0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan95 halaman

Analisis Kinerja Keuangan PT Indah Kiat

Diunggah oleh

driandadeda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan95 halaman

Analisis Kinerja Keuangan PT Indah Kiat

Diunggah oleh

driandadeda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR

KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA


PT. INDAH KIAT PULP & PAPER TBK
PERIODE TAHUN 2006 – 2015

Skripsi

Diajukan Oleh:
Sitti Ismayanti Malasulastri
022113710

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR

Juli 2018

i
ii

ii
iii

iii
iv

ABSTRAK

Sitti Ismayanti Malasulastri. 022113710. Analisis Laporan Keuangan untuk Mengukur


Kinerja Keuangan Perusahaan PT. Indah Kita Pulp dan Paper. Tbk periode tahun 2006 – 2015.
Di bawah bimbingan Arief Tri Hardiyanto dan Retno Martanti EL. 2017.
Perkembangan dunia usaha pada saat ini sangat pesat, banyak yang bermunculan
perusahaan sejenisnya, mengakibatkan semakin ketatnya persaingan. Oleh karena itu,
perusahaan dituntut untuk melaksanakan aktivitasnya secara lebih efisien dan efektif. Agar
perusahaan dapat bertahan atau bahkan bisa tumbuh dan berkembang harus mencermati
kondisi dan kinerja keuangan perusahaan. Untuk mengetahui dengan tepat bagaimana kondisi
dan kinerja keuangan perusahaan maka diperlukan suatu analisis yang tepat. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper. Tbk tahun 2006
- 2015 dengan menggunakan alat ukur rasio keuangan. Adapun beberapa kelompok rasio
keuangan yang digunakan adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas.
Konsep ini membuktikan bahwa perusahaan dengan laba yang tinggi belum tentu
menunjukkan kinerja keuangan yang baik.
Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper. Tbk selama periode 2006-2015. Jenis penelitian ini adalah
deskriptif dengan teknik analisis kuantitatif dan merupakan replikasi dari penelitian
sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan variabel bebas yaitu
kinerja keuangan perusahaan diukur dengan beberapa sub variabel diantaranya rasio likuiditas,
rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa kinerja
keuangan pada perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk dikategorikan “cukup baik”
apabila dari segi Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas akan tetapi dari segi Rasio
Profitabilitas pada tahun 2006 dan tahun 2009 berada di bawah standar industri yang
mengakibatkan kerugian oleh biaya selisih rugi kurs dan biaya beban bunga sehingga PT.
Indah Kiat Pulp dan Paper pada kategori “kurang baik”.
Adapun saran yang berkaitan dengan hasil penelitian ini yaitu untuk meningkatkan
kinerja perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk sebaiknya berupaya untuk
meningkatkan pertumbuhan aktiva lancar melalui peningkatan volume kas, piutang dan
investasijangka pendek. Di pihak lain juga perusahaan berusaha untuk mengurangi volume
kewajiban lancar melalui pembayaran yang tepat waktu. Lalu perusahaan perlu mengambil
kebijakan yang tepat untuk mengurangi beban hutang jangka panjang dan meningkatkan total
aset, dan perusahaan sebaiknya mengontrol peningkatan penjualan perusahaan sehingga dapat
meningkatkan efisiensi.

Kata Kunci: Rasio Keuangan, Kinerja Keuangan Perusahaan

iv
v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, hanya atas rahmat
dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, yang berjudul “Analisis
Laporan Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper. Tbk”. Diselesaikan guna memenuhi salah satu syarat dalam gelar
sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Studi Akuntansi Universitas Pakuan Bogor.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak
yang telah membantu dan memberi masukan dalam penyusunan makalah ini, yaitu
kepada:
1. Orangtua tercinta yang telah memberikan doa, kasih sayang serta dukungan secara
moril, materil yang tidak pernah putus kepada saya.
2. Bapak Dr. Hendro Sasongko., Ak., M.M., CA., selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Pakuan, Bogor.
3. Bapak Dr. Arief Tri Hardiyanto., Ak., MBA., CMA., CSSA., CA.,CSEP.,QIA.
selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan,
Bogor dan selaku Ketua Komisi Pembimbing.
4. Ibu Retno Martanti EL, SE, [Link] selaku Anggota Komisi Pembimbing.
5. Bapak/Ibu Dosen Penguji Sidang Skripsi.
6. Seluruh dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan, Bogor yang tidak
dapat disebutkan satu per satu.
7. Orangtuaku tercinta yang selalu memberikan doa, dukungan, serta motivasi agar
diberikan kemudahan dan kelancaran.
8. Teman-temanku kelas eksekutif yang tidak dapat disebutkan satu per satu, atas
dukungan dan kebersamaannya dari awal kuliah sampai saat ini.
9. Universitas Pakuan yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat
untuk masa depan.
Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan di dalam penulisan makalah
seminar ini, tentunya penulis sangat mengharapkan kritik, saran serta masukan bagi
siapa saja yang dapat membangun penulis untuk lebih baik lagi dari sebelumnya.
Akhir kata, penulis berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat
bermanfaat dan berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan serta dapat membantu
penulis dalam penulisan skripsi demi tercapainya tujuan sebagai seorang Sarjana
Ekonomi.

Bogor, Juli 2018


Penulis

Sitti Ismayanti M

v
vi

DAFTAR ISI

Hal
JUDUL .......................................................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................... ii
ABSTRAK .................................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR ................................................................................................. v
DAFTAR ISI ............................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ..................................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................ x

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian ............................................................................... 1
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah .............................................................. 5
1.2.1 Identifikasi Masalah .............................................................................. 5
1.2.2 Perumusan Masalah .............................................................................. 5
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian........................................................................ 5
1.3.1 Maksud Penelitian ................................................................................. 5
1.3.2 Tujuan Penelitian .................................................................................. 5
1.4 Kegunaan Penelitian ..................................................................................... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Laporan Keuangan .......................................................................................... 7
2.1.1 Definisi Laporan Keuangan .................................................................. 7
2.1.2 Tujuan Pelaporan Keuangan ................................................................. 7
2.1.3 Pemakai Laporan Keuangan ................................................................. 8
2.1.4 Unsur-unsur Laporan Keuangan ........................................................ .13
2.1.5 Analisis Laporan Keuangan ................................................................ 14
[Link] Pengertian Analisis Laporan Keuangan ................................. 14
[Link] Tujuan Analisis Laporan Keuangan ....................................... 15
[Link] Metode Analisis Laporan Keuangan ...................................... 17
2.1.6 Analisis Rasio Keuangan .................................................................... 17
2.2 Kinerja Keuangan ......................................................................................... 22
2.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan ............................................................. 23
2.2.2 Pengukuran Kinerja Keuangan .......................................................... 23
2.2.3 Tahap –Tahap Dalam Menganalisis Kinerja Keuangan ..................... 27
2.2.4 Hubungan Kinerja Keuangan dengan Rasio Keuangan ...................... 28
2.3 Penelitian Sebelumnya dan Kerangka Pemikiran ......................................... 29
2.3.1 Penelitian Sebelumnya ........................................................................ 29
2.3.2 Kerangka Pemikiran............................................................................ 30

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 Jenis penelitian .............................................................................................. 33
3.2 Objek, Unit Analisis dan Lokasi Penelitian .................................................. 33
3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian ................................................................. 33
3.4 Operasionalisasi Variabel ............................................................................. 33

vi
vii

3.5 Metode Penarikan Sampel ............................................................................ 35


3.6 Metode Pengumpulan Data ........................................................................... 35
3.7 Metode Pengolahan/ Analisis Data ............................................................... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN


4.1 Gambaran Umum Perusahaan ....................................................................... 37
4.1.1 Sejarah Perkembangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk .............. 37
4.1.2 Kegiatan Usaha ................................................................................... 38
4.1.3 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas ................................................ 39
4.2 Penilaian Kinerja Keuangan pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk ........ 42
4.2.1 Analisis berdasarkan Rasio Keuangan ................................................ 42
4.2.2 Analisis berdasarkan Standar Industri ................................................ 51
4.2.3 Analisis berdasarkan Analisis Trend .................................................. 55

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan ................................................................................................... 59
5.2 Saran ............................................................................................................. 60

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vii
viii

DAFTAR TABEL

Hal
Tabel 1 Perusahaan Sub Sektor Pulp dan Kertas ...................................................... 2
Tabel 2 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 - 2015 ...................................................................................... 3
Tabel 3 Penelitian Sebelumnya .......................................................................... 29-30
Tabel 4 Analisis Laporan Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan
Perusahaan pada PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk. ............................... 34
Tabel 5 Current Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk. ................................... 42
Tabel 6 Quick Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk .................................. 43-44
Tabel 7 Cash Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ........................................ 44
Tabel 8 Debt to Asset Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ........................... 45
Tabel 9 Debt to Equity Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ......................... 46
Tabel 10 Net Profit Margin PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ........................... 47
Tabel 11 Gross Profit Margin PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk .................... 47-48
Tabel 12 Return on Asset PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ................................. 48
Tabel 13 Return on Equity PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ............................... 49
Tabel 14 Operating Profit PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ............................... 50
Tabel 15 Kondisi Kinerja Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Periode tahun 2006 - 2015 ......................................................................... 51

viii
ix

DAFTAR GAMBAR

Hal
Gambar 1 Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perusahaan PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk Tahun 2006 – 2015 .......................................................... 4
Gambar 2 Paradigma Penelitian .............................................................................. 32
Gambar 3 Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk ....................... 39
Gambar 4 Grafik Trend Rasio Likuiditas................................................................ 55
Gambar 5 Grafik Trend Rasio Solvabilitas ............................................................. 56
Gambar 6 Grafik Trend Rasio Profitabilitas ........................................................... 57

ix
x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2006
Lampiran 2 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2007
Lampiran 3 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2008
Lampiran 4 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2009
Lampiran 5 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2010
Lampiran 6 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2011
Lampiran 7 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2012
Lampiran 8 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2013
Lampiran 9 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2014
Lampiran 10 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2015

x
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam suatu


perusahaan. Banyak perusahaan yang berskala besar atau kecil akan mempunyai
perhatian besar di bidang keuangan. Terutama dilihat dari laporan keuangan
perusahaan merupakan media yang dapat dipakai sebagai alat informasi untuk
mengukur kinerja keuangan dari suatu perusahaan. Menurut Kieso dan Weygand yang
dialih bahasakan Emil Salim, SE (2011:5) mendefinisikan laporan keuangan yaitu
merupakan sarana informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan
ini menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasikan dalam nilai moneter.
Dengan tujuan yaitu laporan keuangan untuk memberikan informasi mengenai posisi
keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar
pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomik dan juga
menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepada mereka, menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) (2017:3).
Dengan melihat laporan keuangan perusahaan tersebut maka pengguna laporan
keuangan dapat mengambil keputusan yang tepat. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia,
pemakai laporan keuangan tersebut diantaranya adalah investor, karyawan, pemberi
pinjaman, pemasok dan kreditor usaha, pelanggan, pemerintah dan masyarakat. Agar
perusahaan dapat bertahan atau bahkan bisa tumbuh dan berkembang harus
mencermati kondisi dan kinerja keuangan perusahaan. Untuk mengetahui dengan tepat
bagaimana kondisi dan kinerja keuangan perusahaan maka diperlukan suatu analisis
yang tepat.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur standar kinerja keuangan perusahaan
adalah rasio keuangan. Dengan menggunakan analisis laporan keuangan maka
perusahaan dapat merencanakan dan mengatur segala kebutuhan dan kelemahan dalam
mencapai dan meningkatkan apa yang dicita-citakan perusahaan. Analisis laporan
keuangan dari macam-macam rasio dapat memberikan pandangan yang lebihbaik
tentang kinerja keuangan perusahaan dibandingkan analisis yang hanya didasarkan
atas data keuangan yang tidak berbentuk rasio.
Jenis analisis laporan keuangan bervariasi sesuai dengan kepentingan pihak-
pihak yang melakukan analisis. Pemberi kredit dagang akan menaruh perhatian
terutama kepada likuiditas perusahaan yang dianalisis karena tagihan mereka bersifat
jangka pendek. Tagihan pemberi kredit jangka panjang misalkan obligasi, bersifat
jangka panjang. Oleh karena itu dia lebih berminat kepada kemampuan perusahaan
untuk melunasi utang dalam jangka panjang. Pemilik obligasi mungkin akan menilai
struktur modal perusahaan, sumber dan penggunaan dana serta profitabilitas
perusahaan.

1
2

Seorang pemilik saham perusahaan pada prinsipnya lebih berkepentingan


dengan keuntungan saat ini dan dimasa yang akan datang, dengan stabilitas
keuntungan tersebut dan perbandingannya dengan keuntungan perusahaan lain. Dia
akan menaruh minatnya pada kondisi keuangan perusahaan sejauh hal itu dapat
mempengaruhi kemampuan perusahaan itu untuk berkembang, membayar deviden
danmenghindari kebangkrutan. Bagi perusahaan sendiri analisis kinerja keuangan
dapat membantu dalam hal perencanaan perusahaan tersebut.
Menurut Kieso dan Weygand yang dialih bahasakan Emil Salim, SE (2008:428),
analisis yang melibatkan pemeriksaan atas hubungan antara pos-pos dalam laporan
keuangan serta mengidentifikasi tren-tren dalam hubungan tersebut. Analisis
digunakan untuk memprediksi masa depan, tetapi analisis rasio terbatas karena
menggunakan data dari masa lalu. Analisis laporan keuangan akan lebih tajam apabila
angka-angka keuangan dibandingkan dengan standar tertentu. Standar tersebut dapat
berupa standar internal yang ditetapkan oleh perusahaan, perbandingan historis atau
membandingkan angka-angka keuangan dengan angka-angka sebelumnya,
pembanding dengan perusahaan atau industri sejenisnya. Tanpa perbandingan tidak
akan diketahui apa kinerja keuangan suatu perusahaan menunjukkan perbaikan atau
sebaliknya menunjukkan penurunannya.
Sehubungan dengan penilaian kinerja keuangan perusahaan, penulis mengambil
penelitian tersebut dibagian perusahaan manufaktur pada sub sektor pulp dan kertas.
Berikut adalah daftar nama perusahaan manufaktur yang sudah go publik dan terdaftar
pada Bursa Efek Indonesia:
Tabel 1
Perusahaan Sub Sektor Pulp dan Kertas

No Kode
Nama Emiten Tanggal Pendaftaran
Saham
1 ALDO Alkindo Naratama Tbk 12 Juli 2011
2 DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk 14 Mei 2014
3 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk 1 Desember 1994
4 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 16 Juli 1990
5 INRU Toba Pulp Lestari Tbk 18 Juni 1990
6 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk 11 Juli 2008
7 KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk 29 Juli 1996
8 SPMA Suparma Tbk 16 November 1994
9 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 3 April 1990
Sumber data : Bursa Efek Indonesia (2017)

Dari daftar nama perusahaan pada tabel di atas, PT. Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk menarik bagi penulis untuk diteliti, karena merupakan salah satu perusahaan yang
3

bergerak dalam bidang penyedia kertas terbesar di Indonesia dan penyediaan bahan
baku dikarenakan faktor iklim indonesia yang mendukung dalam pengolahannya.
Selain itu, PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk memilih untuk mengutamakan
menjalankan usahanya pada pangsa pasar internasional dimana 51% dari hasil
produksi diekspor keluar negeri dan hanya 49% yang dipasarkan di pasar domestik.
Setelah PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk sudah menjalankan usahanya pada pangsa
internasional dan manajemen membuat kebijakan untuk memasang target di pasar
internasional sehingga memberikan tantangan bagi perusahaan. Maka kinerja
perusahaan sangat rentan terhadap pergerakan pulp dan paper dia pasar dunia yang
terkenal cukup fluktuatif.
Berikut ini merupakan laporan keuangan dari PT. Indah Kiat Pulp dan Paper.
Tbk untuk dianalisis agar dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai
keuangan perusahaan yang telah dicapai olehperusahaan tersebut.
Tabel 2
Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
(dalam jutaan dollar Amerika)
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

