Rincian Minggu Efektif TP 2025/2026
Rincian Minggu Efektif TP 2025/2026
Jumlah
Jumlah Jumlah Hari
No Bulan Hari Keterangan
Minggu Tidak Efektif
efektif
1 Januari 5 23 3 Libur Tahun Baru, Awal semester
genap, Isra Mi’raj, Imlek
2 Februari 4 23 1 Awal Ramadhan
3 Maret 4 15 10 Nyepi, Kegiatan Ramadhan, Ujian
Tengah Semester Genap
4 April 5 11 15 Libur Hari Raya Idul Fitri, Wafat Isa
Al-masih, Ujian akhir sekolah SMP
5 Mei 5 24 3 Hari Buruh, Hari Raya Waisak, Ujian
akhir sekolah SD
6 Juni 4 6 17 Hari Pancasila, Hari raya Idul Adha,
Ujian semester genap, persiapan dan
penyerahan hasil belajar semester
genap, libur semester genap.
Jumlah 27 102 49
A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada
pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan
kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan
bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan
pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran
tersebut maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal
layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali
kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.
Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam
membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana
tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi
Dasar (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan
tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif
dengan seluruh stake holder sekolah.
B. RUMUSAN TUJUAN
Tujuan layanan bimbingan dan konseling disusun berdasarkan pada Capaian
Layanan Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan bimbingan konseling yaitu
pengenalan (pengetahuan), akomodasi(sikap), dan tindakan (keterampilan). Peserta
didik/konseliharus memiliki dalam satu atau lebih kegiatan layanan, yaitu menjadi
prasyarat untuk dapat mencapai Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Peserta
didik mencapai tugas perkembangan yang terdapat pada Capaian Layanan
Bimbingan dan Konseling yang dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta
didik/konseli yang memiliki psychological well being, dan Profil Pelajar Pancasila.
Guru bimbingan dan konseling dalam menyusun rancangan kegiatan Layanan
Bimbingan dan Konseling mengacu pada Alur Capaian Layanan Bimbingan dan
Konseling.
ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK (KELAS 8)
Nama :
Kelas :
Petunjuk pengisian
1. Dibawah ini bukan alat tes, tetapi angket kebutuhan untuk membuat program
layanan Bimbingan dan Konseling.
2. Jawaban Anda sangat bermanfaat untuk pembuatan program layanan Bimbingan
dan Konseling di sekolah.
3. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan kondisi Anda saat ini, dengan cara
memberikan tanda (√) pada kolom Ya/Tidak.
4. Jawaban Anda akan kami rahasiakan, untuk itu jawablah dengan benar dan
sungguh-sungguh.
NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Saya kadang lupa bersyukur atas nikmat dan karunia dari Tuhan YME
2 Saya kadang lupa untuk berperilaku sopan dan santun dalam kehidupan
3 Saya merasa belum paham etika yang baik dan benar dalam pergaulan teman
sebaya
4 Saya merasa sulit mematuhi tata tertib di sekolah
5 Kadang-kadang saya masih suka menyontek pada waktu ulangan
6 Waktu saya banyak dihabiskan untuk bermain game atau games online
7 Saya sulit meminta maaf jika melakukan kesalahan terhadap orang lain
8 Saya masih merasa belum memiliki rasa percaya diri
9 Saya belum tahu cara mengendalikan emosi
10 Saya belum tahu cara melakukan eksplorasi bakat secara mandiri
11 Saya masih sering mengalami sakit / alergi
12 Kondisi keluarga saya sedang tidak harmonis
13 Saya sedang mempunyai masalah dengan anggota keluarga di rumah
14 Saya merasa belum bisa menjadi pribadi yang mandiri
15 Saya sering lupa waktu ketika bermain/membuka media sosial (fb, wa,
instagram, dll)
16 Saya merasa sulit mengendalikan ketergantungan dengan handphone
17 Saya merasa tidak betah tinggal di rumah sendiri
18 Saya merasa tidak pernah diperhatikan dari orang tua
19 Kata maaf, tolong dan terimakasih kadang lupa saya ucapkan dalam pergaulan
20 Saya belum tahu tentang bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara
menyikapinya
21 Saya sering beda pendapat dengan orang lain
22 Saya sedang mempunyai masalah dengan teman di sekolah
23 Saya belum tahu cara untuk menjaga persahabatan agar tetap langgeng
24 Saya belum tahu tentang bullying dan cara menyikapinya
25 Saya sukar bergaul dengan teman-teman di sekolah
26 Saya merasa masih sedikit pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja
27 Saya belum banyak tahu tentang dampak dari pacaran
28 Saya malu jika membicarakan masalah seks dan pacar kepada orang tua
29 Saya merasa malu jika bergaul dengan teman yang beda jenis kelamin
30 Saya merasa takut bertanya atau menjawab di kelas
31 Saya belum paham yang harus dilakukan dengan adanya pemanasan global
32 Saya belum mengetahui banyak tentang jenis obat-obat terlarang serta
dampaknya
33 Saya belum tahu cara memilih lembaga bimbingan belajar
34 Saya merasa tidak memiliki semangat belajar
35 Saya belum tahu cara meraih prestasi di sekolah
36 Saya belum paham tentang gaya belajar dan strategi yang sesuai dengannya
37 Saya merasa kesulitan dalam memahami pelajaran
38 Saya belum terbiasa belajar bersama atau kelompok
39 Saya merasa belum menemukan cara belajar yang efektif
40 Saya selalu malas untuk belajar di rumah
41 Saya belajarnya jika akan ada ulangan atau ujian saja
42 Orang tua kurang peduli dengan kegiatan belajar saya
43 Saya belum bisa membuat peta pikiran (mind mapping)
44 Saya belum mengenal tentang macam-macam kecerdasan
45 Saya belum paham cara kerja otak kiri dan otak kanan
46 Saya sering dimarahi orang tua karena boros
47 Saya tidak terbiasa menabung
48 Saya kurang dapat menyalurkan bakat dan minat di sekolah
49 Saya belum tahu tentang prospek karir untuk setiap mapel
50 Saya belum banyak tahu tentang jenis-jenis profesi di masyarakat dan
prospeknya
CAPAIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Aspek
No Internalisasi Tujuan Alur Capaian Layanan BK Pada Fase D
Perkembangan
1 Landasan Mengenal arti dan Mengidentifikasi berbagai bentuk aktivitas sehari-
Religius tujuan ibadah. hari yang terdapat di lingkungannya; menjelaskan
manusia sebagai makhluk Tuhan dengan segenap
kemuliaannya sehingga harus menyembah-Nya
sebagai nilai-nilai agama; mengaitkan nilai–nilai
agama dengan segenap aktivitas yang telah
diidentifikasi sebelumnya; menelaah aktivitasnya
sendiri sehari-hari yang bernilai ibadah;
menyimpulkan agar segala aktivitasnya ditujukan
untuk ibadah.
Berminat mempelajari Meminati untuk mempelajari aktivitas yang
arti dan tujuan setiap mengandung nilai ibadah; meyakini arti dan tujuan
bentuk setiap bentuk ibadah.
ibadah.
Melakukan berbagai Mematuhi norma-norma agama dalam
kegiatan ibadah dengan beraktivitas; melakukan ibadah atas kemauan
kemauan sendiri. sendiri.
Berinteraksi dengan lain Menerapkan peran fungsi dan peran sosial antara
jenis secara kolaboratif laki-laki dan perempuan dengan berkolaborasi;
dalam memerankan menunjukkan kolaborasi dalam memerankan peran
peran jenis.
jenis.
Aspek
No Internalisasi Tujuan Alur Capaian Layanan BK Pada Fase D
Perkembangan
7 Pengembangan Mengenal kemampuan Mengidentifikasi berbagai aktivitas keseharian
Pribadi dan keinginan diri. bersama kawan-kawan; Menjelaskan hobi atau
kegemarannya; Mengaitkan hobi dengan berbagai
aktivitas keseharian yang sudah diidentifikasi;
Menganalisis berbagai aktivitas keseharian yang
sesuai dengan hobi dan kemampuannya.
1. Layanan Dasar
Layanan ini ditujukan kepada semua peserta didik untuk membantu mereka dalam mengembangkan
sikap, pengetahuan, dan keterampilan di bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Kegiatan
dilakukan melalui bimbingan klasikal, kelompok, dan lintas kelas, serta media seperti papan
bimbingan dan leaflet. Layanan ini bisa terintegrasi dalam pembelajaran tematik oleh guru kelas.
