0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan35 halaman

Peningkatan SKI Kelas V Melalui Tugas dan Resitasi

Diunggah oleh

Nenen Suharti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan35 halaman

Peningkatan SKI Kelas V Melalui Tugas dan Resitasi

Diunggah oleh

Nenen Suharti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENINGKATAN PEMBELAJARAN SKI MELALUI METODE

PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN RESITASI PADA SISWA KELAS


V MIS BASERAH

KARYA TULIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS

DISUSUN OLEH
: ANISA, [Link].I

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA


MIS BASERAH
2023
LEMBAR PENGESAHAN

PENINGKATAN PEMBELAJARAN SKI MELALUI METODE


PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN RESITASI PADA SISWA KELAS
V MIS BASERAH

DISUSUN OLEH :
ANISA, [Link].I

Disyahkandi : BASERAH
Tanggal : 06 Februari 2023
Kepala MIS BASERAH

JUBARDI, [Link].I
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah , puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang


telah memberi berbagai kenikmatan kepada penulis sehingga bisa
menyelesaikan Karya Tulis, berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, tepat
sesuai dengan target.

Permasalahan yang timbul dalam keseharian ketika penulis


mengajar, memberikan inspirasi bagi terlaksananya Penelitian Tindakan
Kelas ini. Dengan segala keterbatasan dan wawasan yang penulis miliki,
penulis sangat sadar sekali bahwa Karya Tulis sederhana ini masih banyak
kekurangannya, oleh karena itu penulis berharap adanya masukan berupa
kritik dan saran yang konstruktif dari berbagaipihak bagi perbaikan penulisan
sejenis kedepannya.

Dan kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian


ini penulis ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya, terutama kepada
keluarga tercinta, istri dan anak tercinta, yang terus menerus menjadi motivator
dan inspirator kebaikan dan kemuliaan. Semoga mereka menjadi hamba-hamba
Allah SWT yang istiqamah, dan kepada sahabat-sahabat semoga kebaikan
sahabat di balas oleh Allah SWT dengan balasanyang berlipat ganda. Amin.

Terakhir, penulis berharap bahwa karya tulis sederhana ini bisa


memberi inspirasi kepada semua pihak terutama sahabat-sahabat saya, guru
penjas orkes di manapun, yang kebetulan membaca karyatulis ini. Amin.

Baserah, 06 Februari 2023

Hormat

ANISA, [Link].I
DAFTAR ISI

COVER................................................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................... 1
B . Rumusan Masalah........................................................................................... 2
[Link] Penelitian ............................................................................................ 3
[Link] Penelitian........................................................................................... 3
[Link] Masalah ............................................................................................. 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA.............................................................................. 4


[Link] Pembelajaran..................................................................................... 4
[Link] Belajar ............................................................................................. 5
C. Pengajaran Metode Pemberian Tugas dan Resitasi ...................................... 6

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Tempat, Waktu dan Subjek Penelitian .......................................................... 13
[Link] Penelitian...................................................................................... 13
[Link] Penelitian ....................................................................................... 16
D. Metode Pengumpulan Data............................................................................. 17
[Link] Analisis Data....................................................................................... 17

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


[Link] Data Penelitian Persiklus.................................................................. 20
[Link] .................................................................................................... 27

BAB V PENUTUP
A. Simpulan ........................................................................................................ 29
[Link] ............................................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan

kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru

harus memikirkan dan membuat perencanaan secaraa seksama

dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki

kualitas mengajarnya.

Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam mengorganisasikan

kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap

dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar.

Guru berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar, bertindak

sebagai fasilitor yang berusaha mencipatakan kondisi belajar mengajar yang

efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar,

mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan

kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan

pendidikan yang harus mereka capai. Untuk memenuhi hal tersebut di atas,

guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan

rangsangan kepada siswa, sehingga ia mau belajar karena siswalah

subyekutama dalambelajar.

Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar

aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi

belajar

aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasana


kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar

aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-

temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya

memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan

materipelajaran.

