0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan89 halaman

RKJM SMA Negeri 1 Brebes 2022-2026

Diunggah oleh

Hardi Hardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan89 halaman

RKJM SMA Negeri 1 Brebes 2022-2026

Diunggah oleh

Hardi Hardi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM)

SMAN 1 BREBES

TAHUN 2022 - 2026

TAHUN 2025

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BREBES
Jl. dr. Setiabudi No. 11 Telp. (0283) 671221
Email : sman1_bbs@[Link]
LEMBAR PENGESAHAN

SMA Negeri 1 Brebes telah mereviu dan menyusun kembali Rencana

Kerja Jangka Menengah (RKJM) Periode 2022 - 2026 yang dilakukan

oleh Tim Pengembang Sekolah dengan berdasarkan Evaluasi Diri

Sekolah dan Data Rapor Pendidikan.

Disahkan di : Brebes
Pada Tanggal : 22 Oktober 2024

Kepala SMA Negeri 1 Brebes Penanggungjawab


Program (Ketua TPS),

Samsul Maarif, S. Pd., M. Pd. Desi Lina Aripin, S. Pd.


NIP. 19690126 199802 1 001 NIP. 19791205 200501 2 012

Pengawas SMA

Drs. Rismono, M. Pd.


NIP. 19671204 199203 1 005

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi Jawa Tengah

Indri Astuti, S. IP., MH.


Pembina
NIP. 197803021998032004
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan segala Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kami semua,
sehingga kami dapat meriviu, menyusun kembali, dan menyelesaikan
Rencana Kerja Sekolah (RKJM) SMA Negeri 1 Brebes Periode 2022 –
2026.

Kami semua menyadari bahwa RKJM SMA Negeri 1 Brebes yang


kami susun masih sangat jauh dari sempurna, untuk itu dengan penuh
kerendahan hati kami mengharapkan masukan, kritik maupun saran dari
berbagai pihak yang berkompeten dan berkepentingan terhadap
kemajuan pendidikan, khususnya di SMA Negeri 1 Brebes untuk
perbaikan penysunan RKJM di masa yang akan datang.

Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua


pihak yang telah ikut meluangkan waktu, tenaga atau sumbangan
pemiikiran-pemikirannya dalam proses penyusunan dan reviu RKJM SMA
Negeri 1 Brebes ini.

Akhirnya kami berharap semoga RKJM ini dapat menjadi pedoman


penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Brebes untuk kurun waktu
4 tahun ke depan sehingga Visi, Misi, dan Tujuan SMA Negeri 1 Brebes
dapat tercapai dengan baik.

Brebes, 22 Oktober 2024


Tim Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul …………………………………………………………. i
Lembar Pengesahan …………………………………………………... ii
Kata Pengantar ………………………………………………………… iii
Daftar Isi ………………………………………………………………… iv
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………….. 1
A. Latar Belakang ………………………………………….. 1
B. Landasan Hukum ………………………………………. 4
C. Maksud dan Tujuan Penyusunan RKJM …………….. 8
D. Manfaat ………………………………………………….. 9
E. Ruang Lingkup RKJM ………………………………. 9
BAB II PROFIL SEKOLAH ……………………………..………… 11
A. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah …………………………. 11
B. Data Sekolah ……………………………………………. 18
BAB III PROSES PENYUSUNAN RKJM 22
A. Laporan Rapor Pendidikan …………………………….. 22
B. Rekomendasi Rapor Pendidikan ……………………… 43
C. Skala Prioritas …………………………………………… 54
BAB IV RENCANA KERJA 4 TAHUNAN ………………………………. 63
BAB V PENUTUP ........................................................................ 85
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rencana Kerja Jangka Menengah Sekolah merupakan sebuah
proses perencanaan atas semua hal dengan baik dan teliti untuk
mencapai tujuan pendidikan dalam jangka waktu 4 tahun. Dengan tujuan
ini sekolah dapat disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi
daerah, sosial budaya masyarakat, potensi sekolahd an kebutuhan
peserta didik. RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) disusun sebagai
pedoman kerja pengembangan sekolah, dan sebagai bahan acuan untuk
mengidentifikasi serta mengajukan sumber daya yang diperlukan.
Penyelenggaran pendidikan di Indonesia harus memenuhi standar mutu
yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan kedua
atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 memberikan panduan
yang jelas tentang standar mutu pada seluruh jenjang pendidikan
berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
Standar Nasional Pendidikan terdiri atas 8 standar yang harus
dipenuhi oleh setiap lembaga pendidikan sebagai penentu mutu, 8 standar
tersebut adalah : (1) Standar Kompetensi Lulusan, (2) Standar Isi, (3)
Standar Proses, (4) Standar Penilaian, (5) Standar Pendidikan dan
Tenaga Kependidikan, (6) Standar Sarana dan Prasarana, (7) Standar
Pengelolaan, dan (8) Standar Biaya Operasional. Demikian juga adanya
kebijakan kementerian pendidikan tentang kewajiban sekolah untuk
menciptakan lulusan sebagai pelajar Pancasila. dengan demikian,
disamping sekolah harus melaksanakan secara patuh pada 8 SNP
tersebut maka sekolah juga harus dinamis, inovatif, adaptif, dan proaktif
terhadap perubahan kebijakan, perubahan regional, maupun perubahan
global. Jika sekolah bisa memenuhi 8 SNP dan mampu beradaptasi
dengan perubahan global bisa dipastikan (kompetensi lulusan) akan

1
memiliki keunggulan dan mampu berdaya saing dengan sekolah lain
bahkan berdaya saing dengan negara lain.

Dengan demikian ukuran ideal dari sebuah lembaga pendidikan


akan sangat ditentukan oleh mutu lulusan, karena pada dasarnya mutu
lulusan sangat berbanding lurus dengan mutu layanan pendidikan yang
merupakan akumulasi yang berimbang dari 7 SNP diluar standar
kompetensi lulusan. Lulusan yang bermutu setidaknya memenuhi 9 area
kompetensi sebagai berikut : (1) keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa, (2) kebangsaan dan cinta tanah air, (3) karakter pribadi
dan sosial, (4) literasi, (5) kesehatan jasmani dan rohani, (6) kreativitas,
(7) estetika, (8) kemampuan teknis; dan (9) kewirausahaan.

Saat ini Kemdikbud Ristek RI telah memberlakuan kurikulum baru


yang disebut Kurikulum Merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)
menghadirkan perubahan-perubahan yang sangat signifikan. Struktur
Kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah menjadi acuan satuan
pendidikan untuk mengembangkan kurikulum menuju tercapainya profil
pelajar Pancasila dapat ditambahkan dengan kekhasan satuan pendidikan
sesuai dengan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan. Struktur kurikulum
ini berisi kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan projek penguatan
profil pelajar Pancasila. Dalam hal ini sekolah dituntut dapat melakukan
perubahan-perubahan mendasar untuk mewujudkan tujuan pendidikan
yaitu menciptakan profil pelajar Pancasila.

Kondisi riil atau kondisi nyata SMA Negeri 1 Brebes berdasarkan


raport pendidikan dari Dapodik tahun 2022 secara umum memiliki nilai
rata-rata capaian di atas nilai-rata tingkat Kabupaten, Provinsi, dan
Nasional. Hasil lengkap capaian raport pendidikan SMA Negeri 1 Brebes
Tahun 2022 dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut.

2
Tabel 1.1 Laporan Raport Pendidikan dari Dapodik Tahun 2024*)

No. Indikator Label Capaian


2024
1 Kemampuan literasi 91,11%
2 Kemampuan Numerasi 86,67 %
3 Karakter 57, 96%
4 Kualitas Pembelajaran 61, 69%
5 Iklim keamanan satuan pendidikan 73, 13%
6 Iklim kebhinekaan 72, 72 %

Dari Tabel 1.1 di atas menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan


dalam pemenuhan SNP khususnya pada standar sarana prasara. Oleh
karena itu standar sarana prasarana harus lebih diprioritas
pemenuhannya, selanjutnya diikuti dengan pemenuhan standar pendidik
dan tenaga kependidikan (PTK), dan standar pembiayaan. Sedangkan
standar kompetensi lulusan, strandar isi, standar proses, standar penilaian
pendidikan, dan standar pengelolaan pendidikan menjadi bagian standar
yang terus diperkuat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
sekolah. Pada tahun 2024 Kemdikbudristek RI telah merilis laporan hasil
Rapor Pendidikan yang diolah dari ANBK, Sulingjar guru dan PTK SMAN
1 Brebes

Adanya kesenjangan yang terjadi pada pemenuhan SNP di SMA


Negeri 1 Brebes dan belum optimalnya nilai pada raport pendidikan pada
beberapa aspek ini menjadi alasan perlunya disusun Rencana
Pengembangan Sekolah baik untuk jangka menengah atau Rencana
Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan rencana jangka pendek atau
Rencana Kerja Tahunan (RKT). RKJM dan RKT yang disusun disesuaikan
dengan visi, misi, dan tujuan sekolah, sehingga SMA Negeri 1 Brebes
dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal dan memenuhi
SNP, serta mampu berkompetisi ditingkat lokal maupun regional.

RKJM ini awalnya disusun dan dirancang untuk periode waktu


2022–2026. Namun karena pemerintah melalui Kemdikbud telah mulai

3
menerapkan Kurikulum Merdeka dan telah dilaksanakan serantak di
Provinsi Jawa Tengah per-tahun ajaran 2024/2025, maka SMA Negeri 1
Brebes memandang perlu untuk dilakukan revisi-revisi sesuai kebutuhan.
Dalam hal ini RKJM tahun 2025 SMA Negeri 1 Brebes ini merupakan
RKJM 2022 – 2026 revisi dan digunakan untuk dasar penyusunan RKT
tahun 2025.

B. Landasan Hukum

Landasan penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah SMA


Negeri 1 Brebes Tahun 2022-2026 adalah:

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002
sebagaimana telah diubah melalui Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
3. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah, dan UU Nomor 9 Tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2014.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022
Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun
2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2010
tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007
tentang Pembagian Wewenang antara Pemerintah, Pemerintahan
Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2017
tentang Guru.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

4
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008
tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor.
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.
12. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010
tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun
2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya.
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun
2014 tentang Ekstra kurikuler
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun
2014 tentang Kepramukaan
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun
2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah
18. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan
Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan
Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013;
19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun
2014 tentang Muatan Lokal
20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun
2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan
Menengah;

5
21. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 158 Tahun
2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester Pada
Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah;
22. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun
2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
23. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh
Pemerintah melalui Ujian Nasional, dan Penilaian Hasil Belajar oleh
Satuan Pendidikan melalui Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan
Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang sederajat dan SMA/MA/SMK
atau yang sederajat.
24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 tahun
2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan
Menengah.
25. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah
26. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang
Pendidikan Menengah
27. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar
Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah
28. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Standar
Penilaian Pendidikan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah

6
29. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh
Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah
30. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2018
tentang Penilaian Hasil Pembelajaran oleh Satuan Pendidikan dan
Pemerintah.
31. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36 tahun
2018 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah.
32. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 tahun
2018 tentang Perubahan KI KD Kurikulum 2013 Pendidikan Dasar
dan Menengah.
33. Peraturan Daerah Jawa Tengah Nomor 9 tahun 2012 tentang
Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa;
34. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 tahun 2013 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Jawa Tengah Nomor 9
tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa;
35. Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 420/015552/2013 tanggal
30 Agustus 2013 tentang Pembelajaran Bahasa Jawa di Propinsi
Jawa Tengah;
36. Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor
424/13242 Tanggal 23 Juli 2013 Tentang Implementasi Muatan Lokal
Bahasa Jawa di Jawa Tengah;
37. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor
423.3/14995 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Jawa untuk
jenjang Pendidikan SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/[Link],
SMA/SMALB/MA dan SMK/MAK Negeri dan Swasta di Provinsi Jawa
Tengah.
38. Panduan Kerja Kepala Sekolah, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Dan Menengah 2017.

7
C. Maksud dan Tujuan Penyusunan RKJM

1. Maksud Penyusunan

Maksud dari penyusunan Rencana Kerja Jangka


Menengah SMA Negeri 1 Brebes Tahun 2022 - 2026 adalah:

a. sebagai agenda utama yang menentukan arah pembangunan


pendidikan di . SMA Negeri 1 Brebes yang berisi pernyataan
tentang visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi
pencapaiannya melalui penetapan kebijakan, program, dan
kegiatan;
b. sebagai salah satu wujud akuntabilitas, transparansi, dan
pernyataan mutu kepada para pemangku kepentingan yang
dinyatakan melalui perencanaan jangka menengah; dan
c. sebagai pedoman bagi penyusunan rencana kerja (renja)
tahunan/jangka pendek.

2. Tujuan Penyusunan

Tujuan penyusunan Rencana Strategis SMA Negeri 1


Brebes Tahun 2022-2026 adalah:

a. Untuk mengatur distribusi sumber daya terhadap program-


program dan kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan
dilaksanakan dalam rangka mencapai visi, misi, dan tujuan
serta sasaran lembaga;
b. Untuk mengukur dan mengevaluasi hasil-hasil yang dicapai
(kinerja) dengan membandingkan antara tujuan-tujuan dan
sasaran-sasaran yang ditentukan dan realisasinya; dan
c. Untuk mengendalikan kesinambungan pembangunan
pendidikan di SMA Negeri 1 Brebes dari satu periode ke
periode berikutnya sehingga menjamin ketercapaian visi,
tujuan, dan sasaran yang ditetapkan.

8
D. Manfaat

Manfaat dari penyusunan Rencana Strategis SMA Negeri 1


Brebes tahun 2022-2026 adalah untuk memberi arah dan bimbingan
para pelaku di sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan
sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko
yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Dengan
adanya RKJM diharapkan dapat dijadikan sebagai: (1) pedoman kerja
untuk perbaikan dan pengembangan sekolah, (2) sarana untuk
melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan
sekolah, serta, (3) bahan untuk mengajukan usulan pendanaan
pengembangan sekolah.

E. Ruang Lingkup RKJM


Ruang lingkup proses penyusunan RKJM dilakukan melalui tiga
tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap perumusan RKJM, dan diakhiri
pengesahan RKJM. Adapun alur proses penyusunan RKJM dapat
diuraikan sebagai berikut :
1. Persiapan
Pada tahap persiapan ini kepala sekolah membentuk tim perumus
RKJM yang disebut Tim Pengembang Sekolah (TPS). Tim ini
berasal dari unsur guru, manajemen sekolah dan kepala sub
bagian tata usaha.
2. Perumusan RKJM
Perumusan RKJM mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menyusun analisis SWOT (strengths, weaknesses,
opportunities, dan threats). Analisis ini bertujuan untuk
mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh SMA Negeri 1
Brebes, yaitu dengan cara membandingkan antara ”apa yang
diinginkan (harapan)” dengan ”apa yang ada saat ini ” di SMA
Negeri 1 Brebes, atau upaya untuk mempertahankan suatu
keberhasilan yang telah dicapai sekolah.

9
b) Menyusun analisis kesenjangan untuk membandingkan
kekuatan dan kelemahan sekolah juga mempertimbangkan
peluang dan ancamannya.
c) Menentukan alternatif pemecahan dan merumuskan solusi
untuk mengurangi kelemahan sekolah dan menghilangkan
ancaman yang mungkin terjadi.
d) Penyusunan time line atau sebaran waktu kegiatan yang akan
dicapai pada setiap program.
3. Pengesahan RKJM
RKJM setelah tuntas disusun oleh Tim Pengembang Sekolah
(TPS), maka ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan Ketua
Komite Sekolah. Pengesahan oleh Kepala Cabang Dinas
Pendidikan setelah diverivikasi oleh pengawas SMA.

