0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan53 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Kelas II SD

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di SD Negeri Wringinagung 04, dengan fokus pada eksplorasi warna dan elemen rupa melalui kegiatan menggambar. Siswa diharapkan dapat menciptakan karya seni berdasarkan pengamatan dan pengalaman mereka, serta mampu merefleksikan proses dan hasil karya. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, dan pendekatan Deep Learning, dengan penekanan pada pengalaman visual dan kreativitas siswa.

Diunggah oleh

Meilani Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan53 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Kelas II SD

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di SD Negeri Wringinagung 04, dengan fokus pada eksplorasi warna dan elemen rupa melalui kegiatan menggambar. Siswa diharapkan dapat menciptakan karya seni berdasarkan pengamatan dan pengalaman mereka, serta mampu merefleksikan proses dan hasil karya. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, dan pendekatan Deep Learning, dengan penekanan pada pengalaman visual dan kreativitas siswa.

Diunggah oleh

Meilani Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

A. Identitas Modul Ajar

Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 1 Melihat dan Menggunakan Warna
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2 x 35 menit)

B. Kompetensi Awal

Capaian Pembelajaran Fase


Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan sekitarnya
(Experiencing) dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua unsur rupa.
Menciptakan Peserta didik membuat karya seni rupa menggunakan hasil
( Making/Creating) pengamatannya terhadap lingkungan sekitar, menggunakan
unsur garis, bentuk, dan/atau warna.
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai
Artistik (Thinking and sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mengeksplorasi
Working Artistically) alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar.
Berdampak (Impacting) Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian sehari-
hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa
yang memberi dampak positif bagi dirinya.

Elemen dan sub-elemen capaian


Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.
 A.2. Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses.

C. Profil Pelajar Pancaila


 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
 Berpikir kritis,
 Mandiri,
 Kreatif,
 Bergotong royong, dan Berkebinekaan global
D. 8 Profil Lulusan

1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME


Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
E. Sarana dan Prasarana

1) Papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya


2) Proyektor LCD, pelantang (speaker) aktif, laptop, media pembelajaran interaktif, dan
gambar/poster, internet

F. Target Peserta Didik

 Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran

Model pembelajaran tatap muka.

H. Metode Pembelajaran

 Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
 Metode PJBL
 Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
Komponen Inti

A. Tujuan Pembelajaran

Alur Tujuan Pembelajaran


Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.

B. Pemahaman Bermakna

Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan mengeksplorasi elemen rupa


dalam sebuah karya.

C. Pertanyaan Pemantik

 Apakah mereka hanya melihat warna hijau?


 Apakah ada perbedaan warnawarna hijau yang mereka lihat?
 Apakah ada warna hijau muda atau warna hijau tua di sana?

D. Kegiatan Pembelajaran

Persiapan Pengajaran (Sekitar 10 menit)


 Ajak siswa mengamati contoh gambar karya seni (dapat menggunakan gambar
contoh pada unit ini) atau ajak siswa untuk mengamati sekeliling sekolah dan
memilih satu sudut yang menurut mereka indah. Minta siswa untuk mengamati
warna yang terdapat pada karya seni atau pada pemandangan yang menurut mereka
indah.
 Ajak siswa untuk lebih dalam lagi mengamati warna-warna yang mereka lihat.
Contohnya, saat mengamati daun-daun di pepohonan dan rumput taman
[Link] mereka hanya melihat warna hijau? Apakah ada perbedaan
warnawarna hijau yang mereka lihat? Apakah ada warna hijau muda atau warna
hijau tua di sana?
 Pilih suatu warna; misalnya merah. Ajak siswa untuk mencari benda lain di sekitar
yang juga berwarna merah. Ulangi kegiatan ini untuk warna yang lain.
Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti

 Mindful: Menghubungkan Diri dengan Alat dan Proses

 Jelaskan kepada siswa bahwa kegiatan kali ini akan menggunakan pewarna kering,
seperti pensil warna, krayon, pastel, atau kapur (sebutkan alat yang digunakan).
Ajarkan kepada mereka untuk menyadari alat yang mereka pegang dan bagaimana
alat-alat tersebut dapat menghasilkan berbagai warna dan tekstur.
 Katakan, “Perhatikan alat yang kalian pilih, rasakan permukaannya di tangan kalian,
dan bayangkan bagaimana warna yang akan dihasilkan nanti saat kalian
menggambar.”

 Joyful: Membuat Gambar dalam Suasana Bebas dan Menyenangkan

 Siswa akan membuat sebuah gambar di atas kertas gambar, kertas karton, manila,
kardus, atau piring kertas. Ajak mereka untuk merasa senang dan bebas saat mereka
memulai gambar mereka.
 Katakan, “Kalian bisa menggunakan warna apa saja dan menggambar sesuka hati.
Tidak ada jawaban yang salah, karena ini adalah dunia imajinasi kalian!”

 Mindful: Visualisasi dan Pemusatan Pikiran


 Ajak siswa untuk memejamkan mata selama satu menit. Selama waktu ini, pandu
mereka melalui visualisasi tempat yang indah.
 Katakan, “Dunia ini begitu penuh dengan aneka warna. Sekarang, mari kita bayangkan
sebuah tempat yang indah. Apakah itu sebuah taman? Atau mungkin kota yang penuh
warna? Atau sebuah ruangan yang nyaman? Apa yang kalian lihat di sana? Bayangkan
tempat itu penuh dengan warna yang indah dan menarik. Warna apa yang kalian
lihat?”
 Beri mereka waktu untuk benar-benar terhubung dengan imajinasi mereka,
menekankan pentingnya momen hening dan refleksi untuk merangsang kreativitas.

 Meaningful: Membuka Mata dan Mewujudkan Imajinasi

 Ajak siswa untuk membuka mata perlahan setelah proses visualisasi.


 Katakan, “Sekarang kalian sudah memiliki ide di dalam pikiran kalian. Setiap orang
pasti memiliki bayangan yang berbeda-beda. Yuk, gambarkan tempat yang kalian
bayangkan tadi dan warnai sesuai imajinasi kalian.”
 Dorong mereka untuk menghubungkan gambar mereka dengan perasaan atau
pengalaman pribadi, memberikan makna pada setiap warna dan elemen yang mereka
pilih.

 Joyful dan Meaningful: Menikmati Proses dan Menyelesaikan Karya

 Saat siswa menggambar, beri mereka kesempatan untuk menikmati setiap


prosesnya. Ingatkan bahwa tidak ada tekanan atau batasan dalam karya seni
mereka.
 Katakan, “Kalian semua sedang menciptakan dunia yang indah dengan warna-warna
yang kalian pilih. Nikmati prosesnya!”
 Setelah selesai, ajak mereka menyelesaikan pekerjaan dengan rapi, termasuk
membersihkan ruang kerja dan menuliskan nama serta kelas mereka di sudut atas atau
bawah kertas.

 Refleksi: Berbagi Pengalaman dan Emosi

 Setelah gambar selesai, adakan sesi refleksi dan berbagi. Minta siswa untuk
bercerita tentang gambar mereka, mengapa mereka memilih tempat dan warna
tertentu, serta bagaimana mereka merasa saat menggambar.
 Katakan, “Mari kita dengarkan cerita dari teman-teman kalian tentang tempat yang
mereka bayangkan. Apa yang membuat kalian memilih warna-warna ini? Bagaimana
perasaan kalian selama menggambar?”

