Definisi dan Komponen Pariwisata
Definisi dan Komponen Pariwisata
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pariwisata
1. Pengertian Pariwisata
Secara etimologi, kata pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri atas
dua kata yaitu pari dan wisata. Pari berarti “banyak” atau “berkeliling”, sedangkan
wisata berarti “pergi” atau “bepergian”, dalam bahasa Inggris disebut dengan kata
Menurut Prof. Salah Wahab dalam Suwena, Pariwisata itu merupakan suatu
aktifitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara
bergantian diantara orang-orang dalam suatu negara itu sendiri (di luar negeri),
meliputi pediaman orang dari daerah lain (daerah tertentu), suatu negara atau benua
untuk sementara waktu dalam mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda
2
Ketut Suwena and Ngurah Widyat Maja, Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata (Pustaka Larasan, 2017).
9
tugas, dan berziarah.3 Sedangkan Menurut Soekadijo dalam Suwena, pariwisata
adalah gejala yang kompleks dalam masyarakat, di dalamnya terdapat hotel, objek
wisata, souvenir, pramuwisata, angkutan wisata, biro perjalanan wisata, rumah makan
dan masih banyak lagi.4 Berdasarkan dari teori diatas menurut James. Spillane dan
mempunyai komponen yang berupa hotel objek wisata dan lain sebagainya.
sementara dari seseorang atau lebih menuju temat lain di luar tempat tingalnya karena
suatu alasan dan bukan melakukan kegiatan yang menghasilkan uang sedangkan
menurut Koen Meyers dalam Suwena, pariwisata adalah aktivitas perjalanan yang
dilakukan untuk sementara waktu dari tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan
alasan bukan untuk menetap atau mencari nafkah melainkan hanya untuk bersenang-
senang, memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau waktu libur
Jadi bisa disimpulkan dari teori diatas bahwasannya pariwisata adalah aktivitas
perjalanan sementara menuju suatu negara atau daerah yang dilakukan manusia untuk
memperoleh pengalaman dan kepuasan yang mana didalamnya terdapat hotel, objek
3
Suwena and Widyat Maja.
4
Suwena and Widyat Maja.
5
Suwena and Widyat Maja.
10
wisata, souvenir, pramuwisata, angkutan wisata, biro perjalanan serta rumah makan
2. Atraksi Wisata
Daya Tarik Wisata atau Atraksi wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan
seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan
rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang
dikunjungi dalam jangka waktu sementara objek wisata merupakan tempat yang
menjadi pusat daya Tarik dan dapat memberikan kepuasan khususnya pengunjung.6
Menurut Chafid Fandeli dalam Nuraeni, objek wisata adalah representasi dari tata
hidup manusia, seni, budaya, dan sejarah, serta tempat dan kondisi alam yang menarik
bagi turis. Sementara itu, menurut Yoeti dalam Nuraeni, objek wisata adalah energi
menarik wisatawan yang tidak perlu direncanakan sebelumnya dan dapat dinikmati
secara instan.7
daya tarik wisata dapat menarik untuk dikunjungi wisatawan jika memenui syarat-
6
Suwena and Widyat Maja.
7
Nuraeni L, ‘ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG PADA OBJEK WISATA PANTAI GALESONG DI KABUPATEN
TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN’ (Universitas Muhammadiah Makasar, 2018).
11
1. What to see, artinya di tempat tersebut harus ada objek dan atraksi wisata
yang berbeda dengan yang dimiliki daerah lain. Hal tersebut berarti bahwa
daerah tersebut harus memiliki daya tarik khusus dan atraksi budaya
3. What to buy, artinya adanya di daerah tujuan wisata harus tersedia fasilitas
5. What to stay, artinya pada daerah tujuan wisata terdapat tempat untuk
atraksi atau daya tarik wisata (attraction) yang akan dijual kepada wisatawan, harus
1) Something to see.
2) Something to do.
8
Wahyuni Sri, ‘PERBANDINGAN RELATIF KUALITAS ATRAKSI WISATA PANGANDARAN TERHADAP DESTINASI
WISATA KELAS DUNIA’ (INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL BANDUNG, 2020).
