0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan137 halaman

Rincian Minggu Efektif TP 2025/2026

Diunggah oleh

lechaelcha559
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan137 halaman

Rincian Minggu Efektif TP 2025/2026

Diunggah oleh

lechaelcha559
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rincian Minggu Efektif

Semester Ganjil TP. 2025/2026

Jumlah Jumlah Jumlah Hari


No Bulan Keterangan
Minggu Hari efektif Tidak Efektif
1 Juli 3 11 4 Awal Semester Ganjil, MPLS,
Tahun Baru Islam.
2 Agustus 5 26 1 HUT RI
3 September 4 20 5 Maulid Nabi Muhammad SAW,
Asesmen Nasional Jenjang
SMP/Paket B
4 Oktober 5 23 4 Asesmen Nasional Jenjang SD/Paket
A
5 November 4 21 5 HUT PGRI, Asesmen Nasional
Jenjang SD/Paket A
6 Desember 5 7 26 PAS, Class metting, Pembagian
Rapor, Libur Semester 1, Natal
Jumlah 26 108 45

Rincian Minggu Efektif


Semester Genap TP. 2025/2026

Jumlah
Jumlah Jumlah Hari
No Bulan Hari Keterangan
Minggu Tidak Efektif
efektif
1 Januari 5 23 3 Libur Tahun Baru, Awal semester
genap, Isra Mi’raj, Imlek
2 Februari 4 23 1 Awal Ramadhan
3 Maret 4 15 10 Nyepi, Kegiatan Ramadhan, Ujian
Tengah Semester Genap
4 April 5 11 15 Libur Hari Raya Idul Fitri, Wafat Isa
Al-masih, Ujian akhir sekolah SMP
5 Mei 5 24 3 Hari Buruh, Hari Raya Waisak, Ujian
akhir sekolah SD
6 Juni 4 6 17 Hari Pancasila, Hari raya Idul Adha,
Ujian semester genap, persiapan dan
penyerahan hasil belajar semester
genap, libur semester genap.
Jumlah 27 102 49

Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah,

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link].


NIP 198207032009032007
N
NAMA TTL ALAMAT NIK SISWA NISN NAMA IBU NIK IBU NO HP ( WA )
O
331713140911000
1 Ahmad Adriel Vino Septianto 14/09//2011 Siti Muhimah 3317134106900000
Labuhan kidul 02/05 0 0116282122 08895638077
331713021212000
2 Arif Syarifuddin 12/2/2012 Rukini 3317137112740000
Sendangmulyo 03/03 0 0129427971 088216538421
Bandungrejo 06/02 , 332109281011000
3 Dava Sakti Risqyanto 10/28/2011 Siti Ruminah 3321095109870000
Demak 0 0111518789 088215623504
331712140412000
4 Dony Aldiansyah
4/14/2012 Pandangan Wetan 016/05 0 0128959434 Kartini 3317124804780005 0882005483510
331713580512000
5 Hidayatus Sholikhah 5/18/2012 Yasti 3317134203790000
Labuhan kidul 02/07 0 3127895221 08573246955
Mohammad Indra Kamal 331713160912000
6 9/16/2012 Siti Sholikhah 3317136603930000
Mahuda Labuhan Kidul 02/03 0 0129850022 082224253685
331713280912000
7 Muhammad Abdul Kafi 9/28/2012 Siti Kolilkah 3317136508890000
Labuhan Kidul 03/09 0 0129630227 08895830497
331712051211000
8 Muhammad Alfin Nur Rahman
12/5/2011 Plawangan 01/02 1 0112063786 Wartini 3317125207770002 0895361131594
331713240412000
9 Muhammad Davin Saputra 4/24/2012 Winarsih 3317135508920000
Labuhan Kidul 01/08 0 3122779280 085198378850
Muhammad Nur Selgi Bahrur 331713131112000
10 11/13/2012 Sumartin 3520055202780000
R Labuhan Kidul 03/04 0 0121526057 0882008335652
331713060812000
11 Muhammad Yuda Al Farizal 8/6/2012 Siti Chanifah 3317136307880000
Labuhan Kidul 02/02 0 0128671307 085292341791
331713141012000
12 Okta Nanda Shakira 10/14/2012 Sri Handari 3317136407930000
Labuhan Kidul 03/09 0 0123733614 0882007160909
331713531111000
13 Siti Khusnaini Afizah 11/13/2011 Sri Waningsih 3317130405710000
Labuhan Kidul 04/04 0 0119258095 085724586064
331713620612000
14 6/22/2012 Supari 3317135212800000
Siti Mamluatun Nayyiroh Labuhan Kidul 02/01 0 3120243532 081215594063
331713590412000
15 4/19/2012 Siti Sholikhah 3317136108900000
Siti Qudsi yatun Ni'mah Labuhan Kidul 03/07 0 0127718919 085257802028
JADWAL PELAYANAN KONSELING
Jenis Layanan Hari Sasaran Jam ke-
Layanan Klasikal Senin Kelas VIII 4
Layanan Konseling Senin s/d Sabtu Situasional/ sesuai kebutuhan *menyesuaikan
Individu *responsif
Bimbingan dan Senin *menyesuaikan
Konseling Kelompok Jumat *menyesuaikan
Layanan Konsultasi Senin s/d Sabtu Siswa kelas 8 yang Jam istirahat
membutuhkan.
Layanan Mediasi Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai kebutuhan *menyesuaikan
*responsif
Konferensi Kasus Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai kebutuhan *menyesuaikan
*responsif
Home Visit Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai kebutuhan *menyesuaikan
*responsif
Referal/Alih tangan Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai kebutuhan *menyesuaikan
kasus *responsif
PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada
pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan
kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan
bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan
pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran
tersebut maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal
layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali
kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.
Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam
membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana
tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi
Dasar (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan
tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif
dengan seluruh stake holder sekolah.

B. RUMUSAN TUJUAN
Tujuan layanan bimbingan dan konseling disusun berdasarkan pada Capaian
Layanan Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan bimbingan konseling yaitu
pengenalan (pengetahuan), akomodasi(sikap), dan tindakan (keterampilan). Peserta
didik/konseliharus memiliki dalam satu atau lebih kegiatan layanan, yaitu menjadi
prasyarat untuk dapat mencapai Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Peserta
didik mencapai tugas perkembangan yang terdapat pada Capaian Layanan
Bimbingan dan Konseling yang dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta
didik/konseli yang memiliki psychological well being, dan Profil Pelajar Pancasila.
Guru bimbingan dan konseling dalam menyusun rancangan kegiatan Layanan
Bimbingan dan Konseling mengacu pada Alur Capaian Layanan Bimbingan dan
Konseling.
ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK (KELAS 8)

Nama :
Kelas :

Petunjuk pengisian
1. Dibawah ini bukan alat tes, tetapi angket kebutuhan untuk membuat program
layanan Bimbingan dan Konseling.
2. Jawaban Anda sangat bermanfaat untuk pembuatan program layanan Bimbingan
dan Konseling di sekolah.
3. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan kondisi Anda saat ini, dengan cara
memberikan tanda (√) pada kolom Ya/Tidak.
4. Jawaban Anda akan kami rahasiakan, untuk itu jawablah dengan benar dan
sungguh-sungguh.

NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Saya kadang lupa bersyukur atas nikmat dan karunia dari Tuhan YME
2 Saya kadang lupa untuk berperilaku sopan dan santun dalam kehidupan
3 Saya merasa belum paham etika yang baik dan benar dalam pergaulan teman
sebaya
4 Saya merasa sulit mematuhi tata tertib di sekolah
5 Kadang-kadang saya masih suka menyontek pada waktu ulangan
6 Waktu saya banyak dihabiskan untuk bermain game atau games online
7 Saya sulit meminta maaf jika melakukan kesalahan terhadap orang lain
8 Saya masih merasa belum memiliki rasa percaya diri
9 Saya belum tahu cara mengendalikan emosi
10 Saya belum tahu cara melakukan eksplorasi bakat secara mandiri
11 Saya masih sering mengalami sakit / alergi
12 Kondisi keluarga saya sedang tidak harmonis
13 Saya sedang mempunyai masalah dengan anggota keluarga di rumah
14 Saya merasa belum bisa menjadi pribadi yang mandiri
15 Saya sering lupa waktu ketika bermain/membuka media sosial (fb, wa,
instagram, dll)
16 Saya merasa sulit mengendalikan ketergantungan dengan handphone
17 Saya merasa tidak betah tinggal di rumah sendiri
18 Saya merasa tidak pernah diperhatikan dari orang tua
19 Kata maaf, tolong dan terimakasih kadang lupa saya ucapkan dalam pergaulan
20 Saya belum tahu tentang bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini dan cara
menyikapinya
21 Saya sering beda pendapat dengan orang lain
22 Saya sedang mempunyai masalah dengan teman di sekolah
23 Saya belum tahu cara untuk menjaga persahabatan agar tetap langgeng
24 Saya belum tahu tentang bullying dan cara menyikapinya
25 Saya sukar bergaul dengan teman-teman di sekolah
26 Saya merasa masih sedikit pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja
27 Saya belum banyak tahu tentang dampak dari pacaran
28 Saya malu jika membicarakan masalah seks dan pacar kepada orang tua
29 Saya merasa malu jika bergaul dengan teman yang beda jenis kelamin
30 Saya merasa takut bertanya atau menjawab di kelas
31 Saya belum paham yang harus dilakukan dengan adanya pemanasan global
32 Saya belum mengetahui banyak tentang jenis obat-obat terlarang serta
dampaknya
33 Saya belum tahu cara memilih lembaga bimbingan belajar
34 Saya merasa tidak memiliki semangat belajar
35 Saya belum tahu cara meraih prestasi di sekolah
36 Saya belum paham tentang gaya belajar dan strategi yang sesuai dengannya
37 Saya merasa kesulitan dalam memahami pelajaran
38 Saya belum terbiasa belajar bersama atau kelompok
39 Saya merasa belum menemukan cara belajar yang efektif
40 Saya selalu malas untuk belajar di rumah
41 Saya belajarnya jika akan ada ulangan atau ujian saja
42 Orang tua kurang peduli dengan kegiatan belajar saya
43 Saya belum bisa membuat peta pikiran (mind mapping)
44 Saya belum mengenal tentang macam-macam kecerdasan
45 Saya belum paham cara kerja otak kiri dan otak kanan
46 Saya sering dimarahi orang tua karena boros
47 Saya tidak terbiasa menabung
48 Saya kurang dapat menyalurkan bakat dan minat di sekolah
49 Saya belum tahu tentang prospek karir untuk setiap mapel
50 Saya belum banyak tahu tentang jenis-jenis profesi di masyarakat dan
prospeknya
CAPAIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

No Aspek Capaian Layanan Tataran Internalisasi Tujuan


Perkembangan
1 Landasan Mencapai Pengenalan : Mengaitkan nilai nilai agama yang telah
Hidup Religius perkembangan diri dipelajari dengan aktivitas sehari hari.
sebagai remaja yang Akomodasi : Menghargai berbagai bentuk tata cara
beriman dan ibadah yang dijalankan olehnya maupun orang lain
bertakwa kepada Tindakan : Memperbaiki kebiasaan melaksanakan
Tuhan Yang Maha ibadah pada kegiatan sehari-hari yang kurang sesuai
Esa. dengan tata cara ibadah berdasarkan ajaran agama
yang diyakini.
2 Landasan Mengenal sistem Pengenalan : Mengaitkan norma dan etika perilaku
Perilaku Etis etika dan nilai-nilai sosial remaja dengan permasalahan remaja yang sering
bagi pedoman hidup terjadi pada lingkungan masyarakat.
sebagai pribadi, Akomodasi : Meyakini pentingnya norma dan etika
anggota masyarakat, perilaku sosial bagi remaja pada kehidupan
dan minat manusia. bermasyarakat.
Tindakan : Menampilkan perilaku sosial yang sesuai
norma dan etika perilaku sosial remaja pada kehidupan
bermasyarakat.
3 Kematangan Mengenal gambaran Pengenalan : Menganalisis ekspresi perasaan diri
Emosi dan sendiri dan orang lain yang dapat menimbulkan
mengembangkan konflik.
sikap tentang Akomodasi : Mengelola ekspresi perasaan diri sendiri
kehidupan mandiri secara tepat atas dasar pertimbangan kontekstual.
secara emosional, Tindakan : Mengembangkan ekspresi perasaan diri
sosial, dan ekonomi sendiri secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan
konflik.
4 Kematangan Mengembangkan Pengenalan : Menganalisis alternatif pengambilan
Intelektual pengetahuan dan keputusan dan pengentasan masalah menggunakan
keterampilan sesuai konsep-konsep ilmu pengetahuan dan perilaku belajar.
dengan Akomodasi : Memadukan keragaman alternatif
kebutuhannya untuk pengambilan keputusan dan pengentasan masalah
mengikuti dan menggunakan konsep-konsep ilmu pengetahuan dan
melanjutkan perilaku belajar.
pelajaran dan/atau Tindakan : Mengembangkan alternatif pengambilan
mempersiapkan keputusan dan pengentasan masalah berdasarkan
karier serta berperan pengalaman pada saat menggunakan konsep-konsep
dalam kehidupan ilmu pengetahuan dan perilaku belajar.
masyarakat.

5 Kesadaran Memantapkan nilai Pengenalan : Menjelaskan cara memperoleh hak dan


Tanggungjawab dan cara bertingkah kewajiban dalam kehidupan sehari hari Mengaitkan
laku yang dapat hak dan kewajiban dalam aktivitas di lingkungan
diterima dalam sekitar yang sudah diidentifikasi sebelumnya
kehidupan sosial Akomodasi : Menyadari hak dan kewajiban serta
yang lebih luas. tanggung jawab untuk menjalin persahabatan dan
keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari
Tindakan : Saling menghormati, memahami, dan
memiliki dalam berinteraksi dengan orang lain atas
dasar rasa kasih sayangi.
6 Kesadaran Mencapai pola Pengenalan : Menjelaskan fungsi peran sosial antara
Gender hubungan yang laki-laki dan perempuan sesuai dengan budaya dan
baik dengan teman nilai-nilai yang berlaku.
sebaya dalam Akomodasi : Menghargai fungsi dan peran sebagai
peranannya sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari
No Aspek Capaian Layanan Tataran Internalisasi Tujuan
Perkembangan
pria atau wanita. sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang berlaku.
Tindakan : Menampilkan perilaku yang sesuai dengan
fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan
dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan
budaya dan nilai-nilai yang berlaku.
7 Pengembangan Mempersiapkan Pengenalan: Mengidentifikasi berbagai aktivitas
Pribadi diri, menerima, dan keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi
bersikap positif yang dimilikinya.
serta dinamis Akomodasi : Bersikap positif terhadap aktivitas
terhadap perubahan keseharian
fisik dan psikis untuk mengembangkan potensi dan hobi yang
yang terjadi pada dimilikinya.
diri sendiri untuk Tindakan : Melakukan aktivitas keseharian untuk
kehidupan yang mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya.
sehat

8 Perilaku Memiliki Pengenalan : Mengidentifikasi perilaku hemat, ulet,


Kewirausahaan/ kemandirian dan kompetitif dengan karakteristik jiwa
Kemandirian perilaku ekonomis. kewirausahaan
Perilaku Akomodasi : Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet,
Ekonomis kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif dengan
karakteristik wirausaha.
Tindakan : Menampilkan contoh perilaku hemat, ulet,
kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif dalam
karakteristik jiwa kewirausahaan.
9 Wawasan Mengenal Pengenalan : Memilih alternatif pendidikan SLTA
Kesiapan Karir kemampuan, bakat, yang sesuai dengan kemampuan diri dalam rangka
minat, serta arah merencanakan karier.
kecenderungan Akomodasi : Meyakini alternatif pendidikan SLTA
karier dan apresiasi yang sesuai dengan kemampuan diri.
seni Tindakan : Menentukan pilihan pendidikan SLTA dan
pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan diri.
10 Kematangan Mencapai Pengenalan : Menyelaraskan norma-norma pergaulan
Hubungan kematangan dengan teman sebaya yang lebih beragam latar
dengan Teman hubungan dengan belakang.
Sebaya teman sebaya. Akomodasi : Menghargai perbedaan norma yang
dianut oleh lingkungan teman sebaya.
Tindakan : Menyelaraskan norma-norma pergaulan
dengan teman sebaya yang lebih beragam latar
belakang.
Alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling Fase D SMP Kelas 7, 8 dan 9

Aspek
No Internalisasi Tujuan Alur Capaian Layanan BK Pada Fase D
Perkembangan
1 Landasan Mengenal arti dan Mengidentifikasi berbagai bentuk aktivitas sehari-
Religius tujuan ibadah. hari yang terdapat di lingkungannya; menjelaskan
manusia sebagai makhluk Tuhan dengan segenap
kemuliaannya sehingga harus menyembah-Nya
sebagai nilai-nilai agama; mengaitkan nilai–nilai
agama dengan segenap aktivitas yang telah
diidentifikasi sebelumnya; menelaah aktivitasnya
sendiri sehari-hari yang bernilai ibadah;
menyimpulkan agar segala aktivitasnya ditujukan
untuk ibadah.
Berminat mempelajari Meminati untuk mempelajari aktivitas yang
arti dan tujuan setiap mengandung nilai ibadah; meyakini arti dan tujuan
bentuk setiap bentuk ibadah.
ibadah.
Melakukan berbagai Mematuhi norma-norma agama dalam
kegiatan ibadah dengan beraktivitas; melakukan ibadah atas kemauan
kemauan sendiri. sendiri.

2 Landasan Mengenal alasan Mengidentifikasi berbagai permasalahan yang


perilaku etis perlunya menaati terjadi di sekitarnya; menjelaskan berbagai sumber
aturan/ norma norma yang berlaku di masyarakat; mengaitkan
berperilaku berbagai sumber norma yang berlaku di sekitarnya
dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat;
menganalisis alasan perlunya menaati
aturan/norma yang berlaku di masyarakat ketika
berperilaku.
Memahami keragaman Mematuhi keragaman aturan/patokan dalam
aturan/ patokan dalam berperilaku dalam konteks budaya; menyimpulkan
berperilaku dalam fungsi keragaman aturan/patokan dalam
konteks budaya. berperilaku dalam konteks budaya.

Bertindak atas Menyesuaikan tindakan dengan norma yang


pertimbangan diri berlaku; melakukan tindakan sesuai dengan norma
terhadap norma yang yang berlaku.
berlaku.

3 Kematangan Mengenal cara-cara Mengidentifikasi berbagai luapan perasaan


Emosi mengekspresikan seseorang yang pernah dilihat atau ditemui;
perasaan secara wajar. Menjelaskan berbagai ekspresi perasaan baik yang
secara wajar maupun secara emosional;
mengklasifikasi berbagai ekspresi perasan yang
pernah dilihat atau ditemui; menganalisis kebaikan
dan kekurangan dalam mengekpresikan perasaan
baik secara wajar maupun secara emosional;
menilai situasi secara kritis terlebih dahulu
sebelum bereaksi secara emosional, tidak lagi
bereaksi tanpa berpikir sebelumnya.
Memahami keragaman Menerima keberadaan ragam ekspresi perasaan
ekspresi perasaan diri diri maupun orag lain; menyadari terdapat ragam
dan orang lain kemampuan individu dalam menilai situasi secara
kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara
emosional.
Aspek
No Internalisasi Tujuan Alur Capaian Layanan BK Pada Fase D
Perkembangan
Mengekspresikan Menyikapi situasi secara kritis terlebih dahulu
perasaan atas dasar sebelum bereaksi, melakukan reaksi dengan
pertimbangan didahului penilaian secara kritis sebelumnya.
kontekstual.
4 Kematangan Mempelajari cara-cara Mengidentifikasi berbagai persoalan/
Intelektual pengambilan keputusan permasalahan yang terjadi disekitarnya;
dan menjelaskan dalam menghadapi segala persoalan
pemecahan masalah dengan menggunakan logika, pertimbangan yang
logis, dan berdasarkan ilmu pengetahuan seluas-
luasnya; memecahkan persoalan/masalah yang
sudah diidentifikasi sebelumnya menggunakan
logika, pertimbangan yang logis, dan berdasarkan
ilmu pengetahuan seluas-luasnya.
Menyadari adanya Menyetujui adanya risiko dari pengambilan
risiko dari pengambilan keputusan; mengikuti pertimbangan yang logis.
keputusan.
Mengambil kepu-tusan Menggunakan ilmu pengetahuan seluas-luasnya
berdasarkan dalam mengambil keputusan atau memecahkan
pertimbangan risiko masalah.
yang mungkin terjadi.
5 Kesadaran Mempelajari cara
Mengidentifikasi aktivitas keseharian di sekitar
Tanggung memperoleh hak dan lingkungannya; menjelaskan hak dan kewajiban
Jawab Sosial memenuhi kewajibandan bagaimana cara memperoleh hak dan
dalam lingkungankewajiban tersebut; mengaitkan hak dan kewajiban
kehidupan dalam aktivitas di lingkungan sekitar yang sudah
sehari-hari. diidentifikasi sebelumnya;
Menganalisis hak dan kewajiban yang sudah
dilaksanakan.
Menghargai nilai-nilai Berminat untuk menjalin persahabatan dengan
persahabatan dan kawan-kawan di sekitarnya; meyakini nilai-nilai
keharmonisan dalam persahabatan dan keharmonisan dalam kehidupan
kehidupan sehari-hari
sehari-hari.
Berinteraksi dengan Melakukan tindakan selalu didasari oleh rasa kasih
orang lain atas dasar sayang, saling menghormati, saling memahami ,
nilai-nilai persahabatan dan saling memiliki
dan keharmonisan
hidup.
6 Kesadaran Mengenal peran-peran Mengidentifikasi aktivitas laki-laki dan perempuan
Gender sosial sebagai laki-laki di sekitarnya; Menjelaskan peran fungsi dan peran
atau perempuan. sosial antara laki-laki dan perempuan yang
dibentuk dan disosialisasikan sesuai dengan
budaya dan nilai-nilai yang berlaku.
Menghargai peranan Mematuhi peran fungsi dan peran sosial antara
diri dan orang lain laki-laki dan perempuan yang dibentuk dan
sebagai laki-laki atau disosialisasikan sesuai dengan budaya dan nilai-
perempuan dalam nilai yang berlaku; mendukung tindakan diri
kehidupan maupun orang lain sesuai dengan peran sebagai
sehari-hari. laki-laki atau perempuan.

