0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan19 halaman

Spesifikasi Penyiapan Badan Jalan 2018

Dokumen ini menjelaskan spesifikasi umum untuk penyiapan badan jalan dan pembersihan lahan, termasuk prosedur pemadatan, pengujian, dan pengelolaan material. Pekerjaan ini melibatkan penggaruan, pemadatan, dan pengujian tanah dasar sebelum penghamparan lapisan fondasi. Selain itu, terdapat ketentuan mengenai pengelolaan lalu lintas dan pemeliharaan keselamatan selama proses pekerjaan.

Diunggah oleh

firmansahscrib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan19 halaman

Spesifikasi Penyiapan Badan Jalan 2018

Dokumen ini menjelaskan spesifikasi umum untuk penyiapan badan jalan dan pembersihan lahan, termasuk prosedur pemadatan, pengujian, dan pengelolaan material. Pekerjaan ini melibatkan penggaruan, pemadatan, dan pengujian tanah dasar sebelum penghamparan lapisan fondasi. Selain itu, terdapat ketentuan mengenai pengelolaan lalu lintas dan pemeliharaan keselamatan selama proses pekerjaan.

Diunggah oleh

firmansahscrib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

SEKSI 3.3

PENYIAPAN BADAN JALAN

3.3.1 UMUM

1) Uraian

a) Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah


dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan, Lapis Fondasi
Agregat, Lapis Fondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Stabilisasi Tanah (Soil
Stabilization) atau Lapis Fondasi Beraspal di daerah jalur lalu lintas (termasuk
jalur tempat perhentian dan persimpangan) dan di daerah bahu jalan baru yang
bukan di atas timbunan baru akibat pelebaran lajur lalu lintas.

b) Penyiapan tanah dasar ini juga termasuk bagian dari pekerjaan yang dipersiapkan
untuk dasar lapis fondasi bawah (sub-base) perkerasan di daerah galian. Tanah
dasar harus mencakup seluruh lebar jalur lalu lintas dan bahu jalan dan pelebaran
setempat atau daerah-daerah terbatas semacam itu sebagaimana ditunjukkan
dalam Gambar.

Pekerjaan penyiapan tanah dasar harus diperiksa, diuji dan diterima oleh
pengawas Pekerjaan sebelum lapisan di atasnya akan dilaksanakan.

c) Untuk jalan kerikil, pekerjaan dapat juga mencakup perataan berat dengan motor
grader untuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggaruan dan tanpa
penambahan bahan baru.

d) Pekerjaan ini meliputi galian minor atau penggaruan serta pekerjaan timbunan
minor yang diikuti dengan pembentukan, pemadatan, pengujian tanah atau bahan
berbutir, dan pemeliharaan permukaan yang disiapkan sampai bahan perkerasan
ditempatkan di atasnya, yang semuanya sesuai dengan Gambar dan Spesifikasi ini
atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.

2) Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini

a) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas : Seksi 1.8


b) Kajian Teknis Lapangan : Seksi 1.9
c) Pemeliharaan Jalan Samping dan Bangunan Pelengkapnya : Seksi 1.14
d) Pengamanan Lingkungan Hidup : Seksi 1.17
e) Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Seksi 1.19
f) Manajemen Mutu : Seksi 1.21
g) Galian : Seksi 3.1
h) Timbunan : Seksi 3.2
i) Lapis Fondasi Agregat : Seksi 5.1
j) Perkerasan Berbutir Tanpa Penutup Aspal : Seksi 5.2
k) Stabilisasi Tanah (Soil Stabilization) : Seksi 5.4
l) Campuran Aspal Panas : Seksi 6.3
m) Pemeliharaan Jalan : Seksi 10.1

3) Toleransi Dimensi

a) Elevasi akhir setelah pemadatan tidak boleh lebih tinggi 2 sentimeter atau lebih
rendah 3 sentimeter dari yang disyaratkan atau disetujui.

3 - 31
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

b) Seluruh permukaan akhir harus cukup rata dan seragam serta memiliki kelandaian
yang cukup untuk menjamin pengaliran air permukaan dan mempunyai
kemiringan melintang sesuai rancangan dengan toleransi ± 0,5%.

4) Standar Rujukan

Standar rujukan yang relevan adalah yang diberikan dalam Pasal [Link]) dari Spesifikasi
ini.

5) Pengajuan Kesiapan Kerja

a) Pengajuan yang berhubungan dengan Galian, Pasal [Link]), dan Timbunan, Pasal
[Link]) harus dibuat masing-masing untuk seluruh Galian dan Timbunan yang
dilaksanakan untuk Penyiapan Badan Jalan.

b) Penyedia Jasa harus menyerahkan dalam bentuk tertulis kepada Pengawas


Pekerjaan segera setelah selesainya suatu ruas pekerjaan dan sebelum setiap
persetujuan yang dapat diberikan untuk penghamparan bahan lain di atas tanah
dasar atau permukaan jalan, berikut ini :

i) Hasil pengujian kepadatan seperti yang disyaratakan dalam Pasal [Link])


di bawah ini.

ii) Hasil pengujian pengukuran permukaan dan data survei yang menun-
jukkan bahwa toleransi permukaan yang disyaratkan dalam Pasal [Link])
dipenuhi.

6) Jadwal Kerja

a) Gorong-gorong, tembok kepala dan struktur minor lainnya di bawah elevasi tanah
dasar atau permukaan jalan, termasuk pemadatan sepenuhnya atas bahan yang
dipakai untuk penimbunan kembali, harus telah selesai sebelum dimulainya
pekerjaan pada tanah dasar atau permukaan jalan. Seluruh pekerjaan drainase
harus berada dalam kondisi berfungsi sehingga menjamin keefektifan drainase,
dengan demikian dapat mencegah kerusakan tanah dasar atau permukaan jalan
oleh aliran air permukaan.

b) Bilamana permukaan tanah dasar disiapkan terlalu dini tanpa segera diikuti oleh
penghamparan lapis fondasi bawah, maka permukaan tanah dasar dapat menjadi
rusak. Oleh karena itu, luas pekerjaan penyiapan tanah dasar yang tidak dapat
dilindungi pada setiap saat harus dibatasi sedemikian rupa sehingga daerah
tersebut yang masih dapat dipelihara dengan peralatan yang tersedia dan Penyedia
Jasa harus mengatur penyiapan tanah dasar dan penempatan bahan perkerasan di
mana satu dengan lainnya berjarak cukup dekat.

7) Kondisi Tempat Kerja

Ketentuan dalam Pasal [Link]) dan [Link]), yang berhubungan dengan kondisi tempat
kerja yang disyaratkan, masing-masing untuk Galian dan Timbunan, harus juga berlaku
bilamana berhubungan dengan semua pekerjaan Penyiapan Badan Jalan, bahkan pada
tempat-tempat yang tidak memerlukan galian maupun timbunan.

