Program Kerja Bimbingan Konseling SMK 2024
Program Kerja Bimbingan Konseling SMK 2024
2024/2025
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT., karena berkat Rahmat dan
Karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan program kerja bimbingan dan konseling yang
memiliki tujuan untuk menjadi pedoman pelaksanaan Bimbingan Konseling tahun pelajaran
2024-2025.
Program kerja ini tentunya sangat diperlukan guna meningkatkan kemampuan dalam
pengelolaan layanan bimbingan dan konseling di SMK Al-Huda Sariwangi yang lebih efisien,
pro-aktif, dan berdampak positif membantu kelancaran kegiatan belajar peserta didik atau
konseli. Selain itu, Guru Bimbingan Konseling diharapkan untuk selalu mengembangkan
wawasan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang berkenaan dengan tugas pokoknya
dalam bidang bimbingan dan konseling. Adapun segenap personil sekolah lainnya diharapkan
dapat bekerjasama untuk membantu kelancaran pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling
sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya berdasarkan Program Kerja Layanan
Bimbingan Konseling Tahun Pelajaran 2023-2024 ini.
Penyusun mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Ketua Yayasan Al-
Huda, Kepala SMK Al-Huda Sariwangi, segenap Waka Bidang, dan seluruh civitas academica
SMK Al-Huda Sariwangi yang telah memberikan bimbingan, petunjuk, dan bantuan demi
kelancaran penyususan program kerja ini, tak luput penyusun juga meminta saran dan kritik yang
membangun agar pelaksanaan Program Kerja Layanan Bimbingan dan Konseling tahun pelajaran
2024-2025 akan berjalan lancar sebagaimana mestinya.
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Landasan Hukum
C. Visi dan Misi Layanan Bimbingan Konseling
D. Tujuan Layanan Bimbingan Konseling
E. Fungsi Layanan Bimbingan Konseling
F. Sasaran
G. Gambaran Kondisi Guru Bimbingan Konseling dan Peserta didik atau
konseli SMK Al-Huda Sariwangi
BAB IV PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bimbingan konseling sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan
secara keseluruhan merupakan upaya yang memungkinkan peserta didik atau konseli
mengenal dan menerima diri sendiri serta mengenal dan menerima lingkungan secara positif
dan dinamis, serta mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mewujudkan diri sendiri
secara efektif dan produktif sesuai dengan peran yang diinginkan di masa depan.
Dalam pasal 27 PP No 29 tahun 1990 menegaskan bahwa bimbingan merupakan
bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan
dan merencanakan masa depan. Maka layanan bimbingan dan konseling yang diberikan di
sekolah tidak lain adalah untuk menunjang pengembangan potensi peserta didik atau konseli
secara utuh dan menyeluruh. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling harus
diselenggarakan secara profesional dengan berpedoman pada rambu-rambu yang telah
ditentukan dan dituangkan dalam program yang jelas dan lengkap sesuai dengan situasi dan
kondisi sekolah masing-masing.
Apabila dikaitkan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, peran layanan
bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Merdeka adalah sebagai koordinator dalam
mewujudkan kesejahteraan psikologis peserta didik atau konseli atau student wellbeing dan
memfasilitasi perkembangan peserta didik atau konseli agar mampu mengatualisasi potensi
dirinya dalam rangka mencapai perkembangan secara optimal. Selain itu, bimbingan konseling
juga menjadi bagian dalam penyusunan rencana Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
B. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir
6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa pendidikan
nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik atau konseli, dan Pasal 4
ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun
kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik atau konseli dalam proses
pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1b) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik atau
konseli pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat, minat, dan kemampuannya.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal
5 s.d Pasal 18 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik
atau konseli dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau
dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan.
4. Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Tahun 2004 untuk memberi arah pengembangan profesi konseling di
sekolah dan di luar sekolah.
2. Tujuan Khusus
Tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik atau konseli dalam
pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan
pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik atau
konseli, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi,
bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga
membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik atau
konseli.
G. Gambaran Kondisi Guru Bimbingan Konseling dan Peserta didik atau konseli SMK Al-
Huda Sariwangi
A. Organisasi
Organisasi pelayanan bimbingan dan konseling meliputi segenap unsur-unsur sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah adalah penanggungjawab pelakanaan teknis bimbingan dan konseling di
sekolah.
2. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan adalah pembantu kepala sekolah dalam
pelaksanaan bimbingan konseling sehari-hari.
3. Ketua Program Keahlian
Ketua Program Keahlian adalah guru yang diberi tugas untuk mengelola satu
jurusan/program studi yang bertanggungjawab memberi informasi dan membantu
keperluan kegiatan bimbingan dan konseling.
4. Guru Bimbingan Konseling (BK)
Guru BK adalah pelaksana utama yang mengkoordinir semua kegiatan yang terkait dalam
pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah.
5. Koordinator Wali Kelas
Koordinator Wali Kelas adalah pelaksana pembantu BK untuk mengkoordinir kegiatan
program layanan.
