Adaptasi PROQOL-V untuk Psikolog Klinis
Adaptasi PROQOL-V untuk Psikolog Klinis
[Link]
2023 Vol. 16 No . 1 Hal: 32-37 p-ISSN: 2088-5326, e-ISSN: 2502-8766
perilaku yang menyakiti diri sendiri atau orang lain, dikaitkan dengan beban kerja yang sangat tinggi atau
perilaku kecanduan, gangguan belajar dan masalah lingkungan kerja yang tidak mendukung
perilaku lainnya yang mengganggu pengembangan diri
Disisi lain, Psikolog Klinis juga bisa mendapatkan
seseorang [2].
perasaan positif, seperti timbulnya rasa bahagia dan
Psikolog Klinis yang bekerja di fasilitas kesehatan semangat ketika berhasil membantu klien mereka.
seperti klinik, puskesmas, rumah sakit, juga praktik Compassion satisfaction atau kepuasan welas asih
perseorangan Psikolog Klinis [3], berperan besar dalam adalah tentang kesenangan yang diperoleh karena bisa
memahami konsep disfungsi perilaku baik yang melakukan pekerjaan dengan baik. Misalnya seperti
diakibatkan, atau terkait dengan kesehatan fisik dan merasa senang membantu orang lain, merasa positif
mental [4]. Pada saat Psikolog Klinis memberikan tentang lingkungan kerja atau kemampuan yang
pelayanan psikologi baik berupa konseling atau dimiliki untuk berkontribusi pada lingkungan kerja atau
psikoterapi mereka membutuhkan welas asih dan bahkan kebaikan masyarakat.
empati dalam pekerjaannya. Welas asih atau
Kontak langsung yang terjadi antara Psikolog Klinis
compassion adalah memahami penderitaan, yang
dengan klien dapat mempengaruhi kehidupan Psikolog
berarti bahwa para Psikolog Klinis berusaha untuk
Klinis yaitu aspek positif (compassion satisfaction) dan
melihat dunia melalui mata klien mereka serta
negatif (compassion fatigue). Penelitian-penelitian
menempatkan diri dalam pengalaman klien mereka
mengenai compassion saat ini mengarahkan para
tentang penderitaan yang klien mereka miliki [5].
peneliti untuk memperhatikan kondisi ini dengan
Psikoterapi merupakan salah satu layanan yang menggunakan alat ukur Professional Quality of Life–V
diberikan oleh Psikolog Klinis. Dalam memberikan atau yang selanjutnya akan ditulis dengan PROQOL-V
layanan psikoterapi, seorang Psikolog Klinis dapat [10]. PROQOL– V, diukur melalui dua aspek, yaitu
mengalami pengurasan emosi sebagai akibat dari aspek positif (compassion satisfaction) dan negatif
pekerjaan yang mereka lakukan yaitu menangani pasien (compassion fatigue). Alat Ukur PROQOL-V sudah
pasien yang tertekan dan trauma [6]. Dalam proses digunakan oleh banyak peneliti compassion fatigue dan
menjalankan perannya membantu klien, seorang sudah di-publish lebih dari 100.000 artikel ilmiah.
Psikolog Klinis dapat mengalami kelelahan welas asih Beberapa peneliti di Indonesia telah mencoba
(disebut compassion fatigue) dan empatinya dalam menggunakan PROQOL-V untuk menggambarkan
membantu menyelesaikan permasalahan klien [7]. kepuasan welas asih dan juga kelelahan welas asih pada
Hilangnya tingkat kasih sayang dan perhatian pada profesi yang memberikan layanan atau bantuan kepada
klien dapat mempengaruhi pekerjaan Psikolog Klinis masyarakat. Beberapa penelitian tersebut dilakukan
menjadi tidak maksimal dan kelelahan psikologis pada perawat [11], peneliti menggunakan alat ukur yang
tersebut dapat berasal dari tekanan dalam pekerjaan telah diadaptasi pada psikolog [12].
seperti jadwal praktik yang cukup padat, banyaknya
Namun belum dilakukan uji validitas terhadap alat ukur
jumlah pasien dan pelayanan di luar jam praktik [8].
