PROTISTA
Protista
10.1.1 Mendeskripsikan ciri Protista.
10.1.2 Mengidentifikasi ciri umum filum dalam kingdom
Protista.
10.1.3 Membandingkan Protista dengan makhluk hidup lain.
10.1.4 Mendeskripsikan ciri Protista hasil pengamatan dan
literatur.
10.1.5 Mengidentifikasi Protista berdasarkan ciri morfologi.
10.1.6 Mendeskripsikan peranan Protista bagi kehidupan.
10.1.7 Menyusun dan mempresentasikan karyailmiah tentang
Protista yang menguntungkan dan yang merugikan
Protista
Apa itu Protista?
Protista
Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan
hewan, tumbuhan, atau jamur.
Sering disebut ‘Kingdom Sampah’
Menjadi sumber penghasil oksigen terbesar dari
protista 50-85% fitoplankton: (tumbuhan: alga, bakteri:
cyanobacteria).
Ciri Umum Protista
Uniseluler atau multiseluler.
Inti sel bersifat eukariotik, yaitu memiliki membran inti.
Memiliki dinding sel atau tidak.
Cara hidup secara fotoautotrof atau heterotrof.
Bersifat aerob atau anaerob.
Hidup bebas atau bersimbiosis.
Reproduksi secara seksual dengan konjugasi dan
aseksual dengan pembelahan biner
Protista
Apa istilah Protista mirip
hewan, mirip tumbuhan,
dan mirip jamur?
Protista
Mirip hewan: Protozoa
Mirip tumbuhan: Alga/ganggang
Mirip jamur: Mixomycota (jamur lendir) dan
Oomycota (jamur air)
Protozoa
Ciri-ciri
Protista Mirip Hewan: Protozoa
Uniseluler, dengan ukuran tubuh sekitar 10 – 200 μm.
Tidak memliki dinding sel.
Umumnya bersifat heterotrof dan hanya sebagian kecil
yang bersifat autotrof.
Hidup bebas atau sebagai parasit bagi organisme lain.
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner
dan reproduksi seksual dengan konjugasi.
Sebagian besar memiliki alat gerak.
Protozoa
Rhizopoda
Alat gerak Rhizopoda: Pseudopodia
Pseudopodia (kaki semu)
Digunakan oleh: Rhizopoda /
Sarcodina (contoh: Amoeba proteus)
Bentuknya: tonjolan sitoplasma yang
berubah-ubah.
Fungsi: untuk bergerak dan
menangkap makanan (fagositosis).
Rhizopoda
Dikelompokkan menjadi 2:
Kelompok parasit ⟶ hidup di bawah tanah, menginfeksi inang.
Menyerang dan mencemari inangnya.
Kelompok hidup bebas ⟶ hidup di berbagai lingkungan (air
tawar, air laut, tanah lembab)
Reproduksi Rhizopoda
Aseksual ⟶ pembelahan biner = induk membelah menjadi 2
Amoeba
Contoh Rhizopoda dan Peranannya
Radiozoa: Actinopoda
Endapan Foraminifera
Flagellata
Alat gerak Flagellata: Flagela
Flagela (bulu cambuk)
Digunakan oleh: Flagellata /
Mastigophora (contoh: Euglena,
Trypanosoma).
Bentuknya: seperti cambuk panjang.
Fungsi: untuk bergerak maju dengan
cara mengibaskan flagel.
Flagellata
Flagel pada flagellata tidak hanya untuk bergerak tetapi juga
menginduksi aliran air ke dalam tubuh.
Inti sel memiliki kinetoplas berfungsi sebagai lokasi
penyimpanan DNA ekstranuklear.
Bersifat parasit dan hidup bebas
Ditemukan di laut dan air tawar (individu soliter)
Reproduksi Flagellata
Aseksual ⟶ pemisahan berpasangan memanjang
hanya sel dan inti sel yang terpisah, sedangkan flagela tetap
terhubung.
Contoh Flagellata dan Peranannya
Contoh Flagellata dan Peranannya
Ciliata
Alat gerak Ciliata: Silia
Silia (rambut getar) panjang 2-20 μm
Digunakan oleh: Ciliata (contoh:
Paramecium caudatum).
Bentuknya: rambut halus dan pendek
yang menutupi seluruh permukaan sel.
Fungsi: untuk bergerak cepat dan
mengarahkan makanan ke mulut sel
(sitostoma).
Ciliata
Terdapat beberapa organel: inti sel, mitokondria, ribosom, lisosom,
vakuola makanan, dan vakuola kontraktil.
