Rapor Pendidikan SD Katolik Nggolonio 2025
Rapor Pendidikan SD Katolik Nggolonio 2025
RAPOR PENDIDIKAN
SD KATOLIK NGGOLONIO
TAHUN 2025
i
LEMBAR PENGESAHAN
Berdasarkan Rapat Dewan Pendidik dan Tenaga Kependidikan beserta Komite Sekolah
Dasar Katolik Nggolonio
Dokumen Perencanaan Berbasis Data Rapor Pendidikan
SD Katolik Nggolonio Tahun 2025
dinyatakan sah untuk digunakan sebagai pedoman penyelenggaran sekolah tahun 2025
Disahkan di : Nggolonio
Pada tanggal : ... September 2025
Menyetujui
Ketua Komite Sekolah Kepala SD Katolik Nggolonio
Mengetahui
[Link] Dinas Pendidikan Kabupaten Nagekeo
LEMBAR VERIFIKASI
DOKUMEN PERENCANAAN BERBASIS DATA RAPOR PENDIDIKAN SD KATOLIK NGGOLONIO TAHUN
2025
Dokumen Perencaan Berbasis Data Rapor Pendidikan SD Katolik Nggolonio Tahun 2025 ini telah diverifikasi
oleh Pengawas Pembina, secara bertahap dari tanggal 30 Agustus 2025 s.d. 1 September 2025 dan telah
dilakukan perbaikan seperlunya oleh Tim Penyusun di sekolah, dengan aspek verifikasi :
ii
Komponen 1. Identifikasi
2. Refleksi
3. Benahi
4. RKJM
5. RKT
6. RKAS
Mekanisme 1. Satuan pendidikan membaca Platform/Rapor Pendidikan untuk
mengidentifikasi kondisi dan tantangan yang dihadapi
2. Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melakukan
refleksi diri untuk menemukan akar permasalahan dari tantangan
yang dihadapi
3. Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah menentukan
program dan kegiatan untuk menyelesaikan akar masalah,
menetapkan target capaian, dan memasukkannya di dalam
dokumen perencanaan
4. Verifikasi Pengawas Pembina
5. Pengesahan Dokumen
Marcianus Djari,[Link]
NIP 1970614 199312 1 001
Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas penyertaannya tim dapat
menyelesaikan dokumen perencanaan sekolah berbasis data rapor pendidikan.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, dalam pasal 27
ayat (2) disebutkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada
pendidikan anak usia dini dan jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis
sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Hal ini
menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki kewajiban untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan kegiatan pendidikan dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah dan menjadi budaya
kerja sekolah.
Perencanaan kegiatan pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas proses dan hasil belajar secara
berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri sekolah berdasarkan rapor pendidikan, yang dituangkan dalam
iii
rencana kerja jangka menengah untuk jangka waktu 4 tahun, dan dijabarkan secara rinci dalam rencana kerja
jangka pendek atau rencana kerja tahunan.
Dokumen ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan sekolah dan sekaligus sebagai
bahan menyusun indikator dalam pengawasan kegiatan sekolah.
Tim penyusun menyampaikan terima kasih kepada :
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan
A. Rasional ……………………………………………………………………….. 1
B. Dasar Hukum ………………………………………………………………… 2
Bab II Identifikasi, Refleksi, dan Benahi ……………………………………… 4
Bab III Rencana Kerja Jangka Menengah ……………………………………… 12
A. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah …………………………………………… 12
B. Rencana Kerja Jangka Menengah ……………………………………….. 14
C.
D. Bab IV Rencana Kerja Tahunan
A. Rencana Kerja Tahunan …………………………………………………… 22
B. Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah ………………………………….32
Bab V Monitoring dan Evaluasi…………………………………………………. 40
Bab VI Penutup ……………………………………………………………………… 44
Glosarium
Daftar Pustaka
iv
v
BAB I PENDAHULUAN
A. Rasional
Perencanaan Berbasis Data adalah perencanaan yang dilakukan oleh satuan pendidikan, program
pendidikan, lembaga pendidikan, maupun pemerintah daerah yang didasarkan pada data Rapor
Pendidikan. Perencanan berbasis data bertujuan untuk mencapai peningkatan dan perbaikan mutu
pendidikan yang berkesinambungan.
Perencanaan berbasis data sebelumnya telah dilakukan yaitu menggunakan data rapor mutu, akan
tetapi program dan kegiatan belum berdampak kepada peningkatan mutu disebabkan perencanaan
belum berbasis data sesuai dengan masalah yang dihadapi. Hal itu disebabkan data atau laporan
yang tidak valid, analisis tidak sampai ke akar masalah, perencanaan tidak berdampak pada
peningkatan mutu, kegiatan dan pengadaan tidak berdampak pada peningkatan mutu, dan dampak
kegiatan tidak dievaluasi. Perencanaan Berbasis Data bertujuan memberikan perbaikan
pembelanjaan anggaran yang efektif dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan Dinas Pendidikan
maupun Satuan Pendidikan.
Satuan Pendidikan dan Pemerintah Daerah dapat melakukan refleksi diri dengan menganalisis data
dalam Rapor Pendidikan, mengidentifikasi akar masalah, dan menyusun rencana kegiatan dalam
RKAS atau RKPD untuk meningkatkan kualitas Pendidikan. Data yang digunakan dalam
Perencanaan Berbasis Data berasal dari data Rapor Pendidikan. Rapor Pendidikan adalah platform
yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan rapor
mutu sebelumnya. Kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru lebih menekankan pada orientasi
terhadap mutu pendidikan dan sistem yang terintegrasi.
Rapor Pendidikan dapat dijadikan sebagai:
1. Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas
pendidikan
5. Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar
(output),
6. Platform penyajian data yang terpusat, sehingga satuan pendidikan tidak perlu menggunakan
beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan beban administrasi
B. Dasar Hukum
1
a. Pasal 28
• Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas proses dan
hasil belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan Pendidikan.
• Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek dan
rencana kerja jangka menengah b. Pasal 48
2. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9
Tahun 2022 Tentang Evaluasi Sistem Pendidikan Oleh Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah
Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah a. Pasal 24
a. Pasal 26
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan perencanaan
program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata kelola penyelenggaraan
pendidikan sesuai dengan kewenangannya
b. Pasal 28
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Satuan Pendidikan untuk:
2
● mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar masalah
dan merumuskan langkah perbaikan; dan
1. Dimensi A Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Murid, dengan indikator level 1 nya :
A.1 Kemampuan Literasi
A.2 Kemampuan Numerasi
A.2 Karakter
3. Dimensi E Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel, dengan indicator level
1 nya :
E.1 Partisipasi Warga Sekolah
[Link] Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah untuk Peningkatan Mutu
E.3 Pembanfaatan TIK untuk Pengelolaan Anggaran
E.5 Program dan Kebijakan Sekolah
3
C.2 Proporsi PTK penggerak
C.3 Pengalaman Pelatihan PTK
Indikator level 1 yang capaiannya rendah menjadi masalah dan akar masalah terdapat dalam level 2. Prioritas
rekomendasi pada jenjang SD, SMP dan SMA ada 6 yaitu Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi,
Karakter, Kualitas Pembelajaran, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebinekaan.
Untuk mengenali kondisi sekolah yang lebih relevan dan dapat melakukan pembenahan sesuai kebutuhan,
yang dilakukan sekolah adalah :
3. Melakukan pembenahan melalui perumusan kegiatan dalam bentuk rencana kegiatan dan anggaran
satuan pendidikan (BOS dan BOP) dan daerah (APBD) untuk menyelesaikan akar masalah
Perencanaan Berbasis Data langkah penting dalam merencanakan kegiatan pembenahan mutu pembelajaran
yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan Pendidikan. Ada 3 cara melakukan perencanaan
berbasis data yaitu dengan melakukan eksplorasi dashboard platform Rapor Pendidikan, menggunakan
unduhan rekomendasi PBD, menganalisis unduhan Laporan Rapor Pendidikan. Dalam menyusun PBD
ini , kami dominan menggunakan cara ke-2 yaitu menggunakan unduhan rekomendasi PBD, dengan
mempertimbangkan hasil ekslporasi dashboard platform Rapor Pendidikan dan analisis unduhan Laporan
Rapor Pendidikan.