NERACA

ASET

Aset Lancar 733,7 751,5 917,3 884,6 1.091,6 1467,7 1677,0 1774,4 1657,5 2074,2
Aset Tidak
4.545,6 4.736,2 5.050,6 4.928,9 4.833,5 4851,1 4970,5 5002,8 4861,8 4964,2
Lancar
TOTAL ASET 5.279,3 5.487,7 5.967,9 5.813,5 5.925,1 6318,8 6647,5 6777,2 6519,3 7038,4

KEWAJIBAN
& EKUITAS
Kewajiban
438,2 586,9 761,3 1.001,1 1.081,9 1388,0 999,3 1211,8 1200,1 1479,7
Lancar
Kewajiban
2.984,8 2.952,7 3.056,1 2.820,4 2.836,2 2907,7 3575,4 3271,5 2918,7 2935,6
Tidak Lancar
Total
3.423,0 3.539,6 3.817,4 3.821,5 3.918,1 4295,7 4574,7 4483,3 4118,8 4415,3
Kewajiban
Ekuitas 1.856,0 1.947,8 2.150,3 1.991,8 2.007,0 2023,1 2072,8 2293,9 2400,5 2623,1
TOTAL
LIABILITAS 5.279,3 5.487,7 5.967,9 5.813,5 5.925,1 6318,8 6647,5 6777,2 6519,3 7038,4
& EKUITAS

LABA/ RUGI
Penjualan
1.584,3 1.879,3 2.277,0 1.773,4 2.509,6 2559,9 2518,1 2651,5 2635,0 2834,3
Bersih
Laba Kotor 289,2 410,1 506,7 175,5 439,2 327,8 327,8 450,6 453,8 610,0
Laba (Rugi)
107,2 224,6 295,0 (4,4) 190,8 78,5 69,6 173,5 192,4 327,1
Usaha
Laba (Rugi)
(185,3) 91,8 202,4 (158,5) 13,0 16,1 49,7 221,2 126,3 222,7
Bersih
Sumber data : Bursa Efek Indonesia (2017)
4

Dari hasil laporan keuangan di atas peneliti melihat pertumbuhan kinerja


keuangan berdasarkan dari data laporan keuangan rugi laba PT. Indah Kiat Pulp dan
Paper Tbk dan digambarkan melalui grafik di bawah ini.

3.000.000
2.518.091 2.635.037
2.509.631
2.834.278
2.500.000 2.277.002 2.651.472
2.559.942

2.000.000
1.879.374
1.773.400
1.500.000 1.584.300

1.000.000

500.000
202.439 221.202 222.747
91.833 13.030 16.056 49.693 126.336
0 -185.300 -158.479
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
-500.000

Penjualan Laba (Rugi) Bersih

(dalam ribuan dollar Amerika)

Gambar 1
Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perusahaan
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk Tahun 2006 – 2015
Sumber data : Bursa Efek Indonesia (2017)
Dari Gambar 1 dapat dijelaskan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan
perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tidak stabil. Mengalami penurunan
penjualan yang cukup besar pada tahun 2009 sehingga mengalami kerugian pada tahun
tersebut. Namun pada tahun berikutnya pertumbuhan penjualan mengalami kenaikan
sehingga pertumbuhan labanya mengalami kenaikan. Untuk mengetahui kemampuan
perusahan dalam menghasilkan kas yang memadai dimasa depan, kita perlu
mengetahui profitabilitas atau kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dan
kemampuan dalam membayar hutang. Tingkat resiko perusahaan akan lebih rendah
selain dipengaruhi kedua faktor tersebut, juga dipengaruhi struktur keuangan
(solvabilitas).
Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk meneliti kinerja keuangan
perusahaan yang ditinjau dari analisis rasio keuangan, baik rasio likuiditas, rasio
solvabilitas dan rasio profitabilitas. Oleh karena itu, penulis akan menuangkan dalam
makalah skripsi yang berjudul “Analisis Laporan Keuangan dalam mengukur kinerja
keuangan perusahaan pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper. Tbk periode tahun 2006-
2015”.
5

1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di ataspenulis mengidentifikasi masalah


yang akan dibahas sebagai berikut:
1. Dilihat dari laporan laba rugi pada tahun 2009 mengalami kerugian, artinya
secara kinerja keuangan perusahaan terlihat tidak baik. Hal ini disebabkan
ada krisis ekonomi pada tahun 2008 dan mempengaruhi penjualan di tahun
2009 sehinnga mengalami penurunan penjualan.
2. Pada tahun 2010 sampai dengan 2012 tidak ada peningkatan laba yang besar
apalagi setelah mengalami kerugian yang besar pada tahun 2009, sehingga
investor melihat apakah perusahaan mampu mengembalikan investasi kepada
ke pemegang saham.
3. Pada laporan keuangan perusahaan pada tahun 2009 sampai dengan tahun
2012 utang jangka panjang mengalami peningkatan, pemberi pinjaman
melihat apakah perusahaan mampu untuk melunasi bunga dan pokok
pinjaman.
1.2.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan
rasio likuiditas?
2. Bagaimana kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan
rasio solvabilitas?
3. Bagaimana kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan
rasio profitabilitas?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan data yang
relevan sehubungan dengan permasalahan yang dibahas. Selain itu dengan adanya
penelitian ini penulis mengetahui kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk
berdasarkan laporan keuangan dinilai melalui rasio keuangan yaitu rasio likuiditas,
rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas.
1.3.2 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini sebagai
berikut:
6

1. Untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
berdasarkan rasio likuiditas.
2. Untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
berdasarkan rasio solvabilitas.
3. Untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
berdasarkan rasio profitabilitas.
1.4 Kegunaan Penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan bagi banyak
pihak, diantaranya sebagai berikut:

1. Kegunaan Teoritis
a. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang
dimiliki dapat lebih dikembangkan, serta dapat dibandingkan teori-teori yang
pernah diterima di Universitas Pakuan dengan praktik kerja sesungguhnya dalam
perusahaan.
b. Bagi pembaca
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi yang
berguna dan bermanfaat bagi pembaca untuk menambah wawasan dan
pengetahuan serta informasi mengenai masalah yang dibahas dalam makalah ini.

2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu saran dan masukan positif
sebagai dasar perbaikan dan pengembangan terhadap analisis laporan keuangan atas
instansi atau perusahaan khususnya dibidang keuangan dalam menilai hasil operasi
dan kebijaksanaan pendanaan perusahaan dalam memaksimalkan tercapainya
kinerja perusahaan agar lebih efektif, efisien, dan ekonomis serta untuk
dapatmembantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada [Link] Kiat
Pulp dan Paper Tbk .
7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan bahasa bisnis yang mengkomunikasikan antara


pihak luar seperti pemegang saham, kreditur, pemerintah, calon inverstor dan pihak
lain yang mempunyai kepentingan bisnis dengan perusahaan. Mengawali landasan
teori yang digunakan dalammakalah ini, penulis akan menyampaikan tentang
pengertian, tujuan, unsur-unsur dan analisis laporan keuangan.
2.1.1 Definisi Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang disusun
menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Berikut merupakan beberapa
definisi dari Laporan keuangan menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) (2017:2) pada
ruang lingkup laporan keuangan adalah:
“Laporan Keuangan adalah laporan keuangan yang diintensikan untuk
memenuhi kebutuhan pengguna yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan
keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna.”
Sedangkan menurut Harahap (2009:105) mengatakan bahwa yang dimaksud
dengan laporan keuangan adalah laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan
dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun
jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil
usaha, laporan perubahan ekuitas,laporan arus kas, laporan posisi keuangan.”
Kieso dan Weygandt yang dialih bahasakan Emil Salim, SE (2008:5)
mendefinisikan laporan keuangan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian
informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan ini
menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasikan dalam nilai moneter. Laporan
keuangan yang biasa disajikan adalah neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas, dan
laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham. Selain itu, catatan atas laporan
keuangan atau pengungkapan juga merupakan bagian integral dari laporan keuangan.”
Berdasarkanbeberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa laporan
keuangan merupakan sarana informasi kondisi keuangan perusahaan pada saat jangka
waktu tertentu yang disajikan pada laporan neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas,
laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan.

2.1.2 Tujuan Pelaporan Keuangan

Laporan keuangan yang dibuat pada dasarnya sudah pasti memiliki tujuan
tertentu seperti sebagaimedia informasi keuangan terhadap kegiatan usaha yang

7
8

digunakan oleh pihak manajemen sebagai acuan pertimbangan dalam pengambilan


suatu keputusan.
Kasmir (2011:10) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah:
1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki oleh
perusahaan pada saat ini.
2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki
oleh perusahaan pada saat ini.
3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada
suatu periode tertentu.
4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan dalam suatu periode tertentu.
5. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode
tertentu
6. Memberikan informasi tentang catatan –catatan atas laporan keuangan.
7. Informasi keuangan lainnya.
Menurut Harahap (2009:70) bahwa tujuan utama laporan keuangan adalah
“Memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomis. Para
pemakai laporan akan menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan, dan
menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya.
Informasi mengenai dampak keuangan yang timbul tadi sangat berguna bagi pemakai
untuk meramalkan, membandingkan dan menilai arus kas. Seandainya nilai uang tidak
stabil, hal ini harus dijelaskan dalam laporan keuangan. Laporan keuangan akan lebih
bermanfaat apabila yang dilaporkan tidak saja aspek kuantitatif saja, tetapi mencakup
penjelasan-penjelasan lainnya yang dirasa perlu. Dan informasi ini harus aktual dan
dapat diukur secara objektif.”
Menurut Fahmi (2012:23) menyatakan tentang tujuan dari laporan keuangan
adalah laporan keuangan akan memberikan informasi keuangan yang mencakup
perubahan dari unsur-unsur laporan keuangan. Laporan keuangan juga akan
memberikan informasi keuangan yang ditunjukan kepada pihak-pihak lain yang
berkepentingan dalam menilai kinerja keuangan terhadap perusahaan di samping pihak
manajemen perusahaan.”
Dari pernyataan para ahli tersebut, maka peneliti menyimpulkan bahwa tujuan
dari laporan keuangan adalah memberikan informasi yang menyangkut posisi
keuangan suatu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan bagi para pemakai laporan
keuangan dari pihak internal maupun eksternal yang secara umum menggambarkan
laporan keuangan diperiode sebelumnya, dan berguna untuk pengambilan keputusan
ekonomi serta menilai kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.
2.1.3 Pemakai Laporan Keuangan

Laporan Keuangan memberikan informasi mengenai kondisi suatu perusahaan


yang dibutuhkan oleh para pemakai laporan keuangan untuk digunakan sebagai bahan
9

pertimbangan pengambilan suatu keputusan. Pemakai laporan keuangan antara lain


adalah investor, kreditor, para pemegang saham, karyawan dan masyarakat.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, pemakai laporan keuangan yaitu:


1. Investor
Penanam modal berisiko dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang
melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka
membutuhkan informasi yang membantu menentukan apakah harus membeli,
menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada
informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan
untuk membayar deviden.
2. Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi
mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan
informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
3. Pemberian pinjaman
Pemberian pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan
mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada
satu jatuh tempo.
4. Pemasok dan kreditur usaha lainnya
Pemasok dan kreditur usaha lainnya tertarik dengan informasi keuangan yang
memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan
dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan
dalam tenggang waktu yang lebih pendek dari pada pemberi pinjaman kecuali kalau
sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
5. Pelanggan
Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup
perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang
dengan, atau tergantung pada perusahaan.
6. Pemerintah
Pemerintah dengan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaanya
berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan arena itu berkepentingan dengan
aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur
aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk
menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
7. Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dengan berbagai cara misalnya:
perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional,
termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam
modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan
10

menyediakan informasi kecendrungan (trend) dan perkembangan terakhir


kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitas.
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2009:120) adapun pihak-pihak yang
menggunakannya terhadap laporan keuangan, mereka ini dapat dikelompokkan
sebagai berikut .
1. Pemakai langsung yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a. Pemilik perusahaan
b. Kreditor
c. Pemasok
d. Manajemen
e. Fiskus (Pajak)
f. Pegawai atau karyawan
g. Langganan
2. Pemakai tidak langsung yang termasuk kelompok ini adalah:
a. Konsultan dan analisis laporan keuangan
b. Bursa efek
c. Penasehat hukum
d. Badan pemerintah terkait
e. Penerbitan-penerbitan/ majalah/ bulletin/ jurnal keuangan
f. Perusahaan konsultan/ pusat-pusat data bisnis
g. Asosiasi pengusaha/ kadin
h. Serikat pekerja
i. Para pesaing
j. Masyarakat umum.
Kedua kelompok ini memiliki kepentingan yang berbeda dan bahkan sering
bertentangan. Kelompok pemakai ini apabila bersedia mengungkapkan responnya
terhadap suatu laporan keuangan maka akan muncul bahan-bahan penting dalam
pembahasan dan analisis terhadap standar akuntansi yang berlaku atau yang belum
diatur sehigga standar akuntansi yang berlaku akan dapat terus menerus up to date
sesuai dengan keinginan sebagian besar pemakainya.
Menurut Fahmi (2012:30) para pemakai laporan keuangan menggunakan
laporan keuangan, yaitu meliputi:
1. Kreditur
Pihak yang memberikan pinjaman baik dalam bentuk uang, barang maupun dalam
bentuk jasa. Karena bagi pihak kreditur ini menyangkut dengan kemampuan dari
pihak debitur untuk mampu mengembalikan pinjaman tersebut tepat pada
waktunya, apabila timbul kemacetan maka tentunya akan menimbulkan kesulitan
tersendiri bagi pihak kreditur. Dan kemampuan debitur untuk membayar cicilan
pinjaman itu dapat dilihatpada data-data keuangan masa lalu yangdi sana telah
tergambarkan kinerja debitur.
2. Investor
11

Investor di sini bisa mereka yang membeli saham tersebut bahkan komisaris
perusahaan. Seorang investor berkewajiban untuk mengetahui secaradalam kondisi
perusahaan dimana ia akan berinvestasi atau pada saat ia sudahberinvestasi, karena
dengan memahami laporan keuangan perusahaan tersebut artinya ia akan
mengetahui berbagai informasi keuangan perusahaan.
3. Akuntan Publik
Akuntan publik adalah mereka yang ditugaskan untuk melakukan audit pada sebuah
perusahaan. Dan yang menjadi bahan audit akuntan publik adalah laporan keuangan
perusahaan, untuk selanjutnya pada hasil audit ia akan melaporkan dan memberikan
penilaan dalam bentuk rekomendasi.
4. Karyawan Perusahaan
Karyawan merupakan mereka yang terlihat secara penuh di suatu perusahaan.
Secara ekonomi mereka mempunyai ketergantungan yang besar yaitu pekerjaan dan
penghasilan yang diterima dari perusahaan tempat bekerja telah begitu berperan
dalam membantu kehidupannya. Dengan begitu posisi perusahaan yang
tergambarkan dalam memposisikan keputusan ke depan nantinya.
5. Bapepam
Bapepam adalah Badan Pengawas Pasar Modal. Bagi suatu perusahaan yang akan
go public maka perusahaan tersebut berkewajiban untuk memperlihatkan laporan
keuangannya kepada Bapepam dalam hal ini PT. Bursa Efek Indonesia. Bapepam
bertugas untuk mengamati dan mengawasi setiap kondisi perusahaan yang go
publlic tersebut, termasuk berkewajiban untuk tidak menerima atau mengeluarkan
perusahaan yang dianggap sudah tidak layak lagi untuk go public.
6. Underwriter
Underwriter merupakan penjamin emisi bagi setiap perusahaan yang akan
menerbitkan sahamnyadi pasar modal. Salah satu penilaian underwriter pada
sebuah perusahaan adalah kondisi laporan keuangan. Sehingga dengan kata lain
reputasi sebuah underwrite menjadi penting dalam menyatakan sebuat perusahaan
tersebut layak atau tidak untuk dijamin go public.
7. Konsumen
Kosumen adalah pihak yag menikmati produk dan jasa yang dihasilkan oleh sebuah
perusahaan. Dari sudut marketing konsumen dibagi menjadi dua yaitu ada yang
dimaksud dengan konsumen actual dan konsumen potensial. Sehingga konsumen
atau publik yang menjadi loyal terhadap produk dan jasa yang dihasilkan oleh
sebuah perusahaan tersebut adalah memiliki ketergantungan yang tinggi pada
perusahaan tersebut.
8. Pemasok
Pemasok merupakan mereka yang menerima order untuk memasok setiap
kebutuhan perusahaan mulai dari hal-hal yang dianggap kecil sampai yang
besaryang mana semua itu dihitung dengan skala finansial.
9. Lembaga Penilai
12

