0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan11 halaman

Gerakan Literasi MI Al-Istiqomah 2025-2026

Dokumen ini menjelaskan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah Alahair untuk tahun pelajaran 2025-2026, yang bertujuan meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis di kalangan siswa. Program ini meliputi tiga tahap pelaksanaan: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran, dengan berbagai kegiatan seperti membaca harian, pengelolaan sudut baca, dan penghargaan membaca. Kesuksesan program ini bergantung pada komitmen semua pihak terkait untuk berkolaborasi dalam mendukung literasi di sekolah.

Diunggah oleh

Siti Muhasonah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan11 halaman

Gerakan Literasi MI Al-Istiqomah 2025-2026

Dokumen ini menjelaskan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah Alahair untuk tahun pelajaran 2025-2026, yang bertujuan meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis di kalangan siswa. Program ini meliputi tiga tahap pelaksanaan: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran, dengan berbagai kegiatan seperti membaca harian, pengelolaan sudut baca, dan penghargaan membaca. Kesuksesan program ini bergantung pada komitmen semua pihak terkait untuk berkolaborasi dalam mendukung literasi di sekolah.

Diunggah oleh

Siti Muhasonah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM GERAKAN LITERASI

MADRASAH IBTIDAIYAH ( MI ) AL-ISTIQOMAH ALAHAIR

MADRASAH IBTIDAIYAH AL-ISTIQOMAH ALAHAIR


KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
TAHUN PELAJARAN 2025-2026
PROGRAM GERAKAN LITERASI
MIS. AL-ISTIQOMAH ALAHAIR
A. Pendahuluan
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan
berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan
auditori. Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian besar proses
pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang
tertanam dalam diri peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di
sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah
sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan
sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui
pelibatan publik.

Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya.
Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca
peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi
[Link] memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap
perkembangan literasi peserta didik. Sayangnya, sampai saat ini prestasi literasi membaca
peserta didik di Indonesia masih rendah, berada di bawah rata-rata skor internasional.
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing
bangsa dalam persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan
wajib baca sangat penting diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib baca
mempunyai tujuan yang sangat luas dan mendasar yakni : a) membentuk budi pekerti luhur;
b) mengembangkan rasa cinta membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di
luar sekolah; d) menambah pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f )
meningkatkan kreativitas; g) meningkatkan kemampuan literasi tinggi.

B. Tujuan Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan:

1. Menumbuh kembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di


sekolah,
2. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak
agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan,
3. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku
bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca

C. Pelaksanaan GLS di MI. Al-Istiqomah Alahair


Pelaksanaan GLS di MI. Al-Istiqomah Alahair mempertimbangkan tiga tahap
literasi, yakni :
(1) Pembiasaan (belum ada tagihan)
(2) Pengembangan (ada tagihan nonakademik),
(3) Pembelajaran (ada tagihan akademik).

[Link] Pembiasaan
a) Membaca lima belas menit setiap hari pada jam ke-0.
Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta
didik.
1) Guru memandu peserta didik untuk membaca selama lima belas menit.
2) Guru dan peserta didik membaca selama lima belas menit.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.
b) Mengelola sudut baca.
Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku. Berikut ini
salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut baca.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
c) Satu Peserta Dididk Didik Satu Buku (1 tahun sekali)
Program ini bertujuan untuk menambah jumlah koleksi buku di perpustakaan sekolah.
1) Peserta didik diminta membawa satu buku.
2) Peserta didik membaca buku yang dimiliki.
3) Setelah dibaca, buku itu disumbangkan pada perpustakaan sekolah.
4) Peserta didik dapat meminjam buku yang lain di sekolah.
5) Sekolah memiliki koleksi buku lebih banyak.
d) Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah
Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan
kegemaran membaca
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan
kepada setiap guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik
satu kelas untuk berkunjung ke perpustakaan.

e) Membacakan cerita.
Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak lagi
1) Guru memilih buku/cerita yang bermanfaat dan menarik untuk dibacakan
di depan peserta didik.
2) Guru membacakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang tepat.
3) Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah dibacakan.
4) Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta membaca
cerita menarik lain di hadapan teman sekelas.
5) Diadadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.