Berinteraksi dengan lain Menerapkan peran fungsi dan peran sosial antara
jenis secara kolaboratif laki-laki dan perempuan dengan berkolaborasi;
dalam memerankan menunjukkan kolaborasi dalam memerankan peran
peran jenis.
jenis.
Aspek
No Internalisasi Tujuan Alur Capaian Layanan BK Pada Fase D
Perkembangan
7 Pengembangan Mengenal kemampuan Mengidentifikasi berbagai aktivitas keseharian
Pribadi dan keinginan diri. bersama kawan-kawan; Menjelaskan hobi atau
kegemarannya; Mengaitkan hobi dengan berbagai
aktivitas keseharian yang sudah diidentifikasi;
Menganalisis berbagai aktivitas keseharian yang
sesuai dengan hobi dan kemampuannya.

Menerima keadaan diri Menyadari dan menerima kemampuan diri yang


secara positif. dimiliki secara positif; membangun sikap diri
secara positif.
Menampilkan perilaku Menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan
yang merefleksikan dirinya; menerapkan perilaku yang merefleksikan
keragaman diri dalam keragaman diri dalam lingkungannya.
lingkungannya.

8 Perilaku Mengenal nilai-nilai Mengidentifikasi berbagai usahawan di sekitarnya;


Kewirausahaan/ perilaku hemat, ulet, Menjelaskan perilaku hemat, ulet, dan kompetitif
Kemandirian sungguh-sungguh dan dalam kehidupan sehari-hari; Mengaitkan perilaku
Perilaku kompetitif dalam hemat, ulet, dan kompetitif dengan perilaku
Ekonomis kehidupan sehari-hari. berbagai usahawan yang sudah diidentifikasi
sebelumnya; Menganalisis keadaan diri terkait
dengan perilaku hemat, ulet dan kompetitif;
Menyimpulkan tindakan yang harus dilakukan
terkait dengan perilaku hemat, ulet, dan kompetitif
dirinya dari hasil analisis sebelumnya.
Menyadari manfaat Mendukung perilaku hemat, ulet dan kompetitif ;
perilaku hemat, ulet, memprakarsai perilaku hemat, ulet, sungguh-
sungguh-sungguh, dan sungguh, dan kompetitif dalam kehidupan sehari-
kompetitif dalam hari.
kehidupan sehari-hari.
Membiasakan diri hidup Menunjukkan perilaku hemat, ulet dan kompetitif
hemat, ulet, sungguh- dalam kehidupan sehari-hari; mengembangkan
sungguh, dan kompetitif perilaku hemat, ulet, sungguh-sungguh, dan
dalam kehidupan sehari- kompetitif dalam kehidupan sehari-hari.
hari.

9 Wawasan Mengekspresikan ragam Mengidentifikasi berbagai ragam pekerjaan dan


Kesiapan Karir pekerjaan, pendidikan, pendidikan yang diketahuinya; menjelaskan secara
dan aktivitas dalam sistematis informasi lingkungan karier dan
kaitan dengan berbagai alternatif pendidikan yang diperlukan
kemampuan diri. bagi peserta didik/konseli untuk merencanakan
karier; mengaitkan berbagai ragam pekerjaan yang
telah diidentifakasi sebelumnya dengan alternatif
pendidikan yang diperlukan, menganalisis
kemampuan diri dengan alternatif pendidikan yang
diperlukan dan karir yang sesuai dengan
kemampuan diri; memilih alernatif pendidikan
yang sesuai dengan kemampuan diri dalam rangka
merencanakan karier.
Menyadari keragaman Mengidentifikasi alternatif pendidikan pilihan
nilai, persyaratan, dan yang sesuai dengan kemampuan diri; meyakini
aktivitas yang menuntut alternatif pendidikan pilihan yang sesuai dengan
pemenuhan kemampuan kemampuan diri.
tertentu.
Aspek
No Internalisasi Tujuan Alur Capaian Layanan BK Pada Fase D
Perkembangan
Mengidentifikasi ragam Menyesuaikan pendidikan pilihan dengan
alternatif pekerjaan, kemampuan diri; melaksanakan pendidikan pilihan
pendidikan, dan yang sesuai dengan kemampuan diri.
aktivitas yang
mengandung relevansi
dengan kemampuan
diri.
10 Kematangan Mempelajari norma- Mengidentifikasi berbagai fenomena pergaulan
Hubungan norma pergaulan dengan teman sebaya; Menjelaskan berbagai
dengan Teman dengan teman sebaya norma pergaulan dengan teman sebaya yang
yang beragam latar berbeda latar belakngnya; Mengaitkan antara
belakangnya. berbagai norma pergaulan dengan teman sebaya
yang berbeda latar belakangnya dengan hasil
identifikasi sebelumnya terkait dengan berbagai
fenomena pergaulan dengan teman sebaya;
Menelaah pergaulan dirinya dengan teman sebaya
yang beragam latar belakang;Menyimpulkan
keragaman latar belakang teman sebaya yang
harus dihormati.

Menyadari keragaman Mendukung norma-norma dalam bergaul dengan


latar belakang teman teman sebaya yang beragam latar belakangnya.;
sebaya yang mendasari meyakini norma-norma dalam bergaul dengan
pergaulan. teman sebaya yang beragam latar belakangnya.

Bekerja sama dengan Menyesuaikan norma-norma pergaulan dengan


teman sebaya yang teman sebaya yang beragam latar belakangnya.
beragam latar
belakangnya.
KOMPONEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Layanan Dasar

Layanan ini ditujukan kepada semua peserta didik untuk membantu mereka dalam mengembangkan
sikap, pengetahuan, dan keterampilan di bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Kegiatan
dilakukan melalui bimbingan klasikal, kelompok, dan lintas kelas, serta media seperti papan
bimbingan dan leaflet. Layanan ini bisa terintegrasi dalam pembelajaran tematik oleh guru kelas.

2. Layanan Responsif

Layanan ini menangani masalah jangka pendek yang dialami peserta didik dalam kehidupan pribadi,
sosial, belajar, dan karir. Bentuknya mencakup konseling individu/kelompok, konsultasi, konferensi
kasus, rujukan (referal), dan advokasi. Tujuan utamanya adalah intervensi cepat dan setara bagi
semua peserta didik, termasuk mereka yang memiliki hambatan sosial atau psikologis.

3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual

Layanan ini membantu peserta didik dalam merancang dan melaksanakan rencana pribadi, sosial,
belajar, dan karir, serta mengevaluasi dan memperbaruinya secara berkala. Aktivitas dapat berupa
konseling, bimbingan klasikal/lintas kelas, konsultasi, serta kolaborasi yang terintegrasi dengan
kegiatan ekstrakurikuler.

4. Dukungan Sistem

Merupakan komponen pendukung berupa manajemen, administrasi, dan pengembangan


profesional konselor. Kegiatan meliputi asesmen, kunjungan rumah, evaluasi, pelaporan
program, serta pelatihan dan lokakarya. Pengembangan kompetensi konselor dilakukan secara
tatap muka, daring, atau kombinasi untuk memastikan efektivitas pelaksanaan layanan BK.
BIDANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

PRIBADI
Aspek Capaian
Landasan Religius Peserta didik/konseli dapat memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara
Landasan Perilaku Etis bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya,
sehingga dapat mencapai perkembangan pribadinya secara optimal
Kematangan Emosional dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan, dan keselamatan dalam
kehidupannya.
Pengembangan Diri

SOSIAL

Aspek Capaian
Kesadaran Bertanggung Peserta didik/konseli dapat memahami lingkungannya dan dapat
jawab melakukan interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi
sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya,
Kematangan Hubungan mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan
dangan Teman Sebaya dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan
kebermaknaan dalam kehidupannya.
Kesadaran Gender
AKADEMIK
Aspek Capaian
Kematangan Intelektual Peserta didik/ konseli dapat mengenali potensi diri untuk belajar,
memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki
kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal
sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan
kebahagiaan dalam kehidupannya.

KARIR

Aspek Capaian
Perilaku Kewirausahaan Peserta didik/konseli mengalami pertumbuhan, perkembangan,
eksplorasi, aspirasi, dan pengambilan keputusan karir sepanjang
rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi
potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya
sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Rencana Kegiatan/ Action Plan
Judul Bida Capaian Meaningf Mindful Joyful Metod Media Evalu Pelaks
Materi ng Layanan ul Learnin Learn e asi anaan
Laya Learning g ing
nan
Penguat Priba Siswa Mengaitk Refleksi Kolas Refleks Gambar, Produ Juli
an Jati di mengenal an atas nilai e i, majalah k
Diri i nilai- pengalam yang “Siapa diskusi, bekas, kolase
nilai yang an hidup, diyakini Aku?” present lembar dan
menjadi nilai dan , peta asi nilai diri jurnal
dasar keluarga, bagaima nilai refleks
identitas dan na itu pribad i
pribadiny budaya memben i.
a. lokal tuk cara
dengan bersikap
pembentu .
kan jati
diri.
Manaje Priba Siswa Menghub Refleksi Game Rolepla Kartu Lemba Agustu
men di mampu ungkan sikap “Tom y, kendali r s
Diri mengatur cara otomatis bol simulas diri, refleks
pikiran, mengelol dan Kontr i, jurnal i dan
emosi, a diri pengend ol refleksi emosi observ
dan dengan alian Diri.” asi
perilaku pengalam pilihan guru
secara an sehari- saat
terarah. hari emosi
seperti muncul.
konflik
dan
tekanan.
Kesada Sosia Siswa Mengaitk Refleksi Kamp Diskusi Infografi Poster Septem
ran l memaha an digital: anye , k, video, kampa ber
Digital mi etika pengguna “Apa mini: simulas media nye
dan risiko an media yang “Bijak i, studi sosial dan
pengguna sosial saya Digita kasus penilai
an dengan unggah l.” an
teknologi dampak hari ini sikap
digital. sosial dan mencer
psikologis minkan
. siapa
saya?”
Literasi Sosia Siswa Menghub Refleksi Simul Cerama Baju Obser Oktobe
Multiku l menunjuk ungkan keberaga asi h, adat, vasi r
ltural kan sikap nilai man buday diskusi, gambar, empati
terbuka keberaga yang ada a, pamera peta dan
terhadap man di kelas drama n budaya pemah
keberaga dengan dan singka budaya aman
man. interaksi keluarga t
antar . “Salin
teman g
berbeda Meng
latar erti.”
belakang.
Refleks Belaj Siswa Mengaitk Refleksi Jurnal Refleks Lembar Portof Novem
i ar dapat an pada “Perja i, refleksi, olio ber
Belajar menilai pengalam kekuata lanan analisis grafik dan
proses an belajar n dan Belaja , perkemb lapora
dan hasil dengan kelemah rku.” diskusi angan n
belajar tujuan an mandir
yang belajar dalam i
telah yang telah belajar.
dijalani. ditetapka
n
sebelumn
ya.
Literasi Belaj Siswa Menghub Refleksi Tanta Cerama Buku Buku Desem
Belajar ar memaha ungkan gaya ngan h, bacaan, harian ber
mi kegiatan literasi “Liter tantang catatan, literasi
strategi membaca, yang asi 7 an, video dan
literasi mencatat, sesuai Hari.” diskusi literasi kuis
yang dan dengan ringan
menduku menyima diri
ng k dengan sendiri.
keberhasil hasil
an belajar.
belajar.
Eksplor Karir Siswa Mengaitk Refleksi Prakti Simula Alat Lapora Januari
asi dapat an : “Apa k mini si, seni, alat n
Minat mengiden pengalam yang proye praktik, tulis, proyek
tifikasi an seru membua k: diskusi kartu dan
minat dengan t saya “Saat minat peta
melalui minat betah Aku minat
aktivitas yang melakuk Asyik.
eksplorati berkelanj annya ”
f. utan. berjam-
jam?”
Visi Karir Siswa Mengaitk Refleksi Papan Diskusi Poster, Produ Februar
Diri mampu an diri visi , lem, k i
menyusun pengalam dalam dan refleksi kertas karya
visi an, 10–15 peta , besar dan
pribadi impian, tahun ke diri present penjel
dan arah dan nilai depan. masa asi asan
jangka untuk depan. visi
panjang membent
kehidupa uk arah
nnya. hidup.
Pengen Priba Siswa Menghub Refleksi Latiha Latihan Gambar Lemba Februar
dalian di mampu ungkan kejadian n , emosi, r i
Emosi menerapk emosi emosion visuali rolepla skrip refleks
Lanjuta an teknik yang al dan sasi y, self-talk i dan
n regulasi muncul pilihan dan jurnal observ
emosi dengan perilaku. self- asi
dalam penyebab talk perilak
berbagai dan positif u
situasi. respon .
terbaik.
Keman Sosia Siswa Mengaitk Refleksi Simul Diskusi Video, Obser Maret
dirian l mampu an atas asi , skenario vasi
Sosial membuat keputusan pengala “Bera rolepla sosial respon
keputusan sosial man ni y, s dan
mandiri dengan ikut- Berkat simulas refleks
dalam nilai diri ikutan a i i diri
pergaulan dan dan Tidak.
dan tujuan pengaru ”
kelompok pribadi. h teman.
.
Persaha Sosia Siswa Mengaitk Refleksi Peta Diskusi Kartu Penilai Maret
batan l memaha an pengala “Tema , hubunga an
Sehat mi tanda- hubungan man n Baik klasifik n, pemah
tanda perteman bertema vs asi, lembar aman
hubungan an dengan n yang Tema cerita peta dan
persahaba dampakn menduk n hubunga sikap
tan yang ya pada ung dan Berac n
sehat dan diri mengha un.”
tidak sendiri. mbat.
sehat.
Kepeka Sosia Siswa Menghub Refleksi Proye Proyek, Dokume Lapora April
an l memiliki ungkan : “Apa k aksi observa ntasi n
Sosial kemampu kepedulia yang sosial si, aksi, proyek
an n sosial bisa kecil cerita jurnal dan
mengenal dengan saya “Satu inspirat sosial umpan
i dan tindakan lakukan Hari if balik
merespon konkret di untuk Berbu teman
kebutuha lingkunga membua at
n sosial di n. t orang Baik.”
sekitarnya lain
. merasa
lebih
baik?”
Ketaha Belaj Siswa Mengaitk Refleksi Tanta Cerama Target Catata April
nan ar memiliki an : “Apa ngan h, harian, n
Belajar daya pengalam yang belajar tantang grafik kemaj
juang dan an gagal membua bertah an, tantanga uan
semangat belajar t saya ap dan refleksi n, stiker dan
saat dengan tetap rewar evalua
menghada motivasi bertahan d si diri
pi untuk meski pribad
kesulitan bangkit. sulit?” i.
belajar.
Rencan Karir Siswa Mengaitk Refleksi Road Perenca Papan Produ Mei
a mampu an cara strategi map naan, rencana, k
Belajar merancan belajar belajar “Belaj pemeta kertas roadm
& Masa g langkah hari ini jangka ar an, besar, ap dan
Depan belajar dengan meneng untuk diskusi alat refleks
menuju cita-cita ah dan Mimpi gambar i
tujuan di masa panjang. ku.” strateg
karir dan depan. i
masa
depan.
PENGEMBANGAN TEMA/TOPIK LAYANAN

LAYANAN DASAR
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Penguatan Jati Diri Jadi Diri Sendiri, Tapi Penerimaan diri, refleksi potensi, dan
Versi Terbaik kepercayaan diri
Kesadaran Digital Bijak Bermedsos, Bijak Etika dan tanggung jawab dalam penggunaan
Bertindak media sosial
Literasi Multikultural Beda Gaya, Bukan Toleransi dan apresiasi terhadap keragaman
Masalah gaya dan budaya
Literasi Belajar Belajar Cerdas, Bukan Penemuan strategi belajar yang efektif dan
Keras efisien sesuai karakteristik pribadi
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Pengendalian Emosi Tetap Kalem, Tetap Pengendalian emosi dan reaksi negatif secara
Lanjutan Keren sehat
Kemandirian Sosial Aku Bisa Putuskan Kemandirian dalam pengambilan keputusan
Sendiri sosial
Persahabatan Sehat Teman Hebat, Pilihan Memilih dan merawat pertemanan yang
Tepat suportif
Kepekaan Sosial Beda Kebutuhan, Sama Empati terhadap teman dengan kebutuhan
Dihargai berbeda
Ketahanan Belajar Belajar Itu Proses Ketangguhan dalam menghadapi kegagalan
belajar
Rencana Belajar & Belajar Hari Ini, Untuk Memahami hubungan antara belajar hari ini dan
Masa Depan Esok Nanti masa depan

LAYANAN RESPONSIF
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Manajemen Diri Hidup Seimbang, Aku Keseimbangan antara belajar, hiburan, dan
Tangguh istirahat
Refleksi Belajar Belajarku, Tanggung Evaluasi diri terhadap proses belajar dan
Jawabku langkah perbaikan
Regulasi Emosi & Tetap Kalem, di Teknik relaksasi, self-awareness, dan
Keseimbangan Tengah Tekanan manajemen stres sosial-akademik
Relasi Sosial Sehat Lingkaran Pertemanan Evaluasi lingkungan sosial dan rencana
Sehatku menjaga relasi sehat
LAYANAN PEMINATAN & PERENCANAAN INDIVIDU
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Eksplorasi Minat Aku, Minatku, Aksiku Menghubungkan minat dengan aktivitas
bermakna dan potensi karier
Visi Diri Impian Bukan Sekadar Menetapkan dan merancang langkah awal
Angan pencapaian tujuan hidup
Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi
Kreativitas dan Passion Jadi Profesi Menghubungkan hobi dengan peluang profesi
Karir masa depan
Simulasi Masa Coba Profesi Pilihanku Mengalami peran profesi sebagai bagian dari
Depan eksplorasi karier
Visi Masa Depan Aku, Cita-cita dan Jalan Merancang cita-cita berdasarkan minat, nilai
yang Kupilih pribadi, dan harapan

LAYANAN PENDUKUNG/DUKUNGAN SISTEM


 Refleksi Terpadu: Setiap kegiatan diintegrasikan dengan jurnal reflektif siswa dan evaluasi
dampak layanan BK.
 Kolaborasi: Kegiatan kolaboratif dengan wali kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua untuk
mendukung peminatan dan rencana masa depan siswa.
 Media Inovatif: Penggunaan video inspiratif, simulasi profesi, lembar pemetaan cita-cita, dan
kuis interaktif.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII/D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik berada dalam fase pencarian identitas diri, cenderung
membandingkan diri dengan orang lain, serta mulai menyadari
perbedaan karakter dan kemampuan. Sebagian memiliki kepercayaan
diri yang rendah dan membutuhkan penguatan penerimaan diri.

Karakteristik Materi pelajaran Materi berkaitan dengan penguatan konsep diri dan pentingnya
menjadi pribadi yang otentik namun berkembang. Ditekankan pada
refleksi diri, empati, serta keberanian menjadi versi terbaik dari
dirinya sendiri.

Dimensi profil lulusan  Kemandirian (Mendorong keberanian untuk menjadi diri sendiri)
 Penalaran Kritis (Menganalisis kelebihan dan kekurangan diri)
 Kesehatan (Mendukung kesehatan mental melalui penerimaan diri)

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian pembelajaran Peserta didik mampu mengenali dan mengembangkan potensi dirinya
secara optimal serta menampilkan sikap positif terhadap diri sendiri
dalam kehidupan sehari-hari.

Lintas Disiplin Ilmu PPKn (karakter diri dan sikap sosial), Bahasa Indonesia (ekspresi diri
melalui tulisan/cerita)

Tujuan pelayanan BK Membantu peserta didik mengenal, menerima, dan mengembangkan


dirinya secara positif agar tumbuh rasa percaya diri dan menjadi versi
terbaik dari dirinya sendiri.

Topik Pembelajaran Penguatan Jati Diri- "Jadi Diri Sendiri, Tapi Versi Terbaik"

Praktik Pedagogik Contextual Learning – pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman


nyata peserta didik untuk membangun kepercayaan diri yang otentik.

Kemitraan pembelajaran Wali kelas, guru PPKn, orang tua

Lingkungan Pembelajaran Dilaksanakan di kelas yang mendukung interaksi terbuka, forum


refleksi daring menggunakan Padlet, serta suasana kelas yang aman
dan suportif.

Pemanfaatan digital Menggunakan aplikasi Mentimeter untuk ice breaking dan refleksi
awal, serta Padlet untuk berbagi cerita inspiratif dan refleksi pribadi
secara anonim.