10
BAB II
PROFIL SEKOLAH

A. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Brebes adalah


sekolah yang dibangun di atas lahan 10.039 m2 beralamat di Jl. dr.
Setiabudi No. 11 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Provinsi
Jawa Tengah dan didesain untuk membuat lingkungan sekolah
menjadi lingkungan yang menyatukan (keluarga, masyarakat, dan
sekolah), mempunyai siswa sejumlah 1.177 orang, guru 59 orang dan
karyawan sejumlah 19 orang.
SMA Negeri 1 Brebes sebagai sekolah rujukan di Kabupaten
Brebes tahun 2016 dan sekolah berbasis riset pada tahun 2020, saat
ini menerapkan system kurikulum yaitu Kurikulum Merdeka. Sejak
awal berdiri proses pendidikan di SMA Negeri 1 Brebes
mengembangkan 3 aspek, akademik, kepribadian, riset dan life skill.
Lulusan SMA Negeri 1 Brebes tidak hanya unggul di bidang intelektual
akademik, tetapi juga mempunyai kepribadian yang luhur, serta
penguasaan life skill yang mantap.
Siswa SMA Negeri 1 Brebes berasal dari sekitaran zonasi
kecamatan Brebes, Kecamatan Wanasari, Kecamatan Jatibarang, dan
Kecamatan Margadana Kota Tegal, sesuai dengan juknis PPDB
Provinsi Jawa Tengah, yang tentunya heterogen dalam hal
kemampuan ekonomi keluarganya. Terdata bahwa 30% siswa berasal
dari keluarga pra-sejahtera, sedangkan 70% siswa berasal dari
keluarga sejahtera. Tahun ajaran 2024/2025 SMA Negeri 1 Brebes
meluluskan siswanya 394 dan yang sudah diterima di perguruan tinggi
melalui jalur SNBP, SNBT, Kedinasan sebanyak 145 siswa serta
siswa yang telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.
Sesuai dengan visi dan misi SMA Negeri 1 Brebes merintis

11
sekolah riset yang bertujuan untuk mewadahi kemampuan guru dan
siswa dalam melaksanakan penelitian sehingga menjadi siswa atau
guru yang produktif dalam menganalisis sebuah keadaan lingkungan
sekolah dan perkembangannya. SMA Negeri 1 Brebes memiliki
keunggulan secara terpadu dalam prestasi akademik, kualitas
kedisiplinan dan keterampilan dalam bidang penelitian (riset). SMA
Negeri 1 Brebes merupakan Sekolah Berbasis Riset (SBR) yang
dikembangkan oleh sekolah sendiri, guna mewujudkan keunggulan
ini, sistem dirancang sedemikian rupa agar kondusif, harmonis
dengan lingkungan sekolah dan membudaya. Sistem yang dirancang
merupakan kekhasan di SMA Negeri 1 Brebes disamping
mengadopsi dari beberapa model yang sudah ada. Sebagai sekolah
berbasis riset yang akan mengembangkan keunggulan tersebut,
seiring dengan perjalanan waktu dan perubahan yang terjadi di
masyarakat, maka SMA Negeri 1 Brebes terus menambah content
(isi), merubah context (realitas) dan terus mengembangkan capacity
(kapasitas) sesuai dengan visi SMA Negeri 1 Brebes.
Konsep Sekolah Berbasis Riset (SBR) menjadi model
pengembangan sekolah, dengan dikembangkan dan dikelola
berdasarkan landasan kebijakan dari sekolah, maka dengan konsep
SBR, sekolah akan dikembangkan melalui riset. Program ini tentunya
sejalan dengan KTSP yang memberikan wewenang kepada sekolah
untuk mengembangkan model pembelajaran, aktivitas sekolah, dan
kegiatan kesiswaan yang lebih khas karena berpangkal pada potensi
dan kondisi sekolah.
Program yang dikembangkan dalam Sekolah Berbasis Riset
(SBR) di SMA Negeri 1 Brebes adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan Aplikasi/Website “SIRSA” yaitu Aplikasi Sistem
Informasi Riset SMANSABES. Aplikasi ini berisi tentang data
penting karya tulis peserta didik, dalam aplikasi ini juga akan
mengintegrasikan teknis dalam penulisan karya tulis.

12
2. THTR (Tiada Hari Tanpa Riset), yaitu program yang berisi
mengenai upaya sekolah dalam mendorong peserta didik untuk
menulis yang diaplikasikan dengan selalu mengikuti lomba/event
yang berkaitan dengan lomba karya tulis ilmiah/penelitian/riset.
3. 3 in 1 (Tiga Tahun 1 Karya), yaitu program yang berkaitan dengan
tujuan sekolah yang menginginkan setiap peserta didik ketika
lulus minimal menghasilkan satu karya tulis ilmiah yang
diintegrasikan dengan SIRSA dan akan dibuktikan dengan buku
tahunan riset.
Keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh itikad
dan kemauan pimpinan sekolah, mengajak semua peserta didik dan
guru di sekolah untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan
pengembangan sekolah yang dilakukan setelah melalui kegiatan riset.
Selain Sekolah Riset yang akan menjadi program unggulan
SMA di SMA Negeri 1 Brebes, juga mengembangkan sekolah yang
siap mengantarkan lulusannya ke jenjang lebih tinggi melalui sukses
SNBP dan SNBT. Program unggulan yang lain adalah pelaksanaan
Supervisi akademik untuk guru mengajar dilaksanakan oleh Kepala
Sekolah, dan Perpustakaan Berstandar Nasional. Pelaksanaan
supervisi dijadwalkan sesuai dengan waktu kelas pada saat guru
mengajar.
Dalam menentukan strategi pelayanan pembelajaran, SMA
Negeri 1 Brebes telah menyusun analisis konteks yang menjadi
pertimbangan strategis, yaitu:
1) Menganalisis kebutuhan pelayanan pembelajaran agar strategi
pelayanan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam meningkatkan
kompetensi dalam membangun daya saing lokal, nasonal, dan
global yang direalisasikan dalam berbagai program berikut:
a) Peningkatan karakter yang berkepribadian Indonesia.
b) Peningkatkan kemampuan berkomunikasi.
c) Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi yang

13
diintegrasikan dengan keterampilan mengelola informasi.
d) Penguasaan keterampilan kolaborasi pada jejaring lokal,
nasional, bahkan jejaring internasional terutama melalui
jejaring teknologi.
e) Meningkatkan tanggung jawab pengembangan individu
dalam kolaborasi siswa antar sekolah dalam ruang lingkup
lokal, nasional, maupun global.
2) Meningkatkan pemanfaatan sumber daya pendidik dan
tenaga kependidikan terhadap media belajar dengan
meningkatkan pemanfaatan multi media, menggunakan sumber
kepustakaan manual dan elektronik, menggunakan sumber daya
lingkungan alam dan sosial untuk meningkatkan penguasaan
fakta, konsep, prosedur dan metakognitif.
3) Meningkatkan efektivitas sumber daya lokal untuk penguatan jati
diri kedaerahan dalam rangka meningkatkan keunggulan budaya
pada konteks nasional dan global.
4) Memberdayakan sumber daya yang dimiliki sekolah dan
lingkungan sekitar untuk mendukung efektivitas kegiatan
intrakurikuler, ko-kuikuler dan ekstrakurikuler.
Adapun visi, misi dan tujuan SMA Negeri 1 Brebes sebagai
berikut:

1. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah


1) Visi Sekolah
“Berakhlak Mulia, Sadar Lingkungan, Berprestasi,
Berwawasan Global, dan Berbasis Teknologi Informasi”
Dengan visi tersebut diharapkan setiap kegiatan sekolah
mengacu pada peningkatan prestasi hasil belajar untuk
meningkatkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di
tingkat nasional maupun global yang semakin ketat. Sesuai dengan
tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertulis dalam Undang-

14
undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
maka budi pekerti luhur harus senantiasa disertakan dalam setiap
usaha untuk meningkatkan prestasi peserta didik.
2) Misi Sekolah
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) kepada
Tuhan Yang Maha Esa melalui kegiatan intrakulikuler,
ekstrakulikuler dan kokulikuler.
2. Menumbuhkan sikap kepedulian terhadap lingkungan baik
sosial maupun fisik.
3. Mengembangkan potensi dan prestasi peserta didik dalam
bidang akademik dan non-akademik.
4. Menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke
Perguruan Tinggi.
5. Mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada
pendidikan kewirausahaan.
6. Membentuk peserta didik yang unggul dan berdaya saing
tinggi.
7. Menumbuhkan budaya literasi baca tulis, numerasi, sains,
finansial, digital, budaya dan kewargaan.
8. Mendorong peserta didik untuk memiliki gagasan yang
dinamis dan berwawasan global.
9. Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang berkualitas
berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
10. Mempersiapkan peserta didik untuk menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi pada Era Revolusi Industri 4.0.
3) Tujuan Sekolah
Berdasarkan visi dan misi sekolah, maka tujuan yang
hendak dicapai SMA Negeri 1 Brebes adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan lulusan yang bertaqwa, berilmu dan
berprestasi
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan di bidang

15
akademik.
3. Menghasilkan lulusan yang memiliki kepekaan sosial.
4. Menumbuhkan sikap yang peduli pada lingkungan.
5. Mewujudkan sekolah yang nyaman dan ramah lingkungan.
6. Menghasilkan lulusan yang terampil dalam ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK).
7. Menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan
berwirausaha.
8. Menghasilkan lulusan yang dapat diterima di perguruan tinggi
nasional dan internasional.
2. Sasaran
NO. TUJUAN SASARAN
1. Mengembangkan kegiatan - Guru menyiapkan perangkat pembelajaran
pembelajaran yang yang berorientasi pada pengembangan Profil
berorientasi pada Pelajar Pancasila
pengembangan Profil Pelajar - Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran
Pancasila yang mendorong terbentuknya Profil Pelajar
Pancasila
2. Menciptakan pembiasaan- - Sekolah terus mengembangkan program
pembiasaan positif yang kegiatan yang berorientasi pada
berorientasi pengembangan pengembangan Profil Pelajar Pancasila
karakter untuk menciptakan - Warga sekolah mendukung dan
Profil Pelajar Pancasila melaksanakan semua program kegiatan
yang berorientasi pada pengembangan Profil
Pelajar Pancasila
3. Melaksanakan proses - Guru menyiapkan instrumen pembelajaran
pembelajaran dan kegiatan yang mendorong tumbuhnya budaya literasi
yang mampu menumbuhkan dan numerasi
budaya literasi dan - Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran
numerasi. yang mendorong tumbuhnya budaya literasi
dan numerasi
- Sekolah terus mengembangkan program
kegiatan yang berorientasi pada tumbuhnya
budaya literasi dan numerasi
- Warga sekolah mendukung dan
melaksanakan semua program kegiatan
yang berorientasi pada tumbuhnya budaya
literasi dan numerasi.
4. Melaksanakan pembelajaran - Guru menyiapkan instrumen pembelajaran
riset yang mampu riset untuk menumbuhkan kemampuan 4-C.
meningkatkan kemampuan - Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran
abad 21 yakni kolaboratif, riset untuk menumbuhkan kemampuan 4-C.
komunikasi, berpikir kritis, - Sekolah terus mengembangkan kegiatan
dan kreatif (4-C). riset untuk menumbuhkan kemampuan 4-C.
- Peserta didik didorong mampu
melaksanakan kegiatan riset untuk

16
menumbuhkan kemampuan 4-C.
5. Optimalisasi kegiatan - Guru melaksanakan kegiatan intrakurikuler
intrakurikuler, berkualitas untuk menciptakan prestasi
ekstrakurikuler, dan Projek akademik siswa
Penguatan Profil Pelajar - Kepala sekolah melaksanakan kegitan
Pancasila (P-5) untuk monitoring dan evaluasi untuk menjamin
menciptakan prestasi terlaksananya kegiatan intra kurikuler yang
akademik dan non- berkualitas.
akademik, serta - Sekolah menyelenggarakan kegiatan
pengembangan karakter ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi
profil pelajar Pancasila non-akademik siswa
- Peserta didik didorong mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi
non-akademik mereka.
- Sekolah menyelenggarakan kegiatan P-5
untuk mendorong peningkatan karakter profil
pelajar Pancasila
- Peserta didik didorong mengikuti kegiatan P-
5 untuk meningkatkan karakter profil pelajar
Pancasila
6. Menyediakan sarana dan - Sekolah terus berupaya menyediakan dan
prasarana yang mendukung melengkapi sarana prasarana yang
pencapaian prestasi sekolah mendukung pencapaian prestasi sekolah
bidang akademik dan non- bidang akademik dan non-akademik.
akademik.
7. Menghasilkan lulusan yang - Sekolah menyelenggarakan kegiatan yang
unggul dan mempunyai daya dapat meningkatkan jumlah lulusan yang
saing yang kuat sebagai melanjutkan belajar pada jenjang perguruan
bekal melanjutkan belajar di tinggi, khususnya PTN melalui jalur prestasi.
perguruan tinggi atau - Sekolah menyelenggarakan kegiatan yang
memasuki dunia kerja. dapat membantu peserta didik bersaing
memasuki dunia kerja
8. Menyelenggarakan - Guru dan Tenaga Kependidikan
pengelolaan pendidikan melaksanakan tugas yang berorientasi pada
yang melayani dan pelayanan prima
akuntabel. - Sekolah melaksanakan pengelolaan
Pendidikan secara efektif, efisien,
transparan, dan akuntabel
9. Melaksanakan pembelajaran - Guru menyiapkan instrumen pembelajaran
dan kegiatan sekolah yang yang mendorong tumbuhnya perilaku ramah
yang mampu lingkungan hidup dan budaya peduli
mengembangkan perilaku lingkungan hidup.
ramah lingkungan hidup dan - Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran
budaya peduli lingkungan yang mendorong tumbuhnya perilaku ramah
hidup. lingkungan hidup dan budaya peduli
lingkungan hidup.
- Sekolah terus mengembangkan program
kegiatan yang berorientasi pada tumbuhnya
perilaku ramah lingkungan hidup dan budaya
peduli lingkungan hidup.
- Warga sekolah mendukung dan
melaksanakan semua program kegiatan
yang berorientasi pada tumbuhnya perilaku
ramah lingkungan hidup dan budaya peduli

17
lingkungan hidup.
10. Menyediakan sarara dan - Sekolah terus berupaya menyediakan dan
prasarana yang mendukung melengkapi sarana prasarana yang
terwujudnya budaya hidup mendukung terwujudnya budaya hidup
bersih dan sehat. bersih dan sehat.

B. Data Sekolah
1. Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
SMA Negeri 1 Brebes, memiliki Tenaga Pendidik dan
Tenaga kependidikan yang mumpuni di bidangnya masing-masing,
untuk lebih jelasnya dapat dilihat di tabel di bawah ini

18
19
2. Data Peserta Didik
Pada tahun pelajaran 2024/2025 kondisi peserta didik pada
SMA Negeri 1 Brebes, adalah sebagai berikut.
Kelas L P Total
Kelas X 176 219 395
Kelas XI 172 216 388
Kelas XII 170 224 394
Jumlah 518 659 1177

3. Data Komite Sekolah


Komite SMA Negeri 1 Brebes Pada Tahun 2024 adalah sebagai
berikut.
NO NAMA JABATAN

1 Wijanarto Ketua

2 Topari, [Link]., MH., [Link]. Wakil Ketua

3 Dani Asmoro, ST., MT Sekretaris

4 Bayu Setiawan, ST Anggota

5 Budi Prabowo, SH Anggota

6 Sri Murni Anggota

7 Zaqi Saefrudin Rizal, [Link] Anggota

8 H. Musthofa Anggota

20
4. Data Sarana dan Prasarana
SMA Negeri 1 Brebes, yang memiliki luas lahan 10.100 m2
dan luas bangunan 10.000 m2 dengan Daya Listrik 55.000 MW,
data sarana dan prasarana sekolah adalah sebagai berikut.

