MAKALAH
“MANAJEMEN RISIKO”
diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen
Disusun oleh:
Dadang Kurnia (200313309)
Dhia Syawal Azhar (200313053)
Fatmawati (200313056)
Gagan Nugraha (200313016)
Hafida Nurul Akrima (200313017)
Imadul Bilad (200313463)
Kemalasari (200313306)
Rini Royani (200313063)
Rizal Ramli (200313041)
Rizki Noor Fauzan (200313219)
Dosen Pengampu: Hendriyana, S.E., [Link]., Ak., CA., CTA., ACPA., ASEAN CPA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BANDUNG PRODI MANAJEMEN
2022
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena telah memberikan
kesempatan pada kami untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-
Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Manajemen Risiko”
tepat waktu.
Makalah “Manajemen Risiko” disusun guna memenuhi tugas yang
diberikan oleh dosen kami pada mata kuliah Akuntansi Manajemen di Universitas
Muhammadiyah Bandung. Selain itu, kami juga berharap agar makalah ini dapat
menambah wawasan bagi pembaca.
Kami menyadari penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Maka dari itu kami mengharap adanya kritik dan saran yang bersifat membangun,
sehingga dapat dijadikan bahan perbaikan nantinya.
Bandung, 25 Desember 2022
Penyusun
2
DAFTAR ISI
Sampul Makalah......................................................................................................... 1
Kata Pengantar...........................................................................................................2
Daftar Isi......................................................................................................................... 3
Bab 1 Pendahuluan.................................................................................................. 4
A. Latar Belakang.............................................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah.........................................................................................................4
Bab 2 Pembahasan....................................................................................................5
1. Definisi Risiko............................................................................................................... 5
2. Definisi Manajemen Risiko.........................................................................................5
3. Manfaat Manajemen Risiko........................................................................................5
4. Tahapan Manajemen Risiko........................................................................................6
5. Tipe Risiko..................................................................................................................... 8
6. Mengelola Risiko.......................................................................................................... 8
7. Alternatif Menghindari Risiko....................................................................................9
8. Komisaris Perusahaan Dalam Menyelesaikan Risiko.............................................10
9. Tanggung Jawab Komisaris Perusahaan....................................................................11
Bab 3 Penutup........................................................................................................... 13
A. Kesimpulan............................................................................................................ 13
Daftar Pustaka.......................................................................................................... 14
3
BAB I
PENDAHULUA
A. Latar Belakang
Secara umum manajemen adalah suatu proses di mana seseorang
dapat mengatur segala sesuatu yang dikerjakan oleh individu atau
kelompok. Manajemen perlu dilakukan guna mencapai tujuan atau target
dari individu ataupun kelompok tersebut secara kooperatif menggunakan
sumber daya yang tersedia.
Manajemen juga dapat diartikan sebagai usaha perencanaan,
koordinasi, serta pengaturan sumber daya yang ada demi mencapai tujuan
secara efektif dan efisien.
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian, hal ini terjadi karena
kurangnya informasi mengenai yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti
dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.
Didefinisikan oleh Wideman dan Mamduh (2009) bahwa risiko
adalah ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan
yang dikenal dengan istilah opportunity, sedangkan ketidakpastian yang
menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (risk).
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi Risiko?
2. Apa definisi Manajemen Risiko?
3. Apa Manfaat Manajemen Risiko?
4. Apa tahap-tahap dalam melaksanakan Manajemen Risiko?
5. Apa saja tipe-tipe risiko?
6. Bagaimana cara mengelola risiko?
7. Apa saja 4ssessment4-alternatif untuk menghindari risiko?
8. Bagaimana komisaris perusahaan menyelesaikan risiko?
9. Apa saja tanggung jawab komisaris dalam menyelesaikan risiko?
4
BAB II
PEMBAHASA
N
1. Definisi Risiko
Definisi risiko menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan)
dari suatu perbuatan atau tindakan. Menurut Arthur J. Keown (2000), risiko
adalah prospek suatu hasil yang tidak disukai (operasional sebagai deviasi
standar).
2. Definisi Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah proses mengidentifikasi, menganalisis,
mengevaluasi, mengendalikan, dan berusaha menghindari, meminimalkan,
atau bahkan menghilangkan risiko yang tidak dapat diterima. Dalam hal ini
risiko berkaitan dengan pendekatan atau metodologi dalam menghadapi
ketidakpastian dalam bisnis.
3. Manfaat manajemen risiko
Proses manajemen risiko adalah salah satu komponen pengelolaan
bisnis terpenting yang bisa melindungi perusahaan Anda dari banyak
masalah. Berikut tentang manfaat manajemen risiko adalah sebagai berikut:
Membantu Perusahaan Mencapai Visi Misi
Manfaat manajemen risiko perusahaan yang pertama adalah membantu
perusahaan mencapai visi, misi, dan tujuan bisnisnya. Tanpa proses manajemen risiko perusahaan yang bena
gagal mewujudkan visi misi.
