0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Bahaya Asap Rokok dan PHBS di Rumah

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan fokus pada bahaya asap rokok di rumah. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya merokok dan dampaknya terhadap kesehatan, serta cara mencegah dan mengurangi efek negatifnya. Penyuluhan ini melibatkan berbagai kegiatan seperti ceramah, diskusi, dan tanya jawab, serta menggunakan media seperti leaflet dan presentasi PowerPoint.

Diunggah oleh

Imam Abidin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Bahaya Asap Rokok dan PHBS di Rumah

Dokumen ini adalah rencana penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan fokus pada bahaya asap rokok di rumah. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya merokok dan dampaknya terhadap kesehatan, serta cara mencegah dan mengurangi efek negatifnya. Penyuluhan ini melibatkan berbagai kegiatan seperti ceramah, diskusi, dan tanya jawab, serta menggunakan media seperti leaflet dan presentasi PowerPoint.

Diunggah oleh

Imam Abidin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ( PHBS)


BAHAYA ASAP ROKOK DIRUMAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Praktek Profesi Ners

Keperawatan Komunitas

Disusun oleh :

Asep Saepul Anwar 221FK04098


Ayu Pinka 221FK04103
Mia Nurhayati 221FK04099
Rosa Oktaviani 221FK040101
Sucia Nofianti Dewi 221FK04095
Tiara Dinda Melianti 221FK04091
Taupik Qurohman 221FK0 4094
Yolanda Adi Lia 221FK04104

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA
TAHUN 2023
BAB I

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Latar Belakang
Merokok merupakan kebiasaan buruk yang banyak sekali akibat buruknya
bagi tubuh perokok maupun orang yang berada disekitar perokok (perokok
pasif) yang menjadi masalah kesehatan dimasyarakat sampai saat ini dengan
persepsi oleh perokok yang bermacam-macam padahal telah jelas akibat bagi
organ-organ tubuh seperti jalan pernafasan, paru, jantung, ginjal dan mata.
Kebiasaan merokok kini semakin banyak dijumpai, karena perilaku ini
tidak mencerminkan perilaku hidup sehat dan merupakan masalah besar di
Indonesia hingga di dunia. Perilaku ini merupakan perilaku yang dipengaruhi
oleh respon terhadap rangsangan dari luar yang mempengaruhi seseorang
untuk merokok.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase merokok
pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Indonesia cenderung mengalami
peningkatan setiap tahunnya. Di Jawa Barat, persentase tahun 2021 mencapai
32,68%, meningkat dibandingkan tahun 2020 (32,55%). Peningkatan jumlah
perokok ini perlu segera diatasi mengingat dampak dari rokok untuk perokok
aktif maupun pasif sangat berbahaya bagi kesehatan. Berdasarkan hasil
Survei Mawas Diri (SMD) mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) yang dilakukan oleh mahasiswa profesi Ners Keperawatan
Universitas Bhakti Kencana Bandung kelompok 3 yang terletak di Desa
Pakemitan, Cinambo, Kota Bandung, Jawa Barat didapatkan hasil bahwa di
RW 04, terdapat 59.43% keluarga memiliki anggota keluarga yang merokok
di dalam rumah. Hal ini sangat berbahaya karena akan berdampak pada
seluruh anggota keluarga.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan
yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat
menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam
kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan
kesehatan di masyarakat (Nurhajati, 2015). PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat) tatanan rumah tangga/Perilaku Rumah Tangga Sehat adalah program
nasional yang bertujuan agar masyarakat dapat mempertahankan dan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (Mahardika, 2017).
Pengetahuan masyarakat yang kurang akan bahaya merokok berpengaruh
terhadap tingkat kebiasaan merokok pada masyarakat yang cukup tinggi. Ada
hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap PHBS
rumah tangga dengan perilaku merokok dalam rumah pada kepala rumah
tangga. Semakin tinggi pengetahuan dan sikap mendukung PHBS rumah
tangga maka perilaku merokok semakin berkurang (Trisnowati, 2017) .