NO DATA SARPRAS JUMLAH KETERANGAN


1. RUANG KELAS 33 BAIK
2. RUANG GURU 1 BAIK
3. RUANG KEPALA SEKOLAH 1 BAIK
4. RUANG TATA USAHA 1 BAIK
5. RUANG LABORATORIUM 3 BAIK
TIK
6. RUANG LABORATORIUM 1 BAIK
KIMIA
7. RUANG LABORATORIUM 1 BAIK
BIOLOGI
8. RUANG LABORATORIUM 1 BAIK
FISIKA
9. RUANG LABORATORIUM 1 BAIK
BAHASA
10. RUANG WAKASEK 1 BAIK
11. RUANG BIMBINGAN DAN 1 BAIK
KONSELING
12. RUANG PERPUSTAKAAN 2 BAIK
13. RUANG UKS 1 BAIK
14. RUANG OSIS 1 BAIK
15. RUANG PRAMUKA 1 BAIK
16. RUANG TONSUS 1 BAIK
17. KANTIN 4 BAIK
18. KOPSIS 1 BAIK
19. MASJID 1 BAIK

21
BAB III
PROSES PENYUSUNAN
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM)

A. Laporan Rapor Pendidikan

Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data


pada platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan
Pendidikan terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan
untuk mencapai peningkatan serta perbaikan yang
berkesinambungan. Tahapan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1
Brebes dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD) dari rapor
pendidikan yaitu:

a) Mengunduh profil Pendidikan dari platform Rapor Pendidikan

b) Mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan indikator


yang masih bermasalah.
c) Kemendikbudristek telah menetapkan indikator prioritas bagi
satuan pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan kualitas
layanan sebagai indikator yang perlu diprioritaskan.
d) Memilih indikator yang ingin diintervensi dengan
mempertimbangkan indikator prioritas dan indikator yang
bermasalah.
e) Dari rapor pendidikan SMA Negeri 1 Brebes diperoleh
data/indikator yang bermasalah melalui proses identifikasi
berdasarkan nilai capaian setiap indikator yang diidentifikasi
seperti terdapat pada tabel berikut ini:

22
Tabel 3.1 Identifikasi Rapor Pendidikan
SMA Negeri 1 Brebes Tahun 2024

No Indikator Label Nilai Definisi Capaian Perubahan Nilai


Capaian Capaian Nilai Capaian
2024 2024 Capaian dari 2023
Tahun Lalu
A.1 Kemampuan Baik 91,11% Sebagian besar Naik 4,44 86,67%
literasi (91,11% peserta didik
Persentase peserta peserta telah mencapai
didik berdasarkan didik batas kompetensi
kemampuan dalam sudah minimum untuk
memahami, mencapai literasi membaca.
menggunakan, kompeten
merefleksi, dan si
mengevaluasi minimum)
beragam jenis teks
(teks informasional
dan teks fiksi).
Proporsi peserta Di atas 53,33% Peserta didik Naik 6,66% 46,67%
didik dengan mampu
kemampuan literasi mengintegrasikan
di atas kompetensi beberapa
minimum informasi lintas
teks,
mengevaluasi isi,
kualitas, cara
penulisan suatu
teks, dan
bersikap reflektif
terhadap isi teks.
Proporsi peserta Mencapai 37,78% Peserta didik Turun 2,22% 40,00%
didik dengan mampu membuat
kemampuan literasi interpretasi dari
mencapai informasi implisit
kompetensi yang ada dalam
minimum teks, mampu
membuat
simpulan dari
hasil integrasi
beberapa
informasi dalam
suatu teks.
Proporsi peserta Di bawah 8,89% Peserta didik Turun 4,44% 13,33%
didik dengan mampu
kemampuan literasi menemukan dan
di bawah mengambil
kompetensi informasi eksplisit
minimum yang ada dalam
teks serta
membuat
interpretasi
sederhana.

23
Proporsi peserta Jauh di 0,00% Peserta didik Tidak 0,00%
didik dengan bawah belum mampu berubah
kemampuan literasi menemukan dan
jauh di bawah mengambil
kompetensi informasi eksplisit
minimum yang ada dalam
ataupun
membuat
interpretasi
sederhana.
A.1.1 Kompetensi 77,01 Naik 0,50 76,51
membaca teks
informasi
Nilai rerata peserta
didik dalam
memahami,
menggunakan,
merefleksi, dan
mengevaluasi teks
informasional (non-
fiksi)
A.1.2 Kompetensi 77,65 Naik 1,35 76,3
membaca teks
sastra
Nilai rerata peserta
didik dalam
memahami,
menggunakan,
merefleksi, dan
mengevaluasi teks
fiksi
A.1.3 Kompetensi 77,5 Turun 3,40 80,9
mengakses dan
menemukan isi
teks (L1)
Nilai rerata peserta
didik pada
kemampuan
menemukan,
mengidentifikasi,
dan
mendeskripsikan
suatu ide atau
informasi eksplisit
dalam teks
informasional (non-
fiksi) dan sastra

24
A.1.4 Kompetensi 78,82 Naik 3,71 75,11
menginterpretasi
dan memahami isi
teks (L2)
Nilai rerata peserta
didik pada
kemampuan
membandingkan
dan mengontraskan
ide atau informasi
dalam atau
antarteks, membuat
kesimpulan,
mengelompokkan,
serta
mengombinasikan
ide dan informasi
dalam teks atau
antarteks
informasional (non-
fiksi) dan sastra
A.1.5 Kompetensi 75,81 Naik 3,50 72,31
mengevaluasi dan
merefleksikan isi
teks (L3)
Nilai rerata peserta
didik pada
kemampuan
menganalisis,
memprediksi, dan
menilai konten,
bahasa, dan unsur-
unsur dalam teks
informasional (non-
fiksi) dan sastra
A.2 Kemampuan Baik 86,67% Sebagian besar Naik 2,23 84,44%
numerasi (86,67% peserta didik
Persentase peserta peserta telah mencapai
didik berdasarkan didik batas kompetensi
kemampuan dalam sudah minimum untuk
berpikir mencapai numerasi
menggunakan kompeten
konsep, prosedur, si
fakta, dan alat minimum)
matematika untuk
menyelesaikan
masalah sehari-hari
pada berbagai jenis
konteks yang
relevan.
Proporsi peserta Di atas 71,11% Peserta didik Naik 20,00% 51,11%
didik dengan mampu bernalar
kemampuan untuk
numerasi di atas menyelesaikan
kompetensi masalah

25
minimum kompleks serta
non-rutin
berdasarkan
konsep
matematika yang
dimilikinya.
Proporsi peserta Mencapai 15,56% Peserta didik Turun 33,33%
didik dengan mampu 17,77%
kemampuan mengaplikasikan
numerasi mencapai konsep
kompetensi matematik yang
minimum dimiliki dalam
konteks yang
lebih beragam.
Proporsi peserta Di bawah 13,33% Peserta didik Tidak 13,33%
didik dengan memiliki berubah
kemampuan kemampuan
numerasi di bawah dasar
kompetensi matematika:
minimum komputasi dasar
dalam bentuk
persamaan
langsung, konsep
dasar terkait
geometri dan
statistika, serta
menyelesaikan
masalah
matematika
sederhana yang
rutin.
Proporsi peserta Jauh di 0,00% Peserta didik Turun 2,22% 2,22%
didik dengan bawah hanya memiliki
kemampuan kemampuan
numerasi jauh di dasar
bawah kompetensi matematika yang
minimum terbatas:
penguasaan
konsep yang
parsial dan
keterampilan
komputasi yang
terbatas.
A.2.1 Kompetensi pada 63,34 Naik 5,33 58,01
domain Bilangan
Nilai rerata peserta
didik dalam berpikir
menggunakan
konsep, prosedur,
fakta, dan alat
matematika pada
konten bilangan
untuk
menyelesaikan
masalah sehari-hari

26
A.2.2 Kompetensi pada 65,45 Naik 3,49 61,96
domain Aljabar
Nilai rerata peserta
didik dalam berpikir
menggunakan
konsep, prosedur,
fakta, dan alat
matematika pada
konten aljabar untuk
menyelesaikan
masalah sehari-hari
A.2.3 Kompetensi pada 57,32 Turun 3,58 60,9
domain Geometri
Nilai rerata peserta
didik dalam berpikir
menggunakan
konsep, prosedur,
fakta, dan alat
matematika pada
konten geometri
untuk
menyelesaikan
masalah sehari-hari
A.2.4 Kompetensi pada 68,24 Naik 7,19 61,05
domain Data dan
Ketidakpastian
Nilai rerata peserta
didik dalam berpikir
menggunakan
konsep, prosedur,
fakta, dan alat
matematika pada
konten data dan
ketidakpastian untuk
menyelesaikan
masalah sehari-hari
A.2.5 Kompetensi 58,49 Turun 3,08 61,57
mengetahui (L1)
Nilai rerata peserta
didik pada
kemampuan
memahami fakta,
proses, konsep, dan
prosedur
A.2.6 Kompetensi 64,89 Naik 3,32 61,57
menerapkan (L2)
Nilai rerata peserta
didik pada
kemampuan
menerapkan
pengetahuan dan
pemahaman tentang
fakta-fakta, relasi,
proses, konsep,
prosedur, dan

27
metode pada konten
bilangan dengan
konteks situasi
nyata untuk
menyelesaikan
masalah atau
menjawab
pertanyaan.
A.2.7 Kompetensi 66,04 Naik 6,00 60,04
menalar (L3)
Nilai rerata peserta
didik pada
kemampuan
menganalisis data
dan informasi,
membuat
kesimpulan, dan
memperluas
pemahaman dalam
situasi baru, meliputi
situasi yang tidak
diketahui
sebelumnya atau
konteks yang lebih
kompleks
A.3 Karakter Baik 57,96 Peserta didik Turun 2,79 60,75
Nilai rerata karakter terbiasa
peserta didik menerapkan
berdasarkan nilai nilai-nilai karakter
akhlak pada pelajar pancasila
manusia, akhlak yang berakhlak
pada alam, akhlak mulia, bergotong
bernegara, gotong royong, mandiri,
royong, kreativitias, kreatif dan
nalar kritis, bernalar kritis
kebinekaan global serta
dan kemandirian berkebinekaan
pada survei karakter global dalam
kehidupan sehari
hari.
A.3.1 Beriman, Bertakwa 59,64 Turun 2,76 62,4
kepada Tuhan
yang Maha Esa,
dan Berakhlak
Mulia
Komposit nilai
karakter peserta
didik yang berkaitan
akhlak kepada
manusia, akhlak
kepada alam, dan
akhlak bernegara di
survei karakter

28
A.3.2 Gotong Royong 60,68 Turun 1,43 62,11
Komposit nilai
karakter peserta
didik berdasarkan
kesediaan dan
pengalaman
berkontribusi dalam
kegiatan yang
bertujuan
memperbaiki kondisi
lingkungan fisik dan
lingkungan sosial.
A.3.3 Kreativitas 53,46 Turun 4,48 57,94
Komposit nilai
karakter peserta
didik berdasarkan
nilai senang berpikir
berbeda,
menerapkan ide
baru dalam
memecahkan
masalah, dan
membuat karya-
karya baru.
A.3.4 Nalar Kritis 55,04 Turun 5,76 60,8
Komposit nilai
karakter peserta
didik berdasarkan
nilai penelusuran
informasi, analisis
dan evaluasi
informasi, serta
refleksi etis dalam
pengambilan
keputusan.
A.3.5 Kebinekaan global 59,38 Turun 0,25 59,63
Komposit nilai
karakter peserta
didik berdasarkan
sikap terhadap
kesetaraan agama,
budaya, dan gender;
nilai minat terhadap
budaya dari
berbagai negara;
dan kepedulian
pada isu-isu global.
A.3.6 Kemandirian 56,16 Turun 2,20 58,36
Komposit nilai
karakter peserta
didik berdasarkan
nilai melakukan
perencanaan secara
reflektif, dan
pengelolaan emosi

29
dan pengendalian
diri.

D.1 Kualitas Sedang 61,69 Pembelajaran Turun 1,86 63,55


pembelajaran mengarah pada
Nilai rerata untuk peningkatan
kualitas kualitas yang
pembelajaran ditunjukkan
meliputi manajemen dengan suasana
kelas, dukungan kelas yang mulai
psikologi, dan kondusif dan
metode adanya
pembelajaran di dukungan afektif
survei lingkungan serta aktivasi
belajar kognitif dari guru.
D.1.1 Manajemen kelas 62,32 Turun 2,82 65,14
Nilai rerata untuk
keteraturan suasana
kelas dan disiplin
positif di survei
lingkungan belajar
D.1.2 Dukungan 63,73 Turun 6,14 69,87
psikologis
Nilai rerata untuk
dukungan afektif,
perhatian dan
kepedulian guru,
dan umpan balik
konstruktif di survei
lingkungan belajar
D.1.3 Metode 59,02 Naik 3,38 55,64
pembelajaran
Nilai rerata untuk
instruksi yang
adaptif, panduan
guru, aktivitas
interaktif,
pembelajaran
literasi,
pembelajaran
numerasi, skor iklim
pembelajaran
terbuka di survei
lingkungan belajar
D.2 Refleksi dan Baik 57,03 Guru aktif Turun 0,48 57,51
perbaikan meningkatkan
pembelajaran oleh kualitas
guru pembelajaran
Nilai rerata terkait setelah
tingkat aktivitas melakukan
refleksi dan refleksi
perbaikan pembelajaran
pembelajaran oleh yang telah lewat,

30
guru berdasarkan mengeksplorasi
survei lingkungan referensi
belajar pengajaran baru,
dan berinovasi
menghadirkan
pembelajaran
yang memantik
keterlibatan
peserta didik.
D.2.1 Belajar tentang 53,08 Turun 2,66 55,74
pembelajaran
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
aktivitas belajar
yang bertujuan
meningkatkan
pengetahuan dan
keterampilan
mengajar.
D.2.2 Refleksi atas 59,41 Naik 2,30 57,11
praktik mengajar
Nilai komposit
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
tingkat refleksi dan
perbaikan
pembelajaran oleh
guru atas praktik
mengajar
D.2.3 Penerapan praktik 56,09 Turun 2,60 58,69
inovatif
Nilai komposit
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
praktik pengajaran
guru yang inovatif
untuk meningkatkan
kualitas pengajaran

31
D.3 Kepemimpinan Baik 52,13 Kepemimpinan Turun 0,03 52,16
instruksional instruksional
Nilai rerata terkait yang visioner
tingkat dengan mengacu
kepemimpinan pada visi-misi
instruksional satuan satuan
pendidikan yang pendidikan
mendukung secara konsisten
perbaikan kualitas termasuk
pembelajaran mengkomunikasi
berdasarkan survei kan visi-misi
lingkungan belajar kepada warga
satuan
pendidikan
sehingga
perencanaan,
praktik dan
asesmen
pembelajaran
berorientasi
peningkatan hasil
belajar Peserta
didik melalui
dukungan
program, sistem
insentif atau
sumber daya
yang memadai
yang berdampak
pada
membudayanya
guru melakukan
refleksi dan
perbaikan
pembelajaran.
D.3.1 Visi-misi satuan 46,31 Turun 0,96 47,27
pendidikan
Nilai komposit
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
penyampaian dan
penerapan visi-misi
satuan pendidikan
yang berpusat pada
perbaikan
pembelajaran.
D.3.2 Pengelolaan 53,94 Turun 2,06 56
kurikulum satuan
pendidikan
Nilai komposit
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
pengelolaan

32
pengembangan
kurikulum satuan
pendidikan dengan
berorientasi pada
peningkatan hasil
belajar peserta didik.
D.3.3 Dukungan untuk 56,14 Naik 2,93 53,21
refleksi guru
Nilai komposit
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
program, sistem
insentif, dan sumber
daya yang
mendukung refleksi
guru dan perbaikan
pembelajaran.
D.4 Iklim keamanan Baik 73,13 Satuan Turun 2,99 76,12
satuan pendidikan pendidikan
Nilai komposit nilai memiliki
indeks rasa aman, lingkungan
perundungan, satuan
hukuman fisik, pendidikan yang
kekerasan seksual, aman, terlihat
rokok, minuman dari
keras, dan narkoba kesejahteraan
berdasarkan survei psikologis yang
lingkungan belajar baik dan
rendahnya kasus
perundungan,
hukuman fisik,
kekerasan
seksual, dan
penyalahgunaan
narkoba. Satuan
pendidikan dapat
mempertahankan
kualitas warga
satuan
pendidikan dalam
mencegah dan
menangani kasus
untuk
menciptakan
iklim keamanan
di lingkungan
satuan
pendidikan.
D.4.1 Kesejahteraan 64,26 Turun 2,95 67,21
psikologis
(wellbeing) peserta
didik
Nilai rerata terkait
peserta didik

33
terhadap
kesejahteraan
psikologis dan
perasaan aman
yang dirasakan di
satuan pendidikan
D.4.2 Kesejahteraan 74,84 Naik 0,42 74,42
psikologis
(wellbeing) guru
Nilai rerata terkait
kesejahteraan
psikologis guru yang
melingkupi perasaan
terhubung dan
perasaan senang
mengajar di satuan
pendidikan
D.4.3 Pemahaman dan 58,78 Turun 4,66 63,44
sikap terhadap
perundungan
Nilai rerata terkait
pemahaman dan
sikap guru terhadap
segala bentuk
penindasan atau
kekerasan yang
dilakukan secara
sengaja oleh
satu/sekelompok
orang yang lebih
"kuat" di satuan
pendidikan.
D.4.4 Pengalaman 76,54 Turun 10,13 86,67
perundungan
peserta didik
Persentase peserta
didik yang aman
terhadap
perundungan/bullyin
g dari guru atau
sesama peserta
didik di satuan
pendidikan.
D.4.5 Pemahaman dan 80,14 Naik 9,55 70,59
sikap terhadap
hukuman fisik
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
pengetahuan dan
sikap guru untuk
menghindari
hukuman fisik di

34
satuan pendidikan.