Pembelajaran Agama Islam tidak lagi mengutamakan pada penyerapan

melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada

pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktifitas

peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas

dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada

orang lain. (Hartoyo, 2000:24).

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti ingin mencoba

melakukan penelitian dengan judul “ Peningkatan Pembelajaran Fiqih

Melalui metodepemberian tugas belajar dan resitasi Pada Siswa Kelas V

MIS BASERAH”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan

suatu masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya

metodepemberian tugas belajar dan resitasi?

2. Bagaimanakah pengaruh metode metode pemberian tugas belajar dan

resitasiterhadap motivasi belajar siswa?


C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya

metodepemberian tugas belajar dan resitasi.

2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan

metodepemberian tugas belajar dan resitasi.

D. Manfaat Penelitian

Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:

1. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan

materi agama islam.

2. Meningkatkan motivasi pada pelajaran agama islam

3. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi

agama islam.

E. Batasan Masalah

Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan

masalah meliputi:

1. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa Kelas V MIS BASERAH

Kabupaten Kuantan Hilir Tahun Pelajaran 2023/2024.

2. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun

pelajaran 2023/2024.

3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan “Menceritakan Kisah

Nabi”.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Definisi Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau

makhluk hidup belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh

kepandaian atau ilmu, berusaha tingkah laku atau tanggapan yang

disebabkan oleh pengalaman (KBBI, 1996:14)

Sependapat dengan pernyataan tersebut Soetomo (1993:68)

mengemukakan bahwa pembelajaran adalah proses pengelolaan

lingkungan seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga

memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukkan

tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang

menyebabkan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh proses

pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan,

kecakapan, bertambah, berkembang daya pikir, sikap dan lain-lain

(Soetomo, 1993:120)

Pasal 1 Undang -undang No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan

nasional menyebutkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi

peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu

lingkungan

belajar.
Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang

menyebabkan siswa belajar pada suatu lingkungan belajar untuk

melakukan kegiatan pada siatuasitertentu.

B. Motivasi Belajar

1. Pengertian Motivasi

Menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong

yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk

aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar,

motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai

motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3)

bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan

proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu,

sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan mateti itu dengan

lebih baik.

Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang

untuk berbuat sesuatudalam mencapaitujuantertentu.

3. Macam-macam Motivasi

Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Motivasi Intrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah

karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga
dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu

ataubelajar (Usman, 2000: 29).

b. Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar

individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari

orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau

melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena

ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama

dikelasnya (Usman, 2000: 29).

Dari uraian di atas diketahui bahwa motivasi ekstrinsik

adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena

adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan, untuk

mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.

C. Pengajaran metode pemberian tugas belajar dan resitasi

1. DEFINISI

Yang dimaksud dengan pemberian tugas belajar dan resitasi ialah suatu cara

mengajar di mana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu

kepada peserta didik, sedangkan hasil tersebut di periksa oleh guru dan

peserta didik mempertanggung jawabkannya.

Pertanggungan jawab itu dapat dilaksanakan dengan cara

- Dengan menjawab test yang diberikan oleh guru.

- Dengan menyampaikan ke muka berupa lisan


- Dengan cara tertulis.

Dalam metode ini kita menemukan tiga istilah penting

1. Tugas:

Tugas adalah suatu pekerjaanyang harus dilakukan baik tugas datangnya dari orang

lain maupun dari dalam diri kita sendiri. Di sekolah biasanya itu datang dari

pihak guru atau kepala sekolah atau peserta didik sendiri. Tugas ini biasanya

bersifat educatif dan bukan bersifat dan berunsur pekerjaan.

2. Belajar.

Banyak sekali perumusan tentang belajar

Menurut S. Nasution ada beberapa batasan istilah belajar

a) Belajar adalah perubahan dalam sistem urat saraf.

b) Belajar adalah penambahan pengetahuan.

c) Belajar adalah perubahan kelakuan berkat pengalaman dan pengertian.