tersebut. Penelitian lain yang meneliti bagaimana
Hal-hal tersebut membuat Psikolog Klinis rentan kualitas hidup para perawat di rumah sakit swasta
mengalami Secondary Traumatic Stress (STS) yaitu Indonesia bagian barat dengan menggunakan alat ukur
stres yang dialami seseorang yang bekerja dan PROQOL-V yang telah diadaptasi secara kultural dan
berhubungan dengan orang-orang yang telah dimodifikasi [13] menjadi open ended question diary
mengalami peristiwa yang traumatis atau sangat dari penelitian mixed method [14]. Ditemukan juga
traumatis [9]. Efek negatif dari STS yaitu kesulitan bahwa tidak selalu trauma hadir dalam kehidupan
tidur, rasa takut, pikiran yang mengganggu, atau seorang helper, yaitu dalam penelitian tersebut adalah
menghindari pengingat akan pengalaman traumatis seorang suster di rumah sakit dimana kelelahan welas
orang tersebut. Selain itu Psikolog Klinis juga dapat asih bisa saja hanya bersumber pada aspek burn out.
mengalami burnout seperti pengurasan emosi, Namun sampai saat ini belum ada penelitian yang
kelelahan atau STS, dan tidak terkontrolnya welas asih. menggunakan PROQOL –V pada Psikolog Klinis yang
bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan
STS dan burnout adalah bagian dari compassion
penelitian ini adalah melakukan adaptasi alat ukur
fatigue. Compassion fatigue atau kelelahan welas asih
PROQOL –V ke dalam Bahasa Indonesia pada Psikolog
dibagi menjadi dua bagian, yang pertama menyangkut
Klinis yang bekerja di Fasilitas Kesehatan di Indonesia.
hal-hal seperti seperti kelelahan, frustrasi, kemarahan
dan depresi yang dikenal sebagai burnout dan yang 2. Metode Penelitian
kedua yaitu STS. Burnout yaitu kelelahan berhubungan
Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan
dengan perasaan putus asa dan kesulitan dalam
jenis penelitian survei. Kriteria inklusi untuk sampel
berurusan dengan pekerjaan atau dalam melakukan
adalah: (i) Psikolog Klinis yang teregistrasi di Ikatan
pekerjaan secara efektif. Perasaan negatif ini biasanya
Psikologi Klinis Indonesia, (ii) bekerja di fasilitas
memiliki onset bertahap, dapat mencerminkan perasaan
pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit, puskesmas, dan
kecewa akan upaya yang telah dilakukan, atau dapat
praktik perseorangan, dan (iii) berpraktik secara rutin
dan memiliki jadwal praktik yang pasti. Pengambilan menggunakan korelasi Product Moment Pearson [15]
sampel menggunakan teknik convenience sampling dan reliabilitas dengan konsistensi internal yaitu
yaitu prosedur sampling yang memilih sampel dari Cronbach's Alpha [16]. Tidak ada aturan mutlak untuk
orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau konsistensi internal, namun sebagian besar setuju nilai
diakses. Dengan menggunakan alat ukur PROQOL– V, minimum konsistensi internal berada di 0,70. Hinton
kualitas hidup profesional diukur melalui dua aspek, telah menyarankan empat cut-off point untuk
yaitu aspek positif (compassion satisfaction) dan reliabilitas, yaitu 0,90 ke atas sangat baik, 0,70-0,90
negatif (compassion fatigue) dan melihat bagaimana tinggi, 0,50-0,70 sedang dan rendah di 0,50 ke bawah.
kualitas hidup profesional dalam 30 hari terakhir. Kedua penghitungan secara statistik tersebut pada
penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi
Pada penelitian ini peneliti mengadaptasi alat ukur
IBM SPSS Statistics 20 for Windows.
