Rencana Peningkatan Mutu MIN 2 Cirebon
Rencana Peningkatan Mutu MIN 2 Cirebon
(RKJM)
KABUPATEN CIREBON
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kondisi ideal yang diharapkan dalam sebuah lembaga pendidikan khususnya MIN 2
Cirebon adalah terselenggaranya pelayanan pendidikan yang dapat memenuhi ketentuan
dari PP 19 tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan dengan pemenuhan 8
standar nasional pendidikan yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan
prasarana, standar penilaian dan standar pembiayaan.
Aka tetapi kondisi yang ada yang dialami oleh MIN 2 Cirebon hingga saat ini belum
dapat memenuhi dari apa yang disyaratkan oleh ketetntua PP 19 tahun 2007. Dari
kedelapan standar tidak satupun yang dapat terpenuhi. Setiap standar masih ada bagian-
bagian yang masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat mencapai standar
[Link] dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada di madrasah
kami maka kami susun program kegiatan/kerja untuk dapat mencapai kondidi yang
diharapkan dalam jangka waktu tertentu yaitu selama empat tahun . Program kerja 4
tahunan ini kami namakan dengan Rencana Peningkatan Mutu
Rencana Peningkatan Mutu ini sebagai acuan Pendidikan di satuan pendidikan dan
sebagai dasar untuk melaksanakan proses pendidikan serta untuk meningkatkan mutu
pendidikan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di MIN 2 Cirebon pada khususnya dan
di Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Rencana Kerja Madrasah ini
diharapkan dapat menjadi pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh sumber daya
manusia di MIN 2 Cirebon dalam mengembangkan berbagai kegiatan pembelajaran yang
lebih operasional serta mampu mewujudkan keunggulan madrasah secara akademik
maupun non akademik.
B. Landasan Hukum
Rencana Peningkatan Mutu MIN 2 Cirebon ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang
dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
a. Menjamin agar perubahan atau tujuan madrasah yang telah ditetapkan dapat dicapai
dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
b. Tersedianya panduan bagi madrasah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi dari
pemerintah maupun dari non pemerintah.
4
c. Pedoman untuk terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku
madrasah, antar madrasah, Kasi Penmad dan antar waktu
d. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan,
dan berkelanjutan
e. Dapat dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program
peningkatan mutu pendidikan di madrasah
f. Membantu madrasah dalam menyusun anggaran secara bijaksana untuk meningkatkan
kualitas pendidikan
g. Untuk memberikan gambaran keadaan madrasah secara menyeluruh di masa empat
tahun mendatang
h. Sebagai pedoman dalam menemukan arah kebijakan madrasah dan landasan komitmen
bersama seluruh komponen madrasah.
i. Sebagai acuan dalam menentukan skala prioritas program madrasah.
j. Untuk memacu peningkatan prestasi madrasah dalam bentuk pengembangan fisik
maupun non fisik
k. Untuk membangkitkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam upaya berinteraksi
secara aktif dalam pengembangan program madrasah.
l. Untuk mendorong pemerintah dan instansi terkait lainnya agar memberikan pembinaan
maupun kerjasamanya dalam program pengembangan madrasah.
D. Metode Penyusunan
[Link] bersama pengetahuan Rencana Peningkatan Mutu Madrasah kepada
semua warga madrasah.
2. Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Madrasah melalui diskusi dan musyawarah
bersama guru dan komite madrasah
3. Sosialisasi Rencana Peningkatan Mutu Madrasah kepada wali murid atau masyarakat
pada umumnya dan semua pihak ( stake holder ) yang berkepentingan terhadap
madrasah
E. Kerangka Pemikiran
[Link] Antar Program
Materi dasar penyusunan RPMM adalah hasil Evaluasi Diri Madrasah (EDM) berkaitan dengan
8 (delapan) standar pendidikan yang telah ditetapkan acuannya dalam Peraturan Pemerintah
RI No 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 2 ayat (1) yaitu meliputi:
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan serta
standar penilaian. Dari delapan standar tersebut jika belum memenuhi angka minimal maka
madrasah harus memprioritaskan rencana kerja pada aspek-aspek yang belum memenuhi
SNP.
