0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan24 halaman

Identifikasi Risiko K3 Instalasi Hydrant

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan24 halaman

Identifikasi Risiko K3 Instalasi Hydrant

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TABEL1.

IDENTIFIKASI
Nama Perusahaan : PT WIJAYA KARYA BANGUNAN GEDUNG, TBK.

Tanggal Dibuat : 21 November 2025

Rev 00

Pekerjaan : Instalasi Hydrant


DESKRIPSI RISIKO
Identifikasi Bahaya & Aspek
Lingkungan
1 = Pekerja
2 = Metode
3 = Peralatan Kondisi PERSYARATAN PEMENUHAN
No 4 = Material 1 = Risiko K3
URAIAN PEKERJAAN (R,NR,N, PERATURAN
5 = Lingkungan kerja 2 = Dampak Lingkungan
A N,E)
6 = Aspek Lingkungan &
Energi

1 2 3 4 5 6

1 Persiapan Alat dan Material

1 Terluka alat atau material 1 Luka ringan hingga R


sedang
1. Undang-undang No.1 Tahun
1970
2. PP No.50 Tahun 2012
3. PP No. 88 Tahun 20194.
4. Peraturan Presiden No. 7 Tahun
1 heat stress, heat cramps, 1 Gangguan kesehatan R 2019
heat exhaustion 5. Permenaker No. 8 Tahun 2010
6. Permenaker No.1 Tahun 1980
7. Permenaker No. 8 Tahun 2020

8. Permenaker No.5 Tahun 2018


9. Permen PUPR Nomor:
10/PRT/M/2021
10. PER MEN LH No. 05 Tahun 2006
11. PERMENKES No 2 Tahun 2023
12. PERMEN LHK NO 6 TAHUN 2021
1 Dehidrasi 1 Gangguan kesehatan R 13. PER MEN LH No. 33 Tahun 2009
14. PP No. 22 Tahun 2021.

15. PermenLHK No. 6 Tahun 2021


16. UU RI No. 32 Tahun 2009
17. PermenLHK No. P. 12 Tahun
2020
18. PermenLHK No. P. 4 Tahun
2020
19. PermenLHK No. P. 18 Tahun
2020
20. PermenLHK No. 17 Tahun 2019
3 Kabel terkelupas 1 Luka ringan hingga R
sedang

4 Material jatuh 1 Luka ringan hingga R


sedang

2 Marking area 1. Undang-undang No.1 Tahun


1970
2. PP No.50 Tahun 2012
3. PP No. 88 Tahun 20194.
Luka ringan hingga 4. Peraturan Presiden No. 7 Tahun
1 Bahaya kejatuhan 1 R
sedang 2019
5. Permenaker No. 8 Tahun 2010

6. Permenaker No.1 Tahun 1980


7. Permenaker No. 8 Tahun 2020

8. Permenaker No.5 Tahun 2018


Luka terkena alat kerja dan 9. Permen PUPR Nomor:
material 10/PRT/M/2021
Luka ringan hingga 10. PER MEN LH No. 05 Tahun 2006
1 1 R
sedang 11. PERMENKES No 2 Tahun 2023
12. PERMEN LHK NO 6 TAHUN 2021
13. PER MEN LH No. 33 Tahun 2009
DESKRIPSI RISIKO
Identifikasi Bahaya & Aspek
Lingkungan
1 = Pekerja
2 = Metode
3 = Peralatan Kondisi PERSYARATAN PEMENUHAN
No 4 = Material 1 = Risiko K3
URAIAN PEKERJAAN (R,NR,N, PERATURAN
5 = Lingkungan kerja 2 = Dampak Lingkungan
A N,E)
6 = Aspek Lingkungan &
Energi

1 2 3 4 5 6

14. PP No. 22 Tahun 2021.


15. PermenLHK No. 6 Tahun 2021
16. UU RI No. 32 Tahun 2009
17. PermenLHK No. P. 12 Tahun
Luka ringan hingga 2020
1 Jatuh dari ketinggian 1 R 18. PermenLHK No. P. 4 Tahun
sedang
2020
19. PermenLHK No. P. 18 Tahun
2020
20. PermenLHK No. 17 Tahun 2019