Hasil identifikasi, benahi, dan refleksi dengan menggunakan Rapor Pendidikan tahun 2024 sebagai berikut :
Skor Benahi
No Identifikasi Refleksi
Program Benahi Kegiatan Benahi
1 D.1 Kualitas Baik 64 Manajemen Pengelolaan kelas Kepala satuan Pendidikan
pembelajaran kelas yang mendukung dan pendidik Menyusun
pembelajaransert dan mengimplementasikan
a penerapan strategi manajemen
penghargaan dan kelasditerapkan melalui
sanksi secara intrakurikuler,kokurikuler
proporsional dan ekstrakurikuleruntuk
mendukung menciptakan suasana
kualitas pembelajaran yang
pembelajaran. kondusif serta
mengembangkan kualitas
pembelajaran yang dilihat
dari kualitas interaksi
antara pendidik,peserta
didik dan materi
pembelajaran dalam proses
4
pembelajaran.
5 D.1 Kualitas baik 64 Belajar Aktivitas belajar guru yang Kepala satuan
tentang bertujuan meningkatkan Pendidikan dan
pembelajaran pengetahuan dan pendidikmeningkatkan
5
pembelajaran keterampilan mengajar kemampuan belajar
merupakan salah satu factor melalui pembelajaran
yang mempengaruhi sebagai bagian dari
kualitas pembelajaran. peningkatan kualitas
pembelajaran melalui
pelatihan,diskusi di
komunitas belajar,serta
kegiatan lain yang
menunjang
keterampilan mengajar.
6
9 A.1Kemampuan sedang 42,86 Dukungan Pemberian Kepala satuan Pendidikan
literasi untuk dukungan kepada dan pendidik merencana
refleksi guru guru untuk dan mengimplementasikan
melakukan pemberian dukungan untuk
refleksi terhadap melakukan refleksi terhadap
proses proses pembelajaran literasi
pembelajaran peserta didik pada
akan mendukung intrakurikuler,kokurikuler
pembelajaran dan atau ekstrakurikuler.
siswa di kelas
yang berdampak
kepada
kemampuan
literasi siswa
7
belajar,dan kegiatan lain
yang menunjang
peningkatan kompetensi.
13 A.1 Kemampuan Sedang 42,86 Belajar Aktivitas belajar Kepala satuan Pendidikan
Literasi tentang guru dan kepala dan pendidik meningkatkan
pembelajaran sekolah yang kompetensi mengenai
bertujuan belajar tentang
meningkatkan pembelajaran sebagai
pengetahuan dan bagian dari refleksi serta
keterampilan perbaikan pembelajaran
mengajar akan oleh pendidik melalui
mendukung pelatihan
pembelajaran mandiri,perencanaan
siswa di kelas pembelajaran,webinar serta
yang berdampak kegiatan lain yang
pada kemampuan mendukung kompetensi.
literasi siswa.
8
literasi sekolah akan intrakurikuler,kokurikuler
mendukung dan atau ekstrakurikuler
pembelajaran
siswa di kelas
yang berdampak
kepada
kemampuan
literasi siswa.
17 A.2 Sedang 57,14 Kompetensi Aktivitas belajar guru dan Kepala satuan
Kemampuan membaca teks kepala sekolah yang bertujuan Pendidikan dan
Numerasi sastra meningkatkan kompetensi siwa pendidik merencanakan
memahami,menggunakan,mere pembelajaran dan
fleksi mengimplementasikan
Dan mengevaluasi teks fiksi pengetahuan tentang
9
untuk mampu berpikir teks sastra melalui
menggunakan intrakurikuler,kokurikule
konsep,prosedur,fakta dan alat r dan atau
matematika dalam ekstrakurikuler untuk
menyelesaikan masalah sehari- meningkatkan minat
hari pada brebagai jenis baca serta memperbaiki
konteks yang relefan sehingga proses pembelajaran
berdampak kepada kemampuan numerasi peserta didik.
numerasi siswa.
18 A.2 sedang 57,14 Kemampuan Aktivitas belajar guru dan Kepala satuan
Kemampuan membaca teks kepala sekolah yang bertujuan Pendidikan dan pendidik
Numerasi informasi meningkatkan kompetensi siwa merencanakan
memahami,menggunakan,mere pembelajaran dan
fleksi mengimplementasikan
Dan mengevaluasi teks fiksi pengetahuan tentang
untuk mampu berpikir teks sastra melalui
menggunakan intrakurikuler,kokurikuler
konsep,prosedur,fakta dan alat dan atau ekstrakurikuler
matematika dalam untuk meningkatkan
menyelesaikan masalah sehari- minat baca serta
hari pada brebagai jenis memperbaiki proses
konteks yang relefan sehingga pembelajaran numerasi
berdampak kepada kemampuan peserta didik.
numerasi siswa.
19 A.2 sedang 57,14 Dukungan Pemberian dukungan kepada Kepala satuan
Kemampuan untuk refleksi guru untuk melakukan refleksi Pendidikan dan pendidik
Numerasi guru terhadap proses pembelajaran merencanakan dan
akan mendukung pembelajaran mengimplementasikan
siswa di kelas yang berdampak pemberian dukungan
kepada kemampuan numerasi untuk melakukan
siswa. refleksi terhadap proses
pembelajaran numerasi
peserta didik pada
intrakurikuler,kokurikuler
dan atau ekstrakurikuler.
20 A.2 sedang 57,14 Visi-misi Perumusan,penyampaian dan Kepala satuan
Kemampuan satuan penerapan visi-misi sekolah Pendidikan mendorong
Numerasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas perbaikan visi-misi
pembelajaran akan berdampak satuan Pendidikan
pada kemampuan numerasi melalui program dan
siswa. kebijakan di satuan
Pendidikan,baik yang
membutuhkan anggaran
maupun tidak untuk
mendukung kemampuan
numerasi siswa.
21 A.2 sedang 57,14 Manajemen Pengelolaan kelas yang Kepala satuan
Kemampuan kelas mendukung pembelajaran Pendidikan dan
Numerasi serta penerapan pendidik
10
penghargaan dan sanksi meningkatkan
secara proporsional kompetensi
mendukung kemampuan manajemen kelas
numerasi siswa. melalui pelatihan dan
refleksi untuk
mendukung suasana
kondusif dalam
pembelajaran yang
meningkatkan
kemampuan
numerasi peserta
didik
22 A.2 sedang 57,14 Metode Praktik pembelajaran interaktif Kepala satuan
Kemampuan Pembelajaran yang sesuai dengan tujuan Pendidikan dan pendidik
Numerasi pembelajaran dan karakteristik meningkatkan
siswa akan berdampak pada kompetensi dalam
numerasi siswa. memberikan instruksi
dan panduan
pembelajaran interaktif
melalui pelatihan dan
refleksi untuk
meningkatkan
kemampuan numerasi
peserta didik.
23 D.8 Iklim Baik 71 Toleransi dan Aktivitas peningkatan Kepala satuan
Kebinekaan kesetaraan kemampuan guru dan kepala Pendidikan dan pendidik
peserta didik sekolah yang bertujuan mempelajari konsep dan
menunjang terciptanya sikap praktik terkait dukungan
inklusif yang mendukung sikap atas kesetaraan siswa
menerima dan menghargai sebagai bagian dari
keragaman agama dan budaya peningkatan kualitas
disekolah sehingga berdampak iklim kebinekaan di
pada iklim kebinekaan satuan Pendidikan.
2 D.8 Iklim 71 Toleransi Kondisi sekolah yang Kepala satuan Pendidikan dan
4 Kebinekaan Bai agama dan menunjukan adanya sikap pendidik
k budaya dan prilaku kepala sekolah mengimplementasikan
dan guru dalam menerapkan pengetaguan tentang toleransi
toleransi agama dan budaya agama dan budaya pada
serta komitmen kebangsaan beragam aktivitas
mempengaruhi keseluruhan intrakurikuler,kokurikuler dan
iklim kebinekaan di sekolah. atau ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca
serta memperbaiki proses
pembelajaran peserta didik.
2 D.8 Iklim 71 Program Aktivitas peningkatan Kepala satuan Pendidikan dan
5 Kebinekaan Bai kebijakan kompetensi guru dan kepala pendidik dan peserta didik
k satuan sekolah yang bertujuan merancang dan melaksanakan
Pendidikan mendukung ketersediaan dan program
tentang penerapan program intrakurikuler,kokurikuler dan
rokok serta kebijakan yang atau ekstrakurikuler yang
minuman mencegah dan memiliki nilai-nilai pencegahan
keras dan menanggulangi penyalagunaan narkoba di
narkoba penyalagunaan narkoba dan lingkungan sekolah untuk
zat berbahaya di lingkungan menciptakan iklim kebinekaan.
