dalam
persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan wajib baca sangat penting
diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib baca mempunyai tujuan yang sangat
luas dan mendasar yakni : a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta
membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah
pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f ) meningkatkan kreativitas; g)
meningkatkan kemampuan literasi tinggi.
1
Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku. Berikut ini salah
satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut baca.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
c) Satu Peserta Dididk Didik Satu Buku (1 tahun sekali)
Program ini bertujuan untuk menambah jumlah koleksi buku di perpustakaan sekolah.
1) Peserta didik diminta membawa satu buku.
2) Peserta didik membaca buku yang dimiliki.
3) Setelah dibaca, buku itu disumbangkan pada perpustakaan sekolah.
4) Peserta didik dapat meminjam buku yang lain di sekolah.
5) Sekolah memiliki koleksi buku lebih banyak.
d) Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah
Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan kegemaran
membaca
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada
setiap guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik satu
kelas untuk berkunjung ke perpustakaan.
e) Membacakan cerita.
Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak lagi
1) Guru memilih buku/cerita yang bermanfaat dan menarik untuk dibacakan di
depan peserta didik.
2) Guru membacakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang tepat.
3) Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah dibacakan.
4) Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta membaca cerita
menarik lain di hadapan teman sekelas.
5) Diadadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.
2. Tahap Pengembangan
a) Mengelola sudut baca
Mengelola sudut baca dapat dilakukan lagi di tahap pengembangan dengan
menambahkan beberapa langkah. Berikut ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan
untuk mengelola sudut baca dalam tahap pengembangan.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ketua Kelas / Wakil Ketua Kelas bertugas mengelola administrasi peminjaman
buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
5) Peserta didik membuat resume hasil bacaan.
6) Peserta didik mengumpulkan hasil serume di meja uru.
7) Guru kelas memeriksa resume sebulan sekali.
8) Peserta didik membuat perayaan hasil membaca, misalnya menceritakan hasil
bacaan di kelas.
b) Satu Jam Wajib Baca (seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik gemar...
1) membaca buku yang disukai,
2) membuat resume,
3) mengisi jurnal membaca,
4) menceritakan isi buku.
2
c) Kuis Membaca Pagi
Program ini membiasakan peserta didik dengan kegiatan membaca pada pagi hari.
Medianya berupa papan yang dilengkapi kotak-kotak kecil sebanyak jumlah mata
pelajaran di sekolah. Kotak-kotak ini untuk menempatkan kertas-kertas kuis di tiap mata
pelajaran. Berikut ini panduan pelaksanaan Kuis Membaca Pagi
1) Tiap peserta didik diminta untuk mencari teks (tidak lebih dari satu halaman)
yang kemudian ditempel di kertas karton. Teks tersebut dilengkapi dengan soal
yang dibuat oleh peserta didik sendiri.
2) Tiap peserta didik diberi kode untuk menandai teks tersebut. Seluruh teks dari
peserta didik ditempatkan di kotak yang telah disiapkan di kelas.
3) Siapkan juga kartu pantau yang berisi tentang nomor urut, tanggal mengerjakan,
identitas peserta didik, kode teks dan soal yang dikerjakan!
4) Sepakati hari untuk melaksanakan program ini, misal tiap Senin dan Kamis!
5) Pada hari yang telah disepakati, seluruh peserta didik memilih kartu soal dan
teks sesuai urutan daftar hadir kelas. Kegiatan dilaksanakan pagi hari sebelum
jam pelajaran dimulai. Peserta didik bisa mengambil lebih dari 1 teks dan soal
untuk dikerjakan bila waktunya masih mungkin.
6) Usai membaca teks dan mengerjakan soal, peserta didik mengisi kartu pantau.
d) Duta Literasi
Duta literasi merupakan peserta didik terpilih yang bertugas untuk mengembangkan
program literasi di sekolah. Beberapa kegiatan duta literasi dapat dilakukan, antara lain:
1) Wali kelas mengadakan seleksi duta literasi.
2) Wali kelas memilih tiga duta literasi .
3) Duta literasi dilatih dan dibekali keterampilan membaca dan menulis.
4) Duta literasi wajib menjadi teladan membaca dan menulis.
5) Duta literasi bertugas memotivasi peserta didik lainnya agar gemar membaca.
