PENINGKATAN PEMBELAJARAN SKI MELALUI METODE
PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN RESITASI PADA SISWA KELAS
V MIS BASERAH
KARYA TULIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS
DISUSUN OLEH
: ANISA, [Link].I
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
MIS BASERAH
2023
LEMBAR PENGESAHAN
PENINGKATAN PEMBELAJARAN SKI MELALUI METODE
PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN RESITASI PADA SISWA KELAS
V MIS BASERAH
DISUSUN OLEH :
ANISA, [Link].I
Disyahkandi : BASERAH
Tanggal : 06 Februari 2023
Kepala MIS BASERAH
JUBARDI, [Link].I
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah , puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang
telah memberi berbagai kenikmatan kepada penulis sehingga bisa
menyelesaikan Karya Tulis, berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, tepat
sesuai dengan target.
Permasalahan yang timbul dalam keseharian ketika penulis
mengajar, memberikan inspirasi bagi terlaksananya Penelitian Tindakan
Kelas ini. Dengan segala keterbatasan dan wawasan yang penulis miliki,
penulis sangat sadar sekali bahwa Karya Tulis sederhana ini masih banyak
kekurangannya, oleh karena itu penulis berharap adanya masukan berupa
kritik dan saran yang konstruktif dari berbagaipihak bagi perbaikan penulisan
sejenis kedepannya.
Dan kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian
ini penulis ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya, terutama kepada
keluarga tercinta, istri dan anak tercinta, yang terus menerus menjadi motivator
dan inspirator kebaikan dan kemuliaan. Semoga mereka menjadi hamba-hamba
Allah SWT yang istiqamah, dan kepada sahabat-sahabat semoga kebaikan
sahabat di balas oleh Allah SWT dengan balasanyang berlipat ganda. Amin.
Terakhir, penulis berharap bahwa karya tulis sederhana ini bisa
memberi inspirasi kepada semua pihak terutama sahabat-sahabat saya, guru
penjas orkes di manapun, yang kebetulan membaca karyatulis ini. Amin.
Baserah, 06 Februari 2023
Hormat
ANISA, [Link].I
DAFTAR ISI
COVER................................................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................... 1
B . Rumusan Masalah........................................................................................... 2
[Link] Penelitian ............................................................................................ 3
[Link] Penelitian........................................................................................... 3
[Link] Masalah ............................................................................................. 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA.............................................................................. 4
[Link] Pembelajaran..................................................................................... 4
[Link] Belajar ............................................................................................. 5
C. Pengajaran Metode Pemberian Tugas dan Resitasi ...................................... 6
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat, Waktu dan Subjek Penelitian .......................................................... 13
[Link] Penelitian...................................................................................... 13
[Link] Penelitian ....................................................................................... 16
D. Metode Pengumpulan Data............................................................................. 17
[Link] Analisis Data....................................................................................... 17
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
[Link] Data Penelitian Persiklus.................................................................. 20
[Link] .................................................................................................... 27
BAB V PENUTUP
A. Simpulan ........................................................................................................ 29
[Link] ............................................................................................................... 30
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan
kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru
harus memikirkan dan membuat perencanaan secaraa seksama
dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki
kualitas mengajarnya.
Hal ini menuntut perubahan-perubahan dalam mengorganisasikan
kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap
dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar.
Guru berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar, bertindak
sebagai fasilitor yang berusaha mencipatakan kondisi belajar mengajar yang
efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar,
mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan
kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan-tujuan
pendidikan yang harus mereka capai. Untuk memenuhi hal tersebut di atas,
guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan
rangsangan kepada siswa, sehingga ia mau belajar karena siswalah
subyekutama dalambelajar.
Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar
aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi
belajar
aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasana
kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar
aktif dengan cara khusus. Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-
temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya
memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan
materipelajaran.
Pembelajaran Agama Islam tidak lagi mengutamakan pada penyerapan
melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada
pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktifitas
peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas
dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada
orang lain. (Hartoyo, 2000:24).