2. Layanan Responsif
Layanan ini menangani masalah jangka pendek yang dialami peserta didik dalam kehidupan pribadi,
sosial, belajar, dan karir. Bentuknya mencakup konseling individu/kelompok, konsultasi, konferensi
kasus, rujukan (referal), dan advokasi. Tujuan utamanya adalah intervensi cepat dan setara bagi
semua peserta didik, termasuk mereka yang memiliki hambatan sosial atau psikologis.
Layanan ini membantu peserta didik dalam merancang dan melaksanakan rencana pribadi, sosial,
belajar, dan karir, serta mengevaluasi dan memperbaruinya secara berkala. Aktivitas dapat berupa
konseling, bimbingan klasikal/lintas kelas, konsultasi, serta kolaborasi yang terintegrasi dengan
kegiatan ekstrakurikuler.
4. Dukungan Sistem
PRIBADI
Aspek Capaian
Landasan Religius Peserta didik/konseli dapat memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara
Landasan Perilaku Etis bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya,
sehingga dapat mencapai perkembangan pribadinya secara optimal
Kematangan Emosional dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan, dan keselamatan dalam
kehidupannya.
Pengembangan Diri
SOSIAL
Aspek Capaian
Kesadaran Bertanggung Peserta didik/konseli dapat memahami lingkungannya dan dapat
jawab melakukan interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi
sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya,
Kematangan Hubungan mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan
dangan Teman Sebaya dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan
kebermaknaan dalam kehidupannya.
Kesadaran Gender
AKADEMIK
Aspek Capaian
Kematangan Intelektual Peserta didik/ konseli dapat mengenali potensi diri untuk belajar,
memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki
kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal
sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan
kebahagiaan dalam kehidupannya.
KARIR
Aspek Capaian
Perilaku Kewirausahaan Peserta didik/konseli mengalami pertumbuhan, perkembangan,
eksplorasi, aspirasi, dan pengambilan keputusan karir sepanjang
rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi
potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya
sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Rencana Kegiatan/ Action Plan
Judul Bida Capaian Meaningf Mindful Joyful Metod Media Evalu Pelaks
Materi ng Layanan ul Learnin Learn e asi anaan
Laya Learning g ing
nan
Penguat Priba Siswa Mengaitk Refleksi Kolas Refleks Gambar, Produ Juli
an Jati di mengenal an atas nilai e i, majalah k
Diri i nilai- pengalam yang “Siapa diskusi, bekas, kolase
nilai yang an hidup, diyakini Aku?” present lembar dan
menjadi nilai dan , peta asi nilai diri jurnal
dasar keluarga, bagaima nilai refleks
identitas dan na itu pribad i
pribadiny budaya memben i.
a. lokal tuk cara
dengan bersikap
pembentu .
kan jati
diri.
Manaje Priba Siswa Menghub Refleksi Game Rolepla Kartu Lemba Agustu
men di mampu ungkan sikap “Tom y, kendali r s
Diri mengatur cara otomatis bol simulas diri, refleks
pikiran, mengelol dan Kontr i, jurnal i dan
emosi, a diri pengend ol refleksi emosi observ
dan dengan alian Diri.” asi
perilaku pengalam pilihan guru
secara an sehari- saat
terarah. hari emosi
seperti muncul.
konflik
dan
tekanan.
Kesada Sosia Siswa Mengaitk Refleksi Kamp Diskusi Infografi Poster Septem
ran l memaha an digital: anye , k, video, kampa ber
Digital mi etika pengguna “Apa mini: simulas media nye
dan risiko an media yang “Bijak i, studi sosial dan
pengguna sosial saya Digita kasus penilai
an dengan unggah l.” an
teknologi dampak hari ini sikap
digital. sosial dan mencer
psikologis minkan
. siapa
saya?”
Literasi Sosia Siswa Menghub Refleksi Simul Cerama Baju Obser Oktobe
Multiku l menunjuk ungkan keberaga asi h, adat, vasi r
ltural kan sikap nilai man buday diskusi, gambar, empati
terbuka keberaga yang ada a, pamera peta dan
terhadap man di kelas drama n budaya pemah
keberaga dengan dan singka budaya aman
man. interaksi keluarga t
antar . “Salin
teman g
berbeda Meng
latar erti.”
belakang.
Refleks Belaj Siswa Mengaitk Refleksi Jurnal Refleks Lembar Portof Novem
i ar dapat an pada “Perja i, refleksi, olio ber
Belajar menilai pengalam kekuata lanan analisis grafik dan
proses an belajar n dan Belaja , perkemb lapora
dan hasil dengan kelemah rku.” diskusi angan n
belajar tujuan an mandir
yang belajar dalam i
telah yang telah belajar.
dijalani. ditetapka
n
sebelumn
ya.
Literasi Belaj Siswa Menghub Refleksi Tanta Cerama Buku Buku Desem
Belajar ar memaha ungkan gaya ngan h, bacaan, harian ber
mi kegiatan literasi “Liter tantang catatan, literasi
strategi membaca, yang asi 7 an, video dan
literasi mencatat, sesuai Hari.” diskusi literasi kuis
yang dan dengan ringan
menduku menyima diri
ng k dengan sendiri.
keberhasil hasil
an belajar.
belajar.
Eksplor Karir Siswa Mengaitk Refleksi Prakti Simula Alat Lapora Januari
asi dapat an : “Apa k mini si, seni, alat n
Minat mengiden pengalam yang proye praktik, tulis, proyek
tifikasi an seru membua k: diskusi kartu dan
minat dengan t saya “Saat minat peta
melalui minat betah Aku minat
aktivitas yang melakuk Asyik.
eksplorati berkelanj annya ”
f. utan. berjam-
jam?”
Visi Karir Siswa Mengaitk Refleksi Papan Diskusi Poster, Produ Februar
Diri mampu an diri visi , lem, k i
menyusun pengalam dalam dan refleksi kertas karya
visi an, 10–15 peta , besar dan
pribadi impian, tahun ke diri present penjel
dan arah dan nilai depan. masa asi asan
jangka untuk depan. visi
panjang membent
kehidupa uk arah
nnya. hidup.
Pengen Priba Siswa Menghub Refleksi Latiha Latihan Gambar Lemba Februar
dalian di mampu ungkan kejadian n , emosi, r i
Emosi menerapk emosi emosion visuali rolepla skrip refleks
Lanjuta an teknik yang al dan sasi y, self-talk i dan
n regulasi muncul pilihan dan jurnal observ
emosi dengan perilaku. self- asi
dalam penyebab talk perilak
berbagai dan positif u
situasi. respon .
terbaik.
Keman Sosia Siswa Mengaitk Refleksi Simul Diskusi Video, Obser Maret
dirian l mampu an atas asi , skenario vasi
Sosial membuat keputusan pengala “Bera rolepla sosial respon
keputusan sosial man ni y, s dan
mandiri dengan ikut- Berkat simulas refleks
dalam nilai diri ikutan a i i diri
pergaulan dan dan Tidak.
dan tujuan pengaru ”
kelompok pribadi. h teman.
.
Persaha Sosia Siswa Mengaitk Refleksi Peta Diskusi Kartu Penilai Maret
batan l memaha an pengala “Tema , hubunga an
Sehat mi tanda- hubungan man n Baik klasifik n, pemah
tanda perteman bertema vs asi, lembar aman
hubungan an dengan n yang Tema cerita peta dan
persahaba dampakn menduk n hubunga sikap
tan yang ya pada ung dan Berac n
sehat dan diri mengha un.”
tidak sendiri. mbat.
sehat.
Kepeka Sosia Siswa Menghub Refleksi Proye Proyek, Dokume Lapora April
an l memiliki ungkan : “Apa k aksi observa ntasi n
Sosial kemampu kepedulia yang sosial si, aksi, proyek
an n sosial bisa kecil cerita jurnal dan
mengenal dengan saya “Satu inspirat sosial umpan
i dan tindakan lakukan Hari if balik
merespon konkret di untuk Berbu teman
kebutuha lingkunga membua at
n sosial di n. t orang Baik.”
sekitarnya lain
. merasa
lebih
baik?”
Ketaha Belaj Siswa Mengaitk Refleksi Tanta Cerama Target Catata April
nan ar memiliki an : “Apa ngan h, harian, n
Belajar daya pengalam yang belajar tantang grafik kemaj
juang dan an gagal membua bertah an, tantanga uan
semangat belajar t saya ap dan refleksi n, stiker dan
saat dengan tetap rewar evalua
menghada motivasi bertahan d si diri
pi untuk meski pribad
kesulitan bangkit. sulit?” i.
belajar.
