BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PRAKERIN
Latar belakang diselenggarakannya praktek kerja industri (prakerin) ini adalah merupakan
bagian sekolah menengah kejuruan, yang menganut pada undang-undang :
1) Undang - Undang No.2, tahun 1989, tentang sistem pendidikan nasional
2) PP No.29 tahun 1990, tentang pendidikan menengah
3) PP No.38 tahun 1992, tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional
4) Keputusan Mendikbud No.0490/U/1993, tentang kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan
Maka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) wajib diadakannya kegiatan prakerin (praktek
kerja industri) karena untuk menambah wawasan kerja, lebih mengetahui bagaimana susahnya
bekerja sambil belajar karena prakerin juga hampir sama dengan bekerja namun masih di awasi
oleh guru pembimbing jadi dalam kegiatan prakerin ini kita memperoleh banyak ilmu di bidang
perbengkelan selain disekolahan.
Dalam kegiatan prakerin ini kami juga dapat praktek secara langsung seperti service
sepeda motor, mengganti kampas rem, rem cakram maupun tromol, over houll atau turun mesin,
dan masih banyak lagi, selain itu kami juga memperoleh ilmu tambahan di bidang otomotif yang
bisa menjadi bekal untuk kita kedepannya. Setiap kegiatan prakerin ada suka maupun dukanya
sukanya jika lagi ada job dan pemiliknya baik pasti kita akan di sediakan sekedar makanan ringan
dan minuman yang membuat kita senang dan dukanya adalah kita panas-panasan capek berangkat
pagi pulang sore.
B. TUJUAN PRAKERIN
Dengan diadakannya prakerin ini bertujuan agar siswa lebih mandiri, lebih bertanggung
jawab dalam setiap pekerjaan di tempat pkl, dan pkl juga bukan untuk alasan kita karena tidak
diawasi oleh guru kita dapat berenak-enakan berangkat semaunya sendiri, tetapi semua itu tidak
boleh untuk beralasan karena dalam pkl kita juga diawasi oleh pemilikbengkel dan juga montirnya
kita juga wajib mematuhi peraturan yang ada dibengkel tersebut. Selain itu dengan diadakannya
1
prakerin ini meningkatkan mutu dan pendidikan kejuruan melalui peran dunia kerja, memberi
pengetahuan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian proses pendidikan.
C. MANFAAT KEGIATAN PRAKERIN
Kita dapat mengerti dengan jelas kerja lapang itu seperti apa dan dunia perbengkelan itu
seperti apa dan selama 3 bulan ini kami diberi kesempatan untuk melaksanakan pkl tersebut dan
alhamdulilah berjalan dengan lancar, selain itu kami memperoleh banyak sekali manfaat seperti
mendapat pengalaman baru, dapat memperoleh ilmu yang belum diajarkan disekolah dan dapat
praktek bekerja langsung seperti menyervice sepeda motor, mengganti ban, rem, dan overhoul
mesin yang seharusnya kami pelajari di kelas 12 kami sudah memperoleh sedikit ilmunya selain itu
kami juga mendapat teman-teman baru dari smk-smk lainnya. Dalam kesempatan yang hanya tiga
bulan kami pun tidak menyia- nyiakan prakerin ini. Walaupun kami sering di bentak – bentak sama
mekanik bengkel karena keteledoran kita tetapi tidak membuat diri saya sendiri patah semangat
karena sang mekanik bengkel menegur agar kami bisa menjadi orang yang tanggung jawab. Agar
kedepannya jika bekerja di sebuah industri kita dapat mengerti bahwa sebuah pekerjaan kecil
jangan dikerjakaan secara sepele tetapi dengan teliti.
1) Manfaat Prakerin Bagi Siswa :
a. Meningkatkan rasa percaya diri, disiplin dan tanggung jawab.
b. Mengetahui arti penting disiplin dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugas.
c. Memperoleh wawasan luas mengenai seluk beluk dunia kerja.
d. Dapat memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang diperoleh di sekolah.
e. Dapat membandingkan kemampuan yang diperoleh di sekolah dengan yang dibutuhkan di
dunia kerja.
2) Manfaat Prakerin Bagi Sekolah :
a. Tujuan pendidikan untuk mendapat keahlian proffesional lebih mudah dicapai
b. Dapat menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja
3) Manfaat Prakerin Bagi Industri :
a. Dapat memilih peserta Prakerin baik jumlah, kemampuan, penampilan dan waktu yang
dianggap menguntungkan
b. Dapat mengenal persis kualitas siswa yang berlatih di instansi/ industri
2
c. Dapat berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan pada khususnya dan pengembangan
bangsa pada umumnya.
