0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Problem Based Learning: Definisi dan Tujuan

Model Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada masalah nyata untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Tujuan PBL adalah mengembangkan kemandirian belajar dan keterampilan sosial melalui kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. PBL memiliki langkah-langkah yang jelas dan keunggulan dalam meningkatkan pemahaman serta aplikasi pengetahuan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Mohammad Thobi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Problem Based Learning: Definisi dan Tujuan

Model Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada masalah nyata untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Tujuan PBL adalah mengembangkan kemandirian belajar dan keterampilan sosial melalui kolaborasi dalam menyelesaikan masalah. PBL memiliki langkah-langkah yang jelas dan keunggulan dalam meningkatkan pemahaman serta aplikasi pengetahuan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Mohammad Thobi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PEMBAHASAN

II. 1 Pengertian Problem Based Learning

Model Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran dengan


pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat
menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan
yang lebih tinggi dan inquiry, memandirikan siswa dan meningkatkan
kepercayaan diri sendiri. Model ini bercirikan penggunaan masalah
kehidupan nyata sebagai sesuatu yang harus dipelajari siswa untuk melatih
dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah serta
mendapatkan pengetahuan konsep-konsep penting, dimana tugas guru harus
memfokuskan diri untuk membantu siswa mencapai keterampilan
mengarahkan diri (Hosnan, 2014).

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dimaksudkan untuk


meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar siswa karena melalui
pembelajaran ini siswa belajar bagaimana menggunakan konsep dan proses
interaksi untuk menilai apa yang mereka kita ketahui, mengidentifikasi apa
yang ingin diketahui, mengumpulkan informasi dan secara kolaborasi
mengevaluasi hipotesisnya berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Ni,
2008).

Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu model pembelajaran yang


menantang siswa untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara
berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah
yang diberikan ini digunakan untuk mencari solusi dari permasalahan dunia
nyata. Masalah yang diberikan ini digunakan untuk mengikat siswa pada
rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud. Masalah diberikan
kepada siswa, sebelum siswa mempelajari konsep atau materi yang
berkenaan dengan masalah yang harus dipecahkan (Daryanto, 2014).

II. 2 Tujuan PBL

Tujuan pembelajaran adalah membantu siswa agar memperoleh berbagai


pengalaman dan mengubah tingkah laku siswa, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas. Perubahan tingkah laku yang dimaksud meliputi
pengetahuan, keterampilan, nilai atau norma yang berfungsi sebgai
pengendali sikap dan prilaku siswa.

Tujuan utama PBL bukanlah penyampaian sejumlah besar ilmu pengetahuan


kepada siswa, melainkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis
dan kemampuan pemecahan masalah dan sekaligus mengembangkan
kemampuan siswa untuk secara aktif membangun pengetahuan sendiri. PBL
juga dimaksudkan untuk mengembangkan kemandirian belajar dan
keterampilan sosial siswa. Kemandirian belajar dan keterampilan sosial itu
dapat terbentuk ketika siswa berkolaborasi untuk mengidentifikasi
informasi, strategi dan sumber belajar yang relevan untuk menyelesaikan
masalah (Hosnan, 2014).

1. Ciri – ciri PBL

Model pembelajaran berdasarkan masalah memiliki karakteristik sebagai berikut :

 Pengajuan masalah atau pertanyaan.

Pengajuan pembelajaran berkisar pada masalah atau pertanyaan yang penting bagi
siswa maupun masyarakat. Pertanyaan dan masalah yang diajukan itu harus
memenuhi kriteria autentik, jelas, mudah dipahami, luas dan bermanfaat.

 Keterkaitan dengan berbagai masalah dengan disiplin ilmu

Masalah yang diajukan dalam pembelajaran berbasis masalah hendaknya


mengaitkan atau melibatkan berbagai disiplin ilmu.

 Penyelidikan yang autentik

Penyelidikan yang diperlukan dalam pembelajaran berbasis masalah bersifat


autentik. Selain itu penyelidikan diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah
yang bersifat nyata. Siswa menganalisis dan merumuskan masalah,
mengembangkan dan meramalkan hipotesis, mengamalkan dan menganalisis
informasi, melaksanakan eksperimen, menarik kesimpulan, dan menggambarkan
hasil akhir.

 Menghasilkan dan memamerkan hasil karya

Pada pembelajaran berbasis masalah, siswa bertugas menyusun hasil penelitian


dalam bentuk karya dan memamerkan hasil karyanya. Artinya, hasil penyelesaian
masalah siswa ditampilkan atau dibuat laporannya.

 Kolaborasi

Pada pembelajaran masalah, tugas-tugas belajar berupa masalah harus


diselesaikan bersama-sama antara siswa dengan siswa, baik dalam kelompok kecil
maupun besar, dan bersama-sama antarsiswa dengan guru (Hosnan, 2014).