D.4.6 Pengalaman 97,69 Turun 2,31 100


hukuman fisik
peserta didik
Persentase peserta
didik yang aman
terhadap kejadian
hukuman fisik yang
diterima oleh
peserta didik di
satuan pendidikan.
D.4.7 Pemahaman dan 65,2 Naik 6,15 59,05
sikap guru tentang
kekerasan seksual
Nilai rerata terkait
pengetahuan dan
keyakinan guru
untuk mengatasi
kekerasan seksual
di satuan
pendidikan.
D.4.8 Pengalaman 72,72 Turun 17,28 90
kekerasan seksual
peserta didik
Persentase peserta
didik yang aman
terhadap kejadian
kekerasan seksual
yang dialami oleh
diri sendiri ataupun
orang lain di
lingkungan satuan
pendidikan.
D.4.9 Pemahaman dan 66,94 Turun 14,18 81,12
sikap guru tentang
rokok, minuman
keras, dan narkoba
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
pengetahuan dan
sikap terhadap
pencegahan dan
penanggulangan
penyalahgunaan
narkoba, rokok, dan
minuman keras di
lingkungan satuan
pendidikan.

35
D.4.10 Pengalaman 63,73 Turun 0,56 64,29
peserta didik
terkait rokok,
minuman keras,
dan narkoba
Persentase peserta
didik yang aman
terhadap rokok,
minuman keras, dan
narkoba di satuan
pendidikan,
misalnya dibujuk
untuk mencoba,
menggunakan,
membeli atau
mengedarkan
D.6 Iklim Kesetaraan Baik 67,48 Satuan Turun 2,56 70,04
Gender Pendidikan
Nilai rerata iklim secara aktif
kesetaran gender mensosialisasika
yang mengukur n dan
dukungan atas menyuarakan
kesetaraan gender dukungan akan
guru dan pimpinan pentingnya
satuan pendidikan mewujudkan
berdasarkan survei kesetaraan hak-
lingkungan belajar hak sipil antar
kelompok gender
dengan dasar
prinsip keadilan.
D.6.1 Pemahaman dan 54,88 Turun 0,48 55,36
sikap warga satuan
pendidikan
terhadap
kesetaraan gender
Nilai rerata terkait
pemahaman dan
dukungan terhadap
kesetaraan antara
laki-laki dan
perempuan,
misalnya dalam hal
kemampuan,
kesempatan,
pemenuhan hak,
dan kewajiban.
D.6.2 Perilaku warga 86,13 Naik 8,18 77,95
satuan pendidikan
terhadap
kesetaraan gender
Nilai rerata terkait
tindakan yang
mendukung
kesetaraan
kemampuan,

36
pemenuhan hak dan
kewajiban antara
laki-laki dan
perempuan.

D.8 Iklim Kebinekaan Baik 72,72 Satuan Naik 2,06 70,66


Nilai rerata iklim pendidikan sudah
kebhinekaan di mampu
satuan pendidikan menghadirkan
berdasarkan survei suasana proses
lingkungan belajar pembelajaran
yang menjunjung
tinggi toleransi
agama/kepercay
aan dan budaya;
mendapatkan
pengalaman
belajar yang
berkualitas;
mendukung
kesetaraan
agama/kepercay
aan, dan budaya;
serta
memperkuat
nasionalisme.
D.8.1 Toleransi agama 64,87 Naik 3,68 61,19
dan budaya
Nilai rerata terkait
toleransi agama dan
budaya di satuan
pendidikan
D.8.2 Komitmen 84,75 Turun 0,85 85,6
kebangsaan
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan dan
pendidik terkait
komitmen
kebangsaan
pimpinan satuan
pendidikan dan guru
D.8.3 Toleransi dan 68,53 Naik 3,35 65,18
kesetaraan peserta
didik
Nilai rerata terkait
sikap menerima dan
menghargai
keragaman agama
dan budaya di
satuan pendidikan

37
D.10 Iklim Inklusivitas Baik 63,73 Satuan Naik 6,36 57,37
Nilai rerata terkait pendidikan sudah
layanan disabilitas, mampu
CBI, sikap terhadap menghadirkan
disabilitas, dan suasana proses
fasilitas satuan pembelajaran
pendidikan yang
disabilitas di satuan menyediakan
pendidikan layanan yang
berdasarkan survei ramah bagi
lingkungan belajar peserta didik
dengan
disabilitas dan
cerdas berbakat
istimewa.
D.10.1 Layanan disabilitas 66,74 Turun 4,23 70,97
Nilai rerata terkait
layanan satuan
pendidikan yang
melingkupi
pengetahuan dan
sikap tentang
peserta didik
dengan disabilitas
D.10.2 Layanan satuan 49,2 Turun 4,90 54,1
pendidikan untuk
peserta didik
cerdas dan bakat
istimewa
Nilai rerata terkait
layanan satuan
pendidikan yang
melingkupi
pengetahuan dan
sikap tentang
peserta didik cerdas
dan berbakat
istimewa
D.10.3 Sikap terhadap 64,38 Naik 7,59 56,79
disabilitas
Nilai rerata terkait
sikap guru terhadap
disabilitas
berdasarkan aspek
afektif, kognitif, dan
perilaku
E.1 Partisipasi warga Sedang 71,22 Satuan Turun 4,40 75,62
satuan pendidikan pendidikan
Nilai rerata terkait melibatkan orang
partisipasi orang tua tua dan peserta
dan partisipasi didikdalam
peserta didik dalam beberapa
pengelolaan satuan kegiatan di
pendidikan satuan
berdasarkan survei pendidikan

38
lingkungan belajar khususnya
berupa kegiatan
akademik dan
atau non-
akademik.

E.1.1 Partisipasi orang 69,13 Naik 7,85 61,28


tua
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
tingkat keterlibatan
orang tua dalam
proses
perencanaan,
pengembangan, dan
pelaksanaan
aktivitas di satuan
pendidikan
E.1.2 Partisipasi peserta 73,3 Turun 16,65 89,95
didik
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
tingkat keterlibatan
peserta didik dalam
proses
perencanaan,
pengembangan, dan
pelaksanaan
aktivitas di satuan
pendidikan
E.2 Proporsi Sedang 38,41 Satuan Naik 8,27 30,14
pemanfaatan pendidikan
sumber daya memiliki proporsi
sekolah untuk pemanfaatan
peningkatan mutu sumber daya
Persentase dari sekolah untuk
pembelanjaan peningkatan
sekolah untuk mutu yang cukup
peningkatan mutu
pendidikan dan
kualitas guru dan
tenaga kependidikan
dibagi total belanja
sekolah dalam satu
tahun anggaran
BOS

39
E.2.1 Proporsi Kurang 2,76 Satuan Naik 0,87 1,89
pembelanjaan pendidikan
peningkatan mutu memiliki proporsi
guru dan tenaga pembelanjaan
kependidikan peningkatan
Persentase dari mutu guru dan
pembelanjaan tenaga
sekolah untuk kependidikan
peningkatan kualitas yang rendah
guru dan tenaga
kependidikan dibagi
total belanja sekolah
dalam satu tahun
anggaran BOS
E.2.2 Proporsi Sedang 35,65 Satuan Naik 7,40 28,25
pembelanjaan non pendidikan
personil mutu memiliki proporsi
pembelajaran pembelanjaan
Persentase dari non-personil
pembelanjaan mutu
sekolah untuk pembelajaran
peningkatan mutu yang cukup
pendidikan dibagi
total belanja sekolah
dalam satu tahun
anggaran BOS
E.3 Pemanfaatan TIK Baik 82,73 Satuan Naik 15,17 67,56
untuk pengelolaan pendidikan
anggaran memiliki proporsi
Rata-rata dari pembelanjaan
proporsi dana BOS secara
pembelanjaan daring yang tinggi
sekolah melalui
platform SIPLah dan
indeks ketepatan
waktu dan
kelengkapan
pelaporan dana
BOS pada setiap
tahapan melalui
platform SDS
E.3.1 Proporsi Baik 65,46 Satuan Naik 30,35 35,11
pembelanjaan pendidikan
dana BOS secara memiliki proporsi
daring pembelanjaan
Persentase dari dana BOS secara
pembelanjaan daring yang tinggi
sekolah melalui
platform SIPLah
dibagi total belanja
sekolah dalam satu
tahun anggaran
BOS

40
E.3.2 Indeks Baik 100 Jumlah satuan Tidak 100
penggunaan pendidikan yang berubah
platform SDS membuat laporan
sumberdaya tepat waktu di
sekolah - platform SDS
ketepatan waktu tinggi
dan kelengkapan
pelaporan
Persentase dari
ketepatan waktu dan
kelengkapan
pelaporan dana
BOS pada setiap
tahapan melalui
platform SDS
E.5 Program dan Baik 69,6 Satuan Turun 8,02 77,62
kebijakan satuan pendidikan
pendidikan melibatkan orang
Nilai rerata terkait tua dan peserta
seluruh program dan didik dalam
kebijakan satuan beberapa
pendidikan untuk kegiatan di
mencegah dan satuan
menanggulangi pendidikan
perundungan, khususnya
hukuman fisik, berupa kegiatan
kekerasan seksual, akademik dan
penyalahgunaan atau non-
narkoba, kesetaraan akademik.
gender, dan
intoleransi
berdasarkan survei
lingkungan belajar
E.5.1 Program dan 63,77 Turun 32,59 96,36
kebijakan satuan
pendidikan tentang
perundungan
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
program dan
kebijakan satuan
pendidikan untuk
mencegah dan
menangani
perundungan di
satuan pendidikan.

41
E.5.2 Program dan 69,76 Turun 0,87 70,63
kebijakan satuan
pendidikan tentang
hukuman fisik
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
program dan
kebijakan satuan
pendidikan untuk
mencegah dan
menangani
hukuman fisik di
satuan pendidikan.
E.5.3 Program dan 73,09 Naik 4,89 68,2
kebijakan satuan
pendidikan tentang
kekerasan seksual
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
Program dan
kebijakan satuan
pendidikan untuk
mencegah dan
menangani kasus
kekerasan seksual
di satuan
pendidikan.
E.5.4 Program dan 76,21 Naik 0,02 76,19
kebijakan satuan
pendidikan tentang
rokok, minuman
keras, dan narkoba
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
program dan
kebijakan satuan
pendidikan untuk
mencegah dan
menangani aktivitas
atau kasus narkoba
di satuan
pendidikan.

42
E.5.5 Program dan 58,77 Turun 15,92 74,69
Kebijakan
mengenai
kesetaraan gender
Nilai rerata terkait
program dan
kebijakan satuan
pendidikan yang
mendukung
kesetaraan antara
laki-laki dan
perempuan,
misalnya dalam hal
kemampuan,
kesempatan,
pemenuhan hak,
dan kewajiban.
E.5.6 Program dan 76,01 Turun 3,62 79,63
kebijakan
mengenai
penanggulangan
dan pencegahan
intoleransi di
satuan pendidikan
Nilai komposit dari
kepala satuan
pendidikan,
pendidik, dan
peserta didik terkait
program dan
kebijakan satuan
pendidikan yang
bertujuan mencegah
dan menangani
kasus-kasus
intoleransi di satuan
pendidikan.

B. Rekomendasi Rapor Pendidikan


1) Identifikasi

Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah yang


didapat dari rapor pendidikan SMA Negeri 1 Brebes dengan
menggunakan Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai upaya
memanfaatkan data yang tersedia pada platform Rapor Pendidikan untuk
menjadi dasar dalam merancang intervensi yang dilakukan oleh satuan
pendidikan, dinas pendidikan, maupun pemerintah daerah. PBD bertujuan

43
untuk meningkatkan dan memperbaiki mutu pendidikan secara terus-
menerus melalui penggunaan data sebagai panduan untuk pengambilan
keputusan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui proses ini, PBD
mendorong satuan pendidikan dan dinas untuk merancang kegiatan yang
bertujuan meningkatkan capaian berdasarkan hasil identifikasi masalah,
refleksi terhadap data yang ada, dan kondisi riil di lapangan. Berdasarkan
data tersebut, program-program strategis dirancang untuk mendukung
pembelajaran dan pengembangan sekolah. Berikut ini rekomendasi
capaian rapor Pendidikan SMA Negeri 1 Brebes yang dapat digunakan
dalam penyusunan program kerja.