PROQOL– V, dengan menggunakan Guidelines of
Cross-Cultural Adaptation of Self-Report Measures 3. Hasil dan Pembahasan
yang meliputi tahapan sebagai berikut: (i) Forward
3.1. Hasil
Translation: alat ukur PROQOL-V diterjemahkan dari
bahasa asli (English) ke Bahasa Indonesia oleh dua Proses adaptasi dimulai dengan forward-backward
penerjemah bilingual yang menghasilkan dua hasil translation dimana hasil tersebut telah didiskusikan saat
terjemahan yaitu form T-1 dan T-2; (ii) Synthesis I, Expert Committee. Diskusi dilaksanakan oleh 1 ahli
seseorang yang menguasai kedua bahasa bertugas untuk Bahasa, 1 ahli metode penelitian, 1 Psikolog Klinis
berdiskusi dengan kedua penerjemah dan menyatukan yang memiliki pengalaman berpraktik di fasilitas
kedua hasil kerjanya menjadi form T-12; (iii) Back kesehatan, dan peneliti sendiri. Untuk mendapatkan
translation: form diterjemahkan kembali ke bahasa asli validitas isi peneliti menggunakan Aiken’V kepada
dan dilakukan oleh dua penerjemah yang berbeda dari ketiga ahli dimana didapatkan skor yang terdapat pada
penerjemah tahap Forward Translation; (iv) Expert Tabel 2.
Committee: diskusi oleh 1 ahli Bahasa, 1 ahli metode Tabel 2. Validasi Isi PROQOL-V menggunakan Aiken V
penelitian, 1 Psikolog Klinis yang memiliki pengalaman
berpraktik di fasilitas kesehatan, dan peneliti. Aspek PROQOL-V V Keterangan
Pada tahap ini peneliti melakukan uji validitas isi Compassion Satisfaction 0.97 Valid
menggunakan Aiken’V; (v) Hasil dari Expert Burnout 0,87 Valid
Committee lalu diuji cobakan pada populasi target Secondary Traumatic Stress 0.95 Valid
dengan melakukan cognitive interview pada 30
Psikolog Klinis yang telah diwawancarai melalui Penilaian Total PROQOL-V 0.93 Valid
Gmeet atau Zoom sebagai uji face validity, setelah itu
didapatkan sebanyak 30 butir item dengan 5 skala Berdasarkan uraian hasil analisis pada tabel diatas,
pengukuran yang siap digunakan dalam Bahasa diperoleh nilai rata-rata total validitas PROQOL-V
Indonesia. lima skala dan contoh butir yang digunakan sebesar 0,93. Jadi apabila dilihat dengan kriteria
terdapat pada Tabel 1. validitas indeks Aiken V, nilai ini termasuk dalam
kategori “Sangat Valid” artinya ketiga ahli memberikan
Tabel 1. Blue Print Professional Quality of Life-V penilaian yang cenderung konsisten pada masing
Skala Nomor Butir Jumlah masing aspek.
Butir
Compassion 3, 6, 12, 16, 10 Untuk mendapatkan face validity, PROQOL-V
Satisfaction 18, 20, 22, diujicobakan kepada 30 Psikolog Klinis yang bekerja di
24, 27, 30 fasilitas kesehatan dan melakukan cognitive interview
Burnout 1*, 4*, 8, 10, 10
sesuai dengan Guidelines of Cross-Cultural
15*, 17*, 19,
21, 26, 29* Adaptationof Self-Report Measures [17]. Berdasarkan
Secondary 2, 5, 7, 9, 11, 10 hasil Cognitive Interview dilakukan beberapa
Traumatic 13, 14, 23, perubahan penggunaan kata pada item “saya memiliki
Stress 25, 28 keyakinan yang membuat saya bertahan” menjadi
Dalam menentukan skor PROQOL-V perlu “Saya memiliki keyakinan atau nilai-nilai yang
melakukukan perhitungan pada masing-masing skala membuat saya bertahan dalam pekerjaan ini” lalu pada
yaitu skor compassion satisfaction, skor burnout, dan item “saya sudah atau telah menjadi seseorang yang
skor Secondary Traumatic Stress (STS). Didapatkan saya inginkan” menjadi “saya telah menjadi seseorang
total skor masing-masing skala yang dapat di yang saya inginkan”, “Saya merasa terperangkap oleh
kategorisasikan menjadi rendah (22 atau kurang). system” dijabarkan dan disesuaikan dengan pekerjaan
Sedang (23-41), dan juga tinggi (42 atau lebih). psikolog klinis menjadi “Saya merasa terperangkap
oleh berbagai aspek administratif yang terkait dengan
Uji coba instrumen dilakukan untuk melihat skor pekerjaan saya sebagai psikolog klinis” dan item “Saya
validitas dan reliabilitas. Uji validitas dianalisis tidak dapat mengingat bagian-bagian penting dari
pekerjaan saya dengan korban trauma” menjadi “Saya responden telah diuji validitas dan realibilitas.