B. TUJUAN

1) Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 40 menit, masyarakat dapat memahami
mengenai PHBS bahaya merokok
2) Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan sasaran dapat
memahami:
1. Pengertian merokok
2. Zat-zat yang terkandung dalam rokok
3. Bahaya merokok
4. Cara mengurangi efek jelek dari rokok
5. Alasan menghindari merokok
6. Cara mencegah merokok
7. Pengaruh rokok terhadap lingkungan

C. KEPANITIAAN

1. Ketua Kelompok : Rosa Oktaviani


2. Anggota : Asep Saepul Anwar
Ayu Pinka
Mia Nurhayati
Sucia Nofianti Dewi
Tiara Dinda Melianti
Taupik Qurohman
Yolanda Adi Lia

D. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian merokok
2. Zat-zat yang terkandung dalam rokok
3. Bahaya merokok
4. Cara mengurangi efek jelek dari rokok
5. Alasan menghindari merokok
6. Cara mencegah merokok
7. Pengaruh rokok terhadap lingkungan

D. SETTING
Pemateri Presentasi

Keterangan :

= Meja

= Layar
= Fasilitator

= Penyaji

= Moderator

= Pengunjung / Masyarakat

= Observer

E. MATERI PENYULUHAN (terlampir)

1. Pengertian merokok
2. Zat-zat yang terkandung dalam rokok
3. Bahaya merokok
4. Cara mengurangi efek jelek dari rokok
5. Alasan menghindari merokok
6. Cara mencegah merokok
7. Pengaruh rokok terhadap lingkungan

F. KEGIATAN

a. Petugas-petugas acara
Moderator : Asep Saepul Anwar
Penyaji : Sucia Nofianti Dewi, Taupik Qurohman
Fasilitator : Ayu Pinka, Mia Nurhayati, Yolanda Adi Lia
Observer : Rosa Oktaviani
Notulen : Tiara Dinda Melianti

Pengorganisasian
Pemateri : Menyajikan materi
Moderator : Mengatur jalannya diskusi
Notulen : Mencatat hasil diskusi
Fasilitator : Mendampingi peserta penyuluhan
Observer : Mengobservasi jalannya penuluhan tentang
ketepatan waktu, ketepatan masing-masing peran.
b. Metode

1. Metode : Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab


2. Langkah-langkah :
a. Pra kegiatan pembelajaran.
 Menyiapkan ruangan dan media
 Menyiapkan waktu
b. Kegiatan membuka pembelajaran
 Memberi salam dan perkenalan
 Kontrak waktu
 Menjelaskan pokok bahasan
 Mengungkapkan tujuan pembelajaran
 Apersepsi

c. Kegiatan inti
 Penyuluh memberikan ceramah sesuai dengan materi
penyuluhan
 Sasaran menyimak penyuluhan
 Moderator memberikan kesempatan sasaran untuk bertanya
 Sasaran bertanya dan mengemukakan hal-hal yang belum
dipahami
 Sasaran menyimak penjelasan dari penyuluh tentang hal-hal
yang belum dipahami
d. Kegiatan penutup pembelajaran
 Sasaran menjawab pertanyaan penyuluh sebagai evaluasi
 Moderator menyimpulkan materi yang telah disampaikan
 Memberi salam
No Kegiatan Waktu Penyuluh Peserta
dan
Durasi
1 Pendahuluan 20.30- Pembukaan :
20.35
· Membuka kegiatan · Menjawab salam
(5
dengan
Menit) · Mendengarkan
mengucapkan
salam. · Memperhatikan

· Memperkenalkan · Memperhatikan

diri · Memperhatikan

· Kontrak waktu

· Menjelaskan
tujuan dari
penyuluhan

·Pembagian
kuesioner pre test
·Menyebutkan
materi yang akan
diberikan
2 Kerja (20.35- Isi: · Memperhatikan
21.05)
Menjelaskan Materi
30
Menit

(21.05- Sesi tanya jawab · Bertanya


21.25) dan pengisian post
· Menjawab pertanyaan
15 test
menit · Mengisi post test
3 Penutup (21.20- Penutup : · Memperhatikan
21.25)
· Pembagian · Menerima doorprize
5
doorprize dan foto
Menit · Menerima leaflet
bersama
· Menjawab salam
· Mengucapkan
terima kasih atas
peran serta peserta

· Pemberian Leaflet

· Mengucapkan
salam penutup

G. MEDIA
 Leaflet
 Power point

H. EVALUASI
Prosedur : Post Test
Bentuk : PG
Jenis : Kuesioner
Pre-test

Post-test
BAB II

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian Merokok
Merokok adalah menghisap zat-zat yang dapat menimbulkan
gangguan pada organ tubuh.