3 - 32
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

8) Perbaikan Terhadap Penyiapan Badan Jalan yang Tidak Memenuhi Ketentuan

a) Ketentuan yang ditentukan dalam Pasal [Link]) dan [Link]) yang berhubungan
dengan perbaikan Galian dan Timbunan yang tidak memenuhi ketentuan, harus
juga berlaku bilamana berhubungan dengan semua pekerjaan Penyiapan Badan
Jalan, bahkan untuk tempat-tempat yang tidak memerlukan galian atau timbunan.

b) Penyedia Jasa harus memperbaiki dengan biaya sendiri atas setiap alur (rutting)
atau gelombang yang terjadi akibat kelalaian tenaga kerja atau lalu lintas atau oleh
sebab lainnya dengan membentuk dan memadatkannya kembali, menggunakan
mesin gilas dengan ukuran dan jenis yang diperlukan untuk pekerjaan perbaikan
ini.

c) Penyedia Jasa harus memperbaiki, dengan cara yang diperintahkan oleh Pengawas
Pekerjaan, setiap kerusakan pada tanah dasar yang mungkin terjadi akibat
pengeringan, retak, atau akibat banjir atau akibat kejadian alam lainnya.

9) Pengembalian Bentuk Pekerjaan Setelah Pengujian

Ketentuan dalam Pasal [Link]) harus berlaku.

10) Pengendalian Lalu Lintas

a) Pengendalian Lalu Lintas harus memenuhi ketentuan dalam Seksi 1.8 Manajemen
dan Keselamatan Lalu Lintas.

b) Penyedia Jasa harus bertanggungjawab atas seluruh konsekuensi dari lalu lintas
yang diijinkan melewati tanah dasar, dan Penyedia Jasa harus melarang lalu lintas
yang demikian bilamana Penyedia Jasa dapat menyediakan sebuah jalan alih
(detour) atau dengan pelaksanaan setengah lebar jalan.

3.3.2 BAHAN

Tanah dasar dapat dibentuk dari Timbunan Biasa, Timbunan Pilihan, Lapis fondasi
Agregat atau Drainase Porous, atau tanah asli di daerah galian. Bahan yang digunakan
dalam setiap hal haruslah sesuai dengan yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan, dan
sifat-sifat bahan yang disyaratkan untuk bahan yang dihampar dan membentuk tanah dasar
haruslah seperti yang disyaratkan dalam Spesifikasi.

3.3.3 PELAKSANAAN PENYIAPAN BADAN JALAN

1) Penyiapan Tempat Kerja

a) Pekerjaan galian yang diperlukan untuk membentuk tanah dasar harus


dilaksanakan sesuai dengan Pasal [Link]) dari Spesifikasi ini.

b) Seluruh Timbunan yang diperlukan harus dihampar sesuai dengan Pasal 3.2.3 dari
Spesifikasi ini.

2) Pemadatan Tanah Dasar

a) Tanah dasar harus dipadatkan sesuai dengan ketentuan yang relevan dari Pasal
[Link]) dari Spesifikasi ini.

3 - 33
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

b) Ketentuan pemadatan dan jaminan mutu untuk tanah dasar diberikan dalam Pasal
3.2.4 dari Spesifikasi ini.

3) Daya Dukung Tanah Dasar di Daerah Galian

Tanah Dasar pada setiap tempat haruslah mempunyai daya dukung minimum sebagaimana
yang diberikan dalam Gambar, atau sekurang-kurangnya mempunyai CBR minimum 6 %
jika tidak disebutkan. Pekerjaan penyiapan tanah dasar baru dilaksanakan bila pekerjaan
lapis fondasi agregat atau perkerasan sudah akan segera dilaksanakan.

3.3.4 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

1) Pengukuran untuk Pembayaran

Daerah jalur lalu lintas eksisting yang memerlukan rekonstruksi, akan ditetapkan sebagai
lokasi yang ditingkatkan dan penyiapan badan jalan akan dibayar menurut Seksi ini. Juga
penyiapan tanah dasar di daerah galian untuk jalur lalu lintas dan bahu jalan.

2) Dasar Pembayaran

Kuantitas dari pekerjaan Penyiapan Badan Jalan, diukur seperti ketentuan di atas, akan
dibayar per satuan pengukuran sesuai dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar
Kuantitas dan Harga untuk Mata Pembayaran seperti terdaftar di bawah ini, di mana harga
dan pembayaran tersebut sudah mencakup kompensasi penuh untuk seluruh pekerjaan dan
biaya lainnya yang telah dimasukkan untuk keperluan pembentukan pekerjaan penyiapan
tanah dasar seperti telah diuraikan dalam Seksi ini.

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

3.3.(1) Penyiapan Badan Jalan Meter Persegi

3 - 34
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

SEKSI 3.4

PEMBERSIHAN, PENGUPASAN, DAN PENEBANGAN POHON

3.4.1 UMUM

1) Uraian

(a) Pembersihan dan pengupasan lahan harus terdiri dari pembersihan semua
pohon dengan diameter lebih kecil dari 15 cm, pohon-pohon yang tumbang,
halangan-halangan, semak-semak, tumbuh-tumbuhan lainnya, sampah, dan
semua bahan yang tidak dikehendaki, dan harus termasuk
pembongkarantunggul, akar dan pembuangan semua ceceran bahan yang
diakibatkan oleh pembersihan dan pengupasan sesuai dengan Spesifikasi ini
atau sebagaimana diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan. Pekerjaan ini juga
harus termasuk penyingkiran dan pembuangan struktur-struktur yang
menghalangi, mengganggu, atau sebaliknya menghalangi Pekerjaan kecuali
bilamana disebutkan lain dalam Spesifikasi ini atau diperintahkan oleh
Pengawas Pekerjaan.

(b) Pemotongan pohon yang dipilih harus terdiri dari pemotongan semua pohon
yang ditunjukkan dalam Gambar atau ditetapkan oleh Pengawas Pekerjaan
dengan diameter 15 cm atau lebih yang diukur satu meter di atas permukaan
tanah. Pekerjaan ini harus termasuk tidak hanya penyingkiran dan pembuangan
sampai dapat diterima oleh Pengawas Pekerjaan atas setiap pohon tetapi juga
tunggul dan akar-akarnya.

2) Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini

Pekerjaan yang disebutkan di seksi lain dapat termasuk tetapi tidak boleh dibatasi terhadap
berikut ini:

a) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas : Seksi 1.8


b) Pengamanan Lingkungan Hidup : Seksi 1.17
c) Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Seksi 1.19
d) Kajian Teknis Lapangan : Seksi 1.9
e) Galian : Seksi 3.1
f) Timbunan : Seksi 3.2

3) Pengajuan Kesiapan Kerja dan Pencatatan

Penyedia Jasa harus menerima gambar penampang melintang Kontrak maupun


mengajukan kepada Pengawas Pekerjaan sebelum memulai pekerjaan, perbaikan-
perbaikan terinci terhadap gambar penampang melintang yang menunjukkan
permukaan tanah sebelum pengoperasian pembersihan dan pengupasan, atau setiap
pemotongan pohon yang akan dilaksanakan

4) Pengamanan Pekerjaan

Penyedia Jasa harus menanggung semua tanggungjawab untuk memastikan


keselamatan para tenaga kerja yang melaksanakan pembersihan, pengupasan, dan
pemotongan pohon, serta keselamatan publik.