tidak dapat mengingat bagian-bagian penting dari Berdasarkan hasil uji validitas yaitu menggunakan
pekerjaan saya yang berhubungan dengan korban Pearson Product Moment dengan cara membandingkan
trauma”. Setelah itu peneliti melakukan penyebaran nilai correlated item total correlation (r) hitung yang
kuesioner secara online dengan teknik convenience harus lebih besar dari nilai r table Product Moment
sampling yaitu prosedur sampling yang memilih sampel Pearson (0.195) dan pada α = 0.05 dengan didapatkan
dari orang atau unit yang paling mudah dijumpai atau hasil yang dapat dilihat pada Tabel 4.
diakses. Responden dalam penelitian ini adalah 100 Tabel 4. Validasi Konstruk Pearson Correlation
Psikolog Klinis yang bekerja di fasilitas Kesehatan di
Indonesia dapat dilihat pada Tabel 3. Nomor Pearson
Aspek Sig. Keterangan
Item Correlation
Tabel 3. Karakteristik Psikolog Klinis di Fasilitas Kesehatan sebagai 3 0.493 0.000 Valid
Responden 6 0.528 0.000 Valid
12 0.718 0.000 Valid
Karakteristik Indikator Frekuensi Frekuensi 16 0.598 0.000 Valid
(n=100) (n=100) Compassion 18 0.640 0.000 Valid
Jenis Kelamin Perempuan 88 88 Satisfaction 20 0.605 0.000 Valid
Laki-Laki 12 12 22 0.617 0.000 Valid
Klien yang Psikolog 28 28 24 0.685 0.000 Valid
ditangani Klinis Anak 27 0.522 0.000 Valid
dan Remaja 30 0.639 0.000 Valid
Psikolog 1 0.329 0.001 Valid
Klinis 42 42 4 0.522 0.000 Valid
Dewasa dan 8 0.358 0.000 Valid
Lansia 10 0.617 0.000 Valid
Psikolog 30 30 15 0.214 0.033 Valid
Burnout
Klinis 17 0.643 0.000 Valid
Keduanya 19 0.596 0.000 Valid
Lama Bekerja <5 tahun 72 72 21 0.574 0.000 Valid
5-10 tahun 7 7 26 0.490 0.000 Valid
>10 tahun 21 21 29 0.495 0.000 Valid
Pendapatan 1-5 juta 51 51 2 0.310 0.002 Valid
Perbulan 6-10 juta 32 32 5 0.306 0.002 Valid
11-15 juta 11 11 7 0.499 0.000 Valid
16-20 juta 2 2 9 0.697 0.000 Valid
Secondary
21-25 juta 1 1 11 0.534 0.000 Valid
Traumatic
>25 juta 3 3 13 0.710 0.000 Valid
Stress
Jam Kerja <10 jam 35 35 14 0.643 0.000 Valid
Perminggu 10-20 jam 34 34 23 0.581 0.000 Valid
>20 jam 31 31 25 0.621 0.000 Valid
Usia 26-35 tahun 66 66 28 0.248 0.013 Valid
36-45 tahun 22 22
46-55 tahun 5 5
Berdasarkan data diatas, dapat dilihat bahwa seluruh
56-65 tahun 4 4 item pada alat ukur PROQOL-V versi Bahasa Indonesia
66-75 tahun 3 3 yang digunakan untuk Psikolog Klinis memiliki nilai
signifikasi < 0,05 dan hasil pearson correlation > R
Tabel 3 menunjukkan kebanyakan responden pada
tabel yaitu 0.195 maka dapat dikatakan bahwa seluruh
penelitian ini yaitu sebanyak 88% merupakan
item pada instrument PROQOL-V versi Bahasa
perempuan dan 22 responden berjenis kelamin laki-laki.
Indonesia yang digunakan untuk Psikolog Klinis yang
Selain itu jika kita lihat 42 responden menangani kasus
bekerja di Fasilitas kesehatan merupakan item yang
klinis dewasa dan lansia, 28 responden merupakan
baik dan valid. Karakteristik Psikolog Klinis di Fasilitas
psikolog yang menangani kasus klinis anak dan remaja,
Kesehatan sebagai Responden Validasi Konstruk
dan 30 responden menangani kedua kasus tersebut.
