ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan). 2022. Vol. 7, No.
2: 154-161
Available online on [Link]
p-ISSN 2502-2938; e-ISSN 2579-888X
DOI: 10.22236/argipa.v7i2.8139
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PERILAKU GIZI
SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI WILAYAH
KABUPATEN TANGERANG
The relationship between knowledge and behavior of balanced nutrition with nutritional
status in adolescents in the Tangerang Regency
Inggit Sekar Rayipratiwi, Leni Sri Rahayu, Fitria
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, Jakarta,
Indonesia
Email korespondensi: inggitsekar82@[Link]
Submitted: March 8th 2022 Revised: November 5th 2022 Accepted: November 25th 2022
Rayipratiwi, I. S., Rahayu, L. S., & Fitria, F. (2022). The relationship between knowledge and behavior
How to
of balanced nutrition with nutritional status in adolescents in the Tangerang Regency. ARGIPA
cite:
(Arsip Gizi Dan Pangan), 7(2), 154–161.
ABSTRACT
Nutritional status is the nutritional state of a person due to nutrients that enter and leave so
that they can find out whether they have normal or problematic nutrition (malnutrition). Nutritional
problems are defined are stunting, wasting, and obesity as well as deficiencies of micronutrients such as
anemia. Nutritional status can be influenced by several factors. Among the factors that influence
nutritional status are knowledge and behavior of balanced nutrition. This study aimed to determine the
relationship between knowledge and behavior of balanced nutrition with the nutritional status of
adolescents in the Tangerang Regency in 2021. This research is a quantitative study with a cross-
sectional research design with a total sample of 110 people obtained from the purposive sampling method.
a knowledge and behavior of balanced nutrition variables using a questionnaire. The results showed that
there was a significant relationship between balanced nutritional behavior and adolescent nutritional
status and there was no relationship between nutritional knowledge and adolescent nutritional status,
so it is expected that adolescents in the Tangerang District in 2021 to improve balanced nutritional
behavior such as eating a variety of foods, regularly consuming vegetables and fruits, as well as using
digital media to find out what to pay attention to in measuring weight and height, as well as how to
calculate the nutritional status of adolescents.
Keywords: Adolescent, Behavior, Knowledge, Nutrional status
ABSTRAK
Kurangnya pengetahuan dan perilaku gizi seimbang merupakan beberapa faktor yang
dapat memengaruhi masalah gizi seperti stunting, wasting, dan obesitas serta kekurangan zat
gizi mikro seperti anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan
dan perilaku gizi seimbang dengan status gizi pada remaja di wilayah Kabupaten Tangerang
tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross
sectional dengan jumlah sampel penelitian 110 orang yang didapat dari metode purposive
sampling. Variabel pengetahuan dan perilaku gizi seimbang menggunakan kuesioner. Hasil
penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara perilaku gizi seimbang
dengan status gizi remaja dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi seimbang
dengan status gizi remaja. Diharapkan remaja di wilayah Kabupaten Tangerang untuk
meningkatkan perilaku gizi seimbang seperti makan makanan beragam, rutin mengonsumsi
154
sayuran dan buah-buahan, serta menggunakan media digital untuk mencari tahu apa saja
yang harus diperhatikan dalam mengukur berat badan dan tinggi badan, serta bagaimana cara
menghitung status gizi remaja
Kata kunci: Pengetahuan, Perilaku, Remaja, Status Gizi
PENDAHULUAN yang akan dihadapi (Geofany, 2020).
Indonesia saat ini mempunyai tiga Seseorang yang didasari dengan
beban masalah gizi (triple burden). pengetahuan gizi yang baik akan
Masalah gizi yang dimaksud adalah memperhatikan keadaan gizi setiap
stunting, wasting, dan obesitas serta makanan yang dikonsumsinya
kekurangan zat gizi mikro seperti sehingga diharapkan memiliki status
anemia (Kemenkes RI, 2020). Salah satu gizi yang baik (Sofiatun, 2017).
kelompok yang rentan terhadap Selain pengetahuan gizi, perilaku
masalah gizi yaitu remaja. Hal ini gizi seimbang yang berprinsip pada
karena pada masa remaja sedang Pedoman Gizi Seimbang (PGS) di
terjadi pertumbuhan dan dalam empat pilar gizi seimbang, yaitu
perkembangan pesat dan sedang kebiasaan konsumsi makanan
memasuki fase pubertas sehingga beragam, pola hidup bersih dan sehat,
asupan zat gizi harus sesuai dengan aktivitas fisik, serta pemantauan berat
kebutuhannya (Geofany, 2020). Salah badan normal secara teratur juga dapat
satu penyebab tingginya prevalensi mencegah masalah gizi pada remaja.