Lembaga penilai di sini berasal dari berbagai latar belakang seperti Good Corporate
Governance, Wahana lingkungan hidup, majalah, televisi dan lainnya yang secara
berkala membuat rangking perusahaan berdasarkan klasifikasi masing-masing
seperti 10 perbankan terbaik.
10. Asosiasi Perdagangan
Asosiasi perdagangan ini mencakup mulai dari KADIN (Kamar dagang dan
insudtri), IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), dan lainnya. Dimana organisasi
tersebut menaungi berbagai perusahaan yang menjadi anggotanya dan setiap
waktunya diadakan rapat tahunan atau berbagai pertemuan lainnya yang membahas
berbagai hal yang menjadi hambatan dalam aktivitas bisnis yang dijalankan.
11. Pengadilan
Laporan keuangan yang dihasilkan dan disahkan oleh pihak perusahaan adalah
dapat menjadi barang bukti pertanggungjawaban kinerja keuangan dan
pertanggungjawaban dalam bentuk laporan keuangan tersebut nantinya akan
menjadi subjek pertanyaan dalam peradilan.
12. Akademis dan Peneliti
Pihak akademis dan peneliti adalah mereka yang melakukan research terhadap
sebuah perusahaan. Sehingga dengan begitu kebutuhan akan informasi sebuah
laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dapat dipertanggunjawabkan adalah
mutlak. Apalagi jika nanti penelitian tersebut dipublikasikan ke berbagai jurnal dan
media massa baik nasional dan internasional.
13. Pemda
Pemerintah Daerah adalah mereka yang mempunyai hubungan kuat dengan kajian
seperti akan lahirnya suatu Peraturan Daerah yang berkaitan dengan berbagai aspek.
Dalam era otonomi daerah sekarang ini di mana daerah memiliki kewenangan yang
lebih besar dalam mengatur dan mengelola daerahnya. Sehingga sudah menjadi
kewajiban bagi pihak perusahaan khususnya laporan keuangan kepada pihak
pemerintah daerah.
14. Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat adalah dengan segala perangkat yang dimilikinya telah
menjadikan laporan keuangan perusahaan sebagai data fundamental acuan untuk
melihat perkembangan pada berbagai sektor bisnis. Juga harus didasari bahwa
terbentuknya angka-angka pada laporan keuangan tidak bisa dipungkiri dari
regulasi dan deregulasi yang telah digulirkan.
15. Pemerintan Asing
Perusahaan asing merupakan pihak yang mengamati perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi yang terjadi di suatu negara, dimana misalnya negara
tersebutsaling memiliki keterkaitan dalam bentuk perjanjian dagang yang
mencakup dalam berbagai bidang usaha.
16. Organisasi Internasional
13

Organisasi internasional di sini seperti IMF (International Monetary Fund) , WB


(World Bank) dan lainnya, mereka ini adalah menjadi pihak yang turut andil dalam
usaha dan menciptakan terbentuknya tatanan dunia baru. Dukungan baik financial
dan non financial yang diberikan adalah menjadi ukuran kinerja dari lembaga
tersebut.
Dari pernyataan tersebut, maka peneliti menyimpulkan bahwa laporan keuangan
sangat bermanfaat dan dibutuhkan bagi pihak yang berkepentingan, karena dapat
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemakainya dalam suatu perusahaan
untuk mendapatkan keuntungan. Para pemakai laporan keuangan dibagi menjadi 2
kelompok yaitu pemakai langsung dan pemakai tidak langsung, namun kedua
kelompok tersebut sangat membutuhkan laporan keuangan perusahaan tersebut bagi
kebutuhannya masing-masing.
2.1.4 Unsur-unsur Laporan Keuangan

Unsur-unsur laporan keuangan setelah standar akuntansi yang dipakai


indonesia yang menggunakan PSAK sebagai konvergensi dari IFRS, yaitu suatu
standar yang dianut oleh negara London. Maka unsur-unsur laporan keuangan yang
lengkap menurut Ikatan Akuntan Indonseia (2017:3-4). Mengenai Penyajian Laporan
Keuangan sebagai berikut:
1. Laporan posisi keuangan (Neraca) pada akhir periode; berisikan informasi tentang
posisi keuangan yaitu keadaan aset, liabilitas dan ekuitas dari suatu entitas pada
suatu tanggal tertentu;
2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode; melaporkan
kinerja atau hasil usaha suatu entitas selama suatu periode tertentu;
3. Laporan perubahan ekuitas selama periode; melaporkan perubahan ekuitas suatu
entitas yang terjadi selama periode tertentu.
4. Laporan arus kas selama periode; menjelaskan perubahan saldo kas dan setara kas
pada awal dan akhir periode, rincian arus kas masuk dan keluar suatu entitas selama
suatu periode tertentu.
5. Catatan atas laporan keuangan; berisi kebijkan akuntansi yang signifikan dan
informasi penjelasan lain.
6. Laporan posisi keuangan pada awal periode terdekat sebelumnya; ketika entitas
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos
laporan keuangannya.
Menurut Kasmir (2011:9), secara umum ada 5 macam jenis laporan keuangan
yang biasa disusun yaitu: neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan
arus kas, laporan catatan atas laporan keuangan.
a. Neraca
Neraca (balance sheet) merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan
perusahaan pada tanggal tertentu. Artinya dari posisi keuangan dimaksudkan adalah
14

posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu
perusahaan.
b. Laporan Laba Rugi
Laporanlabarugi (income statement) merupakan laporan keuangan yang
menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Di dalam
laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan
yang diperoleh. Kemudian, juga tergambarjumlahbiaya dan jenis biaya yang
dikeluarkan selama periode tertentu. Dari jumlah pendapatan dan jumlah biaya ini
terdapat selisih yang disebut laba atau rugi.
c. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang
dimiliki pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan
sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.
d. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan
dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung
terhadap kas. Laporan kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash
out) selama periode tertentu. Kas masuk terdiri dari uang yang masuk keperusahaan,
seperti hasil penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan
sejumlah jumlah pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya seperti pembayaran
biaya operasional perusahaan.
e. Laporan Catatan atas Laporan Keuangan
Laporancatatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan
informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya
terkadang ada komponen atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi
penjelasan terlebih dulu sehingga jelas.
2.1.5 Analisis Laporan Keuangan

[Link] Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Informasi dalam laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang
penting bagi para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan suatu keputusan
ekonomi. Namun dilain sisi ditemukan bahwa ternyata laporan keuangan masih
memiliki keterbatasan dalam informasi yang disajikan didalamnya. Dengan
melakukan analisis lebih lanjut terhadap laporan keuangan melalui proses
perbandingan, evaluasi dan analisis tren akan diperoleh prediksi tentang apa yang
mungkin terjadi di masa yang akan datang. Di sinilah salah satu arti penting dari
analisis laporan keuangan.
15

Analisis laporan keuangan menurut Kieso dan dkk dialih bahasakan Emil Salim,
SE (2008:428), analisis yang melibatkan pemeriksaan atas hubungan antara pos-pos
dalam laporan keuangan serta mengidentifikasi tren-tren dalam hubungan tersebut.
Analisis digunakan untuk memprediksi masa depan, tetapi analisis rasio terbatas
karena menggunakan data dari masa lalu. Selain itu mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan perusahaan tetapi tidak mengungkapkan penyebab kondisi tersebut.
Analisis laporan keuangan menurut Stice dan Skousen dialih bahasakan Ali
Akbar (2009:167) adalah Mempelajari hubungan antar angka-angka dalam laporan
keuangan dan tren dari angka-angka tersebut dari waktu ke waktu.
Sedangkan analisis laporan keuangan Harahap (2009:190) yaitu, menguraikan
pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat
hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan
yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk
mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses
menghasilkan keputusan yang tepat.
Dari definisi yang telah diberikan diatas maka dapat dibuat suatu kesimpulan
bahwa analisis laporan keuangan adalah suatu proses pemeriksaan dari suatu pos-pos
pada laporan keuangan yang menjadi unit informasi dalam mencari suatu hubungan
antara komponen-komponen keuangan agar dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas
mengenai keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan sehingga informasi tersebut
dapatdigunakan dalam pembuatan suatu keputusan bisnis dan investasi.
[Link] Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Tujuan dari analisis laporan keuangan yang terpenting adalah mengetahui


informasi keuangan suatu perusahaan yang akan memberikan gambaran mengenai
posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan.
Menurut Harahap (2009:195) tujuan dari analisis laporan keuangan adalah
sebagai berikut :
1. Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam dari pada yang terdapat
dari laporan keuangan biasa.
2. Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari
suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan (implicit).
3. Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4. Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya
dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan
keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar
perusahaan.
16

5. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model


dan teori-teori yang terdapat dilapangan seperti untuk prediksi, peningkatan
(rating).
6. Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan.
7. Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut kriteria tertentu yang
sudah dikenal dalam dunia bisnis.
8. Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode
sebelumnya.
9. Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik
posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan, dan sebagainya.
10. Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa
yang akan datang.

Tujuan analisis laporan keuangan menurut Kasmir (2011:68) adalah sebagai


berikut:
1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik
harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa
periode.
2. Untuk mengetahui kelamahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan
perusahaan.
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki.
4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan ke
depan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini
5. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran
atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal
6. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil
yang mereka capai.

Menurut Stice dan Skousen dialih bahasakan Ali Akbar (2009:776) tujuan
analisis laporan keuangan adalah menggunakan kinerja masa lalu untuk memprediksi
profitabilitas dan arus kas sebuah perusahaan di masa mendatang. Selain itu untuk
mengevaluasi kinerja sebuah perusahaan dengan maksud mengidentifikasikan letak
masalah yang ada.
Tujuan analisis laporan keuangan yang telah diungkapkan oleh beberapa ahli
diatas, peneliti simpulkan tujuannya adalah untuk mengetahui informasi keuangan
yang didapat dari hasil analisis agar dapat memprediksi kinerja suatu perusahaan di
masa mendatang dan menjadi alat dalam pengambilan keputusan. Keputusannya yaitu
berupa langkah perbaikan dalam kelemahan perusahaan, untuk penilaian kinerja
perusahaan, pembanding hasil yang dicapai dan mengetahui kekuatan perusahaan.
17

[Link] Metode Analisis Laporan Keuangan

Menurut Munawir (2010:36), ada dua metode analisis yang digunakan oleh
setiap penganalisis laporan keuangan, yaitu:
a. Analisis Horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan
keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui
perkembangannya. Dalam melakukan analisis horisontal, suatu akun laporan
keuangan tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode
sebelumnya. Kenaikan atau penurunan jumlah pos tersebut dihitung sebagai
persentase kenaikan atau penurunan. Dalam membandingkan laporan dari dua
periode yang berbeda, laporan keuangan yang lebih awal selalu dijadikan dasar
perhitungan untuk analisis horizontal.
b. Analisis Vertikal adalah membandingkan masing-masing pos dalam periode
berjalan dengan jumlah total pada laporan yang sama dapat bermanfaat untuk
menyoroti hubungan yang signifikan dalam laporan keuangan. Dalam analisis
vertikal terhadap neraca, masing-masing pos aktiva dinyatakan sebagai persen
dari total aktiva. Masing-masing pos kewajiban dan ekuitas pemilik dinyatakan
sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik. Dalam analisis vertikal
terhadap laporan laba-rugi, masing-masing pos dinyatakan sebagai persen dari
total pendapatan atau penghasilan. Analisis vertikal juga bisa diterapkan untuk
beberapa periode guna menyoroti perubahan hubungan sepanjang waktu.

2.1.6 Analisis Rasio Keuangan

Untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan, analisis laporan


keuangan memerlukan beberapa tolak ukur. Tolak ukur yang sering digunakan adalah
rasio atau indeks yang menghubungkan dua data keuangan yang satu dengan yang
lainnya. Analisis dan interpretasi dari macam-macam rasio dapat memberikan
pandangan yang lebih baik tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan.
Pengertian rasio keuangan menurut James C Van Horne dalam bukunya Kamsir
(2011:104), merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan
diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Dalam buku analisis
laporan keuangan, rasio keuangan diigunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan
dan kinerja keuangan. Dari hasil rasio keuangan ini akan terlihat kondisi kesehatan
perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan pengertian menurut Fahmi (2012:46), rasio
keuangan merupakan perbandingan jumlah, dari satu jumlah dengan jumlah lainnya
itulah dilihat perbandingannya dengan harapan nantinya akan ditemukan jawaban
selanjutnya dijadikan bahan kajian untuk dianalisis dan diputuskan.
Rasio keuangan merupakan alat yang ikut berperan penting bagi pihak ekstern
yang menilai suatu perusahaan dari laporan-laporan keuangan yang umum. Penilaian
18

yang harus dilakukan terhadap laporan keuangan itu antara lain rasio likuiditas, rasio
solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.