3
BAB III
REM CAKRAM DEPAN MOTOR
A. PEMBAGIAN JENIS REM SECARA UMUM
Sistem pengereman merupakan salah satu komponen yang harus selalu memiliki
performa baik pada sepeda motor karena besarnya peran serta tanggung jawabnya. Sistem
pengereman pada sepeda motor merupakan salah satu komponen pengaman untuk
menghindarkan bahaya bagi pengendara sepeda motor tersebut. Rem merupakan sistem
yang berfungsi memperlambat laju kendaraan secara signifikan guna mengendalikan
kecepatan kendaraan. Dalam kinerjanya, rem menggunakan metode gesekan untuk
memperlambat RPM [Link] perkembangan teknologi otomotif pada bidang sepeda
motor yang pesat menjadikan secara umum sistem pengereman atau rem pada sepeda motor
dibagi menjadi dua jenis. Pembagian jenis rem secara umum pada sepeda motor yakni.
[Link] Cakram
Gambar Rem Cakram
Rem cakram adalah sistem pengereman yang menggunakan sebuah piringan yang
dijepit oleh dua buah kampas rem untuk melakukan pengereman. Artinya, ada sebuah
piringan yang disebut disc brake atau cakram yang terhubung ke velg roda lalu diapit
oleh dua buah kampas rem.
4
Saat kondisi free (tanpa mengerem) kedua kampas rem ini tidak menjepit atau dalam keadaan
bebas. Namun saat tuas rem ditekan, kedua kampas rem ini akan menjepit piringan sehingga
putaran piringan rem akan semakin rendah hingga berhenti. Bentuk rem cakram sangatlah
sederhana, rem ini digunakan pada hampir semua rem depan motor.
Selain lebih simpel, kelebihan lainnya yakni lebih responsif. Dibandingkan rem tromol, jarak
pengereman bisa lebih dekat sehingga rem ini dinilai lebih aman digunakan untuk roda depan.
Tapi ada kekurangannya
Kampas rem cakram memiliki bentuk lebih sempit dibandingkan rem tromol, hal ini
membuat kampas rem cakram menjadi lebih cepat habis. jadi jangan heran kalau kampas
rem cakram sudah dua kali ganti meski rem tromol belum pernah diganti.
[Link] Trombol
Gambar Rem Tromol
Jenis rem kedua adalah rem tromol, rem tromol merupakan sistem pengereman tertutup yang
menggunakan komponen berupa mangkuk rem atau tromol rem yang didorong oleh dua
sepatu rem ke arah luar untuk melakukan pengereman.
5
Jadi antara rem cakram dan rem tromol memiliki perbedaan cara kerja, kalau rem cakram
menggunakan prinsip jepitan sementara rem tromol menggunakan dorongan. Meski berbeda,
dua-duanya sama-sama menggunakan gesekan untuk menghentikan laju roda.
Cara kerja rem tromol, saat rem tidak ditekan maka sepatu rem tidak mendorong mangkuk
rem sehingga mangkuk rem yang juga terbaut ke velg bisa berputar dengan bebas. Saat rem
ditekan, sepatu rem yang terletak didalam mangkuk rem akan mengembang, sehingga
permukaanya bergesekan dengan permukaan dalam mangkuk rem. Akibatnya putaran
mangkuk rem menjadi lebih rendah hingga berhenti.
Rem tromol memiliki harga lebih murah, sehingga rem ini masih digunakan oleh pabrikan
motor untuk menekan harga sepeda motor. Namun masih kalah responsif dibandingkan rem
cakram.
Dua jenis rem diatas, dibedakan berdasarkan prinsip kerjanya. Tapi kalau dilihat
dari mekanisme penggerak, juga ada dua yakni ;
[Link] Hidrolik
Rem hidrolik menggunakan prinsip hidrolik, yakni perpindahan fluida dimana fluida dalam
hal ini minyak rem berfungsi sebagai media untuk memindahkan tekanan dari tuas rem
menuju aktuator (kaliper rem). Kelebihan rem hidrolik ini ada pada perpindahan tenaga yang
efektif. Karena fluida dapat memindahkan tenaga tanpa adanya hilang tenaga sedikitpun
6
(kecuali kalau bocor).Sehingga meski kita menekan tuas rem hanya setengah rem akan aktif.
Rem hidrolik biasa digunakan untuk menggerakan rem cakram pada sepeda motor baik pada
roda depan maupun belakang.