masalah gizi pada remaja adalah Menurut Sofiatun (2017), timbulnya
pengetahuan gizi yang rendah. masalah gizi remaja pada dasarnya
Menurut Fitriani et al. (2020), dikarenakan perilaku gizi yang salah
pengetahuan gizi seimbang sehingga menyebabkan
merupakan faktor dominan dalam ketidakseimbangan antara masuk dan
memengaruhi status gizi remaja di keluarnya energi dari zat gizi yang
SMA Negeri 86 Jakarta. Dalam dikonsumsi. Meskipun memiliki
penelitian tersebut ditemukan pengetahuan yang baik, jika perilaku
sebanyak 89,2% subjek dengan tingkat gizi seimbangnya tidak sesuai dengan
pengetahuan gizi seimbang yang kebiasaan makan yang sehat, maka
kurang, memiliki status gizi yang sulit untuk mencapai status gizi yang
lebih. Selain itu, peneliti juga normal (Sofiatun, 2017).
menyimpulkan bahwa subjek yang Berdasarkan studi pendahuluan
memiliki tingkat pengetahuan gizi yang telah dilakukan pada 12 remaja di
seimbang kurang, lebih berisiko 47 kali wilayah Kecamatan Solear, terdapat
lipat mengalami status gizi lebih. 41,67% remaja dengan masalah gizi
Pengetahuan memiliki dasar dalam dan sebanyak 67% remaja mengaku
pengambilan keputusan serta dapat pernah mendapat informasi mengenai
menentukan tindakan dalam masalah gizi seimbang, namun subjek tidak
155
mengetahui secara pasti isi gizi (52,7%), sebagaimana ditunjukkan pada
seimbang dan tumpeng gizi seimbang, Tabel 1.
serta masih ditemukan perilaku remaja Pada penelitian ini status gizi
yang kurang sesuai dengan pedoman dikelompokkan menjadi dua, yaitu
gizi seimbang. Berdasarkan uraian di normal dan tidak normal. Hasil yang di
atas, peneliti tertarik melakukan dapatkan dari penelitian ini adalah
penelitian mengenai pengetahuan dan sebagian besar subjek dalam status gizi
perilaku gizi seimbang serta status gizi kategori normal (65,5%). Berdasarkan
remaja di wilayah Kabupaten penelitian Hafiza (2020), menunjukkan
Tangerang. Tujuan dari penelitian ini bahwa subjek mayoritas remaja di SMP
adalah untuk mengetahui hubungan YLPI Pekanbaru memiliki status gizi
dari pengetahuan gizi seimbang dan normal yaitu sebesar 76,3% yang
perilaku gizi seimbang dengan status mendekati angka nasional. Selain itu,
gizi pada remaja di wilayah Kabupaten penelitian Sofiatun (2017) menemukan
Tangerang tahun 2021 bahwa status gizi remaja yang ada di
Pulau Barrang Lompo Makasar sebagian
METODE besar memiliki status gizi normal yaitu
Penelitian ini dilakukan dengan sebanyak 78%, di mana nilai tersebut
menggunakan metode cross-sectional, melebihi angka nasional.
dengan teknik pengambilan sampel Berdasarkan hasil penelitian,
menggunakan purposive sampling. diperoleh hasil pengetahuan gizi
Subjek penelitian ini merupakan anak seimbang yang baik sebanyak 89,1%,
remaja dengan rentang usia 13-18 sedangkan 10,9% memiliki pengetahuan
tahun. Penelitian dilakukan di wilayah gizi seimbang yang kurang. Hasil
Kecamatan Solear. Besar sampel lainnya diperoleh perilaku gizi seimbang
dihitung menggunakan rumus yang kurang sebanyak 68,2% remaja,
Lameshow dan didapatkan 110 subjek sedangkan perilaku gizi seimbang yang
penelitian. Untuk menguji apakah ada baik sebanyak 31,8% remaja,
hubungan antara variable sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2.