3 - 35
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

5) Jadwal Kerja

Perluasan setiap pembersihan dan pengupasan pada setiap operasi harus dibatasi sepadan
dengan pemeliharaan permukaan yang terekspos agar tetap dalam kondisi yang keras
(sound), dengan mempertimbangkan akibat dari pengeringan, perendaman akibat hujan,
dan gangguan dari operasi pekerjaan berikutnya.

6) Kondisi Tempat Kerja

Seluruh permukan yang terekspos hasil pembersihan dan pengupasan harus dijaga agar
bebas dari air dan Penyedia Jasa harus menyediakan semua bahan, perlengkapan, dan
tenaga kerja yang diperlukan untuk pengeringan (pemompaan), pengalihan saluran air, dan
pembuatan drainase sementara. Pompa siap pakai di lapangan harus senantiasa dipelihara
sepanjang waktu untuk menjamin bahwa tak akan terjadi gangguan dalam pengeringan
dengan pompa.

3.4.2 PELAKSANAAN

1) Pembersihan dan Pengupasan

Pembersihan dan pengupasan lahan untuk semua tanaman/pohon yang berdiameter


kurang dari 15 cm diukur 1 meter dari muka tanah, harus dilaksanakan sampai batas-
batas sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana diperintahkan
Pengawas Pekerjaan. Di luar daerah yang tersebut di atas, pembersihan dan pengupasan
dapat dibatasi sampai pemotongan tanaman yang tumbuh di atas tanah sebagaimana
yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.

Pada daerah galian, semua tunggul dan akar harus dibuang sampai kedalaman tidak
kurang dari 50 cm di bawah permukaan akhir dari tanah dasar.

Pada daerah di bawah timbunan, di mana tanah humus atau bahan yang tidak dikendaki
dibuang atau yang ditetapkan untuk dipadatkan, semua tunggul dan akar harus dibuang
sampai kedalaman sekurang-kurangnya 30 cm di bawah permukaan tanah asli atau 30
cm di bawah alas dari lapis permukaan yang paling bawah.

Pengupasan saluran dan selokan diperlukan hanya sampai kedalaman yang diperlukan
untuk penggalian yang diusulkan dalam daerah tersebut.

2) Pembuangan Tanah Humus

Pada daerah di bawah timbunan badan jalan yang ditetapkan oleh Pengawas Pekerjaan,
Penyedia Jasa harus menyingkirkan semua tanah humus dan membuangnya di lahan
yang berdekatan atau diperintahkan.

Secara umum tanah humus hanya termasuk pembuangan tanah yang cukup subur yang
mendorong atau mendukung tumbuhnya tanaman.

Tidak ada pembuangan tanah humus yang keluar dari lokasi yang ditetapkan dengan
kedalaman yang kurang dari 30 cm diukur secara vertikal atau sebagaimana yang
diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan, dan tanah humus itu harus dibuang terpisah
dari galian bahan lainnya.

3 - 36
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Pembuangan tanah humus yang melebihi sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal
[Link]) spesifikasi ini, harus dibayar sebagaimana yang disebutkan dalam Galian Biasa
dalam Seksi [Link] Spesifikasi ini.

3) Pemotongan Pohon

Bilamana diperlukan untuk mencegah kerusakan terhadap struktur, bangunan (property)


lainnya atau untuk mencegah bahaya atau gangguan terhadap lalu lintas, bila diperlukan,
pohon yang telah ditetapkan untuk ditebang harus dipotong mulai dari atas ke bawah.
Penyedia Jasa harus menimbun kembali lubang-lubang yang disebabkan oleh
pembongkaran tunggul dan akar-akarnya dengan bahan yang cocok dan disetujui oleh
Pengawas Pekerjaan. Pekerjaan penimbunan kembali ini tidak dibayar tersendiri, tetapi
harus dipandang sebagai kewajiban Penyedia Jasa yang telah diperhitungkan dalam Harga
Kontrak untuk Pemotongan Pohon.

Semua pohon, tunggul, akar, dan sampah lainnya yang diakibatkan oleh operasi ini harus
dibuang oleh Penyedia Jasa di luar Ruang Milik Jalan (Rumija) atau di lokasi yang ditunjuk
oleh Pengawas Pekerjaan.

3.4.3 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

1) Pengukuran untuk Pembersihan dan Pengupasan

Kuantitas pembersihan dan pengupasan lahan akan dibayar sesuai dengan Spesifikasi
ini atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan haruslah jumlah
meter persegi dari pekerjaan pembersihan dan pengupasan lahan yang diterima dalam
batas-batas yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.

Pembersihan dan pengupasan yang diperlukan untuk struktur permanen akan diukur
untuk pembayaran.

Pembersihan dan pengupasan untuk jalur pengangkutan, jalur pelayanan dan semua
konstruksi sementara tidak akan diukur untuk pembayaran.

2) Pengukuran untuk Pemotongan Pohon

Kuantitas pemotongan dan pembuangan pohon termasuk batang dan akar-akarnya akan
diukur untuk pembayaran sebagai jumlah pohon yang benar-benar dipotong dan
diterima oleh Pengawas Pekerjaan.

3) Dasar Pembayaran

(a) Kuantitas pembersihan dan pengupasan, apakah terdapat air atau tidak pada
setiap kedalaman, ditetapkan sebagaimana yang disebutkan di atas, akan
dibayar dengan Harga Kontrak per meter persegi untuk Mata Pembayaran yang
didaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, di mana
harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk
semua pekerja, peralatan, perlengkapan dan semua biaya lain yang perlu atau
digunakan untuk pelaksanaan yang sebagaimana mestinya untuk pekerjaan
yang diuraikan dalam Pasal ini.

(b) Pemotongan dan pembuangan setiap pohon yang sama atau lebih besar dari
diameter 15 cm yang diukur 1 meter dari permukaan tanah, sesuai dengan perintah
Pengawas Pekerjaan akan dibayar dengan Harga Kontrak per pohon untuk Mata

3 - 37
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Pembayaran yang didaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga, di mana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompenssai
penuh untuk semua pekerja, peralatan, perlengkapan dan lainnya yang perlu
untuk pelaksanaan pekerjaan yang diuraikan dalam Pasal ini.

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

3.4.(1) Pembersihan dan Pengupasan Lahan Meter Persegi

3.4.(2) Pemotongan Pohon Pilihan diameter 15 – 30 cm Buah

3.4.(3) Pemotongan Pohon Pilihan diameter >30 – 50 cm Buah

3.4.(4) Pemotongan Pohon Pilihan diameter >50 – 75 cm Buah

3.4.(5) Pemotongan Pohon Pilihan diameter >75 cm Buah

3 - 38
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

SEKSI 3.5

GEOTEKSTIL

3.5.1 UMUM

1) Uraian

a) Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pemasokan dan pemasangan bahan geotekstil


filter (seperti drainase bawah permukaan), separator dan stabilisator, sedangkan
geotekstil untuk perkuatan tidak termasuk dalam Seksi ini.

b) Spesifikasi ini memberikan nilai-nilai sifat fisik, mekanis dan ketahanan yang
harus dipenuhi atau dilebihi, oleh geotekstil yang akan digunakan.

c) Spesifikasi ini ditujukan untuk menjamin kualitas dan kinerja geotekstil yang baik
untuk digunakan pada aplikasi yang tertera pada Pasal [Link]).a).

d) Persyaratan kuat tarik geotekstil dalam spesifikasi ini dipertimbangkan


berdasarkan daya bertahan (survivability) geotekstil terhadap tegangan yang
terjadi pada saat pemasangan.