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti ingin mencoba
melakukan penelitian dengan judul “ Peningkatan Pembelajaran Fiqih
Melalui metodepemberian tugas belajar dan resitasi Pada Siswa Kelas V
MIS BASERAH”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan
suatu masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya
metodepemberian tugas belajar dan resitasi?
2. Bagaimanakah pengaruh metode metode pemberian tugas belajar dan
resitasiterhadap motivasi belajar siswa?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya
metodepemberian tugas belajar dan resitasi.
2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan
metodepemberian tugas belajar dan resitasi.
D. Manfaat Penelitian
Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:
1. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan
materi agama islam.
2. Meningkatkan motivasi pada pelajaran agama islam
3. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi
agama islam.
E. Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan
masalah meliputi:
1. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa Kelas V MIS BASERAH
Kabupaten Kuantan Hilir Tahun Pelajaran 2023/2024.
2. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun
pelajaran 2023/2024.
3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan “Menceritakan Kisah
Nabi”.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Definisi Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau
makhluk hidup belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh
kepandaian atau ilmu, berusaha tingkah laku atau tanggapan yang
disebabkan oleh pengalaman (KBBI, 1996:14)
Sependapat dengan pernyataan tersebut Soetomo (1993:68)
mengemukakan bahwa pembelajaran adalah proses pengelolaan
lingkungan seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga
memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukkan
tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu proses yang
menyebabkan tingkah laku yang bukan disebabkan oleh proses
pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan,
kecakapan, bertambah, berkembang daya pikir, sikap dan lain-lain
(Soetomo, 1993:120)
Pasal 1 Undang -undang No. 20 tahun 2003 tentang pendidikan
nasional menyebutkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan
belajar.
Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang
menyebabkan siswa belajar pada suatu lingkungan belajar untuk
melakukan kegiatan pada siatuasitertentu.
B. Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi
Menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong
yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk
aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar,
motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai
motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3)
bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan
proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu,
sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan mateti itu dengan
lebih baik.
Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang
untuk berbuat sesuatudalam mencapaitujuantertentu.
3. Macam-macam Motivasi
Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Motivasi Intrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah
karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga
dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu
ataubelajar (Usman, 2000: 29).
b. Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar
individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari
orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau
melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena
ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama
dikelasnya (Usman, 2000: 29).
Dari uraian di atas diketahui bahwa motivasi ekstrinsik
adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena
adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan, untuk
mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.
C. Pengajaran metode pemberian tugas belajar dan resitasi
1. DEFINISI
Yang dimaksud dengan pemberian tugas belajar dan resitasi ialah suatu cara
mengajar di mana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu
kepada peserta didik, sedangkan hasil tersebut di periksa oleh guru dan
peserta didik mempertanggung jawabkannya.
Pertanggungan jawab itu dapat dilaksanakan dengan cara
- Dengan menjawab test yang diberikan oleh guru.
- Dengan menyampaikan ke muka berupa lisan
- Dengan cara tertulis.
Dalam metode ini kita menemukan tiga istilah penting
1. Tugas:
Tugas adalah suatu pekerjaanyang harus dilakukan baik tugas datangnya dari orang
lain maupun dari dalam diri kita sendiri. Di sekolah biasanya itu datang dari
pihak guru atau kepala sekolah atau peserta didik sendiri. Tugas ini biasanya
bersifat educatif dan bukan bersifat dan berunsur pekerjaan.
2. Belajar.
Banyak sekali perumusan tentang belajar
Menurut S. Nasution ada beberapa batasan istilah belajar
a) Belajar adalah perubahan dalam sistem urat saraf.
b) Belajar adalah penambahan pengetahuan.
c) Belajar adalah perubahan kelakuan berkat pengalaman dan pengertian.
Perubahan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh apa yang dimiliki
seseorang itu, seperti: sifat, pengalaman, pengetahuan, keterampilan,
keadaan jasmaniah dan lain-lain
sebagainya, dan jugs dipengaruhi pula oleh lingkungan. Hasil belajar
dipengaruhi pula oleh motif bahan yang dipelajari dengan mempergunakan
alat- alat, waktu, cara belajar dan sebagainya.