B. Zat-zat yang terkandung dalam rokok


1. Nikotin
Nikotin itu sendiri apabila diisap akan merangsang keluarnya hormone
adrenalin dan horman non adrenalin, yaitu hormon yang mengakibatkan
naiknya frekuensi denyut jantung dengan sendirinya akan menaikkan
kebutuhan energi.
2. Tar
Cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapattkan dengan
cara distilasi kayu dan arang juga dari getah tembakau. Zat inilah yang
menyebabkan kanker paru-paru. Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat
yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru-paru dan sistem pernapasan
sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emfisema, dan dalam
beberapa kasus dapat menyebabkan kanker paru-paru.

C. Bahaya yang ditimbulkan akibat merokok


1. Rambut rontok
Rokok memperlemah system kekebalan sehingga tubuh lebih rentan
terhadap penyakit yang menyebabkan rambut rontok, sariawan mulut ,dll.
2. Katarak
Merokok dipercaya dapat memperburuk kondisis mata yaitu
memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya dan
menyebabkan kebutaan, 40 % lebih terjadi pada perokok. Rokok dapat
menyebabkan katarak dengan 2 cara, yaitu cara mengiritasi mata dan
dengan terlepasnya zat-zat kimia dalam paru yang oleh aliran darah
dibawa sampai ke mata. Merokok dapat juga dihubungkan dengan degrasi
muscular yang berhubungan dengan usia tua yaitu penyakit mata yang
tak tersembuhkan yang disebabkan oleh memburuknya bagian pusat
retina yang disebut Mucula. Mucula ini berfungsi untuk memfokuskan
pusat penglihatan di dalam mata dan mengontrol kemampuan membaca,
mengendarai mobil, mengenal wajah dan warna dan melihat objek secara
detail.
3. Kulit keriput
Merokok dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit karena
rusaknya protein yang berguna untuk menjaga elastisitas kulit, terkikisnya
vitamin A, terhambatnya aliran darah. Kulit perokok menjadi kering dan
keriput terutama disekitar bibir dan mata.
4. Hilangnya pendengaran
Karena tembakau dapat menyebabkan timbulnya endapan pada
dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran darah ke dalam
telinga bagian dalam . perokok dapat kehilangan pendengaran lebih awal
dari pada orang yang tidak merokok atau lebih mudah kehilangan
pendengaran karena infeksi telinga atau suara yang keras. Resiko untuk
terkena infeksi telinga bagian tengah yang dapt megarah kepada kompliksi
yang lebih jauh disebut Meningitis dan Paralysis wajah bagi perokok 3
kali lebih besar dari pada orang yang tidak merokok.
5. Kanker kulit
Merokok tidak menyebabkan melanoma ( sejenis kanker kulit yang
kadang-kadang menyebabkan kematian) tetapi merokok
mengakibatkan meningkatnya kemungkinan kematian akibat penyakit
tersebut. Ditengarai bahwa perokok berisiko menderita Custaneus
Scuamus Cell Cancer sejenis kanker yang meninggalkan bercak merah
pada kulit 2 kali lebih besar dibandingkan dengan non perokok
6. Caries
Rokok mempengaruhi keseimbangan kimiawi dalam mulut
membentuk plak yang berlebihan, membuat gigi menjadi kuning dan
terjadinya caries, perokok berisiko kehilangan gigi mereka 1,5 kali lipat.
7. Enfisema
Selain kanker paru, merokok dapat menyebabkan enfisema yaitu
pelebaran dan rusaknya kantong udara pada paru-paru yang menurunkan
kapasitas paru untuk menghisap oksigen dan melepaskan CO 2. Pada
kasus yang parah dugunakan Tracheotomy untuk membantu pernafasan
pasien. Ibarat suatu asyatn untuk lubang ventilasi pada tenggorokan
sebagai jalan masuk udara ke dalam paru-paru. Pada kasus Bronkhitis
kronis terjadi penumpukan muncus sehingga mengakibatkan batuk yang
terasa nyeri dan kesulitan bernafas.
8. Kerusakan paru
Selain kanker paru dan jantung merokok dapat pula menyebabkan
batuk. Dikarenakan rusaknya kantung udara pada paru yang menurunkan
kapasitas paru dan oksigen untuk melepas O2. bila keadaan ini belanjut
