Analisis Kinerja Keuangan PT Indah Kiat
Analisis Kinerja Keuangan PT Indah Kiat
Skripsi
Diajukan Oleh:
Sitti Ismayanti Malasulastri
022113710
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
Juli 2018
i
ii
ii
iii
iii
iv
ABSTRAK
iv
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, hanya atas rahmat
dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, yang berjudul “Analisis
Laporan Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper. Tbk”. Diselesaikan guna memenuhi salah satu syarat dalam gelar
sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Studi Akuntansi Universitas Pakuan Bogor.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak
yang telah membantu dan memberi masukan dalam penyusunan makalah ini, yaitu
kepada:
1. Orangtua tercinta yang telah memberikan doa, kasih sayang serta dukungan secara
moril, materil yang tidak pernah putus kepada saya.
2. Bapak Dr. Hendro Sasongko., Ak., M.M., CA., selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Pakuan, Bogor.
3. Bapak Dr. Arief Tri Hardiyanto., Ak., MBA., CMA., CSSA., CA.,CSEP.,QIA.
selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan,
Bogor dan selaku Ketua Komisi Pembimbing.
4. Ibu Retno Martanti EL, SE, [Link] selaku Anggota Komisi Pembimbing.
5. Bapak/Ibu Dosen Penguji Sidang Skripsi.
6. Seluruh dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan, Bogor yang tidak
dapat disebutkan satu per satu.
7. Orangtuaku tercinta yang selalu memberikan doa, dukungan, serta motivasi agar
diberikan kemudahan dan kelancaran.
8. Teman-temanku kelas eksekutif yang tidak dapat disebutkan satu per satu, atas
dukungan dan kebersamaannya dari awal kuliah sampai saat ini.
9. Universitas Pakuan yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat
untuk masa depan.
Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan di dalam penulisan makalah
seminar ini, tentunya penulis sangat mengharapkan kritik, saran serta masukan bagi
siapa saja yang dapat membangun penulis untuk lebih baik lagi dari sebelumnya.
Akhir kata, penulis berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat
bermanfaat dan berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan serta dapat membantu
penulis dalam penulisan skripsi demi tercapainya tujuan sebagai seorang Sarjana
Ekonomi.
Sitti Ismayanti M
v
vi
DAFTAR ISI
Hal
JUDUL .......................................................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................... ii
ABSTRAK .................................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR ................................................................................................. v
DAFTAR ISI ............................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ..................................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................ x
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian ............................................................................... 1
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah .............................................................. 5
1.2.1 Identifikasi Masalah .............................................................................. 5
1.2.2 Perumusan Masalah .............................................................................. 5
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian........................................................................ 5
1.3.1 Maksud Penelitian ................................................................................. 5
1.3.2 Tujuan Penelitian .................................................................................. 5
1.4 Kegunaan Penelitian ..................................................................................... 6
vi
vii
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
vii
viii
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 1 Perusahaan Sub Sektor Pulp dan Kertas ...................................................... 2
Tabel 2 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 - 2015 ...................................................................................... 3
Tabel 3 Penelitian Sebelumnya .......................................................................... 29-30
Tabel 4 Analisis Laporan Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan
Perusahaan pada PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk. ............................... 34
Tabel 5 Current Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk. ................................... 42
Tabel 6 Quick Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk .................................. 43-44
Tabel 7 Cash Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ........................................ 44
Tabel 8 Debt to Asset Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ........................... 45
Tabel 9 Debt to Equity Ratio PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ......................... 46
Tabel 10 Net Profit Margin PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ........................... 47
Tabel 11 Gross Profit Margin PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk .................... 47-48
Tabel 12 Return on Asset PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ................................. 48
Tabel 13 Return on Equity PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ............................... 49
Tabel 14 Operating Profit PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk ............................... 50
Tabel 15 Kondisi Kinerja Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Periode tahun 2006 - 2015 ......................................................................... 51
viii
ix
DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 1 Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perusahaan PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk Tahun 2006 – 2015 .......................................................... 4
Gambar 2 Paradigma Penelitian .............................................................................. 32
Gambar 3 Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk ....................... 39
Gambar 4 Grafik Trend Rasio Likuiditas................................................................ 55
Gambar 5 Grafik Trend Rasio Solvabilitas ............................................................. 56
Gambar 6 Grafik Trend Rasio Profitabilitas ........................................................... 57
ix
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2006
Lampiran 2 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2007
Lampiran 3 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2008
Lampiran 4 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2009
Lampiran 5 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2010
Lampiran 6 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2011
Lampiran 7 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2012
Lampiran 8 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2013
Lampiran 9 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2014
Lampiran 10 Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tahun 2015
x
BAB I
PENDAHULUAN
1
2
No Kode
Nama Emiten Tanggal Pendaftaran
Saham
1 ALDO Alkindo Naratama Tbk 12 Juli 2011
2 DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk 14 Mei 2014
3 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk 1 Desember 1994
4 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 16 Juli 1990
5 INRU Toba Pulp Lestari Tbk 18 Juni 1990
6 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk 11 Juli 2008
7 KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk 29 Juli 1996
8 SPMA Suparma Tbk 16 November 1994
9 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 3 April 1990
Sumber data : Bursa Efek Indonesia (2017)
Dari daftar nama perusahaan pada tabel di atas, PT. Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk menarik bagi penulis untuk diteliti, karena merupakan salah satu perusahaan yang
3
bergerak dalam bidang penyedia kertas terbesar di Indonesia dan penyediaan bahan
baku dikarenakan faktor iklim indonesia yang mendukung dalam pengolahannya.
Selain itu, PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk memilih untuk mengutamakan
menjalankan usahanya pada pangsa pasar internasional dimana 51% dari hasil
produksi diekspor keluar negeri dan hanya 49% yang dipasarkan di pasar domestik.
Setelah PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk sudah menjalankan usahanya pada pangsa
internasional dan manajemen membuat kebijakan untuk memasang target di pasar
internasional sehingga memberikan tantangan bagi perusahaan. Maka kinerja
perusahaan sangat rentan terhadap pergerakan pulp dan paper dia pasar dunia yang
terkenal cukup fluktuatif.
Berikut ini merupakan laporan keuangan dari PT. Indah Kiat Pulp dan Paper.
Tbk untuk dianalisis agar dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai
keuangan perusahaan yang telah dicapai olehperusahaan tersebut.
Tabel 2
Laporan Keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
(dalam jutaan dollar Amerika)
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
NERACA
ASET
Aset Lancar 733,7 751,5 917,3 884,6 1.091,6 1467,7 1677,0 1774,4 1657,5 2074,2
Aset Tidak
4.545,6 4.736,2 5.050,6 4.928,9 4.833,5 4851,1 4970,5 5002,8 4861,8 4964,2
Lancar
TOTAL ASET 5.279,3 5.487,7 5.967,9 5.813,5 5.925,1 6318,8 6647,5 6777,2 6519,3 7038,4
KEWAJIBAN
& EKUITAS
Kewajiban
438,2 586,9 761,3 1.001,1 1.081,9 1388,0 999,3 1211,8 1200,1 1479,7
Lancar
Kewajiban
2.984,8 2.952,7 3.056,1 2.820,4 2.836,2 2907,7 3575,4 3271,5 2918,7 2935,6
Tidak Lancar
Total
3.423,0 3.539,6 3.817,4 3.821,5 3.918,1 4295,7 4574,7 4483,3 4118,8 4415,3
Kewajiban
Ekuitas 1.856,0 1.947,8 2.150,3 1.991,8 2.007,0 2023,1 2072,8 2293,9 2400,5 2623,1
TOTAL
LIABILITAS 5.279,3 5.487,7 5.967,9 5.813,5 5.925,1 6318,8 6647,5 6777,2 6519,3 7038,4
& EKUITAS
LABA/ RUGI
Penjualan
1.584,3 1.879,3 2.277,0 1.773,4 2.509,6 2559,9 2518,1 2651,5 2635,0 2834,3
Bersih
Laba Kotor 289,2 410,1 506,7 175,5 439,2 327,8 327,8 450,6 453,8 610,0
Laba (Rugi)
107,2 224,6 295,0 (4,4) 190,8 78,5 69,6 173,5 192,4 327,1
Usaha
Laba (Rugi)
(185,3) 91,8 202,4 (158,5) 13,0 16,1 49,7 221,2 126,3 222,7
Bersih
Sumber data : Bursa Efek Indonesia (2017)
4
3.000.000
2.518.091 2.635.037
2.509.631
2.834.278
2.500.000 2.277.002 2.651.472
2.559.942
2.000.000
1.879.374
1.773.400
1.500.000 1.584.300
1.000.000
500.000
202.439 221.202 222.747
91.833 13.030 16.056 49.693 126.336
0 -185.300 -158.479
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
-500.000
Gambar 1
Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perusahaan
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk Tahun 2006 – 2015
Sumber data : Bursa Efek Indonesia (2017)
Dari Gambar 1 dapat dijelaskan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan
perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk tidak stabil. Mengalami penurunan
penjualan yang cukup besar pada tahun 2009 sehingga mengalami kerugian pada tahun
tersebut. Namun pada tahun berikutnya pertumbuhan penjualan mengalami kenaikan
sehingga pertumbuhan labanya mengalami kenaikan. Untuk mengetahui kemampuan
perusahan dalam menghasilkan kas yang memadai dimasa depan, kita perlu
mengetahui profitabilitas atau kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dan
kemampuan dalam membayar hutang. Tingkat resiko perusahaan akan lebih rendah
selain dipengaruhi kedua faktor tersebut, juga dipengaruhi struktur keuangan
(solvabilitas).
Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk meneliti kinerja keuangan
perusahaan yang ditinjau dari analisis rasio keuangan, baik rasio likuiditas, rasio
solvabilitas dan rasio profitabilitas. Oleh karena itu, penulis akan menuangkan dalam
makalah skripsi yang berjudul “Analisis Laporan Keuangan dalam mengukur kinerja
keuangan perusahaan pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper. Tbk periode tahun 2006-
2015”.
5
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan data yang
relevan sehubungan dengan permasalahan yang dibahas. Selain itu dengan adanya
penelitian ini penulis mengetahui kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pupl dan Paper Tbk
berdasarkan laporan keuangan dinilai melalui rasio keuangan yaitu rasio likuiditas,
rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas.
1.3.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini sebagai
berikut:
6
1. Untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
berdasarkan rasio likuiditas.
2. Untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
berdasarkan rasio solvabilitas.
3. Untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
berdasarkan rasio profitabilitas.
1.4 Kegunaan Penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan bagi banyak
pihak, diantaranya sebagai berikut:
1. Kegunaan Teoritis
a. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang
dimiliki dapat lebih dikembangkan, serta dapat dibandingkan teori-teori yang
pernah diterima di Universitas Pakuan dengan praktik kerja sesungguhnya dalam
perusahaan.
b. Bagi pembaca
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi yang
berguna dan bermanfaat bagi pembaca untuk menambah wawasan dan
pengetahuan serta informasi mengenai masalah yang dibahas dalam makalah ini.
2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu saran dan masukan positif
sebagai dasar perbaikan dan pengembangan terhadap analisis laporan keuangan atas
instansi atau perusahaan khususnya dibidang keuangan dalam menilai hasil operasi
dan kebijaksanaan pendanaan perusahaan dalam memaksimalkan tercapainya
kinerja perusahaan agar lebih efektif, efisien, dan ekonomis serta untuk
dapatmembantu memecahkan dan mengantisipasi masalah yang ada [Link] Kiat
Pulp dan Paper Tbk .
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang disusun
menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Berikut merupakan beberapa
definisi dari Laporan keuangan menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) (2017:2) pada
ruang lingkup laporan keuangan adalah:
“Laporan Keuangan adalah laporan keuangan yang diintensikan untuk
memenuhi kebutuhan pengguna yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan
keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna.”
Sedangkan menurut Harahap (2009:105) mengatakan bahwa yang dimaksud
dengan laporan keuangan adalah laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan
dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun
jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil
usaha, laporan perubahan ekuitas,laporan arus kas, laporan posisi keuangan.”
Kieso dan Weygandt yang dialih bahasakan Emil Salim, SE (2008:5)
mendefinisikan laporan keuangan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian
informasi keuangan utama kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan ini
menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasikan dalam nilai moneter. Laporan
keuangan yang biasa disajikan adalah neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas, dan
laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham. Selain itu, catatan atas laporan
keuangan atau pengungkapan juga merupakan bagian integral dari laporan keuangan.”
Berdasarkanbeberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa laporan
keuangan merupakan sarana informasi kondisi keuangan perusahaan pada saat jangka
waktu tertentu yang disajikan pada laporan neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas,
laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan yang dibuat pada dasarnya sudah pasti memiliki tujuan
tertentu seperti sebagaimedia informasi keuangan terhadap kegiatan usaha yang
7
8
Investor di sini bisa mereka yang membeli saham tersebut bahkan komisaris
perusahaan. Seorang investor berkewajiban untuk mengetahui secaradalam kondisi
perusahaan dimana ia akan berinvestasi atau pada saat ia sudahberinvestasi, karena
dengan memahami laporan keuangan perusahaan tersebut artinya ia akan
mengetahui berbagai informasi keuangan perusahaan.
3. Akuntan Publik
Akuntan publik adalah mereka yang ditugaskan untuk melakukan audit pada sebuah
perusahaan. Dan yang menjadi bahan audit akuntan publik adalah laporan keuangan
perusahaan, untuk selanjutnya pada hasil audit ia akan melaporkan dan memberikan
penilaan dalam bentuk rekomendasi.
4. Karyawan Perusahaan
Karyawan merupakan mereka yang terlihat secara penuh di suatu perusahaan.
Secara ekonomi mereka mempunyai ketergantungan yang besar yaitu pekerjaan dan
penghasilan yang diterima dari perusahaan tempat bekerja telah begitu berperan
dalam membantu kehidupannya. Dengan begitu posisi perusahaan yang
tergambarkan dalam memposisikan keputusan ke depan nantinya.
5. Bapepam
Bapepam adalah Badan Pengawas Pasar Modal. Bagi suatu perusahaan yang akan
go public maka perusahaan tersebut berkewajiban untuk memperlihatkan laporan
keuangannya kepada Bapepam dalam hal ini PT. Bursa Efek Indonesia. Bapepam
bertugas untuk mengamati dan mengawasi setiap kondisi perusahaan yang go
publlic tersebut, termasuk berkewajiban untuk tidak menerima atau mengeluarkan
perusahaan yang dianggap sudah tidak layak lagi untuk go public.
6. Underwriter
Underwriter merupakan penjamin emisi bagi setiap perusahaan yang akan
menerbitkan sahamnyadi pasar modal. Salah satu penilaian underwriter pada
sebuah perusahaan adalah kondisi laporan keuangan. Sehingga dengan kata lain
reputasi sebuah underwrite menjadi penting dalam menyatakan sebuat perusahaan
tersebut layak atau tidak untuk dijamin go public.
7. Konsumen
Kosumen adalah pihak yag menikmati produk dan jasa yang dihasilkan oleh sebuah
perusahaan. Dari sudut marketing konsumen dibagi menjadi dua yaitu ada yang
dimaksud dengan konsumen actual dan konsumen potensial. Sehingga konsumen
atau publik yang menjadi loyal terhadap produk dan jasa yang dihasilkan oleh
sebuah perusahaan tersebut adalah memiliki ketergantungan yang tinggi pada
perusahaan tersebut.
8. Pemasok
Pemasok merupakan mereka yang menerima order untuk memasok setiap
kebutuhan perusahaan mulai dari hal-hal yang dianggap kecil sampai yang
besaryang mana semua itu dihitung dengan skala finansial.
9. Lembaga Penilai
12
Lembaga penilai di sini berasal dari berbagai latar belakang seperti Good Corporate
Governance, Wahana lingkungan hidup, majalah, televisi dan lainnya yang secara
berkala membuat rangking perusahaan berdasarkan klasifikasi masing-masing
seperti 10 perbankan terbaik.
10. Asosiasi Perdagangan
Asosiasi perdagangan ini mencakup mulai dari KADIN (Kamar dagang dan
insudtri), IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), dan lainnya. Dimana organisasi
tersebut menaungi berbagai perusahaan yang menjadi anggotanya dan setiap
waktunya diadakan rapat tahunan atau berbagai pertemuan lainnya yang membahas
berbagai hal yang menjadi hambatan dalam aktivitas bisnis yang dijalankan.
11. Pengadilan
Laporan keuangan yang dihasilkan dan disahkan oleh pihak perusahaan adalah
dapat menjadi barang bukti pertanggungjawaban kinerja keuangan dan
pertanggungjawaban dalam bentuk laporan keuangan tersebut nantinya akan
menjadi subjek pertanyaan dalam peradilan.
12. Akademis dan Peneliti
Pihak akademis dan peneliti adalah mereka yang melakukan research terhadap
sebuah perusahaan. Sehingga dengan begitu kebutuhan akan informasi sebuah
laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dapat dipertanggunjawabkan adalah
mutlak. Apalagi jika nanti penelitian tersebut dipublikasikan ke berbagai jurnal dan
media massa baik nasional dan internasional.