3. Resitasi
Resitasi adalah penyajian kembali atau penimbulan kembali sesuatu yang
sudah dimiliki, diketahui atau dipelajari. Metode ini sering disebut metode
pekerjaan rupiah.
Prinsip yang mendasari metode ini ada dalam AI-Quran. Tuhan memberikan
suatu tugas yang berat terhadap Nabi Muhammad sebelum dia melaksanakan
tugas ke-Rasulannya. Tugas yang diintruksikan itu ialah berupa sifat-sifat
kepemimpinan yang harus dimiliki.
Firman Allah S.W.T
Hai orang yang berselubung, bangunlah dan pertakutilah kaummu, hendak
besarkan Tuhan-mu. Dan bersihkanlah pakaianmu! Tinggallah pekerjaan-
pekerjaan yang mendatangkan siksaan. Janganlah engkau memberi kepada orang
lain lantaran hendak meminta lebih banyak. Sabar dan uletlah menurut perintah
Tuhan. (Q.S. Al Mudatatsir: 1-7).
Jadi Tuhan memberikan tugas lima macam, antara lain:
a. Ta'at beragama (membesarkan Tuhan).
b. Giat dan rajin berdakwah.
c. Membersihkan diri, jiwa dari kekotoran lahir dan bathin.
d. Percaya padadiri sendiridantidak mengharapkansesuatupada orang
lain. e. Tabah dan ulet dalam melaksanakan tugas.
2. PASE-PASE RESITASI
Dengan metode Resitasi terdapat 3 fase
1. Guru memberikan tugas:
Tugas yang diberikan oleh guru harus disesuaikan dengan kemampuan
peserta didik. Dalam pelaksanaan tugas itu kemungkinan peserta didik
akan menjawab dan penyelesaikan suatu bentuk hitungan dan ada pula
berbentuk sesuatu yang harus diselesaikan, ada pula berbentuk sesuatu yang baik
dari berbagai aspek.
2. Murid melaksanakan tugas (belajar) cara murid belajar akan terlaksana
dengan balk apabila dia belajar sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru
dan sesuai dengantujuan yang hendak dicapai.
3. Murid mempertanggung jawabkan hasil, pekerjaannya (resitasinya).
Resitasi itu juga akan wajar apabila sesuai dengan tujuan pemberian tugas.3>
3. KEUNTUNGAN METODE RESITASI
1. Peserta didik belajar membiasakan untuk mengambil inisiatif sendiri
dalam segala tugas yang diberikan.
2. Meringankan tugas guru yang diberikan.
3. Dapat mempertebal rasa tanggung jawab. Karena hasil-hasil yang dikerjakan
dipertanggung jawabkandihadapan guru.
4. Memupuk anak agar mereka dapat berdiri sendiri tanpa
mengharapkan bantuan orang lain.
5. Mendorong peserta didik supaya suka berlomba-lomba untuk mencapai
sukses.
6. Hasil pelajaran akan tahan lama karena pelajaran sesuai dengan minat
peserta didik.
7. Dapat memperdalam pengertian dan menambah keaktipan dan kecakapan
peserta didik.
8. Waktu yang dipergunakan tak terbatas sampai pada jam jam
9.
sekolah.
4. KELEMAHAN METODE RESITASI
1. Peserta didik yang terlalu bodoh sukar sekali belajar.
2. Kemungkinan tugas yang diberikan tapi dikerjakan oleh orang lain.
3. Kadang-kadang peserta didik menyalin atau meniru pekerjaan
temannya sehingga pengalamannya sendiritidakada.
4. Kadang-kadang pembahasannya kurang sempurna.
5. Bila tugas terlalu sering dilakukan oleh murid akan menyebabkan
- Terganggunya kesehatan peserta didik, karena mereka kembali dari
sekolah selalu melakukantugas, seingga waktu bermain tidakada.
