PERANGKAT PEMBELAJARAN
MODUL AJAR
(RPP)
KURIKULUM MERDEKA
Nama Guru : Norlysnawati, [Link]
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas / Semester : V / 1 (Ganjil)
MIS ASSALAM MARTAPURA
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : NORLYSNAWATI, [Link]
Satuan Pendidikan : MIS ASSALAM MARTAPURA
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase C, Kelas / Semester : V (Lima) / I (Ganjil)
Unit 1 : Mengenal Unsur Dan Prinsip Seni Rupa Pada Objek Di Sekitar
Kita
Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan (2 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan,
pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap
terang, serta menerapkan prinsip desain dan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan
gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya
rupa, serta pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan karya
seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
Fase C Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip
desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman
pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.
Menciptakan Peserta didik mampu membuat karya rupa
(Making/Creating) berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil
inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan
menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk,
dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Merefleksikan (Reflecting) Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan
penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan
kosa kata seni.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik mampu menggunakan pengalaman,
Artistik (Thinking and keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh
Working Artistically) dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam
berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri
menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Berdampak (Impacting) Peserta didik mampu memberikan respons terhadap
kejadian sehari hari, keadaan lingkungan sekitar,
dan perasaan atau emosinya melalui karya seni rupa
yang memberi dampak positif bagi diri dan
lingkungan terkecilnya.
Elemen dan sub-elemen capaian
Mengalami
A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk karya seni
rupa dari berbagai budaya dan era.
A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa Merefleksikan.
R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.
Berdampak
0.1 Memilih, menganalisa, menghasilkan karya untuk membangun kepribadian dan karakter yang
berdampak pada diri sendiri dan orang lain.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
1. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
a. Akhlak Beragama:Mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
b. Akhlak Kepada Alam: Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan alam sekitar.
2. Bergotong-Royong
a. Kolaborasi: Bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama, membantu teman
sekelas.
3. Bernalar Kritis
a. Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: Menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat
bertanya untuk membantu pemahaman dalam seni.
C. 8 PROFIL LULUSAN
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai spriritual
dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam kehidupan
bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen untuk menyelesaikan
masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami, mngevaluasi, serta
memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi
untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying untuk mencapai
tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan
kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat
bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan Kesehatan
mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik
lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
D. SARANA DAN PRASARANA
Sumber Belajar :
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V.
Alat dan bahan :
Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain.
Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka dan model pembelajaran investigasi kelompok.
Metode PJBL
Medote Deep Learning (mindful, meanful, joyful)
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran
1.1. Siswa dapat menemukan minimal tiga unsur seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan
sekitar.
1.2. Siswa dapat mendeteksi unsur seni rupa yang terdapat dalam objek yang membentuk ritme tertentu
di lingkungan sekitar.
1.3. Siswa dapat menyimpulkan konsep prinsip ritme dalam seni rupa yang terdapat dalam objek di
lingkungan sekitar dengan benar.
1.4. Siswa dapat menggambar prinsip ritme dalam seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan
sekitar.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Pada pembelajaran unit 1 ini siswa akan mengamati unsur seni rupa yang membentuk ritme tertentu dalam
objek di sekitar lingkungan sekolah atau luar sekolah. Dalam proses pembelajaran guru dapat memilih
pendekatan model pembelajaran investigasi kelompok atau model lain yang di pandang cocok untuk
mengeksplorasi unsur seni rupa dan hubungannya dengan dengan cara mengamati objek di
lingkungan sekitar sekolah. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui Penilaian tes tertulis
bentuk esay dan pengamatan dan hasil gambar siswa untuk menggambarkan ulang unsur seni yang
diamatinya ke dalam kertas (lurnal Visuall Sketsa) yang telah dikumpulkan/didokumentasikan.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa yang membuat alam sekitar ini menjadi indah?
Apa yang dimaksud dengan prinsip seni rupa?
Apakah semua objek di sekolah maupun di alam sekitar memiliki unsur seni?
Bagaimana cara menentukan bahwa ritme terbentuk karena pengulangan objek berupa unsur seni
rupa?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
📌 Kegiatan Pembelajaran (Metode Deep Learning)
✅ KEGIATAN AWAL (Mindful Learning)
Tujuan: Membangun kesadaran diri, kesiapan belajar, dan keterhubungan dengan pengalaman nyata siswa.
1. Guru membuka dengan salam hangat dan senyum, lalu mengajak siswa duduk dalam lingkaran
(circle time) untuk membangun rasa aman dan nyaman.
2. Melakukan pembiasaan positif: berdoa, menyanyikan lagu daerah/lagu semangat, menyapa teman di
kanan-kiri, dan mengecek kerapihan diri.
3. Guru membangun kesadaran siswa tentang pentingnya seni dalam hidup mereka, melalui
pertanyaan reflektif seperti:
o “Pernahkah kamu merasa kagum melihat pola pagar sekolah atau daun yang berjejer?”
o “Kenapa sih bentuk-bentuk di alam bisa kelihatan indah?”
4. Menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, seperti:
o “Hari ini kita akan jadi detektif seni rupa! Kita akan mencari pola ritme dan unsur keindahan di
sekitar sekolah!”
5. Ice breaking bertema seni – misalnya permainan “Tebak Pola” menggunakan gerakan tubuh atau alat
peraga.
🎨 KEGIATAN INTI (Joyful & Meaningful Learning)
Tujuan: Membuat siswa mengalami proses belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna melalui observasi
nyata dan kegiatan kreatif.
🌱 Tahap 1: Eksplorasi (Eksperiensial dan Kontekstual)
Siswa dibentuk dalam kelompok kecil berisi 3–4 orang dengan peran berbeda (penggambar, pengamat,
pencatat, penyaji).
Guru membimbing siswa keluar kelas untuk mengamati benda-benda nyata yang memiliki pola atau
ritme seni rupa.
o Contoh: jendela, pagar, daun, genteng, lantai, jalan setapak.
Setiap kelompok mendiskusikan objek mana yang paling menarik dan mengandung unsur seni
rupa, serta mengambil sketsa atau catatan awal.
🧩 Tahap 2: Interpretasi & Visualisasi (Kreatif & Kolaboratif)
Siswa mulai menggambar objek yang diamati di kertas gambar/media alternatif (daun, kardus, kayu).
Guru mendorong siswa memilih alat menggambar sesuai preferensi dan kreativitas mereka (pensil,
krayon, arang, tumbuhan berwarna).
Diskusi kelompok dilanjutkan: Apa unsur dan prinsip seni rupa yang ditemukan? (titik, garis, warna,
tekstur, ritme, dll).
🌟 Tahap 3: Representasi dan Presentasi (Reflektif & Interaktif)
Setiap kelompok mempresentasikan hasil gambar mereka dan menjelaskan prosesnya.
Guru dan siswa lain memberikan umpan balik positif dan masukan membangun.
Guru menegaskan kembali pemahaman:
o Apa itu ritme dalam seni rupa?
o Bagaimana unsur-unsur seni membentuk keindahan?
o Apa saja perbedaan pola alam dan buatan?