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.
Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Jika siswa tidak memiliki pewarna kering, siswa dapat menggunakan pewarna dari
alam sekitar seperti arang, kunyit atau menggunakan pasir/ranting. Siswa dapat
membuat gambar di tanah/pasir dengan menggunakan ketersediaan di alam sekitar.
Guru dapat langsung menilai seketika proses dan hasil akhirnya (lihat bagian
asesmen).
 Guru dapat memutarkan musik instrumental yang menenangkan atau memutarkan
bunyi-bunyian alam seperti bunyi gemericik air, suara burung atau deburan ombak.
Ide lainnya adalah, jika sekolah terletak di daerah yang memiliki pemandangan
alam, siswa dapat menggambar langsung di luar ruang.
 Bagi siswa yang telah selesai terlebih dahulu, guru dapat memberikan tantangan
tambahan untuk membuat gambar lebih detail atau ukuran lebih besar.
 Bagi sekolah yang memiliki akses pada gawai/internet, siswa dapat diajak untuk
mencari inspirasi gambar atau menggambar secara digital.

E. Berpikir & Bekerja Artistik, Refleksi

Berpikir & bekerja artistik

Siswa dapat mendisplay karya mereka di dinding kelas atau berbagi mengenai inspirasi
karyanya. Guru dapat mengajukan pertanyaan mengenai warna kesukaan pada 3-5
siswa dan berbagi bahwa semua warna itu indah dan saling memperkaya keindahan satu
sama lain.

Refleksi Guru
Bagaimana bayangan saya mengenai tempat yang indah? Apa warna yang dominan di
tempat tersebut?
 Apakah warna kesukaan saya? Apa kesan saya terhadap warna tersebut?
 Apakah kesan murid saya terhadap suatu warna tertentu?
 Apa informasi yang dapat saya gali dari cerita atau pendapat murid mengenai
warna kesukaannya?Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:

F. Karya Seni & Objek Yang Dapat Dijadikan Referensi Visual


Karya seni dan objek yang dapat dijadikan referensi visual

 Karya lukisan Basuki Abdullah (1950-1964) : Pemandangan di Kintamani.


 Karya lukisan Basuki Abdullah (1993 ) : Pantai Flores.
 Karya lukisan Ronald Apriyan (2017) : Dari Hati ke Hati.

G. Karya Seni & Objek Yang Dapat Dijadikan Referensi Visual


Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui


Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Siswa tidak mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu


menyebutkan warna menyebutkan menyebutkan 4-6 menyebutkan
yang dilihatnya. hanya 1-3 warna warna yang warna yang
yang dilihatnya dilihatnya dilihatnya
dengan detail. dengan detail. dengan detail.

Siswa masih selalu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu


memerlukan bantuan mewarnai secara mewarnai mewarnai
untuk mewarnai mandiri walau dengan merata dengan merata
dengan merata dan belum merata dan tanpa keluar dan tanpa keluar
tanpa keluar garis. dan keluar garis. garis. garisi secara
konsisten.

* Jika ada siswa yang mengalami buta warna, guru dapat merekomendasikan
pemeriksaan lebih lanjut.

H. Kegiatan Pengayaan dan Remidial

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang melihat dan menggunakan warna.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.

Lampiran

A. Lembar Kerja Pesrta Didik (LKPPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


A. Tujuan Pembelajaran:

 Siswa dapat menggambarkan tempat yang indah sesuai dengan imajinasi mereka.
 Siswa dapat menggunakan warna dengan penuh kesadaran dan kreativitas.
 Siswa dapat merasakan kebahagiaan dan makna dalam setiap proses menggambar.

B. Alat dan Bahan:

 Buku gambar atau kertas gambar, karton, manila, atau kardus.


 Pensil warna, krayon, pastel, atau kapur.
 Piring kertas (jika diperlukan).
 Penghapus dan pensil.

C. Soal LKPD

1. Mindful (Perhatian Penuh)


o Ambil alat gambar yang akan kamu gunakan. Sebelum memulai menggambar,
perhatikan dengan seksama alat yang ada di tanganmu.
o Apa yang kamu rasakan saat memegang alat gambarmu? (pensil warna, krayon,
pastel, atau kapur)
o Tuliskan apa yang kamu rasakan:
Jawaban: ___________________________

2. Visualisasi Tempat yang Indah


o Pejamkan mata dan bayangkan tempat yang menurutmu indah. Apakah itu sebuah
taman, kota, ruangan, atau tempat lain?
o Tuliskan gambaran tempat yang kamu bayangkan:
Jawaban: ___________________________

3. Joyful (Bahagia dalam Berkarya)


o Gambarlah tempat yang kamu bayangkan tadi di atas kertas atau media yang
disediakan.
o Warna apa yang paling kamu suka untuk digunakan dalam gambar? Mengapa kamu
memilih warna itu?
Jawaban: ___________________________

4. Refleksi tentang Proses Menggambar


o Apa yang membuatmu merasa senang selama proses menggambar dan
mewarnai?
Jawaban: ___________________________
o Setelah selesai menggambar, bagaimana perasaanmu? Apakah kamu bangga
dengan hasil karyamu?
Jawaban: ___________________________
5. Meaningful (Bermakna)
o Apakah tempat yang kamu gambar memiliki makna atau cerita khusus? Jika iya,
ceritakan secara singkat makna dari tempat tersebut:
Jawaban: ___________________________

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!

B. Glosarium

 Warna adalah unsur-unsur seni rupa yang dihasilkan ketika cahaya yang
mengenai suatu objek dipantulkan kembali ke mata. Warna dikelompokkan
menjadi warna primer, warna sekunder, warna tertier, analogus dan komplementer
Mengetahui, Jember, .....................2025
Kepala Sekolah SDN Guru Kelas II
Wringinagung 04

SITI QOMARUL ISRIYAH, [Link] MEILANI PUTRI RAHAYU


NIP. 19711214 200701 2 007 NIP. –
MODUL AJAR
PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

A. Identitas Modul Ajar

Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 2 Eksplorasi Alat, Media dan Bahan
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)

B. Kompetensi Awal
B.
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan


(Experiencing) sekitarnya dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua
unsur rupa.

Menciptakan Peserta didik membuat karya seni rupa menggunakan hasil


(Making/Creating) pengamatannya terhadap lingkungan sekitar,
menggunakan unsur garis, bentuk, dan/atau warna.

Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai
Artistik (Thinking and sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
Working Artistically) mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
lingkungan sekitar.

Berdampak (Impacting) Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian


sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya
seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya.

Elemen dan Sub-Elemen Capaian


Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.
 A.2. Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses.

Menciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media.

C. Profil Pelajar Pancasila


C.
 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
 Berpikir kritis,
 Mandiri,
 Kreatif,
 Bergotong royong, dan
 Berkebinekaan global

D. 8 Profil Lulusan
D.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
ndividu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.

E. Sarana dan Prasarana


E.
1) Papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya
2) Proyektor LCD, pelantang (speaker) aktif, laptop, media pembelajaran interaktif, dan
gambar/poster, internet
3) Buku Bacaan yang relevan

F. Target Peserta Didik


F.
Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
G.
Model pembelajaran tatap muka.

H. Metode Pembelajaran
H.
 Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
 Metode PJBL
 Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)

Komponen Inti
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
I.
Alur Tujuan Pembelajaran
 Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi warna primer dan sekunder.
 Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi alat untuk membuat garis.
 Siswa mampu mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.

B. Tujuan Kegiatan Pembelajaran


J.
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan mengeksplorasi warna primer
dan sekunder, alat untuk membuat garis serta elemen rupa dalam sebuah karya.