6) Duta literasi bertugas mengelola sudut baca.
7) Duta literasi bertugas mengelola majalah dinding (mading) kelas. Kartu Mandiri
Kartu mandiri berguna untuk memonitor target buku bacaan peserta didik.
8) Kartu mandiri berisi catatan buku yang sudah dibaca peserta didik.
9) Peserta didik bersama guru menentukan target minimal buku, misalnya minimal
25 buku
e) Klub Pecinta Buku
Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca buku baru dan
membagi hasil bacaan pada teman. Kegiatan dalam klub pecinta buku dapat dilakukan
dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku,
2) membuat ringkasan/resensi buku,
3) menceritakan isi buku,
4) mendiskusikan isi buku.
f) Tantangan Membaca
Tantangan membaca tidak dilaksanakan pada tahap pembiasaan, tapi dapat dilaksanakan
setelah sekolah masuk dalam tahap pengembangan. Program ini menantang peserta didik
untuk meningkatkan kegemaran membaca. Berikut ini alternatif langkah-langkah
kegiatan yang dapat dilakukan:
1) mendaftar program tantangan membaca,
2) memilih judul buku untuk tantangan membaca,
3) meringkas buku, tidak lebih dari dua ratus kata,
4) melaporkan rencana daftar bacaan peserta didik dan hasil membacanya pada
panitia,
5) melaksanakan tantangan membaca,
3
6) memberikan sertifikat pada peserta didik yang berhasil.
g) Penghargaan Membaca
Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik. Kegiatan
penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:
1) memilih pembaca buku terbanyak dalam tiga bulan,
2) memberikan penghargaan dan hadiah buku pada waktu upacara sekolah.
h) Menyusun Portofolio Membaca
Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan membaca peserta didik.
Portofolio hasil membaca dapat berupa dokumen bukti fisik
1) hasil membaca misalnya ringkasan buku-buku yang telah dibaca atau jurnal
membaca, laporan tugas membaca peserta didik, dan hasil membaca kreatif
peserta didik. Berikut langkah-langkahnya.
2) Guru meminta semua produk hasil membaca peserta didik untuk dikumpulkan.
3) Peserta didik menyiapkan bahan-bahan untuk membuat portofolio (lembar
kerja, folder, dan map dokumen).
4) Peserta didik menyusun portofolio berdasarkan bentuk dan isi produk.
5) Tentukan isi portofolio (semua karya peserta didik atau hasil laporan membaca)
6) Bentuk portofolio meliputi identitas peserta didik, daftar isi protofolio atau garis
besar portofolio dan kumpulan karya-karya.
7) Setiap hari peserta didik mengerjakan portofolio (misalnya lima belas menit
setiap sore).
8) Portofolio yang telah disusun, kemudian disimpan atau digantung berjajar di
kelas secara berurutan.
9) Guru memantau dan menilai portofolio yang telah disusun peserta didik.
i) Membaca Berhadiah Buku
Pemberian buku sebagai hadiah dilakukan untuk lebih mendorong peserta didik gemar
membaca. Program ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
1) Guru bekerja sama dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk menyediakan
catatan kunjungan peserta didik ke perpustakaan.
2) Guru menyosialisasikan kepada seluruh peserta didik tentang program Pembaca
Terbaik yang akan dilaksanakan setiap bulan.
3) Peserta didik akan berkompetisi membaca di perpustakaan sebanyak-banyaknya
setiap saat. Kunjungan peserta didik ke perpustakaan sekolah dapat dilakukan
ketika jam istirahat atau waktu senggang.
4) Setiap bulan, guru akan memilih pembaca terbaik di sekolah kemudian diberi
hadiah buku dan tercatat di papan Pembaca Terbaik Bulan Ini.
5) Pembaca terbaik dipilih berdasarkan frekuensi kunjungan peserta didik ke
perpustakaan, jumlah buku yang dipinjam, dan jenis buku-buku yang dibaca
serta dipinjam peserta didik.
6) Jika sudah berjalan satu tahun, guru atau sekolah akan memilih pembaca terbaik
selama satu tahun.