Bahaya akibat faktor


1 1 Gangguan kesehatan R
ergonomi

Bahaya terpeleset dan Luka sedang hingga


1 1 R
tersandung berat

Luka sedang hingga


3 Scaffholding roboh 1 R
berat

Luka sedang hingga


4 Material Jatuh 1 R
berat

Luka ringan hingga


4 Penerangan kurang memadai 1 R
sedang
3 Instalasi sprinkler dan 1. Undang-undang No.1 Tahun
hydrant 1970
2. PP No.50 Tahun 2012
Luka ringan hingga 3. PP No. 88 Tahun 20194.
1 Luka terkena alat kerja dan material 1 R 4. Peraturan Presiden No. 7 Tahun
sedang
2019
5. Permenaker No. 8 Tahun 2010
6. Permenaker No.1 Tahun 1980
7. Permenaker No. 8 Tahun 2020
8. Permenaker No.5 Tahun 2018
9. Permen PUPR Nomor:
10/PRT/M/2021
10. PER MEN LH No. 05 Tahun 2006
Luka ringan hingga 11. PERMENKES No 2 Tahun 2023
1 Bahaya kejatuhan 1 R
sedang 12. PERMEN LHK NO 6 TAHUN 2021
13. PER MEN LH No. 33 Tahun 2009
14. PP No. 22 Tahun 2021.

DESKRIPSI RISIKO
Identifikasi Bahaya & Aspek
Lingkungan
1 = Pekerja
2 = Metode
3 = Peralatan Kondisi PERSYARATAN PEMENUHAN
No 4 = Material 1 = Risiko K3
URAIAN PEKERJAAN (R,NR,N, PERATURAN
5 = Lingkungan kerja 2 = Dampak Lingkungan
A N,E)
6 = Aspek Lingkungan &
Energi

1 2 3 4 5 6

15. PermenLHK No. 6 Tahun 2021


16. UU RI No. 32 Tahun 2009
17. PermenLHK No. P. 12 Tahun
2020
18. PermenLHK No. P. 4 Tahun
2020
Luka ringan hingga 19. PermenLHK No. P. 18 Tahun
1 Jatuh dari ketinggian 1 R
sedang 2020
20. PermenLHK No. 17 Tahun 2019

1 Bahaya akibat faktor ergonomi 1 Gangguan kesehatan R

Luka ringan hingga


1 Bahaya terpeleset dan tersandung 1 R
sedang

1 Terpapardebu 1 Gangguan kesehatan R


Luka ringan hingga
1 Terpapar percikan api las 1
sedang

Luka sedang hingga


3 scaffholding roboh 1 R
berat

Luka sedang hingga


3 Konsleting listrik atau mesin 1 R
berat

DESKRIPSI RISIKO
Identifikasi Bahaya & Aspek
Lingkungan
1 = Pekerja
2 = Metode
3 = Peralatan Kondisi PERSYARATAN PEMENUHAN
No 4 = Material 1 = Risiko K3
URAIAN PEKERJAAN (R,NR,N, PERATURAN
5 = Lingkungan kerja 2 = Dampak Lingkungan
A N,E)
6 = Aspek Lingkungan &
Energi

1 2 3 4 5 6

Luka sedang hingga


4 Material Jatuh 1 R
berat

Penempatan Material Luka ringan hingga


4 1 R
berantakan sedang

Luka ringan hingga


4 Paparan debu logam dan asap las. 4
sedang
Pencahayaan kurang saat
5 melakukan instalasi pipa 1 Gangguan kesehatan R
refrigerant