2. Tahap Pengembangan
a. Mengelola sudut baca
Mengelola sudut baca dapat dilakukan lagi di tahap pengembangan dengan
menambahkan beberapa langkah. Berikut ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan
untuk mengelola sudut baca dalam tahap pengembangan.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
b. Satu Jam Wajib Baca (seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik gemar...
1) membaca buku yang disukai,
2) menceritakan isi buku.
c. Klub Pecinta Buku
Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca buku baru dan
membagi hasil bacaan pada teman. Kegiatan dalam klub pecinta buku dapat dilakukan
dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku,
2) membuat ringkasan/resensi buku,
3) menceritakan isi buku,
4) mendiskusikan isi buku.
d. Penghargaan Membaca
Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik.
Kegiatan penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:
1) memilih pembaca buku terbanyak dalam 1 tahun sekali
2) memberikan penghargaan dan hadiah buku pada waktu acara kenaikan kelas
e. Membaca Berhadiah Buku
Pemberian buku sebagai hadiah dilakukan untuk lebih mendorong peserta didik
gemar membaca. Program ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
1) Guru bekerja sama dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk
menyediakan catatan kunjungan peserta didik ke perpustakaan.
2) Guru menyosialisasikan kepada seluruh peserta didik tentang program Pembaca
Terbaik yang akan dilaksanakan setiap bulan.
3) Peserta didik akan berkompetisi membaca di perpustakaan sebanyak-
banyaknya setiap saat. Kunjungan peserta didik ke perpustakaan sekolah dapat
dilakukan ketika jam istirahat atau waktu senggang.
4) Setiap bulan, guru akan memilih pembaca terbaik di sekolah kemudian diberi
hadiah buku dan tercatat di papan Pembaca Terbaik Bulan Ini.
5) Pembaca terbaik dipilih berdasarkan frekuensi kunjungan peserta didik ke
perpustakaan, jumlah buku yang dipinjam, dan jenis buku-buku yang dibaca serta
dipinjam peserta didik.
6) Jika sudah berjalan satu tahun, guru atau sekolah akan memilih pembaca terbaik
selama satu tahun.
7) Pemilihan Pembaca Terbaik dapat dilakukan pada setiap jenjang.

3. Tahap Pembelajaran
a. Membaca Buku Cerita (satu jam, seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan membaca
buku cerita dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku cerita,
2) membuat ringkasan isi cerita,
b. Mading Kelas
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan
membaca karya secara berkala.
c. Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah
Kegiatan ini sudah dikenalkan pada tahap pembiasaan. Dalam tahap pembelajaran, ada
tambahan langkah terkait dengan tagihan akademik. Berikut ini alternatif langkah yang
dapat dilakukan.
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada
setiap guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik satu
kelas untuk berkunjung ke perpustakaan.
3) Guru memberikan tugas untuk membaca buku yang berkaitan topik
pembelajaran, membuat resume, dan berdiskusi.

D. Kesimpulan
Gerakan Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara
menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran
yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan [Link] yang paling mendasar
dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi
untuk mempelajari berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan
intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan
mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi [Link] memberikan pengaruh
budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik. Keberhasilan
Program ini sangat tergantung dari komitmen seluruh warga besar MI. Al-Istiqomah
Alahair dan pihak terkait secara kolaboratif.

Oleh karena itu diharapkan semua pihak terkait dapat ikut secara proaktif berperan
dalam kegiatan ini sesuai dengan tupoksi masing-masing.
JADWAL MEMBACA DAN MEMINJAM BUKU PERPUSTAKAAN
MADRASAH IBTIDAIYAH AL-ISTIQOMAH ALAHAIR

NO HARI JAM KELAS KEPERLUAN

1 Senin Membaca dan meminjam


2 Selasa Membaca dan meminjam
3 Rabu ISTIRAHAT Seluruh Membaca dan meminjam
4 Kamis kelas Membaca dan meminjam
5 Jum’at Membaca
6 Sabtu Membaca

Keterangan
Jam Istirahat :
1. 09.30 - 09.50 (Jam istirahat pertama)
2. 10.50 - 11.00 ( Jam istirahat kedua)
POHON LITERASI , POJOK BACA DAN MADING KELAS
SISWA-SISWI SEDANG MEMBACA BUKU DI POJOK KELAS
SISWA-SISWI SEDANG MERINGKAS BUKU YANG DIBACA
KEGIATAN MEMBACA DI PERPUSTAKAAN DAN TAMAN BACA

Anda mungkin juga menyukai