12
3) Something to buy.9
memilih suatu DTW tertentu untuk dikunungi diantara lain adalah: a) Natural
Sedangkan menurut Suwena & Widyatmaja atraksi ialah komponen signifikan yang
dapat menarik wisatawan. Terdapat banyak sekali alasan pada saat wisatawan
destinasi wisata untuk menikmati hal-hal yang tidak bisa mereka nikmati setiap hari.
(1) Istilah "daya tarik wisata alam" mengacu pada daya tarik wisata yang lebih
untuk menyaksikan matahari terbit dan tenggelam, deburan ombak, dan pantai
(2) Daya tarik wisata budaya adalah daya tarik wisata yang lebih banyak
didasarkan pada hasil karya dan kreasi manusia, baik berupa peninggalan
9
Sri.
10
Oka Yoeti, Tours and Travel Marketing (PT Pradnya Paramita, 2016).
11
Suwena and Widyat Maja.
13
yang banyak dikunjungi wisatawan adalah situs-situs budaya, museum, desa
(3) Daya tarik wisata buatan daya tarik buatan merupakan daya tarik buatan
manusia yang diluar dari kegiatan wisata alam dan wisata budaya. Daya tarik
wisata buatan manusia ini memiliki fasilitas yang bisa menunjang aktivitas
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwasannya daya tarik wisata atau atraksi
wisata adalah daya tarik suatu tempat yang menjadi kunjungan karena memiliki
keindahan dan nilai baik dalam bentuk alami, buatan manusia, sejarah dan budaya
3. Indikator Atraksi
Menurut Alvianna dan Ningtyas dalam Salsabila, atraksi wisata memiliki ciri
2) Keunikan yang memiliki konsep dan tema yang menarik wisatawan untuk
berkunjung.
12
Suwena and Widyat Maja.
14
3) Keindahan yang memiliki atraksi wisata yang dapat menarik wisatawan
dengan keindahannya.
4) Kesenian yang memiliki atraksi wisata yang memiliki konsep seni dan
edukasi.13
4. Fasilitas (Amenities)
Menurut Yoeti yang termaksud dalam kelompok ini adalah semua fasilitas yang
DTW yang dikunjungi, dimana mereka dapat santai menikmati dan berpartisipasi
Tourist Polices.14
(amenities) adalah segala macam prasarana dan sarana yang diperlukan oleh
13
Sahda Salsabila and Theodosia C. Nathalia, ‘Pengaruh Atraksi Wisata Dan Fasilitas Terhadap Kepuasan
Pengunjung Di Taman Mini Indonesia Indah Pasca Revitalisasi’, Journal Of Tourism And Economic, 6.2
(2023), pp. 195–206, doi:10.36594/jtec/e6v6n2a5.
14
Yoeti, Tours and Travel Marketing.
15
Wisatawan mencakup hal-hal seperti penginapan (akomodasi), tempat makan
5. Aksessibilitas (Accessibilities)
disediakan bagi wisatawan untuk berkunjung dan untuk itu mereka harus membayar
Charged.
Operations.16
adalah jalan ataupun pintu utama menuju wilayah tujuan wisata access berarti dalam
aktivitas pariwisata. Airport, pelabuhan, halte, serta seluruh berbagai jasa transportasi
yang lain jadi access berarti dalam pariwisata. Sebaliknya, transferabilitas adalah
15
Suwena and Widyat Maja.
16
Yoeti, Tours and Travel Marketing.
16
kemudahan bergerak dari satu area ke area lain. Pariwisata tidak akan ada tanpa
komplementaritas antara motif ekspedisi dan atraksi wisata. Jika ada orang di
wilayah tertentu yang memiliki motif untuk melakukan ekspedisi tertentu, ada
atraksi wisata yang cocok dengan motif tersebut, sehingga orang mungkin
Menurut I Ketut Suwena & I Gusti Ngurah Widyatmaja Pemerintah daerah suatu
daerah tujuan wisata wajib memberikan pelayanan tambahan (ancillary services) atau
biasa disebut pelayanan pelengkap kepada wisatawan dan peserta wisata. Layanan
yang diberikan meliputi: pemasaran, pembangunan fisik (jalan raya, rel kereta, air
minum, listrik, telepon, dan lain-lain) serta mengkoordinir segala macam aktivitas
17
Suwena and Widyat Maja.
17
dan dengan peraturan perundang-undangan baik di objek wisata maupun di jalan raya.