Kebisiangan saat melakukan


penggeboran

6 2 Dampak lingkungan R

4 Pengecekan dan Luka terkena alat kerja dan material 1. Undang-undang No.1 Tahun
pengetesan 1970
2. PP No.50 Tahun 2012
Luka ringan hingga 3. PP No. 88 Tahun 20194.
1 1 R
sedang 4. Peraturan Presiden No. 7 Tahun
2019
5. Permenaker No. 8 Tahun 2010
6. Permenaker No.1 Tahun 1980
7. Permenaker No. 8 Tahun 2020
8. Permenaker No.5 Tahun 2018
9. Permen PUPR Nomor:
10/PRT/M/2021
Luka ringan hingga 10. PER MEN LH No. 05 Tahun 2006
1 Bahaya kejatuhan 1 R
sedang 11. PERMENKES No 2 Tahun 2023
12. PERMEN LHK NO 6 TAHUN 2021
13. PER MEN LH No. 33 Tahun 2009
TABEL1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3

PENILAIAN TINGKAT RISIKO PENGENDALIAN RISIKO AWAL PENILAIAN SISA RISIKO


Risiko K3
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Rekayasa Teknik
NILAI 4. Administrasi
KEMUNGK KEPARAH TINGKAT RISIKO 5. APD KEPARAHA
RISIKO Dampak Lingkungan KEMUNGKINAN (F)
INAN (F) AN (A) (TR) N (A)
(FXA)

7 8 9 10 11 12 13 14
K3 L

5 = menggunakan APD
3 4 12 Sedang standar
(Helm, sarung tangan dan 1 2
sepatu safety)

4 2 8 Sedang 4 = Menyediakan shelter 2 1


atau tempat berteduh
untuk istirahat pekerja

4 = Menyediakan air minum


untuk menjaga asupan
4 2 8 Sedang cairan pekerja 2 1

4 = Inspeksi pada alat


kelistrikan
3 2 6 Sedang 5 = Menggunakan alat 2 2
pelindung diri (APD) sesuai
dengan potensi bahaya

4 = barikade area
pekerjaan
4 = Penempatan material
sesuai dengan tempatnya
dan
tidak menghalangi jalan
3 3 9 Sedang kerja evakuasi
atau 2 2
5 = menggunakan alat
pelindung diri (APD) sesuai
dengan potensi bahaya dan
resiko pekerjaan

3 = barikade area
pekerjaan
3 3 9 Sedang 5 = menggunakan APD 2 1
standar (Helm, rompi, dan
sepatu safety)
5 = menggunakan alat
pelindung diri (APD) sesuai
3 4 12 Sedang dengan potensi bahaya dan 2 2
resiko pekerjaan

PENILAIAN TINGKAT RISIKO PENGENDALIAN RISIKO AWAL PENILAIAN SISA RISIKO


Risiko K3
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Rekayasa Teknik
NILAI 4. Administrasi
KEMUNGK KEPARAH TINGKAT RISIKO 5. APD KEPARAHA
RISIKO Dampak Lingkungan KEMUNGKINAN (F)
INAN (F) AN (A) (TR) N (A)
(FXA)

7 8 9 10 11 12 13 14
K3 L
4 = melakukan fit to work
4 = menggunakan Full
Body Harness
5 = menggunakan alat
pelindung diri (APD) sesuai
3 3 9 Sedang dengan potensi bahaya dan 2 2
resiko pekerjaan

4 = Melakukan pelatihan
ergonomi ke pekerja

3 3 9 Sedang 1 1

4 = Melakukan
housekeeping area
pekerjaan setiap selesai
melakukan pekerjaan
4 = Memasang batas dan
rambu peringatan area
3 3 9 Sedang pekerjaan 1 1
4 = Penempatan material
sesuai dengan tempatnya
dan tidak menghalangi
jalan kerja atau evakuasi

4 = Melakukan inspeksi
dan tagging sebelum
digunakan 5 = pemasangan
dilakukan oleh personil
4 4 16 Berat yang berkompeten 2 2

4 = Memastikan di bawah
bebas dari orang
4 = Memasang batas dan
rambu peringatan di area
pekerjaan
4 4 16 Berat 5 = Menggunakan APD 2 2
standar (Helm, rompi, dan
sepatu safety)