pengetahuan dan perilaku gizi Berdasarkan Tabel 3, subjek dengan
terhadap status gizi maka dilakukan uji status gizi tidak normal ditemukan lebih
bivariate dengan menggunakan chi- banyak memiliki pengetahuan gizi
square. seimbang yang kurang (41,7%)
dibandingkan dengan subjek yang
HASIL memiliki pengetahuan gizi seimbang
Berdasarkan hasil penelitian Subjek yang baik (33,7%). Hasil uji statistik
sebagian besar didominasi perempuan diperoleh p=0,583, maka dapat
(67,3%), berusia 14 tahun (32,7%), dan disimpulkan bahwa tidak terdapat
sebagian besar berpendidikan SMP hubungan yang signifikan antara
156
pengetahuan gizi seimbang dengan yang memiliki perilaku gizi seimbang
status gizi remaja. yang baik (2,9%). Hasil uji statistik
Pada Tabel 4 terlihat bahwa subjek diperoleh p=0,000 (p<0,05), maka
dengan status gizi tidak normal dapat disimpulkan bahwa terdapat
ditemukan lebih banyak memiliki hubungan yang signifikan antara
perilaku gizi seimbang yang kurang perilaku gizi seimbang dengan status
(49,3%) dibandingkan dengan subjek gizi remaja.
Tabel 1.
Karakteristik subjek berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pendidikan
Kategori n (%)
Jenis kelamin
Laki-laki 36 32,7
Perempuan 74 67,3
Usia (Tahun)
13 22 20,0
14 36 32,7
15 20 18,2
16 13 11,8
17 13 11,8
18 6 5,5
Pendidikan
SMP 58 52,7
SMA 52 47,3
Tabel 2.
Distribusi proporsi berdasarkan status gizi, pengetahuan gizi
seimbang, dan perilaku gizi seimbang
Kategori n (%)
Status gizi
Tidak normal 38 34,5
Normal 72 65,5
Pengetahuan gizi seimbang
Kurang 12 10,9
Baik 98 89,1
Perilaku gizi seimbang
Kurang 75 68,2
Baik 35 31,8
Tabel 3.
Hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi remaja
Status
Variabel X2
Gizi OR
p
Pengetahuan Tidak 95% CI
Normal Total
Gizi normal
Seimbang n % n % n %
Kurang 5 41,7 7 58,3 12 100 0,749 1,407 0,583
Baik 33 33,7 65 66,3 98 100 (0,415-4,774)
157
Tabel 4.
Hubungan antara perilaku gizi seimbang dengan status gizi remaja
Variabel Status Gizi
Perilaku Gizi Tidak OR
Normal Total p
Seimbang normal 95% CI
n % n % n %
Kurang 37 49,3 38 50,7 75 100 33,105 0,000
Baik 1 2,9 34 97,1 35 100 (4,307-254,460)
DISKUSI subjek memiliki pengetahuan gizi yang
Pengetahuan remaja tentang baik, yakni sebanyak 59,3%.
pengetahuan gizi adalah pemahaman Tingkat pengetahuan gizi seseorang
seseorang tentang ilmu gizi, zat gizi, dapat memengaruhi perilaku dalam
serta interaksi antara zat gizi terhadap pemilihan makanan sehari-hari sehingga
status gizi dan kesehatan. Jika akan memengaruhi status gizi seseorang
pengetahuan gizi remaja kurang, maka serta kebiasaan pola makan seseorang.
langkah yang dilakukan remaja untuk Pada penelitian ini menunjukkan bahwa
menjaga keseimbangan gizi yang hendak pengetahuan gizi seimbang tidak
dikonsumsi dengan yang dibutuhkan berhubungan dengan status gizi remaja
akan menurun, sehingga menyebabkan di wilayah Kabupaten Tangerang tahun
masalah gizi kurang atau gizi lebih 2021. Seperti penelitian yang dilakukan
(Notoatmodjo, 2003 & Pantaleon, 2019). oleh Geofany (2020), Pantaleon (2019),
Pada hasil penelitian ini diketahui dan Handayani (2018) yang
bahwa sebanyak 89,1% subjek memiliki menyimpulkan bahwa tidak terdapat
pengetahuan gizi seimbang yang baik, hubungan yang bermakna antara
dibandingkan dengan subjek yang pengetahuan gizi seimbang dengan
memiliki pengetahuan gizi seimbang status gizi remaja. Hal ini disebabkan
yang kurang (10,9%). Jika dibandingkan karena subjek mengaku pernah beberapa
dengan penelitian yang dilakukan oleh kali mendapat sosialisasi mengenai gizi
Hamdani (2019) pada siswa-siswi di melalui kunjungan puskesmas dan
SLTP Negeri 2 Wungu Madiun, bapak/ibu guru di sekolah.