C. Pertanyaan Pemantik
K.

 Siapa yang tahu bagaimana cara membuat warna oranye/ hijau/ ungu?” atau “Apa
yang terjadi jika kamu mencampur warna kuning dengan merah atau biru?”, kemudian
menanyakan, “Bagaimana cara membuat warna merah, kuning dan biru?”.

D. Kegiatan Pembelajaran
L.

Eksplorasi (Sekitar 10 menit)

 Guru akan menempelkan kertas di papan tulis atau di sebuah meja. Gambarkan
beberapa garis vertikal dan horizontal di kertas tersebut. Pertemuan garis-garis
vertikal dan horizontal tersebut akan membentuk kotak-kotak.
Guru kemudian secara acak mewarnai kotak-kotak yang ada dengan warna merah,
kuning dan biru (guru dapat menggunakan krayon atau pensil warna).
 Ingatkan siswa mengenai kegiatan mengenali warna yang telah dilakukan pekan
sebelumnya. Guru akan menanyakan mengenai warna-warna yang diingat atau
dikenali siswa.
 Guru akan bercerita bahwa semua warna di dunia sebenarnya berasal hanya dari tiga
warna yaitu merah, kuning dan biru seperti yang terdapat di kertas milik guru.
Ketiga warna induk atau warna dasar tersebut memiliki nama yaitu warna Primer.
 Guru dapat mengajukan pertanyaan pemantik, “Siapa yang tahu bagaimana cara
membuat warna oranye/ hijau/ ungu?” atau “Apa yang terjadi jika kamu mencampur
warna kuning dengan merah atau biru?”, kemudian menanyakan,
“Bagaimana cara membuat warna merah, kuning dan biru?”. Setelah itu guru dapat
menjelaskan bahwa kita tidak dapat mencampur warna untuk mendapatkan warna
primer.
Sebab itu mereka disebut warna dasar.

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti

1. Mindful (Perhatian Penuh)

 Sebelum memulai kegiatan, ajak siswa untuk mempersiapkan diri dengan tenang dan
menyadari alat yang akan mereka gunakan. Berikan kesempatan kepada siswa untuk
merasakan benda-benda yang ada di sekitar mereka.
 Jelaskan dengan jelas bahwa siswa akan membuat garis-garis vertikal (tegak lurus)
dan horizontal (mendatar). Minta mereka untuk menyimak dengan penuh perhatian
bagaimana garis-garis tersebut dibentuk.

2. Joyful (Penuh Kegembiraan)

 Setelah memahami konsep garis vertikal dan horizontal, berikan siswa kesempatan
untuk mengeksplorasi kreativitas mereka. Biarkan mereka mengatur posisi dan jarak
antar garis sesuai keinginan mereka.
 Gunakan benda di sekitar mereka seperti penggaris atau tepi buku untuk membantu
mereka menggambar garis lurus. Pastikan kegiatan ini dijalani dengan suasana yang
menyenangkan dan tidak terburu-buru.
 Setelah garis-garis dibuat, ajak siswa untuk memilih warna-warna primer (merah,
kuning, biru) untuk mewarnai kotak-kotak yang terbentuk. Siswa dapat memilih untuk
membiarkan beberapa kotak tetap putih, sehingga mereka bebas berkreasi dengan
warna.
 Selama proses mewarnai, berikan pujian dan dorongan kepada siswa untuk mewarnai
dengan rapi, serta menikmati setiap momen dalam proses tersebut. Ajak mereka untuk
menyadari bagaimana warna-warna ini dapat memberikan keindahan pada gambar
mereka.

3. Meaningful (Bermakna)

 Setelah siswa selesai mewarnai, tanyakan kepada mereka apa yang mereka rasakan
saat mewarnai dengan warna-warna primer. Ajak mereka untuk merenungkan apa arti
dari warna-warna tersebut bagi mereka.
 Minta siswa untuk memberi nama pada karya mereka sebagai bentuk penghargaan
terhadap usaha mereka.
 Ajak mereka juga untuk membersihkan ruang kerja mereka dengan tanggung jawab,
sehingga mereka menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja.
 Sebagai penutup, ajak siswa untuk berbagi pengalaman tentang kegiatan menggambar
dan mewarnai ini, dan bagaimana perasaan mereka selama proses kreatif ini
berlangsung. Ini akan memberikan siswa rasa pencapaian dan nilai bermakna dari
setiap langkah yang mereka lalui.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Selain menggunakan pewarna, siswa juga dapat memotong kertas origami,


kardus/plastik bekas kemasan yang memiliki warna dominan merah, kuning dan
biru. Siswa dapat melipat kertas terlebih dahulu dan memotongnya mengikuti garis
lipatan. Siswa dapat menyusun potonganpotongan tersebut dan menempelkannya
pada kertas/ kardus/papan yang tersedia.
 Siswa yang memiliki cat dapat menggunakan cat dan kuas flat untuk mewarnai tiap
kotak. Sangat disarankan untuk mewarnai kotak-kotak dengan warna yang sama
terlebih dahulu agar efisien dalam pergantian warna. Pastikan siswa untuk mencuci
bersih kuas setiap mereka akan mengganti warna.

E. Berpikir & Bekerja Artistik, Refleksi


M.
Berpikir & bekerja artistik

Siswa dapat mendisplay karya mereka di dinding atau berbagi mengenai komposisi
garis dan warna primer yang mereka gunakan.

Refleksi Guru
 Apakah karya seni yang baik harus dibuat dalam satu warna atau berbagai warna?
 Apa yang membuat karya berisi hanya garis vertikal dan horizontal yang diwarnai
hanya dengan
F. Karya Seni & Objek yang Dapat Dijadikan Referensi Visual
N.
Karya seni dan objek yang dapat dijadikan referensi visual

 Karya lukisan Piet Mondriaan (1921) - Komposisi Merah, Kuning, Biru dan Hitam.

G. Asesmen / Penilaian
O.
Asesmen
Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui
Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Karya tidak Karya Karya Karya


menggunakan warna menunjukkan menunjukkan menunjukkan
primer. penggunaan 1-2 penggunaan penggunaan
warna primer. warna primer. warna primer.

Siswa konsisten Siswa belum Siswa konsisten Siswa konsisten


memerlukan bantuan konsisten mewarnai dan mewarnai dan
untuk mewarnai dan mewarnai dan menggunakan menggunakan
membuat garis lurus membuat garis penggaris untuk aneka benda
secara mandiri. lurus secara membuat garis untuk membuat
mandiri. lurus secara garis lurus
mandiri. dengan presisi
secara mandiri.

H. Kegiatan Remidial
P.

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang eksplorasi alat, media dan bahan.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai
CP.
Lampiran

A. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)


R.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk:

1. Dengarkan penjelasan guru tentang garis vertikal dan horizontal.


2. Gunakan buku gambar atau kertas yang sudah disediakan.
3. Gambar beberapa garis vertikal (tegak lurus) dan garis horizontal (mendatar) sesuai arahan
guru.
4. Mewarnai kotak-kotak yang terbentuk dengan menggunakan warna primer (merah, kuning,
biru).
5. Pastikan kalian mewarnai dengan rapi dan tidak keluar dari garis.
6. Beri nama pada karya kalian di bagian bawah gambar.
7. Setelah selesai, bersihkan ruang kerja kalian dengan rapi.

Soal LKPD:

1. Garis Vertikal dan Horizontal


o Gambarlah 5 garis vertikal di kertas gambar kamu.
o Gambarlah 5 garis horizontal sehingga membentuk beberapa kotak-kotak kecil.
o Kamu bisa menggunakan penggaris atau benda di sekitar yang memiliki tepi lurus.