Perubahan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh apa yang dimiliki

seseorang itu, seperti: sifat, pengalaman, pengetahuan, keterampilan,

keadaan jasmaniah dan lain-lain

sebagainya, dan jugs dipengaruhi pula oleh lingkungan. Hasil belajar

dipengaruhi pula oleh motif bahan yang dipelajari dengan mempergunakan

alat- alat, waktu, cara belajar dan sebagainya.

3. Resitasi

Resitasi adalah penyajian kembali atau penimbulan kembali sesuatu yang

sudah dimiliki, diketahui atau dipelajari. Metode ini sering disebut metode

pekerjaan rupiah.
Prinsip yang mendasari metode ini ada dalam AI-Quran. Tuhan memberikan

suatu tugas yang berat terhadap Nabi Muhammad sebelum dia melaksanakan

tugas ke-Rasulannya. Tugas yang diintruksikan itu ialah berupa sifat-sifat

kepemimpinan yang harus dimiliki.

Firman Allah S.W.T

Hai orang yang berselubung, bangunlah dan pertakutilah kaummu, hendak

besarkan Tuhan-mu. Dan bersihkanlah pakaianmu! Tinggallah pekerjaan-

pekerjaan yang mendatangkan siksaan. Janganlah engkau memberi kepada orang

lain lantaran hendak meminta lebih banyak. Sabar dan uletlah menurut perintah

Tuhan. (Q.S. Al Mudatatsir: 1-7).

Jadi Tuhan memberikan tugas lima macam, antara lain:

a. Ta'at beragama (membesarkan Tuhan).

b. Giat dan rajin berdakwah.

c. Membersihkan diri, jiwa dari kekotoran lahir dan bathin.

d. Percaya padadiri sendiridantidak mengharapkansesuatupada orang

lain. e. Tabah dan ulet dalam melaksanakan tugas.


2. PASE-PASE RESITASI

Dengan metode Resitasi terdapat 3 fase

1. Guru memberikan tugas:

Tugas yang diberikan oleh guru harus disesuaikan dengan kemampuan

peserta didik. Dalam pelaksanaan tugas itu kemungkinan peserta didik

akan menjawab dan penyelesaikan suatu bentuk hitungan dan ada pula

berbentuk sesuatu yang harus diselesaikan, ada pula berbentuk sesuatu yang baik

dari berbagai aspek.

2. Murid melaksanakan tugas (belajar) cara murid belajar akan terlaksana

dengan balk apabila dia belajar sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru

dan sesuai dengantujuan yang hendak dicapai.

3. Murid mempertanggung jawabkan hasil, pekerjaannya (resitasinya).

Resitasi itu juga akan wajar apabila sesuai dengan tujuan pemberian tugas.3>

3. KEUNTUNGAN METODE RESITASI

1. Peserta didik belajar membiasakan untuk mengambil inisiatif sendiri

dalam segala tugas yang diberikan.

2. Meringankan tugas guru yang diberikan.

3. Dapat mempertebal rasa tanggung jawab. Karena hasil-hasil yang dikerjakan

dipertanggung jawabkandihadapan guru.

4. Memupuk anak agar mereka dapat berdiri sendiri tanpa

mengharapkan bantuan orang lain.

5. Mendorong peserta didik supaya suka berlomba-lomba untuk mencapai

sukses.
6. Hasil pelajaran akan tahan lama karena pelajaran sesuai dengan minat

peserta didik.

7. Dapat memperdalam pengertian dan menambah keaktipan dan kecakapan

peserta didik.

8. Waktu yang dipergunakan tak terbatas sampai pada jam jam

9.
sekolah.

4. KELEMAHAN METODE RESITASI

1. Peserta didik yang terlalu bodoh sukar sekali belajar.

2. Kemungkinan tugas yang diberikan tapi dikerjakan oleh orang lain.

3. Kadang-kadang peserta didik menyalin atau meniru pekerjaan

temannya sehingga pengalamannya sendiritidakada.

4. Kadang-kadang pembahasannya kurang sempurna.

5. Bila tugas terlalu sering dilakukan oleh murid akan menyebabkan

- Terganggunya kesehatan peserta didik, karena mereka kembali dari

sekolah selalu melakukantugas, seingga waktu bermain tidakada.