2) Standar Rujukan

Standar Nasional Indonesia (SNI) :


SNI 0264:2015 : Tekstil - Cara uji identifikasi serat pada bahan tekstil
SNI 1966:2008 : Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas tanah.
SNI 1742:2008 : Cara uji kepadatan ringan untuk tanah.
SNI 3423:2008 : Cara uji analisis ukuran butir tanah.
SNI 4417:2017 : Metode uji beban putus dan mulur geotekstil dengan cara
cekau (grab) (ASTM D 4632/4632M-15a, MOD).
SNI 08-4418-1997 : Cara uji ukuran pori-pori geotekstil.
SNI 08-4419-1997 : Cara pengambilan contoh geotekstil untuk pengujian.
SNI 08-4644-1998 : Cara uji kekuatan sobek geotekstil cara trapesium.
SNI 08-6511-2001 : Daya tembus air pada geotekstil - Cara uji.

AASHTO :
AASHTO M288-15 : Geotextile Spesifïcation for Highway Applications.

ASTM :
ASTM D123-17 : Standard Terminology Relating to Textiles.
ASTM D4355/D4355M-14 : Test Method for Deterioration of Geotextilês from
(2018) Exposure to Ultraviolet Light and Water (Xénon Arc
Type Apparatus)
ASTM D4439-18 : Terminology for Geosynthetics
ASTM D4354-12 : Standard Practice for Sampling of Geosynthetics and
Rolled Erosion Control Products (RECPs) for Testing.
ASTM D4759-11(2018) : Practice for Determining the Spécification
Conformance of Geosynthetics.
ASTM D4873/D4873M-17 : Standard Guide for Identification, Storage, and
Handling of Geosynthetic Rolls and Samples.
ASTM D5261-10 : Test Method for Measuring Mass per Unit Area of
Geotextiles

3 - 39
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

ASTM D6241-14 : Test Method for Static Puncture Strength of Geotextiles


and Geotextile Related Products Using a 50-mm Probe

3) Istilah dan Definisi

a) Nilai Gulungan Rata-rata Minimum (Minimum Average Roll Value, MARV)

MARV adalah suatu alat kendali mutu pabrik untuk menerbitkan suatu nilai
sehingga para Pengguna Jasa akan mempunyai tingkat keyakinan 97,7 persen
bahwa suatu sifat tertentu akan sesuai dengan nilai yang diterbitkan. Untuk data
yang terdistribusi normal, MARV dihitung sebagai nilai rata-rata dikurangi dua
standar deviasi dari dokumentasi hasil uji kendali mutu untuk suatu populasi dari
satu metode uji spesifik yang berhubungan dengan satu sifat spesifik bahan.

b) Nilai Minimum

Nilai benda uji terendah dari dokumentasi hasil uji kendali populasi dari satu
metode uji spesifik yang berhubungan spesifik bahan.

c) Nilai Maksimum

Nilai benda uji tertinggi dari dokumentasi hasil uji kendali populasi dari satu
metode uji spesifik yang berhubungan spesifik bahan.

d) Permitivitas (Permittivity)

Kecepatan aliran volumetrik air per satuan luas potongan melintang per satuan
tekanan pada kondisi aliran laminer, dalam arah normal (tegak lurus) terhadap
bidang geotekstil.

e) Ukuran Pori-pori Geotekstil (Apparent Opening Size, AOS)

Suatu sifat yang memberikan indikasi perkiraan partikel terbesar yang akan secara
efektif melewati geotekstil

f) Stabilitas Ultraviolet (Ultraviolet Stability)

Stabilitas ultraviolet adalah suatu ukuran penurunan kuat tarik (dalam persentase)
terhadap paparan sinar ultraviolet. Persentase penurunan kuat tarik tersebut
diperoleh dengan membandingkan kuat tarik lima contoh uji setelah dipapar oleh
sinar ultraviolet selama jangka waktu tertentu dalam alat xenon-arc terhadap kuat
tarik contoh uji yang tidak dipapar sinar ultraviolet.

3.5.2 BAHAN

1) Persyaratan Fisik Geotekstil

a) Serat (fiber) yang digunakan untuk membuat geotekstil dan tali (thread) yang
digunakan untuk menyambung geotekstil dengan cara dijahit, harus terdiri dari
polimer sintetik rantai panjang yang terbentuk dari sekurang-kurangnya 95%
berat poliolefin atau poliester. Serat dan tali harus dibentuk menjadi suatu jejaring
yang stabil sedemikian rupa sehingga filamen (serat menerus) atau untaian serat
(yarn) dapat mempertahankan stabilitas dimensinya relatif terhadap yang lainnya,

3 - 40
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

termasuk selvage (bagian tepi teranyam dari suatu lembar geotekstil yang sejajar
dengan arah memanjang geotekstil).

b) Geotekstil yang digunakan untuk drainase bawah permukaan, pemisah


(separator) dan stabilisasi harus memenuhi persyaratan fisik yang tertera pada
Tabel [Link]).

c) Seluruh nilai, kecuali Ukuran Pori-pori Geotekstil (Apparent Opening Size, AOS),
dalam spesifikasi ini menunjukkan Nilai Gulungan Rata-rata Minimum
(Minimum Average Roll Value, MARV) pada arah utama terlemah (yaitu nilai rata-
rata hasil pengujian dari suatu rol dalam suatu lot yang diambil untuk uji
kesesuaian atau uji jaminan mutu harus memenuhi atau melebihi nilai minimum
yang tertera dalam spesifikasi ini). Nilai Ukuran Pori-pori Geotekstil (AOS)
menunjukkan nilai gulungan rata-rata maksimum.

2) Persyaratan Geotekstil

a) Umum

i) Tabel [Link]) memberikan sifat-sifat kekuatan untuk tiga kelas


geotekstil. Geotekstil harus sesuai dengan nilai yang tercantum pada
Tabel [Link]) berdasarkan kelas geotekstil yang tercantum pada Tabel
[Link]), Tabel [Link]), Tabel [Link]) atau Tabel [Link]) sesuai dengan
penggunaannya.