PENGALAMAN BELAJAR :
Kegiatan Awal/Pendahuuan PENGALAMAN BELAJAR
Kegiatan Awal/Pendahuluan (Bermakna dan Menggembirakan)
 Ice breaking: "Apa kata orang tentang aku?" (menggunakan
Mentimeter)
 Apersepsi: menayangkan video singkat motivasi “Jadi Versi
Terbaik Diri Sendiri”
 Tanya jawab pemantik: “Apakah kamu sudah cukup kenal dengan
dirimu?”

Inti : Kegiatan Inti


Memahami (Berkesadaran)
 Siswa diminta mengisi lembar refleksi "Siapa aku?" yang
mencakup kelebihan, tantangan pribadi, dan nilai-nilai penting
dalam hidupnya.
 Guru membimbing diskusi kelompok kecil tentang apa yang
membuat seseorang bisa percaya diri dan menerima dirinya.
Mengaplikasi (Bermakna)
 Siswa menuliskan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan
minggu ini untuk mengembangkan satu aspek diri mereka.
 Simulasi roleplay singkat tentang menanggapi kritik/komentar
negatif dan bagaimana mempertahankan kepercayaan diri.
Merefleksi (Menggembirakan)
 Refleksi tertulis melalui Padlet: "Hari ini aku belajar bahwa
diriku…"
 Sharing sukarela beberapa siswa yang ingin membacakan
refleksinya.

Penutup : Penutup (Bermakna dan Menggembirakan)


 Guru merangkum kegiatan hari ini dan menyampaikan apresiasi
terhadap keberanian dan kejujuran siswa dalam proses ini.
 Pesan penutup motivasional: “Menjadi dirimu sendiri adalah
langkah pertama menuju versi terbaik dari dirimu.”

ASESMEN :

Asesmen awal persepsi diri siswa (kuat/lemah/takut tentang dirinya)

Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam diskusi dan refleksi

Asesmen akhir Tulisan refleksi tindakan nyata dan kesimpulan pribadi mengenai
kepercayaan diri dan penerimaan diri.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Bimbingan individual untuk siswa yang menunjukkan ketidakstabilan


citra diri lebih serius, penguatan lanjutan dalam tema “Menerima
Kelemahan Diri dengan Bijak”
Mengetahui Sluke, Juli 2025
Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

Lampiran 1: Materi Bacaan


Jadi Diri Sendiri, Tapi Versi Terbaik
Kamu unik. Tidak ada yang benar-benar sama denganmu.
Setiap orang punya cerita, kekuatan, dan tantangannya masing-masing. Tapi kadang, kita merasa harus
seperti orang lain agar diterima. Padahal, menjadi diri sendiri adalah kekuatan sejati — selama kita
terus bertumbuh dan memperbaiki diri.
Apa Itu Jati Diri?
Jati diri adalah siapa dirimu sebenarnya — termasuk nilai, kepercayaan, kelebihan, dan kekuranganmu.
Saat kamu mengenal jati dirimu, kamu akan tahu:
 Apa yang kamu yakini.
 Apa yang kamu sukai dan tidak sukai.
 Apa yang kamu butuhkan untuk berkembang.
Mengapa Sulit Menjadi Diri Sendiri?
 Takut dikritik atau tidak diterima.
 Terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain (terutama di media sosial).
 Tidak tahu apa sebenarnya potensi diri sendiri.
Versi Terbaik Itu Bukan Sempurna
Menjadi versi terbaik dari dirimu bukan berarti tanpa cela. Tapi kamu sadar apa yang perlu
diperbaiki dan kamu terus belajar. Misalnya:
 Dulu kamu cepat marah, sekarang kamu belajar mengatur emosi.
 Kamu tidak suka bicara di depan umum, tapi kamu mencobanya dan makin percaya diri.
 Kamu tahu kamu pemalu, tapi kamu tetap berani tampil sebagai dirimu sendiri.
Tips Menjadi Versi Terbaik Diri:
1. Kenali dirimu. Apa kekuatan dan tantanganmu?
2. Berhenti membandingkan. Fokus pada kemajuanmu sendiri.
3. Jaga pikiran positif. Gagal itu proses, bukan akhir.
4. Berani tampil otentik. Jadilah dirimu, bukan salinan orang lain.
5. Kelilingi diri dengan orang yang suportif. Pilih teman yang menerima dan mendukung
pertumbuhanmu.
Kutipan Inspiratif
“Jadilah dirimu sendiri. Orang lain sudah ada yang punya versinya.” – Oscar Wilde

📘 Lampiran 2: Lembar Refleksi Siswa


“Siapa Aku?” – Refleksi Diri
Petunjuk: Jawablah dengan jujur. Tidak ada jawaban yang salah.
1. Tiga hal yang aku sukai dari diriku:
o

2. Satu tantangan terbesar dalam diriku saat ini:


o

3. Hal yang membuatku sering tidak percaya diri:


o

4. Versi terbaik diriku yang ingin aku capai:


o

5. Satu tindakan nyata minggu ini untuk menjadi versi terbaik diriku:
o

📘 Lampiran 3: Asesmen Awal dan Akhir


Kuesioner Skala Diri Sendiri (Self-Perception Scale)
(Gunakan skala 1–4: 1 = Tidak setuju, 4 = Sangat setuju)

Pernyataan Skor

Saya merasa bangga terhadap siapa diri saya sekarang

Saya sering membandingkan diri saya dengan orang lain

Saya yakin saya memiliki potensi yang bisa dikembangkan

Saya tahu apa kelebihan dan kelemahan saya

Saya ingin memperbaiki diri saya tanpa harus menjadi orang lain

Diberikan di awal dan akhir sesi untuk melihat perubahan pemahaman dan penerimaan diri.

📘 Lampiran 4: Instrumen Observasi Guru BK

Nama Partisipasi Aktif Mampu Mengekspresikan Refleksi Catatan


Siswa (✓/✗) Diri (✓/✗) Autentik (✓/✗) Tambahan

📘 Lampiran 5: Media Pembelajaran (opsional)


 Video Motivasi: "Be Yourself" – YouTube (2–3 menit, ringkas dan inspiratif)
 Mentimeter / Padlet: Digunakan untuk ice breaking, refleksi akhir
 Gambar/Kartu Quote: Ditempel di papan kelas atau ditampilkan di slide

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :

Satuan Pendidikan : SMP Negerin3 Satu Atap Sluke

Kelas/Fase : VIII / D

Tahun Ajaran : 2025/2026

Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik menunjukkan kecenderungan kelelahan, stres ringan, dan

kesulitan mengelola waktu antara belajar, media sosial, aktivitas

rumah, dan hiburan. Beberapa siswa mengalami konflik karena terlalu

fokus pada satu aktivitas dan mengabaikan yang lain.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membantu siswa memahami pentingnya keseimbangan

hidup dan bagaimana mengelola energi fisik, emosional, dan waktu

dengan bijak agar tetap sehat dan produktif.

Dimensi profil lulusan  Kesehatan (fisik dan mental)

 Kemandirian (mampu mengatur diri)

 Penalaran Kritis (mengevaluasi pola aktivitas dan kebiasaan)

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian pembelajaran Siswa mampu menerapkan strategi manajemen waktu dan energi yang

sehat untuk menunjang keberhasilan belajar dan kesejahteraan

hidupnya.

Lintas Disiplin Ilmu PJOK (kesadaran akan kesehatan fisik dan istirahat), IPS (konsekuensi

sosial dari stres dan kelelahan).

Tujuan pelayanan BK Membantu peserta didik mengelola waktu dan energi secara seimbang

untuk mendukung kesehatan, produktivitas, dan ketangguhan diri.

Topik Pembelajaran Manajemen Diri- “Hidup Seimbang, Aku Tangguh”

Praktik Pedagogik Problem Based Learning – siswa diajak memecahkan masalah dari

kasus nyata ketidakseimbangan hidup.

Kemitraan pembelajaran Guru PJOK, wali kelas, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilakukan di ruang kelas dengan diskusi reflektif, ruang
virtual (Padlet) untuk pemantauan rutinitas, dan budaya kelas yang

mendukung keseimbangan belajar dan istirahat.

Pemanfaatan digital Digunakan Google Form untuk survei awal pola aktivitas siswa, dan

Padlet sebagai ruang refleksi daring.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran dan Menggembirakan)

 Ice breaking: Pilih emoji yang menggambarkan kondisi kamu

minggu ini

 Apersepsi: Menampilkan grafik “Hidup Tidak Seimbang” (jam

tidur 3 jam, belajar 8 jam, main HP 6 jam, makan 1 jam)

Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Bermakna)

 Guru memandu diskusi kasus “Dina, siswi yang kelelahan

karena tugas, medsos, dan ekskul”

 Siswa mengisi lembar refleksi waktu & energi: “Kemanakah

energiku tersedot minggu ini?”

Mengaplikasi (Berkesadaran)

 Siswa membuat jadwal harian ideal yang mencerminkan hidup

seimbang (belajar, istirahat, hiburan, makan, ibadah)

 Simulasi skenario: Bagaimana kamu menolak ajakan bermain

jika kamu butuh istirahat?

Merefleksi (Menggembirakan)

 Refleksi Padlet: “Satu hal yang akan aku ubah untuk hidup

lebih seimbang...”

 Siswa menyampaikan motivasi pribadi untuk menjaga

keseimbangan

Penutup : Penutup (Bermakna)

 Guru menyimpulkan manfaat hidup seimbang terhadap

ketangguhan dan keberhasilan


 Motivasi: “Waktu adalah energi hidupmu. Gunakan dengan

bijak!”

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab singkat, Berapa lama waktu kamu habiskan untuk

belajar, istirahat, hiburan, media sosial?

Asesmen proses Observasi aktivitas diskusi, keaktifan membuat jadwal pribadi, dan

refleksi

Asesmen akhir Jadwal hidup seimbang yang disusun siswa dan komitmen reflektif

yang ditulis di Padlet.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Pemantauan jadwal pribadi siswa selama 1 minggu oleh guru BK,

serta konseling individu bagi siswa yang kesulitan mengelola waktu

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

Lampiran Materi & Pendukung


Lampiran 1: Materi Bacaan Siswa
"Hidup Seimbang, Aku Tangguh"
Keseimbangan hidup itu penting. Bayangkan tubuhmu seperti baterai. Kalau terus digunakan tanpa
diisi ulang, pasti habis, kan?
Tanda Hidup Tidak Seimbang:
 Cepat lelah dan gampang marah
 Tugas menumpuk, tapi nggak selesai
 Susah tidur dan hilang semangat
Hidup Seimbang Artinya...
 Belajar secukupnya, istirahat cukup
 Ada waktu untuk hiburan, tapi tahu kapan harus berhenti
 Punya waktu untuk diri sendiri dan orang terdekat
Tips Manajemen Waktu & Energi
1. Kenali waktu produktifmu
2. Prioritaskan tugas penting, bukan cuma yang mendesak
3. Buat jadwal harian dan evaluasi setiap malam
4. Jaga pola tidur dan makan
5. Sisihkan waktu tanpa layar (HP/TV)
“Orang tangguh bukan yang tidak pernah capek, tapi tahu kapan harus istirahat.”

Lampiran 2: Lembar Refleksi Siswa


“Kemanakah Energi dan Waktuku Pergi?”
1. Aktivitas yang paling menyita waktuku minggu ini: _____________
2. Aktivitas yang membuatku merasa lelah: _____________
3. Apakah aku punya cukup waktu istirahat? (✓/✗)
4. Satu kebiasaan yang ingin aku ubah agar hidup lebih seimbang: ____________
5. Aku akan mulai dengan cara: _______________

Lampiran 3: Jadwal Harian Ideal

Waktu Aktivitas

04.30 – Bangun, ibadah, sarapan


06.00

06.00 – Sekolah
13.00

13.00 – Istirahat, makan siang


14.00

14.00 – Tugas dan belajar mandiri


16.00

16.00 – Olahraga ringan


17.00
17.00 – Waktu keluarga, makan malam
20.00

20.00 – Review pelajaran, refleksi harian


21.00

21.00 – Tidur malam


04.30

Siswa dapat menyesuaikan dengan rutinitas pribadi


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke

Kelas/Fase : VIII / D

Tahun Ajaran : 2025/2026

Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian besar peserta didik aktif menggunakan media sosial namun
belum memiliki kesadaran penuh terhadap risiko penyalahgunaan,
seperti perundungan siber, oversharing, atau jejak digital negatif.
Mereka cenderung menggunakan media sosial sebagai ruang ekspresi
tanpa memahami dampak jangka panjang.

Karakteristik Materi pelajaran Materi berkaitan erat dengan kehidupan digital siswa sehari-hari.
Disajikan secara kontekstual dan reflektif agar siswa mampu
memahami etika bermedsos dan mengembangkan sikap bertanggung
jawab di ruang digital.

Dimensi profil lulusan  Komunikasi (membangun interaksi sehat di dunia maya)

 Kewargaan (menjadi warga digital yang bertanggung jawab)

 Kesehatan (mencegah dampak negatif mental akibat penggunaan


media sosial).

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian pembelajaran Siswa mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab dan bijak dalam
menggunakan media digital, termasuk memahami dampak perilaku di
media sosial terhadap diri sendiri dan orang lain.

Lintas Disiplin Ilmu PPKn (kewargaan digital), Informatika (jejak digital dan keamanan
daring).

Tujuan pelayanan BK Menumbuhkan kesadaran dan sikap bijak dalam menggunakan media
sosial secara etis, bertanggung jawab, dan sehat secara emosional.

Topik Pembelajaran Kesadaran Digital- “Bijak Bermedsos, Bijak Bertindak”

Praktik Pedagogik Discovery Learning – siswa diajak menemukan sendiri dampak positif
dan negatif media sosial melalui eksplorasi kasus nyata.

Kemitraan pembelajaran Guru Informatika, wali kelas, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Kelas dengan dukungan infografis dan forum diskusi, dan budaya
sekolah yang mendukung etika digital.

Pemanfaatan digital Video edukatif singkat, kuis daring, dan kolaborasi di platform Padlet
untuk refleksi digital.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Menggembirakan dan Berkesadaran)

 Ice breaking: "Posting-an seperti apa yang paling sering kamu


lihat minggu ini?"
 Apersepsi: Menonton video pendek “Satu Komentar, Satu
Luka”

Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Bermakna)

 Diskusi kelompok tentang kasus nyata cyberbullying dan viral


oversharing
 Siswa diminta mengisi grafik “Dampak Positif vs Negatif
Media Sosial”
 Pemaparan konsep jejak digital dan etika bermedsos

Mengaplikasi (Berorientasi pada Nilai)

 Siswa menganalisis jejak digital dari profil anonim


(disimulasikan)
 Simulasi: Menanggapi komentar negatif/hoaks secara bijak
 Siswa menuliskan satu etika bermedsos yang akan mereka
terapkan minggu ini

Merefleksi (Berkesadaran dan Menggembirakan)

 Refleksi Padlet: "Apa yang akan aku ubah dalam cara aku
bermedsos?"
 Beberapa siswa membacakan refleksinya secara sukarela

Penutup : Penutup (Bermakna)

 Guru menyimpulkan dan menyampaikan kutipan:

"Apa yang kamu ketik hari ini, bisa jadi dilihat oleh dunia esok
hari."
ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab Seberapa bijak kamu menggunakan media sosial?” (Skala
1–5)

Asesmen proses Keterlibatan dalam diskusi, grafik dampak media sosial, dan simulasi
etika digital.

Asesmen akhir Komitmen etika bermedsos tertulis, refleksi pribadi, dan analisis jejak
digital.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Sesi lanjutan bertema “Etika Chat dan Bahasa Digital”, serta
pemantauan perilaku digital siswa oleh guru BK dan wali kelas.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014
Lampiran Materi : Bijak Bermedsos, Bijak Bertindak
1. Mengapa Media Sosial Penting Dibahas?
Media sosial adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita belajar, tertawa, menangis, dan bahkan
membentuk citra diri di sana. Tapi... tidak semua orang menyadari betapa kuatnya dampak satu
postingan.
Tahukah kamu?
 Sekali unggah, data digitalmu bisa disimpan selamanya.
 Jejak digitalmu bisa memengaruhi masa depanmu (misal: beasiswa, pekerjaan, reputasi).
 Banyak konflik remaja dimulai dari kesalahpahaman atau candaan di media sosial.

2. Dampak Positif dan Negatif Media Sosial

Dampak Positif Dampak Negatif

Menemukan informasi cepat Terpapar hoaks atau informasi palsu

Mengekspresikan pendapat Berpotensi disalahpahami / viral

Berjejaring dan komunitas Menjadi korban atau pelaku cyberbullying

Meningkatkan kreativitas FOMO (takut ketinggalan) & kecemasan

Tempat kampanye positif Mengurangi waktu belajar dan tidur

3. Apa Itu Jejak Digital?


Jejak digital adalah semua rekam jejak aktivitas kita di internet, baik yang sengaja (postingan,
komentar) maupun tidak sengaja (klik, lokasi, histori pencarian).
🔴 Bahaya Jejak Digital:
 Dilacak oleh orang tak bertanggung jawab
 Digunakan untuk perundungan, pemerasan, atau manipulasi
 Muncul saat proses seleksi beasiswa, kerja, dll.
🟢 Cara Menjaga Jejak Digital Sehat:
 Posting yang positif, sopan, dan membangun
 Hindari debat tidak produktif
 Cek ulang sebelum klik "Kirim"
 Jaga privasi akun dan batasi informasi pribadi

4. Etika Bermedsos: Aturan Tak Tertulis Dunia Maya


Gunakan 5T Sebelum Posting:
✅ Tepat – Apakah ini tempat yang tepat untuk posting ini?
✅ Tidak Menyakiti – Apakah ini bisa menyakiti orang lain?
✅ Tidak Bohong – Apakah ini fakta?
✅ Tanggung Jawab – Apakah aku siap jika postingan ini viral?
✅ Teladan – Apakah ini mencerminkan diriku yang baik?
5. Studi Kasus Diskusi
Kasus A:
Danu mengunggah video lucu tentang temannya yang sedang tidak sadar direkam. Videonya viral,
tetapi temannya merasa malu dan tidak ingin sekolah lagi.
❓ Apa pendapatmu tentang tindakan Danu?
❓ Siapa yang seharusnya bertanggung jawab?
❓ Jika kamu teman Danu, apa yang akan kamu lakukan?
Kasus B:
Tiara membalas komentar negatif dengan kalimat sarkas yang akhirnya membuatnya dibully balik. Dia
mulai tidak percaya diri dan tidak mau membuka media sosial lagi.
❓ Bagaimana Tiara bisa menyikapi dengan lebih bijak?
❓ Apakah kamu pernah mengalami hal serupa?

📎 LAMPIRAN LEMBAR REFLEKSI SISWA


✍️Refleksi Diri: "Jejak Digital dan Aku"
1. Apa postingan yang paling membuatku bangga sejauh ini?

2. Apakah aku pernah menyesal mem-posting sesuatu? Mengapa?

3. Jika seluruh postinganku dilihat oleh guru atau calon pemberi beasiswa, apa yang akan mereka
pikirkan?

4. Kebiasaan bermedsos yang ingin aku ubah mulai sekarang adalah:

5. Satu komitmenku setelah sesi ini:

📎 LAMPIRAN ASESMEN
🔎 Asesmen Skala Sikap – “Sikapku di Media Sosial”
Gunakan skala 1–4:
1 = Tidak Pernah | 2 = Jarang | 3 = Sering | 4 = Selalu

Pernyataan Skor

Saya berpikir dulu sebelum membagikan sesuatu

Saya menjaga kata-kata saat berkomentar

Saya tidak membagikan informasi yang belum pasti kebenarannya

Saya menghormati privasi orang lain di media sosial

Saya merasa bertanggung jawab atas apa yang saya posting


LAMPIRAN KOMITMEN PRIBADI
“Aksi Bijakku di Dunia Maya”
Tuliskan satu langkah konkret yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menjadi pengguna media
sosial yang lebih bijak:

Tanda tangan: _____________


Nama lengkap: ____________

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke

Kelas/Fase : VIII / D

Tahun Ajaran : 2025/2026

Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik berada dalam lingkungan sosial yang majemuk, namun
masih sering terjadi stereotip, pengelompokan sosial, dan sikap
diskriminatif terhadap teman yang berbeda gaya, suku, agama, bahasa,
atau latar belakang keluarga.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini mengangkat realitas keberagaman di sekolah dan mengajak
peserta didik untuk berpikir kritis, membangun empati, serta
membentuk sikap inklusif terhadap perbedaan.

Dimensi profil lulusan  Kewargaan (menghargai hak dan keberagaman orang lain)

 Kolaborasi (membangun kerja sama lintas latar belakang)

 Komunikasi (menyampaikan pendapat tanpa menyinggung


perbedaan)

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian pembelajaran Peserta didik mampu menunjukkan sikap terbuka, saling menghargai,
dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan gaya hidup, budaya, dan
latar belakang sosial di lingkungan sekolah.

Lintas Disiplin Ilmu PPKn (nilai-nilai demokrasi dan toleransi), Bahasa Indonesia
(menghargai bahasa dan ekspresi budaya).

Tujuan pelayanan BK Menumbuhkan sikap toleransi terhadap keberagaman gaya hidup dan
latar belakang sosial teman sebaya.