6. Wali Kelas
Wali Kelas adalah guru yang diberi tugas khusus disamping mengajar untuk mengelola
salah satu kelas tertentu dan bertanggungjawab membantu kegiatan bimbingan dan
konseling.
7. Guru Mata Pelajaran (Mapel)
Guru Mata Pelajaran adalah pelaksana program pendidikan dan latihan yang
bertanggungjawab memberi informasi tentang siswa untuk keperluan bimbingan dan
konseling.
8. Peserta didik atau konseli
Adalah peserta didik atau konseli yang berhak menerima pendidikan, pelatihan, dan
pelayanan bimbingan dan konseling dari guru BK/Konselor.
B. Struktur Organisasi
C. Mekanisme Layanan Bimbingan Konseling
Berdasarkan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 Bimbingan dan Konseling adalah
upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh
konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik
atau konseli dalam mencapai kemandirian dalam kehidupannya. Adapun mekanisme prosedural
layanan bimbingan dan konseling yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
B. BAHAN HABIS
1. Kertas HVS A4
2. Kertas HVS F4
3. Bolpoint
4. Tipp Ex
5. Spidol hitam
6. Buku folio besar
7. Buku folio panjang
8. Map
9. Snelhecter
10. Air Mineral
C. SARANA
1. Service Komputer
2. Printer
3. Karpet untuk ruang konseling
4. Dispenser
5. Galon
6. Sapu dan Pengki
7. Tong Sampah
8. Taplak Meja
9. Keranjang dokumen
10. Keranjang alat tulis
11. Karpet
12. Toples makanan
13. Standing banner
14. Buku bacaan
15. Poster ruangan BK
16. Jam dinding
BAB III
b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau konseli menerima dan
memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan
lanjutan. Penempatan dan penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau
konseli memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok
belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstrakurikuler.
c. Penguasaan konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau konseli
menguasai konten tertentu, terutama konten-konten yang berisi kompetensi dan atau
kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga dan masyarakat.
d. Konseling perorangan atau individual, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau
konseli dalam mengentaskan masalah pribadinya.
e. Bimbingan kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau konseli dalam
pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan,
dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika
kelompok.
f. Konseling kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau konseli dalam
pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
g. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau konseli dan atau pihak lain
dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan
dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik atau konseli.
h. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik atau konseli menyelesaikan
permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.
i. Advokasi yaitu layanan yang membantu peserta didik atau konseli untuk memperoleh
kembali hak-haknya yang tidak diperhatikan/mendapat perlakuan yang salah sesuai
dengan tuntunan karakter cerdas yang terpuji.
2. Kegiatan pendukung
a. Aplikasi Instrumen, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik atau
konseli dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-
tes.
b. Himpunan data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan
peserta didik atau konseli, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis,
komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
c. Konferensi kasus atau case conference, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta
didik atau konseli dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang
dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah
peserta didik atau konseli, yang bersifat terbatas dan tertutup.
d. Kunjungan rumah atau home visit, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan
komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik atau konseli melalui pertemuan
dengan orang tua dan atau keluarganya.
e. Tampilan kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat
digunakan peserta didik atau konseli dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial,
kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
f. Alih tangan kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta
didik atau konseli ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
C. Format Kegiatan
1. Program tahunan, yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas.
2. Program semester, yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
3. Program bulanan, program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan
selama satu bulan yang merupakan jabaran program semester.
4. Program mingguan, program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
5. Program harian, program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan pada
hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program
mingguan dalam bentuk rencana program pelayanan/pendukung (RPP).
Adapun penyusunan program dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing peserta ddik
(need assessment) sesuai dengan tingkat kelas.
E. Identifikasi Kebutuhan dan Permasalahan Peserta didik atau konseli SMK Al-Huda
Sariwangi
Kegiatan
Bidang No Kebutuhan/Permasalahan Jenis Layanan
Pendukung
Kelas X
Aplikasi
Pendataan kondisi peserta didik atau instrumen
1. Informasi
konseli sesuai jenis kelas (angket), DCM,
himpunan data
Aplikasi
Orientasi, instrumen
2. Psikotes
PRIBADI Informasi psikotes,
himpunan data
3. Perilaku asertif Konten -
Himpunan data,
Data kebutuhan dan masalah pribadi Konseling kunjungan rumah
4.