11
sekolah yang berdampak
pada iklim kebinekaan.
2 D.8 Iklim 71 Program Aktivitas peningkatan Kepala satuan Pendidikan dan
6 Kebinekaa Bai dan kompetensi guru dan kepala pendidik dan peserta didik
n k kebijakan sekolah yang bertujuan merancang dan melaksanakan
satuan mendukung ketersediaan dan program
Pendidikan penerapan program intrakurikuler,kokurikuler dan
tentang serta kebijakan yang atau ekstrakurikuler yang
hukuman mencegah penggunaan memiliki nilai-nilai praktik
fisik hukuman yang positif lingkungan sekolah
mengakibatkan rasa sakit tanpa hukuman fisik untuk
secara fisik siswa pelaku menciptakan iklim kebinekaan.
pelanggaran yang berdampak
pada iklim kebinekaan.
2 D.8 Iklim 71 Dukungan Pemberian dukungan kepada Kepala sekolah dan pendidik
7 Kebinekaan Bai untuk guru untuk melakukan refleksi mempelajari tentang dukungan
k refleksi guru terhadap proses untuk merefleksi pendidik yang
pembelajaran yang diberikan dapat mendukung iklim
oleh kepala sekolah maupun kebinekaan
bagian dari Upaya kepala
sekolah untuk meningkatkan
iklim kebinekaan.
2 D.8 Iklim Bai 71 Visi-misi Perumusan,penyampaian dan Kepala satuan Pendidikan dan
8 Kebinekaan k satuan penerapan visi-misi sekolah pendidik,mempelajari tentang
pendidikan untuk meningkatkan kualitas perumusan,penyampaian dan
pembelajaran merupakan penerapan visi-misi sekolah
Upaya sekolah dalam untuk mendukung iklim
meningkatkan iklim kebinekaan.
kebinekaan.
D.8 Iklim Bai 71 Pemahama Kondisi sekolah yang Kepala sekolah dan pendidik
2 Kebinekaan k n dan sikap menunjukan adanya mempelajari tentang
9 warga pemahaman,dukungan dan konsep,pemahaman,dan sikap
sekolah Tindakan warga warga sekolah terkait
terhadap sekolah,terhadap kesetaraan kesetaraan gender untuk
kesetaraan kemampuan,hak,dan mendorong iklim kebinekaan.
gender kewajiban antaralaki-laki dan
Perempuan merupakan salah
satu factor yang mempengarui
peningkatan iklim kebinekaan
sekolah.
3 D.8 Iklim Bai 71 Prilaku Aktivitas peningkatan Kepala satuan Pendidikan
0 Kebinekaan k warga kompetensi guru dan kepala dan pendidik
satuan sekolah yang bertujuan mengimplementasikanyan
Pendidikan menunjang terciptanya iklim g sudah dipelajari tentang
terhadap kesetaraan prilaku warga satuan
kesetaraan kemampuan,pemenuhan hak Pendidikan terhadap
gender dan kewajiban antara laki-laki kesetaraan gender melalui
dan perempuan intrakurikuler,kokurikuler
yang berdampak dan atau ekstrakurikuler
pada iklim untuk menciptakan iklim
kebinekaan. kebinekaan.
3 A.3 62, Nalar kritis Kemauan dan kebiasaan Kepala sekolah dan guru
1 Karakter Bai 5 mengambil siswa dalam meningkatkan kompetensi
k keputusan secara logis dengan mempelajari
12
berdasarkan berbagai bukti tentang Pendidikan
dan sudut pandang yang karakter yang berkaitan
beragam mendukung dengan menumbuhkan
kemampuan siswa dalam kemauan dan kebiasaan
aspek karakter mengambil Keputusan
secara logis berdasarkan
berbagai bukti dan sudut
pandang yang beragam
pada diri peserta didik
melalui pelatihan,diskusi
pada komunitas
belajar,belajar mandiri
memanfaatkan berbagai
sumber belajar dan
kegiatan lain yang
menunjang peningkatan
kompetensi.
3 A.3 Karakter 62, Kemandiria Kemauan dan kebiasaan Kepala satuan Pendidikan
2 Bai 5 n siswa dalam dan pendidik
k mengolahperasaan,pikiran,da merencanakan dan
n Tindakan demi mencapai mengimplementasikan
tujuan pembelajaran aktivitas pembiasaan bagi
mendukung kemampuan peserta didik dalam
siswa dalam aspek karakter mengelola rasa,pikiran
dan Tindakan melalui
intrakurikuler,kokurikuler
dan atau ekstrakurikuler
untuk mendukung
pengembangan
Pendidikan karakter
3 A.3 Baik 62,5 Dukungan Pemberian dukungan Kepala sekolah dan pendidik
3 Karakter untuk refleksi kepada guru untuk mengintegrasikan pengetahuan
guru melakukan refleksi tentang pemberian dukungan kepada
terhadap proses pendidik untuk melakukan refleksi
pembelajaran dapat terhadap proses pembelajaran dan
mendukung kemampuan mengimplementasikannya dalam
siswa dalam aspek berbagai aktivitas untuk mendukung
karakter. Pendidikan karakter.
3 A.3 62,5 Visi-misi Perumusan,penyampaia Kepala satuan Pendidikan dan
4 Karakter Bai satuan n dan penerapan visi- pendidik,mempelajari tentang
k pendidikan misi sekolah untuk perumusan,penyampaian dan penerapan
meningkatkan kualitas visi-misi sekolah dalam berbagai
pembelajaran aktivitas untuk mendukung Pendidikan
mendukung kemampuan karakter
siswa dalam aspek
karakter.
3 A.3 Karakter 62,5 Manajemen Pengelolaan kelas yang Kepala satuan Pendidikan dan
5 Bai kelas mendukung pembelajaran pendidik meningkatkan kompetensi
k serta penerapan manajemen kelas melalui pelatihan
penghargaan dan sanksi dan refleksi untuk mendukung
secara proporsional suasana kondusif dalam
mendukung kemampuan pembelajaran untuk
siswa dalam aspek mengembangkan karakter siswa
karakter. yang bersifat holistic yaitu:
13
pengetahuan,afektif,keterampilan,dan
perwujudan prilaku.
3 A.3 Karakter 62,5 Metode Praktik pembelajaran Kepala sekolah dan gurumerancang dan
6 Bai Pembelajaran interaktif yang sesuai mengimplementasikan metode
k dengan tujuan pembelajaran yang interaktif melalui
pembelajaran dan aktivitas intrakurikuler,kokurikuler dan
karakteristik siswa oleh atau ekstreakurikuler untuk
guru dapat mendukung mengembangkan karakter siswa yg
kemampuan siswa dalam bersifat holistik.
aspek karakter
3 A.3 Karakter 62,5 Belajar Aktivitas belajar guru dan Kepala sekolah dan guru mempelajari
7 Bai tentang kepala sekolah yang tentang pengetahuan dan keterampilan
k pembelajaran bertujuan meningkatkan mengajar sebagi bagian dari mendukung
pengetahuan dan penguatan karakter peserta didik melalui
keterampilan mengajar pelaksanaan supervise pembelajaran
dapat mendukung pada semua mapel atau pendidik dan
kemampuan siswa dalam kegiatan lain yang menunjang penguatan
aspek karakter. karakter siswa.
A.3 Karakter 62,5 Penerapan Inovasi pembelajaran Kepala sekolah dan guru mempelajari
3 Bai praktik berdasarkan refleksi yang tentang penerapan prakktik inovatif
8 k inovatif dilakukan kepala sekolah berorientasi pada penguatan karakter
dan guru mendukung peserta didik,salah satunya melalui
kemampuan siswa dalam diskusi dan refleksi Bersama warga
aspek karakter. sekolah.