akan terjadi penumpukan lender sehingga mengakibatkan batuk yang tersa
nyeri dan kesulitan bernafas.
9. Berisiko tinggi terkena kanker paru-paru dan jantung
Satu diantara tiga kematian di dunia disebabkan oleh penyakit
jantung. Pemakaian tembakau adalah salah satu factor resiko terbesar
untuk penyakit ini. Telah ditetapkan bahwa asap rokok mengandung lebih
dari 40 macam zat racun. Kemungkinan timbulnya kanker paru dan
jantung pada perokok 22 kali lebih besar dariyang tidak merokok.
10. Osteoporosis
Karbon monoksida (CO) yaitu zat kimia beracun yang banyak
terdapat pada gas buangan mobil,dan asap rokok lebihmudah terikat pada
darah dari pada oksigen sehingga kemampuan darah untuk mengangkat
oksigen turun 15% pada perokok. Akibatnya tulang pada perokok
kehilangan densitasnya menjadi lebih mudah patah atau retak dan
penyembuhannya 805 lebih lama. Perokok jiga menjadi lebih rentan
terhadap masalah tulang punggung. Perokok juga menjadi lebih retan
terhadap masalah tulang punggung. Sebuah studi menunjukkan bahwa
buruh pabrik yang merokok 5 kali lebih banyak mengalami nyeri
punggung setelah terjadi trauma.
11. Penyakit jantung
Satu diantara tiga kematian di dunia diakibatkan oleh penyakit
kardiovaskuler. Pemakaian tembakau adalah salah satu factor resiko
terbesar untuk penyakit ini. Di Negara yang sedang berkembang penyakit
membunuh lebih dari satu juta orang setiap tahun. Penyakit kardiovaskuler
yang menyangkut pemakaian tembakau di Negara-negara maju membunuh
lebih dari 600.000 orang setiap tahun. Rokok menyebabkan jantung
berdenyut lebih cepat, menaikkkan tekanan darah dan meningkatkan
resiko terjadinya hipertensi dan penyumbatan arteri yang akhirnya
menyebabkan serangan jantung dan stroke.
12. Tukak lambung
Konsumsi tembakau menurunkan resistensi terhadap bakteri yang
menyebabkan tukak lambung juga meminimalisasi kemampuan lambung
untu menetralkan asam lambung setelah makan sehingga sisa asam akan
mengerogoti dinding lambung. Tukak lambung yang diderita para perokok
lebih sulit dirawat dan disembuhkan.
13. Diskolori jari-jari
Tar yang terdapat pada asap rokok terakumulasi pada jari-jari dan
kuku yang meninggalkan warna coklat kekuningan.
14. Kanker uterus
Selain meningkatkan resiko kanker serviks dan uterus rokok
meneyebabkan timbulnya masalah kezsuburan pada wanita dan berbagai
komplikasi selama masa kehamilan dan kelahiran bayi. Merokok selama
masa kehamilan meningkatkan resiko kelahiran bayi dengan BBLR dan
masalah kesehatan sesudahnya. Kegagalan hamil atau abortus terjadi 2-3
kali lebih besar pada wanita perokok. Angka yang sama berlaku juga
untuk kelahiran atau kematian karena kekurangan oksigen pada janin dan
plasenta yang menjadi abnormal karena tercemar oleh Karbon Monoksida
dan Nikotin dalam asap rokok. Sindrom kematian bayi mendadak (Sudden
Infant Death) juga dihubungkan dengan pemakaian tembakau. Tambahan
pula, rokok dapat menurunkan kadar estrogen yang menyebabkan
terjadinya menopause dini.
15. Kerusakan sperma
Rokok dapat menyebabkan deformasi pada sperma dan kerusakan
pada DNAnya sehiungga mengakibatkan aborsi. Beberapa studi
menemukan bahwa pria yang merokok meningkatkan resiko menjadi ayah
dari anak yang berbakat kanker. Rokok juga memperkecil jumlah sperma
dan infertilitas banyak terjadi pada perokok.
16. Penyakit Buerger
Terjadinya inflamasi pada arteri, vena, dan saraf terutama di kaki,
yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah. Dan jika dibiarkan tanpa
perawatan akan mengarah ke gangrene (matinya jaringan tubuh) sehingga
pasien perlu diamputasi.

D. Cara mengurangi efek jelek dari rokok


1. Kurangi jumlah rokok yang diisap perharinya
2. Jangan menghisap asap dalam-dalam
3. Tinggalkan puntung rokok sejauh mungkin (jangan menghisap sampai
habis)
4. Melepaskan rokok dari bibir diantara tiap sedotan
5. Memakai rokok yang berfilter, pipa atau cerutu.