2. Mewarnai dengan Warna Primer


o Warnailah kotak-kotak yang terbentuk hanya dengan warna merah, kuning, dan
biru.
o Biarkan beberapa kotak tetap putih jika kamu mau.

3. Kerapian
o Apakah kamu sudah mewarnai dengan rapi dan tidak keluar dari garis? (Beri tanda ✓
jika ya)
 ☐ Ya
 ☐ Tidak

4. Refleksi Diri
o Apa warna yang paling kamu sukai dari gambar yang kamu buat?

o Bagaimana perasaanmu setelah mewarnai gambar ini? Jelaskan!



5. Tugas Akhir
o Tulislah nama dan kelasmu di bagian bawah gambar.
o Setelah selesai, tunjukkan hasil gambar kamu kepada guru dan teman-temanmu.

Penilaian:

 Ketepatan membuat garis vertikal dan horizontal: _________


 Kerapian dalam mewarnai kotak: _________
 Kebersihan ruang kerja setelah selesai: _________
 Kreativitas dan usaha dalam memberi nama karya: _________

Petunjuk!
Siswa mengeksplorasi penggunaan penggaris dan pewarna kering atau basah yang
dipilihnya untuk membuat komposisi garis vertikal dan horizontal dengan warna
primer.
B. Glosarium

 Warna Primer : Warna dasar yang tidak dapat diperoleh dari warna apapun (merah,
kuning, biru, putih, hitam). 3.
 Warna Sekunder: Warna yang dihasilkan dari percampuran warna primer (Ungu dari
biru dan merah, Jingga dari kuning dan merah, Hijau dari Biru dan kuning).

Mengetahui, Jember, .....................2025


Kepala Sekolah SDN Guru Kelas II
Wringinagung 04
SITI QOMARUL ISRIYAH, [Link] MEILANI PUTRI RAHAYU
NIP. 19711214 200701 2 007 NIP. –

MODUL AJAR
PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

A. Identitas Modul Ajar

Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 3 Membuat Karya Cetak dari Bentuk Sekitar serta
Menggambar Pemandangan dan Potret
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)

B. Kompetensi Awal
T.
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan


(Experiencing) sekitarnya dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua
unsur rupa.

Menciptakan Peserta didik membuat karya seni rupa menggunakan hasil


(Making/Creating) pengamatannya terhadap lingkungan sekitar,
menggunakan unsur garis, bentuk, dan/atau warna.

Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai


Artistik (Thinking and sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
Working Artistically) mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
lingkungan sekitar.

Berdampak (Impacting) Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian


sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya
seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya.

Elemen dan Sub-Elemen Capaian


Mengalami
 A.2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses.

Menciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media.
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan berbagai media, bahan, alat,
teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan tertentu.

C. Profil Pelajar Pancasila


U.
 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
 Berpikir kritis,
 Mandiri,
 Kreatif,
 Bergotong royong, dan
 Berkebinekaan global

D. 8 Profil Pancasila
V.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.

E. Sarana & Prasarana


W.
1) Papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya
2) Proyektor LCD, pelantang (speaker) aktif, laptop, media pembelajaran interaktif, dan
gambar/poster, internet
3) Buku Bacaan yang relevan

F. Target Peserta Didik


X.
Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
Y.
Model pembelajaran tatap muka.
H. Model Pembelajaran
Z.
 Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
 Metode PJBL
 Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)

Komponen Inti

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran


BB.
Alur Tujuan Pembelajaran
 Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan menggunakan elemen rupa (garis
dan warna) dalam sebuah karya.
 Siswa mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di
sekitar yang sesuai untuk keperluan karyanya.
B. Pemahaman Bermakna
CC.
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali, mengidentifikasi dan
menggunakan elemen rupa (garis dan warna) dalam sebuah karya serta mengamati,
menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar yang sesuai
untuk keperluan karyanya.

C. Pertanyaan Pemantik
DD.
 Ada berapa cara untuk membuat sebuah karya cetak?
 Bagaimana saya menyiasati ketersediaan alat dan bahan di tempat saya?
 Bagaimana keterhubungan kegiatan ini dengan kondisi alam di sekitar saya?

D. Kegiatan Pembelajaran
EE.
Eksplorasi (Sekitar 5 menit)

 Ajak siswa untuk mengamati bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka. Ada bentuk
yang geometris seperti segitiga, segi empat atau lingkaran, ada bentuk organik yaitu
bentuk-bentuk yang ada di alam seperti awan, pohon dan bentuk manusia atau aneka
hewan. Guru dapat mengajak siswa untuk menyebutkan benda di sekitar yang
memiliki bentuk geometris atau bentuk organik.

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti

1. Pengarahan dan Persiapan:


o Guru menjelaskan kepada siswa bahwa kegiatan hari ini berfokus pada
kesadaran saat membuat karya seni dengan oil pastel. Mereka diajak untuk
memusatkan perhatian pada bentuk dan warna yang akan mereka buat.
o Ajak siswa untuk merenung sejenak, berfokus pada pikiran, dan
membayangkan bentuk-bentuk sederhana yang akan mereka ciptakan. Guru
dapat memberi pertanyaan pengarah seperti, "Bayangkan bentuk apa yang
ingin kamu buat hari ini? Bagaimana bentuk itu akan terlihat dengan warna
yang cerah?"

Joyful (Menyenangkan): 2. Kreasi Bentuk dan Pewarnaan:

 Siswa mulai membuat bentuk-bentuk sesuai imajinasi mereka menggunakan oil pastel
berwarna primer (merah, kuning, biru). Ajak siswa untuk merasa bebas dan tidak
terikat oleh aturan yang kaku dalam proses menggambar.
 Mereka dapat menggambar bentuk besar atau kecil, dengan garis tebal atau tipis,
sesuai dengan keinginan mereka. Bentuknya bisa sangat sederhana seperti lingkaran,
kotak, atau bahkan bentuk-bentuk abstrak.

3. Menggunting Bentuk:
o Siswa menggunting hasil gambar mereka mengikuti outline atau garis terluar
bentuk yang sudah dibuat. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan motorik
halus, sekaligus membuat proses kreatif menjadi menyenangkan.
o Ajak siswa menikmati setiap langkah prosesnya. Beri mereka kebebasan untuk
bereksplorasi tanpa merasa terburu-buru.

Meaningful (Bermakna): 4. Teknik Penggosokan Oil Pastel:

 Setelah memotong bentuk, siswa menempatkan potongan tersebut di atas kertas


kosong. Dengan menggunakan satu tangan untuk menahan bentuk, tangan lain mereka
gunakan untuk menggosok lembut oil pastel dengan ibu jari atau telunjuk ke arah luar
mengikuti bentuk potongan.
 Ajak siswa untuk memperhatikan bagaimana warna berpindah dari potongan ke
kertas, menciptakan efek bayangan. Jelaskan bahwa teknik ini dapat digunakan untuk
membuat pola dan gradasi warna yang unik.