- Menyebabkan peserta didik asal mengerjakan saja karena
mereka menganggap tugas-tugas tersebut membosankan.
-Mencaritugas-tugas yang sesuai dengan kemampuan setiap individu sulit,
jalan pelajaran lambat dan memakanwaktu yang lama.
-Kalau peserta didik terlalu banyak kadang-kadang guru tak
sanggup memeriksa tugas-tugas peserta didik tersebut.
5. LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIRUMUSKAN TERLEBIH
DAHULU DALAM PELAKSANAAN RESITASI
1. Pemberian Tugas Dan Penjelasan
a. Tujuan yang harus dicapai mestilah dirumuskan terlebih dahulu secara jelas.
b. Terangkan denganjelas tugas-tugas yang akan dikerjakan murid.
c. Selidiki apakahmetoderesitasi satu-satunya yang terbaikuntuk bahanyang
akandiajarkan.
2. Pelaksanaan Tugas.
a. Setiap tugas yang diberikan harus di kontrol.
b. Siswa yang mengalami kegagalan harus dibimbing.
c. Hargailah setiap tugas yang di kerjakan murid.
d. Berikan dorongan bagi siswa kurang bergairah.
e. Tentukan bentuk-bentuk resitasi yang akan
dipakai. f. Saran-saran:
1) Tugas yang diberikan harusjelas, sehingga anakmengertibetul apa yang harus
dikerjakan.
2) Waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup.
3) Adakankontrolyang sistimatis sehingga mendorong anak¬anak bekerja
dengan sungguh-sungguh.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena
penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan
bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang
diinginkandapat dicapai.
Menurut Oja dan Sumarjan (dalam Titik Sugiarti, 1997; 8)
mengelompokkan penelitian tindakan menjadi empat macam yaitu (a) guru
bertindak sebagai peneliti, (b) penelitian tindakan kolaboratif, (c)
Simultan terintegratif, dan (d) administrasi social ekperimental.
Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentu guru sebagai peneliti,
penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah praktisi (guru). Tujuan utama
dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas
dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari
perencanaan, tindakan, pengamatandan refleksi.
Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun,
kehadiran peneliti sebagai guru di kelas sebagai pengajar tetap dan dilakukan
seperti biasa, sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti. Dengan cara ini
diharapkan
didapatkan data yang seobjektif mungkindemikevalidandata yang diperlukan.
Penelitian ini akan dihentikan apabila ketuntasan belajar secara kalasikal
telah mencapai 85% atau lebih. Jadi dalam penelitian ini, peneliti tidak
tergantung padajumlah siklus yang harus dilalui.
A. Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan
penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat
di MIS BASERAH BASERAHKabupaten BASERAHTahun Pelajaran
2023/2024.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau
saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan September semester ganjil 2023/2024.
3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas 4 MIS
BASERAH BASERAHKabupaten BASERAHTahun Pelajaran 2023/2024.
B. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK). Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM, PTK adalah suatu bentuk
kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk
meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam
melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-
tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktek
pembelajaran tersebut dilakukan
(dalam Mukhlis, 2000: 3).
Sedangkah menurut Mukhlis (2000: 5) PTK adalah suatu
bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan
untuk memperbaikikondisipembelajaranyang dilakukan.
Adapun tujuan utama dari PTK adalah untuk
memperbaiki/meningkatkan pratek pembelajaran secara berkesinambungan,
sedangkan tujuan penyertaannya adalah menumbuhkan budaya meneliti di
kalangan guru (Mukhlis, 2000: 5).
Sesuai denganjenis penelitianyang dipilih, yaitupenelitiantindakan,
maka penelitian ini menggunakan model penelitiantindakandari Kemmis dan
Taggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaituberbentuk spiral dari sklus yang satu
ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action
(tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada
siklus berikutnya adalahperncanaanyang sudah direvisi, tindakan,
pengamatan, dan refleksi. Sebelummasuk pada siklus 1
dilakukantindakan pendahuluanyang berupa identifikasi permasalahan.
Siklus spiral daritahap-tahappenelitiantindakan kelas dapat dilihat pada
gambarberikut.