Tabel 2.3 Rekomendasi Capaian Raport Pendidikan


SMA Negeri 1 Brebes
No Identifikasi Label Nilai Akar Masalah Kegiatan Benahi
Indikator prioritas Capaian Capaian Indikator yang mempengaruhi Contoh kegiatan
yang capaian indikator prioritas yang dapat
menggambarkan diterapkan di
kualitas Satdik Satdik Anda.
Anda.
Level 1 Level 2
Indikator utama Subindikator
akar masalah
1 D.1 Kualitas Sedang 61,69 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan
pembelajaran pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK
dan kebijakan
yang menunjang
aktivasi kognitif
2 D.1 Kualitas Sedang 61,69 D.1 Kualitas D.1.1 Peningkatan
pembelajaran pembelajaran Manajemen kompetensi GTK
kelas dan kebijakan
yang menunjang
pengelolaan kelas
3 D.1 Kualitas Sedang 61,69 D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar Peningkatan
pembelajaran perbaikan tentang kompetensi GTK
pembelajaran pembelajaran dan kebijakan
oleh guru yang menunjang
belajar tentang
pembelajaran
4 D.1 Kualitas Sedang 61,69 D.2 Refleksi dan D.2.3 Peningkatan
pembelajaran perbaikan Penerapan kompetensi GTK
pembelajaran praktik inovatif dan kebijakan
oleh guru yang menunjang
penerapan praktik
inovatif
5 D.1 Kualitas Sedang 61,69 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan
pembelajaran Kepemimpinan satuan kompetensi GTK
instruksional pendidikan dan kebijakan
yang menunjang
penyusunan dan

44
implementasi visi-
misi sekolah

6 D.1 Kualitas Sedang 61,69 D.3 D.3.2 Peningkatan


pembelajaran Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK
instruksional kurikulum dan kebijakan
satuan yang menunjang
pendidikan pengelolaan
kurikulum sekolah
7 D.4 Iklim Baik 73,13 D.4 Iklim D.4.3 Peningkatan
keamanan keamanan Pemahaman kompetensi GTK
satuan satuan dan sikap dan kebijakan
pendidikan pendidikan terhadap yang menunjang
perundungan pemahaman dan
sikap guru
terhadap
perundungan

8 D.4 Iklim Baik 73,13 D.4 Iklim D.4.10 Peningkatan


keamanan keamanan Pengalaman kompetensi GTK
satuan satuan peserta didik dan kebijakan
pendidikan pendidikan terkait rokok, yang menunjang
minuman keras, pencegahan dan
dan narkoba penanggulangan
narkoba
9 D.4 Iklim Baik 73,13 E.5 Program E.5.5 Program Peningkatan
keamanan dan kebijakan dan Kebijakan kompetensi GTK
satuan satuan mengenai dan kebijakan
pendidikan pendidikan kesetaraan yang mendukung
gender terlaksananya
program dan
kebijakan sekolah
terkait kesetaraan
gender
10 D.4 Iklim Baik 73,13 E.5 Program E.5.1 Program Peningkatan
keamanan dan kebijakan dan kebijakan kompetensi GTK
satuan satuan satuan dan kebijakan
pendidikan pendidikan pendidikan yang mendukung
tentang terlaksananya
perundungan program dan
kebijakan sekolah
terkait
perundungan
11 D.4 Iklim Baik 73,13 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan
keamanan Kepemimpinan satuan kompetensi GTK
satuan instruksional pendidikan dan kebijakan
pendidikan yang menunjang
penyusunan dan
implementasi visi-
misi sekolah
12 D.4 Iklim Baik 73,13 D.3 D.3.2 Peningkatan
keamanan Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK
satuan instruksional kurikulum dan kebijakan
pendidikan satuan yang menunjang
pendidikan pengelolaan
kurikulum sekolah

45
13 D.4 Iklim Baik 73,13 D.8 Iklim D.8.1 Toleransi Peningkatan
keamanan Kebinekaan agama dan kompetensi GTK
satuan budaya dan kebijakan
pendidikan yang menunjang
terciptanya
toleransi agama
dan budaya
14 D.4 Iklim Baik 73,13 D.8 Iklim D.8.3 Toleransi Peningkatan
keamanan Kebinekaan dan kesetaraan kompetensi GTK
satuan peserta didik dan kebijakan
pendidikan yang menunjang
terciptanya sikap
inklusif

15 A.3 Karakter Baik 57,96 A.3 Karakter A.3.3 Peningkatan


Kreativitas kompetensi GTK
dan kebijakan
yang mendukung
kreativitas murid
16 A.3 Karakter Baik 57,96 A.3 Karakter A.3.4 Nalar Peningkatan
Kritis kompetensi GTK
dan kebijakan
yang mendukung
sikap bernalar
kritis
17 A.3 Karakter Baik 57,96 D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan
pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK
dan kebijakan
yang menunjang
aktivasi kognitif
18 A.3 Karakter Baik 57,96 D.1 Kualitas D.1.1 Peningkatan
pembelajaran Manajemen kompetensi GTK
kelas dan kebijakan
yang menunjang
pengelolaan kelas

19 A.3 Karakter Baik 57,96 D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar Peningkatan
perbaikan tentang kompetensi GTK
pembelajaran pembelajaran dan kebijakan
oleh guru yang menunjang
belajar tentang
pembelajaran

20 A.3 Karakter Baik 57,96 D.2 Refleksi dan D.2.3 Peningkatan


perbaikan Penerapan kompetensi GTK
pembelajaran praktik inovatif dan kebijakan
oleh guru yang menunjang
penerapan praktik
inovatif

21 A.3 Karakter Baik 57,96 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan


Kepemimpinan satuan kompetensi GTK
instruksional pendidikan dan kebijakan
yang menunjang
penyusunan dan
implementasi visi-
misi sekolah

46
22 A.3 Karakter Baik 57,96 D.3 D.3.2 Peningkatan
Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK
instruksional kurikulum dan kebijakan
satuan yang menunjang
pendidikan pengelolaan
kurikulum sekolah
23 D.8 Iklim Baik 72,72 D.8 Iklim D.8.1 Toleransi Peningkatan
Kebinekaan Kebinekaan agama dan kompetensi GTK
budaya dan kebijakan
yang menunjang
terciptanya
toleransi agama
dan budaya
24 D.8 Iklim Baik 72,72 D.8 Iklim D.8.3 Toleransi Peningkatan
Kebinekaan Kebinekaan dan kesetaraan kompetensi GTK
peserta didik dan kebijakan
yang menunjang
terciptanya sikap
inklusif
25 D.8 Iklim Baik 72,72 E.5 Program E.5.5 Program Peningkatan
Kebinekaan dan kebijakan dan Kebijakan kompetensi GTK
satuan mengenai dan kebijakan
pendidikan kesetaraan yang mendukung
gender terlaksananya
program dan
kebijakan sekolah
terkait kesetaraan
gender
26 D.8 Iklim Baik 72,72 E.5 Program E.5.1 Program Peningkatan
Kebinekaan dan kebijakan dan kebijakan kompetensi GTK
satuan satuan dan kebijakan
pendidikan pendidikan yang mendukung
tentang terlaksananya
perundungan program dan
kebijakan sekolah
terkait
perundungan
27 D.8 Iklim Baik 72,72 D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan
Kebinekaan Kepemimpinan satuan kompetensi GTK
instruksional pendidikan dan kebijakan
yang menunjang
penyusunan dan
implementasi visi-
misi sekolah
28 D.8 Iklim Baik 72,72 D.3 D.3.2 Peningkatan
Kebinekaan Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK
instruksional kurikulum dan kebijakan
satuan yang menunjang
pendidikan pengelolaan
kurikulum sekolah
29 D.8 Iklim Baik 72,72 D.4 Iklim D.4.3 Peningkatan
Kebinekaan keamanan Pemahaman kompetensi GTK
satuan dan sikap dan kebijakan
pendidikan terhadap yang menunjang
perundungan pemahaman dan
sikap guru
terhadap
perundungan

47
30 D.8 Iklim Baik 72,72 D.4 Iklim D.4.10 Peningkatan
Kebinekaan keamanan Pengalaman kompetensi GTK
satuan peserta didik dan kebijakan
pendidikan terkait rokok, yang menunjang
minuman keras, pencegahan dan
dan narkoba penanggulangan
narkoba
31 A.2 Kemampuan Baik 86,67% A.2 A.2.3 Peningkatan
numerasi (86,67% Kemampuan Kompetensi kompetensi GTK
peserta didik numerasi pada domain dan kebijakan
sudah Geometri yang menunjang
mencapai kemampuan
kompetensi numerasi pada
minimum) domain Geometri
32 A.2 Kemampuan Baik 86,67% A.2 A.2.1 Peningkatan
numerasi (86,67% Kemampuan Kompetensi kompetensi GTK
peserta didik numerasi pada domain dan kebijakan
sudah Bilangan yang menunjang
mencapai kemampuan
kompetensi numerasi pada
minimum) domain Bilangan
33 A.2 Kemampuan Baik 86,67% D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan
numerasi (86,67% pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK
peserta didik dan kebijakan
sudah yang menunjang
mencapai aktivasi kognitif
kompetensi
minimum)
34 A.2 Kemampuan Baik 86,67% D.1 Kualitas D.1.1 Peningkatan
numerasi (86,67% pembelajaran Manajemen kompetensi GTK
peserta didik kelas dan kebijakan
sudah yang menunjang
mencapai pengelolaan kelas
kompetensi
minimum)
35 A.2 Kemampuan Baik 86,67% D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar Peningkatan
numerasi (86,67% perbaikan tentang kompetensi GTK
peserta didik pembelajaran pembelajaran dan kebijakan
sudah oleh guru yang menunjang
mencapai belajar tentang
kompetensi pembelajaran
minimum)
36 A.2 Kemampuan Baik 86,67% D.2 Refleksi dan D.2.3 Peningkatan
numerasi (86,67% perbaikan Penerapan kompetensi GTK
peserta didik pembelajaran praktik inovatif dan kebijakan
sudah oleh guru yang menunjang
mencapai penerapan praktik
kompetensi inovatif
minimum)
37 A.2 Kemampuan Baik 86,67% D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan
numerasi (86,67% Kepemimpinan satuan kompetensi GTK
peserta didik instruksional pendidikan dan kebijakan
sudah yang menunjang
mencapai penyusunan dan
kompetensi implementasi visi-
minimum) misi sekolah
38 A.2 Kemampuan Baik 86,67% D.3 D.3.2 Peningkatan
numerasi (86,67% Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK
peserta didik instruksional kurikulum dan kebijakan
sudah satuan yang menunjang
mencapai pendidikan pengelolaan

48
kompetensi kurikulum sekolah
minimum)

39 A.1 Kemampuan Baik 91,11% A.1 A.1.1 Peningkatan


literasi (91,11% Kemampuan Kompetensi kompetensi GTK
peserta didik literasi membaca teks dan kebijakan
sudah informasi yang menunjang
mencapai kompetensi
kompetensi membaca teks
minimum) informasi
40 A.1 Kemampuan Baik 91,11% A.1 A.1.2 Peningkatan
literasi (91,11% Kemampuan Kompetensi kompetensi guru
peserta didik literasi membaca teks dan kebijakan
sudah sastra yang menunjang
mencapai kompetensi
kompetensi membaca teks
minimum) sastra
41 A.1 Kemampuan Baik 91,11% D.1 Kualitas D.1.3 Metode Peningkatan
literasi (91,11% pembelajaran pembelajaran kompetensi GTK
peserta didik dan kebijakan
sudah yang menunjang
mencapai aktivasi kognitif
kompetensi
minimum)
42 A.1 Kemampuan Baik 91,11% D.1 Kualitas D.1.1 Peningkatan
literasi (91,11% pembelajaran Manajemen kompetensi GTK
peserta didik kelas dan kebijakan
sudah yang menunjang
mencapai pengelolaan kelas
kompetensi
minimum)
43 A.1 Kemampuan Baik 91,11% D.2 Refleksi dan D.2.1 Belajar Peningkatan
literasi (91,11% perbaikan tentang kompetensi GTK
peserta didik pembelajaran pembelajaran dan kebijakan
sudah oleh guru yang menunjang
mencapai belajar tentang
kompetensi pembelajaran
minimum)
44 A.1 Kemampuan Baik 91,11% D.2 Refleksi dan D.2.3 Peningkatan
literasi (91,11% perbaikan Penerapan kompetensi GTK
peserta didik pembelajaran praktik inovatif dan kebijakan
sudah oleh guru yang menunjang
mencapai penerapan praktik
kompetensi inovatif
minimum)
45 A.1 Kemampuan Baik 91,11% D.3 D.3.1 Visi-misi Peningkatan
literasi (91,11% Kepemimpinan satuan kompetensi GTK
peserta didik instruksional pendidikan dan kebijakan
sudah yang menunjang
mencapai penyusunan dan
kompetensi implementasi visi-
minimum) misi sekolah
46 A.1 Kemampuan Baik 91,11% D.3 D.3.2 Peningkatan
literasi (91,11% Kepemimpinan Pengelolaan kompetensi GTK
peserta didik instruksional kurikulum dan kebijakan
sudah satuan yang menunjang
mencapai pendidikan pengelolaan
kompetensi kurikulum sekolah
minimum)

49
Tabel di atas mengindikasikan bahwa terjadi fluktuasi capaian
standar pendidikan di SMA Negeri 1 Brebes, hampir pada seluruh standar
yang ada, kecuali standar pendidik dan tenaga kependidikan. Fenomena
ini sebenarnya tidak sepenuhnya menggambarkan adanya penurunan
kualitas pendidikan yang ada di SMA Negeri 1 Brebes. Secara detail
Capaian Indikator Pendidikan di SMA Negeri 1 Brebes sampai dengan
tahun 2024 hasil asesmen nasional dapat dijelaskan sebagai berikut:

 D.1 Kualitas pembelajaran termasuk dalam kategori indikator yang


perlu perhatian khusus karena memiliki capaian sedang. Sehingga
perlu adanya pembelajaran mengarah pada peningkatan kualitas
yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan
adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru.
 Definisi Capaian Kualitas Pembelajaran di SMA Negeri 1 Brebes
pada tahun 2024 yaitu sebesar 61,69% turun 1,86% dari tahun
2023 sebesar 63,55%.
 Dua indikator tersebut (Kualitas Pembelajaran dan Partisipasi
warga satuan pendidikan) yang menjadi acuan dalam penyusunan
program kerja baik RKJM, RKT dan RKAS.

2) Refleksi
Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang dilakukan
di SMA Negeri 1 Brebes dari hasil rapor pendidikan pada indikator
prioritas yang masih bermasalah dan mengakibatkan capaian untuk
indikator D.1 Kualitas Pembelajaran SMA Negeri 1 Brebes masih dalam
kategori sedang. Adapun tahapan yang dilakukan dalam melakukan
refleksi adalah sebagai berikut:

 Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari setiap
masalah yang dipilih. Metode perumusan akar masalah dapat
dilakukan dengan cara yang beragam daru yang paling sederhana
sampai penggunaan analisis data yang kompleks.