5. Pengulangan dan Eksplorasi Lebih Lanjut:


o Siswa dapat menggunakan bentuk yang sudah dibuat lebih dari satu kali untuk
menciptakan pola yang berulang. Namun, mereka harus menebalkan kembali
oil pastel sebelum melakukannya.
o Ajak siswa bereksperimen dengan susunan dan posisi bentuk di kertas mereka,
menciptakan desain yang lebih kompleks atau menarik sesuai imajinasi
mereka.
6. Refleksi dan Penamaan Karya:
o Setelah selesai, siswa diminta memberi nama pada karya mereka. Minta
mereka untuk merenung sejenak tentang apa yang mereka buat dan perasaan
yang mereka rasakan selama proses tersebut.
o Guru dapat mengajak siswa berbagi pengalaman, bertanya misalnya,
"Bagaimana perasaan kalian ketika membuat bentuk-bentuk tadi? Apa yang
kalian pelajari dari cara warna dan bentuk bisa berpindah?"
o Siswa menutup kegiatan dengan membersihkan ruang kerjanya, menjaga
tanggung jawab terhadap lingkungan kerja mereka.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Siswa dapat menggunakan air kopi/teh/kunyit/daun pandan/kesumba untuk


membuat karya cetak stensil.
Siswa dapat membuat bentuk dari potongan kertas maupun menggunakan
daun/biji/ranting kering di sekitar mereka. Setelah siswa mengatur letak potongan
bentuk/ benda, mereka akan memerciki kertas dengan air kopi/teh/ kunyit/daun
pandan atau kesumba. Setelah kering, mereka akan mengangkat potongan
bentuk/benda tersebut.
 Siswa yang memiliki akses pada cat dapat menggunakan cat dan spons atau kuas
flat untuk mewarnai area di sekitar bentuk.

E. Berpikir & Bekerja Artistik, Refleksi


FF.
Berpikir & bekerja artistik

Siswa mengamati cara kerja stempel dan berbagi bagaimana karya cetak dapat
diperoleh melalui berbagai teknik.

Refleksi Guru
 Ada berapa cara untuk membuat sebuah karya cetak?
 Bagaimana saya menyiasati ketersediaan alat dan bahan di tempat saya?
 Bagaimana keterhubungan kegiatan ini dengan kondisi alam di sekitar saya?

F. Asesmen / Penilain
GG.
Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui


Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Bentuk yang Sebagian bentuk Bentuk yang Bentuk yang


digunakan tidak dapat yang digunakan digunakan digunakan dapat
dikenali. tidak dapat umumnya dapat dikenali dan
dikenali dikenali, menunjukkan
detail.
Siswa masih Siswa kurang Siswa cukup Siswa konsisten
memerlukan bantuan menunjukkan menunjukkan menunjukkan
untuk menggunting keterampilan keterampilan keterampilan
dan menerapkan menggunting dan menggunting dan menggunting dan
warna. menerapkan menerapkan menerapkan warna
warna secara warna secara dengan detail atau
mandiri. mandiri. presisi secara
mandiri.

G. Kegiatan Pengayaan dan Remidial


HH.
Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang menggambar/membuat karya
cetak dari bentuk sekitar.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.

Lampiran

A. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)


JJ. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk:

Hari ini kita akan membuat karya seni dengan menggunakan oil pastel. Ikuti langkah-langkah
di bawah ini dengan penuh perhatian dan nikmati prosesnya. Jangan lupa untuk mengerjakan
setiap langkah dengan rapi dan teliti.

Langkah-Langkah Kegiatan:

1. Membuat Bentuk

 Pikirkan bentuk yang ingin kamu buat. Bayangkan bentuk yang sederhana namun
menarik (misalnya lingkaran, segitiga, atau bentuk lainnya).
 Gambar bentuk tersebut di atas kertas dengan menggunakan oil pastel berwarna
primer (merah, kuning, atau biru).

Soal 1:

 Sebutkan 3 bentuk yang kamu gambar!


1.

2.

3.

2. Menggunting Bentuk

 Sekarang, guntinglah gambar yang sudah kamu buat, mengikuti garis luar (outline)
bentuk tersebut dengan hati-hati.
 Pastikan hasil guntinganmu rapi dan sesuai dengan garis yang kamu buat.

Soal 2:

 Apa yang harus kamu lakukan agar hasil guntingan tetap rapi?

3. Membuat Efek Bayangan


 Letakkan potongan bentuk di atas kertas kosong. Tahan potongan dengan satu tangan,
dan gunakan tangan lainnya untuk menggosok oil pastel ke arah luar, mengikuti
bentuk potongan.
 Amati bagaimana warna dari oil pastel berpindah ke kertas. Jika perlu, tebalkan
kembali oil pastel di potongan dan ulangi langkahnya.

Soal 3:

 Apa yang terjadi saat kamu menggosok oil pastel ke arah luar?

4. Pengulangan dan Eksplorasi

 Ulangi langkah tersebut pada beberapa bagian kertas lain. Kamu bisa menggunakan
bentuk yang sama atau membuat bentuk baru. Jangan lupa untuk menikmati
prosesnya!

Soal 4:

 Berapa kali kamu mengulangi proses ini dengan bentuk yang sama?

5. Pemberian Nama pada Karya

 Setelah kamu selesai, berilah nama pada karyamu. Tuliskan nama karya tersebut di
bagian bawah kertas gambarmu.

Soal 5:

 Apa nama karya seni yang kamu buat?

Petunjuk!
Siswa membuat karya dengan menggunakan teknik cetak stensil dengan menggunakan
cetakan yang digambar sendiri atau dari benda-benda yang terdapat di sekitarnya.
B. Glosarium
KK.
 Bentuk Geometris: Bentuk yang terukur dan dapat didefinisikan (lingkaran, persegi,
persegi panjang, laying-layang, segitiga)
Mengetahui, Jember, .....................2025
Kepala Sekolah SDN Guru Kelas II
Wringinagung 04

SITI QOMARUL ISRIYAH, [Link] MEILANI PUTRI RAHAYU


NIP. 19711214 200701 2 007 NIP. –
MODUL AJAR
PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

A. Identitas Modul Ajar

Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 4 Membuat Karya Cetak dari Bentuk Sekitar serta
Menggambar Pemandangan dan Potret
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)

B. Kompetensi Awal
LL.
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan


(Experiencing) sekitarnya dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua
unsur rupa.

Menciptakan Peserta didik membuat karya seni rupa menggunakan hasil


(Making/Creating) pengamatannya terhadap lingkungan sekitar,
menggunakan unsur garis, bentuk, dan/atau warna.

Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai


Artistik (Thinking and sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
Working Artistically) mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
lingkungan sekitar.

Berdampak (Impacting) Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian


sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya
seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya.

Elemen dan Sub-Elemen Capaian


Mengalami
 A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman
 dan informasi serupa.
Merefleksikan
 R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.
 R.2 Mengamati, memberikan penilaian, dan membuat hubungan antara karya pribadi
dan orang lain.

C. Profil Pelajar Pancasila


MM.
 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
 Berpikir kritis,
 Mandiri,
 Kreatif,
 Bergotong royong, dan
 Berkebinekaan global

D. 8 Profil Lulusan
NN.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.

E. Sarana & Prasarana


OO.

1) Papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya


2) Proyektor LCD, pelantang (speaker) aktif, laptop, media pembelajaran interaktif, dan
gambar/poster, internet
3) Buku Bacaan yang relevan

F. Target Peserta Didik


PP.
Peserta didik reguler/tipikal

G. Model Pembelajaran
QQ.
Model pembelajaran tatap muka.

H. Metode Pembelajaran
RR.
 Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
 Metode PJBL
 Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)

Lampiran

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran


SS.

Alur Tujuan Pembelajaran


 Siswa mampu menggunakan garis pijak (baseline) dalam gambar.
 Siswa mampu mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.

B. Pemahaman Bermakna
UU.
 Meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan garis pijak (baseline) dalam
gambar serta mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.