Putaran 1
Refleksi Rencana
awal/rancangan
Tindakan/ Putaran 2
Observasi
Refleksi Rencana
yang
Tindakan/
Observasi Putaran 3
Refleksi Rencana
yang
Tindakan/
Observasi
Gambar 3.1 Alur
PTK Penjelasan alur di atas adalah:
1. Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti
menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,
termasuk di dalamnya instrumen penelitiandan perangkatpembelajaran.
2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh
peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta
mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode
pembelajaran model discovery .
3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau
dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan
yang diisi oleh pengamat.
4. Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat
membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada
siklus berikutnya.
Observasi dibagi dalam tiga putaran, yaituputaran 1, 2 dan 3,
dimana masing putarandikenai perlakuan yang sama (alur kegiatanyang
sama) dan membahas satu sub pokok bahasanyang diakhiri dengantes
formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam tiga putaran
dimaksudkan untuk memperbaiki sistempengajaranyang
telahdilaksanakan.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalampenelitian ini terdiri dari:
1. Silabus
Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang
kegiatan pembelajaran pengelolahankelas, sertapenilaian hasil belajar.
2. Rencana Pelajaran (RP)
Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan
sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran.
Masing- masing RP berisi kompetensi dasar, indicator pencapaian hasil
belajar, tujuan pembelajarankhusus, dan kegiatan belajar mengajar.
3. Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegaian ini yang dipergunakan siswa untuk
membantu proses pengumpulan data hasil eksperimen.
4. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar
a. Lembar observasi pengolahan metode pemberian tugas belajar
dan resitasi, untuk mengamati kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran.
b. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati
aktivitas siswa dan guru selama prosespembelajaran.
5. Tes formatif
Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran. Bentuk soal yang
diberikan adalah pilihan ganda (objektif). Sebelumnya soal-soal ini
berjumlah 46 .
D. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh
melalui observasi pengolahan metode pemberian tugas belajar dan resitasi,
observasi aktivitas siswa dan guru, dantes formatif.
E. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan
pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan
teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat
menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang
diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai
siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiata pembelajaran
serta aktivitas siswa selama prosespembelajaran.
Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan
siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan
cara memberikan evaluasi berupa soaltes tertulis pada setiap akhir putaran.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
1. Untuk menilai ulangan atu tes formatif
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa,
yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas
tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:
Σ N
Dengan = Nilai rata-rata
Σ X = Jumlah semua nilai
siswa Σ N = Jumlah siswa
2. Untuk ketuntasan belajar
Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan
secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar
kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah
tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut
tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya
serap
lebih dari sama dengan 65%. Untuk menghitung persentase
ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:
P =
Σ [Link]
x100% Σ Siswa
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data penelitian yang diperoleh berupa hasil uji coba item butir soal,
data observasi berupa pengamatan pengelolaan metode pemberian tugas belajar
dan resitasi dan pengamatan aktivitas siswa dan guru pada akhir pembelajaran,
dan data tes formatif siswapada setiap siklus.
Data hasil uji coba item butir soal digunakan untuk mendapatkan tes
yang betul-betul mewakili apa yang diinginka. Data ini selanjutnya dianalisis
tingkat validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dandayapembeda.
Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data
pengamatan penglolaan metode pemberian tugas belajar dan resitasi yang
digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode metode pemberian
tugas belajar dan resitasi dalam meningkatkan prestasi
Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa
setelah diterapkan metodepemberian tugas belajar dan resitasi.