2. Rem Mekanik
Rem mekanik masih menggunakan kawat atau tuas penghubung sebagai media untuk
memindahkan tenaga dari tuas rem ke aktuator rem. Seperti rem tromol sepeda motor, um
Pada motor matic misalnya, maka rem belakang masih digerakan menggunakan kawat.
Memang penggerak mekanik ini masih mampu digunakan namun masih kalah responsif
dengan penggerak hidrolik karena ada sedikit kerugian tenaga pada tipe ini, artinya tenaga
akhir yang sampai ke aktuator rem bisa lebih kecil dibandingka tenaga awal yang kita beri
untuk menekan tuas [Link] masih menggunakan mekanisme seperti ini.
Pada motor matic misalnya, maka rem belakang masih digerakan menggunakan kawat.
Memang penggerak mekanik ini masih mampu digunakan namun masih kalah responsif
dengan penggerak hidrolik karena ada sedikit kerugian tenaga pada tipe ini, artinya tenaga
akhir yang sampai ke aktuator rem bisa lebih kecil dibandingka tenaga awal yang kita beri
untuk menekan tuas rem.
7
B. Rem Cakram Yang Macet Atau Seret
Penjelasan pertama mengenai cara memperbaik rem cakram depan motor adalah untuk
kondisi rem yang macet dan seret. Kondisi rem cakram yang macet ini dapat menyebabkan
performa dari sepeda motor menjadi terganggu dan beresiko menimbulkan kondisi yang
berbahaya. Jika hal tersebut terjadi maka sebaiknya jangan gunakan sepeda motor sebelum
rem yang macet dapat teratasi.
Kondisi rem yang macet atau seret tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
kampas rem yang sudah habis, macetnya beberapa komponen pada rem cakram seperti
piston dan pin, serta penggunaan bahan kampas yang tidak sesuai. Berikut beberapa langkah
yang dapat dilakukan untuk memperbaiki rem cakram motor yang macet maupun seret.
1. Kondisikan posisi motor pada keadaan standard tengah dan usahakan diletakkan pada
tempat yang datar.
2. Lepas roda bagian depan dengan melepas baut pada bagian tengah roda.
3. Lepaskan caliper dari dudukan yang berada di shockbeker setelah roda terlepas.
4. Keluarkanlah minyak rem dengan melapas selang pada caliper dan tampung minyak rem
pada sebuah wadah. Hindari kulit dan body motor agar tidak terkena minyak rem.
5. Bersihkan piston rem dari kotoran dan karat dengan cara menghilangkan karat pada besi
dengan bahan alami. Perhatikan juga apakah ada luka atau goresan, jika ada gunakan
kompon untuk memperhalus permukaan piston rem namun jika luka terlalu parah maka
gantilah bagian ini.
6. Bersihkan silinder rem cakram dari karat dan kotoran yang menempel.
7. Setelah semua dibersihkan, pasang kembali semua komponen ke sepeda motor lakukan
kegiatan membliding dan menyetel rem cakram kembali agar dapat normal digunakan.
Cara menyetel rem cakram depan maupun belakang harus dilakukan dengan benar.
8
C. Rem Cakram Yang Ngempos Atau Masuk Angin
Masalah teknis lainnya yang juga dapat terjadi pada rem cakram depan motor adalah kondisi
dimana rem depang mengalami ngempos atau masuk angin sehingga rem cakram tidak akan
berfungsi dengan benar untuk membantu menghentikan laju sepeda motor ketika digunakan.
Rem cakram yang masuk angin tersebut dapat terlihat dari kondisi rem yang ditekan namun
tidak terasa berat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya minyak pada komponen rem
cakram. Berikut langkah langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan
tersebut.
1. Siapkan minyak rem dan beberapa alat yang dibutuhkan seperti kunci, tang penjepit dan
alat lainnya.
2. Lakukan pengetesan angin caliper dengan cara mengendurkan baut pembuangan dan
kemudian tekan tuas rem sampai oli keluar dan tutup kembali.
3. Buka penutup penampung minyak rem pada bagian atas dan bawah untuk
mengembalikan fungsi rem.
4. Usahakan untuk tidak mencecerkan minyak rem pada tangan dan body motor.
5. Seting ulang rem dan perhatikan gelembung udara pada master rem. Jika masih terdapat
gelembung udara, lepas bagian atas master dan keluarkan udara tersebut.
