Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
Vol. 6 No. 1, April 2024 35
Pengaruh Social Media Marketing, Influencer Marketing dan Word Of
Mouth (WOM) Terhadap Minat Beli pada UMKM Sprouts Farms
1Fika Nurul Hidayati, 2Budi Priyono
1,2Politeknik STIA LAN Jakarta
1
fikanurul333@[Link], 2budipriyono@[Link]
Abstract
This study examines the impact of social media marketing, influencer marketing, and word of mouth on
consumer purchase interest in the SME Sprouts Farms. Using a quantitative method with 128
respondents, the results indicate that social media marketing and influencer marketing do not have a
significant impact on purchase interest, contributing 42.6% and 33.8%, respectively. However, word of
mouth has a significant impact, contributing 62.4%. Overall, these three variables together influence
purchase interest by 62.9%, while the remaining 37.1% is determined by other variables not included in
this study.
Keywords: social media marketing; influencer marketing; word of mouth; purchase interest.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh social media marketing, influencer marketing, dan word of mouth
terhadap minat beli konsumen pada UMKM Sprouts Farms. Menggunakan metode kuantitatif dengan 128
responden, hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing dan influencer marketing tidak
memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli, dengan kontribusi masing-masing sebesar 42,6% dan
33,8%. Namun, word of mouth memiliki pengaruh signifikan sebesar 62,4%. Secara keseluruhan, ketiga
variabel tersebut bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 62,9% terhadap minat beli, sementara
37,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.
Kata Kunci: social media marketing; influencer marketing; word of mouth; minat beli.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi di Indonesia telah pesat, memudahkan akses
informasi melalui internet. Menurut Survei APJII 2024, 79,5% atau 221,5 juta dari
278,6 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, dengan media sosial menjadi
aktivitas yang paling diminati.(APJII, 2024). Aktivitas yang paling diminati dalam
menggunakan internet yaitu penggunaan media sosial. Perilaku konsumen dalam
berbelanja saat ini telah beralih dengan menggunakan metode berbelanja secara online
sehingga menciptakan gaya hidup (life style) dengan kemudahan dan keuntungan yang
diberikan (A. D. Handayani, 2023). Berdasarkan hal tersebut, pelaku usaha UMKM
Sprouts Farms yang bergerak dibidang F&B (Food and Beverage) berfokus pada
minuman Raw Cold Pressed Juice menerapkan digital marketing yang berpotensi untuk
memasarkan dan mempromosikan produknya. Dalam kegiatan pemasarannya Sprouts
Farms juga menerapkan digital marketing yang berpotensi untuk memasarkan dan
mempromosikan dan mempertahankan eksistensi produknya. Sprouts Farms
memasarkan produknya melalui website, supermarket retail dan melalui e-commerce
dalam memasarkan produknya. Selain itu, Sprouts Farms juga menggunakan pemasaran
media sosial sebagai strategi untuk memperkenalkan dan memasarkan melalui berbagai
platform media sosial yaitu Instagram, Facebook dan Tiktok. Terdapat pengikut yang
mengirimkan pertanyaan terkait produk, harga dan campaign dari konten yang
diunggah. Maka diperlukan strategi pemasaran yang tepat, untuk keberlangsungan
Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
36 Vol. 6 No. 1, April 2024
operasional usaha. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Social Media Marketing, Influencer Marketing Dan Word Of Mouth
(WOM) Terhadap Minat Beli Pada Umkm Sprouts Farms”.
KAJIAN LITERATUR
Social Media Marketing
Menurut Gunelius, dalam (Nursiti & Giovenna, 2022:42) social media marketing ini
adalah salah satu bentuk pemasaran yang diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan
konsumen tentang merek, hal ini dilakukan melalui alat-alat dari platform media sosial
yang dapat dijalankan dimana saja. Terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk
mengukur social media marketing menurut Gunelius, dalam (Sarah et al., 2021:416)
terdapat empat elemen yang dijadikan sebagai indikator social media marketing yaitu:
Content Creation (Pembuatan Konten), Content Sharing (Pembagian Konten),
Connecting (Membangun Koneksi) dan Community Building (Pembangunan
Komunitas).
Influencer Marketing
Menurut Fitri & Syaefulloh, (2023:3954) influencer adalah seseorang yang terkenal di
media sosial dengan banyak pengikut dan dapat mempengaruhi perilaku pengikutnya.
Influencer marketing dapat memberikan pengaruh kepada pengikutnya dan
menyebarkan opini tentang produk karena mereka reputasi yang baik (Wardhana,
2016:14). Diharapkan bahwa persepsi konsumen terhadap barang atau jasa yang
dipromosikan oleh seorang influencer marketing akan dipengaruhi oleh kredibilitasnya
sebagai public figure. Kredibilitas influencer marketing ini dapat diukur dengan
beberapa indikator menurut Shimp & Craig, dalam (Pramesthi, 2021:4) yaitu
ketertarikan (attractiveness), keahlian (expertiseness), dan kepercayaan
(trustworthiness).