50
 Akar masalah dapat dilakukan dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna kuning),
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya sedang atau
rendah.
 Dari rapor pendidikan SMA Negeri 1 Brebes diperoleh akar
masalah dari indikator yang diintervensi seperti tertera pada tabel
berikut ini:

Tabel 3.3
Proses Refleksi Rapor Pendidikan SMA Negeri 1 Brebes Tahun 2024

Identifikasi Refleksi (Akar Masalah)


A.1 A. Persentase peserta didik berdasarkan
Kemampuan Literasi kemampuan dalam memahami,
BAIK (91,11% peserta menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi
didik sudah mencapai beragam jenis teks (teks informasional dan
kompetensi minimum). teks fiksi) pada kondisi Baik yaitu 91,11%
peserta didik sudah mencapai kompetensi
minimum untuk literasi membaca.
B. Kompetensi membaca teks informasi nilai
rerata peserta didik dalam memahami,
menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi
teks informasi (Non fiksi) adalah 77,01%
C. Kompetensi membaca teks sastra, nilai rerata
peserta didik dalam memahami,
menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi
teks fiksi adalah 77,65%.
D. Kompetensi mengakses dan menemukan isi
teks (L1), Nilai rerata peserta didik pada
kemampuan menemukan, mengidentifikasi,
dan mendeskripsikan suatu ide atau informasi
eksplisit dalam teks informasional (non-fiksi)
dan sastra adalah 77,5%.
E. Kompetensi menginterpretasi dan memahami
isi teks (L2), Nilai rerata peserta didik pada
kemampuan membandingkan dan
mengontraskan ide atau informasi dalam atau
antarteks, membuat kesimpulan,
mengelompokkan, serta mengombinasikan
ide dan informasi dalam teks atau antarteks
informasional (non-fiksi) dan sastra adalah
78,82%.
F. Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan

51
isi teks (L3), nilai rerata peserta didik pada
kemampuan menganalisis, memprediksi, dan
menilai konten, bahasa, dan unsur-unsur
dalam teks informasional (non-fiksi) dan
sastra adalah 75,81%
A.2 A. Kompetensi pada domain bilangan, nilai
Kemampuan rerata peserta didik dalam berpikir
Numerasi menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan
alat matematika pada konten bilangan untuk
BAIK (86,67% peserta menyelesaikan masalah sehari-hari sebesar
didik sudah mencapai 63,34% naik dari tahun 2023 sebesar
kompetensi minimum) 5,33%.
B. Kompetensi pada domain aljabar, nilai rerata
peserta didik dalam berpikir menggunakan
konsep, prosedur, fakta, dan alat
matematika pada konten aljabar untuk
menyelesaikan masalah sehari-hari sebesar
65,45%.
C. Kompetensi pada domain geometri, nilai
rerata peserta didik dalam berpikir
menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan
alat matematika pada konten geometri untuk
menyelesaikan masalah sehari-hari sebesar
57,32%.
D. Kompetensi pada domain data dan
ketidakpastian, nilai rerata peserta didik
dalam berpikir menggunakan konsep,
prosedur, fakta, dan alat matematika pada
konten data dan ketidakpastian untuk
menyelesaikan masalah sehari-hari sebesar
68,24%.
A.3 Peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai
Karakter karakter pelajar Pancasila yang berakhlak mulia,
BAIK (57,96% peserta bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar
didik terbiasa kritis serta berkebhinekaan global dalam
menerapkan nilai-nilai kehidupan sehari-hari dengan nilai rerata sebesar
karakter pelajar 57,96% turun 2,75% dari tahun 2023 sebesar
Pancasila 60,75%.
D.1 A. Pembelajaran mengarah pada peningkatan
Kualitas Pembelajaran kualitas yang ditunjukkan dengan suasana
kelas yang mulai kondusif dan adanya
SEDANG (61,69% dukungan afektif serta aktivitas kognitif dari
nilai rerata untuk guru. Terjadi penurunan dari tahun 2023
kualitas pembelajaran sebesar 1,86% yaitu dengan rerata tahun
meliputi manajemen 2023 sebesar 63,55%.
kelas, dukungan

52
psikologis, dan
metode pembelajaran
di survei lingkungan
belajar).
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru
Refleksi dan dalam kategori Baik (57,03%) artinya guru aktif
perbaikan meningkatkan kualitas pembelajaran setelah
pembelajaran oleh melakukan refleksi pembelajaran yang telah
guru lewat, mengeksplorasi referensi pengajaran baru,
BAIK (57,03% Nilai dan berinovasi menghadirkan pembelajaran yang
rerata terkait tingkat memantik keterlibatan peserta didik.
aktivitas reflksi dan
perbaikan
pembelajaran oleh
guru berdasarkan
survei lingkungan
belajar.
D.3 Kepemimpinan instruksional pada kategori Baik
Kepemimpinan dengan nilai 52,13% artinya bahwa
Instruksional kepemimpinan instruksional yang visioner
BAIK (52,13% Nilai dengan mengacu pada visi misi satuan
rerata terkait tingkat pendidikan secara konsisten termasuk
kepemimpinan mengkomunikasikan visi dan misi kepada warga
instruksional satuan satuan pendidikan sehingga perencanaan,
pendidikan yang praktik dan asesmen pembelajaran berorientasi
mendukung perbaikan peningkatan hasil belajar siswa melalui dukungan
kualitas pembelajaran program, sistem intensif atau sumber daya yang
berdasarkan suvei memadai yang berdampak pada membudayanya
lingkungan belajar) guru melakukan refleksi dan perbaikan
pembelajaran.
D.4 Satuan pendidikan memiliki lingkungan satuan
Iklim keamanan pendidikan yang aman, terlihat dari
satuan pendidikan kesejahteraan psikologis yang baik dan
rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik,
BAIK (73,13%) Nilai kekerasan seksual, dan penyalahgunaan
komposit nilai indeks narkoba. Satuan pendidikan dapat
rasa aman, mempertahankan kualitas warga satuan
perundungan, pendidikan dalam mencegah dan menangani
hukuman fisik, kasus untuk menciptakan iklim keamanan di
kekerasan seksual, lingkungan satuan pendidikan.
rokok, minuman keras,
dan narkoba
berdasarkan survei
lingkungan belajar.

53
D.8 Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan
Iklim Kebhinekaan suasana proses pembelajaran yang menjunjung
tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya;
BAIK (72,72% Nilai mendapatkan pengalaman belajar yang
rerata iklim berkualitas; mendukung kesetaraan
kebhinekaan di satuan agama/kepercayaan, dan budaya; serta
pendidikan memperkuat nasionalisme.
berdasarkan survei
lingkungan belajar)

C. Skala Prioritas

Berdasarkan proses identifikasi pada hasil rapor pendidikan,


maka skala prioritas yang akan dilakukan dalam penyusunan program
kerja satuan pendidikan adalah berdasarkan tabel benahi. Proses
benahi merupakan proses menentukan program dan kegiatan dengan
tahapan sebagai berikut:
1) Dari akar masalah yang sudah dirumuskan di SMA Negeri 1
Brebes, menentukan program dan kegiatan untuk menyelesaikan
akar masalah yang teridentifikasi.
2) Dalam penentuan program dan kegiatan di SMA Negeri 1 Brebes
merujuk pada contoh program dan kegiatan yang
direkomendasikan oleh Kemendikbudristek bedasarkan PDB SMA
Negeri 1 Brebes tahun 2024.
3) Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui proses
refleksi terhadap rapor pendidikan SMA Negeri 1 Brebes, maka
proses benahi atau menentukan program dan kegiatan dapat dilihat
dalam tabel berikut ini:

Tabel 3.3 Proses Benahi


Berdasarkan Skala Prioritas Rekomendasi Rapor Pendidikan SMAN 1
Brebes Tahun 2024

54
No Identifikasi Kegiatan Inspirasi Kegiatan Kegiatan ARKAS
Indikator Benahi Benahi Padanan nama kegiatan jika
prioritas yang Contoh Contoh kegiatan yang Anda ingin menganggarkan
menggambarkan kegiatan lebih spesifik kegiatan benahi ke ARKAS.
kualitas Satdik yang dapat
Anda. diterapkan di
Satdik Anda.
1 D.1 Kualitas Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran kompetensi pendidikan dan
GTK dan pendidik mempelajari - Penyusunan silabus / tujuan
kebijakan metode pembelajaran pembelajaran
yang interaktif sebagai - Peningkatan kompetensi
menunjang bagian dari kualitas guru untuk keterlibatan
aktivasi pembelajaran orangtua/wali dan masyarakat
kognitif dalam pembelajaran
2. Pendidik - Peningkatan Kompetensi
mengimplementasikan Guru untuk memahami
pengetahuan tentang konten pembelajaran dan
metode pembelajaran cara mengajarkannya
interaktif untuk
memperbaiki proses
pembelajaran

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
metode pembelajaran
melalui program,
kebijakan dan
penganggaran
2 D.1 Kualitas Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran kompetensi pendidikan dan
GTK dan pendidik mempelajari - Pelaksanaan kegiatan
kebijakan tentang pengetahuan komunitas belajar di satuan
yang dan keterampilan pendidikan
menunjang mengajar sebagai - Peningkatan kompetensi
belajar bagian dari kualitas guru untuk memahami konten
tentang pembelajaran pembelajaran dan cara
pembelajaran mengajarkannya
2. Pendidik
mengimplementasikan
pengetahuan dan
keterampilan
mengajar untuk
memperbaiki proses
pembelajaran peserta
didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
proses pembelajaran
pendidik terkait
pengetahuan dan
keterampilan

55
mengajar di satuan
pendidikan melalui
program, kebijakan,
dan penganggaran

3 D.4 Iklim Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler


keamanan kompetensi pendidikan dan
satuan GTK dan pendidik mempelajari - Pengembangan program
pendidikan kebijakan tentang pemahaman pencegahan dan penanganan
yang dan sikap terhadap kekerasan dan kekerasan
menunjang perundungan serta seksual di satuan pendidikan
pemahaman pencegahan dan (termasuk program Roots)
dan sikap penanganannya, - Peningkatan Kompetensi
guru terhadap sebagai bagian dari Guru untuk memahami
perundungan iklim keamanan tentang perundungan,
satuan kekerasan, dan kekerasan
seksual
2. Pendidik
mengimplementasikan
pengetahuan tentang
pemahaman dan
sikap terhadap
perundungan serta
pencegahan dan
penanganannya untuk
memperbaiki proses
pembelajaran peserta
didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
pemahaman dan
sikap terhadap
perundungan, serta
pencegahan dan
penanganannya di
satuan pendidikan
melalui program,
kebijakan, dan
penganggaran

56
4 D.4 Iklim Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
keamanan kompetensi pendidikan dan
satuan GTK dan pendidik mempelajari - Peningkatan kompetensi
pendidikan kebijakan tentang program dan guru untuk memahami sikap
yang kebijakan mengenai inklusif, toleran, dan
mendukung kesetaraan gender di kesertaan gender (termasuk
terlaksananya satuan pendidikan pendidikan inklusif/disabilitas)
program dan untuk mendukung - Pengembangan sekolah
kebijakan iklim keamanan sehat, sekolah aman, sekolah
sekolah ramah anak, sekolah inklusi,
terkait 2. Pendidik sekolah adiwiyata, dan
kesetaraan mengintegrasikan sejenisnya
gender pengetahuan tentang
program dan
kebijakan mengenai
kesetaraan gender di
satuan pendidikan
untuk memperbaiki
proses pembelajaran
peserta didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
program, kebijakan,
dan penganggaran
mengenai kesetaraan
gender di satuan
pendidikan
5 A.3 Karakter Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
kompetensi pendidikan dan
GTK dan pendidik mempelajari - Pengembangan
kebijakan tentang Profil Pelajar pembelajaran berbasis projek
yang Pancasila untuk (termasuk P5)
mendukung dimensi Kreativitas - Peningkatan kompetensi
kreativitas sebagai bagian dari guru untuk pemahaman Profil
murid penguatan karakter Pelajar Pancasila: Kreativitas
- Peningkatan Kompetensi
2. Pendidik mampu Guru untuk keterlibatan
mengimplementasikan orangtua/wali dan masyarakat
pembelajaran dalam pembelajaran
berbasis projek
penguatan Profil
Pelajar Pancasila
dimensi Kreativitas

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
dimensi Kreativitas
melalui program,
kebijakan, dan
penganggaran untuk
pelaksanaan projek
penguatan Profil

57
Pelajar Pancasila

6 A.3 Karakter Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler


kompetensi pendidikan dan
GTK dan pendidik mempelajari - Penyusunan silabus / tujuan
kebijakan tentang metode pembelajaran
yang pembelajaran - Peningkatan kompetensi
menunjang interaktif untuk guru untuk keterlibatan
aktivasi mendukung orangtua/wali dan masyarakat
kognitif penguatan karakter dalam pembelajaran
- Peningkatan Kompetensi
2. Pendidik mampu Guru untuk memahami
mengimplementasikan konten pembelajaran dan
pengetahuan tentang cara mengajarkannya
metode pembelajaran
untuk memperbaiki
proses pembelajaran
yang mendukung
penguatan karakter
peserta didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
metode pembelajaran
di satuan pendidikan
melalui program,
kebijakan, dan
penganggaran

58
7 D.8 Iklim Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan kompetensi pendidikan dan
GTK dan pendidik mempelajari - Pengembangan
kebijakan konsep dan praktik pembelajaran berbasis proyek
yang terkait toleransi (termasuk P5)
menunjang agama dan budaya - Pengembangan kegiatan
terciptanya sebagai bagian dari pelibatan orang
toleransi iklim kebinekaan tua/wali/keluarga di
agama dan pembelajaran
budaya 2. Pendidik - Peningkatan kompetensi
mengimplementasikan guru untuk memahami
pengetahuan tentang toleransi/kesetaraan/moderasi
toleransi agama dan beragama dan budaya
budaya untuk
memperbaiki proses
pembelajaran peserta
didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
penerapan toleransi
agama dan budaya di
satuan pendidikan
melalui program,
kebijakan, dan
penganggaran
8 D.8 Iklim Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
Kebinekaan kompetensi pendidikan dan
GTK dan pendidik mempelajari - Peningkatan kompetensi
kebijakan tentang program dan guru untuk memahami sikap
yang kebijakan mengenai inklusif, toleran, dan
mendukung kesetaraan gender di kesertaan gender (termasuk
terlaksananya satuan pendidikan pendidikan inklusif/disabilitas)
program dan untuk mendukung - Pengembangan sekolah
kebijakan iklim kebinekaan sehat, sekolah aman, sekolah
sekolah ramah anak, sekolah inklusi,
terkait 2. Pendidik sekolah adiwiyata, dan
kesetaraan mengintegrasikan sejenisnya
gender pengetahuan tentang
program dan
kebijakan mengenai
kesetaraan gender di
satuan pendidikan
untuk memperbaiki
proses pembelajaran
peserta didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
program, kebijakan,
dan penganggaran
mengenai kesetaraan
gender di satuan

59
pendidikan

9 A.2 Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler


Kemampuan kompetensi pendidikan dan
numerasi GTK dan pendidik mempelajari - Peningkatan kompetensi
kebijakan domain geometri guru untuk memperkuat
yang sebagai bagian dari numerasi
menunjang kemampuan numerasi - Pengembangan kegiatan
kemampuan literasi dan numerasi
numerasi 2. Pendidik - Peningkatan kompetensi
pada domain mengimplementasikan guru untuk pembelajaran
Geometri pengetahuan tentang berorientasi pada peserta
peningkatan didik
kompetensi pada
domain geometri
untuk memperbaiki
proses pembelajaran
numerasi peserta
didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
terhadap kompetensi
pada domain geometri
di satuan pendidikan
melalui program,
kebijakan, dan
penganggaran

60
10 A.2 Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan kompetensi pendidikan dan
numerasi GTK dan pendidik mempelajari - Penyusunan silabus / tujuan
kebijakan tentang metode pembelajaran
yang pembelajaran - Peningkatan kompetensi
menunjang interaktif untuk guru untuk keterlibatan
aktivasi mendukung orangtua/wali dan masyarakat
kognitif kemampuan numerasi dalam pembelajaran
- Peningkatan Kompetensi
2. Pendidik Guru untuk memahami
mengimplementasikan konten pembelajaran dan
pengetahuan tentang cara mengajarkannya
metode pembelajaran
interaktif untuk
memperbaiki proses
pembelajaran
numerasi peserta
didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
metode pembelajaran
interaktif di satuan
pendidikan melalui
program, kebijakan,
dan penganggaran
11 A.1 Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan kompetensi pendidikan dan
literasi GTK dan pendidik mempelajari - Peningkatan kompetensi
kebijakan tentang teks informasi guru untuk memperkuat
yang sebagai bagian dari literasi
menunjang kemampuan literasi - Pengembangan kegiatan
kompetensi literasi dan numerasi
membaca 2. Pendidik - Kegiatan pemberdayaan
teks informasi mengimplementasikan perpustakaan terutama untuk
pengetahuan tentang pengembangan minat baca
teks informasi untuk peserta didik
memperbaiki proses
pembelajaran literasi
peserta didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
kemampuan teks
informasi di satuan
pendidikan melalui
program, kebijakan,
dan penganggaran

61
12 A.1 Peningkatan 1. Kepala satuan Kegiatan BOS Reguler
Kemampuan kompetensi pendidikan dan
literasi GTK dan pendidik mempelajari - Penyusunan perencanaan
kebijakan tentang metode program satuan pendidikan
yang pembelajaran (visi misi sekolah, RKJM,
menunjang interaktif untuk RKT, RKAS)
aktivasi mendukung - Peningkatan kompetensi
kognitif kemampuan literasi kepala sekolah
- Pengembangan dan
2. Pendidik pelaksanaan program kerja
mengimplementasikan kepala sekolah
pengetahuan tentang
metode pembelajaran
literasi untuk
memperbaiki proses
literasi pembelajaran
peserta didik

3. Kepala satuan
pendidikan
mendorong perbaikan
metode pembelajaran
di satuan pendidikan
melalui program,
kebijakan, dan
penganggaran

62
BAB IV
RENCANA KERJA 4 TAHUNAN

Program kerja jangka menengah yang tertuang dalam RKJM ini


berkaitan dengan penjabaran pada upaya pemenuhan 8 standar nasional.
Uraian rencana kerja 4 tahunan SMA Negeri 1 Brebes tahun 2022 sampai
dengan tahun 2026 dapat dilhat pada Tabel 4.1 berikut.