Menurut Fahmi (2012:58) ada 6 kelompok rasio keuangan yaitu sebagai berikut:
1. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana suatu perusahaan
mempergunakan sumber daya yang dimilikinya guna menunjang aktivitas
perusahaan.
Rumus aktivitas secara umum ada 4 yaitu :
𝐶𝑜𝑠𝑡 𝑜𝑓 𝑔𝑜𝑜𝑑 𝑠𝑜𝑙𝑑
a. Inventory turnover : 𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒
b. Rata-rata periode : 𝐶𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠/360
pengumpulan piutang
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
c. Fixed assets turnover : 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡−𝑁𝑒𝑡
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
d. Total assets turnover : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡
2. Rasio Leverage adalah kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya
dimana dana yang dipakai bersumber dari hasil pinjaman.
Rasio Leverage secara umum ada 5 yaitu
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
a. Debt to total assets : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
b. Debt to equity ratio : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑡𝑎𝑥 (𝐸𝐵𝐼𝑇)
c. Time interest earned : 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑡𝑎𝑥 (𝐸𝐵𝐼𝑇)+𝑆𝑒𝑤𝑎
d. Fixed charge coverage : 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒+𝑃𝑒𝑚𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑤𝑎
𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘+𝐷𝑒𝑝𝑟𝑒𝑐𝑖𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛
e. Times Interest earned : 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝑐𝑜𝑠𝑡+ (1−𝑇𝑎𝑥)
+
(1−𝑇𝑎𝑥)

3. Rasio Likuiditas adalah mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi


kewajiban jangka pendeknya.
Rasio likuiditas secara umum ada 3 yaitu:
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
a. Current ratio :𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠−𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑖𝑒𝑠
b. Quick ratio : 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
c. Net working capital ratio: 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 − 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
4. Rasio solvabilitas merupakan rasio yang menunjukkan bagaimana perusahaan
mampu untuk mengelola hutangnya dalam rangka memperoleh keuntungan dan
juga mampu untuk melunasi kembali hutangnya. Rasio ini mengukur kemampuan
perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban dalam jangka panjangnya.
Rasio profitabilitas secara umum ada 4 yaitu :
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠−𝐶𝑜𝑠𝑡 𝑜𝑓 𝑔𝑜𝑜𝑑 𝑠𝑜𝑙𝑑
a. Gross profit margin : 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑡𝑎𝑥 (𝐸𝐴𝑇)
b. Net profit margin : 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
19

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑡𝑎𝑥 (𝐸𝐴𝑇)


c. Return on Investment : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑡𝑎𝑥 (𝐸𝐴𝑇)
d. Total assets turnover : 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
5. Rasio pertumbuhan yaitu rasio yang mengukur seberapa besar kemampuan
perusahaan dalam mempertahankan posisinya di dalam industri dan dalam
perkembangan ekonomi secara umum.
6. Rasio nilai pasar yaitu rasio yang menggambarkan kondisi yang terjadi di pasar.
Rasio ini juga sering dipakai untuk melihat bagaimana kondisi perolehan
keuntungan yang potensial dari suatu perusahaan, jika keputusan menempatkan
dana di perusahaan tersebut terutama jika masa yang akan datang.
𝑁𝑒𝑡 𝑖𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒−𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
a. Earning per share :
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒 (𝐸𝑃𝑆)
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
b. Price earning ratio : 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒 (𝐸𝑃𝑆)
𝐾𝑒𝑘𝑎𝑦𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚−𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
c. Book value per share : 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
d. Dividen yield : 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
e. Dividen Payout : 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒

Menurut Kieso dan Weygandt dialih bahasakan Emil Salim, SE (2008:429),


jenis-jenis rasio utama ada 4 yaitu:
1. Rasio likuiditas adalah mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk
membayar kewajibannya yang jatuh tempo.
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
a. Rasio Lancar : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐾𝑎𝑠,𝑠𝑒𝑘𝑢𝑟𝑖𝑡𝑎𝑠,𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
b. Rasio Cepat : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

𝐾𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖


c. Rasio Cakupan utang kas lancar : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎

2. Rasio aktivitas adalah mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan


aktivanya.
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
a. Perputaran piutang : 𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 (𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ)
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
b. Perputaran persediaan : 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
c. Perputaran aktiva : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎

3. Rasio profitabilitas adalah mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan


perusahaan atau divisi tertentu selama satu periode waktu.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
a. Marjin laba atas penjualan : 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
b. Tingkat profitabilitas atas aktiva: 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎
20

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ − 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛


c. Tingkat pengembalian atas : 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎
ekuitas saham biasa
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ − 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
d. Laba per saham : 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔

𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑡𝑢𝑛𝑎𝑖
e. Rasio Payout : 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

4. Rasio cakupan (coverage) adalah mengukur tingkat perlindungan bagi kreditor dan
investor jangka panjang.
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
a. Rasio hutang terhadap : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
total aktiva
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 & 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
b. Berapa kali bunga dihasilkan : 𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎

𝐾𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖


c. Rasio cakupan utang kas : 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎

𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎


d. Nilai buku per saham : 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟

Sedangkan menurut Horngren dan dkk dialih bahasakan Gina Gania, MBA dan
Danti Pujiati (2007:167), menggunakan rasio untuk membuat keputusan yaitu sebagai
berikut:
1. Mengukur kemampuan untuk membayar kewajiban lancar
a. Rasio lancar (current ratio) adalah mengukur kemampuan untuk membayar
kewajiban lancar dengan aset lancar.
𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
Rumus : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
b. Rasio cepat (quick ratio) adalah menginformasikan apakah suatu entitas dapat
membayar semua kewajiban lancarnya ketika jatuh tempo.
𝐾𝑎𝑠+𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖𝐽𝑘.𝑃𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘+𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Rumus : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
2. Mengukur kemampuan untuk menjual persediaan dan menagih piutang
a. Perputaran persediaan (inventory turnover) adalah mengukur berapa kali suatu
perusahaan menjual rata-rata tingkat persediaannya selama tahun berjalan.
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
Rumus : 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛
b. Perputaran piutang usaha (account receivable turnover) adalah mengukur
kemampuan untuk menagih kas dari pelanggan kredit, semakin tinggi rasionya
maka semakin cepat penagihan kasnya.
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Rumus : 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
c. Hari penjualan dalam piutang (days sales in receivables) adalah mengukur
kemampuan menagih piutang. Hari penjualan dalam piutang menginformasikan
kita berapa jumlah hari penjualan yang masih ada dalam piutang usaha.
21

𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ


Rumus : 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑡𝑢 ℎ𝑎𝑟𝑖
3. Mengukur kemampuan untuk membayar utang jangka panjang.
c. Rasio utang adalah menunjukkan proporsi aset yang dibiayai oleh utang.
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛
Rumus : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡
d. Rasio berapa kali bunga dihasilkan (times interest earned ratio) adalah
mengukur berapa kali laba operasi dapat menutupi beban bunga. Rasio cakupan
bunga yang tinggi mengindikasikan kemudahan dalam membayar beban bunga,
sementara rasio yang rendah mengindikasikan kesulitan.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
Rumus : 𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎
4. Mengukur profitabilitas.
a. Tingkat pengembalian atas penjualan bersih (rate of return on net sales) adalah
untuk menunjukkan presentase setiap penjualan yang dihasilkan sebagai laba
bersih.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Rumus : 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
b. Tingkat pengembalian atas total aset (rate of return on total assets) adalah
mengukur keberhasilan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan laba.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ+𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎
Rumus : 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡
c. Tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham biasa (rate of return on
common stockholder’s equity) adalah menunjukkan hubungan antara laba bersih
dengan ekuitas pemegang saham biasa berapa laba yang diperoleh atas setiap
satu dolar yang diinvestasikanoleh pemegang saham biasa.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ−𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
Rumus : 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎
d. Laba per saham biasa (earning per share) adalah mengukur jumlah laba bersih
yang diperoleh atas setiap lembar saham biasa yang beredar.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ−𝐷𝑒𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
Rumus : 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟
5. Menganalisis saham sebagai investasi.
a. Rasio harga/laba (price/earning ratio) adalah mengindikasikan harga pasar
saham terhadap laba sebesar satu dolar.
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎
Rumus : 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
b. Hasil deviden (deviden yield) adalah mengukur presentase nilai pasar saham
yang dikembalikan setiap tahun sebagai deviden.
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑑𝑒𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎
Rumus : 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎
c. Nilai buku per saham biasa adalah mengindikasikan jumlah akuntansi yang
dicatat atas setiap saham biasa yang beredar.
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚−𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
Rumus : 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟
22

Untuk mengukur sudah baik atau perhitungan rasio tersebut, maka harus
dibandingkan dengan standar umum rasio yang ada. Dengan merujuk pada Kasmir
(2011:143,164,186,208), maka standar umum perusahaan dapat dilihat sebagai berikut
ini:
a. Standar Rasio Likuiditas
Jenis Rasio : Standar Industri
- Current Ratio : 2 kali
- Quick Ratio : 1,5 kali
- Cash Ratio : 50 %
- Cash Turnover : 10 %
- Inventory to Net Working Capital : 12 %
b. Standar Rasio Solvabilitas
Jenis Rasio : Standar Industri
- Debt to Asset Ratio : 35%
- Debt to Equity Ratio : 90 %
- LTDtER : 10 kali
- Times Interest Earned : 10 kali
- Fixed Charge Coverage : 10 kali
c. Standar Rasio Aktivitas
Jenis Rasio : Standar Industri
- Receivable Turnover : 15 kali
- Days of Receivable : 60 kali
- Inventory Turnover : 20 kali
- Day’s of Inventory : 19 hari
- Working Capital Turnover : 6 kali
- Fixed Assets Turnover : 5 kali
- Total Asset Turnover : 2 kali
d. Standar Rasio Profitabilitas
- Net Profit Margin : 20 %
- Return on Assets : 30 %
- Return on Equity : 40 %
- Gross Profit Margin : 30 %
- Operating Profit : 10,8%
2.2 Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan merupakan gambaran dari pencapaian keberhasilan


perusahaan dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas
yang telah dilakukanmaka perusahaan harus menggunakan sistem pengukuran dan
manajemen yang diturunkan dari strategi yang dimiliki perusahaan.
23

2.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan

Dibawah ini merupakan beberapa pengertian kinerja keuangan diantaranya


sebagai berikut:
Menurut Irham Fahmi (2012:2) Kinerja keuangan merupakan gambaran dari
pencapaian keberhasilan perusahaan dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai
atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Dapat dijelaskan bahwa kinerja keuangan
adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah
melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik
dan benar.
Menurut Mulyadi (2007:2), pengertian kinerja keuangan ialah penentuan secara
periodik efektifitas operasional suatu organisasi dan karyawannya berdasarkan
sasaran, standar, dan kriteria yang ditetapkan sebelumnya. Karena organisasi pada
dasarnya dijalankan oleh manusia maka penilaian kinerja sesungguhnya merupakan
penilaian atas perilaku manusia dalam melaksanakan peran yang mereka mainkan
dalam organisasi. Sedangkan pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-
ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam
menghasilkan laba.
Menurut Munawir (2010:30), kinerja keuangan perusahaan merupakan satu diantara
dasar penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan berdasarkan
analisa terhadap rasio keuangan perusahaan. Sementara itu menurut Ikatan Akuntan
Indonesia (2007), dikemukakan bahwa kinerja keuangan adalah kemampuan
perusahaan dalam mengelola dan mengendalikan sumberdaya yang dimilikinya.
Dari beberapa pernyataan para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja
keuangan merupakan suatu prestasiyang dicapai oleh perusahaan, untuk selanjutnya
dilakukan penilaian kinerja keuangan dengan cara melakukan analisis tentang baik
buruknya keputusan sebagai gambaran mengenai hasil kinerja dan operasi perusahaan
yang tertuang dalam laporan keuangan berdasarkan pada aturan-aturan yang berlaku
secara baik dan benar sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan perusahaan.
2.2.2 Pengukuran Kinerja Keuangan

Salah satu faktor yang penting dapat menjamin implementasi strategis


perusahaan adalah pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja adalah proses untuk
menentukan seberapa baik aktivitas-aktivitas bisnis dilaksanakan untuk mencapai
tujuan strategis, mengeliminasi pemborosan, dan menyajikan informasi tepat waktu
untuk melaksanakan penyempurnaan secara berkesinambungan.
Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan di atas
kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Analisis kinerja
keuangan merupakan proses pengkajian secara kritis terhadap review data,
menghitung, mengukur, menginterprestasi, dan memberi solusi terhadap keuangan
24

perusahaan pada suatu periode tertentu. Kinerja keuangan dapat dinilai dengan
beberapa alat analisis.
Menurut Munawir (2010:36-37), teknik analisis laporan keuangan terdiri dari :
1. Analisis perbandingan laporan keuangan, adalah metode dan teknik analisis dengan
cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dengan
menunjukkan:
a. Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah.
b. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.
c. Kenaikan atau penurunan dalam persentase.
d. Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio.
e. Persentase dalam total.
Analisis dengan menggunakan metode ini akan dapat diketahui perubahan-
perubahan yang terjadi dan perubahan mana yang memerlukan penelitian lebih
lanjut.
2. Trend atau tendensi atau posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang
dinyatakan dalam persentase (Trend Percentage Analysis), adalah suatu metode
atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi dari pada keadaan keuangannya,
apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun.
3. Laporan dengan persentase perkomponen (Common Size Statement), adalah suatu
metode analisis untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
terhadap total asetnya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan
komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
4. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, adalah suatu analisis untuk
mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui
sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
5. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas (Cash Flow Statement Analysis), adalah
suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau
untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode
tertentu.
6. Analisis Rasio, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari akun-
akun tertentu dalam neraca atau laporan laba-rugi secara individu atau kombinasi
dari kedua laporan tersebut.
7. Analisis Perubahan Laba Kotor (Gross Profit Analysis), adalah suatu analisis untuk
mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari suatu periode
ke periode yang lain atau perubahan laba kotor dari suatu periode dengan laba yang
di budgetkan untuk periode tersebut.
25

8. Analisis Break Even, adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan
yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak mengalami
kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan.

Dengan analisis ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau
kerugian untuk berbagai tingkat penjualan. Metode dan teknik analisis manapun yang
digunakan, kesemuan yaitu merupakan permulaan dari proses analisis yang diperlukan
untuk menganalisis laporan keuangan, dan setiap metode analisis mempunyai tujuan
yang sama yaitu untuk membuat agar data lebih dimengerti sehingga dapat digunakan
sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Prinsip-prinsip pengukuran kinerja menurut R.A. Supriyono (2006:420), yaitu:


1. Konsisten dengan tujuan perusahaan
Ukuran-ukuran kinerja harus konsisten dengan tujuan-tujuan stakeholders (tujuan
pihak-pihak internal dan eksternal). Ukuran-ukuran kinerja perusahaan harus
menyediakan keterkaitan antara aktivitas-aktivitas bisnis dengan rencana strategi
bisnis. Oleh karena itu, rencana strategis bisnis harus dinyatakan untuk berbagai
hirarki manajemen organisasi.
2. Memiliki data abilitas pada kebutuhan bisnis
Ukuran-ukuran kinerja harus dapat beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan
bisnis maupun dengan berbagai macam tujuan. Jika kebutuhan-kebutuhan bisnis
berubah maka ukuran-ukuran kinerja juga harus dirubah. Ukuran-ukran kinerja
harus dikaji ulang dan diurutkan seperlunya agar mencerminkan faktor-faktor kunci
sukses yang relevan. Ukuran-ukuran kinerja yang ada harus dikaji ulang,
dimodifikasi, dikurangi, atau dihapuskan jika perlu. Ukuran-ukuran kinerja diubah
hanya jika kebutuhan-kebutuhan bisnis berubah dan bukan karena perubahan gaya
manajemen.
3. Dapat mengukur aktivitas-aktivitas signifikan
Ukuran-ukuran kinerja harus disusun pada level aktivitas. Ukuran-ukuran kinerja
tersebut harus mencerminkan aktivitas-aktivitas yang signifikan bagi perusahaan.
Setiap perusahaan harus menentukan aktivitas-aktivitas yang signifikannya
berdasarkan pada tujuan bisnisnya dan lingkungan beroperasinya. Aktivitas-
aktivitas tersebut harus digolongkan menjadi dua, yaitu: (1) Aktivitas-aktivitas
yang bernilai tambah dan (2) Aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah.
4. Mudah diaplikasikan
Ukuran-ukuran kinerja harus diaplikasikan. Jika aktivitas-aktivitas signifikan telah
diindentifikasikan, maka ukuran-ukuran kinerja harus disusun dan untuk itulah
aktivitas harus mudah untuk mudah dipahami. Jumlahnya tidak banyak, dan dapat
dikuantitatifkan. Banyak ukuran-ukuran kinerja yanng dapat dinyatakan secara
kualitatif dalam ukuran keuangan maupun non keuangan.
5. Mempunyai akseptabilitas dari atas ke bawah
26