KEGIATAN PENUTUP (Reflektif dan Berkelanjutan)
Tujuan: Menyimpulkan pembelajaran, merefleksikan makna, dan membangun niat perbaikan diri.
1. Refleksi bersama: Guru menanyakan,
o “Apa pelajaran paling menarik hari ini?”
o “Apa hal baru yang kamu ketahui tentang seni rupa?”
o “Bagaimana kamu akan menggunakan seni dalam kehidupan sehari-hari?”
2. Siswa menulis refleksi pribadi singkat di jurnal harian (boleh digambar juga).
3. Guru menyampaikan apresiasi kepada setiap kelompok dan individu yang aktif.
4. Siswa menutup pembelajaran dengan doa sesuai agama masing-masing.
5. Tindak lanjut:
o Buat tugas rumah: carilah minimal 1 objek seni rupa di rumah/lingkungan, lalu gambar di buku
tugas dan identifikasi unsurnya.
1. Pokok-Pokok Materi
a. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita
Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip seni rupa yang
mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan nilai akan muncul karena unsur-
unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati
unsur titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam
objek di lingkungan sekitar sekolah.
Dalam unit pembelajaran ini siswa diminta untuk mengamati dan menunjukkan salah satu
prinsip seni rupa berupa ritme atau irama dalam objek di sekitar sekolah atau luar sekolah, siswa dapat
menyimpulkan prinsip dan unsur seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar dengan
mengidentifikasi bentuk pengulangan satu atau lebih unsur secara terus-menerus dengan teratur atau
tidak teratur sehingga membentuk kesan keindahan misalnya: pohon yang berjajar di depan sekolah;
lantai keramik yang tersusun rapi; pagar sekolah yang berjajar rapi; dan lain-lain. Menurut Malins,
(1980:9), Unsur-unsur bentuk (elements of form) juga disebut alat visual (visual device), misalnya
garis, bidang, warna, tekstur gelap terang. Cara menggunakan unsur-unsur tersebut menentukan
penampilan final suatu karya seni rupa. Cara untuk menyusun unsur-unsur tersebut disebut prinsip-prinsip
penyesuaian, misalnya keseimbangan, harmoni variasi warna dan kesatuan. Unsur-unsur bentuk
dan prinsip-prinsip penyesuaiannya dapat disebut sebagai satu bahasa dasar (basic grammer)
dalam seni rupa.
b. Menggambar Objek Visual di Sekitar Kita
Siswa dapat menggambar ulang unsur dalam seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar
berupa gambar sket objek sekitar sekolah yang menunjukkan unsur-unsur seni rupa di lembar menggambar
yang telah disediakan guru, Semakin baik siswa mengenal unsur-unsurvisual dalam objekyang dilihat
maka akan semakin baik juga pengamatan seseorang terhadap apresiasi seni yang dilihatnya.
Alat dan bahan:
1) Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
2) Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain.
3) Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
4) Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
5) Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
6) Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
c. Langkah-Langkah KegiatanPembelajaran
1) Persiapan Mengajar
Guru melakukan apersepsi:
a) Guru mempersiapkan materi.
b) Guru mempersiapkan media atau alat bantu yang diperlukan.
c) Guru mengondisikan siswa secara individual maupun kelompok. d) Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
e) Guru memberi motivasi kepada siswa terhadap pembelajaran pada unit ini.
f) Guru menyampaikan pertanyaan pemantik.
(1) Apa yang membuat alam sekitar ini menjadi indah?
(2) Apa yang dimaksud dengan prinsip seni rupa?
(3) Apakah semua objek di sekolah maupun di alam sekitar memiliki unsur seni?
(4) Bagaimana cara menentukan bahwa ritme terbentuk karena pengulangan objek berupa unsur seni
rupa?
2) Kegiatan Pengajaran di Kelas
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran ini guru dapat menggunakan model pembelajaran yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pengamatan guru terhadap profil siswa dan kondisi disekolah.
Sejalan dengan tujuan dan karakteristik materi pembelajaran maka guru dapat memilih metode atau
pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih adalah model pembelajaran
investigasi kelompok. Menurut Slavin (2005: 218-228), menjelaskan bahwa dalam investigasi kelompok
peserta didik bekerja melalui enam tahap yaitu: (1) mengidentifikasi topik dan mengatur ke
dalam kelompokkelompok berdiskusi, (2) merencanakan tugas yang akan dipelajari, (3) melaksanakan
investigasi, (4) menyiapkan laporan akhir, (5) mempresentasikan laporan akhir, dan (6) evaluasi.
(1) Mengidentifikasi topik dan mengatur ke dalam kelompok kelompok berdiskusi
Guru mengucapkan salam, menyapa dan mendata kehadiran siswa.
Guru menyampaikan topik pembelajaran pada unit ini kepada siswa di awal pelajaran.
Guru menjelaskan pengertian unsur-unsur dalam seni rupa yang terdapat dalam sebuah objek di sekitar
sekolah.
(2) Merencanakan tugas yang akan dipelajari
Guru memberikan contoh objek yang mengandung unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis,
bidang, bentuk, warna, tekstur, gelep-terang terhadap objek di lingkungan sekitar.
Siswa melihat, mengamati, menentukan, membandingkan objek apa saja yang dilihat secara bebas
untuk mengambil kesimpulan bahwa objek tersebut memiliki prinsip ritme dan pola di dalamnya.
(3) Melaksanakan investigasi
Guru mengajak siswa untuk keluar kelas dan mengamati objek di sekitar sekolah baik objek alam
maupun buatan manusia di sekitar sekolah.
Guru memberi stimulus kepada siswa tentang unsur dalam objek di sekitar sekolah yang memiliki
ritme dan pola tertentu baik berupa susunan, pengulangan bentuk, atau urutan-urutan tertentu misal :
jendela kelas, pintu kelas, genting sekolah, lantai keramik, pohon-pohonan, daun dan lain-lain.
Siswa melakukan eksplorasi pada objek di sekitar sekolah baik objek alam maupun buatan
manusia di sekitar sekolah.
(4) Menyiapkan laporan akhir
Guru mengajak siswa untuk mengambarkan objek yang mengandung ritme dan pola tersebut di sebuah
kertas atau media lain yang tersedia.
Guru mendampingi dan memperhatikan siswa dalam proses pengamatan objek yang dilakukan oleh
siswa.
(5) Mempresentasikan laporan akhir
Guru mengajak siswa untuk menunjukkan gambar gambar objek yang mengandung ritme
dan pola tersebut di sebuah kertas atau media lain yang tersedia.
Siswa mengambarkan objekyang mengandung ritme dan pola tersebut di sebuah kertas atau media lain
yang disukai sesuai ketersediannya di daerah sekitar.
(6) Evaluasi.
Guru memberikan arahan bagi siswa yang terlihat kesulitan dan tidak mengerti dalam proses
pengamatannya.
Guru memandu proses evaluasi yaitu pemberian umpan balik antar kelompok.