C. Pertanyaan Pemantik
VV.
Apakah termasuk ke dalam arah vertikal atau horizontal?

D. Kegiatan Pembelajaran
WW.
Eksplorasi (Sekitar 5 menit)

 Ajak siswa mengamati kertas atau buku gambar mereka. Ingatkan mereka pada
pelajaran sebelumnya mengenai garis vertikal (tegak lurus) dan horizontal
(mendatar). Tanyakan kepada siswa mengenai arah kertas/buku gambar mereka,
apakah termasuk ke dalam arah vertikal atau horizontal.
 Perkenalkan siswa pada istilah lanskap (arah kertas horizontal) yang biasa digunakan
untuk menggambarkan pemandangan/suasana dan potret (arah kertas vertikal) yang
biasa digunakan untuk menggambar potret atau wajah manusia.
 Siswa dibebaskan memilih untuk menggambar/melukis pemandangan di atas kertas
lanskap atau menggambar/ melukis wajah/gerak tubuh manusia di atas kertas potret
atau keduanya dapat dilakukan dalam waktu yang terpisah.

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.

2. Kegiatan Inti
Aktivitas Pertemuan I (Sekitar 25 menit)

 Pengenalan dan Visualisasi (Mindful):

 Guru membuka sesi dengan mengajak siswa untuk duduk tenang dan memusatkan
perhatian pada diri sendiri. Mulailah dengan sesi visualisasi singkat. Guru mengajak
siswa untuk memejamkan mata selama beberapa menit, membayangkan suasana atau
tempat yang paling menyenangkan bagi mereka.
 Berikan panduan dengan pertanyaan seperti:
“Bayangkan kembali momen yang membuatmu merasa sangat senang. Apakah itu di
rumah? Di taman? Bersama teman-teman atau keluarga? Apa yang kamu rasakan?
Apa yang ada di sekelilingmu? Suasana seperti apa yang ada di sana? Warna apa yang
kamu lihat? Bayangkan dengan jelas momen tersebut dan rasakan kembali
kebahagiaan yang kamu alami.”
 Tujuannya adalah membuat siswa merasa terhubung dengan pengalaman personal dan
menjadi lebih sadar terhadap emosi serta lingkungan mereka, yang membantu
meningkatkan kesadaran dan fokus (mindfulness).

 Proses Kreatif (Joyful):

 Setelah visualisasi selesai, minta siswa membuka mata perlahan dan sampaikan bahwa
mereka akan menggambar apa yang baru saja mereka bayangkan.
 Berikan mereka pilihan untuk menggambar/melukis pemandangan di atas kertas
lanskap atau menggambar/melukis wajah atau gerak tubuh manusia di atas kertas
potret. Jika kegiatan dilakukan selama dua pertemuan, satu gambar bisa dimulai
terlebih dahulu.
 Untuk siswa yang memilih menggambar pemandangan, ajak mereka untuk mengamati
lingkungan sekitar. Guru dapat memberi pemantik dengan pertanyaan:
o “Apakah pemandangan itu melibatkan alam atau suasana di dalam ruangan?”
o “Apa yang paling penting dalam pemandangan tersebut? Siapa saja yang ada di
sana? Warna apa yang mendominasi?”
 Bagi siswa yang memilih menggambar wajah atau gerak tubuh manusia, ajak mereka
untuk mengingat ekspresi atau postur yang mereka sukai, dan berikan kebebasan
berimajinasi.
 Beri semangat pada siswa untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui pilihan
warna dan bentuk. Proses ini mengedepankan kebahagiaan dan kegembiraan dalam
mengekspresikan diri secara bebas (joyful).

 Pembelajaran Bermakna (Meaningful):

 Setelah siswa selesai dengan gambarnya, ajak mereka untuk refleksi tentang arti
gambar tersebut bagi mereka.
o “Apa yang membuat gambar ini penting bagimu?”
o “Apa yang kamu ingin sampaikan melalui gambar ini?”
o “Bagaimana perasaanmu setelah menggambar hal ini?”
 Guru juga dapat membantu siswa dengan panduan untuk menambahkan elemen-
elemen dalam gambar mereka agar lebih bermakna, seperti membuat garis pijak agar
gambar tidak terlihat mengambang, atau menambahkan detail tertentu yang
mendukung narasi gambar.
 Berikan mereka kesempatan untuk memberi judul pada karya mereka. Dengan
memberi judul, siswa dapat memahami makna yang lebih dalam dari karya mereka.
 Setelah itu, siswa menuliskan nama mereka pada karya tersebut dan membersihkan
ruang kerja mereka. Penekanan pada kebersihan dan kerapian merupakan bagian dari
tanggung jawab dan kedisiplinan yang bermakna bagi siswa.

Aktivitas Pertemuan II (Sekitar 25 menit)

 Refleksi Awal dan Pengamatan (Mindful):

 Mulai dengan mengajak siswa untuk duduk berpasangan dengan teman yang mereka
pilih. Sebelum memulai kegiatan menggambar, guru mengajak siswa untuk sejenak
memejamkan mata dan mengamati perasaan mereka saat berada bersama teman yang
akan mereka gambarkan.
 Guru memberikan panduan dengan pertanyaan seperti:
o “Apa yang kamu rasakan saat berada di samping temanmu? Apa yang
membuatnya istimewa bagi kamu?”
o “Perhatikan baik-baik wajahnya. Bagaimana Tuhan menciptakan kalian
berbeda tapi sama-sama indah? Setiap wajah itu unik dan memiliki cerita
masing-masing.”
 Ini membantu siswa untuk lebih sadar terhadap perasaan mereka dan lingkungan
sosial di sekitar, meningkatkan kesadaran diri dan empati (mindfulness).

 Proses Pengamatan dan Kreativitas (Joyful):

 Setelah sesi refleksi, siswa membuka mata dan mulai mengamati wajah teman mereka
dengan lebih seksama. Guru memancing pengamatan dengan pertanyaan:
o “Bagaimana bentuk wajah temanmu? Apa yang kamu lihat dalam senyum atau
ekspresinya? Adakah persamaan dan perbedaan antara kalian?”
o “Apakah rambut, warna kulit, atau ekspresi temanmu yang paling menarik
bagimu?”
 Ajak siswa untuk mulai menggambarkan wajah teman mereka di atas kertas, tetapi
dengan pendekatan yang menyenangkan. Siswa tidak diharuskan membuat gambar
yang sangat realistis, melainkan fokus pada apa yang mereka amati dan bagaimana
mereka melihat teman mereka dengan caranya sendiri.
 Dengan menggunakan pengamatan dan menggambar sebagai media ekspresi diri,
siswa belajar untuk melihat keindahan dalam perbedaan dan saling menghargai.
Kegiatan ini dirancang agar menyenangkan dan menggembirakan, sehingga siswa bisa
menikmati prosesnya (joyful).

 Membangun Hubungan dan Makna (Meaningful):


 Setelah siswa selesai menggambar wajah teman mereka, ajak mereka untuk refleksi
kembali mengenai gambar yang mereka buat.
o “Apa yang membuat gambar ini spesial bagi kalian?”
o “Apa yang kalian lihat dalam diri temanmu yang membuatnya unik?”
o “Bagaimana rasanya menggambar wajah temanmu, dan apa yang kamu
pelajari dari kegiatan ini?”
 Guru juga mengajak siswa untuk menambahkan elemen-elemen lain di latar belakang
gambar, seperti pohon, bangunan, atau elemen lain yang mereka anggap penting untuk
menggambarkan cerita di balik wajah teman mereka. Ini bisa menciptakan makna
lebih mendalam, baik dalam hubungan personal maupun sebagai bagian dari
eksplorasi visual siswa.
 Setelah itu, siswa diminta menuliskan nama mereka pada karya mereka dan
menambahkan judul yang mencerminkan makna dari gambar tersebut. Dengan
memberi judul, siswa dapat mengartikulasikan makna yang lebih dalam dari hubungan
mereka dengan teman dan hasil karya mereka sendiri.
 Siswa membersihkan ruang kerjanya, dan penekanan pada tanggung jawab terhadap
kebersihan adalah bagian dari mengajarkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab
(meaningful).