Center (TIC), baik berupa penjelasan langsung maupun bahan cetak seperti brosur,
buku, leaflet, poster, peta dan lain sebagainya. Jasa pendukung lainnya yang sangat
penting adalah jasa pemandu. Pemandu harus memahami informasi mengenai daerah
diperlukan. Pemandu tidak hanya sekedar memberikan informasi, tapi juga harus
setempat. Jasa pendukung tersebut sangat tergantung pada daerah atau tujuan wisata,
semakin terpencil, maka jasa pendukung akan semakin minim. Namun hal ini
umumnya dapat dimaklumi karena wisatawan yang memilih pergi ke tempat terpencil
B. Wisata Budaya
18
Suwena and Widyat Maja.
18
1) Produk Budaya
Produk warisan budaya dapat berupa benda berwujud atau tidak berwujud.
Kategori warisan budaya berwujud terdiri dari dua kategori: warisan budaya
2) Produk naratif
penting yang berkaitan dengan suatu tempat atau produk budaya (interpretasi
tempat). Produk ini sangat penting untuk menjelaskan nilai atau makna dari
produk budaya tertentu yang orang awam tidak dapat membaca atau
menikmatinya.
3) Produk wisata
budaya dan naratif di satu lokasi untuk dipajang atau digunakan wisatawan.
19
Destinasi ini memiliki nilai yang signifikan dan kisah menarik tentang
4) Produk destinasi
model manajemen kelola wisata budaya dan sejarah yang sangat penting
perlu diadakan pergantian koleksi yang dipamerkan dengan yang disimpan. Menurut
Yogaswara dalam Susilo, koleksi yang berada baik di ruang pamer maupun diruang
simpan harus cukup terlindung dari api, coretan dan bencana alam. Perlu ditetapkan
19
Wayan Giri Adnyani, Pedoman Pengembangan Wisata Sejarah Dan Warisan Budaya (Pesona Indonesia,
2019).
20
Susilo SH, ‘MUSEUM IKLAN DAN WADAH KOMUNITAS DESAIN GRAFIS DI DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA’ (UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA, 2017).
20
Ada beberapa macam pameran di museum yaitu: (1) pameran tetap, (2) pameran
temporen, dan (3) pameran di ruang terbuka. Pameran perlu memperhatikan penataan
benda koleksinya, dalam penataan pameran yang perlu diperhatikan antara lain:
1) Sasaran idealnya
2) Persyaratan teknis
21
b) Cahaya (lighting), baik cahaya alam ataupun buatan harus memenuhi
c) Label, harus padat, ringkas dan dapat dimengerti. Dilihat dari bentuk atau
tempatnya harus indah dan jelas bagi bagi selururh kalangan masyarakat.
nasional.
seperti itu sangat besar. Penataan dalam di ruang. Selain itu, dengan
22
pertimbangan yang berdasarkan sejarah maka benda-benda tersebut
3. Pertunjukan Wayang
Di dalam pertunjukan sebuah wayang tentu ada elemen atau unsur wayang yang
diperlukan ataupun mendukung seperti musik, tema, property, kostum, panggung dan
wayang yaitu:
1) Dalang
2) Niyaga
21
SH.
23
3) Waranangga
pertunjukan wayang.22
4. Workshop
Workshop adalah salah satu aktivitas dalam museum wayang yang bertujuan
(2023) workshop adalah suatu bentuk pembelajaran yang fokus pada interaksi
langsung antara peserta dan instruktur atau fasilitator. Dalam workshop, peserta aktif
terlibat dalam kegiatan belajar yang praktis dan interaktif, seperti diskusi kelompok,
latihan, studi kasus, dan simulasi.23 Sedangkan workshop menururt kamus Oxford,
workshop adalah pertemuan dimana sekelompok orang terlibat dalam diskusi dan
aktivitas insentif tentang topik atau proyek tertentu. Jadi bisa disimpukan
pembelajaran yang berfokus pada peserta dan instruktur atau fasilitator yang
Dikutip dari deepublish store, adapun point di dalam workshop adalah sebagai
berikut:
22
‘Mengenal Kesenian Wayang: Jenis, Unsur, Dan Prestasi’
<[Link]
[accessed 4 June 2024].
23
‘Workshop Adalah: Definisi, Manfaat, Dan Tips Memilihnya’ <[Link]
adalah/> [accessed 4 June 2024].