13. Pemda
Pemerintah Daerah adalah mereka yang mempunyai hubungan kuat dengan kajian
seperti akan lahirnya suatu Peraturan Daerah yang berkaitan dengan berbagai aspek.
Dalam era otonomi daerah sekarang ini di mana daerah memiliki kewenangan yang
lebih besar dalam mengatur dan mengelola daerahnya. Sehingga sudah menjadi
kewajiban bagi pihak perusahaan khususnya laporan keuangan kepada pihak
pemerintah daerah.
14. Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat adalah dengan segala perangkat yang dimilikinya telah
menjadikan laporan keuangan perusahaan sebagai data fundamental acuan untuk
melihat perkembangan pada berbagai sektor bisnis. Juga harus didasari bahwa
terbentuknya angka-angka pada laporan keuangan tidak bisa dipungkiri dari
regulasi dan deregulasi yang telah digulirkan.
15. Pemerintan Asing
Perusahaan asing merupakan pihak yang mengamati perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi yang terjadi di suatu negara, dimana misalnya negara
tersebutsaling memiliki keterkaitan dalam bentuk perjanjian dagang yang
mencakup dalam berbagai bidang usaha.
16. Organisasi Internasional
13
posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu
perusahaan.
b. Laporan Laba Rugi
Laporanlabarugi (income statement) merupakan laporan keuangan yang
menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Di dalam
laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan
yang diperoleh. Kemudian, juga tergambarjumlahbiaya dan jenis biaya yang
dikeluarkan selama periode tertentu. Dari jumlah pendapatan dan jumlah biaya ini
terdapat selisih yang disebut laba atau rugi.
c. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang
dimiliki pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan
sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.
d. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan
dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung
terhadap kas. Laporan kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash
out) selama periode tertentu. Kas masuk terdiri dari uang yang masuk keperusahaan,
seperti hasil penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan
sejumlah jumlah pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya seperti pembayaran
biaya operasional perusahaan.
e. Laporan Catatan atas Laporan Keuangan
Laporancatatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan
informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya
terkadang ada komponen atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi
penjelasan terlebih dulu sehingga jelas.
2.1.5 Analisis Laporan Keuangan
Informasi dalam laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang
penting bagi para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan suatu keputusan
ekonomi. Namun dilain sisi ditemukan bahwa ternyata laporan keuangan masih
memiliki keterbatasan dalam informasi yang disajikan didalamnya. Dengan
melakukan analisis lebih lanjut terhadap laporan keuangan melalui proses
perbandingan, evaluasi dan analisis tren akan diperoleh prediksi tentang apa yang
mungkin terjadi di masa yang akan datang. Di sinilah salah satu arti penting dari
analisis laporan keuangan.
15
Analisis laporan keuangan menurut Kieso dan dkk dialih bahasakan Emil Salim,
SE (2008:428), analisis yang melibatkan pemeriksaan atas hubungan antara pos-pos
dalam laporan keuangan serta mengidentifikasi tren-tren dalam hubungan tersebut.
Analisis digunakan untuk memprediksi masa depan, tetapi analisis rasio terbatas
karena menggunakan data dari masa lalu. Selain itu mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan perusahaan tetapi tidak mengungkapkan penyebab kondisi tersebut.
Analisis laporan keuangan menurut Stice dan Skousen dialih bahasakan Ali
Akbar (2009:167) adalah Mempelajari hubungan antar angka-angka dalam laporan
keuangan dan tren dari angka-angka tersebut dari waktu ke waktu.
Sedangkan analisis laporan keuangan Harahap (2009:190) yaitu, menguraikan
pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat
hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan
yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk
mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses
menghasilkan keputusan yang tepat.
Dari definisi yang telah diberikan diatas maka dapat dibuat suatu kesimpulan
bahwa analisis laporan keuangan adalah suatu proses pemeriksaan dari suatu pos-pos
pada laporan keuangan yang menjadi unit informasi dalam mencari suatu hubungan
antara komponen-komponen keuangan agar dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas
mengenai keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan sehingga informasi tersebut
dapatdigunakan dalam pembuatan suatu keputusan bisnis dan investasi.
[Link] Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Menurut Stice dan Skousen dialih bahasakan Ali Akbar (2009:776) tujuan
analisis laporan keuangan adalah menggunakan kinerja masa lalu untuk memprediksi
profitabilitas dan arus kas sebuah perusahaan di masa mendatang. Selain itu untuk
mengevaluasi kinerja sebuah perusahaan dengan maksud mengidentifikasikan letak
masalah yang ada.
Tujuan analisis laporan keuangan yang telah diungkapkan oleh beberapa ahli
diatas, peneliti simpulkan tujuannya adalah untuk mengetahui informasi keuangan
yang didapat dari hasil analisis agar dapat memprediksi kinerja suatu perusahaan di
masa mendatang dan menjadi alat dalam pengambilan keputusan. Keputusannya yaitu
berupa langkah perbaikan dalam kelemahan perusahaan, untuk penilaian kinerja
perusahaan, pembanding hasil yang dicapai dan mengetahui kekuatan perusahaan.
17
Menurut Munawir (2010:36), ada dua metode analisis yang digunakan oleh
setiap penganalisis laporan keuangan, yaitu:
a. Analisis Horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan
keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui
perkembangannya. Dalam melakukan analisis horisontal, suatu akun laporan
keuangan tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode
sebelumnya. Kenaikan atau penurunan jumlah pos tersebut dihitung sebagai
persentase kenaikan atau penurunan. Dalam membandingkan laporan dari dua
periode yang berbeda, laporan keuangan yang lebih awal selalu dijadikan dasar
perhitungan untuk analisis horizontal.
b. Analisis Vertikal adalah membandingkan masing-masing pos dalam periode
berjalan dengan jumlah total pada laporan yang sama dapat bermanfaat untuk
menyoroti hubungan yang signifikan dalam laporan keuangan. Dalam analisis
vertikal terhadap neraca, masing-masing pos aktiva dinyatakan sebagai persen
dari total aktiva. Masing-masing pos kewajiban dan ekuitas pemilik dinyatakan
sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik. Dalam analisis vertikal
terhadap laporan laba-rugi, masing-masing pos dinyatakan sebagai persen dari
total pendapatan atau penghasilan. Analisis vertikal juga bisa diterapkan untuk
beberapa periode guna menyoroti perubahan hubungan sepanjang waktu.
yang harus dilakukan terhadap laporan keuangan itu antara lain rasio likuiditas, rasio
solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.
Menurut Fahmi (2012:58) ada 6 kelompok rasio keuangan yaitu sebagai berikut:
1. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menggambarkan sejauh mana suatu perusahaan
mempergunakan sumber daya yang dimilikinya guna menunjang aktivitas
perusahaan.
Rumus aktivitas secara umum ada 4 yaitu :
𝐶𝑜𝑠𝑡 𝑜𝑓 𝑔𝑜𝑜𝑑 𝑠𝑜𝑙𝑑
a. Inventory turnover : 𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒
b. Rata-rata periode : 𝐶𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡 𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠/360
pengumpulan piutang
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
c. Fixed assets turnover : 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝑎𝑠𝑠𝑒𝑡−𝑁𝑒𝑡
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
d. Total assets turnover : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡
2. Rasio Leverage adalah kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya
dimana dana yang dipakai bersumber dari hasil pinjaman.
Rasio Leverage secara umum ada 5 yaitu
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
a. Debt to total assets : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
b. Debt to equity ratio : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠ℎ𝑎𝑟𝑒ℎ𝑜𝑙𝑑𝑒𝑟𝑠 𝑒𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑡𝑎𝑥 (𝐸𝐵𝐼𝑇)
c. Time interest earned : 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒
𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑓𝑜𝑟𝑒 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑡𝑎𝑥 (𝐸𝐵𝐼𝑇)+𝑆𝑒𝑤𝑎
d. Fixed charge coverage : 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝐸𝑥𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒+𝑃𝑒𝑚𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑤𝑎
𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘+𝐷𝑒𝑝𝑟𝑒𝑐𝑖𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛
e. Times Interest earned : 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛 𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛
𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝑐𝑜𝑠𝑡+ (1−𝑇𝑎𝑥)
+
(1−𝑇𝑎𝑥)
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑡𝑢𝑛𝑎𝑖
e. Rasio Payout : 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
4. Rasio cakupan (coverage) adalah mengukur tingkat perlindungan bagi kreditor dan
investor jangka panjang.
𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
a. Rasio hutang terhadap : 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
total aktiva
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 & 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
b. Berapa kali bunga dihasilkan : 𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎
Sedangkan menurut Horngren dan dkk dialih bahasakan Gina Gania, MBA dan
Danti Pujiati (2007:167), menggunakan rasio untuk membuat keputusan yaitu sebagai
berikut:
1. Mengukur kemampuan untuk membayar kewajiban lancar
a. Rasio lancar (current ratio) adalah mengukur kemampuan untuk membayar
kewajiban lancar dengan aset lancar.
𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
Rumus : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
b. Rasio cepat (quick ratio) adalah menginformasikan apakah suatu entitas dapat
membayar semua kewajiban lancarnya ketika jatuh tempo.
𝐾𝑎𝑠+𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖𝐽𝑘.𝑃𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘+𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Rumus : 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
2. Mengukur kemampuan untuk menjual persediaan dan menagih piutang
a. Perputaran persediaan (inventory turnover) adalah mengukur berapa kali suatu
perusahaan menjual rata-rata tingkat persediaannya selama tahun berjalan.
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
Rumus : 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛
b. Perputaran piutang usaha (account receivable turnover) adalah mengukur
kemampuan untuk menagih kas dari pelanggan kredit, semakin tinggi rasionya
maka semakin cepat penagihan kasnya.
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
Rumus : 𝑅𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
c. Hari penjualan dalam piutang (days sales in receivables) adalah mengukur
kemampuan menagih piutang. Hari penjualan dalam piutang menginformasikan
kita berapa jumlah hari penjualan yang masih ada dalam piutang usaha.
21
Untuk mengukur sudah baik atau perhitungan rasio tersebut, maka harus
dibandingkan dengan standar umum rasio yang ada. Dengan merujuk pada Kasmir
(2011:143,164,186,208), maka standar umum perusahaan dapat dilihat sebagai berikut
ini:
a. Standar Rasio Likuiditas
Jenis Rasio : Standar Industri
- Current Ratio : 2 kali
- Quick Ratio : 1,5 kali
- Cash Ratio : 50 %
- Cash Turnover : 10 %
- Inventory to Net Working Capital : 12 %
b. Standar Rasio Solvabilitas
Jenis Rasio : Standar Industri
- Debt to Asset Ratio : 35%
- Debt to Equity Ratio : 90 %
- LTDtER : 10 kali
- Times Interest Earned : 10 kali
- Fixed Charge Coverage : 10 kali
c. Standar Rasio Aktivitas
Jenis Rasio : Standar Industri
- Receivable Turnover : 15 kali
- Days of Receivable : 60 kali
- Inventory Turnover : 20 kali
- Day’s of Inventory : 19 hari
- Working Capital Turnover : 6 kali
- Fixed Assets Turnover : 5 kali
- Total Asset Turnover : 2 kali
d. Standar Rasio Profitabilitas
- Net Profit Margin : 20 %
- Return on Assets : 30 %
- Return on Equity : 40 %
- Gross Profit Margin : 30 %
- Operating Profit : 10,8%
2.2 Kinerja Keuangan
perusahaan pada suatu periode tertentu. Kinerja keuangan dapat dinilai dengan
beberapa alat analisis.
Menurut Munawir (2010:36-37), teknik analisis laporan keuangan terdiri dari :
1. Analisis perbandingan laporan keuangan, adalah metode dan teknik analisis dengan
cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dengan
menunjukkan:
a. Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah.
b. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.
c. Kenaikan atau penurunan dalam persentase.
d. Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio.
e. Persentase dalam total.
Analisis dengan menggunakan metode ini akan dapat diketahui perubahan-
perubahan yang terjadi dan perubahan mana yang memerlukan penelitian lebih
lanjut.
2. Trend atau tendensi atau posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang
dinyatakan dalam persentase (Trend Percentage Analysis), adalah suatu metode
atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi dari pada keadaan keuangannya,
apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun.
3. Laporan dengan persentase perkomponen (Common Size Statement), adalah suatu
metode analisis untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
terhadap total asetnya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan
komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
4. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, adalah suatu analisis untuk
mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui
sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
5. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas (Cash Flow Statement Analysis), adalah
suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau
untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode
tertentu.
6. Analisis Rasio, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari akun-
akun tertentu dalam neraca atau laporan laba-rugi secara individu atau kombinasi
dari kedua laporan tersebut.
7. Analisis Perubahan Laba Kotor (Gross Profit Analysis), adalah suatu analisis untuk
mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari suatu periode
ke periode yang lain atau perubahan laba kotor dari suatu periode dengan laba yang
di budgetkan untuk periode tersebut.
25
8. Analisis Break Even, adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan
yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak mengalami
kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan.
Dengan analisis ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau
kerugian untuk berbagai tingkat penjualan. Metode dan teknik analisis manapun yang
digunakan, kesemuan yaitu merupakan permulaan dari proses analisis yang diperlukan
untuk menganalisis laporan keuangan, dan setiap metode analisis mempunyai tujuan
yang sama yaitu untuk membuat agar data lebih dimengerti sehingga dapat digunakan
sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Penilaian kinerja setiap perusahaan berbeda-beda tergantung pada ruang lingkup yang
dijalankannya. Perusahaan yang bergerak pada sektor bisnis berbeda dengan
perusahaan pada sektor pertanian dan perikanan. Begitu juga pada perusahaan sektor
keuangan seperti perbankan memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan bisnis yang
lainnya. Karena perbankan adalah mediasi yang menghubungan mereka yang
memiliki kelebihan dana dengan yang memiliki kekurangan dana dan bank bertugas
untuk menjembatani keduanya.
Menurut Fahmi (2012:3) ada beberapa tahap dalam menganalisis kinerja keuangan
suatu perusahaan secara umum, yaitu:
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan.
Review ini dilakukan dengan tujuan agar laporan keuangan yang sudah dibuat
tersebut sesuai dengan penerapan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam dunia
akuntansi, sehingga dengan demikian hasil laporan keuangan tersebut dapat
dipertanggung jawabkan.
b. Melakukan perhitungan.
Penerapan metode perhitungan disini adalah disesuaikan dengan kondisi dan
permasalahan yang sedang dilakukan sehingga hasil dari perhitungan tersebut akan
memberikan suatu kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.
c. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh.
Dari hasil perhitungan yang sudah diperoleh tersebut kemudian dilakukan
perbandingan dengan hasil perhitungan dari berbagai perusahaan lainnya. Metode
yang paling umum dipergunakan untuk melakukan perbandingan ini ada 2 yaitu:
1. Timeseries analysis
Yaitu membandingkan antar waktu atau antar periode, dengan tujuan itu
nantinya akan terlihat secara grafik.
2. Cross sectional approach
Yaitu melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan rasio-rasio yang telah
dilakukan antar satu perusahaan dan perusahaan lainnya dalam ruang lingkup
yang sejenis yang dilakukan secara bersamaan.
d. Melakukan penafsiran (Interpretation) terhadap berbagai permasalahan yang
ditemukan.
28
Pada tahap ini analisis melihat kinerja keuangan perusahan adalah setelah dilakukan
ketiga tahap tersebut selanjutnya dilakukan penafsiran untuk melihatapa-apa saja
permasalahan dan kendala-kendala yang dialami oleh perbankan tersebut.
e. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap berbagai
permasalahan yang ditemukan.
Pada tahap terakhir ini setelah ditemukan berbagai permasalahan yang dihadapi
maka dicarikan solusi guna memberikan suatu input atau masukan agar apa yang
menjadi kendala dan hambatan selama ini dapat terselesaikan.
Dengan adanya tahapan dalam menganalisis kinerja keuangan akan memudahkan
pihak yang menilai kinerja untuk memeriksa hasil kinerja keuangan suatu perusahaan,
bagi pihak perusahaan dapat digunakan sebagai acuan dalam memperbaiki kesalahan
yang terjadi dimasalalu, membantu memecahkan masalah yang dihadapi sehingga
dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik dimasa yang akan datang.
2.2.4 Hubungan Kinerja Keuangan dengan Rasio Keuangan
Tabel 3
Penelitian Sebelumnya
1 Andhika Sukma Analisis Laporan Adapun hasil penelitian ini adalah diketahui
Rama Keuangan Untuk bahwa kinerja keuangan PT. Mitra Pratama
Universitas Mengukur Kinerja Mobilindo selama 3 tahun terakhir yaitu tahun
Muhammadiyah Keuangan (Studi Pada 2011-2013 kurang efisien dalam menghasilkan
Surakarta PT. Mitra Pratama laba dari penjualan dan total aktiva.