siswa individu atau home visit
(jika diperlukan)
SOSIAL Menghadapi perbedaan kultur dan
1. peningkatan kebiasaan baik di SMK Al- Konten -
Huda Sariwangi
2. Membentuk karakter sosial yang mampu Konten, -
berbaur, berkomunikasi dengan baik, dan Bimbingan
berprestasi Kelompok
Konten,
Membentuk kelas dengan karakter anti-
3. Bimbingan -
perundungan
Kelompok
Perbedaan cara belajar di SMK dengan Bimbingan
1. Kartu Akademis
menggunakan Kurikulum Merdeka Kelompok
BELAJAR
Bimbingan
2. Informasi SAS dan SAT Kartu Akademis
Kelompok
Kelas XI
Aplikasi
instrumen
Pendataan lanjutan kondisi peserta didik
1. Informasi (angket), DCM,
atau konseli kelas XI sesuai jenis kelas
dan himpunan
data
Meningkatkan rasa percaya diri dan -
2. keberanian mengambil keputusan yang Konten
baik
PRIBADI 3. Keterampilan manajemen waktu Konten -
Mengenal dan mengeksplorasi potensi -
4. Konten, konsultasi
diri
Informasi, konten, -
5. Kedewasaan dan kecerdasan emosi
konsultasi
Himpunan data,
Data kebutuhan/masalah pribadi peserta Konseling kunjungan rumah
6.
didik atau konseli individu atau home visit
(jika diperlukan)
Konten, -
Membangun hubungan baik dengan adik
1. bimbingan
dan atau kakak kelas
kelompok
SOSIAL
Konten, -
2. Mengenal gaya hidup berkelanjutan bimbingan
kelompok
BELAJAR Meningkatkan efektifitas belajar dan -
1. Konten
prestasi
2. Kunjungan Industri Informasi, Himpunan data
Konsultasi
Kelas XII
Aplikasi
instrumen
Pendataan lanjutan kondisi peserta didik
1. Informasi (angket), DCM,
atau konseli kelas XII sesuai jenis kelas
dan himpunan
data
2. Meningkatkan motivasi berprestasi Infomasi, konten -
PRIBADI 3. Perilaku asertif Konten -
4. ESQ Sebagai kunci sukses Informasi -
Himpunan data,
Data kebutuhan dan masalah pribadi Konseling
5. kunjungan rumah
siswa individu
atau home visit
(jika diperlukan)
Konten, Aplikasi
instrumen untuk
1. Menggiatkan suara demokrasi bimbingan siswa berusia 17
kelompok tahun, enggiatan
pembuatan KTP
Konten,
SOSIAL 2. Kiat sukses hidup bermasyarakat bimbingan -
kelompok
Konten,
3. Membentuk keluarga bahagia sejahtera bimbingan -
kelompok
Konten,
1. Meningkatkan motivasi belajar bimbingan -
kelompok
Konten,
BELAJAR 2. Praktik Kerja Lapangan (PKL) bimbingan -
kelompok
Konten,
3. Persiapan Ujikom, Uprak, dan US bimbingan -
kelompok
Keterangan: *) Dilaksanakan apabila dibutuhkan, mendapatkan undangan MGBK/Seminar dan atau mendapatkan pelaporan khusus.
G. Penilaian Kegiatan
1. Penilaian hasil kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui:
a. Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan
kegiatan pendukung untuk mengetahui perolehan peserta didik atau konseli yang
dilayani
b. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu
minggu sampai satu bulan) setelah jenis layanan dan/atau kegiatan pendukung
dilaksanakan untuk mengetahui dapak layanan/pendukung terhadap peserta didik atau
konseli.
c. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG), yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu
bulan sampai satu semester) setelah layanan/pendukung dilaksanakan untuk
mengetahui lebih jauh dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik atau konseli.
2. Penilaian proses kegiatan layanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui analisis
terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum dalam RPP (Rencana Program
Pelayanan/Pendukung) untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pelaksana kegiatan.
3. Hasil penilaian kegiatan layanan bimbingan dan konseling dicantumkan dalam Layanan
Pelaksanaan Program (LAPELPROG).
4. Hasil kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dalam satu semester
untuk setiap peserta didik atau konseli dilaporkan secara kualitatif.
BAB IV
PENUTUP
Guru pembimbing merupakan tenaga profesional, hendaknya memiliki modal personal dan
modal profesional yang dapat diandalkan untuk tugas-tugas profesional bimbingan dan
konseling.
Prasarana pokok yang diperlukan adalah ruang pelayanan bimbingan dan konseling yang
memadai, yang diatur sedemikian rupa sehingga di satu segi guru pembimbing dan siswa yang
berkunjung merasa nyaman, di segi lain ruangan tersebut dapat digunakan untuk pelaksanaan
berbagai jenis kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, baik individu maupun kelompok
sesuai dengan azas-azas dan kode etik pelayanan bimbingan dan konseling. Ruang pelayanan
bimbingan dan konseling juga memuat berbagai informasi, seperti informasi pendidikan,
jabatan, kegiatan ekstrakurikuler, dan sebagainya.
3. Sarana pelayanan bimbingan dan konseling Sarana yang diperlukan untuk menunjang
keberhasilan program, di antaranya;
c. kelengkapan penunjang teknis, misalnya data informasi, paket bimbingan, alat bantu
bimbingan, dan sebagainya,
d. perlengkapan administrasi, seperti alat tulis, format rencana kegiatan, blanko laporan
kegiatan, dan sebagainya.