Mencegah Perusahaan Mengalami Kolaps
Poin kedua manfaat manajemen risiko adalah mencegah bisnis mengalami kolaps. Ada banyak 5ssess yang b
kebangkrutan, terutama dari segi keuangan.
5
Meningkatkan Keuntungan Perusahaan
Selain untuk meminimalisasi ancaman, proses manajemen risiko juga bisa dimanfaatkan guna meningkatka
manajemen risiko perusahaan, Anda bisa menganalisa pengelolaan sumber daya yang sekiranya kurang efis
Menjaga Kepercayaan Stakeholder
Manfaat manajemen risiko perusahaan yang terakhir adalah agar stakeholder terus mempe
Tahapan manajemen resiko:
Identifikasi Risiko
Langkahpertamapadatahapanmanajemenrisikoadalah
mengidentifikasi risiko. Kamu harus mengetahui kemungkinan
risiko apa saja yang akan muncul ketika kamu menjalankan
bisnismu. Kamu perlu memperluas cakupan kemungkinan risiko
dengan melihatnya melalui berbagai aspek seperti aspek ekonomi,
aspek 6ssess, aspek regulasi dan sebagainya.
2) Menilai Risiko
Setelah kamu telah mengidentifikasi berbagai macam risiko yang
mungkinmuncul,langkahselanjutnyaadalahmelakukan 6ssessment atau menilai setiap kemungk
dilihat dari seberapa besar efek dari risiko tersebut dan kemungkinan
frekuensi/berapa kali terjadinya risiko tersebut. Hal ini bertujuan
agar risiko-risiko tersebut dapat diurutkan berdasarkan prioritas.
Pengelolaan/Respon Terhadap Risiko
3)
Langkahselanjutnyaadalahmemastikanbagaimanakamu
mengelolaataumeresponterhadaprisikoyangtelahkamu
analisa/nilai. Hal ini dilakukan untuk membentuk portofolio yang
lengkap tentang bagaimana cara merespon setiap risiko yang
6
muncul. Cara merespon tersebut ada beberapa cara diantaranya:
•
RiskAvoidance,yaitumengambiltindakanuntuk
menghindari risiko-risiko yang akan terjadi. Misal, kalau kamu punya bisnis khawati
perlu hindari dengan menyeleksi dengan ketat karyawan
yang akan bekerja di usahamu.
• Risk Reduction, yaitu tindakan untuk mengurangi dampak
yang telah terjadi. Misal, melakukan pengendalian lebih
rutin terhadap internal perusahaan.
Risk Transfer, yaitu tindakan untuk mengelola risiko dengan
•
cara mentransfer risiko tersebut terhadap pihak lain seperti
asuransi.
• RiskRetention,yaitupengelolaanrisikodengancara
menghadapi risiko tersebut. Karena bagaimanapun risiko
tersebut diluar kendali dan cara paling memungkinkan
adalah dengan menghadapinya. Misal, risiko bencana alam.
4) Implementasi
Setelahmenentukansikapterhadaprisiko,saatnyakamu
implementasi setiap sikap tersebut ketika risiko tersebut terjadi di
dalam bisnis/proyekmu.
5) Evaluasi
Inilah tahap terakhir dalam manajemen risiko yaitu melakukan
evaluasi. Aktivitas ini dilakukan agar kamu bisa memastikan apakah
sikap yang diambil ketika risiko tersebut terjadi sudah tepat apa
belum. Jikalau belum artinya perlu dirumuskan kembali sikap yang
tepat untuk menghadapi risiko tersebut.
7
5. Tipe Risiko
• Pure Risk atau Risiko Murni
Risiko murni ini bersifat pasti, artinya saat risiko terjadi maka kamu
akan mengalami kerugian. Begitu juga sebaliknya, jika risiko murni
tidak terjadi, maka kamu akan memperoleh keuntungan.
• Speculative Risk atau Risiko Spekulatif
Ada tiga kemungkinan yang akan terjadi, jika kamu mengalami
risiko spekulatif, yakni keuntungan, kerugian, atau mungkin break
even. Adapun yang dimaksud dengan break even adalah titik
impas. Kondisi di mana tidak terjadi keuntungan maupun kerugian,
jadi biasa saja. Contoh paling nyata dari risiko spekulatif ialah
undian berhadiah, bursa efek, risiko kurs, dan lain-lain.