Perusahaan harus memahami bahwa ukuran-ukuran kinerja berperan dalam


mempengaruhi atau memodifikasi perilaku manajer. Pendekatan dari atas ke bawah
(top down) harus digunakan untuk menentukan ukuran-ukuran kinerja yang dapat
memotivasi perilaku optimal pada semua level perusahaan. Organisasi level bawah
harus mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang diputuskan oleh manajemen
puncak dengan mempertimbangkan usulan-usulan atau partisipasi dari level bawah.
6. Berbiaya efektif
Informasi mengenai pengukuran kinerja harus berbiaya efektif, tersedia saat
diperlukan dan disajikan pada tepat waktu. Aktivitas tertentu mungkin mempunyai
hubungan yang rumit dengan: (a) Manusia yang melaksanakan aktivitas tersebut,
(b) Sistem prosedur yang digunakannya, dan (c) Teknologi yang digunakannya.
Kondisi ini mengakibatkan pengukuran kinerja sulit dilakukan dan memerlukan
waktu yang banyak dan biaya yang tinggi.
7. Tersaji tepat waktu
Informasi kinerja harus tersaji tepat waktu dalam format yang bermanfaat untuk
pembuatan keputusan. Informasi kinerja yang disajikan terlambat kurang
manfaatnya dan kurang memotivasi para manajer dan pelaksana yang diukur
kinerjanya. Penyajian informasi tepat waktu juga harus dihubungkan dengan
validitasnya serta manfaat dan biayanya. Laporan informasi kinerja tepat waktu
bermanfaat untuk memperoleh umpan balik dan penyempurnaan yang cepat.
Menurut Munawir (2010:31) menyatakan bahwa tujuan dari pengukuran kinerja
keuangan perusahaan adalah:
1. Mengetahui tingkat likuiditas.
Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangan yang harus segera diselesaikan pada saat ditagih.
2. Mengetahui tingkat solvabilitas.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi, baik keuangan jangka pendek
maupun jangka panjang.
3. Mengetahui tingkat rentabilitas.
Rentabilitas atau yang sering disebut dengan profitabilitas menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
4. Mengetahui tingkat stabilitas.
Stabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya
dengan stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan
untuk membayar hutang-hutangnya serta membayar beban bunga atas hutang-
hutangnya tepat pada waktunya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja keuangan
dengan cara melakukan analisis dari hasil perhitungan rasio keuangan dan
perbandingan untuk memberikan penilaian keadaan suatu perusahaan dalam kondisi
baik atau menurun pada periode tersebut, dengan tujuan untuk mengetahui
27

kemampuan suatu perusahaan dari tingkat likuiditas, tingkat solvabilitas, tingkat


rentabilitas dan tingkat stabilitas.
2.2.3 Tahap –Tahap dalam Menganalisis Kinerja Keuangan

Penilaian kinerja setiap perusahaan berbeda-beda tergantung pada ruang lingkup yang
dijalankannya. Perusahaan yang bergerak pada sektor bisnis berbeda dengan
perusahaan pada sektor pertanian dan perikanan. Begitu juga pada perusahaan sektor
keuangan seperti perbankan memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan bisnis yang
lainnya. Karena perbankan adalah mediasi yang menghubungan mereka yang
memiliki kelebihan dana dengan yang memiliki kekurangan dana dan bank bertugas
untuk menjembatani keduanya.
Menurut Fahmi (2012:3) ada beberapa tahap dalam menganalisis kinerja keuangan
suatu perusahaan secara umum, yaitu:
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan.
Review ini dilakukan dengan tujuan agar laporan keuangan yang sudah dibuat
tersebut sesuai dengan penerapan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam dunia
akuntansi, sehingga dengan demikian hasil laporan keuangan tersebut dapat
dipertanggung jawabkan.
b. Melakukan perhitungan.
Penerapan metode perhitungan disini adalah disesuaikan dengan kondisi dan
permasalahan yang sedang dilakukan sehingga hasil dari perhitungan tersebut akan
memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.
c. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh.
Dari hasil perhitungan yang sudah diperoleh tersebut kemudian dilakukan
perbandingan dengan hasil perhitungan dari berbagai perusahaan lainnya. Metode
yang paling umum dipergunakan untuk melakukan perbandingan ini ada 2 yaitu:
1. Timeseries analysis
Yaitu membandingkan antar waktu atau antar periode, dengan tujuan itu
nantinya akan terlihat secara grafik.
2. Cross sectional approach
Yaitu melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan rasio-rasio yang telah
dilakukan antar satu perusahaan dan perusahaan lainnya dalam ruang lingkup
yang sejenis yang dilakukan secara bersamaan.
d. Melakukan penafsiran (Interpretation) terhadap berbagai permasalahan yang
ditemukan.
28

Pada tahap ini analisis melihat kinerja keuangan perusahan adalah setelah dilakukan
ketiga tahap tersebut selanjutnya dilakukan penafsiran untuk melihatapa-apa saja
permasalahan dan kendala-kendala yang dialami oleh perbankan tersebut.
e. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap berbagai
permasalahan yang ditemukan.
Pada tahap terakhir ini setelah ditemukan berbagai permasalahan yang dihadapi
maka dicarikan solusi guna memberikan suatu input atau masukan agar apa yang
menjadi kendala dan hambatan selama ini dapat terselesaikan.
Dengan adanya tahapan dalam menganalisis kinerja keuangan akan memudahkan
pihak yang menilai kinerja untuk memeriksa hasil kinerja keuangan suatu perusahaan,
bagi pihak perusahaan dapat digunakan sebagai acuan dalam memperbaiki kesalahan
yang terjadi dimasalalu, membantu memecahkan masalah yang dihadapi sehingga
dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik dimasa yang akan datang.
2.2.4 Hubungan Kinerja Keuangan dengan Rasio Keuangan

Menurut Warsidi dan Bambang, Analisis rasio keuangan merupakan instrument


analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator
keuangan, yang ditujukan untuk menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan atau
prestasi operasi di masa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan
tersebut, untuk kemudian menunjukan risiko dan peluang yang melekat pada
perusahaan yang bersangkutan. (Fahmi, 2012: 45)
Menurut James [Link] Horne dan Johan M. Wachowicz bahwa : “To evaluate
the financial condi- tion and performance of a firm,the financial analyst needs certain
yardistick. The yardistick fre- quently used is a ratio,inde, relating tow pieces of
financial data of to each other”. Jadi untuk menilai kondisi dan kinerja keuangan
perusahaan dapat digunakan rasio yang merupakan perbandingan angka- angka yang
terdapat pada pos-pos laporan keuangan. Gitman mengatakan bahwa,”Ratio analysis
involoves methods of calculating and interperenting financial ratio to asses the firm’s
performance. The basic inputs to ratio analysis are the frim’s income statement and
balance sheet.”(Fahmi, 2012: 46)
Dari pendapat di atas di mengerti bahwa rasio keuangan dan kinerja keuangan
perusahaan mempunyai hubungan yang erat. Rasio keuangan ada banyak jumlahnya
dan setiap rasio itu mempunyai kegunaan masing-masing. Bagi investor ia akan
melihat rasio dengan penggunaan yang paling sesuai dengan analisis yang akan
dilakukan. Jika rasio tersebut tidak mereprestasikan tujuan dari analisis yang akan ia
lakukan maka rasio tersebut tidak akan dipergunakan, karena dalam konsep keuangan
dikenal dengan namanya fleksibelitas, artinya rumus atau berbagai bentuk formula
yang dipergunakan haruslah disesuaikan dengan kasus yang diteliti.( Fahmi, 2012: 46)
29

2.3 Penelitian Sebelumnya dan Kerangka Pemikiran

2.3.1 Penelitian Sebelumnya

Penelitian yang telah ada atau sebelumnya memperlihatkan berbagai


kemampuan menganalisis laporan keuangan sebagai alat untuk mengukur kinerja
keuangan. Beberapa penelitian melakukan pengujian untuk dapat mengukur kinerja
keuangan berdasarkan dari laporan keuanga, beberapa penelitian sebelumnya, yaitu :

Tabel 3
Penelitian Sebelumnya

NO PENELITI JUDUL HASIL PENELITIAN

1 Andhika Sukma Analisis Laporan Adapun hasil penelitian ini adalah diketahui
Rama Keuangan Untuk bahwa kinerja keuangan PT. Mitra Pratama
Universitas Mengukur Kinerja Mobilindo selama 3 tahun terakhir yaitu tahun
Muhammadiyah Keuangan (Studi Pada 2011-2013 kurang efisien dalam menghasilkan
Surakarta PT. Mitra Pratama laba dari penjualan dan total aktiva.
2015 Mobilindo di Sukoharjo Saran penelitiannya yaitu untuk meningkatkan
Tahun 2009-2013) tingkat likuiditas, perusahaan sebaiknya
mengurangijumlah hutang dan meningkatkan
aktiva, lalu perusahaan lebih memperhatikan
rasio solvabilitas agar dapatmeningkatkan
kinerja perusahaan, dan perusahaan sebaiknya
lebih memperhatikan tingkat penjualan
dikarenakan pasar otomotif yang sulit diprediksi.

2 Agus M dan Analisis rasio keuangan Bahwa kinerja keuangan pada PT BPR X di
Herdiyanto untuk mengukur kinerja Surakarta sudah cukup baik jika dilihat dari
2013 keuangan bank pada tingkat Likuiditas, Rentabilitas dan Resiko
salah satu BPR terbesar Usaha Bank pada periode tahun 2008 – 2010.
di Surakarta Saran penelitiannya yaitu PT. BPR di X
Surakarta hendaknya terus meningkatkan atau
mempertahankan dalam memberikan
pelayanan kepada nasabah agar mereka tidak
pindah ke BPR-BKK lain atau rentenir. BPR X
di Surakarta hendaknya selain memberikan
kredit juga memberikan bimbingan kepada
debitur untuk melakukan sebuah usaha
contohnya memberikan pinjaman terhadap para
pedagang atau pengusaha kecil yang sangat
membutuhkan dana serta memberikan
bimbingan pelatihan dalam berwirausaha.
30

3 Andra Analisis Laporan Diketahui bahwa adanya penurunan kinerja


Kusumadiyanto Keuangan Untuk Menilai perusahaan pada tahun 2004, hal ini mungkin
Universitas Kinerja Perusahaan pada disebabkan kondisi perekonomian yang belum
Widyatama Kelompok Industri stabil sehingga menyebabkan harga-harga
2006 Rokok barang meningkat dan berpengaruh terhadap
kinerja perusahaan dengan meningkatnya beban
usaha. Dan pada tahun 2005, perusahaan yang
telah berhasil memperbaiki kinerja
perusahaannya adalah PT. Bentoel Investama,
Tbk
Saran penelitiannya yaitu untuk dari masing-
masing industri rokok mempunyai saran yang
berbeda, seperti melakukan efisiensi terhadap
aktivitas perusahaan terutama pada kegiatan
operasi, meningkatkan penjualan dan melakukan
efisiensi biaya operasi dan kegiatan di luar
kegiatan utama perusahaan agar tidak
menimbulkan beban terhadap laba operasi
perusahaan.

4 Rosidah Masruroh Analisis Laporan Analisis laporan keuangan menggunakan tehnik


Universitas Pakuan Keuangan untuk Menilai analisis perbandingan laporan keuangan, time
2017 Kinerja Keuangan dalam series analysis, dan tehnik cross-section dapat
Rangka Mengetahui memberikan manfaat terhadap penilaian kinerja
Tingkat Kesehatan pada keuangan perusahaan dalam rangka mengetahui
Perum Perhutani Jakarta tingka kesehatan pada Perum Perhutani.

5 Retno Astuti Analisis Laporan Penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja


Universitas Keuangan Sebagai Dasar keuangan PT. Telkom pada tahun 2007-2009
Muhammadiyah Dalam Penilaian Kinerja berdasarkan Surat Keputusan Menteri Nomor:
Surakarta Keuangan Pada PT. KEP100/MBU/2002 PT Telkom dinilai dari
2011 Telekomunikasi aspek keuangannya masuk dalam kategori sehat
Indonesia (Persero) Tbk dengan predikat AA selama tiga tahun berturut-
Tahun 2007-2009 turut yaitu tahun 2007 – 2009 dengan skor 64
atau 91,43% dari total skor seharusnya 70.
Saran penelitiannya yaitu untuk PT. Telkom
perlu ditingkatkan kembali kinerja keuangan
walaupun sudah dalam kategori sehat.

Sumber: hasil kajian penulis, 2017


2.3.2 Kerangka Pemikiran

Berdasarkan pemikiran terdahulu, bahwa untuk mengetahui dengan tepat


bagaimana kondisi dan kinerja keuangan perusahaan dapat dilakukan terhadap laporan
keuangan yang dimilikinya. Pada mulanya, laporan keuangan hanyalah sebagai alat
penguji dari pekerjaan bagian pembukuan bagi suatu [Link] sekarang
laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk
menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut. Selain itu, laporan
31

keuangan merupakan media penting bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam


proses pengambilan keputusan ekonomis. Jadi untuk mengetahui posisi keuangan
suatu perusahaan sertahasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut, perlu
adanya laporan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Harahap (2009:105) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan
laporan keuangan adalah Laporankeuanganmenggambarkan kondisi keuangan dan
hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun
jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil
usaha, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan posisi keuangan.
Untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan tersebut diperlukan tolak
ukur. Tolak ukur yang sering digunakan adalah berbentuk rasio. Rasio keuangan
menurut James C Van Horne dalam bukunya Kasmir (2011:104), merupakan indeks
yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka
dengan angka lainnya. Dalam buku analisis laporan keuangan (Kasmir; 2011:104),
rasio keuangan diigunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja
keuangan.
Analisis rasio keuangan yang menghubungkan unsur-unsur laporan neraca dan
laporan laba-rugi dan lainnya dapat memberikan gambaran tentang perusahaan dan
posisinya. Analisis laporan keuangan merupakan membandingkan rasio sekarang
dengan yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang sama, dan
membandingkan rasio perusahaan lainnya yang sejenis atau dengan rata-rata industri
pada suatu titik yang sama. Perbandingan tersebut dapat memberikan gambaran
mengenai kinerja keuangan perusahaan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan.
Menurut Munawir (2010:31) menyatakan bahwa tujuan dari pengukuran kinerja
keuangan perusahaan yaitu mengetahui tingkat likuiditas, mengetahui tingkat
solvabilitas, mengetahui tingkat rentabilitas, dan mengetahui tingkat stabilitas. Dengan
demikian bahwa analisis laporan keuangan dapat membantu manajemen untuk
mengidentifikasi kekurangan dan kemudian melakukan tindakan untuk memperbaiki
kinerja keuangan perusahaan sehingga tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai.
32

Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, maka paradigma penelitian penulis


adalah sebagai berikut:

Laporan keuangan

Laporan Neraca Laporan Rugi/ Laba

Analisis Rasio Keuangan

Rasio Rasio Rasio


Likuiditas Solvabilitas Profitabilitas

Kinerja Keuangan

Gambar 2
Paradigma Penelitian
33

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang bertujuan
untuk menganalisa antar teori dengan data yang diperoleh, yang biasanya dilakukan
untuk menganalisis data terhadap hipotesis-hipotesis. Hipotesis ini didasarkan atas
pengalaman-pengalaman masa lampau atau teori yang dipelajari sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper.
Tbk. Dalam penilaian ini data yang berupa laporan keuangan perusahaan dianalisis
kemudian ditarik kesimpulan mengenai kinerja keuangan perusahaan tersebut.
3.2 Objek, Unit Analisis dan Lokasi Penelitian
Objek penelitian ini adalah menggunakan laporan keuangan untuk mengukur
kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk.
Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa organisasi, yaitu
sumber data yang unit analisisnya merupakan respon dari divisi/ organisasi/
perusahaan. Dalam hal ini unit analisisnya yaitu pada PT Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lokasi penelitiannya itu pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk yang terdaftar
di BEI yang beralamat perseroannya yaitu di Plaza BII, Menara 2, Lantai 9 Jl. M.H.
Thamrin No. 51 Jakarta 10350 Indonesia.
3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian
Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu data
berbentuk angka-angka yangterdapat pada laporan keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan
Paper. Tbk. Periode tahun 2006 – 2015.
Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang
diperoleh dari media masa, perusahaan penyedia data, bursa efek, data yang digunakan
peneliti dalam penelitian sebelumnya dan sumber lainnya, dengan mendownload di
[Link] berupa laporan keuangan serta gambaran umum
Industri Pulp & Kertas yang go public di BEI dari tahun 2006-2015.
3.4 Operasionalisasi Variabel
Untuk memudahkan proses analisis dalam mengukur kinerja keuangan
perusahaan pada PT. Indah Kiat Pupl dan Paper. Tbk, penulis mempunyai dua variabel
yang akan diterapkan, yaitu:
1. Variabel Independen

33
34

Variabel independen atau variabel pengaruh yaitu variabel yang dipengaruhi


variabel lain yang tidak bebas. Dalam hubungannya dengan judul yang ditetapkan
yang menjadi variabel independen Analisis Laporan Keuangan.
2. Variabel Dependen
Variabel Dependen atau variabel tergantung yaitu variabel yang dipengaruhi oleh
variabel lainnya. Maka yang menjadi variabel dependen adalan kinerja keuangan
perusahaan pada PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk.
Indikator variabel, skala dan pengukuran yang digunakan baik untuk variabel
independen maupun variabel dependen dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut:
Tabel 4
Operasional Variabel
Analisis Laporan Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan pada
PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk.