24
1) Komunikasi dua arah
5. Wisatawan
Menurut I Ketut Suwena & I Gusti Ngurah Widyatmaja dalam bukunya, Secara
etimologis, kata "wisatawan" berasal dari kata sansekerta "wisata", yang berarti
"perjalanan" atau "travel" dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, kata "wisatawan"
"wisatawan" tidak selalu dikaitkan dengan kata "tourist" dalam bahasa Inggris.
Namun, jika kita memperhatikan kata "tourist", itu berasal dari kata "tour", yang
berarti perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Orang yang melakukan perjalanan
membedakan ras, kelamin, bahasa, dan agama, yang memasuki wilayah suatu negara
yang mengadakan perjanjian yang lain daripada negara di mana orang itu biasanya
tinggal dan berada di situ tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari 6 bulan, di
dalam jangka waktu 12 bulan berturut-turut, untuk tujuan non imigrasi yang legal,
24
Deepublish Store, ‘Workshop adalah: Pengertian, Jenis dan Contoh’, Deepublish Store, 2024
<[Link] [accessed 4 June 2024].
25
Suwena and Widyat Maja.
25
seperti: perjalanan wisata, rekreasi, olah raga, kesehatan, alasan keluarga, studi,
(tourist) yaitu seseorang atau sekelompok orang yang melakukan suatu perjalanan
(excursionist). Jika disimpulkan dari kedua teori tersebut wisatawan adalah seseorang
atau rombongan orang yang melakukan kegiatan wisata dan jika lama tinggalnya
atau suatu kelompok orang yang sedang berkunjung di suatu daerah untuk melakukan
perjalanan/kegiatan wisata, namun tidak untuk tinggal di tempat tujuan maupun untuk
bekerja, dan jika wisatawan itu menginap maka mereka dapat disebut (excursionis).
26
Oka Yoeti, Pengantar Ilmu Pariwisata (ANGKASA, 2016).
27
Suwena and Widyat Maja.
26
1. Wisatawan asing (foreign tourist)
adalah individu asing yang melakukan perjalanan wisata ke suatu negara yang
tidak biasanya tinggal. (Hal ini biasanya dapat dilihat dari status
dihabiskannya).
Orang asing yang berdiam atau bertempat tinggal pada suatu negara, yang
3. Domestic tourist
Seseorang warga negara suatu negara yang melakukan perjalanan wisata dalam
Orang yang tinggal di luar negeri karena pekerjaan atau tanggung jawab di luar
5. Transit tourist
Orang yang pergi ke suatu negara dengan kapal udara, kapal laut, atau kereta api
terpaksa mampir atau singgah di suatu pelabuhan, bandara, atau stasiun bukan
27
6. Bussiness tourist
Orang yang melakukan perjalanan (apakah orang asing atau warga negara sendiri)
untuk tujuan lain bukan wisata; namun, perjalanan tersebut akan dilakukan setelah
daerah yang hendak dikunjungi, dan tingkat pengorganisasian dari perjalanan wisata
1. Drifter
ialah turis yang mau mendatangi wilayah yang sama sekali belum diketahuinya,
2. Explorerf
28
4. Organized mass tourists
ialah turis yang cuma ingin mendatangi wilayah tujuan wisata yang telah
C. Kepuasan Pengunjung/Wisatawan
Dalam bidang pemasaran pariwisata, salah satu konsep terpenting yang dibahas
tamu adalah cara terbaik untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas tamu serta
perbandingan antara apa yang diharapkan dengan tingkat kinerja yang dirasakan oleh
harapan, jika kinerja produk yang dirasakan lebih tinggi dari harapan maka wisatawan
seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk (jasa yang diterima dan
28
Suwena and Widyat Maja.
29
Suwena and Widyat Maja.
29
memberikan hasil (outcome) sama atau melampui harapan pelanggan, sedangkan
adalah tanggapan pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara kinerja saat ini dan
terhadap suatu barang atau jasa setelah perolehan (acquation) dan pemakaiannya”. 31.
Serta menurut Swan dan Bowers dalam Rahayu, menjelaskan kepuasan sebagai
teori yang sudah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwasannya kepuasan adalah
perasaan pasca pembelian barang atau jasa seseorang yang harapannya terpenuhi.
adalah:
30
L.
31
L.
32
Sri Rahayu, Kepuasan Dan Loyalitas Pelanggan (Anugrah Jaya, 2019).