- Menyebabkan peserta didik asal mengerjakan saja karena

mereka menganggap tugas-tugas tersebut membosankan.

-Mencaritugas-tugas yang sesuai dengan kemampuan setiap individu sulit,

jalan pelajaran lambat dan memakanwaktu yang lama.

-Kalau peserta didik terlalu banyak kadang-kadang guru tak

sanggup memeriksa tugas-tugas peserta didik tersebut.


5. LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIRUMUSKAN TERLEBIH

DAHULU DALAM PELAKSANAAN RESITASI

1. Pemberian Tugas Dan Penjelasan

a. Tujuan yang harus dicapai mestilah dirumuskan terlebih dahulu secara jelas.

b. Terangkan denganjelas tugas-tugas yang akan dikerjakan murid.

c. Selidiki apakahmetoderesitasi satu-satunya yang terbaikuntuk bahanyang

akandiajarkan.

2. Pelaksanaan Tugas.

a. Setiap tugas yang diberikan harus di kontrol.

b. Siswa yang mengalami kegagalan harus dibimbing.

c. Hargailah setiap tugas yang di kerjakan murid.

d. Berikan dorongan bagi siswa kurang bergairah.

e. Tentukan bentuk-bentuk resitasi yang akan

dipakai. f. Saran-saran:

1) Tugas yang diberikan harusjelas, sehingga anakmengertibetul apa yang harus

dikerjakan.

2) Waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup.

3) Adakankontrolyang sistimatis sehingga mendorong anak¬anak bekerja

dengan sungguh-sungguh.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena

penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan

bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang

diinginkandapat dicapai.

Menurut Oja dan Sumarjan (dalam Titik Sugiarti, 1997; 8)

mengelompokkan penelitian tindakan menjadi empat macam yaitu (a) guru

bertindak sebagai peneliti, (b) penelitian tindakan kolaboratif, (c)

Simultan terintegratif, dan (d) administrasi social ekperimental.

Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentu guru sebagai peneliti,

penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah praktisi (guru). Tujuan utama

dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas

dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari

perencanaan, tindakan, pengamatandan refleksi.

Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun,

kehadiran peneliti sebagai guru di kelas sebagai pengajar tetap dan dilakukan

seperti biasa, sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti. Dengan cara ini

diharapkan

didapatkan data yang seobjektif mungkindemikevalidandata yang diperlukan.


Penelitian ini akan dihentikan apabila ketuntasan belajar secara kalasikal

telah mencapai 85% atau lebih. Jadi dalam penelitian ini, peneliti tidak

tergantung padajumlah siklus yang harus dilalui.

A. Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian

1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan

penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat

di MIS BASERAH BASERAHKabupaten BASERAHTahun Pelajaran

2023/2024.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau

saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada

bulan September semester ganjil 2023/2024.

3. Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas 4 MIS

BASERAH BASERAHKabupaten BASERAHTahun Pelajaran 2023/2024.

B. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas

(PTK). Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM, PTK adalah suatu bentuk

kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk

meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam

melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-

tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktek

pembelajaran tersebut dilakukan

(dalam Mukhlis, 2000: 3).


Sedangkah menurut Mukhlis (2000: 5) PTK adalah suatu

bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan

untuk memperbaikikondisipembelajaranyang dilakukan.

Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk

memperbaiki/meningkatkan pratek pembelajaran secara berkesinambungan,

sedangkan tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di

kalangan guru (Mukhlis, 2000: 5).

Sesuai denganjenis penelitianyang dipilih, yaitupenelitiantindakan,

maka penelitian ini menggunakan model penelitiantindakandari Kemmis dan

Taggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaituberbentuk spiral dari sklus yang satu

ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action

(tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada

siklus berikutnya adalahperncanaanyang sudah direvisi, tindakan,

pengamatan, dan refleksi. Sebelummasuk pada siklus 1

dilakukantindakan pendahuluanyang berupa identifikasi permasalahan.