Topik Pembelajaran Literasi Multikultural- “Beda Gaya, Bukan Masalah”

Praktik Pedagogik Cooperative Learning – siswa bekerja sama dalam kelompok


majemuk untuk memahami dan menyampaikan pandangan tentang
keberagaman.

Kemitraan pembelajaran Wali kelas, guru PPKn, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Suasana kelas yang inklusif, kelompok belajar majemuk, serta diskusi
terbuka melalui media digital (Padlet).

Pemanfaatan digital Menonton video pendek kisah toleransi antar teman, forum refleksi
digital, polling daring “Apakah aku toleran?”

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Menggembirakan & Bermakna)

 Ice breaking: “Tebak siapa aku?” (Setiap siswa menuliskan


satu fakta unik tentang dirinya tanpa nama, lalu ditebak oleh
teman-teman)
 Apersepsi: Tayangan video singkat “Teman Kita Berbeda,
Tapi Setara”

Inti : Kegiatan Inti

Memahami

 Diskusi: Mengapa kita sering merasa ‘aneh’ dengan orang


yang tidak seperti kita?
 Brainstorming kata: “Perbedaan yang sering jadi masalah di
sekolah”

Mengaplikasi

 Siswa dalam kelompok membahas kasus: "Gilang diejek


karena logat daerah dan cara berpakaian yang dianggap
‘nggak gaul’.”
 Siswa membuat poster digital bertema “Beda Gaya, Bukan
Masalah” berisi pesan toleransi

Merefleksi

 Refleksi tertulis: “Hal yang dulu aku anggap aneh, sekarang


aku lihat sebagai...”
 Sharing beberapa siswa secara sukarela

Penutup : Penutup (Bermakna)

 Guru merangkum: “Kalau semua sama, dunia jadi


membosankan. Justru perbedaan bikin kita kaya.”

ASESMEN :

Asesmen awal Polling digital: “Pernahkah kamu merasa tidak nyaman karena
perbedaan gaya atau latar belakang teman?”

Asesmen proses Observasi diskusi kelompok, partisipasi dalam poster digital, dan
keterlibatan dalam refleksi

Asesmen akhir Poster kelompok dan refleksi tertulis sebagai bukti pemahaman dan
sikap toleransi

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Kegiatan proyek kelas: “Hari Berbagi Budaya”, siswa diminta
menampilkan budaya/gaya khas masing-masing tanpa diskriminasi.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

LAMPIRAN MATERI : Beda Gaya, Bukan Masalah

1. Dunia yang Beragam: Kenyataan yang Indah


Bayangkan dunia di mana semua orang berpikir sama, berpakaian sama, berbicara dengan cara yang
sama, menyukai hal yang sama.
📌 Akan membosankan, bukan?
Kita hidup dalam masyarakat yang penuh warna — perbedaan suku, agama, ras, kebiasaan, gaya
komunikasi, selera musik, bahkan cara belajar. Semua itu membuat dunia lebih kaya dan manusiawi.
Namun, dalam keberagaman itu, terkadang muncul konflik. Ada yang merasa dirinya lebih baik dari
yang lain. Ada yang menilai orang hanya dari gaya bicara, cara berpakaian, atau latar belakang
keluarganya. Di sinilah literasi multikultural penting: agar kita tidak hanya hidup bersama, tapi juga
saling menghargai dan merayakan perbedaan.

2. Apa Itu Literasi Multikultural?


Literasi multikultural adalah kemampuan untuk:
 Mengenali bahwa setiap individu punya latar belakang unik
 Menghargai perbedaan sebagai kekayaan, bukan penghalang
 Membangun sikap toleran, inklusif, dan tidak diskriminatif
 Berinteraksi dengan empati dan saling memahami
Literasi multikultural bukan sekadar pengetahuan, tapi cara pandang dan cara bersikap.

3. Mengapa Remaja Perlu Literasi Multikultural?


Karena kalian sedang berada di masa membentuk identitas dan mencari lingkungan yang menerima diri
apa adanya. Di sinilah tantangan muncul:
"Aku nggak cocok main sama mereka, gayanya beda."
"Dia aneh, ngomongnya logat banget."
"Ngapain dia suka musik tradisional? Nggak gaul!"
Kalimat seperti itu sering terdengar, dan kadang bahkan tanpa sadar diucapkan. Padahal, dari sinilah
diskriminasi dan eksklusi sosial bisa berawal.
❗ Maka, semakin awal kita belajar toleransi, semakin sehat hubungan sosial yang kita bangun.

4. Studi Kasus: Yuk Renungkan


KASUS 1:
Rania selalu memakai jilbab besar dan pakaian longgar. Teman-temannya sering membuat candaan,
menyebutnya “ibu guru” atau “santri banget”. Suatu hari, Rania menangis dan menghindari kelas.
📌 Pertanyaan refleksi:
 Apakah candaan seperti itu salah?
 Apakah kebiasaan berpakaian mencerminkan kualitas seseorang?
 Bagaimana perasaanmu jika kamu yang berada di posisi Rania?
KASUS 2:
Tian berasal dari luar Jawa dan punya logat khas. Saat membaca teks di depan kelas, banyak siswa
menahan tawa. Sejak itu Tian enggan berbicara di forum umum.
📌 Pertanyaan refleksi:
 Mengapa logat seseorang sering dijadikan bahan ejekan?
 Apakah kita perlu berbicara ‘standar’ agar dihargai?
 Bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan logat?
5. Tantangan di Lingkungan Kita
Perbedaan bukan hanya tentang budaya besar seperti suku atau agama. Dalam lingkungan sekolah,
perbedaan itu bisa terlihat dari:
 Gaya berpakaian
 Makanan yang dibawa
 Logat atau bahasa daerah
 Cara menyapa
 Kebiasaan saat istirahat atau pulang sekolah
 Cara belajar atau minat terhadap pelajaran
Sering kali, siswa yang berbeda dianggap ‘nggak keren’, ‘aneh’, atau ‘menyimpang dari arus utama’.
Inilah yang perlu diubah. Perbedaan tidak harus diseragamkan, tapi dimengerti dan dihargai.

6. Langkah Nyata: Toleransi dalam Aksi


✅ Dengarkan tanpa menghakimi
✅ Gunakan bahasa yang inklusif, hindari label negatif
✅ Bersikap terbuka pada hal baru
✅ Jangan ikut menertawakan orang yang berbeda
✅ Bantu teman merasa diterima tanpa harus berubah jadi “seperti kita”

7. Perbedaan ≠ Masalah

Mitos yang Perlu Dihapus Fakta Sehat yang Perlu Ditanamkan

Semua orang harus menyesuaikan diri Setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri

Kalau berbeda itu pasti salah Beda itu biasa, yang penting tidak merugikan

Kalau nggak sama, nggak bisa Teman baik bisa saling melengkapi meski beda
berteman

Minoritas harus diam Semua berhak didengar, dihargai, dan dihormati

8. Quote Inspiratif untuk Diperkuat


"Kita boleh berbeda bahasa, tapi bisa saling memahami dengan empati."
— Anies Baswedan
“Berbeda bukan alasan untuk menjauh. Justru karena kita berbeda, kita bisa belajar lebih banyak.”
— Najwa Shihab
“Toleransi adalah penghormatan terhadap kenyataan bahwa manusia memang tidak sama.”
— Mahatma Gandhi

9. Aksi Refleksi: Aku dan Toleransi


Silakan isi:
1. Perbedaan apa yang sering aku nilai secara negatif selama ini?
2. Mengapa aku merasa tidak nyaman terhadap perbedaan itu?
3. Apa yang bisa aku lakukan untuk lebih menerima perbedaan tersebut?
4. Siapa satu orang di kelasku yang ingin aku kenal lebih baik karena dia ‘berbeda’?
5. Apa pesan toleransi yang ingin aku sebarkan minggu ini?

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik berada dalam lingkungan sosial yang majemuk, namun
masih sering terjadi stereotip, pengelompokan sosial, dan sikap
diskriminatif terhadap teman yang berbeda gaya, suku, agama, bahasa,
atau latar belakang keluarga.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini mengangkat realitas keberagaman di sekolah dan mengajak
peserta didik untuk berpikir kritis, membangun empati, serta
membentuk sikap inklusif terhadap perbedaan.

Dimensi profil lulusan  Kemandirian: Mendorong peserta didik bertanggung jawab atas
proses dan hasil belajarnya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
 Penalaran Kritis: Membantu peserta didik mengevaluasi kebiasaan
belajarnya dan menentukan langkah perbaikan yang logis.
 Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa:
Mengingatkan bahwa belajar adalah bentuk rasa syukur dan amanah
yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian pembelajaran Peserta didik mampu merefleksikan proses belajar yang telah dijalani
dan memahami bahwa keberhasilan belajar adalah tanggung jawab
dirinya.

Lintas Disiplin Ilmu BK, PPKn (tanggung jawab), Pendidikan Agama (syukur atas ilmu),
Bahasa Indonesia (refleksi tulisan).

Tujuan pelayanan BK Menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa belajar adalah tanggung
jawab pribadi, bukan hanya kewajiban dari guru atau orang tua.

Topik Pembelajaran Refleksi Belajar: Belajarku, Tanggung Jawabku

Praktik Pedagogik Problem-Based Learning: siswa diajak mengevaluasi masalah dalam


kebiasaan belajar mereka sendiri.

Kemitraan pembelajaran Wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Lingkungan kelas kondusif, reflektif, dan suportif.

Pemanfaatan digital Penggunaan Google Forms untuk refleksi belajar pribadi, aplikasi kuis
(Kahoot/Quizizz) untuk ice breaking evaluasi kebiasaan belajar.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:


 Ice Breaking: “Kuis Cepat - Siapa Aku Saat Belajar?” (melalui
aplikasi kuis interaktif)
 Apersepsi: Tayangan video pendek "Belajar: Hak atau Beban?"

Inti : Kegiatan Inti:


Memahami:
 Diskusi kelas: Mengapa hasil belajar sering mengecewakan?
Apakah belajar adalah tanggung jawab guru, orang tua, atau diri
sendiri?
Mengaplikasikan:
 Refleksi individu (Google Form atau kertas): "5 Kebiasaan
Belajarku yang Perlu Aku Perbaiki."
 Diskusi kelompok kecil: “Apa dampak ketika aku menunda
belajar?”
 Sharing pengalaman belajar yang gagal/sukses.
Merefleksi:
 Tuliskan satu tindakan konkret yang akan dilakukan minggu ini
untuk memperbaiki cara belajar.
 Sharing 3-5 siswa yang bersedia.

Penutup : Penutup:
 Kesimpulan: “Belajar adalah investasi untuk diriku sendiri,
bukan untuk menyenangkan guru atau orang tua.”

ASESMEN :

Asesmen awal Kuis digital tentang kebiasaan belajar (mengukur persepsi diri siswa).

Asesmen proses Observasi diskusi, partisipasi dalam refleksi individu dan kelompok.

Asesmen akhir Refleksi tertulis tentang kebiasaan belajar dan rencana perbaikan
sebagai bukti kesadaran tanggung jawab belajar diri.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Sesi BK berikutnya fokus pada perencanaan belajar dan teknik
mengatasi distraksi dalam belajar (follow-up).

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

LAMPIRAN : BELAJARKU, TANGGUNG JAWABKU


1. Mengapa Kita Harus Belajar?
Bayangkan jika kamu tidak pernah belajar berjalan. Kamu tetap akan merangkak. Sama seperti itu,
belajar bukan hanya soal buku atau sekolah. Belajar adalah:
 Cara kita memahami dunia.
 Cara kita memperbaiki diri.
 Cara kita mempersiapkan masa depan.
Namun, banyak di antara kita belajar hanya karena disuruh guru atau orang tua. Akibatnya, kita:
 Tidak serius dalam belajar.
 Mudah menyerah saat gagal.
 Tidak memahami tujuan belajar itu sendiri.
Ingat:
📌 Belajar adalah investasi. Keberhasilannya adalah untuk dirimu, bukan untuk orang lain.

2. Siapa yang Bertanggung Jawab atas Hasil Belajarku?


 📚 Guru: Hanya membimbing.
 🏠 Orang Tua: Memberi dukungan.
 💡 Diri Sendiri: Penentu utama.
Kutipan:
“Pendidikan bukanlah proses mengisi bejana kosong, tetapi menyalakan api.” — William Butler Yeats
Fakta:
Yang paling bertanggung jawab atas sukses atau gagal dalam belajar adalah diri kita sendiri.

3. Cermin Diri: Apakah Aku Belajar dengan Benar?


Kebiasaan Buruk Belajar yang Sering Dilakukan:

No Kebiasaan Buruk Dampaknya

1 Belajar kalau ada PR Hanya memahami permukaan.

2 Belajar di malam hari saat lelah Tidak fokus, mudah lupa.

3 Tidak mereview materi Mudah lupa setelah ujian.

4 Meniru teman tanpa memahami Tidak mandiri dalam berpikir.

5 Fokus pada pelajaran favorit saja Ilmu tidak berkembang optimal.

Ayo jujur! Berapa poin yang pernah kamu lakukan?

4. Refleksi: Belajar Itu Untuk Diriku Sendiri


 Mulailah bertanya:
“Apa yang aku dapat dari pelajaran hari ini?”
 Catat keberhasilan kecilmu.
 Jangan hanya fokus pada nilai, tetapi pada proses belajar.
Kutipan:
“Orang bijak belajar dari kesalahan sendiri. Orang lebih bijak belajar dari kesalahan orang lain.”

5. Cara Mengubah Mindset: Dari ‘Aku Disuruh’ Menjadi ‘Aku Bertanggung Jawab’

Pola Lama Pola Baru

Belajar karena takut guru/orang tua Belajar karena aku butuh ilmu untuk masa depanku.

Menunda belajar Menyediakan waktu rutin setiap hari.


Fokus hanya pada nilai Fokus pada pemahaman dan perbaikan diri.

TIPS:
 Buat jadwal belajar sederhana.
 Gunakan metode belajar yang menyenangkan (mind map, flashcard).
 Review setiap selesai belajar.

6. Aksi Nyata: Rencana Perubahan Diri


Tuliskan komitmenmu minggu ini:
 ✅ Aku akan belajar mandiri selama minimal … menit setiap hari.
 ✅ Aku akan meninjau kembali materi pelajaran … yang belum aku pahami.
 ✅ Aku akan mencatat kemajuanku di jurnal belajar.

7. Quote Motivasi:
“Kesuksesan bukan milik orang yang pintar, tapi milik orang yang terus belajar.” — Anies Baswedan
“Orang hebat bukanlah yang tahu segalanya, tetapi yang tak pernah berhenti belajar.” — Najwa Shihab

📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR REFLEKSI INDIVIDU SISWA
Nama:
Kelas:
Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini secara jujur.
1. Sebutkan tiga kebiasaan belajar yang menurutmu perlu diperbaiki!
o

1. …………………
o

2. …………………
o

3. …………………
2. Pernahkah kamu merasa hasil belajarmu kurang memuaskan? Mengapa?
Jawaban: …………………………………………………………
3. Siapa yang biasanya paling sering kamu salahkan ketika hasil belajar kurang baik?
o a) Guru
o b) Orang Tua
o c) Diri Sendiri
o Jelaskan alasannya! …………………………………………
4. Apa satu langkah konkret yang ingin kamu lakukan mulai minggu ini untuk memperbaiki
caramu belajar?
Jawaban: …………………………………………………………

B. CONTOH KUIS KEBIASAAN BELAJAR (ASESMEN AWAL)


Jawablah dengan jujur (Ya/Tidak):

No Pernyataan

1 Saya sering belajar hanya saat ada ulangan atau PR.

2 Saya lebih suka disuruh belajar daripada belajar sendiri.

3 Saya sering menunda belajar hingga larut malam.

4 Saya merasa bertanggung jawab penuh atas hasil belajar saya.

5 Saya pernah merasa hasil belajar buruk adalah karena guru/orang tua.

6 Saya pernah menyesal tidak belajar lebih awal sebelum ujian.

7 Saya membuat jadwal belajar secara rutin setiap minggu.

Skoring:
 Jawaban "Ya" pada nomor 1, 2, 3, 5 → kebiasaan belajar yang perlu diperbaiki.
 Jawaban "Ya" pada nomor 4, 6, 7 → indikator kesadaran belajar mandiri.

C. FORMAT OBSERVASI PARTISIPASI SISWA (UNTUK GURU BK)

No Nama Aktif Diskusi Mengisi Sharing Sukarela Catatan Guru BK


Siswa Refleksi

1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak

2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke

Kelas/Fase : VIII / D

Tahun Ajaran : 2025/2026

Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian besar siswa belajar dengan cara konvensional seperti
menghafal, belajar berjam-jam tanpa metode, atau tidak
memahami strategi belajar yang sesuai gaya mereka.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini memperkenalkan pentingnya literasi belajar yaitu
pemahaman tentang cara belajar yang efektif, efisien, dan
sesuai dengan karakter diri.

Dimensi profil lulusan  Kemandirian: Mendorong peserta didik bertanggung jawab


atas proses dan hasil belajarnya sendiri tanpa bergantung pada
orang lain.

 Penalaran Kritis: Membantu peserta didik mengevaluasi


kebiasaan belajarnya dan menentukan langkah perbaikan yang
logis.

 Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha


Esa: Mengingatkan bahwa belajar adalah bentuk rasa syukur
dan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Pembelajaran Peserta didik memahami prinsip belajar efektif (belajar cerdas) dan
mampu merancang strategi belajar pribadi yang efisien.

Lintas Disiplin Ilmu BK, Bahasa Indonesia (menyusun ringkasan belajar), IPA/IPS
(pemecahan masalah), TIK (literasi digital belajar).

Tujuan Layanan BK Meningkatkan literasi belajar siswa agar mampu belajar secara lebih
efektif dan strategis, bukan hanya keras.

Topik Pembelajaran Literasi Belajar: Belajar Cerdas, Bukan Keras

Praktik Pedagogik Inquiry Learning: siswa mengeksplorasi gaya dan strategi belajar
efektif yang sesuai diri mereka.

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru mapel, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Diskusi interaktif, observasi gaya belajar, penggunaan media digital
interaktif.

Pemanfaatan Digital Tes gaya belajar online (VAK), video tips belajar efektif, papan ide di
Padlet untuk berbagi strategi belajar.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:

 Ice Breaking: Tebak-tebakan “Siapa Aku?” (alat bantu visual -


gambar orang belajar).

 Apersepsi: Video singkat “Belajar Cerdas vs Belajar Keras”.

Inti : Kegiatan Inti:

Memahami:

 Diskusi: Apa bedanya belajar cerdas dan belajar keras?

 Tes sederhana mengenali gaya belajar (Visual, Auditori,


Kinestetik).

Mengaplikasikan:

 Siswa membuat daftar 3 metode belajar yang sesuai gaya


mereka.

 Diskusi kelompok: Apa metode belajar favorit kalian?


Mengapa?

 Simulasi teknik belajar cerdas (misalnya: membuat mind map,


menggunakan audio untuk menghafal).

Merefleksi:

 Setiap siswa menuliskan satu strategi belajar cerdas yang akan


dicoba minggu ini.

 Sharing beberapa siswa.

Penutup : Penutup:

 Kesimpulan oleh guru: “Belajar cerdas bukan berarti malas,


tapi belajar dengan strategi yang membuat kita semakin paham
dalam waktu yang lebih efektif.”

ASESMEN :

Asesmen awal Tes online gaya belajar dan polling "Bagaimana caraku belajar selama
ini?"

Asesmen proses Observasi partisipasi siswa dalam diskusi, hasil simulasi metode
belajar, keterlibatan dalam refleksi strategi belajar.

Asesmen akhir Daftar strategi belajar cerdas pribadi sebagai rencana aksi, hasil
refleksi sebagai indikator pemahaman konsep literasi belajar.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Sesi BK lanjutan: Penerapan dan evaluasi strategi belajar cerdas di
minggu berikutnya (konseling individu).

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

LAMPIRAN MATERI LENGKAP


BELAJAR CERDAS, BUKAN KERAS
1. Apa Itu Literasi Belajar?
Literasi belajar adalah kemampuan memahami bagaimana cara belajar yang efektif. Ini bukan
sekadar menghafal atau belajar berlama-lama, melainkan:
 Mengetahui strategi belajar yang tepat.
 Menggunakan metode yang sesuai gaya belajar.
 Mengelola waktu dan energi dengan baik.
📌 Belajar cerdas = belajar dengan strategi yang tepat + hasil maksimal + waktu efisien.

2. Belajar Cerdas VS Belajar Keras

Belajar Keras Belajar Cerdas

Belajar lama, tanpa metode Belajar sesuai gaya dan kebutuhan diri

Menghafal tanpa pemahaman Memahami inti materi, menggunakan mind map atau ringkasan

Fokus hanya pada kuantitas (jam) Fokus pada kualitas pemahaman

Mudah lelah, bosan, menyerah Lebih termotivasi karena hasil terasa lebih cepat

3. Kenali Gaya Belajarmu

Gaya Ciri-ciri Strategi Belajar Cerdas


Belajar

Visual Suka gambar, warna, diagram Gunakan mind map, video pembelajaran, catatan
warna-warni

Auditori Suka mendengar penjelasan, Belajar dengan audio, rekam suara sendiri saat
musik menghafal

Kinestetik Suka gerakan, praktik Belajar sambil menulis, simulasi, belajar sambil
langsung bergerak

4. Tips Strategi Belajar Cerdas


 ✅ Buat Jadwal Realistis (30-60 menit per sesi).
 ✅ Review materi setelah belajar.
 ✅ Gunakan metode sesuai gaya belajar.
 ✅ Istirahat teratur (teknik Pomodoro).
 ✅ Ubah materi jadi gambar, rekaman suara, atau simulasi.
 ✅ Fokus pada pemahaman, bukan hafalan semata.