2015 Mobilindo di Sukoharjo Saran penelitiannya yaitu untuk meningkatkan
Tahun 2009-2013) tingkat likuiditas, perusahaan sebaiknya
mengurangijumlah hutang dan meningkatkan
aktiva, lalu perusahaan lebih memperhatikan
rasio solvabilitas agar dapatmeningkatkan
kinerja perusahaan, dan perusahaan sebaiknya
lebih memperhatikan tingkat penjualan
dikarenakan pasar otomotif yang sulit diprediksi.
2 Agus M dan Analisis rasio keuangan Bahwa kinerja keuangan pada PT BPR X di
Herdiyanto untuk mengukur kinerja Surakarta sudah cukup baik jika dilihat dari
2013 keuangan bank pada tingkat Likuiditas, Rentabilitas dan Resiko
salah satu BPR terbesar Usaha Bank pada periode tahun 2008 – 2010.
di Surakarta Saran penelitiannya yaitu PT. BPR di X
Surakarta hendaknya terus meningkatkan atau
mempertahankan dalam memberikan
pelayanan kepada nasabah agar mereka tidak
pindah ke BPR-BKK lain atau rentenir. BPR X
di Surakarta hendaknya selain memberikan
kredit juga memberikan bimbingan kepada
debitur untuk melakukan sebuah usaha
contohnya memberikan pinjaman terhadap para
pedagang atau pengusaha kecil yang sangat
membutuhkan dana serta memberikan
bimbingan pelatihan dalam berwirausaha.
30
Laporan keuangan
Kinerja Keuangan
Gambar 2
Paradigma Penelitian
33
BAB III
METODE PENELITIAN
33
34
- Solvabilitas
- Rasio Hutang 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 Rasio
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
atas Aktiva
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
- Rasio Hutang Rasio
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
atas Modal
35
Rasio Profitabilitas
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
a. Net Profit Margin = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
b. Return On Asset = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
c. Return On Equity = 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐾𝑜𝑡𝑜𝑟
d. Gross Profit Margin = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
Rasio Solvabilitas
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
[Link] Hutang atas Aktiva = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
[Link] Hutang atas Modal = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Gambar 3
Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
5139
40
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk pada tahun 2016 adalahsebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Linda Suryasari Wijaya Limantara
Komisaris : Indah Suryasari Wijaya Limantara
Komisaris : Arthur Tahya
Komisaris : Sukirta Mangku Djaja
Komisaris Independen : Drs. Pande Putu Raka, MA
Komisaris Independen : DR. Ramelan, S.H. M.H
Komisaris Independen : DR. Ir. Deddy Saleh
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Ko Po Cheng
Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih
Wakil Presiden Direktur : Frenky Loa
Wakil Presiden Direktur : Suresh Kilam
Direktur : Didi Harsa
Direktur : Lioe Djohan
Direktur : Suhendra Wiriadinata
Direktur : Kurniawan Yuwono
Direktur/ Sekretaris Perusahaan : Agustian R. Partawidjaja
Direktur Independen : Suryamin Halim
Komite Audit
Ketua : DR. Ramelan, S.H. M.H
Anggota : Aditiawan Chandra, Ph.D
Anggota : DR. Ir. Deddy Saleh
Komite Nominasi dan Remunerasi
Ketua : Drs. Pande Putu Raka, MA
Anggota : DR. Ramelan, S.H. M.H
Anggota : DR. Ir. Deddy Saleh
41
Uraian tugas yang terdapat pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk adalah
sebagai berikut:
a. Tugas utama Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
• Mengawasi kebijakan pengurusan dan pelaksanaannya serta memberikan
nasihat kepada Direksi.
• Membentuk komite-komite untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas
Dewan Komisaris serta melakukan evaluasi atas kinerja masingmasing komite.
• Mengambil alih sementara pengurusan Perseroan jika Perseroan tidak memiliki
seorangpun anggota Direksi.
b. Tugas utama Direksi adalah sebagai berikut:
• Menjalankan pengurusan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud
dan tujuan Perseroan.
• Menyelenggarakan RUPST dan RUPS lainnya sesuai peraturan perundang-
undangan dan Anggaran Dasar.
• Dalam rangka mendukung efektivitas tugasnya, Direksi dapat membentuk
Komite.
c. Tugas Komite Audit adalah memberikan rekomendasi dan membantu pelaksanaan
tugas dan fungsi Komisaris dalam melakukan pengawasan.
d. Tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi terkait Nominasi
adalah
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai komposisi
jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris, kebijakan dan
kriteria yang dibutuhkan dalam proses Nominasi, dan kebijakan evaluasi kinerja
bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris serta membantu
Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi dan/atau
anggota Dewan Komisaris berdasarkan tolok ukur yang telah disusun sebagai
bahan evaluasi.
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program
pengembangan kemampuan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan
Komisaris; dan mengusulkan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk
disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
e. Terkait Remunerasi, tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi
adalah
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai struktur
Remunerasi, kebijakan Remunerasi, dan besaran Remunerasi;
• Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian
Remunerasi yang diterima masing-masing anggota Direksi dan/atau anggota
Dewan Komisaris.
42
4.2 Penilaian Kinerja Keuangan pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Disini peneliti akan melakukan penilaian kinerja menggunakan 3 metode, yaitu
berdasarkan rasio keuangan, berdasarkan Standar Industri dan berdasarkan analisis
tren. Berikut ini adalah analisisnya .
4.2.1 Analisis Kinerja Keuangan berdasarkan Rasio Keuangan
1. Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
Perhitungan rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh
sebenarnya jumlah aset lancar perusahaan dapat menjamin utang dari kewajiban
jangka pendek. Berikut ini disajikan perhitungan current ratio PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun 2015:
Tabel 5
Current Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 733.740 430.972 1,70
2007 751.536 586.875 1,28
2008 917.324 761.320 1,20
2009 884.637 1.001.073 0,88
2010 1.091.628 1.081.897 1,01
2011 1.467.767 1.388.056 1,06
2012 1.676.978 999.308 1,68
2013 1.774.412 1.211.787 1,46
2014 1.657.506 1.200.115 1,38
2015 2.074.160 1.479.726 1,40
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Pada tahun 2007 turun disebabkan adanya peningkatan pinjaman jangka pendek
dan kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tahun
2007.
Pada tahun 2008 turun disebabkan peningkatan pada hutang usaha dan beban
yang masih dibayar dimuka dan lebih besar peningkatan pada kewajiban dibandingkan
aset.
Pada tahun 2009 penurunan likuiditas terutama disebabkan adanya peningkatan
pinjaman jangka pendek dan kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun.
43
Pada tahun 2010 kenaikan likuiditas disebabkan adanya peningkatan pada aset
lancar perusahaan, khususnya piutang usaha, persediaan serta uang muka dan biaya
dibayar dimuka.
Pada tahun 2011 kenaikan likuiditas disebabkan adanya peningkatan pada aset
lancar perusahaan yang lebih besar daripada peningkatan liabilitas jangka pendek.
Peningkatan pada aset lancar terutama pada akun persediaan, uang muka dan biaya
dibayar dimuka serta aset lancar lainnya.
Pada tahun 2012 kenaikan likuiditas ini disebabkan adanya peningkatan pada
aset lancar perusahaan dan juga penurunan liabilitas jangka pendek, peningkatan pada
aset lancar terutama pada akun kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan dan pajak
dibayar dimuka, sedangkan penurunan pada liabilitas jangka pendek terutama
disebabkan oleh turunnya pinjaman, wesel bayar dan obligasi yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun.
Pada tahun 2013 penurunan tingkat likuiditas disebabkan oleh peningkatan
liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman, wesel bayar dan obligasi yang
akan jatun tempo dalam waktu satu tahun.
Pada tahun 2014 penurunan likuiditas disebabkan oleh turunnya aset lancar
terutama persediaan dan aset lancar lainnya.
Pada tahun 2015 tidak ada perubahan yang signifikan pada tingkat likuiditas
pada tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014.