Variabel/ Sub Skala


Indikator Ukuran
Variabel
Kinerja Keuangan
Sub Variabel:
- Likuiditas
- Current Ratio 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 Rasio
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

- Quick Ratio 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 − 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 Rasio


𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
- Cash Ratio 𝐾𝑎𝑠 Rasio
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
- Profitabilitas
- NPM 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ Rasio
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

- ROA 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ Rasio


𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
- ROE Rasio
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎

- GPM 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐾𝑜𝑡𝑜𝑟 Rasio


𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

- Operating Profit 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎 Rasio


𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

- Solvabilitas
- Rasio Hutang 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 Rasio
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
atas Aktiva
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
- Rasio Hutang Rasio
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
atas Modal
35

3.5 Metode Penarikan Sampel


Dalam penelitian ini penulis tidak menggunakan penarikan sampel. Meskipun
tidak menggunakan penarikan sampel, penulis tetap mengambil data yang memadai
yaitu data mengenai laporan keuangan yang berhubungan dengan variabel-variabel
yang dibahas.
3.6 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis untuk memperoleh data
dan informasi yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan penelitian dengan
cara:
1. Sumber Sekunder
Yaitu sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, jadi
penulis untuk mendapatkan data dan informasi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI)
dan situs resmi perusahaan.
2. Studi Kepustakaan
Penelitian dilakukan untuk mendapatkan data dalam bentuk jadi atau teori dengan
cara mempelajari, menelaah dan meneliti berbagai macam liberatur seperti buku-
buku, catatan diklat perkuliahan, skripsi, jurnal, hand-out, serta data-data lainnya
yang dapat dijadikan referensi dan relevan dengan penelitian yang sedang
dilakukan.
3.7 Metode Pengolahan/ Analisis Data
Dalam penyusunan penelitian ini penulis menggunakan analisis deksriptif
kuantitatif yaitu membandingkan keadaan dari objek penelitian dari beberapa periode
tahun 2006 sampai dengan 2015, dan kemudian tehnik pengolahan datanya
menggunakan alat ukuryang ada yaitu dengan analisis rasio keuangan. Berikut ini
langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan data sebagai berikut:
1. Melakukan review terhadap laporan neraca dan laporan laba-rugi PT. Indah Kiat
Pupl & Paper Tbk tahun 2006 - 2015.
2. Peneliti menghitung rasio keuangan PT. Indah Kiat Pupl & Paper Tbk.
Rumus rasio keuangan yang di pakai yaitu :
 Rasio Likuiditas
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
a. Rasio lancar atau Current Ratio = 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟−𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
b. Rasio Cepat atau Quick Ratio = 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝐾𝑎𝑠
c. Rasio Kas atau Cash Ratio = 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
36

 Rasio Profitabilitas
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
a. Net Profit Margin = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
b. Return On Asset = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
c. Return On Equity = 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐾𝑜𝑡𝑜𝑟
d. Gross Profit Margin = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎


e. Operating Profit = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

 Rasio Solvabilitas
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
[Link] Hutang atas Aktiva = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
[Link] Hutang atas Modal = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙

3. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh dengan


menggunakan metode perbandingan yaitu time series analysis.
4. Peneliti menganalisis rasio keuangan dan kinerja keuangan setelah melihat
permasalahan dari perbandingan hasil hitungan.
5. Menarik kesimpulan dan memberikan saran dari hasil analisis rasio tersebut.
37

BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan


4.1.1 Sejarah dan Perkembangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia
dalam kerangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967,
berdasarkan Akta Notaris No. 68 dari Ridwan Suselo tanggal 7 Desember 1976.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978 dan
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 18, Tambahan No. 172
tanggal 3 Maret 1978. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan. Perubahan terakhir berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 106
dari Linda Herawati S.H., Notaris di Jakarta, tanggal 23 Juli 2008 mengenai perubahan
seluruh anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Undangundang No. 40
tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas juncto Peraturan No. IX.J.1 Lampiran
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. Kep-
179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perusahaan
yang melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.
Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. [Link].01.02.
tahun 2008, tanggal 13 Oktober 2008 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 41, Tambahan No. 13570 tanggal 22 Mei 2009. Pada tahun 1990, saham
Perseroan mulai dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (keduanya
sekarang bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia).
Perubahan seluruh anggaran dasar tersebut telah sesuai dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) nomor 32/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka juncto nomor
33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris
Emiten atau Perusahaan Publik serta peraturan OJK lainnya yang terkait termuat dalam
Akta Pernyataan Keputusan rapat nomor 49 tanggal 22 Juli 2015 yang dibuat
dihadapan Linda Herawati, SH, Notaris di Jakarta Pusat. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan nomor [Link] 2015 tertanggal 7
Agustus 2015 dan perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat di
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia nomor AHU-AH. 01.03-0955308 tanggal 7 Agustus
2015.
38

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan


Perusahaan ada di bidang industri, perdagangan, pertambangan dan kehutanan. Saat
ini, Perusahaan bergerak dibidang industri kertas budaya, pulp dan kertas industri.
Saat ini, Perseroan memiliki fasilitas produksi di tiga lokasi yaitu di Perawang-
Riau, Tangerang dan SerangBanten. Perseroan memproduksi bubur kertas (pulp),
berbagai jenis produk kertas yang terdiri dari kertas untuk keperluan tulis dan cetak
(berlapis dan tidak berlapis), kertas fotocopy, kertas industri seperti kertas kemasan
yang mencakup containerboard (linerboard dan corrugated medium),corrugated
shipping containers (konversi dari containerboard), boxboard, food packaging dan
kertas berwarna.
Visi Perusahaan
Menjadi yang terdepan di bidang pulp dan kertas dengan memberikan yang
terbaik bagi pelanggan, masyarakat, para karyawan, serta pemangku kepentingan
secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Misi Perusahaan
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk memiliki misi yang terdiri dari:
• Meningkatkan pangsa pasar di dunia.
• Menggunakan teknologi mutakhir dalam pengembangan produk baru serta
penerapan efisiensi pabrik.
• Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan.
• Mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional.
4.1.2 Kegiatan Usaha
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbkmerupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang usaha industri bubur kertas (pulp), kertas, dan kertas kemasan/industri
(packaging) secara terpadu. Kegiatan usaha Perseroan dimulai dari pengolahan kayu
hingga menghasilkan pulp dan kertas serta pengolahan kertas bekas hingga menjadi
kertas industri (packaging). Hasil produksi pulp digunakan sebagai bahan baku pokok
untuk kertas budaya dan bahan baku pelengkap kertas industri. Saat ini, Perseroan
memiliki fasilitas produksi di Perawang-Provinsi Riau, Serang serta
TangerangProvinsi Banten.
39

4.1.3 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas

Gambar 3
Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk

5139
40

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk pada tahun 2016 adalahsebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Linda Suryasari Wijaya Limantara
Komisaris : Indah Suryasari Wijaya Limantara
Komisaris : Arthur Tahya
Komisaris : Sukirta Mangku Djaja
Komisaris Independen : Drs. Pande Putu Raka, MA
Komisaris Independen : DR. Ramelan, S.H. M.H
Komisaris Independen : DR. Ir. Deddy Saleh
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Ko Po Cheng
Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih
Wakil Presiden Direktur : Frenky Loa
Wakil Presiden Direktur : Suresh Kilam
Direktur : Didi Harsa
Direktur : Lioe Djohan
Direktur : Suhendra Wiriadinata
Direktur : Kurniawan Yuwono
Direktur/ Sekretaris Perusahaan : Agustian R. Partawidjaja
Direktur Independen : Suryamin Halim
Komite Audit
Ketua : DR. Ramelan, S.H. M.H
Anggota : Aditiawan Chandra, Ph.D
Anggota : DR. Ir. Deddy Saleh
Komite Nominasi dan Remunerasi
Ketua : Drs. Pande Putu Raka, MA
Anggota : DR. Ramelan, S.H. M.H
Anggota : DR. Ir. Deddy Saleh
41

Uraian tugas yang terdapat pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk adalah
sebagai berikut:
a. Tugas utama Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
• Mengawasi kebijakan pengurusan dan pelaksanaannya serta memberikan
nasihat kepada Direksi.
• Membentuk komite-komite untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas
Dewan Komisaris serta melakukan evaluasi atas kinerja masingmasing komite.
• Mengambil alih sementara pengurusan Perseroan jika Perseroan tidak memiliki
seorangpun anggota Direksi.
b. Tugas utama Direksi adalah sebagai berikut:
• Menjalankan pengurusan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud
dan tujuan Perseroan.
• Menyelenggarakan RUPST dan RUPS lainnya sesuai peraturan perundang-
undangan dan Anggaran Dasar.
• Dalam rangka mendukung efektivitas tugasnya, Direksi dapat membentuk
Komite.
c. Tugas Komite Audit adalah memberikan rekomendasi dan membantu pelaksanaan
tugas dan fungsi Komisaris dalam melakukan pengawasan.
d. Tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi terkait Nominasi
adalah
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai komposisi
jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris, kebijakan dan
kriteria yang dibutuhkan dalam proses Nominasi, dan kebijakan evaluasi kinerja
bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris serta membantu
Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau
anggota Dewan Komisaris berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai
bahan evaluasi.
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program
pengembangan kemampuan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris; dan mengusulkan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk
disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
e. Terkait Remunerasi, tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi
adalah
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai struktur
Remunerasi, kebijakan Remunerasi, dan besaran Remunerasi;
• Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian
Remunerasi yang diterima masing-masing anggota Direksi dan/atau anggota
Dewan Komisaris.
42

4.2 Penilaian Kinerja Keuangan pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Disini peneliti akan melakukan penilaian kinerja menggunakan 3 metode, yaitu
berdasarkan rasio keuangan, berdasarkan Standar Industri dan berdasarkan analisis
tren. Berikut ini adalah analisisnya .
4.2.1 Analisis Kinerja Keuangan berdasarkan Rasio Keuangan
1. Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
Perhitungan rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh
sebenarnya jumlah aset lancar perusahaan dapat menjamin utang dari kewajiban
jangka pendek. Berikut ini disajikan perhitungan current ratio PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun 2015:
Tabel 5
Current Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 733.740 430.972 1,70
2007 751.536 586.875 1,28
2008 917.324 761.320 1,20
2009 884.637 1.001.073 0,88
2010 1.091.628 1.081.897 1,01
2011 1.467.767 1.388.056 1,06
2012 1.676.978 999.308 1,68
2013 1.774.412 1.211.787 1,46
2014 1.657.506 1.200.115 1,38
2015 2.074.160 1.479.726 1,40
Sumber data: Data sekunder diolah 2017

Pada tahun 2007 turun disebabkan adanya peningkatan pinjaman jangka pendek
dan kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tahun
2007.
Pada tahun 2008 turun disebabkan peningkatan pada hutang usaha dan beban
yang masih dibayar dimuka dan lebih besar peningkatan pada kewajiban dibandingkan
aset.
Pada tahun 2009 penurunan likuiditas terutama disebabkan adanya peningkatan
pinjaman jangka pendek dan kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun.
43

Pada tahun 2010 kenaikan likuiditas disebabkan adanya peningkatan pada aset
lancar perusahaan, khususnya piutang usaha, persediaan serta uang muka dan biaya
dibayar dimuka.
Pada tahun 2011 kenaikan likuiditas disebabkan adanya peningkatan pada aset
lancar perusahaan yang lebih besar daripada peningkatan liabilitas jangka pendek.
Peningkatan pada aset lancar terutama pada akun persediaan, uang muka dan biaya
dibayar dimuka serta aset lancar lainnya.
Pada tahun 2012 kenaikan likuiditas ini disebabkan adanya peningkatan pada
aset lancar perusahaan dan juga penurunan liabilitas jangka pendek, peningkatan pada
aset lancar terutama pada akun kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan pajak
dibayar dimuka, sedangkan penurunan pada liabilitas jangka pendek terutama
disebabkan oleh turunnya pinjaman, wesel bayar dan obligasi yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun.
Pada tahun 2013 penurunan tingkat likuiditas disebabkan oleh peningkatan
liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman, wesel bayar dan obligasi yang
akan jatun tempo dalam waktu satu tahun.
Pada tahun 2014 penurunan likuiditas disebabkan oleh turunnya aset lancar
terutama persediaan dan aset lancar lainnya.
Pada tahun 2015 tidak ada perubahan yang signifikan pada tingkat likuiditas
pada tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014.
Dilihat dari perhitungan current ratio yang terdapat pada tabel 5, hal ini
menunjukkan bahwa aset lancar perusahaan ini mampu untuk memenuhi utang lancar
karena aktiva lancar lebih besar dibandingkan dengan hutang lancar.

b. Quick Ratio
Perhitungan rasio ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan aset lancar yang
likuid dalam memenuhi kewajiban lancar, persediaan tidak diikutsertakan karena
relatif sulit untuk dicairkan menjadi [Link] ini disajikan perhitungan quick ratio
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun
2015:
Tabel 6
Quick Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Aktiva Lancar Persediaan Hutang Lancar Quick Ratio
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 733.740 368.186 430.972 0,85
2007 751.536 411.096 586.875 0,58
2008 917.324 470.340 761.320 0,59
2009 884.637 423.338 1.001.073 0,46
2010 1.091.628 568.668 1.081.897 0,48
44

2011 1.467.767 687.023 1.388.056 0,56


2012 1.676.978 885.118 999.308 0,79
2013 1.774.412 906.512 1.211.787 0,72
2014 1.657.506 870.958 1.200.115 0,66
2015 2.074.160 865.608 1.479.726 0,82
Sumber data: Data sekunder diolah 2017

Dilihat dari perhitungan rasio yang terdapat pada tabel 6, hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan tidak dapat menjamin utang lancar dengan menggunakan aset
lancar yang likuid karena dari indikator tersebut hutang lancar lebih besar
dibandingkan dengan aset lancar yang dikurangi dengan persediaan, sehingga
perhitungan rasionya di bawah angka minimal 1. Semakin besar angka rasio ini
semakin baik bagi perusahaan karena perusahaan semakin mampu menjamin utang
lancarnya dengan aktiva yang lebih lancar yang dimiliki perusahaan.
c. Cash Ratio
Perhitungan rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar utang lancar dengan mengunakan aktiva yang lebih likuid untuk membayar
kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan kas yang [Link] ini disajikan
perhitungan cash ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006
sampai dengan tahun 2015:
Tabel 7
Cash Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Kas Hutang Lancar Cash Ratio
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 40.653 430.972 0,09
2007 20.747 586.875 0,04
2008 44.038 761.320 0,06
2009 55.924 1.001.073 0,06
2010 61.615 1.081.897 0,06
2011 58.898 1.388.056 0,04
2012 141.194 999.308 0,14
2013 75.107 1.211.787 0,06
2014 119.325 1.200.115 0,10
2015 171.970 1.479.726 0,12
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
45