3 D.4 Iklim 81 Pemahaman Pengalaman hukuman fisik Kepala satuan Pendidikan mendorong
9 keamanan Bai dan sikap oleh siswa dan serta penerapan disiplin postitif melalui
satuan k terhadap pemahaman dan sikap guru kegiatan,program,maupun pembuatan
pendidikan hukuman fisik tentang hukuman fisik kebijakan baik yang membutuhkan
merupakan salah satu anggaran maupun tidak.
factor yang mempengaruhi
iklim keamanan di sekolah
4 D.4 Iklim 81 Pemahaman Pengalaman dan Kepala satuan Pendidikan merancang
0 keamanan Bai dan sikap pengetahuan siswa tentang kebijakan satuan Pendidikan dengan
satuan k guru tentang kekerasan seksual dan memberikan panduan resmi bagi seluruh
pendidikan kekerasan serta pemahaman dan warga sekolah mengenai Langkah
seksual sikap guru tentang pencegahan,pelaporan,dan penanganan
kekerasan seksual kasus kekerasan seksual dengan
merupakan salah satu melibatkan GTK,siswa,dan wali peserta
factor yang mempengaruhi didik.
iklim keamanan sekolah
4 D.4 Iklim 81 Program dan Aktivitas peningkatan Kepala satuan Pendidikan dan pendidik
1 keamanan Bai kebijakan kompetensi guru dan mempelajari tentang program dan
satuan k satuan kepala sekolah yang kebijakan mengenai rokok,minuman
pendidikan Pendidikan bertujuan mendukung keras,dan narkoba di satuan Pendidikan
tentang terlaksananya program dan untuk mendukung peningkatan kualitas
rokok,minum kebijakan sekolah terkait iklim keamanan sekolah
an keras,dan narkoba untuk mencegah
narkoba dan menanggulangi
penyalagunaan narkoba
dan zat berbahaya lainnya
yang berdampak pada iklim
keamanan sekolah
4 D.4 Iklim 81 Program dan Aktivitas peningkatan Kepala satuan Pendidikan mendorong
2 keamanan Bai kebijakan kompetensi guru dan perbaikan program,kebijakan mengenai
14
satuan k satuan kepala sekolah yang pencegahan dan penanganan hukuman
pendidikan Pendidikan bertujuan mendukung fisik di satuan Pendidikan baik yang
tentang terlaksananya program dan membutuhkan anggaran maupun yang
hukuman fisik kebijakan sekolah terkait tidak membutuhkan anggaran
hukuman fisik untuk
mencegah penggunaan
hukuman yang
mengakibatkan rasa sakit
secara fisik bagi siswa yang
melakukan pelanggaran
yang berdampak pada iklim
keamanan sekolah
4 D.4 Iklim 81 Dukungan Pemberian dukungan Kepala sekolah dan guru
3 keamanan Bai untuk refleksi kepada guru untuk mengintegrasikan pengetahuan tentang
satuan k guru melakukan refleksi pemberian dukungan kepada guru untuk
pendidikan terhadap proses melakukan refleksi terhadap proses
pembelajaran,termasuk pembelajaran dan mengimplementasikan
refleksi tentang bagaimana nya dalam berbagai aktivotas untuk
membuat sekolah menjadi meningkatkan iklim keamanan satuan
lebih aman melalui pendidikan
peningkatan
pengetahuan,penurunan
jumlah kasus di
sekolah,maupun
pencegahan dan
penanganan jika terjadi
kasus ketidakamanan di
sekolah
4 D.4 Iklim 81 Visi-misi Perumusan,penyampaian Kepala satuan Pendidikan dan
4 keamanan Bai satuan dan penerapan visi-misi pendidik,mengintegrasikan pengetahuan
satuan k pendidikan sekolah untuk tentang perumusan penyampaian dan
pendidikan meningkatkan kualitas penerapan visi-misi sekolah dan
pembelajaran,termasuk mengimplementasikannya dalam
berorientasi pada sekolah berbagai aktivitas untuk meningkatkan
yang lebih aman iklim keamanan satuan pendidikan
4 D.4 Iklim 81 Layanan Pemberian layanan yang Kepala satuan Pendidikan dan pendidik
5 keamanan Bai satuan sesuai untuk anak cerdas meningkatkan kompetensi yang
satuan k Pendidikan dan berbakat Istimewa di bertujuan untuk memahami bentuk
pendidikan untuk peserta sekolah mendorong pemberian layanan yang dibutuhkan oleh
didik cerdas menciptakan iklim sekolah peserta didik cerdas dan berbakat
dan bakat yang aman untuk semua Istimewa dalam rangka memperbaiki
istimewa iklim keamanan satuan Pendidikan
melalui pelatihan,diskusi pada komunitas
belajar,belajar mandiri dengan
memanfaatkan berbagai sumber belajar
dan kegiatan lain yang menunjang
peningkatan kompetensi
4 D.4 Iklim 81 Sikap Penerimaan dan Kepala satuan Pendidikan dan pendidik
6 keamanan Bai terhadap penghargaan terhadap mengintegrasikan pengetahuan tentang
satuan k disabilitas siswa disabilitas bentuk penerimaan,dukungan dan
pendidikan mendorong menciptakan penghargaan terhadap peserta didik
iklim sekolah yang aman disabilitas di satuan Pendidikan dan
untuk semua mengimplementasikan dalam aktivitas
intrakurikuler,kokurikuler dan atau
ekstrakurikuler untuk meningkatkan iklim
15
keamanan satuan Pendidikan
16
Bab III
Rencana Kerja Jangka Menengah 2025-2028
1. Visi Sekolah
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan disusun oleh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan
penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah. Sekolah
sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan
masa depan diantaranya adalah: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi
yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta
tempat, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia,
berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, era perdagangan bebas.
Tantangan dan peluang itu harus direspon oleh SD Katolik Nggolonio, sehingga visi sekolah
diharapkan sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain merupakan cita-cita moral
yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Adapun visi SD Katolik
Nggolonio adalah:
“Terwujudnya Peserta Didik SD Katolik Nggolonio yang beriman dan
bertaqwa,berkarakter,berintelektual serta memiliki integritas yang tinggi.”
5. Menumbuhkan kemandirian murid melalui pembelajaran yang mendorong refleksi diri, pengambilan
keputusan, dan tanggung jawab terhadap proses belajar mereka.
17
6. Mempromosikan kesehatan fisik dan mental murid melalui kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan
hidup sehat, dan lingkungan belajar yang aman serta menggembirakan.
7. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui pengembangan profesional
yang berkelanjutan, berbasis refleksi dan kolaborasi, untuk mendukung pencapaian visi sekolah.
8. Melibatkan pemangku kepentingan, termasuk orang tua, komite sekolah, dan masyarakat, dalam
mendukung pembelajaran yang relevan dan memperkuat ekosistem pendidikan di Nggolonio.
3. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai oleh SD Katolik Nggolonio-sebagai bentuk untuk mewujudkan visi
sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
Tujuan Satuan Pendidikan
Tujuan akhir yang diharapkan oleh SD Katolik Nggolonio dalam pelaksanaan program-program
sekolah untuk mewujudkan misi sekolah ditetapkan dalam bentuk 3 bagian, yaitu tujuan jangka panjang,
tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek.
Tujuan Jangka Pendek (1 Tahun, Tahun Ajaran 2025/2026)
1. Keimanan dan Ketakwaan: Memastikan 90% murid dapat mempraktikkan nilai-nilai keagamaan
dalam kehidupan sehari-hari, seperti berdoa sebelum dan sesudah belajar serta menunjukkan sikap
hormat kepada sesama, diukur melalui observasi pendidik dan catatan anekdotal.
2. Kewargaan: Meningkatkan pemahaman 85% murid tentang keberagaman budaya local Nggolonio
melalui kegiatan kokurikuler, seperti pameran budaya, diukur melalui hasil proyek dan kuesioner
murid.
3. Penalaran Kritis: Mengembangkan kemampuan 80% murid untuk menganalisis masalah sederhana
dalam pembelajaran berbasis proyek, diukur melalui asesmen formatif dan portofolio.
4. Kreativitas: Memastikan 80% murid menghasilkan karya kreatif berbasis budaya lokal, seperti
kerajinan tangan atau cerita rakyat, diukur melalui portofolio dan presentasi proyek.
5. Kolaborasi: Melibatkan 90% murid dalam kegiatan kelompok, seperti proyek lingkungan sekolah,
untuk membangun kerja sama, diukur melalui observasi dan refleksi kelompok.
6. Kemandirian: Mendorong 85% murid untuk membuat jurnal refleksi diri mingguan tentang proses
belajar mereka, diukur melalui kelengkapan jurnal dan umpan balik pendidik.
7. Kesehatan: Memastikan 100% murid mengikuti pembiasaan hidup sehat, seperti senam pagi dan
edukasi pola makan sehat, diukur melalui laporan kegiatan ekstrakurikuler.
8. Komunikasi: Meningkatkan kemampuan 80% murid untuk menyampaikan ide secara lisan melalui
presentasi sederhana di kelas, diukur melalui rubrik presentasi.
9. Mencapai 70% tingkat kepuasan murid dan orang tua terhadap proses pembelajaran, diukur melalui
kuesioner tahunan.