Dilihat dari perhitungan current ratio yang terdapat pada tabel 5, hal ini
menunjukkan bahwa aset lancar perusahaan ini mampu untuk memenuhi utang lancar
karena aktiva lancar lebih besar dibandingkan dengan hutang lancar.
b. Quick Ratio
Perhitungan rasio ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan aset lancar yang
likuid dalam memenuhi kewajiban lancar, persediaan tidak diikutsertakan karena
relatif sulit untuk dicairkan menjadi [Link] ini disajikan perhitungan quick ratio
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun
2015:
Tabel 6
Quick Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Aktiva Lancar Persediaan Hutang Lancar Quick Ratio
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 733.740 368.186 430.972 0,85
2007 751.536 411.096 586.875 0,58
2008 917.324 470.340 761.320 0,59
2009 884.637 423.338 1.001.073 0,46
2010 1.091.628 568.668 1.081.897 0,48
44
Dilihat dari perhitungan rasio yang terdapat pada tabel 6, hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan tidak dapat menjamin utang lancar dengan menggunakan aset
lancar yang likuid karena dari indikator tersebut hutang lancar lebih besar
dibandingkan dengan aset lancar yang dikurangi dengan persediaan, sehingga
perhitungan rasionya di bawah angka minimal 1. Semakin besar angka rasio ini
semakin baik bagi perusahaan karena perusahaan semakin mampu menjamin utang
lancarnya dengan aktiva yang lebih lancar yang dimiliki perusahaan.
c. Cash Ratio
Perhitungan rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar utang lancar dengan mengunakan aktiva yang lebih likuid untuk membayar
kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan kas yang [Link] ini disajikan
perhitungan cash ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006
sampai dengan tahun 2015:
Tabel 7
Cash Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Kas Hutang Lancar Cash Ratio
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 40.653 430.972 0,09
2007 20.747 586.875 0,04
2008 44.038 761.320 0,06
2009 55.924 1.001.073 0,06
2010 61.615 1.081.897 0,06
2011 58.898 1.388.056 0,04
2012 141.194 999.308 0,14
2013 75.107 1.211.787 0,06
2014 119.325 1.200.115 0,10
2015 171.970 1.479.726 0,12
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
45
Dilihat dari perhitungan pada tabel 7, diketahui bahwa perusahaan tidak bisa
menjamin utang lancar dengan menggunakan kas dan setara kas karena angka rasio
perusahaan ini dibawah angka minimal 1. Semakin besar angka rasio ini semakin baik
bagi perusahaan karena perusahaan semakin mampu menjamin utang lancarnya
dengan aktiva yang lebih lancar yang dimiliki perusahaan.
2. Rasio Solvabilitas
a. Total utang atas aktiva (Debt to asset ratio)
Perhitungan Rasio ini bertujuan untuk menggambarkan sampai sejauh mana
hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Berikut ini disajikan perhitungan debt to asset ratio
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun
2015:
Tabel 8
Debt to Asset Ratio PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Total Aktiva Total Hutang DAR
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (kali)
2006 5.279.337 3.423.017 0,65
2007 5.487.791 3.539.643 0,65
2008 5.967.962 3.817.393 0,64
2009 5.813.500 3.821.508 0,66
2010 5.925.112 3.918.065 0,66
2011 6.318.835 4.295.732 0,68
2012 6.647.500 4.574.704 0,69
2013 6.777.194 4.483.196 0,66
2014 6.519.273 4.118.760 0,63
2015 7.038.412 4.415.317 0,63
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Hal ini dibuktikan indikator total aktiva lebih besar dari total hutang. Rasio ini
dikatakan semakin baik apabila semakin rendah angka rasio atau total aktiva semakin
memiliki kemampuan untuk menjamin total utang perusahaan.
Dari perhitungan tabel 9, diketahui bahwa setiap tahun perusahaan tidak mampu
menjamin keseluruhan utang dengan modal yang dimiliki perusahaan, karena total
hutang perusahaan lebih besar dari modal sendiri yang dimiliki oleh perusahaan. Hal
ini ditunjukkan dengan perhitunganrasio perusahaan diatas angka maksimal yaitu 1.
Rasio ini dikatakan semakin baik apabila semakin rendah angka rasio, sebab total
utang perusahaan dapat dijamin dengan modal sendiri.
3. Rasio Profitabilitas
a. Net Profit Margin (NPM)
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan berapa besar persentase laba bersih yang
diperoleh dari setiap penjualan. Berikut ini disajikan perhitungan net profit margin
47
PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun
2015:
Tabel 10
Net Profit Margin PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Laba Bersih Penjualan NPM
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (%)
2006 (185.300) 1.584.300 (11,70)
2007 91.834 1.879.377 4,89
2008 202.438 2.277.002 8,89
2009 (158.480) 1.773.400 (8,94)
2010 12.999 2.509.631 0,52
2011 16.056 2.559.942 0,63
2012 49.693 2.518.091 1,97
2013 221.202 2.651.473 8,34
2014 126.336 2.635.037 4,79
2015 222.747 2.834.278 7,86
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Dari hasil perhitungan yang terdapat pada tabel 10, diketahui bahwa perusahaan
pada tahun 2006 dan 2009 tidak menghasilkan keuntungan atau rugi, akan tetapi selain
tahun 2006 dan 2009 perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bersih dari
penjualan meskipun pada tahun 2010 dan 2011 presentasi yang dihasilkan kecil.
Semakin besar rasio NPM berarti semakin baik bagi perusahaan, karena semakin besar
keuntungan yang didapatkan dari penjualan.
b. Gross Profit Margin (GPM)
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan berapa besar presentase dalam
menghasilkan laba kotor yang diperoleh dengan meminimalkan beban pokok
penjualan. Berikut ini disajikan perhitungan gross profit margin PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun 2015:
Tabel 11
Gross Profit Margin PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Laba Kotor Penjualan GPM
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (%)
2006 289.200 1.584.300 18,25
2007 410.080 1.879.377 21,82
2008 506.664 2.277.002 22,25
48
Dari hasil perhitungan pada tabel 12, diketahui bahwa perusahaan tidak mampu
menghasilkan laba pada tahun 2006 dan tahun 2009, akan tetapi selain tahun 2006 dan
2009 perusahaan mampu menghasilkan keuntungan dari aktiva yang dimiliki.
Semakin besar rasio semakin baik bagi perusahaan, yang berarti perusahaan mampu
mengelola keseluruhan aktiva untuk menghasilkan laba.
d. Return on Equity (ROE)
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari ekuitas yang dimiliki, semakin tinggi rasio maka semakin baik.
Berikut ini disajikan perhitungan return on equity PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk,
yang diteliti tahun 2006 sampai dengan tahun 2015:
Tabel 13
Return on Equity PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Laba Bersih Modal Kerja ROE
Tahun
(dalam jutaan $) (dalam jutaan $) (%)
2006 (185.300) 1.856.031 (9,98)
2007 91.834 1.947.864 4,71
2008 202.438 2.150.303 9,41
2009 (158.480) 1.991.824 (7,96)
2010 12.999 2.006.910 0,65
2011 16.056 2.022.956 0,79
2012 49.693 2.072.564 2,40
2013 221.202 2.293.631 9,64
2014 126.336 2.400.135 5,26
2015 222.747 2.622.750 8,49
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Dari hasil perhitungan pada tabel 13, menunjukkan bahwa perusahaan pada
tahun 2006 dan 2009 tidak menghasilkan keuntungan atau rugi, akan tetapi selain
tahun 2006 dan 2009 perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bersih dari modal
yang dimiliki meskipun pada tahun 2010 dan 2011 presentasi yang dihasilkan kecil,
hal ini berarti perusahaan baik dalam mengelola modal sendiri untuk menghasilkan
laba selain tahun 2006 dan 2009 yang mengalami kerugian.
e. Operating Profit
Rasio ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan
dalam memaksimalkan penjualan untuk laba operasi. Berikut ini disajikan perhitungan
50
operating profit PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, yang diteliti tahun 2006 sampai
dengan tahun 2015:
Tabel 14
Operating Profit PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
Tahun 2006 – 2015
Pendapatan sebelum
Penjualan OP
Tahun pajak dan bunga
(dalam jutaan $) (%)
(dalam jutaan $)
2006 107.200 1.584.300 6,77
2007 224.573 1.879.377 11,95
2008 295.019 2.277.002 12,96
2009 (4.351) 1.773.400 (0,25)
2010 190.753 2.509.631 7,60
2011 78.457 2.559.942 3,06
2012 69.588 2.518.091 2,76
2013 173.491 2.651.473 6,54
2014 192.378 2.635.037 7,30
2015 327.141 2.834.278 11,54
Dari hasil perhitungan pada tabel 14, menunujukkan bahwa perusahaan pada
tahun 2009 mengalami kerugian, hal ini berarti penjualan pada tahun tersebut kecil
sehingga tidak mampu menanggung biaya-biaya operasional perusahaan dan
perusahaan menyebabkan kerugian. Semakin besar rasio maka perusahaan mampu
menekan biaya-biaya perusahaan sehingga laba operasi meningkat.