7) Pemilihan Pembaca Terbaik dapat dilakukan pada setiap jenjang.
j) Pos Baca Pos
Baca sekolah merupakan tempat bacaan dan membaca di area sekolah yang lebih luas,
seperti lorong-lorong sekolah, taman sekolah, kantin, dan sebagainya. Bahan yang
dipajang di Pos Baca dapat lebih bervariasi dan seluruh warga sekolah baik peserta didik,
guru, kepala sekolah bisa berpartisipasi menunjukkan karyanya melalui Pos Baca
tersebut. Berikut cara yang dapat ditempuh untuk mengembangkan Pos Baca.
1) Guru dan peserta didik membuat pos baca di sekolah.
2) Guru memberikan tugas kepada setiap kelas untuk secara bergiliran
menyediakan dan mengganti bahan-bahan bacaan pada pos baca secara rutin.
4
3) Pada tahap awal perlu dikondisikan oleh guru atau kepala sekolah untuk
membaca dan memberikan laporan hasil bacaan pada Pos Baca.
4) Peserta didik diminta membaca buku di Pos Baca dan memajang karyanya di
Pos Baca.
3. Tahap Pembelajaran
a) Membaca Buku Cerita (satu jam, seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan membaca buku
cerita dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku cerita,
2) membuat ringkasan isi cerita,
3) membuat bahan presentasi,
4) menceritakan kembali pada teman atau kelompok.
b) Mading Kelas (terbit seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan membaca
karya secara berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah dinding (mading)
kelas.
1) membuat mading kelas,
2) menulis berita,
3) mempublikasikan berita di mading.
c) Diorama Cerita
Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan
dalam diorama cerita, antara lain:
1) peserta didik berkelompok 2–3 peserta didik,
2) membaca buku cerita,
3) mendiskusikannya dalam kelompok,
4) membuat diorama cerita,
5) peserta didik bercerita di depan teman dengan bantuan diorama cerita.
d) Piramida Cerita
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Berikut ini contoh
kegiatan dalam piramida cerita yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
1) berkelompok 2–3 peserta didik;
2) membaca buku cerita bersama;
3) diskusi menentukan bagian-bagian penting cerita;
4) mengambar piramida di kertas;
5) menulis bagian awal, inti, dan akhir cerita di tiga sisi piramida;
6) peserta didik bercerita di depan teman dengan bantuan piramida.
e) Klub Literasi(Jangka panjang)
Peserta didik yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas literasi, di
antaranya sebagai berikut.
1) bedah buku,
2) pelatihan menulis,
3) pameran buku,
4) kontes membaca,
5) seminar literasi,
6) lokalatih literasi, dll.
D. KESIMPULAN
Gerakan Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh
dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya
literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi
adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari
5
berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik.
Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang
bermanfaat bagi [Link] memberikan pengaruh budaya yang amat kuat
terhadap perkembangan literasi peserta didik. Keberhasilan Program ini sangat tergantung dari
komitmen seluruh warga besar SDN 2 Pesuningan dan pihak terkait secara kolaboratif.
Oleh karena itu diharapkan semua pihak terkait dapat ikut secara proaktif berperan dalam
kegiatan ini sesuai dengan tupoksi masing-masing.
6
Lampiran
PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN
DINAS PENDIDIKAN
SD NEGERI 2 PESUNINGAN
Alamat : Jl. Wadaslintang Km. 5 Pesuningan, Prembun, Kebumen 54394
Email:sdnegeri2pesuningan@[Link]
TOTAL
N ALOKASI WAKTU TUJUAN
KEGIATAN
O WAKTU PER KEGIATA
MINGGU
1. Menerapkan membaca 20 Menit 40 Menit Menerapkan
pemahaman lewat membaca 07.00-07.20 membaca
mandiri Rabu dan Jumat pemahaman.
2. Menulis diari 20 Menit 20 Menit Menceritakan
07.00-07.20 aktifitas pada hari
Senin sebelumnya
(Minggu).
3. Circle time 15 Menit 15 Menit Siswa membawa
09.00-09.15 barang dan
Selasa menceritakannya.
4. Membaca terbimbing 15 Menit 15 Menit Meningkatkan
Membaca bersama 07.00-07.15 kemampuan
Kamis membaca.