BAB II
KONDISI UMUM
MIN 2 Cirebon pada awal didirikan masih jauh dari standar yang diatur dalam Standar
Nasional Pendidikan (SNP) maupun Standar Pelayanan Minimal (SPM).
B. Kondisi Sekarang
Analisis kondisi saat ini menggambarkan tingkat ketercapaian pelaksanaan program dengan
segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Keberhasilan saat ini akan menjadi pedoman dan
petunjuk waktu yang akan datang , sedangkan kekurangan merupakan kesenjangan antara harapan
dan kenyatan yang ada sehingga perlu direfleksi aktor ketidak berhasilan dan menjadikan progran
bagi waktu/tahun berikutnya. Berikut secara lengkap digambarkan analisis kondisi saat ini yang
meliputi 8standar nasional pendidikan .
Berdasarkan hasil evaluasi diri madrasah (EDM) di MIN 2 Cirebon Jika dibandingkan dengan
SNP maka kondisi saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
7
1. Standar Isi
Yang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) apabila telah memenuhi nilai 2
Berdasarkan gambar 2.1 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar isi
masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,77 poin. Aspek-aspek yang
perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu pada aspek layanan bimbingan dan konseling,
struktur kurikulum dan pengembangan kurikulum.
2. Standar Proses
[Link] Kelulusan
Berdasarkan gambar 2.3 pemenuhan standar kelulusan masih sangat jauh dari
harapan untuk dapat memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 0,90 poin. Semua aspek perlu
peningkatan untuk memenuhi SNP , karena yang baru memenuhi SNP baru satu aspek
berprestasi
9
4. Standar PTK
Berdasarkan gambar 2.4 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen standar iPTK
masih ada yang belum memenuhi SNP dengan nilai rata-rata 1,46 poin. Aspek-aspek yang
perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu guru
Berdasarkan gambar 2.5 pemenuhan belum meliputi seluruh komponen rata-rata 1,57
poin. Aspek-aspek yang perlu peningkatan agar memenuhi SNP yaitu adalah laboratorium
TIK dan bahasa, tempat bermain, gudang, jamban, UKS, Tempat ibadah, ruang guru , ruang
pimpinan, laboratorium IPA, Ruang perpustakaan ruang kelas
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian
Tantangan madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata sebagai hasil EDS dengan
kondisi yang diharapkan. Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai
hasil EDS dengan SNP. Berdasarkan hasil Evaluasi Diri Madrasah yang telah dilakukan maka
ada beberapa tantangan yang dihadapi yaitu:
1. Standar Isi
Kurikulum MIN 2 Cirebon seperti konselor dan narasumber. Orientasi kurikulum juga
harus mendukung mata pelajaran yang di UN-kan. Selain itu kegiatan ekstrakurikuler di
madrasah harus dapat melibatkan seluruh siswa terlebih kelas 1 dan kelas 2.
2. Standar Proses
a. Penyusunan RPP oleh guru dikembangkan dengan tidak hanya mengacu pada silabus
saja akan tetapi juga berorientasi pada kondisi madrasah dan peserta didik.
