BAHASA INDONESIA DALAM KACAMATA RASISME
UJIAN AKHIR SEMESTER
BAHASA INDONESIA
Dosen Pengampu: Dr. I Putu Permana Mahardika, S.S, [Link].
Friska Esmeralda
23/513445/SA/22155
BAHASA, SASTRA, DAN BUDAYA JAWA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat serta
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Mata Kuliah Bahasa
Indonesia ini. Pada proses pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia, penulis dengan
teman-teman kelompoknya mengangkat kajian Bahasa Indonesia Dalam Kacamata Rasisme.
Sehingga, karya tulis ini disusun sebagai tugas individual. Penulis berharap karya tulis ini
dapat memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Bahasa Indonesia dengan baik walaupun penulis
merasa masih banyak kekurangan dalam penyampaiannya.
Yogyakarta, 20 Juni 2025
Friska Esmeralda
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................................................iii
BAB I....................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN................................................................................................................................1
1. Pengertian Rasisme................................................................................................................1
2. Faktor-Faktor Penyebab Rasisme.........................................................................................2
3. Ciri-ciri rasisme......................................................................................................................2
BAB II..................................................................................................................................................3
ISI.........................................................................................................................................................3
1. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Praktik Rasisme......................................................3
2. Contoh-Contoh Bentuk Rasisme...........................................................................................3
3. Dampak Negatif Rasisme.......................................................................................................4
4. Peran Bahasa Mencegah Rasisme.........................................................................................4
BAB III.................................................................................................................................................6
PENUTUP............................................................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................................7
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1. Pengertian Rasisme
Rasisme merupakan tindakan sosial yang dianggap sebagai bentuk
diskriminasi sosial, ujaran kebencian, kekerasan rasial, dan sebagainya. Tindakan ini
sering kali dilakukan individu ataupun golongan masyarakat kepada individu atau
golongan tertentu. Hal ini berkaitan dengan terdapatnya unsur-unsur suku, ras, dan
adat (SARA) dalam suatu tindakan rasisme. Selain itu, tindakan sosial ini biasanya
menyinggung suatu golongan, warna kulit, kondisi fisik, keadaan, dan atau perbuatan
lainnya.
Rasisme ini sendiri memiliki beberapa makna dan pengertian. Tindakan sosial
ini adalah pandangan yang diyakini masyarakat yang menampik, enggan, ataupun
benci pada suatu golongan masyarakat, biasanya berdasarkan ras, derajat sosial dan
sebagainya.
Adapun pengertian rasisme menurut beberapa ahli, sebagai berikut:
a. M. Webster
Menurut M. Webster, dalam kamusnya menjelaskan rasisme merupakan
perilaku diskriminasi atau kekerasan terhadap individu berdasarkan ras yang
dimilikinya. Sehingga, mereka meyakini dan menentukan adanya superioritas
terhadap ras tertentu.
b. Oliver C. Cox
Menurutnya, rasisme adalah peristiwa, nilai suatu tindakan, dan nilai suatu
kelompok beralaskan budayanya dengan menggunakan sudut pandang, bahwa
nilai sosial masyarakat lain selain mereka adalah salah dan mereka menolaknya.
c. Alo Liliweri
Menurut Alo Liliweri, rasisme merupakan suatu ideologi yang
mendasarkankan diri pada diskriminasi terhadap seseorang atau sekelompok
1
orang. Sehingga, menurut pandangannya rasisme bahkan dijadikan dasar dalam
kebijak politik yang tentunya berdampak negatif bagi keadilan sosial.
2. Faktor-Faktor Penyebab Rasisme
Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan rasisme, sebagai berikut:
a. Lingkungan keluarga atau tempat tinggal
Seperti pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, apa yang dilakukan orang
tua pasti akan melekat pada diri anaknya baik dari sifat, sikap, dan perilaku. Hal
ini menjadi dasar mudahnya melakukan diskriminasi sosial karena doktrin yang
muncul dalam lingkungan sekitar.
b. Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah menjadi faktor penyebab rasisme yang paling sering terjadi.
Karena kebijakannya, Masyarakat sering terkena diskriminasi karena ruang gerak
suatu ras menjadi terbatas. Selain itu, kurang meratanya pembangunan juga
memengaruhi pandangan suatu masyarakat ke masyarakat lain yang aksesnya
lebih sedikit atau lebih tertutup.
c. Kesenjangan sosial dan ekonomi
Penyebab rasisme lainnya adalah kesenjangan dan ekonomi dalam masyarakat.
Hal ini dapat terjadi, jika suatu individu atau golongan memiliki rasa superior
dalam diri mereka. Kemudian, mereka ingin masyarakat lain yang dibawahnya
merasa buruk.
3. Ciri-ciri rasisme
Tindakan sosial ini dapat diperkirakan melaui ciri-ciri sebagai berikut:
a. Pendiskriminasian berdasarkan ras
b. Stereotip negatif yang dirasakan
c. Keyakinan atas superioritas ras
2
d. Agresi mikro
e. Rasisme sistemik atau struktural
3
BAB II
ISI
1. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Praktik Rasisme
Bahasa sendiri adalah alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan
manusia. Bukan hanya sebagai media untuk menyampaikan informasi tetapi juga
sebagai sarana perbincangan nilai, budaya, dan ideologi dalam kehidupan sosial.