4 = melakukan pengecekan
4 = Menyediakan lampu
penerangan yang cukup
3 3 9 Sedang 2 2
3 =Memastikan pekerjaan
dilakukan oleh personel
yang berkompeten
5 = Menggunakan APD
4 3 12 Sedang standar (Helm, Rompi, dan 2 1
sepatu safety)

4 = memastikan di bawah
bebas dari orang
4 = memasang batas dan
rambu peringatan area
3 3 9 Sedang pekerjaan 2 2
5 = Menggunakan APD
standar
(Helm, Rompi, dan sepatu
safety)
PENILAIAN TINGKAT RISIKO PENGENDALIAN RISIKO AWAL PENILAIAN SISA RISIKO
Risiko K3
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Rekayasa Teknik
NILAI 4. Administrasi
KEMUNGK KEPARAH TINGKAT RISIKO 5. APD KEPARAHA
RISIKO Dampak Lingkungan KEMUNGKINAN (F)
INAN (F) AN (A) (TR) N (A)
(FXA)

7 8 9 10 11 12 13 14
K3 L
4 = Mematikan terdapat ijin
kerja di ketinggian yang
berlaku 4 = Melakukan ffit
to work sebelum memulai
pekerjaan
4 = Melakukan pelatihan
bekerja di ketinggian ke
4 4 16 Berat 2 2
pekerja 5 = Pekerja harus
menggunakan full body
harness dengan dua
lanyard & harus dikaitkan

3 3 9 Sedang 4 = Melakukan pelatihan 1 1


ergonomi ke pekerja

4 = Melakukan
housekeeping area
pekerjaan setiap selesai
melakukan pekerjaan
4 = Memasang batas dan
rambu peringatan area
pekerjaan
3 3 9 Sedang 1 1
4 = Penempatan material
sesuai dengan tempatnya
dan tidak menghalangi
jalan kerja atau evakuasi

5 = menggunakan APD
3 4 12 Sedang 1 1
standar (masker)
5. Gunakan APD lengkap:
helm, kacamata las, sarung
tangan tahan panas, sepatu
safety, rompi, masker las.

4 3 12 Sedang 2 2

4 = Melakukan inspeksi
dan tagging sebelum
digunakan
4 4 16 Berat 2 2

4 = Menggunakan instalasi
listrik yang standar
4 =Melakukan inspeksi alat
dan instalasi listrik sebelum
4 4 16 Berat digunakan 2 2

PENILAIAN TINGKAT RISIKO PENGENDALIAN RISIKO AWAL PENILAIAN SISA RISIKO


Risiko K3
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Rekayasa Teknik
NILAI 4. Administrasi
KEMUNGK KEPARAH TINGKAT RISIKO 5. APD KEPARAHA
RISIKO Dampak Lingkungan KEMUNGKINAN (F)
INAN (F) AN (A) (TR) N (A)
(FXA)

7 8 9 10 11 12 13 14
K3 L
4 = Memastikan pekerjaan
pengikatan material
dilakukan oleh petugas
yang berkompeten
4 = Memastikan di bawah
bebas dari orang
4 = Memasang batas dan
4 4 16 Berat rambu peringatan di area 2 2
pekerjaan
5 = Menggunakan APD
standar (Helm, rompi, dan
sepatu safety)

4 = Penempatan material
sesuai dengan tempatnya
dan tidak menghalangi
jalan kerja atau evakuasi
3 3 9 Sedang 2 1

5. Gunakan APD lengkap: helm,


kacamata las, sarung tangan tahan
panas, sepatu safety, rompi,
masker las.