Tujuan Jangka Menengah (3 Tahun, 2025–2028)
1. Keimanan dan Ketakwaan: Memastikan 95% murid secara konsisten menunjukkan akhlak mulia,
18
seperti sikap jujur dan peduli, dalam interaksi sosial di sekolah dan komunitas, diukur melalui
catatan anekdotal dan kuesioner orang tua.
2. Kewargaan: Mengembangkan kemampuan 90% murid untuk memahami dan mempraktikkan nilai-
nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, seperti gotong royong dalam kegiatan komunitas
Nggolonio, diukur melalui proyek kolaborasi dengan masyarakat.
3. Penalaran Kritis: Meningkatkan kemampuan 85% murid untuk memecahkan masalah kompleks
dalam pembelajaran berbasis proyek, seperti analisis lingkungan lokal, diukur melalui portofolio dan
asesmen proyek.
4. Kreativitas: Memastikan 85% murid menghasilkan karya inovatif yang mendukung pelestarian
budaya lokal, seperti pementasan seni tradisional, diukur melalui presentasi karya dan evaluasi juri
internal.
5. Kolaborasi: Mengembangkan kemampuan 90% murid untuk bekerja sama dalam tim lintas kelas
pada proyek kokurikuler, seperti kampanye lingkungan, diukur melalui laporan proyek dan refleksi
kelompok.
6. Kemandirian: Memastikan 90% murid mampu menetapkan tujuan belajar individu dan memantau
kemajuan mereka melalui jurnal refleksi berkala, diukur melalui analisis jurnal dan umpan balik
pendidik.
7. Kesehatan: Meningkatkan kesadaran 95% murid tentang pentingnya kesehatan mental dan fisik
melalui program edukasi dan kegiatan olahraga rutin, diukur melalui kuesioner kesehatan dan
laporan kegiatan.
8. Komunikasi: Mengembangkan kemampuan 85% murid untuk berkomunikasi secara tertulis dan lisan
dalam konteks formal, seperti laporan proyek atau diskusi kelompok, diukur melalui rubrik
komunikasi.
9. Mencapai 80% tingkat keberhasilan implementasi kurikulum berbasis Dimensi Profil Lulusan , diukur
melalui Rapor Pendidikan, hasil asesmen, dan refleksi pendidik.
Tujuan Jangka Panjang (5 Tahun, 2025–2030)
1. Keimanan dan Ketakwaan: Menghasilkan lulusan yang 100% menunjukkan akhlak mulia dan
menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan di masyarakat, diukur melalui survei
lulusan dan testimoni komunitas.
2. Kewargaan: Menghasilkan lulusan yang 100% mampu berkontribusi aktif dalam masyarakat lokal
dan global dengan semangat kebinekaan dan Pancasila, diukur melalui partisipasi dalam kegiatan
sosial dan survei lulusan.
3. Penalaran Kritis: Memastikan 95% lulusan memiliki kemampuan berpikir kritis tingkat lanjut, mampu
menganalisis isu-isu kompleks dan mengusulkan solusi inovatif, diukur melalui portofolio dan
asesmen sumatif.
4. Kreativitas: Menghasilkan lulusan yang 95% mampu menciptakan karya inovatif yang mendukung
pelestarian budaya dan pembangunan lokal Talaga Jaya, diukur melalui pameran karya dan
evaluasi eksternal.
5. Kolaborasi: Memastikan 100% lulusan memiliki pengalaman kolaborasi lintas komunitas dalam
19
proyek skala besar, seperti inisiatif pelestarian lingkungan, diukur melalui dokumentasi proyek dan
laporan komunitas.
6. Kemandirian: Menghasilkan lulusan yang 95% mampu mengelola pembelajaran mandiri dan
menetapkan tujuan hidup jangka panjang, diukur melalui refleksi lulusan dan survei pasca-
kelulusan.
7. Kesehatan: Memastikan 100% lulusan memiliki gaya hidup sehat dan kesadaran tinggi terhadap
kesehatan mental, diukur melalui survei kesehatan lulusan dan laporan kegiatan ekstrakurikuler.
8. Komunikasi: Menghasilkan lulusan yang 95% mampu berkomunikasi secara efektif dalam konteks
lokal dan global, baik lisan maupun tulisan, diukur melalui presentasi lulusan dan laporan proyek.
9. Mencapai 90% tingkat keberhasilan implementasi kurikulum berbasis Dimensi Profil Lulusan, diukur
melalui Rapor Pendidikan, hasil asesmen, dan evaluasi eksternal oleh pengawas sekolah.
20
Program
Benahi/
Rencana Kerja 2025
No
No Masalah Capaian Skor Akar Masalah Jangka Menengah 2026 2027 2028
Program
Rencana Kerja Tahunan ( RKT ) disusun dari rekomendasi program yang dipilih dalam RKJM tahun 2024 yang dipilih
yaitu seluruh program/ kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2025. Dari rekomendasi yang dipilih dijabarkan
dalam program sesuai SNP, sub program, dan kegiatan sesuai dengan kegiatan dalam ARKAS untuk kegiatan yang
akan dibiayai dengan dana BOS dan APBD II, dan rencana kerja/ kegiatan sekolah yang tidak ada biayanya.
Jadi RKT terdiri dari rencana kerja/ kegiatan yang ada biayanya dan rencana kerja/ kegiatan yang tidak ada biayanya.
22
Refleksi Biay Sasara Penanggungjaw Waktu
N Identifikas i Akar Penjelasan a n ab Kegiatan Pelaksana Sumber
Benahi Kegiatan
o Masalah Masalah Kegiatan (PIC) an Daya
Ya Tidak
1 A.1 Kompetensi Kemampuan Kepala satuan Pendidikan [Link] Ya Kepala Kepala Januari Alat
Kemampuan membaca untuk memahami mendorong perbaikan kompetensi sekolah Sekolah dan tulis,
literasi teks sastra teks sastra yang kemampuan teks sastra guru dan kepala dan Agustus HP,
berkaitan erat melalui program dan sekolah dalam guru 2025 jaringan,
dengan kebijakan di satuan memperkuat laptop,
kemampuan Pendidikan,baik yang literasi melalui konsum
literasi siswa si,
membutuhkan anggaran dan KKG Mini,KKG
secara tempat
yang tidak membutuhkan Gugus maupun
keseluruhan
anggaran. MKKS
[Link] Ya Kepala Juni 2025 Koleksi
pemberdayaan Sekolah buku
perpustakaan bacaan
terutama untuk
pengembangan
minat baca
peserta didik
Dukungan Pemberian Kepala satuan Pendidikan 1. Kepala Ya Kepala Kepala Maret - Alat
untuk dukungan kepada dan pendidik merencana dan Sekolah sekolah Sekolah September tulis,
refleksi guru guru untuk mengimplementasikan menyusun dan 2025 HP,
melakukan pemberian dukungan untuk program guru jaringan,
refleksi terhadap melakukan refleksi terhadap supervisi, laptop,
proses proses pembelajaran literasi monitoring, dan konsum
si,
pembelajaran peserta didik pada evaluasi guru
tempat
akan mendukung intrakurikuler,kokurikuler dan
pembelajaran atau ekstrakurikuler. [Link]
siswa di kelas Sekolah
yang berdampak melakukan
kepada supervisi,
kemampuan monitoring, dan
literasi siswa evaluasi guru
[Link]
26
Sekolah
menyusun
laporan
supervisi,
monitoring, dan
evaluasi guru
serta rencana
tindaklanjut
2. A2 Kompetensi Kemampuan Peningkatan Kepala sekolah dan ya Kepsek Kepala Semester Alat
Kemampua pada untuk kompetensi guru guru meningkatkan dan sekolah 1 dan 2 tulis,
n Numerasi domain memahami untuk memperkuat kompetensi dengan guru jaringan,
Aljabar aljabar numerasi melalui mempelajari tentang laptop,
berkaitan kegiatan KKG Mini domain aljabar konsum
erat dengan dan KKG Gugus si,
kemampuan tempat
numerasi
siswa
secara
keseluruhan
27
KKG Mini Analisis CP, Ya Kepala Kepala Alat tulis, HP,
dan penyusunan TP, Sekolah, Sekolah jaringan,
ATP, KKTP, dan Guru laptop,
asesmen konsum
si,
tempat
3 D.8 Iklim [Link] Aktivitas Kepala satuan [Link] kesiswaan ya Guru Kepala Mei 2025 Tempat,konsumsi
Kebinek dan peningkatan Pendidikan dan melalui kegiatan Sekola dan
aan kesetaraan kemampuan pendidik kerohanian dan h Septembe Laptop,alat trulis
peserta guru dan mempelajari ekstrakurikuler r 2025
didik kepala sekolah konsep dan
yang bertujuan praktik terkait [Link] mini peningkatan y Gur Kepala Januari20 Tempat,konsumsi,alat
menunjang dukungan atas kompetensi guru a u sekola 25 tulis
terciptanya kesetaraan siswa memahami sikap h
sikap inklusif sebagai bagian inklusif,toleran,dan
yang dari peningkatan kesetaraan gender.