3) Kegiatan Penutup
a) Guru dan siswa menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang dilaksanakan.
b) Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan.
c) Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan kepercayaan
siswa.
d) Guru melaksanakan evaluasi proses pembelajaran. e) Guru merencanakan tindak lanjut.
4) Kegiatan pembelajaran alternatif
a) Untuk kegiatan pembelajaran alternatif guru dapat menggunakan model-model pembelajaran yang lain
sesuai keadaan sekolah dan dan profil siswa pada sekolah setempat.
b) Untuk media/alatlbahan pembelajan alternatif guru dapat mengunakan menyesuaikan sumber daya
yangtersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
F. REFLEKSI GURU
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi
kegiatan pengajaran di kelas.
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada siswa yang perlu mendapat perhatian khusus?
G. ASESMEN / PENILAIAN
Prosedur tes : Tes Akhir (post test)
jenis tes : Tertulis
Bentuk tes : Uraian Terbatas/Esay
Instrumen tes : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas
1. Apa saja unsur-unsur seni rupa yang kamu temukan di lingkungan sekitarmu? (tuliskan minimal tiga
buah)
2. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
3. Susunlah objek berikut ini sehingga membentuk sebuah ritme!
4. Buatlah gambar benda yang menunjukan sebuah ritme!
Kriteria:
Skor untukjawaban esay pada no 1-2 masing-masingjawaban soal diberi skoring: 10 dengan Skor total:
20 x 2 = 40
Skor untuk menggambar pada no 3-4 masing-masingjawaban soal diberi skoring: 30 dengan Skor total:
30 x 2 = 60
Total skor 40 + 60 =100
Skor untuk jawaban esay pada no 1-2 masing-masingjawaban soal diberi skoring: 10 dengan Skor total:
20 x 2 = 40
Skor untuk menggambar pada no 3-4 masing-masing jawaban soal diberi skoring: 30 dengan Skor total:
30 x 2 = 60
Total skor 40 + 60 =100
H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Kegiatan Pengayaan :
Jika siswa sudah dapat menemukan dan membandingkan unsur-unsur seni rupa, maka guru dapat
memberikan tambahan pemahaman tentang prinsip-prinsip seni rupa.
Jika siswa sudah dapat menyimpulkan perbedaan prinsip dan unsur seni rupa yang terdapat
dalam objek, maka guru dapat memberikan tugas untuk mengkreasikan prinsip ritme dengan pola
dalam seni rupa.
Jika siswa sudah dapat merancang dan menggambar ulang unsur dalam seni rupa, maka guru dapat
memberikan penugasan mandiri untuk mengekplorasi lebih jauh tentang kegiatan ini..
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau
pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KEGIATAN SISWA
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Nama Siswa : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Topik/Unit : ………………………………..
Tujuan Pembelajaran : Menggambar unsur dan prinsip seni rupa yang terdapat dalam objek di lingkungan
sekitar
Langkah-Langkah Kegiatan:
A. Lihat dan amati benda-bend a yang ada di sekitarmu baik yang ada di dalam kelas maupun di luar
kelas!
B. Lengkapilah Pertanyaan/Kegiatan berikut ini!
1. Catatlah minimal lima unsur-unsur seni rupa yang tampak pada benda yang kamu amati di
sekitarmu!
2. Tuliskan pula minimal tiga nama benda di sekitarmu yang membentuk ritme!
3. Menurut pemahamanmu setelah mengamati beberapa benda di sekitarmu, apa yang dimaksud
dengan ritme?
4. Buatlah sebuah gambar yang menunjukan ritme!
Catatan:
Dokumen ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan
Lembar Menggambar/Sket
Halaman ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang mengenal unsur dan prinsip seni rupa pada
objek di sekitar kita media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan,
kebudayaan, riset dan teknologi.
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V : Kemendikbudristek 2021.
Mengetahui ……………, Juli 2025
Kepala Madrasah, Guru Kelas 5
(Dra. SHOLEHAH) (NORLYSNAWATI, [Link])
NUPTK. 4844743647300002
A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : NORLYSNAWATI, [Link]
Satuan Pendidikan : MIS ASSALAM MARTAPURA
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase C, Kelas / Semester : V (Lima) / I (Ganjil)
Unit 2 : Menggambar Prinsip Ritme Dalam Seni Rupa
Alokasi Waktu : 2 Kali Pertemuan (4 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan,
pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap
terang, serta menerapkan prinsip desain dan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan
gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya
rupa, serta pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan karya
seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
Fase C Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip
desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman
pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.
Menciptakan Peserta didik mampu membuat karya rupa
(Making/Creating) berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil
inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan
menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk,
dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Merefleksikan (Reflecting) Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan
penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan
kosa kata seni.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik mampu menggunakan pengalaman,
Artistik (Thinking and keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh
Working Artistically) dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam
berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri
menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Berdampak (Impacting) Peserta didik mampu memberikan respons terhadap
kejadian sehari hari, keadaan lingkungan sekitar,
dan perasaan atau emosinya melalui karya seni rupa
yang memberi dampak positif bagi diri dan
lingkungan terkecilnya.
Elemen dan sub-elemen capaian
Mengalami
A.2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses
Menciptakan
C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan aneka aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses
dengan keterampilan dan keluwesan yang makin meningkat
Merefleksikan
R.2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya pribadi dan orang lain
sebagai bagian dari proses berpikir dan bekerja artistik
Bekerja dan Berpikir Artistik
BBA.1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang dan mengkomunikasikan ide dengan
menggunakan dan menghubungkan hasil proses Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
1. Bergotong-Royong
a. Kolaborasi: menghormati ruang dan karya seni teman sekelas, berpartisipasi dalam diskusi kelas.
b. Berbagi: menggunakan alat bahan bersama dengan benar dan menyimpannya kembali pada
tempatnya.
2. Mandiri
a. Regulasi Diri: percaya diri dalam mengekspresikan ide melalui seni, menyelesaikan tugas-tugas
dalam waktu yang telah disepakati.
3. Bernalar Kritis
a. Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: mempelajari berbagai keterampilan dan
teknik seni.
4. Kreatif
a. Menghasilkan Karya dan Tindakan yang Orisinal: menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal,
merencanakan, membuat sketsa, dan memikirkan tentang apa yang akan dilakukan sebelum mulai
membuat karya seni baru.
C. 8 PROFIL LULUSAN
9. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai spriritual
dalam kehidupan sehari-hari
10. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam kehidupan
bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen untuk menyelesaikan
masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
11. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami, mngevaluasi, serta
memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
12. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi
untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
13. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying untuk mencapai
tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
14. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan
kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat
bergantung pada orang lain
15. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan Kesehatan
mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
16. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik
lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
D. SARANA DAN PRASARANA
Sumber Belajar :
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V.
Alat dan bahan :
Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain
Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka dan model pembelajaran Visual, Auditori dan Kinestetik (VAK)
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran
2.1. Siswa dapat menemukan prinsip ritme dalam sebuah karya seni atau objek yang terdapat di
lingkungan sekitar.