30
b. Minat berkunjung kembali, yaitu kepuasan pelanggan diukur dengan menanyakan
3. Harga
Harga adalah sebuah nilai tukar dari produk barang atau jasa yang pada dasarnya
diakui dalam satuan mata uang seperti Rupiah, Ringgit, Real dan lain sebagainya.
Menurut Tjipto dalam Ramadhini mengatakan bahwa harga merupakan bagian yang
melekat pada produk tersebut. Sedangkan menurut Koler dalam Ramadhini harga
adalah sejumlah uang yang dibayarkan atas jasa, atau jumlah nilai yang konsumen
tukar dalam rangka mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan barang
atau jasa. Dapat disimpulkan dari kedua teori tersebut harga adalah nilai yang dapat
ditukar oleh konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa yang sesuai dengan
33
Ramadhini Nur Syafitri, ‘PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN
PELANGGAN E-COMMERCE SHOPEE PADA JASA PENGIRIMAN BARANG SICEPAT HALU DI JAKARTA’ (Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, 2022).
34
Nur Syafitri.
31
Tabel 2.2 Indikator Kepuasan Pengunjung Museum Wayang
seusai harapan
bagus
dengan jelas
di lihat
pengunjung di Museum
membuat nyaman
32
h. Setelah melihat koleksi museum
teman/kerabat
memadai
berkunjung kembali
33
merekomendasikan museum
Museum adalah salah satu bentuk pendidikan informal di mana orang dapat
Menurut asal kata "museum", Mouseion, yang berasal dari Bahasa Latin, artinya
adalah sebuah kuil atau tempat untuk sembilan Dewi Muses, anak-anak dari Dewa
Zeus, yang bertanggung jawab untuk menghibur mereka. Mouseion juga digunakan
manusia dalam bentuk benda dan tak benda serta lingkungannya untuk tujuan
Beberapa tugas museum juga disusun oleh ICOM, seperti mengumpulkan dan
menjaga warisan alam dan budaya, dokumentasi dan penelitian ilmiah, konservasi
34
dan preservasi, pengenalan kebudayaan internasional dan regional, penyebaran dan
pertumuhan peradaban manusia, dan visualisasi warisan alam dan budaya. Pupuk rasa
E. Penelitian Terdahulu
Dalam penelitian ini ada beberapa penelitian terdahulu atau jurnal yang
mempunyai hubungan dengan penelitian ini, dengan persoalan yang diteliti mengenai
kepuasan pengunjung dalam menikmati atraksi wisata di Museum Wayang Kota Tua
Judul “Analisis Kepuasan Pengunjung Pada Objek Wisata Taman Rusa Aceh
Wayang dan Museum Sejarah Jakarta Kawasan Kota Tua Jakarta”. Persamaan
35
3. Aisha Astriecia (2018)
4. Nuraeni L (2018)
F. Kerangka berfikir
Produk pariwisata adalah kumpulan produk yang terpadu yang terdiri dari
objek wisata, daya tarik, transportasi, akomodasi, dan hiburan. Setiap komponen telah
disiapkan oleh setiap perusahaan dan ditawarkan secara terpisah kepada wisatawan
wayang, dan kelas pembuatan wayang, yang merupakan produk yang diteliti
penelitian ini.
wisatawan setelah melakukan dan menikmati sesuatu, baik barang maupun jasa. Ini
disebabkan oleh kebutuhan dan keinginan pengunjung terhadap produk wisata yang
memenuhi standar pelayanan dan barang. Wisatawan dan pengunjung yang puas akan
36
merespons objek wisata dengan baik, baik untuk kunjungan ulang maupun untuk
Museum Wayang
Analisis Kepuasan
Kepuasan:
Atraksi:
Bagaimana
Pameran Koleksi kepuasan
pengunjung
Workshop
terhadap koleksi
pembuatan wayang
museum
Bagaimana
kepuasan workshop
Kepuasan pengunjung
37
G. Hipotesis
Penjelasan:
wisata di Museum Wayang berada pada kategori tidak puas. Artinya, pengunjung
merasa kurang puas atau senang dengan atraksi wisata yang disajikan oleh
Museum Wayang.
merasa puas atau suka dengan atraksi wisata yang disajikan oleh Museum
Wayang.
35
Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods) (ALFABETA, 2017).
38