Siklus spiral daritahap-tahappenelitiantindakan kelas dapat dilihat pada

gambarberikut.
Putaran 1

Refleksi Rencana
awal/rancangan

Tindakan/ Putaran 2
Observasi

Refleksi Rencana
yang

Tindakan/
Observasi Putaran 3

Refleksi Rencana
yang
Tindakan/
Observasi

Gambar 3.1 Alur

PTK Penjelasan alur di atas adalah:

1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti

menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,

termasuk di dalamnya instrumen penelitiandan perangkatpembelajaran.

2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh

peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta

mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode

pembelajaran model discovery .


3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau

dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan

yang diisi oleh pengamat.

4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat

membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada

siklus berikutnya.

Observasi dibagi dalam tiga putaran, yaituputaran 1, 2 dan 3,

dimana masing putarandikenai perlakuan yang sama (alur kegiatanyang

sama) dan membahas satu sub pokok bahasanyang diakhiri dengantes

formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam tiga putaran

dimaksudkan untuk memperbaiki sistempengajaranyang

telahdilaksanakan.

C. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalampenelitian ini terdiri dari:

1. Silabus

Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang

kegiatan pembelajaran pengelolahankelas, sertapenilaian hasil belajar.

2. Rencana Pelajaran (RP)

Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan

sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran.

Masing- masing RP berisi kompetensi dasar, indicator pencapaian hasil

belajar, tujuan pembelajarankhusus, dan kegiatan belajar mengajar.


3. Lembar Kegiatan Siswa

Lembar kegaian ini yang dipergunakan siswa untuk

membantu proses pengumpulan data hasil eksperimen.

4. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar

a. Lembar observasi pengolahan metode pemberian tugas belajar

dan resitasi, untuk mengamati kemampuan guru dalam

mengelola pembelajaran.

b. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati

aktivitas siswa dan guru selama prosespembelajaran.

5. Tes formatif

Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran. Bentuk soal yang

diberikan adalah pilihan ganda (objektif). Sebelumnya soal-soal ini

berjumlah 46 .

D. Metode Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh

melalui observasi pengolahan metode pemberian tugas belajar dan resitasi,

observasi aktivitas siswa dan guru, dantes formatif.

E. Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan

pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan

teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat
menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang

diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai

siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiata pembelajaran

serta aktivitas siswa selama prosespembelajaran.

Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan

siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan

cara memberikan evaluasi berupa soaltes tertulis pada setiap akhir putaran.

Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:

1. Untuk menilai ulangan atu tes formatif

Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa,

yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas

tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:

Σ N

Dengan = Nilai rata-rata

Σ X = Jumlah semua nilai

siswa Σ N = Jumlah siswa

2. Untuk ketuntasan belajar

Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan

secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar

kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah

tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut

tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya

serap
lebih dari sama dengan 65%. Untuk menghitung persentase

ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

P =
Σ [Link]
x100% Σ Siswa
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data penelitian yang diperoleh berupa hasil uji coba item butir soal,

data observasi berupa pengamatan pengelolaan metode pemberian tugas belajar

dan resitasi dan pengamatan aktivitas siswa dan guru pada akhir pembelajaran,

dan data tes formatif siswapada setiap siklus.

Data hasil uji coba item butir soal digunakan untuk mendapatkan tes

yang betul-betul mewakili apa yang diinginka. Data ini selanjutnya dianalisis

tingkat validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dandayapembeda.

Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data

pengamatan penglolaan metode pemberian tugas belajar dan resitasi yang

digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode metode pemberian

tugas belajar dan resitasi dalam meningkatkan prestasi

Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa

setelah diterapkan metodepemberian tugas belajar dan resitasi.