63
Tabel 4.1 Uraian Rencana Kerja 4 Tahunan SMAN 1 Brebes Tahun 2022 – 2026

TINGKAT PENCAPAIAN KET.


NO. PRIORITAS PROGRAM INDIKATOR
2023 2024 2025 2026
1. STANDAR ISI
a. Peningkatan kinerja - Terbentuknya Tim Ada & efektif Ada & efektif Ada & efektif Ada & efektif
Tim Pengembang Pengembang Kurikulum
Kurikulum dan Tim dan Tim Penjamin Mutu
Penjamin Mutu Pendidikan yang kredibel
Pendidikan. dan bertanggungjawab
b. Mengorganisasikan - • Perumusan visi, misi, Terselenggara Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
penyusunan dan tujuan sekolah & efektif efektif efektif efektif
KTSP/KOSP mengacu • Pengorganisasian
pada kerangka dasar sturktur kurikulum
pada standar isi • Pengaturan beban
belajar dan beban kerja
guru.
• Penyusunan Kalender
pendidikan
• Penyusunan silabur,
RPP, MA, MP.
• Terselenggaranya
kegiatan IHT tentang
pengembangan
silabus, RPP, MA, MP
- Tersusunnya silabus dan Tersusun Tersusun Tersusun Tersusun
RPP yang sesuai dengan
karakter, potensi, dan bakat
peserta didik, serta sesuai
dengan visi, misi, dan
tujuan sekolah.

64
- Tersusunnya silabus dan Tersusun Tersusun Tersusun Tersusun
RPP yang
mengintegrasikan
pengembangan sikap
beriman dan bertakwa
kepada Tuhan YME dan
pengembangan Profil
Pelajar Pancasila
Menyusun program Tersusun Tersusun Tersusun Tersusun
pembiasaan sekolah, yaitu
literasi dan sekolah riset.

Penyusunan pembagian Tersusun Tersusun Tersusun Tersusun


tugas guru dan jadwal
pembelajaran

Pengembangan program Tersusun Tersusun dan Tersusun dan Tersusun dan


perpustakaan sekolah terlaksana terlaksana terlaksana

Workshop pengembangan Tersusun Tersusun Tersusun Tersusun


media pembelajaran
berbasis IT
Terselenggaranya kegiatan Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
IHT/lokakarya terkait efektif efektif efektif
pemanfaatan PMM

Optimalisasi pemanfaatan 80% guru 89% guru 95% guru


PMM oleh guru memanfaatkan memanfaatkan dan memanfaatkan
beberapa aktif dan aktif berbagi
berbagi karya karya
- Tersusunnya KTSP dan Tersusun dan Tersusun dan Tersusun dan Tersusun dan
KOSP SMA Negeri 1 tervalidasi tervalidasi tervalidasi tervalidasi
Brebes yang selaras
dengan Visi, Misi, dan
Tujuan Sekolah, selarah

65
dangan karakter peserta
didik, dan memuat program
unggulan sekolah

c. Peningkatan tingkat - Terlaksanaya kegiatan Terlaksana & Terlaksana & Terlaksana & efektif Terlaksana &
keterlaksanaan supervisi untuk menjamin efektif efektif efektif
rencana pelaksanaan keterlaksanaan rencana
pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran
implementasi dalam implementasi
pembelajaran. pembelajaran.
- Terlaksanaya kegiatan Terlaksana & Terlaksana & Terlaksana & efektif Terlaksana &
monitoring secara berkala efektif efektif efektif
untuk menjamin
keterlaksanaan rencana
pelaksanaan pembelajaran
dalam implementasi
pembelajaran.
d. Peningkatan kualitas - Terlaksananya kegiatan Terlaksana & Terlaksana & Terlaksana & efektif Terlaksana &
kegiatan intra dan intra dan ekstrakurikuler efektif efektif efektif
ekstrakurikuler sesuai sesuai dengan pedoman
dengan pedoman pelaksanaan program yang
pelaksanaan yang telah disusun.
telah disusun.
e. Peningkatan kualitas - Terlaksananya kegiatan Terlaksana & Terlaksana & Terlaksana & efektif Terlaksana &
kegiatan evaluasi evaluasi penyelenggaraan efektif efektif efektif
penyelenggaraan kurikulum melalui
kurikulum melalui penyusunan instrumen
penyusunan instrumen evaluasi, pelaksanaan
evaluasi, pelaksanaan evaluasi, dan tindak lanjut
evaluasi, dan tindak evaluasi yang semakin
lanjut evaluasi yang baik.
semakin baik.

66
2. STANDAR PROSES
a. Pengembangan Terselenggara IHT, Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
proses pembelajaran pembinaan, dan efektif efektif efektif
untuk pendampingan guru agar
mengembangkan dapat mengembangkan
kemampuan literasi proses pembelajaran
dan numerasi untuk mengembangkan
kemampuan literasi dan
numerasi
Peningkatan 45% guru 70 % guru meningkat 100% guru
kemampuan guru dalam meningkat meningkat
proses pembelajaran
untuk mengembangkan
kemampuan literasi dan
numerasi
Pengembangan Terselenggara IHT, Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
proses pembelajaran pembinaan, dan efektif efektif efektif
berdiferensiasi pendampingan guru agar
dapat mengembangkan
proses pembelajaran
berdiferensiasi
Peningkatan 50% guru 75 % guru meningkat 100% guru
kemampuan guru dalam meningkat meningkat
mengembangkan proses
pembelajaran
berdiferensiasi

67
Pengembangan Terselenggara IHT, Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
proses pembelajaran pembinaan, dan efektif efektif efektif
untuk mencapai Profil pendampingan guru agar
Pelajar Pancasila dapat mengembangkan
proses pembelajaran
untuk mencapai Profil
Pelajar Pancasila
Peningkatan 50% guru 75 % guru meningkat 100% guru
kemampuan guru dalam meningkat meningkat
mengembangkan proses
pembelajaran untuk
mencapai Profil Pelajar
Pancasila
Pengembangan proses - Terselenggaranya kegiatan Terselenggara Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
pembelajaran yang IHT/workshop diarahkan & efektif efektif efektif efektif
menerapkan untuk meningkatkan
pembelajaran aktif dan kemampuan guru dalam
kreatif, menyenangkan, yang menerapkan
dan berpusat pada pembelajaran aktif dan
peserta didik kreatif, menyenangkan, dan
berpusat pada peserta
didik.
- Terjadinya peningkatan 40% 50% 62% 80%
jumlah guru yang
menerapkan pembelajaran
aktif dan kreatif,
menyenangkan, dan
berpusat pada peserta didik

68
- Terselenggaranya Terselenggara Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
IHT/workshop untuk & efektif efektif efektif efektif
membekali dan melatih
kemampuan guru pada
pembelajaran pemecahan
masalah, pembelajaran
berbasis riset, dan
pembelajaran berwawasan
lingkungan
- Terjadinya peningkatan 25% 35% 55% 76% jumlah
jumlah guru yang guru
melaksanakan dengan
Project problem based
learning
Terjadinya peningkatan 25% 36% 45% 67% jumlah
jumlah guru yang guru
melaksanakan
pembelajaran berbasis riset
b. Pengembangan proses - Terselenggaranya IHT atau Terselenggara Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
pembelajaran yang pelatihan guru yang & efektif efektif efektif efektif
dapat mengoptimalkan berkaitan dengan
kemampuan abad 21 penyusunan instrumen
dan Higher Order penilaian dengan kriteria
Thinking Skill (HOTS). kemampuan abad 21 dan
HOTS
- Tersusunnya instrumen Tersusun 20% Tersusun 30% Tersusun 45% mapel Tersusun 56%
penilaian dengan kriteria mapel mapel mapel
kemampuan abad 21 dan
HOTS untuk setiap mata
pelajaran

69
c. Pengembangan dan - Terselenggaranya IHT atau Terselenggara Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
penyusunan sumber pelatihan guru yang & efektif efektif efektif efektif
belajar, media dan alat berkaitan dengan
peraga pembelajaran pengembangan dan
(terutama berbasis TI) penyusunan sumber
yang dapat membantu belajar, media, dan alat
peserta didik memahami peraga pembelajaran
materi pembelajaran. berbasis TI
- Terjadinya peningkatan 70% 80% 90% 100% jumlah
jumlah guru yang mampu guru
menyusun sumber belajar,
media, atau alat peraga
pembelajaran berbasis TI
yang dapat membantu
tercapainya tujuan
pembelajaran
d. Pengembangan - Terselenggaranya IHT atau Terselenggara Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
intrumen penilaian pelatihan guru yang & efektif efektif efektif efektif
pembelajaran (berbasis berkaitan dengan
TI) yang dapat pengembangan intrumen
digunakan untuk menilai penilaian pembelajaran
proses dan hasil, (terutama berbasis TI) yang
objektif (membedakan dapat digunakan untuk
sesuai dengan menilai proses dan hasil,
kemampuan siswa yang objektif (membedakan
sebenarnya), dan sesuai dengan kemampuan
meyeluruh (afektif, siswa yang sebenarnya),
kognitif, dan psikomotor) dan meyeluruh (afektif,
kognitif, dan psikomotor).

70
- Tersusunya instrumen 70% 80% 90% 100% Jumlah
pembelajaran berbasis TI guru
yang digunakan untuk
menilai proses dan hasil
pembelajaran.

- Tersusunya instrumen 20% 30% 40% 67% mapel


pembelajaran yang valid
dan reliabel pada setiap
mata pelajaran yang
digunakan untuk menilai
proses dan hasil
pembelajaran.
- Terjadinya peningkatan 40% 50% 64% 70% jumlah
kepuasan peserta didik guru
yang diukur melalui
kuesioner penilain kinerja
guru.

3. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN


a. Pengembangan - Terselenggaranya proses Terselenggara Terselenggara Terselenggara
kemampuan literasi pembelajaran yang baik semakin baik semakin baik
dan numerasi siswa menitikberatkan pada
untuk mendukung pengembangan
kemampuan kemampuan literasi dan
pemecahan masalah numerasi siswa
- Peningkatan kemampuan Data rapor Data rapor Data rapor Data rapor
literasi dan numerasi siswa mutu/HASIL pendidikan terkait pendidikan terkait pendidikan terkait
EDS kemampuan kemampuan literasi kemampuan
literasi dan dan numerasi literasi dan
numerasi meningkat numerasi
meningkat meningkat

71
b. Pengembangan Profil - Terselenggaranya proses Terselenggara Terselenggara Terselenggara
Pelajar Pancasila pembelajaran yang baik semakin baik semakin baik
untuk menyiapkan menitikberatkan pada
siswa menghadapi pengembangan Profil
masa depannya Pelajar Pancasila
- Peningkatan karakter siswa Data rapor Data rapor Data rapor
yang mencerminkan profil pendidikan terkait pendidikan terkait pendidikan terkait
pelajar Pancasila karakter P-3 karakter P-3 karakter P-3
meningkat meningkat meningkat
c. Pengembangan - Peningkatan jumlah siswa 57% 65% 75% 89% jumlah
budaya kreatif dan yang mengikuti kegiatan siswa
ilmiah untuk diklat, seminar, atau
meningkatan kualitas sejenisnya yang diarahkan
lulusan dalam untuk meningkatkan
menghadapi kemandirian dan jiwa ilmiah
persaingan memasuki siswa
dunia kerja atau
perguruan tinggi.
- Peningkatan jumlah Min. 15 Min. 20 Min. 25 Min. 30 Jumlah
kegiatan lomba yang diikuti kegiatan
siswa -

d.. Peningkatan kualitas - Penurunan jumlah siswa 15% 13% 10,5% 9,5% jumlah
dan kuantitias kegiatan yang mendapatkan siswa
pengawasan siswa hukuman pelanggaran tata
untuk menciptakan tertib sekolah
ketaatan siswa
terhadap peraturan
sekolah.
e. Pengembangan - Peningkatan jumlah warga kenaikan min. kenaikan min. kenaikan min. 45% kenaikan min.
kegiatan literasi sekolah yang mengunjungi 20% dari 35% dari dari sebelumnya 55% dari
sekolah melalui dan memanfaatkan sebelumnya sebelumnya sebelumnya
budaya membaca dan perpustakaan sebagai

72
menulis untuk sarana belajar.
meningkatkan budaya
ilmiah siswa

- Peningkatan produk-produk kenaikan min. kenaikan min. kenaikan min. 45% kenaikan min.
ilmiah yang dihasilkan oleh 20% dari 35% dari dari sebelumnya 55% dari
siswa. sebelumnya sebelumnya sebelumnya

- Peningkatan prestasi siswa meraih juara di meraih juara di meraih juara di meraih juara di
pada lomba-lomba karya tingkat tingkat provinsi, tingkat provinsi, tingkat provinsi,
ilmiah. kabupaten dan nasional nasional
provinsi
g. Pengembangan - Penambahan jumlah/variasi 5 kegiatan 7 kegiatan 9 kegiatan 10 kegiatan jumlah
kegiatan intra dan kegiatan intra dan siswa
ekstrakurikuler yang ekstrakurikuler sekolah
dapat membekali
siswa dengan
kemampuan life skill.
h. Peningkatan kegiatan Peningkatan jumlah siswa 55% 75% 85% 87% jumlah
intra dan yang mengikuti kegiatan siswa
ekstrakurikuler yang intra dan ekstrakurikuler
dapat menggali bakat sekolah
dan potensi siswa
secara optimal.
i. Peningkatan hasil - Peningkatan jumlah siswa 3 siswa 5 siswa 6 siswa 7 siswa
prestasi akademik yang berhasil di ajang KSN
siswa yang - Peningkatan jumlah siswa 5 lomba 8 lomba 10 lomba 10 lomba
ditunjukkan melalui: yang berhasil di ajang
peningkatan prestasi lomba akademik lainnya
kegiatan OSN, lomba - Peningkatan jumlah siswa 67% 70% 76% 78% jumlah
bidang akademik lain, yang melanjutkan ke lulusan
dan peningkatan jenjang perguruan tinggi
jumlah siswa yang khususnya PTN.
melanjutkan ke jenjang

73
pendidikan yang lebih
tinggi.
j. Peningkatan peran BK - Peningkatan jumlah siswa 50% 65% 70% 85% Jumlah
dalam memberikan yang dilayani untuk siswa
arahan, bimbingan dan kepentingan melanjutkan kelas 12
pendampingan siswa ke jenjang yang lebih tinggi
memilih jenjang atau dunia kerja
pendidikan tinggi atau
dunia kerja.
k. Peningkatan hasil - Peningkatan jumlah 3 medali 4 medali 5 medali Min. 6 medali
prestasi kejuaraan prestasi kejuaraan bidang
yang diperoleh baik olah raga khususnya ajang
olah raga dan seni KOSN dan POPDA
yang ditunjukkan
dengan peningkatan
piala pada kejuaraan
O2SN dan FLS2N
- Peningkatan jumlah 8 medali 9 medali 10 medali Min. 12 medali
prestasi bidang seni,
khususnya ajang FLS2N

4. STANDAR PENILAIAN
a. Peningkatan - Terselenggaranya IHT atau Terselenggara Terselenggara & Terselenggara & Terselenggara &
kemampuan guru workshop tentang & efektif efektif efektif efektif
dalam menyusun penyusunan instrumen
instrumen penilaian penilaian berbasis TI yang
(terutama yang terdiri kisi-kisi penilaian,
berbasis TI) yang instrumen penilaian, dan
terdiri kisi-kisi pedoman penilaian yang
penilaian, instrumen efektif.
penilaian, dan
pedoman penilaian
yang efektif.