2.2. Siswa dapat menganalisis prinsip ritme dalam sebuah karya seni atau objek yang terdapat di
lingkungan sekitar.
2.3. Siswa dapat menyimpulkan unsur seni rupa yang membentuk ritme dalam seni rupa.
2.4. Siswa dapat menggambar ekspresif dengan menunjukkan prinsip ritme seni rupa di dalamnya.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Pada Pembelajaran Unit 2 ini siswa diajak untuk menggambar diatas kertas atau media lain yang
menunjukkan prinsip ritme seni rupa di dalamnya, siswa dibebaskan untuk rekreasi menggambar apa
saja yang disukai. Dalam proses pembelajaran guru dapat memilih pendekatan model pembelajaran Visual,
Auditori dan Kinestetik (VAK) atau model lain yang di pandang cocok untuk mengeksplorasi unsur seni
rupa dan hubungannya dengan dengan cara mengamati objek di lingkungan sekitar sekolah. Untuk
mengukur kompetensi dilakukan melalui penilaian tes perbuatan bentuk portofolio dan pengamatan dan
hasil menggambar siswa kedalam kertas (lurnal Visual/Sketsa)yang telah dikumpulkan/didokumentasikan.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa saja yang menentukan karya seni menjadi indah?
Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
Bagaimana cara menentukan ritme dalam sebuah karya seni?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN (Mindful Learning)
Fokus pada kesiapan belajar siswa secara emosi dan kognitif.
1. Persiapan Mengajar
Guru mempersiapkan materi, media, dan alat bantu yang diperlukan.
Guru mengondisikan siswa secara individual maupun kelompok.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberi motivasi.
Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk merangsang rasa ingin tahu:
o Apa saja yang menentukan karya seni menjadi indah?
o Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
o Bagaimana cara menentukan ritme dalam sebuah karya seni?
2. Pembukaan Kelas
Guru mengucapkan salam, menyapa siswa, dan mendata kehadiran.
Guru menyampaikan topik pembelajaran yang akan dipelajari.
KEGIATAN INTI (Joyful & Meaningful Learning)
Berisi kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi yang memfasilitasi siswa belajar dengan cara aktif,
menyenangkan, dan bermakna.
1. Eksplorasi (Tahap Penyampaian – Joyful)
Guru menunjukkan unsur-unsur seni rupa dalam gambar yang mengandung ritme: titik, garis, bidang,
bentuk, warna, tekstur, gelap-terang.
Guru menjelaskan pengertian unsur-unsur seni rupa yang membentuk ritme.
Siswa mengidentifikasi unsur-unsur tersebut dalam gambar yang ditunjukkan.
2. Elaborasi (Tahap Pelatihan – Meaningful)
Siswa menggambar sebuah karya yang menunjukkan ritme, menggunakan media yang tersedia dan dipilih
sendiri.
Siswa bebas mengekspresikan ide dan gagasan tentang ritme dan motif ke dalam karya gambar.
Guru mendampingi dan memberi arahan selama proses menggambar berlangsung.
Guru memberi masukan kepada siswa yang mengalami kesulitan.
3. Konfirmasi (Tahap Penampilan Hasil – Joyful & Reflective)
Setelah menggambar selesai, siswa menceritakan makna gambar mereka yang mengandung ritme kepada
guru dan teman-teman.
PENUTUP (Reflective Learning)
Refleksi untuk memperdalam pemahaman dan menyimpulkan pembelajaran.
Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran secara bersama-sama.
Guru mengadakan refleksi untuk mengecek pemahaman siswa.
Guru mengajak siswa menutup pelajaran dengan berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Guru mengevaluasi proses pembelajaran dan merencanakan tindak lanjut.
1. Pokok-Pokok Materi
a. Pengertian Prinsip Ritme
Apakah kamu tahu ritme? Sebuah karya seni yang dihasilkan seorang seniman, desainer atau
perancang, pasti terdiri dari unsur-unsur seni rupa yang bersatu menjadi kesatuan utuh sehingga
dapat dinikmati secara visual. Salah satu dari prinsip-prinsip tersebut adalah ritme, siswa dapat
menentukan prinsip ritme dalam seni rupa dengan memperhatikan susunan yang terdapat dalam sebuah
karya seni, dari sinilah sebuah karya seni biasa bernilai estetika tinggi dan sangat indah. Menurut Rathus
(2008:239), ritme dapat dilihat dengan pengelompokan unsur-unsur bentuk yang repetitif seperti garis,
bentuk, dan warna. Sedikit perubahan dalam ritme, baik dalam seni musik maupun seni rupa, dapat
menambah daya tarik, tetapi perubahan yang besar dapat menyebabkan kesan tidak mengenakkan.
Untuk menganalisis unsur seni rupa yang membentuk ritme tersebut, tidak terlepas dari
mengamati cara penyusunan atau pengaturan unsur-unsur rupa dengan karakter yang berbeda dalam
sebuah karya seni yang menunjukkan keterpaduan yang saling mangisi sehingga membentuk suatu karya
seni yang indah, Menurut Malins (1980:9), dalam menikmati karya seni lukis kepuasan estetik diperoleh
dengan mengenali dan memahami kualitas pektorilnya, yaitu ritme, keselarasan, gerak atau pola.
b. Menggambar Prinsip Ritme
Dalam pembelajaran ini siswa diminta untuk menerapakan prinsip seni rupa dan dapat menciptakan
gambar yang menunjukkan prinsip ritme dalam sebuah karya gambar dengan media kertas, ritme dapat
diciptakan dengan pola repetisi dan dapat dibentuk dari pengulangan satu atau lebih unsur secara terus
menerus baik teratur atau tidak teratur sehingga membentuk kesan keindahan tersendiri.
Alat dan bahan:
1) Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
2) Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain
3) Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
4) Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
5) Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang erbeda.
6) Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
c. Langkah-Langkah KegiatanPembelajaran
1) Persiapan Mengajar
Guru melakukan apersepsi:
1) Guru mempersiapkan materi.
2) Guru mempersiapkan media atau alat bantu yang diperlukan.
3) Guru mengondisikan siswa secara individual maupun kelompok.
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5) Guru memberi motivasi kepada siswa terhadap pembelajaran pada unit ini.
6) Guru menyampaikan pertanyaan pemantik
Apa saja yang menentukan karya seni menjadi indah?
Apa yang dimaksud dengan ritme dalam prinsip seni rupa?
Bagaimana cara menentukan ritme dalam sebuah karya seni?
2) Kegiatan Pengajaran di Kelas
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran ini guru dapat menggunakan model pembelaran yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pengamatan guru terhadap profil siswa dan kondisi disekolah.
Sejalan dengan tujuan dan karakteristik materi pembelajaran maka guru dapat memilih metode atau
pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih adalah model pembelajaran
Visual, Auditori dan Kinestetik (VAK). Menurut Shoimin (2014), langkah-Iangkah yang dilakukan dalam
pelaksanaan model pembelajaran visual, auditori dan kinestetik (VAK)adalah sebagai berikut: (1) Tahap
persiapan (kegiatan pendahuluan), (2) Tahap Penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi),(3) Tahap
Pelatihan (kegiatan inti pada elaborasi), dan (4) Tahap penampilan hasil (kegiatan inti pada konfirmasi),
(1) Tahap Persiapan (kegiatan pendahuluan)
Guru mengucapkan salam, menyapa dan mendata kehadiran siswa.