Dilihat dari perhitungan pada tabel 7, diketahui bahwa perusahaan tidak bisa
menjamin utang lancar dengan menggunakan kas dan setara kas karena angka rasio
perusahaan ini dibawah angka minimal 1. Semakin besar angka rasio ini semakin baik
bagi perusahaan karena perusahaan semakin mampu menjamin utang lancarnya
dengan aktiva yang lebih lancar yang dimiliki perusahaan.
2. Rasio Solvabilitas
a. Total utang atas aktiva (Debt to asset ratio)
Perhitungan Rasio ini bertujuan untuk menggambarkan sampai sejauh mana
hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Berikut ini disajikan perhitungan debt to asset ratio
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun
2015:
Tabel 8
Debt to Asset Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Total Aktiva Total Hutang DAR
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 5.279.337 3.423.017 0,65
2007 5.487.791 3.539.643 0,65
2008 5.967.962 3.817.393 0,64
2009 5.813.500 3.821.508 0,66
2010 5.925.112 3.918.065 0,66
2011 6.318.835 4.295.732 0,68
2012 6.647.500 4.574.704 0,69
2013 6.777.194 4.483.196 0,66
2014 6.519.273 4.118.760 0,63
2015 7.038.412 4.415.317 0,63
Sumber data: Data sekunder diolah 2017

Dari perhitungan pada tabel 8, diketahui bahwa perusahaan mampu menjamin


keseluruhan utang perusahaan dengan aktiva yang dimiliki.
Pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2013 tidak terdapat perubahan yang signifikan.
Pada tahun 2014 terjadi penurunan terhadap ekuitas pada tahun 2014 terutama karena
turunnya pinjaman bank jangka panjang serta wesel bayar dan pinjaman jangka
panjang.
Pada tahun 2015 tidak terdapat perubahan yang signifikan pada tahun 2015
dibandingkan tahun 2014.
46

Hal ini dibuktikan indikator total aktiva lebih besar dari total hutang. Rasio ini
dikatakan semakin baik apabila semakin rendah angka rasio atau total aktiva semakin
memiliki kemampuan untuk menjamin total utang perusahaan.

b. Total utang atas modal (Debt to equity ratio)


Perhitungan rasio ini bertujuan untuk menggambarkan sampai sejauh mana
modal pemilik dapat menutupi hutang-hutang pada pihak luar dan digunakan untuk
mengukur hingga sejauh mana perusahaan dibiayai oleh [Link] ini disajikan
perhitungan debt to equity ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun
2006 sampai dengan tahun 2015:
Tabel 9
Debt to Equity Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Total Hutang Total Modal DER
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 3.423.017 1.856.031 1,84
2007 3.539.643 1.947.864 1,82
2008 3.817.393 2.150.303 1,78
2009 3.821.508 1.991.824 1,92
2010 3.918.065 2.006.910 1,95
2011 4.295.732 2.022.956 2,12
2012 4.574.704 2.072.564 2,21
2013 4.483.196 2.293.631 1,95
2014 4.118.760 2.400.135 1,72
2015 4.415.317 2.622.750 1,68
Sumber data: Data sekunder diolah 2017

Dari perhitungan tabel 9, diketahui bahwa setiap tahun perusahaan tidak mampu
menjamin keseluruhan utang dengan modal yang dimiliki perusahaan, karena total
hutang perusahaan lebih besar dari modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan. Hal
ini ditunjukkan dengan perhitunganrasio perusahaan diatas angka maksimal yaitu 1.
Rasio ini dikatakan semakin baik apabila semakin rendah angka rasio, sebab total
utang perusahaan dapat dijamin dengan modal sendiri.
3. Rasio Profitabilitas
a. Net Profit Margin (NPM)
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan berapa besar persentase laba bersih yang
diperoleh dari setiap penjualan. Berikut ini disajikan perhitungan net profit margin
47

PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun
2015:
Tabel 10
Net Profit Margin PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Laba Bersih Penjualan NPM
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (%)
2006 (185.300) 1.584.300 (11,70)
2007 91.834 1.879.377 4,89
2008 202.438 2.277.002 8,89
2009 (158.480) 1.773.400 (8,94)
2010 12.999 2.509.631 0,52
2011 16.056 2.559.942 0,63
2012 49.693 2.518.091 1,97
2013 221.202 2.651.473 8,34
2014 126.336 2.635.037 4,79
2015 222.747 2.834.278 7,86
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Dari hasil perhitungan yang terdapat pada tabel 10, diketahui bahwa perusahaan
pada tahun 2006 dan 2009 tidak menghasilkan keuntungan atau rugi, akan tetapi selain
tahun 2006 dan 2009 perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bersih dari
penjualan meskipun pada tahun 2010 dan 2011 presentasi yang dihasilkan kecil.
Semakin besar rasio NPM berarti semakin baik bagi perusahaan, karena semakin besar
keuntungan yang didapatkan dari penjualan.
b. Gross Profit Margin (GPM)
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan berapa besar presentase dalam
menghasilkan laba kotor yang diperoleh dengan meminimalkan beban pokok
penjualan. Berikut ini disajikan perhitungan gross profit margin PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun 2015:
Tabel 11
Gross Profit Margin PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Laba Kotor Penjualan GPM
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (%)
2006 289.200 1.584.300 18,25
2007 410.080 1.879.377 21,82
2008 506.664 2.277.002 22,25
48

2009 175.505 1.773.400 9,90


2010 439.240 2.509.631 17,50
2011 327.843 2.559.942 12,81
2012 327.770 2.518.091 13,02
2013 450.610 2.651.473 16,99
2014 453.785 2.635.037 17,22
2015 609.988 2.834.278 21,52
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Dari hasil perhitungan yang terdapat pada tabel 11, diketahui bahwa setiap tahun
perusahaan mampu menghasilkan keuntungan sebelum perusahaan menanggung
bebanlain-lain yang tidak terduga. Semakin besar rasio GPM, perusahaan mampu
memaksimalkan pendapatan bersihnya.
c. Return on Asset (ROA)
Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola
keseluruhan aktiva untuk menghasilkan [Link] ini disajikan perhitungan
return on asset PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai
dengan tahun 2015:
Tabel 12
Return On Asset PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Laba Bersih Total Aktiva ROA
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (%)
2006 (185.300) 5.279.337 (3,51)
2007 91.834 5.487.791 1,67
2008 202.438 5.967.962 3,39
2009 (158.480) 5.813.500 (2,73)
2010 12.999 5.925.112 0,22
2011 16.056 6.318.835 0,25
2012 49.693 6.647.500 0,75
2013 221.202 6.777.194 3,26
2014 126.336 6.519.273 1,94
2015 222.747 7.038.412 3,16
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
49

Dari hasil perhitungan pada tabel 12, diketahui bahwa perusahaan tidak mampu
menghasilkan laba pada tahun 2006 dan tahun 2009, akan tetapi selain tahun 2006 dan
2009 perusahaan mampu menghasilkan keuntungan dari aktiva yang dimiliki.
Semakin besar rasio semakin baik bagi perusahaan, yang berarti perusahaan mampu
mengelola keseluruhan aktiva untuk menghasilkan laba.
d. Return on Equity (ROE)
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari ekuitas yang dimiliki, semakin tinggi rasio maka semakin baik.
Berikut ini disajikan perhitungan return on equity PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk,
yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun 2015:
Tabel 13
Return on Equity PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Laba Bersih Modal Kerja ROE
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (%)
2006 (185.300) 1.856.031 (9,98)
2007 91.834 1.947.864 4,71
2008 202.438 2.150.303 9,41
2009 (158.480) 1.991.824 (7,96)
2010 12.999 2.006.910 0,65
2011 16.056 2.022.956 0,79
2012 49.693 2.072.564 2,40
2013 221.202 2.293.631 9,64
2014 126.336 2.400.135 5,26
2015 222.747 2.622.750 8,49
Sumber data: Data sekunder diolah 2017

Dari hasil perhitungan pada tabel 13, menunjukkan bahwa perusahaan pada
tahun 2006 dan 2009 tidak menghasilkan keuntungan atau rugi, akan tetapi selain
tahun 2006 dan 2009 perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bersih dari modal
yang dimiliki meskipun pada tahun 2010 dan 2011 presentasi yang dihasilkan kecil,
hal ini berarti perusahaan baik dalam mengelola modal sendiri untuk menghasilkan
laba selain tahun 2006 dan 2009 yang mengalami kerugian.
e. Operating Profit
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan
dalam memaksimalkan penjualan untuk laba operasi. Berikut ini disajikan perhitungan
50

operating profit PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai
dengan tahun 2015:
Tabel 14
Operating Profit PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Pendapatan sebelum
Penjualan OP
Tahun pajak dan bunga
(dalam jutaan $) (%)
(dalam jutaan $)
2006 107.200 1.584.300 6,77
2007 224.573 1.879.377 11,95
2008 295.019 2.277.002 12,96
2009 (4.351) 1.773.400 (0,25)
2010 190.753 2.509.631 7,60
2011 78.457 2.559.942 3,06
2012 69.588 2.518.091 2,76
2013 173.491 2.651.473 6,54
2014 192.378 2.635.037 7,30
2015 327.141 2.834.278 11,54

Sumber data: Data sekunder diolah 2017

Dari hasil perhitungan pada tabel 14, menunujukkan bahwa perusahaan pada
tahun 2009 mengalami kerugian, hal ini berarti penjualan pada tahun tersebut kecil
sehingga tidak mampu menanggung biaya-biaya operasional perusahaan dan
perusahaan menyebabkan kerugian. Semakin besar rasio maka perusahaan mampu
menekan biaya-biaya perusahaan sehingga laba operasi meningkat.
51

4.2.2 Analisis Kinerja Keuangan berdasarkan Standar Industri


Tabel 15
Kondisi Kinerja keuangan PT Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Periode tahun 2006 - 2015

Tahun
Keterangan Rata-rata Standar
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1. Likuiditas
a. CR 1,70 1,28 1,20 0,88 1,01 1,06 1,68 1,46 1,38 1,40 1,31 >2
b. QR 0,85 0,58 0,59 0,46 0,48 0,56 0,79 0,72 0,66 0,82 0,65 > 1,5
c. AR 0,09 0,04 0,06 0,06 0,06 0,04 0,14 0,06 0,10 0,12 0,08 > 0,5
2. Solvabilitas
a. DAR 0,65 0,65 0,64 0,66 0,66 0,68 0,69 0,66 0,63 0,63 0,65 < 0,35
b. DER 1,84 1,82 1,78 1,92 1,95 2,12 2,21 1,95 1,72 1,68 1,90 < 0,9
3. Profitabilitas
a. NPM (11,70) 4,89 8,89 (8,94) 0,52 0,63 1,97 8,34 4,79 7,86 1,73 >20 %
b. GPM 18,25 21,82 22,25 9,90 17,50 12,81 13,02 16,99 17,22 21,52 17,13 >30 %
c. ROA (3,51) 1,67 3,39 (2,73) 0,22 0,25 0,75 3,26 1,94 3,16 0,84 >30%
d. ROE (9,98) 4,71 9,41 (7,96) 0,65 0,79 2,40 9,64 5,26 8,49 2,34 >40 %
e. Operating Profit 6,77 11,95 12,96 (0,25) 7,60 3,06 2,76 6,54 7,30 11,54 7,02 > 10,8 %
Sumber data: Data sekunder diolah 2017

51
52

Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 15, dapat dijelaskan secara berturut-turut
sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas
Likuiditas adalah suatu alat untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan
untuk memenuhi atau membayar hutang yang harus dibayar tepat pada waktunya,
dapat dilakukan dengan memperbandingkan aktiva dengan hutang yang dibayar pada
waktu tertentu dalam perhitungan waktu jangka pendek. Untuk penelitian ini, penulis
hanya menggunakan tiga jenis rasio, yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar)
Hasil perhitungan menunjukkan berapa kali aset lancar dapat membiayai hutang
lancar perusahaan. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik kinerja keuangan
perusahaan yang ditunjukkan. Menurut Kasmir (2011:143) standar industri current
ratio adalah sebanyak 2 kali. Dilihat dari analisis data pada tabel 15, ternyata bahwa
rata-rata rasio lancar PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk selama sepuluh tahun terakhir
hanya dicapai sebesar 131%. Ini berarti bahwa rasio lancar PT. Indah Kiat Pulp dan
Paper Tbk masih berada dibawah rata-rata industri, atau hanya sekitar 1,31 kali.
Artinya bahwa aktiva lancar mampu menjamin hutang lancar hanya sebanyak 1,31
kali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan
Paper Tbk selama sepuluh tahun berturut-turut memperlihatkan kinerja keuangan
dengan kategori “cukup baik”.
b. Quick Ratio (Rasio Cepat)
Hasil perhitungan analisis data pada tabel 15, dapat dijelaskan bahwa rata-rata
rasio cepat pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk sebesar 65% data, 0,65 kali, berada
dibawah standar rasio yang dikemukakan Kasmir (2011:143) adalah 1,5 kali. Artinya
bahwa setiap Rp. 1 kewajiban lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar yang cepat cair
sebesar Rp 0,65. Harga ini apabila dibandingkan dengan standar rasio industri, maka
dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa besarnya rasio cepat hanya mampu menjamin
kewajiban lancar sebesar 0,65 kali. Hal ini memperlihatkan kinerja keuangan PT.
Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk dikategorikan “cukup baik”.
c. Cash Ratio (Rasio Kas)
Hasil analisis data pada tabel 15, bahwa rata-rata rasio kas PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk selama sepuluh tahun terakhir hanya sebesar 8%, sementara standar
industri rasio kas menurut Kasmir (2011:143) sebesar 50%. Ini berarti bahwa besarnya
kas dan setara kas hanya mampu menjamin kewajiban lancar sebesar 8% atau dengan
kata lain bahwa Rp. 0,5 kewajiban lancar hanya dapat dijamin oleh kas dan setara kas
sebesar Rp. 0,08. Hal ini memperlihatkan bahwa kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk dikategorikan “kurang baik”.
53

2. Rasio Solvabilitas
Dalam penelitian ini, penulis hanya menggunakan dua jenis rasio solvabilitas
yaitu “Debt to total asset ratio (DAR) dan Debt to equity ratio (DER). Dengan hasil
analisis sebagai berikut:
a. Debt to Total Asset Ratio (DAR)
Semakin rendah rasio ini menunjukkan bahwa semakin baik keadaan keuangan
perusahaan. Standar industri untuk rasio ini menurut Kasmir (2011:164) adalah
sebesar 35%. PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk memiliki rata-rata DAR selama
sepuluh tahun terakhuir sebesar 65% berada di atas standar industri. Hal ini
menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk dilihat dari
idikator DAR dalam kategori “cukup baik”, karena perusahaan mampu menutup total
hutamg dengan aset yang dimiliki. Perusahaan memiliki total aset yang jauh lebih
besar dari total hutang.
b. Debt to Equity Ratio (DER)
Semakin tinggi rasio DER akan menunjukkan kinerja yang buruk bagi
perusahaan, maka perusahaaan harus berusaha agar DER bernilai rendah atau berada
di bawah standar industri yaitu 90% menurut Kasmir (2011:164). Ternyata hasil
analisis rasio menunjukkan bahwa rata-rata DER PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
dari tahun 2006 sampai dengan 2015 sebesar 190%. Hasil ini menunjukkan bahwa
kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper TBK berada diatas standar industri,
ini memperlihatkan bahwa rata-rata kinerja keuangan dikategorikan “kurang baik”,
artinya tingkat kewajiban perusahaan lebih besar dibandingkan total ekuitas yang
dimiliki. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya beban perusahaan di tahun 2009, lalu
hutang wesel jangka panjang yang meningkat dari tahun 2009 sampai dengan 2011
dan pinjaman bank yang bertambah di tahun 2012 sampai dengan 2015. Ini berdampak
buruk pada kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, karena semakin besar
total kewajiban perusahaan berarti beban bunga akan semakin besar dan mengurangi
keuntungan.