Word Of Mouth (WOM)
Menurut Kotler dan Keller, dalam (Cahya et al., 2021:168) word of mouth merupakan
proses percakapan yang merekomendasi produk atau jasa kepada individu atau
kelompok yang bermaksud memberikan informasi melalui pribadi. Menurut Sernovitz,
dalam (Joesyiana, 2018:74) terdapat lima dimensi atau indikator dasar Word of mouth
yang dikenal dengan 5T yaitu: Talkers (Pembicara), Topics (Topik), Tools (Alat),
Taking Part (Partisipan), dan Tracking (Pengawasan).
Minat Beli
Menurut Tungka et al., (2020:79) minat beli adalah tindakan konsumen yang
mencerminkan dorongan untuk membeli dan menentukan produk berdasarkan
pengalaman yang diperoleh selama proses pemilihan dan penggunaanya. Menurut
Ferdinand, dalam (Salim & Widaningsih, 2017:523) minat beli dapat dianalisis dengan
menggunakan indikator-indikator seperti: Minat Transaksional, Minat Referensial,
Minat Preferensial, dan Minat Eksploratif.
METODE PENELITIAN
Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Menurut Sugiyono, (2017:7),
metode penelitian kuantitatif yang berbasis positivisme. Penelitian ini menggunakan
Teknik Purposive Sampling dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling, adapun kriteria responden: termasuk individu yang aktif menggunakan media
sosial, sudah mengikuti maupun belum mengikuti akun media sosial Sprouts Farms, dan
sudah pernah maupun belum pernah membeli produk Sprouts Farms. Berdasarkan
ketentuan tersebut populasi responden adalah aktivitas profil atau para pengguna
Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
Vol. 6 No. 1, April 2024 37
instagram Sprouts Farms selama periode penelitian lapangan yaitu pada tanggal 1 – 31
Maret 2024 berjumlah 183 pengunjung, maka peneliti menggunakan sampel dengan
rumus Slovin dengan tingkat error 5% adalah 126 responden. Kemudian, pernyataan
dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala 1-5 untuk menawiki pendapat dari
responden (Sugiyono, 2017:94).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Tabel 1. 1 Hasil Uji Normalitas
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Berdasarkan Tabel di atas menujukkan bahwa hasil pengujian normalitas menunjukkan
nilai Asymp. Sig. sebesar 0,200, yang menunjukkan bahwa nilai tersebut melebihi 0,05.
Oleh karena itu, residual didistribusikan secara normal dan uji asumsi klasik untuk uji
normalitas terpenuhi.
2. Uji Multikolinearitas
Tabel 1. 2 Hasil Uji Multikolinearitas
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Berdasarkan Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai VIF variabel Social Media
Marketing (X1), Influencer Marketing (X2, Word Of Mouth (WOM) dan adalah <
10,00 dan nilai Tolerance Value > 0,1 maka dinyatakan data tersebut tidak terjadi
multikolinearitas.
3. Uji Heterokedastisitas
Gambar 1. 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
38 Vol. 6 No. 1, April 2024
Berdasarkan Gambar di atas menunjukkan bahwa penyebaran itik-titik secara acak
diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, dapat disimpulkan bahwa tidak ada
heteroskedastisitas yang terjadi pada penelitian ini.
Tabel 1. 3 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
4. Analisis Regresi Linear Berganda
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Berdasarkan analisis Tabel di atas, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = -0,161 + 0,215 X1 + 0,574 X2
Berdasarkan persamaan regresi maka dapat diinterpretasikan dari persamaan tersebut
dapat diambil kesimpulan bahwa:
a. Nilai konstanta a sebesar -0,161 menunjukkan bahwa variabel Social Media
Marketing, Influencer Marketing, dan Word Of Mouth (nilai X1, X2 dan X3
adalah 0) maka Minat Beli pada UMKM Sprouts Farms sebesar -0,161.
b. Nilai koefisien variabel Social Media Marketing (X1) sebesar 0,215 dengan nilai
positif. Variabel social media marketing mengalami kenaikan 1 nilai maka minat
beli pada UMKM Sprouts Farms akan meningkat sebesar 0,215.
c. Nilai koefisien variabel Influencer Marketing (X2) adalah 0,025 dengan nilai
positif. Hal ini berarti bahwa setiap influencer marketing mengalami kenaikan 1
nilai maka minat beli akan meningkat sebesar 0,025.
d. Nilai koefisien variabel Word Of Mouth (X3) adalah 0,763 dengan nilai positif.
Hal ini berarti bahwa setiap word of mouth mengalami kenaikan 1 nilai maka
minat beli akan meningkat sebesar 0,763.