N MG/HARI/
KEGIATAN PESERTA TEMPAT
O WAKTU
1. Minggu I Kelas I Ruang Kelas
Senin Menulis diari Kelas II Ruang Kelas
07.00-07.20 Kelas III Ruang Kelas
Selasa Circle time Kelas IV Perpustakaan
09.00-09.15 Kelas V Ruang Kelas
Rabu/ Jumat Menerapkan membaca pemahaman Kelas VI Ruang Kelas
07.00-07.20 lewat membaca mandiri
Kamis Membaca terbimbing
07.00-07.15
Sabtu Membaca bersama
07.00-07.15
2. Minggu I Kelas I Perpustakaan
Senin Menulis diari Kelas II Ruang Kelas
07.00-07.20 Kelas III Ruang Kelas
Selasa Circle time Kelas IV Ruang Kelas
09.00-09.15 Kelas V Perpustakaan
Rabu/ Jumat Menerapkan membaca pemahaman Kelas VI Ruang Kelas
07.00-07.20 lewat membaca mandiri
Kamis Membaca terbimbing
07.00-07.15
Sabtu Membaca bersama
07.00-07.15
3. Minggu I Kelas I Ruang Kelas
Senin Menulis diari Kelas II Ruang Kelas
07.00-07.20 Kelas III Ruang Kelas
Selasa Circle time Kelas IV Perpustakaan
09.00-09.15 Kelas V Ruang Kelas
Rabu/ Jumat Menerapkan membaca pemahaman Kelas VI Perpustakaan
07.00-07.20 lewat membaca mandiri
Kamis Membaca terbimbing
07.00-07.15
Sabtu Membaca bersama
07.00-07.15
4. Minggu I Kelas I Ruang Kelas
Senin Menulis diari Kelas II Ruang Kelas
07.00-07.20 Kelas III Perpustakaan
Selasa Circle time Kelas IV Ruang Kelas
09.00-09.15 Kelas V Ruang Kelas
Rabu/ Jumat Menerapkan membaca pemahaman Kelas VI Ruang Kelas
07.00-07.20 lewat membaca mandiri
8
Kamis Membaca terbimbing
07.00-07.15
Sabtu Membaca bersama
07.00-07.15
9
PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN
DINAS PENDIDIKAN
SD NEGERI 2 PESUNINGAN
Alamat : Jl. Wadaslintang Km. 5 Pesuningan, Prembun, Kebumen 54394
Email:sdnegeri2pesuningan@[Link]
TENTANG
PEMBENTUKAN TIM GERAKAN LITERASI SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH DASAR
MEMUTUSKAN :
Ditetapkan Di : Pesuningan
Pada Tanggal : 8 Juli 2023
Kepala Sekolah
Tembusan:
1. Ka Dinas Pendidikan Kab. Kebumen;
2. Arsip.
11
Lampiran 1
Keputusan Kepala SDN 2 Pesuningan
421.2 / / 2023
Tanggal : 8 Juli 2023
12
Lampiran 2
Keputusan Kepala SDN 2 Pesuningan
421.2 / / 2023
Tanggal : 19 Juli 2023
1. Tanggung Jawab :
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Pesuningan atas terlaksananya
kegiatan Literasi Sekolah;
2. Tugas :
a. Ketua Tim Gerakan Literasi Sekolah Tingkat Sekolah Dasar Negeri 2 Pesuningan,
bertugas membuat perencanaan tindak lanjut, mendeskripsikan tentang program, mengatur
keterlaksanaan, dan mengevaluasi kegiatan Gerakan Literasi Sekolah;
b. Sekretaris Tim Gerakan Literasi Sekolah Dasar Negeri 2 Pesuningan bertugas mengabsensi
guru dan siswa dan membuat laporan keterlaksanaan Gerakan Literasi Sekolah;
c. Quality Control Materi Tim Gerakan Literasi Sekolah bertugas mengecek kesusaian buku
dengan tema memonitor jumlah halaman yang dibaca, mempersiapkan tablig literasi, dan
memonitor hasil karya guru dan siswa;
d. Quality Control Ketertiban Program Tim Gerakan Literasi Sekolah bertugas mengatur
awal dan akhirnya kegiatan, menjaga ketertiban selama pelaksanaan program, dan
memberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan selama kegiatan Gerakan Literasi
Sekolah;
e. P e n i l a i Tim Gerakan Literasi Sekolah bertugas memberikan penilaian berbentuk skala
kualitas terhadap kehadiran, ketekunan, kualitas bacaan, dan hasil karya;
3. Wewenamg :
Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan Gerakan Literasi Sekolah;
Kepala Sekolah
13
PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN
DINAS PENDIDIKAN
SD NEGERI 2 PESUNINGAN
Alamat : Jl. Wadaslintang Km. 5 Pesuningan, Prembun, Kebumen 54394
Email:sdnegeri2pesuningan@[Link]
Kepada Yth. :
Bpk/ Ibu Guru SDN 2 Pesuningan
di- tempat
Demikian undangan kami, atas perhatian serta kehadirannya kami ucapkan banyak terima kasih.