Guru menyampaikan topik pembelajaran pada unit ini kepada siswa di awal pelajaran.
(2) Tahap Penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi)
Guru menunjukkan unsur-unsur seni rupa dalam gambar yang mengandung ritme tertentu secara
sederhana. seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap-terang.
Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian unsur-unsur dalam seni rupa yang membentuk
ritme atau pola tertentu dalam sebuah gambar.
Siswa mengidentifikasi unsur dalam seni rupa berupa titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur dan
gelap terang di dalam gambar.
(3) Tahap Pelatihan (kegiatan inti pada elaborasi)
Guru mengajak siswa untuk menggambar ke dalam kertas atau media yang lainnya, sebuah gambar
yang menunjukkan unsur ritme didalamnya dengan menggunakan alat tulis atau alat mewarnai yang
tersedia.
Siswa bebas untuk menggambar apapun yang menunjukan ritme dan pola sesuai yang mereka inginkan
dengan media apapun yang tersedia.
Siswa menuangkan ide dan gagasan baru tentang ritme dan motif ke dalam sebuah karya gambar
dengan media tertentu untuk menambah pengalaman artistiknya.
Siswa bebas menggunakan menggunakan alat tulis atau alat mewarnai apa saja yang di inginkan sesuai
yang tersedia.
Guru mendampingi dan memperhatikan dalam proses menggambar yang dilakukan oleh siswa.
Guru memberikan masukan dan arahan bagi siswa yang kesulitan dalam proses menggambar yang
menunjukkan ritme tertentu.
(4) Tahap penampilan hasil (kegiatan inti pada konfirmasi)
Setelah siswa selesai menggambar, guru meminta siswa untuk menceritakan kembali apa yang
mereka gambar yang menunjukkan ritme dalam gambar tersebut kepada guru dan teman-teman
lainnya.
3) Kegiatan Penutup
1) Guru dan siswa menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang dilaksanakan.
2) Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan.
3) Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan kepercayaan siswa.
4) Guru melaksanakan evaluasi proses pembelajaran.
5) Guru merencanakan tindak lanjut.
4) Kegiatan pembelajaran alternatif
1) Untuk kegiatan pembelajaran alternatif guru dapat menggunakan model-model pembelajaran yang lain
sesuai keadaan sekolah dan dan profil siswa pada sekolah setempat.
2) Untuk media/alat/bahan pembelajan alternatif guru dapat mengunakan menyesuaikan sumber daya
yangtersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
F. REFLEKSI GURU
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi
kegiatan pengajaran di kelas.
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada siswa yang perlu mendapat perhatian khusus?
G. ASESMEN / PENILAIAN
Prosedur tes : Tes Akhir (post test)
Jenis tes : Tes Perbuatan (performance test)
Bentuk tes : Portofolio Dokumentasi
Instrumen tes : Siswa melakukan praktik menggambar dengan media kertas gambar yang telah di sediakan,
hasil pekerjaan siswa dapat dijadikan sarana siswa untuk mengumpulkan, menyimpan dan
menuangkan ide-ide atau hasil eksperimennya dalam bentuk tulisan dan gambar. Guru
dan orangtua dapat meninjau kembali proses berpikir dan kreasi siswa melalui jurnal
visualnya.
Kriteria : Untuk penilaian menggambar prinsip ritme dapat menggunakan contoh rubrik penilaian
produk seperti di bawah ini
Format Rubrik Penilaian Menggambar Prinsip Ritme
* Aspek yang dinilai disesuaikan dengan jenis unjuk kerja yang dilakukan.
** Skor diberikan tergantung dari ketepatan dan kelengkapan perencanaan, proses, dan hasil. Semakin
lengkapan tepat perencanaan, proses, dan hasil, semakin tinggi perolehan skor.
1= tidak baik; 2=kurang baik; 3=baik; 4=sangat baik
Catatan
1) Setiap siswa memiliki dokumen portofolio sendiri yang memuat hasil belajar pada setiap mata
pelajaran atau setiap kompetensi.
2) Menentukan jenis hasil kerja/karya yang perlu dikumpulkan/disimpan.
3)Guru memberi catatan (umpan balik) berisi komentar dan masukan untuk ditindaklanjuti peserta didik.
4) Peserta didik harus membaca catatan pendidik dengan kesadaran sendiri dan menindaklanjuti
masukan pendidik untuk memperbaiki hasil karyanya.
5) Catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik diberi tanggal, sehingga dapat
dilihat perkembangan kemajuan belajar peserta didik.
4) Peserta didik harus membaca catatan pendidik dengan kesadaran sendiri dan menindaklanjuti
masukan pendidik untuk memperbaiki hasil karyanya.
5) Catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik diberi tanggal, sehingga dapat
dilihat perkembangan kemajuan belajar peserta didik.
H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan :
Jika siswa sudah dapat menguraikan unsur seni rupa dan prinsip seni rupa, maka guru dapat
memberikan penugasan untuk membandingkan antara beberapa prinsip seni dalam sebuah karya.
Jika siswa sudah dapat menciptakan gambar yang memiliki unsur-unsur dan prinsip ritme seni
rupa, maka guru dapat memberikan tambahan mengekplorasi lebih jauh untuk prinsip-prinsip seni
yang lain.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau
pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KEGIATAN SISWA
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Nama Siswa : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Topik/Unit : ………………………………..
Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menciptakan gambar yang menunjukkan prinsip ritme dalam seni rupa
Langkah-Langkah Kegiatan:
A. Lengkapilah pertanyaan/kegiatan berikut ini!
1. Menurut pemahamanmu setelah mengamati sebuah gambar beberapa benda di sekitarmu, apa yang
dimaksud dengan ritme dalam sebuah karya?
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
2. Buatlah gambar yang menunjukan prinsip ritme dengan minimal lima unsur- unsur seni rupa yang
membentuk ritme!
1) Ritme dari unsur titik.
2) Ritme dari unsur garis.
3) Ritme dari unsur bidang.
4) Ritme dari unsur bentuk.
5) Ritme dari unsur warna.
Catatan:
Dokumen ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan
Lembar Menggambar/Sket
Halaman ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang menggambar prinsip ritme dalam seni
rupa media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan
teknologi.
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V : Kemendikbudristek 2021.
Mengetahui ……………, Agustus 2025
Kepala Madrasah, Guru Kelas 5
(Dra. SHOLEHAH) (NORLYSNAWATI, [Link])
NUPTK. 4844743647300002
A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : NORLYSNAWATI, [Link]
Satuan Pendidikan : MIS ASSALAM MARTAPURA
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase C, Kelas / Semester : V (Lima) / I (Ganjil)
Unit 3 : Mengenal dan Mengeksplorasi Ikatan dan Simpul
Alokasi Waktu : 2 Kali Pertemuan (4 x 35 menit)
B. KOMPETENSI AWAL
Capaian Pembelajaran Fase
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan,
pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap
terang, serta menerapkan prinsip desain dan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan
gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya
rupa, serta pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan karya
seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
Fase C Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip
desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman
pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.
