0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Lomba Kebersihan di SMAN 1 Majalaya

Film pendek ini menggambarkan kisah di SMAN 1 Majalaya tentang lomba kebersihan antar kelas yang memicu konflik antara siswa. Sirkel cuek dituduh mengotori kelas, namun Nisya berusaha menyatukan teman-temannya untuk menerapkan sistem 'Zero Waste School' demi meraih gelar kelas terbersih. Cerita berakhir dengan misteri ketika Pak Iqbal terlihat mengotori kelas, menimbulkan pertanyaan tentang siapa sebenarnya pelaku kekacauan tersebut.

Diunggah oleh

estacluers
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Lomba Kebersihan di SMAN 1 Majalaya

Film pendek ini menggambarkan kisah di SMAN 1 Majalaya tentang lomba kebersihan antar kelas yang memicu konflik antara siswa. Sirkel cuek dituduh mengotori kelas, namun Nisya berusaha menyatukan teman-temannya untuk menerapkan sistem 'Zero Waste School' demi meraih gelar kelas terbersih. Cerita berakhir dengan misteri ketika Pak Iqbal terlihat mengotori kelas, menimbulkan pertanyaan tentang siapa sebenarnya pelaku kekacauan tersebut.

Diunggah oleh

estacluers
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Script Short Movie

Scene Pertama

Narator: “Selamat datang di sekolah SMAN 1 Majalaya, tempat di mana sebuah kisah
menarik tercipta.”

Scene berganti

- Sirkel cuek (Aden, Nafisya, Annisa, dan Azfar) lewat sambil buang sampah

Nisya: “Woy! Buang sampah lu ke tempat yang bener!”

- Nisya mengambil sampah dan pergi

Narator: “Ekhhmm, di dunia yang penuh orang jahat ini, pasti orang baik akan selalu ada.”

Judul film ditampilkan

Scene Kedua

- Scene berganti di kelas dan berfokus di perbincangan sirkel cuek

- Hampir semua sirkel cuek lagi pada ngumpul, lalu satu org terakhir sirkel cuek join.

Ibriza: (mukul meja!) “Woy, lagi pada ngapain nih?”

Nafisya: “Apa dah? Ngagetin aja lu.”

Ibriza: “Ya udah sih, maap.”

(Sirkel cuek tiba-tiba hening tanpa topik pembicaraan)

Ibriza: “Btw, akhir-akhir ini ada rumor bakalan diadain lomba antar kelas di bidang
kebersihan.”

Azfar: (Menguap). “Pasti program yg ngebosenin lainnya nih.”

Bianca: “Yahh, udah pasti gitu gak sih?”

Azfar: “Udah lah, ayok kantin aja. Laper gua ini.”

Semua: “Gas!”

Mereka semua bergegas ke kantin

Scene Ketiga
Scene berfokus untuk menjelaskan program lomba antar kelas oleh pak guru

Pak guru berjalan untuk memasuki kelas. Belum sampai di kelas, ia bertabrakan
dengan salah satu muridnya

Pak guru Iqbal: “Mau ke mana kamu?”

Bianca: “Mau ke kant-“

Pak guru: “Nggak ada kantin-kantin, semua masuk ke kelas terlebih dahulu.”

Sirkel cuek kembali ke kelas dengan keadaan kecewa dan kesal

Pak guru: “Bapak mendapatkan informasi, akan diadakan lomba antar kelas. Jadi, setiap
Jum’at di satu jam pelajaran terakhir.”

Salah satu siswa: “Hari ini dong pak?”

Pak guru: “Iya. Kalian semua akan bersih-bersih ruangan kelas nanti. Dan di hari Senin, akan
diumumkan mana kelas terbersih dan terkotor, juga akan ada bendera kecil yang tertancap,
bendera putih bertanda kelas terbersih, sedangkan hitam bertanda kelas terkotor.” (Si bapak
ngejelasin sistem penilaian, sambil melihatkan si sirkel baik lagi dan teman yg lain lagi
beresin kelas buat lomba.)

Scene Keempat

- Scene berada di tengah-tengah suasana kelas yg sibuk bersih-bersih

Nisya: “Kelas kita pasti juara ini!”

Dini: “Jangan sombong dulu, nanti takutnya malah dapet kelas terkotor.”

Nisya: “Terkotor? Jangan becanda, Din. Ini orang-orang udah kerja keras buat bersih-bersih
masa dapat terkotor?”

Scene berganti tiba-tiba, melihatkan seorang baik 1 sedang menatap bendera hitam
yang tertancap di pintu kelas

Dini: “Tuh kan!”

Scene Kelima

- Ketika baik 1 dan baik 2 masuk ke kelas. Kondisi kelas sudah kotor, tidak seperti pada saat
terakhir
Arjuna: “Wow! Kelasnya berubah.”