mendukung kualitas iklim
sikap kebinekaan di
menerima dan satuan
menghargai Pendidikan.
keragaman
agama dan
budaya
disekolah
sehingga
28
berdampak
pada iklim
kebinekaan
4. Kualitas Manajeme Pengelolaan Kepala satuan Pendidikan [Link] Ya Guru Kepala Awal ATK,jaringan
Pembelajar n kelas kelas yang dan pendidik Menyusun Analisis CP, Sekolah semeste laptop,konsumsi
an mendukung dan dan r tempat
pembelajaran mengimplementasikan penyusunan
serta penerapan strategi manajemen kelas TP, ATP,
penghargaan diterapkan melalui KKTP, dan
asesmen
29
secara intrakurikuler,kokurikuler terkait
proporsional dan ekstrakurikuleruntuk kompetensi
mendukung menciptakan suasana literasi dan
peningkatan pembelajaran yang numerasi
kualitas kondusif serta [Link] Ya Kepala Kepala Sebulan Alat tulis, HP,
pembelajaran mengembangkan kualitas penyusunan Sekolah, Sekolah sekali jaringan, laptop,
pembelajaran yang dilihat modul ajar Guru konsum
yang si,
dari kualitas interaksi
berpihak tempat
antara pendidik,peserta
didik dan materi pada peserta
pembelajaran dalam didik
proses pembelajaran.
Dukungan Pemberian Kepala satuan Pendidikan KKG Ya Guru Kepala Alat tulis, HP,
untuk dukungan dan pendidik perb Sekolah jaringan, laptop,
refleksi kepada guru meningkatkan kompetensi aikan konsum
guru untuk melakukan dalam melakukan refleksi pem si,
refleksi terhadap atas praktik mengajar belaj tempat
proses melalui pelatihan dan aran
pembelajaranya diskusi untuk mendukung
ng diberikan oleh peningkatan kualitas
kepala sekolah pembelajaran. Serta
merupakan melakukan perbaikan
bagian dari pembelajaran berdasarkan
Upaya kepala refleksi yang dilakukan
sekolah untuk guru dan kepala sekolah.
meningkatkan
kualitas
pembelajaran.
5. Karakter Nalar Kemauan dan Kepala sekolah dan guru Peningkat Ya Kepala Kepala Septemb Alat tulis, HP,
Kritis kebiasaan meningkatkan kompetensi an Sekolah, Sekolah er jaringan, laptop,
mengambil dengan mempelajari kompeten Guru minggu konsum
siswa dalam tentang Pendidikan si guru ke-1 si,
keputusan karakter yang berkaitan berbasisi 2025 tempat
secara logis dengan menumbuhkan 8
berdasarkan kemauan dan kebiasaan kebiasaa
berbagai bukti mengambil Keputusan n anak
dan sudut secara logis berdasarkan Indonesia
30
pandang yang berbagai bukti dan sudut hebat
beragam pandang yang beragam melalui
mendukung pada diri peserta didik wadah
kemampuan melalui pelatihan,diskusi KKG
siswa dalam pada komunitas
aspek belajar,belajar mandiri
karakter memanfaatkan berbagai
sumber belajar dan
kegiatan lain yang
menunjang peningkatan
kompetensi.
Dukungan Pemberian Kepala sekolah dan Kepala Ya Kepala Kepala Septemb Alat
untuk dukungan pendidik Sekolah melakukan Sekolah, Sekolah er tulis,
refleksi kepada guru mengintegrasikan supervisi, monitoring, Guru minggu HP,
guru untuk pengetahuan tentang dan evaluasi guru ke-3 jaringan,
melakukan pemberian dukungan 2025 laptop,
refleksi kepada pendidik untuk konsum
si,
terhadap melakukan refleksi
tempat
proses terhadap proses
pembelajaran pembelajaran dan Kepala Sekolah Ya Kepala Kepala Oktober Alat
menyusun laporan Sekolah, Sekolah minggu tulis,
dapat mengimplementasikannya
supervisi, monitoring, Guru ke-3 HP,
mendukung dalam berbagai aktivitas
dan 20235 jaringan,
kemampuan untuk mendukung evaluasi guru laptop,
siswa dalam Pendidikan karakter. konsum
aspek si,
karakter. tempat
Ya Guru Kepala Alat
Sekolah tulis,
HP,
jaringan,
laptop,
konsum
si,
tempat
31
6 D.4 Iklim Pemahaman Pengalaman Kepala satuan Pembuatan Ya Kepsek,gu Kepala Alat
Keamana dan sikap hukuman Pendidikan mendorong dan ru dan sekolah tulis,konsumsi,tem
n Satuan terhadap fisik oleh penerapan disiplin penerapan siswa pat
Pendidika hukuman siswa dan postitif melalui program
n fisik serta kegiatan,program,mau pencegahan
pemahaman pun pembuatan perundunga
dan sikap kebijakan baik yang n
guru tentang membutuhkan Mengikuti sosialisasi Y Kepala Kepala Alat
hukuman anggaran maupun pencegahan a Sekolah, Sekola tulis,konsumsi,tem
fisik tidak. perundungan,kekera Guru h pat
merupakan san fisik dan
salah satu kekerasan seksual
factor yang
mempengaru
hi iklim
keamanan di
sekolah
D.4 Iklim Program dan Aktivitas Y Kepala Kepala Alat tulis, HP,
Keamana kebijakan peningkatan a Sekolah, Sekola jaringan, laptop,
n Satuan satuan kompetensi Guru h konsum
Pendidika Pendidikan guru dan si,
n tentang kepala tempat
rokok,minum sekolah yang
an keras,dan bertujuan
narkoba mendukung Mengikuti sosialisasi Y Kepala Kepala Alat tulis, HP,
terlaksanany pencegahan a Sekolah, Sekola jaringan, laptop,
a program penyalagunaan Guru h konsum
dan narkotika,miras rokok si,
kebijakan tempat
sekolah
terkait
narkoba Melakukan Y Kepala Kepala Alat tulis, HP,
untuk sosialisasi a Sekolah,Gu Sekola jaringan, laptop,
mencegah pencegahan ru dan h konsum
dan penyalagunaan siswa si,
menanggulan narkitika,miras,rokok tempat
gi kepada seluruh
32
penyalaguna warga sekolah
an narkoba
dan zat
berbahaya
lainnya yang
berdampak
pada iklim
keamanan
sekolah
Kepala satuan
Pendidikan dan
pendidik mempelajari
tentang program dan
kebijakan mengenai
rokok,minuman
keras,dan narkoba di
satuan Pendidikan
untuk mendukung
peningkatan kualitas
iklim keamanan
sekolah
33
A.[Link]. Kepala Ya Kepala Kepala Alat
Sekolah melakukan Sekolah, Sekolah tulis,
supervisi, monitoring, Guru HP,
dan evaluasi guru jaringan,
belajar di PMM laptop,
konsum
si,
tempat
A.[Link]. Kepala Ya Kepala Kepala Alat
Sekolah menyusun Sekolah, Sekolah tulis,
laporan sSupervisi, Guru HP,
monitoring, dan jaringan,
evaluasi guru belajar di laptop,
PMM konsum
si,
tempat
A.2.1.2. Satuan A.[Link]. Guru Ya Guru Kepala Septemb Alat
Pendidikan mengimplementasikan Sekolah er tulis,
melakukan praktik minggu HP,
perbaikan pembelajaranberdasar ke-1 jaringan,
pembelajaran kan refleksi yang 2023 laptop,
berdasarkan refleksi dilakukan guru dan konsum
kepala sekolah si,
yang dilakukan guru
tempat
dan kepala sekolah
A.[Link]. Kepala Ya Kepala Kepala Septemb Alat
Sekolah menyusun Sekolah, Sekolah er tulis,
program supervisi, Guru minggu HP,
monitoring, dan ke-2 jaringan,
evaluasi guru 2023 laptop,
belajar di PMM konsum
si,
tempat
34
A.[Link] Kepala Ya Kepala Kepala Septemb Alat
Sekolah menyusun Sekolah, Sekolah er tulis,
laporan supervisi, Guru minggu HP,
monitoring, dan ke-3 jaringan,
evaluasi guru belajar di 2023 laptop,
PMM konsum
si,
tempat
A.2.1.3. Satuan A.[Link]. Work Shop Ya Kepala Kepala Alat
Pendidikan Proses refleksi untuk Sekolah, Sekolah tulis,
memfasilitasi perbaikan Guru HP,
adanya kebijakan pembelajaran jaringan,
dan penganggaran laptop,
untuk mendukung konsum
proses refleksi rutin si,
guru dan kepala tempat
sekolah untuk A.[Link]. Work Shop Ya Kepala Kepala Alat
perbaikan Peningkatan perbaikan Sekolah, Sekolah tulis,
pembelajaran pembelajaran dan Guru HP,
pendampingan peserta jaringan,
didik yang belum laptop,
mencapai KKTP. konsum
si,
tempat
A.[Link]. Work Shop Ya Kepala Kepala Alat
penyususnan Sekolah, Sekolah tulis,
instrumen asesmen Guru HP,
sesuai KKTP jaringan,
laptop,
konsum
si,
tempat
35
A.[Link]. Penyusunan Ya Kepala Kepala Alat
Program dan Instumen Sekolah, Sekolah tulis,
supervisi, monitoring Guru HP,
dan evaluasi dalam jaringan,
melaksanakan laptop,
pembelajaran remidial, konsum
si,
penyusunan intrumen
tempat
asesmen sesuai KKTP.