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Siswa dapat menggambar selain di kertas seperti pada kardus/kotak kemasan bekas
atau bahkan di atas tanah/pasir. Tetap kenalkan mereka pada konsep arah kertas
lanskap dan potret.
 Siswa yang bekerja cepat atau memiliki akses pada kanvas dan cat, dapat
melakukan kegiatan ini dalam bentuk lukisan cat akrilik di atas kanvas. Pemilihan
media cat akrilik berdasarkan pertimbangan warna yang cukup solid dan mudah
kering serta tidak berbau menyengat.

E. Berpikir & Bekerja Artistik, Refleksi


XX. c
Berpikir & bekerja artistik

Gallery walk
Siswa dapat mendisplay/menyusun karyanya dan saling berbagi mengenai pengalaman
atau ide mereka menggambar pemandangan atau potret.

Refleksi Guru
 Apakah yang saya bayangkan ketika mendengar kata menggambar pemandangan?
 Bagaimana perasaan saya ketika mendengar kata menggambar potret?
 Apakah saya menuntut kesempurnaan dan mengharapkan kemiripan gambar dengan
kenyataan?
 Apakah saya memiliki kekhawatiran bagaimana jika gambar saya tidak mirip
dengan aslinya?
 Bagaimana perasaan saya melihat respon siswa terhadap kegiatan ini?

F. Asesmen / Penilaian
YY. c
Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui


Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Karya tidak Karya Karya Karya


menunjukkan gambar menunjukkan menunjukkan menunjukkan
pemandangan atau gambar gambar gambar
potret. pemandangan pemandangan pemandangan
atau potret atau potret atau potret dan
namun beberapa dengan bentuk menunjukkan
bentuk tidak yang dapat detail bentuk.
dapat dikenali. dikenali.

Pilihan gambar tidak Pilihan gambar Pilihan gambar Pilihan gambar


mengikuti arah kertas mengikuti arah mengikuti arah mengikuti arah
yang tepat kertas yang tepat kertas yang tepat kertas yang tepat
dan
menunjukkan
penguasaan
bidang kertas.

Tidak ada garis pijak Ada garis pijak Wimba* berada Wimba* berada
namun wimba* pada garis pijak pada garis pijak.
tidak terhubung
dengan garis
pijak

*wimba: obyek yang digambar atau dideskripsikan

G. Kegiatan Pengayaan dan Remidial


ZZ.c
Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang menggambar pemandangan dan
potret.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.

Lampiran

A. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)


BBB. c
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa menggambarkan pemandangan di atas kertas lanskap atau wajah dan ekspresi/
gestur orang di atas kertas potret.
B. Glosarium
CCC. c

 Garis Horizontal : garis mendatar


 Garis Vertikal : garis tegak
 Garis Diagonal : garis miring

Mengetahui, Jember, .....................2025


Kepala Sekolah SDN Guru Kelas II
Wringinagung 04

SITI QOMARUL ISRIYAH, [Link] MEILANI PUTRI RAHAYU


NIP. 19711214 200701 2 007 NIP. –
MODUL AJAR
PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

A. Identitas Modul Ajar

Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 5 Menggambar Pola
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)

B. Kompetensi Awal
DDD.
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan


(Experiencing) sekitarnya dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua
unsur rupa.

Menciptakan Peserta didik membuat karya seni rupa menggunakan hasil


(Making/Creating) pengamatannya terhadap lingkungan sekitar,
menggunakan unsur garis, bentuk, dan/atau warna.

Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.

Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai


Artistik (Thinking and sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
Working Artistically) mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
lingkungan sekitar.

Berdampak (Impacting) Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian


sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya
seni rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya.

Elemen dan Sub-Elemen Capaian


Mengalami
 A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi serupa.

Merefleksikan
 R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.
 R.2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya pribadi
dan orang lain.

C. Profil Pelajar Pancasila


EEE.
 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
 Berpikir kritis,
 Mandiri,
 Kreatif,
 Bergotong royong, dan
 Berkebinekaan global

D. 8 Profil Lulusan
FFF.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.

E. Sarana & Prasarana


GGG.
) Papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya
2) Proyektor LCD, pelantang (speaker) aktif, laptop, media pembelajaran interaktif, dan
gambar/poster, internet
3) Buku Bacaan yang relevan

F. Target Peserta Didik


[Link] reguler/tipikal
Peserta
G. Model Pembelajaran
III.
Model pembelajaran tatap muka.

H. Motode Pembelajaran
JJJ.

 Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
 Metode PJBL
 Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)

Lampiran

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran

Alur Tujuan Pembelajaran


 Siswa mampu mengenali dan mengeksplorasi pola dan motif sederhana (a-ba- b).
 Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi alat untuk membuat garis.
 Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.

B. Pemahaman Bermakna

 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengeksplorasi pola dan


motif sederhana (a-ba- b), alat untuk membuat garis serta elemen rupa dalam sebuah
karya.
C. Pertanyaan Pemantik

 Apakah saya mengetahui tentang kain tradisional dari daerah tempat saya
mengajar/daerah asal saya?
 Apa bentuk motif dasar dari kain tradisional daerah saya tersebut?
 Apa ciri motif tersebut?
 Bagaimana kondisi daerah saya memengaruhi munculnya motif kain tersebut?

D. Kegiatan Pembelajaran

Eksplorasi

 Carilah motif tradisional yang sederhana dari daerah anda.


Motif ini biasanya terdapat pada kain atau ukiran tradisional daerah. Jika diperlukan
atau memungkinkan, guru dapat membawa contoh kain tradisional yang dimiliki.
 Guru dapat memulai kegiatan dengan permainan yang berhubungan dengan pola
lantai atau pola bunyi tepuk tangan (misalnya tepuk keras-lembut-lembut-keras atau
tepuk keras-lembut-keras-lembut). Setelah siswa memahami pola tepuk, guru
mengajak siswa untuk bersama-sama mengamati motif (gambar utama) pada kain
tradisional dari daerah anda masing-masing. Kemudian, ajak mereka untuk
mengamati pola atau perulangan bentuk yang terdapat pada kain tradisional tersebut.

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.

2. Kegiatan Inti

 Refleksi Awal dan Pengamatan (Mindful):

 Pengamatan Pola Tradisional: Sebelum memulai menggambar, siswa diajak untuk


duduk tenang dan mengamati pola tradisional daerah setempat yang dipilih. Guru
menjelaskan kepada siswa tentang keindahan dan makna simbolik di balik pola-pola
tersebut, serta pentingnya menjaga dan menghargai warisan budaya.
 Guru memandu siswa dengan pertanyaan reflektif seperti:
o "Coba lihat dengan seksama, apa saja bentuk yang kalian lihat? Apa yang
membuat pola ini begitu istimewa?"
o "Bagaimana bentuk-bentuk seperti lingkaran, segitiga, atau bentuk berundak
dapat menjadi sebuah cerita dalam pola tradisional ini?"
 Proses ini membantu siswa menjadi lebih sadar akan makna di balik pola dan bentuk
yang mereka lihat, serta mengembangkan rasa hormat terhadap kekayaan budaya
lokal.