Dini: “Iya lagi, perasaan kemarin bersih deh.”

Nisya: “Kok bisa ya? Kemarin perasaan bersih-bersih aja dah nih kelas.”

Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai memasuki kelas. Semuanya terkejut


dengan apa yang terjadi, kecuali sirkel cuek

Azfar: “Nih kelas berisik rame amat, kenapa dah?”

Shafa: “Gua denger-denger sih ada orang yang ngotorin tempat ini. Hal itu juga ngebuat kelas
kita jadi kelas terjorok.”

Azfar: “Pffttt, kocak amat.”

Semua orang mulai mencurigai sirkel cuek

Aini: Hey, pasti lu kan yang ngebuat kelas kita berantakan?”

Audilla: Iya, keliatan banget gak sih kalo mereka yang buat ulah?”

Ibriza: “Woi, lu nggak usah nuduh tanpa bukti!”

Asyila: “Bukti? Kelakuan lu noh udah jadi bukti!”

Scene Keenam

Situasi memanas, orang-orang mulai saling menyalahkan satu sama lain. Nisya
mencoba menenangkan keadaan, tapi semua orang fokus terhadap masalahnya masing-
masing

BRAAKKK! Arjuna MEMUKUL MEJA DENGAN KERASS!

Arjuna: “Semuanya diam!”

(keadaan hening)

Arjuna berbisik ke Nisya

Arjuna: “Ayo ngomong!”

Nisya: “Semuanya, dengerin. Nggak ada gunanya kita saling menyalahkan sekarang, karena
semuanya udah terjadi.”

Ali: “Terus kita harus ngapain sekarang, hah?”


Nisya: “Kita harus menyatukan kekuatan kita. Kalian semua nggak mau kelas kita
mendapatkan gelar terkotor lagi kan? Makanya itu, ayo kita bareng-bareng berjuang lagi!”

Ibriza: “Lu punya rencana nggak?”

Nisya: Kita pakai sistem “Zero Waste School”

Nisya menjelaskan sistem zero waste school dengan diiringi oleh visual

Nisya: “Aturan pertama; dilarang untuk membuang sampah sembarangan. Kedua; membawa
tumbler dan makanan, hindari makanan cepat saji yang dapat menghasilkan sampah plastik.
Ketiga; bawa sampah plastik ke rumah masing-masing.”

Nisya: Aku yakin, dengan rencana ini kelas kita akan meraih gelar kelas terbersih.”
(ngomong dalam hati)

Annisa: Kelas ini sibuk banget ya.”

Nisya: “Iya, karena semua orang mau gelar kelas terbersih.”

Annisa: “Kalah nanti kelasnya berantakan lagi, apakah gua sama temen gua yang lain bakalan
dituduh lagi ?”

Nisya: “Santai aja, aku udah nyiapin sesuatu untuk menangani ini. Aku udah nyuruh beberapa
orang untuk mantau kelas ini pas udah jam pulang.”

Scene Ketuju

Audilla: “Lu kenapa mau aja sih, buat ngejagain ini kelas?”

Aini: “Soalnya gua mau buktiin, kalo sirkel cuek adalah pelakunya!”

Audilla: “Hadehh, keseret-seret nih gua jadinya.”

Suara langkah kaki terdengar, samar bayangan muncul, mulai mendekat

Aini dan Audilla mengintip, dan melihat ada seseorang

Aini: “Oke, sesuai rencana ya, kita serbu dalam hitungan ketiga. Satu, dua tig-“

Tiba-tiba ada tangan yang memegang pundak Aini dan Audilla

Iqbal: “Kalian lagi ngapain di sini?

Aini dan Audilla berteriak


Audila: “Owalah si bapak, kami lagi disuruh buat jagain kelas pak.”

Aini: “Iya tuh, soalnya takut kelas jadi kotor lagi sama ulah orang yang iseng.”

Iqbal: “Begitu ya, kebetulan ini udah sore. Kalian pulang aja, biar bapak yang jagain kelas
ini. Kebetulan bapak masih ada kerjaan di sekolah ini.”

Aini dan Audila: “Serius pak? “

Iqbal: “Iya”

Aini dan Audilla: “Yey pulang!”

Aini: “Badan gua pegel banget nih, aduh.”

Mereka berjalan meninggalkan kelas

Senin pun tiba, hari pembuktian atas kerja keras semua orang

Kamera menyorot kepada Asyila yang sedang berjalan menuju kelasnya, ia melihat ada
Nisya sedang berdiri di depan pintu

Asyila: “Ngapain bengong depan pintu?”

Nisya: “Liat, bendera itu … kok, bisa sih?”

Scene ditutup dengan Iqbal yang sedang mengotori kelas

Anda mungkin juga menyukai