• Particular Risk atau Risiko Khusus
Risiko khusus bersumber dari kegiatan individu, sehingga
dampaknya masih bisa diperkirakan atau diantisipasi di awal karena
bersifat 8sses. Misalnya, ledakan turbin, kecelakaan kapal, atau
mungkin tabrakan.
Bagaimana cara mengantisipasinya (contoh untuk risiko tabrakan)?
Kamu bisa mengikuti asuransi untuk memberikan jaminan atau
proteksi, baik terhadap kendaraan maupun diri sendiri.
• Fundamental Risk atau Risiko Fundamental
Risiko fundamental berasal dari lingkungan sekitar atau alam yang
bisa menimbulkan dampak cukup besar, karena manusia tidak
mampu mengendalikannya. Misalnya, gempa bumi, longsor,
tsunami, 8ssess topan, dan lain-lain. Jika peristiwa tersebut melanda
wilayah yang luas, maka risiko fundamental akan semakin besar
6. Mengelola Risiko
• Menghindari Risiko
• Mengendalikan Risiko
8
• Mengendalikan dampak datangnya risiko, tetapi kita mengendalikan
dampak atau kerugian yang timbul ketika risiko terjadi.
• Menerima Risiko
Kita bisa memutuskan untuk menerima risiko yang akan terjadi.
Dengan catatan bahwa kita sudah siap memperhitungkan dan
menanggung dampak atau kerugian. Menerima risiko sebaiknya kita
sudah menyadari bahwa nilai kerugian yang ditimbulkan tidaklah
signifikan.
• Mengalihkan Risiko
Cara yang paling bijaksana, bisa jadi adalah mengalihkan risiko
kepada pihak lain yang bersedia menanggunh risiko tersebut.
Tentunya pengalihan risiko tersebut disertai syarat bahwa kita harus
membayarkan sejumlah dana terlebih dahulu kepada pihak yang
tersedia menanggung risiko tersebut. Melalui cara seperti ini, bisa
dikatakan bahwa kita sudah membeli asuransi. Dengan memiliki
asuransi, Kita telah mengalihkan risiko yang mungkin terjadi kepada
perusahaan asuransi. Selanjutnya, asuransi akan berjanji untuk
melindungi kita dari sejumlah risiko yang sudah ditentukan
sebelumnya
7. Alternatif Menghindari Risiko
• Penghindaran Risiko ( Risk Avoidance )
Alternatif penghindaran risiko pada umumnya dapat dilakukan pada
tahap perencanaan dimana kemungkinan-kemungkinan risiko yang
terjadi dapat diatasi dengan berbagai tindakan pencegahan.
Misalnya risiko melanggar peraturan pengelolaan bank yang dapat
dilakukan dengan mempersiapkan seluruh dokumen dan persyaratan
yang terkait dengan pengelolaan bank atau risiko adanya penuntutan
dari konsumen terhadap produk bank yang dihasilkan dapat
dihindari dengan mencantumkan spesifikasi produk-produk
perbankan yang jelas dan rinci kepada nasabah. Namun untuk risiko
murni dengan kemungkinan terjadinya rendah serta sukar diprediksi
9
teknik penghindaran tidak dapat digunakan. Bank secara sengaja
melakukan aktivitas bisnis perbankan untuk memperoleh
keuntungan. Dalam melakukan bisnis tersebut, bank menghadapi
risiko yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. Karena itu , risiko
semacam itu tidak bisa dihindari.
• Penanggungan Atau Penahanan Risiko (Risk Retention)
Alternatif lain dari manajemen risiko adalah perusahaan/bank
menanggung sendiri risiko yang muncul ( menahan risiko tersebut
atau risk retention ). Pada suatu kondisi dengan pertimbangan
tertentu bank berani menanggung berbagai kemungkinan risiko
yang terjadi. Namun demikian, bank tetap berupaya agar risiko itu
tidak terealisasi/terjadi atau juga mencadangkan sejumlah anggaran
dengan pola tertentu sebagai antisipasi bila kondisi terburuk terjadi.
Berikut ini beberapa bentuk risiko dan kondisi sehingga bank berani
menanggung risiko yang mungkin terjadi.
• Pengalihan Risiko (Risk Transfer)
Alternatif lain dari manajemen risiko adalah memindahkan risiko ke
pihak lain (mentransfer risiko ke pihak lain). Pihak lain tersebut
biasanya mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk
mengendalikan risiko, baik karena skala ekonomi yang lebih baik
sehingga bisa mendiversifikasikan risiko lebih baik.
8. Komisaris Perusahaan Dalam Menyelesaikan Risiko
Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab atas efektivitas
penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan.