Rencan Karir Siswa Mengaitk Refleksi Road Perenca Papan Produ Mei
a mampu an cara strategi map naan, rencana, k
Belajar merancan belajar belajar “Belaj pemeta kertas roadm
& Masa g langkah hari ini jangka ar an, besar, ap dan
Depan belajar dengan meneng untuk diskusi alat refleks
menuju cita-cita ah dan Mimpi gambar i
tujuan di masa panjang. ku.” strateg
karir dan depan. i
masa
depan.
PENGEMBANGAN TEMA/TOPIK LAYANAN
LAYANAN DASAR
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Penguatan Jati Diri Jadi Diri Sendiri, Tapi Penerimaan diri, refleksi potensi, dan
Versi Terbaik kepercayaan diri
Kesadaran Digital Bijak Bermedsos, Bijak Etika dan tanggung jawab dalam penggunaan
Bertindak media sosial
Literasi Multikultural Beda Gaya, Bukan Toleransi dan apresiasi terhadap keragaman
Masalah gaya dan budaya
Literasi Belajar Belajar Cerdas, Bukan Penemuan strategi belajar yang efektif dan
Keras efisien sesuai karakteristik pribadi
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Pengendalian Emosi Tetap Kalem, Tetap Pengendalian emosi dan reaksi negatif secara
Lanjutan Keren sehat
Kemandirian Sosial Aku Bisa Putuskan Kemandirian dalam pengambilan keputusan
Sendiri sosial
Persahabatan Sehat Teman Hebat, Pilihan Memilih dan merawat pertemanan yang
Tepat suportif
Kepekaan Sosial Beda Kebutuhan, Sama Empati terhadap teman dengan kebutuhan
Dihargai berbeda
Ketahanan Belajar Belajar Itu Proses Ketangguhan dalam menghadapi kegagalan
belajar
Rencana Belajar & Belajar Hari Ini, Untuk Memahami hubungan antara belajar hari ini dan
Masa Depan Esok Nanti masa depan
LAYANAN RESPONSIF
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Manajemen Diri Hidup Seimbang, Aku Keseimbangan antara belajar, hiburan, dan
Tangguh istirahat
Refleksi Belajar Belajarku, Tanggung Evaluasi diri terhadap proses belajar dan
Jawabku langkah perbaikan
Regulasi Emosi & Tetap Kalem, di Teknik relaksasi, self-awareness, dan
Keseimbangan Tengah Tekanan manajemen stres sosial-akademik
Relasi Sosial Sehat Lingkaran Pertemanan Evaluasi lingkungan sosial dan rencana
Sehatku menjaga relasi sehat
LAYANAN PEMINATAN & PERENCANAAN INDIVIDU
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Eksplorasi Minat Aku, Minatku, Aksiku Menghubungkan minat dengan aktivitas
bermakna dan potensi karier
Visi Diri Impian Bukan Sekadar Menetapkan dan merancang langkah awal
Angan pencapaian tujuan hidup
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Kreativitas dan Passion Jadi Profesi Menghubungkan hobi dengan peluang profesi
Karir masa depan
Simulasi Masa Coba Profesi Pilihanku Mengalami peran profesi sebagai bagian dari
Depan eksplorasi karier
Visi Masa Depan Aku, Cita-cita dan Jalan Merancang cita-cita berdasarkan minat, nilai
yang Kupilih pribadi, dan harapan
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII/D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Peserta didik berada dalam fase pencarian identitas diri, cenderung
membandingkan diri dengan orang lain, serta mulai menyadari
perbedaan karakter dan kemampuan. Sebagian memiliki kepercayaan
diri yang rendah dan membutuhkan penguatan penerimaan diri.
Karakteristik Materi pelajaran Materi berkaitan dengan penguatan konsep diri dan pentingnya
menjadi pribadi yang otentik namun berkembang. Ditekankan pada
refleksi diri, empati, serta keberanian menjadi versi terbaik dari
dirinya sendiri.
Dimensi profil lulusan Kemandirian (Mendorong keberanian untuk menjadi diri sendiri)
Penalaran Kritis (Menganalisis kelebihan dan kekurangan diri)
Kesehatan (Mendukung kesehatan mental melalui penerimaan diri)
DESAIN PEMBELAJARAN :
Capaian pembelajaran Peserta didik mampu mengenali dan mengembangkan potensi dirinya
secara optimal serta menampilkan sikap positif terhadap diri sendiri
dalam kehidupan sehari-hari.
Lintas Disiplin Ilmu PPKn (karakter diri dan sikap sosial), Bahasa Indonesia (ekspresi diri
melalui tulisan/cerita)
Topik Pembelajaran Penguatan Jati Diri- "Jadi Diri Sendiri, Tapi Versi Terbaik"
Pemanfaatan digital Menggunakan aplikasi Mentimeter untuk ice breaking dan refleksi
awal, serta Padlet untuk berbagi cerita inspiratif dan refleksi pribadi
secara anonim.
PENGALAMAN BELAJAR :
Kegiatan Awal/Pendahuuan PENGALAMAN BELAJAR
Kegiatan Awal/Pendahuluan (Bermakna dan Menggembirakan)
Ice breaking: "Apa kata orang tentang aku?" (menggunakan
Mentimeter)
Apersepsi: menayangkan video singkat motivasi “Jadi Versi
Terbaik Diri Sendiri”
Tanya jawab pemantik: “Apakah kamu sudah cukup kenal dengan
dirimu?”
ASESMEN :
Asesmen akhir Tulisan refleksi tindakan nyata dan kesimpulan pribadi mengenai
kepercayaan diri dan penerimaan diri.
5. Satu tindakan nyata minggu ini untuk menjadi versi terbaik diriku:
o
Pernyataan Skor
Saya ingin memperbaiki diri saya tanpa harus menjadi orang lain
Diberikan di awal dan akhir sesi untuk melihat perubahan pemahaman dan penerimaan diri.
Kelas/Fase : VIII / D
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Peserta didik menunjukkan kecenderungan kelelahan, stres ringan, dan
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membantu siswa memahami pentingnya keseimbangan
DESAIN PEMBELAJARAN :
Capaian pembelajaran Siswa mampu menerapkan strategi manajemen waktu dan energi yang
hidupnya.
Lintas Disiplin Ilmu PJOK (kesadaran akan kesehatan fisik dan istirahat), IPS (konsekuensi
Tujuan pelayanan BK Membantu peserta didik mengelola waktu dan energi secara seimbang
Praktik Pedagogik Problem Based Learning – siswa diajak memecahkan masalah dari
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilakukan di ruang kelas dengan diskusi reflektif, ruang
virtual (Padlet) untuk pemantauan rutinitas, dan budaya kelas yang
Pemanfaatan digital Digunakan Google Form untuk survei awal pola aktivitas siswa, dan
PENGALAMAN BELAJAR :
minggu ini
Memahami (Bermakna)
Mengaplikasi (Berkesadaran)
Merefleksi (Menggembirakan)
Refleksi Padlet: “Satu hal yang akan aku ubah untuk hidup
lebih seimbang...”
keseimbangan
bijak!”
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab singkat, Berapa lama waktu kamu habiskan untuk
Asesmen proses Observasi aktivitas diskusi, keaktifan membuat jadwal pribadi, dan
refleksi
Asesmen akhir Jadwal hidup seimbang yang disusun siswa dan komitmen reflektif
Tindak Lanjut Pemantauan jadwal pribadi siswa selama 1 minggu oleh guru BK,
Waktu Aktivitas
06.00 – Sekolah
13.00
IDENTITAS UMUM :
Kelas/Fase : VIII / D
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian besar peserta didik aktif menggunakan media sosial namun
belum memiliki kesadaran penuh terhadap risiko penyalahgunaan,
seperti perundungan siber, oversharing, atau jejak digital negatif.
Mereka cenderung menggunakan media sosial sebagai ruang ekspresi
tanpa memahami dampak jangka panjang.
Karakteristik Materi pelajaran Materi berkaitan erat dengan kehidupan digital siswa sehari-hari.
Disajikan secara kontekstual dan reflektif agar siswa mampu
memahami etika bermedsos dan mengembangkan sikap bertanggung
jawab di ruang digital.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Capaian pembelajaran Siswa mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab dan bijak dalam
menggunakan media digital, termasuk memahami dampak perilaku di
media sosial terhadap diri sendiri dan orang lain.
Lintas Disiplin Ilmu PPKn (kewargaan digital), Informatika (jejak digital dan keamanan
daring).
Tujuan pelayanan BK Menumbuhkan kesadaran dan sikap bijak dalam menggunakan media
sosial secara etis, bertanggung jawab, dan sehat secara emosional.
Praktik Pedagogik Discovery Learning – siswa diajak menemukan sendiri dampak positif
dan negatif media sosial melalui eksplorasi kasus nyata.