A.[Link]. Ya Kepala Kepala Alat
Pelaksanaan Program Sekolah, Sekolah tulis,
dan Instumen Guru HP,
supervisi, monitoring jaringan,
dan evaluasi dalam laptop,
melaksanakan konsum
si,
pembelajaran remidial,
tempat
penyusunan intrumen
asesmen sesuai KKTP.
A.[Link]. Kepala Ya Kepala Kepala Alat
Sekolah menyusun Sekolah, Sekolah tulis,
laporan supervisi, Guru HP,
monitoring, dan jaringan,
evaluasi guru belajar laptop,
dalam melaksanakan konsum
pembelajaran remidial, si,
penyusunan intrumen tempat
asesmen sesuai KKTP.
36
B. Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah ( RKAS ) 2025
Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah disusun berdasarkan RKT yang ada biayanya. Sehingga dalam
dokumen PBD ini, untuk memperjelas anggaran, RKAS disusun menjadi 5 ( lima ) macam berdasarkan
sumber dana dan prioritas rekomendasi, yaitu :
a. RKAS Tahun 2025 yang berisi seluruh Rencana Kerja dari gabungan seluruh sumber dana yang
ada di sekolah, tujuannya sebagai pedoman umum pengelolaan keuangan sekolah, yang berisi
seluruh kegiatan dan sumber dananya.
b. RKAS BOS, rencana kerja sekolah yang dibiayai dari sumber dana BOS, sebagai bahan untuk
mengisi ARKAS
c. RKAS Sumbangan Orang Tua, rencana kerja sekolah yang dibiayai dari sumbangan orang tua
murid
32
1. RKAS Tahun 2025
38
monitoring, dan D.[Link].2. Cetak dan 3 Buku Rp Rp
evaluasi guru belajar di penggandaan 160,000.00 480,000.00
PMM
39
D.[Link]. Work Shop D.[Link].1. D.[Link].1. Nara 3 orang Rp Rp
Analisis CP, dan Workshop Analisi Sumber 500,000.00 1,500,000.00
40
D.1.1.4. Satuan D.[Link] Guru D.[Link].1. Guru 100 MBBS Rp Rp
Pengembanga Pengemba
Pendidikan mempelajari konten Belajar Konten 1,018,500.00 1,018,500.00
n pendidik dan ngan 04.06.18 D.[Link].1. Belanja
4 meningkatkan 04. 04.06. belajar terkait Komptensi
tenaga Profesi . jasa di internet
kompetensi GTK kompetensi refleksi Refleksi di PMM
kependidikan Pendidik
dengan
mempelajari konten dan Tenaga atas praktik mengajar [Link] D.[Link].2.1 Belanja
terkait kompetensi Kependidik di PMM Sharing Konsumsi
refleksi untuk an Pengetahuan di
perbaikan Komunitas Belajar
pembelajaran
( refleksi atas praktik D.[Link]. Kepala D.[Link].2. D.[Link].2. Konsumsi 54 orang Rp Rp
mengajar ) sekolah mengadakan Evaluasi dan 30,000.00 1,620,000.00
evaluasi dan tindak tindaklanjut
lanjut tentang refleksi Refleksi Mengajar
atas praktik mengajar
D.1.1.5. Satuan D.[Link]. Guru D.[Link].2. D.[Link].2. Fofokop 200 Lembar Rp Rp
Pendidikan melakukan perbaikan Perbaikan ATK 300.00 60,000.00
melakukan pembelajaran pembelajaran
perbaikan Pengemba berdasarkan refleksi berdasarkan
pembelajaran ngan atas praktik mengajar. refleksi
berdasarkan refleksi Profesi
Pengembanga
yang dilakukan guru Pendidik 03.06.60
5 03. n Standar 03.06. D.[Link]. Kepala D.[Link].2. D.[Link].2. Evaluasi 54 orang Rp Rp
dan kepala sekolah dan .
Proses sekolah mengadakan Konsumsi dan Tindaklanjut 30,000.00 1,620,000.00
( refleksi atas Tenaga
praktik mengajar ) Kependidik evaluasi dan tindak
an lanjut tentang refleksi
atas praktik mengajar
6 D.1.1.6. Satuan 04. Pengembanga 04.06. Pengemba 04.06.11 [Link] shop D.[Link].1. D.[Link].1. Nara 3 orang Rp Rp
Pendidikan n pendidik dan ngan . tentang perbaikan Workshop Sumber 500,000.00 1,500,000.00
memfasilitasi adanya tenaga Profesi pembelajaran Perbaikan D.[Link].2. Konsumsi 54 orang Rp Rp
kebijakan dan kependidikan Pendidik Pembelajaran 30,000.00 1,620,000.00
penganggaran dan D.[Link].3. Fotokopi 410 lembar Rp Rp
untuk mendukung Tenaga
300.00 123,000.00
41
proses refleksi rutin Kependidik D.[Link].4. Cetak 2 buah Rp Rp
guru dan kepala an benner 200,000.00 400,000.00
sekolah untuk
perbaikan
pembelajaran
(refleksi atas praktik
mengajar)
[Link] Pengemba A.[Link] Guru D.[Link].1. Guru D.[Link].1. Belanja 100 MBBS Rp Rp
Pengembanga 04.06.18
7 Pendidikan 04. 04.06. ngan mempelajari konten Belajar Konten jasa di internet 1,018,500.00 1,018,500.00
n pendidik dan Profesi .
meningkatkan
42
A.2.1.2. Satuan A.[Link] Guru A.[Link].1. A.[Link].1. Alat 6 TV
Pendidikan melalui mengimplementasikan Proses Pembelajaran Digital Rp11,000,00 Rp66,000,00
GTK Pengemba pembelajaran tentang Pembelajaran 65 inch 0.00 0.00
mengimplementasik ngan aljabar yang berkaitan LED
an pembelajaran Profesi erat dengan
Pengembanga
tentang aljabar yang Pendidik 03.06.60 kemampuan numerasi
8 berkaitan erat 03. n Standar 03.06. siswa secara
dan .