Bahasa Indonesia sering digunakan sebagai media untuk menyampaikan bentuk-
bentuk tindakan rasisme. Dalam konteks ini bahasa digunakan sebagai alat
komunikasi yang berdampak negatif yang beupa penyampaian ideologi dan stereotipe.
Rasisme menggunakan bahasa dapat diimplementasikan dalam beberapa bentuk,
seperti ujaran kebencian, pelecehan, hingga diskriminasi yang terselubung. Misalnya,
melalui kosakata atau istilah dalam percakapan sehari-hari ataupun media sosial yang
terkesan merendahkan suku, ras, atau latar belakang budaya tertentu. Hal-hal ini
sering dianggap remeh dan disepelekan, padahal rasisme memiliki dampak yang
serius.
Pendidikan dan sosialisasi mengenai rasisme sangat penting untuk ditekankan.
Tujuannya agar masyarakat dapat memahami betapa pentingnya menghargai dinamika
kultural dalam kehidupan sosial. Selain itu, kesadaran pribadi untuk selalu berhati-hati
dalam bicara dan berpikiran buruk juga perlu ditekankan setiap individu, karena
kesadaran batin adalah hal yang utama dalam suatu tindakan.
2. Contoh-Contoh Bentuk Rasisme
4
Gambar 1
[Link]
Gambar 2
[Link]
Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa suatu stereotipe tidak dapat langsung
dikategorikan dalam bentuk rasisme. Meskipun suatu stereotipe mengandung
unsur-unsur atau ciri-ciri rasisme, tetapi tidak semua dapat digolongkan sebagai
diskriminasi atau niat merendahkan. Hal ini tergantung pada sudut pandang
masing-masing individu ataupun kelompok yang terlibat.
Adapun kasus rasisme yang terdapat pada Gambar 2 menunjukkan sudut
pandang diskriminatif pelaku bahwa dia memandang “cina” sebagai suatu
golongan yang lebih rendah disbanding dirinya. Pandangan ini
mengimplementasikan keyakinan atas superioritas ras. Pelaku tersebut menolak
adanya pengaruh budaya, sehingga korban merasa terdiskriminasi.
3. Dampak Negatif Rasisme
Suatu Tindakan sosial yang bersifat negatif tentunya memiliki dampak yang
negatif antara lain, sebagai berikut:
a. Kesehatan mental
b. Kamanan merasa terancam
c. Konflik antar manusia atau kelompok
d. Kelompok minoritas merasa tertindas
e. Mengurangi kepercayaan anatar kelompok ras
5
4. Peran Bahasa Mencegah Rasisme
Selain digunakan dalam implementasi rasisme, bahasa Indonesia juga
memiliki peranan agar rasisme dapat dicegah dengan menerapkan perspektif
sebagai berikut:
a. Bahasa Indonesia sebagai alat persatuan dan identitas kolektif
Bahasa Indonesia menjadi kunci utama dalam membangun identitas
kolektif bangsa. Penggunaannya konsisten dalam berbagai ranah
kehidupan. Maka dari itu, bahasa Indonesia harus dilestarikan agar
menjadi pemersatu bangsa.
b. Bahasa Indonesia sebagai bahasa inklusif sebagai wujud kesetaraan rasial
Menumbuhkan kesadaran berbahasa yang inklusif sangat penting agar
Masyarakat dapat menciptakan kehidupan sosial yang adil.
c. Promosi kesadaran bangsa dan etika berbahasa oleh satuan Pendidikan
Dengan adanya pendidikan dan sosialisasi mengenai kesadaran
berbangsa dan berbahasa yang baik, masyarakat juga membangun
kehidupan yang toleran dan beradab.
d. Promosi penggunaan bahasa yang menghormati dan tidak diskriminatif di
media sosial
Pada era kontemporer ini media sosial digunakan sebagai ruang publik
digital yang berpengaruh besar terhadap pola piker, sikap dan perilaku
masyarakat. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kesadaran individu agar
bijak dalam melakukan tindakan dalam bermedia sosial. Tujuannya agar
doktrin tentang segala hal mengenai rasisme tidak serta-merta dilakukan
dan remehkan.
6
BAB III
PENUTUP
Suatu tindakan sosial yang negatif maupun positif selalu memiliki dampak.
Pendidikan dan sosialisasi mengenai rasisme perlu ditekankan pada setiap orang. Sangat
penting untuk kita senantiasa terbuka dan sadar atas suatu tindakan, agar kesejahteraan sosial
dapat tercipta.
Selain itu, penting juga untuk melakukan analisis suatu pernyataan atau gambaran
sebelum menyimpulkan bentuk rasisme. Analisis tersebut harus dilakukan secara mendalam
mengenai konteks penggunaan serta dampaknya. Dengan demikian, marilah kita gunakan
bahasa Indonesia dengan bijak, adil, dan berempati agar menjadi alat pemersatu bangsa.
7
DAFTAR PUSTAKA
933803920_bab2.pdf. (t.t.). Diambil 20 Juni 2025, dari
[Link]
admin. (2023, September 11). Pengertian Rasisme, Penyebab, Dampak, dan Contohnya.
[Link]