Lingkungan Pembelajaran Kelas dengan dukungan infografis dan forum diskusi, dan budaya
sekolah yang mendukung etika digital.
Pemanfaatan digital Video edukatif singkat, kuis daring, dan kolaborasi di platform Padlet
untuk refleksi digital.
PENGALAMAN BELAJAR :
Memahami (Bermakna)
Refleksi Padlet: "Apa yang akan aku ubah dalam cara aku
bermedsos?"
Beberapa siswa membacakan refleksinya secara sukarela
"Apa yang kamu ketik hari ini, bisa jadi dilihat oleh dunia esok
hari."
ASESMEN :
Asesmen awal Tanya jawab Seberapa bijak kamu menggunakan media sosial?” (Skala
1–5)
Asesmen proses Keterlibatan dalam diskusi, grafik dampak media sosial, dan simulasi
etika digital.
Asesmen akhir Komitmen etika bermedsos tertulis, refleksi pribadi, dan analisis jejak
digital.
Tindak Lanjut Sesi lanjutan bertema “Etika Chat dan Bahasa Digital”, serta
pemantauan perilaku digital siswa oleh guru BK dan wali kelas.
3. Jika seluruh postinganku dilihat oleh guru atau calon pemberi beasiswa, apa yang akan mereka
pikirkan?
📎 LAMPIRAN ASESMEN
🔎 Asesmen Skala Sikap – “Sikapku di Media Sosial”
Gunakan skala 1–4:
1 = Tidak Pernah | 2 = Jarang | 3 = Sering | 4 = Selalu
Pernyataan Skor
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Peserta didik berada dalam lingkungan sosial yang majemuk, namun
masih sering terjadi stereotip, pengelompokan sosial, dan sikap
diskriminatif terhadap teman yang berbeda gaya, suku, agama, bahasa,
atau latar belakang keluarga.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini mengangkat realitas keberagaman di sekolah dan mengajak
peserta didik untuk berpikir kritis, membangun empati, serta
membentuk sikap inklusif terhadap perbedaan.
Dimensi profil lulusan Kewargaan (menghargai hak dan keberagaman orang lain)
DESAIN PEMBELAJARAN :
Capaian pembelajaran Peserta didik mampu menunjukkan sikap terbuka, saling menghargai,
dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan gaya hidup, budaya, dan
latar belakang sosial di lingkungan sekolah.
Lintas Disiplin Ilmu PPKn (nilai-nilai demokrasi dan toleransi), Bahasa Indonesia
(menghargai bahasa dan ekspresi budaya).
Tujuan pelayanan BK Menumbuhkan sikap toleransi terhadap keberagaman gaya hidup dan
latar belakang sosial teman sebaya.
Lingkungan Pembelajaran Suasana kelas yang inklusif, kelompok belajar majemuk, serta diskusi
terbuka melalui media digital (Padlet).
Pemanfaatan digital Menonton video pendek kisah toleransi antar teman, forum refleksi
digital, polling daring “Apakah aku toleran?”
PENGALAMAN BELAJAR :
Memahami
Mengaplikasi
Merefleksi
ASESMEN :
Asesmen awal Polling digital: “Pernahkah kamu merasa tidak nyaman karena
perbedaan gaya atau latar belakang teman?”
Asesmen proses Observasi diskusi kelompok, partisipasi dalam poster digital, dan
keterlibatan dalam refleksi
Asesmen akhir Poster kelompok dan refleksi tertulis sebagai bukti pemahaman dan
sikap toleransi
Tindak Lanjut Kegiatan proyek kelas: “Hari Berbagi Budaya”, siswa diminta
menampilkan budaya/gaya khas masing-masing tanpa diskriminasi.
7. Perbedaan ≠ Masalah
Semua orang harus menyesuaikan diri Setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri
Kalau berbeda itu pasti salah Beda itu biasa, yang penting tidak merugikan
Kalau nggak sama, nggak bisa Teman baik bisa saling melengkapi meski beda
berteman
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Peserta didik berada dalam lingkungan sosial yang majemuk, namun
masih sering terjadi stereotip, pengelompokan sosial, dan sikap
diskriminatif terhadap teman yang berbeda gaya, suku, agama, bahasa,
atau latar belakang keluarga.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini mengangkat realitas keberagaman di sekolah dan mengajak
peserta didik untuk berpikir kritis, membangun empati, serta
membentuk sikap inklusif terhadap perbedaan.
Dimensi profil lulusan Kemandirian: Mendorong peserta didik bertanggung jawab atas
proses dan hasil belajarnya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
Penalaran Kritis: Membantu peserta didik mengevaluasi kebiasaan
belajarnya dan menentukan langkah perbaikan yang logis.
Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa:
Mengingatkan bahwa belajar adalah bentuk rasa syukur dan amanah
yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Capaian pembelajaran Peserta didik mampu merefleksikan proses belajar yang telah dijalani
dan memahami bahwa keberhasilan belajar adalah tanggung jawab
dirinya.
Lintas Disiplin Ilmu BK, PPKn (tanggung jawab), Pendidikan Agama (syukur atas ilmu),
Bahasa Indonesia (refleksi tulisan).
Tujuan pelayanan BK Menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa belajar adalah tanggung
jawab pribadi, bukan hanya kewajiban dari guru atau orang tua.
Pemanfaatan digital Penggunaan Google Forms untuk refleksi belajar pribadi, aplikasi kuis
(Kahoot/Quizizz) untuk ice breaking evaluasi kebiasaan belajar.
PENGALAMAN BELAJAR :
Penutup : Penutup:
Kesimpulan: “Belajar adalah investasi untuk diriku sendiri,
bukan untuk menyenangkan guru atau orang tua.”
ASESMEN :
Asesmen awal Kuis digital tentang kebiasaan belajar (mengukur persepsi diri siswa).
Asesmen proses Observasi diskusi, partisipasi dalam refleksi individu dan kelompok.
Asesmen akhir Refleksi tertulis tentang kebiasaan belajar dan rencana perbaikan
sebagai bukti kesadaran tanggung jawab belajar diri.
Tindak Lanjut Sesi BK berikutnya fokus pada perencanaan belajar dan teknik
mengatasi distraksi dalam belajar (follow-up).
5. Cara Mengubah Mindset: Dari ‘Aku Disuruh’ Menjadi ‘Aku Bertanggung Jawab’
Belajar karena takut guru/orang tua Belajar karena aku butuh ilmu untuk masa depanku.
TIPS:
Buat jadwal belajar sederhana.
Gunakan metode belajar yang menyenangkan (mind map, flashcard).
Review setiap selesai belajar.
7. Quote Motivasi:
“Kesuksesan bukan milik orang yang pintar, tapi milik orang yang terus belajar.” — Anies Baswedan
“Orang hebat bukanlah yang tahu segalanya, tetapi yang tak pernah berhenti belajar.” — Najwa Shihab
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR REFLEKSI INDIVIDU SISWA
Nama:
Kelas:
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini secara jujur.
1. Sebutkan tiga kebiasaan belajar yang menurutmu perlu diperbaiki!
o
1. …………………
o
2. …………………
o
3. …………………
2. Pernahkah kamu merasa hasil belajarmu kurang memuaskan? Mengapa?
Jawaban: …………………………………………………………
3. Siapa yang biasanya paling sering kamu salahkan ketika hasil belajar kurang baik?
o a) Guru
o b) Orang Tua
o c) Diri Sendiri
o Jelaskan alasannya! …………………………………………
4. Apa satu langkah konkret yang ingin kamu lakukan mulai minggu ini untuk memperbaiki
caramu belajar?
Jawaban: …………………………………………………………
No Pernyataan
5 Saya pernah merasa hasil belajar buruk adalah karena guru/orang tua.
Skoring:
Jawaban "Ya" pada nomor 1, 2, 3, 5 → kebiasaan belajar yang perlu diperbaiki.
Jawaban "Ya" pada nomor 4, 6, 7 → indikator kesadaran belajar mandiri.
1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian besar siswa belajar dengan cara konvensional seperti
menghafal, belajar berjam-jam tanpa metode, atau tidak
memahami strategi belajar yang sesuai gaya mereka.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini memperkenalkan pentingnya literasi belajar yaitu
pemahaman tentang cara belajar yang efektif, efisien, dan
sesuai dengan karakter diri.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Capaian Pembelajaran Peserta didik memahami prinsip belajar efektif (belajar cerdas) dan
mampu merancang strategi belajar pribadi yang efisien.
Lintas Disiplin Ilmu BK, Bahasa Indonesia (menyusun ringkasan belajar), IPA/IPS
(pemecahan masalah), TIK (literasi digital belajar).