4 3 12 Sedang 2 2
4 = Menyediakan lampu
3 3 9 Sedang 2 2
yang cukup

Pengaturan jadwal
operasional mesin yang
menghasilkan kebisingan
3 3 9 Penting 2 2

3 =Memastikan pekerjaan
dilakukan oleh personel
yang berkompeten
4 3 12 Sedang 5 = Menggunakan APD 2 1
standar (Helm, Rompi, dan
sepatu safety)

4 = memastikan di bawah
bebas dari orang
4 = memasang batas dan
rambu peringatan area
pekerjaan
3 3 9 Sedang 5 = Menggunakan APD 2 2
standar (Helm, Rompi, dan
sepatu safety)
IAN SISA RISIKO ASSESMENT PELUANG

NILAI TINGKAT Pengendali TINGKAT KETERANG


RISIKO RISIKO a n BIAYA MANFAAT KEBERHASI AN
(FXA) (TR) Lanjutan LAN

15 16 17 18 19 20 21

2 Kecil

2 Kecil

2 Kecil

4 Kecil

4 Kecil

2 Kecil
4 Kecil

IAN SISA RISIKO ASSESMENT PELUANG

NILAI TINGKAT Pengendali TINGKAT KETERANG


RISIKO RISIKO a n BIAYA MANFAAT KEBERHASI AN
(FXA) (TR) Lanjutan LAN

15 16 17 18 19 20 21

4 Kecil

1 Kecil

1 Kecil

4 Kecil

4 Kecil

4 Kecil
2 Kecil

4 Kecil

IAN SISA RISIKO ASSESMENT PELUANG

NILAI TINGKAT Pengendali TINGKAT KETERANG


RISIKO RISIKO a n BIAYA MANFAAT KEBERHASI AN
(FXA) (TR) Lanjutan LAN

15 16 17 18 19 20 21

4 Kecil

1 Kecil

1 Kecil

1 Kecil
4 Kecil

4 Kecil

4 Kecil

IAN SISA RISIKO ASSESMENT PELUANG

NILAI TINGKAT Pengendali TINGKAT KETERANG


RISIKO RISIKO a n BIAYA MANFAAT KEBERHASI AN
(FXA) (TR) Lanjutan LAN

15 16 17 18 19 20 21

4 Kecil

2 Kecil

4 Kecil
4 Kecil

Tidak
4
Penting

2 Kecil

4 Kecil
DESKRIPSI RISIKO
Identifikasi Bahaya & Aspek
Lingkungan
1 = Pekerja
2 = Metode
3 = Peralatan Kondisi
4 = Material 1 = Risiko K3 PERSYARATAN PEMENUHAN
No URAIAN PEKERJAAN (R,NR,N,
5 = Lingkungan kerja 2 = Dampak Lingkungan PERATURAN
A N,E)
6 = Aspek Lingkungan &
Energi

1 2 3 4 5 6

Luka ringan hingga


1 Bahaya terpeleset dan tersandung 1 R
sedang

Luka sedang hingga


4 Material Jatuh 1 R
berat

9 Pembersihan 1. Undang-undang No.1 Tahun


1970
Bahaya terpeleset dan Luka ringan hingga 2. PP No.50 Tahun 2012
1 1 R 3. PP No. 88 Tahun 20194.
tersandung sedang
4. Peraturan Presiden No. 7 Tahun
2019
5. Permenaker No. 8 Tahun 2010
6. Permenaker No.1 Tahun 1980
7. Permenaker No. 8 Tahun 2020
Luka ringan hingga 8. Permenaker No.5 Tahun 2018
1 Terluka alat atau material 1 R
sedang 9. Permen PUPR Nomor:
10/PRT/M/2021
10. PER MEN LH No. 05 Tahun 2006
11. PERMENKES No 2 Tahun 2023
12. PERMEN LHK NO 6 TAHUN 2021
13. PER MEN LH No. 33 Tahun 2009
1 Gangguan Pernapasan 2 Gangguan kesehatan R

1 Dehidrasi 2 Gangguan kesehatan R

Bahaya akibat faktor Luka sedang hingga


1 1 R
ergonomi berat

Sisa material & sampah


3 2 Gangguan kesehatan R
berserakan
4 Debu pembersihan 2 Gangguan kesehatan R
PENILAIAN TINGKAT RISIKO PENGENDALIAN RISIKO AWAL PENILAIAN SISA RISIKO
Risiko K3
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Rekayasa Teknik
NILAI 4. Administrasi
KEMUNGK KEPARAH TINGKAT RISIKO 5. APD KEPARAHA
RISIKO Dampak Lingkungan KEMUNGKINAN (F)
INAN (F) AN (A) (TR) N (A)
(FXA)