3. Rasio Profitabilitas
Dalam penelitian ini penulis menggunakan lima jenis rasio profitabilitas, yaitu:
a. Net Profit Margin (NPM)
Semakin tinggi rasio margin laba bersih (NPM), maka akan menujukkan baik
kinerja keuangan yang dicapai [Link] Kiat Pulp dan Paper Tbk. Menurut Kasmir
(2011:208) standar industri untuk rasio NPM adalah sebesar 20%. Hasil analisis data
pada tabel 15 menunjukkan bahwa rata-rata rasio NPM selama sepuluh tahun terakhir
hanya sebesar 1,73%. Angka ini jauh di bawah standar industri untuk rasio NPM.
Dengan kata lain kinerja keuangan perusahaan ini dalam kategori “kurang baik”,
54

sehingga dapat disimpulkan bahwa pihak manajemen kurang melakukan kontrol


terhadap peningkatan penjualan dengan meningkatnya biaya lain-lain yang tidak
terduga.
b. Gross Profit Margin (GPM)
Margin laba kotor jika standar industri rasio menurut Kasmir (2011:208) sebesar
30%, maka rata-rata rasio GMP PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk sebesar 17,13%
berada di bawah rata-rata standar industri. Namun perbedaan ini tidak terlalu jauh
sehingga dapat dikatakan kinerja keuangan perusahaan “cukup baik” walawpun tidak
maksimal.
Data rasio GPM PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk cukup berfluktuasi,
pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 22,25% , sementara
pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2009 mengalami kerugian yaitu sebesar
9,90%. Namun perbedaan ini tidak terlalu jauh sehingga dapat dikatakan kinerja
keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk masih dikategorikan “cukup baik” dilihat
dari indikator margin laba kotor (GPM)
c. Return on Asset (ROA)
Standar industri untuk rasio ROA menurut Kasmir (2011:208) adalah sebesar
30%, dilihat rata-rata ROE pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2006 sampai
dengan 2015 sebesar 0,84%, berada di bawah standar industri. Hal tersebut
dikarenakan jumlah aset perusahaan tidak mengalami perubahan yang signifikan dari
tahun ke tahun akan tetapi terjadi penurunan pada laba bersih perusahaan yang di
akibatkan oleh kerugian selisih kurs yang terjadi di tahun 2006, biaya bunga yang
dibebankan pada biaya lain-lain yang besar dan penjualan di tahun 2009 yang sedikit,
sehingga membuat rasio menjadi kecil. Artinya perusahaan kurang menghasilkan laba
dengan menggunakan aset perusahaan. Kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan
Paper Tbk berada pada kategori “kurang baik”. Ini diakibatkan laba perusahaan yang
kecil dibandingkan aset perusahaan.
d. Return on Equity (ROE)
Standar industri untuk rasio ROE menurut Kasmir (2011:208) adalah sebesar
40%. Dapat dilihat bahwa rata-rata besarnya ROE PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2015 sebesar 2,34%, ternyata di bawah
standar industri. Hal tersebut dikarenakan terjadinya pengembalian modal yang
dilakukan oleh perusahaan dari tahun 2006 sampai dengan 2012 sehingga membuat
total ekuitas perusahaan berkurang, sama halnya dengan ROA, pada ROE yang
menyebabkan laba bersih menjadi kecil dikarenakan adanya kerugian selisih kurs di
tahun 2006 dan di tahun 2009 penjualan perusahaan menurun tajam. Artinya
perusahaan belum menghasilkan laba yang maksimal dari dana yang telah diberikan
oleh pemegang usaha, yang berarti kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk berada pada kategori “kurang baik”.
55

e. Operating Profit
Standar industri operating profit adalah sebesar 10,80% menurut Kasmir
(2011:208). Dapat dilihat bahwa rata-rata besarnya opearting profit PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper Tbk selama sepuluh tahun terakhir sebesar 7,02% masih di bawah
standar industri. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum maksimal dalam
penjualan, bisa dilihat dari rata-rata operating profit masih di bawah standar industri.
Laba operasi perusahaan masih bisa menanggung biaya operasional, akan tetapi laba
operasional yang yang belum maksimal belum dikurangi dari beban lain-lain maka
perusahaan bisa menyebabkan kerugian. Kinerja keuangan perusahaan PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper Tbk dikategorikan “cukup baik”.

4.2.3 Analisis Kinerja Keuangan berdasarkan Analisis Trend


Analisis trend merupakan tehnik analisis untuk melihat kecenderungan
perkembangan perusahaan yang diyatakan dalam bentuk grafik. Dengan tehnik ini
akan menunjukkan tendensi tetap, naik atau turun. Sebelum analisis trend dalam
penelitian ini terlebih dahulu menghitung rasio keuangan dari laporan keuangan PT.
Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk periode tahun 2006 – 2015. Dari hasil perhitungan
tersebut selanjutnya dilakukan analisis trend sehingga dapat melihat perkembangan
apakah rasio-rasio tersebut mengalami kecenderungan tendensi naik, turun atau tetap.
Berdasarkan hasil perhitungan rasio keuangan pada laporan keuangan PT. Indah
Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2006 – 2015, maka untuk mengetahui perkembangan
kinerja keuangan dengan dilakukan analisis trend pada setiap rasio. Berikut grafik
analisis trend kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Peper Tbk:
a. Ditinjau berdasarkan dari Rasio Likuiditas

Rasio Likuditas
1,8
1,7 1,68
1,6
1,46
1,4 1,38 1,40
1,28
1,2 1,20
1,01 1,06
1
0,85 0,88
0,8 0,79 0,82
0,72
0,66
0,6 0,58 0,59 0,56
0,46 0,48
0,4
0,2 0,09 0,14 0,10 0,12
0,04 0,04 0,06
0 0,01 0,01 0,01
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

CR QR AR

(dalam kali)
56

Gambar 4
Grafik Rasio Likuiditas PT. Indah Kiat Pulp dan [Link] periode 2006-2015
berdasarkan trend analysis
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Grafik di atas berdasarkan dari data Rasio Likuiditas yaitu Rasio Current Ratio,
Quick Ratio dan Cash Ratio, kenaikan dan penurunan pada ketiga trend tersebut tidak
terlalu berbeda. Grafik di atas mengalami penurunan secara berangsur-angsur dari
tahun 2007 sampai dengan 2009, kondisi ini menunjukkan perusahaan untuk
membayar kewajiban lancar melalui aktiva lancar semakin menurun. Pada tahun 2009
perusahaan sudah bisa dikatakan tidak likuid karena presentase rasio sudah di bawah
100% kondisi ini disebabkan adanya peningkatan pada pinjaman jangka pendek dan
pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun sehingga
menyebabkan penurunan likuiditas.
Setelah tahun 2009 pada trend likuiditas mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun, sampai peningkatan tertinggi di tahun 2012. Hal ini disebabkan adanya
peningkatan pada aktiva lancar perusahaan yang lebih besar daripada peningkatan
kewajiban jangka pendek. Namun setelah tahun 2012 kondisi trend likuiditas naik dan
turun tetapi yang tidak terlalu signifikan. Dengan adanya grafik di atas yang terlihat
masih berfluktuatif, sebaiknya perusahaan menjaga konsistensi dalam mengatur
keseimbangan antara kewajiban lancar dan aktiva lancar.

b. Ditinjau berdasarkan dari Rasio Solvabilitas

Rasio Solvabilitas
4

3,5

2,5
2,12 2,21
2 1,92 1,95 1,95
1,84 1,82 1,78 1,72 1,68
1,5

1
0,65 0,65 0,64 0,66 0,66 0,68 0,69 0,66 0,63 0,63
0,5

0
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

DAR DER

(dalam kali)
57

Gambar 5
Grafik Rasio Solvabilitas PT. Indah Kiat Pulp dan [Link] periode 2006-2015
berdasarkan trend analysis
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Grafik di atas diketahui bahwa grafik cenderung terlihat naik turun tetapi tidak
terdapat perubahan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun
2012 trend rasio DER cukup tinggi yang artinya resiko hutang terhadap modal sendiri
yang dimiliki perusahaan semakin tinggi setiap tahunnya dan pada grafik trend DAR
kondisi terlihat tetap karena setiap tahun kewajiban perusahaan meningkat tetapi
perkembangan aktiva perusahaan juga ikut meningkat. Jadi perusahaan mampu
menjamin kewajiban perusahaan dengan menggunakan total aktiva perusahaan.
Dengan adanya grafik yang terlihat naik turun walawpun tidak terlalu signifikan ,
sebaiknya perusahaan untuk mengelola total aktiva tidak terlalu tinggi yang bisa
menyebabkan perusahaan tidak mampu menjamin hutang lancarnya.

c. Ditinjau berdasarkan dari Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas
40
35
30
25
21,82 22,25 21,52
20
18,25 17,5 16,99 17,22
Axis Title

15
11,95 12,96 12,81 13,02
11,54
10 9,41 9,9 9,64 7,3
8,89 7,6 8,34 8,49
6,77 4,89 2,76 6,54 7,86
5 4,71 3,06 5,26
3,39 -0,25 0,65 2,4 3,26 4,79 3,16
0 -0,98 1,67 0,52
0,22 0,63 0,79 1,97 1,94
-2,73 0,25 0,75
-5 -3,51
-7,96
-10 -8,94
-11,7
-15
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

NPM GPM ROA ROE Operating Profit

(dalam %)

Gambar 6
Grafik Rasio Profitabilitas PT. Indah Kiat Pulp dan [Link] periode 2006-2015
berdasarkan trend analysis
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
58

Grafik di atas menunjukkan perkembangan yang cenderung naik turun atau


fluktuatif. Penurunan tersebut disebabkan oleh bertambahnya defisit yang sejalan
dengan kerugian bersih pada tahun tersebut, sehingga penurunan tersebut mencapai di
angka negatif. Namun kenaikan grafik juga disebabkan oleh kenaikan laba bersih
meningkat yang dihasilkan dari penjualan meningkat dan biaya produksi
diminimalkan. Hal ini berarti kinerja keuangan di sisi profitabilitas dikatakan kurang
baik, karena di tahun 2006 sampai dengan 2012 pada grafik mengalami kenaikan dan
penurunan yang cukup banyak , dan setelah tahun 2012 trend garfik profitabilitas
mulai stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan adanya grafik trend rasio
profitabilitas, pihak perusahaan seharusnya memaksimalkan laba agar efektivitas
penjualan di tingkat kembali dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan dan
mencapai target yang di tentukan oleh perusahaan.
59

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data melalui analisis rasio keuangan untuk mengukur
kinerja keuangan perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan rasio likuiditas
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
jangka pendeknya. Pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk diukur melalui
indikator current ratio, quick ratio dan cash ratio. Untuk current ratio dapat
dikatakan sehat karena memiliki rata-rata rasio di atas 1 atau 100% selama periode
penelitian yaitu sebesar 1,31 %. Untuk Quick ratio rata-ratanya adalah 0,65 %,
meskipun rasionya tidak mencapai angka 1 akan tetapi apabila mendekati 1 sudah
dapat dikatakan sehat. Dan yang terakhir adalah Cash Ratio, sama seperti quick
ratio semakin besar semakin baik meskipun tidak harus mencapai 1, adapun untuk
rata-ratanya adalah 0,077.

2. Kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan rasio solvabilitas
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
jangka panjang. Pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk diukur melalui indikator
Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio. Untuk Debt to Asset Ratio rata-
ratanya selama periode penelitian adalah 65%, pada kondisi ini aset masih lebih
besar dari hutang jadi masih termasuk kategori aman. Untuk Debt to Equity Ratio
rata-ratanya selama periode penelitian adalah 190%, pada kondisi ini hutang lebih
besar dari modal jadi sudah masuk kategori kurang aman.

3. Kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan rasio
profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper Tbk dalam memperoleh laba atau keuntungan melalui indikator net
profit margin (NPM), gross profit margin (GPM), return on asset (ROA), return
on equity (ROE), dan operating profit. Dari indikator rasio menunjukkan rasio
yang berfluktuasi dan rata-rata rasio perusahaan berada di bawah rata-rata standar
industri, karena pada tahun 2006 dan tahun 2009 PT. Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk mengalami kerugian yang diakibatkan oleh biaya selisih rugi kurs yang terjadi
di tahun 2006 dan biaya beban bunga yang terjadi di tahun 2009 yang cukup besar
dan penjualan yang kurang maksimal. Sehingga dapat disimpulkan bawah kinerja
keuangan perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk pada kategori “kurang
baik”

59
60

5.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan sehubungan dengan analisis yang dilakukan
yaitu:
1. Untuk meningkatkan kinerja keuangannya melalui Rasio Likuiditas, maka
perusahaan sebaiknya berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan aktiva lancar
melalui peningkatan volume kas, penagihan piutang, investasi jangka pendek.
Dipihak lain sebaiknya perusahaan melakukan pengelolaan terhadap kewajiban
lancar, sehingga dapat terjadwalkan pelunasan secara tepat waktu dan terstruktur.
2. Untuk kinerja keuangan berdasarkan Rasio Solvabilitas yang berarti kurang baik.
Oleh sebab itu untuk meningkatkan kinerja keuangannya berdasarkan Rasio
Solvabilitas, maka perusahaan perlu mengambil kebijakan yang tepat dengan cara
mengurangi beban hutang jangka panjang sambil berupaya untuk meningkatkan
total aset (aktiva dan penambahan modal).
3. Untuk kinerja keuangan berdasarkan Rasio Profitabilitas yang berarti kurang baik.
Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kinerja keuangannya berdasarkan Rasio
Profitabilitas, maka perusahaan sebaiknya melakukan pengontrolan terhadap
peningkatan penjualan dan penekanan terhadap beban perusahaan sehingga laba
yang diperoleh dapat menjadi lebih besar.
DAFTAR PUSTAKA

Agus M dan Herdiyanto, 2013, Analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja
Keuangan bank pada salah satu BPR terbesar di Surakarta, Surakarta:
Universitas Muhammadiyah Surakarta, ISBN: 978-979-636-147-2
Andhika Sukma Rama, 2015, Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan (studi kasus PT. Mitra Pratama Mobilindo di Sukoharjo tahun 2009-
2013), Surakarta: Universitas Muhammadiyah, Jawa Tengah
Andra Kusumadiyanto, 2006, Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan Perusahaan pada Kelompok Industri, Bandung: Universitas
Widyatama, Jawa Barat
Hongren, Charles T dan Harrison, Walter T, 2007, Akuntansi Jilid 2, Penerbit:
Erlangga, Jakarta.
Irham Fahmi, 2012, Analisis Kinerja Keuangan, Penerbit: Alfabeta CV, Bandung.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2015, Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit: Salemba
Empat, Jakarta.
Kasmir, 2011, Analisa Laporan Keuangan edisi satu cetakan ke tujuh, Penerbit: Raja
Grafindo Persada, Jakata
Kieso, Donald E, Weygandt, Jerry J dan Warfield, Terry D, 2008, Akuntansi
Intermediate Jilid 3, Penerbit: Erlangga, Jakarta.
Munawir, 2010, Analisa Laporan Keuangan, Penerbit: Liberty, Yogyakarta
Mulyadi, 2007, Sistem perencanaan dan pengendalian manajemen, Penerbit: Salemba
empat, Jakarta
Retno Astuti, 2011, Analisis Laporan Keuangan sebagai Dasar dalam Penilaian
Kinerja Keuangan pada PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Tahun
2007-2009, Surakarta: Universitas Muhammadiyah, Jawa Tengah
Rosidah Masruroh, 2017, Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan dalam Rangka Mengetahui Tingkat Kesehatan pada Perum Perhutani
Jakarta, Bogor: Universitas Pakuan, Jawa Barat.
Sofyan Safri Harahap, 2009, Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Penerbit: Raja
Grafindo, Jakarta.
Stice, James D, Stice, Earl K dan Skousen, K. Fred, 2009, Akuntansi Keuangan,
Penerbit: Salemba Empat, Jakarta
Supriyono, RA, 2006, Sistem Pengendalian Manajemen, Penerbit: BFE, Yogyakarta
[Link]/
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai