Modul Ajar Seni Rupa Kelas II SD
Modul Ajar Seni Rupa Kelas II SD
Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 1 Melihat dan Menggunakan Warna
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2 x 35 menit)
B. Kompetensi Awal
G. Model Pembelajaran
H. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
Metode PJBL
Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
Komponen Inti
A. Tujuan Pembelajaran
B. Pemahaman Bermakna
C. Pertanyaan Pemantik
D. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Jelaskan kepada siswa bahwa kegiatan kali ini akan menggunakan pewarna kering,
seperti pensil warna, krayon, pastel, atau kapur (sebutkan alat yang digunakan).
Ajarkan kepada mereka untuk menyadari alat yang mereka pegang dan bagaimana
alat-alat tersebut dapat menghasilkan berbagai warna dan tekstur.
Katakan, “Perhatikan alat yang kalian pilih, rasakan permukaannya di tangan kalian,
dan bayangkan bagaimana warna yang akan dihasilkan nanti saat kalian
menggambar.”
Siswa akan membuat sebuah gambar di atas kertas gambar, kertas karton, manila,
kardus, atau piring kertas. Ajak mereka untuk merasa senang dan bebas saat mereka
memulai gambar mereka.
Katakan, “Kalian bisa menggunakan warna apa saja dan menggambar sesuka hati.
Tidak ada jawaban yang salah, karena ini adalah dunia imajinasi kalian!”
Setelah gambar selesai, adakan sesi refleksi dan berbagi. Minta siswa untuk
bercerita tentang gambar mereka, mengapa mereka memilih tempat dan warna
tertentu, serta bagaimana mereka merasa saat menggambar.
Katakan, “Mari kita dengarkan cerita dari teman-teman kalian tentang tempat yang
mereka bayangkan. Apa yang membuat kalian memilih warna-warna ini? Bagaimana
perasaan kalian selama menggambar?”
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.
Kegiatan alternatif dan pengayaan
Jika siswa tidak memiliki pewarna kering, siswa dapat menggunakan pewarna dari
alam sekitar seperti arang, kunyit atau menggunakan pasir/ranting. Siswa dapat
membuat gambar di tanah/pasir dengan menggunakan ketersediaan di alam sekitar.
Guru dapat langsung menilai seketika proses dan hasil akhirnya (lihat bagian
asesmen).
Guru dapat memutarkan musik instrumental yang menenangkan atau memutarkan
bunyi-bunyian alam seperti bunyi gemericik air, suara burung atau deburan ombak.
Ide lainnya adalah, jika sekolah terletak di daerah yang memiliki pemandangan
alam, siswa dapat menggambar langsung di luar ruang.
Bagi siswa yang telah selesai terlebih dahulu, guru dapat memberikan tantangan
tambahan untuk membuat gambar lebih detail atau ukuran lebih besar.
Bagi sekolah yang memiliki akses pada gawai/internet, siswa dapat diajak untuk
mencari inspirasi gambar atau menggambar secara digital.
Siswa dapat mendisplay karya mereka di dinding kelas atau berbagi mengenai inspirasi
karyanya. Guru dapat mengajukan pertanyaan mengenai warna kesukaan pada 3-5
siswa dan berbagi bahwa semua warna itu indah dan saling memperkaya keindahan satu
sama lain.
Refleksi Guru
Bagaimana bayangan saya mengenai tempat yang indah? Apa warna yang dominan di
tempat tersebut?
Apakah warna kesukaan saya? Apa kesan saya terhadap warna tersebut?
Apakah kesan murid saya terhadap suatu warna tertentu?
Apa informasi yang dapat saya gali dari cerita atau pendapat murid mengenai
warna kesukaannya?Beberapa metode penilaian yang dapat digunakan antara lain:
* Jika ada siswa yang mengalami buta warna, guru dapat merekomendasikan
pemeriksaan lebih lanjut.
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang melihat dan menggunakan warna.
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.
Lampiran
Siswa dapat menggambarkan tempat yang indah sesuai dengan imajinasi mereka.
Siswa dapat menggunakan warna dengan penuh kesadaran dan kreativitas.
Siswa dapat merasakan kebahagiaan dan makna dalam setiap proses menggambar.
C. Soal LKPD
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
B. Glosarium
Warna adalah unsur-unsur seni rupa yang dihasilkan ketika cahaya yang
mengenai suatu objek dipantulkan kembali ke mata. Warna dikelompokkan
menjadi warna primer, warna sekunder, warna tertier, analogus dan komplementer
Mengetahui, Jember, .....................2025
Kepala Sekolah SDN Guru Kelas II
Wringinagung 04
Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 2 Eksplorasi Alat, Media dan Bahan
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)
B. Kompetensi Awal
B.
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik menggunakan pengalaman visualnya sebagai
Artistik (Thinking and sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
Working Artistically) mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
lingkungan sekitar.
Menciptakan
C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media.
D. 8 Profil Lulusan
D.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
ndividu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
G. Model Pembelajaran
G.
Model pembelajaran tatap muka.
H. Metode Pembelajaran
H.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
Metode PJBL
Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
Komponen Inti
A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
I.
Alur Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi warna primer dan sekunder.
Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi alat untuk membuat garis.
Siswa mampu mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.
C. Pertanyaan Pemantik
K.
Siapa yang tahu bagaimana cara membuat warna oranye/ hijau/ ungu?” atau “Apa
yang terjadi jika kamu mencampur warna kuning dengan merah atau biru?”, kemudian
menanyakan, “Bagaimana cara membuat warna merah, kuning dan biru?”.
D. Kegiatan Pembelajaran
L.
Guru akan menempelkan kertas di papan tulis atau di sebuah meja. Gambarkan
beberapa garis vertikal dan horizontal di kertas tersebut. Pertemuan garis-garis
vertikal dan horizontal tersebut akan membentuk kotak-kotak.
Guru kemudian secara acak mewarnai kotak-kotak yang ada dengan warna merah,
kuning dan biru (guru dapat menggunakan krayon atau pensil warna).
Ingatkan siswa mengenai kegiatan mengenali warna yang telah dilakukan pekan
sebelumnya. Guru akan menanyakan mengenai warna-warna yang diingat atau
dikenali siswa.
Guru akan bercerita bahwa semua warna di dunia sebenarnya berasal hanya dari tiga
warna yaitu merah, kuning dan biru seperti yang terdapat di kertas milik guru.
Ketiga warna induk atau warna dasar tersebut memiliki nama yaitu warna Primer.
Guru dapat mengajukan pertanyaan pemantik, “Siapa yang tahu bagaimana cara
membuat warna oranye/ hijau/ ungu?” atau “Apa yang terjadi jika kamu mencampur
warna kuning dengan merah atau biru?”, kemudian menanyakan,
“Bagaimana cara membuat warna merah, kuning dan biru?”. Setelah itu guru dapat
menjelaskan bahwa kita tidak dapat mencampur warna untuk mendapatkan warna
primer.
Sebab itu mereka disebut warna dasar.
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Sebelum memulai kegiatan, ajak siswa untuk mempersiapkan diri dengan tenang dan
menyadari alat yang akan mereka gunakan. Berikan kesempatan kepada siswa untuk
merasakan benda-benda yang ada di sekitar mereka.
Jelaskan dengan jelas bahwa siswa akan membuat garis-garis vertikal (tegak lurus)
dan horizontal (mendatar). Minta mereka untuk menyimak dengan penuh perhatian
bagaimana garis-garis tersebut dibentuk.
Setelah memahami konsep garis vertikal dan horizontal, berikan siswa kesempatan
untuk mengeksplorasi kreativitas mereka. Biarkan mereka mengatur posisi dan jarak
antar garis sesuai keinginan mereka.
Gunakan benda di sekitar mereka seperti penggaris atau tepi buku untuk membantu
mereka menggambar garis lurus. Pastikan kegiatan ini dijalani dengan suasana yang
menyenangkan dan tidak terburu-buru.
Setelah garis-garis dibuat, ajak siswa untuk memilih warna-warna primer (merah,
kuning, biru) untuk mewarnai kotak-kotak yang terbentuk. Siswa dapat memilih untuk
membiarkan beberapa kotak tetap putih, sehingga mereka bebas berkreasi dengan
warna.
Selama proses mewarnai, berikan pujian dan dorongan kepada siswa untuk mewarnai
dengan rapi, serta menikmati setiap momen dalam proses tersebut. Ajak mereka untuk
menyadari bagaimana warna-warna ini dapat memberikan keindahan pada gambar
mereka.
3. Meaningful (Bermakna)
Setelah siswa selesai mewarnai, tanyakan kepada mereka apa yang mereka rasakan
saat mewarnai dengan warna-warna primer. Ajak mereka untuk merenungkan apa arti
dari warna-warna tersebut bagi mereka.
Minta siswa untuk memberi nama pada karya mereka sebagai bentuk penghargaan
terhadap usaha mereka.
Ajak mereka juga untuk membersihkan ruang kerja mereka dengan tanggung jawab,
sehingga mereka menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja.
Sebagai penutup, ajak siswa untuk berbagi pengalaman tentang kegiatan menggambar
dan mewarnai ini, dan bagaimana perasaan mereka selama proses kreatif ini
berlangsung. Ini akan memberikan siswa rasa pencapaian dan nilai bermakna dari
setiap langkah yang mereka lalui.
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.
Siswa dapat mendisplay karya mereka di dinding atau berbagi mengenai komposisi
garis dan warna primer yang mereka gunakan.
Refleksi Guru
Apakah karya seni yang baik harus dibuat dalam satu warna atau berbagai warna?
Apa yang membuat karya berisi hanya garis vertikal dan horizontal yang diwarnai
hanya dengan
F. Karya Seni & Objek yang Dapat Dijadikan Referensi Visual
N.
Karya seni dan objek yang dapat dijadikan referensi visual
Karya lukisan Piet Mondriaan (1921) - Komposisi Merah, Kuning, Biru dan Hitam.
G. Asesmen / Penilaian
O.
Asesmen
Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui
Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100
H. Kegiatan Remidial
P.
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang eksplorasi alat, media dan bahan.
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai
CP.
Lampiran
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk:
Soal LKPD:
3. Kerapian
o Apakah kamu sudah mewarnai dengan rapi dan tidak keluar dari garis? (Beri tanda ✓
jika ya)
☐ Ya
☐ Tidak
4. Refleksi Diri
o Apa warna yang paling kamu sukai dari gambar yang kamu buat?
Penilaian:
Petunjuk!
Siswa mengeksplorasi penggunaan penggaris dan pewarna kering atau basah yang
dipilihnya untuk membuat komposisi garis vertikal dan horizontal dengan warna
primer.
B. Glosarium
Warna Primer : Warna dasar yang tidak dapat diperoleh dari warna apapun (merah,
kuning, biru, putih, hitam). 3.
Warna Sekunder: Warna yang dihasilkan dari percampuran warna primer (Ungu dari
biru dan merah, Jingga dari kuning dan merah, Hijau dari Biru dan kuning).
MODUL AJAR
PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)
Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 3 Membuat Karya Cetak dari Bentuk Sekitar serta
Menggambar Pemandangan dan Potret
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)
B. Kompetensi Awal
T.
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
Menciptakan
C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media.
C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan berbagai media, bahan, alat,
teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan tertentu.
D. 8 Profil Pancasila
V.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
G. Model Pembelajaran
Y.
Model pembelajaran tatap muka.
H. Model Pembelajaran
Z.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
Metode PJBL
Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
Komponen Inti
C. Pertanyaan Pemantik
DD.
Ada berapa cara untuk membuat sebuah karya cetak?
Bagaimana saya menyiasati ketersediaan alat dan bahan di tempat saya?
Bagaimana keterhubungan kegiatan ini dengan kondisi alam di sekitar saya?
D. Kegiatan Pembelajaran
EE.
Eksplorasi (Sekitar 5 menit)
Ajak siswa untuk mengamati bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka. Ada bentuk
yang geometris seperti segitiga, segi empat atau lingkaran, ada bentuk organik yaitu
bentuk-bentuk yang ada di alam seperti awan, pohon dan bentuk manusia atau aneka
hewan. Guru dapat mengajak siswa untuk menyebutkan benda di sekitar yang
memiliki bentuk geometris atau bentuk organik.
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Siswa mulai membuat bentuk-bentuk sesuai imajinasi mereka menggunakan oil pastel
berwarna primer (merah, kuning, biru). Ajak siswa untuk merasa bebas dan tidak
terikat oleh aturan yang kaku dalam proses menggambar.
Mereka dapat menggambar bentuk besar atau kecil, dengan garis tebal atau tipis,
sesuai dengan keinginan mereka. Bentuknya bisa sangat sederhana seperti lingkaran,
kotak, atau bahkan bentuk-bentuk abstrak.
3. Menggunting Bentuk:
o Siswa menggunting hasil gambar mereka mengikuti outline atau garis terluar
bentuk yang sudah dibuat. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan motorik
halus, sekaligus membuat proses kreatif menjadi menyenangkan.
o Ajak siswa menikmati setiap langkah prosesnya. Beri mereka kebebasan untuk
bereksplorasi tanpa merasa terburu-buru.
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.
Siswa mengamati cara kerja stempel dan berbagi bagaimana karya cetak dapat
diperoleh melalui berbagai teknik.
Refleksi Guru
Ada berapa cara untuk membuat sebuah karya cetak?
Bagaimana saya menyiasati ketersediaan alat dan bahan di tempat saya?
Bagaimana keterhubungan kegiatan ini dengan kondisi alam di sekitar saya?
F. Asesmen / Penilain
GG.
Asesmen
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.
Lampiran
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk:
Hari ini kita akan membuat karya seni dengan menggunakan oil pastel. Ikuti langkah-langkah
di bawah ini dengan penuh perhatian dan nikmati prosesnya. Jangan lupa untuk mengerjakan
setiap langkah dengan rapi dan teliti.
Langkah-Langkah Kegiatan:
1. Membuat Bentuk
Pikirkan bentuk yang ingin kamu buat. Bayangkan bentuk yang sederhana namun
menarik (misalnya lingkaran, segitiga, atau bentuk lainnya).
Gambar bentuk tersebut di atas kertas dengan menggunakan oil pastel berwarna
primer (merah, kuning, atau biru).
Soal 1:
2.
3.
2. Menggunting Bentuk
Sekarang, guntinglah gambar yang sudah kamu buat, mengikuti garis luar (outline)
bentuk tersebut dengan hati-hati.
Pastikan hasil guntinganmu rapi dan sesuai dengan garis yang kamu buat.
Soal 2:
Apa yang harus kamu lakukan agar hasil guntingan tetap rapi?
Soal 3:
Apa yang terjadi saat kamu menggosok oil pastel ke arah luar?
Ulangi langkah tersebut pada beberapa bagian kertas lain. Kamu bisa menggunakan
bentuk yang sama atau membuat bentuk baru. Jangan lupa untuk menikmati
prosesnya!
Soal 4:
Berapa kali kamu mengulangi proses ini dengan bentuk yang sama?
Setelah kamu selesai, berilah nama pada karyamu. Tuliskan nama karya tersebut di
bagian bawah kertas gambarmu.
Soal 5:
Petunjuk!
Siswa membuat karya dengan menggunakan teknik cetak stensil dengan menggunakan
cetakan yang digambar sendiri atau dari benda-benda yang terdapat di sekitarnya.
B. Glosarium
KK.
Bentuk Geometris: Bentuk yang terukur dan dapat didefinisikan (lingkaran, persegi,
persegi panjang, laying-layang, segitiga)
Mengetahui, Jember, .....................2025
Kepala Sekolah SDN Guru Kelas II
Wringinagung 04
Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 4 Membuat Karya Cetak dari Bentuk Sekitar serta
Menggambar Pemandangan dan Potret
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)
B. Kompetensi Awal
LL.