Menciptakan Peserta didik mampu membuat karya rupa
(Making/Creating) berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil
inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan
menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk,
dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Merefleksikan (Reflecting) Peserta didik mempresentasikan penilaian karya dan
penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan
kosa kata seni.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik mampu menggunakan pengalaman,
Artistik (Thinking and keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh
Working Artistically) dalam mata pelajaran Seni Rupa atau mata
pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam
berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri
menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.
Berdampak (Impacting) Peserta didik mampu memberikan respons terhadap
kejadian sehari hari, keadaan lingkungan sekitar,
dan perasaan atau emosinya melalui karya seni rupa
yang memberi dampak positif bagi diri dan
lingkungan terkecilnya.
Elemen dan sub-elemen capaian
Mengalami
A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk karya
seni rupa dari berbagai budaya dan era.
A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa.
Menciptakan
C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses
yang sesuai dengan tujuan tertentu.
Merefleksikan
R.2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya pribadi dan orang lain
sebagai bagian dari proses berpikir dan bekerja artistik.
Bekerja dan Berpikir Artistik
BBA.1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang dan mengkomunikasikan ide dengan
menggunakan dan menghubungkan hasil proses Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
1. Bergotong-Royong
a. Kolaborasi: bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama, membantu teman
sekelas, berpartisipasi dalam diskusi kelas.
b. Berbagi: berbagi informasi tentang riset tentang seni.
2. Bernalar Kritis
a. Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan: menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat
bertanya untuk membantu pemahaman dalam seni, mempela- jari berbagai keterampilan dan
teknik seni.
b. Merefleksi Pemikiran dan Proses Berpikir: memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses
belajar.
3. Kreatif
a. Menghasilkan Gagasan yang Orisinal: mencari inspirasi untuk membantu memunculkan ide-
ide sendiri;
b. Menghasilkan Karya dan Tindakan yang Orisinal: mengklarifikasi dan mempertanyakan
banyak hal.
C. 8 PROFIL LULUSAN
17. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai spriritual dalam
kehidupan sehari-hari
18. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam kehidupan
bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen untuk menyelesaikan
masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
19. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami, mngevaluasi, serta
memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
20. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi
untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
21. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying untuk mencapai
tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
22. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan
kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat
bergantung pada orang lain
23. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan Kesehatan
mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
24. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun
tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
D. SARANA DAN PRASARANA
Sumber Belajar :
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V.
Alat dan bahan :
Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain.
Alternatif: Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain
Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan).
Alternatif: Kardus/papan kayu/media yang tersedia.
Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
Siswa dipersilahkan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka dan problem based instruction (PBI)
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur Tujuan Pembelajaran
3.1. Siswa dapat menentukan produk karya seni ikatan dan menyimpul.
3.2. Siswa dapat menganalisis cara pembuatan karya seni ikatan dan menyimpul yang berada di daerah
sekitar.
3.3. Siswa dapat memilih aneka bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan karya seni ikatan dan
menyimpul.
3.4. Siswa dapat merancang karya seni dengan teknik ikatan dan menyimpul sesuai ide dan kreatifitasnya
sendiri.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Pada Pembelajaran Unit 3 ini siswa diajak untuk mengenali berbagai aneka produk dengan ikatan dan
menyimpul,jenis-jenisnya serta bahan-bahan untuk membuatnya yang terdapat di daerah setempat. Dalam
proses pembelajaran guru dapat memilih pendekatan problem based instruction (PBI) atau model lain yang
di pandang cocok untuk pembelajaran merangkai karya seni ikatan dan menyimpul dengan teknikyang
sederhana. Untuk mengukur kompetensi dilakukan melalui penilaian perbuatan (performance test) dengan
bentuk tes kinerja/tes praktik untuk mengamati hasil kerja siswa dalam pembelajaran merangkai karya seni
ikatan dan menyimpul dengan teknik yang sederhana
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah kamu pernah melihat karya seni ikatan dan menyimpul?
Menurut kamu karya seni ikatan dan menyimpul terbuat dari bahan apa?
Apa bahan alternatif yang dapat digunakan jika tidak bahan-bahannya tidak dapat kamu temukan?
Bagaimana cara mengkreasikan karya agar terlihat lebih menarik?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
I. PENDAHULUAN (Mindful Learning - Pembelajaran Penuh Kesadaran)
Pada tahap ini, guru membangun kesadaran awal siswa terhadap topik dan membangkitkan rasa ingin tahu:
A. Persiapan Mengajar:
1. Guru mempersiapkan materi pembelajaran dan media atau alat bantu yang diperlukan.
2. Guru mengondisikan siswa secara individual maupun kelompok.
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara menarik dan komunikatif.
4. Guru memberikan motivasi agar siswa tertarik mempelajari keterampilan menyimpul.
5. Guru menyampaikan pertanyaan pemantik:
o Apakah kamu pernah melihat karya seni ikatan dan menyimpul?
o Menurut kamu karya seni tersebut terbuat dari bahan apa?
o Apa bahan alternatif yang bisa digunakan jika bahan utama tidak tersedia?
o Bagaimana cara membuat karya itu menjadi lebih menarik?
II. KEGIATAN INTI (Joyful & Meaningful Learning - Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna)
Menggunakan model Problem Based Instruction (PBI) yang mencerminkan pembelajaran yang menantang,
bermakna, dan melatih keterampilan berpikir kritis serta kolaboratif:
1. Orientasi pada Masalah (Mindful)
Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran siswa.
Guru menyampaikan topik pembelajaran dan tujuan secara kontekstual.
Guru melakukan pretes: bertanya tentang pemahaman siswa mengenai seni menyimpul.
2. Mengorganisasi Siswa untuk Belajar (Joyful)
Guru menjelaskan berbagai jenis simpul dasar: simpul kepala, simpul tunggal, simpul ganda.
Siswa mengamati berbagai hasil karya ikatan dan simpul serta bahan-bahannya.
Siswa berdiskusi secara ringan mengenai karya seni menyimpul yang pernah mereka lihat.
3. Membimbing Penyelidikan (Meaningful)
Siswa disiapkan dalam kelompok kecil untuk mencoba membuat simpul sederhana.
Guru memfasilitasi eksplorasi dengan berbagai bahan alternatif dari lingkungan sekitar.
Siswa mempraktikkan pembuatan simpul kepala, simpul tunggal, dan simpul ganda.
Siswa diberikan kesempatan untuk berkreasi bebas sesuai dengan minat dan kreativitas masing-masing.
4. Mengembangkan dan Menyajikan Karya
Siswa berdiskusi mengenai hasil karya: bentuk, warna, fungsi, dan bahan.
Siswa diberi ruang untuk menanggapi dan menghargai karya teman.