menunjukkan bahwa sebagian besar Menurut kerangka Unicef (1998),
subjek memiliki pengetahuan gizi faktor langsung dari status gizi
seimbang yang baik sebanyak 56,7%. dipengaruhi oleh asupan dan penyakit
Selain itu, penelitian yang dilakukan infeksi. Jika asupan makanan yang
oleh Fitriani et al. (2020) pada siswa- dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan,
siswi SMA Negeri 86 Jakarta, juga maka status gizi individu tersebut akan
menunjukkan bahwa sebagian besar optimal atau baik. Kuantitas energi yang
dibutuhkan seseorang tergantung pada
usia, jenis kelamin, berat badan, dan
158
kondisi khusus. Sebaliknya, jika 2020. Hasil analisis juga menunjukkan
makanan yang dikonsumsi kurang atau bahwa nilai OR adalah 33,105. Hal ini
lebih, maka individu tersebut akan mempunyai arti bahwa subjek yang
memiliki status gizi yang tidak optimal. mempunyai perilaku gizi seimbang yang
Perilaku gizi seimbang yang kurang mempunyai peluang 33 kali
dilakukan dengan baik, akan untuk memiliki status gizi yang kurang
memberikan status gizi yang baik pula dibandingkan dengan subjek yang
(Almatsier, 2004). Perilaku gizi seimbang mempunyai perilaku gizi seimbang yang
adalah respon terhadap pengetahuan baik.
dan sikap terhadap gizi seimbang yang Perilaku gizi seimbang memiliki
meliputi mengonsumsi makanan peran yang sangat penting bagi tubuh
seimbang, berperilaku hidup sehat, dalam memelihara proses pertumbuhan
aktivitas fisik, serta memelihara berat dan perkembangan serta memperoleh
badan (Notoatmodjo, 2003). Pada hasil energi untuk kegiatan fisik sehari-hari
penelitian ini diketahui bahwa sebanyak (Nurdzulqaidah, 2017). Dalam penelitian
68,2% subjek memiliki perilaku gizi ini, sebagian besar subjek memiliki
seimbang yang kurang, dibandingkan perilaku gizi seimbang yang kurang.
dengan subjek yang memiliki perilaku Pada Tabel 3 sebagian besar subjek
gizi seimbang yang baik (31,8%). Jika memiliki pengetahuan gizi seimbang
dibandingkan dengan penelitian yang yang baik, namun ditemukan sedikit
dilakukan oleh Geofany (2020) pada yang memiliki perilaku gizi seimbang
remaja usia 15-16 tahun di SMK Negeri 2 yang baik. Hal ini disebabkan karena
Padang, hasil yang diperoleh lebih tinggi sebagian besar subjek tidak menerapkan
karena sebanyak 51,1% subjek memiliki perilaku gizi seimbang dalam kehidupan
praktik gizi seimbang yang kurang. sehari-hari. Selain itu, peneliti juga
Pada penelitian ini menunjukkan menemukan jawaban dari pernyataan
bahwa perilaku gizi seimbang dengan skor rendah, yaitu mengenai
berhubungan dengan status gizi remaja kurang beragamnya asupan makanan
di wilayah Kabupaten Tangerang tahun yang dikonsumsi dalam sehari,
2021. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya menerapkan isi 4 pilar gizi
sebagian besar subjek memiliki seimbang, kurangnya aktivitas fisik,
pengetahuan gizi seimbang yang baik, serta tidak mengetahui cara menghitung
namun hanya sedikit yang mereka status gizi pada remaja.
terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Status gizi adalah keadaan gizi
Hal ini sejalan dengan penelitian yang seseorang untuk mengetahui apakah
dilakukan oleh Geofany (2020), seseorang memiliki status gizi normal
menyimpulkan adanya hubungan yang atau tidak (malnutrition). Masalah gizi
bermakna antara praktik gizi seimbang adalah gangguan kesehatan yang
dengan status gizi pada remaja usia 15- disebabkan oleh kekurangan atau
16 tahun di SMK Negeri 2 Padang tahun kelebihan dan atau keseimbangan zat-
159
zat gizi yang diperlukan untuk yang baik, namun memiliki perilaku
pertumbuhan, kecerdasan, dan aktivitas gizi seimbang yang kurang. Status gizi
atau produktivitas (Supariasa, 2001). sebagian besar subjek dalam kategori
Dalam penelitian ini, sebagian besar yang normal.