5. Mindset: Belajar Itu Tentang Strategi, Bukan Lamanya Waktu


Ingatlah:
 Orang yang belajar 2 jam bisa kalah paham dibanding orang yang belajar 30 menit dengan
teknik yang tepat.
 Jangan habiskan tenaga untuk belajar tanpa arah.
 Kenali caramu belajar, lalu pilih strateginya.
Kutipan:
“Belajar keras akan membuatmu cepat lelah. Belajar cerdas akan membuatmu cepat paham.”

6. Aksi Nyata: Yuk Rencanakan Strategi Belajar Cerdas Versi Dirimu


 Apa gaya belajarmu? …………………
 Apa metode belajar favoritmu? …………………
 Strategi baru apa yang ingin kamu coba? …………………
 Catat rencana ini dan mulai coba minggu ini!

📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR STRATEGI BELAJAR PRIBADI
Nama:
Kelas:

Komponen Jawaban Siswa

Gaya belajar dominan (Visual/Auditori/Kinestetik)

Strategi belajar yang biasa digunakan …………………………

Strategi belajar cerdas yang akan …………………………


dicoba

Jadwal belajar yang direncanakan …………………………

B. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Partisipasi Mengisi Strategi Sharing di Catatan Guru


Siswa Aktif Belajar Kelas BK

1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak

2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak

C. Papan Ide (Opsional, Digital):


Buka Padlet / Mural / Jamboard dan beri judul:
Strategi Belajarku yang Paling Cerdas!
Siswa diminta menuliskan metode belajar favorit mereka di papan tersebut agar bisa saling belajar satu
sama lain.

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke

Kelas/Fase : VIII / D

Tahun Ajaran : 2025/2026

Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian besar peserta didik belum memahami bahwa minat pribadi
dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif atau pilihan karier di
masa depan. Minat masih dianggap sekadar hobi.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini mengajak peserta didik mengeksplorasi minat pribadi dan
merancang langkah konkret untuk mengembangkan minat menjadi
aktivitas produktif, serta mengenal relasi minat dengan pilihan karier.

Dimensi profil lulusan  Kreativitas – Karena siswa didorong untuk mengembangkan minat
menjadi aktivitas atau profesi melalui ide-ide baru dan inovasi.

 Kemandirian – Karena siswa belajar mengenali potensi dirinya


sendiri dan mengambil inisiatif dalam mengembangkan minatnya.

 Penalaran Kritis – Karena siswa dilatih menganalisis minat pribadi


dan merancang langkah konkret agar minatnya menjadi sesuatu yang
produktif.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu mengenali minat pribadinya dan membuat rencana
pengembangan minat menjadi aktivitas produktif atau opsi karier.

Lintas Disiplin Ilmu BK, IPS (profesi), Bahasa Indonesia (presentasi rencana aksi),
Kewirausahaan (minat sebagai peluang usaha).

Tujuan Layanan BK Membantu peserta didik memahami pentingnya minat sebagai dasar
pengembangan aktivitas, keterampilan, atau karier masa depan.

Topik Pembelajaran Eksplorasi Minat: Aku, Minatku, Aksiku

Praktik Pedagogik Project-Based Learning: peserta didik membuat rencana aksi nyata dari
minat pribadinya.

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru prakarya/kewirausahaan, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Forum reflektif, kelompok diskusi, presentasi sederhana.

Pemanfaatan Digital Mind map digital (Mindmeister, Canva), video inspirasi karier dari
hobi/minat, pembuatan poster digital "Dari Minat Menuju Karier".
PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:

 Ice Breaking: “Tebak Minatku!” (Siswa menceritakan hobinya


tanpa menyebut nama, teman menebak).
 Apersepsi: Tayangan video "Hobi yang Jadi Profesi" (kisah
nyata YouTuber, atlet, chef, desainer, dll.).

Inti : Kegiatan Inti:

Memahami:

 Diskusi: Apa yang disebut minat? Apakah minat sama dengan


bakat? Apakah minat hanya sekadar hobi?

Mengaplikasikan:

 Refleksi pribadi: "3 Minat Terbesarku Saat Ini".

 Diskusi kelompok kecil: Bagaimana minatku bisa menjadi


aktivitas yang produktif?

 Tugas individu: Membuat "Peta Minat dan Aksi", menjawab


pertanyaan:

o Apa minatku?

o Mengapa aku menyukai hal itu?

o Aktivitas atau keterampilan apa yang bisa kulakukan dari


minat ini?

o Profesi apa yang berkaitan dengan minat ini?

Merefleksi:

 Sharing beberapa siswa tentang peta minat mereka.

 Diskusi: Apa langkah kecil yang bisa kulakukan minggu ini agar
minatku lebih berkembang?

Penutup : Penutup:

 Guru menyimpulkan: "Minat bukan sekadar kesukaan. Jika


dikembangkan, minat bisa jadi kekuatan utama hidup kita."

ASESMEN :

Asesmen awal Pertanyaan terbuka: "Apa hobimu? Apakah hobimu bisa menjadi
profesi di masa depan?"

Asesmen proses Observasi keterlibatan diskusi dan isi peta minat siswa.
Asesmen akhir Peta Minat dan Aksi yang disusun siswa sebagai gambaran pemahaman
pengembangan minat menjadi aktivitas atau karier.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Bimbingan lanjutan: sesi pemetaan bakat (untuk mengetahui apakah
minat selaras dengan bakat/keterampilan).

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

LAMPIRAN MATERI : AKU, MINATKU, AKSIKU


1. Apa Itu Minat?
Minat adalah rasa suka, perhatian khusus, atau ketertarikan terhadap suatu bidang, aktivitas, atau hal
tertentu.
Contoh:
 Suka memasak.
 Suka menggambar/mendesain.
 Suka olahraga futsal.
 Suka bermain game.
 Suka memelihara hewan.
📌 Minat tidak harus selalu tentang bakat. Minat adalah dasar untuk mengembangkan diri.

2. Mengapa Penting Mengenal Minat Diri Sendiri?


 Minat memberi motivasi internal saat belajar atau berlatih.
 Minat bisa menjadi aktivitas produktif (misalnya: membuat konten YouTube tentang
memasak).
 Minat dapat diarahkan menjadi keterampilan khusus atau bahkan profesi di masa depan.
Kutipan:
“Minat adalah pintu pertama menuju masa depan yang kita pilih sendiri.”

3. Minatku Hari Ini, Karierku di Masa Depan

Minat Aktivitas atau Kegiatan Produktif Contoh Karier Masa Depan

Suka menggambar Membuat komik, desain digital Desainer grafis, ilustrator

Suka memasak Membuka pesanan makanan, konten Chef, food blogger


memasak

Suka merawat Merawat hewan tetangga Dokter hewan, petshop owner


hewan

Suka bermain game Review game di media sosial Game developer, e-sports
player

Suka bercerita Membuat podcast, video edukasi Public speaker, content creator

4. Peta Minat dan Aksi


Silakan isi tabel ini sebagai peta minat dan aksi pribadimu:

Aspek Jawaban Siswa

Minat terbesarku ………………………………………………

Mengapa aku suka hal itu? ………………………………………………

Aktivitas yang bisa aku lakukan dari minat ini ………………………………………………

Profesi yang berkaitan ………………………………………………

Aksi kecil minggu ini ………………………………………………

5. Tips: Ubah Minat Jadi Aksi!


 ✅ Jangan hanya suka, tapi lakukan!
 ✅ Ikuti kelas/kursus sesuai minat.
 ✅ Ceritakan minatmu kepada orang tua dan guru.
 ✅ Belajar dari video atau buku sesuai minat.
 ✅ Bergabung komunitas atau kelompok minat.
Ingat:
Minat = Langkah awal.
Aksi = Jalan untuk mengubahnya jadi kekuatan.

6. Quote Inspiratif
“Jangan sepelekan apa yang kamu sukai. Di situlah potensimu tersembunyi.”
“Hobi yang kamu lakukan setiap hari bisa jadi profesimu suatu hari.”

📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR PETA MINAT DAN AKSI SISWA
Nama:
Kelas:
Isilah tabel berikut dengan jujur dan lengkap.

Aspek Jawaban Siswa

Minat terbesarku ………………………………………

Alasan suka ………………………………………

Aktivitas dari minat ………………………………………

Profesi yang ………………………………………


berkaitan

Aksi kecil minggu ini ………………………………………

B. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Siswa Mengisi Peta Sharing Aktif Catatan Guru BK


Minat

1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak

2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian besar siswa memiliki impian atau cita-cita, namun belum
memahami pentingnya visi diri serta langkah-langkah strategis untuk
mewujudkan impian tersebut. Impian masih dianggap sebagai angan
tanpa perencanaan.

Karakteristik Materi pelajaran Materi membangun kesadaran bahwa setiap impian perlu diwujudkan
melalui visi diri yang jelas, target konkret, dan aksi nyata.

Dimensi profil lulusan  Kreativitas – Karena siswa membayangkan masa depannya lalu
menciptakan rencana pencapaian impian.
 Kemandirian – Karena siswa belajar bertanggung jawab atas arah
hidup dan impian pribadinya.
 Penalaran Kritis – Karena siswa mengevaluasi langkah-langkah
strategis untuk mewujudkan impian.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu menyusun visi diri dan langkah strategis


Capaian Pembelajaran
sederhana untuk mewujudkan impian pribadinya.

BK, PPKn (tanggung jawab pribadi), Bahasa Indonesia (penyusunan


Lintas Disiplin Ilmu
teks visi), IPS (karier dan masa depan).

Membantu peserta didik memahami perbedaan impian dan angan-


Tujuan Layanan BK
angan, serta menyusun visi diri dan langkah konkret untuk masa depan.

Topik Pembelajaran Visi Diri: Impian Bukan Sekadar Angan

Inquiry Learning & Project-Based Learning (pembuatan "Peta


Praktik Pedagogik
Impianku").

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru mapel, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Diskusi reflektif, penyusunan peta visi pribadi, presentasi mini.

Penggunaan video motivasi, peta visi digital (Canva, Mindmeister),


Pemanfaatan Digital
video sharing inspirasi karier.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:


 Ice Breaking: “Bermimpi atau Berkhayal?” (Guru menyebut
impian ekstrem, siswa menjawab apakah itu impian realistis atau
hanya khayalan).
 Apersepsi: Tayangan video pendek “Perbedaan Impian dan
Angan-Angan”.

Inti : Kegiatan Inti:


Memahami:
 Diskusi kelas: Apa beda impian dan angan-angan? Mengapa
banyak impian hanya berhenti di angan?
 Contoh kisah nyata orang yang sukses mewujudkan impian sejak
remaja (atlet, pebisnis, dll).
Mengaplikasikan:
 Tugas refleksi pribadi:
o Apa impian terbesarku?
o Mengapa aku menginginkannya?
o Hambatan apa yang ada di depanku?
o Apa langkah pertamaku?
 Tugas: Menyusun Peta Impianku (Vision Board) sederhana
yang memuat:
o Impian → Target → Tindakan.
Merefleksi:
 Sharing 3-5 siswa tentang impian dan langkah konkrit yang
mereka susun.
 Diskusi: Siapakah yang bertanggung jawab mewujudkan
impianku?

Penutup : Penutup:
 Guru menyimpulkan: “Impian adalah janji kepada diri sendiri.
Kita harus berjalan untuk menepatinya.”

ASESMEN :

Asesmen awal Pertanyaan refleksi: “Apa impian terbesarmu? Apakah kamu tahu
langkah pertama untuk mewujudkannya?”

Asesmen proses Observasi keterlibatan siswa dalam diskusi dan penyusunan peta visi
diri.

Asesmen akhir Peta Impian (Vision Board) yang memuat impian, target, hambatan, dan
aksi sederhana sebagai bukti pemahaman visi diri.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Bimbingan lanjutan: sesi penyusunan tujuan hidup jangka pendek dan
evaluasi progres aksi.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK
Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].
NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

LAMPIRAN MATERI : IMPIAN BUKAN SEKADAR ANGAN


1. Apa Itu Impian? Apa Itu Angan?
 Impian: Harapan besar yang ingin diwujudkan dengan usaha nyata.
 Angan-angan: Lamunan tanpa rencana, sekadar membayangkan tanpa bertindak.
📌 Ingat: Impian = tujuan + rencana + aksi.

2. Mengapa Memiliki Impian Itu Penting?


 Memberi arah dalam hidup.
 Memotivasi untuk terus berjuang.
 Menjadi dasar membangun masa depan.
 Mendorong kita menjadi pribadi bertanggung jawab.
Kutipan:
“Impian yang tidak ditindaklanjuti hanya akan menjadi beban pikiran.” – Najwa Shihab

3. Perjalanan Impian: Dari Angan Jadi Kenyataan

Tahapan Penjelasan

1. Impian Tentukan apa yang kamu inginkan.

2. Alasan Mengapa kamu menginginkan hal itu?

3. Hambatan Apa saja yang menghalangi?

4. Target Apa tujuan nyatamu?

5. Langkah Aksi Mulailah dari langkah kecil.

4. Peta Impianku (Vision Board Sederhana)


Isilah peta di bawah ini sebagai gambaran visi dirimu:

Aspek Jawaban Siswa

Impian Terbesarku …………………………………………

Alasanku Memilihnya …………………………………………

Hambatan yang Kurasakan …………………………………………

Target Konkret 1 Tahun …………………………………………

Aksi Kecil Minggu Ini …………………………………………

5. Contoh Impian dan Aksi Kecil

Impian Target Tahun Ini Langkah Minggu Ini

Menjadi YouTuber edukasi Membuat 10 video sederhana Merancang 1 ide konten pertama

Jadi dokter Nilai IPA minimal 80 Review materi IPA 30 menit/hari

Membuka usaha kuliner Jualan 20 porsi setiap minggu Coba resep baru di rumah

Atlet futsal profesional Masuk klub futsal sekolah Latihan passing 3x/minggu

6. Tips: Ubah Impian Jadi Kenyataan


 ✅ Tulis impianmu secara jelas.
 ✅ Buat target kecil yang bisa diukur.
 ✅ Cari solusi atas hambatanmu.
 ✅ Bertanggung jawablah pada dirimu sendiri.
 ✅ Review dan evaluasi secara berkala.

7. Kutipan Motivasi
“Orang sukses bukan yang paling pintar, tapi yang paling gigih mewujudkan impiannya.”
— Anies Baswedan
“Bermimpilah setinggi langit, tapi pastikan kakimu tetap melangkah di bumi.”
— Bung Karno

📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR PETA IMPIANKU
Nama:
Kelas:
Isilah secara jujur dan lengkap.

Aspek Jawaban Siswa

Impian …………………………………………
Terbesarku

Alasanku …………………………………………

Hambatan Saat Ini …………………………………………

Target 1 Tahun Ini …………………………………………

Aksi Minggu Ini …………………………………………

B. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Siswa Mengisi Peta Impian Sharing Aktif Catatan Guru BK

1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak

2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Banyak peserta didik belum mampu mengelola emosi secara sehat saat
menghadapi tekanan (ujian, masalah dengan teman, tuntutan orang tua),
cenderung meluapkan kemarahan atau memendam hingga stres.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membekali peserta didik dengan keterampilan dasar
mengendalikan emosi secara sehat dan praktis, dengan fokus pada teknik
menenangkan diri saat menghadapi tekanan.

Dimensi profil lulusan  Kesehatan – Karena regulasi emosi merupakan bagian dari kesehatan
mental yang penting.
 Kemandirian – Karena siswa dilatih mengenali dan mengelola
emosi secara mandiri.
 Komunikasi – Karena siswa belajar mengekspresikan perasaan
secara sehat dan positif.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu mengenali emosi diri saat menghadapi tekanan


Capaian Pembelajaran
dan mempraktikkan teknik dasar menenangkan diri secara mandiri.

Lintas Disiplin Ilmu BK, PJOK (kesehatan mental), Pendidikan Agama (kontrol diri).

Membantu peserta didik memahami pentingnya pengendalian emosi dan


Tujuan Layanan BK
mampu menenangkan diri saat menghadapi tekanan atau stres.

Pengendalian Emosi: Tetap Kalem, Tetap Keren – Menenangkan


Topik Pembelajaran
Diri Saat Menghadapi Tekanan

Experiential Learning (latihan langsung teknik relaksasi dan manajemen


Praktik Pedagogik
stres sederhana).

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru PJOK, orang tua.

Lingkungan kelas kondusif, sesi praktik teknik relaksasi, suasana


Lingkungan Pembelajaran
reflektif dan suportif.

Video simulasi teknik pernapasan dan relaksasi, musik tenang (binaural


Pemanfaatan Digital
beats), aplikasi meditasi pemula (opsional).

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:


 Ice Breaking: “Tebak Emosi” (Guru menunjukkan emoji/mimik
wajah, siswa menebak jenis emosi).
 Apersepsi: Tayangan video pendek “Kenapa Kita Mudah Marah
atau Sedih Saat Stres?”

Inti : Kegiatan Inti:


Memahami:
 Diskusi: Kenapa kita marah/sedih/panik saat menghadapi
tekanan?
 Penjelasan sederhana tentang mekanisme stres
(fight/flight/freeze).
 Paparan: Apa bahaya jika emosi tidak dikendalikan?
Mengaplikasikan:
 Latihan bersama:
o Teknik pernapasan 4-4-4 (Tarik 4 detik – Tahan 4 detik –
Buang 4 detik).
o Latihan "Tangan Dingin": teknik relaksasi dengan fokus
pada tangan.
o Menyusun daftar "Zona Tenang Pribadiku" (hal-hal atau
tempat yang menenangkan diri siswa).
 Simulasi situasi tekanan (misal: ujian mendadak), siswa
mencoba teknik relaksasi.
Merefleksi:
 Refleksi pribadi: “Apa yang membuatku sering kehilangan
kendali?”
 Sharing beberapa siswa tentang cara yang biasa mereka lakukan
untuk menenangkan diri.

Penutup : Penutup:
 Guru menyimpulkan: “Mengendalikan emosi bukan berarti
memendam perasaan, tapi menenangkan diri agar tetap bisa
berpikir jernih.”

ASESMEN :

Asesmen awal Kuis ringan: “Bagaimana caramu menghadapi tekanan?” (polling online
atau angket).

Asesmen proses Observasi keterlibatan dalam latihan relaksasi dan refleksi.

Asesmen akhir Daftar "Zona Tenang Pribadiku" dan refleksi pribadi sebagai bukti
pemahaman cara mengendalikan emosi di situasi sulit.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Bimbingan lanjutan : Teknik lanjutan manajemen stres dan komunikasi
asertif saat marah/tertekan.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK
Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].
NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

LAMPIRAN MATERI : TETAP KALEM, TETAP KEREN – Menenangkan Diri Saat


Menghadapi Tekanan
1. Kenapa Kita Mudah Emosi Saat Tertekan?
Saat ada tekanan, otak kita otomatis aktif dalam mode “melawan atau lari” (fight or flight).
Akibatnya:
 Napas jadi cepat.
 Tubuh tegang.
 Pikiran kacau.
 Mudah marah, menangis, atau panik.
Fakta:
Emosi itu wajar, tapi cara kita mengelola emosi itu yang membedakan.

2. Bahaya Jika Emosi Tidak Dikendalikan


 Bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain.
 Menyesal setelah meluapkan emosi.
 Sulit fokus berpikir jernih.
 Hubungan dengan teman/orang tua rusak.
 Menimbulkan stres jangka panjang.

3. Tetap Kalem: Teknik Dasar Menenangkan Diri

Teknik Cara Melakukan

Pernapasan 4-4-4 Tarik napas 4 detik – Tahan 4 detik – Buang 4 detik, ulangi 5-10 kali.

Tangan Dingin Fokuskan pikiran pada kedua telapak tangan, bayangkan rasa sejuk dan tenang
di sana.

Zona Tenang Bayangkan tempat yang membuatmu merasa aman dan nyaman (contoh:
Pribadi kamar, pantai, pelukan ibu).

Self-Talk Positif Ulangi dalam hati: “Aku bisa tenang. Aku akan baik-baik saja.”

4. Zona Tenang Pribadiku


Tuliskan hal-hal, tempat, atau aktivitas yang membuatmu lebih tenang saat stres:

Zona Tenangku

…………………………………………

…………………………………………

…………………………………………

Contoh: mendengarkan musik, mandi air hangat, menggambar, berdoa, duduk di kamar sendiri.

5. Kapan Perlu Menenangkan Diri?


 Saat menghadapi ujian tiba-tiba.
 Saat bertengkar dengan teman.
 Saat dimarahi orang tua/guru.
 Saat merasa panik, takut, atau malu.
 Saat tubuh mulai gemetar, napas cepat, atau ingin menangis.

6. Kutipan Penyemangat
“Tenang itu bukan berarti lemah, tapi tanda kamu kuat mengendalikan dirimu.”
“Orang yang mampu mengendalikan dirinya adalah pemenang sejati.”
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR ZONA TENANG PRIBADI
Nama:
Kelas:
Tuliskan 3 hal/tempat/aktivitas yang bisa menenangkan dirimu saat tertekan.