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
D. 8 Profil Lulusan
NN.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
G. Model Pembelajaran
QQ.
Model pembelajaran tatap muka.
H. Metode Pembelajaran
RR.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
Metode PJBL
Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
Lampiran
B. Pemahaman Bermakna
UU.
Meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan garis pijak (baseline) dalam
gambar serta mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.
C. Pertanyaan Pemantik
VV.
Apakah termasuk ke dalam arah vertikal atau horizontal?
D. Kegiatan Pembelajaran
WW.
Eksplorasi (Sekitar 5 menit)
Ajak siswa mengamati kertas atau buku gambar mereka. Ingatkan mereka pada
pelajaran sebelumnya mengenai garis vertikal (tegak lurus) dan horizontal
(mendatar). Tanyakan kepada siswa mengenai arah kertas/buku gambar mereka,
apakah termasuk ke dalam arah vertikal atau horizontal.
Perkenalkan siswa pada istilah lanskap (arah kertas horizontal) yang biasa digunakan
untuk menggambarkan pemandangan/suasana dan potret (arah kertas vertikal) yang
biasa digunakan untuk menggambar potret atau wajah manusia.
Siswa dibebaskan memilih untuk menggambar/melukis pemandangan di atas kertas
lanskap atau menggambar/ melukis wajah/gerak tubuh manusia di atas kertas potret
atau keduanya dapat dilakukan dalam waktu yang terpisah.
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Aktivitas Pertemuan I (Sekitar 25 menit)
Guru membuka sesi dengan mengajak siswa untuk duduk tenang dan memusatkan
perhatian pada diri sendiri. Mulailah dengan sesi visualisasi singkat. Guru mengajak
siswa untuk memejamkan mata selama beberapa menit, membayangkan suasana atau
tempat yang paling menyenangkan bagi mereka.
Berikan panduan dengan pertanyaan seperti:
“Bayangkan kembali momen yang membuatmu merasa sangat senang. Apakah itu di
rumah? Di taman? Bersama teman-teman atau keluarga? Apa yang kamu rasakan?
Apa yang ada di sekelilingmu? Suasana seperti apa yang ada di sana? Warna apa yang
kamu lihat? Bayangkan dengan jelas momen tersebut dan rasakan kembali
kebahagiaan yang kamu alami.”
Tujuannya adalah membuat siswa merasa terhubung dengan pengalaman personal dan
menjadi lebih sadar terhadap emosi serta lingkungan mereka, yang membantu
meningkatkan kesadaran dan fokus (mindfulness).
Setelah visualisasi selesai, minta siswa membuka mata perlahan dan sampaikan bahwa
mereka akan menggambar apa yang baru saja mereka bayangkan.
Berikan mereka pilihan untuk menggambar/melukis pemandangan di atas kertas
lanskap atau menggambar/melukis wajah atau gerak tubuh manusia di atas kertas
potret. Jika kegiatan dilakukan selama dua pertemuan, satu gambar bisa dimulai
terlebih dahulu.
Untuk siswa yang memilih menggambar pemandangan, ajak mereka untuk mengamati
lingkungan sekitar. Guru dapat memberi pemantik dengan pertanyaan:
o “Apakah pemandangan itu melibatkan alam atau suasana di dalam ruangan?”
o “Apa yang paling penting dalam pemandangan tersebut? Siapa saja yang ada di
sana? Warna apa yang mendominasi?”
Bagi siswa yang memilih menggambar wajah atau gerak tubuh manusia, ajak mereka
untuk mengingat ekspresi atau postur yang mereka sukai, dan berikan kebebasan
berimajinasi.
Beri semangat pada siswa untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui pilihan
warna dan bentuk. Proses ini mengedepankan kebahagiaan dan kegembiraan dalam
mengekspresikan diri secara bebas (joyful).
Setelah siswa selesai dengan gambarnya, ajak mereka untuk refleksi tentang arti
gambar tersebut bagi mereka.
o “Apa yang membuat gambar ini penting bagimu?”
o “Apa yang kamu ingin sampaikan melalui gambar ini?”
o “Bagaimana perasaanmu setelah menggambar hal ini?”