b. Optimalisasi pemanfaatan lingkungan madrasah dan perpustakaan sebagai sumber
belajar oleh segenap warga madrasah
c. Peningkatan pengelolaan kelas dengan baik, berkualitas dan menyenangkan sehingga
anak didik lebih bahagia dalam belajar dan mencapai ketuntasan minimal mulai dari
kelas 1 sampai dengan kelas 6.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Tabel II.1
4. Perpustakaan 1 Gedung
6. Standar Pengelolaan
a. Mengembangkan visi, misi serta tujuan madrasah dengan mekanisme yang akuntabel
serta sesuai dengan SNP kemudian mengimplementasikannya dalam seluruh kegiatan
pendidikan di madrasah
b. Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait yang dapat mendorong cepatnya
proses pendidikan yang berkualitas, seperti departemen-departemen, instansi
pemerintah, penegak hukum, lembaga sosial dan swadaya masyarakat, serta
perusahaan- perusahaan yang komitmen dengan pendidikan
c. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bersahabat di tengah pemukiman
penduduk yang heterogen dan majemuk
d. Melaksanakan pelayanan mutu pendidikan serta evaluasi PTK minimal setahun sekali
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian
Kebugaran Jasmani Pelaksanaan senam pasi sebelum KBM setiap hari Selasa dan Kamis
serta hidup sehat agar ditingkatkan dan dikembangkan
Mengekspesikan seni Mengekspresikan seni budaya pada even-even madrasah yag sesuai
dan budaya pada saat rapat pleno, tutup tahun, kegiatan pentas seni lainnya
17
Berkomunikasi secara Membiasakan berbahasa yang sopan santun dan lemah lembut
efektif dan santun kepada siapapun
Siap melanjutkan Penjelasan dan bimbingan kelanjutan studi pada siswa dan orang tua
pendidikan ke jenjang
berikutnya
Biasa hidup bersih sehat Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat
dan bugar
Kegiatan senam pagi secara efektif
Percaya diri dan Mengerjakan PR di rumah , tidak ada siswa yang tidak mengerjakan
bertanggung jawab pR ketika diberi tugas oleh guru
Kompetensi Guru Perlu peningkatan komptensi guru melalui diklat dan seminar
Gudang Terlalu sempit dan tidak muat menanpung kearsipan yang ada di
madrasah, sehingga perlu adanya pembuatan gudang yang memadai
Ruang UKS Administarsi cukup lengkap namun perlu sarana dipan dan alat-alat
serta obat-obatan ringan
Ruang tempat Sudah sesuai standar ukurannya namun kelengkapan adaministrasi dan
beribadah sarana pendukung yang tidak lengkap
Lahan Kondisi lahan wilayah MI berada pada tempat yang datar , sehingga
memudahkan penataan ruang dan bangunan, Juga berada di tengah-
tengan masyarakat yang mendukung tercapainya standar jumlah siswa
, meskipun juga masih akan ditingkatkan pencapaian standar siswa
setiap rombel.
Kepala madrasah menerapkan Peningkatan pemanfaatan sumber daya yang ada secara
kepemimpinan yang efektif maksimal untuk mencapai tujuan
Madrasah menjalin kemitraan Peningkatan jalinan kerjasama dengan mobil hijau, KLH
dengan lembaga lain danKP4 KP, untuk mempersiapkan madrasah adiwiyata
Program peningkatan mutu Melaksanakan program peningkatan mutu secara efektif dan
madrasah efisien
Madrasah menyediakan akses Akses laporan pengelolaan keuangan dilakukan setiaap ada
laporan pengelolaan keuangan pertemuan apa saja, rapotan, rapat komite, rapat pleno,
madrasah secara transparan dan secara lisan dan berkala .
akuntabel
20
Sosialisasi visi, misi, dan tujuan Sosialisasi visi misi dan tujuan madrasah kepada warga
madrasah madrasah/ stake holder madrasah
Cakupan dan Mekanisme Melaksanakan penyusunan visi misi dan tujuan madrasah
Penetapan Visi, Misi dan Tujuan sesuai dengan mekanisme yang sudah ditetapkan.
Madrasah
Besaran Standar Biaya Operasi Menetapkan dan mengalokasikan besaran Standar Biaya Operasi
Nonpersonalia Nonpersonalia
RAPBM dan RAKM disusun Meningkatkan kerjasama komite dalam rangka penyusunan
bersama-sama dengan Komite RAPBS dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang
21
Penilaian oleh pendidik Peningkatan kemampuan guru dalam menyusun melaksanakan dan
menindaklanjuti hasil penilaian peserta didik sehingga penilaian
bermakna bagi siswa dan guru itu sendiri
Teknik-teknik penilaian Mengembangkan teknik-teknik penilaian pada guru baik tes mapun
nontes. Tertulis maupun non tertulis ( unjuk kerja, lisan,
performance/praktek dll ) disesuaikan dengan karanteristik
materi/KD yang akan disusun perangkat penilaiannya.