Untuk itu Direksi dan Dewan Komisaris harus:
• Memahami Risiko yang dihadapi Perusahaan;
• Memberikan arahan yang jelas;
• Melakukan pengawasan dan me-mitigasi Risiko secara aktif;
• Mengembangkan budaya Manajemen Risiko di Perusahaan;
• Memastikan struktur organisasi yang memadai;
10
• Menetapkan tugas dan tanggung jawab yang jelas pada masing-
masing satuan kerja; dan
• Memastikan kecukupan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia
untuk mendukung
• Penerapan Manajemen Risiko secara efektif.
Pelaksanaan pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris
mencakup:
A. Wewenang Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
1) Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk memastikan
penerapan Manajemen Risiko telah memadai sesuai
dengan karakteristik, kompleksitas dan profil Risiko
Perusahaan.
2) Dewan Komisaris memahami dengan baik jenis dan
tingkat Risiko yang melekat pada kegiatan bisnis
Perusahaan.
3) Dalam mendukung penerapan Manajemen Risiko,
Direksi dan Dewan Komisaris memastikan bahwa
masing-masing Satuan Kerja di Perusahaan menerapkan
Manajemen Risiko.
4) Dewan Komisaris bertanggung jawab terhadap penilaian
Risiko Perusahaan.
5) Wewenang dan tanggung jawab Dewan Komisaris,
adalah:
a) menyetujui dan mengevaluasi kebijakan
Manajemen Risiko.
b) mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi atas
pelaksanaan kebijakan Manajemen Risiko.
c) mengevaluasi dan memutuskan permohonan
Direksi yang berkaitan dengan transaksi
11
d) dan limit risiko yang memerlukan persetujuan
Dewan Komisaris.
e) evaluasi kebijakan Manajemen Risiko paling
sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dan
setiap saat dalam hal terdapat 12ssess yang
mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan secara
signifikan
f) evaluasi pertanggungjawaban Direksi atas
pelaksanaan kebijakan Manajemen Risiko;
9. Tanggung Jawab Komisaris Perusahaan
• Melakukan identifikasi risiko finansial, keselamatan dan keamanan
perusahaan
• Menyiapkan rencana untuk mengurangi risiko perusahaan
• Menggali informasi keuangan klien seperti pendapatan, aset dan
utang
• Berperanh dalam mengelola kebijakan asuransi perusahaan
• Melakukan evaluasi risiko
• Menetapkan berbagai kebijakan terkait jumlah risiko yang diambil
perusahaan
• Memberikan penjelasan kemungkinan risiko eksternal yang bisa
terjadi
• Melakukan audit terkait kebijakan dan kepatuhan pengambilan
risiko
• Melakukan dokumentasi kebijakan dan klaim asuransi perusahaan
• Melakukan peninjauan baru atau proposal bisnis internal
• Membangun kesadaran risiko terhadap seluruh staf perusahaan
12
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Definisi risiko Definisi risiko menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia KBBI adalah akibat yang kurang menyenangkan merugikan,
membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan. Manfaat
manajemen risiko adalah salah satu komponen pengelolaan bisnis
terpenting yang bisa melindungi perusahaan Anda dari banyak masalah.
Menilai Risiko telah mengidentifikasi berbagai macam risiko yang
mungkin muncul, langkah selanjutnya adalah melakukan 13ssessment
atau menilai setiap kemungkinan risiko yang dapat dilihat dari seberapa
besar efek dari risiko tersebut dan kemungkinan frekuensiberapa kali
terjadinya risiko tersebut. Cara merespon risiko tersebut ada beberapa
cara diantaranya Risk Avoidance, yaitu mengambil tindakan untuk
menghindari risiko-risiko yang akan terjadi. Risk Transfer, yaitu
tindakan untuk mengelola risiko dengan cara mentransfer risiko tersebut
terhadap pihak lain seperti asuransi
13
DAFTAR PUSTAKA
Rofiyandi,Yandi [Link] Manajemen Risiko, Tanggung Jawab,
dan Skill yang Diperlukan.
([Link] manajemen-
risiko-tanggung-jawab-dan-skill-yang-diperlukan)
Jurnal [Link] Risiko Bisnis, Apa Saja Langkah-
Langkahnya?. ([Link]
dan-tips-cerdas- melakukannya/)
[Link] Risiko.
([Link] content/uploads/2020/02/Manajemen-
[Link])
Allianz [Link] Risiko.
([Link]
[Link]! Ketahui 6 Cara Meminimalkan Risiko-Risiko Bisnis.
([Link]
[Link] Simak Tugas Profesi Manajemen Risiko, Calon
Profesional Manajemen Risiko Wajib Tahu!. ([Link]
simak-tugas-profesi-manajemen- risiko-calon-profesional-manajemen-risiko-wajib-
tahu/)
[Link] Perusahaan: Pengertian,
Tujuan dan Cara Mengelolanya.
([Link]
14