Tabel [Link]) Persyaratan Kekuatan Geotekstil

Kelas Geotekstil
Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3
Sifat Metode Uji Satuan
Elongasi Elongasi Elongasi Elongasi Elongasi Elongasi
< 50% (3) ≥50% (3) < 50% (3) ≥50% (3) < 50% (3) ≥50% (3)

RSNI M-01-2005
Kuat Grab (Grab
(ASTM D4632/ N 1400 900 1100 700 800 500
Strength)
D4632M-15a)
Kuat Sambungan RSNI M-01-2005
Keliman4) (Sewn (ASTM D4632/ N 1260 810 990 630 720 450
Seam Strength) D4632M-15a)
SNI 08-4644-
Kuat Sobek (Tear 1998
N 500 350 400(3) 250 300 180
Strength) (ASTM D4533/
D4533M-15)
Kuat Tusuk
ASTM D6241-14 N 2750 1925 2200 1375 1650 990
(Puncture Strength)
SNI 08-6511-
Permitivitas 2001
detik-1
(Permittivity) (ASTM D4491/
D4491M-17)
Nilai sifat minimum untuk Permitivitas, Ukuran Pori-pori Geosintetik
Ukuran Pori-pori SNI 08-4418- (Apparent Opening Size, AOS), dan Stabilitas Ultraviolet ditenti berdasarkan
Geotekstil(3, 4) 1997 aplikasi geosintetik. Lihat Tabel 3.5.2.(2) untuk drainase bawah permukaan,
mm Tabel 3.5.2.(3) dan Tabel 3.5.2.(4) untuk separator, dan Tabel 3.5.2.(5) untuk
(Apparent Opening (ASTM D4751-
Size, AOS) stabilisator
16)
Stabilitas ASTM D4355/
Ultraviolet D4355M- %
(kekuatan sisa) 14(2018)

3 - 41
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Catatan :
1) Kelas geotekstil yang dibutuhkan mengacu pada Tabel 3.5.2.(2), Tabel 3.5.2.(3), Tabel 3.5.2.(4) atau Tabel 3.2.5.(5) sesuai dengan
penggunaannya. Kondisi pemasangan umumnya menentukan kelas geotekstil yang dibutuhkan. Kelas 1 dikhususkan untuk kondisi
yang parah di mana pol teijadinya kerusakan geotekstil lebih tinggi, sedangkan Kelas 2 dan Kelas 3 adalah untuk kondisi yang tidak
terlalu parah
2) Semua nilai syarat kekuatan menunjukkan Nilai Gulungan Rata-rata Minimum dalam arah utama terlemah.
3) Ditentukan berdasarkan ASTM D4632/D4632M-15a atau SNI 4417:2017
4) Nilai Gulungan Rata-rata Minimum kuat sobek yang dibutuhkan untuk geotekstil filamen tunggal teranyam (woven monofilamen
geotextile) adalah 250 N.

ii) Seluruh nilai pada Tabel [Link]) menunjukkan Nilai Gulungan Rata-rata
Minimum (Minimum Average Roll Value, MARV) pada arah utama
terlemah. Sifat-sifat geotekstil yang dibutuhkan untuk setiap kelas
bergantung pada elongasi geotekstil. Jika dibutuhkan sambungan keliman
(sewn seam), maka kuat sambungan yang ditentukan berdasarkan SNI
4417:2017 harus sama atau lebih dari 90% kuat grab (grab strength) yang
disyaratkan.

b) Geotekstil untuk Drainase Bawah Permukaan

i) Deskripsi: spesifikasi ini dapat digunakan untuk pemasangan geotekstil


pada tanah untuk mengalirkan air ke dalam sistem drainase bawah
permukaan dan menahan perpindahan tanah setempat tanpa terjadinya
penyumbatan dalam jangka panjang. Fungsi utama geotekstil dalam
sistem drainase bawah permukaan adalah sebagai penyaring atau filter.
Sifat-sifat geotekstil filter merupakan fungsi dari gradasi, plastisitas dan
kondisi hidrolis tanah setempat.

ii) Geotekstil untuk drainase bawah permukaan harus memenuhi syarat yang
tercantum pada Tabel [Link]). Geotekstil potongan film teranyam
(woven slit film geotextiles) tidak boleh digunakan untuk drainase bawah
permukaan. Seluruh nilai pada Tabel [Link]), kecuali Ukuran Pori-pori
Geotekstil (Apparent Opening Size, AOS), menunjukkan Nilai Gulungan
Rata-rata Minimum pada arah utama terlemah. Nilai Ukuran Pori-pori
Geotekstil (Apparent Opening Size, AOS) menunjukkan nilai gulungan
rata-rata maksimum.

iii) Nilai-nilai dalam Tabel [Link]) merupakan nilai-nilai baku (default) yang
memberikan daya bertahan geotekstil pada berbagai kondisi. Catatan (b)
pada Tabel [Link]) memberikan suatu pengurangan terhadap persyaratan
sifat minimum ketika tersedia informasi mengenai daya tahan geotekstil.

Tabel [Link]) Persyaratan Geotekstil untuk Drainase Bawah Permukaan

Persen Lolos Ayakan 0,075 mm (1) dari Tanah


Setempat
Sifat Metode Uji Satuan <15 15 - 50 >50
Kelas Geotekstil Kelas 2 dari Tabel 3.5.2.(1)(2)
SNI 08-6511-2001
Permitvitas (3,4)
(ASTM D4491/ detik-1 0,5 0,2 0,1
(Permittivity)
D4491M-17)
0,43 0,25 0,22(5)
Ukuran Pori-pori Geotekstil(3,4)
SNI 08-4418-1997 (nilai gulungan (nilai gulungan (nilai gulungan
mm
(Apparent Opening Size, AOS) (ASTM D4751-16) rata-rata rata-rata rata-rata
maksimum) maksimum) maksimum)
Stabilitas Ultraviolet (kekuatan ASTM D4355/
D4355M-14(2018)
% 50% setelah terekpos 500 jam
sisa)

3 - 42
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

Catatan:
1. Berdasarkan analisis ukuran butir dari tanah setempat mengacu pada SNI 3423:2008 (AASHTO T88-13).
2. Kelas 2 merupakan pilihan baku (default) untuk drainase bawah permukaan.
3. Nilai sifat filtrasi baku (default) ini didasarkan pada ukuran butir terbesar tanah setempat.
4. Perencanaan geotekstil yang khusus untuk suatu lokasi harus dilakukan terutama jika satu atau lebih dari lingkungan tanah
problematik sebagai berikut ditemukan: tanah yang tidak stabil atau sangat erosif seperti lanau non-kohesif, tanah dengan bergradasi
senjang, tanah terlaminasi dengan lapisan pasir/lanau berselang-seling, lempung yang dapat larut, dan/atau serbuk batuan.
5. Untuk tanah kohesif dengan nilai Indeks Plastisitas lebih dari 7, nilai gulungan rata-rata maksimum geotekstil untuk Ukuran Pori-
pori Geotekstil (Apparent Opening Size, AOS) adalah 0,30 mm.

c) Geotekstil Separator
1.

i) Deskripsi: spesifikasi ini sesuai untuk geotekstil yang berfungsi untuk


mencegah terjadinya pencampuran antara tanah dasar dengan agregat
penutupnya (lapis fondasi bawah, lapis fondasi, timbunan pilihan dan
sebagainya). Spesifikasi ini juga dapat digunakan untuk kondisi selain di
bawah perkerasan jalan di mana diperlukan pemisahan antara dua bahan
yang berbeda tetapi dengan ketentuan bahwa penanganan rembesan air
(seepage) melalui geotekstil bukan merupakan fungsi yang utama.

ii) Fungsi geotekstil sebagai pemisah (separator) sesuai untuk struktur


perkerasan yang dibangun di atas tanah dengan nilai CBR sama atau lebih
dari 3 (CBR ≥ 3) atau kuat geser lebih dari sekitar 90 kPa. Aplikasi
separator sesuai untuk kondisi tanah dasar yang tak jenuh.

iii) Geotekstil untuk separator harus memenuhi syarat yang tercantum pada
Tabel [Link]). Seluruh nilai pada Tabel [Link]) kecuali Ukuran Pori-pori
Geotekstil (Apparent Opening Size, AOS) menunjukkan Nilai Gulungan
Rata-rata Minimum pada arah utama terlemah. Nilai Ukuran Pori-pori
Geotekstil menunjukkan Nilai Gulungan Rata-rata Maksimum.

iv) Nilai-nilai dalam Tabel [Link]) merupakan nilai-nilai baku (default) yang
memberikan daya bertahan geotekstil pada berbagai kondisi.