74
b. Peningkatan - Tersusunnya instrumen 70% 80% 89% 100% jumlah
kemampuan guru penilaian yang terdiri kisi- guru
dalam melakukan kisi penilaian, instrumen
analisis kualitas penilaian, dan pedoman
instrumen penilaian penilaian yang efektif untuk
(validitas, reliabilitas, setiap mata pelajaran.
tingkat kesukaran, dan
daya pembeda).
c. Peningkatan - Peningkatan jumlah guru 40% 50% 60% 75% jumlah
kemampuan guru yang mampu melakukan guru
dalam menyusun analisis kualitas instrumen
instrumen penilaian penilaian (validitas,
yang dapat reliabilitas, tingkat
meningkatkan kesukaran, dan daya
kemampuan berpikir pembeda).
kritis dan pemecahan - Peningkatan jumlah guru 40% 50% 60% 75% jumlah
masalah. yang mampu menyusun guru
instrumen penilaian yang
dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kritis,
kreatif, komunikatif, dan
pemecahan masalah.
d. Peningkatan - Terselenggaranya IHT atau Terselenggara Terselenggara Terselenggara Terselenggara
kemampuan guru workshop penyusunan baik baik semakin baik semakin baik
dalam menyusun asesmen diagnostik,
asesmen diagnostik, asesmen pemantik,
asesmen pemantik, asesmen formatif, dan
asesmen formatif, dan asesmen sumatif
asesmen sumatif
Peningkatan kemampuan 45% 55% 65% 75% jumlah
guru dalam menyusun guru
asesmen diagnostik,
asesmen pemantik,
asesmen formatif, dan

75
asesmen sumatif

e. Peningkatan - Peningkatan jumlah guru 40% 50% 63% 80% jumlah


kemampuan guru yang berupaya mengenali guru
dalam mengenali potensi, bakat, dan
potensi, bakat, dan karakteristik peserta didik
karakteristik peserta dalam kegiatan
didik. pembelajaran (dilihat dari
hasil penilaian kinerja guru)
- Peningkatan jumlah guru 40% 50% 64% 75% jumlah
yang mendapatkan guru
penilaian kinerja minimal
baik oleh siswa melalui
AKG
f. Peningkatan - Peningkatan jumlah guru 40% 50% 60% 70% jumlah
kemampuan guru yang mampu guru
memanfaatkan laporan memanfaatkan laporan
hasil penilaian untuk hasil penilaian untuk
memperbaiki kualitas memperbaiki kualitas
pembelajaran. pembelajaran.

5. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


a. Peningkatan rasio - Semakin berkurangnya 10% Berkurang dari Berkurang dari Berkurang dari jumlah
kesesuaian mata jumlah pendidik atau sebelumnya sebelumnya sebelumnya PTK
pelajaran dan tenaga kependidikan yang
ketersediaan guru mengampu mata pelajaran
mata pelajaran atau bekerja yang tidak
menjamin tercapainya sesuai dengan latar
tujuan pembelajaran belakang pendidikan yang
dimilikinya.

76
b. Peningkatan - Peningkatan jumlah min. 2 orang min. 2 orang min. 2 orang min. 2 orang jumlah
kemampuan pendidik pendidik dan tenaga PTK
dan tenaga kependidikan yang
kependidikan terkait menempuh pendidikan
dengan tupoksi jenjang berikutnya.
masing-masing.
c. Penambahan tenaga - Terpenuhinya jumlah Baik, efektif Baik, efektif Baik, efektif Baik, efektif
kependidikan, pendidik dan tenaga
terutama tenaga kependidikan sesuai
kebersihan dan dengan kebutuhan struktur
keamanan untuk organisasi sekolah
menciptakan suasana
belajar yang aman dan
nyaman.
d. Peningkatan - Peningkatan jumlah 50% 63% 72% 84% jumlah
komunikasi dan pendidik dan tenaga PTK
koordinasi antara kependidikan yang
pendidik dan tenaga memanfaatkan teknologi
kependidikan agar informatika dalam kegiatan
tercipta suasana kerja pembelajaran
yang kondusif dan
tidak terjadi
keterlambatan
pekerjaan..
e. Peningkatan - Peningkatan jumlah 65% 80% 82% 95% jumlah
kemampuan teknologi pendidik yang mampu PTK
informatika pendidik melaksanakan
dan tenaga pembelajaran berbasis IT
kependidikan untuk dan peningkatan jumlah
meningkatkan tenaga kependidikan yang
efektivitas mampu memanfaatkan IT
pembelajaran dan dalam mengelola
pengelolaan pekerjaannya
pendidikan.

77
f. Peningkatan - Peningkatan jumlah guru 20% 30% 40% 50% jumlah
kemampuan guru yang melakukan kegiatan guru
dalam melakukan pengembangan
kegiatan keprofesian berkelanjutan
pengembangan (PKB) yang meliputi
keprofesian melakukan pengembangan
berkelanjutan (PKB) diri, melakukan publikasi
yang meliputi ilmiah, dan pembuatan
melakukan karya inovatif mayoritas.
pengembangan diri,
melakukan publikasi
ilmiah, dan pembuatan
karya inovatif
mayoritas.
g. Peningkatan budaya - Peningkatan jumlah 54% 67% 80% 91% jumlah
membaca dan belajar, pendidik dan tenaga PTK
budaya berdisiplin dan kependidikan yang
efektivitas waktu, mengunjungi perpustakaan
budaya mentaati sekolah untuk membaca
peraturan sekolah, dan menulis
budaya berkompetisi,
berprestasi, dan
- Peningkatan jumlah 80% 85% 90% 95% jumlah
bercita-cita tinggi
pendidik dan tenaga PTK
untuk menciptakan
kependidikan menjalankan
peserta didik yang
budaya mentaati peraturan
berkualitas dan
sekolah (disiplin waktu,
sekolah yang maju.
berpakaian, dan
perperilaku)

78
- Peningkatan jumlah 20% 25% 33% 45% jumlah
pendidik dan tenaga PTK
kependidikan yang
mengikuti kegiatan atau
lomba-lomba bidang
pendidikan dan kegiatan
ilmiah lainnya.
- Peningkatan prestasi 10 besar 5 besar prestasi 3 besar prestasi Prestasi tingkat PTK
pendidik atau tenaga prestasi tingkat tingkat kabupaten/ provinsi/nasional yang
kependidikan tingkat kabupaten/ cabdin/provinsi/ mewakili
kabupaten/ cabdin/provinsi/na nasional
cabdin sional
Pemahaman dan sikap - IHT Peningkatan 25% guru 34% guru 43% guru memahami 100% guru
guru tentang kompetensi GTK dan memahami memahami memahami
pencegahan kebijakan yang menunjang
perundungan, dan pemahaman dan sikap
kekerasan seksual guru terhadap
perundungan dan
kekerasan seksual
6. STANDAR PEMBIAYAAN
a. Peningkatan - Peningkatan prosentase 5% Maks 2% Maks 1% Terserap semua total
ketercapaian keterserapan penggunaan anggara
pemasukan dana anggaran Pendidikan yang n
pendidikan yang sesuai RKAS
bersumber dari peran
serta masyarakat
b. Peningkatan - Semakin berkurangnya 15% 10% 5,00% kurang dari 5%
transparansi, permasalahan-
akuntabilitas, efisensi permasalahan yang
dan efektivitas berkaitan dengan
penggunaan anggaran keuangan sekolah

79
pendidikan melalui - Peningkatan ketercapaian Min 90% Min 95% Min 98% 100% total
proses perencanaan, penyerapan anggaran anggara
pelaksanaan, pendidikan pada kegiatan- n
monitoring, dan kegiatan yang telah
evaluasi pengelolaan dirumuskan dalam RKAS.
yang baik dan benar. - Pelaporan secara rutin Ada dan cukup Ada, lengkap Ada, lengkap Ada, lengkap
tentang penggunaan lengkap
anggaran pendidikan pada
seluruh warga sekolah
melalui informasi langsung
atau tidak langsung
(melalui papan informasi)
c. Penguatan sistem - Dioperasikannya sistem Belum Ada sederhana Ada sederhana Ada kompleks
pengelolaan pengelolaan keuangan
pembiayaan pendidika sekolah yang berbasis
dari berbasis manual teknologi informatika.
menjadi berbasis
teknologi informatika

7. STANDAR PENGELOLAAN
a. Peningkatan - Peningkatan kemampuan Baik Baik & efektif Baik & efektif Baik & efektif
kemampuan teknis, teknis, kerjasama, dan
kerjasama, dan koordinasi pada individu-
koordinasi pada individu yang menjalankan
individu-individu yang struktur organisasi sekolah
menjalankan struktur sesuai dengan tupoksinya
organisasi sekolah masing-masing
sesuai dengan
tupoksinya masing-
masing

80
b. Peningkatan - Tersusun dokumen Ada, cukup Ada, lengkap Ada, lengkap Ada, lengkap
kemampuan Rencana Pengembangan lengkap
perencanaan melalui Sekolah yang matang dan
analisis SWOT dan terukur
evaluasi diri yang
matang dan terukur
c. Penyusunan dan - Tersusun dokumen Standar Ada, Dikembangkan Dikembangkan Dikembangkan
penyempurnaan Operasional Prosedur implementatif
secara terus menerus (SOP) yang jelas dan
Standar Operasional applicable.
Prosedur (SOP) pada
setiap kegiatan
sekolah untuk
menjamin pelayanan
pendidikan yang
terarah dan terukur.
d. Penyusunan dan - Tersusun dokumen Ada, lengkap Ada, lengkap, Ada, lengkap, efektif Ada, lengkap,
penyempurnaan Peraturan Pendidikan yang efektif efektif
peraturan pendidikan dapat diterima dan
untuk menjamin dilaksanakan oleh semua
terciptanya kondisi pihak.
sekolah yang semakin
kondusif dan maju
e. Penyusunan dan - Tersusun dokumen Ada, lengkap Ada, lengkap, Ada, lengkap, efektif Ada, lengkap,
penyempurnaan instrumen supervisi dan efektif efektif
sistem kontrol melalui evaluasi diri yang valid dan
kegiatan supervisi dan reliabel
evaluasi diri yang
dilakukan secara
berkesinambungan

8. STANDAR SARANA DAN PRASARANA

81
a. Pemenuhan jumlah - Terpenuhinya jumlah dan 21 ruang 22 ruang 23 ruang 24 ruang
ruang kelas untuk fasilitas ruang kelas sesuai
mendukung program dengan banyaknya rombel
pemerintah daerah
terkaitan dengan
peningkatan APK
bidang pendidikan
b. Pemenuhan ruang - Kondisi ruang kelas yang Min 90% Min. 95% Min 98% 100%
kelas yang representatif buat representatif representatif representatif representatif
representatif buat pembelajaran
pembelajaran
c. Pemenuhan - Terpenuhinya kebutuhan Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
kebutuhan ruang dan ruang dan fasilitas
fasilitas laporatorium laporatorium IPA yang
IPA yang representatif meliputi laboratorium
untuk mendukung Fisika, laboratorium Biologi,
program peningkatan dan laboratorium Kimia,
kemampuan siswa untuk mendukung sekolah
dalam bidang sains. berbasis riset
- Kondisi ruang laboratorium Baik Baik dan tertib Baik dan tertib Baik dan tertib
yang representatif buat
praktikum
b. Pemenuhan ruang - Peningkatan kualitas dan Terpenuhi Meningkat/ Meningkat/ Meningkat/
sarana prasarana kuantitas sarpras yang sesuai standar bertambah dari bertambah dari bertambah dari
untuk mendukung mendukung program sebelumnya sebelumnya sebelumnya
program adiwiyata adiwiyata (tempat sampah,
bank sampah, budidaya
MH, dll)
d. Pemenuhan - Terpenuhinya kebutuhan Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
kebutuhan ruang dan ruang dan fasilitas
fasilitas laboratotium laboratotium Bahasa.
Bahasa yang
representatif untuk
mendukung program

82
peningkatan
kemampuan dalam
bidang bahasa.

- Kondisi ruang laboratorium 1 ruang, 1 ruang, lengkap 1 ruang, lengkap dan 1 ruang, lengkap
bahasa yang representatif lengkap dan dan terawat terawat dan terawat
buat praktikum terawat
e. Pemenuhan fasilitas - Terpenuhinya fasilitas dan Terpenuhi, Terpenuhi, baik Terpenuhi, baik, dan Terpenuhi, baik,
lapangan olah raga lapangan olah raga untuk baik tertib dan tertib
untuk mendukung mendukung program
program peningkatan peningkatan prestasi di
prestasi di bidang olah bidang olah raga
raga
f. Penyediaan ruang- - Tersedianya ruang-ruang Tersedia, Tersedia, baik Tersedia, baik Tersedia, baik,
ruang baca yang baca yang representatif cukup terawat
representatif buat buat warga sekolah untuk
warga sekolah untuk mendukung program
mendukung program literasi sekolah
literasi sekolah
g. Pemenuhan - Terpenuhinya kebutuhan 4 ruang, 4 ruang, lengkap 4 ruang, lengkap dan 4 ruang, lengkap
kebutuhan ruang dan ruang dan fasilitas lengkap, dan terawat terawat dan terawat
fasilitas komputer yang komputer yang terawat
representatif untuk representatif untuk
mendukung program mendukung program
peningkatan peningkatan kemampuan
kemampuan TI, ANBK, TI, ANBK, dan kegiatan lain
dan kegiatan lain berbasis TI
berbasis TI
h. Ketersediaan ruang - Tersedianya ruang aula Belum Belum Ada Ada
aula untuk mendukung unduk mendukung program
program kerjasama kerjasama sekolah dengan
sekolah dengan masyarakat
Masyarakat

83
i. Pemenuhan sarana - Terpenuhinua sarana Tersedia, Tersedia, baik Tersedia, baik Tersedia, baik,
penunjang belajar penunjang belajar siswa cukup terawat
siswa berupa alat berupa alat peraga
peraga pembelajaran, pembelajaran, LCD
LCD proyektor, dan proyektor, dan fasilitas
fasilitas internet. internet.
j. Optimalisasi - Terselenggaranya Baik Baik dan terawat Baik, terawat & tertib Baik, terawat &
pengelolaan pengelolaan perpustakaan tertib
perpustakaan, meliputi teratur, efektif, dan efisien
pengelolaan ruang, yang meliputi pengelolaan
penataan buku, dan ruang, penataan buku, dan
administrasi administrasi perbukuan.
perbukuan.
K Tersedianya fasilitas - Tersedianya fasilitas kantin Baik Baik Baik dan sehat Baik dan sehat
kantin sekolah yang sekolah yang baik dan
baik dan sehat. sehat.

84
BAB V
PENUTUP

Sebagai sebuah dokumen perencanaan, RKJM ini diharapkan


dapat menjadi panduan seluruh pemangku kebijakan di SMA Negeri 1
Brebes dalam mengelola satuan pendidikan. RKJM ini juga dapat
menjadi indikator kemajuan dan ketercapaian tujuan pendidikan di SMA
Negeri 1 Brebes. Oleh karena itu, setiap pemangku kebijakan di SMA
Negeri 1 Brebes harus mengetahui dan memahami isi RKJM ini dengan
sebaik-baiknya.
Dalam perjalanannya, terhadap dokumen RKJM ini dapat
dilakukan perubahan-perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang
terjadi. Namun proses perubahan harus dilakukan setelah melalui kajian
yang mendalam oleh Tim Penjamin Mutu Pendidikan di SMA Negeri 1
Brebes Dengan demikian, diharapkan RKJM ini benar-benar dapat
dijadikan pedoman yang konsisten sesuai dengan masa berlakunya,
yaitu tahun 2022 sampai dengan tahun 2026.

85

Anda mungkin juga menyukai