A. Analisis Data Penelitian Persiklus

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat

pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes

formatif 1, dan

alat-alat pengajaranyang mendukung.


b. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I

dilaksanakan pada tanggal 10 September 2023 di MIS BASERAH

dengan jumlah siswa 20 siswa. Dalam hal ini peneliti

bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu

pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan

(observasi) dilaksanakan bersamaandengan pelaksanaan belajar

mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif

I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa

dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun

data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I


Keterangan Keterangan
No. Urut Nilai No. Urut Nilai
T TT T TT
1 60 √ 12 60 √
2 70 √ 13 80 √
3 70 √ 14 70 √
4 60 √ 15 80 √
5 80 √ 16 70 √
6 80 √ 17 90 √
7 70 √ 18 60 √
8 70 √ 19 60 √
9 60 √ 20 70 √
10 80 √ 21 70 √
11 50 √ 22 60 √
Jumlah 750 7 4 Jumlah 770 8 3
Jumlah Skor 1520
Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200
Rata-Rata Skor Tercapai 69,09

Keterangan: : Tuntas
T
T : Tidak
T Tuntas 15
Jumlah siswa yang tuntas 5
Jumlah siswa yang belum tuntas : Belum tuntas
Klasikal
Tabel 4.3. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I
No Uraian Hasil Siklus I
1 Nilai rata-ratates formatif 69,09
2 Jumlahsiswa yangtuntas belajar 15
3 Persentase ketuntasan belajar 68,18

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan

menerapkan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi

diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 69,09 dan

ketuntasan belajar mencapai 68,18% atau ada 15 siswa dari 22

siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada

siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena

siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 68,18% lebih kecil

dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal

ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti

apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan

metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi.

2. Siklus II

a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat

pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, LKS 2, soal tes

formatif II, dan alat-alat pengajaranyang mendukung.

b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II

dilaksanakan pada tanggal 17 September 2023 di MIS

BASERAH BASERAHdengan jumlah siswa 22 siswa. Dalam hal

ini peneliti bertindak


sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada

rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I,

sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi

pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan

bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif

II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa

selama proses belajar mengajar yang telah dilakukan.

Instrument yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data

hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut.

Tabel 4.4. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II


Keterangan Keterangan
No. Urut Nilai No. Urut Nilai
T TT T TT
1 60 √ 12 90 √
2 80 √ 13 80 √
3 80 √ 14 80 √
4 90 √ 15 80 √
5 90 √ 16 80 √
6 60 √ 17 60 √
7 80 √ 18 80 √
8 70 √ 19 70 √
9 60 √ 20 60 √
10 80 √ 21 80 √
11 90 √ 22 80 √
Jumlah 840 8 3 Jumlah 840 9 2
Jumlah Skor 1680
Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200
Rata-Rata Skor Tercapai 76,36

Keterangan: : Tuntas
T
T : Tidak
T Tuntas 17
Jumlah siswa yang tuntas 5
Jumlah siswa yang belum : Belum tuntas
tuntas Klasikal
Tabel 4.5. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus II
No Uraian Hasil Siklus II
1 Nilai rata-ratates formatif 76,36
2 Jumlahsiswa yangtuntas belajar 17
3 Persentase ketuntasan belajar 77,27

Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa

adalah 76,36 dan ketuntasan belajar mencapai 77,27% atau ada

17 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini

menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara

klasikal telah megalami peningkatan sedikit lebih baik dari

siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini

karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir

pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan

berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa

juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan

diinginkan guru dengan menerapkan metode metode pemberian tugas

belajar dan resitasi.

3. Siklus III

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat

pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3, LKS 3, soal tes

formatif 3, dan alat-alat pengajaranyang mendukung

b. Tahap kegiatan dan pengamatan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III

dilaksanakan pada tanggal 24 September 2023 di MIS BASERAH

BASERAHdengan jumlah siswa 22 siswa. Dalam hal ini peneliti

bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar

mengacu
pada rencan pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II,

sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak

terulang lagi pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan

bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif

III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa

dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen

yang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil peneitian

pada siklus III adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus III


Keterangan Keterangan
No. Urut Nilai No. Urut Nilai
T TT T TT
1 90 √ 12 90 √
2 90 √ 13 90 √
3 90 √ 14 90 √
4 80 √ 15 60 √
5 90 √ 16 90 √
6 80 √ 17 80 √
7 90 √ 18 70 √
8 60 √ 19 70 √
9 90 √ 20 80 √
10 90 √ 21 90 √
11 60 √ 22 80 √
Jumlah 910 9 2 Jumlah 890 10 1
Jumlah Skor 1800
Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200
Rata-Rata Skor Tercapai 81,82