Tujuan Layanan BK Meningkatkan literasi belajar siswa agar mampu belajar secara lebih
efektif dan strategis, bukan hanya keras.
Praktik Pedagogik Inquiry Learning: siswa mengeksplorasi gaya dan strategi belajar
efektif yang sesuai diri mereka.
Lingkungan Pembelajaran Diskusi interaktif, observasi gaya belajar, penggunaan media digital
interaktif.
Pemanfaatan Digital Tes gaya belajar online (VAK), video tips belajar efektif, papan ide di
Padlet untuk berbagi strategi belajar.
PENGALAMAN BELAJAR :
Memahami:
Mengaplikasikan:
Merefleksi:
Penutup : Penutup:
ASESMEN :
Asesmen awal Tes online gaya belajar dan polling "Bagaimana caraku belajar selama
ini?"
Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam diskusi, hasil simulasi metode
belajar, keterlibatan dalam refleksi strategi belajar.
Asesmen akhir Daftar strategi belajar cerdas pribadi sebagai rencana aksi, hasil
refleksi sebagai indikator pemahaman konsep literasi belajar.
Tindak Lanjut Sesi BK lanjutan: Penerapan dan evaluasi strategi belajar cerdas di
minggu berikutnya (konseling individu).
Belajar lama, tanpa metode Belajar sesuai gaya dan kebutuhan diri
Menghafal tanpa pemahaman Memahami inti materi, menggunakan mind map atau ringkasan
Mudah lelah, bosan, menyerah Lebih termotivasi karena hasil terasa lebih cepat
Visual Suka gambar, warna, diagram Gunakan mind map, video pembelajaran, catatan
warna-warni
Auditori Suka mendengar penjelasan, Belajar dengan audio, rekam suara sendiri saat
musik menghafal
Kinestetik Suka gerakan, praktik Belajar sambil menulis, simulasi, belajar sambil
langsung bergerak
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR STRATEGI BELAJAR PRIBADI
Nama:
Kelas:
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian besar peserta didik belum memahami bahwa minat pribadi
dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif atau pilihan karier di
masa depan. Minat masih dianggap sekadar hobi.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini mengajak peserta didik mengeksplorasi minat pribadi dan
merancang langkah konkret untuk mengembangkan minat menjadi
aktivitas produktif, serta mengenal relasi minat dengan pilihan karier.
Dimensi profil lulusan Kreativitas – Karena siswa didorong untuk mengembangkan minat
menjadi aktivitas atau profesi melalui ide-ide baru dan inovasi.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu mengenali minat pribadinya dan membuat rencana
pengembangan minat menjadi aktivitas produktif atau opsi karier.
Lintas Disiplin Ilmu BK, IPS (profesi), Bahasa Indonesia (presentasi rencana aksi),
Kewirausahaan (minat sebagai peluang usaha).
Tujuan Layanan BK Membantu peserta didik memahami pentingnya minat sebagai dasar
pengembangan aktivitas, keterampilan, atau karier masa depan.
Praktik Pedagogik Project-Based Learning: peserta didik membuat rencana aksi nyata dari
minat pribadinya.
Pemanfaatan Digital Mind map digital (Mindmeister, Canva), video inspirasi karier dari
hobi/minat, pembuatan poster digital "Dari Minat Menuju Karier".
PENGALAMAN BELAJAR :
Memahami:
Mengaplikasikan:
o Apa minatku?
Merefleksi:
Diskusi: Apa langkah kecil yang bisa kulakukan minggu ini agar
minatku lebih berkembang?
Penutup : Penutup:
ASESMEN :
Asesmen awal Pertanyaan terbuka: "Apa hobimu? Apakah hobimu bisa menjadi
profesi di masa depan?"
Asesmen proses Observasi keterlibatan diskusi dan isi peta minat siswa.
Asesmen akhir Peta Minat dan Aksi yang disusun siswa sebagai gambaran pemahaman
pengembangan minat menjadi aktivitas atau karier.
Tindak Lanjut Bimbingan lanjutan: sesi pemetaan bakat (untuk mengetahui apakah
minat selaras dengan bakat/keterampilan).
Suka bermain game Review game di media sosial Game developer, e-sports
player
Suka bercerita Membuat podcast, video edukasi Public speaker, content creator
6. Quote Inspiratif
“Jangan sepelekan apa yang kamu sukai. Di situlah potensimu tersembunyi.”
“Hobi yang kamu lakukan setiap hari bisa jadi profesimu suatu hari.”
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR PETA MINAT DAN AKSI SISWA
Nama:
Kelas:
Isilah tabel berikut dengan jujur dan lengkap.
1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak
2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian besar siswa memiliki impian atau cita-cita, namun belum
memahami pentingnya visi diri serta langkah-langkah strategis untuk
mewujudkan impian tersebut. Impian masih dianggap sebagai angan
tanpa perencanaan.
Karakteristik Materi pelajaran Materi membangun kesadaran bahwa setiap impian perlu diwujudkan
melalui visi diri yang jelas, target konkret, dan aksi nyata.
Dimensi profil lulusan Kreativitas – Karena siswa membayangkan masa depannya lalu
menciptakan rencana pencapaian impian.
Kemandirian – Karena siswa belajar bertanggung jawab atas arah
hidup dan impian pribadinya.
Penalaran Kritis – Karena siswa mengevaluasi langkah-langkah
strategis untuk mewujudkan impian.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Lingkungan Pembelajaran Diskusi reflektif, penyusunan peta visi pribadi, presentasi mini.
PENGALAMAN BELAJAR :
Penutup : Penutup:
Guru menyimpulkan: “Impian adalah janji kepada diri sendiri.
Kita harus berjalan untuk menepatinya.”
ASESMEN :
Asesmen awal Pertanyaan refleksi: “Apa impian terbesarmu? Apakah kamu tahu
langkah pertama untuk mewujudkannya?”
Asesmen proses Observasi keterlibatan siswa dalam diskusi dan penyusunan peta visi
diri.
Asesmen akhir Peta Impian (Vision Board) yang memuat impian, target, hambatan, dan
aksi sederhana sebagai bukti pemahaman visi diri.
Tindak Lanjut Bimbingan lanjutan: sesi penyusunan tujuan hidup jangka pendek dan
evaluasi progres aksi.
Tahapan Penjelasan
Menjadi YouTuber edukasi Membuat 10 video sederhana Merancang 1 ide konten pertama
Membuka usaha kuliner Jualan 20 porsi setiap minggu Coba resep baru di rumah
Atlet futsal profesional Masuk klub futsal sekolah Latihan passing 3x/minggu
7. Kutipan Motivasi
“Orang sukses bukan yang paling pintar, tapi yang paling gigih mewujudkan impiannya.”
— Anies Baswedan
“Bermimpilah setinggi langit, tapi pastikan kakimu tetap melangkah di bumi.”
— Bung Karno
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR PETA IMPIANKU
Nama:
Kelas:
Isilah secara jujur dan lengkap.
Impian …………………………………………
Terbesarku
Alasanku …………………………………………
1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak
2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Banyak peserta didik belum mampu mengelola emosi secara sehat saat
menghadapi tekanan (ujian, masalah dengan teman, tuntutan orang tua),
cenderung meluapkan kemarahan atau memendam hingga stres.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membekali peserta didik dengan keterampilan dasar
mengendalikan emosi secara sehat dan praktis, dengan fokus pada teknik
menenangkan diri saat menghadapi tekanan.
Dimensi profil lulusan Kesehatan – Karena regulasi emosi merupakan bagian dari kesehatan
mental yang penting.
Kemandirian – Karena siswa dilatih mengenali dan mengelola
emosi secara mandiri.
Komunikasi – Karena siswa belajar mengekspresikan perasaan
secara sehat dan positif.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Lintas Disiplin Ilmu BK, PJOK (kesehatan mental), Pendidikan Agama (kontrol diri).
PENGALAMAN BELAJAR :
Penutup : Penutup:
Guru menyimpulkan: “Mengendalikan emosi bukan berarti
memendam perasaan, tapi menenangkan diri agar tetap bisa
berpikir jernih.”
ASESMEN :
Asesmen awal Kuis ringan: “Bagaimana caramu menghadapi tekanan?” (polling online
atau angket).
Asesmen akhir Daftar "Zona Tenang Pribadiku" dan refleksi pribadi sebagai bukti
pemahaman cara mengendalikan emosi di situasi sulit.
Tindak Lanjut Bimbingan lanjutan : Teknik lanjutan manajemen stres dan komunikasi
asertif saat marah/tertekan.
Pernapasan 4-4-4 Tarik napas 4 detik – Tahan 4 detik – Buang 4 detik, ulangi 5-10 kali.