6. Kembalikan semua komponen dan baut ke keadaan semula.
D. Melakukan Perawatan Terhadap Rem Cakram.
Selain cara mengatasi rem cakram depan motor yang telah dijelakan diatas, hal yang
terpenting juga agar tidak selalu mengalami kondisi masalah teknis pada rem adalah dengan
merawat rem cakram agar selalu memberikan performa yang baik. Berikut beberapa langkah
yang dapat dilakukan untuk merawat rem cakram diantaranya, perhatikan perubahan atau
ciri ciri rem cakram yang aus dan bermasalah seperti bunyi berdecit, pedal rem akan terasa
dalam, adakah bau besi terbakar. Jika kondisi tersebut muncul maka segeralah ganti kampas
rem cakram tersebut. Selain itu, lakukan pengecekan minyak rem pada kampas rem cakram
dan perhatikan juga cara menyetel rem cakram belakang motor dan bagian rem depan juga
setiap saat agar performa rem cakram tetap optimal.
9
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah peserta melakukan kegiatan prakerin dalam waktu 2 bulan banyak sekali hal-hal yang
bermanfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut. Karena kegiatan prakerin ini dapat :
Dengan adanya kegiatan prakerin ini siswa diharapkan lebih bertanggung jawab, lebih
kreatif, lebih mengenal dunia otomotif dan kita juga dapat berfikir maju untuk memajukan
perindustrian otomotif
Bahwa selama prakerin kami merasa pekerjaan adalah prioritas utama dan kami juga saling
bersaing untuk mendapat nilai yang baik, selain itu kami juga memperoleh ilmu tambahan yang
cukup banyak.
Kami juga saling bergotong royong antara satu sama lain agar pekerjaan lebih mudah dan
cepat selesai, selain itu kami juga sering mendapatkan teguran dan omelan sama pemilik bengkel
namun itu semua adalah bahan untuk membuat kami agar tidak menjadi orang yang lemah.
Kegiatan prakerin ini sangatlah perlu diadakan di smk manapun supaya siswa bisa merasakan
pendidikan diluar sekolah, merasakan rasanya bekerja semua ini adalah pembelajaran untuk melatih
kita supaya saat kita lulus nanti dapat bekerja dengan baik dan bertanggung jawab.
B. SARAN
1. Saran untuk Sekolah :
a) Sekolah yang berstandar nasional sebaiknya alat dan bahan disesuaikan dengan perkembangan
jaman walaupun langkah-langkah perbaikan pada kerusakan hamper sama seperti dibengkel.
b) Pembekalan prakerin juga harus denga pembekalan kedisiplinan siswa melaksanakan prakerin.
c) Teknis penulisan prakerin dan penyusunan tata letak harus diterangkan pada pembekalan
prakerin sehingga pada saat konsultasi prakerin bisa lebih cepat.
2. Saran untuk Bengkel :
a) Bila ada siswa yang prakerin mohon diberi saran dan bimbingan yang lebih cepat agar setelah
selesai prakerin pengetahuan bisa bertambah.
10
b) Pada waktu selesai prakerin mohon para siswa di uji kemampuannya supaya memudahkan siswa
dalam penilaian dan juga nama bengkel akan lebih baik karena telah mencetak siswa-siswa
prakerin yang terampil.
3. Saran untuk Adik Kelas yang akan melaksanakan PKL :
a) Siswa diharapkan tetap menjaga nama baik sekolah pada saat dibengkel atau dimanapun agar
tidak membuat jelek nama sekolah dan siswa yang akan melaksanakan PKL selanjutnya.
b) Siswa diharapkan lebih menyiapkan diri sebelum memulai PKL.
c) Siswa diharapkan lebih memperhatikan apa yang telah diajarkan saat melaksanakan PKL agar
lebih memperuntungkan saat Ujian Praktek di sekolah.
11
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
12
JURNAL KEGIATAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
NAMA SISWA : Muhammad Ridwan
BIDANG KEAHLIAN : TBSM
PROGRAM KEAHLIAN : TBSM
TEMPAT PRAKERIN : di Bengkel Agus
ALAMAT : [Link],Bumi Agung,[Link]
PARAF
NO HARI/TANGGAL KEGIATAN HASIL
INSTRUKTUR
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
……………..2021
INSTRUKTUR INDUSTRI
13
JURNAL KEGIATAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
NAMA SISWA : Muhammad Ridwan
BIDANG KEAHLIAN : TBSM
PROGRAM KEAHLIAN : TBSM
TEMPAT PRAKERIN : di Bengkel Agus
ALAMAT : [Link],Bumi Agung,[Link]
PARAF
NO HARI/TANGGAL KEGIATAN HASIL
INSTRUKTUR
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
……………..2021
INSTRUKTUR INDUSTRI
14