51
Tahun
Keterangan Rata-rata Standar
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1. Likuiditas
a. CR 1,70 1,28 1,20 0,88 1,01 1,06 1,68 1,46 1,38 1,40 1,31 >2
b. QR 0,85 0,58 0,59 0,46 0,48 0,56 0,79 0,72 0,66 0,82 0,65 > 1,5
c. AR 0,09 0,04 0,06 0,06 0,06 0,04 0,14 0,06 0,10 0,12 0,08 > 0,5
2. Solvabilitas
a. DAR 0,65 0,65 0,64 0,66 0,66 0,68 0,69 0,66 0,63 0,63 0,65 < 0,35
b. DER 1,84 1,82 1,78 1,92 1,95 2,12 2,21 1,95 1,72 1,68 1,90 < 0,9
3. Profitabilitas
a. NPM (11,70) 4,89 8,89 (8,94) 0,52 0,63 1,97 8,34 4,79 7,86 1,73 >20 %
b. GPM 18,25 21,82 22,25 9,90 17,50 12,81 13,02 16,99 17,22 21,52 17,13 >30 %
c. ROA (3,51) 1,67 3,39 (2,73) 0,22 0,25 0,75 3,26 1,94 3,16 0,84 >30%
d. ROE (9,98) 4,71 9,41 (7,96) 0,65 0,79 2,40 9,64 5,26 8,49 2,34 >40 %
e. Operating Profit 6,77 11,95 12,96 (0,25) 7,60 3,06 2,76 6,54 7,30 11,54 7,02 > 10,8 %
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
51
52
Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 15, dapat dijelaskan secara berturut-turut
sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas
Likuiditas adalah suatu alat untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan
untuk memenuhi atau membayar hutang yang harus dibayar tepat pada waktunya,
dapat dilakukan dengan memperbandingkan aktiva dengan hutang yang dibayar pada
waktu tertentu dalam perhitungan waktu jangka pendek. Untuk penelitian ini, penulis
hanya menggunakan tiga jenis rasio, yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar)
Hasil perhitungan menunjukkan berapa kali aset lancar dapat membiayai hutang
lancar perusahaan. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik kinerja keuangan
perusahaan yang ditunjukkan. Menurut Kasmir (2011:143) standar industri current
ratio adalah sebanyak 2 kali. Dilihat dari analisis data pada tabel 15, ternyata bahwa
rata-rata rasio lancar PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk selama sepuluh tahun terakhir
hanya dicapai sebesar 131%. Ini berarti bahwa rasio lancar PT. Indah Kiat Pulp dan
Paper Tbk masih berada dibawah rata-rata industri, atau hanya sekitar 1,31 kali.
Artinya bahwa aktiva lancar mampu menjamin hutang lancar hanya sebanyak 1,31
kali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan
Paper Tbk selama sepuluh tahun berturut-turut memperlihatkan kinerja keuangan
dengan kategori “cukup baik”.
b. Quick Ratio (Rasio Cepat)
Hasil perhitungan analisis data pada tabel 15, dapat dijelaskan bahwa rata-rata
rasio cepat pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk sebesar 65% data, 0,65 kali, berada
dibawah standar rasio yang dikemukakan Kasmir (2011:143) adalah 1,5 kali. Artinya
bahwa setiap Rp. 1 kewajiban lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar yang cepat cair
sebesar Rp 0,65. Harga ini apabila dibandingkan dengan standar rasio industri, maka
dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa besarnya rasio cepat hanya mampu menjamin
kewajiban lancar sebesar 0,65 kali. Hal ini memperlihatkan kinerja keuangan PT.
Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk dikategorikan “cukup baik”.
c. Cash Ratio (Rasio Kas)
Hasil analisis data pada tabel 15, bahwa rata-rata rasio kas PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk selama sepuluh tahun terakhir hanya sebesar 8%, sementara standar
industri rasio kas menurut Kasmir (2011:143) sebesar 50%. Ini berarti bahwa besarnya
kas dan setara kas hanya mampu menjamin kewajiban lancar sebesar 8% atau dengan
kata lain bahwa Rp. 0,5 kewajiban lancar hanya dapat dijamin oleh kas dan setara kas
sebesar Rp. 0,08. Hal ini memperlihatkan bahwa kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp
dan Paper Tbk dikategorikan “kurang baik”.
53
2. Rasio Solvabilitas
Dalam penelitian ini, penulis hanya menggunakan dua jenis rasio solvabilitas
yaitu “Debt to total asset ratio (DAR) dan Debt to equity ratio (DER). Dengan hasil
analisis sebagai berikut:
a. Debt to Total Asset Ratio (DAR)
Semakin rendah rasio ini menunjukkan bahwa semakin baik keadaan keuangan
perusahaan. Standar industri untuk rasio ini menurut Kasmir (2011:164) adalah
sebesar 35%. PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk memiliki rata-rata DAR selama
sepuluh tahun terakhuir sebesar 65% berada di atas standar industri. Hal ini
menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk dilihat dari
idikator DAR dalam kategori “cukup baik”, karena perusahaan mampu menutup total
hutamg dengan aset yang dimiliki. Perusahaan memiliki total aset yang jauh lebih
besar dari total hutang.
b. Debt to Equity Ratio (DER)
Semakin tinggi rasio DER akan menunjukkan kinerja yang buruk bagi
perusahaan, maka perusahaaan harus berusaha agar DER bernilai rendah atau berada
di bawah standar industri yaitu 90% menurut Kasmir (2011:164). Ternyata hasil
analisis rasio menunjukkan bahwa rata-rata DER PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk
dari tahun 2006 sampai dengan 2015 sebesar 190%. Hasil ini menunjukkan bahwa
kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper TBK berada diatas standar industri,
ini memperlihatkan bahwa rata-rata kinerja keuangan dikategorikan “kurang baik”,
artinya tingkat kewajiban perusahaan lebih besar dibandingkan total ekuitas yang
dimiliki. Hal tersebut dikarenakan meningkatnya beban perusahaan di tahun 2009, lalu
hutang wesel jangka panjang yang meningkat dari tahun 2009 sampai dengan 2011
dan pinjaman bank yang bertambah di tahun 2012 sampai dengan 2015. Ini berdampak
buruk pada kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, karena semakin besar
total kewajiban perusahaan berarti beban bunga akan semakin besar dan mengurangi
keuntungan.
3. Rasio Profitabilitas
Dalam penelitian ini penulis menggunakan lima jenis rasio profitabilitas, yaitu:
a. Net Profit Margin (NPM)
Semakin tinggi rasio margin laba bersih (NPM), maka akan menujukkan baik
kinerja keuangan yang dicapai [Link] Kiat Pulp dan Paper Tbk. Menurut Kasmir
(2011:208) standar industri untuk rasio NPM adalah sebesar 20%. Hasil analisis data
pada tabel 15 menunjukkan bahwa rata-rata rasio NPM selama sepuluh tahun terakhir
hanya sebesar 1,73%. Angka ini jauh di bawah standar industri untuk rasio NPM.
Dengan kata lain kinerja keuangan perusahaan ini dalam kategori “kurang baik”,
54
e. Operating Profit
Standar industri operating profit adalah sebesar 10,80% menurut Kasmir
(2011:208). Dapat dilihat bahwa rata-rata besarnya opearting profit PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper Tbk selama sepuluh tahun terakhir sebesar 7,02% masih di bawah
standar industri. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum maksimal dalam
penjualan, bisa dilihat dari rata-rata operating profit masih di bawah standar industri.
Laba operasi perusahaan masih bisa menanggung biaya operasional, akan tetapi laba
operasional yang yang belum maksimal belum dikurangi dari beban lain-lain maka
perusahaan bisa menyebabkan kerugian. Kinerja keuangan perusahaan PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper Tbk dikategorikan “cukup baik”.
Rasio Likuditas
1,8
1,7 1,68
1,6
1,46
1,4 1,38 1,40
1,28
1,2 1,20
1,01 1,06
1
0,85 0,88
0,8 0,79 0,82
0,72
0,66
0,6 0,58 0,59 0,56
0,46 0,48
0,4
0,2 0,09 0,14 0,10 0,12
0,04 0,04 0,06
0 0,01 0,01 0,01
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
CR QR AR
(dalam kali)
56
Gambar 4
Grafik Rasio Likuiditas PT. Indah Kiat Pulp dan [Link] periode 2006-2015
berdasarkan trend analysis
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Grafik di atas berdasarkan dari data Rasio Likuiditas yaitu Rasio Current Ratio,
Quick Ratio dan Cash Ratio, kenaikan dan penurunan pada ketiga trend tersebut tidak
terlalu berbeda. Grafik di atas mengalami penurunan secara berangsur-angsur dari
tahun 2007 sampai dengan 2009, kondisi ini menunjukkan perusahaan untuk
membayar kewajiban lancar melalui aktiva lancar semakin menurun. Pada tahun 2009
perusahaan sudah bisa dikatakan tidak likuid karena presentase rasio sudah di bawah
100% kondisi ini disebabkan adanya peningkatan pada pinjaman jangka pendek dan
pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun sehingga
menyebabkan penurunan likuiditas.