Tangan Dingin Fokuskan pikiran pada kedua telapak tangan, bayangkan rasa sejuk dan tenang
di sana.
Zona Tenang Bayangkan tempat yang membuatmu merasa aman dan nyaman (contoh:
Pribadi kamar, pantai, pelukan ibu).
Self-Talk Positif Ulangi dalam hati: “Aku bisa tenang. Aku akan baik-baik saja.”
Zona Tenangku
…………………………………………
…………………………………………
…………………………………………
Contoh: mendengarkan musik, mandi air hangat, menggambar, berdoa, duduk di kamar sendiri.
6. Kutipan Penyemangat
“Tenang itu bukan berarti lemah, tapi tanda kamu kuat mengendalikan dirimu.”
“Orang yang mampu mengendalikan dirinya adalah pemenang sejati.”
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR ZONA TENANG PRIBADI
Nama:
Kelas:
Tuliskan 3 hal/tempat/aktivitas yang bisa menenangkan dirimu saat tertekan.
Zona Tenangku
1. ……………………
2. ……………………
3. ……………………
No Nama Siswa Mengikuti Latihan Relaksasi Mengisi Zona Tenang Catatan Guru BK
1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
IDENTITAS UMUM :
Kelas/Fase : VIII / D
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian peserta didik sering kesulitan membuat keputusan sendiri
dalam pergaulan, cenderung ikut-ikutan teman (peer pressure), atau
bergantung pada orang lain saat dihadapkan pilihan sederhana.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian sosial,
yaitu keberanian mengambil keputusan pribadi dalam situasi sosial
dengan pertimbangan yang rasional.
Dimensi profil lulusan Kemandirian – Karena siswa didorong mengambil keputusan tanpa
selalu bergantung pada orang lain.
DESAIN PEMBELAJARAN :
PENGALAMAN BELAJAR :
Memahami:
Mengaplikasikan:
Merefleksi:
Penutup : Penutup:
ASESMEN :
Memutuskan sendiri, tapi mempertimbangkan akibatnya Hanya mementingkan diri sendiri tanpa
bagi diri sendiri dan orang lain peduli dampaknya
Berani bertanya dan berdiskusi sebelum mengambil Tidak mau mendengarkan saran siapa
keputusan pun
Berani menolak ajakan buruk dengan sopan Memaksakan kehendak pada orang lain
Disuruh ikut geng yang suka membully. Menolak dengan sopan, memilih lingkungan
positif.
Teman meminta contekan saat ujian. Menolak dan menjaga integritas diri.
Teman menawarkan bisnis online ilegal. Memilih berhenti dan melapor pada guru/orang
tua.
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR REFLEKSI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Nama:
Kelas:
1. Keputusan sulit apa yang pernah kamu buat di sekolah?
Jawaban: ………………………………………………
2. Apakah kamu mengambil keputusan sendiri atau mengikuti teman?
Jawaban: ………………………………………………
3. Apa keputusan penting yang ingin kamu buat minggu ini?
Jawaban: ………………………………………………
1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak
2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian siswa belum memahami pentingnya lingkungan pertemanan
sehat dalam membentuk karakter dan masa depan. Seringkali mereka
berteman hanya demi kebersamaan, tanpa mempertimbangkan dampak
pertemanan tersebut bagi dirinya.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membekali siswa memahami ciri persahabatan sehat, dampak
lingkungan pertemanan yang buruk, serta membantu siswa membangun
kriteria memilih teman yang positif.
Dimensi profil lulusan Kesehatan – Karena lingkungan sosial yang sehat akan mendukung
kesehatan mental dan emosional.
Kemandirian – Karena siswa belajar berani memilih dan
mempertahankan pertemanan yang sehat.
Komunikasi – Karena siswa belajar menjalin dan menjaga
hubungan sosial yang baik.
DESAIN PEMBELAJARAN :
PENGALAMAN BELAJAR :
Penutup : Penutup:
Guru merangkum: “Teman itu pilihan. Pilih yang membuat
kamu berkembang, bukan yang menjerumuskan.”
ASESMEN :
Asesmen Proses Observasi keterlibatan diskusi dan daftar ciri teman hebat siswa.
Tindak Lanjut Konseling kelompok : cara menjaga hubungan pertemanan yang sehat
dan menghindari toxic friendship.
6. Kegiatan Reflektif
Tanyakan pada diri sendiri:
Siapa teman yang membuatku jadi pribadi lebih baik?
Apa aku punya teman yang membuatku cenderung ke arah negatif?
Apakah aku sendiri sudah menjadi teman yang baik bagi orang lain?
7. Quote Inspiratif
“Teman baik adalah yang menuntunmu menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.”
“Lingkunganmu menentukan masa depanmu.”
“Teman hebat adalah pilihan, bukan sekadar kebetulan.”
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR DAFTAR “TEMAN HEBAT VERSIKU”
Nama:
Kelas:
Tuliskan 5 ciri teman hebat menurut versimu:
1. …………………………………
2. …………………………………
3. …………………………………
4. …………………………………
5. …………………………………
1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak Tidak
2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak Tidak
…
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Banyak siswa belum memahami pentingnya menghargai kebutuhan
orang lain yang berbeda dengan dirinya, seperti teman dengan
keterbatasan ekonomi, fisik, atau gaya belajar berbeda.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membangun empati dan kepekaan sosial terhadap teman
yang berbeda kondisi, kebutuhan, atau latar belakangnya.
Dimensi profil lulusan Kewargaan – Karena siswa belajar menghargai hak dan
keberagaman di komunitas sosialnya.
Komunikasi – Karena siswa belajar menyampaikan dan menerima
pendapat tanpa diskriminasi.
Kesehatan – Karena hubungan sosial yang sehat meningkatkan
kesejahteraan mental seluruh anggota kelas.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Lingkungan Pembelajaran Forum inklusif, berbagi pengalaman, diskusi kelompok, refleksi kelas.
PENGALAMAN BELAJAR :
Mengaplikasikan:
Studi kasus:
o Teman tidak bisa ikut kegiatan sekolah karena
keterbatasan biaya.
o Teman membutuhkan waktu lebih lama dalam
memahami pelajaran.
o Teman dengan kondisi kesehatan tertentu tidak bisa ikut
olahraga.
Diskusi kelompok kecil:
o Bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam kasus
tersebut?
o Pernahkah kita tanpa sadar mengejek atau mengabaikan
perbedaan teman?
Merefleksi:
Tugas refleksi pribadi:
o Siapa teman yang berbeda dariku tapi aku hargai?
o Apa sikapku kepada teman yang memiliki keterbatasan
tertentu?
Penutup : Penutup:
Guru menyimpulkan: “Beda kebutuhan, bukan berarti lebih
rendah. Semua orang tetap pantas dihargai.”
ASESMEN :
Asesmen Proses Observasi keterlibatan siswa dalam diskusi dan studi kasus.
Tindak Lanjut latihan komunikasi inklusif dan proyek kelas tentang toleransi dan
empati.
Teman tidak bawa bekal/makanan Tidak mengejek, ajak makan bersama jika bisa.
Teman memakai seragam yang lebih sederhana Tidak membandingkan atau mempermalukan.
Teman tidak ikut kegiatan olahraga tertentu Tidak memaksakan, tawarkan peran lain.
4. Apa Bahaya Jika Tidak Peka Sosial?
Teman merasa dijauhi atau direndahkan.
Kelas jadi tidak nyaman dan tidak inklusif.
Timbul bullying, gosip, atau ejekan.
Perasaan minder atau kesepian pada teman yang berbeda.
Kita semua bisa jadi lebih baik dengan belajar menghargai orang lain.
7. Kutipan Inspiratif
“Yang berbeda bukan berarti lebih rendah, hanya berarti cara mereka menghadapi hidup tidak sama
dengan kita.”
“Semua orang butuh dihargai, meski kebutuhannya berbeda.”
“Hidup lebih indah jika kita saling memahami, bukan saling membandingkan.”
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR REFLEKSI PRIBADI
Nama:
Kelas:
1. Siapa satu teman di sekolah yang menurutmu memiliki kebutuhan berbeda?
Jawaban: ………………………………
2. Bagaimana sikapmu selama ini terhadap teman tersebut?
Jawaban: ………………………………
3. Apa satu hal yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan rasa menghargai
perbedaan?
Jawaban: ………………………………
1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak
2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak
…
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian siswa mudah menyerah saat gagal belajar, belum memahami
bahwa proses belajar membutuhkan waktu dan usaha bertahap.
Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif dan motivasional, membantu siswa memahami
bahwa belajar adalah proses bertahap yang memerlukan ketahanan diri
saat menghadapi kegagalan.
Dimensi profil lulusan Kemandirian: Karena siswa belajar bertanggung jawab dalam
mengelola proses belajar dan tidak mudah menyerah.
Kesehatan: Karena siswa belajar menjaga kesehatan mental dengan
memahami belajar sebagai proses, bukan hasil instan.
Penalaran Kritis: Karena siswa dilatih menganalisis kegagalan
sebagai bagian dari proses belajar.
DESAIN PEMBELAJARAN :
PENGALAMAN BELAJAR :
ASESMEN :
Asesmen Awal Tanya jawab: Pernahkah kamu gagal belajar? Bagaimana sikapmu?
Isi “Surat untuk Diriku Sendiri” dan “Kartu Perjalanan Belajar” sebagai
Asesmen Akhir
bukti refleksi ketahanan dalam proses belajar
Semua orang bisa gagal Tapi tidak semua orang bangkit lagi.
Nilai tidak menentukan siapa kamu Tapi usahamu setiap hari yang membentukmu.
Proses lebih penting daripada hasil Proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik juga.
7. Kutipan Inspirasi
“Orang hebat adalah orang biasa yang tidak berhenti belajar.” – Najwa Shihab
“Kegagalan itu guru terbaik, asalkan kamu mau belajar darinya.” – Anies Baswedan
“Belajar itu proses, bukan perlombaan.” – Bung Karno
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR SURAT UNTUK DIRI SENDIRI
Tulislah surat singkat untuk menyemangati dirimu sendiri.
Kepada diriku sendiri,
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………
Dari,
Aku yang percaya kamu bisa.
1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian besar peserta didik belum menyadari pentingnya memiliki
rencana belajar sebagai bekal menuju masa depan. Banyak di antara
mereka belajar hanya mengikuti arus sekolah tanpa tujuan jelas. Hal ini
berisiko membuat siswa kehilangan arah, malas belajar, atau merasa
belajar tidak relevan dengan cita-cita mereka.
Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif dan motivasional, berfokus pada kesadaran
bahwa belajar hari ini adalah investasi untuk masa depan. Peserta didik
diajak menyusun hubungan antara kegiatan belajar saat ini dengan
tujuan jangka panjangnya.
Dimensi profil lulusan Mandiri: Siswa menyusun rencana belajar secara sadar dan
bertanggung jawab.
Bernalar Kritis: Siswa mengevaluasi hubungan belajar hari ini
dengan masa depannya.
DESAIN PEMBELAJARAN :
Cerita Inspiratif
Journaling Refleksi
Praktik Pedagogik
Diskusi Kelompok
Pembuatan Peta Hubungan “Belajar → Masa Depanku”
PENGALAMAN BELAJAR :
ASESMEN :
Asesmen Proses Observasi keaktifan diskusi kelompok dan isi peta hubungan belajar.
Produk “Peta Hubungan Belajar dan Masa Depanku” dan isi “Kartu
Asesmen Akhir
Aksi Minggu Ini” sebagai evaluasi pemahaman.
Tindak Lanjut Layanan BK lanjutan: “Merancang Rencana Studi dan Karier Lebih
Spesifik”
Kolaborasi dengan wali kelas untuk memantau kemajuan sikap
belajar siswa.
LAMPIRAN MATERI : Belajar Hari Ini untuk Esok Nanti – Membangun Hubungan
antara Belajar dan Masa Depan
1. Mengapa Belajar Harus Dimulai Sekarang?
Karena masa depan tidak akan menunggu kesiapan kita.
Setiap kebiasaan kecil hari ini menentukan pencapaian besar di masa depan.
Prinsip:
“Belajar hari ini adalah investasi, bukan beban.”
5. Kutipan Inspiratif
“Masa depanmu bukan keberuntungan. Masa depanmu adalah pilihan dari apa yang kamu lakukan hari
ini.”
“Belajar adalah janji kepada cita-citamu.”
“Bergerak hari ini, menuai esok nanti.”
LAMPIRAN PENDUKUNG
No Nama Siswa Aktif Diskusi Mengisi Peta Mengisi Kartu Aksi Catatan Guru BK
1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak
2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak
…
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian besar siswa memiliki hobi atau minat pribadi namun belum
memahami bahwa passion dapat dikembangkan menjadi profesi di masa
depan. Siswa cenderung menganggap hobi hanya sebagai kesenangan
pribadi, bukan potensi karier.
Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif dan aplikatif. Disajikan melalui aktivitas
eksplorasi diri agar siswa mampu memahami hubungan antara passion
dengan potensi profesi masa depan.
Dimensi profil lulusan Kreativitas (mengembangkan ide dari passion menjadi peluang
karier).
Kemandirian (merancang jalur karier sesuai potensi diri).
Penalaran Kritis (menganalisis keterkaitan passion dengan
pilihan profesi secara realistis).
DESAIN PEMBELAJARAN :
Lingkungan Pembelajaran Diskusi kelompok, refleksi kelas, pembuatan peta visual passion.
Pemanfaatan Digital Video kisah inspiratif, Canva/mind map digital, poster digital “Hobiku,
Profesi Impianku”.
PENGALAMAN BELAJAR :
ASESMEN :
Asesmen Akhir Produk peta passion dan refleksi aksi pengembangan passion.
………………………. ………………………
5. Ingat!
Nama:
Kelas:
Passionku Aktivitas Produktif Profesi Impianku Aksi Kecil Minggu Ini
1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit
IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Siswa sudah mulai mengenal berbagai jenis profesi, namun masih
terbatas dalam membayangkan profesi mana yang sesuai dengan diri
mereka. Sebagian besar belum memiliki gambaran langkah konkret
untuk mencapai profesi pilihannya.
Karakteristik Materi pelajaran Materi ini bersifat eksploratif dan aplikatif, membantu siswa
membayangkan masa depan mereka secara lebih nyata dengan cara
mencoba memahami peran profesi tertentu sesuai pilihan mereka.
Dimensi profil lulusan Kreativitas (menjelajahi peran profesi melalui simulasi dan
eksperimen peran).
Kemandirian (mengambil inisiatif merancang profesi pilihannya).
Komunikasi (menceritakan profesi pilihannya dan belajar
menjelaskan ide secara jelas).
DESAIN PEMBELAJARAN :
PENGALAMAN BELAJAR :
ASESMEN :
Tindak Lanjut Sesi Bimbingan kelompok atau konseling individu bagi yang
membutuhkan.
………………………. ………………………
📎 LAMPIRAN PENDUKUNG
A. LEMBAR KERJA SISWA: PROFESIKU ESOK
Nama:
Kelas:
1. Profesi Pilihanku: ………………………………………
2. Apa yang aku ketahui tentang profesi ini?
………………………………………………………………………………
3. Bagaimana aku membayangkan hariku bekerja di profesi ini?
………………………………………………………………………………
4. Apa satu langkah kecil yang akan aku lakukan minggu ini untuk mendekati profesi ini?
………………………………………………………………………………
Content Creator Membuat video, melakukan editing, membangun audiens di media sosial
Kartu ini bisa dipotong dan digunakan sebagai alat bantu simulasi.
1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK
Topik: Penguatan Identitas Diri
Judul Materi: “Kenali Dirimu, Percaya Potensimu!”
1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Kesadaran diri, kepercayaan diri, dan pengembangan potensi
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
Mengidentifikasi kelebihan, bakat, dan karakter positif dalam dirinya.
Menunjukkan sikap apresiatif terhadap potensi diri.
Merancang langkah awal untuk mengembangkan potensi secara positif.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
Menyadari kelebihan dan potensi dalam dirinya.
Membangun kepercayaan diri berdasarkan kekuatan pribadi.
Menetapkan langkah sederhana untuk memperkuat keunikan dirinya.
Langkah Kegiatan
Kolaboratif Diskusi dan berbagi kelebihan dalam kelompok untuk saling menguatkan
5. Langkah awal yang bisa aku lakukan minggu ini untuk mengembangkan potensiku:
Afirmasi Pribadi:
“Aku bangga dengan diriku karena… _________________________________”
Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025
Kepala Sekolah Guru BK
………………………… ……………………
NIP. Nip.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK
Topik: Regulasi Emosi dan Keseimbangan Diri
Judul Materi: “Tetap Kalem di Tengah Tekanan”
1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Regulasi emosi, ketahanan diri, pengendalian stres
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
Mengenali pemicu stres atau emosi negatif.
Menerapkan minimal satu strategi regulasi emosi yang sehat.
Menyusun rencana pribadi untuk menenangkan diri saat menghadapi tekanan.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
Mengidentifikasi situasi yang memicu stres/emosi.