E. Alasan harus menghindari rokok


1. Melemahkan pikiran, ketagihan, cemas dan gelisah
2. Kita akan mempunyai kebugaran dan penampilan yang segar
3. Akan menghemat uang
4. Asap rokok akan merusak kesehatan keluarga dan lingkungan
5. Tidak menambah polusi alam dan turut memelihara kesehatan lingkungan
dengan udara bersih.

F. Cara mencegah merokok


1. Agar dibuat peta merokok selama 20 jam
2. Setiap merokok agar ditulis waktu dan apa yang dilakukan pada saat itu.
Hal ini agar dilakukan setiap merokok dalam satu hari.
3. Peta dan situasi ketika merokok agar dicatat dan dipelajari
4. Untuk menghitung jumlah rokok setiap hari agar dicatat pada setiap
dimana kita menikmati
5. Merubah situasi merokok. Apakah merokok ketika jenuh, konsentrasi
penuh, istirahat, minum dengan teman, dan sesudah makan?
6. Sekarang perlu dipertimbangkan untuk melakukan kegiatan lain pada
situasi tersebut diatas untuk merubah kebiasaan merokok pada saat itu
7. Apabila jenuh, tanganipekerjaan yang sudah lama tertunda
8. Apabila konsentrasi, kunyah sebatang wortel atau apel
9. Luangkan lebih bannyak waktu dengan orang yang tidak merokok dan
mendiskusikan masalah menarik yang sedang terjadi
10. Setelah makan, jalan-jalan atau membaca buku.

G. Pengaruh rokok terhadap lingkungan


Sekarang ini kebanyakan perokok tahu bahwa merokok dapat
menyebabkan beberapa penyakit yang berbahaya. Namun mereka biasanya
masa bodoh terhadap hal itu dan menganggap merokok adalah urusan pribadi
mereka, tetapi sebenarnya merokok bukan merupakan urusan pribadi.
Asap tembakau bukan hanya berpengaruh pada perokok, tetapi juga
mengotori udara sekitar. Orang-orang yang tidak merokok yang kebetulan di
sekitar orang yang merokok terpaksa harus bersedia bernafas dan menghisap
udara yang penuh dikotori oleh asap rokoknya para perokok.
Disamping perokok dikenal juga orangya yang bukan perokok, tetapi
yang menghirup udara yang tercemar asap rokok. Keadaan ini biasanya terjadi
di ruang-ruang umum tertutup seperti di bus, ruang kantor dan lain-lain.
Seorang yang bukan perokok, tetapi yang ikut mengkonsumsi rokok beserta
zat-zat yang terkandung di dalamnya disebut perokok pasif.
Perlu diketahui bahwa asap yang dihasilkan rokok ditambah dengan
udara luar, mengandung zat kimia yang lebih tinggi daripada asap yang
dihirup oleh perokok sendiri. Yang lebih peka dan beresiko terhadap asap
rokok yakni perokok pasif terutama bayi dan anak-anak. Mereka dapat
menderita asma dan penyakit paru-paru. Orang dengan kadar Hb rendah dan
orang yang sedang menderita penyakit kardiovaskuler.
DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Persentase Merokok Pada


Penduduk Umur ≥ 15 Tahun Menurut Provinsi (Persen), 2019-2021.
Retrieved from [Link]
[Link]
Mahardika, N. H., Luthviatin, N., & Nafikadini, I. (2017). Tindakan
Ibu Rumah Tangga dalam Penerapan Indikator PHBS Tidak Merokok di
dalam Rumah (Studi Kualitatif di Wilayah Kerja Puskesmas Pasirian)(The
Housewife Behavior in the Implementation Indicators PHBS No Smoking in
The House (a Qualitative Study in Pus. Pustaka Kesehatan, 5(3), 572-579.
Nurhajati, N. (2015). Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
masyarakat Desa Samir dalam meningkatkan kesehatan
masyarakat. Publiciana, 8(1), 107-126.
Trisnowati, H., & Daduk, S. S. (2017). Hubungan pengetahuan dan
sikap terhadap phbs di rumah tangga dengan perilaku merokok dalam rumah
kepala rumah tangga di Dusun Karangnongko Yogyakarta. Medika Respati:
Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(4), 1-11.

Anda mungkin juga menyukai