Zona Tenangku

1. ……………………

2. ……………………

3. ……………………

B. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Siswa Mengikuti Latihan Relaksasi Mengisi Zona Tenang Catatan Guru BK

1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak

2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu atap Sluke

Kelas/Fase : VIII / D

Tahun Ajaran : 2025/2026

Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Sebagian peserta didik sering kesulitan membuat keputusan sendiri
dalam pergaulan, cenderung ikut-ikutan teman (peer pressure), atau
bergantung pada orang lain saat dihadapkan pilihan sederhana.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian sosial,
yaitu keberanian mengambil keputusan pribadi dalam situasi sosial
dengan pertimbangan yang rasional.

Dimensi profil lulusan  Kemandirian – Karena siswa didorong mengambil keputusan tanpa
selalu bergantung pada orang lain.

 Penalaran Kritis – Karena siswa dilatih mempertimbangkan pilihan


secara logis sebelum memutuskan.

 Komunikasi – Karena siswa belajar menyampaikan dan


mempertahankan keputusan secara sehat di lingkungan sosial.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu memahami pentingnya kemandirian sosial dan


Capaian Pembelajaran membuat keputusan pribadi dalam situasi sosial secara rasional dan
bertanggung jawab.

BK, PPKn (pengambilan keputusan, tanggung jawab), Bahasa


Lintas Disiplin Ilmu
Indonesia (menyampaikan pendapat).

Membantu peserta didik mengembangkan keberanian mengambil


Tujuan Layanan BK
keputusan pribadi dalam interaksi sosial sehari-hari.

Topik Pembelajaran Kemandirian Sosial: Aku Bisa Putuskan Sendiri

Problem-Based Learning: siswa dihadapkan situasi sosial dan diminta


Praktik Pedagogik
membuat keputusan.

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru mapel, orang tua.

Diskusi reflektif, simulasi pengambilan keputusan, latihan komunikasi


Lingkungan Pembelajaran
asertif.

Video tentang peer pressure, polling digital terkait pengalaman sulit


Pemanfaatan Digital
membuat keputusan.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:

 Ice Breaking: “Pilih A atau B?” (Guru memberikan dua pilihan


sederhana dan siswa memilih dengan cepat).
 Apersepsi: Video pendek “Kenapa Kita Sering Takut Ambil
Keputusan?”

Inti : Kegiatan Inti:

Memahami:

 Diskusi kelas: Apa yang dimaksud kemandirian sosial?


Mengapa kita sulit membuat keputusan sendiri?
 Brainstorming: Situasi apa saja di sekolah yang membuat kita
bingung mengambil keputusan?

Mengaplikasikan:

 Studi kasus: Siswa diberikan 2-3 contoh situasi sosial (ikut-


ikutan teman bolos, ditekan ikut geng tertentu, dll).
 Diskusi kelompok kecil: Bagaimana cara membuat keputusan
yang baik dalam kasus tersebut?
 Simulasi sederhana: Roleplay mengambil keputusan di depan
kelas.

Merefleksi:

 Tugas refleksi pribadi:


o Keputusan sulit apa yang pernah kuhadapi?
o Apakah aku memutuskan sendiri atau ikut orang lain?
o Apa keputusan bijak yang bisa aku buat minggu ini?

Penutup : Penutup:

 Guru merangkum: “Keputusan kita adalah tanggung jawab kita


sendiri. Berani memutuskan artinya berani bertanggung jawab.”

ASESMEN :

Polling digital: “Pernahkah kamu ikut keputusan teman meski kamu


Asesmen Awal
tidak setuju?”

Observasi keterlibatan diskusi, analisis keputusan siswa pada studi


Asesmen Proses
kasus.

Refleksi pribadi: pengalaman membuat keputusan sendiri dan


Asesmen Akhir
perencanaan keputusan bijak di minggu berikutnya.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket


Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Konseling kelompok untuk membangun komunikasi asertif dalam


mempertahankan keputusan di situasi sosial.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014

LAMPIRAN MATERI : AKU BISA PUTUSKAN SENDIRI

1. Apa Itu Kemandirian Sosial?


Kemandirian sosial adalah kemampuan untuk membuat keputusan sendiri secara sadar,
bertanggung jawab, dan tidak selalu bergantung pada teman atau orang lain dalam kehidupan
sosial sehari-hari.
Mengapa penting?
 Hidup penuh dengan pilihan.
 Pilihan adalah cermin dari siapa dirimu.
 Orang lain boleh memberi saran, tetapi keputusan tetap tanggung jawab kita sendiri.
2. Apa Bedanya dengan Egois?

Kemandirian Sosial Sikap Egois

Memutuskan sendiri, tapi mempertimbangkan akibatnya Hanya mementingkan diri sendiri tanpa
bagi diri sendiri dan orang lain peduli dampaknya

Berani bertanya dan berdiskusi sebelum mengambil Tidak mau mendengarkan saran siapa
keputusan pun

Berani menolak ajakan buruk dengan sopan Memaksakan kehendak pada orang lain

Kesimpulan: Kemandirian sosial = Berpikir mandiri + Bertanggung jawab + Peduli dampak.

3. Mengapa Banyak Remaja Sulit Memutuskan Sendiri?


 Takut dikucilkan.
 Tidak ingin dianggap aneh atau berbeda.
 Tidak percaya diri atas pilihannya.
 Malas berpikir dan lebih nyaman ikut-ikutan.
Akibatnya:
 Mudah dipengaruhi teman.
 Menyesal setelah mengikuti ajakan yang salah.
 Tidak mengenali diri sendiri.

4. Contoh Kasus Kehidupan Sosial di Sekolah

Situasi Pilihan Bijak

Teman-teman mengajak merokok di belakang Berani menolak meski diejek.


sekolah.

Disuruh ikut geng yang suka membully. Menolak dengan sopan, memilih lingkungan
positif.

Teman meminta contekan saat ujian. Menolak dan menjaga integritas diri.

Teman menawarkan bisnis online ilegal. Memilih berhenti dan melapor pada guru/orang
tua.

5. Langkah Mengambil Keputusan Sendiri Secara Bijak


1. STOP: Jangan langsung mengikuti ajakan orang lain.
2. TANYA DIRI SENDIRI:
o Apa manfaat dan risiko pilihanku?
o Apakah ini sesuai dengan nilai diriku?
3. PERTIMBANGKAN: Dengarkan saran yang positif, lalu pertimbangkan dampaknya.
4. PUTUSKAN: Ambil keputusan dengan penuh kesadaran dan kesiapan.
5. SIAP TANGGUNG JAWAB: Pilihan adalah milikmu, maka akibatnya juga tanggung
jawabmu.

📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR REFLEKSI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Nama:
Kelas:
1. Keputusan sulit apa yang pernah kamu buat di sekolah?
Jawaban: ………………………………………………
2. Apakah kamu mengambil keputusan sendiri atau mengikuti teman?
Jawaban: ………………………………………………
3. Apa keputusan penting yang ingin kamu buat minggu ini?
Jawaban: ………………………………………………

B. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Aktif Mengisi Simulasi Pengambilan Catatan Guru


Siswa Diskusi Refleksi Keputusan BK

1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak

2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian siswa belum memahami pentingnya lingkungan pertemanan
sehat dalam membentuk karakter dan masa depan. Seringkali mereka
berteman hanya demi kebersamaan, tanpa mempertimbangkan dampak
pertemanan tersebut bagi dirinya.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membekali siswa memahami ciri persahabatan sehat, dampak
lingkungan pertemanan yang buruk, serta membantu siswa membangun
kriteria memilih teman yang positif.

Dimensi profil lulusan  Kesehatan – Karena lingkungan sosial yang sehat akan mendukung
kesehatan mental dan emosional.
 Kemandirian – Karena siswa belajar berani memilih dan
mempertahankan pertemanan yang sehat.
 Komunikasi – Karena siswa belajar menjalin dan menjaga
hubungan sosial yang baik.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu mengenali ciri-ciri persahabatan sehat dan


Capaian Pembelajaran
menentukan sikap dalam memilih lingkungan pertemanan yang positif.

BK, PPKn (tanggung jawab sosial), Pendidikan Agama (akhlaq


Lintas Disiplin Ilmu
pertemanan).

Membantu peserta didik memahami pentingnya memilih teman yang


Tujuan Layanan BK
sehat dan positif untuk perkembangan diri mereka.

Topik Pembelajaran Persahabatan Sehat: Teman Hebat, Pilihan Tepat

Discussion-Based Learning: siswa mengidentifikasi pertemanan sehat


Praktik Pedagogik
di lingkungan mereka.

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru mapel, orang tua.

Forum reflektif, diskusi kelompok kecil, pengamatan lingkungan sosial


Lingkungan Pembelajaran
siswa.

Video edukasi pertemanan sehat, polling digital tentang pengalaman


Pemanfaatan Digital
pertemanan siswa.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:


 Ice Breaking: “Siapa Teman Hebat Versimu?” (Siswa
menyebutkan satu karakter teman hebat).
 Apersepsi: Video singkat “Teman Membentuk Masa
Depanmu”.

Inti : Kegiatan Inti:


Memahami:
 Diskusi kelas:
o Mengapa kita perlu teman?
o Apa bedanya teman baik dengan teman yang hanya
memanfaatkan?
Mengaplikasikan:
 Siswa membuat daftar “Ciri Teman Hebat Versiku”.
 Diskusi kelompok kecil:
o Pernahkah kalian berteman dengan orang yang
membawa dampak negatif?
o Bagaimana rasanya berada di lingkungan teman yang
positif?
 Studi kasus: “Rendi diajak temannya merokok agar dianggap
keren.”
o Apa sebaiknya yang dilakukan Rendi?
o Apakah teman yang memaksanya termasuk teman
hebat?
Merefleksi:
 Refleksi pribadi: “Siapa satu orang teman yang paling
membantuku menjadi lebih baik?”
 Sharing beberapa siswa.

Penutup : Penutup:
 Guru merangkum: “Teman itu pilihan. Pilih yang membuat
kamu berkembang, bukan yang menjerumuskan.”

ASESMEN :

Polling digital: “Pernahkah kamu berteman dengan seseorang yang


Asesmen Awal
membuatmu melakukan hal buruk?”

Asesmen Proses Observasi keterlibatan diskusi dan daftar ciri teman hebat siswa.

Daftar “Ciri Teman Hebat Versiku” dan refleksi pribadi sebagai


Asesmen Akhir
indikator pemahaman konsep persahabatan sehat.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Konseling kelompok : cara menjaga hubungan pertemanan yang sehat
dan menghindari toxic friendship.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014
LAMPIRAN MATERI LENGKAP
TEMAN HEBAT, PILIHAN TEPAT

1. Mengapa Kita Butuh Teman?


 Teman adalah orang yang hadir di saat suka maupun duka.
 Teman dapat menjadi tempat cerita, berbagi, dan belajar.
 Teman yang sehat akan membantu kita berkembang, sementara teman yang salah bisa membuat
kita tersesat.

2. Apa Itu Persahabatan Sehat?


Persahabatan sehat adalah hubungan pertemanan yang saling mendukung untuk berkembang menjadi
pribadi yang lebih baik, tanpa paksaan, tekanan, atau manipulasi.
Ciri-ciri Teman Hebat:
 Menerima dirimu apa adanya.
 Mengajakmu melakukan hal positif.
 Memberi nasihat saat kamu salah, bukan malah membenarkan kesalahanmu.
 Tidak memanfaatkan kamu demi kepentingannya.
 Menjadi pendengar saat kamu butuh cerita.
 Membuat kamu nyaman menjadi dirimu sendiri.

3. Tanda Bahaya Teman yang Harus Diwaspadai


 Memaksa kamu melakukan hal buruk agar diterima (merokok, membolos, dll).
 Suka menghina atau mempermalukan kamu di depan orang lain.
 Hanya mencari kamu saat butuh.
 Membuat kamu merasa tertekan atau tidak bebas menjadi diri sendiri.
 Membanding-bandingkan kamu dengan orang lain.
📌 Ingat:
“Teman yang membuatmu tidak nyaman bukan teman, tapi tekanan.”

4. Dampak Memilih Teman yang Salah


 Terbawa pada kebiasaan buruk.
 Citra diri dan kepercayaan diri menurun.
 Hubungan sosial lain jadi rusak.
 Sulit berkembang dan belajar hal baru.
 Jadi pribadi yang mudah menyerah atau negatif.

5. Cara Memilih Teman yang Sehat


 Bertemanlah dengan orang yang membuatmu merasa dihargai.
 Pilih teman yang mendorongmu jadi lebih baik.
 Jangan takut meninggalkan teman yang membawa dampak negatif.
 Ingat: Sedikit teman tapi berkualitas lebih baik daripada banyak teman tapi beracun.

6. Kegiatan Reflektif
Tanyakan pada diri sendiri:
 Siapa teman yang membuatku jadi pribadi lebih baik?
 Apa aku punya teman yang membuatku cenderung ke arah negatif?
 Apakah aku sendiri sudah menjadi teman yang baik bagi orang lain?

7. Quote Inspiratif
“Teman baik adalah yang menuntunmu menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.”
“Lingkunganmu menentukan masa depanmu.”
“Teman hebat adalah pilihan, bukan sekadar kebetulan.”
📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR DAFTAR “TEMAN HEBAT VERSIKU”
Nama:
Kelas:
Tuliskan 5 ciri teman hebat menurut versimu:
1. …………………………………
2. …………………………………
3. …………………………………
4. …………………………………
5. …………………………………

B. LEMBAR REFLEKSI PRIBADI


1. Siapa teman yang paling membantumu menjadi lebih baik?
Jawaban: …………………………………………………
2. Pernahkah kamu punya teman yang membawa pengaruh buruk?
Jawaban: …………………………………………………
3. Apa yang akan kamu lakukan jika berada di lingkungan teman yang buruk?
Jawaban: …………………………………………………

C. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Aktif Diskusi Menyusun Ciri Teman Mengisi Catatan Guru


Siswa Hebat Refleksi BK

1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak Tidak

2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐
Tidak Tidak


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Banyak siswa belum memahami pentingnya menghargai kebutuhan
orang lain yang berbeda dengan dirinya, seperti teman dengan
keterbatasan ekonomi, fisik, atau gaya belajar berbeda.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini membangun empati dan kepekaan sosial terhadap teman
yang berbeda kondisi, kebutuhan, atau latar belakangnya.

Dimensi profil lulusan  Kewargaan – Karena siswa belajar menghargai hak dan
keberagaman di komunitas sosialnya.
 Komunikasi – Karena siswa belajar menyampaikan dan menerima
pendapat tanpa diskriminasi.
 Kesehatan – Karena hubungan sosial yang sehat meningkatkan
kesejahteraan mental seluruh anggota kelas.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu memahami keberagaman kebutuhan teman di


Capaian Pembelajaran lingkungan sosial dan menunjukkan sikap saling menghargai tanpa
diskriminasi.

BK, PPKn (hak dan kewajiban warga sekolah), Pendidikan Agama


Lintas Disiplin Ilmu
(empati dan tolong-menolong).

Membantu peserta didik memahami pentingnya menghargai kebutuhan


Tujuan Layanan BK
dan perbedaan teman, membangun empati dalam interaksi sosial.

Topik Pembelajaran Kepekaan Sosial: Beda Kebutuhan, Sama Dihargai

Discussion-Based Learning, Reflektif Learning (siswa berbagi cerita


Praktik Pedagogik
dan pandangan).

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru mapel, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Forum inklusif, berbagi pengalaman, diskusi kelompok, refleksi kelas.

Video inspiratif, polling daring tentang pengalaman siswa, poster


Pemanfaatan Digital
digital tentang empati sosial.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal:


 Ice Breaking: “Kita Tidak Sama” (Guru meminta siswa mencari
pasangan yang berbeda darinya dalam satu hal: hobi, tempat
tinggal, atau lainnya).
 Apersepsi: Video pendek “Mengapa Kita Perlu Menghargai
Teman yang Berbeda?”

Inti : Kegiatan Inti:


Memahami:
 Diskusi kelas:
o Mengapa kebutuhan setiap orang berbeda?
o Apakah kita sudah menghormati kebutuhan teman kita?

Mengaplikasikan:
 Studi kasus:
o Teman tidak bisa ikut kegiatan sekolah karena
keterbatasan biaya.
o Teman membutuhkan waktu lebih lama dalam
memahami pelajaran.
o Teman dengan kondisi kesehatan tertentu tidak bisa ikut
olahraga.
 Diskusi kelompok kecil:
o Bagaimana sebaiknya kita bersikap dalam kasus
tersebut?
o Pernahkah kita tanpa sadar mengejek atau mengabaikan
perbedaan teman?
Merefleksi:
 Tugas refleksi pribadi:
o Siapa teman yang berbeda dariku tapi aku hargai?
o Apa sikapku kepada teman yang memiliki keterbatasan
tertentu?

Penutup : Penutup:
 Guru menyimpulkan: “Beda kebutuhan, bukan berarti lebih
rendah. Semua orang tetap pantas dihargai.”

ASESMEN :

Polling digital atau angket: “Pernahkah kamu merasa berbeda atau


Asesmen Awal
dibedakan oleh teman?”

Asesmen Proses Observasi keterlibatan siswa dalam diskusi dan studi kasus.

Refleksi pribadi siswa dan daftar sikap menghargai teman sebagai


Asesmen Akhir
indikator pemahaman kepekaan sosial.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut latihan komunikasi inklusif dan proyek kelas tentang toleransi dan
empati.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014
LAMPIRAN MATERI : BEDA KEBUTUHAN, SAMA DIHARGAI

1. Apa Itu Kepekaan Sosial?


Kepekaan sosial adalah kesadaran untuk memperhatikan, memahami, dan menghargai
kebutuhan orang lain yang mungkin berbeda dengan kebutuhan diri sendiri.
📌 Menghargai teman bukan berarti merasa kasihan, tapi menganggapnya setara sebagai manusia.

2. Mengapa Setiap Orang Punya Kebutuhan Berbeda?


 Karena setiap orang memiliki latar belakang keluarga, kondisi fisik, kemampuan, dan cara
belajar yang berbeda.
 Ada teman yang lebih cepat belajar, ada yang butuh bantuan ekstra.
 Ada teman yang punya keterbatasan ekonomi, kesehatan, atau kondisi lainnya.
Bukan berarti mereka lebih rendah. Yang berbeda tetap setara.

3. Contoh Perbedaan Kebutuhan di Sekolah

Situasi Sikap Peka Sosial

Teman tidak bawa bekal/makanan Tidak mengejek, ajak makan bersama jika bisa.

Teman memakai seragam yang lebih sederhana Tidak membandingkan atau mempermalukan.

Teman lambat memahami pelajaran Membantu tanpa meremehkan.

Teman tidak ikut kegiatan olahraga tertentu Tidak memaksakan, tawarkan peran lain.
4. Apa Bahaya Jika Tidak Peka Sosial?
 Teman merasa dijauhi atau direndahkan.
 Kelas jadi tidak nyaman dan tidak inklusif.
 Timbul bullying, gosip, atau ejekan.
 Perasaan minder atau kesepian pada teman yang berbeda.
Kita semua bisa jadi lebih baik dengan belajar menghargai orang lain.

5. Cara Menunjukkan Sikap Menghargai Perbedaan Teman


 Dengarkan cerita mereka tanpa menghakimi.
 Jangan bertanya soal hal yang membuat mereka malu.
 Tawarkan bantuan tanpa memaksa.
 Jangan bicarakan kekurangan orang di belakangnya.
 Bersikap ramah dan setara.

6. Aksi Kecil: Satu Hal yang Bisa Kulakukan Minggu Ini


 Mengajak makan bersama teman yang sering sendiri.
 Membantu teman memahami pelajaran dengan sabar.
 Tidak tertawa atau mengejek teman yang berbeda.
 Memulai obrolan dengan teman yang jarang bicara.

7. Kutipan Inspiratif
“Yang berbeda bukan berarti lebih rendah, hanya berarti cara mereka menghadapi hidup tidak sama
dengan kita.”
“Semua orang butuh dihargai, meski kebutuhannya berbeda.”
“Hidup lebih indah jika kita saling memahami, bukan saling membandingkan.”

📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR REFLEKSI PRIBADI
Nama:
Kelas:
1. Siapa satu teman di sekolah yang menurutmu memiliki kebutuhan berbeda?
Jawaban: ………………………………
2. Bagaimana sikapmu selama ini terhadap teman tersebut?
Jawaban: ………………………………
3. Apa satu hal yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan rasa menghargai
perbedaan?
Jawaban: ………………………………

B. LEMBAR SIKAP MENGHARGAI TEMAN


Beri tanda ✔️pada sikap yang sudah kamu lakukan.

No Sikap Menghargai Teman Sudah / Belum

1 Tidak pernah mengejek teman yang berbeda

2 Mengajak teman yang sering sendiri

3 Membantu teman tanpa meremehkan

4 Tidak bertanya tentang hal yang membuat teman malu

5 Mendengarkan teman saat bercerita

C. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Aktif Diskusi Mengisi Menyusun Sikap Catatan Guru


Siswa Refleksi Menghargai BK

1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak

2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Satu Atap Sluke
Kelas/Fase : VIII / D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian siswa mudah menyerah saat gagal belajar, belum memahami
bahwa proses belajar membutuhkan waktu dan usaha bertahap.

Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif dan motivasional, membantu siswa memahami
bahwa belajar adalah proses bertahap yang memerlukan ketahanan diri
saat menghadapi kegagalan.
Dimensi profil lulusan  Kemandirian: Karena siswa belajar bertanggung jawab dalam
mengelola proses belajar dan tidak mudah menyerah.
 Kesehatan: Karena siswa belajar menjaga kesehatan mental dengan
memahami belajar sebagai proses, bukan hasil instan.
 Penalaran Kritis: Karena siswa dilatih menganalisis kegagalan
sebagai bagian dari proses belajar.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu memahami bahwa belajar adalah proses bertahap,


Capaian Pembelajaran dan memiliki ketahanan sosial saat menghadapi kegagalan atau
tantangan dalam belajar.

BK, PPKn (hak dan kewajiban warga sekolah), Pendidikan Agama


Lintas Disiplin Ilmu
(empati dan tolong-menolong).
 Membantu siswa memahami bahwa belajar adalah perjalanan, bukan
tujuan instan.
 Membekali siswa dengan ketahanan mental dan sosial dalam
Tujuan Layanan BK
menghadapi kegagalan belajar.
 Mendorong siswa untuk tidak mudah menyerah saat mengalami
kesulitan.

Topik Pembelajaran Ketahanan Sosial- Belajar Itu Proses

Refleksi Diri, Simulasi, Roleplay, Diskusi Kelompok, Teknik “Cerita


Praktik Pedagogik
Bergilir”, Menulis Surat untuk Diri Sendiri

Kemitraan Pembelajaran Wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua

Forum kelas yang suportif, aman, dan nyaman untuk berbagi


Lingkungan Pembelajaran
pengalaman kegagalan belajar tanpa merasa dihakimi

Video Inspiratif, Musik Relaksasi, Google Forms (opsional), Poster


Pemanfaatan Digital
Digital, Kartu Perjalanan Belajar

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (10 menit)


 Guru memutar video singkat: “Cerita Tokoh Dunia yang Gagal
Sebelum Sukses”.
 Tanya jawab interaktif:
o Pernahkah kalian gagal dalam belajar?
o Bagaimana rasanya?

Inti : Kegiatan Inti (25 menit)


a. Ice Breaking: “Cerita Bergilir” (5 menit)
 Guru memulai cerita tentang seorang siswa yang gagal ulangan.
 Setiap siswa melanjutkan 1 kalimat cerita hingga membentuk
kisah “perjalanan si siswa” hingga akhirnya bangkit kembali.
b. Diskusi Kelas Terbuka (10 menit)
 Apa arti proses belajar menurut kalian?
 Apa yang membuat kita mudah menyerah dalam belajar?
 Guru menyampaikan: Kegagalan bukan akhir, tapi tanda bahwa
proses sedang berlangsung.
c. Latihan “Surat untuk Diriku” (10 menit)
 Setiap siswa menulis surat motivasi untuk dirinya sendiri:
“Jangan menyerah karena…”, “Aku mau terus belajar
karena…”

Penutup : Kegiatan Penutup (5 menit)


 Siswa membacakan isi suratnya (pilihan) di depan kelas.
 Guru menyimpulkan:
o Belajar adalah proses, bukan hasil instan.
o Kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan.
 Guru membagikan Kartu Perjalanan Belajar (sebagai tindak
lanjut kegiatan).

ASESMEN :

Asesmen Awal Tanya jawab: Pernahkah kamu gagal belajar? Bagaimana sikapmu?

Observasi keterlibatan siswa dalam “Cerita Bergilir” dan Diskusi


Asesmen Proses
Terbuka

Isi “Surat untuk Diriku Sendiri” dan “Kartu Perjalanan Belajar” sebagai
Asesmen Akhir
bukti refleksi ketahanan dalam proses belajar

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut  Layanan BK lanjutan: “Cara Menghadapi Ulangan dengan Percaya


Diri”
 Guru BK dan wali kelas memonitor kemajuan sikap siswa terhadap
proses belajar.

Mengetahui Sluke, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

Dwi Rahayu Wijayanti,[Link], [Link]. Evie Shofi’ah, [Link].


NIP 198207032009032007 NIP. 198811072023212014
LAMPIRAN MATERI : BELAJAR ITU PROSES

1. Apa Itu Belajar?


Belajar adalah proses memahami sesuatu yang sebelumnya tidak kita pahami.
Belajar bukan hanya tentang nilai atau hasil akhir, tapi tentang perjalanan dan pertumbuhan diri.
Ibarat tanaman:
 Tidak semua orang tumbuh secepat orang lain.
 Ada yang butuh disiram lebih banyak, ada yang lebih tahan banting.
 Semua tumbuh dengan cara dan waktu masing-masing.

2. Mengapa Gagal Itu Biasa dalam Belajar?


 Karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
 Kegagalan memberimu kesempatan untuk memperbaiki cara belajar.
 Tanpa gagal, kamu tidak akan tahu caramu belajar salah atau kurang efektif.
Contoh Tokoh Dunia:
 Thomas Alva Edison gagal ribuan kali sebelum menciptakan lampu.
 Walt Disney dipecat karena dianggap tidak kreatif.
 JK Rowling ditolak 12 penerbit sebelum sukses dengan Harry Potter.

3. Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Belajar


 Menyerah setelah gagal sekali.
 Malas belajar karena merasa “aku memang bodoh”.
 Malu bertanya saat tidak paham.
 Fokus pada nilai, bukan proses.
 Tidak punya tujuan dalam belajar.

4. Belajar = Proses Panjang

Fakta Penting Penjelasan

Semua orang bisa gagal Tapi tidak semua orang bangkit lagi.

Nilai tidak menentukan siapa kamu Tapi usahamu setiap hari yang membentukmu.
Proses lebih penting daripada hasil Proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik juga.

5. Cara Memiliki Ketahanan Sosial dalam Belajar


 ✅ Akui kegagalanmu tanpa menyalahkan siapa pun.
 ✅ Cari tahu letak kesalahan, bukan larut dalam kesedihan.
 ✅ Ceritakan masalahmu ke orang terpercaya.
 ✅ Tetap berkumpul dengan orang-orang yang mendukung.
 ✅ Percaya bahwa semua orang sukses melewati proses panjang.

6. Tantangan Sejati Adalah Melawan Diri Sendiri


 Lawan rasa malas.
 Lawan rasa ingin menyerah.
 Lawan pikiran negatif bahwa kamu tidak bisa.
📌 Setiap kali gagal, katakan:
“Ini bagian dari perjalananku.”

7. Kutipan Inspirasi
“Orang hebat adalah orang biasa yang tidak berhenti belajar.” – Najwa Shihab
“Kegagalan itu guru terbaik, asalkan kamu mau belajar darinya.” – Anies Baswedan
“Belajar itu proses, bukan perlombaan.” – Bung Karno

📌 LAMPIRAN TAMBAHAN
A. LEMBAR SURAT UNTUK DIRI SENDIRI
Tulislah surat singkat untuk menyemangati dirimu sendiri.
Kepada diriku sendiri,
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………
Dari,
Aku yang percaya kamu bisa.

B. KARTU PERJALANAN BELAJARKU


| Minggu Ini Aku Belajar Tentang… | …………………………………………. |
| Tantangan yang Aku Hadapi | …………………………………………. |
| Hal yang Aku Pelajari dari Tantangan Ini | …………………………………………. |
| Langkahku Selanjutnya | …………………………………………. |
Gunakan kartu ini untuk memantau proses belajarmu, bukan hanya hasilnya.

C. FORMAT OBSERVASI GURU BK


No Nama Aktif Cerita Aktif Diskusi Menulis Surat Catatan Guru
Siswa Bergilir Diri BK

1 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak

2 ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian besar peserta didik belum menyadari pentingnya memiliki
rencana belajar sebagai bekal menuju masa depan. Banyak di antara
mereka belajar hanya mengikuti arus sekolah tanpa tujuan jelas. Hal ini
berisiko membuat siswa kehilangan arah, malas belajar, atau merasa
belajar tidak relevan dengan cita-cita mereka.

Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif dan motivasional, berfokus pada kesadaran
bahwa belajar hari ini adalah investasi untuk masa depan. Peserta didik
diajak menyusun hubungan antara kegiatan belajar saat ini dengan
tujuan jangka panjangnya.

Dimensi profil lulusan  Mandiri: Siswa menyusun rencana belajar secara sadar dan
bertanggung jawab.
 Bernalar Kritis: Siswa mengevaluasi hubungan belajar hari ini
dengan masa depannya.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu memahami bahwa belajar adalah investasi untuk


Capaian Pembelajaran masa depan dan menyusun rencana belajar pribadi yang mendukung
cita-citanya.

 Bimbingan dan Konseling


Lintas Disiplin Ilmu  Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
 PPKn / Ilmu Pengetahuan Sosial

 Menumbuhkan kesadaran belajar sebagai proses membangun masa


depan.
 Membantu siswa menyusun rencana belajar sebagai bagian dari
Tujuan Layanan BK
tujuan hidupnya.
 Memotivasi siswa untuk melihat hubungan antara belajar dan
pilihan kariernya.

Topik Pembelajaran “Belajar Hari Ini untuk Esok Nanti”

 Cerita Inspiratif
 Journaling Refleksi
Praktik Pedagogik
 Diskusi Kelompok
 Pembuatan Peta Hubungan “Belajar → Masa Depanku”

Kolaborasi dengan guru mapel, dukungan wali kelas, dan penciptaan


Kemitraan Pembelajaran
suasana kelas reflektif.

 Video motivasi: “Mengapa Kamu Harus Belajar?”


Pemanfaatan Digital  Google Form refleksi tujuan belajar.
 Poster digital peta masa depan siswa.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal / Pendahuluan


 Ice Breaking: “Kalau Besar Nanti…”
Siswa menyebutkan cita-citanya, kemudian ditanya: “Belajar
hari ini ada hubungannya dengan cita-citamu atau tidak?”
 Pemutaran Video Inspiratif (3 menit):
Judul: “Why You Should Study Today”
Diskusi ringan setelah video:
 “Apa pesan dari video ini?”
 “Bagaimana kamu melihat belajar hari ini berhubungan dengan
masa depanmu?”

Inti : Kegiatan Inti


A. Memahami
 Guru BK menjelaskan: Mengapa belajar hari ini adalah bekal
masa depan.
 Cerita Inspiratif: “Aldi, Si Tukang Gagal” (kisah remaja yang
akhirnya sadar bahwa sekolah bukan sekadar formalitas).
B. Mengaplikasi
 Siswa membuat “Peta Hubungan Belajarku dan Masa
Depanku”
(contoh: Pelajaran IPA → Nilai lebih baik → Lolos SMA
favorit → Jadi perawat).
 Diskusi kelompok:
“Apakah semua pelajaran penting untuk masa depan?
Mengapa?”
“Apa yang terjadi jika kamu tidak serius belajar dari sekarang?”
C. Merefleksi
 Journaling:
“Apa impian terbesarku?”
“Apa satu langkah belajar hari ini yang membawaku lebih
dekat pada impian itu?”
 Guru menegaskan: Belajar bukan hanya untuk nilai atau orang
tua, tapi untuk masa depan yang sedang kamu bangun.

Penutup : Kegiatan Penutup


 Siswa menuliskan satu langkah konkrit belajar minggu ini di
“Kartu Aksi Minggu Ini”.
 Guru membagikan kutipan motivasi:
“Belajar hari ini adalah janji yang kamu buat untuk masa depanmu.”

ASESMEN :

Asesmen Awal Refleksi setelah ice breaking dan video motivasi.

Asesmen Proses Observasi keaktifan diskusi kelompok dan isi peta hubungan belajar.

Produk “Peta Hubungan Belajar dan Masa Depanku” dan isi “Kartu
Asesmen Akhir
Aksi Minggu Ini” sebagai evaluasi pemahaman.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut  Layanan BK lanjutan: “Merancang Rencana Studi dan Karier Lebih
Spesifik”
 Kolaborasi dengan wali kelas untuk memantau kemajuan sikap
belajar siswa.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,
………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI : Belajar Hari Ini untuk Esok Nanti – Membangun Hubungan
antara Belajar dan Masa Depan
1. Mengapa Belajar Harus Dimulai Sekarang?
 Karena masa depan tidak akan menunggu kesiapan kita.
 Setiap kebiasaan kecil hari ini menentukan pencapaian besar di masa depan.
Prinsip:
“Belajar hari ini adalah investasi, bukan beban.”

2. Menyusun Hubungan Antara Belajar dan Masa Depan

Hari Ini (Belajar) Esok (Masa Depanku)

Belajar matematika Bisa kuliah teknik

Membaca buku sejarah Lebih kritis memahami dunia

Meningkatkan nilai Masuk jurusan kedokteran


IPA

Disiplin belajar mandiri Lebih siap menghadapi dunia kerja

3. Dampak Jika Tidak Serius Belajar Hari Ini


 Masa depan jadi tidak jelas.
 Waktu dan peluang terbuang.
 Tergantung pada orang lain.
 Tidak punya skill yang dibutuhkan dunia kerja.

4. Merancang Peta Hubungan “Belajar dan Masa Depanku”


Buat tabel sederhana:

Cita-citaku Ilmu/Pelajaran Langkah Belajar Hari Ini


Pendukung

Dokter IPA, Biologi Review materi IPA 30 menit setiap hari

Arsitek Matematika, Seni Budaya Latihan menggambar tiap akhir pekan

Content Creator Bahasa Indonesia, TIK Membaca buku storytelling

5. Kutipan Inspiratif
“Masa depanmu bukan keberuntungan. Masa depanmu adalah pilihan dari apa yang kamu lakukan hari
ini.”
“Belajar adalah janji kepada cita-citamu.”
“Bergerak hari ini, menuai esok nanti.”

LAMPIRAN PENDUKUNG

A. Template Peta Hubungan Belajarku dan Masa Depanku

Cita-citaku Ilmu / Pelajaran Pendukung Langkah Belajar Hari Ini

……………………… ………………………… …………………………


B. Kartu Aksi Minggu Ini


Satu langkah nyata belajar yang akan aku lakukan minggu ini:
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
(Tandatangani dan simpan kartu ini di buku catatanmu.)

C. Format Observasi Guru BK

No Nama Siswa Aktif Diskusi Mengisi Peta Mengisi Kartu Aksi Catatan Guru BK

1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak

2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak Tidak


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Sebagian besar siswa memiliki hobi atau minat pribadi namun belum
memahami bahwa passion dapat dikembangkan menjadi profesi di masa
depan. Siswa cenderung menganggap hobi hanya sebagai kesenangan
pribadi, bukan potensi karier.

Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif dan aplikatif. Disajikan melalui aktivitas
eksplorasi diri agar siswa mampu memahami hubungan antara passion
dengan potensi profesi masa depan.

Dimensi profil lulusan  Kreativitas (mengembangkan ide dari passion menjadi peluang
karier).
 Kemandirian (merancang jalur karier sesuai potensi diri).
 Penalaran Kritis (menganalisis keterkaitan passion dengan
pilihan profesi secara realistis).

DESAIN PEMBELAJARAN :

Siswa mampu mengenali passion pribadi dan membuat rencana


Capaian Pembelajaran
pengembangan passion menjadi potensi profesi di masa depan.

Lintas Disiplin Ilmu BK, Prakarya dan Kewirausahaan, IPS.

Membantu siswa memahami bahwa passion dapat menjadi dasar


Tujuan Layanan BK karier, serta membangun kesadaran pentingnya mengembangkan
potensi diri untuk masa depan.

Topik Pembelajaran Kreativitas dan Karir – “Passion Jadi Profesi”

 Discovery Learning: eksplorasi passion diri.


 Project-Based Learning: pembuatan peta passion menuju profesi.
Praktik Pedagogik
 Reflektif Learning: menuliskan rencana aksi kecil pengembangan
passion.

Kemitraan Pembelajaran Guru Prakarya, wali kelas, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Diskusi kelompok, refleksi kelas, pembuatan peta visual passion.

Pemanfaatan Digital Video kisah inspiratif, Canva/mind map digital, poster digital “Hobiku,
Profesi Impianku”.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal / Pendahuluan


 Ice Breaking: “Sebutkan hobimu dalam 1 kata!”
 Apersepsi: Menonton video inspiratif “Dari Hobi Jadi Sumber
Rezeki”.

Inti : Kegiatan Inti :


Memahami (Bermakna)
 Diskusi: Apa arti passion? Apa bedanya dengan hobi?
 Pemaparan contoh profesi yang berawal dari passion (content
creator, fotografer, chef, desainer, dll.).
Mengaplikasi (bermakna)
 Siswa membuat peta:
“Passionku → Aktivitas Produktif → Profesi di Masa
Depanku”.
 Sharing kelompok kecil:
“Bagaimana cara agar passionku tidak berhenti di hobi saja?”
Merefleksi (Berkesadaran dan Menggembirakan)
 Siswa menuliskan satu langkah kecil yang akan mereka lakukan
minggu ini untuk mengembangkan passion-nya.
 Beberapa siswa membacakan hasil refleksi dan petanya.

Penutup : Penutup (Bermakna)


Guru menyimpulkan sesi dengan kutipan:
“Apa yang kamu sukai hari ini, bisa menjadi sumber rezekimu esok
hari.”

ASESMEN :

Tanya jawab: “Apa hobimu? Apakah hobimu bisa menjadi profesi di


Asesmen Awal
masa depan?”

Keterlibatan dalam diskusi, pembuatan peta passion, dan sharing


Asesmen Proses
kelompok.

Asesmen Akhir Produk peta passion dan refleksi aksi pengembangan passion.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Sesi lanjutan “Merancang Karir Sesuai Potensi Diri”.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI : Passion Jadi Profesi

1. Apa Itu Passion?


Passion adalah minat besar atau kesukaan mendalam terhadap suatu bidang atau aktivitas.
Passion membuat kita semangat belajar dan terus berlatih tanpa merasa terbebani.
2. Mengapa Passion Penting?
Karena passion bisa dikembangkan menjadi keterampilan dan bahkan profesi yang
menghasilkan. Banyak orang sukses berkarier dari passion mereka.
3. Contoh Passion yang Bisa Jadi Profesi

Passion Aktivitas Produktif Profesi Masa Depan

Suka Membuat ilustrasi digital Desainer grafis


menggambar

Suka memasak Membuat video resep Chef, YouTuber kuliner

Suka bercerita Membuat podcast atau video Content creator

Suka hewan Merawat peliharaan Dokter hewan, petshop owner

Suka olahraga Bergabung klub olahraga Atlet, pelatih

4. Bagaimana Mengembangkan Passion?

 Lakukan aktivitas sesuai passion secara rutin.


 Pelajari skill baru yang mendukung passion.
 Ikut komunitas/kelompok sejenis.
 Buat karya/portofolio kecil dari passion-mu.

5. Ingat!

Passion yang tidak dikembangkan akan tetap jadi hobi.


Passion yang dikembangkan bisa menjadi profesi.

📎 LAMPIRAN LEMBAR KERJA SISWA : PETA PASSIONKU

Nama:
Kelas:
Passionku Aktivitas Produktif Profesi Impianku Aksi Kecil Minggu Ini

📎 FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Diskusi Aktif Peta Passion Isi Refleksi Catatan Guru


Siswa Selesai Jelas BK

1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak

2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 1 x 40 menit

IDENTIFIKASI :
Kesiapan peserta didik Siswa sudah mulai mengenal berbagai jenis profesi, namun masih
terbatas dalam membayangkan profesi mana yang sesuai dengan diri
mereka. Sebagian besar belum memiliki gambaran langkah konkret
untuk mencapai profesi pilihannya.

Karakteristik Materi pelajaran Materi ini bersifat eksploratif dan aplikatif, membantu siswa
membayangkan masa depan mereka secara lebih nyata dengan cara
mencoba memahami peran profesi tertentu sesuai pilihan mereka.

Dimensi profil lulusan  Kreativitas (menjelajahi peran profesi melalui simulasi dan
eksperimen peran).
 Kemandirian (mengambil inisiatif merancang profesi pilihannya).
 Komunikasi (menceritakan profesi pilihannya dan belajar
menjelaskan ide secara jelas).

DESAIN PEMBELAJARAN :

Siswa mampu mengidentifikasi profesi yang diminati dan


Capaian Pembelajaran mensimulasikan peran profesi tersebut sebagai gambaran awal masa
depan mereka.

Lintas Disiplin Ilmu BK, Prakarya dan Kewirausahaan, IPS.

Membantu siswa mengeksplorasi dunia kerja melalui simulasi


Tujuan Layanan BK sederhana, serta meningkatkan kesadaran pentingnya persiapan dini
untuk mencapai profesi pilihan.

Topik Pembelajaran Simulasi Masa Depan – “Coba Profesi Pilihanku”

 Roleplay / Simulasi Profesi


 Diskusi Interaktif
Praktik Pedagogik
 Presentasi Mini
 Refleksi Individu

Kemitraan Pembelajaran Guru prakarya, wali kelas, orang tua.

Lingkungan Pembelajaran Diskusi kelompok, latihan bermain peran, forum kelas.

Video “Sehari Menjadi…” (misal: dokter, fotografer), presentasi profesi


Pemanfaatan Digital
dengan Canva.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal / Pendahuluan


 Ice Breaking: “Apa Profesi Impianmu?”
 Pemutaran video: “Satu Hari Bersama Profesi Impian”.