Pearson Correlation dapat dilihat pada Tabel 5.
Mayoritas responden pada penelitian ini baru bekerja
kurang dari 5 tahun sebanyak 72 orang, 21 responden Tabel 5. Karakteristik Psikolog Klinis di Fasilitas Kesehatan sebagai
Responden Validasi Konstruk Pearson Correlation
telah bekerja lebih dari 10 tahun dan 7 responden telah
bekerja selama 5-10 tahun. Jika dilihat dari pendapatan Cronbach’s
Aspek PROQOL-V Keterangan
perbulan sebanyak 51 responden memiliki gaji 1-5 juta Alpha
perbulan sebagai psikolog, 32 responden memiliki Compassion Reliabilitas
0.803
Satisfaction Tinggi
pendapatan 6-10 juta perbulan, dan hanya 3 responden Reliabilitas
yang memiliki pendapatan lebih dari 25 juta dalam satu Burnout 0,485
Sedang
bulan. Berdasarkan usianya mayoritas responden pada Secondary
0.666
Reliabilitas
penelitian ini berusia 26-35 tahun yaitu sebanyak 66 Traumatic Stress Sedang
Alat Ukur PROQOL- Reliabilitas
orang, 22 orang responden lainnya berusia 36-45 tahun V
0.692
Sedang
dan hanya 4 responden yang berusia 56-65 tahun.
Selanjutnya dari data hasil penyebaran kuesioner pada
Terkait reliabilitas PROQOL-V, nilai koefisien Pengukuran secara keseluruhan juga sudah relatif
Cronbach’s Alpha PROQOL-V versi Bahasa Indonesia konsisten jika dilakukan berulang kali pada Psikolog
adalah 0,692. Jika kita lihat pada masing-masing skala Klinis yang berkerja di fasilitas kesehatan walaupun
didapatkan koefisien Cronbach’s Alpha pada skala terdapat keterbatasan dalam pengaplikasian ataupun
compassion satisfaction 0,803 yaitu memiliki pengukuran jika bertujuan melihat burnout psikolog
reliabilitas yang baik, pada skala burnout 0,485 yang klinis menggunakan PROQOL-V versi Bahasa
termasuk kategori reabilitas sedang dan skala Indonesia.
Secondary Traumatic Stress juga termasuk dalam
Daftar Rujukan
kategori reliabilitas sedang dengan nilai koefisien
Cronbach’s Alpha 0,666. [1] Praharso, N. F., Pols, H., & Tiliopoulos, N. (2020). Mental Health
Literacy of Indonesian Health Practitioners and Implications for
3.2. Pembahasan Mental Health System Development. Asian Journal of
Psychiatry, 54, 102168.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan adaptasi alat Https://[Link]/10.1016/[Link].2020.102168.
ukur PROQOL–V ke dalam Bahasa Indonesia dan [2] Putri, I. G., & Masykur, A. M. (2017). “BERTAHAN DALAM
digunakan pada Psikolog Klinis yang bekerja di fasilitas DILEMA”(Studi Fenomenologis Menghadapi Stres Kerja PadA
kesehatan di Indonesia karena sampai saat ini belum ada Psikolog Klinis Wanita). Jurnal Empati, 6(1), 239-245.
penelitian adaptasi yang menggunakan PROQOL –V Https://[Link]/10.14710/empati.2017.15081.
pada Psikolog Klinis yang bekerja di fasilitas kesehatan. [3] Harimurti, W., Chasanah, U., & Mathori, M. (2021). Analisis
Berdasarkan bukti validitas melalui face validity Pemanfaatan Tunjangan Profesi Guru Berdasarkan Peraturan
menggunakan cognitive interview, menggunakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
19 Tahun 2019. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis Indonesia,
Aiken’v form pada beberapa ahli untuk melihat content 1(1), 59–72. Https://[Link]/10.32477/jrabi.v1i1.319.
validity dan juga melakukan Pearson Correlation untuk
[4] Allebeck, P. (2020). Health Care. In Encyclopedia of Behavioral
mendapatkan construct validity menunjukkan bahwa Medicine (pp. 1000-1000). Cham: Springer International
seluruh item merupakan item yang baik dan valid Publishing. Https://[Link]/10.1007/978-3-030-39903-0_884.
mengukur konstruk PROQOL –V pada Psikolog Klinis
[5] Dechant, K. M. (2018). Clinical Supervision as a Predictor of
yang bekerja di fasilitas kesehatan. Compassion Fatigue in Doctoral-Level Psychology Graduate
Students [Disertation, Adler University].