Tabel [Link]) Persyaratan Geotekstil Separator

Sifat Metode Uji Satuan Persyaratan


Kelas Geotekstil Lihat Tabel 3.5.2.(4)
Permitivitas SNI 08-6511-2001
detik-1 0,02(1)
(Permittivity) (ASTM D4491/ D4491M-17)
Ukuran Pori-pori Geotekstil SNI 08-4418-1997 0,60
(Apparent Opening Size, AOS) mm
(ASTM D4751-16) (nilai gulungan rata-rata maks)
Stabilitas Ultraviolet (kekuatan ASTM D4355/ D4355M-
sisa) % 50% setelah terekpos 500 jam
14(2018)

Catatan:
1) Nilai baku (default) permitivitas geotekstil harus lebih besar dari tanah (ψg > ψs)..

d) Geotekstil Stabilisator

i) Deskripsi: Spesifikasi ini dapat digunakan untuk aplikasi geotekstil pada


kondisi basah dan jenuh air yang berfungsi ganda yaitu sebagai pemisah
dan penyaring atau filter. Dalam beberapa kasus, geotekstil dapat juga
berfungsi sebagai perkuatan. Fungsi geotekstil untuk stabilisasi sesuai
untuk struktur perkerasan yang dibangun di atas tanah dengan nilai

3 - 43
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

California Bearing Ratio antara l dan 3 (l < CBR < 3) atau kuat geser
antara 30 kPa dan 90 kPa.

Tabel [Link]) Persyaratan Derajat Daya Bertahan (Survivability)

Alat dengan Alat dengan Alat dengan


Tekanan Tekanan Tekanan
Permukaan Permukaan Permukaan
Rendah Sedang Tinggi
Kondisi Lapangan (Low Ground (Medium (High Ground
Pressure) Ground Pressure)
Pressure)
≤ 25 kPa 25 kPa - 50 kPa > 50 kPa
(3,6 psi) (3,6 psi-7,3 psi) (> 7,3 psi)
Tanah dasar telah dibersihkan dari halangan Rendah Sedang Tinggi
kecuali rumput, kayu, daun, dan sisa ranting (Kelas 3) (Kelas 2) (Kelas 1)
kayu. Permukaan halus dan rata sehingga
lubang/ gundukan tidak lebih tinggi
dalam/tinggi dari 450 mm. Lubang yang lebih
besar dari ukuran tersebut harus ditutup.
Alternatif lain, lantai kerja dapat digunakan.
Tanah dasar telah dibersihkan dari halangan Sedang Tinggi Tinggi
yang lebih besar dari cabang kayu dan batu (Kelas 2) (Kelas 1) (Kelas 1+)
yang berukuran kecil sampai sedang. Batang
dan pangkal/ akar pohon harus dipindahkan
atau ditutup sebagian dengan lantai keija.
Lubang/gundukan tidak boleh lebih
dalamAinggi dari 450 mm. Lubang yang
lebih besar dari ukuran tersebut harus ditutup.
Diperlukan persiapan lokasi secara minimal. Tinggi Sangat Tinggi Tidak
Pohon dapat ditumbangkan, dipotong-potong (Kelas l) (Kelas 1+) Direkomendasikan
dan ditinggalkan di tempat. Pangkal/akar
pohon harus dipotong dan tidak boleh lebih
dari 150 mm di atas tanah dasar. Geotekstil
dapat dipasang langsung di atas cabang
pohon, pangkal/akar pohon, lubang besar dan
tonjolan, saluran dan bolder. Ranting,
pangkal/akar, lubang besar dan tonjolan, alur
air dan bongkah batu. Benda-benda harus
dipindahkan hanya jika penempatan
geotekstil dan bahan penutup akan
berpengaruh terhadap permukaan akhir jalan.
Catatan:
Syarat derajat daya bertahan (survivability) merupakan fungsi dari kondisi tanah dasar, peralatan konstruksi dan tebal penghamparan.
Sifat-sifat geotekstil Kelas 1, 2 and 3 ditunjukkan pada Tabel 3.5.2.(1); Kelas 1+ sifat-sifatnya lebih tinggi dari Kelas 1, tetapi belum
terdefinisikan sampai saat ini dan jika digunakan harus disyaratkan oleh Pengguna Jasa.

Rekomendasi tersebut adalah untuk tebal penghamparan awal antara 150 - 300 mm. Untuk tebal penghamparan awal lainnya:
- 300 - 450 mm: kurangi syarat daya bertahan sebesar satu tingkat
- 450 - 600 mm: kurangi syarat daya bertahan sebesar dua tingkat
- 600 mm: kurangi syarat daya bertahan sebesar tiga tingkat

Untuk teknik konstruksi khusus, seperti pembuatan alur awal (prerutting), tingkatkan syarat daya bertahan geotekstil sebesar satu
tingkat. Penghamparan awal bahan penutup yang terlalu tebal dapat menyebabkan keruntuhan daya dukung tanah dasar yang lunak

ii) Aplikasi geotekstil untuk stabilisasi sesuai untuk tanah dasar yang jenuh
air akibat muka air tanah yang tinggi atau akibat musim hujan dalam
waktu lama. Spesifikasi ini tidak sesuai untuk perkuatan timbunan di
mana kondisi tegangan dapat mengakibatkan keruntuhan menyeluruh

3 - 44
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

tanah dasar fondasi. Perkuatan timbunan merupakan masalah


perancangan yang khusus untuk suatu lokasi.

iii) Geotekstil untuk stabilisasi harus memenuhi syarat yang tercantum pada
Tabel [Link]). Seluruh nilai pada Tabel [Link]), kecuali Ukuran Pori-pori
Geotekstil (Apparent Opening Size, AOS), menunjukkan Nilai Gulungan
Rata-rata Minimum pada arah utama terlemah. Nilai ukuran Pori-pori
Geotekstil menunjukkan Nilai Gabungan Rata-rata Maksimum.

iv) Nilai-nilai dalam Tabel [Link]) merupakan nilai-nilai baku (default) yang
memberikan daya bertahan geotekstil pada berbagai kondisi. Catatan (1)
pada Tabel [Link]) memberikan suatu pengurangan terhadap persyaratan
sifat minimum ketika tersedia informasi mengenai daya bertahan
geotekstil.
(1)

Tabel [Link]) Persyaratan Geotekstil untuk Stabilisasi

Sifat-sifat Metode Uji Satuan Persyaratan


Kelas Geotekstil Kelas 1 dari Tabel 3.5.2.(l) (1)
Permitivitas (Permittivity) SNI 08-6511-2001 detik-1 0,05(2)
(ASTM D4491/
D4491M-17)
Ukuran Pori-pori Geotekstil SNI 08-4418-1997 mm 0,43
(Apparent Opening Size, AOS) (ASTM D4751-16) (nilai gulungan rata-rata
maks)
Stabilitas Ultraviolet (kekuatan sisa) ASTM D4355/ % 50% setelah terekpos 500 jam
D4355M-14(2018)
Catatan :
1) Kelas 1 merupakan pilihan baku (default) geotekstil untuk stabilisasi.
2) Nilai baku (default) permitivitas geotekstil harus lebih besar dari tanah (ψg > ψs).