A. Analisis Data Penelitian Persiklus
1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat
pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes
formatif 1, dan
alat-alat pengajaranyang mendukung.
b. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I
dilaksanakan pada tanggal 10 September 2023 di MIS BASERAH
dengan jumlah siswa 20 siswa. Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu
pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan
(observasi) dilaksanakan bersamaandengan pelaksanaan belajar
mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif
I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun
data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus I
Keterangan Keterangan
No. Urut Nilai No. Urut Nilai
T TT T TT
1 60 √ 12 60 √
2 70 √ 13 80 √
3 70 √ 14 70 √
4 60 √ 15 80 √
5 80 √ 16 70 √
6 80 √ 17 90 √
7 70 √ 18 60 √
8 70 √ 19 60 √
9 60 √ 20 70 √
10 80 √ 21 70 √
11 50 √ 22 60 √
Jumlah 750 7 4 Jumlah 770 8 3
Jumlah Skor 1520
Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200
Rata-Rata Skor Tercapai 69,09
Keterangan: : Tuntas
T
T : Tidak
T Tuntas 15
Jumlah siswa yang tuntas 5
Jumlah siswa yang belum tuntas : Belum tuntas
Klasikal
Tabel 4.3. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus I
No Uraian Hasil Siklus I
1 Nilai rata-ratates formatif 69,09
2 Jumlahsiswa yangtuntas belajar 15
3 Persentase ketuntasan belajar 68,18
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan
menerapkan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi
diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 69,09 dan
ketuntasan belajar mencapai 68,18% atau ada 15 siswa dari 22
siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada
siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena
siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 68,18% lebih kecil
dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal
ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti
apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan
metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi.
2. Siklus II
a. Tahap perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat
pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, LKS 2, soal tes
formatif II, dan alat-alat pengajaranyang mendukung.
b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II
dilaksanakan pada tanggal 17 September 2023 di MIS
BASERAH BASERAHdengan jumlah siswa 22 siswa. Dalam hal
ini peneliti bertindak
sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada
rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I,
sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi
pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif
II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
selama proses belajar mengajar yang telah dilakukan.
Instrument yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data
hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut.
Tabel 4.4. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II
Keterangan Keterangan
No. Urut Nilai No. Urut Nilai
T TT T TT
1 60 √ 12 90 √
2 80 √ 13 80 √
3 80 √ 14 80 √
4 90 √ 15 80 √
5 90 √ 16 80 √
6 60 √ 17 60 √
7 80 √ 18 80 √
8 70 √ 19 70 √
9 60 √ 20 60 √
10 80 √ 21 80 √
11 90 √ 22 80 √
Jumlah 840 8 3 Jumlah 840 9 2
Jumlah Skor 1680
Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200
Rata-Rata Skor Tercapai 76,36
Keterangan: : Tuntas
T
T : Tidak
T Tuntas 17
Jumlah siswa yang tuntas 5
Jumlah siswa yang belum : Belum tuntas
tuntas Klasikal
Tabel 4.5. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus II
No Uraian Hasil Siklus II
1 Nilai rata-ratates formatif 76,36
2 Jumlahsiswa yangtuntas belajar 17
3 Persentase ketuntasan belajar 77,27
Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa
adalah 76,36 dan ketuntasan belajar mencapai 77,27% atau ada
17 siswa dari 22 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini
menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara
klasikal telah megalami peningkatan sedikit lebih baik dari
siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini
karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir
pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan
berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa
juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan
diinginkan guru dengan menerapkan metode metode pemberian tugas
belajar dan resitasi.
3. Siklus III
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat
pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3, LKS 3, soal tes
formatif 3, dan alat-alat pengajaranyang mendukung
b. Tahap kegiatan dan pengamatan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III
dilaksanakan pada tanggal 24 September 2023 di MIS BASERAH
BASERAHdengan jumlah siswa 22 siswa. Dalam hal ini peneliti
bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar
mengacu
pada rencan pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II,
sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak
terulang lagi pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif
III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen
yang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil peneitian
pada siklus III adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6. Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus III
Keterangan Keterangan
No. Urut Nilai No. Urut Nilai
T TT T TT
1 90 √ 12 90 √
2 90 √ 13 90 √
3 90 √ 14 90 √
4 80 √ 15 60 √
5 90 √ 16 90 √
6 80 √ 17 80 √
7 90 √ 18 70 √
8 60 √ 19 70 √
9 90 √ 20 80 √
10 90 √ 21 90 √
11 60 √ 22 80 √
Jumlah 910 9 2 Jumlah 890 10 1
Jumlah Skor 1800
Jumlah Skor Maksimal Ideal 2200
Rata-Rata Skor Tercapai 81,82
Keterangan: : Tuntas
T
T : Tidak
T Tuntas 19
Jumlah siswa yang tuntas 3
Jumlah siswa yang belum tuntas : Tuntas
Klasikal
Tabel 4.7. Rekapitulasi Hasil Tes Siklus III
No Uraian Hasil Siklus III
1 Nilai rata-ratates formatif 81,82
2 Jumlahsiswa yangtuntas belajar 19
3 Persentase ketuntasan belajar 86,36
Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif
sebesar 81,82 dan dari 22 siswa yang telah tuntas sebanyak 19 siswa
dan 3 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal
ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 86,36% (termasuk
kategori tuntas). Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan
lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus
III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam
menerapkan metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga
siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga
siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan.