Vakuola makanan berfungsi pencernaan partikel makanan
Vakuola kontraktil berfungsi mengatur tekanan osmotik di dalam sel
Ciliata
Inti sel pada Ciliata terdiri dari mikronukleus dan makronukleus.
Mikronukleus berfungsi dalam reproduksi seksual melalui
pembentukan, dan pada Paramecium dapat menghasilkan hingga
80 bentuk berbeda
Makronukleus berfungsi dalam sintesis RNA, mengendalikan
pergerakan dan pertumbuhan sel, dan berperan dalam reproduksi
aseksual.
Ciliata:
Struktur
Paramecium
Reproduksi
Paramecium
Bentuk-bentuk
Ciliata
Contoh Ciliata dan Peranannya
Sporozoa
Protozoa tanpa alat gerak:
Sporozoa
Tanpa alat gerak (non-motil)
Ditemukan pada: Sporozoa /
Apicomplexa (contoh:
Plasmodium penyebab malaria).
Mereka tidak memiliki alat
gerak aktif dan berpindah
melalui inang atau vektor
(misalnya nyamuk).
Sporozoa
Ciri-ciri Sporozoa:
1. Bentuk tubuh memanjang, bulat, atau lonjong.
2. Sporozoa berpindah dalam tubuh inang dari satu
jaringan ke jaringan lain melalui aliran darah
3. Tidak memiliki vakuola kontraktil tetapi memiliki
nukleus.
4. Dapat membentuk kista berdinding tebal saat berada dalam sistem
pencernaan vektornya.
Contoh Sporozoa dan Peranannya
Siklus Hidup
Sporozoa:
Plasmodium
Siklus Hidup Sporozoa: Plasmodium
[Link] – Plasmodium dalam bentuk sporozoit ditularkan ke dalam
darah manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
[Link] ke hati – Sporozoit menuju sel hati dan berkembang menjadi
skizon hati, kemudian pecah menghasilkan banyak merozoit.
[Link] ke sel darah merah (eritrosit) – Merozoit menyerang eritrosit
dan berkembang menjadi tropozoit lalu skizon darah.
[Link] eritrosit – Skizon darah pecah melepaskan merozoit baru,
menyebabkan gejala demam malaria.
[Link] gametosit – Sebagian merozoit berkembang menjadi
gametosit jantan dan betina dalam darah manusia.
Siklus Hidup Sporozoa: Plasmodium
6. Masuk ke tubuh nyamuk – Saat nyamuk menggigit manusia terinfeksi,
gametosit ikut masuk ke tubuh nyamuk.
7. Fertilisasi di nyamuk – Di dalam lambung nyamuk, gamet jantan dan
betina bersatu membentuk zigot.
8. Ookinet dan ookista – Zigot berubah menjadi ookinet yang menembus
dinding lambung nyamuk dan membentuk ookista.
9. Pembentukan sporozoit baru – Di dalam ookista, terbentuk banyak
sporozoit yang kemudian menuju kelenjar ludah nyamuk.
10. Infeksi baru – Ketika nyamuk menggigit manusia lain, sporozoit
ditularkan lagi, dan siklus pun berulang
Protista mirip
Jamur
Filum:
Myxomycota (jamur lendir
plasmodial)
Oomycota (jamur air)
Acrasiomycota (jamur lendir
seluler)
Filum Mixomycota
Heterotrof fagositik
Tekstur lembab seperti jeli
dan mirip jamur
Mayoritas berwarna kuning,
merah, atau putih
Berperan mengurai bahan
organik dalam ekosistemnya
Habitat di tanah lembab,
kayu busuk atau daun busuk
Reproduksi aseksual
(membentuk sporangium)
dan seksual (interaksi antara
sel ameboid / sel flagela)
Filum Oomycota
Uniseluler dan Multiseluler
Multiseluler: memiliki hifa halus dan tidak
bersekat dengan banyak inti di dalam setiap
sel (coenocytic).
Dinding sel terbuat dari selulosa
Disebut sebagai jamur air / penyakit bulai
Heterotrof (sebagai parasit) dan Saprofit
(menguraikan benda mati)
Reproduksi aseksual (pembentukan zoospora
dengan 2 flagela) jika kebutuhan pangan
cukup
Reproduksi seksual (peleburan inti sel telur
dan sperma) jika kebutuhan pangan tidak
cukup sehingga membentuk zigot tangguh
(oospora)
Organisme yang termasuk Oomycota
1. Phytophthora sp. : parasit tumbuhan penyebab kerusakan tanaman.
Organisme yang termasuk Oomycota
2. Saprolegnia sp. : parasit yang menyerang ikan dan serangga.
Berkembang biak di air tawar dengan suhu 3 - 33°C.