Keterangan: : Tuntas
T
T : Tidak
T Tuntas 19
Jumlah siswa yang tuntas 3
Jumlah siswa yang belum tuntas : Tuntas
Klasikal
Tabel 4.7. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus III
No Uraian Hasil Siklus III
1 Nilai rata-ratates formatif 81,82
2 Jumlahsiswa yangtuntas belajar 19
3 Persentase ketuntasan belajar 86,36
Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif

sebesar 81,82 dan dari 22 siswa yang telah tuntas sebanyak 19 siswa

dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal

ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 86,36% (termasuk

kategori tuntas). Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan

lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus

III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam

menerapkan metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga

siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga

siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan.

Pada siklus III ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai, sehingga

penelitian inihanya sampaipada siklus III.

c. Refleksi

Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana

dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar

mengajar dengan penerapan metode pemberian tugas belajar dan

resitasi. Dari data-data yang telahdiperoleh dapat duraikan sebagai

berikut:

1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua

pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang

belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-

masing aspek cukup besar.

2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif

selamaproses belajarberlangsung.
3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami

perbaikandan peningkatan sehingga menjadilebih baik.

4) Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan.

d. Revisi Pelaksanaan

Pada siklus III guru telah menerapkan metode pemberian

tugas belajar dan resitasi dengan baik dan dilihat dari aktivitas

siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar

sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu

banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya

adalah memaksimalkan dan mepertahankan apa yang telah ada

dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar

selanjutnya penerapan metode pemberian tugas belajar dan

resitasi dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga

tujuan pembelajarandapattercapai.

B. Pembahasan

1. Ketuntasan Hasil belajar Siswa

Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa metode

pemberian tugas belajar dan resitasi memiliki dampak positif dalam

meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin

mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan

guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan II) yaitu masing-

masing 68,18%, 77,27%, dan 86,36%. Pada siklus III ketuntasan

belajar siswa secara klasikaltelah tercapai.


2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses

metode pemberian tugas belajar dan resitasi dalam setiap siklus

mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi

belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-

rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

3. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses

pembelajaran agama islam pada pokok bahasan mengarang yang paling

dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/

memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa

dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat

dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah

melaksanakan langah-langkah metode pemberian tugas belajar dan resitasi

dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya

aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan

kegiatan LKS/menemukan konsep, menjelaskan/melatih

menggunakan alat, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab

dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga

siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah

dilakukandapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pembelajaran dengan berbasis masalah memiliki dampak positif dalam

meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan

peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus

I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%).

2. Penerapan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi

mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar

siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa,

rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat

dengan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga

mereka menjadi termotivasi untuk belajar.


B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya

agar proses belajar mengajar agama islam lebih efektif dan lebih memberikan

hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan model berbasis masalah memerlukan persiapan

yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau

memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model berbasis

masalah dalamproses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang

optimal.

2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya

lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau

dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat

menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan,

sehingga siswa berhasil ataumampu memecahkan masalah-masalah yang

dihadapinya.

3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya

dilakukan di MIS BASERAH BASERAHKabupaten BASERAHTahun

Pelajaran 2023/2024.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:


Bumi Aksara.

Berg, Euwe Vd. (1991). Miskonsepsi agama islam dan Remidi


Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar


Baru Algesindo.

Joyce, Bruce dan Weil, Marsh. 1972. Models of Teaching Model. Boston: A
Liyn dan Bacon.

Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah


Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiahuntuk Guru-guru se-Kabupaten
Tuban.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University


Press. Universitas Negeri Surabaya.

Soedjadi, dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya;


Unesa Universitas Press.

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT.


Rineksa Cipta.

Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja


Rosdakarya.

Widoko. 2002. Metode Pembelajaran Konsep. Surabaya: Universitas Negeri


Surabaya.

Anda mungkin juga menyukai