7 8 9 10 11 12 13 14
K3 L
4 = Melakukan
housekeeping area
pekerjaan setiap selesai
melakukan pekerjaan
4 = Memasang batas dan
rambu peringatan area
3 3 9 Sedang pekerjaan 1 1
4 = Penempatan material
sesuai dengan tempatnya
dan tidak menghalangi
jalan kerja atau evakuasi

4 = Memastikan pekerjaan
pengikatan material
dilakukan oleh petugas
yang berkompeten
4 = Memastikan di bawah
bebas dari orang
4 = Memasang batas dan
4 4 16 Berat rambu peringatan di area 2 2
pekerjaan
5 = Menggunakan APD
standar (Helm, rompi, dan
sepatu safety)

4 = Melakukan
housekeeping area
pekerjaan setiap selesai
3 3 9 Sedang melakukan pekerjaan 2 2
4 = Memasang batas dan
rambu peringatan area
pekerjaan
dilakukan oleh personel
yang berkompeten
5 = menggunakan APD
4 3 12 Sedang standar (Helm, Rompi dan 2 1
sepatu safety)

5 = Memastikan pekerja
memakan APD standar
(helm, rompi, sepatu safety,
3 3 9 Sedang sarung tangan, dan
masker)

'4 =Menyediakan air minum


untuk menjaga asupan
cairan pekerja
4 2 8 Sedang 2 1

4 = Melakukan pelatihan
3 3 9 Sedang 1 1
ergonomi ke pekerja

4 = Melakukan
housekeeping area
pekerjaan setiap selesai
3 2 6 Sedang melakukan pekerjaan 1 1
4 = Menempatkan material
dan sisa material sesuai
layout
5 = menggunakan alat
pelindung diri (APD) sesuai
dengan potensi bahaya dan
resiko pekerjaan (Masker)
4 3 12 Sedang 2 2
IAN SISA RISIKO ASSESMENT PELUANG

NILAI TINGKAT Pengendali TINGKAT


KETERANG
RISIKO RISIKO a n BIAYA MANFAAT KEBERHASI
AN
(FXA) (TR) Lanjutan LAN

15 16 17 18 19 20 21

1 Kecil

4 Kecil

4 Kecil

2 Kecil

2 Kecil

1 Kecil

1 Kecil
4 Kecil
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TIN
Identifikasi Bahaya & Aspek
Lingkungan
1 = Pekerja
2 = Metode
3 = Peralatan Kondisi PERSYARATAN PEMENUHAN
No 4 = Material 1 = Risiko K3 KEMUNGK
URAIAN PEKERJAAN (R,NR,N, PERATURAN
5 = Lingkungan kerja 2 = Dampak Lingkungan INAN (F)
A N,E)
6 = Aspek Lingkungan &
Energi

1 2 3 4 5 6 7

Dibuat Oleh Mengetahui

Produksi Engineering SHE Manajer Proyek


PENILAIAN TINGKAT RISIKO PENGENDALIAN RISIKO AWAL PENILAIAN SISA RISIKO
Risiko K3
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Rekayasa Teknik
NILAI 4. Administrasi
KEMUNGK KEPARAH TINGKAT RISIKO 5. APD KEPARAHA
RISIKO Dampak Lingkungan KEMUNGKINAN (F)
INAN (F) AN (A) (TR) N (A)
(FXA)

7 8 9 10 11 12 13 14
K3 L
Disetujui Oleh

Konsultan MK
IAN SISA RISIKO ASSESMENT PELUANG

NILAI TINGKAT Pengendali TINGKAT KETERANG


RISIKO RISIKO a n BIAYA MANFAAT KEBERHASI AN
(FXA) (TR) Lanjutan LAN

15 16 17 18 19 20 21

Anda mungkin juga menyukai