Organisme yang termasuk Oomycota
3. Phytophthora infestans: penyebab kerusakan tanaman kentang
dan tomat.
Filum Acrasiomycota
Haploid tetapi zigot dari
reproduksi seksual diploid
Dapat menghasilkan sel ameboid
dan myxamoeba
Subur di habitat yang mengandung
tanah dan tanaman busuk
Sel individu dapat membentuk
pseudopodia
Reproduksi seksual dan aseksual
Alga/Ganggang
Filum Euglenophyta
Uniseluler
Bentuk tubuhnya lonjong,
ujung depan dan belakang
membulat, meruncing.
Ciri seperti hewan dan
tumbuhan
Mampu bergerak
Menyerupai binatang
Mempunyai klorofil (maka
dikelompokkan ke Protista
mirip tumbuhan
Struktur Euglenophyta
Mempunyai lapisan membran sel pendukung yang
tersusun dari protein dan zat fleksibel (pelikel)
Tidak memiliki dinding sel
Kloroplas berbentuk oval terdapat di dalam sel
Memiliki stigma merah (bintik mata), untuk membedakan
antara terang dan gelap. Stigma mengandung pigmen
merah (astaxanthin)
Struktur Euglenophyta
Umumnya, mempunyai dua flagela untuk phototaxsis.
Phototaxsis: gerakan yang dipicu oleh rangsangan
sinar matahari.
Habitat di lingkungan air tawar yang mengandung
bahan organik (danau, sawah, kolam, atau parit
pertanian)
Mengandung klorofil a, klorofil b, xantofil, dan karoten.
Struktur Euglenophyta
Contoh Euglenophyta
Euglena rubra
Ciri khas: tampak
kemerahan jika
terkena sinar
matahari karena
mengandung
banyak pigmen
karotenoid.
Contoh Euglenophyta
Astasia sp:
Ciri khas: tidak
memiliki 133
kloroplas sehingga
menjadikannya
heterotrofik
Contoh Euglenophyta
Euglena viridis
Ciri khas: tampak
hijau karena adanya
kloroplas berbentuk
oval.
Contoh Euglenophyta
Colacium calvum
Ciri khas: epizoik
pada Copepoda,
Rotifera, dan
zooplankton air
tawar lainnya.
Contoh Euglenophyta
Phacus sp.
Ciri khas: memiliki
pirenoid dan
paramylon yang
berbentuk seperti
bulat.
Contoh Euglenophyta
Paranema sp.
Ciri khas: menelan
makanan dan
mencernanya,
menunjukkan nutrisi
holozoikum
Filum Chlorophyta
Terkenal dengan warna
hijaunya karena adanya
pigmen tambahan
seperti karoten dan
xantofil, selain pigmen
klorofil yang dominan
Struktur Chlorophyta
Uniseluler atau Multiseluler
Bentuk ada yg bulat, berserabut (seperti tali),
lembaran
Aktif bergerak
Vakuola kontraktil berperan dalam osmoregulasi
Kloroplasnya bentuk beragam
Sitoplasma mengandung pirenoid, badan golgi,
mitokondria, dan retikulum endoplasma.
Struktur Chlorophyta
Organisme
fotoautotrof
Memiliki stigma
(bintik mata) untuk
bergerak menuju
cahaya.
Reproduksi seksual
dan aseksual
(pembelahan biner,
zoospora,
fragmentasi)
Contoh Chlorophyta
Chlamydomonas
Ciri khas: Uniseluler,
hidup di air tawar,
memiliki beberapa
flagela. Reproduksi
aseksual, (pembentukan
zoospora), dan seksual
(konjugasi)
Contoh Chlorophyta
Chlorococcum
Ciri khas: uniseluler,
hidup individual di air
tawar, sel bulat
seperti telur.
Contoh Chlorophyta
Klorella
Ciri khas: memiliki bentuk
melingkar dan kloroplas
menyerupai mangkuk.
Habitat air tawar,
Reproduksi aseksual
(pembelahan biner).
Sering digunakan dalam
suplemen Single Cell
Protein (SCP).
Contoh Chlorophyta
Hydrodictyon
Ciri khas: membentuk
koloni seperti jaring di air
tawar, tidak mempunyai
flagel. Reproduksi seksual
(konjugasi) dan aseksual
(pembentukan zoospora,
dan melalui fragmentasi
koloni)
Contoh Chlorophyta
Volvox
Ciri khas: membentuk koloni
menyerupai bola, memiliki
stigma, dua flagela, reproduksi
aseksual (fragmentasi koloni)
dan seksual zigot.