Guru juga dapat membantu siswa dengan panduan untuk menambahkan elemen-
elemen dalam gambar mereka agar lebih bermakna, seperti membuat garis pijak agar
gambar tidak terlihat mengambang, atau menambahkan detail tertentu yang
mendukung narasi gambar.
Berikan mereka kesempatan untuk memberi judul pada karya mereka. Dengan
memberi judul, siswa dapat memahami makna yang lebih dalam dari karya mereka.
Setelah itu, siswa menuliskan nama mereka pada karya tersebut dan membersihkan
ruang kerja mereka. Penekanan pada kebersihan dan kerapian merupakan bagian dari
tanggung jawab dan kedisiplinan yang bermakna bagi siswa.
Mulai dengan mengajak siswa untuk duduk berpasangan dengan teman yang mereka
pilih. Sebelum memulai kegiatan menggambar, guru mengajak siswa untuk sejenak
memejamkan mata dan mengamati perasaan mereka saat berada bersama teman yang
akan mereka gambarkan.
Guru memberikan panduan dengan pertanyaan seperti:
o “Apa yang kamu rasakan saat berada di samping temanmu? Apa yang
membuatnya istimewa bagi kamu?”
o “Perhatikan baik-baik wajahnya. Bagaimana Tuhan menciptakan kalian
berbeda tapi sama-sama indah? Setiap wajah itu unik dan memiliki cerita
masing-masing.”
Ini membantu siswa untuk lebih sadar terhadap perasaan mereka dan lingkungan
sosial di sekitar, meningkatkan kesadaran diri dan empati (mindfulness).
Setelah sesi refleksi, siswa membuka mata dan mulai mengamati wajah teman mereka
dengan lebih seksama. Guru memancing pengamatan dengan pertanyaan:
o “Bagaimana bentuk wajah temanmu? Apa yang kamu lihat dalam senyum atau
ekspresinya? Adakah persamaan dan perbedaan antara kalian?”
o “Apakah rambut, warna kulit, atau ekspresi temanmu yang paling menarik
bagimu?”
Ajak siswa untuk mulai menggambarkan wajah teman mereka di atas kertas, tetapi
dengan pendekatan yang menyenangkan. Siswa tidak diharuskan membuat gambar
yang sangat realistis, melainkan fokus pada apa yang mereka amati dan bagaimana
mereka melihat teman mereka dengan caranya sendiri.
Dengan menggunakan pengamatan dan menggambar sebagai media ekspresi diri,
siswa belajar untuk melihat keindahan dalam perbedaan dan saling menghargai.
Kegiatan ini dirancang agar menyenangkan dan menggembirakan, sehingga siswa bisa
menikmati prosesnya (joyful).
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.
Siswa dapat menggambar selain di kertas seperti pada kardus/kotak kemasan bekas
atau bahkan di atas tanah/pasir. Tetap kenalkan mereka pada konsep arah kertas
lanskap dan potret.
Siswa yang bekerja cepat atau memiliki akses pada kanvas dan cat, dapat
melakukan kegiatan ini dalam bentuk lukisan cat akrilik di atas kanvas. Pemilihan
media cat akrilik berdasarkan pertimbangan warna yang cukup solid dan mudah
kering serta tidak berbau menyengat.
Gallery walk
Siswa dapat mendisplay/menyusun karyanya dan saling berbagi mengenai pengalaman
atau ide mereka menggambar pemandangan atau potret.
Refleksi Guru
Apakah yang saya bayangkan ketika mendengar kata menggambar pemandangan?
Bagaimana perasaan saya ketika mendengar kata menggambar potret?
Apakah saya menuntut kesempurnaan dan mengharapkan kemiripan gambar dengan
kenyataan?
Apakah saya memiliki kekhawatiran bagaimana jika gambar saya tidak mirip
dengan aslinya?
Bagaimana perasaan saya melihat respon siswa terhadap kegiatan ini?
F. Asesmen / Penilaian
YY. c
Asesmen
Tidak ada garis pijak Ada garis pijak Wimba* berada Wimba* berada
namun wimba* pada garis pijak pada garis pijak.
tidak terhubung
dengan garis
pijak
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.