5. Koefisien Determinasi
Tabel 1. 4 Hasil Koefisien Determinasi Variabel Social Media Marketing (X1)
terhadap Minat Beli (Y)
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Berdasarkan Tabel dapat diartikan kontribusi variabel bebas mempengaruhi variabel
terikat sebesar sebesar 0,430 atau 43%. Sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor faktor
lain yang tidak ikut dihitung dalam penelitian ini.
Tabel 1. 5 Hasil Koefisien Determinasi Variabel Influencer Marketing (X2)
terhadap Minat Beli (Y)
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
Vol. 6 No. 1, April 2024 39
Berdasarkan Tabel di atas, koefisien determinasi (𝑅 2) sebesar 0,343, artinya kontribusi
variabel bebas mempengaruhi variabel terikat sebesar 0,343 atau 34,3%. Sedangkan
sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak ikut dihitung dalam penelitian ini
.
Tabel 1. 6 Hasil Koefisien Determinasi Variabel Word Of
Mouth (X3) terhadap Minat Beli (Y)
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Berdasarkan Tabel di atas, koefisien determinasi (𝑅 2) sebesar 0,624, artinya kontribusi
variabel bebas mempengaruhi variabel terikat sebesar 0,624 atay 62,4%. Sedangkan
sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak ikut dihitung dalam penelitian ini.
Tabel 1. 7 Hasil Koefisien Determinasi Variabel Social Media
Marketing (X1), Influencer Marketing (X2) dan Word Of Mouth (X3)
terhadap Minat Beli (Y)
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
Uji Hipotesis
Uji T (T-test)
Tabel 1. 8 Hasil Uji T
Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan SPSS, 2024
1. Pengaruh Social Media Marketing terhadap Minat Beli (H1)
Berdasarkan tabel 4.18 di tas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dari variabel
Social Media Marketing (X1) terhadap Minat Beli (Y) adalah 0,079 > 0,05 dan
diperoleh nilai t hitung 1,772 > t tabel 1,657 maka H01 ditolak dan Ha1 ditolak.
Menunjukkan bahwa Social Media Marketing tidak berpengaruh signifikan
terhadap Minat Beli pada UMKM Sprouts Farms. Ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Satriyo et al., 2021) menyatakan bahwa social media
marketing tidak terbukti berpengaruh terhadap minat beli. Penelitian tersebut
menunjukkan bahwa tidak semua pengguna [Link] merupakan pengguna
media sosial yang aktif.
Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
40 Vol. 6 No. 1, April 2024
2. Pengaruh Influencer Marketing terhadap Minat Beli (H2)
Berdasarkan tabel 4.18 di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dari
variabel Influencer Marketing (X1) terhadap Minat Beli (Y) adalah 0,765 > 0,05
dan diperoleh nilai t hitung 0,229 < t tabel 1,657 maka H02 diterima dan Ha2
ditolak. Menunjukkan bahwa Influencer Marketing tidak berpengaruh positif
terhadap Minat Beli pada UMKM Sprouts Farms. Ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Pasaribu et al., 2023) yang menyatakan bahwa Influencer
Marketing tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli
produk skincare pada mahasiswa. Indikator influencer yang signifikan dalam
penelitian ini adalah kemampuan dalam mendorong kita untuk mengambil
tindakan, menginspirasi pencapaian tujuan tertentu, serta mempertahankan minat
dalam aktivitas khusus.
3. Pengaruh Word Of Mouth terhadap Minat Beli (H3).
Berdasarkan tabel 4.18 di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi dari
variabel Word Of Mouth (X3) terhadap Minat Beli (Y) adalah 0,00 < 0,05 dan
nilai t hitung 7,954 > t tabel 1,657 maka H03 ditolak dan Ha3 diterima.
Menunjukkan bahwa Word Of Mouth berpengaruh signifikan terhadap Minat
Beli pada UMKM Sprouts Farms. Dengan demikian pengalaman-pengalaman
yang pernah dialami konsumen dapat menjadi informasi bagi calon pembeli
berikutnya melalui word of mouth yang terjadi. Ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Powa et al., 2018) yang menyatakan word of mouth
memiliki dampak besar pada minat pembelian handphone di kalangan
mahasiswa FEB UNSRAT. Minat mereka untuk membeli handphone
dipengaruhi oleh kekuatan word of mouth. melalui komunikasi antar pribadi,
informasi tentang produk meningkat, dan ini mempengaruhi mereka untuk
membeli produk tersebut.