1. Langkah proses Problem Based Learning

Pembelajaran berdasarkan masalah memiliki prosedur yang jelas dalam


melibatkan siswa untuk mengidentifikasi permasalahan. 6 langkah strategi
pembelajaran berdasarkan masalah yang kemudian dinamakan metode pemecahan
masalah (problem solving), yaitu :
 Merumuskan masalah, yakni langkah siswa dalam menentukan masalah
yang akan dipecahkan.
 Menganalisis masalah, yakni langkah siswa meninjau masalah secara kritis
dari berbagai sudut pandang.
 Merumuskan hipotesis, yakni langkah siswa dalam merumuskan
pemecahan masalah berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
 Mengumpulkan data, yakni langkah siswa untuk mencari informasi dalam
upaya pemecahan masalah.
 Pengujian hipotesis, yakni langkah siswa untuk merumuskan kesimpulan
sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan.

Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yakni langkah siswa


menggambarkan rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan
(Wina, 2006).

1. Langkah-langkah model Problem Based Learning

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terdiri atas lima langkah utama
yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan situasi masalah dan
diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa.

 Orientasi siswa pada masalah. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran,


menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa agar terlibat pada
aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
 Mengorganisasi siswa untuk belajar. Guru membantu siswa
mendefinisikan dan mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan
dengan masalah tersebut.
 Membimbing penyelidikan individual dan kelompok. Guru mendorong
siswa untuk menyimpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan
eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalahnya.
 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Guru membantu siswa
merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai, sperti laporan, video,
dan model serta membantu berbagai tugas dengan temanya.
 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru
membantu siswa melakukan merefleksi atau evaluasi terhadap peyelidikan
dan proses-proses yang mereka gunakan.

Secara ringkas, kegiatan pembelajaran melalui PBL diawali dengan aktivitas


siswa untuk menyelesaikan masalah nyata yang ditentukan atau disepakati. Proses
penyelesaian permasalahan tersebut berimpilkasi pada terbentuknya keterampilan
siswa dalam menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta sekaligus
membentuk pengetahuan baru. Proses tersebut dilakukan dalam tahapan-tahapan
atau sintaks pembelajaran yang disajikan pada tabel berikut.

Tabel II.1. Sintaks atau langkah-langkah PBL (Hosnan, 2014)

Tahap Aktivitas guru dan siswa


Tahap 1 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
Tahap Aktivitas guru dan siswa
dan sarana atau logistik yang
dibutuhkan. Guru memotivasi siswa
Mengorientasi siswa terhadap untuk terlibat dalam aktivitas
masalah pemesahan masalah nyata yang dipilih
atau ditentukan.
Guru membantu siswa mendefinisikan
Tahap 2
dan mengorganisasi tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah yang
Mengorganisasi siswa untuk
sudah diorientasikan pada tahap
belajar.
sebelumnya.
Guru mendorong siswa untuk
Tahap 3
mengumpulkan informasi yang sesuai
dan melaksanakan eksperimen untuk
Membimbing penyelidikan
mendapatkan kejelasan yang diperlukan
individual maupun kelompok
untuk menyelesaikan masalah.
Guru membantu siswa untuk berbagi
Tahap 4
tugas dan merencanakan atau
menyiapkan karya yang sesuai sebagai
Mengembangkan dan
hasil pemecahan masalah dalam bentuk
menyajikan hasil karya
laporan, video, atau model.
Tahap 5
Guru membantu siswa untuk
melaksanakan refleksi atau evaluasi
Menganalisis dan
terhadap proses pemecahan masalah
mengevaluasi proses
yang dilakukan.
pemecahan masalah.

1. Keunggulan Problem Based Learning

Keunggulan strategi pembelajaran berdasarkan masalah adalah sebagai berikut:

 Pemecahan masalah merupakan teknik yang bagus untuk memahami isi


pembelajaran.
 Pemecahan masalah dapat merangsang kemampuan siswa untuk
menemukan pengetahuan baru bagi mereka.
 Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
 Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk menerapkan
pengetahuan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
 Pemecahan masalah dapat membantu siswa mengembangkan
pengetahuannya serta dapat digunakan sebagai evaluasi diri terhadap hasil
maupun proses belajar.
 Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk berlatih berfikir dalam
menghadapi sesuatu.
 Pemecahan masalah dianggap menyenangkan dan lebih digemari siswa.
 Pemecahan masalah mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan
kemampuan menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
 Pemecahan masalah memberi kesempatan siswa untuk mengaplikasikan
pengetauan mereka dalam kehidupan nyata.
 Pemecahan masalah mengembangkan minat belajar siswa (Wina, 2006).

Daftar Pustaka

Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad


21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Ni, Made. 2008. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan
Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan
Ekonomi Undiksha. Laporan penelitian.

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses


Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013.


Yogyakarta: Gava Media.

Anda mungkin juga menyukai