Contoh Chlorophyta
Spirogyra
Ciri khas: Habitat air
tawar, tubuh
berserabut, kloroplas
berbentuk spiral.
Reproduksi aseksual
(fragmentasi) dan
seksual (konjugasi)
Contoh Chlorophyta
Ulva
Ciri khas: menempel
pada substrat,
habitat perairan laut
dangkal, kloroplas
berbentuk mangkuk,
struktur tubuh seperti
lembaran.
Filum Chrysophyta
Disebut ganggang
emas/ganggang pirang
karna warna nya emas
Mayoritas mengandung
pigmen xantofil (kuning)
bersama pigmen lain
seperti klorofil a, klorofil c,
dan karotenoid
Filum Chrysophyta
Uniseluler dan multiseluler
Dinding sel dari hemiselulosa, gelatin atau silika
Memiliki flagel
Memiliki pirenoid sebagai tempat penyimpanan makanan
Fotoautotrof
Reproduksi aseksual (pembelahan biner) dan seksual
(pembentukan sel / auxospora)
Habitat di air tawar atau air laut
Contoh Chrysophyta
Ochromonas:
Ciri khas: uniseluler,
individual, sel berbentuk
bulat dan memiliki
beberapa flagela dengan
panjang yang bervariasi.
Contoh Chrysophyta
Synura:
Ciri khas: uniseluler,
membentuk koloni,
memiliki beberapa
flagela dengan
panjang yang
hampir sama.
Struktur
Chrysophyta
Filum Bacillariophyta
Dikenal sebagai
alga diatom
kuning-coklat
Dinding sel unik
seperti kaca yang
terdiri dari
kombinasi bahan
organik dan silika.
Filum Bacillariophyta
Uniseluler
Kloroplas bentuk melingkar, huruf H, periferal, dan datar
Dinding sel terdiri dari bahan silikat terhidrasi, terbagi
menjadi dua bagian: katup (hipoteka) dan mantel
(epitheca).
Kesenjangan hipoteka dan epitheca disebut raphe
Pori-pori untuk zat dan gas antar sel
Habitat air tawar
Contoh Bacillariophyta
Navicula sp
Ciri khas: bentuk seperti perahu,
dinding sel tersusun dari silika
dengan pola simetri bilateral
Habitat: Air tawar dan air laut.
Ciri khas: Bergerak perlahan di
substrat menggunakan lendir
yang dikeluarkan melalui celah
pada dinding sel (raphe).
Filum Bacillariophyta
Pinnularia sp.
Ciri khas: bentuk memanjang
seperti pil atau kapsul dengan
ujung membulat, dinding sel
tersusun atas dua bagian
(epiteka dan hipoteka).
Habitat: Air tawar
Memiliki raphe yang jelas dan
bergerak meluncur di dasar
perairan.
Filum Bacillariophyta
Cyclotella sp.
Ciri khas: bentuk bulat simetri
radial, dinding sel bersilika
dengan pola melingkar.
Habitat: Air tawar dan air laut.
Tidak bergerak aktif hanya
melayang di air (planktonik).
Filum Bacillariophyta
Melosira sp.
Ciri khas: bentuk silindris,
membentuk rantai panjang seperti
benang, dinding sel diatom pola
radial, setiap sel menempel pada
sel lain membentuk koloni rantai.
Habitat: Air tawar dan air laut.
Hidup berkoloni, bersifat
planktonik, penting sebagai
produsen primer di perairan.
Struktur
Bacillariophyta
Filum Pyrrophyta
Dikenal sebagai alga
api atau
dinoflagellata,
Terdiri dari alga
uniseluler yang selnya
kaya fosfor,
Dapat menciptakan
penampakan
bioluminesensi di air
laut pada malam hari
Filum Pyrrophyta
Terdapat flagel di ujung atau samping sel, diberi
nama “dinoflagellata”
Uniseluler
Dinding sel dari selulosa poligonal (memanjang)
Reproduksi aseksual (pembelahan biner)
Fotoautotrof
Mengandung klorofil a, klorofil c, karotenoid, dan
xantofil.
Habitat di air laut dan air tawar
Struktur
Pyrrophyta
Contoh Pyrrophyta
Gambierdiscus
toxicus
Spesies yang
dapat
menghasilkan
toksin ciguatoxin
Contoh Pyrrophyta
Karenia brevis
Mampu menghasilkan racun
brevetoxin atau gymnocin
yang menyebabkan
keracunan dengan gejala
seperti pusing, mual, muntah,
dan gangguan koordinasi otot.
Contoh Pyrrophyta
Lingulodinium polyedrum
dan Gonyaulax
menghasilkan racun
berbahaya yang
menimbulkan gejala seperti
muntah, diare, dan
hilangnya koordinasi tubuh
pada manusia.
Contoh Pyrrophyta
Pfiesteria sp.
menghasilkan neurotoksin
yang dapat merusak sistem
saraf.
Hewan yang biasanya
memakan racun tersebut:
ikan, udang, kepiting, dan
burung, bisa mati akibatnya
Filum Phaeophyta
Dikenal sebagai
alga coklat.
Memperoleh
warna coklat
dari pigmen
fucoxanthin.
Filum Phaeophyta
Multiseluler
Bentuk tubuh seperti tali
Satu kloroplas berbentuk seperti cakram
Dinding sel mengandung asam alginat dan pektin
Fotoautotrof
Menempel pada substrat seperti batu
Reproduksi aseksual (fragmentasi tubuh) dan
seksual (peleburan spermatozoid).
Habitat di air laut dan air tawar.
Contoh Phaeophyta
Macrocystis pyrifera
Spesies ini memiliki thallus
yang besar dan dapat
membentuk hutan rumput
laut. Banyak dijumpai di
kutub selatan.
Contoh Phaeophyta
Fucus vesiculosus
Memiliki thallus datar
dengan cabang
dikotomis dan
kantung udara bulat
Contoh Phaeophyta
Turbinaria decurrens
Spesies ini memiliki batang
panjang yang menempel
pada batuan
Contoh Phaeophyta
Sargassum vulgare
Dikenal dengan thallus
panjangnya yang
menempel pada
bebatuan, banyak
dijumpai di pesisir selatan
Pulau Jawa dan Kepulauan
Seribu
Contoh Phaeophyta
Laminaria digitalis
Dikenal memproduksi
yodium, yang digunakan
sebagai pengobatan
penyakit gondok.
Contoh Phaeophyta
Padina australis
Memiliki thallus berbentuk
kipas yang tumbuh di
bebatuan. Lapisan luar
Padina australis tampak putih
karena pengapuran dan
mengandung kalsium dalam
jumlah tinggi.
Contoh Phaeophyta
Ectocarpus sp.
Organisme ini mengalami
pergantian generasi
isomorfik, di mana sporofit
dan gametofit memiliki
bentuk dan ukuran
morfologi yang sama tetapi
berbeda secara sitologis.
Struktur
Phaeophyta
Filum Rhodophyta
Biasa disebut alga merah
Memiliki ciri thallus
berwarna kemerahan
karena pigmen dominan
fikoeritrin
Mengandung pigmen lain
seperti klorofil a, klorofil d,
karoten, dan fikobilin
(terdiri dari fikoeritrin dan
fikosianin)
Filum Rhodophyta
Multiseluler
Dinding sel mengandung selulosa dan gelatin
Menyimpan cadangan makanan
Fotoautotrof
Habitat di daerah laut yang hangat dan dangkal.
Beberapa berada di air tawar atau lahan basah
Contoh Rhodophyta
Gelidium kokohum,
Gracillaria sp., Eucheuma
spinosum, Gigartina
acicularis
Habitat di pantai
dangkal dan umumnya
dibudidayakan untuk
produksi agar-agar
Contoh Rhodophyta
Corallina officinalis
Spesies ini memiliki
thallus yang keras dan
terkalsifikasi sehingga
mudah patah.
Dimanfaatkan oleh
industri kosmetik
Contoh Rhodophyta
Palmaria palmata
Kaya akan vitamin B6
dan B12, zat besi, fluor,
dan potasium.
Digunakan dalam
makanan, termasuk sup,
salad, dan pizza.
Habitat di perairan
samudera Atlantik dan
Pasifik
Contoh Rhodophyta
Porphyra sp
Digunakan untuk
membuat nori,
pembungkus sushi dll.
Contoh Rhodophyta
Laurencia obtusa
Menghasilkan
senyawa antibakteri,
antibiotik, dan bahan
makanan.
Habitat banyak di
perairan Indonesia.
Contoh Rhodophyta
Mastocarpus stellatus
Mirip dengan Chondrus
crispus,
Digunakan dalam industri
makanan dan minuman.
Habitat di perairan
Irlandia dan Skotlandia
Struktur Rhodophyta
Tubuh berupa thallus sehingga tidak ada struktur spesifik.
Sekian
Terimakasih
Tuliskan pertanyaanmu di
forum diskusi SLC terkait
materi Protista