3.5.3 PELAKSANAAN

1) Umum

Setelah penggelaran geotekstil, geotekstil tidak boleh terekpos unsur-unsur atmosfir


lebih dari 14 hari untuk mengurangi potensi kerusakan.

2) Penyambungan

a) Jika sambungan keliman akan digunakan untuk menyambung geotekstil, maka


tali (thread) yang digunakan harus terbuat dari polipropilena atau poliester
dengan kekuatan tinggi. Tali dari nilon tidak boleh digunakan. Tali harus
mempunyai warna yang kontras terhadap geotekstil yang disambung.

b) Untuk sambungan yang dikelim di lapangan, Penyedia Jasa harus menyediakan


sekurang-kurangnya 2 m panjang sambungan keliman untuk diuji oleh
Pengawas Pekerjaan sebelum geotekstil dipasang. Untuk sambungan yang
dikelim di pabrik, Pengawas Pekerjaan harus mengambil contoh uji dari
sambungan pabrik secara acak dari setiap gulungan geotekstil yang akan
digunakan di lapangan.
1.

i) Untuk sambungan yang dikelim di lapangan, contoh uji dari sambungan


keliman yang diambil harus dikelim dengan menggunakan alat dan
prosedur yang sama seperti yang akan digunakan dalam pelaksanaan

3 - 45
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

penyambungan pada pekeijaan sesungguhnya. Jika sambungan dikelim


dalam arah mesin dan arah melintang mesin, contoh uji sambungan dari
kedua arah harus diambil.

ii) Penyedia Jasa harus memberikan penjelasan mengenai tata cara


penyambungan bersama dengan contoh uji sambungan. Penjelasan
tersebut mencakup jenis sambungan, jenis jahitan, benang jahit dan
kerapatan jahitan.

3) Drainase Bawah Permukaan

a) Penggalian saluran harus dilakukan sesuai dengan rincian dalam rencana proyek.
Setiap penggalian harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya
rongga besar pada sisi dan dasar saluran. Permukaan galian harus rata dan bebas
dari kotoran atau sisa galian.

b) Geotekstil untuk drainase harus digelarkan secara lepas tanpa kerutan atau lipatan,
dan tanpa adanya rongga antara geotekstil dan permukaan tanah. Lembaran-
lembaran geotekstil yang berurutan harus ditumpang-tindihkan (ioverlapped)
minimum sepanjang 300 mm, dengan lembar bagian hulu berada di atas lembar
bagian hilir.

i) Untuk saluran dengan lebar lebih dari 300 mm, setelah agregat drainase
dihamparkan, geotekstil harus dilipat di bagian atas urugan agregat
sedemikian rupa sehingga menghasilkan tumpang tindih minimum
sebesar 300 mm. Untuk saluran dengan lebar kurang dari 300 mm tetapi
lebih dari 100 mm, lebar tumpang tindih harus sama dengan lebar saluran.
Jika lebar saluran kurang dari 100 mm, maka tumpang tindih geotekstil
harus dijahit atau diikat. Seluruh sambungan harus disetujui oleh
Pengawas Pekerjaan.

ii) Jika teijadi kerusakan geotekstil saat penggelaran atau saat penghamparan
agregat drainase, maka suatu tambalan geotekstil harus ditempatkan di
atas area yang rusak. Luas tambalan harus lebih besar daripada luas area
geotekstil yang rusak, yaitu 300 mm dari tepi luar area yang rusak atau
sebesar persyaratan sambungan tumpang tindih (pilih yang terbesar)

c) Penghamparan agregat drainase harus dilakukan segera setelah penggelaran


geotekstil. Geotekstil harus ditutup dengan agregat setebal minimum 300 mm
sebelum dilakukan pemadatan. Jika dalam saluran akan dipasang pipa berlubang
kolektor, maka suatu lapisan dasar (bedding layer) dari agregat drainase harus
dipasang di bawah pipa, dengan sisa agregat lainnya ditempatkan sesuai dengan
kedalaman konstruksi minimum yang diperlukan.

d) Agregat drainase harus dipadatkan menggunakan alat getar hingga minimum 95%
kepadatan standar, kecuali jika saluran diperlukan sebagai penyangga struktural.
Jika energi pemadatan yang lebih tinggi diperlukan, maka gunakan geotekstil
Kelas 1 pada Tabel [Link]) dalam spesifikasi ini

4) Separator dan Stabilisator

a) Lokasi pemasangan geotekstil harus diratakan dengan cara membersihkan,


memangkas dan menggali atau menimbun hingga mencapai elevasi rencana.
Termasuk dalam pekerjaan ini adalah mengupas tanah penutup permukaan dan
memangkas rerumputan.

3 - 46
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

b) Lokasi spot tanah lunak atau daerah dengan kondisi tanah buruk akan
teridentifikasi saat pekerjaan persiapan lahan atau saat pekeijaan percobaaan
pemadatan sesudahnya. Daerah tersebut harus digali dan diurug dengan timbunan
pilihan kemudian dipadatkan berdasarkan prosedur normal.

c) Geotekstil harus digelarkan secara lepas tanpa kerutan atau lipatan pada tanah
dasar yang telah disiapkan searah dengan lalu lintas alat berat. Tepi dari gulungan-
gulungan geotekstil yang bersebelahan harus ditumpang-tindihkan (overlap),
dijahit atau digabungkan sesuai dengan Gambar. Tumpang tindih harus dibuat
pada arah yang sesuai dengan Gambar. Tabel [Link]) menunjukkan ketentuan
tumpang tindih berdasarkan nilai CBR tanah dasar.