Memahami pentingnya regulasi emosi dalam kehidupan sosial dan belajar.
Melatih teknik sederhana untuk mengelola tekanan.
Langkah Kegiatan
No Tahapan Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Nilai &
Didik Profil
Pancasila
1 Pembentukan Ice breaking: “Jika aku jadi cuaca Menyebutkan metafora Reflektif,
(10 menit) hari ini, aku akan jadi…” emosi dan menjelaskan Ekspresif
alasannya
2 Peralihan (5 Menjelaskan tujuan layanan dan Mendengarkan Mandiri,
menit) pentingnya menjaga keseimbangan penjelasan dan Tangguh
emosi. menyimak contoh.
3 Kegiatan Inti Memfasilitasi diskusi: 1) Apa yang Berdiskusi dan Sehat secara
(30 menit) membuatmu mudah stres? 2) Apa mencoba teknik napas, emosional,
dampaknya? 3) Apa cara sehat untuk mengisi LKPD dan Adaptif
meresponsnya? - Mempraktikkan membagikan
teknik pernapasan 4–2–6. - pengalaman secara
Membagikan dan membimbing aman.
pengisian LKPD.
4 Pengakhiran Mengajak siswa menyimpulkan Menyusun afirmasi dan Regulasi
(10 menit) strategi pengendalian diri. Afirmasi membaca refleksi diri, Disiplin
bersama: “Aku bisa tenang walau pribadi.
dalam tekanan.”
………………………… ……………………
NIP. Nip.
1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Pengembangan diri, perencanaan masa depan, motivasi belajar
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
Mengidentifikasi minat dan nilai pribadi yang berkaitan dengan cita-cita.
Menyusun langkah awal dalam merancang arah masa depan secara sadar.
Menumbuhkan motivasi internal untuk mewujudkan cita-cita melalui proses belajar.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
Menyadari hubungan antara belajar hari ini dengan masa depan.
Merumuskan cita-cita berdasarkan minat dan potensi.
Menyusun langkah kecil dan realistis untuk mendekati tujuan hidup.
Langkah Kegiatan
No Tahapan Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Nilai &
Didik Profil
Pancasila
1 Pembentukan Ice breaking: "Kalau besok kamu sudah Menjawab dan Percaya
(10 menit) jadi orang sukses, kamu ingin dikenal berbagi mimpi diri,
sebagai…" secara ringan. Reflektif
2 Peralihan (5 Menjelaskan tujuan layanan dan Menyimak dan Mandiri,
menit) pentingnya punya visi dan tujuan hidup. mulai berpikir Bernalar
tentang tujuan kritis
pribadi.
3 Kegiatan Inti Memfasilitasi diskusi: 1) Apa cita- Menuliskan rencana Visioner,
(30 menit) citamu? 2) Apa nilai penting dalam masa depan dan Tanggung
hidupmu? 3) Apa langkah kecil yang berbagi secara jawab
bisa kamu ambil sekarang? - terbuka di kelompok
Membagikan dan membimbing kecil.
pengisian LKPD.
4 Pengakhiran Menyimpulkan hasil diskusi dan Membaca refleksi Motivatif,
(10 menit) afirmasi bersama: “Aku percaya pada dan menguatkan Konsisten
impianku, dan aku akan terus berjuang afirmasi pribadi.
mewujudkannya.”
4. Apa yang bisa aku lakukan minggu ini untuk lebih dekat dengan impianku:
Afirmasi Pribadi:
"Aku percaya bahwa dengan usaha dan niat baik, aku bisa menjadi…
_________________________________"
………………………… ……………………
NIP. Nip.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK
Topik: Relasi Sosial Sehat
Judul Materi: “Lingkaran Pertemanan Sehatku”
1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Relasi sosial, pertemanan sehat, kesadaran lingkungan sosial
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
Mengidentifikasi karakteristik pertemanan yang sehat dan tidak sehat.
Merefleksikan lingkungan sosialnya dan peran dirinya dalam circle tersebut.
Menyusun langkah-langkah untuk membina pertemanan yang saling mendukung.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
Menyadari pentingnya memilih lingkungan sosial yang sehat.
Mengenali tanda-tanda circle yang mendukung maupun merugikan.
Menetapkan sikap yang akan diambil dalam menjaga kualitas pertemanan.
Langkah Kegiatan
No Tahapan Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Nilai & Profil
Didik Pancasila
1 Pembentukan Ice breaking: "Sebutkan satu sifat Menjawab secara acak Toleransi,
(10 menit) teman yang bikin kamu nyaman!" dan menyebutkan Gotong
alasan. royong
2 Peralihan (5 Menjelaskan tujuan layanan dan Mendengarkan dan Mandiri,
menit) pentingnya memilih circle yang menyimak penjelasan. Reflektif
sehat.
3 Kegiatan Inti Diskusi kelompok: 1) Ciri-ciri Diskusi aktif dan Bernalar kritis,
(30 menit) circle sehat dan tidak sehat. 2) refleksi pertemanan, Kolaboratif
Pengalaman pribadi dalam mengisi LKPD,
pertemanan. 3) Apa yang bisa menyampaikan hasil
dilakukan untuk menjaga circle diskusi kelompok.
positif. - Membagikan dan
membimbing pengisian LKPD.
4 Pengakhiran Membacakan kutipan inspiratif: Menuliskan refleksi Percaya diri,
(10 menit) “Sahabat sejati adalah yang pribadi dan membaca Bertanggung
membuatmu tumbuh, bukan afirmasi. jawab
jatuh.” Afirmasi bersama: “Aku
berhak punya teman yang sehat,
dan aku bisa jadi teman yang
baik.”
Aksi Nyata Menyusun rencana untuk memperbaiki atau mempertahankan relasi sehat
Afirmasi Pribadi:
"Aku ingin dikelilingi oleh teman yang… dan aku akan menjadi teman yang…"
………………………… ……………………
NIP. Nip.
EVALUASI PROSES
Lembar Observasi Guru BK
SKOR
NO PERNYATAAN 2 3 4
1
1 Kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan tahapan
yang direncanakan
2 Peserta didik merespon setiap tahapan kegiatan yang dilalui
dengan baik
3 Peserta didik mengikuti kegiatan layanan dengan aktif bertanya
4 Peserta didik nampak ceria (antusias) dalam mengikuti
kegiatan layanan
5 Peserta didik menyampaikan pendapat sesuai topik
yang disampaikan
6 Peserta didik aktif menyampaikan informasi dalam diskusi
kelompok
7 Peserta didik menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh
guru BK dengan kalimat yang jelas dan mudahd ipahami
8 Peserta didik aktif merespon pendapat/memberikan balikan
dengan baik
Keterangan =
Skor minimal yang dicapai adalah 1 x8 =8, dan skor tertinggi adalah 4x8 =32
Kategori hasil:
a. Sangat Baik =28 –32
b. Baik = 23–27
c. Cukup = 18–22
d. Kurang =…– 17
EVALUASI PROSES
SKOR
NO PERNYATAAN 2 3 4
1
1 Saya memahami dengan baik tujuan yang diharapkan dari
materi yang telah disampaikan
2 Saya memperoleh banyak pengetahuan dan informasi dari
materi yang disampaikan
3 Saya menyadari pentingnya materi yang telah disampaikan
bagi kehidupan saya
4 Saya dapat mengembangkan perilaku yang lebih positif
setelah memperoleh materi/informasi dari Guru BK
5 Saya dapat mengubah perilaku sehingga kehidupan saya
menjadi lebih bermakna
Keterangan=
Skor minimal yang dicapai adalah 1 x5 =5, dan skor tertinggi adalah 4x5 =20
Kategori hasil:
a. Sangat Baik =16 –20
b. Baik = 11–15
c. Cukup = 5 –10
d. Kurang =…–5
EVALUASI HASIL
NO PERNYATAAN YA TIDAK
SIKAP INGIN TAHU
I Saya berusaha mencari informasi mengenai materi
2 Saya berusaha mencari informasi menganai bentuk/macam ragam
dari materi
3 Saya menanyakan dampak dari materi
4 Saya mencari informasi mengenai upaya menyikapi/melakukan
tindakan terkait dengan manfaat dari materi tersebut
SIKAP PERCAYA DIRI
I Memiliki pengetahuan tentang materi
2 Membuat & mengunggah karya hasil pemahamannya tentang
materi dan manfaatnya
SIKAP KERJA SAMA
1 Mendukung program sekolah dan manfaatnya
Rubrik Ketercapaian:
N0 Prosentase Tingkat Ketercapaian
1 69 -100% Tinggi
2 34-68% Sedang
3 0 -33 % Rendah