Uji F (F-test)
Tabel 1. 9 Hasil Uji F
Berdasarkan Tabel di atas, terlihat bahwa nilai signifikansi untuk variabel Social Media
Marketing, Influencer Marketing dan Word Of Mouth secara bersama-sama (H4)
terhadap Minat Beli adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan F hitung 72.897 > F tabel 2,44. Hal
tersebut membuktikan bahwa H04 ditolak dan Ha4 diterima. Dengan ini bahwa Social
Media Marketing, Influencer Marketing dan Word Of Mouth secara bersama-sama
memiliki pengaruh terhadap Minat Beli pada UMKM Sprouts Farms.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Social Media
Marketing, Influencer Marketing, dan Word Of Mouth Terhadap Minat Beli Pada
UMKM Sprouts Farms, maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Social Media Marketing secara parsial tidak berpengaruh terhadap Minat Beli
(Y) pada UMKM Sprouts Farms sebesar 0,426 atau 42,6%.
Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
Vol. 6 No. 1, April 2024 41
2. Influencer Marketing secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap Minat
Beli pada UMKM Sprouts sebesar 0,338 atau 3,38%.
3. Word Of Mouth secara parsial memiliki pengaruh positif terhadap Minat Beli
pada UMKM Sprouts Farms sebesar 0,624 atau 62,4%.
4. Social Media Marketing, Influencer Marketing, dan Word Of Mouth secara
simultan berpengaruh memiliki pengaruh terhadap Minat Beli dengan pada
UMKM Sprouts Farms sebesar 0,638 atau 63,8%. Lalu sebesar 36,2%
ditentukan oleh variabel lainnya yang tidak dihitung dalam penelitian ini.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti memberikan beberapa saran, yaitu:
1. Diperlukan peninjauan kembali terkait penggunaan marketing tools tambahan
seperti, melakukan promosi penjualan dengan strategi promosi beli 2 gratis 1
produk dan potongan harga. Selain itu, dapat menggunakan metode periklanan
sebagai strategi promosi melalui iklan radio, digital signage di lokasi olahraga.
2. Diperlukan strategi lainnya seperti, mengadakan program Brand Ambassadors
dengan melibatkan para public figure yang sesuai target Sprouts Farms misalnya
atlet, sport enthusiast, atau individu yang terkait dengan healthy lifestyle.
3. Sprouts Farms dapat mempertimbangkan kolaborasi antara pengguna dua atau
lebih strategi pemasaran agar dapat mempengaruhi minat beli.
4. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji ulang hasil penelitian yang tidak
berpengaruh dengan menggunakan variabel lain misalnya, harga, kualitas
produk, online customer review, brand image, dsb yang mempengaruhi minat
beli dimana belum diteliti dalam penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
APJII. (2024). Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. diakses tanggal 15 Mei
2024, pukul 22.06 WIB dari [Link]
internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
Fitri, T. A., & Syaefulloh, S. (2023). Pengaruh Influencer Marketing Dan Viral
Marketing Terhadap Purchase Intention Melalui Online Customer Review pada
Fashion Terkini di Tiktok Shop. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan
Kemasyarakatan, 17(6), 3946. [Link]
Handayani, A. D. (2023). Digitalisasi UMKM: Peningkatan Kapasitas melalui Program
Literasi Digital. Jurnal Signal, 11(1), 104.
[Link]
Joesyiana, K. (2018). Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian
Konsumen Pada Media Online Shop Shopee Di Pekabaru (Survey pada Mahasiswa
Semester VII Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Islam Riau). Jurnal Valuta, Vol. 4(1), 71–85.
Nursiti, N., & Giovenna, A. (2022). Pengaruh Sosial Media Marketing Terhadap
Keputusan Pembelian. Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS),
2(2), 99–105. [Link]
Pramesthi, J. A. (2021). Meaning Transfer Model pada Social Media Influencer. Jurnal
Ilmu Komunikasi, 19(1), 1. [Link]
Journal of Business Administration Economic & Entrepreneurship
42 Vol. 6 No. 1, April 2024
Sarah, K. S., Hurriyati, R., & Hendrayati, H. (2021). Analisis Social Media Marketing
Melalui Instagram Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Clothing
Linkswear. Jurnal Manajemen, 12(3), 397. [Link]
uika.v12i3.4877
Wardhana, D. Y. (2016). Pengaruh Kredibilitas Endorser Pada Niat Beli Konsumen
Dan Tingkat Kepercayaan Pada Iklan. Kinerja, 20(1), 13–28.
[Link]
Salim, Y. U., & Widaningsih, S. (2017). Analisis Minat Beli Konsumen Terhadap
Program Kursus Bahasa Inggris Di Lembaga Kursus Bahasa Northern Light
Education Center (Nlec) Bandung. EProceedings of Applied Science, 3(2), 521–
527.
Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R Dan D (cet. 26).
Alfabeta.
Tungka, D., Lionardo, M. M., Thio, S., & Iskandar, V. (2020). Pengaruh Social Media
Marketing Pada Instagram Terhadap Minat Beli Chatime Indonesia. Jurnal
Hospital Dan Manajemen Jasa, 8(2), 77–87.