BAB III
A. Visi Madrasah
B. Misi Madrasah
Untuk mencapai sasaran madrasah maka diperlukan identifikasi fungsi-fungsi dari setiap
sasaran sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:
23
Tabel III.1
NO SASARAN FUNGSI-FUNGSI
1. Nilai rata-rata nilai USBN siswa pada tahun 2019 Pendidik, Peserta didik, Kurikulum,
adalah 26,25 dan tambahan jam belajar bagi siswa Sarana Prasarana, Pembiayaan
kelas 5
D. Analisis SWOT
Setiap fungsi yang terdapat dalam setiap sasaran kemudian dianalisis lebih lanjut
tingkat kesiapannya dengan mengacu pada kriteria ideal yaitu Standar Nasional Pendidikan,
naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan. selain itu dapat juga
dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum. Bila hasil analisis ternyata
tingkat kesiapan ”siap” pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti
merupakan kekuatan, dan jika ”tidak siap” merupakan kelemahan. Bila hasil analisis ternyata
tingkat kesiapan ”siap” pada faktor eksternal (kondisi telah memenuhi kriteria ideal) berarti
merupakan peluang, dan jika ”tidak siap” merupakan tantangan.
Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka dapat diperoleh analisis
SWOT sebagai berikut:
24
Tabel III.2
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Nilai rata-rata nilai USBN siswa pada tahun 2019 adalah 26,25 dan tambahan jam belajar bagi siswa kelas 5
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru kelas 4, 5 dan 6 memiliki Guru kelas 4, 5, 6 memiliki Guru kelas 4, 5 dan 6 sudah
kompetensi dalam bidang pelajaran sertifikat kompetensi bersertifikat kompetensi dan
yang di USBN-kan berpengalaman dalam
Eksternal: bimbingan belajar
Memfasilitasipembekalan Ada pelatihan bedah kisi-kisi
Pelatihan sukses USBN dan bedah sukses UN untuk Guru USBN dan pembekalan sukses
kisi-kisi USBN bagi guru kelas 6 USBN
Peserta didik Internal:
Siswa bersemangat, patuh, aktif dan Siswa aktif dan mau Siswa bersemangat, aktif,
bekerja sama dalam belajar bekerjasama dalam belajar patuh dan mau bekerjasama
Eksternal: dalam belajar
Pengetatan ketuntasan minimal dan Materi kurikulum relevan KTSP madrasah sudah
memaksimalkan program remedial dengan perkembangan mempertimbangkan
26
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Tersedianya perpustakaan, ruang Madrasah dilengkapi ruang Ruang kelas masih kurang,
kelas dan laboratorium yang cukup kelas yang sesuai dengan rasio perpustakaan belum
untuk mendukung pembelajaran siswa, perpustakaan, memenuhi standar, dan belum
student active learning laboratorium ada laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga
Tersedianya anggaran madrasah yang Madrasah menyusun RKA-M Madrasah menyusun RKA-M
memadai untuk sukses USBN dengan pedoman pengelolaan dengan pedoman pengelolaan
biaya investasi dan biaya investasi dan operasional
27
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
operasional
Tabel III.3
Analisis SWOT Untuk Sasaran:Menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Penyelenggara Internal:
Madrasah
Tersedianya perpustakaan, ruang kelas Madrasah dilengkapi ruang Ruang kelas masih kurang,
dan laboratorium yang cukup untuk kelas yang sesuai dengan perpustakaan belum memenuhi
mendukung pembelajaran student active rasio siswa, perpustakaan, standar, dan belum ada
learning laboratorium yang nyaman laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga
mengajukan proposal pengadaan ruang tersedianya sarana dan Sudah mengajukan proposal
kelas baru, perpustakaan dan prasarana belajar yang pengadaan ruang kelas baru ke
laboratorium memungkinkan Pemda
berkembangnya potensi
peserta didik secara optimal
Pemerintah menyediakan
29
Tabel III.4
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Sarana Internal:
Prasarana
Tempat Ibadah terintegrasi dengan Tersedianya sarana ibadah Belum ada tempat ibadah yang