 Eksplorasi Kreatif dan Proses Berulang (Joyful):

 Setelah melakukan pengamatan, siswa diajak untuk mulai menggambar bentuk-bentuk


dasar dari pola tersebut menggunakan bantuan grid. Siswa tidak hanya menyalin,
tetapi mengolah bentuk yang mereka amati dengan kreativitas sendiri.
 Guru memberikan bimbingan dalam membuat bentuk geometris seperti lingkaran,
segitiga, atau bentuk berundak, namun siswa diberikan kebebasan untuk mengatur
penempatan dan variasi bentuk yang mereka gambar.
 Siswa diajak untuk merasakan kesenangan dalam mengulang pola dan melihat
bagaimana pola tersebut terbentuk dari pengulangan. Guru memancing imajinasi
mereka dengan pertanyaan:
o "Bagaimana perasaan kalian saat mengulang bentuk yang sama? Apa yang
kalian bayangkan ketika pola ini berulang?"
o "Bayangkan pola ini bisa menjadi lebih besar dan lebih indah dengan setiap
pengulangan yang kalian buat."
 Siswa menikmati proses mengulang pola dan bereksperimen dengan susunan bentuk
secara bebas, tanpa merasa terbebani oleh kesempurnaan. Ini memberikan mereka
ruang untuk berekspresi secara joyful.

 Makna dalam Warna dan Kesempurnaan Karya (Meaningful):

 Setelah siswa menyelesaikan pengulangan bentuk dasar, mereka diberi kesempatan


untuk mewarnai karya mereka dengan warna yang mereka sukai. Guru mengajak
siswa untuk memilih warna dengan pertimbangan perasaan dan makna.
o "Apa warna favorit kalian? Bagaimana warna ini menggambarkan perasaan
kalian saat membuat pola ini?"
o "Pikirkan warna yang membuat pola kalian semakin hidup dan mencerminkan
cerita dari budaya lokal."
 Proses pewarnaan ini menjadi bagian yang bermakna, di mana siswa bisa
mengekspresikan diri mereka dan memahami hubungan antara bentuk, warna, dan
budaya. Pewarnaan tidak hanya menjadi tugas teknis, tetapi juga eksplorasi emosional
dan personal.
 Setelah selesai mewarnai, siswa menuliskan nama dan kelas pada karyanya. Guru juga
mendorong mereka untuk memberi judul atau cerita singkat di balik pola yang mereka
buat, sehingga memberikan makna lebih dalam pada karya tersebut.

 Penutupan dan Refleksi:

 Sebelum menyelesaikan kegiatan, siswa diminta untuk membersihkan ruang kerjanya


sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan belajar mereka. Ini juga bagian
dari pembelajaran mindfulness, di mana siswa diajak untuk menghargai proses dari
awal hingga akhir.
 Guru mengajak siswa melakukan refleksi singkat tentang proses yang mereka alami:
o "Bagaimana perasaan kalian setelah membuat pola ini? Apa yang kalian
pelajari dari mengamati dan mengulang bentuk?"
o "Bagaimana pola ini menggambarkan budaya lokal dan apa yang membuatnya
spesial bagi kalian?"
 Refleksi ini menanamkan nilai meaningful learning, di mana siswa belajar menghargai
proses kreatif, memahami budaya, serta menciptakan hubungan personal dengan karya
mereka.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Selain menggambar dan mewarnai, siswa juga dapat menggunting dan menempel
motif dasar kain tradisional yang dipilih dengan menggunakan ketersediaan bahan,
misalnya dengan menggunakan pasir, biji-bijian, dan papan atau membuat motif
kawung dengan menyusun daun yang memiliki ukuran serupa. Guru dapat
melakukan penilaian langsung untuk proses dan hasilnya.
 Untuk pengayaan, siswa dapat menggunakan mix media, seperti selotip warna
untuk membuat garis lurus, digabung dengan spidol atau cat untuk membuat detail
lain yang lebih kecil.
E. Berpikir & Bekerja Artistik, Refleksi

Berpikir & bekerja artistik

Gallery walk
Siswa dapat mendisplay hasil kerjanya dan berbagi mengenai inspirasi pola yang
dibuatnya.

Refleksi Guru
 Apakah saya mengetahui tentang kain tradisional dari daerah tempat saya
mengajar/daerah asal saya?
 Apa bentuk motif dasar dari kain tradisional daerah saya tersebut?
 Apa ciri motif tersebut?
 Bagaimana kondisi daerah saya memengaruhi munculnya motif kain tersebut?

F. Asesmen / Penilaian

Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui


Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Karya tidak Karya Karya Karya


menunjukkan pola menunjukkan menunjukkan menunjukkan pola
pola yang tidak pola yang yang detail
konsisten. konsisten
G. Kegiatan Pengayaan

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang menggambar pola.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.

Lampiran

A. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..

A. Petunjuk Pengerjaan:

1. Bacalah setiap soal dengan teliti.


2. Lakukan setiap langkah dengan penuh kesadaran dan kreativitas.
3. Jangan takut bereksperimen dan nikmati proses menggambar.
4. Jawablah pertanyaan refleksi dengan jujur dan sesuai pengalamanmu.

B. Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu:

1. Mengamati pola geometris pada kain tradisional daerah.


2. Membuat pola dengan menggunakan bentuk dasar geometris.
3. Mewarnai pola dengan warna yang sesuai selera.
4. Merefleksikan perasaan dan pengalaman selama proses menggambar.

C. Langkah-Langkah Pengerjaan:

1. Pengamatan Pola Tradisional (Mindful)


o Amati gambar pola tradisional daerah yang diberikan oleh guru. Perhatikan
baik-baik bentuk yang ada.

Soal 1:

o Tuliskan bentuk-bentuk geometris apa saja yang kamu lihat pada pola
tradisional tersebut. Sebutkan minimal 3 bentuk.
Jawaban:
1.

2.

3.

2. Membuat Pola Geometris Sendiri (Joyful)


o Buatlah pola geometris berdasarkan pengamatanmu tadi. Gambar bentuk
geometris yang kamu sukai di kertas grid yang telah diberikan oleh guru.
Susun bentuk tersebut berulang di bagian samping, atas, atau bawahnya.

Soal 2:
o Apakah kamu merasa senang saat membuat pola ini? Ceritakan apa yang
paling kamu sukai dari proses membuat pola.
Jawaban:

3. Mewarnai Pola dengan Warna Favorit (Meaningful)


o Setelah pola selesai, warnai pola yang kamu buat dengan warna-warna yang
kamu sukai. Pilih warna yang menurutmu paling cocok untuk pola ini.

Soal 3:

o Warna apa saja yang kamu gunakan dalam pola ini? Mengapa kamu memilih
warna tersebut?
Jawaban:

Petunjuk!
Siswa mengamati bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerah masing-masing.
Dengan inspirasi tersebut, mereka kemudian menggambarkan pola mereka
sendiri atau pola yang mereka tangkap.
B. Glosarium
 Menggambar pola adalah bentuk atau model (atau, lebih abstrak, suatu set peraturan)
yang bisa dipakai untuk membuat atau untuk menghasilkan suatu atau bagian dari
sesuatu, khususnya jika sesuatu yang ditimbulkan cukup mempunyai suatu yang
sejenis untuk pola dasar yang dapat ditunjukkan atau terlihat,

Mengetahui, Jember, .....................2025


Kepala Sekolah SDN Guru Kelas II
Wringinagung 04

SITI QOMARUL ISRIYAH, [Link] MEILANI PUTRI RAHAYU


NIP. 19711214 200701 2 007 NIP. –

Anda mungkin juga menyukai