Tabel [Link]) Ketentuan Tumpang Tindih (Overlap)

Nilai CBR Tanah Tumpang Tindih Minimum


>3 300 - 450 mm
1-3 0,6 – 1,0 m
0,5-1 1 m atau dijahit
Kurang dari 0,5 Dijahit
Semua ujung gulungan 1 m atau dijahit
b)

d) Pada bagian lengkungan jalan, geotekstil dapat dilipat atau dipotong untuk
menyesuaikan dengan bentuk lengkungan. Lipatan atau tumpang tindih harus
searah dengan lalu lintas alat berat dan ditahan dengan jepit, staples atau gundukan
tanah ataupun batu.

e) Sebelum penimbunan, geotekstil harus diperiksa untuk memastikan bahwa


geotekstil tidak mengalami kerusakan (misalnya berlubang, robek atau terkoyak)
selama pemasangan. Pemeriksaan harus dilakukan oleh Pengawas Pekerjaan.
Geotekstil yang rusak harus segera diperbaiki oleh Penyedia Jasa. Tutup daerah
yang rusak dengan tambalan geotekstil. Lebar tambalan harus melebihi daerah
yang rusak minimal sama dengan syarat tumpang tindih.

f) Penghamparan lapis fondasi bawah di atas geotekstil harus dilakukan dengan cara
penumpahan ujung atau lend dumping dari tepi geotekstil atau di atas agregat lapis
fondasi bawah yang telah terhampar sebelumnya. Alat berat tidak diperbolehkan
melintas langsung di atas geotekstil. Lapis fondasi bawah harus dihamparkan
sedemikian rupa sehingga sekurang-kurangnya suatu lapisan setebal syarat
penghamparan minimum berada antara geotekstil dan roda atau track alat
sepanjang waktu. Alat berat tidak diperbolehkan berbelok pada hamparan pertama
di atas geotekstil.

g) Setiap alur yang muncul selama konstruksi harus ditimbun dengan bahan lapis
fondasi bawah tambahan, dan dipadatkan sampai mencapai kepadatan yang
ditentukan.

h) Jika penghamparan bahan urugan mengakibatkan kerusakan pada geotekstil,


maka area yang rusak harus diperbaiki sesuai langkah-langkah yang telah
dijelaskan pada butir c). Selanjutnya, prosedur penimbunan harus diubah untuk
menghindari kemungkinan teijadinya kembali kerusakan (yaitu tambah tebal
hamparan awal, kurangi beban alat berat dan sebagainya).

3 - 47
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

3.5.4 PENGENDALIAN MUTU

1) Sertifikasi

a) Penyedia Jasa harus menyerahkan sertifikat pabrik kepada Pengawas Pekerjaan


yang mencantumkan nama pabrik pembuat, nama produk, nomor jenis produk,
komposisi kimiawi filamen atau untaian serat dan informasi penting lainnya yang
menggambarkan geotekstil secara menyeluruh.

b) Pihak Pabrik bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mempertahankan


keberlangsungan suatu program pengendalian mutu (misalnya ISO 9001) untuk
memastikan kesesuaian bahan terhadap persyaratan yang ditentukan dalam
spesifikasi. Dokumentasi yang menjelaskan tentang program pengendalian mutu
harus tersedia jika diminta.

c) Sertifikat dari Pabrik harus menyatakan bahwa geotekstil yang diberikan


memenuhi syarat Nilai Gulungan Rata-Rata Minimum dalam spesifikasi setelah
dievaluasi di bawah program pengendalian mutu. Suatu pihak yang mempunyai
kewenangan untuk mengikat Pabrik secara hukum harus mengesahkan sertifikat
mutu produk dan lingkungan.

d) Penamaan atau penandaan yang salah pada suatu bahan harus ditolak.

2) Pengambilan Contoh Pengujian dan Penerimaan

a) Geotekstil harus diambil contohnya dan diuji untuk memastikan kesesuaiannya


dengan spesifikasi ini. Pengambilan contoh uji harus mengacu pada ASTM
D4354-12 pada Bab dengan judul "Procedure for Sampling for Purchaser's
Specification Conformance Testing”' atau mengacu pada SNI 08-4419-1997.
Apabila Pengguna Jasa tidak melakukan pengujian, verifikasi dapat didasarkan
pada sertifikasi Pabrik yang merupakan hasil pengujian yang dilakukan Pabrik
terhadap benda uji untuk jaminan mutu yang diperoleh dengan menggunakan
prosedur Pengambilan Contoh untuk Uji Jaminan Mutu Pabrik (Sampling for
Manufacturer's Quality Assurane Testing). Ukuran lot merupakan jumlah yang
terkecil dari jumlah pengiriman suatu produk tertentu, atau suatu muatan truk dari
produk tertentu.

b) Pengujian harus dilakukan berdasarkan metode yang tercantum di dalam


spesifikasi ini. Jumlah benda uji untuk setiap contoh ditentukan dalam setiap
metode pengujian. Penerimaan produk geotekstil harus berdasarkan ASTM
D4759-11(2018). Penerimaan produk ditentukan dengan memban-dingkan nilai
rata-rata hasil pengujian dari seluruh benda uji dalam suatu contoh yang ditentukan
terhadap spesifikasi Nilai Gulungan Rata-rata Minimum. Prosedur penerimaan
geotekstil yang lebih rinci mengacu pada ASTM D4759-11(2018).

3) Pengiriman dan Penyimpanan

a) Penamaan, pengiriman dan penyimpanan geotekstil harus mengikuti ASTM


D4873/D4873M-17. Label produk harus dengan jelas memper-lihatkan nama
Pabrik atau Pemasok, nama jenis produk dan nomor gulungan. Setiap dokumen
pengiriman harus mencantumkan pernyataan bahwa bahan yang dikirimkan telah
sesuai dengan sertifikat Pabrik.

b) Setiap gulungan geotekstil harus dibungkus dengan suatu bahan yang dapat
melindungi geotekstil, termasuk ujung-ujung gulungan, dari kerusakan selama

3 - 48
SPESIFIKASI UMUM 2018 (Revisi 2)

pengiriman, air, sinar matahari dan kontaminasi. Bungkus pelindung harus


dipelihara selama periode pengiriman dan penyimpanan.

c) Selama penyimpanan, gulungan geotekstil harus diletakkan di atas permukaan


tanah dan ditutup secukupnya untuk melindungi dari hal berikut: kerusakan akibat
konstruksi, presipitasi, radiasi ultraviolet termasuk sinar matahari, senyawa kimia
bersifat asam atau basa kuat, api termasuk percikan las, temperatur melebihi 71°C
dan kondisi lingkungan lain yang dapat merusak nilai sifat fisik geotekstil

3.5.5 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

1) Pengukuran Pekerjaan

a) Geotekstil harus diukur berdasarkan jumlah meter persegi yang dihitung dari garis
batas pembayaran pada Gambar atau dari garis batas pembayaran yang ditentukan
secara tertulis oleh Pengawas Pekerjaan. Pengukuran ini tidak meliputi tumpang
tindih sambungan.

b) Persiapan lereng, penggalian dan penimbunan kembali, lapisan dasar (bedding),


dan bahan penutup merupakan mata pembayaran terpisah.

2) Dasar Pembayaran

Kuantitas geotekstil yang diukur seperti diuraikan di atas harus dibayar untuk per satuan
pengukuran dari masing-masing harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga untuk Mata Pembayaran terdaftar di bawah, di mana harga tersebut harus sudah
merupakan kompensasi penuh untuk pengadaan, pemasokan, pemasangan, penyelesaian
akhir dan pengujian bahan, seluruh biaya lain yang perlu atau biaya untuk penyelesaian
yang sebagaimana mestinya dari pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini.

Nomor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pengukuran

3.5.(1) Geotekstil Filter untuk Drainase Bawah Permukaan Meter Persegi


(Kelas 2)

3.5.(2a) Geotekstil Separator Kelas 1 Meter Persegi

3.5.(2b) Geotekstil Separator Kelas 2 Meter Persegi

3.5.(2c) Geotekstil Separator Kelas 3 Meter Persegi

3.5.(3) Geotekstil Stabilisator (Kelas 1) Meter Persegi

3 - 49

Anda mungkin juga menyukai