madrasah untuk menunjang belajar terintegrasi di lingkungan
Eksternal: madrasah
Tabel III.5
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, Rebana, dan lomba keagamaan
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru Pembina KSM,AKSIOMA Ada tim Guru Pembina Belum ada tim Guru Pembina
Eksternal: KSM,AKSIOMA KSM,AKSIOMA
Ada Pelatihan kisi-kisi sukses
Pelatihan kisi-kisi sukses KSM,AKSIOMA KSM,AKSIOMA Belum ada Pelatihan kisi-kisi
sukses KSM,AKSIOMA
Peserta Didik Internal:
Tabel III.6
31
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru dan Kepala Madrasah menjalankan Dokumen administrasi guru Dokumen administrasi guru dan
tugas pokok dan fungsi serta menyusun dan kepala madrasah kepala madrasah belum lengkap
dokumen administrasi lengkap dan teratur dan teratur
Eksternal:
visitasi dan uji kompetensi pendidik serta Guru lulus visitasi dan uji Sebagian guru ada yang belum
pendampingan kompetensi guru lulus visitasi dan uji kompetensi
Tenaga Internal:
Kependidikan
Kemampuan mengelola administrasi Tenaga administrasi Tenaga administrasi mempunyai
madrasah mempunyai kualifikasi kualifikasi pendidikan minimal
pendidikan minimal SMA/SMK dan mampu mengelola
SMA/SMK administrasi madrasah
Eksternal:
Penyelenggara Internal:
tim pengembang kurikulum Yayasan membentuk tim yayasan belum membentuk tim
32
Tabel III.9
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Pelatihan atau workshop riset sederhana dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta lomba riset tingkat madrasah
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KESIAPAN KONDISI NYATA
Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
Intergrasi budaya penelitian dengan Pembelajaran di madrasah Budaya riset belum sepenuhnya
pelajaran mengajarkan bidaya riset dilakukan dalam kegiatan belajar
mengajar
MI
Pendidik Internal:
Melakukan penelitian tindakan kelas Setiap guru pernah Belum ada guru yang melakukan
Eksternal: melakukan PTK PTK
Berdasarkan sasaran yang telah di tentukan dan analisis SWOT maka dapat diambil langkah solusi
sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan KKG lebih ke arah sukses USBN dan dilakukan bedah kisi-kisi USBN
baik di tingkat madrasah maupun kecamatan
2. Mengadakan bimbingan belajar intensif untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa
Indonesia dan IPA bagi kelas 5 dan 6
3. Memenuhi fasilitas sarana prasarana belajar di madrasah
4. Mengoptimalkan modal semangat belajar siswa dan peranserta orang tua siswa dalam
program madrasah melalui pertemuan setiap triwulan sekali
5. Pengembangan kurikulum madrasah dengan melibatkan lembaga atau pihak yang
dipandang professional dan legitimate dalam bidang pendidikan
6. Mengalokasikan biaya operasional madrasah (BOS) untuk peningkatan nilai kelulusan
siswa
7. Mengajukan bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan ruang kelas baru,
laboratorium, perpustakaan dan sarana ibadah dan kelengkapan sarana/fasilitas
ruang
8. Menjalin kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga untuk dapat
menggunakan sarana ibadahnya dalam tempo sementara
9. Membentuk tim KSM,AKSIOMA beserta guru pembimbingnya
10. Berusaha untuk berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta usia
madrasah dasar
11. Mengadakan pelatihan atau workshop sukses KSM,AKSIOMA
12. Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan kependidikan dalam
melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta fungsinya
13. Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan tenaga pendidik dan
kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal
14. Mengadakan diklat yang mendukung kualifikasi guru baik dari Diknas maupun dari
madrasah sendiri serta mengajukan permohonan bimbingan persiapan akreditasi
kepada Seksi Penmad
15. Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
35
16. Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dan mengonsultasikan
pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di bidang
pendidikan
17. Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
18. Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
19. Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah jumlah
pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5 dan optimalisasi peran madrasah diniyah
dalam menunjang peningkatan siswa yang lancar membaca Al Quran, melakukan
pemamntauan pelaksanaan shalat lima waktu oleh orang tua dan guru
20. Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk siswa
madrasah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang
berkompeten
21. Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta menfasilitasi diklat
penelitian tindakan kelas bagi guru di lingkungan madrasah
C. Program 1: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian ditindaklanjuti
D. Program 2: Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog 4 bahasa
serta mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki kompetensi di
bidang pendidikan
E. Program 3: Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
F. Program 4: Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
6. Sasaran 7: Peningkatan prosentase siswa khatam Al Quran
Rencana: Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dengan menambah
jumlah pengajar sesuai dengan kriteria minimal 1:5 dan optimalisasi peran madrasah
diniyah dalam menunjang peningkatan siswa yang khatam Al Quran
I. Program 1: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai penelitian sederhana untuk
siswa madrasah dasar dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang
berkompeten
G. Program 2: Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta
menfasilitasi diklat penelitian tindakan kelas bagi guru
38
H. Jadwal Kegiatan
Tabel III.10
Jadwal Kegiatan
c. Memanfaatkan lingkungan
sekitar madrasah sebagai
Kepala Madrasah
laboratorium penunjang
pembelajaran
d. Mengusahakan bantuan
Kepala Madrasah
pengadaan tempat ibadah
Tabel III.11
1. Pemerintah
2. Bantuan Masyarakat
3. Pendapatan Asli
Madrasah
4. Lain-Lain
4.1 Beasiswa
TOTAL
ii
Tabel III.12
Sumber Pendanaan
Total
Pemerintah Masyarakat PAS Lain-Lain
Program/Kegiatan Biaya
(Rp.000)
APBD APBD Bea
BOS DAK Masy Alumni KS SB
Prov Kab siswa
1. Pengembangan
7.000
Kompetensi
Lulusan
2. Pengembangan 4.000
Kurikulum/KTSP
3. Pengembangan 30.000
pembelajaran
4. Pengembangan 10.000
sistem penilaian
5. Pengembangan
pendidik dan 3.000
tenaga
kependidikan
6. Pengembangan
sarana dan 42.000
prasarana
madrasah
7. pengembangan
3.000
menejemen
madrasah
8. Pembinaan
21.000
kesiswaan/ekstra
kurikuler
9. Budaya dan
4.000
lingkungan
madrasah
10. Penanaman
4.000
karakter (Budi
pekerti)
11. Non Program
Madrasah
(beasiswa)
iii
BAB IV
PENUTUP
Penyelenggaraan pendidikan yang beroirentasi pada mutu serta peningkatan kualitas SDM
peserta didik merupakan amanat dari Undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh satuan
pendidikan. Implementasi pedidikan yang bermutu membutuhkan perencanaan yang matang dan
sistematis serta memiliki perspektif ”esok harus lebih baik dari pada saat ini”.
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu Madrasah yang ideal berdasarkan pedoman dan
ketentuan yang diatur dalam permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan
pendidikan dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan menjadi harapan bagi semua pihak. Disadari bahwa setiap madrasah
masing-masing memiliki kelebihan di satu sisi dan memiliki kekurangan di sisi lainnya. Oleh
karenanya kami terbuka untuk menerima kritik dan saran baik dari pihak internal maupun ekternal
dalam rangka menuju standarisasi yang lebih baik.