Lampiran
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa menggambarkan pemandangan di atas kertas lanskap atau wajah dan ekspresi/
gestur orang di atas kertas potret.
B. Glosarium
CCC. c
Komponen Deskripsi
Penyusun Meilani Putri Rahayu
Nama Sekolah SD Negeri Wringinagung 04
Tahun Pelajaran 2025/2026
Jenjang Sekolah Sekolah Dasar (SD)
Kelas/Fase II(Dua) / A
Mata Pelajaran Seni Rupa
Kegiatan 5 Menggambar Pola
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2x 35 menit)
B. Kompetensi Awal
DDD.
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya
menjadi sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya
dengan menggunakan bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen
Merefleksikan Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa
(Reflecting) dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
Merefleksikan
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.
R.2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya pribadi
dan orang lain.
D. 8 Profil Lulusan
FFF.
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan
antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide
gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
H. Motode Pembelajaran
JJJ.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
Metode PJBL
Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
Lampiran
B. Pemahaman Bermakna
Apakah saya mengetahui tentang kain tradisional dari daerah tempat saya
mengajar/daerah asal saya?
Apa bentuk motif dasar dari kain tradisional daerah saya tersebut?
Apa ciri motif tersebut?
Bagaimana kondisi daerah saya memengaruhi munculnya motif kain tersebut?
D. Kegiatan Pembelajaran
Eksplorasi
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa sebagai
tanda berakhirnya pembelajaran.
Selain menggambar dan mewarnai, siswa juga dapat menggunting dan menempel
motif dasar kain tradisional yang dipilih dengan menggunakan ketersediaan bahan,
misalnya dengan menggunakan pasir, biji-bijian, dan papan atau membuat motif
kawung dengan menyusun daun yang memiliki ukuran serupa. Guru dapat
melakukan penilaian langsung untuk proses dan hasilnya.
Untuk pengayaan, siswa dapat menggunakan mix media, seperti selotip warna
untuk membuat garis lurus, digabung dengan spidol atau cat untuk membuat detail
lain yang lebih kecil.
E. Berpikir & Bekerja Artistik, Refleksi
Gallery walk
Siswa dapat mendisplay hasil kerjanya dan berbagi mengenai inspirasi pola yang
dibuatnya.
Refleksi Guru
Apakah saya mengetahui tentang kain tradisional dari daerah tempat saya
mengajar/daerah asal saya?
Apa bentuk motif dasar dari kain tradisional daerah saya tersebut?
Apa ciri motif tersebut?
Bagaimana kondisi daerah saya memengaruhi munculnya motif kain tersebut?
F. Asesmen / Penilaian
Asesmen
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang menggambar pola.
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.
Lampiran
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
A. Petunjuk Pengerjaan:
B. Tujuan Pembelajaran:
C. Langkah-Langkah Pengerjaan:
Soal 1:
o Tuliskan bentuk-bentuk geometris apa saja yang kamu lihat pada pola
tradisional tersebut. Sebutkan minimal 3 bentuk.
Jawaban:
1.
2.
3.
Soal 2:
o Apakah kamu merasa senang saat membuat pola ini? Ceritakan apa yang
paling kamu sukai dari proses membuat pola.
Jawaban:
Soal 3:
o Warna apa saja yang kamu gunakan dalam pola ini? Mengapa kamu memilih
warna tersebut?
Jawaban:
Petunjuk!
Siswa mengamati bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerah masing-masing.
Dengan inspirasi tersebut, mereka kemudian menggambarkan pola mereka
sendiri atau pola yang mereka tangkap.
B. Glosarium
Menggambar pola adalah bentuk atau model (atau, lebih abstrak, suatu set peraturan)
yang bisa dipakai untuk membuat atau untuk menghasilkan suatu atau bagian dari
sesuatu, khususnya jika sesuatu yang ditimbulkan cukup mempunyai suatu yang
sejenis untuk pola dasar yang dapat ditunjukkan atau terlihat,