Kepala Sekolah
14
DAFTAR HADIR
15
NOTULEN RAPAT
Acara :
1. Pembukaan;
2. Pengantar Kepala Sekolah;
3. Penyampaian Draft Literasi Sekolah;
4. Pembahasan Kegiatan Literasi Sekolah;
5. Penetapan Keputusan Kepala Sekolah;
6. Lain-lain;
7. Penutup.
I. Pembukaan :
Rapat dibuka dengan bacaan basmallah bersama
II. Pengantar Kepala Sekolah :
• Mengucapkan puji syukur atas anugerah Allah SWT;
• Ucapan terima kasih dan mohon maaf kepada peserta rapat;
• Manfaat Literasi Sekolah di sekolah antara lain :
1. Menambah kosa kata;
2. Mengoptimalkan kerja otak;
3. Menambah wawasan dan informasi baru;
4. Meningkatkan kemampuan interpersonal;
5. Mempertajam diri didalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca;
6. Mengembangkan kemampuan verbal;
7. Melatih kemampuan berfikir dan menganalisa;
8. Meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang;
9. Melatih dalam hal menulis serta juga merangkai kata yang bermakna;
• Mengingat banyaknya manfat Literasi Sekolah, maka sangat diperlukan dibuatnya Rencana
Program Kegiatan Literasi Sekolah di SDN 2 Pesuningan yang endingnya adalah untuk
kemampuan peserta didik dalam rangka pencapaian Visi Sekolah.
III. Penyampaian Draft Kegiatan Literasi Sekolah :
Kepala sekolah menyampaiakan draf Kegiatan Literasi Sekolah kepada para peserta rapat dengan
cara memberikan print out/ foto copy naskah draft.
IV. Pembahasan Draft Kegiatan Literasi Sekolah:
• Pembahasan dilaksanakan butir demi butir, jika ada kalimat dan hal lain yang belum baik/
benar langsung direvisi bersama;
• Pembahasan dimulai dari draft Literasi SekolahPeserta Didik, dilanjutkan draft Literasi
Sekolah.
• Hasil pembahasan Kegiatan Literasi Sekolah dituangkan dalam berita acara rapat.
16
V. Penetapan Keputusan Kepala Sekolah :
Kepala Sekolah membuat Surat Keputusan tentang Kegiatan Literasi Sekolah SDN 2 Pesuningan
Tahun Pelajaran 2023/ 2024 yang mengikat kepada semua warga sekolah.
VI. Lain-lain :
Kepala Sekolah menghimbau kepada semua guru untuk mensosialisasikan kepada semua
siswa di kelas masing-masing.
Mohon untuk didokumentasikan dengan baik.
17
BERITA ACARA RAPAT
Pada hari ini .... Senin …., tanggal .... tujuh belas …. Bulan …. Juli …. Tahun .... dua ribu
dua puluh tiga …. telah diselenggarakan Rapat Pembahasan dan Penetapan Program Kegiatan Literasi
Sekolah yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Dewan Guru SD Negeri 2 Pesuningan Kecamatan
Prembun dari pukul …. 8.00 …. WIB sampai dengan pukul ….13.00 …. WIB di SD Negeri 2
Pesuningan.
Kegiatan rapat berjalan dengan tertib dan lancar, catatan selama pelaksanaan rapat dituangkan
dalam notulensi.
Demikian berita acara ini dibuat dengan [Link] kasih kepada pihak yang telah
ikut terlibat dalam Pembahasan dan Penetapan Kegiatan Literasi Sekolah ini.
18
19