subjek berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan hasil penelitian,
Selain itu, sebagian besar subjek ditemukan bahwa terdapat hubungan
memiliki status gizi yang normal. yang bermakna antara perilaku gizi
Peneliti menemukan bahwa hal tersebut seimbang dengan status gizi remaja.
disebabkan karena konsumsi makanan Remaja yang memiliki pengetahuan
sehari lebih beragam dan aktivitas fisik gizi seimbang yang baik, namun tidak
lebih teratur pada subjek perempuan menerapkan perilaku gizi seimbang
yaitu membantu pekerjaan rumah dalam kehidupan sehari-hari dapat
seperti menyapu, mengepel, dan lainnya meningkatkan resiko 33 kali untuk
selama 30 menit. Pada subjek laki-laki memiliki status gizi tidak normal.
ditemukan konsumsi makanan sehari
kurang beragam dan aktivitas fisik tidak DAFTAR RUJUKAN
teratur seperti hanya dihabiskan dengan Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu
sekolah online dan bermain game. Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Keterbatasan dalam penelitian ini Utama.
di antaranya yaitu, saat pengambilan Fitriani, R., Dewanti, L. P., Kuswari, M.,
data penelitian, sulit untuk Gifari, N., & Wahyuni, Y. (2020).
menentukan kesepakatan waktu luang Hubungan antara pengetahuan gizi
subjek. Hal ini disebabkan karena seimbang, citra tubuh, tingkat
padatnya waktu sekolah daring dan kecukupan energi dan zat gizi makro
mengerjakan tugas sekolah. Selain itu, dengan status gizi pada siswa.
subjek mengisi kuesioner penelitian Gorontalo Journal Health and Science
bersama teman lainnya atau Community, 4(1), 29-38.
didampingi walinya sehingga ada Geofany, A. (2020). Hubungan
beberapa jawaban yang dipengaruhi Pengetahuan Gizi dan Praktik Gizi
oleh pendapat teman atau walinya Seimbang dengan Status Gizi pada
tersebut sehingga jawaban yang Remaja Usia 15-16 Tahun di SMK
diberikan kurang menggambarkan Negeri 2 Kota Padang Tahun 2020.
pengetahuan dan perilaku yang Skripsi. Padang: Universitas
sebenarnya. Andalas.
Hafiza, D., Utmi, A., & Niriyah, S. (2020).
SIMPULAN Hubungan kebiasaan makan dengan
Pada penelitian ini remaja di status gizi pada remaja SMP YLPI
wilayah Kecamatan Solear Kabupaten Pekanbaru. Al-Asalmiya Nursing
Tangerang Tahun 2021 sebagian besar Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(2), 86-96.
memiliki pengetahuan gizi seimbang Hamdani, D. (2019). Hubungan Citra
Tubuh dan Pengetahuan Gizi
160
Seimbang dengan Status Gizi Supariasa. (2001). Penilaian Status Gizi.
Remaja di SLTP Negeri 2 Wungu Buku Kedokteran. Jakarta: EGC.
Madiun. Skripsi. Madiun: STIKES UNICEF. (1998). The State of the World’s
Bhakti Husada Mulia. Children 1998. Oxford: Oxford
Handayani, S. (2018). Hubungan Tingkat University Press.
Pengetahuan tentang Pedoman
Umum Gizi Seimbang dan Asupan
Protein dengan Status Gizi Remaja
Putri di SMA Muhammadiyah 1
Sragen. Skripsi. Surakarta:
Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
Kemenkes RI. (2020). Peraturan Menteri
Kesehatan No. 2 Tahun 2020 tentang
Standar Antropometri Anak. Jakarta:
Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan
Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Nurdzulqaidah, R. (2017). Hubungan
Pengetahuan Gizi Seimbang dengan
Perilaku Gizi Seimbang Mahasiswa
Tingkat 4 Angkatan 2013 Fakultas
Kedokteran Universitas Islam
Bandung. Skripsi. Bandung:
Universitas Islam Bandung.
Pantaleon, M. G. (2019). Hubungan
Pengetahuan Gizi dan Kebiasaan
Makan dengan Status Gizi Remaja
Putri di SMA Negeri II Kota Kupang.
CMHK Health Journal, 3(3), 69-76.
Sofiatun, T. (2017). Gambaran Status
Gizi, Asupan Zat Gizi Makro,
Aktivitas Fisik, Pengetahuan, dan
Praktik Gizi Seimbang pada Remaja
di Pulau Barrang Lompo Makasar.
Skripsi. Makasar: Universitas
Hasanudin Makasar.
161