Pada siklus III ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai, sehingga
penelitian inihanya sampaipada siklus III.
c. Refleksi
Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana
dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar
mengajar dengan penerapan metode pemberian tugas belajar dan
resitasi. Dari data-data yang telahdiperoleh dapat duraikan sebagai
berikut:
1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua
pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang
belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-
masing aspek cukup besar.
2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif
selamaproses belajarberlangsung.
3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami
perbaikandan peningkatan sehingga menjadilebih baik.
4) Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan.
d. Revisi Pelaksanaan
Pada siklus III guru telah menerapkan metode pemberian
tugas belajar dan resitasi dengan baik dan dilihat dari aktivitas
siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar
sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu
banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya
adalah memaksimalkan dan mepertahankan apa yang telah ada
dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar
selanjutnya penerapan metode pemberian tugas belajar dan
resitasi dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga
tujuan pembelajarandapattercapai.
B. Pembahasan
1. Ketuntasan Hasil belajar Siswa
Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa metode
pemberian tugas belajar dan resitasi memiliki dampak positif dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin
mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan
guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan II) yaitu masing-
masing 68,18%, 77,27%, dan 86,36%. Pada siklus III ketuntasan
belajar siswa secara klasikaltelah tercapai.
2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses
metode pemberian tugas belajar dan resitasi dalam setiap siklus
mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi
belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-
rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.
3. Aktivitas Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran
Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses
pembelajaran agama islam pada pokok bahasan mengarang yang paling
dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/
memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa
dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat
dikategorikan aktif.
Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah
melaksanakan langah-langkah metode pemberian tugas belajar dan resitasi
dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya
aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam mengerjakan
kegiatan LKS/menemukan konsep, menjelaskan/melatih
menggunakan alat, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab
dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga
siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah
dilakukandapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan berbasis masalah memiliki dampak positif dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan
peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus
I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%).
2. Penerapan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi
mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar
siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa,
rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat
dengan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga
mereka menjadi termotivasi untuk belajar.
B. Saran
Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya
agar proses belajar mengajar agama islam lebih efektif dan lebih memberikan
hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:
1. Untuk melaksanakan model berbasis masalah memerlukan persiapan
yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau
memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model berbasis
masalah dalamproses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang
optimal.
2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya
lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau
dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat
menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan,
sehingga siswa berhasil ataumampu memecahkan masalah-masalah yang
dihadapinya.
3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya
dilakukan di MIS BASERAH BASERAHKabupaten BASERAHTahun
Pelajaran 2023/2024.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Berg, Euwe Vd. (1991). Miskonsepsi agama islam dan Remidi
Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algesindo.
Joyce, Bruce dan Weil, Marsh. 1972. Models of Teaching Model. Boston: A
Liyn dan Bacon.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah
Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiahuntuk Guru-guru se-Kabupaten
Tuban.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University
Press. Universitas Negeri Surabaya.
Soedjadi, dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya;
Unesa Universitas Press.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT.
Rineksa Cipta.
Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Widoko. 2002. Metode Pembelajaran Konsep. Surabaya: Universitas Negeri
Surabaya.