Setelah tahun 2009 pada trend likuiditas mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun, sampai peningkatan tertinggi di tahun 2012. Hal ini disebabkan adanya
peningkatan pada aktiva lancar perusahaan yang lebih besar daripada peningkatan
kewajiban jangka pendek. Namun setelah tahun 2012 kondisi trend likuiditas naik dan
turun tetapi yang tidak terlalu signifikan. Dengan adanya grafik di atas yang terlihat
masih berfluktuatif, sebaiknya perusahaan menjaga konsistensi dalam mengatur
keseimbangan antara kewajiban lancar dan aktiva lancar.
Rasio Solvabilitas
4
3,5
2,5
2,12 2,21
2 1,92 1,95 1,95
1,84 1,82 1,78 1,72 1,68
1,5
1
0,65 0,65 0,64 0,66 0,66 0,68 0,69 0,66 0,63 0,63
0,5
0
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
DAR DER
(dalam kali)
57
Gambar 5
Grafik Rasio Solvabilitas PT. Indah Kiat Pulp dan [Link] periode 2006-2015
berdasarkan trend analysis
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
Grafik di atas diketahui bahwa grafik cenderung terlihat naik turun tetapi tidak
terdapat perubahan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun
2012 trend rasio DER cukup tinggi yang artinya resiko hutang terhadap modal sendiri
yang dimiliki perusahaan semakin tinggi setiap tahunnya dan pada grafik trend DAR
kondisi terlihat tetap karena setiap tahun kewajiban perusahaan meningkat tetapi
perkembangan aktiva perusahaan juga ikut meningkat. Jadi perusahaan mampu
menjamin kewajiban perusahaan dengan menggunakan total aktiva perusahaan.
Dengan adanya grafik yang terlihat naik turun walawpun tidak terlalu signifikan ,
sebaiknya perusahaan untuk mengelola total aktiva tidak terlalu tinggi yang bisa
menyebabkan perusahaan tidak mampu menjamin hutang lancarnya.
Rasio Profitabilitas
40
35
30
25
21,82 22,25 21,52
20
18,25 17,5 16,99 17,22
Axis Title
15
11,95 12,96 12,81 13,02
11,54
10 9,41 9,9 9,64 7,3
8,89 7,6 8,34 8,49
6,77 4,89 2,76 6,54 7,86
5 4,71 3,06 5,26
3,39 -0,25 0,65 2,4 3,26 4,79 3,16
0 -0,98 1,67 0,52
0,22 0,63 0,79 1,97 1,94
-2,73 0,25 0,75
-5 -3,51
-7,96
-10 -8,94
-11,7
-15
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
(dalam %)
Gambar 6
Grafik Rasio Profitabilitas PT. Indah Kiat Pulp dan [Link] periode 2006-2015
berdasarkan trend analysis
Sumber data: Data sekunder diolah 2017
58
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data melalui analisis rasio keuangan untuk mengukur
kinerja keuangan perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan rasio likuiditas
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
jangka pendeknya. Pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk diukur melalui
indikator current ratio, quick ratio dan cash ratio. Untuk current ratio dapat
dikatakan sehat karena memiliki rata-rata rasio di atas 1 atau 100% selama periode
penelitian yaitu sebesar 1,31 %. Untuk Quick ratio rata-ratanya adalah 0,65 %,
meskipun rasionya tidak mencapai angka 1 akan tetapi apabila mendekati 1 sudah
dapat dikatakan sehat. Dan yang terakhir adalah Cash Ratio, sama seperti quick
ratio semakin besar semakin baik meskipun tidak harus mencapai 1, adapun untuk
rata-ratanya adalah 0,077.
2. Kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan rasio solvabilitas
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
jangka panjang. Pada PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk diukur melalui indikator
Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio. Untuk Debt to Asset Ratio rata-
ratanya selama periode penelitian adalah 65%, pada kondisi ini aset masih lebih
besar dari hutang jadi masih termasuk kategori aman. Untuk Debt to Equity Ratio
rata-ratanya selama periode penelitian adalah 190%, pada kondisi ini hutang lebih
besar dari modal jadi sudah masuk kategori kurang aman.
3. Kinerja keuangan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk berdasarkan rasio
profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan PT. Indah Kiat
Pulp dan Paper Tbk dalam memperoleh laba atau keuntungan melalui indikator net
profit margin (NPM), gross profit margin (GPM), return on asset (ROA), return
on equity (ROE), dan operating profit. Dari indikator rasio menunjukkan rasio
yang berfluktuasi dan rata-rata rasio perusahaan berada di bawah rata-rata standar
industri, karena pada tahun 2006 dan tahun 2009 PT. Indah Kiat Pulp dan Paper
Tbk mengalami kerugian yang diakibatkan oleh biaya selisih rugi kurs yang terjadi
di tahun 2006 dan biaya beban bunga yang terjadi di tahun 2009 yang cukup besar
dan penjualan yang kurang maksimal. Sehingga dapat disimpulkan bawah kinerja
keuangan perusahaan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper Tbk pada kategori “kurang
baik”
59
60
5.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan sehubungan dengan analisis yang dilakukan
yaitu:
1. Untuk meningkatkan kinerja keuangannya melalui Rasio Likuiditas, maka
perusahaan sebaiknya berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan aktiva lancar
melalui peningkatan volume kas, penagihan piutang, investasi jangka pendek.
Dipihak lain sebaiknya perusahaan melakukan pengelolaan terhadap kewajiban
lancar, sehingga dapat terjadwalkan pelunasan secara tepat waktu dan terstruktur.
2. Untuk kinerja keuangan berdasarkan Rasio Solvabilitas yang berarti kurang baik.
Oleh sebab itu untuk meningkatkan kinerja keuangannya berdasarkan Rasio
Solvabilitas, maka perusahaan perlu mengambil kebijakan yang tepat dengan cara
mengurangi beban hutang jangka panjang sambil berupaya untuk meningkatkan
total aset (aktiva dan penambahan modal).
3. Untuk kinerja keuangan berdasarkan Rasio Profitabilitas yang berarti kurang baik.
Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kinerja keuangannya berdasarkan Rasio
Profitabilitas, maka perusahaan sebaiknya melakukan pengontrolan terhadap
peningkatan penjualan dan penekanan terhadap beban perusahaan sehingga laba
yang diperoleh dapat menjadi lebih besar.
DAFTAR PUSTAKA
Agus M dan Herdiyanto, 2013, Analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja
Keuangan bank pada salah satu BPR terbesar di Surakarta, Surakarta:
Universitas Muhammadiyah Surakarta, ISBN: 978-979-636-147-2
Andhika Sukma Rama, 2015, Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan (studi kasus PT. Mitra Pratama Mobilindo di Sukoharjo tahun 2009-
2013), Surakarta: Universitas Muhammadiyah, Jawa Tengah
Andra Kusumadiyanto, 2006, Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan Perusahaan pada Kelompok Industri, Bandung: Universitas
Widyatama, Jawa Barat
Hongren, Charles T dan Harrison, Walter T, 2007, Akuntansi Jilid 2, Penerbit:
Erlangga, Jakarta.
Irham Fahmi, 2012, Analisis Kinerja Keuangan, Penerbit: Alfabeta CV, Bandung.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2015, Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit: Salemba
Empat, Jakarta.
Kasmir, 2011, Analisa Laporan Keuangan edisi satu cetakan ke tujuh, Penerbit: Raja
Grafindo Persada, Jakata
Kieso, Donald E, Weygandt, Jerry J dan Warfield, Terry D, 2008, Akuntansi
Intermediate Jilid 3, Penerbit: Erlangga, Jakarta.
Munawir, 2010, Analisa Laporan Keuangan, Penerbit: Liberty, Yogyakarta
Mulyadi, 2007, Sistem perencanaan dan pengendalian manajemen, Penerbit: Salemba
empat, Jakarta
Retno Astuti, 2011, Analisis Laporan Keuangan sebagai Dasar dalam Penilaian
Kinerja Keuangan pada PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Tahun
2007-2009, Surakarta: Universitas Muhammadiyah, Jawa Tengah
Rosidah Masruroh, 2017, Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan dalam Rangka Mengetahui Tingkat Kesehatan pada Perum Perhutani
Jakarta, Bogor: Universitas Pakuan, Jawa Barat.
Sofyan Safri Harahap, 2009, Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Penerbit: Raja
Grafindo, Jakarta.
Stice, James D, Stice, Earl K dan Skousen, K. Fred, 2009, Akuntansi Keuangan,
Penerbit: Salemba Empat, Jakarta
Supriyono, RA, 2006, Sistem Pengendalian Manajemen, Penerbit: BFE, Yogyakarta
[Link]/
LAMPIRAN