Inti : Kegiatan Inti :


Memahami (Bermakna)
 Diskusi terbuka:
“Apa pentingnya mengenal profesi sejak SMP?”
“Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk profesi tersebut?”
Mengaplikasi (Berorientasi pada Nilai)
 Siswa memilih satu profesi impian.
 Simulasi peran sederhana (misalnya berpura-pura sebagai
dokter, guru, arsitek, YouTuber, dll).
 Siswa menceritakan (roleplay singkat):
“Hari ini aku bekerja sebagai…”, lalu menjelaskan apa
pekerjaannya.
Merefleksi (Berkesadaran dan Menggembirakan)
 Tulis refleksi singkat:
“Apa yang aku pelajari tentang profesi pilihanku setelah
mencoba simulasi ini?”
 Beberapa siswa membacakan refleksi mereka.

Penutup : Guru menyimpulkan:


“Mengenal profesi adalah cara kita merancang masa depan.”

ASESMEN :

Asesmen Awal Tanya jawab tentang profesi impian.

Asesmen Proses Observasi keterlibatan dalam simulasi dan diskusi.

Asesmen Akhir Presentasi profesi dan isi refleksi individu.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT :

Evaluasi Proses Lembar Angket

Evaluasi Hasil Lembar refleksi

Tindak Lanjut Sesi Bimbingan kelompok atau konseling individu bagi yang
membutuhkan.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI : COBA PROFESI PILIHANKU


1️⃣ Apa Itu Profesi?
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang secara khusus di bidang tertentu, biasanya
sesuai dengan keterampilan, pendidikan, atau minatnya.
Contoh profesi:
 Guru
 Dokter
 Polisi
 Chef
 Desainer
 YouTuber
 Mekanik
 Arsitek

2️⃣ Mengapa Kita Perlu Mengenal Profesi Sejak SMP?


 Agar tahu apa yang ingin kita capai di masa depan.
 Agar lebih semangat belajar, karena tahu manfaatnya untuk cita-cita kita.
 Agar tidak bingung saat menentukan jurusan di SMA/SMK nanti.
 Agar tahu langkah-langkah persiapan yang perlu dilakukan dari sekarang.

3️⃣ Passion Saja Tidak Cukup: Profesi Butuh Kesiapan


"Aku suka menggambar."
Tapi apakah aku siap belajar desain digital dan presentasi karya?
"Aku suka bicara."
Tapi apakah aku siap belajar public speaking agar menjadi MC atau YouTuber yang profesional?
Passion adalah titik awal, profesi adalah tujuan, belajar adalah jembatan di antaranya.

4️⃣ Simulasi Profesi: Latihan Menjadi Diri di Masa Depan


Dalam simulasi ini, kamu akan membayangkan:
 Kamu sudah dewasa dan bekerja di profesi impianmu.
 Apa yang kamu lakukan setiap hari?
 Bagaimana kamu menjalani pekerjaanmu?
Contoh:
 "Aku bekerja sebagai dokter. Aku memeriksa pasien di pagi hari, lalu berdiskusi dengan teman
sejawat tentang kasus kesehatan yang kompleks."
 "Aku seorang content creator. Aku membuat skrip video, merekamnya, lalu mengedit sebelum
mengunggah ke YouTube."

5️⃣ Profesi = Tanggung Jawab + Keterampilan


Semua profesi butuh:
 Keterampilan tertentu (skills).
 Pengetahuan khusus (knowledge).
 Tanggung jawab terhadap pekerjaannya.
Maka, mengenal profesi berarti:
 Mengenali skill apa yang dibutuhkan.
 Menyadari ilmu apa yang harus dipelajari.
 Memahami tanggung jawab di bidang tersebut.

6️⃣ Contoh Profesi & Keterampilan Pendukung

Profesi Skill Penting Pelajaran Terkait


Dokter Komunikasi, ketelitian IPA, Biologi, Bahasa Inggris

Arsitek Menggambar, berpikir ruang Matematika, Seni Budaya

Content Bicara, editing video Bahasa Indonesia, TIK


Creator

Chef Memasak, ketepatan rasa Prakarya, IPA

Polisi Ketahanan fisik, keberanian PJOK, PPKn

7️⃣ Langkah Menuju Profesi Pilihanku


1. Tentukan profesi yang kamu suka
2. Cari tahu apa yang dilakukan orang di profesi itu
3. Pelajari skill dasar yang dibutuhkan
4. Lakukan aksi kecil mulai dari sekarang

8️⃣ Tugas Refleksi: Coba Profesi Pilihanmu


 Bayangkan kamu menjalani hari sebagai profesi impianmu.
 Tuliskan atau ceritakan:
o Siapa kamu di masa depan?
o Apa kegiatan harianmu di profesi itu?
o Bagaimana perasaanmu menjalaninya?

9️⃣ Motivasi untuk Kamu


"Semua orang sukses dulu hanya bermimpi. Bedanya, mereka mulai bertindak."
"Kamu tidak harus menunggu dewasa untuk mulai menyiapkan masa depanmu."
"Semakin kamu tahu profesimu, semakin mudah kamu memilih jalannya."

📎 LAMPIRAN PENDUKUNG
A. LEMBAR KERJA SISWA: PROFESIKU ESOK
Nama:
Kelas:
1. Profesi Pilihanku: ………………………………………
2. Apa yang aku ketahui tentang profesi ini?
………………………………………………………………………………
3. Bagaimana aku membayangkan hariku bekerja di profesi ini?
………………………………………………………………………………
4. Apa satu langkah kecil yang akan aku lakukan minggu ini untuk mendekati profesi ini?
………………………………………………………………………………

B. KARTU SIMULASI PROFESI


Digunakan dalam simulasi peran di kelas.

Nama Profesi Deskripsi Singkat Pekerjaan


Dokter Merawat pasien, melakukan pemeriksaan kesehatan

Guru Mengajar siswa, membuat materi pembelajaran

Content Creator Membuat video, melakukan editing, membangun audiens di media sosial

Chef Memasak berbagai makanan, membuat resep baru

Polisi Menjaga keamanan masyarakat, menangani masalah hukum

Arsitek Mendesain bangunan, menggambar rancangan rumah dan gedung

Atlet Latihan fisik setiap hari, mengikuti pertandingan

Desainer Grafis Membuat ilustrasi digital untuk berbagai kebutuhan media

Kartu ini bisa dipotong dan digunakan sebagai alat bantu simulasi.

C. KARTU AKSI MINGGU INI


Satu langkah nyata untuk mempersiapkan profesiku di masa depan:
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Tempel di buku catatanmu sebagai pengingat.

D. FORMAT OBSERVASI GURU BK

No Nama Aktif Simulasi Presentasi Profesi Refleksi Catatan Guru BK


Siswa Tuntas

1 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak

2 ☐ Ya / ☐ ☐ Ya / ☐ Tidak ☐ Ya / ☐ Tidak
Tidak
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK
Topik: Penguatan Identitas Diri
Judul Materi: “Kenali Dirimu, Percaya Potensimu!”

1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Kesadaran diri, kepercayaan diri, dan pengembangan potensi
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
 Mengidentifikasi kelebihan, bakat, dan karakter positif dalam dirinya.
 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap potensi diri.
 Merancang langkah awal untuk mengembangkan potensi secara positif.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
 Menyadari kelebihan dan potensi dalam dirinya.
 Membangun kepercayaan diri berdasarkan kekuatan pribadi.
 Menetapkan langkah sederhana untuk memperkuat keunikan dirinya.

Langkah Kegiatan

No Tahapan Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Nilai &


Didik Profil
Pancasila

1 Pembentukan Menyapa dengan hangat. Ice Menyebutkan 3 hal Percaya diri,


(10 menit) breaking “3 Hal Unik Tentang unik tentang dirinya Mandiri
Diriku.” secara bergiliran.
2 Peralihan (5 Menjelaskan tujuan layanan dan Menyimak cerita dan Reflektif,
menit) pentingnya mengenal diri. mulai membandingkan Inspiratif
Menayangkan kutipan/kisah singkat dengan diri sendiri.
remaja sukses yang percaya diri
karena kenal dirinya.

3 Kegiatan Inti Memfasilitasi diskusi kelompok Mengisi LKPD secara Bernalar


(30 menit) kecil: 1) Apa kelebihanmu? 2) Apa mandiri, lalu berbagi kritis,
hal positif yang sering dikatakan dalam kelompok kecil. Mandiri,
orang tentangmu? 3) Potensi apa Gotong
yang ingin kamu kembangkan? royong
- Membagikan dan membimbing
pengisian LKPD.

4 Pengakhiran Mengajak siswa menyimpulkan Membacakan hasil Tangguh,


(10 menit) potensi masing-masing dan refleksi, menulis Reflektif,
menuliskan afirmasi pribadi. afirmasi pribadi. Beriman
Afirmasi bersama: “Aku percaya
diriku, karena aku berharga dan
punya potensi.”

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Kompone Implementasi dalam Kegiatan


n

Refleksi Menganalisis kelebihan dan kekuatan diri

Aksi Nyata Menyusun rencana pengembangan diri sederhana

Bermakna Dihubungkan dengan pengalaman dan kekuatan pribadi siswa

Kolaboratif Diskusi dan berbagi kelebihan dalam kelompok untuk saling menguatkan

Lampiran LKPD: “Kenali Dirimu, Percaya Potensimu!”


Nama: ______________________ Kelas: ______________________
1. Hal positif yang paling sering dikatakan orang tentangku:

2. Kelebihan atau kekuatan yang aku sadari dalam diriku:

3. Hal yang paling aku sukai dan membuatku merasa bersemangat:

4. Potensi yang ingin aku kembangkan lebih jauh:

5. Langkah awal yang bisa aku lakukan minggu ini untuk mengembangkan potensiku:

Afirmasi Pribadi:
“Aku bangga dengan diriku karena… _________________________________”
Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025
Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………
NIP. Nip.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK
Topik: Regulasi Emosi dan Keseimbangan Diri
Judul Materi: “Tetap Kalem di Tengah Tekanan”

1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Regulasi emosi, ketahanan diri, pengendalian stres
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
 Mengenali pemicu stres atau emosi negatif.
 Menerapkan minimal satu strategi regulasi emosi yang sehat.
 Menyusun rencana pribadi untuk menenangkan diri saat menghadapi tekanan.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
 Mengidentifikasi situasi yang memicu stres/emosi.
 Memahami pentingnya regulasi emosi dalam kehidupan sosial dan belajar.
 Melatih teknik sederhana untuk mengelola tekanan.

Langkah Kegiatan
No Tahapan Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Nilai &
Didik Profil
Pancasila
1 Pembentukan Ice breaking: “Jika aku jadi cuaca Menyebutkan metafora Reflektif,
(10 menit) hari ini, aku akan jadi…” emosi dan menjelaskan Ekspresif
alasannya
2 Peralihan (5 Menjelaskan tujuan layanan dan Mendengarkan Mandiri,
menit) pentingnya menjaga keseimbangan penjelasan dan Tangguh
emosi. menyimak contoh.
3 Kegiatan Inti Memfasilitasi diskusi: 1) Apa yang Berdiskusi dan Sehat secara
(30 menit) membuatmu mudah stres? 2) Apa mencoba teknik napas, emosional,
dampaknya? 3) Apa cara sehat untuk mengisi LKPD dan Adaptif
meresponsnya? - Mempraktikkan membagikan
teknik pernapasan 4–2–6. - pengalaman secara
Membagikan dan membimbing aman.
pengisian LKPD.
4 Pengakhiran Mengajak siswa menyimpulkan Menyusun afirmasi dan Regulasi
(10 menit) strategi pengendalian diri. Afirmasi membaca refleksi diri, Disiplin
bersama: “Aku bisa tenang walau pribadi.
dalam tekanan.”

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Komponen Implementasi dalam Kegiatan
Refleksi Mengingat dan mengenali pemicu stres dan respons emosional pribadi
Aksi Nyata Mencoba teknik pernapasan dan menyusun strategi konkret
Bermakna Berhubungan langsung dengan pengalaman nyata remaja dalam tekanan belajar
Kolaboratif Berbagi cerita dan solusi secara terbuka dalam kelompok kecil

Lampiran LKPD: “Tetap Kalem di Tengah Tekanan”


Nama: ______________________ Kelas: ______________________
1. Situasi yang paling sering membuatku stres atau emosi:

2. Respon atau reaksi yang biasa aku lakukan:

3. Dampak dari reaksi tersebut terhadap diriku atau orang lain:

4. Teknik atau strategi baru yang akan aku coba:

5. Komitmenku untuk mengelola emosi lebih sehat:

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………
NIP. Nip.

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KELOMPOK
Topik: Visi Masa Depan
Judul Materi: “Aku, Cita-Cita, dan Jalan yang Kupilih”

1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Pengembangan diri, perencanaan masa depan, motivasi belajar
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
 Mengidentifikasi minat dan nilai pribadi yang berkaitan dengan cita-cita.
 Menyusun langkah awal dalam merancang arah masa depan secara sadar.
 Menumbuhkan motivasi internal untuk mewujudkan cita-cita melalui proses belajar.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
 Menyadari hubungan antara belajar hari ini dengan masa depan.
 Merumuskan cita-cita berdasarkan minat dan potensi.
 Menyusun langkah kecil dan realistis untuk mendekati tujuan hidup.

Langkah Kegiatan
No Tahapan Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Nilai &
Didik Profil
Pancasila
1 Pembentukan Ice breaking: "Kalau besok kamu sudah Menjawab dan Percaya
(10 menit) jadi orang sukses, kamu ingin dikenal berbagi mimpi diri,
sebagai…" secara ringan. Reflektif
2 Peralihan (5 Menjelaskan tujuan layanan dan Menyimak dan Mandiri,
menit) pentingnya punya visi dan tujuan hidup. mulai berpikir Bernalar
tentang tujuan kritis
pribadi.
3 Kegiatan Inti Memfasilitasi diskusi: 1) Apa cita- Menuliskan rencana Visioner,
(30 menit) citamu? 2) Apa nilai penting dalam masa depan dan Tanggung
hidupmu? 3) Apa langkah kecil yang berbagi secara jawab
bisa kamu ambil sekarang? - terbuka di kelompok
Membagikan dan membimbing kecil.
pengisian LKPD.
4 Pengakhiran Menyimpulkan hasil diskusi dan Membaca refleksi Motivatif,
(10 menit) afirmasi bersama: “Aku percaya pada dan menguatkan Konsisten
impianku, dan aku akan terus berjuang afirmasi pribadi.
mewujudkannya.”

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Kompone Implementasi dalam Kegiatan
n
Refleksi Mengidentifikasi nilai, potensi, dan tujuan pribadi
Aksi Nyata Menyusun langkah jangka pendek untuk cita-cita
Bermakna Menghubungkan belajar dengan impian masa depan
Kolaboratif Berbagi mimpi dan strategi bersama teman
Lampiran LKPD: “Aku, Cita-Cita, dan Jalan yang Kupilih”
Nama: ______________________ Kelas: ______________________
1. Cita-citaku:

2. Hal yang aku sukai dan membuatku semangat:

3. Nilai hidup yang penting bagiku:

4. Apa yang bisa aku lakukan minggu ini untuk lebih dekat dengan impianku:

5. Tantangan yang mungkin aku hadapi dan cara mengatasinya:

Afirmasi Pribadi:
"Aku percaya bahwa dengan usaha dan niat baik, aku bisa menjadi…
_________________________________"

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………
NIP. Nip.
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK
Topik: Relasi Sosial Sehat
Judul Materi: “Lingkaran Pertemanan Sehatku”

1. Kelas/Semester: ……………
2. Aspek Perkembangan: Relasi sosial, pertemanan sehat, kesadaran lingkungan sosial
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
 Mengidentifikasi karakteristik pertemanan yang sehat dan tidak sehat.
 Merefleksikan lingkungan sosialnya dan peran dirinya dalam circle tersebut.
 Menyusun langkah-langkah untuk membina pertemanan yang saling mendukung.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
 Menyadari pentingnya memilih lingkungan sosial yang sehat.
 Mengenali tanda-tanda circle yang mendukung maupun merugikan.
 Menetapkan sikap yang akan diambil dalam menjaga kualitas pertemanan.

Langkah Kegiatan
No Tahapan Kegiatan Guru BK Kegiatan Peserta Nilai & Profil
Didik Pancasila
1 Pembentukan Ice breaking: "Sebutkan satu sifat Menjawab secara acak Toleransi,
(10 menit) teman yang bikin kamu nyaman!" dan menyebutkan Gotong
alasan. royong
2 Peralihan (5 Menjelaskan tujuan layanan dan Mendengarkan dan Mandiri,
menit) pentingnya memilih circle yang menyimak penjelasan. Reflektif
sehat.
3 Kegiatan Inti Diskusi kelompok: 1) Ciri-ciri Diskusi aktif dan Bernalar kritis,
(30 menit) circle sehat dan tidak sehat. 2) refleksi pertemanan, Kolaboratif
Pengalaman pribadi dalam mengisi LKPD,
pertemanan. 3) Apa yang bisa menyampaikan hasil
dilakukan untuk menjaga circle diskusi kelompok.
positif. - Membagikan dan
membimbing pengisian LKPD.
4 Pengakhiran Membacakan kutipan inspiratif: Menuliskan refleksi Percaya diri,
(10 menit) “Sahabat sejati adalah yang pribadi dan membaca Bertanggung
membuatmu tumbuh, bukan afirmasi. jawab
jatuh.” Afirmasi bersama: “Aku
berhak punya teman yang sehat,
dan aku bisa jadi teman yang
baik.”

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Kompone Implementasi dalam Kegiatan
n

Refleksi Mengevaluasi circle pertemanan dan sikap pribadi di dalamnya

Aksi Nyata Menyusun rencana untuk memperbaiki atau mempertahankan relasi sehat

Bermakna Relevan dengan pengalaman sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari

Kolaboratif Diskusi kelompok dan berbagi strategi membangun circle positif

Lampiran LKPD: “Lingkaran Pertemanan Sehatku”


Nama: ______________________ Kelas: ______________________
1. Sifat teman seperti apa yang membuatku merasa nyaman?

2. Apa ciri-ciri pertemanan yang menurutku tidak sehat?

3. Pengalaman pertemanan yang pernah membuatku belajar:

4. Apa yang bisa aku lakukan untuk menjaga circle positif?

5. Sikap yang ingin aku tingkatkan dalam berteman:

Afirmasi Pribadi:
"Aku ingin dikelilingi oleh teman yang… dan aku akan menjadi teman yang…"

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………
NIP. Nip.

Lampiran - Intrumen Evaluasi

EVALUASI PROSES
Lembar Observasi Guru BK

SKOR
NO PERNYATAAN 2 3 4
1
1 Kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan tahapan
yang direncanakan
2 Peserta didik merespon setiap tahapan kegiatan yang dilalui
dengan baik
3 Peserta didik mengikuti kegiatan layanan dengan aktif bertanya
4 Peserta didik nampak ceria (antusias) dalam mengikuti
kegiatan layanan
5 Peserta didik menyampaikan pendapat sesuai topik
yang disampaikan
6 Peserta didik aktif menyampaikan informasi dalam diskusi
kelompok
7 Peserta didik menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh
guru BK dengan kalimat yang jelas dan mudahd ipahami
8 Peserta didik aktif merespon pendapat/memberikan balikan
dengan baik

Keterangan =

Skor minimal yang dicapai adalah 1 x8 =8, dan skor tertinggi adalah 4x8 =32
Kategori hasil:
a. Sangat Baik =28 –32
b. Baik = 23–27
c. Cukup = 18–22
d. Kurang =…– 17
EVALUASI PROSES

Lembar Refleksi Diri : Peserta Didik

SKOR
NO PERNYATAAN 2 3 4
1
1 Saya memahami dengan baik tujuan yang diharapkan dari
materi yang telah disampaikan
2 Saya memperoleh banyak pengetahuan dan informasi dari
materi yang disampaikan
3 Saya menyadari pentingnya materi yang telah disampaikan
bagi kehidupan saya
4 Saya dapat mengembangkan perilaku yang lebih positif
setelah memperoleh materi/informasi dari Guru BK
5 Saya dapat mengubah perilaku sehingga kehidupan saya
menjadi lebih bermakna

Keterangan=

Skor minimal yang dicapai adalah 1 x5 =5, dan skor tertinggi adalah 4x5 =20
Kategori hasil:
a. Sangat Baik =16 –20
b. Baik = 11–15
c. Cukup = 5 –10
d. Kurang =…–5
EVALUASI HASIL

Understanding (pemahaman baru)


Peserta didik memahami materi melalui karya yang diunggah
Comfortable (Sikap)
Petunjuk: Berilah tanda cek (4) pada kolom YA jika pernyataan sesuai dengan kondisi
Anda dan berilah tanda cek (4) pada kolom TIDAK jika pernyataan tidak sesuai dengan
kondisi Anda!

NO PERNYATAAN YA TIDAK
SIKAP INGIN TAHU
I Saya berusaha mencari informasi mengenai materi
2 Saya berusaha mencari informasi menganai bentuk/macam ragam
dari materi
3 Saya menanyakan dampak dari materi
4 Saya mencari informasi mengenai upaya menyikapi/melakukan
tindakan terkait dengan manfaat dari materi tersebut
SIKAP PERCAYA DIRI
I Memiliki pengetahuan tentang materi
2 Membuat & mengunggah karya hasil pemahamannya tentang
materi dan manfaatnya
SIKAP KERJA SAMA
1 Mendukung program sekolah dan manfaatnya

2 Memberikan informasi tentang materi kepada orang sekitarnya


melalui karya yang diunggahnya di media sosial

Rubrik Ketercapaian:
N0 Prosentase Tingkat Ketercapaian
1 69 -100% Tinggi
2 34-68% Sedang
3 0 -33 % Rendah

Anda mungkin juga menyukai