dengan kemampuan Proses keseluruhan( Kompeten A.[Link].2. Alat peraga 36 Buah Rp
Tenaga
numerasi siswa Kependidik si pada domain aljabar ) aljabar kelas 7,8 dan 9 300,000.00 Rp10,800,00
secara keseluruhan an 0.00
A.[Link] Kepala A.[Link].1 Belanja 41 Dus Rp Rp
Sekolah melakukan Konsumsi 30,000.00 1,230,000.00
9 A.2.1.3. Satuan 03. Pengembanga 03.06. Pengemba 03.06.60 A.[Link]. Work Shop A.[Link].1. A.[Link].1. Nara 3 orang Rp Rp
Pendidikan n Standar ngan . penguatan numerasi Workshop Sumber 500,000.00 1,500,000.00
memfasilitasi adanya Proses Profesi kompetensi domain Pembelajaran A.[Link].2. Konsumsi 54 orang Rp Rp
kebijakan dan Pendidik aljabar dan kompetensi Numerasi 30,000.00 1,620,000.00
penganggaran dan pengetahuan (L1), A.[Link].3. Fotokopi 410 lembar Rp Rp
terkait upaya Tenaga penerapan (L2), dan 300.00 123,000.00
penguatan numerasi Kependidik penalaran (L3)
di sekolah an A.[Link].4. Cetak 2 buah Rp Rp
(Kompetensi pada benner 200,000.00 400,000.00
domain aljabar)
A.[Link]. Work Shop A.[Link].1. A.[Link].1. Nara 3 orang Rp Rp
Analisis CP, dan Workshop Sumber 500,000.00 1,500,000.00
penyusunan TP, ATP, CP,TP,ATP, KKTP A.[Link].2. Konsumsi 54 orang Rp Rp
KKTP, dan asesmen dan Asesmen 30,000.00 1,620,000.00
terkait kompetensi Numerasi A.[Link].3. Fotokopi 410 lembar Rp Rp
numerasi domain
300.00 123,000.00
aljabar
A.[Link].4. Cetak 2 buah Rp Rp
benner 200,000.00 400,000.00
43
RPP berbasis Penyusnan Modul A.[Link].2. Konsumsi 54 orang Rp Rp
kompetensi numerasi berbasis Numerasi 30,000.00 1,620,000.00
domain aljabar Konten Aljabar dan A.[Link].3. Fotokopi 410 lembar Rp Rp
asesmen 300.00 123,000.00
A.[Link].4. Cetak 2 buah Rp Rp
benner 200,000.00 400,000.00
A.[Link]. Penyusunan A.[Link].1. A.[Link].1. Belanja ATK 1 Rim Rp Rp
Program dan Instumen Program Supervisi ( kertas HVS ) 67,000.00 67,000.00
supervisi, monitoring A.[Link].2. Fotokopi 200 Lembar Rp Rp
dan evaluasi. 300.00 60,000.00
44
baik) A.[Link]. Kepala [Link] A.[Link].2. Fotokopi 200 Lembar Rp Rp
Sekolah Supervisi 300.00 60,000.00
menyusun
program
supervisi,
monitoring, dan
evaluasi guru belajar di
PMM
A.[Link]. Kepala A.[Link].1 A.[Link].1 Belanja 41 Dus Rp Rp
Sekolah melakukan Pelaksanaan Konsumsi 30,000.00 1,230,000.00
supervisi, monitoring, Supervisi
dan evaluasi guru
belajar di PMM
45
Bahasa Inggris 200,000.00 Rp14,400,00
0.00
A.[Link].6. Kamus 6 Buah Rp Rp
KBBI 600,000.00 3,600,000.00
A.[Link].7. Pohon Karir 3 Buah Rp Rp
BK 300,000.00 900,000.00
A.[Link]. Kepala A.[Link].1. A.[Link].1. Belanja ATK 1 Rim Rp Rp
Sekolah Program Supervisi ( kertas HVS ) 67,000.00 67,000.00
menyusun dan pelaksanaan A.[Link].2. Fotokopi 200 Lembar Rp Rp
program Supervisi 300.00 60,000.00
supervisi,
monitoring, dan
evaluasi guru belajar di
PMM
A.[Link] Kepala A.[Link].1 laporan A.[Link].1 Belanja 41 Dus Rp Rp
Sekolah menyusun Supervisi Konsumsi 30,000.00 1,230,000.00
laporan supervisi, A.[Link].2 Fofokop 200 Lembar Rp Rp
monitoring, dan ATK 300.00 60,000.00
evaluasi guru belajar di
PMM
46
A.[Link].4. Cetak 2 buah Rp Rp
benner 200,000.00 400,000.00
47
laporan supervisi, A.[Link].2. Cetak dan 3 Buku Rp Rp
monitoring, dan penggandaan 160,000.00 480,000.00
evaluasi guru belajar
dalam melaksanakan
pembelajaran remidial,
penyusunan intrumen
asesmen sesuai KKTP.
48
BAB V
PERENCANAAN MONITORING DAN EVALUASI
Evaluasi Realisasi Pelaksanaan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara rencana kerja dan
pelaksanaan. Dalam monitoring dan evaluasi tahap 1 ini satuan pendidikan dapat melakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengunduh data realisasi kegiatan dan anggaran dari platform ARKAS atau dapat juga dalam
bentuk lainnya.
Pencatatan dan dokumentasi perubahan bertujuan untuk mengetahui Bukti-bukti Perubahan. Dalam
monitoring dan evaluasi tahap 2 ini satuan pendidikan dapat melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Membuat perbandingan berbagai perubahan yang diperkirakan merupakan hasil dari kegiatan
yang telah dilaksanakan.
49
SEBELUM SESUDAH
1. RKAS sebelumnya disusun belum 1. RKAS di susun berdasarkan rapor Pendidikan
berdasarkan rapor Pendidika. 2. ARKAS di susun berdasarkan rapor
2. ARKAS sebelumnya dibuat tidak berdasarkan Pendidikan
rapor pendidikan
Unggah Foto :
Evaluasi Capaian Mutu bertujuan untuk mengidentifikasi hasil peningkatan mutu dan khusus untuk
monitoring dan Evaluasi Tahap 3 ini hanya perlu untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Dalam
monitoring dan evaluasi tahap 3 ini satuan pendidikan dapat melakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
2. Memberikan catatan terkait perbandingan data baik yang meningkat, menurun, atau tetap.
3. Merumuskan rekomendasi atas temuan evaluasi.
No Indikator 2022 2023 Delta
50
A.1 Kemampuan Literasi 86.67 88.89 +2.56
A.3.1 Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan 58.16 56.57 -2.73
Berakhlak Mulia
Hasil Analisis :
Berdasarka data di atas, pada indikator kemampuan literasi, kemampuan numerasi, Kemampuan
memahami bacaan informasional (non-fiksi), Kemampuan memahami bacaan fiksi, Domain bilangan,
Aljabar, Geometri,
Data dan ketidakpastian, Kreativitas mengalami kenaikan. Sedangkan pada indokator Karakter, Beriman,
Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, dan Gotong royong mengalami penurunan.
51
BAB VI PENUTUP
Upaya peningkatan mutu dan relevansi hasil belajar perlu diusahakan secara sungguh-sungguh baik di
tingkat satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Perubahan paradigma dalam
pengelolaan pendidikan perlu dipahami oleh semua pihak. Semua pihak yang terlibat dalam pendidikan
harus adaptif terhadap setiap perubahan. Perubahan perencanaan dalam pengelolaan sekolah perlu
disikapi secara positif oleh semua pemangku kepentingan, dalam rangka mengejar ketertinggalan mutu
dan relevansi hasil belajar. Perencanaan berbasis data profil dan rapor pendidikan beriringan dengan
implementasi kurikulum merdeka. Semoga perencanaan berbasis data ini sungguh-sungguh bermanfaat
bagi sekolah dalam upaya peningkatan mutu, bukan sebagai dokumen administratif belaka.
Glosarium
1. Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada platform Rapor
Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas pendidikan maupun pemerintah
daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai peningkatan
serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan
2. Rapor Pendidikan
Rapor pendidikan adalah indikator terpilih dari Profil Pendidikan yang merefleksikan prioritas
Kemendikbudristek dan digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan
3. Profil Pendidikan
Profil Pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai layanan pendidikan mengenai hasil
dari Evaluasi Sistem Pendidikan yang digunakan sebagai landasan untuk peningkatan mutu
layanan pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan. Profil pendidikan juga dapat dijadikan alat
bantu bagi satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk terus bersama memperbaiki kualitas
layanan pendidikan dengan Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Identifikasi
Identifikasi adalah suatu tindakan yang akan dilakukan dengan beberapa proses seperti mencari,
menemukan, meneliti, mencatat data serta informasi tentang seseorang atau sesuatu.
5. Refleksi
Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dalam bentuk penilaian
secara tertulis maupun lisan (umumnya tertulis) oleh guru untuk siswa guna mengeskpresikan
kesan konstruktif, harapan, pesan, dan kritik atas pembelajaran yang sudah diterima. Atau
secara sederhana bahwa refleksi siswa tentang guru atau dosen sangat mirip dengan apa yang
dialami di kelas dari awal pembelajaran hingga akhir.
52
DAFTAR PUSTAKA
53