Selanjutnya reabilitas alat ukur PROQOL–V Bahasa Https://[Link]/10.1097/00003226-200007000-00030.
Indonesia yang digunakan pada Psikolog Klinis yang
bekerja di fasilitas kesehatan ini dinilai dari koefisien [6] Laverdière, O., Kealy, D., Ogrodniczuk, J. S., Chamberland, S.,
& Descôteaux, J. (2019). Psychotherapists’ Professional Quality
Cronbach’s Alpha (α), dimana menunjukan bahwa alat of Life. Traumatology, 25(3), 208.
ukur ini memiliki reabilitas yang sedang jika dilihat Https://[Link]/10.1037/trm0000177.
berdasarkan Validation of a Questionnaire Survey in a
[7] Hagan, J. L. (2019). Psychometric Evaluation of the Proqol
Research, yaitu dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,692. Version 5 for Assessing Compassion Satisfaction, Burnout and
Artinya, pengukuran relatif konsisten jika dilakukan Secondary Traumatic Stress in Nurses. International Journal Of
berulang kali, pada alat ukur PROQOL–V keseluruhan Studies in Nursing, 4(3), 60.
versi Bahasa Indonesia yang digunakan untuk Psikolog Https://[Link]/10.1067/trm0000187.
Klinis. [8] Schaufeli, W. B., Leiter, M. P., & Maslach, C. (2009). Burnout:
35 Years of Research and Practice. Career Development
Jika kita lihat nilai koefisien reabilitas pada alat ukur ini International, 14(3), 204–220.
masih berada dibawah adaptasi alat ukur PROQOL–V Https://[Link]/10.1108/13620430910966406.
yang telah dilakukan pada perawat di IGD RSUD [9] Stamm, B. (2010). The Concise ProQOL Manual: The concise
Tulung Agung yaitu memiliki nilai Cronbach’s Alpha manual for the Professional Quality of Life Scale , 2 nd Edition.
lebih dari 0,8 dan juga pengukuran yang telah Https://[Link]/10.1002/9781118301234.ch12.
dilakukan pada guru bimbingan konseling dengan nilai [10] Denne, E., Stevenson, M., & Petty, T. (2019). Understanding
Cronbach’s Alpha 0.867 [18]. How Social Worker Compassion Fatigue and Years of
Experience Shape Custodial Decisions. Child Abuse &
Neglect, 95, 104036. Https://[Link]/10.29210/162800.
Indonesia Bagian Barat. Nursing Current: Jurnal Keperawatan, [17] Beaton, D., Bombardier, C., Guillemin, F., & Ferraz, M. B.
6(2), 29. Https://[Link]/10.19166/nc.v6i2.1906. (2002). Recommendations for the cross-cultural adaptation of
health status measures. New York: American Academy of
[14] Eka, N. G. A., & Tahulending, P. (2018). Professional Quality of Orthopaedic Surgeons, 12, 1-29.
Life as Perceived by New Graduate Nurses. KnE Life Sciences, Https://[Link]/10.1097/00007632-200012150-00014.
4(1), 272. Https://[Link]/10.18502/kls.v4i1.1389.
[18] Ristian, T., Wahyuni, E., & Komalasari, G. (2021). Gambaran
[15] Misouridou, E., Mangoulia, P., Pavlou, V., Kasidi, K., Stefanou, professional quality of life guru bimbingan dan konseling. Jurnal
E., Mavridoglou, E., & Fradelos, E. (2021). Reliability and Konseling dan Pendidikan, 9(1), 102.
Validity of the Greek Version of the Professional Quality of Life Https://[Link]/10.29210/159600.
Scale (ProQOL-V). Materia Socio-medica, 33(3), 179.
Https://[Link]/10.5455/msm.2021.33.179-183.
[16] Taherdoost, H. (2016). Validity and Reliability of the Research
Instrument; How to Test the Validation of a
Questionnaire/Survey in a Research. SSRN Electronic Journal.
Https://[Link]/10.2139/ssrn.3205040.