Guru memfasilitasi suasana saling menghormati, percaya diri, dan empati.
5. Menganalisis dan Mengevaluasi
Guru dan siswa bersama-sama meninjau proses pembuatan simpul yang sudah dilakukan.
Siswa mencatat hal yang sudah dipahami dan yang belum.
Guru memberi umpan balik yang membangun secara personal dan kelompok.
III. PENUTUP (Mindful Closure - Penutupan yang Reflektif)
1. Guru dan siswa menyimpulkan bersama isi pembelajaran hari ini.
2. Guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi:
“Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini?”
“Apa yang ingin kamu coba kembangkan lagi di rumah?”
3. Siswa menutup pembelajaran dengan doa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
4. Guru melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar siswa.
5. Guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran di pertemuan berikutnya.
1. Pokok-Pokok Materi
a. Mengikat dan Menyimpul Sebagai Karya Seni
Mengikat dan menyimpul sudah lama dikenal di negara indonesia, dimana sejak lama nenek moyang kita
sebagian merupakan pelaut yang sangat familiar dengan mengikat dan menyimpul sebuah tali, mengikat
dan menyimpul juga telah banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari pada benda- benda di sekitar kita
misalnya: perlengkapan rumah tangga, topi, sarung tangan, kaos kaki, tas, dan lain-lain
Mengikat dan menyimpul merupakan sebuah metode dasar dalam mengaplikasikan fungsi sebuah
tali, baik itu bertujuan fungsional maupun untuk kepentingan estetis, mengikat dan menyimpul sebuah
tali berkembang menjadi sebuah kerajinan tersendiri dan memunculkan banyak hasil karya seni dari teknik
ini yang di kenai dengan kerajinan makrame.
Menurut Asriyani (2013) makrame adalah salah satu cabang seni rupa yang merupakan teknik
tekstil tertua yang dibuat dengan cara menyimpul beberapa tali maupun benang menjadi suatu bentuk
berpola dekoratif geometrik. Pada pembuatan makrame siswa akan dikenalkan beberapa simpul dasar.
b. Jenis-jenis Simpul
Dalam pembuatan karya seni dari teknik mengikat dan menyimpul ada beberapa jenis simpul dasar yang
sering digunakan antara lain: simpul kepala, simpul tunggal, simpul ganda dan lain-lain.
1) Simpul Kepala: merupakan simpul awal yang sering digunakan dalam proses pembuatan karya
makrame.
2) Simpul Tunggal: proses pembuatan simpul tunggal diawali dengan simpul kepala, variasi bentuk
dapat diputar ke kiri atau ke kanan sesuai kebutuhan kita. Hasil simpulannya akan tampak seperti tangga,
variasi bentuk dapat diputar kekiri atau ke kanan, sebaiknya lakukan percobaan simpul ini untuk
menghasilkan variasi yang menarik.
3) Simpul Ganda : proses pembuatan simpul ganda ada kesamaan dengan simpul tunggal. Pada simpul
3)tunggal
Simpul Ganda:
langkahnya proses
dimulai pembuatan
dari sebelah kiri saja atau dari sebelah kanan saja, sedangkan pada simpul
simpul
ganda ganda
langkahnya dilakukan ada
secara kesamaan
bergantian dari kanan dan kiri atau sebaliknya. Pembuatan simpul
ganda bisasanya di awali dengan simpul kepala seperti halnya pada proses pembuatan simpul tunggal.
c. Langkah langkah Pembuatan Simpul
Langkah-Iangkah membuat simpul ganda dengan menyiapkan dua utas tali yang berbeda warnanya, agar
jalinan kedua utas tali itu tampak jelas. Adapun langkah pembuatannya sebagagai berikut:
Keterangan :
(1) Potonglah tali sesuai kebutuhan dan lipatlah bagian tali terbagi dua dan sama panjang;
(2) Buatlah simpul kepala dengan pelipatkannya pada kayu, pensil, atau yang lainnya;
(3) Buatlah dua simpul kepala dengan warna yang berbeda agar hasil akhirnya lebih menarik;
(4) Kemudian tali yang berada di tengah dibiarkan bergantung bebas, sementara bagian tali paling kanan
diangkat sehingga menindih dua tali yang tergantung bebas;
(5) Angkatlah tali pada bagian kiri sehingga posisinya menindih tali yang dari kanan selanjutnya bawa
bagian tali tersebut melewati dua bagian pada bagian belakang.
(6) Selanjutnya tali pada bagian kanan tersebut dimasukan ke bagian depan dan dengan posisi menindih
tali pada bagian kanan, selalu lakukan dengan pola yang sama;
(7) Selanjutnya ujung-ujung tali pada masing-masing bagian ditarik untuk mendapatkan simpul
yang kuat erat. Untuk menambah simpul agar lebih panjang dilakukan dengan pengulangan seperti di
atas.
Setelah siswa mempelajari langkah-Iangkah pembuatan simpul, siswa dapat membedakannya dari
bentuk hasil akhir simpul tersebut. Dalam pembelajaran ini siswa diminta mempraktikkan membuat
simpul kepala, tunggal dan ganda dengan arahan dari guru, diharapkan setelah itu siswa mampu mengkreasi
membuat simpul tersebut dengan warna yang berbeda dan dari bahan-bahan lainnya yang tersedia di sekitar
mereka untuk menghasilkan karya seni menyimpul yang indah.
Alat:
Alat potong : Cutter, Gunting, Pisau, alat potong lainnya.
Penahan : Pensil, kayu, Ranting pohon, dan lain-lain.
Bahan:
Benang katun mutiara, benang katun, tali linen, tali cina, tali akrilik, tali jute, tali kulit, tali nylon, dan
benang wool.
Bahan alternatif: Tali Kasur, Tali Ijuk, Tali sabut kelapa, Tali akar, Tali yang tersedia di daerah sekitar.
Manik-manik, biji-bijian, cangkang kerang, cangkang molusca, dan lain-lain untuk hiasan tambahan.
Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
Siswa dipersilahkan menggunakan alat lain yang tersedia di daerah sekitar
2. Langkah -Langkah KegiatanPembelajaran
a. Persiapan Mengajar
Guru melakukan apersepsi:
1) Guru mempersiapkan materi.
2) Guru mempersiapkan media atau alat bantu yang diperlukan.
3) Guru mengondisikan siswa secara individual maupun kelompok.
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
5) Guru memberi motivasi kepada siswa terhadap pembelajaran pada unit ini.
6) Guru menyampaikan pertanyaan pemantik
Apakah kamu pernah melihat karya seni ikatan dan menyimpul?
Menurut kamu karya seni ikatan dan menyimpul terbuat dari bahan apa?
Apa bahan alternatif yang dapat digunakan jika tidak bahan-bahannya tidak dapat kamu
temukan?
Bagaimana cara mengkreasikan karya agar terlihat lebih menarik?
b. Kegiatan Pengajaran di Kelas
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran ini guru dapat menggunakan model pembelaranyangsesuai
dengan tujuan pembelajaran dan pengamatan guruterhadap profil siswa dan kondisi disekolah. Sejalan
dengan tujuan dan karakteristik materi pembelajaran maka guru dapat memilih metode atau
pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih adalah Problem Based
Instruction (PBI). Menurut Trianto (2009:98), langkah-Iangkah atau tahapan pembelajaran
menggunakan model problem based instruction adalah sebagai berikut: (1) Orientasi siswa pada masalah, (2)
Mengorganisasi siswa untuk belajar, (3) Membimbing , (4) Penyelidikan individual maupun kelompok,
(5) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (6) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah.
(1) Orientasi siswa pada masalah
Guru mengucapkan salam, menyapa dan mendata kehadiran siswa.
Guru menyampaikan topik pembelajaran pada unit ini kepada siswa di awal pelajaran.
Guru membuka materi dengan apersepsi awal dengan melakukan pretes kepada siswa, menanyakan
kepada siswa tentang seni ikatan dan simpul yang diketahui.
(2) Mengorganisasi siswa untuk belajar
Guru menjelaskan kepada siswa berbagai cara atau teknik penciptaan karya seni ikatan dan menyimpul
sesuai pada materi kegiatan ini.
Siswa mengingat kembali apakah pernah melihat karya seni dari ikatan dan menyimpul di daerah
sekitar.
Guru menunjukkan kepada siswa contoh hasil karya yang terbuat dari teknik ikatan dan menyimpul.
Siswa mengamati dengan seksama berbagai bentuk dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat
karya ikatan dan menyimpul.
Siswa mengamati dengan seksama berbagai bentuk dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat
karya ikatan dan menyimpul.
(3) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru mengajak siswa untuk mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya
ikatan dan menyimpul.
Guru mengajak siswa untuk melakukan praktik bersama di kelas membuat ikatan dan simpul di mulai dari
yang paling sederhana.
Siswa mendapatkan gagasan dan ide baru kemudian melakukan praktik dan eksperimen menciptakan
karya seni ikatan dan menyimpul dengan kreativitasnya sendiri.
Guru mendampingi dan memperhatikan siswa dalam proses pembuatan membuat ikatan dan
simpul yang dilakukan oleh siswa.
(4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Siswa berdiskusi dan merefleksikan hasil karyanya menganai bahan-bahan yang digunakan, jenis, warna,
teknik penciptaan, serta fungsinya yang terdapat pada karya siswa tersebut kemudian saling merespon
dan menanggapinya.
(5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru memberikan masukan dan arahan bagi siswa yang terlihat kesulitan dalam proses pembuatan
ikatan dan simpul.
Siswa percaya diri dan mampu memahami dengan baik terhadap berbagai teknik atau jenis ikatan dan
menyimpul.
c. Kegiatan Penutup
1) Guru dan siswa menyimpulkan secara bersama-sama tentang pembelajaran yang dilaksanakan
2) Guru mengadakan refleksi dengan mengecek pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan.
3) Siswa diajak menutup pembelajaran dengan berdoa bersama-sama sesuai agama dan kepercayaan
siswa.
4) Guru melaksanakan evaluasi proses pembelajaran.
5) Guru merencanakan tindak lanjut.
d. Kegiatan pembelajaran alternatif
1) Untuk kegiatan pembelajaran alternatif guru dapat menggunakan model-model pembelajaran yang lain
sesuai keadaan sekolah dan sumber daya yang ada di daerah setempat.
2) Untuk media/alatlbahan pembelajan alternatif guru dapat mengunakan menyesuaikan sumber daya
yangtersedia di daerah setempat, agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik
F. REFLEKSI GURU
Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, guru diharapkan melaksanakan refleksi
kegiatan pengajaran di kelas.
1. Apakah peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan baik?
2. Apa saja kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran?
3. Apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran?
4. Apakah ada siswa yang perlu mendapat perhatian khusus?
G. ASESMEN / PENILAIAN
Prosedur tes : Tes Akhir (post test)
Jenis tes : Tes Perbuatan (performance test)
Bentuk tes : Penilaian kinerja/praktik
Instrumen tes : Buatlah sebuah rancangan karya seni dengan teknik ikatan dan menyimpul sesuai ide dan
kreatifitasnya sendiri
Kriteria : Untuk menilai rancangan produk karya seni dengan teknik ikatan dan menyimpul sesuai ide
dan kreatifitasnya sendiri maka guru dapat menggunakan contoh rubrik penilaian produk
seperti di bawah ini:
Format Rubrik Penialain Rancangan Karya Seni Teknik Ikatan dan Menyimpul
Pengisian format penilaian kinerja/praktik.
Keterangan:
Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria.
Pada contoh di atas, skor maksimal = 3 + 2 + 2 + 3 = 10
Nilai praktik (Skor perolehan)/(skor maksimal) x 100
Di atas nilai praktik Budi = 8/10 x 100 = 80
H. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan :
Jika siswa sudah dapat menentukan aneka bahan-bahan yang digunakan, maka guru
dapat memberikan penugasan untuk menguraikan kelebihan dan kekurangan masing
masing bahan.
Jika siswa sudah menganalisis cara pembuatan karya seni ikatan dan menyimpul, maka guru dapat
memberikan tambahan pengetahuan lebih dalam tentang teknik-teknik pembuatan karya
seni ikatan dan menyimpul.
Jika siswa sudah dapat merancang karya seni dengan ikatan dan menyimpul dengan
teknik sederhana, maka guru dapat memberikan penugasan mandiri untuk membuat karya
dengan teknik lainnya yang lebih rumit..
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau
pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai CP.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LEMBAR KEGIATAN SISWA
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Nama Siswa : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Topik/Unit : ………………………………..
Tujuan Pembelajaran : Merancang karya seni dengan ikatan dan menyimpul dengan ide kreatifitasmu
sendiri
Langkah-Langkah Kegiatan:
A. Lengkapilah pertanyaan/kegiatan berikut ini!
1. Tuliskan bahan-bahan yang dapat di gunakan untuk pembuatan karya seni ikatan dan menyimpul!
Tuliskan minimal 3 jenis.
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
2. Tuliskan pula minimal tiga nama jenis ikatan yang kamu ketahui!
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
3. Tuliskan bahan alternatif apa saja yang dapat kamu gunakan untuk membuat karya seni ikatan dan
menyimpul! Tuliskan minimal 3 jenis.
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
B. Buatlah sebuah rancangan karya seni dengan teknik ikatan dan menyimpul dengan ide kreatifitasmu
sendiri!
1. Tuliskan alat dan bahan yang kamu gunakan!
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
2. Tuliskan teknik yang kamu gunakan!
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
3. Tuliskan nama produk karya seni yang kamu buat!
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
Catatan:
Dokumen ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang mengenal dan mengeksplorasi ikatan dan
simpul media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan
teknologi.
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas V : Kemendikbudristek 2021.
Mengetahui ……………, September 2025
Kepala Madrasah, Guru Kelas 5
(Dra. SHOLEHAH) (NORLYSNAWATI, [Link])
NUPTK. 4844743647300002